Anda di halaman 1dari 21

GANGGGUAN SISTEM ENDOKRIN

Akromegali

Disusun Oleh Kelompok 5 : Khaerunnisa Novitasari Nurningsih Nurdiansyah

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2010

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipofisis terletak dibaris crania dalam sella tursica yang terbentuk oleh os sphenoidale. Besarnya kira-kira 10x13x6 mm dengan beratnya sekitar 0,5 gr. Bentuk anatomis dari hipofisis sangat kompleks dan untuk lebih mengerti lagi susunannya harus dilihat kembali sejak pembentukannya dalam embrio. Secara klinis ada 2 bagian dari hipofisis yaitu hipofisis anterior/adenohipofisis dan hipofisis posterior/neurohipofisis. Berat adenohipofisis sekitar 75% dari seluruh hipofisis. Lobus anterior/adenohipofisis yang berhubungan dengan hipotalamus. Bagian anterior kelenjar hipofisis mempunyai banyak fungsi dan juga memiliki kemampuan untuk mengatur fungsi-fungsi dari kelenjar hipofisis endokrin lain, maka bagian anterior kelenjar hipofisis ini dikenal juga dengan nama Master of Gland . Sedangkan lobus posterior hipofisis terutama berfungsi untuk mengatur keseimbangan cairan. ( http://books.google.com/books?id=0b-) Growth Hormone (GH) disebut sebagai Hormone Somatotropik atau Somatotropin, merupakan molekul protein kecil yang terdiri atas 191 asam amino yang dihubungkan dengan rantai tunggal dan mempunyai berat molekul 22.005. Growth Hormone (GH) menambah ukuran sel dan meningkatkan proses mitosis yang diikuti dengan bertambahnya jumlah sel dan diferensiasi khusus dari beberapa tipe sel. Hormon pertumbuhan berperan pada seluruh fase pertumbuhan baik pranatal maupun pasca natal. Pada periode pasca natal hormon pertumbuhan berkerja melalui sistem GH - IGF-I IGFBP-3. Hormon pertumbuhan ini akan meningkatkan produksi IGF-I dan IGFBP-3 yang terutama dihasilkan oleh hepar dan kemudian akan menstimulasi produksi IGF-I lokal dari khondrosit. Hormon pertumbuhan ini dikeluarkan secara episodik, hormon ini hampir selalu terdapat dengan kadar yang sangat rendah. Setiap hari umumnya terdapat 8 sampai 9 kali peningkatan kadar hormon pertumbuhan selama 10 20 menit. Hormon pertumbuhan ini meningkat pada waktu excersise juga pada waktu tidur. Selain dari efek umum hormone pertumbuhan dalam menyebabkan pertumbuhan, hormone pertumbuhan juga punya banyak efek metabolik khusus, antara lain : Peningkatan kecepatan sintesis protein di seluruh sel-sel tubuh

Meningkatkan mobilisasi asam lemak dari jaringan adipose, meningkatkan asam lemak bebas dalam darah dan meningkatkan penggunaan asam lemak untuk energy

Menurunkan kecepatan pemakaian glukosa di seluruh tubuh Efek hormon pertumbuhan yang paling jelas adalah meningkatan pertumbuhan struktur rangka. Keadaan ini dihasilkan dari berbagai efek hormon pertumbuhan pada tulang yang meliputi: 1. Peningkatan timbunan protein oleh sel kondrositik dan sel osteogenik yang menyebabkan pertumbuhan tulang 2. Juga meningkatkan kecepatan reproduksi dari sel-sel ini 3. Efek khusus dalam mengubah kondrositmenjadi sel osteogenik,jadi menyebabkan timbunan khusus tulang yang baru. Dalam makalah ini akan dibahas gangguan kelenjar hipofisis yaitu akromegali. Akromegali disebabkan karena hipersekresi hormone pertumbuhan bisa disebabkan oleh disfungsi hypothalamus atau lebih sering adalah karena adenoma hipofisis. Akromegali bisa terjadi pada pria dan wanita. Umur rata-rata gangguan ini yang diketahui adalah sekitar pertengahan usia yaitu 40 tahun, dan penyaktnya berlangsung selama 5-10 tahun. (http://books.google.com/books?id=0b-) KASUS Tn.N datang ke klinik dengan keluhan sering sakit kepala yang tidak sembuh walaupun telah minum analgetik, diaphoresis, kulit berminyak, baal pada semua jari dan lemas. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan kaki besar, tangan besar, lidah besar, TD 160/100 mmHg, N 82x/mnt, P 16x/mnt. Hasil laboratorium menunjukkan Insulin Growth Factor 1 (IGF-1) 186 mg/dl, kalsium 12 mg/dl, fosfat 6 mg/dl, X-Ray sela fursica, mandibula dan sinus frontal menunjukkan pembesaran. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah : 1) Identifikasi masalah utama pada pasien berdasarkan konsep patofisiologi yang kelompok ketahui 2) Lengkapi data-data klinis dan diagnostic pasien yang sesuai dengan patofisiologis

3) Jelaskan penatalaksanaan medis yang sebaiknya kita lakukan 4) Tentukanlah masalah keperawatan pada pasien tersebut dan penyebabnya 5) Buat NCP dengan 2 diagnosa utama. NCP tersebut harus mencakup tindakan keperawatan mandiri,edukasi, observasi, dan kolaborasi C. Tujuan Tujuan yang dapat diambil dari makalah diatas yaitu membantu mahasiswa untuk memahami ganguan yang terjadi pada kelnjar hipofisis anterior yaitu akromegali. D. Manfaat Manfaat yang dapat diambil dari makalah ini adalah agar mahasiswa maupun pembaca mampu memahami tanda dan gejala, penyebab, patofisiologi, penatalaksanaan medis dan non medis, asuhan keperawatan yang sesuai untuk pasien akromegali.

BAB II PEMBAHASAN A . Pengertian Akromegali adalah gangguan di mana abnormal pelepasan bahan kimia tertentu dari kelenjar hipofisis di otak menyebabkan peningkatan pertumbuhan tulang dan jaringan lunak, serta berbagai gangguan yang lain di seluruh tubuh. Kimia ini dilepaskan dari kelenjar hipofisis disebut hormon pertumbuhan (GH). (http://galemedicine.blogspot.com/2010/06/akromegali-dan-gigantisme.html) Akromegali adalah pertumbuhan berlebihan akibat pelepasan hormon pertumbuhan yang berlebihan. Penyebabnya adalah pelepasan hormon pertumbuhan berlebihan hampir selalu disebabkan oleh tumor hipofisa jinak (adenoma). (http://info.medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=758) Akromegali disebabkan oleh sekresi GH yang berlebihan. Keadaan ini bisa diakibatkan tumor hipofisis yang menyekresi GH atau kelainan hipotalamus yang mengarah pada pelepasan GH secara berlebiihan. Keadaan ini bisa menimbulkan akromegalisebagai respons terhadap neoplasia yang menyekresi GHRH ektopik. Pada akromegali terdapat hyperplasia hipofisis somatotrop dan hipersekresi GH. Akromegali terjadi setelah umur anak-anak dan remaja dimana terjadi setelah pertumbuhan somatic selesai, akromegali akan menyebabkan penebalan tulang-tulang dan jaringan lunak. (Patofisiologi, Sylvia A.Price) B .Etiologi Penyebab paling umum gangguan ini (dalam 90% dari pasien) adalah perkembangan tumor non-kanker dalam kelenjar di bawah otak, disebut adenoma hipofisis. Tumor adalah sumber dari rilis abnormal GH. Tumor ini yang menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial di dalam otak, sehingga yang menyebabkan sakit kepala. Adenoma yang tumbuh,dapat mengganggu jaringan hipofisis lain. Gangguan tersebut mungkin bertanggung jawab untuk perubahan dalam siklus menstruasi perempuan, penurunan drive seksual pada pria dan wanita, dan produksi ASI abnormal pada wanita. Di kasus yang jarang terjadi, Akromegali disebabkan oleh produksi abnormal dari GHRH, yang

mengarah pada peningkatan produksi GH. Beberapa tumor di pankreas, paru-paru, kelenjar adrenal, tiroid, dan usus menghasilkan GHRH, yang pada akhirnya merangsang jumlah produksi normal GH. (http://www.tanyadokter.com/disease.asp?id=1000900) C. Manifestasi Klinis Adapun tanda dan gejala dari akromegali yaitu:
1. Perubahan pada bentuk wajah: hidung, bibir, dahi, rahang, serta lipatan kulit menjadi

lebih besar dan kasar secara progresif. Rahang bawah menjadi besar dan menonjol ke depan sehingga gigi renggang. Jaringan lunak juga tumbuuh sehingga wajah seperti kelihatan ada edema. 2. 3. 5. Kedua tangan dan kaki membesar secara progresif Lidah, kelenjar ludah, limpa, jantung, ginjal, hepar dan organ lainnya juga membesar. Gangguan metabolisme lemak dengan akibat hiperlipidemia

4. Gangguan toleransi glukosa bisa berkembang sampai timbul diabetes mellitus

6. Cepat lelah dan letargi, karena jaringanyang membesar menekan persarafan. 7. Karena pembengkakan dalam struktur tenggorokan dan sinus, suara menjadi lebih

dalam dan terdengar lebih berongga, dan pasien dapat mendengkur.


