ANALISIS POSISI SURAT KABAR HARIAN BERDASARKAN PERSEPSI PELANGGAN DI KOTAMADYA YOGYAKARTA WISNALMAWATI Alumnus Pascasarjana Unibraw Malang

Umar Burhan Dosen FE, Unibraw Malang Agus Suman Dosen FE, Unibraw Malang SUMMARY The population comprised 5404 subscribers. A minimal sample of about 98 subscribers was obtained by using the Solvin Formula. One hundred and seven subscribers were selected as the research sample. The research was conducted from April up to July 2000. The attributes used for the perception of daily newspapers included the national news, political news, economic and business news, sport news, international news, regional news, justice news, educational news, news of science & technology, quality of news, design, language style and distribution. The result of the MDS processing revealed the newspaper position according to the subscriber perception as Kompas having a similar place to Republika, Jawa Pos to Suara Merdeka. While Bernas, Kedaulatan Rakyat had a similar position to Solo Pos. Bisnis Indonesia was far away from other newspapers. The newspaper closely located to each other indicated the tight competition evident while, but far space is far competitor. Cluster management yielded three groups. Grouping was based on the similarity of newspaper attributes. The first group consisted of five newspapers, namely Bernas, Kedaulatan Rakyat, Solo Pos, Suara Merdeka and Jawa Pos, in which high competition was resulted among the five newspapers. The second group consisted of Kompas and Republika in which high competition resulted between the two newspapers. The third group, however, indicated no competition of Bisnis Indonesia. The demography and behavior variables, namely age, kind of sex, education, job, job and revenue did not significantly depend on the newspaper group. However, the behavior variable such as the popular news variable significantly depended on the newspaper group. In other words, the difference of reading favored news depended on the choice of newspaper at an error value of 10%. In terms of the subscriber's preference to the determination attribute, the highest rate was of Kompas. In terms of direction, the Republika and Kompas marked for the national news, whereas Jawa Pos and Suara Merdeka marked for the regional news. Kompas and Republika were more politics oriented. Suara Merdeka and Jawa Pos issues national news, but ranked lower than Kompas and Republika. Compared to Kedaulatan Rakyat, Bernas, and Solo Pos, the Suara Merdeka and Jawa Pos ranked lower in issuing economical and business news. Kedaulatan Rakyat, Bernas, and Solo Pos ranked as the newspapers issuing the same proportion of all kinds of news under investigation. Bisnis Indonesia iwas marked for its high national news but low local news compared to Kedaulatan Rakyat, Bernas and Solo Pos. Bisnis Indonesia ranked lower in political issues than Kompas and Republika but showed otherwise in terms of economical and business issues.

..

Persepsi konsumen lebih bersifat subyektif. Keberadaan surat kabar sebagai informasi dapat menimbulkan penilaian dan persepsi yang berbeda. yang bersifat ektrinsik yang tidak terkait langsung dengan produk seperti penempatan merek. Kotler (1997 : 207) menyatakan persaing dekat perusahaan adalah mereka yang mengejar pasar sasaran yang sama dengan strategi yang sama. Berbicara tentang posisi produk tidak terlepas dari persepsi. dan lain-lain. baik dari segi sosial. budaya. Semakin berkembangnya peredaran surat kabar. pendidikan. Berdasarkan latar belakang. dapat membentuk persepsi beragam tentang keberadaan surat kabar. Hal ini akan menjadi peluang bagi industri surat kabar dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen tentang informasi. Dengan bermunculan surat kabar baru mengindikasikan bahwa industri menghadapi persaingan yang tajam. tentunya menimbulkan konsekuensi bagi para pelaku bisnis surat kabar untuk memenangkan persaingan. Krisis saat ini masyarakat tetap memberikan skala prioritas untuk tetap membaca surat kabar. Pada umumnya surat kabar menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. ekonomi. maka peneliti tertarik mengemukakan judul yaitu " Analisis Posisi Surat Kabar Harian Berdasarkan Persepsi Pelanggan di Kotamadya Yogyakarta. 1997 :123). Persepsi terbentuk dari serangkaian informasi dan atribut yang terkait dengan produk atau jasa informasi bisa bersifat intrinsik yang terkait langsung dengan produk seperti warna. karena posisi produk pada dasarnya merupakan pandangan (persepsi) konsumen atas atribut produk yang akan menentukan posisi relatif dalam pikiran konsumen diantara produk lain yang ditawarkan. Ternyata surat kabar yang baru muncul tetap ada pembaca dan pelanggannya. Persepsi konsumen menjadi masalah yang sangat penting untuk menempatkan posisi produk berdasarkan atributnya karena persepsi merupakan faktor dasar yang mampu mendorong konsumen melakukan pembelian atau membentuk perilaku konsumennya (Winsor. industri surat kabar dituntut untuk mampu memiliki keunggulan sehingga dapat tetap bertahan bahkan berkembang dalam persaingan. tergantung pada apa yang dijadikan sebagai dasar penilaiannya terhadap produk tersebut karena tidak semua konsumen memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai kondisi produk. ukuran. dan sebagainya. citra. layanan atau pesan promosi / iklan. . 17 Oktober 1998). harga. Salah satu cara yang dapat dilakukan produsen surat kabar untuk mengetahui posisi persaingannya adalah dengan melihat persepsi pelanggan dalam hal menilai surat kabar. Menyadari adanya persaingan yang cukup tajam.PENDAHULUAN Dalam era reformasi ini sudah sekitar 250 surat izin usaha penerbitan pers (SIUPP) yang telah dikeluarkan (Bisnis Indonesia. Aspek persepsi konsumen harus dapat ditanggap secara cermat oleh industri surat kabar. Ditinjau dari segi konsumen dengan latar belakang berbeda. psikologis.

