Anda di halaman 1dari 4

1.

Paradigma Baru : Vaksin HPV (Human Papilloma Virus), Terobosan Fenomenal Pengobatan Kanker Serviks Data Kanker atau keganasan adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan dan penyebaran jaringan secara abnormal. Di negara berkembang, keganasan pada serviks merupakan penyebab terbanyak kematian wanita akibat kanker, sedangkan di negara maju menjadi penyebab kematian nomor dua. Setiap tahun, di seluruh dunia terdapat 600.000 kanker serviks invasif baru dan 300.000 kematian. Informasi DNA Virus Kapsid L1 Human Papilloma Virus (HPV) termasuk golongan papovavirus yang merupakan virus DNA, yang dapat bersifat mutagen. HPV berbentuk ikosahedral dengan ukuran 55 nm, memiliki 72 kapsomer dan 2 protein kapsid. Infeksi virus HPV telah dibuktikan menjadi penyebab lesi pra-kanker, kondilomata akuminata, dan kanker. Meskipun HPV pada umumnya menyerang wanita, virus ini juga mempunyai peranan dalam timbulnya kanker pada anus, vulva, vagina, penis, dan beberapa kanker orofaring. Terdapat 138 strain HPV yang sudah dapat diidentifikasi, 30 di antaranya dapat ditularkan lewat hubungan seksual. Walaupun umumnya HPV ditularkan melalui kontak seksual, tidak seorang dokter pun dapat memperkirakan kapan infeksi itu terjadi. Kebanyakan infeksi HPV juga dapat mengalami remisi setelah beberapa tahun. Beberapa di antaranya akan menetap tanpa atau dengan menyebabkan abnormalitas pada sel. Beberapa tipe virus HPV bersifat virus resiko rendah karena jarang menyebabkan kanker. Sedangkan tipe yang lain, bersifat virus resiko tinggi. Baik tipe resiko tinggi maupun rendah dapat menyebabkan pertumbuhan abnormal pada sel. Tetapi, secara umum hanya HPV resiko tinggi yang dapat memicu kanker. Virus HPV resiko tinggi

yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual adalah tipe 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 68, 69, dan mungkin masih terdapat beberapa tipe lain. Di Indonesia, tipe virus yang menyebabkan kanker adalah 16, 18, dan 52. tipe virus resiko tinggi biasanya menimbulkan lesi rata dan tak terlihat bila dibandingkan dengan tipe resiko rendah yang menimbulkan pertumbuhan seperti jengger ayam pada tipe HPV 6 dan 11 atau dikenal sebagai kondilomata akuminata. Perlu dicatat, bahwa mayoritas virus HPV resiko tinggi dapat mengalami remisi secara spontan.

Penelitian yang ada menunjukkan lebih dari 90% kanker serviks disebabkan oleh HPV, yang 70%-nya disebabkan oleh tipe 16 dan 18 sesuai dengan yang dipublikasikan dalam Lancet Oncology bulan April 2005. Dari kedua tipe ini, HPV 16 sendiri menyebabkan 50% kanker serviks. Seseorang yang sudah terkena infeksi HPV 16, memiliki kemungkinan terkena kanker serviks sebesar 5%. Kanker serviks yang disebabkan oleh HPV umumnya berjenis karsinoma sel skuamosa. Kemungkinan seorang wanita terpapar virus HPV selama kehidupan seksualnya, mencapai 70%. Faktor resiko yang dapat mempermudah terjadinya karsinoma sel skuamosa adalah hubungan seksual dini, pasangan seksual yang banyak, merokok, dan pemakaian kontrasepsi oral. Penelitian yang dilakukan di laboratorium memperlihatkan bahwa HPV memiliki selubung protein yang dikenal dengan kapsid mayor L1 dan minor L2 serta memproduksi protein, yang dikenal sebagai protein E1, E2, E5, E6, dan E7. Protein E1 dan E2, berperan dalam proses replikasi. Sementara protein HPV E5 mungkin berikatan dengan reseptor PDGF, E6 akan mempengaruhi protein p53 dan E7 dengan

RB. Protein RB dan p53 ada pada semua manusia dan berfungsi mencegah pertumbuhan sel secara berlebihan. Konsep Adanya infeksi HPV yang tidak dapat diatasi oleh tubuh, akan menjadi pemicu terjadinya pertumbuhan sel abnormal. Dalam hal ini terjadi mutagenesis pada sel. Peneliti menggunakan jalur ini untuk melakukan interupsi proses pertumbuhan. Adanya antigen virus seperti struktur protein kapsid L1, onkoprotein E6 dan E7 menjadi salah satu dasar dibuatnya vaksin HPV. Walaupun sukar didefinisikan dengan tepat, adanya respon imun alami menjadi sangat penting dan terdapatnya kelemahan pada sistem imunitas seluler berkorelasi dengan peningkatan penyakit dan kanker. Kebanyakan vaksin profilaktik merupakan partikel protein mirip virus (VLP) yang dibuat dari struktur protein yang dikenal sebagai L1. Penelitian klinis fase 1 memperlihatkan tingkat keamanan dan respon imun yang dihasilkan cukup baik, tapi data tentang efektivitasnya masih terbatas. Yang dimaksud dengan efektivitas vaksin adalah kemampuan vaksin ini untuk mencegah kanker bila diberikan pada manusia. Para peneliti di Institut Kanker Nasional Amerika Serikat menggunakan pola pertumbuhan HPV di laboratorium untuk menemukan cara mencegah terjadinya infeksi dan penyakit lain, yang menyertai dan membuat vaksin yang dapat mencegah berkembangnya HPV. Vaksin untuk HPV sedang dalam penelitian klinis tahap III yang melibatkan sampel manusia dari berbagai pusat penelitian dan beberapa di antaranya telah mencapai 180.000 orang. Hasil sementara menunjukkan, vaksin ini dapat melindungi infeksi yang sudah menetap selama 2-4 tahun. Rekombinan partikel protein vaksin mirip virus (VLP) HPV dapat ditoleransi dengan baik dan dapat mencegah dengan sempurna (hampir 100%) serangan infeksi virus HPV tipe 16. Efektivitasnya juga telah diujicobakan pada pria. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa vaksin tersebut secara klinis sangat efektif. Paradigma Baru

Penemuan vaksin anti HPV menunjukkan suatu revolusi besar di dunia kedokteran abad ini. Sebab dengan ditemukannya vaksin ini, berarti 20-30 tahun yang akan datang tidak akan lagi ditemukan adeno karsinoma serviks karena HPV dan masyarakat akan menaruh kepercayaan yang tinggi pada dunia medis karena awalnya kanker serviks diterima sebagai kenyataan hidup yang pahit dengan vonis mati bagi penderitanya tetapi pada akhirnya bisa berlega hati karena ternyata kanker serviks bisa diobati. KESIMPULAN Setiap tahun terdapat 600.000 kanker serviks invasif baru dan 300.000 kematian di seluruh dunia. (DATA)

Karsinoma serviks paling banyak disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 termasuk di Indonesia. HPV juga merupakan penyebab berbagai penyakit urogenitalia. (INFORMASI)

Peneliti melakukan intervensi pertumbuhan HPV melalui jalur mutagenesis sel sehingga memperbaiki sistem imunitas alami penderita (KONSEP)

Rekombinan partikel protein vaksin mirip virus (VLP) HPV dapat ditoleransi dengan baik dan dapat mencegah dengan sempurna (hampir 100%) serangan infeksi virus HPV tipe 16 sehingga kanker serviks sangat berpeluang untuk bisa disembuhkan. (PARADIGMA BARU)
100 80 60 East