BAB I PENDAHULUAN

Dalam bahasa kedokteran Inggris, pinggang dikenal sebagai ‘low back ´. Secara anatomik pinggang adalah daerah tulang belakang L-1 sampai seluruh tulang sacrum dan otot-otot sekitarnya. Tulang belakang lumbal sebagai unit struktural dalam berbagai sikap tubuh dan gerakan ditinjau dari sudut mekanika. Daerah pinggang mempunyai fungsi yang sangat penting pada tubuh manusia. Fungsi penting tersebut antara lain, membuat tubuh berdiri tegak, pergerakan, dan melindungi beberapa organ penting.1 Peranan otot-otot erektor adalah memberikan tenaga imbangan ketika mengangkat benda. Dengan menggunakan alat petunjuk tekanan yang ditempatkan didalam nukleus pulposus manusia, tekanan intradiskal dapat diselidiki pada berbagai sikap tubuh dan keadaan. Sebagai standar dipakai tekanan intradiskal ketika berdiri tegak.1 Tekanan intradiskal yang meningkat pada berbagai sikap dan keadaan itu diimbangi oleh tenaga otot abdominal dan torakal. Hal ini dapat diungkapkan oleh penelitian yang menggunakan korset toraks atau abdomen yang bisa dikembangkempiskan yang dikombinasi dengan penempatan alat penunjuk tekanan di dalam lambung. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 30% sampai 50% dari tekanan intradiskal torakal dan lumbal dapat dikurangi dengan mengencangkan otot-otot torakal dan abdominal sewaktu melakukan pekerjaan dan dalam berbagai posisi.1 Kontraksi otot-otot torakal dan abdominal yang sesuai dan tepat dapat meringankan beban tulang belakang sehingga tenaga otot yang relevan merupakan mekanisme yang melindungi tulang belakang. Secara sederhana, kolumna vertebralis, torakolumbal dapat dianggap sebagai tong dan otot-otot torakal serta lumbal sebagai simpai tongnya. Hernia Nukleus Pulposus merupakan salah satu dari sekian banyak ‘LowBack Pain’ akibat proses degeneratif. Penyakit ini banyak ditemukan di masyarakat. Biasanya mereka

1

mengobatinya dengan pijat urat dan obat-obatan gosok, karena anggapan yang salah bahwa penyakit ini hanya sakit otot biasa atau karena capek bekerja.2 Penderita penyakit ini sering mengeluh sakit pinggang yang menjalar ke tungkai bawah terutama pada saat aktifitas membungkuk (sholat, mencangkul). Penderita mayoritas melakukan suatu aktifitas mengangkat beban yang berat dan sering membungkuk. Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan salah satu penyebab dari nyeri punggung (NPB) yang penting. Prevalensinya berkisar antara 1-2% dari populasi. HNP lumbalis paling sering (90%) mengenai diskus intervertebralis L5-S1 dan L4-L5. Biasanya NBP oleh karena HNP lumbalis akan membaik dalam waktu kira-kira 6 minggu. Tindakan pembedahan jarang diperlukan kecuali pada keadaan tertentu.3

2

4 1.2.Sacroles (5. Anatomi Tulang Belakang Anatomi tulang belakang perlu diketahui agar dapat ditentukan elemen yang terganggu pada timbulnya keluhan nyeri punggung bawah.Cervicales (7) .Coccygeae (4.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. menyatu membentuk sacrum) . Anatomi Tulang Belakang 3 . Columna vertebralis adalah pilar utama tubuh. Definisi HNP (Hernia Nukleus Pulposus) yaitu keluarnya nukleus pulposus dari discus melalui robekan annulus fibrosus hingga keluar ke belakang atau dorsal menekan medulla spinalis atau mengarah ke dorsolateral menekan radix spinalis sehingga menimbulkan gangguan.Vertebrae dikelompokkan sebagai berikut :5 .Lumbales (5) .1.Thoracicae (12) . Merupakan struktur fleksibel yang dibentuk oleh tulang-tulang tak beraturan. disebut vertebrae. 3 yang bawah biasanya menyatu) Gambar 1.