8. Berkeringat 9. Kulit berminyak

10. Tekanan darah tinggi


11. Peningkatan kalsium dalam urin (kadang-kadang menyebabkan batu ginjal) 12. Peningkatan risiko batu empedu 13. Pembengkakan kelenjar tiroid

14. Penderita wanita bahkan menghasilkan air susu meskipun tidak sedang dalam masa menyusui (galaktore) karena terlalu banyaknya hormon pertumbuhan maupun hormon prolaktin. Sepertiga penderita pria menjadi impoten
15. Saraf yang membawa sinyal dari mata ke otak juga bisa tertekan, sehingga terjadi

gangguan penglihatan, terutama pada lapang pandang sebelah luar. Tumor hipofisa juga bisa menyebabkan sakit kepala hebat yang dikarenakan peningkatan tekanan

intrakarnial dalam otak karena adanya tumor. (http://info.medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=758) D. Patofisiologi GH atau somatotropin mempunyai pengaruh metabolik utama,baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Pada anak-anak, hormon ini diperlukan untuk pertumbuhan somatik. Pada orang dewasa, hormon ini berfungsi mempertahankan ukuran orang dewasa normal dan juga berperan dalam pengaturan sintesis protein dan pembuangan zat makanan. GH memproduksi faktor pertumbuhan-1 mirip insulin (IGF-1) yang merantarai efek perangsang-pertumbuhan. Tanpa IGF-1, GH tidak dapat merangsang pertumbuhan. Sekresi GH diatur oleh growth hormone-releasing hormone (GHRH) dari hipotalamus dan oleh somatostatin, suatu hormon penghambat. Pelepasan GH dirangsang oleh hipoglikemia dan oleh asam amino seperti arginin, ditambah juga dengan stress dan latihan berat. Gigantisme dan akromegali disebabkan oleh sekresi GH yang berlebihan. Keadaan ini dapat diakibatkan tumor hipofisis yang menyekresi GH atau karena kelainan hipotalamus yang mengarah pada pelepasan GH secara berlebihan. Pada beberapa pasien dapat timbul akromegali sebagai respons terhadap neoplasia yang menyekresi GHRA ektopik. Pada pasien ini terdapat hiperplasia hipofisis somatotrop dan hipersekresi GH. Bila kelebihan GH terjadi selama masa anak-anak dan remaja, maka pertumbuhan longitudinal pasien sangat cepat, dan pasien akan menjadi seorang raksasa. Setelah pertumbuhan somatis selesai, hipersekresi GH tidak akan menimbulkan GIGANTISME, tetapi menyebabkan penebalan tulang-tulang dan jaringan lunak. Keadaan ini disebut akromegali, dan penderita akromegali memperlihatkan pembesaran tangan dan kaki. Penderita mungkin membutuhkan ukuran sarung tangan yang lebih besar. Kaki juga menjadi lebih besar dan lebar, dan penderita menceritakan mereka harus mengubah ukuran sepatunya. Pembesaran ini biasanya disebabkan oleh pertumbuhan dan penebalan tulang dan peningkatan pertumbuhan jaringan lunak. Selain itu, perubahan bentuk raut wajah dapat membantu diagnosis pada insepeksi. Raut wajah menjadi semakin kasar, sinus paranasalis dan sinus frontalis membesar. Bagian frontal menonjol, tonjolan supraorbital menjadi semakin nyata, dan terjadi deformitas

mandibula disertai timbulnya prognatisme (rahang yang menjorok ke depan) dan gigi geligi tidak dapat menggigit. Pembesaran mandibula menyebabkan gigi-gigi renggang. Lidah juga membesar, sehingga penderita sulit berbicara. Suara menjadi lebih dalam akibat penebalan pita suara. Deformitas tulang belakang karena pertumbuhan tulang yang berlebihan, mengakibatkan timbulnya nyeri dipunggung dan perubahan fisiologik lengkung tulang belakang. Pemeriksaan radiografik tengkorak pasien akromegali menunjukkan perubahan khas disertai pembesaran sinus paranasalis, penebalan kalvarium, deformitas mandibula ( yang menyerupai bumerang ), dan yang paling penting ialah penebalan dan destruksi sela tursika yang menimbulkan dugaan adanya tumor hipofisis. Bila akromegali berkaitan dengan tumor hipofisis, maka pasien mungkin mengalami nyeri kepala bitemporal dan gangguan penglihatan disertai hemianopsia bitemporal akibat penyebaran supraselar tumor tersebut, dan penekanan kiasma optikum.
Pasien dengan akromegali memiliki kadar basal GH dan IGF-1yang tinggi dan juga dapat

