Anda di halaman 1dari 12

ARTIKEL SKRIPSI

Video Pembelajaran Dasar-Dasar Teknik Penyolderan SRIYANTO 5215067294

Jurnal skripsi ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

VIDEO PEMBELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK PENYOLDERAN Sriyanto (sriyanto_unj_06@yahoo.com )

VIDEO PEMBELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK PENYOLDERAN

Sriyanto (sriyanto_unj_06@yahoo.com ) Alumni Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika 096/2012.

Dr. Moch. Sukardjo, M.Pd ( msukardjo@ft.unj.ac.id ) Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika.

Dr. Sri Sujanti, M.Pd ( srisujanti@ft.unj.ac.id ). Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika.

Dadang Sujatmiko ( dangkerzabiz@yahoo.com ) Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika Reg 5215 09 0173

ABSTRAK Sriyanto (sriyanto_unj_06@yahoo.com ), Video Pembelajaran Dasar-Dasar Teknik Penyolderan. skripsi, Jakarta: Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta, 2012. Pembimbing Dr. Moch. Sukardjo, M.Pd ( msukardjo@ft.unj.ac.id ) dan Dr. Sri Sujanti, M.Pd ( srisujanti@ft.unj.ac.id ). Penelitian ini bertujuan membuat Video Dasar-dasar Teknik Penyolderan, yang dapat digunakan sebagai salah satu variasi media pembelajaran untuk pendamping guru dalam proses pembelajaran praktik di Sekolah Menengah Kejuruan. Pelaksanaan pembuatan video dilakukan di Laboratorium Universitas Negeri Jakarta, serta diuji cobakan di SMK Taruna Bangsa Bekasi dan SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium. Pengolahan data untuk hasil korespondensi dengan para responden menggunakan penilaian kecenderungan memusat atau rata-rata dan metode ( One-Group Pretest Posttest Design ) untuk mengetahui efektivitas video. Secara garis besar, terdapat tiga tahap dalam membuat video yaitu: Perencanaan, Pengambilan gambar, dan Produksi. Pengujian kelayakan dilakukan oleh seorang ahli media, ahli materi serta siswa SMK Taruna Bangsa Bekasi dengan menggunakan angket yang terdiri dari instrumen opini. Pembuatan menghasilkan video berdurasi 25 menit dalam format DVD, yang berisi langkah-langkah dasar penyolderan. Hasil penelitian dan korespondensi dengan ahli media diperoleh estetika 88 (sangat baik), skenario 80 (sangat baik), editing 80 (sangat baik), materi 80 (sangat baik), media pembelajaran power point 80 (sangat baik). Penilaian dari ahli materi diperoleh rata-rata 76% (baik), mencakup semua materi pengetahuan dasar penyolderan. Kemudian dari pengamat siswa materi/isi 96,5 (sangat baik) tampilan 86,8 (sangat baik). Hasil Pre-test dan post-test menunjukan t hitung = 8,56 dan t tabel = 2.09 ( 8,56 > 2,09 ) berarti terdapat efektivitas yang signifikan dalam penggunaan media video. Dari data Pevote, Vol.7, No.7 , July 2012 : 1 - 11 2

hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran dasar-dasar teknik penyolderan sangat baik digunakan sebagai media pembelajaran praktik mengerjakan dasardasar pekerjaan bengkel elektronika di SMK Taruna Bangsa Bekasi dan SMK Dinamika Pembangunan Jakarta kelas x, dan ternyata mampu memberikan pengaruh belajar yang positif. Abstrack Sriyanto ( sriyanto_unj_06@yahoo.com ), Video Learning Basics soldering technique. thesis, Jakarta: Department of Electrical Engineering Faculty of Engineering, State University of Jakarta, 2012. Supervisor Dr. Moch. Sukardjo, M.Pd ( msukardjo@ft.unj.ac.id ) and Dr. Sri Sujanti, M.Pd ( srisujanti@ft.unj.ac.id ). This research aims to create a Video Basics soldering technique, which can be used as one of the co-variation of instructional media for teachers in the learning process practices in Vocational High School. Implementation of video production done in the laboratory of the State University of Jakarta, and is being piloted in SMK Taruna Bangsa Bekasi and SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta. The research method used was a laboratory experiment. Data processing for correspondence with the results of the respondents use assessment focuses tendency or average, and method (One-Group Pretest - Posttest Design) to assess the effectiveness of the video. Broadly speaking, there are three stages in making a video that is: Planning, Filming, and Production. Feasibility testing done by a media expert, material experts and students of SMK Taruna Bangsa Bekasi using a questionnaire consisting of subjective instruments. Making a duration of 25 minutes produced a video in DVD format, which contains the basic steps soldering. The results of research and correspondence with experts gained media aesthetics 88 (excellent), 80 scenario (very good), editing 80 (very good), the material 80 (excellent), learning media power point 80 (excellent) . Assessment of matter experts gained an average of 76% (good), covers all the basic knowledge of soldering materials. Then from the student observers materials / contents 96.5 (excellent) 86.8 display (very good). Results Pre-test and post-test shows thitung = 8.56 and t tabel= 2.09 (8.56> 2.09) means that there is a significant effectiveness in the use of video media. From the survey data it can be concluded that the video learning the basics of soldering technique is best used as a medium of learning the basics of the practice working on electronics shop in SMK Taruna Bangsa Bekasi and SMK Dinamika Pembangunan Jakarta class x, and was able to provide a positive learning effect .

VIDEO PEMBELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK PENYOLDERAN Sriyanto (sriyanto_unj_06@yahoo.com )

PENDAHULUAN Latar Belakang Pendidikan sekolah menengah

memiliki peran penting yang berhubungan langsung untuk mempersiapkan tenaga kerja dan yang

menyediakan

kejuruan (SMK) merupakan suatu bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki tujuan meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program

berkompetensi untuk mencapai kesuksesan dalam kerja sesuai dengan keahlianya guna untuk memenuhi sumber daya manusia dalam bidang tenaga kerja industri. Berdasarkan realita kehidupan

masyarakat saat ini dapat ditemukan banyaknya pengangguran yang berlatar belakang pendidikan yang berbeda-beda, salah satunya adalah lulusan SMK. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah masih rendahnya kualitas lulusan pendidikan di SMK, sehingga banyak lulusan SMK yang belum dapat terserap dengan baik oleh dunia Industri. Jika diperhatikan dalam pendidikan

kejuruannya. Oleh karena itu agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan keterampilan, mereka keahlian harus dan memiliki

stamina yang tinggi, menguasai bidang keahliannya dan dasar-dasar ilmu

pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi, dan mampu

berkomunikasi sesuai dengan tuntutan pekerjaannya, serta memiliki kemampuan mengembangkan diri. Masa belajar pendidikan di SMK selama 3 tahun. Selama rentang waktu itulah siswa SMK belajar, dididik, dilatih dan dibina sesuai dengan keahliannya, sehingga siswa benar- benar memiliki bekal untuk hidup mandiri. Selain itu pendidikan SMK memiliki tujuan utama untuk menyediakan tenaga kerja dalam segala bidang pekerjaan sesuai dengan kompetensi keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dari sini terlihat bahwa pendidikan di SMK

kejuruan, siswa dibekali dengan ilmu kejuruan yang bersifat teori dan praktik sesuai dengan bidang kejuruannya. Maka dari itu secara logika tidaklah mungkin lulusan SMK memiliki peluang lebih sedikit untuk bekerja di dunia industri, bila dibandingkan dengan lulusan SMA. Selain materi yang berhubungan dengan

kejuruan, siswa juga dibekali dengan materi tentang kewirausahaan. Hal ini bertujuan agar lulusan kejuruan yang memiliki keahlian, mampu berwirausaha membuka lapangan pekerjaan sendiri

sehingga dapat membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Pevote, Vol.7, No.7 , July 2012 : 1 - 11 4

Salah satu dari berbagai macam keahlian yang wajib dimiliki siswa sekolah menengah kejuruan khususnya jurusan elektronika adalah dalam hal menyolder komponen Berdasarkan rangkaian elektronika. hasil

rangkaian elektronika yang telah dikenal oleh siswa ataupun masyarakat sekarang ini adalah komponen aksial dan radial, dimana komponen tersebut masih

memiliki bentuk dan ukuran yang lebih besar. Sedangkan komponen hasil

pengamatan

penyolderan yang dimiliki siswa belum optimal, sering kita jumpai di lapangan hasil praktik penyolderan para siswa kejuruan yang kurang maksimal jika dinilai dari sisi visual / secara penglihatan kasat mata. Hasil penyolderan siswa cenderung kurang kuat, solderan asal terhubung satu kawat dengan yang lainnya serta kurang rapi. Kejadian tersebut akan menyebabkan hasil solderan yang tidak sempurna sehingga dapat menimbulkan kecacatan mulai dari tahanan, arus dan kualitas daya dari rangkaian elektronik tidak dapat bekerja dengan maksimal . Hal tersebut sangatlah karena penting dengan untuk memiliki

perkembangan saat ini yaitu komponen yang memiliki ukuran dan bentuk fisik yang lebih kecil, komponen ini dikenal dengan komponen chip.

METODE PEMBUATAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen One-Group Pre-test-post-test design. Metode

penelitian dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.1 Pada desain one-group pre-test post-test terdapat pre-test sebelum diberi perlakuan dan post-test stelah diberi perlakuan. Adapun perlakuan yang diberikan terhadap siswa adalah belajar dengan menggunakan media video dasar-dasar Dengan demikian teknik hasil

diperhatikan

kemampuan menyolder dengan baik dapat digunakan sebagai modal di dalam dunia kerja kususnya dalam bidang industri elektronika. Selain itu komponen rangkaian elektronika terus berkembang mengikuti perkembangan dari teknologi elektronik. Mulai dari bentuk fisik, bahan serta ukuran semakin peralatan dikemas kecil disesuaikan elektronik dengan yang

penyolderan.

perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat dibandingkan dengan keadaan sebelum deberi perlakuan.2

perangkat secara

simple.

Komponen

Sugiyono.Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D.(Bandung:CV Alfabeta, 2010), h. 107 2 Ibid., h.110

VIDEO PEMBELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK PENYOLDERAN Sriyanto (sriyanto_unj_06@yahoo.com )

Metode lain yang digunakan untuk menganalisis data penilaian uji kelayakan media yaitu menggunakan skala likert. Instrumen uji kelayakan media

digunakan

sebagai

media

pembelajaran praktik di SMK?

Teknik Analisis Data Pengolahan data untuk hasil

pembelajaran dinilai oleh seorang ahli media, ahli materi serta instrument opini oleh siswa berupa penilaian tentang

korespondensi dengan ahli media, ahli materi yaitu menggunakan penilaian

kesetujuan dan ketidak setujuan terhadap pernyataan yang ada. Peneliti menyatakan pernyataan sikap dengan rentang nilai dari 1-5. Adapun arti dari rentang nilai tersebut sebagai berikut: Nilai 1 = Sangat buruk, 2 = Buruk, 3 = Cukup, 4 = Bagus, 5= Sangat bagus

ukuran ecenderungan memusat atau ratarata, sebab cara yang tepat untuk

merangkum data adalah dengan mencari satu indeks yang dapat mewakili seluruh himpunan ukuran.3 Data-data tersebut dimaksudkan untuk menyempurnakan bersangkutan agar
4

memperbaiki media lebih efektif

dan yang dan

Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang

efisien.

Untuk menganalisis data dalam point-point pendapat adalah menggunakan skala Likert (Method of Summated

masalah yang telah dikemukakan maka dapat diidentifikasikan masalah-masalah

dalam pendidikan ini antara lain sebagai berikut: 1. Apakah video pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman materi yang diberikan? 2. Bagaimanakah teknik menyolder komponen elektronika sehingga

Ratings). Skala likert merupakan sejumlah pernyataan positif dan negatif mengenai suatu objek sikap dalam memberi respon terhadap suatu pernyataan, subjek

menunjukan apakah responden sangat setuju, setuju, tidak setuju atau sangat tidak setuju terhadap tiap butir pernyataan. Analisa data hasil penelitian

menghasilkan solderan yang baik? 3. Bagaimanakah teknik melakukan penyolderan komponen-komponen chip? 4. Bagaimanakah prosedur pembuatan video dasar-dasar mikro agar teknik dapat

dilakukan untuk mengetahui tanggapan responden tentang media yang telah dibuat, serta untuk mengetahui tingkat baik
3

penyolderan

Arief Furchan, Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. (Surabaya, Usana Offset Printing, 1982), h.153 4 Arief S. Sadiman, Media Pendidikan, ( Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), h.183

Pevote, Vol.7, No.7 , July 2012 : 1 - 11 6

atau

tidak

media

tersebut

untuk

eksperimen yang menggunakan pre-test dan post-test one group design dengan rumus:7

ditampilkan, supaya mencapai tujuan yang diharapkan. Batas baik atau tidak bahan ajar tersebut untuk dijadikan penunjang proses pembelajaran didasarkan pada

Md d N ( N 1)
Keterangan: Md = Mean dari perbedaan pre-tes dan post-tes Xd = Deviasi masing masing subjeck ( d-Md ) x d = Jumlah kuadrat deviasi
2

kriteria interprestasi skor untuk Ranting Scale 5 sebagai berikut: 0% ~ 20% 21% ~ 40% 41% ~ 60% 61% ~ 80% = Sangat kurang = Kurang = Cukup = Baik t=

81% ~ 100% = Sangat baik

Hipotesis statistik Hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu yang sering dituntut untuk melakukan pengecekanya. Jika

N = Subjek pada sampel d.b. = ditentukan dengan N-1

Bentuk Hasil Penelitian Penelitian yang telah dilakukan

asumsi atau dugaan itu dikhususkan mengenai populasi, maka hipotesi itu disebut hipotesis statistik.6 Dari penelitian diperoleh data angka rata-rata hasil praktik siswa dari hasil pretest dan post-test. Hasil nilai angka ratarata pre-test adalah 86,4. Dan hasil nilai angka rata-rata post-test adalah 105,8. Kemudian dari data dilakukan menggunakan analisis t-tes yang diperoleh, data untuk dengan testing

menghasilkan sebuah Video Pembelajaran Dasar-Dasar Teknik Penyolderan Mikro dengan format DVD dapat digunakan sebagai Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada kompetensi dasar yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan. Sasaran utamanya adalah ditujukan pada siawa jurusan teknik elektronika.

Karakteristik Produk 1. Spesifikasi Produk a. Format file


7

signifikansi. Untuk menganalisis hasil


5

: *.VOB

Riduwan, Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, (Bandung: Alfabeta, 2006), h.89 6 Sudjana. Metoda Statistika. ( Bandung: Tarsito, 2005 ), h.219

Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta, PT Rineka Cipta,2006), h.306

VIDEO PEMBELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK PENYOLDERAN Sriyanto (sriyanto_unj_06@yahoo.com )

b. Format Media : DVD c. Kapasitas file : 1.4 GB 2. Kelebihan Produk a. Dapat dioperasikan pada media komputer dan DVD player b. Kemudahan navigasi c. Dapat diputar berulang ulang d. Dapat dicetak lebih banyak PEMBAHASAN Instrumen Opini Instrumen Opini ditujukan untuk ahli media pembelajaran dan kepada siswa jurusan teknik elektronika industri.

a. b. c.

Pencahayaan Tampilan gambar (visual) Suara (audio) Sudut

4 5 4

d. pengambilan gambar e. Jumlah Skor Maksimum Ruang

4 22 25

Presentasi Ahli = {22 : 25} x 100% = 88% Kesimpulan Nilai Estetika Video adalah Sangat Baik 2. Skenario a. Keterkaitan adegan 4 4 4 4 Ahli 16 20

Instrumen opini yang ditujukan kepada siswa berupa penilaian skala tentang kesetujuan dan ketidak setujuan mereka terhadap pernyataan pada instrumen opini yang telah disediakan, sedangkan

b. Transisi adegan c. d Latar audio (music) Dialog

instrumen opini yang ditujukan kepada ahli media berupa penilaian skala

pernyataan sikap dengan rentan 1 sampai dengan 5.

Point Pertanyaan Jumlah Skor Maksimum

Hasil Instrumen Opini Opini Ahli Media Adapun hasil dari pendapat media adalah sebagai berikut : Tabel 4.1. Hasil Intrumen Opini Program Media dengan Ahli Media Penyataan 1. Estetika Ahli ahli

Presentasi Ahli = {16 : 20} x 100% = 80% Kesimpulan Nilai Skenario Video adalah Baik 3. Editing a. Keterkaitan adegan 4 4 4

b. Transisi adegan c. Latar audio

Pevote, Vol.7, No.7 , July 2012 : 1 - 11 8

(musik) d. Jumlah Skor Maksimum Penempatan keterampilan 4 16 20

Jumlah Skor Maksimum

16 20

Presentasi Ahli = {16 : 20} x 100% = 80 % Kesimpulan Nilai Materi Video adalah Baik Dosen Ahli Media : Hamidillah ajie

Presentasi Ahli = {16 : 20} x 100% = 80% Kesimpulan Nilai Editing Video adalah Sangat Baik 4. Materi Tingkat a. penyampaian informasi Tingkat pemahaman b. penonton terhadap isi film (audio-video) Jumlah Skor Maksimum 8 10 4 4

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan antara lain : 1. Video Dasar-Dasar Teknik dapat diambil kesimpulan,

Penyolderan dibuat melalui 3 tahap yaitu tahap perencanaan, pengambilan produksi. gambar dan

Dengan

menggunakan software Ulead video studio 10 dan dibentuk ke dalam format DVD

Presentasi Ahli = {8 : 10} x 100% = 80 % Kesimpulan Nilai Materi Video adalah Baik Media 5. Pembelajaran powerpoint a. Ukuran huruf 4 4 4 4

menggunakan software DVD Movie Factory for Toshiba dalam proses produksi. 2. Pembuatan yang telah

dilakukan dapat menghasilkan CD Dasar-Dasar Teknik

Penyolderan. Sebagai media Pembelajaran dengan format video yang didasarkan pada Rencana Pembelajaran Pelaksanaan (RPP) pada

b. Ukuran gambar c. Komposisi warna

d. Animasi

kompetensi dasar yang ada di VIDEO PEMBELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK PENYOLDERAN Sriyanto (sriyanto_unj_06@yahoo.com ) 9

SMK Taruna Bangsa Bekasi, yaitu merakit komponen

5. Menggunakan microphone eksternal agar suara lebih jelas. 6. Menguasai software yang digunakan

elektronika. 3. Video Dasar-Dasar Teknik

dalam proses pengeditan, karena akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir video. 7. Menggunakan peralatan menyolder

Penyolderan telah diterapkan pada proses belajar siswa

sebagai media pembelajaran, ternyata mampu memberikan pengaruh yang positif untuk pembelajaran mengerjakan praktik dasar-dasar

yang sesuai dengan jenis komponen yang akan dipasang. 8. Melakukan penyolderan sesuai dengan standart baku penyolderan 9. Perhatikan sebelum polaritas menyolder, komponen pastikan

pekerjaan bengkel elektronika di SMK Taruna Bangsa Bekasi dan SMK Dinamika

komponen terpasang tidak terbalik. 10. Utamakan keselamatan kerja.

Pembangunan 1 Jakarta kelas x.

DAFTAR PUSTAKA SARAN Untuk mendapatkan hasil media video serta hasil penyolderan yang lebih baik, kepada pembuat media sejenis peneliti menyarankan : 1. Mempersiapkan matang. 2. Mempersiapkan skenario dan pemeran secara Arif S Sadiman dkk,Media Pendidikan Pengertian, pengembangan, dan Ariani Niken & Haryanto Dany,

Pembelajaran Multi Media Di Sekolah, Pedoman Pembelajaran Inspiratif,

Konstruktif, dan Prospektif, Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya, 2010

storyboard dengan sebaik-baiknya. 3. Menguasai penggunaan kamera dengan baik, dalam hal fokus dihasikan ini dan pengaturan zooming. yang

pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers, 2009

diafragma, Sehingga bagus.

Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2006

gambar

4. Memilih tempat dan ruang yang kedap suara, untuk menghindari suara-suara lain yang tidak diinginkan. Pevote, Vol.7, No.7 , July 2012 : 1 - 11 10

Buku Pedoman Skripsi/Komprehensif/Karya Inovatif, Jakarta: FT UNJ Press, 2009 Sagala Syaiful, Konsesp dan Makna Pembelajaran, Untuk Membantu

Memecahkan Probematika, Belajar dan Furcham Arief , Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Surabaya: Usana Offset Printing,1982 Sagala syaiful, Media Pembelajaran, Mengajar, Bandung: Alfabeta 2010

Jakarta: Depdiknas, 2003 L. Wilkinson Gene, Jakarta Media : dalam S Sujarwo,Teknologi Pendidikan,

Pembelajaran,

Pustekkom

Dikbud dan CV Rajawali, 1984

Jakarta:Erlangga,1998

Miarso hadi yusuf, Media Pembelajaran, Jakarta: Depdiknas, 2003

Sujana, Metoda Statistika, Bandung : PT Tarsito, 1997

Munadi

Yudhi,

Media

Pembelajaran

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung : Alfabeta, 2010

Sebuah Pendekatan Baru, Jakarta: Gaung Persada Press, 2008

Nasir

Bakri,

Perkembangan Penggalan

Media 2, Jakarta,

Syaiful Bahri & Aswan Zain, Srategi Belajar Mengajar edisi revisi , Jakarta : Rineka Cipta, 2006

Pembelajaran 2008

Oemar Hamalik, Media Pembelajaran, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1994

Toshiba, Perhimpunan Teknik Pengelasan Jepang, Dasar-Dasar Penyolderan Mikro ( Pedoman Untuk Operator)

Rahadi,

Aristo.

Media

Pembelajaran, Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.

Jakarta: Depdiknas, 2003

Sadiman, S. Arief. Media Pendidikan dan Pengertian, Pengembangan, dan

Jakarta: Kencana,2003

Pemanfaatan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada. VIDEO PEMBELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK PENYOLDERAN Sriyanto (sriyanto_unj_06@yahoo.com ) 11

Pevote, Vol.7, No.7 , July 2012 : 1 - 11 12