Anda di halaman 1dari 12

A.

Apa itu komsel (Komunitas Sel)


Secara umum definisi komsel adalah suatu komunitas kecil yang terdiri dari orang-orang yang ingin sama-sama saling mendukung untuk bertumbuh dalam Kristus. Komsel biasanya terdiri dari 5-12 orang. Namun sebenarnya, komsel memiliki pengertian yang lebih dalam, yaitu : 1. Komsel adalah keluarga Efesus 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah Komsel adalah tempat belajar mempraktekan hubungan kekeluargaan berupa kepedulian satu sama lain, kasih persaudaraan, rasa saling memiliki, rasa saling menjaga satu sama lain. Perlakuan kita di dalam komsel sangat menentukan bagaimana perlakuan kita di keluarga yang akan kita bangun nanti. 2. Komsel adalah gereja yang sesungguhnya Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsabangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! (Kolose 1:27). Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. (Matius 18:20). 3.Komsel adalah tempat Yesus menyatakan diriNya sebagai kepala. 4. Komsel adalah Bait Allah. Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN! (Hagai 1:2). 5. Komsel adalah gaya hidup kebersamaan (Pengkotabh 4:9-12) Gaya hidup kebersamaan dalam komunitas yang benar. Kebersamaan dalam bertumbuh dalam Kristus, kebersamaan dalam membangun karakter, kebersamaan dalam melayani, kebersamaan dalam berjalan dalam rencana Tuhan.

B. Kenapa harus komsel ? 1. Manusia butuh komunitas. - Jika manusia tidak ada komunitas maka keabnormalan akan terjadi. 2. Kita bertumbuh tidak bisa sendiri, butuh orang lain (Ibrani 10:24-26). 3. Melalui komunitas, Allah lebih sering menyatakan kuasaNya. C. Apa yang menjadi DNA / substansi komsel : 1. Membangun hubungan. 2. Mengalami Kristus melalui 3 macam perjumpaan dengan Kristus.
- Love encounter Perjumpaan dengan kasih Kristus melalui persekutuan dan melalui perjamuan kudus - Truth encounter Perjumpaan dengan kRistus melalui kebenaran yang ditemukan lewat sharing dan pendalaman Alkitab

- Power encounter Perjumpaan dengan kuasa Tuhan melalui doa bersama, saling mendoakan, dan saling melayani

Tiga macam perjumpaan ini akan dialami jika dalam komsel kita mau menjawab setiap persoalan anggota dengan mempraktekkan Love, Truth, and Power melalui karunia-karunia yang dimiliki oleh setiap anggota
IV. Bagaimana caranya mengalami 3 perjumpaan itu ? > harus selalu berhubungan dengan kepala (=Kristus) Jadikan selalu Yesus sebagai kepala. - > harus mempraktekkan kasih, saling share, dan praktek karunia-karunia untuk menjawab setiap kebutuhan dari setiap anggota komsel.

D. Apakah sasaran komsel ? Menjadi gereja kepenuhan Kristus (Efesus 1:23) Bagaimana menjadi Gereja kepenuhan Kristus ? (Efesus 4:11-12) 1. Semua orang kudus (anggota komsel) harus membangun tubuh Kristus. 2.Semua orang kudus (anggota komsel) harus diperlengkapi 5 jawatan. Tugas 5 jawatan (Efesus 4:1-16): Memperlengkapi : katartismos Tindakan seorang dokter (ahli bedah) untuk memulihkan tubuh manusia - melengkapi - menyembuhkan - memaksimalkan fungsi 1. Nabi (up) 2. Penginjil (out) 3. Gembala (in) 4. Guru (fore) 5. Rasul (whole) E. Bagaimana caranya ber komsel? > harus selalu berhubungan dengan kepala (=Kristus). Jadikan selalu Yesus sebagai kepala. F. Apa yang dipraktekkan dalam gaya hidup Komsel ? - Kita mempraktekkan gaya hidup Allah. - apa gaya hidup Allah : # Allah adalah kasih (memberi) # Allah adalah terang (terbuka)

Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. (1 Yohanes 1:7). Artinya hidup dalam kebenaran dan terang-terangan. G. Apa tujuan komsel ? Tujuan komsel adalah supaya komsel sehat. Caranya : 1. Setiap anggota komsel mengalami encounter (up). 2. Setiap anggota komsel saling memberkati (in). 3. Setiap anggota komsel bisa jadi berkat bagi jiwa-jiwa terhilang. 4. Komsel yang sehat harus tumbuh pemimpin yang baru (fore).
Apa Tujuan Komsel ? - Untuk bertumbuh dan mengalami Kristus (Matius 18:20) - Agar karakter semakin dewasa (Amsal 27:17) - Menemukan dan memaksimalkan potensi/talenta - Menjawab kebutuhan sesama - Menjadi berkat di dalam maupun di luar komsel

H. Agenda Komsel (I kor 14:26) Up : penyembahan profetik (kidung pujian,mazmur, nyanyian rohani) In : saling membangun dengan karunia-karunia Out : penginjilan tubuh Fore : saling mengajar Whole : visi apostolik = membangun tubuh
Ngapain aja di komsel? Liat aja orang Kristen zaman gereja mula-mula ngapain aja kalo komsel? Kalo mo tau jawabannya coba baca deh: Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira

dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kisah Para Rasul 2:42-46) Dalam komsel, mereka membangun hubungan intim dengan Tuhan lewat pengajaran-pengajaran para rasul, berdoa dan lain lain. Lalu mereka juga saling mengasihi sesamanya, saling berbagi, bergembira bersama (dan makan-makan! Itu penting lho, hehe). Abis itu yang nggak boleh ketinggalan adalah melakukan pekerjaan Tuhan, mencari jiwa, melakukan mukjizat dsb. Makanya Tuhan menambah jumlah mereka.

Apa yang Harus Ada dalam sebuah Komsel ? Ada Ada Adanya Kristus perubahan yang kesatuan karakter memerintah hati yang (Firman (Filipi semakin Tuhan) 2:2) baik

- Ada proses saling Saling mengasihi, saling membangun, saling memperhatikan, saling peduli, saling mengampuni, saling percaya, saling menegur, saling melayani. Namun, biasanya kekecewaan akan timbul jika semuanya itu tidak diterapkan secara dua arah. Filipi 2:3-4 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Komsel tidak hanya berbicara tentang apa saja yang kita terima, tetapi juga apa yang telah kita berikan buat komsel dan bagaimana kita memperhatikan kepentingan orang lain. Komsel sangat penting buat kehidupan kita, karena melalui komsel kita sama-sama saling membangun, mendukung, dan menjaga untuk terus hidup dan bertumbuh dalam Kristus dan kebenaran Firman Tuhan. Jadi apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan komsel. Milikilah pengharapan buat komsel kita agar komsel kita dapat semakin bertumbuh dan memberkati banyak orang.

Apa yang harus dilakukan dalam komsel yang baik? Komsel yang berhasil adalah komsel yang mengembangkangayahidup komsel yang benar. Apa sajagayahidup komsel? 1. Gaya Hidup Membangun Hubungan Komsel itu bukan sebuah persekutuan doa, tapi merupakan komunitas. Dan sebuah komunitas itu berfokus pada hubungan personal bukan program! Oleh sebab itu kembangkan hubungan antar anggota bahkan diluar waktu

pertemuan komsel. Saling sms, telpon, ketemu diluar waktu komsel sangat disarankan. 2. Gaya hidup Dimuridkan Komsel itu adalah tempat dimana kita semua bertumbuh makin dewasa dan menjadi murid Tuhan. Oleh sebab itu perlu suatu hati yang ingin bertumbuh, hati yang ingin dimuridkan, hati yang haus. 3. Gaya Hidup Berbagi Setiap anggota harus belajar berbagi beban, masalah yang dihadapi, berbagi pengalaman yang dialami, dan juga berkat yang diterimanya pada saat diberkati. Untuk berbagi perlu keterbukaan satu dengan yang lain, sehingga tidak ada kekuatiran pada saat berbagi satu sama lain 4. Gaya Hidup Kebersamaan Setiap anggota harus belajar untuk menikmati waktu bersama-sama dengan anggota komsel lain. Oleh sebab itu andakan kegiatan-kegiatan kebersamaan yang disukai dan dibutuhkan oleh anggota kelompok. 5. Gaya Hidup saling mendoakan Setiap anggota harus saling mendukung secara rohani. Saling mendoakan anggota, itu akan menguatkan kelompok 6. Gaya Hidup Inklusif Setiap anggota tidak boleh ekslusif. Setiap komsel harus bertumbuh dengan bertambahnya anggota baru. Oleh sebab itu setiap anggota harus memiliki kerinduan untuk menjadi saksi dan membawa jiwa kepada Tuhan Yesus.

KOMUNITAS SEL (KOMSEL) APA ITU KOMSEL? Komunitas sel (komsel) adalah sebuah keluarga. Komsel adalah tempat atau wadah bagi orang-orang percaya untuk bertumbuh bersama di dalam Kristus. Ada tiga hal yang jadi ciri khas komsel: 1. Anggotanya terbatas 2. Komsel = persekutuan tiap waktu 3. Ada persekutuan yang kekeluargaan PERLUKAH KITA KOMSEL? Allah memberi tempat tinggal (families, KJV) kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan

orang-orang tahanan (gives the desolate a home in which to dwell, Amplified), sehingga mereka bahagia (prosperity, Amplified), tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul. (Mazmur 68:6) Kenapa kita harus komsel? Apa cuman karena disuruh ama gereja? Ato karena kewajiban? Alasan kenapa kita komsel adalah karena itu rencana Tuhan sendiri. Waktu nyiptain kita, Tuhan taruh suatu kebutuhan di hati kita buat berkumpul ama orang laen, ato bahasa kerennya, kita itu butuh yang namanya komunitas. Menurut Pak Eddy Leo dan Kak Erwin Widodo, komunitas bukanlah sebuah pilihan tetapi keharusan. Manusia didesain buat berkomunitas, ada tiga alasan kenapa kita harus ikutan komsel: 1. Tuhan sendiri adalah sebuah komunitas sempurna: ada Bapa, Yesus dan Roh Kudus. Waktu Allah nyiptain manusia, Ia menciptakannya serupa dan segambar dengan diriNya (baca Kejadian 1:26-27). Martin Luther pernah berkata, Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk membangun hubungan. Atau dengan kata lain bahwa manusia diciptakan buat hidup di dalam gambar dan rupa komunitas kayak Allah adalah komunitas yang sempurna. 2. Manusia diciptain Tuhan sebagai mahluk sosial (Kejadian 2:18) Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja, udah dari sononya manusia itu adalah makhluk sosial, sejak lahir udah butuh orang lain. Contohnya: seorang bayi yang baru lahir butuh ibu, butuh dokter/bidan, butuh perawat yang merawat di RS. Dan tentu saja sebagai manusia sosial, maka manusia memerlukan hubungan dan komunitas dengan orang lain. 3. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kita buat hidup dalam komunitas. Waktu Tuhan Yesus memulai pelayananNya, Dia membentukkomunitas yang anggotanya 12 orang yang kita kenal sebagai 12 muridTuhan Yesus (baca deh Lukas 6:13-15). Sampai akhirnya terbentuk gereja mula-mula yang juga adalah sebuah komsel.
Menurut Kak Erwin Widodo, di dalam Firman Tuhan jelas sekali akibat dari tidak tergabung dalam komunitas. Liat aja pengalaman Hawa, Elia dan Daniel.