(2) mengetahui pengelompokan surat kabar harian berdasarkan persepsi pelanggan di Kotamadya Yogyakarta. Tujuan kedua untuk mengetahui perbedaan antara surat kabar Republika dengan Kompas. (4) mengetahui preferensi pelanggan berdasarkan atribut determinan surat kabar harian di Kotamadya Yogyakarta. assurance (0. Republika. masa perawatan luka-luka. Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan pendekatan MDS (paket program inscal) untuk memetakan persepsi dan paket program profit untuk memetakan preferensi atribut. Melakukan analisis dengan mengelompokkan produk dengan menggunakan pendekatan “Multidimensional Scaling “(MDS) dan “Hierarchical Clustering”. target dan Walmart diposisikan sebagai discount store. rancangan dan pelayanan. dan Solo Pos. Dari hasil pendekatan MDS dapat dijadikan pertimbangan bagi “Montgomery Ward” untuk melakukan reposisi. responsivness (0. Jawa Pos. pesaing utama toko mainan anak “Kmart”. Bernas. tangibles (0. Hasil analisis ini ternyata Rehabilitation Market dapat disegmentasikan dengan mengunakan variabel-variabel umur. Ting dan Fitzgerald (1996) melakukan penelitian dengan judul " Rehabilitation Market Segmentation and Positioning of Rehabilitation Providers". Tujuan penelitian ingin mengetahui posisi departemen store dengan tujuh toko mainan anak-anak. pekerjaan. Sears. reliability (0. Alat analisis yang digunakan regresi . Surat kabar yang diteliti adalah surat kabar Kedaulatan Rakyat. tampilan. Leila Sulawati Chairat (1998) dengan judul Analisis Pengaruh Atribut Produk Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Kasus Terhadap Pelanggan Surat Kabar Harian Republika dan Kompas di Kotamadya Malang dati II Malang). Dapat diketahui bahwa pesaing utama dari Montgomery ternyata “Lazarus “ dan “Sear”. Multiple Item Scale For Measuring Consumen Perseption of Service Quality.al (1988) melakukan penelitian dengan judul Servqual: A. Kelima dimensi tersebut beserta koefisien Alpha Cronbach masing-masing adalah. (3) mengetahui ada ketergantungan karakteristik demografi dan perilaku pelanggan dengan pengelompokan surat kabar yang terbentuk di Kotamadya Yogyakarta. Adam & Auken (1995) melakukan penelitian dengan judul “ A New Approach To Measuring Product Category Membership“. Montgomery Ward dan Lazarus diposisikan sebagai departemen store. Suara Merdeka.72).Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui posisi surat kabar harian berdasarkan persepsi pelanggan di Kotamadya Yogyakarta. “Target” dan “Walmart” bersaing ketat pada kelompok yang lain. Tujuan penelitian tersebut melihat hubungan variabel sosio demografi dan injury variabel. Penelitian Parasuraman bertujuan untuk mengungkapkan kriteria-kriteria yang dipergunakan pelanggan dalam mempersepsikan mutu pelayanan. TINJAUAN PUSTAKA Peneliti Terdahulu Parasuraman et. Kompas. Hasil lain Toy"R" us dan children's place diposisikan sebagai specialty store.86). Tujuan pertama penelitian untuk mengetahui pengaruh yang signifikan variabel bebas mutu.83). tampilan. pendidikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat lima dimensi yang dipergunakan pelanggan dalam mempersepsikan mutu pelayanan. Bisnis Indonesia. Kmart. rancangan dan pelayanan terhadap loyalitas konsumen merek harian Republika dan Kompas. Kriteria-kriteria yang diuji meliputi sepuluh dimensi.81) serta empathy (0. Variabel yang dikemukakan yaitu mutu.82). dan dan masa rehabilitation anggota tubuh.

sosial. 2). internasional. kepribadian. Jawa Pos.Faktor Yang Menjadi Pertimbangan Pelanggan Surat Kabar Surya di Kotamadya Malang. surat kabar Kompas secara keseluruhan tidak punya perbedaan yang berarti dibanding surat kabar Republika. berita ekonomi dan bisnis. harga. maka dapat dikatagorikan dalam dua proses dasar (Fitz Roy : 1976) yaitu 1). Persepsi pelanggan Jika perilaku konsumen secara individu dihubungkan dengan persepsi dan preferensi. Bisnis Indonesia. Tujuan kedua untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut determinan. Hal ini menunjukan surat kabar Memorandum dipersepsikan konsumen mempunyai perbedaan yang berarti bila dibandingkan keseluruhan surat kabar yang ada. nasional. Alat analisis yang digunakan yaitu Analisis faktor. Alifah Ratnawati (1999) penelitian mengenai Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Surat Kabar Harian di Kotamadya Malang. tampilan. Teknik pengambilan sampel mengunakan random sampling. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. promosi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan berlangganan surat kabar. Variabel yang dikemukakan terdiri dari 11 atribut yaitu kondisi fisik. Penelitian mengunakan alat analisis Multidimensional scaling (MDS) dan Cluster hierarchical untuk melihat persepsi pelanggan surat kabar. artikel dan ulasan dan distribusi surat kabar. distribusi dan pelayanan. Surya. kebudayaan produk. berita politik. rancangan dan pelayanan terhadap merek harian Republika maupun Kompas. Suatu . Hasil penelitian bahwa ada hubungan dan pengaruh yang signifikan variabel bebas mutu. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling menentukan Agen (kelompok pelanggan). Alat analisis systat untuk menganalisis preferensi konsumen. Memorandum. Ukuran sampel yang diambil sebanyak 108 pelanggan. Disamping itu menemukan hasil tidak ada perbedaan loyalitas merek harian Republika dan harian Kompas. olah raga. non proposional untuk menentukan jumlah sampel. Surabaya Pos. Republika.berganda untuk menganalisa tujuan pertama dan Anova untuk menganalisa tujuan kedua. politik. psikologis. Preferensi adalah rangkaian obyek yang diberikan penilaian sesuai atau mendekati kesesuaian dengan persyaratan yang dikehendaki konsumen. lokal. Rois Arifin (1999) melakukan penelitian dengan judul Faktor . Penentuan posisi (positioning) Menurut (Kotler : 1997) penentuan posisi (positioning) adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan sehinggga menempati suatu proses kompetitif yang berarti dan berbeda dalam benak pelanggan sasarannya. Surat kabar yang diteliti adalah Kompas. objektivitas berita. Hasil penelitian surat kabar Jawa Pos secara keseluruhan dipersepsikan pelanggan mempunyai kesamaan dengan Surya. Faktor-faktor yang dipertimbangkan sebanyak 11 faktor meliputi referensi konsumen. Tujuan pertama penelitian untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap delapan surat kabar. Ukuran sampel yang digunakan sebesar 105 pelanggan. Ukuran sampel sebesar 180 pelanggan. Persepsi adalah penilaian individu mengenai tingkat kesamaan dan ketidaksamaan di antara obyek-obyek yang merupakan stimulus. Surat kabar Kompas memiliki faktor yang memiliki yang menduduki peringkat pertama dalam preferensi pelanggan. Hasil penelitian bahwa 11 faktor yang dikemukan semuanya menentukan dalam berlanggan surat kabar harian Surya di Kotamadya Malang. Malang Pos. sosial. sedangkan surat kabar Memorandum terletak jauh dari surat kabar lainnya.

teman dan anggota keluarga. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian terdiri dari empat hipotesis: (1) bahwa posisi masing-masing surat kabar harian berbeda-beda berdasarkan persepsi pelanggan di Kotamadya Yogyakarta. brosur dan painflet dari produsen. Sementara pesaingnya mungkin memilih menekankan hemat bahan bakar. Surat kabar atau pers berarti cetak dan secara maknawiah berarti pengambaran secara cetak atau publikasi secara dicetak (Effendy. mengunjungi dan menelpon para dealer. melakukan uji coba (test drive) melalui majalah-majalah seperti consumer reports. sikap/keperibadian dan kejadian spesifik. pendidikan. Penggambaran tersebut bermanfaat bagi industri surat kabar menysun strategi pemasarannya. minoritas etnis dan anak-anak. . 1994 : 145). suatu pernyataan sederhana yang jelas mengapa pasar sasaran harus membeli produk itu. (4) bahwa surat kabar harian Kompas yang menjadi preferensi tertinggi berdasarkan atribut determinan surat kabar. kenyamanan. pekerjaan dan status perkawinan). Laskar (1996) dalam beberapa kategori dari produkproduk konsumen. Jagdip Singh (1990) karakteristik konsumen yang digunakan adalah demografi. tingkat reliabilitas (daya tahan) serta gaya (style). Moorthy et. Louis Ha (1996) maksud studi yang dilakukan untuk menguji dampak periklanan yang semrawut tentang merek-merek mereka yang dirasakan oleh konsumen. Peluang terbuka bagi industri surat kabar. Salah satu cara melihat persepsi pelanggan sehingga menghasilkan peta posisi. Keeler (1995) fokus kampanye media adalah untuk merubah sikap dan perilaku yang berhubungan dengan rokok pada 4 target kelompok yaitu perokok dewasa. Tetapi pada satu sisi persaingan meningkat. (2) bahwa terdapat beberapa kelompok surat kabar harian berdasarkan persepsi pelanggan di Kotamadya Yogyakarta. Gary L. Kerangka Pikir Penelitian Dalam era reformasi ini sudah sekitar 250 surat izin usaha penerbitan pers (SIUPP) lebih dipermudah. (3) bahwa ada ketergantungan karakteristik demografi dan perilaku pelanggan dengan kelompok surat kabar yang terbentuk di Kotamadya Yogyakarta. pengelompokan posisi. Apa yang harus dilakukan industri surat kabar. radio. umur. atau pengendaraan halus. pendapatan. koran dan papan pengumuman. Hasil akhir dari penentuan posisi adalah keberhasilan penciptaaan suatu usulan nilai yang terfokus pada pasar. serta TV. Llosa et. ketergantungan karakteristik demografi dan perilaku pelanggan terhadap kelompok dan preferensi pelanggan terhadap atribut determinan. Implikasi program tersebut mengunakan iklan dan penyampaian pesan melalui TV.al (1995) mempertimbangkan atribut yang paling umum untuk produk mobil yaitu harga. radio. variabel demografi (jenis kelamin. Frazier & Walfried M. industri berbeda sekali dalam cara mendistribusikan merekmerek pengecer.al (1998) penelitian dilakukan pada lembaga perbankan yang mengunakan 22 item yang kemudian dengan mengunakan analisis Multidimensional scaling (MDS). Para konsumen mengunakan beragam cara untuk memperoleh informasi. Krisis saat ini masyarakat tetap memprioritas untuk tetap membaca surat kabar. wanita hamil. dan iklan pada media cetak.perusahan mobil mungkin memilih mendifrensiasikan mobilnya berdasarkan daya tahan.

Kerangka pikir Manfaat Penelitian Bagi industri Surat Kabar Menyusun strategi Pemasaran .Latar Belakang Era reformasi Kebijaksanaan SIUPP dipermudah Peluang Surat Kabar terbuka Persaingan Surat Kabar meningkat Apa yang harus dilakukan Persepsi pelanggan Kesamaan/ketidaksamaan Preferensi Hasil Penelitian Peta posisi Pengelompokan surat kabar Ketergantungan demografi atau perilaku dengan kelompok surat kabar Preferensi dengan Arah vektor Gambar 1.

pembangunan dan perdagangan. 8. Besarnya jumlah sampel ditentukan dengan mengunakan rumus Solvin dengan ukuran sampel yang digunakan sebesar 107 Pelanggan. Cakupan berita pendidikan adalah menyangkut kesehatan. 4. Cakupan berita ekonomi & bisnis adalah yang berkaitan dengan ekonomi meliputi berita ekonomi pedesaan. keandalan berita dan banyaknya berita actual. Rancangan (Lay out) adalah tingkat ketepatan mengatur tata letak meliputi tata letak kolom berita. Posisi produk adalah letak produk-produk yang digambarkan secara geometrik dalam gambar dua dimensi. kecelakaan dan hukum perdagangan. pertanian. karakteristik demografi dan perilaku pelanggan. Sumber data Data primer dilakukan dengan memberikan kuesioner yang terstruktur kepada pelanggan mengenai data atribut determinan. 10. 7. bulu tangkis dan tinju. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Proposional sampling. volly. tentang hubungan antar negara luar negeri. konsultasi keluarga dan artikel. mengatur tata letak gambar. Cakupan berita luar negeri adalah menyangkut berita tentang keadaan suatu negara luar. 2. 1. Cakupan berita nasional adalah berita yang menyangkut pristiwa ditingkat nasional dan berita penting tentang daerah di sekitar Indonesia. kombinasi warna. Data sekunder yang tersedia dalam laporan jurnal ilmiah (berupa hasil penelitian terdahulu) dan data pada enam Agen (data pelanggan ). Pereferensi adalah rangkaian obyek yang diberi penilaian sesuai atau mendekati kesesuaian dengan persyaratan yang dikehendaki pelanggan. penempatan berita penting. Mutu Berita adalah berita yang meliputi kemampuan memikat pembaca yang terkait dengan kejelasan isi. . Cakupan berita olah raga adalah berita yang meliputi tentang sepak bola. 6. dan politik luar negeri dan stabilitas keamanan.METODE PENELITIAN Populasi target dan ukuran sampel Populasi target adalah pelanggan dari delapan nama surat kabar yang terdapat pada enam Agen di Kotamadya Yogyakarta. Cakupan berita Ilmu danTeknologi menyangkut peralatan modern dan penerapan teknologi. 5. data kesamaan/ketidaksamaan dan data preferensi terhadap atribut determinan. 11. renang. Sedangkan untuk mengambil anggota sampel dari sub populasi dilakukan secara random. Definisi operasional variabel penelitian Persepsi adalah penilaian individu mengenai tingkat kesamaan/ketidaksamaan diantara obyek yang merupakan stimuli. Pada penelitian ini peneliti menetapkan 13 atribut determinan yang terkait dengan persepsi pelanggan surat kabar sbb. Cakupan berita politik adalah berita yang menyangkut berita tentang pemerintah. Populasi (N) sebesar 5404. Cakupan berita hukum adalah menyangkut kriminal. pelanggan. 3. 9. Cakupan berita Daerah adalah berita yang disajikan meliputi keadaan Kotamadya Yogyakarta dan sekitarnya.

Distribusi adalah menyangkut banyaknya jumlah Agen pengecer dan ketersediaan surat kabar dan penyampaian surat kabar pada pelanggan.1229 Sumber: data primer hasil pengolahan MDS. 2000 . Dengan metode alogmeratif.7858 3 Republika 1. Stimulus Coordinates Stimulus Stimulus Name DimensI Number 1 2 1 Bisnis Indonesia 1. meliputi koefisien kontigensi Cramer (V) dan koefisien kontingensi (C).1708 7 Bernas -1. 4.1512 0.5277 5 Suara Merdeka -0. Pengukuran asosiasi.1585 6 Kedaulatan Rakyat -1.0522 -0. HASIL DAN PEMBAHASAN Peta posisi surat kabar harian Hasil pengolahan MDS menampilkan dalam bentuk koordinat surat kabar sbb: Tabel 1. 3.6755 0. Alat yang dapat mengambarkan arah vektor adalah program Systat. Gaya Bahasa adalah bahasa yang terdapat dalam surat kabar ditinjau dari keilmiahan dan tata bahasa.12.3337 0. Analisis Cluster Dalam penelitian menggunakan prosedur hierarchical clustering untuk mengetahui kelompok yang terbentuk. dilakukan dengan menyusun satu seri pengabungan obyek bergabung menjadi satu cluster.2122 2 Kompas 1.4033 8 Solo Pos -1. Analisis MDS (Multidemensional scaling) Analisis MDS adalah prosedur untuk mengambarkan persepsi dan preferensi konsumen dalam sebuah display.3584 -0.7912 0. Cross tabulasi Tabel Kontingensi: Uji Independensi Chi square. 2.4373 4 Jawa Pos -0. 13. Analisis Data 1.2484 0. Analisis Preferensi Modus urutan preferensi dan arah vektor Hasil pengolahan komputer menampilkan modus urutan preferensi serta ratarata ranking yang diduduki oleh surat kabar dari keseluruhan atribut determinan.9572 -1.