diuji dengan pemberian glukosa oral. Pada subjek yang normal, induksi hiperglikemia dengan glukosa akan menekan kadar GH. Sebaliknya, pada pasien akromegali atau gigantisme kadar GH gagal ditekan. (Lauralee Sherwood.Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem.Edisi 2.2001.Jakarta:EGC) Sel asidofilik, sel pembentuk hormone pertumbuhan di kelenjar hipofisis anterior menjadi sangat aktif atau bahkan timbul tumor pada kelenjar hipofisis tersebut. Hal ini mengakibatkan sekresi hormone pertumbuhan menjadi sangat tinggi. Akibatnya, seluruh jaringan tubuh tumbuh dengan cepat sekali, termasuk tulang. Pada akromegali, hal ini terjadi sesudah penutupan lempeng epifise, yaitu sesudah masa remaja sehingga terjadi pembesaran jaringan-jaringan tubuh yang lunak seperti kaki besar, tangan besar, lidah besar, mandibula besar dan manifestasi klinis lainnya yang termasuk dalam akromegali. Biasanya penderita akromegali juga mengalami hiperglikemi. Hiperglikemi terjadi karena produksi hormone pertumbuhan yang sangat banyak menyebabkan hormone pertumbuhan tersebut menurunkan pemakaian glukosa di seluruh tubuh sehingga banyak glukosa yang beredar di pembuluh darah. Dan sel-sel beta pulau Langerhans pancreas menjadi terlalu aktif akibat hiperglikemi dan akhirnya sel-sel tersebut berdegenerasi.

Akibatnya, kira-kira 10 persen pasien akromegali menderita Diabetes Melitus. (http://www.idonbiu.com/2010/04/gigantisme.html) Patoflow Sel asidofik pembentukkan hormone pertumbuhan di kelenjar hipofisis anterior aktif/ adanya tumor Sekresi hormone pertumbuhan Jaringan tubuh tumbuh dengan cepat/pertumbuhan abnormal Ditandai dengan kaki besar, tangan besar, lidah besar, mandibula besar Penebalan tulang-tulang dan jaringan lunak Hiperglikemi

Glukosa darah

Dan sel-sel beta pulau Langerhans pancreas menjadi terlalu aktif

Sensitivitas insulin

DM tipe II E. Pemeriksaan Diagnostik /Penunjang Pemeriksaan kadar GH melalui radioimmunoassay,kadarnya hanya meningkat (400ng/ml) pada penyakit aktif dan tidak ditekan oleh glukosa pada tes toleransi glukosa standar Perimetri untuk mencari defek lapang pandang visual bitemporal(50%)

Rontgen tengkorak untuk melihat pembesaran sella,erosi presesus klinoid,alur

supraorbita,dan rahang bawah.lantai fosa hipofisis biasanya tampak mengalami erosi atau menjadi ganda pada tomogram tampak lateral.
CT scan atau MRI untuk melihat ekstensi suprasellar. CT scan melihat adanya

kelainan atau tumor,biasanya pasien diberikan zat media kontras yang disuntikkan ke vena sehingga memberikan detail yang lebih baik. Sedangkan MRI lebih baik dari CT scan dalam mendiagnosis tumor kelenjar pituitary
Rontgen tangan untuk mencari bentuk lempeng pada falang distal dan peningkatan

jarak rongga antara sendi karena hipertrofi kartilago . bantalan tumit biasanya menebal .tes ini lebih memiliki unsur menarik dari pada diagnostic Kadar glukosa serum bisa meningkat Kadar fosfat dalam serum saat puasa bisa meningkat namun tidak memilik manfaat diagnostic
Rontgen dada dan EKG bisa menunjukkan hipertrofi ventrikel kiri akibat

hipertensi. Tes toleransi glukosa : hiperglikemia, Kadar somatomidin meningkat 2,6-21,7 U/ml ( 0,31-1,4 U/ml). (http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1991/01/19/KSH/mbm.19910119.KSH12 970.id.html) Diagnosa: Normal kadar basal Gh <1 ng/ml, pada penderita acromegali bisa meningkat sampai > 5 ng/ml, walaupun pada penderita biasanya tetap normal. Pengukuran kadar somatemedin C lebih bisa dipercaya, karena kadarnya yang konstan dan meningkat pada acromegali. Normal kadarnya 0,67 U/ml, pada acromegali meningkat sampai 6,8 U/ml. Dengan GTT kadar GH akan ditekan sampai < 2 ng/ml sesudah pemberian glukosa oral (100 gr), kegagalan penekanan ini menunjukkan adanya hipersekresi dari GH. Pemberian GRF atau TRH perdarahan infus akan meningkatkan kadar GH, pada keadaan normal tidak. Jika hipersekresi telah ditentukan maka pastikan sumbernya dengan MRI, jika dengan MRI tidak terdapat sesuatu adenoma hipofisis harus dicari sumber ektopik dari GH. Dan diperkuat oleh tingginya