Diskus ini paling tebal di daerah cervical dan lumbal.kanalis vertebralis. Sedangkan bagian posterior tersusun atas pedikel. Diskus invertebralis menyusun seperempat panjang columna vertebralis. dan ditopang oleh ligamentum longitudinal anterior dan posterior. seperti pada flexi dan ekstensi columnavertebralis. Sifat setengah cair dari nukleus pulposus.6 Gambar 2.5. lamina. memungkinkannya berubah bentuk dan vertebrae dapat mengjungkit ke depan dan ke belakang di atas yang lain. nukleus pulposus (gel). Diskus Intervertebralis 4 . serta prosesus tranversus dan spinosus yang menjadi tempat otot penyokong dan pelindung kolumna vertebrale. dan berfungsi sebagai sendi dan shock absorber agar kolumna vertebralis tidak cedera bila terjadi trauma. Bagian posterior vertebrae antara satu dan yang lain dihubungkan oleh sendi apofisial (fascet joint).Tulang vertebrae merupakan struktur kompleks yang secara garis besar terbagi atas 2 bagian. Bagian anterior columna vertebralis terdiri dari corpus vertebrae yang dihubungkan satu sama lain oleh diskus fibrokartilago yang disebut discus invertebralis dan diperkuat oleh ligamentum longitudinalis anterior dan ligamentum longitudinalis posterior. tempat dimana banyak terjadi gerakan columna vertebralis. dan annulus fibrosus. Bagian anterior tersusun atas korpus vertebra. Discus intervertebralis terdiri dari lempeng rawan hyalin (Hyalin Cartilage Plate). diskus intervertebralis (sebagai artikulasi).6 Tulang vertebrae ini dihubungkan satu sama lainnya oleh ligamentum dan tulang rawan.

Untuk menahan beban yang besar terhadap kolumna vertebrale ini stabilitas daerah pinggang sangat bergantung pada gerak kontraksi volunter dan refleks otototot sakrospinalis. sehingga HNP sering terjadi di bagian postero lateral. kadar air nukleus pulposus menurun dan diganti oleh fibrokartilago.5. Ligamen longitudinalis posterior di bagian L5-S1 sangat lemah. dan sukar dibedakan dari anulus. diskus ini tipis dan kurang lentur. abdominal. Stabilitas vertebrae tergantung pada integritas korpus vertebra dan diskus intervertebralis serta dua jenis jaringan penyokong yaitu ligamentum (pasif) dan otot (aktif).Dengan bertambahnya usia. gluteus maksimus.Gambar 3. Sehingga pada usia lanjut. baik anulus fibrosus maupun nukleus pulposusnya adalah bangunan yang tidak peka nyeri.6 5 . Vertebre Diskus intervertebralis. dan hamstring.

Ligamentum longitudinalis posterior menyempit Jika beban pada discus bertambah. kimiawi). Etiologi Hernia nukleus pulposus dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut : 9 Degenerasi diskus intervertebralis 6 . Pada kondisi ini terjadi perubahan biomolekuler di mana terjadi akumulasi saluran ion Na dan ion lainnya. annulus fibrosus tidak kuat menahan nukleus pulposus (gel) akan keluar. Kemungkinan kedua. Penumpukan ini menyebabkan timbulnya mechano-hot spot yang sangat peka terhadap rangsang mekanikal dan termal.8 1. Beban berat 3. Mekanisme nyeri merupakan proteksi yang bertujuan untuk mencegah pergerakan sehingga proses penyembuhan dimungkinkan. Aliran darah ke discus berkurang 2.3. penekanan mengenai serabut saraf. yang selanjutnya dapat menimbulkan iskemia.1. Patofisiologi Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya HNP :7 1.4. atau nyeri neuropatik yang diakibatkan lesi primer pada sistem saraf. akan timbul rasa nyeri oleh karena gel yang berada di canalis vertebralis menekan radiks.8 Iritasi neuropatik pada serabut saraf dapat menyebabkan 2 kemungkinan.7. Pertama. termal. Hal ini merupakan dasar pemeriksaan Laseque.7 Bangunan peka nyeri mengandung reseptor nosiseptif (nyeri) yang terangsang oleh berbagai stimulus lokal (mekanis. penekanan hanya terjadi pada selaput pembungkus saraf yang kaya nosiseptor dari nervi nevorum yang menimbulkan nyeri inflamasi. Nyeri yang timbul dapat berupa nyeri inflamasi pada jaringan dengan terlibatnya berbagai mediator inflamasi. Salah satu bentuk proteksi adalah spasme otot. Nyeri dirasakan sepanjang serabut saraf dan bertambah dengan peregangan serabut saraf misalnya karena pergerakan. Stimulus ini akan direspon dengan pengeluaran berbagai mediator inflamasi yang akan menimbulkan persepsi nyeri.

