Anda di halaman 1dari 2

NAMA : PUTRI KUSUMA WARDHANI-IXC PERTEMPURAN LIMA HARI DI SEMARANG

Pertempuran disemarang dipicu oleh sikap membangkangnya tawanan bekas tentara Jepang untuk bekerja di pabrik gula Cepiring(sebelah barat Semarang) dan menolak dipindahkan ke Semarang. Hal ini memicu amarah rakyat semarang, terlebih lagi ketika rakyat semarang yang marah akbiat pernyataan tentara veteran Jepang yang bermarkas di jatingaleh, semarang, tentang sikapnya yang membantu teman-temannya dalam melakukan perlawanan terhadap polisi Indonesia. Akibatnya, terjadi kontrak senjata antara rakyat semarang dengan pihak jepang. Kontrak senjata tersebut berlangsung selama 5 hari, yakni tanggal 15-20 oktober 1945. Pertempuran paling seru terjadi di sekitar bundaran Tugu Muda, Kalisari, Semarang yang menimbulkan korban jiwa cukup banyak. Pertempuran ini baru berakhir setelah sekutu dating melucuti senjata Jepang pada tanggal 20 oktober 1945. PALAGAN AMBARAWA (JAWA TENGAH)

Pertempuran di ambarawa yang berlangsung antara tanggal 20 november -15 desember 1945 terjadi karena sekutu telah menyimpang dari tugas pokoknya yang semula akan melucuti dan memulangkan bekas pasukan jepang ke negara asalnya. Akan tetapi, pada kenyataannya, sekutu dengan segala cara, telah terbukti membantu Belanda untuk menjajah kembali Indonesia. Perundingan antara soekarno dengan komandan pasukan sekutu di Magelang tentang gencatan senjata dilanggar oleh sekutu. Mereka diam-diam meninggalkan Magelang dan menyerbu ambarawa dengan memanfaatkan tawanan Jepang yang di persenjatai untuk menggerakan tank dan senjata berat lainnya. Pertempuran tidak dapat dielakan kembali. Seluruh kekuatan rakyat disekitar ambarawa dikerahkan. Kekuatan ini meliputi RESIMEN KEDU TENGAH dibawah pimpinan KOLONEL SARBINI, PASUKAN ANGKATAN MUDA dibawah pimpinan SASTRODIHARJO dan RESIMEN BANYUMAS dibawah pimpinan LETNAN KOLONEL ISDIMAN. Dalam pertempuran ambarawa, KOMANDAN RESIMEN BANYUMAS, letnan colonel ISDIMAN gugur! Dan digantikan dengan panglima KOLONEL SUDIRMAN. Pertempuran berlangsung selama 4 hari dari tanggal 12-15 desember 1945. Ambarawa dapat direbut kembali dari sekutu dan tanggal 15 desember diperingati hari INFANTERI. Pertempuran ambarawa diabadikan dalam bentuk bangunan tugu yang dilengkapi dengan ornament sebagai Palagan Ambarawa.

PERTEMPURAN PUPUTAN MARGARANA DIBALI

Pasukan belanda mendarat dipulau bali pada tanggal 2-3 maret 1946. Pada saat itu kedudukan I GUSTI NGURAH RAI memang serba sulit, karena berdasarkan perundingan linggarjati tanggal 10 november 1946, Belanda hanya mengakui kekuasaan de facto RI atas Jawa, Madura, dan Sumatera sedangkan Pulau Bali tidak di akui sebagai daerah RI. Akan tetapi I gusti ngurah rai tetap berjiwa nasiolisme dan tidak putus asa, sehingga pasukannya lebih diperkuat dan ajakan kompromi Belanda ditolak. Pada tanggal 18 november 1946, letnan colonel I gusti ngurah rai dan pasukannya melakukan serangan terhadap Belanda di Tabanan dan berhasil menguasai keadaan. Melihat kerberhasilan I gusti ngurah rai itu, Belanda mengerahkan seluruh kekuatan yang terdapat di Bali dan Lombok untuk menghadapi pasukan I gusti ngrah rai. Pada tanggal 29 november1946, terjadilah pertempuran hebat di Margarana, Bali. Dalam pertempuran tersebut , letkol I gusti ngurah rai gugur bersama anak buahnya. Rakyat bali bertekat MERDEKA ATAU MATI, DAN LEBIH BAIK MATI BERJUANG MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DARIPADA DIJAJAH, semua kekuatan dikerahkan untuk menggempur Belanda. I gusti ngurah rai dan rakyat Bali rela mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan tanah air dan bangsanya serta gugur sebagai kusuma bangsa, sebagai pahlawan pembela kebenaran.