P. 1
Perkuatan tanah lunak 2011-2012

Perkuatan tanah lunak 2011-2012

|Views: 50|Likes:
Dipublikasikan oleh Dian_Sipil
Teknik Sipil
Teknik Sipil

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Dian_Sipil on Dec 27, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

TIMBUNAN & KONSTRUKSI PENAHAN TANAH (RC09-1351

)

RETAINING WALL
1

1. UMUM
FUNGSI DINDING PENAHAN TANAH : (GAMBAR A) • • • • • • PENAHAN TANAH PADA TEBING KADE (BERTAMBATNYA KAPAL) ABUTMENT BASEMENT TEROWONGAN RESERVOIR Jalan Raya Jalan kereta api PELABUHAN JEMBATAN GEDUNG Jalan Raya, Jalan K.A, Jalan orang HIDRO/P.D.A.M.

TYPE DINDING/STRUKTUR PENAHAN TANAH : (GAMBAR B) • • TYPE GRAVITASI, MENGANDALKAN BERAT SENDIRI TYPE BERSAYAP (CANTILEVER) − TYPE BERTANGGA − TYPE BERKURSI Variasi bentuk − TYPE CONTREFORT
2

BAHAN STRUKTUR PENAHAN TANAH : (GAMBAR B) • • • • • BETON TIDAK BERTULANG BETON BERTULANG BATU KALI + (1 PC : 3 PS) BATU BATA + (1 PC : 3 PS) D.L.L

STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH • • INTERNAL STABILITY : KEKUATAN MATERIAL EXTERNAL STABILITY : 1. Guling (Overturning) 2. Geser (Horizontal Displacement) 3. Longsor (Sliding) 4. Daya dukung (Bearing Capacity) 5. Penurunan (Settlement)
3

GAMBAR A : TEMBOK/STRUKTUR PENAHAN TANAH SESUAI FUNGSINYA

4

GAMBAR A : TEMBOK/STRUKTUR PENAHAN TANAH SESUAI FUNGSINYA 5 .

DINDING (MUR) GRAVITAIRE DINDING BERSAYAP (KANTILEVER) DINDING GRAVITASI DARI BATA DINDING GRAVITASI BERTANGGA 6 GAMBAR B : BEBERAPA TYPE STRUKTUR PENAHAN TANAH .

DINDING BERSAYAP DARI BETON BERTULANG GAMBAR B : BEBERAPA TYPE STRUKTUR PENAHAN TANAH 7 .

DIMENSI UMUM DINDING PENAHAN TANAH : (UNTUK PRE DESIGN) GAMBAR C : DIMENSI UMUM 8 .

GAMBAR C : DIMENSI UMUM 9 .

ANALISA GAYA-GAYA YANG BEKERJA DAN DAERAH PLASTIS DIBELAKANG DINDING GAMBAR D : GAYA-GAYA YANG BEKERJA PADA DINDING 10 .2.

r P2 r P1 r B r R q r W = SURCHARGE/BEBAN DIMUKA TANAH = BERAT SENDIRI STRUKTUR/DINDING PENAHAN TANAH = RESULTANT GAYA-GAYA TANAH AKTIF PADA SISI DALAM = RESULTANT GAYA-GAYA AKIBAT SURCHARGE DIMUKA TANAH = RESULTANT GAYA-GAYA TANAH PASIF = RESULTANT GAYA-GAYA REAKSI TANAH PADA LANDASAN = RESULTANT GAYA-GAYA UP-LIFT (TEKANAN AIR KEATAS) r S r PW r PW ' JIKA ADA AIR TANAH : = RESULTANT GAYA HIDROSTATIK = RESULTANT GAYA HIDROSTATIK = RESULTANT GAYA HIDRODINAMIK (JIKA AIRNYA MENGALIR) SISI DALAM SISI LUAR SISI DALAM r FW GAYA-GAYA KHUSUS LAINNYA : − KARENA PERLETAKAN JEMBATAN − KARENA GAYA ANGKER DISISI DALAM − GAYA-GAYA TUMBUKAN (KAPAL) DARI SISI LUAR. DLL 11 .

DAERAH PLASTISITAS DIBELAKANG DINDING GRAVITASI GAMBAR D : DAERAH PLASTIS DAN TEKANAN TANAH KE DINDING 12 .

KASUS DINDING BERTANGGA GAMBAR E : DAERAH PLASTIS DAN TEKANAN TANAH KE DINDING 13 .

GAMBAR F : DAERAH DALAM PLASTISITAS DI BELAKANG DINDING DAN TEKANAN TANAH YANG BEKERJA 14 .

BEBERAPA SKEMA PERHITUNGAN GAMBAR F : DAERAH DALAM PLASTISITAS DI BELAKANG DINDING DAN TEKANAN TANAH YANG BEKERJA 15 .

4.5 F > 1. KONTROL TERHADAP LONGSOR TOTAL (MAKRO).4. Perhitungan angka keamanan (F) : 1. NEGATIVE SKIN FRICTION DAN UP LIFT 6.5 F>3 F>2 2. STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH KONTROL EKSTERNAL STABILITAS DINDING/STRUKTUR PENAHAN TANAH. KONTROL TERHADAP STABILITAS INTERN DALAM DINDING PENAHAN (TERGANTUNG JENIS MATERIAL YANG DIGUNAKAN) 16 . 5. KONTROL TERHADAP PENURUNAN. KONTROL TERHADAP GESER (HORIZONTAL DEPLACEMENT). KEAMANAN TERHADAP GESER F > 1. KONTROL TERHADAP GULING/ROTASI. 3. KONTROL TERHADAP DAYA DUKUNG SEBAGAI PONDASI.

B + N .tg . KEAMANAN TERHADAP GESER Titik O = CENTRAL DARI LANDASAN r R r N r T B a ψ = RESULTANTE GAYA-GAYA YANG BEKERJA MELALUI TITIK O. = KOMPOSISI VERTIKAL DARI = Lebar Pondasi/Landasan = KARAKTERISTIK ADHESI = FAKTOR LEKATAN/HAMBATAN ANTARA TANAH DAN PONDASI r R = KOMPOSISI HORIZONTAL DARI r R FAKTOR KEAMANAN TERHADAP GESER GAMBAR G : F= a.A.ψ T 17 .

....− − JIKA UNSUR TEKANAN TANAH PASIVE DIABAIKAN F > 1............... tanpa lempung... o Kasus yang lain ....... ANTARA LAIN DAPAT DITINGKATKAN DENGAN GAMBAR H : 18 ......................... tanpa lanau ..... dengan lanau atau lempung . F > 3) BILA TIDAK MAKA F > 2.........................................5 ............ − MENAMBAH STRUKTUR ”BÊCHE” DIBELAKANG LANDASAN : ψ = 300 ψ = 250 ψ = 200 KEAMANAN TERHADAP GESER......... o Tanah pondasi berbutir kasar. BEBERAPA PENELITI (TERZAGHI & PECK) MENGABAIKAN UNSUR ADHESI (a = 0)........ (Jika strukturnya sangat penting TETAPI TETAP MENGGUNAKAN UNSUR ψ SBB : o Tanah pondasi dengan butiran besar.........................

N T f = koefisien gesekan antar material didalam dinding (umumnya f = 0.N GAMBAR I : F= f . MISALNYA PADA BIDANG : MN GESER DISINI TIDAK AKAN TERJADI BILA : T<f. DAPAT JUGA TERJADI DI DALAM DINDING ITU SENDIRI.60) 19 .GESER.

B. KEAMANAN TERHADAP GULING GAMBAR J : GAMBAR K : 20 .

Ada 2 (dua) metoda untuk mengontrol dinding terhadap kemungkinan mengguling : 1. Sedangkan gaya W1 (berat tanah) merupakan faktor penstabilisir agar tidak mengguling. 2. 21 . bersama-sama P. Untuk ini. W2 menjadi gaya penggerak. atau NSPT > 50) Untuk kondisi tanah dibawah pondasi keras (batuan Dalam hal ini. Titik rotasi di A Σ MA = 0 ε1 = 0. Titik rotasi di O (centre pondasi) Σ MO = 0 (tanah sangat lunak NSPT < 4) Hal ini merupakan kasus terbanyak. dimana ε1 ≠ 0. W2 = gaya penahan (Penstabilisir).

