P. 1
Panduan Percobaan Hambatan Jenis

Panduan Percobaan Hambatan Jenis

|Views: 26|Likes:
Dipublikasikan oleh Luqman Priyanto

More info:

Published by: Luqman Priyanto on Dec 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2013

pdf

text

original

PANDUAN PERCOBAAN HAMBATAN JENIS

PANDUAN PERCOBAAN HAMBATAN JENIS A. Tujuan Mempelajari hubungan antata hambatan kawat pengahantar dengan panjang, luas penampang dan jenis kawatnya B. Dasar teori Hambatan atau resistansi berguna untuk mengatur besarnya kuat arus listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian listrik. Dalam radio dan televisi, resistansi berguna untuk menjaga kuat arus dan tegangan pada nilai tertentu dengan tujuan agar komponen-komponen listrik lainnya dapat berfungsi dengan baik. Untuk berbagai jenis kawat, panjang kawat dan penampang berbeda terdapat hubungan sebagai berikut:

dengan ketentuan: R = hambatan ( Ω ) = hambatan jenis penghantar ( Ω m) l = panjang penghantar (m) A = luas penampang penghantar (m2) untuk kawat berbentuk lingkaran A = Ω r2 r = jari-jari lingkaran kawat. C. Alat bahan yang digunakan alat dan bahan No.kat alat dan bahan No.kat Meter dasar 90 2 Kawat konstan 1 Kabel penghubung merah 4 Saklar 1 kutub 1 Kabel penghubung hitam 4 Kawat nikrom 1 Jembatan penghubung 3 Jepit steker 4 Papan rangkaian 1 Catu daya 1 D. Persiapan percobaan Keterangan 1. Persiapkna peralatan / komponen sesuai daftar alat / bahan 2. Buat rangkaian seperti gambar diatas Kawat nikrom gunakan sebagai kawat penghantar Saklar dalam posisi terbuka (posisi 0) Sebuah meter dasar 90 sebagai ampermeter dengan batas ukur 1 A Meter dasar 90 lainnya sebagai voltmeter dengan batas ukur 10 volt 3. Hubungan catu daya ke sumbe tegangan ( alat catu daya masih dalam keadaan mati.off) 4. Pilih tombol tegangan keluaran catu daya 3 volt DC 5. Hubungkan rangkaian ke catu daya (gunakan kabel penghubung) 6. Periksa kembali rangkaian E. Langkah – langkah percobaan 1. Pilih panjang kawat 1L dengan cara memasang ujung kabel B masuk ke jepit steker 2, (panjng kawat = jarak jepit steker 1-2 = 1L)

110 0.400 0.105 0. Buka saklar S ( posisi 0).250 0.250 0.267 0. F.107 2.105 0. degan memindahkan ujung kabel B ke jepit steker 4 ( panjang kawat 3L).100 0.430 0.460 0.200 0.430 0.110 2L V (Volt) 0.105 0.177 0.110 0. kemudian lakukan langkah 1 sampai dengan 6.110 0. Kemudian baca tegangan dan kuat arus yang mengalir pada kawat. Tutup saklar S (posisi 1).107 1.300 0. catatlah hasilnya kedalam tebel hasil pengamatan 6.450 0.466 Massa jenis kawat Penampang A Massa jenis kawat Penampang 2A .110 0. Ulangi langkah 3 dan 4.110 1.589 0. Tutup saklar S ( posisi 1). Catat hasilnya kedalam table pada hasil pengamatan. Hasil pengamatan Tanggal Percobaan : 24 September 2010 Panjang Kawat (m) Penampang A Penampang 2A 1L 1 2 3 1 2 3 V (Volt) 0.105 0. Ganti kawat nikrom dengan kawat konstantan.180 0.480 I (Ampere) 0.105 0.804 3L 0. kemudian pindahkan ujung kabel B ke jepit steker 3 ( panjang kawat= jarak jepit steker 1-3 =2L) 4.103 4.180 0.150 0. 3.2.105 Perhitungan Panjang Kawat (m) Penampang A Penampang 2A V (Volt) I (Ampere) R=V/I (ohm) V (Volt) I (Ampere) R=V/I (ohm) 1L 0.150 0.105 2.300 0.609 2L 0.170 0.300 I (Ampere) 0.300 0.105 3L V (Volt) 0.105 0. kemudian baca tegangan dan kuat arus yang mengalir pada kawat.100 0.450 0.420 0. 5.102 0.105 0.542 0.200 0.100 4.300 0.180 I (Ampere) 0.100 0.

