Anda di halaman 1dari 6

ORDO CASUARINALES F. Casuarinaceae Habitus pohon berkayu, cabang-cabang kecil seperti daun.

. Daun berkarang 4-16 seperti sisik, bentuk lancet Bunga unisexual tanpa perianthium. Bunga mempunyai stamen 1 dengan 4 bracteola. Bunga E dalam karangan spica, ovarium 2 stigma 2 Buah nux berbiji 1 bersayap. Biji dengan embrio besar dan sedikit endosperm Contoh lain: Casuarina equisetifolia (cemara laut) , Casuarina cunninghamiana (cemara gunung), ORDO URTICALES F. Urticaceae Tumbuhan basah, semak tidak mengandung getah. Serabut kulit kayunya panjang-panjang Daun tunggal dengan stipula yang sering tidak sama besarnya. Letak tersebar atau berhadapan Bunga dalam karangan cymosa, spica atau capitulum, umunya unisexualis dengan perianthium actinomorphus kecil. Perianthium 4 atau 5, berwarna hijau dalam 2 lingkaran. Bunga dengan 4 stamen, letak dihadapan tepallum. Bunga E dengan 1 pistilum, ovarium superum atau inferum 1 carpellum 1 ruang dengan 1 ovulum, stylus dan stigma 1. staminodium yang berupa sisik, yang terdapat pada bagian basis dari pistilum Buah nux (achenium) atau drupa, diliputi oleh perianthium yang persisten. Biji dengan embryo tegak lurus dikeliling oleh endospermum yang berminyak contoh : Boehmeria nivea (rami) Laportea sinuata (rarawea) Vilubrunea rubescens (nangsi) Lateng

ORDO CARYOPHYLLALES 1. F. Amaranthaceae Tumbuhan basah atau perdu Daun tunggal tanpa stipula, letak daun berhadapan atau tersebar Bunga dalam karangan, merupakan kelompok-kelompok cymosa yang tersusun spica (spica composita) pada ketiak bractea, memiliki 2 bracteola, bisexualis atau unisexualis. Perianthium 5 (0-4) tepalum, lepas atau bersatu. Bractea, bracteola dan perigonium tepinya berupa selaput atau sisik. Stamen sejumlah tepalum dan epipetal, filamentum sering

bersatu membentuk tabung, anthera dengan 1-2 theca. Pistilum 1 ovarium superum carpelum 2-3, ruang 1 dengan banyak ovulum, stylus hampir tidak ada, stigma 1-4. Buah bacca, nux atau capsula, biji dengan endosperm Contoh : Celosia argentea var cristata(jengger ayam) Gomphrena globosa (kembang kancing), Althernanthera ficoidea (jukut kriminil) Amaranthus hybridus (bayam) , A. Spinosus (bayam duri) 2. F. Nyctaginaceae Tumbuhan basah atau berkayu Daun tunggal tanpa stipula, letak berhadapan atau tersebar Bunga dalam karangan cymosa, actinomorphus, kadang mempunyai bractea berwarna, bisexualis atau unisexualis. Perianthium 5 tepalum bersatu dengan bagian bawah bractea yang persistent. Stamen 5 epipetal atau 2 x 5 letak berseling. Pistilum 1 ovarium superum dengan 1 carpelum berruang 1 dengan 1ovulum, stylus dan stigme 1. Buah achenium kadang ditutupi dengan calyx yang persistent, biji dengan perisperm Contoh: Mirabilis jalapa (bunga pukul 4) Bougainvillea spectabilis Boerhavia erecta (tumbuhan pantai) 3. F. Portulacaceae Tumbuhan basah, jarang berupa tumbuhan berkayu Daun tunggal tanpa stipula, seringkali berdaging, letak berhadapan, tersebar atau dalam rosette Bunga tunggal, bisexualis actinomorphus. Perianthium dengan 2 calyx lepas atau bersatu pada dasarnya, corolla pada umumnya 5 (4-6) lepas atau bersatu sebagian. Stamen sebanyak petal yang epipetal atau benyak sekali. Filamen bebeas atau bersatu dengan corolla pada basisnya. Pistilum 1 dengan ovarium superum atau semiinferum, carpelum 2-3 berruang 1 dengan 2-banyak ovulum, stylus dan stigma 2-5 Buah capsula atau nux, biji dengan endosperm yang dikelilingi embryo Contoh : Portulaca grandiflora (krokot) ORDO EUPHORBIALES 1. F. Euphorbiaceae Pohon, perdu atau tumbuhan basah. Bergetah putih atau bening. Kadang-kadang tumbuhan succulent

Daun tunggal atau majemuk. Stipula berbentuk rambut atau kelenjar. Ujung petiolus terdapat kelenjar nectarium Bunga tunggal atau dalam karangan dichasium (pleiochasium), panincula, racemosa, spica atau cyathium. Actinomorphus; unisexualis; monoecus atau dioecus. Perianthium ada 4 kemungkinan: a. calyx dan corolla biasanya 2x5; b. hanya calyx saja; c. tidak ada calyx maupun corolla; d. perigonium biasanya 2x5. Bunga dengan 1-banyak sekali stamen dengan filamentum lepas atau bersaty (monodelphus). Bunga dengan ovarium superum; carpellum 3; ruang 3 (2-4) dengan 1-2 ovarium tiap ruang. Stylus 3, lepas atau bersatu; stigma 3, dapat terbagi menjadi 6. Buah capsula, drupa, atau bacca Contoh : Jatropha hastata (jarak cina) J. curcas (jarak pagar) Manihot esculenta (singkong) Phyllanthus niruri (meniran) Sauropus androgynus (katuk)

ORDO ZINGIBERALES 1. Famili Zingiberaceae Batang Zingiberaceae merupakan terna perenial dengan rimpang yang kadangkadang berbentuk seperti umbi yang biasanya mengandung minyak menguap hingga berbabau aromatik. Batang di atas tanah biasanya sangat pendek dan mendungkung bunga-bunga saja. Pada batang biasanya memiliki rizoma yang dapat tumbuh menjalar di bawah tanah. Pada rizoma tumbuh akar-akar yang dapat mendung pertumbuhan tanaman, rizoma ini juga dapat berfungsi sabagai alat perkebang biakan (Gembong, 2002). Menurut Gembong (2005) Zingiberaceae adalah terna berumur panjang, mempunyai rizoma yang membengkak seperti umbi dengan akarakar yang tebal dan seringkali mempunyai ruang-ruang yang mempunyai minyak atsiri. Tanaman ini berdasarkan sifat batangnya termasuk tanaman berbatang semu karena batang yang sebenarnya sangat pendek di atas tanah. Pada batang yang sangat pendek ini ditumbuhi olah batang semu yang sangat lunak dan berair, walaupun demikian kelompok tanaman empon-emponan ini ada yang mencapai tinggi hingga 8 meter ditas tanah Daun Daun tersusun sebagai roset akar atau berseling pada batang, bangun lanset atau jorong, bertulang menyirip atau sejajar. Tangkai daun beralih menjadi pelepah yang membelah kadang-kadang mempunyai lidah-lidah. Pelepah daun saling membalut dengan eratnya, sehingga kadang-kadang merupkan batang semu

(Gembong, 2005). Menurut Gembong (2002) suku Zingiberaceae berdaun tunggal mempunyai sel-sel minyak menguap, tersusun dalam dua baris. Kadang-kadang jelas mempunyai 3 bagian yang berupa helaia, tangkai, dan upih. Selain itu juga lidahlidah pada batas antara helai daun dengan upih. Beberapa dari spesis Zingiberaceae ada yang memiliki bulu pada tangkainya dan bahkan pada helai daunya. Rambut yang demikian sangat khas sehingga sering digunakan dalam kegiatan pengelompokan. Pertulangannya juga selain sejajar dan menyirip ada yang melengkung. Antara helai daun dan upih sering ditemukan ligula, mulai yang berukuran panjang sampai yang berukuran kecil sampai kadang-kadang tidak ada Bunga Semua bunga pada kelompok Zingiberaceae memiliki umur yang sangat pendek. Bunga-bunya sangat spesifik dan biasanya bisksual. Kalix membntuk pipa yang terdiri dari 3 helaian. Korola biasanya berbentuk seperti pipa juga yang terdiri dari 3 cuping, satu biasanya berukuran besar dan melindungi serta menutupi stamen. Pada jehejehean bisanya hanya memiliki kepala putik yang fertil. Sebenarnya memiliki lebih dari satu kepala putik namun kepala putik yang lain mengalami reduksi sehingga hanya merupakan putik tambahan pada bagian tepi. Kadang-kadang memiliki dua struktur yang lain di bagian samping yang disebut staminous, yang kadang-kadang berbentuk seperti daun mahkota dan helaian kalix. Benang sari ada yang banyak dan ada yang sedikit filamen di bagian atas dari kepala putik, yang mana memiliki banyak bentuk variasi. Bakal biji di bagian dalam, dengan kelenjar yang mengahasilkan madu untuk membatu penyerbukan. Penghubung antara kepala putik dan bakal biji, setelah serbuk sari berada di atas kepala putik, maka akan terbentuk tiga cela yang berukuran agak besar yang mana akan tumbuh rambut yang akan tumbuk kearah bakal biji dan sel sperma akan masuk melewati slit ini untuk membuahi sel telur. Bunga dari kelompok tanaman ini kebanyakan adalam bunga majemuk yang. Bunga ini bisanya tumbuh dari atas, bawah, dan ada yang tmbuh dari batang semu, atau perbungaan aksilar Bunga Menurut Gembong (2002) bunga terpisah-pisah tersusun dalam bunga majemuk tungal atau berganda, kebanyakan banci, zigomorf, atau asimetrik. Hiasan bunga dapat dibedakan dalam kelopak dengan 3 daun kelopak dan mahkota yang terdiri atas 3 daun mahkota yang berletakan pada bagian bawahnya membentuk suatu buluh, dengan bentuk dan warna yang kadang-kadang cukup atraktif. Benang sari 1dengan 3-5 benang sari mandul yang kadang-kadang bersifat seperti daun mahkota. Bakal buah tenggelam, beruang 3, jarang 2 dengan tembuni di ketiak, atau beruang 1 dengan tembuni pada dinding atau pada dasarnya. Tangkai puti di ujung,

tidak terbagi, bebas atau terdapat dalam suatu alur pada benang sari yang fertil, ada kalanya berbibir atau bergigi 2. Buah Buah biasanya kering dan besar dan kadang-kadang membentuk 3 ruang. Buahnya memiliki variasi warna yang menarik, berambut atau berduri. Biji-biji biasanya coklat atau hitam yang terbungkus oleh arilus yang berwarna putih, orange, merah terang untuk menarik hewan untuk menyebarkan bijinya. Menurut Ke (2000) buah Zingiberaceae biasanya menyerupai suatu kapsul yang gemuk seperti buah beri yang dengan beberapa biji atau banyak yang memiliki arilus. Menurut Gembong (2002) buahnya buah kendaga yang berkatup 3 atau berdaging tidak membuka. Biji bulat atau berusuk, mempunyai salut biji, endosperm banyak. Contoh : Zingiber officinale (jahe), temulawak (Curcuma xanthorrbiza Roxb.), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur (Kaempferia galanga), dan lengkuas (Lenguas galaga) 2. Famili Musaceae (Pisang-pisangan) a. Morfologi Musaceae Terna yang besar, sering dengan batang semu yang terdiri atas upih daun yang balut membalut,dengan daun yang lebar,bangun jorong atau memanjang,ibu tulang tebal,beralur di sisi atasnya,jelas berbeda dari tulangtulang cabangnya yang menyirip. Bunga banci atau berkelamin tunggal, zigomorft, tersususn dalam sinsiunus yang terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar dan berwarna menarik. Contohnya, pisang (Musa paradisiaca). Ordo Cyperales 1.Familia Cyperaceae Ciri-ciri umum : Merupakan familia yang secara umum berupa terna perenial yang menyukai habitat yang lembab , berpaya-paya atau berair, jarang berupa terna annual Seringkali berumpun dalam tanah Terdapat rimpang yang merayap atau bahan-bahan seperti umbi dengan geragi yang merupakan alat perkembangbiakan vegetativ. batang segitiga, tidak berongga, dibawah rangkaian bunga biasanya tidak bercabang daun bangun pita , bertulang sejajar dengan upih yang tertutup , tanpa atau jarang mempunyai lidah-lidah , jarang tereduksi dan biasanya tersusun sebagai roset akar, bunga kecil tidak menarik, banci atau berkelamin tunggal dan berumah satu, jarang

berumah dua, tersusun dalam bulir-bulir dengan bunga yang terdapat dalam ketiak suatu daun pelindung , daun pelindung biasanya teratur dalam dua deretan atau mengikuti suatu garis spiral, bulir-bulir kecil tersusun dalam rangkaian yang biasanya berbentuk payung atau payung berganda , ada pula yang berbentuk malai , jarang berupa bulir berganda , bunga majemuk biasanya mempunyai 1 atau beberapa daun pembalut yang mirip dengan daun-daun biasa pada pangkalnya, hiasan bunga tereduksi menjadi sisiksisik, sekat atau rambut-rambut jarang mempunyai mahkota bahkan tidak ada, benang sari 3 atau kurang dari 3 dan jarang lebih atau banyak, tangkai sari bebas, kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur, bakal buah menumpang, beruang 1 dengan 1 bakal biji yang anatrop pada dasarnya , tangkai putik bercabang 2-3 atau bergerigi 2-3, buah keras berisi 1 biji, semula mempunyai tangkai putik berlekuk 2 mempunyai 2 sisi, yang semula mempunyai tangkai putik berlekuk 3 mempunayi 3 sisi, biji dengan lembaga yang kecil dan endosperm bertepung yang banyak. gnya sering di
gyunakan sebangai bahan pembuat tali. Contoh : Cyperus elatus L., rumput berlari.