kadar hormon pertumbuhan atau IGF-I (insulin-like growth factor I) dalam darah. F. Komplikasi Adapun komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien akromegali adalah, sbb:
1. Hipertrofi jantung, penebalan dinding ventrikel dapat terjadi pada pasien akromegali

akibat kelebihan hormone pertumbuhan dalam darah. Biasanya setiap penebalan pada dinding otot jantung mencerminkan reaksi otot terhadap peningkatan beban kerja jantung dan penyebab yang khas dari keadaan ini seperti tekanan darah tinggi.
2. Hipertensi. Hipertensi dapat terjadi karena adanya peningkatan beban kerja jantung

memompa darah karena adanya peningkatan hormone pertumbuhan dalam darah. (http://library.usu.ac.id/download/fk/bedah-iskandar%20japardi50.pdf)
3. Diabetes mellitus akibat kecenderungan GH untuk meningkatkan glukosa darah dan

menurunkan sensitivitas insulin sel. Hipersekresi hormon GH pada akromegali dan sindrom Cushing sering berakibat pada resistansi insulin, baik pada hati dan organ lain, dengan simtoma hiperinsulinemia dan hiperglisemia, yang berdampak pada penyakit kardiovaskular dan berakibat kematian. GH memang memiliki peran penting dalam metabolisme glukosa dengan menstimulasi glukogenesis dan lipolisis, dan meningkatkan kadar glukosa darah dan asam lemak. Sebaliknya, insulin-like growth factor 1 (IGF-I) meningkatkan kepekaan terhadap insulin, terutama pada otot lurik. Walaupun demikian, pada akromegali, peningkatan rasio IGF-I tidak dapat menurunkan resistansi insulin, oleh karena berlebihnya GH.( http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus)
4. Arthritis. Artritis dapat terjadi pada pasien akromegali dikarenakan nyeri sendi yang

sudah terjadi setelah bertahun-tahun. G. Penatalaksanaan Medis Dan Non Medis Penatalaksanaan Medis A. Terapi pembedahan Tindakan pembedahan adalah cara pengobatan utama. Dikenal dua macam pembedahan tergantung dari besarnya tumor yaitu : bedah makro dengan melakukan

pembedahan pada batok kepala (TC atau trans kranial) dan bedah mikro (TESH atau trans ethmoid sphenoid hypophysectomy). Cara terakhir ini (TESH) dilakukan dengan cara pembedahan melalui sudut antara celah infra orbita dan jembatan hidung antara kedua mata, untuk mencapai tumor hipofisis. Hasil yang didapat cukup memuaskan dengan keberhasilan mencapai kadar HP yang diinginkan tercapai pada 70 90% kasus. Keberhasilan tersebut juga sangat ditentukan oleh besarnya tumor. Efek samping operasi dapat terjadi pada 6 20% kasus, namun pada umumnya dapat diatasi. Komplikasi pasca operasi dapat berupa kebocoran cairan serebro spinal (CSF leak), fistula oro nasal, epistaksis, sinusitis dan infeksi pada luka operasi. Keberhasilan terapi ditandai dengan menurunnya kadar GH di bawah 5 g/l. Dengan kriteria ini keberhasilan terapi dicapai pada 50 60% kasus, yang terdiri dari 80% kasus mikroadenoma, dan 20 % makroadenoma. B. Terapi radiasi Indikasi radiasi adalah sebagai terapi pilihan secara tunggal, kalau tindakan operasi tidak memungkinkan, dan menyertai tindakan pembedahan kalau masih terdapat gejala akut setelah terapi pembedahan dilaksanakan. Radiasi memberikan manfaat pengecilan tumor, menurunkan kadar GH , tetapi dapat pula mempengaruhi fungsi hipofisis. Penurunan kadar GH umumnya mempunyai korelasi dengan lamanya radiasi dilaksanakan. Eastment dkk menyebutkan bahwa, terjadi penurunan GH 50% dari kadar sebelum disinar (base line level), setelah penyinaran dalam kurun waktu 2 tahun, dan 75% setelah 5 tahun penyinaran. Peneliti lainnya menyebutkan bahwa, kadar HP mampu diturunkan dibawah 5 g/l setelah pengobatan berjalan 5 tahun, pada 50% kasus. Kalau pengobatan dilanjutkan s/d 10 tahun maka, 70% kasus mampu mencapai kadar tersebut. Terapi radiasi pada pasien akromegali mempunyai resiko yang besar, dimana > 25% akan menyebabkan hypopituitarism, gangguan pada N opticus dan chiasma. Lethargy, gangguan daya ingat, cranial nerve palsies dan nekrosis tumor disertai perdarahan. Banyak pasien kadar Ghnya tetap tinggi sesudah terapi radiasi. ( http://www.idonbiu.com/2010/04/gigantisme.html)

C. Terapi Farmakologi Tujuan pengobatan adalah : a) Menormalkan kembali kadar GH atau IGF-1 b) Memperkecilkan tumor atau menstabilkan besarnya tumor c) Menormalkan fungsi hipofisis Untuk gangguan prolaktinoma, obat yang sering dipakai adalah Bromocriptin. Bromocriptin dapat mengembalikan kadar hormone ke normal, memulihkan fertilitas dan mengecilkan tumor. Sandostatin juga berhasil memperbaiki akromegali karena bisa menekan pengeluaran hormone pertumbuhan. Obat ini diberikan 3-4 kali sehari melalui subkutan. Suntikan okreotid bisa membantu menghalangi pembentukan hormon pertumbuhan. Pegvisoman berfungsi menghambat kerja GH direseptor dan dipakai untuk kasus akromegali. (http://www.tanyadokter.com/disease.asp?id=1000900). Pada pemebrian Bromokriptin dengan dosis yang lebih tinggi dri pada yang diperlukan untuk mengontrol prolactinomas, bisa menurunkan kadar GH 5-10 ng/ml pada > 20% pasien, keluhan somatik membaik,pembengkakan jaringan lunak berkurang dan jumlah keringat menurun. Idealnya hipersekresi dari GH ini bisa ditekan dengan pemberian somatostatin, tetapi ini memerlukan dosis yang multipel karena half life dari somatostatin yang sangat pendek. Sekarang dipakai analog somatostatin yaitu octreotide (Sandostatin) yang mempunyai half life yang lebih panjang sehingga pemberian bisa dilakukan 3x/heroin 100-200 mg SC, pada acromegaly obat ini 90% efektif, efek sampingnya yaitu diarhea dimana insidennya meningkat seiring dengan bertambah lamanya pemakaian. Penatalaksanaan Non-medis Diet. Perubahan diet perlu dijelaskan kepada pasien dan keluarga karena intoleransi karbohidrat karena mengakibatkan diabetes mellitus. Diet pasien diabetes elitus dapat dijadikan sebagai patokan. Pembatasan natrium dan lipid diperlukan bagi pasien dengan gagal jantung (hipertrifi jantung) karena akromegali.

(http://www.scumdoctor.com/Indonesian/disease-prevention/incurablediseases/diabetes/diabetic-diet/List-Of-Foods-For-Diabetic-To-Eat.html) Tips diet yang dapat digunakan pada penderita akromegali yang menggunkan acuan diet pada penderita diabetes melitus: 1. Makan 3 kali makanan utama dan 2-3 kali selingan per hari 2. Makan selingan yang rendah kalori, seperti kolang-kaling, cincau, agar-agar dll. Berarti harus menghindari makanan yang sangat tinggi lemak 3. Hindari kebiasaan minum sari buah secara berlebihan, khususnya pada pagi hari dan gantikan dengan minuman berserat seperti blender ketimun, melon, dan semangka (bagian yang putih disertakan) 4. Sertakan rebusan buncis atau sayuran lain yang dapat menurunkan kadar gula darah dalam menu sayuran, sedikitnya 2 kali seminggu 5. Biasakan sarapan dengan sereal tinggi serat, seperti havermut, kacang ijo, jagung sebus, atau roti bekatul setiap hari 6. Hindari penambahan gula pasir pada minuman atau makanan. Pastikan juga untuk menghindari atau membatasi asupan karbohidrat yang meliputi jagung sirup, madu, permen, gula, beras putih, roti putih atau item yang mengandung fruktosa, glukosa atau sukrosa. 7. Biasakan berjalan sedikitnya 3 kali seminggu selama > 30 menit (http://id.shvoong.com/medicine-and-health/nutrition/1923643-tips-diet-penderitadiabetes/) H. Rencana Asuhan Keperawatan A. Pengkajian Nama Hari/tgl No. 1. :Tn.N (45 thn) :Sabtu, 06 November 2010 Masalah Keperawatan Nyeri kepala/pusing Etiologi Peningkatan adanya tumor

Tanda-tanda vital : TD 160/100 mmHg, N 82x/mnt, P 16x/mnt S 37,5oC. Tindakan Keperawatan DO: DS: pasien mengatakan sering sakit kepala yang tekanan

intracranial yang disebabkan

tidak 2.

sembuh

walaupun

telah minum analgetik DO: Insulin Growth Factor Pembesaran pada organ Peningkatan kadar hormone 1 (IGF-1) 186 mg/dl, tubuh seperti kaki, tangan, pertumbuhan (GH) sinus frontalis, kalsium 12 mg/dl, fosfat 6 lidah, mandibula dan sinus frontal menunjukkan pembesaran. . Hasil pemeriksaan kaki fisik besar, ditemukan

mg/dl, X-Ray sela fursica, mandibula

tangan besar, lidah besar, DS:Pasien mengeluh mual dan muntah yang sering proyektil B. Perencanaan Nama Hari/tgl :Tn. N (45 thn) :Sabtu, 06 November 2010 RASIONAL Nyeri pengalamn danharus oleh Identifikasi karakteristik nyeri dan faktor berhubungan merupakan suatu hal yang untuk amat penting memilih yang merupakan subjektif dijelaskan pasien.

1. Diagnosa :Nyeri/sakit kepala b.d peningkatan tekanan intracranial akibat tumor TUJUAN KRITERIA HASIL INTERVENSI Dalam waktu 1x24 Pasien menyatakan Mandiri jam menyatakan hilang pasien nyeri nyeri berkurang/hilang Pasien nampak rileks, muka tenang Pasien istirahat nyaman dapat tidur/ dengan Pantau rasa nyeri tiap 4 jam. Catat karakteristik nyeri nyeri, faktor atau nyeri) (lokasi lamanya, yang meredakan

memperburuk

intervensi yang cocok dan mengevaluasi keefektifan dari terapi yang diberikan. Observasi adanya tanda-tanda nyeri nonverbal seperti ekspresi posisi gelisah, menangis, menarik diaphoresis, perubahan frekuensi jantung, tekanan darah tinggi
Anjurkan

untuk

Merupakan indicator/derajat nyeriyang Sakit tidak kepala langsung dialami. mungkin bersifat akut atau kronis,

wajah, tubuh,

diri,

jadi

manifestasi bisa

fisiologis muncul/tidak

untuk ruangan

Menurunkan stimulasi berlebihan sakit kepala yang yang

beristirahat dalam yang tenang Kolaborasi Berikan sesuai misalnya analgetik seperti asetaminofen obat indikasi,

dapat mengurangi

Penanganan pertama dari sakit kepala umum bermanfaat sakit secara hanya pada kepala

kadang-kadang

karena gangguan vaskuler Rujuk fisioterapi, lakukan relaksasi teknik ahli Teknik ini berguna untuk stress menurunkan yang dapat sakit ketegangan otot atau merangsang timbulnya kepala Berikan oksigen indikasi terapi sesuai Pemendekan serangan sakit kepala dengan 60-70% beberapa yang dengan pada pasien berhubungan spasme

menurunkan hipoksia

pembuluh darah 2. Diagnosa: Gangguan citra diri b.d perubahan pada struktur tubuh ditandai dengan pemebsaran kai, tangan, dan lidah Tujuan Kriteria Hasil Setelah diberikan Mengakui diri asuhan keperawatan diharapkan mendapatkan tingkat kepercayaan dirinya kembali sebagai individu interaksi antar personal Adanya peningkatan kepercayaan diri Biarkan pasien menggambarkan dirinya sendiri pasien Menerima adanya Intervensi Mandiri Buat hubungan terapeutik perawat-pasien Rasional
Dalam hubungan

membantu, pasien dapat mulai mempercayai dan mencoba pemikiran dan perilaku baru. Memberikan kesempatan mendiskusikan persepsi pasien

Catat penolakan pasien dari/dan/atau ketidaknyaman dalam hubungan social

tentang diri/gambaran diri dan kenyataan situasi individu Menunjukkan perasaan isolasi dan takut penolakan/penilaian

Kolaborasi Libatkan dalam terapi kelompok

oleh orang lain. Penghindaran situasi sosial dan kontak dengan orang lain dapat membuat perasaan tak

Rujuk untuk rekreasi

berharga. Memberikan kesempatan untuk berbicara tentang perasaan dan mencoba perilaku baru. Mengembangkan minat dan keterampilan untuk mengisi waktu. Keterlibatan dalam aktivitas rekreasi mendorong interaksi sosial dengan orang lain dan meningkatkan

kesenangan dan relaksasi. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan


1. Akromegali adalah kondisi seseorang yang kelebihan hormone pertumbuhan,

dengan cirri-ciri pembesaran jaringan hipofise sehingga Nampak kaki besar, tangan besar, lidah besar, mandibula besar, hidung besar, kulit kasar.. Gigantisme disebabkan oleh kelebihan jumlah hormon pertumbuhan.
2. Akromegali disebabkan oleh sekresi GH yang berlebihan. Keadaan ini dapat

diakibatkan tumor hipofisis yang menyekresi GH atau karena kelainan hipotalamus yang mengarah pada pelepasan GH secara berlebihan.
3. Ciri utama akromegali adalah Perubahan pada bentuk wajah: hidung, bibir,

dahi, rahang, serta lipatan kulit menjadi lebih besar dan kasar secara progresif. Rahang bawah menjadi bear dan menonjolke depan sehingga gigi renggang. Jaringan lunak juga tumbuuh sehingga wajah seperti kelihatan ada edema. Kedua tangan dan kaki membesar secara progresif. Lidah, kelenjar ludah, limpa, jantung, ginjal, hepar dan organ lainnya juga membesar. 4. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan dengan tes Laboratorium,Kadar GH berlebihan mencapai 400 ng/ml, Tes toleransi glukosa : hiperglikemia, Kadar somatomidin meningkat 2,6-21,7 U/ml ( 0,31-1,4 U/ml), CT. Scan, MRI. Dikenal 2 macam terapi, yaitu: terapi pembedahan, terapi radiasi B. Saran dan Kritik Makalah ini masih memilki banyak kekurangan. Jadi, dimohon pada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun sehingga makalah ini mencapai kesempurnaan.

DAFTAR PUSTAKA Resensi Buku


E.Doenges, Marilyn,dkk.RENCANA

ASUHAN KEPERAWATAN Pedoman Untuk

Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien.Edisi 3.1999.Jakarta:EGC


Lauralee Sherwood.Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem.Edisi 2.2001.Jakarta:EGC

A.Price Sylvia, M.Wilson, Lorraine.PATOFISIOLOGI Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.Edisi 6.2005.Jakarta:EGC Pencarian dari Google http://library.usu.ac.id/download/fk/bedah-iskandar%20japardi50.pdf Diakses pada hari Sabtu, 06 November 2010 pukul 14.55 WIB http://books.google.com/books? id=vfREV2JlRMC&pg=PA18&lpg=PA18&dq=asuhankeperawatan+akromegali&source =bl&ots=4pG_fE3Tpf&sig=0EBCOl2mLz8DnDmjl56s_8JYOVI&hl=en&ei=hOXVTIL ONIaBlAf41tmBCQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=7&ved=0CDQQ6AEw Bg#v=onepage&q&f=false Diakses pada hari Minggu, 07 November 2010 pukul 07.11 WIB http://gambargambarpelik.blogspot.com/2010/09/mampu-serang-tua-muda.html Diakses pada hari Minggu, 07 November 2010 pukul 06.31 WIB http://www.idonbiu.com/2010/04/gigantisme.html Diakses pada hari Minggu, 07 November 2010 pukul 06.25 WIB http://mstar.com.my/berita/cerita.asp? file=/2007/11/21/TERKINI/Rencana/Akromegali_boleh_bawa_maut_jika_tidak_dirawat &sec=mstar_berita Diakses pada hari Minggu, 07 November 2010 pukul 06.22 WIB
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1991/01/19/KSH/mbm.19910119.KSH12970.

id.html Diakses pada hari Minggu, 07 November 2010 pukul 06.19 WIB

http://www.google.co.id/images?client=firefox-a&rls=org.mozilla:enUS:official&channel=s&hl=id&q=akromegali&um=1&ie=UTF8&source=univ&ei=RtrVTMTvM8KBlAfvr_n8CA&sa=X&oi=image_result_group&ct= title&resnum=2&ved=0CCcQsAQwAQ&biw=1024&bih=465 Diakses pada hari Minggu, 07 November 2010 pukul 05.58 WIB http://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_mellitus Diakses pada hari Minggu, 07 November 2010 pukul 05.55 WIB http://www.tanyadokter.com/disease.asp?id=1000900 Diakses pada hari Minggu, 07 November 2010 pukul 07.35 WIB http://forum.um.ac.id/index.php?topic=5054.0 Diakses pada hari Minggu, 07 November 2010 pukul 05.47 WIB http://galemedicine.blogspot.com/2010/06/akromegali-dan-gigantisme.html Diakses pada hari kamis, 04 November 2010 pukul 14.13 WIB http://info.medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=758 Diakses pada hari Kamis, 04 November 2010 pukul 14.25 WIB