Anda di halaman 1dari 31

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas karunia yang berupa kesempatan, saya diberi kesempatan untuk menulis sebuah makalah yang berjudul Aplikasi Bahan-Bahan Teknik. Makalah ini merupakan salah satu sumber pembelajaran bagi mahasiswa tentang bahan-bahan teknik, dan juga merupakan kumpulan dari referensi yang penulis dapatkan dari berbagai sumber diantaranya buku literatur, referensi dari internet, dan pencarian kepada naraumbernarasmber yang mendalami disiplin ilmu Teknologi Bahan dengan bantuannya telah memberikan konstrbusi dalam proses penyelsaian makalah ini. Banyak permasalahan dan hambatan yang penulis alami dalam menyelesaikan makalah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, dengan rendah hati, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik materil maupun non materiil sehingga penulisan karya tulis ini bisa terselesaikan, Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga pada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam penyelesaian karya tulis ini.

Gowa, 26 November 2012

Andi Angga Pratama Nim. D33112004

DAFTAR ISI Sampul ..................................................................................................... Kata Pengantar ........................................................................................ Daftar isi ................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 1.1. Latar Belakang ........................................................................... 1 1.2. Rumusan Masalah ..................................................................... 2 1.3. Tujuan Penulisan ....................................................................... 2 1.4. Manfaat Penulisan ..................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN ............................................................................. 3 2.1. Pengertian Bahan Teknik ......................................................... 3 2.2. Sifat Sifat Bahan Teknik ........................................................... 3 2.3. Klasifikasi Bahan Teknik Beserta Aplikasi penggunaannya ...... 7 1.Logam .................................................................................... 8 2.Keramik ................................................................................. 16 3.Polimer .................................................................................. 18 4. Komposit ............................................................................... 24 BAB III PENUTUP.................................................................................... 27 3.1. Kesimpulan ............................................................................... 27 3.2. Saran ........................................................................................ 27 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 28

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Alam disekitar kita terdiri dari berbagai jenis bahan (material) dan merupakan sumber potensial yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jauh sebelum revolusi industri manusia telah merasakan manfaat material dan menyadari bahwa pemanfaatan material mampu mengubah peradaban manusia, oleh karena itu material (bahan) menjadi sangat penting artinya dan senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban, Ilmu Pengetahuan serta Teknologi manusia itu sendiri. Untuk itulah maka berbagai sumber daya alam dieksplorasi dan diolah secara besar - besaran. Teknologi informasi berpengaruh besar terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi secara global dan menjadikan persaingan ekonomi yang sangat ketat, sementara ketersediaan sumber daya alam akan bahan (material) menjadi sangat terbatas, tentu saja hal ini menuntut inovasi dan efisiensi pemanfaatan bahan alam secara optimal. Bahan - bahan Teknik (Materrials for Engineering) dan cara pemilihannya Yang dimaksud dengan bahan - bahan teknik ialah bahan (material) yang dapat digunakankan baik secara langsung maupun melalui proses pengolahan dan berfungsi sebagai bahan baku suatu produk yang bermanfaat. Keragaman kebutuhan manusia akan suatu produk baik kualitas maupun kuantitasnya maka diperlukan pula keragaman dari bahan-bahan Teknik itu sendiri sebagai bahan bakunya, kendati semua material diperoleh dari alam namun untuk mempermudah dalam pemilihannya maka bahan teknik ini dikelompokkan berdasarkan pemakaiannya baik sebagai prduk jadi maupun sebagai bahan baku, dimana bahan-bahan digunakan secara langsung dan dipilih sesuai dengan sifat dan karakteristik alami dari bahan tersebut, bahan ini yang kita sebut sebagai bahan alam, namun

ada juga bahan yang diolah terlebih dahulu agar memiliki sifat dan karakteristik secara spesifik atau menyerupai sifat dan karakteristik bahan-bahan alam tertentu sehingga memenuhi syarat kebutuhan sifat dan karakterristik suatu produk yang diinginkan dan bahan dari kelompok ini yang kita sebut sebagai bahan tiruan atau syntetic materials.

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang yang telah penulis

kemukakan, maka permasalahan yang timbul dapat diidentifikasikan sebagai berikut : 1.2.1. Apa yang dimaksud dengan Bahan Teknik? 1.2.2. Klasifikasi Bahan Teknik? 1.2.3. Aplikasi Bahan-bahan Teknik dalam kehidupan sehari-hari ?

1.3. Tujuan Penulisan Berdasarkan rumusan masalah yang penulis kemukakan, maka dapat disimpulkan tujuan makalah ini adalah sebagai berikut : 1.3.1. Mahasiswa mengenal material bahan bahan teknik. 1.3.2. Mahasiswa menyadari pentingnya Bhan bahan teknik dalam kehidupan sehari hari

1.4. Manfaat Penulisan Berdasarkan tujuan penulisan diatas, maka dapat dikemukakan manfaat dari penulisan diatas dapat dikemukakan manfaat penulisan, yaitu sebagai berikut : 1.4.1 Memahami Pengertian Bahan Teknik 2.4.1 Mampu mengklasifikasikan bahan bahan Teknik 3.4.1 Dan memahami penggunaan bahan teknik dalam kehidupan sehari hari.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bahan Teknik

Bahan Teknik adalah semua unsur atau zat yang berbentuk padat, cair, atau gas yang banyak di gunakan untuk kebutuhan keperluan dunia teknik atau industri. Contoh bahan teknik berdasarkan wujudnya: Padat : Logam, keramik, plastik, kaca, karet,kayu Cair : Pelumas, air, bensin, solar, bahan kimia lain Gas : Oksigen, Asiteln, hidrogen, CO2 dan lainnya

2.2 Sifat Sifat Bahan Teknik

Dewasa ini terdapat berbagai jenis bahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri. Jenis-jenis yang beragam kadang-kadang menyulitkan pemilihan yang tepat. Bahan yang satu mempunyai keunggulan ditinjau dari segi keuletan, lainnya terhadap korosi, mulur atau suhu kerja yang tinggi namun cukup mahal. Oleh karena itu pemilihan sering tidak semata-mata berdasarkan pertimbangan teknis tetapi pertimbangan ekonomis juga memegang peranan yang sangat penting pula. Pemilihan bahan yang tepat pada dasarnya merupakan kompromi antara berbagai sifat, lingkungan dan cara penggunaan dan sampai dimana sifat bahan dapat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Beberapa sifat teknis yang harus diperhatikan sewaktu memilih bahan adalah:

a) Sifat fisik

Kekuatan adalah tahanan suatu bahan terhadap perubahan bentuk (tarik, tekan, geser, bengkok, torsi, dan tekuk). Sifat mulur adalah kemampuan bahan berubah bentuk sebagai akibat pembebanan Sifat getas adalah dimiliki oleh bahan yang pada pembebanan sampai pecah, tidak menunjukkan perubahan bentuk tetap. Sifat liat adalah kemampuan suatu bahan untuk berubah bentuk dalam skala yang cukup besar sebelum pecah akibat pembebanan. Sifat elastisitas adalah sifat bahan yang setelah pembebanan kembali kebentuk semula. Sifat plastisitas (ductilitas) adalah sifat bahan untuk bertahan pada bentuk yang diberikan melalui pembebanan dari luar. Kekerasan adalah tahanan bahan terhadap desakan benda lain. Dalam penggunaan teknis, intan digolongkan sebagai bahan paling keras, sebalinya natrium dan kalium adalah sangat lunak. Daya hantar panas adalah kemampuan bahan untuk memindahkan panas di dalam strukturnya. Sifat ini sangat baik pada bahan perak, sebaliknya kurang baik pada baja. Sifat muai panas pada berbagai bahan sangat berbeda-beda. Misalnya aluminium pemuaiannya lebih besar dari pada baja.

Daya hantar listrik adalah kemampuan bahan untuk menghantarkan arus listrik. Sifat tersebut dipengaruhi antara lain parameter kisi, garis tengah badan atom, dan jumlah elektron yang tersedia. Perak dan tembaga termasuk penghantar listrik yang baik, sedangkan paduan konstantan dan air raksa adalah pengahantar listrik yang tidak baik. Massa jenis bahan adalah massanya dalam 1 cm'. Perbedaan antara logam ringan dan berat didasarkan atas massa jenis. Logam ringan < 5 gr/cm3 dan logam berat >5 gr/cm3. Titik cair/lebur suhu tertentu di mana keadaan agregasi bahan berubah dari padat menjadi cair. Titik cair logam mempunyai arti penting pada pembentukan paduan.

b) Sifat Teknik Sifat mampu cor adalah sifat dapat dicairkan dan selanjutnya dituang sedemikian rupa sehingga benda kerja bebas pori-pori dan gelembung. Besi tuang termasuk mudah dituang, sebalinya baja sulit dituang. Sifat mampu bentuk panas (sifat mampu tempa dan mampu roll) adalah kemampuan bahan untuk berubah bentuk secara tetap oleh pengaruh beban dari luar yang bekerja di atas batas suhu tertentu. Sifat mampu bentuk dingin (membengkok, cetak dalam) adalah kemampuan bahan untuk diubah kedalam bentuk yang telah ditentukan, tanpa pemberian panas.

Sifat mampu las adalah sifat bahan yang dapat disambung dengan caramencairkan sebagian bahan itu. Baja dapat dilas dengan baik, sebaliknya besi tuang sulit dilas. Sifat mampu mesin adalah kemampuan bahan untuk diubah kedalam bentuk yang telah ditentukan dengan cara penyayatan. Bahan keras sulit dikerjakan dengan penyayatan tatal sebab tahanan potongnya terlalu besar, sedangkan bahan lunak juga sulit dikerjakan dengan penyayatan tatal karena cenderung melumuri alat potong. Sifat mampu keras adalah kemampuan bahan (khusus logam besi) untuk dinaikkan kekerasan alaminya melalui perubahan structure.

c) Sifat kamahi Sifat tahan korosi ; tahanan bahan terhadap serangan air, gas, asam, larutan garam atau bahan kimia lain. Sifat tahan panas; sifat bahan yang tetap tahan pada suhu tinggi dan tidak membentuk lapisan oksida.

2. Klasifikasi Bahan Bahan Teknik Beserta Aplikasi Penggunaannya

Skema Klasifikasi Bahan Bahan Teknik

Kalau kita bicara tentang bahan teknik (engineering materials) maka didunia teknik mesin bahan teknik dikelompokan dalam 4 kelompokbesar.Yaitu

1. Logam 2. Keramik 3. Polimer 4. Komposit.

1.Logam
Logam dapat dikelompokan dalam 2 bagian berdasarkan kandungan besi yaitu : 1. Ferrous alloys(paduan logam yang mengandung unsur besi (Fe) ) 2. Non-Ferrous alloys (paduan logam tanpa kandungan besi (Fe) ) logam memiliki sifat mampu tempa dengan proses proses deformasi, seperti forging, extrusi, rolling, logam juga dapat menerima perlakuan panas untuk mendapatkan sifat sifat mekanis yang spesifik, memiliki modulus elastisitas yang cukup tinggi, logam dapat dipadukan sehingga

mendapatkan sifat sifat mekanis yang lebih baik. Merupakan penghantar listrik yang baik, namun tidak tahan terhadap korosi. a). Logam Ferro (Besi)

Logam Ferro adalah suatu logam paduan yang terdiri dari campuran unsur karbon dengan besi. Untuk menghasilkan suatu logam paduan yang mempunyai sifat yang berbeda dengan besi dan karbon maka dicampur dengan bermacam logam lainnya. Logam Ferro terdiri dari komposisi kimia yang sederhana antara besi dan karbon. Masuknya unsur karbon ke dalam besi dengan berbagai cara.

Jenis logam ferro adalah sebagai berikut . Besi Tuang Komposisinya yaitu besi dan karbon. Kadar karbon sekitar 4 %, sifatnya rapuh tidak dapt ditempa, baik untuk dituang, liat dalam pemadatan, lemah dalam tegangan. Digunakan untuk membuat alas mesin, meja perata, badan ragum, bagian bagian mesin bubut, blok silinder dan cincin torak. Besi Tempa Komposisi besi tempa terdiri dari 99 % besi murni, sifat dapat ditempa, liat, dan tidak dapat dituang. Besi tempa antara lain dapat digunakan untuk membuat rantai jangkar, kait keran dan landasan kerja pelat. 2

Baja Lunak Komposisi campuran besi dan karbon, kadar karbon 0,1 % - 0,3 %, mempunyai sifat dapat ditempa dan liat. Digunakan untuk membuat mur, sekrup, pipa dan keperluan umum dalam pembangunan.

Baja Karbon Sedang Komposisi campuran besi dan karbon, kadar 0,4 % - 0,6 %. Sifat lebih kenyal dari yang keras. Digunakan untuk membuat benda kerja tempa berat, poros, dan rel baja. Baja Karbon Tinggi Komposisi campuran besi dan karbon, kadar karbon 0,7 % - 1,5 %. Sifat dapat ditempa, dapat disepuh keras, dan dimudakan. Digunakan untuk membuat kikir, pahat, gergaji, tap, stempel dan alat mesin bubut. Baja Karbon Tinggi Dengan Campuran Komposisi baja karbon tinggi ditambah nikel atau kobalt, krom atau tungsten. Sifat rapuh, tahan suhu tinggi tanpa kehilangan kekerasan, dapat disepuh keras, dan dimudakan. Digunakan untuk membuat mesin bubut dan alat alat mesin.