Kejadian 3:1-6 bercerita tentang Hawa yang sendirian pada waktu jatuh dalam dosa. Ini artinya kalo kita sendiri (nggak berkomunitas) maka kemungkinan kejatuhan karena serangan dosa dan kuasa gelap makin besar. Di dalam I Raja-raja19:1-4, Nabi Elia jadi lemah waktu sendirian en dapet ancaman bakal dibunuh ama Izebel, malahan dia kepingin mati aja. Seandainya Elia ada teman atau komunitas yang bareng-bareng ama dia, maka pasti teman-temannya akan menguatkannya, sehingga Elia jadi lebih kuat. Kalo kita nggak berkomunitas, en kalo kita lagi ngalamin masalah atau pergumulan, maka kita akan ngerasa tekanan yang kita alami berat banget. Bisabisa malah pengen bunuh diri. Baca Daniel 2:16-19, Daniel pada waktu sendirian nggak bisa memecahkan masalah, tapi waktu dia bersama teman-temannya, maka masalah itu mudah diselesaikan. Kalo kita nggak terhisap dalam komsel, maka kita akan sulit membuat perkara besar. Kemampuan kita terbatas kalo kita sendirian. Tapi kalo kita bersama-sama maka akan ada sinergi kekuatan yang besar. Nah salah satu bentuk komunitas rohani yang Tuhan sediain buat kita itu namanya komsel. Komsel (komunitas sel) adalah keluarga rohani yang bikin kita bisa saling belajar banyak hal mulai dari membangun persekutuan pribadi dengan Tuhan (lewat saat teduh, baca Alkitab dsb), menolong kita membereskan dosa, berdoa, menasihati kita, memperbaiki karakter, membawa kita pada pengalaman yang berhubungan ama kuasa dan karunia Roh Kudus, bahkan dalam hal-hal dalam hidup sehari-hari kita, dll.

Kalau tidak ikut komunitas, apa akibatnya? Apa dasarnya secara Alkitab? Beberapa akibat jika kita tidak bergabung dengan komunitas : 1. Kej 3:1-6 . ini cerita tentang Hawa yang sendirian pada waktu jatuh dalam dosa. Ini berarti jika kita sendiri (tidak berkomunitas) maka kemungkinan kejatuhan karena serangan dosa & kuasa gelap makin besar. 2. I Raj 19:1-4 : Ini cerita tentang Elia yang semakin menjadi lemah karena sendirian. Andaikan Elia ada teman/komunitas yang menyertainya, maka pasti teman2nya akan memguatkannya, sehingga Elia menjadi lebih kuat. Jika kita tidak berkomunitas, maka jika kita sedang mengalami masalah/pergumulan, maka kita akan merasakan lebih berat tekanan yang kita alami. 3. Daniel 2:16-19 : Ini cerita mengenai Daniel yang pada waktu sendirian tidak bisa memecahkan masalah, tapi waktu dia bersama teman-temannya, maka masalah itu mudah diselesaikan. Jika kita tidak terhisap dalam komsel, maka kita akan sulit membuat perkara besar.

Kita sendirian akan menjadi terbatas. Tapi jika kita bersama-sama maka akan ada synergi kekuatan yang besar.

APA UNTUNGNYA KOMSEL? Keuntungan yang bakal kita dapatin di komsel yang nggak bakal kita dapatin di tempat lain: 1. Pertumbuhan rohani kita jadi lebih terawasi Di komsel yang anggotanya dikit, pemimpin komsel ato ketua sel kita pasti lebih gampang ngawasin pertumbuhan rohani anggota komselnya. Jadi di komsel bisa dipastiin kalo semua anggotanya bakal ngalamin pertumbuhan rohani yang sehat en terawasi. 2. Bikin kita nggak bisa sombong Kenapa manusia bisa sombong? Jawabannya gampang, soalnya dia sendirian. Orang yang suka sendirian biasanya punya bawaan sombong. Tapi kalo kita ada dalam suatu komunitas, biasanya sulit buat kita sombong. Soalnya pas waktu kita mo sombong, ternyata teman kita malah lebih baik dari kita. Terus apa yang mo disombongin? 3. Bisa bertumbuh sama-sama Apa sih yang lebih menyenangkan daripada bertumbuh bareng teman yang kita sayangi? Di komsel, kita bakal belajar buat bertumbuh sama-sama. Jadi nggak ada yang lebih dari yang laen. Kalo misalnya ada satu orang yang punya kelebihan, ya kelebihannya dipake buat bantu yang laen supaya bertumbuh, jangan disimpen sendiri. Tujuannya biar tiap orang punya tingkat pertumbuhan yang sama. 4. Mencegah kejatuhan Komsel bisa mencegah kita dari kejatuhan (jatuh dalam dosa maksudnya, masa kejatuhan duren sakit dong!). Soalnya di komsel, kita bisa lebih gampang saling jagain satu sama lain supaya nggak jatuh dalam dosa. Karena anggotanya dikit, makanya kalo ada anggota komsel yang udah mulai ngaco pasti langsung ketauan en bisa diselamatin supaya nggak beneran jatuh dalam dosa. Coba perhatiin kenapa Hawa jatuh? Kenapa Daud jatuh sama Batsyeba? Soalnya mereka lagi sendirian. Nggak ada yang kasih tau kalo mereka itu salah. Tapi kalo di komsel, ada teman-teman yang bisa kasih tau kita ini salah ato ini bener. KUNCI BERTUMBUH DALAM SEL
- Saling kenal atau ada rasa nyaman dalam komsel.

