SYARAT PENETAPAN LOKASI TERMINAL KHUSUS

Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, PP Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan (Pasal 17 s/d Pasal 19, Pasal 105), Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 53 Tahun 2002 tentang Tatanan Kepelabuhanan Nasional, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM.51 Tahun 2011 tentang Terminal Khusus dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri, maka syarat-syarat dan alur proses perijinan Penetapan Lokasi Terminal Khusus adalah sebagai berikut : A. ADMINISTRASI 1. Surat permohonan. 2. Akte perusahaan. 3. Surat Ijin Usaha Pokok (SIUP). 4. NPWP. 5. Rekomendasi dari Gubernur dan Bupati/Walikota setempat mengenai kesesuaian rencana lokasi Pelsus tersebut dengan RTRW Propinsi dan Kabupaten/Kota. 6. Rekomendasi dari Kakanpel setempat, berkaitan dengan aspek keselamatan pelayaran. 7. Studi kelayakan ditinjau dari aspek keamanan dan keselamatan pelayaran serta kelayakan ekonomis dan teknis operasional. B. TEKNIS 1. Gambar peta lokasi dengan titik koordinat geografis sesuai peta laut. 2. Hasil survey hidro-oceanografi (pasang surut, gelombang, kedalaman dan arus) dan Topografi yang direkomendasikan oleh Pejabat fungsi keselamatan pelayaran pada Kantor UPT Pelabuhan setempat/terdekat. 3. Mapping (pemetaan) yang dilengkapi dengan pelabuhan-pelabuhan sekitarnya diketahui oleh Kakanpel/Adpel setempat. 4. Surat pernyataan tentang titik koordinat yang tidak bermasalah dengan koordinat lokasi pelabuhan lain sekitarnya. C. DIAGRAM ALUR

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful