Anda di halaman 1dari 3

Judul : You are what u think Tujuan : peserta dapat mengembangkan pikiran yang positif mengenai dirinya Durasi

: 40 menit Alat dan Bahan: 1. kertas HVS 2. pen/spidol warna-warni Proses: 10 menit Energizer 15 menit Games 5 menit Debrief 10 menit ceramah Energizer 1. Fasilitator membagi peserta dalam kelompok (@7 orang). 2. Fasilitator meminta peserta untuk menuliskan hal positif mengenai teman satu kelompoknya. (kegiatan ini bisa dilakukan dengan memutar kertas) Games 1. Fasilitator meminta peserta untuk menuliskan keinginan/sasaran dalam hidupnya 2. Fasilitator meminta peserta untuk memikirkan hal-hal yang mungkin menghambat sasaran tsb 3. Minta peserta memikirkan dan menuliskan apa yang ia rasakan apabila menghadapi hambatan tsb dan kemungkinan ia berhasil mencapai hal tersebut (range 1-10) 4. Setelah itu, peserta diminta untuk melihat hambatan (pikiran negatif) kemudian minta mereka memberi solusi terhadap hal itu (berpikir lebih positif). 5. Kemudian, minta peserta memikirkan dan menuliskan apa yang ia rasakan setelah melihat solusi masalah tsb dan kemungkinan ia berhasil mencapai hal tersebut (range 110) Debrief 1. Apa terdapat perbedaan antara tingkat keberhasilan yang mereka pikirkan? Mengapa?

Ceramah - (gambar gelas setengah terisi air) tanya pada siswa apa yang mereka lihat. Gelas yang setengah terisi atau setengah kosong. - Cara kalian memandang hal tersebut merefleksikan cara pandang kalian terhadap kehidupan, sikap kalian terhadap diri kalian sendiri, dan apakah kalian orang yang optimis atau pesimis. - Mereka yang melihat gelas setengah terisi adalah orang yang memiliki pikiran yang positif. Orang yang memiliki pikiran yang positif dapat melihat makna/pelajaran dari suatu masalah - Kita bisa menjadi positif atau negatif tergantung pada diri kita sendiri. You are what you think. You feel what you want - Keuntungan orang yang memiliki pikiran positif bisa lebih sehat dan hidup lebih lama Mengurangi stress Lebih jarang terkena flu Mengurangi resiko terkena jantung koroner Merasa lebih sejahtera - Bagaimana supaya kita bisa berpikir positif: Thought Awareness Biasanya orang berpikir negatif atau buruk saat mereka merasa takut, melakukan kesalahan, merasa ragu akan kemampuan diri. Pikiran2 yg negatif ini bisa mengurangi rasa percaya diri dan menggangu kemampuan kita Dengan thought awareness, kita menyadari apa yang sebenarnya kita pikirkan sehingga kita bisa mengobservasi pikiran kita. Dengan menyadari pikiran kita, kita bisa menyadari apakah kita berpikir secara positif atau negatif. untuk mengatasi pikiran negatif yang muncul, pertama tulis semua pikiran negatif yang ada. Rational Thinking Langkah kedua untuk mengatasi pikiran negatif adalah dengan melawannya. Caranya, lihat semua ketakutan yang kalian pikirkan kemudian pikirkan apakah ketakutan itu rasional. Lihat bukti2 yg ada. Positive Thinking

Setelah itu, coba pikirkan hal2 positif yang ada. Penting untuk melakukan positive affirmation (positive self-talk).
Start by following one simple rule: Don't say anything to yourself that you wouldn't say to anyone else. Examples of typical negative self-talk and how you might apply a positive thinking twist include: Negative self-talk I've never done it before. It's too complicated. Positive spin It's an opportunity to learn something new. I'll tackle it from a different angle.

I don't have the resources.

Necessity is the mother of invention.

There's not enough time.

Let's re-evaluate some priorities.

There's no way it will work.

I can try to make it work.

It's too radical a change.

Let's take a chance.

No one bothers to communicate with me.

I'll see if I can open the channels of communication.

I'm not going to get any better at this.

I'll give it another try.

Anda mungkin juga menyukai