Anda di halaman 1dari 5

Macam Pasta Gigi 8, 12, 26, 36, 45 1.

Pasta gigi baking soda Pasta gigi baking soda mengandung sodium bicarbonat memiliki banyak keuntungan salah satunya dapat memberikan efek kontrol karies, oleh karena komposisinya terdiri dari baking soda-flouride, dimana baking soda terdiri dari hydrate silica yang aksinya sesuai dengan aksi flouride. 2. Pasta gigi Therapeutik Pasta gigi therapeutic dibagi menjadi 2 kelompok : a. Pasta gigi therapeutik yang tidsak mengandung flouride seperti pasta gigi yang mengandung klorofil, antibiotik, amonium dan enzim inhibitor. b. Pasta gigi therapeutik yang mengandung flouride untuk mencegah terjadinya karies gigi, contohnya Sodium Flouride (NaF), Stannous Flouride (SnF2), Sodium monofluorophosphate (Na2PO3F), Amine Fluoride (NH4-F). 3. Mentasent Merupakan campuran 0,75 % gel peroksida dengan baking soda dan 1100 ppm sodium fluoride. Produk ini sudah banyak dipakai masyarakat karena konsentrasi yang rendag dengan hydrogen peroksida tidak membuat alergi. 4. Triclosan Triclosan memiliki agen anti bakterial dengan spektrum luas, efektif untuk melawan banyak jenis bakteri sehingga digunakan sebagai agen anti bakterial dalam perawatan kesehatan rongga mulut. Produk pasta yang mengandung zinc sitrat dan triclosan yang dikeluarkan unilever efektif juga untuk mereduksi pembentukan plak dan preventif pada gingivitis. 5. Anti tartar atau Kalkulus (karang gigi) Pasta gigi yang berfungsi sebagai anti kalkulus terdiri dari kombinasi tetrasodium phosphat dan disodium dihydrogen pyrophosphat. Kristal pyrophosphate dapat menjadi agen inhibitor dalam menghambat pertumbuhan kalkulus. Produk yang sama fungsinya di pasaran sekarang terdiri dari NaF, zinc sitrat, trrihydrate contohnya seperti close-up. Tetapi perlu diingat kristal pyrophosphate dan phosphonate dapat juga menghambat remineralisasi. 6. Anti hipersensitif Pasien yang mempunyai gigi hipersensitif terhadap panas dan dingin dapat direkomendasikan pasta gigi seperti denguel, sensodyne, dan protect. Agen aktifnya terdiri dari potasium nitrat, strontium chloride, dan sodium sitrat. Contoh lainnya yang direkomendasikan pada therapeutik dental adalah sensodyne-F, dengan kombinasi agen aktif yang memberikan efek anti hipersensitif dan preventif karies. 7. Pemutih dan pengkilap gigi Pasta yang berfungsi sebagai pemutih gigi dan pemoles gigi dibagi menjadi 2 kategori, yaitu pasta dengan peroksida dan pasta tanpa peroksida. Pasta tanpa peroksida lebih bersifat abrasif yang terasa pada waktu pertengahan pemakaian pasta ini. Pasta dengan peroksida dikenal sebagai tooth whiteners (bahan yang dapat memutihkan gigi). Efeknya dapat dirasakan setelah pemakaian 2-3 kali. Produk ini terdiri dari hydrogen peroksida atau carbamide peroksida yang berfungsi sebagai bleaching dan whitening. Carbamide peroksida dirusak dan dibentuk menjadi urea dan hydrogen peroksida. Hydrogen peroksida kembali menjadi radikal bebas yang berikatan dengan oksigen yang nantinya menjadi molekul

bleaching yang aktif. Penggunaan peroksida yang banyak dapat menyebabkan warna hitam pada permukaan lidah dan berbahaya untuk pulpa dan jaringan lunak di rongga mulut.