10 Berikutnya ke arah postero-sentral menyebabkan nyeri pinggang dan sindroma kauda equina. terutama beban ekstra di daerah perut dapat menyebabkan strain pada punggung bawah.6. mengangkat atau menarik barang-barang berat. paparan pada vibrasi yang konstan seperti supir Olahraga yang tidak teratur. Berat badan berlebihan. tetapi kenyataannya lebih sering hanya pada 2 arah. Merokok Nikotin dan racun-racun lain dapat mengganggu kemampuan diskus untuk menyerap nutrien yang diperlukan dari dalam darah.Gejala klinis yang paling sering adalah iskhialgia (nyeri radikuler sepanjang perjalanan nervus iskhiadikus). Nyeri biasanya 7 .- Trauma minor pada pasien tua dengan degenerasi Trauma berat atau terjatuh Mengangkat atau menarik benda berat 1. Faktor Resiko Faktor risiko yang tidak dapat dirubah : 9 Umur : makin bertambah umur risiko makin tinggi Jenis kelamin: laki-laki lebih banyak dari wanita Riwayat cedera punggung atau HNP sebelumnya Faktor risiko yang dapat dirubah : Pekerjaan dan aktivitas: duduk yang terlalu lama. yang pertama ke arah postero-lateral yang menyebabkan nyeri pinggang. latihan fisik yang berat. dan gejala dan tanda-tanda sesuai dengan radiks dan saraf mana yang terkena. mulai latihan setelah lama tidak berlatih. HNP dapat terjadi kesegala arah. Batuk lama dan berulang 1. latihan yang berat dalam jangka waktu yang lama. Manifestasi Klinis Manifestasi klinis yang timbul tergantung lokasi lumbal yang terkena.5. sering membungkuk atau gerakan memutar pada punggung. sciatica.

yang dirasakan dari bokong menjalar ke daerah paha. terutama banyak membungkukkan badan atau banyak berdiri dan berjalan.bersifat tajam seperti terbakar dan berdenyut menjalar sampai di bawah lutut. Keadaan ini merupakan kegawatan neurologis yang memerlukan tindakan pembedahan untuk mencegah kerusakan fungsi permanen Kebiasaan penderita perlu diamati. 1. pemeriksaan neurologik dan pemeriksaan penunjang.7. tergantung bagian saraf mana yang terjepit Rasa nyeri sering ditimbulkan setelah melakukan aktifitas yang berlebihan. betis bahkan sampai kaki. Anamnesis Mula timbul nyeri: apakah didahului trauma atau aktivitas fisik. Jika dibiarkan maka lama kelamaan akan mengakibatkan kelemahan anggota badan bawah/ tungkai bawah yang disertai dengan mengecilnya otot-otot tungkai bawah dan hilangnya refleks tendon patella (KPR) dan achilles (APR). ataukah spontan. Rasa nyeri juga sering diprovokasi karena mengangkat barang yang berat. miksi dan fungsi seksual. pemeriksaan klinis umum. 8 . Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan defekasi. bersin akibat bertambahnya tekanan intratekal. Gejala yang sering ditimbulkan akibat ischialgia adalah :10 Nyeri punggung bawah Nyeri daerah bokong Rasa kaku atau tertarik pada punggung bawah Nyeri yang menjalar atau seperti rasa kesetrum dan dapat disertai baal. Bila saraf sensorik yang besar (A beta) terkena akan timbul gejala kesemutan atau rasa tebal sesuai dengan dermatomnya. 1. Diagnosis10 Diagnosis ditegakkan berdasarkan amanesis. batuk. bila duduk maka lebih nyaman duduk pada sisi yang sehat.

