Anda di halaman 1dari 3

FARMAKODINAMIKA

Farmakodinamika adalah suatu ilmu yang mempelajari interaksi suatu obat dengan organ tubuh melalui serangkaian reaksi biokimia pada tingkat molekuler. Definisi kerja obat adalah perubahan kondisi yg mengakibatkan timbulnya efek (respon). Sedangkan efek obat adalah perubahan fungsional struktur atau proses sebagai akibat kerja obat (pada tempat aksi/jaringan tubuh). Contoh: parasetamol, bekerja dengan menghambat mediator prostaglandin, sedangkan efeknya adalah menurunkan panas. Target aksi obat meliputi 3 hal, yaitu: 1. Enzim 2. Sistem transport 3. Reseptor 4. Kanal ion

1. AKSI OBAT PADA ENZIM Aksi obat pada enzim biasanya dengan menghambat aktivitas enzim secara kompetitif (reversible), counterfeit substrat, atau irreversible. Contohnya seperti table dibawah ini: ENZIM Asetilkolinesterase Karbonik anhidrase Trombin Prostaglandin sintetase Tirosine hidroksilase INHIBITOR Prostigmine Asetazolamide Heparin Aspirin, Indometasin Metil tirosin

2. AKSI OBAT PADA SISTEM TRANSPOR Aksi obat pada sistem transport adalah aksi obat pada carrier protein pada transport. Fungsi dari carrier protein ini adalah membantu transport obat melintasi membrane sel. Contoh aksi obat ini adalah seperti dibawah ini: SISTEM TRANSPOR Absorbsi kolesterol oleh sel mukosa usus Uptake iodide oleh tiroid Transport ion Na pada tubulus ginjal Transport senyawa asam lemah pada tubulus ginjal OBAT -sitosterol Perklorat Klorotiazit Probenesid

3. AKSI OBAT PADA KANAL ION Sedangkan aksi obat pada kanal ion, bisa langsung atau tidak langsung. Aksi tidak langsung diperantarai oleh protein-G. Mekanisme aktivasi protein-G adalah: Contoh: Reseptor -adrenergik t.d beberapa domain yg terangkai zig-zag dlm membrane sel bagian luarnya mengandung asam amino domain yang berjejer menangkapagonis dan mengurung terjadi perubahan konformasi dari flat menjadi gelembung mempengaruhi protein-G mengaktivasi protein lain terjadi transduksi biokimia (lewat cAMP dan IP3): Transduksi lewat cAMP: Transduksi biokimia GTP terikat pada protein masuk domain mengaktifkan protein adenilat siklase mengubah ATP menjadi cAMP sinyal masuk ruang interstitium merangsang saluran pencernaan mengaktifkan adenilat siklase cAMP turun (terjadi degradasi oleh fosfodiesterase, yang dihambat oleh xantin) Contoh: fosfodiesterase dihambat cAMP tetap ada denyut jantung meningkat. Transduksi lewat lintas IP3: Ion Ca menembus membrane mengaktifkan protein kinase C & reseptor fosfatidil inositol membentuk diasil gliserol berubah menjadi IP3

(sebagai second messenger) kadar Ca meningkat Respon seluler respon jaringan respon organ Respon digambarkan menjadi quantal dan graded. Respon quantal merupakan respon pada tingkat individu, sehingga dosis tergantung sensitivitas individu. Sedangkan respon graded menunjukkan intensitas respon (pada tingkat organ) yang tergantung dosis. Jika dosis meningkat, maka intensitas respon juga meningkat. 4. AKSI OBAT PADA RESEPTOR Reseptor adalah komponen dari sel ayau organism yang mengikat obat secara kimiawi, dan kompleks obat-reseptor (D-R) ini memulai proses biokimiawi untuk memberikan efek farmakologis yang dapat diamati. Efikasi adalah efek maksimal yang dapat diproduksi oleh komplek D-R. Sedangkan potensi adalah ukuran dosis yang digunakan untuk menghasilkan efek/respon. Fungsi reseptor sendiri adalah: 1. Menentukan hubungan kuantitatif antara dosis atau konsenstrasi obat dengan efek farmakologis. Afinitas obat menentukan konsenstrasi obat yang diperlukan. 2. Menentukan selektivitas kerja obat. Ukuran, bentuk serta muatan listrik molekul obat menentukan afinitas. 3. Reseptor dapat bersifat agonis dan antagonis. Kebanyakan obat adalah dengan membentuk ikatan farmakologik-antagonis.