P. 1
Buku Perina - Desember 2012

Buku Perina - Desember 2012

|Views: 2,437|Likes:
Dipublikasikan oleh Rezki Permata Sari

More info:

Published by: Rezki Permata Sari on Dec 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2015

pdf

text

original

Tujuan terapi oksigen:

1. Menangani hipotermia
2. Mengurangi kerja otot pernafasan
3. Menurunkan beban kerja miokardium

Indikasi terapi oksigen:

1. Distress pernafasan yang menyebabkan hipoksia
2. Membantu resorbsi pneumotoraks pada bayi cukup bulan
3. Serangan apnue pada bayi prematur
4. Hyperoxic test pada tersangka penyakit sianotik

Pertahankan tekanan O2 arteri 40-80 mmHg dan atau tingkt SpO2 88-92%.

Cara pemberian oksigen:
1. Melalui inkubator
2. Head box
3. Nasal kanul
4. Nasal CPAP
5. Ventilator

Melalui inkubator

o Menggunakan selang dengan aliran tinggi.
o Butuh waktu ±10 menit untuk stabilisasi oksigen.
o Kadar O2 turun dengan cepat bila tutupnya dibuka.

60

Revisi Desember 2012

Head Box

o Kecepatan aliran 5-7 L/menit.
o Membutuhkan kecepatan aliran tinggi untuk mencapai konsentrasi O2
yang adekuat dan mencegah penumpukan CO2.
o Aliran gas 2-3 L/menit diperlukan untuk mencegah rebreathing O2.

Nasal kanul

o Kecepatan aliran rendah ≤2 L/menit (low flow).
o Untuk suplai O2 minimum dan memiliki risiko kecil terjadinya obstruksi oleh

mukus..
o Tidak memerlukan humidifikasi.
o FiO2 tidak mudah ditentukan.

a. Nasal Kanul O2 tipe high flow b. Nasal kanul O2 tipe low flow

61

Revisi Desember 2012

Nasal CPAP

o Nasal CPAP merupakan alat yang mempertahankan tekanan positif pada jalan
nafas neonatus saat pernafasan spontan.
o Indikasi CPAP:

Neonatus preterm dengan respiratory distress syndrome (RDS).
Neonatus dengan transient tachypnea of the newborm (TTN).
Neonatus dengan meconium aspiration syndrome (MAS).
Neonatus preterm dengan apnue berulang dan bradiakrdi.
Neonatus dengan paralisis diafragma.
Neonatus dengan proses transisi setelah pemakaian ventilator.
Neonatus dengan penyakit saluran nafas seperti trakeomalasia dan
bronkiolitis.
Neonatus setelah menjalani operasi abdomen atau thorak.
o Hal yang penting dalam pemberian O2 melalui CPAP:
Botol tidak mengeluarkan gelembung.
Pemeriksaan sistem dilakukan setiap 2-4 jam.
Amati kembung abdomen lihat gambaran contour usus dan bunyi usus.
Ukuran prong harus tepat berada pada posisi yang benar.
o CPAP dikatakan gagal bila:
Tingkat FiO2 <60%.
PaCO2 >60 mmHg.
Asidosis metabolik menetap BE ≥-10.
Retraksi yang jelas saat terapi CPAP.
Sering terjadi episode apnue dan atau bradikardia.
Pindah ke ventilator.

62

Revisi Desember 2012

Ventilator

o Ventilasi mekanik adalah alat pernafasan bertekanan negatif atau positif yang
dapat mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen dalam waktu yang lama

o Indikasi Klinik

Kegagalan Ventilasi
Neuromuscular Disease
Central Nervous System disease
Depresi system saraf pusat
Musculosceletal disease
Ketidakmampuan thoraks untuk ventilasi
Kegagalan pertukaran gas
Gagal nafas akut
Gagal nafas kronik
Gagal jantung kiri
Penyakit paru-gangguan difusi
Penyakit paru-ventilasi / perfusi mismatch

o Modus Operasional

Untuk menentukan modus operasional ventilator terdapat empat parameter yang
diperlukan untuk pengaturan pada penggunaan volume cycle ventilator, yaitu :
Frekuensi pernafasan permenit
Tidal volume
Konsentrasi oksigen (FiO2)
Positive end respiratory pressure

o Mode Ventilator

1. Controlled Ventilation
Ventilator mengontrol volume dan frekuensi pernafasan. Indikasi untuk
pemakaian ventilator meliputi pasien dengan apnoe. Ventilasi mekanik
adalah alat pernafasan bertekanan negatif atau positif yang dapat
mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen dalam waktu yang
lama.Ventilator tipe ini meningkatkan kerja pernafasan klien.