batuk. biasanya berasal dari otot. mungkin disebabkan tumor. Nyeri berpindah-pindah dan tidak wajar mungkin nyeri psikogenik Riwayat keluarga dapat dijumpai pada artritis rematoid dan osteoartritis 2. fungsi genitalia. Lokasi nyeri: nyeri yang disertai penjalaran ke arah tungkai menunjukkan keterlibatan radiks saraf. gibus.- Sifat nyeri: nyeri tajam. jenis neurogenik memperlihatkan pulsasi pembuluh darah perifer yang normal dan nyeri berkembang menjadi parestesia dan kelumpuhan. mendatar. Hal-hal yang meringankan atau memprovokasi nyeri : bila berkurang setelah melakukan tirah baring mungkin HNP tetapi bila bertambah. Adanya demam selama beberapa waktu terakhir menyokong adanya infeksi. atrofi otot Derajat gerakan (range of motion) dan spasmus otot Hipersensitif denervasi (piloereksi terhadap hawa dingin) 9 . tulang dan ligamen. tulang panggul kanan dan kiri tidak sama tinggi. - Klaudikasio intermitens dibedakan atas jenis vaskuler dan neurogenik. bila progresif mungkin tumor Adakah gangguan fungsi miksi dan defekasi. atau jumlah anak. bersin dan mengejan akan memprovokasi nyeri pada HNP. lordosis lumbal (normal. misalnya spondilitis Nyeri bersifat stasioner mungkin karena gangguan mekanik kronik. bila berkurang setelah berjalan jalan mungkin tumor dalam kanalis vertebralis. pelvis yang miring. penggunaan AKDR (IUD). skoliosis. menusuk dan berdenyut sering bersumber dari sendi. atau hiperlordosis). siklus haid. nyeri dan kaku waktu bangun pagi dan berkurang setelah melakukan gerakan tubuh mungkin disebabkan spondilitis ankilopoetika. fluor albus. sedangkan pegal. Pemeriksaan Fisik umum  Posisiberdiri : Perhatikan cara penderita berdiri dan sikap berdirinya Perhatikan bagian belakang tubuh: adakah deformitas.

tes bragard. nyeri pada sendisakro iliaka. atau urogenital 3.- Palpasi untuk mencari trigger zone. Somato Sensoric Evoked Potential ( SSEP) Berguna untuk menilai pasien spinal stenosis atau mielopatic. Bila operasi dipertimbangkan maka myelogram dilakukan untuk menentukan 10 . tes Valsava) Tes Patrick dan Tes Contra Patrick Tes Distraksi dan Tes Kompresi 4. rektal. Pemeriksaan sensorik b. Pemeriksaan yang sering dilakukan : Tes untuk meregangkan saraf ischiadikus (tes laseque. c. atrofi atau fasikulasi otot c.  Posisi duduk : Perhatikan cara penderita duduk dan sikap duduknya Perhatikan bagian belakang tubuhnya  Posisi berbaring : Perhatikan cara penderita berbaring dan sikap berbaringnya Pengukuran panjang ekstremitas inferior Pemeriksaan abdomen. Elektromiografi (EMG) Bisa mengetahui akar saraf mana yang terkena dan sejauh mana gangguannya. Pemeriksaan motorik : dicari apakah ada kelemahan. Pemeriksaan penunjangan Pemeriksaan neurofisiologi. nodus miofasial. Pemeriksaan tendon d. Pemeriksaan neurologik a. Myelogram berguna untuk menjelaskan ukuran dan lokasi dari hernia. masih dalam tahap iritasi atau tahap kompresi b. dan lain-lain Perhatikan cara penderita berjalan/gaya jalannya. Terdiri dari : a. tes Sicard) Tes untuk menaikkan tekanan intratekal (tes Nafzigger.

MRI merupakan standar baku emas untuk HNP e. Pemeriksaan Radiologi Foto rontgen tulang belakang. Juga digunakan untuk membedakan kompresi radiks dari neuropati perifer. Pada penyakit diskus. foto ini normal atau memperlihatkan perubahan degeneratif dengan penyempitan selain vertebrata dan pembentukan osteofit f. Myelo-CT 11 . Alat ini sedikit kurang teliti daripada CT scan dalam hal mengevaluasi gangguan radiks saraf. d.tingkat protrusi diskus. MRI tulang belakang Bermanfaat untuk diagnosis kompresi medulla spinalis atau kauda equina. Myelo-CT untuk melihat lokasi HNP Gambar 4.

