Anda di halaman 1dari 9

IMPLEMENTASI SUKSES PENERAPAN BI DI PERUSAHAAN TAXI BLUE BIRD GROUP

Pada saat ini penggunaan kemajuan teknologi informasi yang diintegrasikan dengan proses pekerjaan di suatu organisasi sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan dari organisasi tersebut untuk meningkatkan kemampuannya dalam menganalisis masalah-masalah yang dihadapinya serta dalam pengambilan keputusan. Ketersediaan data dan informasi yang lengkap, benar dan tepat sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kelangsungan hidup suatu organisasi. Business mampu Intelligence menjawab (BI) merupakan di salah BI satu telah bentuk implementasi digunakan yang oleh

kebutuhan

atas.

banyak

organisasi-organisasi dalam mengelola data dan informasi sampai dengan dukungan pengambilan keputusan. Secara ringkas, BI dapat diartikan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari hasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan (usaha) suatu organisasi. BI biasanya dikaitkan suatu organisasi. dengan upaya untuk memaksimalkan kinerja

Business Intelligence System merupakan istilah yang umumnya

digunakan untuk jenis aplikasi ataupun teknologi yang digunakan untuk membantu kegiatan BI, seperti mengumpulkan data, menyediakan akses, serta menganalisa data dan informasi mengenai kinerja perusahaan. Salah satu perusahaan yang membutuhkan Business Intelligent ialah perusahaan transportasi khususya pada pelayanan jasa armada taksi dikarenakan persaingan yang ketat antar perusahaan terlebih pada saat ini membutuhkan cara untuk meningkatkan competitive advantage nya. Perusahaan taksi yang paling bersaing saat ini ialah Putra Group dengan Blue Bird Group. Jika dilihat dari market share bisnis jasa pelayanan taksi di Indonesia ini, maka yang masih menjadi top leader nya ialah Blue Bird Group, dan challenger nya ialah Putra Group, dan follower nya ialah Express Taksi. Putra Group sebagai salah satu perusahaan taksi yang cukup besar di Indonesia. Dengan motto Aman dan Terpercaya, sebelumnya beroperasi dengan nama Taksi CITRA yang mulai beroperasi sejak 1995 menggunakan jenis kendaraan Sedan Proton Saga 1300cc. Hingga tahun 1997 Jumlah kendaraan mencapai 1000 unit. Karena pergantian pemegang saham dan pertimbangan pasar, Taksi CITRA kemudian berubah nama menjadi Taksi PUTRA pada awal tahun
1

2001. Sampai dengan saat ini armada kendaraan yang dimiliki Perusahaan Taksi Putra Group lebih dari 2.500 kendaraan. Sejak awal pendirian konsep pengoperasian taksi menggunakan system owner operator yaitu sistem pengelolaan yang memberikan

kesempatan kepada pengemudi untuk memiliki kendaraan taksinya dalam kurun waktu tertentu melalui mekanisme setoran harian. Dengan demikian pola hubungan antara perusahaan dan pengemudi merupakan pola kemitraan yang diatur dalam tata tertib pengoperasian taksi. Pilihan atas sistem pengelolaan ini dilandasi semangat berbagi dengan memberi kesempatan kepada pengemudi untuk turut dalam proses peningkatan kesejahteraan, karena sistem ini dapat menjamin peningkatan kesejahteraan pengemudi setelah masa cicilan selesai. Dengan sistem owner operator, motivasi kerja dan rasa memiliki pengemudi atas armada taksinya akan tinggi, sehingga para pelanggan akan senantiasa memperoleh pelayanan terbaik. Dengan Business Intelligent akan dapat membantu Putra Group mendapatkan pengetahuan yang jelas mengenai BI pesaing juga mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi sehingga dapat membantu organisasi dalam pengambilan keputusan serta sekaligus meningkatkan keunggulannya (competitive advantage). Business Intelligent juga dapat membantu suatu organisasi dalam menganalisis perubahan tren yang terjadi sehingga akan membantu organisasi menentukan strategi yang diperlukan dalam mengantisipasi perubahan tren tersebut. Upaya memaksimalkan kinerja organisasi

merupakan hal yang prioritas saat ini. Organisasi yang secara jelas mampu mengidentifikasikan, menjelaskan, dan mengimplementasikan strateginya akan mampu berkembang dan berkompetisi lebih baik. Untuk mencapai kinerja yang maksimal, organisasi tersebut harus mampu melakukan : o o o o Komunikasi yang jelas mengenai strategi dan tujuan organisasi Meningkatkan budaya akuntabilitas Menyediakan dan meningkatkan akses data dan informasi sesuai dengan kebutuhan Meningkatkan partisipasi sebanyak-banyaknya pihak yang terkait BI dapat dimanfaatkan suatu organisasi dalam mencapai hal-hal di atas. Bahkan BI dapat dijadikan dasar dalam melakukan pengawasan karena BI juga dapat memberikan: Informasi dini (alert) jika terjadi penyimpangan antara kinerja dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya
2

o o

Menyediakan laporan ter-otomasi (automated-feedback) Memonitor secara real-time Key Performance Index (KPI)

PROFIL TAKSI PUTRA GROUP Taksi PUTRA dengan mottoAman dan Terpercaya, sebelumnya beroperasi dengan nama Taksi CITRA yang mulai beroperasi sejak 1995 menggunakan jenis kendaraan Sedan Proton Saga 1300cc. Hingga tahun 1997 Jumlah kendaraan mencapai 1000 unit. Karena pergantian pemegang saham dan pertimbangan pasar, Taksi CITRA kemudian berubah nama menjadi Taksi PUTRA pada awal tahun 2001. Sampai dengan saat ini armada kendaraan yang dimiliki Perusahaan Taksi Putra Group lebih dari 2.500 kendaraan. Sejak awal pendirian konsep pengoperasian taksi menggunakan system owner operator yaitu sistem pengelolaan yang memberikan kesempatan kepada pengemudi untuk memiliki kendaraan taksinya dalam kurun waktu tertentu melalui mekanisme setoran harian. Dengan demikian pola hubungan antara perusahaan dan pengemudi merupakan pola kemitraan yang diatur dalam tata tertib pengoperasian taksi. Pilihan atas sistem pengelolaan ini dilandasi semangat berbagi dengan memberi kesempatan kepada pengemudi untuk turut dalam proses peningkatan kesejahteraan, karena sistem ini dapat menjamin peningkatan kesejahteraan pengemudi setelah masa cicilan selesai.Dengan sistem owner operator, motivasi kerja dan rasa memiliki pengemudi atas armada taksinya akan tinggi, sehingga para pelanggan akan senantiasa memperoleh pelayanan terbaik. Taksi PUTRA siap melayani pelanggan kota Jakarta dan sekitarnya dengan pengemudi berpengalaman untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pelanggan. Saat ini, armada Taksi PUTRA menggunakan kendaraan Hyundai Exel I 1500cc, Hyundai Exel II 1500cc , Proton Wira 1500cc dan Proton Waja 1600cc. Memiliki warnabody Blue Langkawi dengan mahkota atau taxi-sign khas berwarna kuning cerah. Selain itu, interior Taksi PUTRA selalu terjamin kebersihan dan kesejukannya. Pengemudi Taksi PUTRA merupakan pengemudi

berpengalaman, karena syarat menjadi pengemudi Taksi PUTRA memiliki pengalaman sebagai pengemudi taksi minimal 2 tahun yang dimaksudkan untuk menjamin keamanan
3

dan kenyamanan dalam perjalanan dan pengetahuan pengemudi tentang alamat tujuan pelanggan. Untuk menjaga kualitas layanan Taksi PUTRA maka sistem rekrutmen pengemudi adalah hal yang menjadi perhatian utama, selain seleksi kesehatan fisik, psikotest, pengetahuan tentang jalan juga tentang latar belakang pengemudi. Taksi PUTRA yang mulai beroperasi di Jakarta dan sekitarnya awal Februari 2001, juga membangun sistem database berisi informasi detail tentang pengemudi, keluarga dan kerabatnya. Sistem ini bertujuan untuk menjamin bahwa seluruh data dan informasi mengenai pengemudi Taksi PUTRA dimiliki oleh perusahaan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pelanggan. Operasi Taksi PUTRA Jakarta adalah kota Jakarta dan sekitarnya yaitu : ke Timur sampai dengan Cikarang Kabupaten Bekasi, Selatan arah ke Puncak sampai dengan Taman Safari Cisarua Kabupaten Bogor, Arah Sukabumi sampai dengan Cigombong Kabupaten Bogor,arah ke Barat sampai dengan Balaraja Kabupaten Tangerang.Sejak awal tahun 2005, warga Makassar, Sulawesi Selatan, telah dapat menikmati layanan Taksi PUTRA Makassar. Keberadaan Taksi PUTRA di Makassar selain dimaksudkan untuk melayani masyarakat pengguna jasa taksi, juga memperluas kesempatan bagi pengemudi untuk ikut serta dalam pengelolaan taksi sistem owner operator, karena Taksi PUTRA Makassar adalah bagian tak terpisahkan dari Taksi PUTRA Group. Dengan wilayah operasi kota Makassar, Kabupaten Maros, Gowa dan Takalar , taksi PUTRA Makassar yang menggunakan sedan KIA Rio SF 1.400cc dan Proton Waja 1600cc berwarna hitam, dengan mahkota atau taxi-sign yang juga berwarna hitam dan logo PU dalam tulisan Lontar seperti halnya logo Taksi PUTRA Jakarta dan Makassar, dipastikan dapat memberikan pelayanan terbaik, cepat dan terpercaya Taksi Putra Bandung mulai melayani masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya awal Februari tahun 2008, kehadiran Taksi Putra di Bandung selain untuk melayani masyarakat pengguna jasa taksi, juga dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada pengemudi untuk ikut serta dalam pengelolaan taksi sistem Owner Operator seperti halnya di Jakarta dan di Makassar.

PROFIL BLUE BIRD GROUP Blue Bird sebagai market leader dalam bisnis transportasi, Blue Bird sudah menjadi brand yang kuat dan dikenal luas oleh masyarakat. Diawali dengan armada 25 taksi pada tahun 1972, kini setelah lebih dari 30 tahun mendalami bisnis jasa transportasi, Blue Bird telah berkembang pesat dengan sekitar 12000 armada-nya yang tersebar di seluruh penjuru Jakarta. Sebuah prestasi luar biasa untuk sebuah usaha jasa transportasi dengan jumlah armada yang sangat banyak. Kesuksesan yang diraih oleh Blue Bird ini tak lepas dari upaya blue bird dalam memanfaatkan teknologi. Berawal sekitar tahun 1972, Blue Bird yang

mengimplementasikan pertama kali di Indonesia sistem komunikasi radio serta penggunaan argometer yang ketat untuk armada-armadanya. Jejak langkah Blue Bird ini diikuti pula oleh perusahaan taksi lainnya yang beroperasi di Indonesia. Sekitar beberapa tahun

terakhir ini Blue Bird sudah menggunakan teknologi GPS (Global Positioning System). Selain digunakan untuk melacak posisi armada-armadanya, GPS ini juga digunakan sarana berkomunikasi antara armada taksi dengan Call Center. Berbeda dengan teknologi komunikasi radio yang terbatas pada komunikasi suara yang sudah umum digunakan oleh operator-operator taksi, teknologi GPS ini mempermudah operator dalam menentukan posisi konsumen dan armada mana yang dapat menjangkaunya, sehingga pelayanan bisa dilakukan lebih cepat dan mengurangi antrean pemesanan. Keunggulan lainnya, konsumen tidak perlu mendengarkan suara dari radio komunikasi ketika ada pemesanan yang masuk ke pengemudi taksi. Perkembangan Blue Bird tidak cukup hanya di kota Jakarta dan sekitarnya saja, melainkan di kota-kota besar lain di Indonesia. Di Bali, sejak tahun 1989 Blue Bird Group telah menempatkan armada Golden Bird-nya, yang diikuti dengan armada taksi regular Bali Taksi pada tahun 1994. Kemudian berturut-turut pada tahun 1996 dan 1997, taksi regular memasuki Lombok dengan nama Lombok Taksi dan kota Surabaya dengan nama Surabaya taksi. Sekitar bulan November 2005, Blue Bird mulai menjamah kota Bandung dengan 75 armada taksi regulernya. Meskipun dengan jumlah armada yang masih sedikit, Bandung Taksi ini mendapatkan pertentangan yang cukup keras dari operator-operator taksi lainnya di Bandung. Harus diakui jika reputasi dan brand

image yang telah diposisikan oleh Blue Bird Group, cukup menjadi ancaman terhadap operator taksi lainnya. Blue Bird pada saat ini meningkatkan diversifikasi produknya ke jasa angkutan non-penumpang Blue Bird dengan menyediakan jasa Truk Container, yaitu Iron Bird dan Angkutan Kontenindo Antarmoda. Di luar usaha transportasi primer, Blue Bird juga telah mendirikan Holiday Resort Lombok, dan perusahaan manufacture otomotif seperti Everlite, Restu Ibu, Ziegler Indonesia, serta usaha service lain seperti Jasa Alam, Gas Biru, dan Ritra Konnas Freight Centre. Penerapan Business Intelligent Pada Blue Bird Group Perusahaan transportasi blue bird berhasil mengimplemantasikan solusi Business Intelligent (BI), yakni SAP NetWeaver Business Intelligent (SAP NetWeaver BI). Ini merupakan suatu solusi yang mengolah data mentah menjadi informasi pendukung pengambilan keputusan perusahaan dan proses bisnis sehingga mampu memberikan gambaran lengkap dari bisnis untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dari para pengguna, professional TI dan manajemen senior. Solusi ini disediakan melalui teknologi portal enterprise dan menyediakan kepada para penggunanya suatu infrastruktur andal, peralatan yang komprehensif, kemampuan untuk melakukan perencanaan dan simulasi, serta fungsionalitas data-warehousing. Aplikasi business intelligence diperlukan perusahaan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan menyediakan akses ke data guna membantu penggunanya mengambil keputusan bisnis secara akurat. SAP (System Application and Product) adalah software ERP (Enterprise Resources Planning),yaitu merupakan tools IT dan manajemen dalam membantu pencanaan dan kebijakan perusahaan didalam mengambil keputusan, serta merupakan software yang diimplementasikan untuk mendukung organisasi dalam menjalankan kegiatan operasional secara lebih efisien dan efektif. SAP terdiri dari serangkaian modul aplikasi yang mampu mendukung semua transaksi perusahaan. Semua modul dalam aplikasi SAP dapat diintegrasikan secara terpadu antara satu dengan lainnya serta memungkinkan ketersediaan data yang akurat dan aktual. ERP merupakan suatu perangkat lunak yang didesain untuk memadukan proses bisnis yang ada, pengunaan database perusahaan untuk menghasilkan
6

informasi yang valid. ERP dan Business Intelligence mempunyai keterkaitan, ERP merupakan sistem yang menintegrasikan seluruh sistem yang ada dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan informasi yang benar dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Proses implementasi Business Intelligent di Blue Bird Group dapat berjalan dengan baik karena garis besar cakupan proyek dan indicator kinerja kunci perusahaan sangat jelas. Di samping itu, proses implementasi secara hirarki dan dengan dukungan tenagatenaga konsultan yang professional dan berkualitas juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses implementasi. Konsultan yang andal memahami bahwa pendekatan dari bottom up untuk mengimplementasikan business intelligent akan membutuhkan waktu yang panjang. Sedangkan metode top down merupakan metode yang tepat untuk mengimplementasikan Business Intelligent. Blue Bird Group mengimplementasikan SAP Netweaver BI untuk modul-modul Financial Accounting (FI), Controlling (CO), CO Profitability Analysis (CO PA) Plant Maintenance (PM), dan modul yang dirancang khusus yang dinamakan Taximeter System dari legacy VB sistem perusahaan. Proses implementasi dilakukan oleh Hermis consulting. Pada fase pertama, SAP NetWeaver BI GO Live. Mengingat pertumbuhan bisnis kian kompleks, Blue Bird Group mengimplementasikan SAP Business Suite, yang membantu perusahaan mengonsolidasikan operasional yang terdiri dari 28 cabang perusahaan, lebih dari 70 pool. Setelah itu, Blue Bird Group membutuhkan suatu sistem yang mampu mengelola laporan-laporan yang dihasilkan SAP Business Suite guna menjadi informasi akurat yang dapat diakses secara cepat dan tepat untuk proses pembuatan keputusan. Blue Bird selanjutnya menginstall SAP NetWeaver BI sebagai suatu solusi yang membantu perusahaan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari sistem SAP-nya. Melalui implementasi solusi tersebut, Blue Bird berkeinginan memiliki suatu solusi BI yang memberikan fungsionalitas menyeluruh dan terbaik, serta di saat yang bersamaan juga menyediakan fitur-fitur bagi kebutuhan spesifik industri. Disamping itu, solusi harus mampu mengintegrasikan data dari berbagai perusahaan dan mentransformasikan ke dalam bentuk yang dapat dipraktekan, informasi bisnis yang tepat waktu untuk mendorong proses pembuatan keputusan, serta menghasilkan tindakan-tindakan yang strategis dan bisnis yang solid.
7

Blue Bird Berhasil Implementasikan Solusi MySAP Bunisess Suite Kelompok usaha Blue Bird hari ini mengumumkan rampungnya

pengimplementasian solusi peranti lunak SAP dalam sistem Teknologi Informasi mereka. Sebagai perusahaan transportasi yang armadanya mencapai lebih dari 15.000 kendaraan, Blue Bird memerlukan solusi TI yang handal untuk memantau banyak hal dalam operasionalnya sehari-harinya, Order pelanggan, kendaraan yang beroperasi dan yang dalam perawatan, sampai konsumsi bahan bakar, perlu terdata dengan baik. Dengan tujuan integrasi dan akurasi data, solusi MySAP Business Suite dimanfaatkan Blue Bird untuk menangani semua itu. MySAP Business Suite merupakan solusi peranti lunak dengan fungsi luas. Dengannya, Blue Bird dapat memonitor banyak informasi penting secara mudah dan tepat waktu. Data tersebut akan tersedia sesuai dengan informasi yang diperlukan oleh jajaran management untuk membuat keputusan secara cepat. Ini tentu meningkatkan efisiensi perusahaan. Implementasi mySAP Business Suite tersebut meliputi fungsi keuangan,

controlling, sales & distribution, material management dan fleet management. Di samping itu, SAP secara khusus mengembangkan dua fungsi lain untuk Blue Bird, yakni Driver Management dan Operation & Reservation Management agar bias disatukan dengan sistem mereka yang berbasiskan Visual Basic. Implementasi SAP dapat membawa perubahan besar bagi perusahaan ini. Dapat dibayangkan hanya dengan mengklik sebuah tombol, maka dapat melihat visibilitas di seluruh operasional perusahaan. Teknologi GPS dan MDT Blue Bird Blue Bird Group merintis penggunaan MDT (Mobile Data Transfer) dan GPS sebagai instrument pelengkap di taksinya. MDT mirip seperti pager, dimana setiap informasi yang terkait dengan pengemudi akan tampil dilayarnya. MDT juga merupakan alat penangkap order dalam radius 3-4 km untuk setiap order yang dilelang via data komputer, sehingga tidak ada istilah lagi pengemudi berebut order atau spekulasi posisi taksi yang terlalu jauh dari tempat jemput konsumen. Pada saat ini 50% lebih mobil-mobil Blue Bird sudah dilengkapi dengan teknologi global positioning system (GPS) yang dapat memantau keberadaan mobil di jalan raya. Dengan alat ini mobil dapat dilacak di manapun
8

keberadaannya. Selain memudahkan para pengemudi , penumpang juga merasa lebih terlindungi jika menggunakan Blue Bird. Sampai saat ini masih sedikit perusahaan taksi lainnya yang menggunakan GPS dikarenakan biayanya sangat tinggi dan harga GPS per unit mobil adalah Rp 15 juta. Pihak manajemen merencanakan semua taksi Blue Bird akan dilengkapi dengan sistem GPS. Salah satu strategi yang digunakan Blue Bird di dalam memelihara loyalitas pelanggannya ialah dengan menyediakan credit voucher yang tidak hanya untuk korporat saja, namun juga untuk perorangan. Pihaknya juga hendak menyediakan tabel diskon tertentu. Jadi, tambah banyak pemakaian per bulan, maka makin besar pula diskonnya. Pelanggan yang loyal pada Blue Bird dengan program ini akan dapat menggunakan taksi dengan harga diskon, besarannya bervariasi antara 5%-15%. Pada saat ini Blue Bird memiliki pelanggan korporat lebih dari 650 perusahaan. Selama ini banyak masyarakat yang mengenal Blue Bird memang bukan karena tarifnya yang murah, melainkan karena nyaman, aman, berkualitas dan lain sebagainya. Sebagai langkah akhir, yang dapat dilakukan Blue Bird untuk mempertahankan adalah dengan meningkatkan kualitas layanan yang aman dan nyaman. Untuk menjamin hal tersebut, pihak Blue Bird sering menggunakan mistery shopper atau penumpang yang diminta untuk menguji sopir. Seiring dengan itu, pelatihan bagi para pengemudi mengenai pentingnya layanan pun terus digencarkan guna memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Basis usaha Blue Bird terletak pada jasa transportasi, khususnya adalah taksi dan alat angkutan / kendaraan. Secara langsung yang menjadi penggerak utama usaha ini adalah para pengemudi-nya. Selain berfungsi utama sebagai driver, pengemudi juga menjalankan fungsi sebagai customer service dan sales force, karena mau tidak mau, para pengemudi inilah yang akan berhadapan langsung dengan penumpang / customer. Para pengemudi di Blue Bird dilatih secara khusus dalam berbagai tahapan training. Dari para pengemudi inilah image Blue Bird dibangun. Sehingga tidak heran bila masyarakat mengenal Blue Bird karena para pengemudinya yang baik dan jujur.