b) Logam Non ferro Logam Non-Ferro (Non-Ferrous Metal) ialah jenis logam

yang secara kimiawi tidak memiliki unsur besi atau Ferro (Fe), oleh karena itu logam jenis ini disebut sebagai logam bukan Besi (non Ferro). Beberapa dari jenis logam ini telah disebutkan dimana

termasuk logam yang banyak dan umum digunakan baik secara murni maupun sebagai unsur paduan. Pada uraian berikut akan kita lihat logam dari jenis non Ferro ini secara lebih luas lagi, karena semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam pengolahan bahan logam, menjadikan semua jenis logam digunakan secara luas dengan berbagai alasan, mutu produk yang semakin ditingkatkan, kebutuhan berbagai peralatan

pendukung teknologi serta keterbatasan dari ketersediaan bahan-bahan

yang secara umum digunakan dan lainlain. Logam non Ferro ini terdapat dalam berbagai jenis dan masingmasing memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda secara spesifik antara logam yang satu dengan logam yang lainnya, demikian pula Ferro. Sifat dan berbagai karakteristik dari beberapa logam non Ferro. Timbal (Pb) Timah hitam sangat sangat lunak, lembek tetapi ulet, memiliki warna putih terang yang sangat jelas terlihat pada patahan atau pecahannya. Timah Hitam memiliki berat jenis () yang sangat tinggi yaitu =11,3 kg/dm3 dengan titik cair 3270C, digunakan sebagai isolator anti radiasi Nuclear. Timah hitam diperoleh dari senyawa Plumbum-Sulphur (PbS) yang disebut Gelena dengankadar yang sangat kecil. Proses

pemurniannya dilakukan dengan memanaskannya didalam dapur tinggi, proses pencairan untuk menghilangkan oxides serta unsur lainnya. Selain untuk pemakaian sebagai isolator radiasi, Timah hitam digunakan juga sebagai bahan pelapis pada bantalan luncur, bahan timah pateri serta sebagai unsur paduan dengan baja atau logam Non Ferro lainnya yang menghasilkan logam dengan sifat Free Cutting atau yang

disebut sebagai baja Otomat. Titanium (Ti) Titanium (Ti) memiliki warna putih kelabu, sifatnya yang kuat seperti baja dan stabil hingga temperature 4000C, tahan korosi dan memiliki berat jenis () = 4,5 kg/dm3. Titanium (Ti) digunakan sebagai unsur pemurni pada baja serta sebagai bahan paduan dengan Aluminium dan logam lainnya. Titanium (Ti) memiliki titik cair 16600C dan kekuatan tarik 470 N/mm2 serta densitas 56 %.

Titanium (Ti) tidak termasuk logam baru walaupun pengembangannya baru dilakukan pada tahun 1949, karena sebenarnya Titanium (Ti) telah terdeteksi sejak tahun 1789 dalam bentuk Oxide Silicon, karena pengaruh oxygen maka pada saat itu tidak memungkinkan (Ti) merupakan untuk bagian dilakukan penting extraction, dari dimana Titanium pada melalui

Oxygen, Titanium

namun (Ti) ini

akhirnya ditemukan

metoda

pemurnian

pemanasan dengan Carbon dan Clorine, kemudian dengan Magnesium dan denganSodium pada suhu pemanasan antara 8000C hingga

9000C yang menghasilkan Titanium Tetraclorite sebagai produk awal dari Titanium (Ti) yang selanjutnya menggunakan Magnesiumcloride atau Sodiumcloride. Nikel (Ni) Nikel merupakan unsur penting yang terdapat pada endapan terak bumi yang biasanya tercamppur dengan bijih tembaga. Oleh kerena itu diperlukan proses pemisahan dan pemurnian dari berbagai unsur yang akan merugikan sifat Nikel tersebut. Dalam beberapa hal Nikel memiliki kesamaan dengan bijih logam yang lain seperti juga besi selalu memiliki sifat-sifat yang buruk seperti titik cair yang rendah kekuatan dan kekerasannya juga rendah, tetapi juga memiliki keunggulan sebagaimana pada Nickel ini ialah ketahanannya terhadap berbagai pengaruh korosi dan dapat mempertahankan sifatnya pada temepratur tinggi. Oleh karena itu Nikel banyak digunakan Chromium, sebagai dimana pelapis Nickel dasar sebelum

pelapisan dengan

dapat

memberikan

perlindungan terhadap berbagi pengaruh gangguan korosi pada baja atau logam logam lainnya.Pemakaian Nikel Secara komersial Nikel banyak digunakan secara murni terutama untuk peralatan-peralatan yang

menuntut ketahanan korosi yang tinggi, seperti peralatan dalam industri makanan , industri kimia, obat-obatan serta peralatan kesehatan, industri petroleum dan lainlain.