5 -1.5 pengolahan MDS 1. Kedaulatan Rakyat dan Solo Pos berarti dalam kuadran tersebut terjadi persaingan antara Bernas. Pada Kuadran IV: terdiri atas satu surat kabar Bisnis Indonesia. Peta posisi surat kabar harian Dimensi I: sumbu garis horizontal diberi nama cakupan berita nasional.5 -. berarti Kompas merupakan pesaing dekat surat kabar Republika.5 2.0 2.5 1.0 . 2000 0. Kompas dipersepsikan sama dengan surat kabar Republika. Dimensi II: sumbu garis vertikal: diberi nama cakupan berita politik.5 Gambar 2.5 -2.5 1.0 .0 -1.0 -.0 primer hasil -2.0 Derived Stimulus Configuration Euclidean distance model Kuadran II Jawa Pos Suara Merdeka Solo pos Kedaulatan Rakyat Bernas Bisnis Indonesia Republika Kuadran I Kompas Kuadran III Kuadran IV Di men sion 1 Sumber: data -1. Pengelompokan posisi surat kabar ******HIERARCHICAL CLUSTER ANALYSIS***** * Dendrogram using Single Linkage Rescaled Distance Cluster Combine C A S E Label Num KR1 KR4 KR8 KR7 KR3 KR2 KR5 KR6 0 5 10 15 20 25 +---------+---------+---------+---------+---------+ I II III 1 4 8 7 3 2 5 6 Sumber: data primer hasil pengolahan cluster. Pada Kuadran III: terdiri atas tiga surat kabar yaitu Bernas.0 -1.5 0. Kedaulatan Rakyat dan Solo Pos.D i m e n s i o n 2 2.0 1.0 . Pada Kuadran II: ditempati surat kabar Jawa Pos dan Suara Merdeka berarti Jawa Pos merupakan pesaing dekat surat kabar Suara Merdeka. Dendrogram surat kabar harian . Posisi surat kabar pada kuadran I: ditempati surat kabar Kompas dan Republika. 2000 Gambar 3. Berarti Bisnis Indonesia tidak mempunyai pesaing.

KR 1: Kedaulatan Rakyat KR4: Bernas KR8: Solo Pos KR7: Suara Merdeka KR3: Jawa Pos KR2: Kompas KR5: Republika KR6: Bisnis Indonesia. Diterima H0. Lima surat tersebut mempunyai kesamaan ditinjau dari kedekatan jaraknya. Diterima H0.12508 Jenis kelamin 0. Diterima H0.19243 Pekerjaan 0. kecuali ada variabel perilaku yang berpengaruh seperti variabel berita surat kabar yang disenangi berpengaruh secara signifikan terhadap kelompok surat kabar yang terbentuk dengan tingkat kesalahan ditetapkan 10 %. Penilaian dari delapan surat kabar harian yang beredar di Kotamadya Yogyakarta didasarkan atas subyektif pelanggan tetapi bukan produsen surat kabar. Ketergantungan karakteristik demografi dan perilaku pelanggan Tabel 2. Modus Preferensi Pelanggan . Berarti Kompas dengan Republika mempunyai kesamaan. Pada kelompok II terjadi persaingan antara Kompas dengan Republika.10149 Waktu membaca 0. pendidikan. Kedaulatan Rakyat. Kelompok I terdiri atas lima surat kabar yaitu surat kabar bernas. Kelompok I bukan pesaing dekat kelompok II dan kelompok III. seperti usia. Solo Pos.12530 Pendapatan 0. jenis kelamin. pekerjaan dan pendapatan. Ditolak H0. Diterima Berdasarkan analisis cross tabulasi dan uji independensi Chi Square diperoleh hasil bahwa variabal demografi dan perilaku tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kelompok surat kabar. Diterima H0. Kelompok III terdiri dari satu surat kabar Bisnis Indonesia. Penilaian pelanggan akan bermanfaat bagi produsen surat kabar.18687 Pendidikan 0. Suara Merdeka dan Jawa Pos. Diterima H0. Diterima H0. 2000 Pengujian H0. Karakteristik demografi dan perilaku pelanggan Karakteristik demografi dan Tingkat signifikan perilaku pelanggan Usia 0.33180 Berita yang disenangi 0. Surat kabar Bisnis Indonesia tidak ada persaingan dalam kelompok III. Kelompok I Kelompok II Kelompok III Hasil pengolahan cluster terbentuk tiga kelompok. Pada kelompok I terjadi persaingan lima surat kabar tersebut karena lima surat kabar tersebut mempunyai kesamaan. Preferensi Pelanggan. Kelompok II terdiri atas surat kabar Kompas dan Republika.86559 Sumber: data primer hasil peng olahan tabel kontingensi.71851 Lama berlangganan 0.

kedua Republika. Republika (2). Dalam hal in dengan adanya arah vektor tersebut . Jawa Pos (7). ketiga Jawa pos. Urutan preferensi terhadap atribut determinan No Atribut determinan Surat kabar (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Berita nasional 5 1 3 2 Berita politik 5 1 3 3 Berita Ekonomi & Bisnis 4 2 5 4 Berita olah raga 3 1 2 5 Berita luar negeri 5 1 3 6 Berita daerah 1 6 5 7 Berita hukum 5 1 3 8 Pendidikan 4 1 3 9 Ilmu dan teknologi 5 1 3 10 Mutu berita 5 1 2 11 Rancangan 5 1 3 12 Gaya bahasa 5 1 3 13 Distribusi 1 1 3 Rata-rata rangking surat kabar 5 1 3 Sumber : Data Primer pengolahan modus preferensi. ketujuh Suara Merdeka. keenam Bisnis Indonesia. Pada Kelompok II terlihat dominan 10 atribut.rata keseluruhan untuk semua atribut urutan pertama ditempati oleh surat kabar Kompas. kelima Kedaulatan Rakyat. Solo Pos 6 4 6 4 4 2 3 5 6 5 5 4 3 4 2 2 3 2 2 7 1 1 2 2 2 2 7 2 3 8 1 8 3 8 8 7 1 3 3 3 8 6 (7) 7 6 7 6 7 4 7 7 7 6 6 6 5 7 (8) 8 8 8 7 8 4 8 8 8 8 8 8 8 8 Rata . dan kedelapan Solo Pos Arah Vektor. Ditinjau dari arah vektor pada kelompok I terlihat dominan atribut berita daerah dan distribusi. Kompas (6). Bernas (8). Pada Kelompok III terlihat dominan atribut ekonomi dan bisnis. Kedaulatan Rakyat (5).Tabel 3. Suara Merdeka (4). Bisnis Indonesia (3). keempat Bernas. 2000 (1).