Ada begitu banyak produk pasta gigi di pasaran yang menjanjikan Anda gigi yang lebih segar, lebih putih, dan mencegah lubang. Hal ini menyebabkan Anda sebagai konsumen menjadi bingung untuk memilih yang terbaik. Kandungan apa sih, yang kita perlukan? Seberapa banyak pasta gigi yang harus kita gunakan? Mana yang lebih baik antara bentuk gel atau pasta? Berikut ada beberapa panduan tentang produk pasta gigi yang banyak dipasaran:

Pemutih tak akan langsung membuat gigi jadi putih Ada belasan produk yang menjanjikan senyum yang cemerlang, tetapi apa sih kandungan dari pasta gigi dengan whitener ini? Pasta gigi dengan pemutih mengandung pengampelas ringan untuk membantu menghilangkan noda di permukaan gigi.

Fluoride, bahan yang terpenting Ada begitu banyak produk pasta gigi yang diperkaya dengan kandungan sesuai kebutuhan gigi kita, seperti tartar control, pemutih, atau penyegar napas. Namun, dalam pasta gigi yang paling penting adalah fluoride-nya. Menurut Academy of General Dentistry, menggosok gigi dengan pasta gigi ber-fluoride dua kali sehari bisa mengurangi kerusakan gigi hingga 40 persen.

Cara Anda menyikat gigi jauh lebih penting Anda boleh saja membeli pasta gigi terbaik, dan sikat gigi paling sempurna di toko, tetapi jika Anda tidak menggosok gigi Anda dengan benar, sia-sia saja. Untuk menyikat gigi dengan semestinya, Anda harus memegang sikat pada posisi 45 derajat sehingga Anda membuat bulu sikat gigi ada di antara gigi dan gusi.

Kandungan pasta gigi bisa mencengangkan Anda mungkin tidak mengenali nama-nama yang terdaftar di sisi tabung pasta gigi. Bahanbahan seperti rumput laut atau deterjen bisa ditemukan dalam banyak pasta gigi ber-fluoride. Menurut ADA, bahan pengental pasta gigi bisa terbuat dari koloid rumput laut, koloid mineral, dan getah alam. Sedangkan untuk busanya, kebanyakan produk mengandalkan deterjen seperti sodium lauryl sulfate, yang juga bisa ditemukan di sampo atau sabun cair.

Lebih sedikit, lebih baik

Dalam iklan-iklan pasta gigi mungkin Anda akan melihat modelnya memegang sikat gigi yang dipenuhi pasta gigi. Namun, memencet pasta gigi sebanyak ini (katakan, sepanjang 2 cm) tidak akan membuat gigi Anda lebih bersih daripada jika Anda hanya menuang 1 cm pasta gigi, demikian menurut E Jane Crocker, RHD, Presiden Massachusetts Dental Hygienists Association.

Mouthwash. Life Style atau Kesehatan? By Emil Bustomi Wednesday, 03-September-2008, 16:00:25 2852 clicks Kesehatan Mulut dan Gigi : Mouthwash atau obat kumur bagi kebanyakan orang dianggap sebagai pelengkap gaya hidup modern agar napas selalu segar. Dalam berbagai aktifitas, terutama yang dalam pekerjaannya mengharuskan bertemu dengan banyak orang atau klien, bau mulut bisa menggangu pembicaraan. Bahkan seringkali mempengaruhi rasa percaya diri. Padahal obat kumur tidak hanya membuat napas menjadi segar lebih lama, tapi juga menjaga kesehatan gigi dan mulut serta tenggorokan agar terhindar dari berbagai penyakit. Tahukah anda, sekedar menyikat gigi tidak menjamin gigi dan mulut menjadi bersih dan sehat. Banyak dijumpai orang yang merasa sudah menyikat gigi dengan teratur sehari dua kali masih juga didera berbagai masalah gigi dan mulut seperti gigi berlubang atau radang gusi. Di dalam mulut kita hidup jutaan bakteri. Yang bila tidak dijaga keseimbangannya, kuman ini bisa berkembangbiak dan menyebabkan munculnya berbagai penyakit mulut dan gigi. Sisa makanan merupakan sumber makanan dan tempat yang paling nyaman bagi bakteri untuk berkembangbiak.