Timah (Sn) Timah putih, Tin, Stannum (Sn) ialah logam yang berwarna putih mengkilap, sangat lembek dengan titik cair yang rendah yakni 2320C. Logam ini memiliki sifat ketahanan korosi yang tinggi sehingga bnayak digunakan sebagai bahan pelapis pada plat baja, digunakan sebagai kemasan pada berbagai produk makanan karena Timah putih ini sangat tahan terhadap asam buah dan Juice. Fungsi kegunaan yang lain ialah sebagai bahan pelapis pada bantalan luncur serta sebagai unsur paduan pada bahan-bahan yang memiliki titik cair rendah. Seng (Zn) Seng (Zn) ialah logam yang berwarna putih kebiruan memiliki titik cair 4190C, sangat lunak dan lembek tetapi akan menjadi rapuh ketika dilakukan pembentukan dengan temperature pengerjaan antara 1000C sampai 1500C tetapi sampai temperature ini masih baik dan mudah untuk dikerjakan. Seng memiliki sifat tahan terhadap korosi sehingga banyak digunakan dalam pelapisan plat baja sebagai pelindung baja tersebut dari pengaruh gangguan korosi, selain itu Seng juga digunakan sebagai unsur paduan dan sebagai bahan dasar paduan logam yang dibentuk melalui pengecoran. Sekalipun Seng merupakan bahan yang lembek akan tetapi peranannya sangat penting sekali sebagai salah satu bahan Teknik yang memilki berbagai keunggulan, baik digunakan sebagai bahan pelapis pada baja yang tahan terhadap korosi, misalnya untuk atap bangunan, dinding serta container yang juga harus tahan terhadap pengaruh air dan udara serta serangga dan binatang. Mangan (Mn) Mangan (Mn) logam yang memiliki titik cair 12600C Unsur Mangan (Mn) ini diperoleh melalui proses reduksi pada bijih Mangan sebagaimana

proses yang dilakukan dalam pembuatan baja. Mangan digunakan pada hampir semua jenis baja dan besi tuang sebagai unsur paduan kendati tidak menghasilkan pengaruh yang signifikan dalam memperbaiki sifat baja tetapi tidak berpengaruh buruk karena didalam baja memiliki kandungan unsur Sulphur. Disamping itu Manganese (Mn) merupakan unsur paduan pada Aluminium, Magnesium ,Titanium dan Kuningan. krom (Cr) krom ialah logam berwarna kelabu, sangat keras dengan titik cair yang tinggi yakni 18900C , krom diperoleh dari unsur Chromite, yaitu senyawa FeO.Cr2. Unsur Chromite (Fe2 Cr2 06 ) serta Crocoisite (PbCrO4). Chromium memiliki sifat yang keras serta tahan terhadap korosi jika digunakan sebagai unsur paduan pada baja dan besi tuang dan dengan penambahan unsur Nickel maka akan diperoleh sifat baja yang keras dan tahan panas (Heat resistance-Alloy). Aluminium (Al) Aluminium ialah logam yang berwarna putih terang dan sangat mengkilap dengan titik cair 6600C sangat tahan terhadap pengaruh Atmosphere juga bersifat electrical dan Thermal Conductor dengan koefisien yang sangat tinggi. Chromium bersifat non magnetic. Secara komersial Aluminium memiliki tingkat kemurnianhingga 99,9 % , dan Aluminium non paduan kekuatan tariknya ialah 60 N/mm2 dan dikembangkan melelui proses pengerjaan dingin dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhannya hingga 140 N/mm2. Alumunium digunakan untuk membuat peralatan masak, elektronik, industri mobil dan industri pesawat terbang. Tembaga (Cu) Tembaga ialah salah satu logam penting sebagai bahan Teknik yang pemakaiannya sangat luas baik digunakan dalam keadaan murni maupun

dalam bentuk paduan. Tembaga memilki kekuatan Tarik 150 N/mm2 sebagai Tembaga Cor dan dengan proses pengerjaan dingin kekuatan tarik Tembaga dapat ditingkatkan hingga 390 N/mm2 demikian pula dengan angka kekerasannya dimana Tembaga Cor memiliki angka kekerasan 45 HB dan meningkat hingga 90 HB melalui proses pengerjaan dingin, dengan demikian juga akan diperoleh sifat Tembaga yang ulet serta dapat dipertahankan walaupun dilakukan proses perlakuan panas misalnya dengan Tempering (Lihat Heat treatment). Tembaga digunakan untuk membuat suku cadang bagian listrik, radio penerangan, dan alat alat dekorasi. Magnesium (Mg) Magnesium ialah logam yang berwarna putih perak dan

sangat mengkilap dengan titik cair 6510C yang dapat digunakan sebagai bahan paduan ringan, sifat dan karakteristiknya sama

dengan Aluminium. Perbedaan titik cairnya sangat kecil tetapi sedikit berbeda dengan Aluminium terutama pada permukaannya yang

mudah keropos bila terjadi oxidasi dengan udara. Oxid film yang melapisi permukaan Magnesium hanya cukup melindunginya dari

