Anda di halaman 1dari 2

PITIRIASIS VERSIKOLOR

Etiologi ragi lipofilik yang merupakan flora normal kulit genus Malassezia Cara Penularan Aktivasi Malassezia pada tubuh penderita sendiri, atau bisa menular dari individu lain. Kondisi pathogenperubahan keseimbangan hubungan hospes dengan ragi sebagai flora normal kulitfaktor lingkungan(kelembaban kulit) atau faktor suseptibilitas individual dan faktor individual(kecenderungan genetic atau penyakit yang mendasari) Gejala Klinis Paling banyak dijumpai pada usia belasan Lesi PV terutama dijumpai di bagian atas dada dan meluas ke lengan atas, leher dan perut atau tungkai atas dan bawah. Umumnya bercak hipopigmentasi atau hiperpigmentasi dengan rasa gatal ringan yang umumnya muncul saat berkeringat. Menunjukkan adanya skuamasidengan garukan kuku, akan tampak batas yang jelas antara lesi dan kulit normal Hipopigmentasi asam dekarboksilat yang diproduksi Malasseziainhibitor kompetitif terhadap enzim tirosinaseefek sitotoksik terhadap melanosit Diagnosis Adanya makula hipopigmentasi, hiperpigmentasi, atau kemerahan yang berbatas tegas, tertutup skuama halus Pemeriksaan dengan lampu Wood fluoresensi kuning keemasan Pemeriksaan mikroskopis skuama dengan KOHkelompok sel ragi bulat berdinding tebal dengan miselium kasar Pengambilan skuamamenggunakan scalpel tumpul atau selotip

Diagnosis Banding o Vitiligo o Kloasma o Pitiriasis Alba

Pengobatan Topikal: o Krim ketokonazol 2-3 minggu o Sampho ketokonazol 2% (pada lesi luas)sampho dioleskan pada seluruh badan, lengan dan tungkai, dibiarkan selama 10-15 menit, kemudian dicuci2-3X per minggu selama 4 minggu Sistemik: o Ketokonazol 200mg/hari selama 7-10 hari atau dosis tunggal 400mg o Itrakonazol 200mg/hari selama 5-7 hari Pencegahan 50% propilen glikol dalam air untuk mencegah kekambuhan Endemikketokonazol 200mg/hari Prognosis Baik, tapi kekambuhan sangat tinggi