025 17 .110 0. hambatan semakin besar dan sebaliknya . luas penampang dan jenis kawat penghantarnya? Besarnya hambatan suatu kawat penghantar ( R ) berbanding lurus dengan panjang kawat (l ).105 -0. 10-6 3 0. Semakin besar luas penampang.0. Teori Ralat Penampang A Panjang kawat 1L No Vn 1 0.020 0.002 4 .017 289 .0004 3 0. 10-6 Jumlah 0.150 -0.8% maka kebenaran pengukurannyapun relative teliti yaitu 100% .1% Panjang kawat 2L No Vn 1 0.8% = 94.0001 Jumlah 0. hambatan semakin kecil.180 0. hambatan semakin besar.010 0.5.250 0.002 4 .berbanding terbalik dengan luas penampang kawat (A).180 0. Semakin panjang kawat.0001 2 0.Berdasarkan data hasil pengamatan.010 0.2% No A 1 0. bagaimana pendapat anda tentang hubungan hambatan dengan panjang.9% = 99.003 9 .105 -0.0006 • Harga rata-ratanya • Harga ralatnya • Harga sebenarnya • Ralat mutlak • Ralat nisbi relative kesalahan relatifnya berkisar 5. Semakin besar hambat jenis kawat . 10-6 • Harga rata-ratanya • Harga ralatnya • Harga sebenarnya • Ralat mutlak • Ralat nisbi relative kesalahan relatifnya berkisar 36% maka kebenaran pengukurannyapun relative teliti yaitu 100% . 10-6 2 0. berbanding lurus dengan hambat jenis kawat ( r).025 0. 10-6 .

4% maka kebenaran pengukurannyapun relative teliti yaitu 100% .105 0 0 2 0.4 % = 93. 10-4 • Harga rata-ratanya • Harga ralatnya • Harga sebenarnya • Ralat mutlak • Ralat nisbi relative kesalahan relatifnya berkisar 2.010 4 .002 4 .2.002 4 .105 0 0 3 0.430 0.6. 10-6 • Harga rata-ratanya • Harga ralatnya • Harga sebenarnya • Ralat mutlak • Ralat nisbi relative kesalahan relatifnya berkisar 6.033 1089 .4% = 97.100 0 0 Jumlah 0.020 4 . 10-6 • Harga rata-ratanya • Harga ralatnya .100 0 0 3 0. 10-6 3 0.400 -0.430 0.6% No A 1 0.0% = 100% Panjang kawat 3L No Vn 1 0. 10-6 2 0. 10-4 2 0. 10-4 Jumlah 0 6 .010 1 .102 0.010 289 .6% No A 1 0. 10-6 Jumlah 0.4% maka kebenaran pengukurannyapun relative teliti yaitu 100% . 10-4 3 0.250 0.105 0 0 Jumlah 0 • Harga rata-ratanya kebenaran pengukurannyapun yaitu 100% .300 -0.025 1667 .2 0.

10-6 3 0.110 0.001 1267 .003 9 .300 0 0 2 0.180 0.105 -0.9% maka kebenaran pengukurannyapun relative teliti yaitu 100% .300 0 0 Jumlah 0 • Harga rata-ratanya kebenaran pengukurannya teliti yaitu 100% No A 1 0.1% No A 1 0.110 0 0 Jumlah 0 • Harga rata-ratanya kebenaran pengukurannya teliti yaitu 100% Panjang kawat 2L No Vn 1 0. 10-6 • Harga rata-ratanya • Harga ralatnya • Harga sebenarnya • Ralat mutlak • Ralat nisbi relative kesalahan relatifnya berkisar 7.110 0 0 3 0.300 0 0 3 0.• Harga sebenarnya • Ralat mutlak • Ralat nisbi relative kesalahan relatifnya berkisar 1% maka kebenaran pengukurannyapun relative teliti yaitu 100% 1% = 99% Penampang 2A Panjang kawat 1L No Vn 1 0.023 529 .200 0.002 4 .7.027 729 . 10-6 2 0. 10-6 2 0.150 -0.9% = 92. 10-6 .110 0 0 2 0.003 9 . 10-6 Jumlah 0.

3 0.003 9 . 10-6 Jumlah 0.450 -0. 10-6 3 0.025 17 .1% G.105 -0.8% No A 1 0. .9% = 99.001 17 .010 1 . 10-4 Jumlah 0 6 . 10-4 3 0.105 0.002 4 .2% = 97. 10-4 • Harga rata-ratanya • Harga ralatnya • Harga sebenarnya • Ralat mutlak • Ralat nisbi relative kesalahan relatifnya berkisar 2.002 4 .9% = 99.450 -0. artinya semakin panjang kawat maka hambatannya pun semakin bertambah besar. Kesimpulan Berdasarkan percobaan.010 1 . 10-6 2 0.2% maka kebenaran pengukurannyapun relative teliti yaitu 100% . 10-4 2 0. Sedangkan hubungan antara hambatan dengan luas penampang adalah berbanding terbalik artinya jika luas penampangnya semakin besar maka hambatanpun akan semakin kecil.2.1% Panjang kawat 3L No Vn 1 0.002 4 . 10-6 Jumlah 0.100 -0. 10-6 • Harga rata-ratanya • Harga ralatnya • Harga sebenarnya • Ralat mutlak • Ralat nisbi relative kesalahan relatifnya berkisar 36% maka kebenaran pengukurannyapun relative teliti yaitu 100% .105 0. hubungan antara hambatan kawat penghantar dengan panjang kawat adalah sebanding.480 0. 10-6 • Harga rata-ratanya • Harga ralatnya • Harga sebenarnya • Ralat mutlak • Ralat nisbi relative kesalahan relatifnya berkisar 1% maka kebenaran pengukurannyapun relative teliti yaitu 100% 0.020 4 .0.

Kemungkinan penerapan dalam kehidupan sehari – hari Adapun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dapat diterapkan pada instalasi listrik dirumah dan pada kendaraan mobil.blogspot.html .com/2011/04/panduan-percobaan-hambatan-jenis.H. http://catatanfisika08.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->