Kalo kita nggak nyaman dalam suatu lingkungan/komunitas pastinya kita bakalan tersiksa donk berlamalama dalam komunitas itu, ntar jadinya pengen bolos komsel terus. - Peduli satu ama laen. Kalo kita acuh tak acuh, cuek ama anggota komsel yang laen, gimana bisa bertumbuh? Ada temen komsel yang lagi ngalamin masalah, sakit, atau mau ujian, apa urusannya ama gue? Wah nggak bisa gitu donk. Tuhan bilang kita harus saling mengasihi. Kalo kita nggak peduli ama anggota yang laen itu berarti nggak punya kasih. - Motivasi bener ikutan komsel. Motivasi kita ikutan komsel harus bener yaitu bertumbuh dalam hal rohani. Nggak boleh ada motivasi yang laen kayak cari pacar, daripada nganggur di rumah, pengen makan-makan gratis de el el. Kalo motivasi kita nggak bener dijamin deh lama-lama kamu bakalan boring dateng komsel. - Komsel itu tanggung jawab bersama, bukan cuman ketua doank. Nah ini yang suka bikin banyak orang nggak mau ditunjuk sebagai ketua komsel. Soalnya takut dikerjain terus-terusan ama anggotanya. Maksudnya harus mikir sendiri, nyiapin sendiri, mimpin pujian en Firman sekaligus tiap minggu sementara yang laen nggak mau tahu. Nggak bisa gitu donk. Namanya juga komsel gitu lho, saling berbagi donk, jangan ngandalin ketua melulu. - Terapkan prinsip memberi itu prioritas Kalo semua anggota punya prinsip memberi itu prioritas maka komsel itu bakalan bertumbuh dengan pesat. Waktu komsel terasa boring, semua anggota akan berinisiatif buat menghidupkan kembali suasananya. En itu juga yang diajarin ama Tuhan Yesus lho di Filipi 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.

JADI PEMIMPIN SEL YANG BAIK Gimana caranya jadi pemimpin komsel yang baik? Nah buat kamu-kamu yang mo jadi pemimpin komsel yang baik, ini ada beberapa tips: 1. Rela berkoban Yang namanya pemimpin harus selalu siap berkorban buat orang yang ada di bawahnya. Makanya kalo kamu-kamu mo jadi pemimpin komsel yang baik, kamu mesti siap berkorban buat anggota komselmu. Berkorban apa aja? Banyak. Mulai dari korban waktu, duit sampe korban perasaan. 2. Tingkatkan kapasitas kepemimpinan Bicara soal jadi pemimpin bicara soal kapasitas kita sebagai pemimpin. Gimana caranya? Bisa dengan banyak baca buku tentang kepemimpinan, ato liat teladan pemimpin yang ada di atas kita, or kamu juga bisa sharing sama pemimpin kamu di gereja, coba tanya-tanya gimana caranya memimpin yang baik. 3. Bentuk tim kepemimpinan Inget juga kalo kita nggak bisa bekerja seorang diri. Kita semua adalah tubuh Kristus, jadi penting banget punya satu tim kepemimpinan, anggotanya bisa satu ato dua orang. En yang terpenting dalam milih