Dampak Kejahatan Bakteri Pada Mulut dan Gigi Kuman yang berkembangbiak di dalam rongga mulut bisa memunculkan berbagai penyakit mulut, seperti: 1. Plak dan karang gigi (calculus) Plak adalah sekumpulan kuman yang kenyal dan lengket yang terkumpul pada gigi, di atas dan di bawah gusi. Kuman plak akan menghasilkan asam yang menyebabkan kerusakan gigi atau toksin yang menyebabkan timbulnya karang gigi dan radang gusi. 2. Peradangan gusi (gingivitis) Gusi bengkak, mudah berdarah dan terasa sakit. 3. Gigi berlubang (caries dentis) Kuman dalam plak gigi akan mengurai sisa makanan terutama karbohidrat dan gula dan menghasilkan asam yang menyebabkan gigi kehilangan mineral, atau disebut demineralisasi. Bila terjadi demineralisasi maka gigi menjadi berlubang. 4. Peradangan amandel dan tenggorokan

5. Radang mulut (stomatitis) 6. Bau mulut (halitosis) 7. Gas yang dihasilkan kuman pada mulut inilah yang membuat napas menjadi bau.

Prosesi Membersihkan Gigi dan Mulut Membersihkan gigi dan mulut yang baik ternyata ada prosesinya dan tidak hanya dengan sekedar menyikat gigi. Rangkaian yang terbaik dan direkomendasikan oleh ADA (Asosiasi Dokter Gigi di Amerika Serikat) meliputi: 1. Dental Floss Setelah makan atau sebelum menggosok gigi, bersihkan sisa makanan yang menyangkut di sela-sela gigi (terutama gigi bagian depan) dengan benang gigi (dental floss). Bulu-bulu sikat gigi yang dirancang cukup lembut bagi gusi tidak mampu menyingkirkan sisa makanan yang terjepit di sela-sela gigi. 2. Sikat Gigi Setelah itu baru menyikat gigi dengan pasta gigi. Disarankan menggunakan pasta gigi yang mengandung flouride. Lakukan sehari paling tidak dua kali, pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur. Menyikat gigi yang baik adalah selama dua menit. Tetapi dari survey di Amerika Serikat ditemukan fakta bahwa orang cenderung menyikat giginya hanya selama 30 detik saja. Bagaimana dengan anda? Beberapa dokter gigi bahkan menyarankan berkumur dengan obat kumur khusus antiplaque sebelum menyikat gigi agar plak yang menempel pada gigi menjadi mudah dibersihkan dengan sikat gigi. 3. Obat Kumur Sebersih-bersihnya menyikat gigi, ternyata tidak dapat menyingkirkan kuman yang masih tertinggal di sela-sela gigi. Bulu sikat gigi tidak mampu menjangkau hingga ke sela-sela gigi. Untuk itu diperlukan obat kumur atau mouthwash yang mampu mengalir di sela-sela gigi untuk menaklukkan kuman yang tersisa. Biasakan berkumur setelah menggosok gigi dan sebelum tidur selama paling tidak 15 detik. Saat ini telah banyak beredar obat kumur, pilih yang paling sesuai untuk kondisi dan selera anda. Meskipun obat kumur banyak jenisnya, misal yang antiplaque, flouride, extra strong maupun yang ditambah dengan rasa buah, paling tidak, obat kumur yang baik harus memenuhi persyaratan berikut: 1.Membasmi kuman yang menyebabkan gangguan kesehatan mulut dan gigi 2.Tidak menyebabkan iritasi 3.Tidak mengubah indera perasa 4.Tidak menganggu keseimbangan flora mulut 5.Tidak meningkatkan resistensi mikroba

6.Tidak menimbulkan noda pada gigi

Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Selain rangkaian membersihkan mulut dan gigi seperti di atas, ada beberapa tips agar kesehatan mulut dan gigi makin optimal: 1.Segera berkumur dengan air setelah makan, terutama setelah makan yang manis. 2.Hindari makanan yang manis menjelang tidur. 3.Kurangi makanan yang asam. 4.Hindari makan makanan atau minuman ketika masih panas. 5.Perbanyak makanan berserat. 6.Periksakan gigi secara berkala 6 bulan ke dokter gig