pengaruh udara kering, sedangkan udara lembab dengan kandungan unsur garam kekuatan oxid dari Magnesium akan menurun, oleh kerana itu perlindungan dengan cat atau lac (pernis) merupakan metoda dalam melidungi Magnesiumdari pengaruh korosi kelembaban udara. Antimony, Stibium (Sb) Antimony, Stibium (Sb) ialah logam yang berwarna putih

kelabu terang, Antimony, Stibium memiliki titik cair 6300C, Logam ini diperoleh dari mineral Stibnite (Sb2S3), Tetrahednite (Cu3SbS3) dan Famantinite (Cu3SbS4) dan dari kedua bahan mineral inilah Antimony, Stibium (Sb) dibuat melalui penguapan, akan tetapi karena

tidak mencukupi Stibinite. Antimony

maka

terpaksa

dilakukan

extracsi

pada

2.Keramik
Keramik dibagi menjadi 8 berdasarkan sifat kegunaanya yaitu : a Keramik Tangguh b. Keramik Optik c. Pelapis Keramik d. Keramik Elektromagnetik f. Keramik Bangunan g. Biokeramik

h. Saringan dan Selaput Keramik i. Keramik Nuklir

Adapun Aplikasi dari jenis-jenis keramik yang ada dalam kehidupan sehari hari yakni sebagai berikut a. Keramik Tangguh benang (fiber) Peralatan golf Bantalan - Whisker (fiber) - Lempengan tahan peluru - pisau dan gunting

b. Keramik Optik benang optik Laser Dioda c. Pelapis Keramik Tahan aus Penghalang panas Pelumas d. Keramik Elektromagnetik Elemen magnet Resistor Sensor oksigen Pompa oksigen Elektroda Pizoelektrik Termistor Konduktor ion e. Keramik Bangunan Atap - lantai - Kapasitor - IC substrat Sel bahan bakar Superkonduktor - Varistor Isulator Semikonduktor - Tahan korosi - Dielektrik - Katalis - Lensa - Alumina translusen - Keramik luminesen

Kaca jendela Gelas keramik Gerabah f. Biokeramik Pengganti tulang Katup jantung g. Saringan dan Selaput Keramik Selaput pemisah cairan Saringan logam cair h. Keramik Nuklir Bahan bakar nuklir - Pelindung Pembungkus bahan bakar nuklir

Semen dan Beton - Terakota - Batu bata

- Pengganti gigi - Porselin gigi

- Selaput pemisah gas

- Moderator - Kapsul gelas

3.Polimer
Polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik. Polimer didefinisikan sebagai substansi yang terdiri dari molekul-molekul yang menyertakan rangkaian satu atau lebih dari satu unit monomer. Berabad-abad yang lalu manusia sudah menggunakan polimer dalam bentuk minyak, aspal, damar, dan permen

karet. Tapi industri polimer modern baru mulai berkembang pada masa revolusi industri. Di akhir 1830-an, Charles Goodyear berhasil memproduksi sebentuk karet alami yang berguna melalui proses yang dikenal sebagai vulkanisasi. 40 tahun kemudian, Celluloid (sebentuk plastik keras dari nitrocellulose) berhasil dikomersialisasikan. Adalah diperkenalkannya vinyl, neoprene, polystyrene, dan nilon pada tahun 1930-an yang memulai ledakan dalam penelitian polimer yang masih berlangsung sampai sekarang. Adapun sifat sifat Dari polimer yakni sebagai berikut; Sifat Thermal Sifat polimer terhadap panas ada yang menjadi lunak jika dipanaskan dan keras jika didinginkan, polimer seperti ini disebut termoplas. Contohnya : plastik yang digunakan untuk kantong dan botol plastik. Sedangkan polimer yang menjadi keras jika dipanaskan disebut termoset, contohnya melamin Sifat Kelenturan Polimer akan mempunyai kelenturan yang berbeda dengan polimer sintetis. Umumnya polimer alam agak sukar untuk dicetak sesuai keinginan,sedangkan polimer sintetis lebih mudah dibuat cetakan untuk menghasilkan bentuk tertentu. Karet akan lebih mudah mengembangdan kehilangan kekenyalannya setelah terlalu lama kena bensin atau minyak. Ketahanan terhadap Mikroorganisme Polimer alam seperti wool, sutra, atau selulosa tidak tahan terhadap mikroorganisme atau ulat (rayap). Sedangkan polimer sintetis lebih tahan terhadap mikroorganisme atau ulat.

