Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM SURVEI LARVA NON AEDES

Disusun sebagai Tugas Mata Kuliah Pengendalian Vektor dan Binatang Pengganggu-B

Disusun oleh : Yolamba Ervina Sujarwo NIM. P07133111037 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN 2012

LAPORAN PRAKTIKUM SURVEI LARVA NON AEDES

A. Hari dan Tanggal : Rabu, 3 Oktober 2012 B. Tempat : Selokan di depan Auditorium Graha Bina Husada C. Materi Praktikum : Survei Larva Non Aedes D. Tujuan Praktikum : 1. Mampu melakukan identifikasi jenis tempat perindukan nyamuk non Aedes. 2. Mampu melakukan identifikasi jenis spesies larva non Aedes. E. Dasar Teori : Nyamuk termasuk serangga (Arthropoda: Insecta). Tubuhnya terbagi tiga bagian: kaput, toraks, abdomen. Pada kepala ada bagian mulut yang disebut probosis yang lurus ke depan (pada Tribus Culicini dan Anphelini) atau bagian depannya melemgkung ke arah perut (Tribus Megarhini), sepasang antena, dan sepasang palpus maksilaris. Nyamuk jantan antena tipe plumose, yang betina tipe pilose. Tipe bag. mulut menusuk dan mengisap. Pada toraks melekat 3 pasang kaki, dan sepasang sayap, dan sepasang halter (sayap yang sangat mereduksi, bentuknya seperti halter). Nyamuk stadium dewasa (imago) menempuh kehidupan di daratan (terestrial atau aerial); stadium pradewasa (telur, larva, pupa) berada dalam air atau tanah yang sangat lembab (stadium akuatik). Semua stadia bernafas dengan trachea. Nyamuk mengalami metamorfosis sempurna.

Larva nyamuk mengalami perkembangan dari instar I (yang baru menetas dari

telur) -> instar II -> instar III -> instar IV. Larva merupakan stadium makan. Stadium pupa (instar V) merupakan stadium tidak makan, yang nanti muncul (eklosi) stadium dewasa. Stadium pradewasa berhabitat dalam berbagai kondisi air yang beragam, bergantung kpd spesies dan strainnya: air tawar, atau air payau; air jernih atau air kotor; terbuka kpd sinar matahari, atau di tempat teduh atau tertutup oleh tumbuhan yang lebat (misal di hutan), berasosiasi dengan tumbuhan air tertentu atau tidak sama sekali. Subfamili culicini dibagi dalam beberapa genus diantaranya genus Culex, Aedes, dan Mansonia. Tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes adalah semua tempat penyimpanan air bersih yang tenang, misalnya pada gentong air minum dan bak mandi. Stadium larva Aedes mempunyai bentuk siphon yang hanya memiliki satu kelompok rambut dan pectin yang tumbuh tidak sempurna. Larva nyamuk aedes aegypti selalu bergerak aktif dalam air. Pada stadium larva Culex mempunyai lebih dari satu kelompok rambut. Larva bergantung membentuk sudut dan mempunyai pelana tertutup. Bentuk siphon langsing dan kecil yang terdapat pada abdomen terakhir. Bentuk comb tidak beraturan. Tempat perindukan nyamuk Culex adalah di air comberan di dekat rumah, sawah, daerah pantai dan rawa-rawa berair payau. Telur mansonia biasanya diletakkan di balik permukaan tumbuhan air. Pada stadium larva Mansonia mempunyai siphon berujung lancip dan berpigmen gelap.

F. Alat dan Bahan : 1. Ember 2. Pipet 3. Plastic fliptop 4. Obyek glass 5. Mikroskop 6. Tabung reaksi
3

7. Lampu spiritus G. Cara Kerja : Survey larva / jentik non Aedes : 1. Menyiapakan alat untuk survey larva / jentik. 2. Mendatangi lokasi yang diperkirakan terdapat larva nyamuk ( Selokan di depan Auditorium Graha Bina Husada ). 3. Mengambil air selokan dengan menggunakan ember. 4. Mengambil beberapa larva dari dalam ember tersebut dengan

menggunakan pipet bermulut lebar. 5. Memasukkan larva yang telah di ambil dari dalam ember ke dalam plastic fliptop. 6. Membawa plastic fliptop berisi larva ke dalam laboratorium untuk di identifikasi.

Identifikasi larva / jentik non Aedes : 1. Mengambil beberapa larva dari dalam plastic fliptop dan memasukkannya ke dalam tabung reaksi. 2. Menyalakan lampu spiritus. 3. Memanaskan tabung reaksi tersebut di atas lampu spiritus hingga larva mati. 4. Mengambil larva yang telah mati dengan menggunakan pipet. 5. Meletakkan larva tersebut di atas obyek glass. 6. Mengidentifikasi larva tersebut dengan mikroskop dengan perbesaran 4 atau 10x.

H. Hasil Pengamatan : Setelah dilakukan identifikasi diperoleh data bahwa larva yang di amati mempunyai siphon dan mempunyai lebih dari satu berkas rambut. Bentuk siphon langsing dan kecil yang terdapat pada abdomen terakhir.
4

Gambar hasil pengamatan

I. Pembahasan : Dengan hanya mengamati tempat survey larva non Aedes yaitu pada selokan di di depan Auditorium Graha Bina Husada sudah dapat diprediksikan bahwa larva yang ada pada air selokan tersebut adalah nyamuk dengan subfamili Culicine dengan genus Culex. Karena tempat perindukan nyamuk Culex adalah di air comberan di dekat rumah, sawah, daerah pantai dan rawarawa berair payau. Setelah dilakukan identifikasi dengan menggunakan mikroskop diperoleh data bahwa larva yang di amati mempunyai siphon dan mempunyai lebih dari satu berkas rambut. Bentuk siphon langsing dan kecil yang terdapat pada abdomen terakhir. Ciri-ciri tersebut merupakan ciri dari larva nyamuk Culex.

J. Kesimpulan : 1. Hasil identifikasi survey larva non Aedes didapatkan larva dari nyamuk Culex.

Lampiran

Gambar Larva Culex