Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK Kanker adalah penyakit yang tidak mengenal status sosial serta dapat menyerang siapa saja sebagai

akibat pertumbuhan sel yang tidak normal dari selsel di dalam jaringan tubuh. Dari data WHO (2007) diketahui, setiap tahun jumlah penderita kanker di dunia bertambah menjadi 6,25 juta orang. Kanker ovarium menempati peringkat kelima sebagai penyebab kematian tersering pada wanita di Amerika Serikat setelah kanker paru-paru, kolorektal, payudara, dan pankreas. Sedangkan di Indonesia kanker ovarium menduduki urutan ke enam terbanyak dari keganasan pada wanita setelah karsinoma serviks uteri, payudara, kolorektal, kulit dan limfoma. Kanker ovarium biasanya timbul tanpa gejala tanda yang cukup sampai penyakit lanjut jelas secara klinis. Hal ni merupakan kesulitan untuk menegakkan diagnosis pasti untuk penyakit kanker ovarium. Menurut kedokteran, Identifikasi pasien beresiko tinggi dengan anggota keluarga menderita kanker ovarium, payudara, atau kolon saat ini adalah strategi screening terbaik. Genomic Analysis mutasi BRCA1 dan BRCA2 memungkinkan untuk mengidentifikasi adanya kanker ovarium pada seorang wanita, terutama bagi wanita dengan riwayat keluarga terkena kanker ovarium, Sehingga bila terdeteksi kanker, keganasan lebih lanjut dapat dicegah dan terapi dapat dimulai sedini mungkin. Menurut pandangan Islam kanker ovarium sebagai suatu penyakit yang mendatangkan kerusakan dan kemudharatan sehingga harus dihilangkan. Islam menganggap tindakan pencegahan suatu penyakit merupakan tindakan yang penting karena pada dasarnya prinsip hukum Islam adalah menghilangkan atau menjauhi yang memudharatkan, membahayakan atau yang merusak. Tujuan umum skripsi ini adalah untuk mengetahui tentang peran genomic analysis pada mutasi BRCA1 dan BRCA2 pada kanker ovarium. Secara khusus skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan tentang peran genomic analysis pada mutasi BRCA1 dan BRCA2 pada kanker ovarium ditinjau dari segi kedokteran dan Islam. Skripsi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak terutama kepada wanita dengan faktor resiko tinggi mengidap kanker ovarium.