Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN I.

Hari, tanggal praktikum Selasa, 25 Oktober 2011 Materi praktikum Pemeriksaan angka kuman makanan, minuman dan usap alat makan atau minum dengan metode Pour Plate. Tujuan praktikum Melakukan pemeriksaan dan mengetahui angka kuman pada makanan, minuman serta alat makan atau minum dengan metode Pour Plate Dasar teori Menghitung atau menentukan banyaknya mikroba dalam suatu bahan (makanan, minuman, dan alat makan/minum) dilakukan untuk mengetahui sampai seberapa jauh bahan itu tercemar oleh mikroba. Dengan mengetahui jumlah mikroba, maka dapat diketahui kualitas mikrobiologi dari bahan tersebut. Bahan yang dapat dikatakan baik jika jumlah mikroba yang terkandung dalam bahan tersebut masih di bawah jumlah standar yang ditentukan oleh suatu lembaga. Kandungan mikroba pada suatu bahan juga sangat menentukan tingkat kerusakannya, serta dapat ditentukan oleh tingkat kelayakan untuk dikonsumsi. Prinsip dari pemeriksaan ini menghitung jumlah koloni yang tumbuh pada Plate Count Agar. Hitung angka kuman dilakukan pengenceran bertingkat bertujuan agar koloni tiap plate dapat dihitung. Tahap akhir, jumlah koloni dari tiap plate dikali dengan pengenceran dan dicari rata-rata dari semua plate. Nilai yang didapat adalah Jumlah Angka Kuman dari Sampel yang di Periksa. Angka kuman atau angka lempeng total adalah angka yang menunjukkna adanya mikroorganisme pathogen atau non pathogen menurut pengamatan secara visual dengan kaca pembesar pada media penanaman yang diperiksa, kemudian dihitung berdasarkan lempeng dasar untuk standar test terhadap bakteri (M. Maurer, 1973).

II.

III.

IV.

Dasar pengujian adalah kolini bakteri aerob setelah ditanam pada media yang sesuai dan dieramkan selama 48 jam 370C untuk bakteri mesofil dan 550C untuk bakteri therosofil (Sumarno, 1991) V. Alat dan Bahan A. Alat : 1. Mortil 2. Timbangan 3. Labu Erlenmeyer 4. Tabung reaksi 5. Incubator 370 C 6. Lampu spiritus 7. Korek api 8. Petridis 9. Pipet volume 10. Rak tabung reaksi 11. Kertas pembungkus 12. koloni counter B. Bahan: 1. Makanan 2. Minuman 3. Larutan pengencer 4. PCA steril VI. Cara Kerja 1. Pengambilan sampel makanan a. Timbang 10 gram sampel makanan dengan steril. b. Sterilkan mortil dengan membakar permukaannya dengan alkohol 70% kemudian gerus 10 gram sampel makanan tersebut. c. Masukkan 10 gram sampel makanan yang telah digerus kedalam labu Erlenmeyer. d. Tambahkan larutan pengencer hingga 100ml. e. Kocok hingga homogen. 2. Pengambilan sampel minuman

1 buah 1 buah 2 buah 8 buah 1 buah 1 buah 1 buah 12 buah 1 buah 1 buah secukupnya 1 buah

a. Ambil sebanyak 10ml sampel mimuman yang hendak diperiksa dengan pipet ukur steril. b. Masukkan 10ml tersebut kedalam labu Erlenmeyer. c. Tambahkan larutan pengencer hingga 100ml. d. Kocok hingga homogen. 3. Pemeriksaan jumlah kuman sampel makanann dan minuman a. Petridish steril dan tabung reaksi yang telah diberi kode sebagai berikut: 1) Petridish dengan kode : control, 101, 102, dan 103. 2) Tabung reaksi berisi 9 ml larutan pengencer dengan kode : 102 dan 103 b. Ambil 1 ml larutan pengencer menggunakan pipet steril yang telah dibakar ujungnya dengan lampu spiritus, masukkan ke dalam petridish sebagai control. c. Ambil 2 ml sampel dari dalam tabung Erlenmeyer dengan pipet steril, masukkan 1 ml kedalam petridish berkode101 dan 1 ml ke dalam tabung reaksi berkode 102. d. Ambil 2 ml sampel dari dalam tabung reaksi berkode 102 dengan pipet steril, masukkan 1 ml kedalam petridish berkode102 dan 1 ml ke dalam tabung reaksi berkode 103. e. Ambil 1 ml sampel dari dalam tabung reaksi berkode 103 dengan pipet steril, masukkan 1 ml kedalam petridish berkode103. f. Tambahkan PCA steril sebanyak 11-15 ml kedalam setiap petridish. g. Gojok sebentar setiap petridish diatas meja. h. Tunggu hingga agar membeku dan balik petridish. i. Bungkus semua petridish. j. Inkubasi pada incubator 370 C selama 2X24 jam. k. Kemudian hitung koloni yang tumbuh dengan koloni counter. 4. Pemeriksaan jumlah kuman usap alat makan atau minum a. Petridish steril dan tabung reaksi yang telah diberi kode, yaitu : 1) Petridis dengan kode: control, 101, 102, dan 103. 2) Tabung reaksi berisi 9 ml larutan pengencer dengan kode : 101, 102, dan 103.

b. Ambil 1 ml larutan pengencer menggunakan pipet steril yang telah dibakar ujungnya dengan lampu spiritus, masukkan ke dalam petridish sebagai control. c. Ambil 1 ml sampel (dari tabung reaksi sebelumnya yang berisi larutan PBS dan lidi kapas) dan masukkan ke dalam tabung reaksi berkode 101. d. Ambil 2 ml sampel dari tabung reaksi berkode 101, lalu masukkan 1 ml ke dalam petridish berkode 101 dan 1 ml ke dalam tabung reaksi berkode 102. e. Ambil 2 ml larutan sampel dari tabung reaksi berkode 102, lalu masukkan 1 ml kedalam petridish berkode 102 dan 1 ml kedalam tabung reaksi berkode 103. f. Kemudian ambil 1 ml larutan sampel dari tabung reaksi berkode 103, lalu masukkan kedalam petridish dengan kode 103. g. Tambahkan PCA steril sebanyak 11-15 ml kedalam setiap petridish. h. Gojok sebentar setiap petridish diatas meja. i. Tunggu hingga agar membeku dan balik petridish. j. Bungkus semua petridish. k. Inkubasi pada incubator 370 C selama 2X24 jam. l. Kemudian hitung koloni yang tumbuh dengan koloni counter. VII. Data dan Perhitungan Hasil Pengamatan: Sampel Makanan 101 102 103 Jumlah Koloni 142 111 223

Perhitungan, dengan control = 10 = = = =


. . . .

= 74806,666 koloni/gr

Sampel Minuman 101 102 103

Jumlah Koloni 73 440 16

Perhitungan, dengan control = 10 = = = =


. . .

= 16543,333 koloni/ml

Sampel Alat makan 101 102 103

Jumlah Koloni 224 18 11

Perhitungan, dengan control = 10 = = = =


. . .

= 1313,333 koloni/cm2 VIII. Pembahasan Perhitungan menggunakan kontrol sebesar 10. Ini dilakukan karena pada pemeriksaan diperoleh jumlah koloni pada kontrol. Perhitungan koloni pada kontrol yang seharusnya tidak terdapat kuman, karena dalam kontrol

hanya terdapat pengencer yang steril yang tidak ditumbuhi atau ditaburi koloni bakteri ternyata masih terdapat angka kuman yang bisa dibilang banyak. Hal ini terjadi karena kemungkinan besar adanya kontaminasi pada saat pemeriksaan dan perlakuan. Terlihat juga pada pertumbuhan koloni bakteri pada pengencer tinggi yang seharusnya mempunyai angka kuman terkecil tapi pada pemeriksaan yang dilakukan tidak menunjukkan hasil seperti itu. IX. Kesimpulan Pemeriksaan angka kuman pada sampel makanan diperoleh jumlah angka kuman pada pengencer 101=143, 102=111, dan 103=223. Hasil akhir pada pemeriksaan angka kuman sampel makanan dengan menggunakan rumus yang ada yakni sebanyak 74806,666 koloni/gr. Dari hasil tersebut diambil kesimpulan bahwa makanan yang diperiksa belum memenuhi standar. Pemeriksaan angka kuman pada sampel minuman diperoleh jumlah angka kuman pada pengencer 101=73, 102=440, dan 103=16. Hasil akhir pada pemeriksaan angka kuman sampel minuman dengan menggunakan rumus yang ada yakni sebanyak 16543,333 koloni/ml. Dari hasil tersebut diambil kesimpulan bahwa minuman yang diperiksa belum memenuhi standar. Pemeriksaan angka kuman pada sampel alat makan diperoleh jumlah angka kuman pada pengencer 101=244, 102=18, dan 103=11. Hasil akhir pada pemeriksaan angka kuman sampel alat makan dengan menggunakan rumus yang ada yakni sebanyak 1313,333 koloni/cm2. Dari hasil tersebut diambil kesimpulan bahwa alat makan yang diperiksa belum memenuhi standar.