Sifat Lainnya Sifat polimer yang lainnya bergantung pemakainnnya untuk kemasan atau alat-alat industri. Untuk tujuan pengemasan harus diperhatikan :

Toksisitasnya Daya tahan terhadap air, minyak atau panas Daya tembus udara (oksigen) Kelenturan Transparan

Penggunaan polimer dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi bagian hidup kita dan jarang kita perhatikan. Beberapa polimer tersebut adalah Sedangkan macam macam polimer beserta aplikasinya dalam kehidupan sehari hari yaitu

a.)Polietilena Kita lebih sering menyebutnya dengan plastic Polimer ini dibentuk dari reaksi adisi monomer-monomer etilena. Ada dua macam polietilena, yaitu yang memiliki densitas (kerapatan) rendah dan polietilena yang memiliki densitas tinggi. Perbedaan dari kedua polimer ini adalah cara pembuatannya dan agak berbeda sifat fisikanya. Secara umum sifat polietilena adalah sebagai zat yang tidak berbau, tidak berwarna dan tidak

beracun. Untuk polietilen dengan densitas rendah biasanya dipergunakan untuk lembaran tipis pembungkus makanan, kantung-kantung plastik, jas hujan. Sedangkan untuk polietilen yang memiliki densitas tinggi, polimernya lebih keras, namun masih mudah untuk dibentuk sehingga banyak dipakai sebagai alat dapur misal ember, panci, juga untuk pelapis kawat dan kabel. b.)Polipropilena, Polimer ini mirip dengan polietilen, Monomer pembentuknya adalah propilena berbeda dalam jumlah atom C dengan etilen. Polipropilena lebih kuat dan lebih tahan dari polietilena, sehingga banyak dipakai untuk membuat karung, tali dan sebagainya. Karena lebih kuat,botol dari polipropilena dapat dibuat lebih tipis dari pada polietilena. Botol minuman adalah salah satu contoh polimer propilena yang banyak dipergunakan. c.)Teflon

Nama Teflon merupakan nama dagang, nama ilmiahnya adalah politetrafluoroetilena dan disingkat dengan PTFE. Polimer dihasilkan dari proses polimerisasi adisi senyawa turunan etilen yaitu tetrafluoroetilena (CF2 = CF2). Teflon sangat tahan terhadap bahan kimia, panas dan sangat licin.

Penggunaan teflon sebagai pelapis barang yang tahan panas seperti tangki di pabrik kimia, pelapis panci dan kuali anti lengket di dapur serta pelapis dasar seterika. d) Polivinil klorida (PVC) Polimer ini merupakan polimer yang dibentuk oleh monomer kloro etilen (CH2=CHCl). Polimer ini memiliki sifat yang lebih kuat dibandingkan dengan etilen, tahan panas atau tidak mudah terbakar. Berdasarkan sifat inilah maka, polivinil klorida banyak dipergunakan untuk untuk membuat pipa, selang keras, lapisan lantai, piringan hitam, dan lain-lain. e.)Polimer Bakelit Polimer bakelit merupakan plastik termoseting, polimer ini dihasilkan dari suatu kopolimer kondensasi antara metanal dan fenol. Bakelit sudah banyak dibahas pada plastik termoseting. Polimer ini banyak digunakan untuk peralatan listrik, sebagai kotak isolator, dan dudukan lampu.

f.)Polimer Akrilat

Ada dua jenis polimer Akrilat yang banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu polimetil metakrilat dan serat akrilat atau orlon. Polmetilmetakrilat (PMMA) merupakan senyawa homopolimer yang dibentuk dari reaksi polimerisasi adisi senyawa metil metakrilat. Senyawa ini juga dikenal dengan nama dagang flexiglass (gelas yang fleksibel). PMMA berupa plastik bening, keras dan kuat, namun ringan dan fleksibel. Pemanfaatannya sebagai bahan pencampur gelas dan pencampur logam, dan yang paling mudah kita amati adalah digunakan untuk lampu belakang mobil ataupun kaca jendela pesawat terbang. Polimerisasi dari asam akrilat (asam 2propenoat) atau turunannya menghasilkan serat akrilat seperti orlon. serat akrilat serat ini menyrupai wol, sehingga dipergunakan untuk jamper, kaos kaki, karpet dan lain-lain. Serat sutra didapat dari ulat sutra sebagai bahan yang mengkilat dan halus serta lembut. Polimer sintetik dari sutra adalah serat sintetik nylon 66 dan nylon 6, walapun hasilnya tidak sebaik sutra namun sudah mendekati. Polimer ini merupakan poliimida, cocok untuk tekstil halus , misalnya untuk pakaian dan pakaian dalam. g.)Poliester Poliester merupakan polimer yang disusun oleh monomer ester. Penggunaan dari polimer ini adalah pengganti bahan pakaian yang berasal dari kapas. Produk yang dikenal adalah Dacron dan tetoron nama dagang sebagai serat tekstil. Polimer ini juga dapat dikembangkan lagi dan dipergunakan sebagai pita perekam magnetic dengan nama dagang mylar.

h.)Karet sintetik Keterbatasan sumber daya karet dan sifatnya yang perlu ditingkatkan maka diteliti dan didapatkan karet sintetik. Karet sintetik merupakan kopolimer yang terbentuk dari dua monomer yaitu stirena dan 1,3 butadiena disingkat dengan SBR. Rantai polimer senyawa ini dapat berikatan membentuk ikatan silang dengan atom belerang (sulfide) melalui proses vulkanisasi, sehingga karet sintetik memiliki sifat keras dan kuat. Cocok untuk ban mobil.

4.Komposit
Komposit didefinisikan sebagai dua macam atau lebih material yang digabungkan atau dikombinasikan dalam skala makroskopis ( dapat terlihat langsung oleh mata)sehingga menjadi material baru yang lebih berguna.komposit terdiri dari 2 bagian utama yaitu :

Matriks, berfungsi untuk perekat atau pengikat dan pelindung filler (pengisi) dari kerusakan eksternal. Matriks yang umum digunakan : carbon, glass, kevlar, dll

Filler (pengisi), berfungsi sebagai Penguat dari matriks. Filler yang umum digunakan : carbon, glass, aramid, kevlar

Klasifikasi Komposit - Berdasarkan Matriks yang digunakan


MMC : Metal Matriks Composite (menggunakan matriks logam) CMC : Ceramic Matriks Composite (menggunakan matriks ceramic) PMC : Polymer Matriks Composite (menggunakan matriks polymer)

PMC (Polymer Matriks Composite) merupakan matriks yang paling umum digunakan pada material komposit. Karena memiliki sifat yang lebih tahan karat, korosi dan lebih ringan. Matriks polymer terbagi 2 yaitu termoset dan termoplastikPerbedaannya polymer termoset tidak dapat didaur ulang sedangkan termoplastik dapat didaur ulang sehingga lebih banyak digunakan belakangan ini. Jenis2 termoplastik yang biasa digunakan : polypropylene (PP), polystryrene (PS), polyethylene (PE), dll. Berikut lambang dari masing2 jenis polymer.

- Berdasarkan strukturnya :

Particulate Composite Materials (komposit partikel) merupakan jenis Komposit yang menggunakan partikel/butiran sebagai filler (pengisi). Partikel berupa logam atau non logam dapat digunakan sebagai filler.

Fibrous Composite Materials (komposit serat) terdiri dari dua komponen penyusun yaitu matriks dan serat.

Structural Composite Materials (komposit berlapis) terdiri dari sekurang-kurangnya dua material berbeda yang direkatkan bersama-sama. Proses pelapisan dilakukan dengan mengkombinasikan aspek terbaik dari masing-masing lapisan untuk memperoleh bahan yang berguna.

Kelebihan material komposit diantaranya adalah :


Komposit memiliki densitas yang rendah Tahan Karat dan korosi Ringan

Aplikasi komposit diberbagai bidang : Komponen pesawat terbang, komponen pesawat luar angkasa, komponen satelit, komponen mesin, komponen kereta, komponen kapal layar, komponen kapal selam, komponen Sepeda, komponen mobil, stick golf, raket tenis, sepatu olahraga, peluru, jembatan, terowongan, rumah, kaki palsu, dl

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Setelah kita melihat pembahasan tantang bahan bahan teknik kita dapat menyimpulkan sebagai seorang calon enginner yang baik dan profesional kita di tuntuk untuk mengetahui seluk beluk mengenai materi an bahan teknik baik itu sifat sifat bahan teknik, kegunaan bahan teknik, dan yang lebih penting yaitu pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari hari setelah kita mengetahui betapa penting nya bahan bahan teknik dalam kehidupan sehari hari, kita sebagai calon engginer harus memperhatikan kelangsungan dari material teknik, jangan mengeksploitasi bahan yang ada dialam secara berlebiha karena akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem alam.

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

http://lecturer.poliupg.ac.id/~syaharuddinrasyid/4.%20PDF%20Tekban1D4/1.%20Bahan-Bahan%20Teknik-D4.pdf

http://staff.uny.ac.id/system/files/pendidikan/Tiwan,%20Drs.,%20ST.,MT./ Silabus%20bahan%20teknik%20dasar.pdf

http://pratjojodewo.files.wordpress.com/2009/05/pengetahuan-bahan.pdf

http://id.scribd.com/document_downloads/direct/110868316?extension=pd f&ft=1353595236&lt=1353598846&uahk=sLTD/kcnwFNdmfDPPNKRzgBiu Wk

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/PENGETAHUAN%20BAHAN%20TE KNIK%201%20%5BCompatibility%20Mode%5D.pdf

http://damawisnu.files.wordpress.com/2009/10/pengelompokan-danpengunaan-polimer-ppt.ppt

http://xa.yimg.com/kq/groups/18403339/896575362/name/Resume+Artikel +POlimer.ppt