Medikamentosa Pemberian obat anti inflamasi non steroid (OAINS) diperlukan untuk jangka waktu pendek disertai dengan penjelasan kemungkinan efek samping dan interaksi obat.14. OAINS. Pemeriksaan lain. pemberian anti depresan dianjurkan.g. termografi.misalnya. b. kadangkadang memerlukan campuran antara obat analgesik. Rehabilitasi Medis High frequency current ( HFC CFM) Arus kontinu elektromagnetik (CEM) berfrekuensi 27MHz dan panjanggelombang 11. Zygapophyseal joint block 1. Tidak dianjurkan penggunaan muscle relaxan karena memiliki efek depresan. Pada tahap awal.12. dan penenang. Terapi Pada prinsipnya penanganan LBP dapat mencakup : 11. ligamen dan kapsul sendi  Peregangan terhadap diskus intervertebralis  Peregangan dan penambahan gerakan sendi apofisial pada prosesus  Artikularis 12 . dapat memberikan efek lokal antara lain :  Mempercepat resolusi inflamasi kronik  Mengurangi nyeri  Mengurangi spasme  Meningkatkan ekstensibilitas jaringan fibrous Traksi Mekanik Traksi merupakan proses mekanik menarik tulang sehingga sendi saling menjauh.06 m. apabila didapati pasien dengan depresi premorbid atau timbul depresi akibat rasa nyeri. antiinflamasi. Pemeriksaan Laboratorium klinik (melakukan blok langsung pada sendi yang nyeri atau pada saraf yang menuju ke sana) h. biopsi.8.15 a. Efek mekanis traksi pada tulang belakang adalah :  Mengulur otot-otot paravertebralis.13. Untuk pengobatan simptomatis lainnya.

Aktivitas motorik terapi ini bersifat umum yang diikuti oleh fungsi sensorik untuk bereaksi mempertahankan sikap tubuh. Tujuan terapi ini :  Memelihara dan meningkatkan kualitas postur tubuh dan gerakan tubuh  Mengoreksi sikap tubuh yang mengalami kelainan  Memelihara dan meningkatkan kekuatan dan kemampuan fisik dan psikis sehingga tidak mudah lelah melalui perbaikan sirkulasi darah dan pernafasan.  Mengurangi nyeri Double knee-to-chest stretch 13 . Kemampuan mempertahankan sikap tubuh melibatkan aktivitas sensomotorik dan mekanisme refleks sikap. Mengurangi nyeri sehingga efek relaksasi akan lebih mudah diperoleh Bugnet Exercises Bugnet exercise (terapi tahanan sikap) adalah metode pengobatan berdasarkan kesanggupan dan kecenderungan manusia untuk mempertahankan sikap badan melawan kekuatan dari luar.

Rehabilitasi medis 14 .Gambar 5.

dengan melipatkan tangan di tangan dan mengangkat bahu setinggi 6-12 inci dari lantai. Kemudian lakukan lagi pada kaki yang lain. Peganglah benda dekat perut dan dada Tekukan lagi kaki saat menurunkan benda Hindari memutarkan punggung saat mengangkat suatu benda lindungi punggung saat duduk dan berdiri. Gerakanlah tubuh kepada barang yang akan diangkat sebelum mengangkatnya. g. d. Pencegahan 13. 1. Berjalanlah sejenak dan mengubah posisi secara periodik 15 . j. merupakan tindakan yang paling jarang di lakukan. karena tekanan pada saraf. Gunakan alat Bantu (seperti ganjalan/bantalan kaki) jika memang diperlukan. f. Berbaring terlentang dengan kaki ditekuk dan telapak kaki berada flat dilantai. letakkanlah salah satu kaki pada bantalan kaki secara bergantian. k. Kencangkanlah perut dan bokong lalu tekanlah punggung ke lantai.c. e.14 Latihan Punggung Setiap Hari Berbaringlah terlentang pada lantai atau matras yang keras. Lakukan sit up parsial. Hindari duduk di kursi yang empuk dalam waktu lama Jika memerlukan waktu yang lama untuk duduk saat bekerja. l. Lakukan beberapa kali. Pembedahan . Tekukan lutut. Berbaringlah terlentang dengan kedua kaki ditekuk lalu luruskanlah ke lantai. Bila nyeri tidak teratasi dan kelemahan tungkai beranjak memburuk. Tekukan satu lutut dan gerakkanlah menuju dada lalu tahan beberapa detik. Jika memang harus berdiri terlalu lama. Berhati-hatilah saat mengangkat. pastikan bahwa lutut sejajar dengan paha. tahanlah beberapa detik kemudian relaks. bukan punggung. untuk mengangkat benda yang lebih rendah. Ulangi beberapa kali.9. i. h. Lakukanlah beberapa kali. Padaumumnya dilakukan bila nyeri karena tonjolan discus ( hernia nucleu spulposus ± HNP).

Tidurlah di kasur yang nyaman. Hubungilah petugas kesehatan bila nyeri memburuk atau terjadi trauma. Tegakkanlah kursi mobil sehingga lutut daapt tertekuk dengan baik tidak teregang n. makanan seimbang.10. r. Pada pasien yang dioperasi: 90 % membaik terutama nyeri tungkai. Berjalanlah setiap hari dengan menggunakan pakaian yang nyaman dan sepatu berhak rendah p. kemungkinan terjadinya kekambuhan adalah 5% 16 . 1. Gunakanlah bantal di punggung bila tidak cukup menyangga pada saat duduk di kursi tetaplah aktif dan hidup sehat o. Prognosis14 Sebagian besar pasien akan membaik dalam 6 minggu dengan terapi konservatif.m. diit rendah lemak dan banyak mengkonsumi sayur dan buah untuk mencegah konstipasi. Sebagian kecil dapat berkembang menjadi kronik meskipun sudah diterapi. Makanlah q.

1998. Dalam: Meliala L. Edisi Kedua. Jakarta. 7th ed.Hernia Nukleus Pulposus Lumbalis. In: Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta. Jakarta : Media Aesculapius 9. Lubis I. Victor M. Kelompok Studi Nyeri Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. cetakan kelima. Neurologi Klinis Dasar. Dalam: Meliala L. Simposium Rematik Pengenalan dan Pengelolaan Artropati Seronegatif. 11. Suryono B. McGraw Hill co. Nyeri Punggung Bawah. Kumpulan Makalah Pertemuan Ilmiah I Indonesian Pain Society. Diagnosis dan Penatalaksanaan Nyeri Pinggang. Ropper AH. Penuntun Penatalaksanaan Nyeri Neuropatik. 1999. Wibowo S. 17 . Medikagama Press. Suryamiharja A. Sadeli. Patofisiologi dan Penatalaksanaan Nyeri Punggung Bawah . Penatalaksanaan Medik Nyeri Punggung Bawah. Yogyakarta. Anderson GBJ. Kumpulan Makalah Pertemuan Ilmiah I Indonesian Pain Society. 12. Dalam Meliala L. New York. Yogyakarta. Jakarta. Yogyakarta. Purwanto ET. Dalam Meliala L. Meliala L. Aulina S.Jilid kedua. Jakarta: Perdossi 10. 7. 8. 2000. 4. Bagian Penyakit Dalam FK Undip. Epidemiological features of chronic low back pain. Anatomi dan Biomekanik Tulang Belakang. Kelompok Studi Nyeri Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. edisi IV. 354:581-5. Meliala L. Ilmu Penyakit Saraf. Semarang. 2003. Epidemiologi Nyeri Punggung Bawah. Jakarta:PT Dian Rakyat. cetakan keenam. Nyeri Punggung Bawah. 2003 5. Dalam: Meliala L. Neuroimejing pada Nyeri Punggung Bawah. Suryono B. 2003. 3. Kelompok Studi Nyeri Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Kasjmir YI. 6. Adam RD. 2. edisi III. Principles of neurology. 2003. Lancet 1999. Dalam Socnarto. 2003. Nyeri Punggung Bawah.DAFTAR PUSTAKA 1. Wirawan. Wibowo S. 2005: 194-212. Sidharta Priguna.

Farmakoterapi Nyeri Punggung Bawah. Sidharta Priguna.13.co. Jakarta. 2003. Beberapa Segi Klinik dan Penatalaksanaan NyeriPinggang Bawah. Tata Pemeriksaan Klinis Dalam Neurologi. 2005. Wibowo S. Nyeri Punggung Bawah.kalbe. Jakarta : PTDian Rakyat 15.id 14. Dalam: Meliala L. 18 . Kelompok Studi Nyeri Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2004. Priguna. In :http://www.

42 Seorang pasien laki-laki berumur 32 tahun datang ke Poli Saraf RSUP Dr.45. otot-otot tungkai kanan pasien berukuran lebih kecil dibandingkan otot-otot tungkai dan bokong kiri       Nyeri berkurang setelah berbaring atau istirahat. Kelemahan anggota gerak tidak ada BAB dan BAK biasa. Akibatnya. 19 . Fungsi seksual biasa Penurunan berat badan tidak ada.  bertambah hebat jika pasien bersin dan batuk. M. sehingga pasien lebih suka berbaring di tempat tidur.  pinggang kanan terus ke bokong kanan sampai ke ujung telapak kaki.BAB III LAPORAN KASUS IDENTITAS PASIEN Nama Umur Pekerjaan Alamat No MR : Mushaidi : 32 tahun : Petani : Diujung Sakti Sungai Penuh Kerinci : 79. Djamil Padang pada tanggal 10 Oktober 2012 dengan : ANAMNESIS Keluhan Utama : Nyeri pinggang bawah menjalar ke tungkai kanan Riwayat Penyakit Sekarang :  Nyeri pinggang kanan bawah yang bertambah hebat sejak 2 bulan Nyeri dirasakan seperti rasa disentrum yang menjalar dari Nyeri dirasakan jika pasien menggerakkan tungkainya dan yang lalu. Demam tidak ada.

aksila dan inguinal tidak membesar JVP 5-2 cmH20 Paru : Inspeksi Palpasi Perkusi Jantung : Inspeksi : simetris kiri dan kanan : fremitus normal kiri sama dengan kanan : sonor : iktus tidak terlihat : tampak sakit sedang : komposmentis kooperatif : 120/70 mmHg : 90x /menit : 20x /menit : 36. M. PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis : Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Nafas Suhu Status Internus : KGB Leher Thorak : : : Leher. Riwayat Penyakit Keluarga :  Tidak ada anggota keluarga yang sakit seperti ini Riwayat Pekerjaan. Djamil Padang saat itu dan telah dilakukan foto rontgen lumbosakral dan MRI dengan kesan Hernia Nukleus Pulposus L5-S1  Riwayat trauma/ kecelakaan/jatuh terduduk sebelumnya tidak ada. ronchi (-).8oC Auskultasi : vesikuler. wheezing (-) 20 . Sosial Ekonomi dan Kebiasaan :  Pasien seorang petani dan sering mengangkat beban. hilang timbul Riwayat Penyakit Dahulu :  dan masih mampu beraktivitas seperti biasa dan nyeri ini bertambah 4 bulan kemudian dimana pasien harus berjalan dengan memakai tongkat. Pasien dirawat di RSUP Dr. Duduk lebih nyaman ke sisi sebelah kiri Nyeri pertama kali dirasakan sejak 6 bulan yang lalu.

N II . pelvis sama tinggi.N III.Palpasi Perkusi Abdomen : Inspeksi Palpasi Perkusi Corpus Vertebrae : Status Lokalis : Inspeksi : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V : batas-batas jantung dalam batas normal Auskultasi : irama teratur. gerakan bola mata bebas ke segala arah 21 . spasme otot (+) : Nyeri ketok daerah lumbal dan skaral (-) 2. GCS 15 : E4 M6 V5 : Nyeri tekan Vertebrae Lumbal dan Sakral (-).Kernig (-) 3.sakit kepala progresif (-) 4. Skoliosis (-). Tanda peningkatan tekanan intrakranial : .Brudzinsky II (-) . Tanda rangsangan meningeal : .Brudzinsky I (-) . tulang panggul kiri dan kanan sama tinggi Palpasi Perkusi Status Neurologis : 1. IV. Gibbus (-).Kaku kuduk (-) . bising (-) : Tidak tampak membuncit : Hepar dan lien tidak teraba. Tanda radang (-). diameter 3 mm.muntah proyektil (-) . VI : : : penciuman baik reflek cahaya +/+ pupil bulat. ballotement (-) : Timpani Auskultasi : Bising usus (+) Normal : Deformitas (-). Nn Kranialis : -NI .

Reflek APR +/++ Reflek patologis : Reflek Hoffman Trommer -/-. Kontra Patrick (-) 6. Motorik : 5 5 5 5 5 5 555 555 Tungkai kanan : Laseque (+).N IX. Bragard (+). plika nasolabialis simetris fungsi pendengaran baik.Proprioseptif : baik 7.N VII . Reflek KPR +/++. Patrick (+). refleks muntah (+). menggerakkan rahang ke kiri dan ke kanan bisa menutup mata. Reflek Babinsky Group -/Diagnosis Kerja :     Diagnosis Klinis Diagnosis Topik Diagnosis Etiologi : Ischialgia Dextra : Diskus Intervertebralis L5. 9.-NV . X . Naffziger (-). Cross Laseque (+). Reflek triceps ++/++. mengangkat alis : simetris. : : : : : : Refleks kornea (+) bisa membuka mulut.N VIII . Cross Laseque (-). Sensorik . Fungsi otonom : BAK dan BAB normal Reflek fisiologis : Reflek biceps ++/++.Eksteroseptif : baik .S1 : Hernia Nukleus Pulposus Diagnosis Sekunder : - Rencana Pemeriksaan Tambahan : Terapi : 22 .N XI . Patrick (-). Valsava (-). Sicard (+). perasaan 1/3 lidah baik bisa mengangkat bahu dan bisa melihat kiri dan kanan lidah simetris.N XII 5. nistagmus tidak ada arcus faring simetris. Naffziger (-). 8. Kontra Patrick (+) Tungkai Kiri : Laseque (-). uvula di tengah.

9% Diet MB Fisioterapi. Na Diklofenat 3x50 mg po Codein 3 x 20 mg (po) Epsonal 3 x 50 mg (po) Meticobal 3 x 500 mg (po) Khusus :     23 .Umum :     Bedrest IVFD NaCl 0.

Kontra Patrick (+). Nyeri berkurang saat pasien tidur. Untuk memastikan diagnosis perlu dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu foto polos lumbosakral atau MRI sebagai standar emas untuk penegakkan diagnosis. Naffziger (+). kaki kiri dan kanan serta reflek KPR yang menurun dan reflek APR yang berkurang pada tungkai kanan. fisioterapi dan medikamentosa yaitu pemberian analgetik-anti inflamasi.BAB IV DISKUSI Telah dilaporkan seorang pasien laki-laki berumur 37 tahun dengan diagnosis klinik ischialgia. 24 . Patrick(+). Dari pemeriksaan fisik ditemukan Laseque (+). Nyeri timbul tiba-tiba. Selain itu juga ditemukan penurunan sensasi raba pada tungkai kiri dan kanan. terasa seperti berdenyut dan ditusuktusuk. Tes ini menunjukkan adanya gangguan pada regangan saraf ischiadikus. Diagnosa ditegakan berdasarkan anamnesa yaitu adanya nyeri pinggang yang menjalar ketungkai bawah kanan sejak 1 minggu yang lalu. Nyeri bertambah jika pasien bangkit dari duduk. Berdasarkan gejala dan tanda klinis tersebut pasien ini cenderung didiagnosa sebagai ischialgia bilateral yang terjadi pada L4-S1 karena tipe nyeri radikuler yang menjalar pada sisi luar tungkai kiri dan kanan hingga ibu jari kaki. saat batuk dan mengejan dan berkurang . Penatalaksanaan pasien ini adalah tirah baring selama6-8 minggui kemudian secara bertahap melakukan aktivitas separti biasa. Cross Laseque (-). analgetik adjuvan dan vitamin B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful