HEPATITIS B KRONIK

PENDAHULUAN

-

-

-

-

WHO  Hepatitis B endemik di kawasan Asia, termasuk di Indonesia Asia  8 – 10 % populasi dewasa mengalami infeksi hepatitis B kronik Indonesia  peringkat ketiga dunia untuk penderita hepatitis, setelah Cina dan India Infeksi Hepatitis B kronik  kerusakan hati yang parah  sirosis dan kanker hati atau karsinoma hepatoseluler kematian

diagnosis dan penatalaksanaan hepatitis virus B .Tujuan Penulisan Untuk mengetahui patogenesis.

TINJAUAN PUSTAKA ANATOMI HEPAR .

FISIOLOGI HEPAR Fungsi hati sebagai metabolisme karbohidrat  Fungsi hati sebagai metabolisme lemak  Fungsi hati sebagai metabolisme protein  Fungsi hati sehubungan dengan pembekuan darah  Fungsi hati sebagai metabolisme vitamin  Fungsi hati sebagai detoksikasi  Fungsi hati sebagai fagositosis dan imunitas  Fungsi hemodinamik  .

DEFINISI HEPATITS B  Hepatitis B adalah penyakit infeksi disebabkan oleh virus hepatitis B yang dapat menimbulkan peradangan bahkan kerusakan sel –sel hati .

EPIDEMIOLOGI Dunia  300 – 450 juta pengidap hepatitis B  Indonesia  4 – 20 % dari populasi sehat pengidap hepatitis B (endemisitas sedang)  luar pulau Jawa lebih tinggi  .

ETIOLOGI  virus DNA yang tergolong dalam kelas hepaDNA dan mempunyai masa inkubasi 1-6 bulan .

perawat.ORANG YANG BERESIKO TINGGI MENDERITA HEPATITIS B Imigran dari daerah endemis HBV  Pekerja di bidang kesehatan (dokter. dll)  Pengguna obat intravena yang sering bertukar jarum dan alat suntik  Pelaku hubungan seksual dengan banyak orang atau dengan orang terinfeki  Pria homoseksual yang secara seksual aktif  Pasien rumah sakit jiwa  Narapidana pria  Pasien hemodialisis dan penderita hemofili yang menerima produk tertentu dari plasma  .

anti-HBe . antiHBc.PATOFISIOLOGI Virus hepatitis B masuk ke dalam tubuh secara parenteral merangsang respon imun tubuh non spesifik mengakstivasi sel limfosit T dan sel limfosit B netralisasi partikel virus hepatitis B bebas dan mencegah masuknya virus ke dalam sel produksi antibody antara lain anti-HBs.

Fosfatose alkali. nyeri didaerah hati disertai perubahan warna air kemih menjadi gelap. demam tinggi.MANIFESTASI KLINIS 1. permulaan penyakit tidak jelas. . gejala menurun dan pemeriksaan laboratorium  tes fungsi hati abnormal. Fase Praikterik (prodromal)  Gejala non spesifik. anoreksia. meningkat). 2.  SGOT dan SGPT.  Pemeriksaan laboratorium mulai tampak kelainan hati (kadar bilirubin serum. Fase lkterik  setelah timbul ikterus.mual.

.3. Fase Penyembuhan  menurunnya kadar enzim aminotransferase. pemeriksaan  laboratorium menjadi normal.  pembesaran hati masih ada tetapi tidak terasa nyeri.

HBsAg + > 6 bulan 2. HBsAg + > 6 bulan 2. Biopsi hati menunjukkan tidak adanya hepatitis yang signifikan (skor nekroinflamasi <4 Carrier HBsAg inaktif . HBV DNA serum > 105copies/ml 3. Peningkatan kadar ALT/AST secara berkala/persisten 4. Dapat dibagi menjadi hepatitis B kronis dengan HBeAg + dan HBeAg Infeksi virus hepatitis B persisten tanpa disertai proses nekro-inflamasi yang signifikan 1.Kadar ALT/AST normal 5.DIAGNOSIS Definisi Kriteria Diagnosis Hepatitis B kronis Proses nekro-inflamasi kronis hati disebabkan oleh infeksi persisten virus hepatitis B. HBV DNA serum <105copies/ml 4. HBeAg – . anti HBe + 3. Biopsi hati menunjukkan hepatitis kronis (skor nekroinflamasi > 4) 1.

Status HBeAg 3. Kadar ALT serum 4. yaitu: 1. Nilai DNA VHB serum 2. Gambaran histologist hati .TATALAKSANA  Indikasi terapi pada infeksi Hepatitis B ditentukan berdasarkan kombinasi dari 4 kriteria.

HBeAg. HBeAg. bisa dipantau 3 – 6 bulan untuk timbulnya serokonversi spontan HBeAg rveilans KHS ngan USG maupun P/6 bulan bagi ompok risiko tinggi Pertimbangkan biopsy hepar atau pemeriksaan fibrosis non invasive pasa pasien >30 tahun atau <30 tahun dengan riwayat KHS atau sirosis dalam keluarga Bila terdapat inflamasi atau fibrosis derajat sedang atau lebih. dan ALT Pengobatan diberikan bila kenaikan ALT menetap >3 bulan atau terdapat risiko dekompensasi Terdapat indikasi mulai terapi Bila DNA VHB <2 x 103 IU/mL dan tidak ada tanda dekompensasi. terapi Respon Tidak respon Pantau DNA VHB. dan ALT Tidak diberikan pengobatan Pantau DNA VHB. dan ALT 1 – 3 bulan setelah terapi Pertimbangkan strategi terapi lain . HBeAg. dan ALT Tidak diberikan pengobatan Pantau DNA VHB. HBeAg.HBeAg positif DNA VHB <2 x 1o6 IU/mL DNA VHB <2 x 1o6 IU/mL ALT Normal ALT normal ALT 1-2 x batas atas normal ALT 2 – 5 x batas atas normal ALT >5 x batas atas normal Tidak diberikan pengobatan Pantau DNA VHB.

Interferon atau adefovir dipilih mengingat kebutuhan perlunya terapi jangka panjang End point terapi : normalisasi kadar ALT dan HBV DNA (pemeriksaan PCR) tidak terdeteksi Durasi terapi : .Interferon selama satu tahun . lamivudin atau adefovir.HBeAg HBV DNA ALT (>105copies/ Strategi ml) + >2x BANN Pengobatan + Mulai terapi dengan : interferon alfa.Adefovir selama > 1 tahun Bila tidak memberikan respon/ ada kontraindikasi interferon diganti lamivudin / adefovir Bila resisten terhadap lamivudin. berikan adefovir .Lamivudin selama > 1 tahun .

transplantasi hati Terkompensasi : observasi Dekompensasi : rujuk ke pusat transplantasi hati ± Sirosis hati . interferon kontraindikasi.HBeAg HBV DNA ALT Strategi Pengobatan (>105copies/ml) 2x BANN Tidak perlu terapi - ± + Sirosis hati Terkompensasi : lamivudin atau adefovir Dekompensasi : lamivudin (atau adefovir).

lamanya terinfeksi hepatitis B .respon tubuh terhadap pengobatan  .gambaran histology hati .respon imun tubuh penderita .KOMPLIKASI DAN PROGNOSIS Hepatitis B kronik  sirosis hepatis  Prognosis hepatitis B kronik dipengaruhi oleh .

kadar ALT dan pemeriksaan biopsi hati.KESIMPULAN Hepatitis B kronik merupakan masalah kesehatan yang besar. evaluasi dan keputusan pemberian terapi anti virus didasarkan pada pemeriksaan serologi. terutama dengan banyaknya penderita hepatitis B kronik tidak bergejala. virologi.  Diagnosis.  .

 . timosin alfa.  Saat ini ada 4 jenis obat yang direkomendasikan untuk terapi hepatitis B kronis. yaitu: interferon alfa-. adefovir dipivoxil.Pasien hepatitis B kronis yang belum mendapatkan terapi HBeAg positif dan HBV DNA > 105 copies/ml dan kadar ALT normal) dan pasien carrier HBsAg inaktif perlu di evaluasi secara berkala. lamivudin.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful