P. 1
pengembangan kurikulum

pengembangan kurikulum

|Views: 22|Likes:
Dipublikasikan oleh sepriwan

More info:

Published by: sepriwan on Dec 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

MATA KULIAH : PENGEMBANGAN KURIKULUM KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

Mengapa Kurikulum Berubah? Pendidikan pada hakekatnya merupakan proses pembangunan peradaban bangsa. Oleh karena itu harus bertumpu pada konsep pertumbuhan, pengembangan, pembaharuan, dan kelangsungannya (A. Malik Fadjar, 2 Mei 2003) PENDIDIKAN MERUPAKAN SALAH SATU WUJUD KEBUDAYAAN MANUSIA YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG MENGIKUTI DINAMIKA PERKEMBANGAN JAMAN PENGEMBANGAN DAN PERUBAHAN KURIKULUM DAN KOMPONEN PENDIDIKAN LAINNYA MERUPAKAN HAL YANG WAJAR TERJADI PENYEMPURNAAN KURIKULUM PERLU DILAKUKAN TERUS-MENERUS DAN SISTEMIK, DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN DAN PERKEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI, DAN UNTUK MENJAWAB TANTANGAN MASA DEPAN Tinjauan Kurikulum Berasal dari kata curicula (Latin), artinya jalan untuk pedati atau untuk perlombaan. Dalam dunia pendidikan, menjadi jalan, usaha, kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kurikulum: ‘ Semua pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan’ (Tyler, 1957) Kurikulum: ‘ Suatu rencana atau program untuk semua pengalaman yang dihadapi anak dibawah pengarahan sekolah’ (Oliva, 1982) Kurikulum: ‘ Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu ’ (UU Sisdiknas 2003) Fungsi Kurikulum Sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu yang diuraikan dalam bentuk rencana, tujuan, isi, dan bahan pelajaran, metode dan cara penilaian dalam pembelajaran

Komponen dan landasan pengembangan kurikulum
TUJUAN BAHAN
METODA

EVALUASI

Filsafat pendidikan Psikologi pendidikan Sosial budaya

Ilmu dan teknologi

Desain Kurikulum Suatu petunjuk yang memberi dasar, arah, tujuan dan teknik yang ditempuh dalam memulai dan melaksanakan kegiatan (Oemar Hamalik, 1993) Desain kurikulum adalah suatu pengorganisasian tujuan, konten, kegiatan (proses belajar) dan evaluasi (Nana Syaodih, 1997) Karakteristir desain: berfokus pada tjuan, memperkuat keyakinan akan berhasil, menguntungkan baik dari segi waktu, tenaga, usaha, memperlancar komunikasi dan koordinasi, mengurangi ketegangan Macam-macam desain fokus, yaitu subject centered design, learner centered desain, problem centered desain. Macam-macam desain separated subject matter cur., correlated subject cur., broadfield cur., Fusion cur., integrated cur.

Manajemen Kurikulum/Pembelajan : Langkah Awal Analisis 1.
Kebutuhan

4. Evaluasi & Validasi

2. Penyusunan

3. Implementasi
Satrio-2004 ®

EDUCATION REFORM
PEM. PUSAT / DIKNAS OTONOMI DAERAH DESENTRALISASI PENDIDIKAN SEKOLAH/ SBM KTSP Peserta Didik Cer das-competitif GURU KOMITE SEKOLAH DEWAN PENDIDIKAN UU NO. 32/2005 : Kabupaten/Kota: Pendas Propinsi : Pend. Menengah BSNP/UUGD G O V E R N A N C E E D U

S O C I E T Y

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Dikembangkan oleh kelompok/satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah dibawah koordinasi Dinas Pendidikan/Kantor Depag Kab/Kota untuk Pendas, atau Dinas

Pend/Kandepag Provinsi untuk pendidikan Menengah dan khusus. KTSP dikembangkan berdasarkan standar isi, standar kompetensi dan lulusan serta panduan dari BSNP Mengapa perlu KTSP ? Otonomi sekolah Otonomi guru Otonomi peserta didik – pribadi mandiri dan cerdas Sekolah sebagai pusat pembangunan kreativitas, inovasi dan pembudayaan

Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran KTSP  Tatacara memahami, menganalisis kebutuhan, merencanakan, membuat dan mengevaluasi kurikulum pada tingkat satuan pendidikan yang akan dijadikan patokan dalam pencapaian output pendidikan pada satuan pendidikan tertentu dalam waktu tertentu berdasarkan standar isi, standar kompetensi dan lulusan serta panduan yang ditetapkan BSNP.  Tatacara merencanakan,

mengelola,

melaksanakan dan mengevaluasi pengembangan

kegiatan pembelajaran dengan menerapkan prinsip-prinsip KTSP. Apa yang harus dilakukan oleh sekolah? Sekolah menyusun kurikulum KTSP terdiri dari: Visi, misi dan tujuan pendidikan Tingkat satuan pendidikan Struktur dan muatan KTSP Kalender pendidikan

Silabus dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi yang ditetapkan dengan Permendiknas No. 22 Tahun 2006 dan Standar Kompetensi Lulusan yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Struktur dan Muatan KTSP Mata Pelajaran Muatan Lokal Kegiatan pengembangan diri Pengaturan beban belajar Kenaikan kelas, penjurusan dan kelulusan Pendidikan keakapan hidup Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global

PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Beragama dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah Manajemen Pembelajaran Pengelolaan fasilitas belajar Pengelolaan peserta didik dalam proses pembelajaran Pengelolaan lingkungan belajar

Analisis Konteks Analisis kekuatan/kelemahan dan potensi yang ada di sekolah: Peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, biaya dan programprogram yang ada di sekolah. Analisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar: Komite sekolah, dewan pendidikan, dinas pendidikan, asosiasi profesi, DUDI, sumber daya alam dan sosial budaya. Mengidentifkasi standar isi dan standar kompetensi lulusan sebagai acuan dalam penyusunan KTSP

Penyusunan KTSP Dikembangkansesuai relevansinya oleh setiap/kelompok satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah dibawa supervisi Dinas Pendidikan/Kandepag kota untuk Pen. Das dan Profinsi untuk Pend. Menengah dan khusus. Tim terdiri dari guru, konselor, kasek Merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah dalam bentuk Raker atau lokakarya sebelum tahun ajaran baru. Mekanisme penyusunan: draft, revi, revisi dan finalisasi. Diberlakukan dengan dinyatakan oleh Kasek, mengetahui Komite Sekolah dan Dinas yang bertanggungjawab pada pendidikan. Evaluasi KTSP Evaluasi initernal dan eksternal secara berkesinambungan dari guru dalam PBM, oleh Kasek, Komite, dan Dinas. Efektivitas dan pencapaian performansi belajar siswa untuk perbaikan KTSP selanjutnya. Pada tataran implementasi, silabus dan RPP terus diperbarui Pada setiap raker efektivitas dan pelaksanaan KTSP dievaluasi untuk memungkinkan dibuat masukan-masukan perbaikan.

Perencanaan proses pembelajaran Perencanan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (Pasal 20) Prinsip-prinsip pembelajaran: Yang harus dipersiapkan Guru 1) menyediakan kegiatan yang menyenangkan, 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) memperhatikan keinginan siswa, membangun pengertian melalui apa yang diketahui oleh siswa, menciptakan suasana kelas yang mendukung kegiatan belajar, memberikan kegiatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, memberikan kegiatan yang menantang, memberikan kegiatan yang memberikan harapan keberhasilan, menghargai setiap pencapaian siswa.

Bagaimana Peserta Didik Belajar? Siswa belajar dengan cara yang unik dan kemungkinan berbeda dengan teman yang lain, (2) tiap siswa memerlukan pengalaman tersendiri yang terhubung dengan pengalamannya di waktu lampau, (3) tiap siswa mempunyai latar belakang sosial-ekonomi-budaya yang berbeda . Oleh karena itu Guru perlu:

mengetahui kelebihan dan kekurangan para siswanya, (2) merencanakan kegiatan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, (3) membangun pengetahuan dan ketrampilan siswa baik yang dia peroleh di sekolah maupun di rumah, (4) menggunakan catatan kemajuan siswa (assessment)

Menyusun Silabus Silabus disusun berdasarkan Standar Isi, Berisi Identitas Mata Pelajaran, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), Materi Pokok/Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator, Penilaian, Alokasi Waktu, dan Sumber Belajar Langkah-langkah: Kompetensi apa saja yang harus dicapai siswa sesuai Standar Isi (SK & KD)?. Materi Pokok/Pembelajaran apa saja yang perlu dibahas dan dipelajari peserta didik untuk mencapai Standar Isi?. Kegiatan Pembelajaran apa yang seharusnya diskenariokan oleh guru sehingga peserta didik mampu berinteraksi dengan sumber-sumber belajar. Indikator apa saja yang harus dirumuskan untuk mengetahui ketercapaian KD dan SK?. Bagaimanakah cara mengetahui ketercapaian kompetensi berdasarkan Indikator sebagai acuan dalam menentukan jenis dan aspek yang akan dinilai. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai Standar Isi tertentu. Sumber Belajar apa yang dapat diberdayakan untuk mencapai Standar Isi tertentu. Pengembang Silabus Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan Dinas Pendidikan.

Prinsip Pengembangan Silabus Ilmiah: Materi dan kegiatan harus benar dan dapat dipertangungjawabkan secara keilmuan. Relevan: Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian materi sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual siswa. Sistematis: Komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dlm mencapai kompetensi. Konsisten: Ada hubungan yang ajeg, taat asas antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian. Memadai: Cakupan indikator, materi pokok/pembelajaran, kegiatan

pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapain kompetensi dasar. Aktual dan Kontekstual: indikator, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan iptek dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. Fleksibel: mengakomodasi variasi siswa, pendidikan, dinamika perubahan di sekolah dan masyarakat. Materi ajar ditentukan memperhatikan kultur daerahnya agar kehidupan siswa tidak tercerabut dari lingkungannya. Menyeluruh: Komponen silabus mencakup kompetensi kognitif, afektif, psikomotor. Desentralistik: kewenangan pengembangan silabus bergantung pada daerah masing-masing atau bahkan sekolah masing-masing. Tahap-tahap Pengembangan Silabus Perencanaan: Tim penyusun silabus ngumpulkan informasi, kepustakaan atau referensi yang sesuai untuk mengembangkan silabus. Pelaksanaan: memahami semua perangkat yang berhubungan dengan penyusunan silabus, seperti Standar Isi yang berhubungan dengan mata pelajaran yang bersangkutan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. • Perbaikan: Buram silabus perlu dikaji ulang sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pengkajian dapat melibatkan para spesialis kurikulum, ahli mata pelajaran, ahli didaktik-metodik, ahli penilaian, psikolog,

guru/instruktur, kepala sekolah, pengawas, staf profesional dinas pendidikan, perwakilan orang tua siswa, dan siswa itu sendiri. • Pemantapan: Masukan dari pengkajian ulang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperbaiki buram awal. Setelah memenuhi kriteria rancangan silabus disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan pihakpihak yang berkepentingan lainnya. • Penilaian silabus: Penilaian pelaksanaan silabus dilakukan secara

Komponen silabus Identitas Silabus Standar Kompentensi Kompetensi Dasar Materi Pokok/Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar

Format 1: Horizontal

SILABUS Sekolah Kelas Mata Pelajaran Semester Standar Kompetensi

: SMP : ...... : ........ : ....... : 1........... 2............

Kompetensi Kegiatan Indikator Penilaian Materi Dasar Pembelajaran Teknik Bentuk Contoh Alokasi Sumber Pokok/ Instrumen Waktu Belajar Pembelajaran Instrumen 1.1.

Format 2: Vertikal SILABUS
Nama Sekolah :.................................... Mata Pelajaran :.................................... Kelas/Semester :.................................... 1. Standar Kompetensi : ....................... 2. Kompetensi Dasar : ....................... 3.Materi Pokok/Pembelajaran : ....................... 4. Kegiatan Pembelajaran : ....................... 5. Indikator : ....................... 6. Penilaian : ....................... 7. Alokasi Waktu : ....................... 8. Sumber Belajar : ....................... Catatan: * Kegiatan Pembelajaran: kegiatanyang spesifik dilakukan siswa untuk mencapai SK dan KD * Alokasi waktu: termasuk alokasi penilaian yang terintegrasi dengan pembelajaran (n x 40 menit) * Sumber belajar: buku teks, alat, bahan, nara sumber,atau lainnya.

Bagaimana membuat Visi Pendidikan Satuan Pendidikan? Berorientasi ke depan Dikembangkan oleh seluruh warga sekolah Merupakan perpaduan antara langkah strategis dan sesuatu yang dicita-citakan Dinyatakan dalam kalimat yang padat makna Dapat dijabarkan ke dalam tujuan dan indikator keberhasilannya Berbasis nilai Membumi (kontekstual “Visi merupakan pernyataan tujuan kemana organisasi akan dibawa, sebuah masa depan yang lebih baik, lebih berhasil atau yang lebih diinginkan daripada kondsi sekarang”. Prinsip Pembelajaran (Berbasis Kompetensi) Tujuan pembelajaran jelas Pembelajaran berfokus pada peserta didik Menekankan pada penguasaan kompetensi Menekankan pada pencapaian performansi Menggunakan strategi pembelajaran yang dapat mengakomodasi cara belajar yang bervariasi Pembelajaran dilakukan secara individual dan dilakukan dengan menggunakan modul Memperhatikan kebutuhan dan kecepatan belajar peserta didik secara individu Media dan materi belajar didesain untuk membantu pencapaian kompetensi Pembelajaran ……. Kegiatan pembelajaran memperhatikan kemudahan untuk dimonitor yang memudahkan pengaturan program Kegiatan pembelajaran diadministrasikan Memanfaatkan sumberdaya internal dan eksternal sekolah Pembelajaran dapat dilakukan di dalam dan di luar sekolah Penilaian hasil belajar untuk mendapatkan umpan balik Penilaian dilakukan secara individu Kemampuan peserta didik dalam menguasai kompetensi ditentukan dengan membandingkan standar yang ada. Berfokus pada peserta didik Mengarahkan dan mengembangkan keingintahuan dan imajinasi

Memiliki semangat mandiri, bekerjasama, dan berkompetisi Menciptakan kondisi yang menyenangkan Mengembangkan berbagai kemampuan dan pengalaman belajar Karakteristik mata pelajaran

Prinsip Belajar Efektif Perhatian dan motivasi Kreativitas Keterlibatan langsung Pengembangan Tantangan Batasan dan penguatan Metoda pembelajaran

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->