anggota tim kepemimpinan jangan pilih kasih. Pilih orang yang bisa sepaham sama kita en bisa mendukung apa yang kita lakukan, en yang paling penting punya hubungan yang baik sama Tuhan. 4. Jaga hubungan dengan Tuhan Ini dasar banget. Semua yang kita lakukan kalo nggak berdasar sama hubungan kita dengan Tuhan siasia aja. Makanya pastikan kalo kamu punya hubungan yang baik dengan Tuhan dalam doa, en perenungan Firman. Soalnya makin baik hubungan kamu dengan Tuhan, makin banyak yang bisa kamu bagiin ama anggota komsel kamu. 5. Jangan mudah menyerah Jadi pemimpin itu banyak tantangannya. Ada aja hal-hal yang bikin kita BT ato hal-hal yang nggak terduga. Tapi bukan artinya kita terus menyerah dengan semua tantangan yang ada. Malah semua itu harusya bikin kita tambah maju. So, Maju terus, pantang mundur.

Tujuh Ciri Komsel yang Sehat


Berikut adalah tujuh tanda dari kelompok kecil yang sehat, berdasarkan Kisah Para Rasul 2:42-47 (NIV): 1. Kelompok-kelompok kecil yang sehat mempelajari Alkitab. Kelompok-kelompok kecil dalam Perjanjian Baru belajar Alkitab bersama. Kisah Para Rasul 2:42 mengatakan, Kisah 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul Tentu saja, kita tahu ajaran para rasul adalah apa yang kita sebut Perjanjian Baru pada hari ini. Mereka hidup dalam budaya lisan, tapi mereka tetap mempelajari pelajaran dari para rasul. Satu hal yang dapat Anda lakukan dalam kelompok kecil Anda adalah mempelajari apa yang diajarkan dalam pertemuan ibadah jemaat pada hari Minggu. Rick Warren memberikan contoh di gerejanya di Saddleback, mereka memiliki sekelompok relawan yang membuat panduan yang di pasang online pada Minggu malam. Ini dapat dicetak dan digunakan oleh kelompok-kelompok kecil selama seminggu. Dalam panduan tersebut termasuk pertanyaan yang berkaitan dengan Kitab Suci, ditambah ayat-ayat tambahan untuk dipertimbangkan. Keuntungan dari panduan ini ini adalah membantu jemaat berfokus pada satu kebenaran Alkitab. Terlalu sering kita mengajarkan terlalu banyak. Ketika saya tumbuh dewasa, aku bisa pergi ke gereja sepanjang minggu dan berakhir dengan sebanyak 13 studi Alkitab yang berbeda. Saya mulai berpikir, Hidup saya tidak bisa berubah banyak. Kadang-kadang saya pikir kita mengajarkan terlalu banyak, sehingga sesuatu seperti panduan akan memungkinkan jemaat untuk fokus pada satu kebenaran Alkitab seminggu. 2. Kelompok-kelompok kecil atau komsel yang sehat mempraktekkan saling berbagi kehidupan bersama. Kitab Kisah Para Rasul mengatakan orang percaya dalam gereja mula-mula bertekun bahkan dikhususkan untuk persekutuan (Kis 2:42). Ini berarti mereka serius membangun persahabatan dan persaudaraan di antara mereka.