dan Solo Pos. Solo Pos Faktor I: sumbu garis horizontal diberi nama cakupan berita nasional vs daerah Faktor II: sumbu garis vertikal: diberi nama cakupan berita politik vs ekonomi dan bisnis Kuadran I: terdiri dari dua Surat kabar Republika dan Kompas. Jawa Pos 4. Suara Merdeka 8. Cakupan berita politik lebih tinggi tetapi cakupan berita ekonomi dan bisnis lebih rendah dibandingkan dengan surat kabar Kedaulatan Rakyat. Surat kabar tersebut diposisikan pelanggan lebih banyak memuat cakupan berita daerah yang menarik tetapi dalam memuat cakupan berita nasional tidak begitu banyak dibanding dengan surat kabar Kompas dan Republika. Kedaulatan Rakyat 2. Negeri (5) M Berita (10) utu Berita Nasional (1) Pendidikan (8) K I w 2 1 F A C T O R (2) K elom pok I B erita Daerah (6) 3 7 K elom pok II 5 0 8 1 Ekonom dan Bisnis (3) i -1 4 K III w K elom pok III 6 K IV w -2 -2 -1 FAC R(1) TO 0 1 2 Sumber: data primer hasil pengolahan Systat. Surat kabar tersebut diposisikan pelanggan lebih banyak memuat cakupan berita nasional tetapi tidak banyak memuat cakupan berita daerah bila dibanding dengan surat kabar Jawa Pos dan Suara Merdeka. Suara Merdeka dan Jawa Pos. External U nfolding Vector M odel 2 Berita Olah Raga (4) K II w Distribusi (13) Berita Hukum (7) Berita Politik (2) Ilm & Teknologi(9) u (Gaya Bahasa (12) Rancangan (11) Berita L. Republika 6. Cakupan berita politik lebih tinggi tetapi cakupan berita ekonomi dan bisnis lebih rendah bila dibanding dengan surat kabar Bisnis Indonesia.lebih mempermudah peneliti dalam pemberian nama dimensi. Bernas 5. Kompas 3. Bisnis Indonesia 7. . Bernas. Arah vektor Nama surat kabar 1. Kuadran II: terdiri dari dua surat kabar. 2000 Gambar 4.

Indek of fit goodnessyang diperoleh 0. ekonomi & bisnis. Patokan berkisar 0. Nilai stress sebesar 0. Nilai stress merupakan bad of fit atau proporsi variance dari data. Cakupan berita politik rendah dibandingkan dengan surat kabar Kompas dan Republika tetapi dominan pada berita ekonomi dan bisnis . Dapat dibuktikan dengan melihat nilai jarak minimum untuk keseluruhan surat kabar yang diperbandingkan.01582 dinyatakan sangat baik. Hipotesis ketiga: bahwa ada ketergantungan karakterristik demografi dan perilaku pelanggan dengan kelompok surat kabar yang terbentuk di Kotamadya Yogyakarta. Dilihat dari dendrogram terdapat tiga kelompok surat kabar. dan pendidikan ada ketergantungan karakteristik demografi dan perilaku pelanggan dengan kelompok surat kabar yang terbentuk. Bernas. Ternyata H0 diterima. Solo Pos. Surat kabar tersebut diposisikan pelanggan dalam menyajikan proporsi cakupan semua berita hampir sama. Bernas dan Solo Pos. Pembahasan Hasil Penelitian Hasil posisi surat kabar yang ditemukan akan mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Leila Sulawati Chairat (1998) menyatakan tidak ada perbedaan surat kabar Kompas dengan Republika. Hipotesis kedua: bahwa terdapat beberapa kelompok surat kabar harian berdasarkan persepsi pelanggan di Kotamadya Yogyakarta. dan pendidikan ada ketergantungan dengan kelompok surat kabar yang dipilihnya. Dapat disimpukan bahwa tidak ada ketergantungan karakteristik demografi dan perilaku pelanggan dengan kelompok surat kabar yang terbentuk. Dilihat dari peta posisi bahwa surat kabar mempunyai posisi yang berbeda-beda sesuai dengan persepsi yang dikemukakan pelanggan.60. Dimana H0 ditolak berarti berita yang disenangi seperti berita politik. Surat kabar tersebut diposisikan pelanggan tinggi dalam cakupan berita nasional tetapi rendah memuat cakupan berita daerah dibandingkan dengan surat kabar Kedaulatan Rakyat. Dilihat dari rata-rata keseluruhan atribut terbukti bahwa surat kabar Kompas menduduki ranking tertinggi. Ha: Ada ketergantungan karakterristik demografi dan perilaku pelanggan dengan kelompok surat kabar yang terbentuk di Kotamadya Yogyakarta.Kuadran III: terdiri dari tiga surat kabar Kedaulan Rakyat. Hipotesis keempat: bahwa surat kabar harian Kompas yang menjadi preferensi tertinggi berdasarkan atribut determinan.9901 berarti layak. Pembuktian Hipotesis Hipotesis pertama: bahwa posisi masing-masing surat kabar harian berbedabeda berdasarkan persepsi pelanggan di Kotamadya Yogyakarta. Kuadran IV: terdiri dari surat kabar Bisnis Indonesia. dimana X2 < X2 α dengan tingkat α sebesar 10 %. Dalam penelitian yang dilakukan ditemukan posisi surat kabar Kompas dengan Republika mempunyai kedekatan jarak posisi . Kecuali ada satu variabel perilaku yaitu berita yang disenangi seperti berita politik. ekonomi & bisnis. Anggota dalam setiap kelompok akan bersaing secara tajam . dengan kata lain tidak ada penonjolan salah satu beritanya. Berdasarkan tabel cross tabulasi dengan melakukan uji independensi chi square diajukan rumusan hipotesis sbb: H0: Tidak ada ketergantungan karakteristik demografi dan perilaku pelanggan dengan kelompok surat kabar yang terbentuk di Kotamadya Yogyakarta. Indek of fit goodness merupakan indek korelasi kuadrad untuk mengukur seberapa baik model MDS terhadap kesesuaian data.

Ketergantungan karakteristik demografi dan perilaku pelanggan pada kelompok surat kabar. Ditemukan Kompas menduduki ranking tertinggi bila dilihat dari rata-rata keseluruhan atribut determinan. Anggota surat kabar dalam masing-masing kelompok terjadi persaingan yang tajam. politik. Surat kabar pada masing-masing kuadran terjadi persaingan yang tajam karena mempunyai kedekatan jarak. Temuan hasil Alifah sama dengan yang ditemukan oleh peneliti yang dilakukan. Pada kuadran III: ditempati surat kabar Bernas. Jawa Pos pada kuadran II dan Bisnis Indonesia pada kuadran IV. Hasil temuan penelitian Alifah Ratnawati bahwa surat kabar Kompas dengan Republika dipersepsikan sama terletak pada kuadran I. Perbedaan teletak pada surat kabar Bisnis Indonesia terletak satu kelompok dengan Kompas dan Republika. 2. pendidikan. Kedaulatan Rakyat dan Solo Pos. dalam hal menyusun strategi pemasaran. Informasi tersebut perlu diketahui oleh industri surat kabar. Hal ini ditinjau dari subyektif pelanggan. Diperoleh hasil bahwa variabal demografi dan perilaku tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kelompok surat kabar. Hal ini perlu dipertahankan oleh industri surat kabar. Solo Pos. Posisi surat kabar harian berada pada Kuadran I: ditempati surat kabar Kompas dan Republika. Kelompok I terdiri atas lima surat kabar yaitu surat kabar bernas. jenis kelamin. Perbedaan ini bisa saja terjadi karena lokasi penelitian berbeda. Pengelompokan posisi surat kabar harian terbentuk tiga kelompok. Kelompok III terdiri dari satu surat kabar Bisnis Indonesia. kecuali ada variabel perilaku yang berpengaruh seperti variabel berita surat kabar yang disenangi berpengaruh secara signifikan terhadap kelompok surat kabar. KESIMPULAN 1. Melihat ada ketergantungan atribut berita yang disenangi seperti berita nasional. tetapi akan bersaing dekat dengan Republika karena menduduki ranking 2 dilihat dari seluruh atribut determinan. Kedaulatan Rakyat. Hal ini sesuai dengan teori tentang persepsi. Hasil temuan mendukung hasil temuan yang dikemukakan Leila Sulawati Chairat. Dengan kata lain perbedaan membaca berita yang disenangi berpengaruh pada pemilihan surat kabar dengan tingkat kesalahan ditetapkan 10 %. Peta posisi surat kabar harian. Satu hal lagi ditemukan Bisnis Indonesia dominan dalam atribut berita ekonomi dan bisnis. Sehingga Kompas dan Republika bukan pesaing dekat Bisnis Indonesia. pengetahuan pelanggan tidak sama wajar jika suatu produk dipersepsikan lain oleh setiap orang. Penelitian yang dilakukan menemukan hasil bahwa surat kabar bisnis tidak menjadi kelompok dengan Kompas dan Republika. . pelanggan akan memilih surat kabar yang dibacanya. ekonomi & bisnis dan pendidikan pada kelompok surat kabar. sehingga ketiga surat kabar tersebut bersaing secara tajam. Pada kuadran IV ditempati surat kabar Bisnis Indonesia. Begitu juga ditinjau dari arah vektor yang terbentuk banyak tertuju pada Kompas. Pada penelitian Alifah bahwa surat kabar Bisnis Indonesia tidak ada dominan dalam ekonomi dan bisnis. Dapat dinyatakan bahwa surat kabar Kompas merupakan pesaing dekat Republika. seperti usia. Pada kuadran II: ditempati surat kabar Jawa Pos dan Suara Merdeka. pekerjaan dan pendapatan. Suara Merdeka dan Jawa Pos.berarti surat kabar Kompas dengan Republika mempunyai kesamaan. 3. Kelompok II terdiri atas surat kabar Kompas dan Republika.

(1976) Analytical Methods for Marketing Management. Kuadran II: terdiri dari dua surat kabar.45. Niraj et. Preferensi pelanggan terhadap atribut determinan. Journal of Marketing Vol. October p. March. Journal of International Business Studies. . Cakupan berita politik lebih tinggi tetapi cakupan berita ekonomi dan bisnis lebih rendah dibandingkan dengan surat kabar Kedaulatan Rakyat. Bernas dan Solo Pos. Kamins (1995) An Emperical Investigation of Consumer Memory. dan Van Auken. Holt. Journal of Marketing. Vol 23. Journal of Consumer Research. Laskar (1996) Determinants of Distribution Intensity. Cakupan berita politik lebih tinggi tetapi cakupan berita ekonomi dan bisnis lebih rendah bila dibanding dengan surat kabar Bisnis Indonesia. dan Solo Pos. jika terjadi distorsi persepsi pelanggan dengan industri surat kabar maka produsen surat kabar perlu melakukan reposisi dan mendifferensiasikan muatan beritanya. (1994) Metodologi Research. Stuart. 326-350. Dalam penelitian ini dikemukakan beberapa keunggulan dan kelemahan yang dimiliki surat kabar harian. Vol. Douglas B. (1996) A Cross-Cultural Study of Interpersonal Information Exchange. (1995) Observations: A New Approach to Measuring Product Category Membership. dengan kata lain tidak ada penonjolan salah satu beritanya. 60 (Oktober 1996) 39-51. Peter T. Alifah Ratnawati. DAFTAR PUSTAKA Adams.34 . 73-79. Hadi Sutrisno. Urutan tertinggi dimiliki surat kabar Kompas.4.al. Bernas. Gary L Frazier & Walfried M. Dawar. Bernas. Attitude. Cakupan berita politik rendah dibandingkan dengan surat kabar Kompas dan Republika tetapi dominan pada berita ekonomi dan bisnis. p. Surat kabar tersebut diposisikan pelanggan tinggi dalam cakupan berita nasional tetapi rendah memuat cakupan berita daerah dibandingkan dengan surat kabar Kedaulan Rakyat. McGrawHill Book Company (UK) Limited England. Tesis MM Universitas Brawijaya Malang. Frank. Suara Merdeka dan Jawa Pos. Kuadran IV: terdiri dari surat kabar Bisnis Indonesia. Jilid 1 Penerbit Andi Ofset Yogyakarta. Kuadran III: terdiri dari tiga surat kabar Kedaulan Rakyat. 35 iss 5 Date Sep/Okt p. Surat kabar tersebut diposisikan pelanggan dalam menyajikan proporsi cakupan semua berita hampir sama. Surat kabar tersebut diposisikan pelanggan lebih banyak memuat cakupan berita nasional tetapi tidak banyak memuat cakupan berita daerah bila dibanding dengan surat kabar Jawa Pos dan Suara Merdeka. Journal of Advertising Research (ADR) Vol. 497516. Athur J. FitzRoy. Berdasarkan arah vektor Kuadran I: terdiri dari dua Surat kabar Republika dan Kompas. Third Quarter. 59. H Alfort Michael & Michael A. Surat kabar tersebut diposisikan pelanggan lebih banyak memuat cakupan berita daerah yang menarik tetapi dalam memuat cakupan berita nasional tidak begitu banyak dibanding dengan surat kabar Kompas dan Republika. Pendapat ini hanya dipandang dari segi subyektif pelanggan tetapi belum tentu pendapat tersebut sama dengan apa yang dikemukan oleh industri surat kabar. (1997) Poststructuralist Lifestyle Analysis: Conceptualizing The Social Patterning of Consumption in Postmodernity. and Perception Toward Pioneer and Follower Brands. Solo Pos. p. (1999) Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Surat Kabar Harian di Kotamadya Malang.

Information. Spring p. Rhenald. Leon G & Kanuk. Educating. Prentice hall International. Singh. The Concept of a Service-Quality Information System. Salemba Empat. First Edition. Horace et. 38-43. Prentice Hall International. Berry. Edisi Kesembilan. Schiffman. Vol. Leila Sulawati Chairat. Subhas. p. Tesis MM Universitas Brawijaya Malang. Philip. David L & Della Bitta. Kasali. Albert. and Marketing in Health Care Journal. Valeri A. and Leonard L. Sylvie. Tesis MM Universitas Brawijaya Malang. Louis Ha. Vol. Strategi Segmentasi dan Positioning Dalam Pemasaran. 1. dkk.3634 . (1990) A Typology of Consumer Dissatisfaction Response Styles Journal of Retailing. Journal of Rehabilitation. (1999) Pedoman Penulisan Tesis. Ting. (1996) Observations. Parasuraram A. Sloan Management Review.137-147. 85-90. 16-44. Keeler et al.Faktor yang Menjadi Pertimbangan Pelanggan Surat Kabar Surya di Kotamadya Malang. A Parasuraman. Inc. McGraw-Hill. Journal of Retailing. Journal of Academy of Marketing Science. John Willey and Son Inc. Dimentions and Effects. (1995) The State Anti Smoking Campaign And The Industry Response : The Effects of Advertising on Cigarette Consumption in California. Leonard. Service Industries Journal (SIJ) Vol. (1993) Consumer Behavior.et al. Journal of Advertising Research ( ADR). May. 6 No. Kotler. (1997) Listening to The Customer. Implementasi. 12 . Llosa. 36 Iss 4 July/August p. Jagdip.2 p. Vol . Inc. Zeithmal. 65-76. Sharma. 57-95. American Demography (ADE). (1996) Rehabilitation Market Segmentation and Positioning of Rehabilitation Providers. 18 155:7 date p. Spring. Loudon. M. Rebecca Piirto. Vol. Perencanaan. Naresh K. Volume 24. Sixth Edition. (1996) Applied Multivariate Techniques. p. (1996) Marketing Research: An Applied Orientation. (1999) An Empirical Study of Servqual’s Dimensionality. New York. 64 Spring. Vol. ( 1999 ) Analisis Faktor . No. et al. Advertising Clutter in Consumer Margazines. 85. Leisa Reinecke Flynn. Semaeon. (1998) Analisis Pengaruh Atribut Produk Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Kasus Terhadap Pelanggan Harian Republika dan Kompas) di Kotamadya Malang Dati II Malang. p. Rois Arifin. Program Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang. Item Scale for Measuring Consumer Perceptions of Service Quality. Leslie Lazar. Prentice-Hall. Second Edition. Fourth Edition. (1997) Manajemen Pemasaran: Analisis.40. Berry. (1988) Serqual : Multiple. April/ May/ June p. dan Pengendalian. (1993) Consumer Behavior.Heath. Iksan. Terjemahan Ancella Anitawati Hermawan. (1996) The Frontiers of Psychographics. Malhotra. 18 Iss: p. Buku I. (1996) Opinion Leaders and Option Seekers: Two New Measurement Seales. 76-84. al. (1997) Seminar Gelar Manajemen Pemasaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful