Anda di halaman 1dari 17

DRG.

HAYATI EXTRAKSI EXTRAKSI ILMU TENTANG PENCABUTAN GIGI PENCABUTAN GIGI BERHUBUNGAN DENGAN:

APLIKASI LOKAL BERIPA TETESAN SUATU BAHAN KIMIA. PEMBAGIAN ANESTESI LOCAL :

ATAU DARI

2.

1.

1.

SARAF CRANIAL (TERDIRI DARI 12 PASANG) YANG BERHUBUNGAN DENGAN GIMUL ADALAH N. TRIGEMINUS (N V), PERCABANGANNYA ADA 3 : N.OPTHALMICUS (MATA); N. MAXILLA (RAHANG ATAS); N. MANDIBULA (RAHANG BAWAH)

2.

ANASTESI SAAT MELAKUKAN ANASTESI AHRUS DIKETAHUI SARAF MANA YANG HARUS DILUMPUHKAN 3. INSTRUMEN PADA SAAT MELAKUKAN EKSTRAKSI DIBUTUHKAN INSTRUMENT YANG KHUSUS. EXODONTIA MERUPAKAN BAGIAN DARI ORAL SURGERY : MAYOR, MINOR

a.

MAYOR ORAL SURGERY (BEDAH MULUT BESAR) CONTOH: PEMBEDAHAAN SUATU RAHANG

MINOR ORAL SURGERY (BEDAH MULUT KECIL) CONTOH : PENCABUTAN GIGI; ALVEOLECTOMY; GINGGIVECTOMY; EPULIS TERJADI PADA GIGI BERLOBANG YANG GANGREN SEHINGGA KELUAR SUATU TUMOR BERTANGKAI DENGAN UKURAN YANG KECIL & BERWARNA MERAH ANASTESI TANPA RASA. ANASTESI TDD : A. GENERAL ANASTESI (ANASTESI UMUM). B. LOCAL ANASTESI (ANASTESI LOKAL). ANASTETIKUM ADALAH BAHAN ATAU OBAT UNTUK MENGHILANGKAN ATAU MENGHAMBAT RASA SAKIT TSB. ANASTESI LOKAL ANASTESI LOKAL ADALAH SUATU KEADAAN MATI RASA PADA SUATU DAERAH SBG HSL DARI PADA INJEKSI HIPODERMIK,

b.

1.

TOPICAL ANESTHESIA ATAU SUPERFICIAL ANESTHESIA, TDD : FISIS; CHEMIS ANASTHESI INI BIASANYA DIPAKAI PADA INSISI ABSES,ATAU UNTUK PECABUTAN GIGI ANAKANAK. 2. INFILTRASI ANASTHESI JARINGAN LUNAK (SOFT TISSUE) : SMIA (SOFT MUCOUS INFILTRASI ANASTHESI); DIA (DEEP INFILTRASI ANASTHESI) JARINGAN KERAS (HARD TISSUE/BONY TISSUE) 3. BLOCK ANASTHESI (STAMP ANESTHESIA / COMDUCTION ANASTHESI) 1. NERVE BLOCK ANASTHESI (SARAF); CTH: MANDIBULAR DAN INFRA ORBITAL ANASTHESI 2. FIELD BLOCK ANASTHESI (YG LEBIH LUAS); CTH : LUMBAL ANASTHESI ANASTETIKUM : PROCAIN HCL 2%, BIASANYA DITAMBAH DGN ADRENALIN DGN PERBANDINGAN 1 : 50.000 ATAU 1 : 100.000. XILOCAINE LIDOCAIN 2% DAN ADRENALIN 1 : 100.000.

2. 3.

CITANEST PROPITOCAIN HCL. KEGAGALAN PEMBERIAN LOCAL ANESTHESI : TEKNIK YG KURANG BAIK; KELAINAN STRUKTUR ANATOMIS DARI PASIEN; PSIKIS PASIEN TERGANGGU; ANESTETIKUM YG TERLALU LEMAH; PASIEN RESISTEN TERHADAP ANESTETIKUM; ANESTETIKUM SUDAH LEWAT WAKTUNYA. KEUNTUNGAN ANASTESI LOKAL : 1. PEMBERIANNYA TIDAK MEREPOTKAN.

ALAT ALAT YG DIBUTUHKAN JUGA TIDAK BANYAK. 3. PASIEN DAPAT LANGSUNG PULANG STLH PERAWATAN. 4. PASIEN MSH DPT MENGIKUTI PERINTAH2 DARI DRG, MIS : MEMBUKA MULUT, KUMUR2, DLL. 5. REFLEKS DAN TONUS OTOT2 MASIH TETAP ADA, JADI TIDAK ADA KEMGKNAN TERTELANNYA DARAH. 6. SECARA UMUM, TIDAK MEMPENGARUHI KEADAAN UMUM ATAU KONDISI DARI PENDERITA. KONTRA INDIKASI TERHADAP ANESTESI LOKAL : 1. PADA DAERAH-DAERAH TEMPAT MASUKNYA JARUM TERDAPAT INFLAMASI. 2. PADA KEADAAN YANG MENGENAI PERIODONTAL MEMBRANE MISALNYA PADA PERISEMENTITIS, DIMANA TIDAK MEMUNGKINKAN PEMBERIAN ANESTESI LOCAL YANG SEMPURNA 3. ANAK-ANAK DI BAWAH UMUR, YANG TIDAK MENGERTI DAN MENGETAHUI SEBABSEBABNYA. 4. PADA PENDERITA NEURASTHENIC (LEMAH SYARAF) DAN PENDERITA YANG APPHREHENSIVE (PENAKUT). 5. PASIEN YANG TIDAK DAPAT MENBUKA MULUTNYA CUKUP LEBAR OLEH KARENA MIS : TRIMUS; TEMPOROMANDIBULAIR ANKILOSIS; FRAKTUR TULANG RAHANG; PERIKORONITIS AKUT SUPPURATIF PADA MOLAR TIGA MANDIBULA; JARUM SUNTIK YANG PUTUS. 6. PADA INSISI UNTUK DRAINASE SELULITIS SUBMAKSILARIS ATAU SERVIKALIS PADA MUKA YANG MENGERAS. SELULITIS = RADANG DARI PADA JARINGAN DI BAWAH KULIT (FIBROSITIS). 7. PASIEN YANG IDIOSINKRASI TERHADAP PROCAIN (ALERGI).

8.

PASIEN DENGAN HEPATITIS (JAUDINCE) KARENA KEADAAN UMUN NYA LEMAH, KALAU KRONIS KADANG-KADANG DAPAT DIBERIKAN. 9. PASIEN DENGAN CARDIOVASCULAR DISEASE,HIPERTENSI. DAPAT DILAKUKAN APABILA SUDAH DIBERI PREMEDIKASI. KOMPLIKASI LOCAL ANESTHESI : KOLAPS SESUDAH INJEKSI KARENA SEREBRAL ANEMI; EFEK TOKSIS DALAM PENGGUNAAN ANESTHESIA LOCAL; RASA SAKIT; ALERGI; PEMUCATAN JARINGAN (BLANCHING OF TISSUE); KEBUTAAN SEMENTARA (TEMPORARY BLINDNESS); JULING (CROSSING OF EYES); TERKELUPAS ATAU LECET (SLOUGHING); TRISMUS; LUKA (ULCERS); KOMPLIKASI PADA PEMBERIAN ANESTESI; PROLONGED ANESTESI PENCEGAHAN KARIES DENTIS : MEMBERSIHKAN GIGI DENGAN CARA DAN WAKTU YG TEPAT; PAKAI ALAT PEMBERSIH GIGIDENTAL GROSS; HINDARI MAKANAN YG MANIS TERUTAMA YG BERSIFAT MELEKAT SEPERTI PERMEN,COKLAT DAN KARBOHIDRAT; BANYAK MAKAN SAYUR-SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN; CONTROL KE DOKTER MINIMAL 2X SETAHUN INFILTRASI ANASTESI

a.

FRAKTUR KORONA TERJADI KARENA :

PENYEBAB LUKASTIO MANDIBULA :

KEADAAN GIGI YG SUDAH SANGAT KEROPOS PEMILIHAN INSTRUMENT YG SALAH, MIS: GIGI BESAR TETAPI MEMAKAI TANG YG KECIL

b.

FRAKTUR RADIX TERJADI KARENA :

ADANYA PROSES PENGAPURAN SEHINGGA MELEKAT PADA TULANG

HABITUAL : OTOT-OTOT YG MEMRGANG PERSENDIAN LEMAH. ACCIDENT TERLALU LAMA MENBUKA MULUT SEWAKTU EKSTRAKSI LEPAS :

SIMETRIS : LEPAS,MANDIB ULA LARI KE MUKA

c.

CARA YG SALAH

KERJA

FRAKTUR ALVEOLUS TERJADI KARENA SEAKTU MELAKUKAN GERAKAN ROTASI YG TERLALU KERAS. GERAKAN PENCABUTAN GIGI :

1. 2. -

SUBMOCOUS INFILTRASI ANASTESI (SMIA) : DILAKUKAN PADA JARINGAN LUNAK DEEP ANASTESI DILAKUKAN DALAM INFILTRASI (DIA) : LEBI KE

GERAKAN LUKSASI (PERLAHAN-LAHAN) : GERAKANNYA DARI ATAS KE BAWAH UNTUK MENGHINDARI FRAKTUR. GERAKAN ROTASI : KALAU GIGI SUDAH GOYANG LAKUKAN GERAKAN ROTASI BARU LAKUKAN EKSTRAKSI. TANG KALAU DUDAH MENCAKUP GIGI TIDAK BOLE DI LEPAS.

ASIMETRIS : LEPAS,MANDIB ULA LARI KE KANAN/KIRI TERAPI : LAKUKAN REPOSISI CARANYA BALUT KEDUA JEMPOL DENGAN PERBAN, TEKAN PERSENDIAN LALU DORONG MANDIBULA DENGAN KUAT DARI ATAS KE BAWAH. POST DOLOR EKSTRATION RASA SAKIT PENCABUTAN SETELAH GIGI KARENA TERJADI KONTAMINASI KUMAN DARI INSTRUMENT YG TIDAK STERIL INFEKSI KOMPLIKA SI PENYEMBUHAN BIASANYA 2-3 HARI SETELAH EKSTRAKSI,SOKET BEKAS PENACBUTAN GIGI TERJADI PENDARAHAN SEHINGGA TERJADI PENGGUMPALAN DARAH TERBENTUK JARINGAN BARU. MAKANYA DILARANG BERKUMURKUMUR DENGAN AIR PANAS. KALAU TIDAK TERJADI PENYEMBUHAN SETELAH 3-4 HARI PASIEN DEMAM DAN SAKIT BERARTI SUDAH TERJADI GANGREN. PENYEBAB KOMPLIKASI PENYEMBUHAN :

5.

2.

PENYUNTIKAN SMIA DILAKUKAN DI FORNIX YAITU MUKOSA BIBIR SETINGGI AKAR GIGI. DROP ANESTIKUM 1-1,5 CC. FORNIX ADALAH BATAS MUKOSA YG BERGERAK DENGAN YG TIDAK BERGERAK PENYUNYIKAN DIA DILAKUKAN DI PALATUM DURUM YAITU DI FORAMEN INCICIVUS. DROP ANESTICUM 1 CC. KOMPLIKA SI EKSTRAKSI

MUKOSA TERBUKA SEWAKTU MENCABUT GIGI, TANG HARUS BERADA DI CERVIX GIGI TIDAK BOLEH MENGENAI GUSI. 3. PENDARAHAN NORMAL : SETELAH 2-3X TAMPON DIGANTI TERJADI PEMBEKUAN DARAH DAN DARAH BERHENTI.JIKA SETELAH 24 JAM TIDAK BERHENTI PENDARAHAN.

1.

4.

1.

FRAKTUR

LUKSATIO MANDIBULA IALAH SUATU KEADAAN DIMANA MANDIBULA KELUAR DARI PERSENDIANNYA.

KETIKA KITA BEKERJA, KERJA KITA TIDAK TELATEN SEHINGGA PADA SOKET TERDAPAT TULANG-TULANG ALVEOLUS YG RUNCING-RUNCING.

2.

KARENA KEADAAN PASIEN MIS: SAKIT KRONIS. CONTOH KOMPLIKASI PENYEMBUHAN :

1.

DRY SOCKET : SOCKET KERING NAMA LAIN : OSTEOMYELITIS LOCALISATA (PERANDANGAN TULANG YG TERLOKALISIR), PYORHOE ALVEOLARIS, ALVEOLAGEA TERAPI :

1. 2. 4.

SENIL ATROPHY (PD ORANG TUA) PENYAKIT MIS: DM 3. TRAUMA PENYEBAB PERIODONTAL : KRONIS

4. 5. 6. 7.

ROTATION : GERAKAN MEMUTAR EXO MASSAGE ALVEOLUS YG SUDAH TERNGANGA SANERING : PEMBERSIHAN DARAH DAN SISA-SISA TULANG PADA ALVEOLUS TAMPORISASI MASUKKAN TAMPON :

a.

CURETAGE CARANYA :

TAMBALA N GIGI YG MENGGANJAL PERTEMU AN GIGI ATAS DAN GIGI BAWAH TIDAK TEPAT MENYEBABKA N TEKANAN KUAT

LAKUKAN ANASTESI TULANGTULANG ALVEOLUS YG RUNCING DI HALUSKAN DENGAN KANBLE TANG

INSTRUKSI : JANGAN KUMUR-KUMUR KONTRA INDIKASI EXODONTIA :

JARINGAN GANGRENE DIKURET, SOKET DIBERSIHKAN

MENYIKAT GIGI DENGAN CARA YG SALAH BRUXISM : TERLIHAT PERMUKAAN TONJOLAN GIGI YG SUDAH RATA EXODONTIA (MINOR ORAL SURGERY) PRINSIP : MENGANGKAT GIGI YG SAKIT DENGAN MERUSAK JARINGAN YG SEHAT PRO EXODONTIA UNTUK L6 TATA CARA/PROSEDUR :

1. 2. 3.
4.

ABSES/PERADANGAN KARENA TIDAK MUNGKIN DILAKUKAN ANASTHESI PENYAKIT KRONIS,DM KELAINAN DARAH HEMOFILIA,ANEMIA HIPERTENSI :

b. c. 2.

BERI OBAT DESINFEKTAN PERHATIKAN KEADAAN PASIEN POST DOLOR EXTRACTION : RASA SAKIT SETELAH PENCABUTAN KARENA TERJADI PERADANGAN. PENDARAHAN EXTRAKSI : KETIKA MELAKUKAN PENCABUTAN TERKENA ARTERI; LUKA TERLALU LEBAR; TULANG ALVEOLUS PATAH EKSTRAKSI INDIKASI EKSTRAKSI :

5.

GRAVIDA T1 DAN T III(8 BULAN DAN 9 BULAN KOMPLIKASI EXODONTIA :

1.

FRAKTUR : FRAKTUR CORONA, FRAKTUR RADIX, FRAKTUR TULANG ALVEOLUS

3.

1.

ANASTHESI GUNAKAN MANDIBULAR ANASTHESI 2. SEPARASI

2. 3. 4.

TRISMUS : RAHANG KAKU LUKSATIO MANDIBULA PERFORASI SINUS MAKSILARIS TERJADI KETIKA MENCABUT GIGI CANNINUS ATAS KARENA UJUNG AKAR GIGI CANNINUS PAS DI SINUS MAKSILARIS

SEPARASI DILAKUKAN APABILA GUSI SUDAH KEBAS LEPASKAN GIGI DARI GINGIVAL, LALU CONGKEL GIGI DARI BAWAH KE ATAS MENGGUNAKA N BEIN AMBIL TANG, LETAKKAN MULUT TANG PADA GIGI HANYA SEBATAS SERVIK GIGI JANGAN SAMPAI GUSI MANIPULASI

GIGI GOYANG DERAJAT

>3

TIDAK BISA DIRAWAT SECARA KONSERVATIF (DITAMBAL) FRAKTUR OLEH KARENA ACCIDENT PEAWATAN ORTHODONTI, MIS: GIGI YG BERLAPISLAPIS,GIGI YG TUMBUH DILUAR RAHANG. UNTUK PEMAKAIAN GIGI PALSU(PROSTHETIC)

5.

PENDARAHAN : KETIKA MELAKUKAN PENCABUTAN TERKENA ARTERI, LUKA TERLALU LEBAR, TULANG ALVEOLUS PATAH RUPTURE/ LUKA MUKOSA GINGIVAL FACTOR LOCAL YG MENYEBABKAN GIGI BERLOBANG : 1. KURANGNYA HYGIENE KARENA TIDAK MENBERSIHKAN GIGI DENGAN TERATUR SEHINGGA TERJADI DEBRIS.LAMA-LAMA TERBENTUK PAGUE DAN TERBENTUK CALCULUS.INI TERJADI TERUS MENERUS YG

6.

UNTUK GIGI YG TUMBUH BERLEBIHAN(SUPERNU MERY TEETH) PENYEBAB GIGI GOYANG :

3.

LUXATIO : GERAKAN MUKA BELAKANG

AKAN MENYEBABKAN GIGI BERLUBANG. 2. ADANYA GANJALAN MIS: PENAMBALAN GIGI YG TIDAK BAIK LANGKAHLANGKAH PERAWATAN GIGI DAN MULUT : 1. MENYIKAT GIGI SECARA TERATUR DENGAN CARA DAN WAKTU YG TEPAT MAKSUDNYA MENYIKAT GIGI SETIAP SELESAI MAKAN,DENGAN CARA YG BENAR :GERAKAN VERTICAL,HORIZONTAL, MEMUTAR. 2. HINDARI MAKANAN YG MANIS DAN MELEKAT MIS :COKLAT 3. BANYAK MAKAN SAYUR DAN BUAH YG BERSERAT 4. FLUORIDASI 5. CONTROL 2X SETAHUN KE DOKTER GIGI MINOR ORAL SURGERY 1. EKSTRAKSI

BARU DILAKUKAN EKSTRAKSI.KALAU GRANULOM MASI KECIL CUKUP DICONGKEL MIS : GIGI MOLAR 3 TIDAK KELUAR.SESUDAH RO FOTO TERNYATA GIGI MOLAR TIDAK KELUAR KARENA LAPISAN MUKOSA YG MENUTUPNYA TERLALU TEBAL MAKA DI LAKUKAN INCISE, MUKOSA DIPOTONG DAN DIANGKAT .KALAU GIGI MOLAR MIRING HARUS DILAKUKAN OPERASI.

SONDAGE ADA PERASAAN LINU,TAPI SEGERA SONDE DIANGKAT,RASA LINU HILANG DAN :

PERCUSI TEKANAN : T.A.A THERAPY PENAMBALAN

5.

SCHIZIS : LABIO,GNATO,PALATO. DRG.RIAMA PENYAKIT PULPA MENURUT PROF.KNAP,PEMBAGIAN PENYAKIT PULPA :

IRRITATION PULPA PULPITIS : HYPERAEMI PULPAE, PULPITIS ACUTA PARTIALIS, PULPITIS ACUTA TOTALIS, PULPITIS CHRONICA KELAINAN PROGRESSIF DARI PULPA : PULPA POLIP KELAINAN REGRRESIF DARI PULPA : PEMBUATAN CONCREMENTS PULPA, DEGENERASI HYALINE, ATHROPHY PULPA

HYPERAEMI PULPA PADA PULPA SUDAH ADA RADANG, KARENA TOXIN DARI KUMANKUMAN PADA CAVITY CARIES MENEROBOS SALURAN DENTIN DAN MASUK KERUANGAN PULPA,SEBAGAI REAKSI DARI PULPA TERJADILAH HYPERAEMI,KARENA VOLUME PULPA TETAP BESARNYA,MENYEBABKAN PENEKANAN PADA URAT SARAF PULPA, DAN INILAH MENIMBULKAN RASA SAKIT KELAINAN SUBJEKTIF :

2.

GINGGIVEKTOMY YAITU MENGANGKAT JARINGAN GINGGIVA YG MENGALAMI KELAINAN MIS : A. GIGANTIC TERJADI PEMBESARAN JARINGAN MENYERUPAI TUMOR. CARANYA : GUSI DIBUKA, JARINGAN DIANGKAT, GUSI DITUTP KEMBALI B. GINGIVITIS ALVEOLECTOMY YAITU PENGANGKATAN/PEMO TONGAN TULANG ALVEOLUS ALVEOLECTOMY DILAKUKAN PADA :

RASA SAKIT PADA RANGSANGAN CHEMIS, THERMIS DAN PHISIS OLEH SISA MAKANAN YG TERTINGGAL,JADI SAKIT SEWAKTU KEMASUKAN MAKANAN SAKIT PADA RANGSANGAN DINGIN SAKIT TIDAK PENDERITA DAPAT TIDUR HEBAT, MASIH

3.

PROTHESA(PEMBU ATAN GIGI PALSU)AGAR TERLETAK BAGUS DI TULANG RAHANG DAN TIDAK ADA TULANG ALVEOLUS YG MENONJOL

KEMATIAN PULPA : NECROSIS PULPAE, GANGRENE PULPAE IRRITATIO N PULPAE KELAINAN ANATOMIS ENAMEL ATAU SEMEN GIGI HILANG, OLEH KARENA BANYAK SEBAB, MIS CARIES, INCISAL FRAKTUR. KELUHAN SUBJEKTIF :

RASA SAKIT HILANG,SESUDAH BEBERAPA MENIT RANGSANGAN DIHILANGKAN

TIDAK ADA RASA SAKIT SPONTAN PEMERIKSAAN OBJEKTIF : EXTRA ORAL : TIDAK ADA APA2 (T.A.A) INTRA ORAL :

TIDAK ADA PERASAAN SAKIT ( TERASA NGILU ) SAKIT PADA DAYA MEKANIS,SEPERTI KENA SIKAT GIGI ATAU DITEKAN KUKU SAKIT PADA MAKANAN YG HYGROSKOPIS SEPERTI GULA

INSPEKSI : TERLIHAT CARIES PERCUSI DAN TEKANAN : T.A.A

SETELAH PENCABUTAN GIGI 4. GRANULOECTOMY MIS : GIGI SUDAH LAMA BERLOBANG SEHINGGA TERJADI PROSES YG BERTAHUN-TAHUN,JIKA PADA AKAR GIGI TERJASI INFEKSI YG BERULANGULANG MAKA PADA AKAR GIGI AKAN TUMBUH JARINGAN MENYERUPAI GRANULOM.MAKA HARUS DILAKUKAN GRANULOECTOMY DAHULU

SAKIT PADA MAKANAN ASAM PEMERIKSAAN OBJEKTIF : EXTRA ORAL : TIDAK ADA KELAINAN INTRA ORAL :

INSPEKSI ADA CARIES SUPERFICIAL

SONDAGE : ADA CARIES MEDIA, TERASA NGILU / SAKIT. RASA SAKIT HILANG SETELAH SONDE DIANGKAT THERAPY : PENAMBALAN PULPITIS ACUTA PARTIALIS

PADA KEADAAN INI,SEBAGIAN DARI JARINGAN PULPA MENGALAMI KERADANGAN,KARENA KUMAN2 MULUT SUDAH MASUK KE PULPA KELUHAN SUBJEKTIF :

PADA GIGI ATAS RASA SAKIT MENJALAR KEPELIPIS,SEDANGKAN PADA GIGI BAWAH RASA SAKIT MENJALAR KE TELINGA PEMERIKSAAN OBJEKTIF :

PALPASI,PERC USI DAN TEKANAN : T.A.A SONDAGE : CARIES PROFUNDA, PULPA SERING SUDAH TERBUKA DAN SAKIT, RANGSANGAN PANAS SAKIT : PENAMBALAN PERAWATAN

SAKIT PADA WAKTU KENA MAKANAN SAKIT RANGSANGAN DAN DINGIN PADA PANAS

EXTRA ORAL : TIDAK ADA PEMBENGKAKAN,KELEN JAR REGIONER DALAM KEADAAN AKUT INTRA ORAL :

SAKIT SPONTAN, TERUTAMA PADA MALAM HARI,SEHINGGA MENGANGGU TIDUR

INSPEKSI TERLIHAT CARIES

THERAPY DENGAN SARAF GIGI

PENDERITA MASIH DAPT MENUNJUKKAN GIGI YG SAKIT PEMERIKSAAN OBJEKTIF : EXTRA ORAL : TIDAK ADA PEMBENGKAKAN,KELEN JAR REGIONER DALAM KEAADAN AKUT INTRA ORAL :

PALPASI : MUNGKIN GIGI GOYANG PERCUSI SAKIT TEKANAN SAKIT : :

KELAINAN PROGRESSIF DARI PULPA (PULPA POLIP) DINAMAKAN JUGA PULPITIS KRONIKA GRANULOMATOSA SERING TERJADI PADA ANAK2, KARENA :

INSPEKSI TERLIHAT CARIES

: THERAPY DENGAN SARAF GIGI

PERCUSI : SAKIT KARENA ADANYA GETARAN TEKANAN ---:

SONDAGE : IDEM PULPITIS PARTIALIS,MU NGKIN PULPA TERBUKA : PENAMBALAN PERAWATAN

MOLAR SATU TETAP TUMBUH LEBIH DULU,YAITU PADA USIA 6 TAHUN,SEHINGGA DIPAKAI MENGUNYAH LEBIH DULU TUMBUH PADA PERIODE PENYAKIT ANAK KURANG MENDAPAT PERAWATN OLEH ANAK,MAUPUN IBUNYA MASIH MENYANGKA GIGI SUSU

TEST : DINGIN SAKIT THERAPY : PENAMBALAN DENGAN PERAWATAN SARAF GIGI PULPITIS ACUTA TOTALIS DISINI SELURUH JARINGAN PULPA SUDAH MENGALAMI PERADANGAN SECARA KLINIS SUKAR MENBEDAKAN ANTARA PULPITIS PARTIALIS DENGAN TOTALIS.DISINI JARINGAN PERIDONTIUM SUDAH MERADANG (SEBAGIAN) KELUHAN SUBJEKTIF :

SONDAGE : CARIES PROFUNDA,RE AKSI SAKIT PANAS DAN

PULPITIS CHRONICA MENJADI CHRONIS ATAU TIDAK TERGANTUNG 3 FAKTOR : VIRULENSI KUMAN2, BANYAKNYA KUMAN YG MASUK, DAYA TAHAN TUBUH KELUHAN SUBJEKTIF :

RUANGAN PULPA LEBAR DAN ALIRAN DARAH BANYAK KELUHAN SUBJEKTIF : TIDAK ADA KELUHAN,PROSES KRONIS

PENDERITA PERNAH SAKIT YG HEBAT, KEMUDIAN LENYAP

PENDERITA TDK DAPAT MENPERGUNAKAN GIGI TERSEBUT SEHINGGA MENGUNYAH PADA 1 SISI SAJA PEMERIKSAAN OBJEKTIF :

EXTRA ORAL : KELENJAR REGIONER CHRONIS,TIDAK ADA PEMBENGKAKAN INTRA ORAL :

HANYA JIKA BENDA KERAS MASUK KAMAR PULPA, TERASA SAKIT SEDIKIT DAN MENGELUARKAN DARAH KARENA POLIP TIDAK DILAPISI EPHITEL YG MENUTUPI PEMERIKSAAN OBJEKTIF :

EXTRA ORAL : T.A.A INTAR ORAL : INSPEKSI : TERLIHAT CARIES YG TERTUTUP OLEH POLIP, BANYAK KARANG GIGI

SEPERTI PADA PARTIALIS,HANYA PADA DERAJAT YG LEBIH HEBAT PENDERITA TIDAK BISA TIDUR PENDERITA DAPAT MENUNJUKKAN MANA YG SAKIT TIDAK LAGI GIGI

INSPEKSI : TERLIHAT CARIES, TERLIHAT BANYAK KARANG GIGI, SEBAB REGION GIGI ITU TIDAK DIGUNAKAN UNTUK MENGUNYAH, SELF CLEANING TIDAK ADA

SONDAGE : TAK SAKIT, MUDAH BERDARAH THERAPY : PENAMBALAN DENGAN PERAWATAN SARF GIGI KECUALI CROWN DEMIKIAN RUSAK,DICABUT PERBEDAAN ANTARA GINGIVAL POLIP DAN PULPA POLIP : PULPA POLIP : TIDAK DILAPISI EPHITEL, WARNA

MERAH TUA, PERMUKAAN KASAR DAN TIDAK LICIN, SONDAGE TIDAK SAKIT DAN MUDAH BERDARAH GINGIVAL POLIP : DILAPISI EPHITEL, MERAH MUDA (SAMA GINGIVA), HALUS DAN RATA, SAKIT, TIDAK MUDAH BERDARAH PEMBENTUKAN CONCREMENTS PULPAE

a.

DIDALAM RUANGAN PULPA,KADANG2 TERJADI PERTUMBUHAN SECUNDAIR DENTIN ATAU NOVODENTIN ATAU REITZDENTIN.DENTIN INI TUMBUH KARENA ADA RANGSANGAN DARI LUAR,DAN PERTUMBUHANNYA PADA PERMUKAAN DALAM DARI DENTIN KEARAH DALAM,SEHINGGA RUANGAN PULPA MENJADI KECIL.YG MENBENTUK IALAH SEL2 ODONTOBLAST YG DIRANGSANG,UMPAMA ADA CARIES,ATRISI,ABRASI, EROSI.BEDA DENTIN BIASA DENGAN NOVODENTIN IALAH : PADA NOVODENTIN : CANAL LEBIH SEDIKIT,WARNA LEBIH TUA

CARIES YG TIDAK DIOBATI BILA TERJADI PADA GIGI YG MASIH ADA CROWN NYA, DENGAN CARIES, DINAMAKAN KRONIS PERIODONTITIS OLEH KARENA GANGRENE PULPAE LAMA-KELAMAAN, CROWN NYA AKAN HANCUR DAN TINGGAL AKARNYA,MAKA DINAMAKAN KRONIS PERIODONTITIS OLEH KARENA GANGRENE RADIX PEMERIKSAAN PENYAKIT GIGI DAN MULUT

KONSISTE NSI LUNAK ATAU KERAS FLUKTUAS I + ATAU WARNA PEMBENGKAKAN SUHU DITEMPAT PEMBENGKAKAN PINGGIRA N RAHANG TERABA ATAU TIDAK CREPITASI KONSISTE NSI KELENJAR REGIONAL :

I.

PERTAMATAMA PERHATIKAN :

a.

NAMA : PENTING UNTUK IDENTIFIKASI KARENA TIAP ORANG DIAGNOSA BERLAINAN

b.

UMUR : PENTING UNTUK MENENTUKAN SESUATU KELAINAN YG TIMBULNYA PADA USIA2 TERTENTU

KELENJAR MEMBENGKAK, KERAS, PERABAAN TIDAK SAKIT : PROSES CHRONIS

c.

KELAMIN : HIPERTHROPY GIGINVA SERING DIJUMPAI PADA WANITA HAMIL KARENA PENGARUH HORMONE

KELENJAR MEMBENGKAK, LUNAK DAN PERABAAN SAKIT : ACUTE

d.

b.

KADANG2 DIDALAM PULPA TERBENTUK BULATAN PUTIH SEPERTI MUTIARA (WHITE SPOT) YG DISEBUT DENTICLE NECROSIS PULPAE ETIOLOGI : TRAUMA, CHEMICAL IRRITATION (SEBAGAI IRRITASI DARI BAHAN2 TUMPATAN GIGI, MIS : BAHAN TUMPATAN YG MENPUNYAI PH YG RENDAH MENYEBABKAN KEMATIAN PULPA TANPA ADA KUMAN2 MASUK GIGI MENJADI HITAM) GANGRAE NA PULPAE ETIOLOGI :

II.

PEKERJAAN : SERING DIDAPATKAN SUATU KELAINAN YG TERDAPAT PADA GINGIVAL KARENA IMPREGNASI DARI LOGAM2 BERAT PADA GINGIVAL DISEBABKAN PEKERJAAN YG BERHUBUNGAN DENGAN LOGAM BERAT ANAMNESE PEMERIKSAAN OBJEKTIF :

KELENJAR MEMBESAR, KERAS DAN SAKIT : PROSES CHRONIS DENGAN EXACERBASI ACUTE PEMERIKS AAN INTRA ORAL INSTRUMENT YG DIPERGUNAKAN : A. 2 BUAH KACA MULUT (MOUTH MIRROR),SATU NUTUK MENYINGKAP PIPI,SATU SEBAGAI REFLECTOR B. 1 BUAH SONDE,GUNANYA :

3.

III.

1.

STATUS PRAESENS DILIHAT KEADAAN UMUN PENDERITA : KESADARANNYA, TAMPAK SAKIT ATAU TIDAK, ANAEMIS ATAU TIDAK, KEADAAN GIZINYA

U NTUK MENENTU KAN DALAM NYA CARRIES

2.

MERUPAKAN PROSES KELANJUTAN DARI PULIPITIS TOTALIS, PULPA TERBUKA, KUMAN2 TERUS MASUK KE PULPA, MENGADAKAN PEMBUSUKAN, PULPA MENJADI GANGREN, BAU INDOL-SCATOL.

PEMERIKS AAN EXTRA ORAL PEMBENGKAKAN ADA ATAU TIDAK, JIKA ADA MAKA DIPERIKSA :

U NTUK MENBERIK AN RANGSAN GAN PADA PULPA

REGION PEMBENGKAKAN BESARNY A PEMBENGKAKAN NYERI TEKAN ATAU TIDAK

U NTUK MELIHAT PULPA TERBUKA ATAU TERTUTUP

C. 1 BUAH EXCAVATOR,UNTU K MENBERSIHAKN CARIES AGAR MENDAPATKAN PANDANGAN LEBIH JELAS D. 1 BUAH PINSET,UNTUK MENJEPIT KAPAS KEMUDIAN KITA PERIKSA : ORAL HYGIENE,ORAL MUCOSA,GIGI GELIGI PEMERIKS AAN CARIES DENTIS

7.

PENCIUMAN, PADA GIGI YG GANGRENE BAU INDOL-SCATOL 8. TRANSILLUMINASI DENGAN MENGGUNAKAN MOUTH LAMPS, MAKA : GIGI YG NON VITAL MENBERIKAN BAYANGAN SURAM DAN GELAP

TERJD OK GGUAN ECTODERMAL YG MALAMI PROLIFERASI & DIFERENSIASI MNJD SEL YG LEBIH SPESIFIC (ECTODERMAL DYSPLASIA) DIJUMPAI PD ECTODERMAL DYSPLASIA TERHALANG PROLIFERASI & DIFERENSIASI MNYBBKAN SEJUMLAH /SELURUH GIGI TDK BERLUBANG TIPE INI SESUAI DGN ANHIDROTIK ECTODERMAL DYSPLASIA. CTHNYA :SWEET GLANDS, HAIR FOLLICLES (FOLLICLES RAMBUT) & KUKU BIASANYA HEREDITER : I 1 TUMBUH SERING TERJADI PADA : MAXILLAY LATERAL INCISIPUS (I2 ATAS); M3; FIRST BICUSPID (P1) ANADONTIA BIASANYA HEREDITER DARI KE 2 ORTU & KETURUNAN MUNGKIN AKAN MPNYI GIGI YG SAMA YG TDK TUMBUH

9. -

INDUKSI LISTRIK ( ELECTRIC PULP TESTING) PADA GIGI YG RADANG,REAKSI CEPAT,ARTINYA DIBAWAH ARUS IRRITATION POINT PADA GIGI YG SEHAT PADA GIGI NON VITAL,REAKSI NEGATIF GOYANG

1.

TENTUKAN LOKALISASINYA. PADA SISI MANA, SEPERTI :

OKLUSAL,I NCISAL BUKAL,LA BIAL

2.

MESIAL DISTAL LINGUAL,P ALATINAL TENTUKAN DERAJAT DALAM NYA CARIES SUPERFICIAL,MEDIA ATAU PROFUNDA ( PERFORATED DAN TIDAK PERFORATED )

10. DERAJAT

GIGI DERAJAT : I : DIRABA +, DILIHAT II : BISA DIRABA DAN DILIHAT III : DAPAT DIGOYANGKAN DENGAN LIDAH IV : DAPAT DITEKAN VERTICAL

3.

PERKUSI GIGI DENGAN TANGKAI KACA MULUT KITA KETOK GIGINYA, PADA PERIODONTITIS, REAKSI +

11. PEMERIKSAAN
FOTO ROENTGEN UNTUK MELIHAT : CARIES APROXIMAL, DENTAL GRANULOMA, GIGI YG TUMBUH MIRING ATAU TERTANAM (IMPACTE), KISTA, ABSCESS, AMELOBLASTOMA, OTEOMYELITIS PADA TUMOR DAPAT DILAKUKAN :

4. 5.

PALPASI,MELIHAT DAERAH PEMBENGKAKAN,KISTA SONDASI UNTUK MENGETAUHUI DALAMNYA CARIES,VITALITEIT PULPA

SERING PADA : DI ANTARA MAXILLARY CENTRAL INCISIPUS (DIANTARA I 1 ATAS = MESIODENS) SUPER NUMERY TEETH SERING PADA : DIANTARA MAXILLARY CENTRAL INCISIVUS (I1 DAN I2 MESIODENS); FIRST BICUSPID (P1); CANINUS; MOLAR

1.

6.

THERMIS TEST,UNTUK MENGETAHUI VITALITEIT DI PULPA,YAIUT DENGAN :

PUNCTIE : UNUTK DD/ABSCESS DAN KISTA

DINGIN BERUPA KAPAS DISEMPROT CHLORAETHYL ,AIR DINGIN

BIOPSY : KEGANASAN SESUATU TUMOR. GANGGUAN PERKEMBANGAN GIGI 1. JUMLAH

DISTOMOLAR ; GIGI TUMBUH DI DISTAL (BELAKANG) DARI MOLAR YG TERAKHIR 2. PARAMOLAR , GIGI TUMBUH DI BAGIAN BUKAL DARI MOLAR TERAKHIR 2. WAKTU ERUPSI

1.
2. -

PANAS BERUPA GUTTAP YG DIPANASKAN DI API ATAU AIR PANAS

TERJADI KETIKA SEMUA ATAU BEBERAPA GIGI GAGAL TUMBUH (KURANG DARI NORMAL) : AGENESIS; ANADONTIA ATAU GIGI TUMBUH BERLEBIHAN : HIPERDONTIA; SUPERNUMERY TEETH AGENESIS

DINI TERJD OK HIPERFUNGSI DR PITUITARY (THYROID GLAND) LAMBAT SECARA KESELURUHAN YI BILA PERTUMBUHAN KESELURUHAN DR ANAK TERGANGGU (GGUAN KESEHATAN OK TERLAMBATNYA PERKEMBANGAN ORGAN LAIN : SECARA KESELURUHANNYA)

BILA HANYA SATU SAJA GIGI YG LAMBAT TUMBUH, MAKA DPAT DISEBABKAN OLEH :

POSISI ABNORMAL, CTH NYA: M 3 LAMA TUMBUH, BENIH ADA TP TUMBUH OK POSISI ABNORMAL TERHAMBATNY A OLEH GIGI TETANGGA, CTHNYA : C, M3 , CANINUS SERING INPAKSI (TERBENAM) SHGGA SAKIT PD GIGI SEBELAH

SMALL PEG SHAPED TOOTH (A PEG LATERAL) 5. FORMASI TERJD PD SETIAP TINGKAT PERTUMBUHAN GIGI/ANADONTIAGENESIS, TDD :

TERJD OK MATURASI MATRIX ENAMEL BIASANYA UNIFORM (SMUA GIGI) ICM TDK TERLALU JELEK/MGGU ESTETIKA

AMELOGENESIS IMPERFECTA : GGUAN PADA ENAMEL

3. POSISI GGUAN POSISI SERING PD I2 & C DISBBKAN OK : TRANSPOSISI I2 & C DIS LETAK BENIH SALAH

LENGKUNG GIGI SEMPIT OK PERKEMBANGAN GIGI YG TDK BAIK DIMANA GIGI DECIDUI TERLALU CEPAT DICABUT OK SAKIT ATAU CARIES. FX GIGI DECIDUI : UTK MEMBENTUK LENGKUNG GIGI & MEMPERCEPAT TEMPAT BG GIGI PERMANEN

DENTINOGENESIS IMPERFECTA : GGUAN PADA DENTIN GGUAN FORMASI BISA TERJD PD SETIAP TINGKATAN ODONTOGENESIS A. AMELOGENESIS IMPERFECTA ADALAH DIMANA AMELOBLAST TDK MAMPU / TDK BERHASIL MENGADAKAN DIFERENSIASI GIGI DGN SEMPURNA. AMELOBLAST ADALAH SEL PRIMORDIAL YG AKAN MEMBENTUK EMAIL AMELOGENESIS IMPERFECTA DPT TERJADI PADA : SELURUH GIGI 1 GIGI

GIGI TIPIS SHGGA KEKERASAN DENTIN TDK CUKUP (SOFT CHALKY CONSISTENSI) BNETUK, UKURAN, KONTOUR GIGI : NORMAL WARNA GIGI COKLAT CTH GGUAN PBNTUKAN MATRIX ENAMEL PADA 1/3 INCISAL DR I1 : WARNA COKLAT TUA SAMPAI KEHITAM2AN

SEBAGIAN DR FACIES GIGI, MIS : PD FACIES BUKALIS DLL GIGI DECIDUI ATAU PERMANEN BIASANYA HEREDITER AMELOGENESIS IMPERFECTA TERJD OK :

TERJD OK DEMAM TINGGI, INFEKSI AKUT PD WAKTUI PERTUMBUHAN HUTCHINSON INCISORS DI INCISIVUS TYERDPT GEJALA HYPOPLASI , YG BIASANYA SERING TERJD OK BERSAMAAN PD ORANG TUA YG MENDERITA CONGENITAL SIPHILIS HYPOPLASIA CIRI 2 : BENTUK GIGI MNYEMPIT DI MESODISTAL PD GIGI

PENCABUTAN GIGI DECIDUI TERLALU CEPAT DAPAT MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN RAHANG 4. UKURAN GIGANTISME (>>) : GIGII BESAR DR NORMAL , DPT TERJADI PADA SEMUA GIGI, SEPASA NG ATAU HARGA CROWN ATAU DELAY

GGUAN WAKTU PEMBENTUKAN MATRIX ENAMEL, GANGGUAN PADA MATURASI HIPOPLASI

GGUAN KALSIFIKASI HIPOKALSIFIKASI ATAU HIPOMINERALISASI 1. HYPOCALSIFIKASI/ HIPOMINERALISASI : TERJD PERUBAHAN WARNA GIGI GIGI MNJD KEKUNINGAN KONSISTENSI LUNAK SEPERTI : KAPUR , INI MASALH ESTETIS PD PENDERITANYA 2. HYPOPLASIA PEMBENTUKAN METRIX ENAMEL TDK SEMPURNA

DWARFISM (<<) : SERING PD M3 DAN I2. PADA M3 , OK : TERPENDAM; TUMBUH MIRING; TIDAK TUMBUH SAMA SEKALI (ANADONTIA) PADA I2 ATAS (LATERAL INCISIPUSSECOND INCISIPUS0 BENTUKNYA DISEBUT A

GGUAN PD MATURASI (PEMATANGAN), BISA SSAJA BENTUK GIGI BAGUS, TAPI MATURASINYA TERGANGGU CTH GGUAN MATURASI : ADA SUATU KEADAAN YG DISEBUT HEREDITER BROWN HYPOPLASIA, DENGAN TANDA2NYA :

DIJUMPAI PD GIGI : MAXILLARY CENTRAL INCICORS (I 1 ATAS); M1 PERMANENT ATAS PADA GIGI DECIDUI YG MENGALAMI PULPITIS ; PERIAPICAL LESIONS AKIBATNYA AKAN MEMPENGARUHI GIGI PERMANENT YG MENGALAMI GGUAN DISEBUT TURNERS TEETH (DIJUMPAI PD CENTRAL INCISIVUS (I 1) FLUROSIS ADALAH JENIS HYPOPLASIA OK KONSUMSI AIR MINUM YG MNGANDUNG FLUOR > 1 PPM. FLUOR DPT MENCGAH MATURASI (PEMATANGAN) YG SEMPURNA DR GIGI SHGGA PRODUKSI SUATU ENAMEL YG CAPACITY & POROSITY KEROPOS CIRI2 FLUOROSIS : MUDAH RENTAN FRAKTUR; RENTAN THDP ATRISI; IMUN THDP KARIES; WARNA GIGI ABU2 SAMPAI BROWN B. DENTINOGENESIS IMPERFECTA ADALAH KERUSAKAN PD MESODERM (GGUAN PADA ODONTOBLAST) YG TDK BERHASIL MENGADAKAN DIFFERENSIASI YG SEMPURNA SEHINGGA

STRUKTUR DENTIN TDK NORMAL ENDAPAN KALSIUM KURANG DISBANDING YG NORMAL WARNA GIGI BERWARNA (COKLAT,BIRU,BENING) KONSISTENSI LEBIH LUNAK/ELASTIS OK KURANG CALCIUM DISBANDING DENTIN N RADIOGRAFIK : SAL DENTIN TDL ADA PADA ANAK USIA 12-15 THN. RUANG PULPA & SERABUT AKAR TAK ADA , GIGI MENIPIS AMAT CEPAT SAMPAI SEBATAS GUSI DI I TERJD HAMPIR BERSAMAAN DGN OSTEOGENESIS IMPERFECTA SHGGA DISEBUT SYNDROMA CONGENITAL MESODERMAL DYSPLASI STAINING OF THE TEETH ADANYA PERUBAHAN WAENA GIGI, BERASAL DR : FACTOR EXTRINSIC; FACTOR INTRINSIC FAKTOR EXTRINSIC TERJD OK PERUBAHAN WARNA GIGI SETELAH GIGI TUMBUH, OK DEPOSIT GIGI YG MENEPEL PD PERMUKAAN LAR GIGI CTH :MEROKOK, MAKAN SIRIH, TIDAK SIKAT GIGI, MINUM SIRUP YG BERWARNA, OBAT2AN FACTOR INTRINSIC TERJD SELAMA PROSES KALSIFIKASI GIGI TERJD SESUDAH PROSES KALSIFIKASI OK ADANYA PENGARUH SISTEMIK CTH : PD PENYAKIT CONGENITAL JAUNDICE : GIGI BIRU KEUNGU2AN KONGENITAL MORFILIA PEMBERIAN OBAT TETRACYCLINE PD WANITA HAMIL ATRISI :PROSES YG FISIOLOGIS YI PENGHILANGAN JARINGAN GIGI OK PROSES PENGUNYAHAN (MESTIFIKASI) -PD MOOTTLED ENAMEL TERJD PROSES ATRISI SCR FISIOLOGIS YG LEBIH BANYAK DIBANDING ATRISI GIGI YG NORMAL MIS;MEROKOK ABERSI : KEHILANGAN ENAMEL OK ADNAY DAYA MEKANIS ATAU FACTOR TRAUMATIC

CTH :SIKAT GIGI YG SALAH (BENTUK V); TRAUMA; MEROKOK DGN PIPA; TUKANG YG MEMEGANG PAKU DIGIGINYA EROSI : KEHILANGAN ENAMEL GIGI OK FACTOR. KIMIA YG TDK BERHUB DGN KUMAN2 . CTHNYA : MINUM AIR JERUK YG TERLLU SERING CONCRESCENSE : PENYATUAN GIGI PD CEMENTUM TERJD PD M2 & M3 MAXILLA , DIMANA MALAMI POSISI YG ABNORMAL. MIS : AKAR BERDEKATAN SHGGA PMBTKN SEMENTUM GIGI BAERSATU SECARA KLINIS TAPI OK DIA YG TERLIHAT ADALAH CROWN PADA M3 SERING TERJD OK DIALETAKNYA SANGAT DEKAT DGN M2. CEMENTUM ADALAH LAPISAN TERLUAR DR AKAR ENAMEL PEARL : SUATU MASSA KECIL DR ENAMEL YG BULAT DGN D= 1-4 MM YG MELEKAT PD PERMUKAAN AKAR, COVERED BY ENAMEL (TERBENTUK DR ADANYA PERSISTENSI DR ADANYA PERSISTENSI DE LAPISAN HERTWIG DI ENAMEL GEMINISME : SEBAGIAN EMEIL TERBELAH MBENTUK 1 GIGI YG PUNYA 2 MAHKOTA TAPI KADANG2 TDK LENGKAP, HANYAINCISAL AKARNYA SATU SEARA KLINIS KLINIS KELIHATAN OK KITA BICARA SOAL CROWN TAPI KADANG2 DIA TAK NAMPAK DI LEHER GIGI HANYA DIBAGIAN INCISAL FUSCION 2 GIGI YG SALING BERDEKATAN ADALAH FUSI & 1 GIGI NORMAL DGN GIGI SUPERNUMERY TEETH. TAPI FUSION ADA 2 AKARNYA PD RADIOLOGY FUSION : TRUE : 1 AKAR, 1 CANALIS FALSE : 1 AKAR 2 CANALIS DRG.LUCINA

LESI ULSERATIF, VESIKULAR DAN BULOSA

LESI LESI

1.

PASIEN DENGAN LESI MULTIPLE AKUT : ACUTE VIRAL STOMATIS, ERITEMA MULTIFORME, ULSER MULUT SEBAGAI AKIBAT TIDAK LANGSUNG DARI KEMOTERAPI PADA KANKER, ACUTE NECROTIZING ULCERATIVE GINGIVITIS

2.

PASIEN DENGAN ULSER MULUT REKUREN : RECURRENT APTHOUS STOMATIS, BEHCETS DISEASE, INFEKSI VIRUS HERPES SIMPLEKS REKUREN

3.

PASIEN DENGAN LESI MULTIPEL KRONIK : PEMPHIGUS VULGARIS, PEMPHIGUS VEGETANS, PEMPHIGOID BULOSA, CICATRICAL PEMPHIGOID, LEKEN PLANUS EROSIF DAN BULOSA PASIEN DENGAN ULSER TUNGGAL : HISTOPLASMOSIS, BLASTOMYCOSIS, MUCORMYCOSIS, INFEKSI VIRUS HERPES SIMPLEKS KRONIS LESI DERMATOLOGI DIKLASIFIKASIKAN MENURUT GAMBARAN KLINISNYA DAN MELIPUTI LESI LESE BERIKUT INI:

4.

MAKULA : SUATU LESI YANG DATAR DAN BERBATAS TEGAS SERTA KELIHATAN JELAS KARENA PERUBAHAN DARI WARNA KULIT YANG NORMAL. WARNA BISA MERAH KARENA ADANYA LESI VASKULAR ATAU PERDANGAN ATAU BERPIGMEN KARENA ADANYA MELANIN, HEMOSIDERIN DAN OBAT OBATAN.

PAPULA : LESI YANG SOLIT LEBIH TINGGI, DIATAS PERMUKAAN KULIT DAN DIAMETERNYA LEBIH KECIL DARI SATU SENTIMETER.

PLAK : LESI PADAT YANG LEBIH TINGGI DARI JARINGAN DISEKITARNYA, BERDIAMETER LEBIH BESAR DARI 1

SENTIMETER. MERUPAKAN YANG BESAR.

PAPULA

NODUL : LESI INI TERDAPAT JAUH DIDALAM DERMIS DAN EPIDERMIS DAPAT DIGERAKKAN DENGAN MUDAH DIATASNYA.

VESIKEL : BLISTER YANG LEBIH TINGGI DARI JARINGAN SEKITARNYA, MENGANDUNG CAIRAN BENING YANG DIAMETERNYA KURANG DARI 1 CM.

BULA : LESI SEPERTI BLISTER YANG LEBIH TINGGI DARI JARINGAN DISEKITARNYA, DIAMETER LEBIH DARI 1 CM

EROSI : LESI MERAH DAN BASAH, SERING DISEBABKAN OLEH PECAHNYA VESIKEL ATAU BULA DAN JUGA OLEH TRAUMA

PUSTULA : LESI YANG LEBIH TINGGI DARI JARINGAN DISEKITARNYA DAN MENGANDUNG BAHAN PURULEN.

ULSER : SUATU DEFEK DALAM EPITELIUM, MERUPAKAN SUATU LESI YANG DANGKAL DAN BERBATAS TEGAS, DAN LAPISAN EPIDERMAL DIATASNYA TELAH HILANG. PURPURA : LESI YANG DATAR BERWARNA KEMERAHAN SAMPAI UNGU DISEBABKAN OLEH DARAH. TIGA PAKET INFORMASI YANG HARUS DIDAPATKAN DAHULU DALAM RIWAYAT AKAN MEMBANTU OPERATOR UNTUK DENGAN CEPAT MENGKATEGORIKAN PENYAKIT SEORANG PASIEN DAN MENYEDERHANAKAN DIAGNOSANYA: BERAPA LAMA LESI ITU SUDAH ADA (LESI AKUT ATAU KRONIS), RIWAYA YANG LALU TENTANG LESI-LESI SERUPA (PENYAKIT PRIMER ATAU REKUREN), DAN BERAPA BANYAK LESI YANG ADA (TUNGGAL ATAU JAMBAK). 1. ACUTE VIRAL STOMATITIS

TIGA MACAM VIRUS: HERPES SIMPLEKS, COXSACKIE VIRUS, DAN VARISELA ZOSTER VIRUS. INFEKSI VIRUS HERPES SIMPLEKS PRIMER VIRUS TERSEBUT TELAH DIKETAHUI DAPAT MENYEBABKAN ENSEFALITIS, DERMATITIS, KERATOKONJUNGTIVITIS, INFEKSI GENITOURINARIA DAN PENYAKIT PENYAKIT YANG MENYEBAR DALAM DIRI BAYI YANG BARU LAHIR DAN DICURIGAI JUGA SEBAGAI PENYEBAB DARI KANKER SERVIKS, MULUT DAN FARING. MANIFESTASI KLINIK PADA ORAL HERPES PRIMER PASIEN AKAN MEMILIKI RIWAYAT GEJALA GEJALA PRODROMAL UMUM YANG MENGAWALI LESI LEKOALNYA SELAMA SATU SAMPAI DUA HARI. INI SANGAT MEMBANTU DALAM MEMBEDAKAN INFEKSI VIRUS INI DARI STOMATITIS ALERGIKA ATAU CRITEMA MULTIFORME, DIMANA LESI LOKAL DAN GERJALA SISTEMIKNYA MUNCUL BERSAMAAN. GEJALA GEJALA UMUM INI MELIPUTI DEMAM, SAKIT KEPALA, MALAISE, MUAL DAN MUNTAH.KIRA KIRA SATU SAMPAI DUA HARI SETELAH PRODORMAL, VESIKEL KECIL AKAN MUNCUL PADA MUKOSA MULUT. SUATU KRITERIA DIAGNOSTIK YANG PENTING PADA PENYAKIT INI ADALAH GAMBARAN DARI SUATU GINGIVITIS MARGINAL AKUT DISELURUH MULUT. SELURUH GINGIVA MULUT EDEMATOUS DAN MERADANG. TERAPI TINDAKAN SUPORTIF YANG RUTIN MELIPUTI PEMBERIAN ASPIRIN ATAU ACETAMINOPHEN UNTUK MENGATASI DEMAM DAN CAIRAN GUNA MEMPERTAHANKAN DEHIDRASI YANG SELAYAKNYA DAN KESEIMBANGAN ELEKTROLIT. ANTIBIOTIK TIDAK MEMBANTU DALAM TERAPI HERPES PRIMER, DAN PENGGUNAAN KORTIKOSTREROID MERUPAKAN SUATU KONTRAINIKASI. 2. ERITEMA MULTIFORM MERUPAKAN SUATU PENYAKIT AKUT DARI KULIT DAN MEMBRANA MUKOSA YANG DAPAT

MENYEBABKAN BEBRAPA JENIS LESI KULIT KARENANYA DINAMAI MULTIFORME. LESI MULUT, VESIKEL YANG KHAS YANG CEPAT PECAH DAN BULA MERUPAKAN GAMBARAN KLINIS YANG PENTING. ERITEMA MULTIFORM DAPAT TERJADI SEKALI ATAU KAMBUH. ETIOLOGI DIPERANTARAI OLEH SUATU DEPOSISI DARI KOMPLEKS IMUN DALAM MIKROVASKULATUR DARI KULIT DAN MUKOSA. FAKTOR-FAKTOR SPESIFIK MELIPUTI ALERGI MAKANAN, ALERGI OBAT, REAKSI TERHADAP MIKROORGANISME, RADIOTERAPI, PENYAKIT SISTEMIK DAN NEOPLASIA. BERKAITAN DENGAN REKUREN HERPES LABIALIS. BERKAITAN DENGAN FAKTOR STRES ATAU EMOSIONAL. MANIFESTASI KLINIK GEJALA UMUM

SERING DITEMUKAN PADA ANAK KECIL DAN PADA DEWASA MUDA. DEMAM DAN MALAISE TERLIHAT DALAM BEBERAPA KASUS. JIKA TIDAK BERGEJALA DAN DALAM WAKTU KURANG DARI 24JAM AKAN MEMPERLIHATKAN LESI EKSPLOSIF DIKULIT DAN MUKOSA. ERITEMA MULTIPLE SIMPLEKS MERUPAKAN BENTUK PALING RINGAN, DITANDAI DENGAN MAKULA SERTA PAPULA YANG BERDIAMETER 0,5 CM SAMPAI 2 CM, MUNCUL DENGAN DISTRIBUSI YANG SIMETRIS. DIDAERAH KULIT YANG PLING SERING TERSERANG ADALAH TANGAN, KAKI DAN PERMUKAAN EKSTENSOR DARI SIKU SERTA LUTUT. VESIKOBULOUS YANG MENYELURUH DARI ERITEMA MULTIFORM DIKULIT, MULUT, MATA DAN GENITALIA DISEBUT

SINDROMA STEVEN JHONSON. GEJALA MULUT DIAGNOSA DITEGAKKAN BERDASARKAN GAMBARAN KLINIS TOTAL TERMASUK SERANGAN LESI YANG CEPAT. DIMULAI DENGAN BULA PADA DASAR YANG KEMERAHAN ULSER TIDAK TERATUR. LESI LEBIH BESAR. LEBIH DALAM DAN BERDARAH. SERANGAN DIBIBIR KHUSUSNYA SANGAT MENCOLOKM DAN SERANGAN DIGINGIVA JARANG TERJADI. DALAM WAKTU 2 ATAU 3 HARI LESI LABIAL AKAN MULAI MENJADI KRUSTA. PENYEMBUHAN TERJADI DALAM WAKTU 2 MINGGU, TETAPI BISA JUGA BERLANJUT BEBERAPA MINGGU LAMANYA. TERAPI KASUS KASUS RINGAN DAPAT DITERAPI DENGAN TINDAKAN SUPORTIF SAJA, TERMASUK OBAT KUMUR ANESTETIK TOPIKAL DAN DIET LUNAK ATAU DIET CAIR. ERITEMA MULTIFORM DERAJAT SEDANG SAMPAI BERAT MUNGKIN DAPAT DIRAWAT DENGAN KORTIKOSTEROID SISTEMIK DALAM JANGKA WAKTU YANG PENDEK. 3. STOMATITIS ALERGIKA REAKSI ANTIGEN ANTIBODY DAPAT MENYEBABKAN PENYAKIT KLINIS PADA MULUT DAN WAJAH. REAKSI ALERGI JUGA DAPAT MENYEBABKAN SUATU ERUPSI VESIKEL MULTIPLE YANG AKUT DAN ULSER DARI MUKOSA MULUT. MANIFESTASI KLINIK STOMATITIS VENENATA, SEPERTI PADA REAKSI ALERGI LAINNYA, DAPAT DISEBABKAN OLEH BERBAGAI MACAM SUBSTANSI YANG MELIPUTI GIGI TIRUAN DARI BAHAN KROM-KOBALT, RESTORASI MAHKOTA DARI EMAS, BAHAN SOLF LINING GIGI TIRUAN, PERMEN KARET, TAMPALAN AMALGAM, GIGI TIRUAN DARI AKRILIK, JEMBATAN CEKANG SEMENTARA, PASTA GIGI DAN ELASTIK ORTODONSI. GAMBARAN KLINISNYA MELIPUTI PEMBENGKAKAN,RETAK RETAK DAN FISUR ( TERBELAH BELAH) DI BIBIR, DESKUAMASI PERIORAL,

DAN EDEMA, CHEILITIS ANGULAR, PEMBENGKAKAN DARI GINGIVA, DAN ULSER DI MULUT. SEMUA LESI MENGHILANG DALAM WAKTU SATU MINGGU SETELAH DIHENTIKANNYA PENGGUNAAN PASTA GIGI. DIAGNOSA PATCH TEST MERUPAKAN SATU SATUNYA TES YANG DAPAT DUGUNAKAN UNTUKMEMBEDAKAN ALERGI KONTAK DARI LESI LAINNYA. DALAM TES INI, ALERGEN YANG DICURIGAI DILETAKKAN PADA KULIT NORMAL YANG TIDAK BERAMBUT. TERAPI TERGANTUNG PADA TINGKAT KEPARAHAN DARI LESINYA, DALAM KASUS KASUS YANG RINGAN PEMBUANGAN ALERGEN AKAN MEMADAI. DALAM KASUS-KASUS YANG PARAH DENGAN DISERTAI ERITEMA ATAU ULSERASI YANG EKSTENSIF, APLIKASI DARI PREPARAT KORTIKOSTEROID TOPIKAL AKAN SANGAT MEMBANTU. 4. ULSER MULUT SEBAGAI AKIBAT TIDAK LANGSUNG DARI KEMOTERAPI PADA KANKER OBAT-OBAT KEMOTERAPEUTIK SERING DIGUNAKAN UNTUK MENCAPAI REMISI BAIK PADA TUMOR-TUMOR YANG SOLID MAUPUN KEGANASAN HEMATOLOGIK. SALAH SATU DARI EFEK SAMPING YANG BIASA TERJADI AKIBAT OBAT ANTI KANKER ADALAH ULSER MULUT MULTIPLE. OBAT ANTI KANKER DAPAT MENYEBABKAN ULSER MULUT SECARA LANGSUNG ATAU TIDAK LANGSUNG. OBAT OBAT YANG MENYEBABKAN STOMATITIS SECARA TIDAK LANGSUNG AKAN MENDEPRESI SUMSUM TULANG DAN RESPON IMUN YANG MEYEBABKAN SUATU INFEKSI INVASIF PADA MUKOSA MULUT. LESI DIMULUT SEBAGAI AKIBAT TIDAK LANGSUNG DARI OBAT KEMOTERAPEUTIK DITANDAI DENGAN ULSER KRONIK YANG BESAR DAN DALAM, SANGAT KHAS, TANPA DISERTAI DENGAN KOYAKAN JARINGAN DAN DENGAN DASAR YANG MENGALAMI PERADANGAN MINIMAL, YANG DAPAT MENYERAG

SEMUAPERMUKAAN MUKOSA. 5. ACUTE NECROTIZING ULCERATIVE GINGIVITIS (ANUG) FAKTOR FAKTOR PREDISPOSISI YANG SANGAT PENTING DALAM MENENTUKAN SERANGAN KLINIS DALAM PENYAKIT INI MELIPUTI FAKTOR-FAKTOR SEBAGAI BERIKUT: FAKTOR LOKAL: 1. PERIKORNITIS 2. MARGIN RESTORASI YANG BERLEBIHAN, MAHKOTA YANG TIDAK CEKAT,INLAY MAUPUN PLAT PROTESA YANG SUDAH LONGGAR, DAERAH KONTAK YANG TIDAK MEMADAI AKIBAT KARIES GIGI ATAU RESTORASI YANG SALAH DAN IMPAKSI MAKANAN. 3. SETIDAP DAERAH DAERAH SETEMPAT DENGAN HYGINE MULUT YANG BURUK 4. GINGIVITIS MARGINAL YANG SUDAH ADA 5. KEBIASAAN MEROKOK FAKTOR SISTEMIK : STRES EMOSIONAL, KELELAHAN, KELAINAN DARAH, DEPRESI PADA SUMSUM TULANG DAN LEUKEMIA, MALNUTRISI MANIFESTASI KLINIK LESI YANG KHAS DARI ANUG TERDIRI DARI ULSERASI YANG DANGKAL DAN NEKROTIK,PALING SERING TIMBUL PADA PAPILA INTERDENTAL DAN GINGIVA MARGINAL. ULSERASI INI PALING MUDAH BISA DILIHAT PADA PAPILA INTERDENTAL AKAN TETAPI ULSERASI BISA TIMBUL DIPIPI, BIBIR DAN LIDAH. TERAPI TERAPI ANUG INI BELUMLAH SELESAI SAMPAI SETELAH DILAKUKANNYA KURETASE GINGIVA YANG LENGKAP DAN ROOT PLANING YANG MELIPUTI PEMBUANGAN SEMUA BAGIAN YANG BERLEBIHAN DARI MARGIN TUMPATAN DAN SEMUA FAKTOR PREDISPOSISILOKAL LAINNYA.SETELAH KUNJUNGAN PERTAMA INI, INSTRUKSI UNTUK TERAPI SENDIRI DIRUMAH SECARA TELITI HARUS DIBERIKAN KEPADA PASIEN, TERUTAMA MENGENAI KUMUR KUMUR DENGAN KENCANG,DAN MENYIKAT GIGI DENGAN LEMBUT DNEGAN

MENGGUNAKAN SEBUH SIKAT GIGI YANG LEMBUT.PASIEN HARUS DISADARKAN TENTANG PENTINGNYA FAKTOR FAKTOR LOKAL MISALNYA HYGENI MULUT YANG BURUK, MEROKOK DAN STRESS. PASIEN DENGAN LESI MULTIPLE KRONIK PEMPHIGUS VULGARIS MERUPAKAN SUATU PENYAKIT BULOSA YANG BERPOTENSI UNTUK BERAKIBAT FATAL PADA KULIT DAN MUKOSA. PEMPHIGUS KINI OLEH SEBAGIAN PENYELIDIK DIKLASIFIKASIKAN SEBAGAI SUATU PENYAKIT AUTOIMUN DIMANA ANTI BODY MELAWAN SUBSTANSI INTERSELULAR DARI EPITELIUM YANG BEKERJA DENGAN KOMPLEMEN DAN MENYEBABKAN KILANGNYA ADHESI DARI SEL KE SEL, DAN MENGAKIBATKAN ACANTHOLYSIS. MANISFESTASI KLINIS LESI DARI PEMPHIGUS VULGARIS TERJADI AKIBAT DESKTRUKSI DALAM LAPISAN SEL SPINOSUM. INI MENYEBABKAN LAPISAN ATAS DARI EPITELIUMNYA TERLEPAS DARI LAPISAN SEL BASAL DAN MENGAKIBATKAN TERJADINYA AKANTOLISIS. LESI KLASIK DARI PEMPHIGUS MERUPAKAN SEBUAH BULA BERFINFING TIPISYANG TERJADI PADA KULIT ATAU MUKOSA NORMAL. BULA INI DENGAN CEPAT AKAN PECAH, AKAN TETAPI TERUS MELUAS DIBAGIAN PERIFERNYA SEHINGGA PADA AKHIRNYA AKAN MENGHASILKAN SUATU DAERAH YANG LUAS DAN TERKELUPAS DARI KULIT TERSEBUT. TANDATANDA YANG KARAKTERISTIK LAINYA DARI SUATU PENYAKIT INI ADALAH BAHWA TEKANAN PADA DAERAH YANG NAMPAK NORMAL TERSEBUT AKAN MENGAKIBATKAN PEMBENTUK SEBUAH LESI YANG BARU. FENOMENA INI DISEBUT TANDA NIKOLSKY, TERJADI AKIBAT LAPISAN ATAS DARI KULIT TERKELUPAS DARI LAPISAN BALASALNYA. MANIFESTASI MULUT DELAPAN PULUH SAMPAI SEMBILAN PULUH PERSEN

DARI PASIEN PENDERITA PEMPHIGUS VULGARIS INI MEMILIKI LESI MULUT. LESI MULUTNYA DIMULAI SEBAGAI SUATU BULA YANG KLASIK DENGAN DASAR YANG TIDAK MERADANG, KEBANYAKAN PARA DOKTER AKAN MENJUMPAI ULSER KLASIK YANG DANGKAL KARENA BULA INI CEPAT PECAH. KEBANYAKAN LESI INI DIMULAI PADA MUKOSA BUKAL,SERING KALI DIDAERAH TRAUMA DISEPANJANG BISANG OKLUSAL.PALATUM DAN GINGIVAL MERUPAKAN TEMPAT YANG LAZIM LAINNYA DARI SERANGAN LESI INI. TERAPI : KORTIKOSTEROID SISTEMIK DAN HARUS DIKONTROL. PASIEN DENGAN ULSER MULUT REKUREN RECURENT APTHOSUS STOMATIS (RAS) ADALAH ULSER YANG TERJADI BERULANG ULANG PADA MUKOSA MULUT. KADANG2 DAPAT MENGENAI PHARINX DAN TONSIL. FAKTOR PREDISPOSISI: A. HEREDITER : ORANG TUA TERKENA DAPAT TERJADI PADA ANAK

b.

TRAUMA : BEKAS TEMPAT SUNTIKAN, SIKAT GIGI, SUSUNAN GIGI YANG TIDAK BAIK, RESTORASI YANG TIDAK BAIK C. MIKROORGANISME : BAKTERI, VIRUS D. HUBUGAN GASTROINTESTINAL: CELIAC DISEASE, ULSERATIVE COLITIS E. ATOPY : ASMA , ECZEMA HAY FEVER F. HORMONAL: PREMENSTRUASI, MENOPAUSE G. PSIKOLOGI ATAU EMOSI H. AUTO IMUNITY : PENYAKIT YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA I. HEMATOLOGY : DEFISIENSI FE, DEFISIENSI VIT B12, DEFISIENSI ASAM FOLAT J. HYPERSENSITIFY ATAU ALERGI : MAKANAN, OBAT OBATAN. PEMBAGIAN RAS BERDASARKAN GAMBARAN KLINIS: MINOR APTHOSUS ULCER PALING SERING PADA WANITA BERUSIA 20 TAHUN,

TETAPI DAPAT MENGENAI SEMUA UMUR. GAMBARAN KLINIS STADIUM PRODROMAL : RASA SKIT, TERBAKAR DAN HYPERESTHESIA PADA MUKOSA 1-2 HARI SEBELUM ULSER TERLUHAT KADANG KADANG DIDAHULUI VESICLE HILANGNYA EPITHELIUM, BEBERAPA JAM TERLUHAT PAPULA KECIL BERWARNA PUTIH 2-3 HARI KEMUDIAN TERJADI ULSERASI YANG BERANGSUR ANGSURMEMBESAR SANGAT SAKIT TERUTAMA BILA TERKENA LIDAH, MAKANAN /RANSANGAN DEMAM RINGAN, CERVICAL LYMPHADENOPTHI DAN MALAISE LESI BERBENTUK BUNDAR ATAU OVAL DIAMETER <1CM PERMUKAAN BERWARNA ABU ABU SAMPAI KUNING TEPI LESI DIKELILINGI JARINGAN ERITHEMATUS YANG MENGEMBUNG LESI BISASANYA DANGKAL JUMLAH LESI : 2-6 KADANG SAMPAI 8 LESI DAPAT SINGE ATAU MULTIPLE MULTIPLE ULSER MENETAP BEBERAPA BULAN, SATU ULCUS SEMBUH YANG LAIN KAMBUH LOKASI: MUKOSAL BUKAL, DASAR MULUT, LIDAH. PALING SERING MULUT BAGIAN ANTERIOR. PENYEMBUHAN BEBERAPA HARI 2 MINGGU. MAYOR APHOUS ULCER DISEBUT JUGA : RECURRENT SCARRING ULCER, PERIODONTITIS APTHE GAMBARAN KLINIS: LEBIH BAYAK PADA WANITA USIA 20 TAHUN

STADIUM PRODROMAL: BERUPA NODUL ATAU PLAK YAG KECIL, LUNAK, MERAH DAN SAKIT PECAH ULCER SANGAT SAKIT.

ULSER BERBENTUK KAWAH, WARNA ABU ABU, KERAS DUPALPASI LESI 1CM DAN MENCAPAI 5 CM DAN TERJADI BEBERAPA BULAN. MASA PENYEMBUHAN 3-4 BULAN TEPI LESI MENINGGI ERYTHEMATUS LESI SEMBUH MENINGGALKAN PARUT SERING DIRAGUKAN DENGAN SQUAMOUS CELL KARSINOMA DAN PEMPHIGOID LESI BERBENTUK KAWAH, WARNA ABU ABU, KERAS DUPALPASI SINGE ATAU MULTIPLE BHAYAKNYA 1-10 LOKALISASI PALATUM MOLLE DAN TONSIL LYMPADENOPATHI SUBMANDIBULAR DEMAM RINGAN HERPETIFORM ULCER JARANG TERJADI

MEMPERPENDEK MASA ULCER, MENGURANGI GEJALA. 1. PEMELIHA RAAN ORAL HYGINE 2. PENGGUN AAN BAHAN PELINDUNG CHOLINE SALISYLAT (PASTA/GEL) ANTI INFLAMASI, MENGURANGI RASA SAKIT SODIUM CARBOXYMETHYL CELULLOSA (ORABASE), PEMAKAIAN SEHABIS MAKAN ATAU SEBELUM TIDUR 3. ANTISEPTI K OBAT KUMUR, PASTILES ATAU LOZENGES MNGURANGI INFEKSI SEKUNDER. OBAT KUMUR MENGANDUNG : 3% PHENOL, 3% POTASSIUM HYDROXIDE DAN 1 % AMARANTH DIGUNAKAN DALAM 100ML AIR HANGAT (1/3 GELAS) 4. ANTIBIOTI K SECARA TOPIKAL OBAT KUMUR MENGANDUNG 2% TETRACYCLINE ATAU CLOR TERTRACYCLINE (KAPSUL) 250 MG. LARUTKAN DALAM 500MG AIR KUMUR KUMUR 4X1 HARI. PENGGUNAAN INI DIPERTIMBANGKAN DAPAT TERJADI ALERGI PADA CANDIDIASIS 5. STEROID TOPIKAL

CONTOH ULCUS INI : HISTOPLASMOSIS:

DISEBABKAN JAMUR HYSTOPLASMA CAPSULATUM SERANGAN DIMULUT, BIASA MERUPAKAN AKIBAT TIDAK LANGSUNG DARI PNYAKIT YANG MENYEBAR

LESI TERLIHAT SEBAGAI PAPULA, NODUL, ULSER ATAU VEGETASI BILA LESI TUNGGAL DIBIARKAN TANPA DIRAWAT : PAPULA NODUL ULSERASI MEMBESAR DGN PERLAHAN NODUS LIMFA CERVICAL MEMBESAR DAN SAKIT

GAMBARAN LESI MIRIP DENGAN CA SQUAMOUSA CELL ATAU INFEKSI JAMUR KRONIK LAIN ATAU HODGKINS DISEASE DIAGNOSA: KULTUR JARINGAN. TERAPI : ANTI JAMUR. LESI PUTIH DI RONGGA MULUT LESI PUTIH ADALAH NAMA YANG NON SPESIFIK YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGGAMBARKAN SUATU DAERAH ABNORMAL DARI MUKOSA MULUT YANG PADA PEMERIKSAAN KLINIS TERLIHAT LEBIH PUTIH DARI JARINGAN SEKITARNYA, BIASANYA SEDIKIT MENINGGI, KASAR ATAU SEBALIKNYA DAN MEMPUNYAI TEKSTUR YANG BERBEDA DENGAN JARINGAN SEKITARNYA

LEBIH BANYAK PADA WANITA 20-29 TAHUN STADIUM AWAL : DIDAHULUI VESICLE DAN CEPAT TERJADI ULCER ULCER KECIL DIAMETER 1-2MM BANYAK, KADANG KADANG MENCAPAI 50100 LESI ULCER SANGAT SAKIT PERMUKAAN BERWARNA ABU ABU TEPI TIDAK ERITEMATOUS ULCER BIASANYA TIDAK LAMA ULCER DAPAT SINGE ATAU MULTIPLE . BILA MULTIPLE BERSATU ULCER BESAR LOKALISASI PADA BAGIAN LATERAL LIDAH, UJUNG LIDAH, DASAR MULUT. MASA PENYEMBUHAN : 3-4 HARI TERAPI RAS: PENGOBATAN SYMTOMATIK, KARENA TIDAK DIKETAHUI DENGAN PASTI. TUJUANNYA : UNTUK MENGHINDARKAN MELUASNYA ULCER,

LOZENGES 2,5 MG HYDROKORTISON HEMISUCCINATE MENEKAN INFLAMASI TRIAMCINOLEN ACETENIC MENGANDUNG 0,1 % STEROID

6. 7.

HORMON PREPARAT ESTROGEN / PROGESTERON TOPIKAL ANESTESI : BERBENTUK PASTA ATAU LEONGZES MENGHILANGKAN RASA SAKIT PASIEN DENGAN ULCUS TUNGGAL ETIOLOGI: TRAUMA , MUNGKIN DISEBABKAN : GIGI GELIGI, MAKANAN PANAS, ZAT KIMIA. YANG PALING PENTING BEDAKAN DENGAN TRAUMA PADA CA SEL SQUAMOUSA. BIASANYA HARUS SEMBUH 1-2MINGGU, BILA TIDAK SEMBUH BIAOPSI

1.

LESI PUTIH NON KERATOTIK LESI PUTIH YANG MUDAH DIANGKAT DENGAN GOSOKAN ATAU KEROKAN

2.

LESI PUTIH KERATOTIK LESI PUTIH YANG SULIT ATAU TIDAK DAPAT DIANGKAT DENGAN GOSOKAN ATAU KEROKAN A. LESI PUTIH NON KERATOTIK 1. HABITUAL CHEEK BITING PENYEBAB & GAMBARAN KLINIS HABITUAL CHEEK BITING BIASANYA TERJADI KARENA KEBIASAAN

MENJULURKAN LIDAH TANP TERKONTROL ATAU PERGERAKAN MENGUNYAH ATAU MENGASAH PADA RAHANG ORG YG MEMPUNYAI GGAN NEUROMUSKULAR. PADA UMUMNYA HABITUAL CHEEK BITING ADALH LESI YG LEBIH SUPERFISIAL YG DISEBABKAN GERAKAN MENGGOSOK YG BERULANG MENGISAP ATAU MENGUNYAH YG MENGIKIS PERMUKAAN MUKOSA PIPI ATAU BIBIR TANPA MENYEBABKAN ULCERASI DISCRETE. LESI TERASA KASAR APABILA DIPERIKSA DGN JARI TERLIHAT SPT DAERAH YG LEMBEK BERWARNA MERAH DGN BERCAK PUTIH PD PERMUKAAN EPITEL YG TERKELUPAS SEBAGIAN. DD : WHITE SPONGE NEVUS; CHEMICAL BURN; REAKSI TERHADAP PEMBERIAN OBAT LOKAL; KANDIDIASIS PERAWATAN MENGHILANGK AN KEBIASAAN JELEK PEMBERIAN DIAZEPAM 5-10 MG PADA WAKTU HENDAK TIDUR PLAT PLASTIK PELINDUNG OKLUSAL BILA KEBIASAAN TERJADI WAKTU TIDUR 2. BURN (LUKA BAKAR) GAMBARAN KLINIS & PENYEBAB NEKROSIS SUPERFISIAL DGN PEMBENTUKAN JARINGAN PARIT BILA LUKA BAKAR DISEBABKAN OLEH OBJEK YG SGT PANAS MIS INSTRUMEN YG PANAS, BAHAN CETAKAN YG MELELEH, LEDAKAN DARI GAS ANATESI, LUKA ELEKTRIK. LUKA BAKAR YG RINGAN DPT TERJADI KARENA PENELANAN MAKANAN ATAU MINUMAN YG PANAS YG BIASANYA TDK BEGITU PARAH & MELIBATKAN DAERAH YG KECIL. SULIT DIDETEKSI KECUALI BILA ADA LAPISAN PERMUKAAN EPITEL YG MENGALAMI DESKUAMASI. SERING TERJADI PD 1/3 ANTERIOR LIDAH & PALATUM. PIZZA BURN SERING TERJADI PD BAGIAN TENGAH PALATUM KERAS DAPAT MENYEBABKAN

NEKROSE SUPERFISIAL. PENGELUPASAN JARINGAN LUNAK KARENA MENGULUM CO2 SNOW ATAU DRY ES PD ANAK-ANAK. FROST BITE (RADANG DINGIN) PD BIBIR DGN PEMBENGKAKAN YG PERSISTEN, BERWARNA MERAH KARENA KONTAK YG LAMA DGN ICE CREAM. SETELAH MENCAIR EPITEL YG MEMBEKU KELIHATAN KERING & LEBIH KASAR DARI JARINGAN DISEKITARNYA. ASPIRIN & COMPOUND YG BERISI ASPIRIN PALING SERING MENYEBABKAN LUKA BAKAR DI RONGGA MULUT, DIMANA SENYAWA ANALGESIK YG BERISI ASAM ASETIL SALISILAT DILETAKKAN PD LIPATAN MUKOBUKAL, UTK MENGHILANGKAN RASA SAKIT. KANDIDIA SIS DISEBABKAN INFEKSI JAMUR KANDIDA ALBICANS. BIASANYA KANDIDA INI MERUPAKAN AGEN INFEKSI OPURTINISTIK. FAKTOR PREDISPOSISI KANDIDIASIS DIRONGGA MULUT: 1. PE RUBAHAN FLORA MIKROBIAL DIRONGGA MULUT KARENA PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA TERUTAMA YG BERSPEKRUM LUAS, OBAT KUMUR ANTIBAKTERIAL YG BERLEBIHAN, XEROSTOMIA KARENA AGEN ANTICHOLINERGIK ATAU PENYAKIT KELENJAR LUDAH 2. IRIT ASI LOKAL KRONIK IGIG TIRUAN, ALAT ORTODONTI, PEROKOK BERAT) 3. PE MAKAIAN KORTIKOSTEROID TOPIKAL, ORAL & INHALASI BENTUK AEROSOL DAN SISTEMIK 4. PE MAKAIAN KORTIKOSTEROID TOPIKAL, ORAL DAN INHALASI BENTUK AEROSOL DAN SISTEMIK 5. RA DIASI PADA KEPALA & LEHER 6. UM UR (BAYI, KEHAMILAN, USIA LANJUT)

7. HO SPITALISASI (PENYAKIT YG MELEMAHKAN, ANTIBIOTIKA) 8. DE FISIENSI IMUNOLOGIK GAMBARAN KLINIK DIBAGI 4 KATEGORI MENURUT LEHNER YI: 1. AKUT PSEUDOMAMBRANOUS KANDIDIASIS AKUT (THRUSH) ATROPIK KANDIDIASIS AKUT (ANTIBIOTIK SORE MOUTH) 2. KHRONIK ATROPIK KANDIDIASIS KRONIK (DENTURE SORE MOUTH, ANGULAR CHEILITIS DAN KEMUNGKINAN MADIAN RHOMBOID GLOSSITIS) HIPERPLASTIK KANDIDIASIS KHRONIK 1. PSEUDOMEMBRAN OUS KANDIDIASIS AKUT (THRUSH) TERJADI PADA ANAK2 DAN DEWASA. PALING MUDAH TERJADI PADA INDIVIDU YANG KEADAANNYA LEMAH DAN ADANYA PENYAKIT KHRONIS ATAU PADA BAYI GAMBARAN KLINIS 1. PADA ORANG DEWASA INFEKSI SUPERFISIAL DARI LAPISAN EPITEL MUKOSA MULUT MEMBENTUK LESI YANG MEMPUNYAI TANDA2 KHAS BERUPA PLAK PUTIH MUTIARA ATAU KEBIRUAN, SEDIKIT MENONJOL, LUNAK, TERDIRI DARI SELSEL EPITEL YANG BERDEKUAMASI, SEL-SEL INFLAMASI, JAMUR, FIBRIN. MUKOSA DI SEKITARNYA DAPAT BERWARNA MERAH ATAU TIDAK. BILA LESI DIKEROK AKAN MENINGGALKAN SUATU DAERAH ERITEMA ATAU BAHKAN ULSERASI YANG DANGKAL. PLAK MUDAH DILEPAS DARI MUKOSA PALING SERING TERJADI PADA PALATUM, GIGINVA DAN DASAR MULUT 2. PADA BAYI

BERUPA BERCAK YANG MELEKAT, LUNAK, BERWARNA PUTIH ATAU KEBIRUAN PADA MUKOSA MULUT DAN KADANG2 MELUAS KE JARINGAN SEKITAR MULUT TIDAK SAKIT DAPAT DILEPASKAN DENGAN MUDAH, MENINGGALKAN PERMUKAAN LECET, MERAH DAN BERDARAH

DD : FLEK SUSU ATAU ANTASIDA YANG MELEKAT PADA MUKOSA. KALAU BERCAK SUSU DIBERI AIR, HILANG. 2. ATROPIK KANDIDIASIS AKUT (ANTIBIOTIK SORE MOUTH) PENYEBAB : PEMAKAIAN ANTIBIOTIK ATAU STEROID YANG LAMA GAMBARAN KLINIK TERASA SAKIT LECET DENGAN BERCAK MERAH YANG ATROPIK YANG DAPAT BERTAHAN DALAM BEBERAPA WAKTU DENGAN TANDA LESI PUTIH, PSEUDOMEMBRAN SEDIKIT, DAN MUDAH DILEPAS DAPAT TERJADI DI SEMUA TEMPAT DI MULUT MEMPUNYAI SIMTOM RASA TERBAKAR PADA MULUT, RASA PENGECAPAN TIDAK ENAK DAN SAKIT TENGGOROKAN 3. ATROPIK KANDIDIASIS KRONIK (DENTURE SORE MOUTH, ANGULAR CHEILITIS) DENTIS SORE MOUTH MERUPAKAN INFLAMASI DIFFUS PADA DAERAH DI BAWAH GIGI TIRUAN PADA RAHANG ATAS. ANGULAR CHELITIS ADALAH INFLAMASI DI SUDUT MULUT GAMBARAN KLINIK :

WARNA KEMERAHAN YANG JELAS PADA MUKOSA PALATUM YANG DITUTUPI GIGI TIRUAN. PADA GIGI TIRUAN YANG TIDAK PAS BENTUKNYA SEPERTI BELUDRU DENGAN PERMUKAAN BUAH ARBEI YANG MASAK, BERWARNA MERAH TUA DAN BERDARAH DENGAN SEDIKIT TEKANAN PADA PERIODE EKSASERBASI TERASA SAKIT DAN RASA TERBAKAR 4. HIPERPLA STIK KANDIDIASIS KHRONIK SERING DISEBUT KANDIDA LEUKOPLAKIA TERDIRI DARI PLAK YANG KERAS, PUTIH, BIASANYA PADA PIPI, BIBIR DAN LIDAH

DAPAT BERTAHAN SAMPAI BERTAHUN-TAHUN SERING TERLIHAT DISPLASIA EPITEL DENGAN DERAJAT YANG RINGAN DAPAT HILANG DENGAN MENGHILANGKAN INFEKSI KANDIDA, TAPI DAPAT BERUBAH MENJADI MALIGNA DIAGNOSA KANDIDIASIS UNTUK MENDAPATKAN DIAGNOSA YANG JELAS DILAKUKAN PEMERIKASAAN MIKROSKOP DENGAN PENGEROKAN ATAU PEMERIKSAAN HISTOLOGIS PERAWATAN KANDIDIASIS MACAM2 OBAT ANTI JAMUR DAPAT DIBERIKAN SECARA TOPIKAL, ATAU SISTEMIK, MISALNYA : MYCOSTATIN DAN AMFOTERISIN B, BEBERAPA DERIVAT IMIDAZOL UNTUK PENGGUNAAN TOPIKAL YAITU KLOTRIMAZOL ATAU KETOKENAZOL YANG DIBERIKAN BERUPA TABLET DENGAN DOSIS SATU KALI SEHARI KEBANYAKAN INFEKSI KANDIDA AKUT RONGGA MULUT MEMPUNYAI RESPON YANG CEPAT TERHADAP MYCOSTATIN TOPIKAL DENGAN MENYINGKIRKAN FAKTOR2 PREDISPOSISI. PADA PASIEN YANG MEMPUNYAI PREDISPOSISI SEPERTI XEROSTOMIA, DEFISIENSI IMUNOLOGIK DAN GIGI TIRUAN MEMBUTUHKAN PERAWATAN YANG TERUS MENERUS UNTUK MENCEGAH REKUREN UNTUK PERAWATAN DENTURE SORE MOUTH DAPAT DILAKUKAN DENGAN MEMEBUAT GIGI TIRUAN BARU ATAU RELINING B. LESI PUTIH KERATOTIK LEUKOPLAKIA GAMBARAN KLINIK 1. HOMOGENOUS (LEUKOPLAKIA SIMPLEX) BERUPA BINTIK PUTIH TERLOKALISER ATAU MELUAS DENGAN GAMBARAN POLA YANG RELATIF KONSISTEN, PERMUKAAN LESI DAPAT BERVARIASI SEPERTI OMBAK2 DENGAN SUATU POLA GARIS2 HALUS (CRISTAE) BERKERIPUT ATAU PAPILOMATOUS -

2. NODULAR (SPEKLED ATAU BERBINTIK-BINTIK) CAMPURAN LESI MERAH DAN PUTIH DIMANA NODUL KERATOTIK YANG KECIL TERSEBAR PADA BERCAKBERCAK ATROPIK DARI MUKOSA. MEMPUNYAI ANGKA TRANSFORMASI MALIGNASI YANG TINGGI PADA 2/3 KASUS DIJUMPAI ADANYA DISPLASI EPITEL ATAU CARCINOMA PADA PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGIS 3. VERRUCOUS LEUKOPLAKIA LESI PUTIH DENGAN PERMUKAAN YANG TERPECAH OLEH BANYAK TONJOLAN SEPERTI PAPULA, DAPAT TERKREATINISASI TEBAL PADA DORSUM LIDAH KEBANYAKAN LEUKOPLAKIA TIDAK MEMEPUNYAI GEJALA. DAAT DITEMUKAN HAMPIR DISETIAP LOKASI DI RONGGA MULUT, TAPI LEBIH SERING TERJADI DI MUKOSA BUKAL DAN MUKOSA MANDIBULA. PADA BIBIR, PALATUM, MUKOSA RAHANG ATAS, DAERAH TEROMOLAR, DASAR MULUT DAN LIDAH JARANG TERJADI ETIOLOGI FAKTOR LOKAL TEMBAKAU, ALKOHOL, KANDIDIASIS, REAKSI ELEKTROGALVANIC, IRITASI MEKANIK DAN CHEMIS DAN KEMUNGKINAN VIRUS HERPES SIMPLEX. TEMBAKAU MERUPAKAN PENYEBAB PALING SERING FAKTOR REGIONAL & SISTEMIK SEPERTI SIFILIS, DEFISIENSI VITAMIN B12 DAN FOLIC ACID SIDOREPENIC ANEMIA (SEPERTI PADA PLUMMER VINSON SYNDROME) DAN DEFISIENSI NUTRISI LAIN. YANG LEBIH SERING ADALAH PASIEN DENGAN XEROSTOMIA YANG DISEBABKAN PENYAKIT KELENJAR LUDAH, PENGOBATAN ANTICHOLINERGIC ATAU RADIASI. ALKOHOL SECARA SISTEMIK, OBAT-OBAT ANTIMETABOLIT DAN SERUM ANTILIMFOSIT DAPAT MENINGKATKAN TERJADINYA LEKOPLAKIA DIAGNOSA HAL PENTING DALAM MENEGAKKAN DIGANOSA LESI LEUKOPLAKIA ORAL ADALAH ADANYA DISPLASIA SELULAR PADA MIKROPIK.

DD DENGAN LESI KERATOTIK LAINNYA. PERAWATAN TERAPI PENDAHULUAN ADALAH MENGHILANGKAN SEMUA IRIRTAN LOKAL YANG MUNGKIN DAN SEMA FAKTOR PREDISPOSISI SISTEMIK YANG DIKETAHUI KEMUDIAN TERAPI ANTI JAMUR TOPIKAL DIBERIKAN SECARA TERUS MENERUS SELAMA 1-2 MINGGU (OBAT KUMUR ANTI JAMUR) JADWAL KUNJUNGAN UNTUK TINDAK LANJUT DAN RENCANA BIOPSI BILA TAK ADA RESOLUSI LESI KEBIASAAN MENGGUNAKAN TEMBAKAU DAN ALKOHOL YANG BERLEBIHAN HARUS DIHENTIKAN

TERAPI BERIKUTNYA TERGANTUNG HASIL BIOPSI. JIKA TIDAK ADA DITEMUKAN TENDA2 DISPLASIA DAN DAERAH YANG DIBIOPSI DIANGGAP CUKUP REPRESENTATIF UNTUK SELURUH LESI TERSEBUT, MAKA TERAPI KONSERVATIF MASIH DPT DITERIMA JIKA IRIRTAN LOKAL TIDAK DAPAT DIHILANGKAN DIANAJURKAN UNTUK LEUKOPLAKIA YANG TIDAK DAPAT DIBUANG DENGAN MUDAH MELALUI PEMBEDAHAN UNTUK LEUKOPLAKIA YANG DISPLASTIK HARUS DILAKUKAN EKSISI LOKAL DARI SELURUH LESI LICHEN PLANUS LICCHEN PLANUS MERUPAKAN SUATU DERMATOSIS YANG RELATIF SERING TERJADI PADA KULIT MEMBRANA MUKOSA MULUT. LESI DI KULIT RELATIF KONSTAN DALAM BENTUK PAPULA YANG RATA BERWARNA KEUNGUAN DENGAN SISIK YANG HALUS PADA PERMUKAANNYA PENYEBAB TIDAK JELAS, TETAPI DIDUGA MELIBATKAN DEGENERASI YANG DISEBABKAN SISTEM IMUNOLOGI DARI SEL EPITEL GAMBARAN KLINIK TERLEPAS DARI BENTUK EROSIF DAN BULLOUS,

LICHEN PLANUS MERUPAKAN LESI YG TIDAK SAKIT & INDOLENT BENTUK RETIKULER TERDIRI DR GARIS PUTIH HALUS YG SEDIKIT LEBIH TINGGI DR SEKITARNYA (WICHAMS STRIAE) YG MENIMBULKAN LESI SEPERTI KISI-KIS, BENTUK RENDA, SUATU POLA GARIS HALUS YANG MENYEBAR ATAU LESI ANULAR LESI PAPULA YANG BERWARNA KEPUTIHAN DAN LEBIH TINGGI DARI SEKITARNYA, SEKITAR (0,5 MM 1MM) BIASANYA TERLIHAT PADA DAERAH YANG BERKREATINISASI DGN BAIK PD MUKOSA MULUT. GAMBARAN HISTOPATOLOGIS TIGA GAMBARAN YANG PENTING UNTUK DIAGNOSA LICHEN PLANUS DENGAN HISTOPATOLOGIS YAITU AREA HIPERKERATOSIS ATAU HIPERORTOKERATOSIS DISERTAI DGN PENAMBALAN GLANULAR CELL LAYER DAN SUATU GAMBARAN GIGI GERGAJI PADA RETEPED, DEGENERASI LIQUEFACTION ATAU NEKROSIS DARI LAPISAN SEL BASAL DIAGNOSA RIWAYAT YANG DETAIL, GAMBARAN KLINIS DAN DISTRIBUSI LESI SERING SANGAY MEMBANTU, LESI PAPULAR DAN LESI SEPERTI PLAK HARUS DIBIOPSI. JUGA LESI EROSIF DAN BULOUS PERLU DIBIOPSI DIAGNOSA BANDING LESI LICHENOID (LESI KARENA OBAT, ERITEMA MULTIFORM, LUPUS ERITEMATOUS, SIFILIS SEKUNDER) LEUKOPLAKIA, SQUAMOUS SEL CARSINOMA, PEMPHIGUS & CANDIDIASIS PERAWATAN PERAWATAN SIMTOMATIK PADA LESI ORAL DENGAN ANALGETIK TOPIKAL ATAU OBAT KUMUR ANTIHISTAMIN ATAU DENGAN MENGGUNAKAN KORTIKOSTEROID UNTUK MENAMBAH PENYEMBUHAN PADA DAERAH ULSERASI & MENGURANGI INFLAMASI DAN REAKSI HIPERSENSITIF DI SEKELILING LESI. TRIAMCINOLONE ACETONIDE GEL (MISALNYA KENALOG KREM DAN ARISTOCORT KREM DAN

BETAMETHZONE DIPROPIONATS (DIPROSNE) PEMBERIAN ANTI JAMUR UNTUK MENGHILANGKAN PERANAN SEKUNDER DARI CANDIDA INJEKSI TRIAMCINOLONE INTRA LESI SETIAP MINGGU (KENALOG 10 ATAU KENALOG 40) ATAU TRIAMCINOLONE DIACETATE (ARISTOCORT) DIGUNAKAN PADA PENYEMBUHAN DAERAH MUKOSA YANG EROSIF, NON RESPONSIF DAN EXTENSIF. RASA SAKIT INJEKSI DAPAT DIKONTROL DENGAN INJEKSI STEROID DALAM CAMPURAN 50% LIDOCAINE PEMBERIAN TRETINON(RETINOI ACID,VITAMIN A ACID) PENYAKIT LIDAH ANATOMI LIDAH OTOT DAN PERSARAFANNYA LIDAH PADA DASARNYA MERUPAKAN SUATU ORGAN MUSKULAR YG KOMPLEX YG MELEKAT PADA TULANG HIOID, PROC STILOIDEUS, DAN TUBERKEL GENIAL DARI MANDIBULA PADA DAERAH INSERSIO DARI 3 OTOT EXTRINSIK LIDAH (HIOGLOSSUS, STILOGLOSUS, DAN GENIOGLOSUS). FUNGSI LIDAH : MENANGKAP DAN MENELAN; MENELAN; PERSEPSI; FONASI; RESPIRASI; PERKEMBANGAN RAHANG; FUNGSI SIMBOLIK ANOMALI KONGENITAL DAN PERKEMBANGAN KLEF BIBIR (SUMBING) INSIDEN = 1: 600 PRIA : WANITA = 2 : 1 KEBANYAKAN TERJADI KLEF BIBIR KIRI (70 %) DAN ME-REKA (70 80 %) JUGA MENGIDAP KLEF PALATUM KLEF PALATUM INSIDEN = 1: 2500 LEBIH BANYAK PADA WANITA

KEJADIAN TERDAPAT PADA : ANOSTOSIS KLEIDO KRANIALIS; PENYAKIT JANTUNG KONGENITAL; HIDROCEPHALUS CACAT SEPANJANG GARIS TENGAH PALATUM YANG MELIBATKAN RONGGA2 NASI MULUT SERING TERJADI PENYAKIT INFEKSI PERNAFASAN

40% PENDERITA KLEF PALATUM JUGA CACAT PENDENGARAN GANGGUAN PADA KONSUMSI MAKANAN DEFISIENSI NUTRISI ETIOLOGI : 45% HEREDITER, INFEKSI SIFILIS, TRAUMA, MALNUTRISI FISSURE TONGUE = SCROTAL TONGUE = LIDAH BERFISUR AKIBAT MALFORMASI LIDAH BANYAK ALUR PADA PERMUKAAN DORSUM LIDAH KARENA BERTAMBAH USIA -

3. LANGSUNG PENYEBAB 4.

TERAPI

: PADA

IRITAN KRONIK : DEFISIENSI NUTRISI HEREDITER INSIDENSI : 10% POPULASI FREKUENSI : 4-5 X PADA CACAT MENTAL GAMBARAN KLINIS : FISUR DALAM RETENSI MAKANAN RADANG

MIKROGLOSSI A JARANG PERUBAHAN PADA LIDAH : A. ATROPI OLEH KARENA : GANGGUAN ENZIM OKSIDASI, PADA DEFISIENSI VITAMIN, PADA DEFISIENSI NICOTINIC ACID, PENYAKIT SISTEMIK, ALKOHOLISM B. BERTAMBAH TEBAL 1. TO NGUE COATING : SISA MAKANAN DAN EPITEL YANG MATI ETIOLOGI : HYGIENE BURUK PENYAKIT SISTEMIK, NAFAS MULUT, MEROKOK TERAPI : H2O2 3 % IND ENTASI : LEKUK2 DI TEPI LIDAH ETIOLOGI : PENEKANAN, RADANG, ANEMI, DIABETES MELLITUS KELAINAN PADA MUKOSA LIDAH BENIGN MIGRATORY GLOSSITIS (LIDAH BERPETA = GEOGRAPHIC TONGUE) (+) DESKUAMASI PADA DORSUM LIDAH BERCAK MERAH TEPI PUTIH TIMBUL/ HILANG PAPIL FUNGIFORMIS DAN PAPIL FILIFORMIS (+)

PSEUDO BLACK HAIRY TONGUE MAKANAN / MINUMAN LIDAH KARENA DEFISIENSI

DEFISIENSI VITAMIN B12, DEF. NICOTINIC ACID, PENYAKIT SISTEMIK, PENDERITA ALKOHOLISM TANDA : WARNA LIDAH MERAH UNGGU LICIN (+) INDENTASI; ATROFI PAPIL FILIFORMIS LIDAH OEDEMATOUS

2.

BERSIHKAN DENGAN SIKAT GIGI LEMBUT, ATAU KUMUR H2O2 3 % MELKERSON ROSENTHAL SINDROM CIRI : PARALISIS MUKA; CHELITIS GRANULOMATOSA; LIDAH BERFISUR MEDIAN RHOMBOID GLOSSITIS ADALAH GANGGUAN PEMBENTUKAN KARENA PERSISTENSI TUBERKULUM IMPAR 78 80 % PADA PRIA

LIDAH KARENA LUKA/ TRAUMA JATUH, TERGIGIT, EPILEPSI GLOSSODYNIA/ GLOSSOPYROSIS ETIOLOGI : FAKTOR LOKAL DAN FAKTOR SISTEMIK DENGAN GEJALA KLINIK : o ANEMIA : PENURUNAN B12, ASAM FOLAT, PENURUNAN FE O DEFISIENSI VITAMIN B O DIABETES MELLITUS O IRITASI LOKAL O PEROKOK O ALKOHOLISM TANPA GEJALA KLINIK : KELUHAN SIANG HARI MENOPAUSE, STRESS

DATARAN MENINGGI BERBENTUK BELAH KETUPAT, BISA MERUPAKAN : BERLOBUL, BERLEKUK ULSER CA FOBI MIKROORGANISM/ KANDIDA KANDIDIASIS

TERAPI NASEHAT DAN RESSURANSE DIFFERESIAL DIAGNOSA : SQUAMOUS CELL CA.

BILA PERLU BIOPSI MACROGLOSSIA (LIDAH YANG MEMBESAR) 1. TERDAPAT PADA : KREATINISM, MONGOLISM, KETURUNAN, TAK BERGIGI

2.

TANDA2 : ORANG KERDIL, BICARA LAMBAT, DIASTENIA/ MALOKLUSI

PADA WAKTU YANG SAMA, ADA LESI BARU SEPERTI PETA BERPINDAH2, BERUPA BINTIK2, MAKULA MERAH FAKTOR PREDISPOSISI : PSIKOSOMATIK, GANGGUAN HORMONAL, HEREDITER, ALERGI DIFFERENSIAL DIAGNOSA : LICHEN PLANUS, LEUKOPLAKIA TERAPI : TRANQUILIZER, VITAMIN B COMPLEX BLACK HAIRY TONGUE (BHT) = TRUE BLACK HAIRY TONGUE = LINGUA NIGRA ELONGASI PAPILA PIGMEN HITAM YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR DAN BAKTERI PENURUNAN PH SALIVA ANTIBIOTIKA/ KORTIKOSTEROID

PEMERIKSAAN DARAH : HB, SEL DARAH, SERUM, FE, VITAMIN B12 TERAPI : HILANGKAN PENYEBAB, TRANQUILUIZER, PSIKOTERAPI

RADIASI; MEROKOK