Perhatikan Alkitab mengatakan mereka adalah kelompok yang berbentuk sebagai sebuah persekutuan, mereka bukan hanya secara rutinitas mengadakan waktu untuk bersekutu, tetapi mereka benar-benar adalah sebuah persekutuan, mereka hidup 124 jam setiap hari sebagai sebuah persekutuan. Dengan kata lain, persekutuan bukan hanya sesuatu yang gereja lakukan, tetapi gereja itu adalah persekutuan. Yesus memanggil kita untuk berkomitmen satu sama lain, karena melalui kelompok-kelompok kecil kita bisa belajar keterampilan membangun hubungan. Kelompok kecil adalah laboratorium kasih, di mana kita belajar untuk mematuhi perintah Yesus untuk mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 3. Kelompok-kelompok kecil atau komsel yang sehat selalu mengingat Yesus bersama-sama. Alkitab mengatakan orang percaya mula-mula bertekun untuk memecahkan roti dan berdoa (Kis 2:42). Pemecahan roti dalam bagian ini secara khusus mengacu pada Perjamuan Tuhan. Dalam Gereja awal, mereka tidak mengambil Komuni dalam suasana ibadah besar. Mereka dilayani dalam kelompok kecil. Anda akan, tentu saja, ingin bekerja dalam tradisi gereja, tetapi di Saddleback kita membiarkan kelompok-kelompok kecil untuk melayani Perjamuan kudus. Komuni hanya bagi orang percaya, sehingga dalam kelompok kecil kita harus memastikan hanya orang percaya yang akan ambil bagian. Melalui perjamuan Tuhan inilah seluruh jemaat mengingat kembali korban Kristus di kayu salib, merasakan aliran kasih Tuhan yang luar biasa. 4. Kelompok-kelompok kecil / komsel yang sehat mempraktekkan berdoa bersama. Alkitab mengatakan percaya mula-mula bertekun dalam doa bersama (Kisah 2:42). Yesus mengajarkan bahwa ada kekuatan / kuasa yang besar dalam saling mendoakan antara satu sama lain, dan ia membuat sebuah janji yang luar biasa tentang kelompok kecil orang percaya: Sebab di mana dua atau tiga berkumpul bersama-sama dalam namaKu, Aku ada di tengah-tengah mereka (Matius 18 : 20). Dalam keintiman dan kerahasiaan kelompok-kelompok kecil, kita dapat berdoa satu sama lain, mengungkapkan perasaan kita, mengakui kegagalan kita, mengungkapkan keraguan kita, mengakui ketakutan kita, mengakui kelemahan kita, dan meminta dukungan doa. 5. Kelompok-kelompok kecil / komsel yang sehat adalah murah hati. Alkitab mengatakan dalam kelompok-kelompok kecil mereka saling membantu dengan pemberian bagi siapa saja yang memiliki kebutuhan (Kis 2:45). Kelompok-kelompok kecil memungkinkan kita untuk saling membantu dalam bentuk pemberian untuk menjawab kebutuhan praktis. Dapatkah saya meminjam mobil? Dapatkah saya memberikan beberapa makanan ketika Anda sakit? Membangun Kecil Kelompok dengan Tujuan Kita cenderung memusatkan pelayanan, membuat dapur umum, atau pusat konseling. Tapi ini bukan model Perjanjian Baru. Gereja mula-mula memiliki pelayanan desentralisasi. Mari saya beri contoh. Beberapa tahun yang lalu, salah satu anggota kami bertemu dengan seseorang yang telah berada dalam situasi buruk dan akhirnya kehilangan tempat tinggal. Anggota kami tersebut membelikan makanan bagi tunawisma tersebut dan kemudian memberinya tiket bus ke tempat saudaranya tinggal.

Keesokan harinya, anggota kami tersebut mengatakan kepada saya tentang hal itu dan berkata, Ada banyak orang kehilangan tempat tinggal. Gereja harus melakukan sesuatu tentang hal itu. Kataku, Gereja baru saja melakukannya. Hari Minggu berikutnya, saya bangun dan mengatakan kepada jemaat, saya melepaskan Anda untuk membantu orang miskin dan memberi makan yang lapar dan membantu para tunawisma . Kelompok-kelompok kecil boleh melakukan semua jenis pelayanan yang praktis. Kami telah didesentralisasikan dengan memberikan mereka izin untuk terlibat dalam pelayanan sebagai kelompok kecil. 6. Kelompok-kelompok kecil / komnsel yang sehat beribadah bersama. Alkitab mengatakan kelompok-kelompok kecil Perjanjian Baru menyembah bersama-sama, memuji Allah dan mereka disukai semua orang (Kis 2:47). Kita harus menyembah Tuhan lebih dari sekali seminggu, dan kelompok-kelompok kecil menawarkan kesempatan untuk beribadah bersama. 7. Kelompok-kelompok kecil sehat bersaksi bersama-sama. Dalam pertemuan kelompok-kelompok kecil Tuhan terus menambahkan jumlah mereka setiap hari dengan orang-orang yang diselamatkan (Kisah 2:47). Mereka mengundang orang lain untuk bergabung dengan mereka. Salah satu bukti dari sekelompok kecil sehat adalah bahwa ia mereproduksi, sehingga ia bukan saja mampu melipatgandakan anggota, tetapi juga dapat membantu memulai dan melipatgandakan kelompok kecil.