Anda di halaman 1dari 5

PEMERIKSAAN SISA CHLOR DAN DAYA SERGAP CHLOR

A. Hari dan Tanggal B. Materi C. Tujuan : Senin, 9 Januari 2012 : Pemeriksaan Sisa Chlor dan Daya Sergap Chlor : Untuk Mengetahui Daya Sergap Chlor dan Jumlah Kebutuhan Kaporit Pada Sampel Air Kran yang akan Diperiksa. D. Dasar Teori Khlor aktif dalam air berguna sebagai desinfektans, dapat berupa Cl2, HOCl, OCl- atau khlor amin (NH2Cl, NHCl2, NCl3). Air akan aman dari segi bakteriologis jika mengandung sisa khlor minimal 0,2 ppm (untuk keamanan 0,3 ppm). Bahan yang digunakan dari gas Cl2 atau kaporit yaitu Ca(OCl)2. Metode yang dilakukan dalam pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan kadar chlor dalam air yang mendasarkan pemeriksaan nya atas reaksi antara Cl2 dengan orthotoluidin dalam suasana asam kuat membentuk halogonium yang berwarna kuning. Warna kuning ini dibandingkan dengan dibandingkan standar warna dalam komparator, chlor dalam keadaan bebas dalam air hanya membutuhkan waktu kontak dengan orthotoluidin kurang lebih 1 menit, sedangkan Cl2 dalam keadaan terikat membutuhkan waktu sampai 10 menit. kekuatan warna sebanding dg kadar sisa khlor Cl2, HOCl, OCl-, NH2Cl, NHCl2, NCl3.

Senyawa Khlor, terutama kaporit Ca(OCl)2, digunakan sbg bahan desinfektan pada sistem penyediaan air minum perpipaan dari PDAM.

Ca(OCl)2 diaplikasikan pada reservoair di dlm air: zat organik, mikroba, lumut, dll.

akan bereaksi dg reduktor yg ada

Penambahan chlorin pada air bertujuan untuk menjaga supaya syarat syarat bakteriologis terpenuhi atau untuk memperkirakan keadaan fisik, kimia, rasa dan bau air tersebut. Metode pemeriksaan ini sesuai untuk tujuan penentuan jumlah chlorine yang dibutuhkan untuk menghasilkan sisa chlor (chlorine residual) yang cukup pada air sumber yang memenuhi persyaratan. Syarat bakteriologis pada umumnya terjamin dengan adanya sedikit kelebihan chlorin. Jika larutan dosis chlorin atau bahan lain untuk chlorinasi belum distandarisasi, maka hasil tes hanya suatu perkiraan untuk itu, jika diinginkan data data yang lebih dipercaya hendaklah bahan untuk chlorinasi itu (kaporit) dibakukan atau dicari kadar chlor yang sebenarnya.

E. Alat dan Bahan No. Alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Botol kaca gelap 1 L Labu ukur 1L Corong kaca Pipet volume 10 ml Pipet tetes Komparator Chlor Tabung reaksi

: Bahan Indicator Orthotoluidin Kaporit 0,2 % Air sampel Aquadest

F. Cara Kerja

1. Penentuan Sisa Chlor Segera

a. Masukkan air sampel ke dalam dua tabung reaksi tabung di tambahkan 1-2 tetes larutan orthotoluidin. b. Masukkan dalam komparator yang ada dalam komparator. c. Baca dan catat angka yang muncul 2. Penentuan Daya Sergap Chlor (DSC)

dimana salah satu

bandingkan denagn standart warna

sisa chlor dalam sampel.

a. Masukkan 1 L air sampel ke dalam botol kaca gelap ukuran 1 L. b. Tambahkan 2 ml kaporit 0,2 % di gojog sampai merata. masukkan dalam dua

c. Ambil 10 ml sampel air dari botol kaca gelap tabung reaksi masing-masing 10 ml

salah satu tabung reaksi warna berubah

tambahkan dengan 1-2 tetes larutan orthotoluidin menjadi kuning. d. Masukkan kedua tabung reaksi ke dalam komparator dengan standar warna yang ada pada komparator e. Diamkan selama 10 menit sampel (langkah 2c-d) konstan. f. Catat dalam table dan masukkan dalam rumus berikut :

bandingkan

catat hasilnya.

ulangi pemeriksaan sisa chlor pada air setiap 10 menit sampai sisa chlor

Daya Sergap Chlor (DSC)

= Chlor Segera Chlor Konstan = . mg/L

Jumlah kebutuhan kaporit

=DSC + angka keamanan (0,3) = . ppm

G. Data Praktikum No. 1. 2.

: Perlakuan Sisa Chlor segera I Sisa Chlor (mg/L) 0,3 0,3

3. 4.

II III

0,3 0,3

H. Perhitungan

Daya Sergap Chlor (DSC)

= Chlor Segera Chlor Konstan = 0,3 0,3 = 0 mg/L

Jumlah kebutuhan kaporit

=DSC + angka keamanan (0,3) = 0 + 0,3 =0,3 ppm

I. Pembahasan

Pada tahap pertama kami memeriksa sisa klor air sempel yaitu air kran di Laboratorium Kimia Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang telah

ditambahkan kaporit dan hasil sisa chlor segera adalah 0,3mg/L. Setelah air sampel ditambahkan ortotoluidin, air berubah warna menjadi kuning. Hal itu menandakan adanya kandungan chlor. Pengukuran sisa chlor dibantu komparator yaitu dengan membandingkan standar warna dalam komparator. Pemeriksaan dilanjutkan setiap 10 menit hingga diperoleh kadar chlor konstan untuk minimal 2 kali pemeriksaan. Setelah mengetahui daya sergap chlor maka jumlah kebutuhan kaporit dapat dihitung.

J. Kesimpulan

1. Dari pemeriksaan tersebut air sampel kran mengandung daya sergap klor sebesar 0 mg/L.

2. Diketahui jumlah kebutuhan kaporit sebesar 0,3 ppm.