2. Assist/Control

Ventilator jenis ini dapat mengontrol ventilasi, volume tidal dan
kecepatan.Bila klien gagal untuk ventilasi, maka ventilator secara
otomatis. Ventilator ini diatur berdasarkan atas frekuensi pernafasan yang
spontan dari klien, biasanya digunakan pada tahap pertama pemakaian
ventilator.
3. Intermitten Mandatory Ventilation
Model ini digunakan pada pernafasan asinkron dalam penggunaan model
kontrol, klien dengan hiperventilasi. Klien yang bernafas spontan
dilengkapi dengan mesin dan sewaktu-waktu diambil alih oleh ventilator.

63

Revisi Desember 2012

4. Synchronized Intermitten Mandatory Ventilation (SIMV)
SIMV dapat digunakan untuk ventilasi dengan tekanan udara rendah, otot
tidak begitu lelah dan efek barotrauma minimal. Pemberian gas melalui
nafas spontan biasanya tergantung pada aktivasi klien. Indikasi pada
pernafasan spontan tapi tidal volume dan/atau frekuensi nafas kurang
adekuat.
5. Positive End-Expiratory pressure
Modus yang digunakan dengan menahan tekanan akhir ekspirasi positif
dengan tujuan untuk mencegah Atelektasis. Dengan terbukanya jalan
nafas oleh karena tekanan yang tinggi, atelektasis akan dapat dihindari.
Indikasi pada klien yang menederita ARDS dan gagal jantung kongestif
yang massif dan pneumonia difus. Efek samping dapat menyebabkan
venous return menurun, barotrauma dan penurunman curah jantung.
6. Continious Positive Airway Pressure. (CPAP)
Ventilator ini berkemampuan untuk meningkatakan FRC. Biasanya
digunakan untuk penyapihan ventilator.

o Komplikasi

Komplikasi yang dapat timbul dari penggunaan ventilasi mekanik, yaitu :
1. Obstruksi jalan nafas
2. Hipertensi
3. Tension pneumotoraks
4. Atelektase
5. Infeksi pulmonal
6. Kelainan fungsi gastrointestinal ; dilatasi lambung, perdarahan
gastrointestinal.
7. Kelainan fungsi ginjal
8. Kelainan fungsi susunan saraf pusat

64

Revisi Desember 2012

Infus Pump

Infus pump adalah alat untuk membantu dalam pengaturan tetesan infus sesuai
dengan kebutuhan pasien.
Indikasi penggunaan infus pump:
Pasien yang membutuhkan pembatasan/ pengaturan cairan infus.
Untuk pemberian obat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan infus pump:
Pada pemasangan infus harus diperhatikan jangan ada emboli pada selang
infus.
Jangan lupa pengunci selang infus harus dibuka penuh.
Jangan lupa menutup pintu infus pump.
Indikator pengukur jenis infus harus sesuai dengan set infus yang terpasang.
Drip sensor harus terpasang baik.
Tanda alarm:
Ada gelembung udara di selang infus
Klem pengatur tetesan tertutup
Sumbatan pada abocath
Drip sensor tidak terpasang
Selang infus terlipat
Infus habis (kolf kosong)
Sensor drip terpasang terlalu keatas pada tabung infus.
Pintu terbuka
Jumlah D.limit yang diset sudah selesai.

65

Revisi Desember 2012

Syringe pump

Syringe pump merupakan alat yang berfungsi untuk memasuDMan cairan obat
kedalam tubuh pasien dalam jangka waktu tertentu\
Alarm indikator:

o Occlusion alarm : alarm berbunyi jika terjadi kemacetan pada proses pemasukan
cairan ke dalam tubuh pasien
o Nearly empty : alarm berbunyi jika ciran yang terdapat dalam syringe akan habis
atau mendekati habis
o Low battery : alarm berbunyi jika tegangan dalam baterai lemah sehingga
diperlukan pengisian kembali (recharge)
o Flow rate/ Delivery limit/ Volume delivered : berfungsi menampilkan aliran rata-
rata/ flow rate dalam satuan ml/h.

66

Revisi Desember 2012

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->