Anda di halaman 1dari 6

KESEHATAN JIWA MASYARAKAT

Kemampuan seseorang individu dalam masyarakat & lingkungannya untuk berinteraksi dengan orang lain menggunakan pola-pola pemikiran, perasaan, tingkah laku & kemampuan komunikasi untuk mencapai kesejahteraan hidup yang lebih baik.

SEHAT MENTAL
Mampu adaptasi dengan lingkungan. Berpikir realistik & objektif. Mampu membina hubungan kemanusiaan yang baik dengan orang lain. Mampu melaksanakan peran fungsi sosial dalam masyarakat. Hidup produktif.

KESEHATAN JIWA MASYARAKAT ADALAH UNTUK HIDUP LEBIH BERKUALITAS PRODUKTIF


Seperti kesehatan fisik, kesehatan jiwa kita harus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Berhubungan dengan prilaku seseorang dalam kehidupannya. Kesehatan jiwa bersifat dinamis berkembang. Berkesinambungan dari kesehatan yang baik menjadi lebih baik.

KESWAMAS Meliputi semua orang Menolong/membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan Merupakan pola kehidupan yang harus dipelajari

PSIKIATRI Terbatas pada orangorang yang membutuhkan pertolongan Orang-orang datang minta pertolongan untuk konsultasi Kadang perlu perawatan

KESEHATAN FISIK & KESEHATAN JIWA SALING TERKAIT


Masalah-masalah fisik akan berakibat pada kesehatan jiwa individu. Faktor-faktor Psikososial dapat mencetuskan gambaran gangguan kejiwaan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN JIWA PADA INDIVIDU


Pola kepribadian. Ciri-ciri seseorang pendiam, pemarah, agresif, dan lain-lain. Pola pemikiran Curiga, irihati, dengki, tak percaya orang lain, pikiran tidak realistik. Prilaku. Tidak mau tak mampu bekerja, merusak lingkungan, agresif/destruktif. PROMOSI KESEHATAN JIWA MENINGKATKAN KUALITAS KEHIDUPAN Merupakan intervensi yang dilakukan untuk membantu individu, meningkatkan daya tahan kesehatan jiwa, sehinga mampu melaksanakan tugas/fungsi sosial untuk peningkatan kesejahteraan. Peningkatan kesejahteraan sosial, fisik, status sosial, pengaruh lingkungan, f. ekonomi menimbulkan kemampuan individu untuk bertindak dalam masyarakat. Ditujukan kepada semua lapisan Psiko-sosial dalam masyarakat.

ELEMEN-ELEMEN YANG MENINGKATKAN KESWAMAS I. Meningkatkan Pengenalan Terhadap Diri Sendiri Mengenal & menerima diri sendiri. Bersikap-bertindak realistik sesuai dengan kekuatan & kekurangan diri sendiri. Mengembangkan faktor-faktor yang mempengaruhi identitas diri. Antara lain : - Perasaan kasih sayang - Penerimaan diri - Perlindungan & keselamatan - Rasa kepercayaan - Rasa kemandirian - Bimbingan & perubahan II. Meningkatkan Harga Diri/Citra Diri yang Positif Menyadarkan faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri, kasih sayang, keselamatan, pujian, penghargaan. Pembinaan harga diri. Menerima & belajar dari kesalahan Tidak mengalah terhadap hambatan, tantangan dalam prestasi Menerima kritik yang bersifat membina Tidak menghina-merendahkan harga diri orang lain Terbuka & tegas dalam penyampaian tujuan Mandiri & introspeksi terhadap kebutuhan pertolongan orang lain Tidak terlalu bimbang tentang kegagalankelemahan Tidak terlalu kritik terhadap diri sendiri Merasa bangga atas prestasi diri Mampu humor/seloroh, tidak kaku Mengamalkan kata-kata perangsang terhadap diri sendiri. Saya mampu Saya akan berhasil Tuhan akan meridhoi kita Mengembangkan kemahiran/keterampilan sosial dan komunikasi untuk peningkatan harga diri.

III.

Meningkatkan Perkembangan Diri secara Berkesinambungan Banyak membaca Diskusi dengan orang lain Training/kursus Pendidikan/latihan khusus Meningkatkan Perubahan-perubahan yang Positif Enam langkah : Mempunyai kesadaran Meningkatkan pengetahuan Meningkatkan motivasi prestasi Mempelajari keterampilan-keterampilan spesifik Mengambil tindakan-action Antisipasi perubahan-perubahan

IV.

V.

Meningkatkan kemampuan dalam bertindak Kemampuan untuk usaha mengatasi tekanan, situasi tertentu Daya kemampuan harus selalu ditingkatkan Daya kemampuan penanggulangan masalah : Daya kemampuan pada permasalahan Daya kemampuan emosi Pengendalian Stress/Tekanan Mental Tekanan sederhana Prestasi & meningkatkan kreatifitas Tekanan berlebihan Kemerosotan prestasi-semangat, kelebihan, kelemahan merusak tubuh. Tekanan mental/stress terjadi bila keinginan yang dibayangkan melebihi kemampuan Fakta yang didapatkan. Pengenalan tanda-tanda Stress Mental : Mengenal tanda-tanda & gejala stress Mengenal pasti sumber penyebab stress Belajar mengatasi stress Tidak ada perbaikan-minta pertolongan profesional

VI.

VII.

Mengembangkan dukungan sosial Konsultasi untuk ventilasi perasaan Menerima dalam lingkungan pergaulan Memberi/mendapatkan nasehat-pertolongan

Langkah-langkah dukungan sosial A. Keluarga Pembinaan keluarga bahagia Komunikasi-saling mendengarkan dalam keluarga dengan baik Tanamkan nilai-nilai moral-agama dalam keluarga B. Rekan-rekan/pergaulan Berlaku jujur & ikhlas dalam persahabatan Membina hubungan baik dengan kerabat lama Membina persahabatan yang baru C. Masyarakat Meningkatkan semangat kebersamaan bertetangga Meningkatkan semangat kerja sama yang baik Melibatkan diri dalam aktifitas masyarakat CARA BERTINDAK TERHADAP TEKANAN MENTAL/STRESS

SITUASI TEGANG TERTEKAN

SITUASI DAPAT DIRUBAH KEMAMPUAN MELIHAT PERMASALAHAN

SITUASI TIDAK DAPAT DIRUBAH KEMAMPUAN EMOSI MELIHAT SITUASI

Definisikan permasalahan yang dihadapi. Mencari alternatif. Mempertimbangkan baik/buruk.

Melakukan tindakan terbaik. Menerima keadaan tersebut. Mengendalikan emosi secara positif : Berbagi rasa dengan orang lain Taat ibadah pada Tuhan Yang Maha Esa Senam-olah raga kesehatan Relaksasi Memberi warna terhadap situasi.