Anda di halaman 1dari 2

P e m e r i k s a a n m i k r o s k o p i s a.

Cara pembuatan sediaan darah tebal (untuk microfilaria)1-2 tetesdarahsegar yang diambil dari tusukan jari diteteskanpadaslideyang bersih, tetesan darah dilebarkan sambil menggerakkankaca secara berputar, sampai menjadi sediaan darah dengan diameter 2c m , t a n p a t e r j a d i p e m b e n t u k a n f i b r i n . K e m u d i a n keringudaradan 14bebas dari debu. Sediaan darahtebal tidak boleh dipanaskan karenaakan menfiksasisel darah merah. Sebelum dipulas sediaan darah tebalharus dihemolisis terlebih dahulu dengan aquades sampai hemoglobinhilang, kemudian langsung dipulas.(Hadidjaja, 1994)b . C a r a p e m b u a t a n s e d i a a n d a r a h a p u s J a r i t a n g a n y a n g a k a n d i t u s u k d e n g a n l a n s e t d i b e r s i h k a n terlebih dahulu dengan kapas alcohol 70%. Darah yang keluar dariluka tusukan diteteskan pada ujung kaca yang sudah bersih dan bebaslemak (kaca benda I).Pada tepi tetesan darah tersebut diletakkan tepi kaca bendalainnya (kaca benda II) dengan membentuk sudut 30-40 o C, sehinggadarah akan menyebar disepanjang tepi kaca benda II.Bila darah telahmenyebar rata, maka kaca benda II didorong sepanjang kaca benda I,sehingga terbentuk apusan darah tipis dan ratadengan ujungnyab e r b e n t u k l i d a h . A p u s a n d a r a h d i k e r i n g k a n , k e m u d i a n d i f i k s a s i dengan metilalkohol 100% selama 1 menit.c.Cara pembuatan sediaan darah kombinasi apus dan tebalUntuksurfai di lapangan, ternyata lebih praktis bila dibuats e d i a a n d a r a h a p u s d a n t e b a l p a d a s a t u k a c a b e n d a . Y a n g p e r l u diperhatikan dalamsediaan kombonasi ini adalaha.Sediaan darah tebal harus sudah kering sebelum dipulasb.Hanya bagian sediaan darah apus yang difiksasi denganmetilalkohol 100% sebelum dipulas. 15Cara memulas sediaan darahdengan pulasan giemsaSediaan darah apus yang sudah difiksasi kemudian ditetesilarutan giemsa yang sudah dilarutkan dengan larutan buffer pH 7,2s a m p a i l a r u t a n m e n u t u p i s e l u r u h p e r m u k a a n s e d i a a n d a r a h . L a m a pemulasan adalah 25-30 menit. Kemudian darah dicuci dengan airkeran yang mengalir sehingga larutan giemsa turut mengalir denganair.Dengan demikian tidak ada sisa zat warna yang mengendap padasediaan darah. Cara mencuci sediaan darah ini penting demimemperoleh sediaan darah yang bersih tanpa ada kotoran dan endapangiemsa yang menganggu pemeriksaan.(Hadidjaja, 1994)

Operasi Blast Furnace secara ringkas sbb: Pada waktu bijih-bijih besi, bahan bakar dan tambah dimasukkan kedalam dapur, partama-tama dihilangkan kelembaban dan kadar air pada daerah suhu 200-30oC. Dengan meningkatnya suhu, terjadinya reaksi tak langsung terhadap bijih-bijih besi dengan reaksi sbb: 1) 3 Fe2O3 + 2 Fe2O3 + 6CO -> 4 Fe + 6 CO2 CO -> 2 Fe3O4 + CO2

Pada suhu 535OC, carbon monoksida mulai terurai menjadi karbon bebas dan karbon dioksida, dengan reaksi sbb : 2) CO -> C + CO2 Pada daerah suhu 400 600OC, terjadi reaksi sbb:

3) Fe3O4 + CO-> 3 FeO + CO2 Pada suhu 400 C reduksi langsung terdapat bijih-bijih besi sbb : 4) Fe2O3 + 5) Fe3O4 + C -> 3 FeO + CO C -> 2 FeO + CO

Pada daerah suhu 700 800 0C reduksi langsung ferro oksida mulai dengan membentuk besi spong yang mengandung karbon. Reaksi ini terjadi antara pertengahan (setengah jalan antara puncak dan dasar dapur tinggi). Batu kapur terurai pada suhu 800C. dan dolomit pada suhu 1075 OC dengan reaksi : 6) CaCO3 MgCO3 -> MgO + CO2 -> CaO + CO2

Sementara besi spong memperoleh kandungan karbon yang menurunkan titik lebur dan dalam peleburan menyerap karbon dari kokas semakin lama scmakin banyak. Batu kapur mengikat kotoran-kotoran bijih besi dan abu kokas. Semakin ke bawah suhu semakin meningkat dan terjadi reduksi langsung paduan dan metalloid dean reaksi sbb: 7) b. c. d. a. SiO2 + 2C -> Si MnO + C -> Mn P205 + 5C -> 2P FeS + CaO + C -> CaS + Ca3PO4 + 3SiO2 + 5CO -> 3CaSiO3 + 5CO + 3Fe3P + + + Fe 2CO CO 5CO CO

Didekat tuyer (Lubang tiup) ada hembusan udara panas yang mongenai kokas terjadi reaksi sbb: 9) 2C + O2 -> 2CO Sehingga selalu ada gas CO yang dipakai untuk roduksi. Jadi kokas didalam dapur tinggi berfungsi selain sebagai sumber kalor adalah berfungsi untuk mereduksi oksigen dalam bijih-bijih besi.