6 • r Resultant R . • Keamanan terhadap guling : F = (F = Angka keamanan) ∑ moment penahan > 1. arah.• Dalam kasus tanah compressible. Umumnya. kita tidak perlu mengontrol r stabilitas terhadap guling. 3 bagian di central (O) dasar pondasi + B dari titik O.5 ∑ moment penggerak 22 . jika R posisinya masih berada dalam 1 (Gambar K). dimensi pondasi dan dinding r Harus dibuat agar Resultante gaya R melampaui sesedekat Mungkin dengan titik O. Jika e = 0 dinding akan turun tanpa mengguling. besar dan posisinya dapat dicari Dengan metoda grafis (KUTUB/MEKTEK) atau analitis.

C. STABILITAS TERHADAP KELONGSORAN GAMBAR L : Type-type kelongsoran 23 .

PERTURBATION. 24 . dll.GAMBAR M : Type-type kelongsoran • Kontrol kelongsoran tanah secara macro. BISHOP. Dalam kasus tertentu. secara detail dapat dilihat pada mata kuliah kestabilan lereng. dengan metoda yang ada : FELLENIUS. keamanan terhadap longsor ini dapat diatur dengan menempatkan dinding penahan tanah diatas tiang pondasi.

O ≥ 2 ∑ moment penggerak .1 / cos α i i i ∑ w sin α ' ' i i i i ≥2 • MOTODA BISHOP : (1954) F= ∑ [c b + (w − u b ).tgφ ] cos α (1 + tgα .tgφ / F ) n 1 ' 1 i i ∑ w sin α i 1 n ≥2 i (lihat Gambar N & O) • PRINSIP : F= ∑ momen perlawanan .• METODE FELLENIUS : F = ∑ [c b + (w cos n ' i i 1 n 1 2 α i − ui bi ). O 25 .tgφ ' ].

RUPTURE CIRCULAIRE : Gambar N : Méthode de Bishop (1954) 26 .

BISHOP ∆vi = 0 r r r ∆vi = vi −1 − vi +1 = 0 FELLENIUS : ∆vi = 0 ∆Ηi = 0 Gambar O : Méthode de Bishop. Forces agissant sur la tranche I (Gaya-gaya yang bekerja pada pias i) 27 .

KONTROL TERHADAP PENURUNAN GAMBAR P : Bila urugan/tanah turun lebih besar dari strukturnya. dengan − ϕ ≤ δ ≤ +ϕ 28 . (Kasus terbanyak) untuk ini : δ > 0 Bila struktur turun lebih besar dari pada tanah atau urugannya.E. untuk ini : δ < 0 .

Penurunan struktur pondasi/dinding disini harus ditinjau terhadap : − penurunan segera (elastis) − penurunan akibat konsolidasi tanah (Perhitungan detailnya ada di MEKTAN) • Penurunan elastis : dimana : 1−υ 2 Si = σ .DAS) ⎤ ⎛1+ m 2 +1 ⎞ 1⎡ 1 ⎟ + ln⎛ m + m 2 + 1 ⎞⎥ ⎢m1 ln⎜ IP = ⎟ ⎜ 1 1 ⎟ ⎜ ⎠⎥ ⎝ π⎢ m1 ⎝ ⎠ ⎣ ⎦ m1 = panjang pondasi lebar pondasi 29 . IP E . (B. . B .M.

33 Perumusan diatas adalah untuk tebal tanah ∞ . MEKTAN − Struktur lapisan & jenis tanah 30 .5 tanah normal = 0.50) = modulus YOUNG = factor pengaruh E IP Angka POISSON tanah incompressible = 0. Masih banyak metoda perhitungan untuk penurunan elastis ini (mis : BIAREZ) yang tergantung dari : − Bentuk & dimensi pondasi.Keterangan : Si B σ ν = penurunan elastis = tegangan akibat surcharge = lebar atau diameter pondasi = angka POISSON (0.25 s/d 0.

⎜1 + ' ⎟ Bila σ0’ = σc’ ⎜ σ ⎟ 1 + e0 C ⎠ ⎝ b.⎜ 0 ' Bila σ0’ + ∆σ < σc’ ⎟ ⎜ σ 1 + e0 0 ⎠ ⎝ Bila σ0’ + ∆σ > σc’ SC = ⎛ σ ' + ∆σ σ ' C .H SC = C log . Untuk lempung NORMALLY CONSOLIDATED (NC) : ⎛ ∆σ ⎞ C .⎜ 0 ' ' ⎜ σ 1 + e0 σ 0 1 + e0 c ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 31 . Untuk lempung OVER CONSOLIDATED (OC) : ⎛ σ ' + ∆σ ⎞ C .H SC = C log .H log .• Penurunan akibat konsolidasi primer : a.H C S .⎜1 + ' ⎟ Bila σ0’ > σc’ ⎜ σ ⎟ 1 + e0 0 ⎠ ⎝ ⎛ ∆σ ⎞ C . C + C log .H ⎟ SC = S log .

σ0’ ∆σ σC’ c.dimana : SC CC CS H e0 = penurunan akibat konsolidasi primer = compression index dari OEDOMETRE test = swelling index = tebal lapisan lempung = angka pori awal = tegangan tanah efective (akibat γ’). = tegangan prakonsolidasi efevtive. Lamanya penurunan Natural (t) : 2 TV .H dr t= CV dimana : TV Hdr CV = factor waktu = panjang aliran air rata-rata yang harus ditempuh selama proses konsolidasi = koefisien konsolidasi vertikal 32 . = tegangan yang terjadi akibat surcharge.

NEGATIVE SKIN FRICTION di BAB PONDASI DALAM γ h • Fn 33 . KONTROL TERHADAP UPLIFT & NEGATIVE FRICTION : • Kontrol terhadap gaya/tegangan UPLIFT (= w. ). telah ditunjukkan pada MEKTAN. baik untuk kasus HIDROSTATIS maupun HIDRODYNAMIK.F.

Section yang paling kritis umumnya pada garis x-x’ yaitu pada hubungan antara tubuh dinding dengan pondasinya.G.02 Kg/cm2) Untuk ketahanan material terhadap ”compression”. Pada beton tidak bertulang. PRINSIPNYA : • • σyang terjadi < σijin bahan. INTERNAL STABILITY DINDING : STABILITAS DIDALAM MATERIAL DINDING. Padahal beton umumnya mampu menerima tegangan tekan hingga 6 MPa. x • • x’ 34 . jarang menemukan tegangan yang timbul > 0.5 MPa. Tegangan tarik yang timbul < 50 KPa (catatan : 1 bar = 100 KPa = 100 KN/m2 = 1.

..D + L 2 L γ γ q )N 0 q ... .Nγ + (1+ 0.. ..D + γ γ q )N 0 q . ).B..NC + ( . B B B ).2..C. . KONTROL BEARING CAPACITY : ql atau = ½.H.Nγ + C.... Setempat ql σterjadi < SF 35 .2.... Menerus ql = (1− 0.NC + ( .

TANAH BERTULANG : • Tanah bertulang (laterre armée) mulai dikembangkan oleh : VIDAL (1965).5. GAMBAR Q : La TERRE ARMEE 36 .

TANAH BERTULANG : • Tanah bertulang (laterre armée) mulai dikembangkan oleh : VIDAL (1965). GAMBAR Q : La TERRE ARMEE 37 .5.

5. GAMBAR Q : La TERRE ARMEE 38 . TANAH BERTULANG : • Tanah bertulang (laterre armée) mulai dikembangkan oleh : VIDAL (1965).

φ butiran > 10 cm. Dapat merupakan : auto drainage dan auto stable. 39 . kecil. harus < 25 %. tanpa harus menambah pondasi dalam. Sesuai untuk tanah ”compressible” (lanau. maka tanah bertulang ini lebih MURAH. Jangan 100 % tanahnya berupa tanah kohesive. SENSITIFITAS terhadap settlement tanah pondasi. Persyaratan granulometri material tanah : − − − − φ butiran < 80 µm. φ butiran max = 25 cm.• Keuntungannya : bila struktur dinding > 3 m tingginya. harus < 15 %. Pelaksanaan pemasangan sederhana & cepat. lempung).

Bentuknya dapat polos atau bergerigi asal mempunyai koefisien gesekan yang cukup terhadap tanah. Dimensi & jumlahnya tergantung perhitungan.Armature : dapat berupa plat baja. Armature dari plastik atau alumunium juga sering dipakai IDE DASAR : GAMBAR R : 40 .

b . dimana : tg α < tg ψ dengan tg ψ : koefisien gesekan antara tanah & armature. maka gaya dari akibat kontak antara butiran dan armature harus membentuk sudut α terhadap garis normal (n). maka : dT = 2 . dl F (1) 41 . dl dT = 2 . σ. maka : dT tgψ < F 2.dl dT 2.b.σ . dl bila tg α < tg ψ dan F = koefisien keamanan.− Agar tidak ada pergeseran/kelongsoran antara material tanah dan armature. τ . b . tg α . − Jika diketahui sebuah elemen dari armature.b < tgψ …………. b x dl x 1.σ .

HASIL EKSPERIMENTAL : − − − TM = traksi maksimum (Gambar Q & R : Repartisi traksi disepanjang armature). ZONA ACTIVE = tegangan tangensial ( ) kearah dinding. τ τ PENDEMENSIAN INTERNAL : a. 42 . H v a M a v 2 1 (2) τ . Menghitung gaya/tegangan tarik dalam armature (Gambar AF. σ .2) TM = a H 1 2 dengan jadi σ .τ σ 1 v 2 berkaitan dengan tegangan geser rata-rata.(τ − τ ) …………. ZONE RESISTANCE : kearah dalam. ∆H + (τ − τ ). tegangan normal yang bekerja pada armature. ∆H − λ. disini tanah bertendensi memegang/menahan armature.λ : σ = K . disini tanah bertendensi membebani armature. σ . : T = K . K = koeff tekanan tanah active. titik-titik TM terletak dekat dengan dinding.

γ . Fa + W . 1 K a . Ka . •W= γ.z 2 z2 Ka 3 2 .z γ .Dari Gambar Q & R : • Fa = ½ .e Menurut MEYERHOF 43 . maka : Σ M0 = 0 − 1 .L.L.z. e = 0 3 1 .z Repartisi tegangan dibawah landasan adalah UNIFORM dengan panjang fictive L’ = L – 2. z2 ( δ = 0). z . Bila titik O adalah pusat dari landasan. e= = 6 L γ .

K a . z . 2 σ .e) = W σ = γZ ⎛z⎞ 1 − 1 .(τ − τ ) karena : 1 Ka membesar akibat pemadatan τ −τ 2 1 mengecil diabaikan 44 . ∆H . (L – 2.jadi Σ V = 0 sehingga : σ v v . γ . (3) Catatan : dari rumus (2) unsur Ka .K a ⎜ ⎟ 3 ⎝L⎠ v 2 …………. 1 ⎛z⎞ 1 − 1 . ∆H lebih penting dari pada unsur λ.⎜ ⎟ 3 ⎝L⎠ 2 akhirnya : TM = Ka .

σ .tgψ . GAMBAR S : • Bila dipakai Bila • τ < tg ψ .z Nilai max dari TM.tgψ .z v l TM a = 2b.σ 0 V . pada z = H 45 . maka yang dihitung La σ τ = tgψ . tg ψ .m. maka yang dihitung σ l v a (panjang minimal) Kita mempunyai : TM = 2m . Menghitung panjang armature : TM = m la ∫ 2b.dl m = jumlah armature setiap m’ dari dinding arah vertical.l a σ =γ.γ .b. b .

maka kestabilan secara total sudah cukup aman.dari (3) berarti TM = Ka . batas rupture 33 ) mm 2 mm 2 daN daN dan rupture 41 ). (4) a = K a . adalah : − − daN (batas elastis 25 mm 2 daN baja : σ = 13 s/d 16 (batas elastis 30 mm 2 alumunium : σ = 12 daN daN .m. H . Jadi pengalaman menunjukkan bila l a sudah terpenuhi. a v γ . mm 2 mm 2 46 . La > Jadi finalnya : l • l. z = constant. ∆H dengan F > 2 …………. λ + La .∆H 2.b. CATATAN : Tegangan ijin didalam armature dikaitkan dengan koefisien keamanan. namun hingga Panjang total armature seharusnya L = kini panjang λ masih dalam penelitian.tgψ rumus ini berlaku bila σ = γ .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->