Anda di halaman 1dari 3

Penerapan Ilmu Strukturalisme dan Behaviourisme Dalam Pembelajaran Di Sekolah

Oleh :
Triana Kusumaningrum Dian Palupi Trianasari 102042440 11204247001 11204247002

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA PRANCIS FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

Pengertian Sktrukturalisme Strukturalisme merupakan suatu gerakan pemikiran filsafat yang mempunyai pokok pikiran bahwa semua masyarakat dan kebudayaan mempunyai suatu struktur yang sama dan tetap. Ciri khas dari ilmu ini ialah terletak pada pemusatan pada deskripsi keadaan aktual obyek melalui penyelidikan, penyingkapan sifat-sifat instrinsiknya yang tidak terikat oleh waktu dan penetapan hubungan antara fakta atau unsur-unsur sistem tersebut melalui pendidikan. Strukturalisme menyingkapkan dan melukiskan struktur inti dari suatu obyek (hirarkinya, kaitan timbal balik antara unsur-unsur pada setiap tingkat) (Bagus, 1996: 1040). Ferdinand de Saussure adalah seorang tokoh strukturalisme. Temuannya tentang ilmu strukturalisme membuat dirinya disebut banyak orang sebagai bapak strukturalisme.

Penarapan Strukturalisme Dalam Pembelajaran Secara sosiologis, pendidikan adalah sebuah proses interaksi antara pendidik dengan subjek didik. Namun dilihat dari sudut pandang strukturalisme, orientasi dari interaksi diletakkan pada fungsi dan kedudukan pelaku itu sendiri. Oleh karena itu proses pembelajaran yang terjadi itu ialah hasil bentukan dari struktur yang ada di lingkungan tersebut. Misal, terjadi kekerasan dalam pembelajaran itu juga disebabkan oleh struktur pembelajaran yang terjadi.

Pendekatan Strukturalisme Dalam Pembelajaran Bahasa Berbahasa sebagai alat berkomunikasi adalah menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, yaitu proses menyampaikan pesan. Namun, dalam

praktek bahasa kita sering melupakan fungsi dari komunikasi bahasa itu sendiri. Pendekatan struktural merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang dilandasi oleh asumsi yang menganggap bahasa sebagai kaidah-kaidah bahasa atau tata bahasa. Oleh karena itu pembelajaran bahasa melalui pendekatan ini menitikberatkan pengajaran pada pengetahuan atau kaidah bahasa pembelajar.

Menurut Dendy Sugono (1996: 8) ciri-ciri pendekatan struktural antara lain : 1. Inti pengajaran bahasa adalah kaidah tata bahasa 2. Tata bahasa diajarkan secara deduktif, yaitu pemberian kaidah-kaidah tata bahasa kemudian diberi latihan 3. Unit mendasar adalah kalimat, latihan berfokus pada kalimat lepas. Berdasarkan hal diatas, pendekatan struktural ini dapat menghasilkan pembelajar yang hafal kaidah tata bahasa namun sulit untuk

mengaplikasikan atau menggunakan bahasa itu sendiri. Dengan kata lain, pembelajar menjadi kuat pengetahuan bahasanya tapi lemah dalam kemampuan bahasanya.