P. 1
Sejarah PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk

Sejarah PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk

|Views: 435|Likes:
Dipublikasikan oleh Agung Pradana Izhiver

More info:

Published by: Agung Pradana Izhiver on Dec 26, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2014

pdf

text

original

Sejarah PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (BSP) dimulai dengan pembentukan sebuah perkebunan karet pada tahun 1911

, bernama NV Hollandsch Amerikaanse Plantage Maatschapij. Pada tahun 1986, PT Bakrie & Brothers mengakuisisi saham dan mengubah namanya menjadi Perkebunan Uniroyal Sumatera. Pada bulan Maret 1990, Perseroan menjadi perusahaan publik di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia), dan pada tahun 1992 berubah nama menjadi PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. Pada tahun 1990, Bakrie Sumatera Plantations mulai ekspansi ke bisnis minyak sawit dengan mendirikan proyek Greenfield, serta memperoleh tanaman menghasilkan. Pada akhir tahun 2008, BSP area perkebunan total sekitar 90.643 hektar kelapa sawit (termasuk ARBV) dan 18.827 hektar karet. Fasilitas produksi terdiri dari pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 390 ton TBS / jam (termasuk ARBV) dan pabrik pengolahan karet dengan kapasitas gabungan sekitar 81.340 tpa. Saat ini semua produksi minyak kelapa sawit dan berbagai macam produk karet dari BSP diserap oleh pasar domestik dan ekspor yang kuat. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk adalah salah satu perusahaan tertua di Indonesia perkebunan, dengan sejarah dating kembali ke 1911 ketika NV Hollandsch Amerikaanse Plantage Maatschappij membuka perkebunan karet pertama di Kisaran, Sumatera Utara. Pada tahun 1986, perusahaan ini diakuisisi oleh Bakrie and Brothers dan kemudian diganti namanya menjadi PT Bakrie Sumatera Plantations. Tahun 1990 ditandai tonggak penting bagi perusahaan ketika itu berhasil tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Sejak awal sebagai perusahaan perkebunan karet, perusahaan telah tumbuh dan diversifikasi untuk menjadi salah satu produsen terkemuka baik karet alam dan CPO di Indonesia. Pada Des 07, perusahaan telah dikelolanya sekitar 100.000 hektar perkebunan kelapa sawit dan karet. Mayoritas perkebunannya saat ini berada di Pulau Sumatera. Perusahaan ini telah mulai memperluas ke provinsi Kalimantan Tengah sejak awal tahun 2007 dan saat ini sedang mengembangkan perkebunan greenfield di sana. Perusahaan ini memiliki sekitar 100.000 ha perkebunan yang dikelolanya (termasuk perkebunan plasma dan Agri Resources BV). Sekitar 20.000 ha dari areal yang ditanami dikhususkan untuk perkebunan karet sementara sisa lahan yang ditanami dengan kelapa sawit. Semua operasi kelompok perkebunan adalah ISO14001 bersertifikat, yang menjamin kontrol ketat pada pengelolaan lingkungan di, pabrik estate dan pabrik-pabrik. Perusahaan ini juga mengaku sebagai anggota dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sejak Mei 2007 dan prinsip-prinsip RSPO lanjut akan memandu kebijakan lingkungan kelompok manajemen. MANAGER MARKETING,SUPERVISOR,ADMINISTRASI,ACCOUNTING Oleochemical merupakan bahan kimia yang berasal dari alam, minyak biodegradable dan lemak dengan sumber nabati atau hewani. Fleksibilitas membuat mereka ideal untuk kinerja tinggi produk khusus di daerah-daerah yang beragam sebagai agen Membersihkan, Deterjen, pelumas mesin jet, plastik rekayasa, kosmetik dan produk farmasi dll sumber bahan baku akan berdampak pada aplikasi. Bahan baku kami akan mempertimbangkan adalah Palm Oil Kernel mentah (CPKO), Crude Coconut Oil (CNO), Crude Palm Oil (CPO), dan Refined Bleached Deodorized Palm Stearin (RBDPS). VISI :Menjadi Nomor Satu dan Most Admired Terpadu Agro-Bisnis Perusahaan di Indonesia.MISI:Memelihara dan Mempertahankan Kekayaan Masyarakat kami dengan Ekstrak Penciptaan Nilai Optimum melalui Operasi Ramah Lingkungan dan Memanfaatkan Keahlian Core di Tanaman Multi dan Operasi Global Perusahaan ini memiliki track record yang panjang berhasil akuisisi. Pada tahun 2007 saja, mengakuisisi lima perkebunan dan satu pabrik karet. Karena penawaran ditutup sebelum lonjakan harga CPO saat ini, perkebunan diperoleh pada valuasi yang relatif ringan. Pada Des 2007, perusahaan memiliki lebih dari dua kali lipat perkebunan yang dikelolanya dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kelompok ini akan terus mencari tinggi nilai-add akuisisi dan mempercepat pembangunan greenfield dalam pencariannya untuk mencapai 150.000 ha lahan yang ditanami oleh perayaan seratus tahun pada tahun 2011. Baru-baru ini akuisisi: 2004: PT Huma Indah Mekar (perkebunan karet) 2004: PT Agro Mitra Madani (CPO mill) 2005: PT Air Muring (perkebunan karet & pabrik) 2007: PT Nibung (pabrik karet) 2007: PT Sumbertama Nusapertiwi (kelapa sawit) 2007: PT Grahadura Leidung Prima (kelapa sawit) 2007: PT Guntung Idaman Nusa (kelapa sawit) 2007: Solegna BV (kelapa sawit)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->