Anda di halaman 1dari 12

Kamis, 06 November 2008

Kode Etik Keperawatan


Perawat memiliki komitmen menyeluruh tentang perlunya mempertahankan privasi dan kerahasiaan pasien sesuai kode etik keperawatan. BAB II TANGGUNG JAWAB PERAWAT TERHADAP TUGAS Pasal 5 Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu keluarga dan masyarakat. Pasal 6 Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pasal 7 Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan keperawatan untuk tujuan yang bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan. Pasal 8 Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. Pasal 9 Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien/klien dalam melaksanakan tugas keperawatan serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalih tugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya dengan keperawatan. BAB V TANGGUNG JAWAB PERAWAT TERHADAP PEMERINTAH, BANGSA DAN TANAH AIR Pasal 17 Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat. PERAWAT DAN KLIEN Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilainilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien. Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Sanksi Hukum Membuka Rahasia KUHP Pasal 322 Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia, Yang menurut jabatannya atau pekerjaannya, baik yang sekarang maupun yang dahulu, ia diwajibkan menyimpannya, Dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan Pembuktian bahwa seseorang itu membuka rahasia : Yang diberitahukan (dibuka) itu harus rahasia Bahwa orang itu diwajibkan untuk menyimpan rahasia tersebut, dan ia harus betul-betul mengetahui bahwa ia harus wajib menyimpan rahasia itu Bahwa kewajiban untuk menyimpan rahasia itu adalah akibat dari suatu jabatan atau pekerjaan sekarang maupun maupun yang dahulu pernah ia jabat Membukanya rahasia itu dilakukan dengan sengaja

Pasal 23 1. Perawat dalam menjalankan praktik perorangan sekurang-kurangnya memenuhi persyaratan : Memiliki tempat praktik yang memenuhi syarat kesehatan. Memiliki perlengkapan untuk tindakan asuhan keperawatan maupun kunjugan rumah. Memiliki perlengkapan administrasi yang meliputi buku catatan kunjungan, formulir catatan tindakan asuhan keperawatan serta formulir rujukan. 2. Persyaratan perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sesuai dengan standart perlengkapan asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi. PERMASALAHAN DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN YANG DAPAT MENIMBULKAN MASALAH HUKUM 1. Membuka Rahasia Rahasia : yaitu barang sesuatu yang hanya diketahui oleh yang berkepentingan, sedangkan orang lain belum mengetahuinya. Tuntutan untuk menyimpan rahasia bagi perawat Kode etik keperawatan Indonesia hubungan perawat dan klien,butir 4, perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya. Asas Etik? Asas Kerahasiaan tenaga kesehatan harusrmati kerahasiaan klien, meskipun telah meninggal SK Menkes 1239/2001 Pasal 16 huruf C a. Perawat berkewajiban menyimpan kerahasiaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku b. Lafal sumpah jabatan PerawatPERAWAT DAN PRAKTIK Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi di bidang keperawatan melalui belajar terus menerus. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertaikejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang kuat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku profesional. reff:www.inna-ppni.or.id

A.DEFINISI Kode etik adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik , dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik keperawatan merupakan bagian dari eika terhadap bidang pemeliharaan atau pelayanan kesehatan masyarakat. Etik etchiks berasal dari bahasa yunani yang disebut etos artinya sudah kebiasaan, perilaku, karakter. Menurut wester. Adalah sesuatu ilmu yang mempelajari apa yang baik dan yang buruk secara moral. B.KLASIFIKASI v KODE ETIK KEPERWATAN DI DUNIA Organisasi profesi merupakan organisasi yang aggotanya adalah para praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fugsi social yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas merewka sebagai individu.

Profesionalitas keperawtan mengedapkan altruism dan nurturant, suatu kotmitmen pada nilai social untuk kesejahteraan populasi. Komitment ini menempatkan perawat sebagai profesi penolong ,suatu totalitas ,penghargaan finasial yang diterima,Perawat sebagai kekuatan pembaruan, mempunyai kans besar untu memastikan kesehatan. Masyarakat dapat dicapai. BAB II ORGANISASI KEPERAWATAN INTERNASIONAL 1. International Council of Nurses (ICN) Merupakan organisasi professional wanita pertama didunia yang didirikan tanggal 1 Juli 1899 yang dimotori oleh Mrs. Bedford fenwick. ICN merupakan federasi perhimpunan perawat nasional diseluruh dunia. Tujuan pendirian ICN adalah memperkokoh silaturahmi para perawat diseluruh dunia, memberi kesempatan bertemu bagi perawat diseluruh dunia untuk membicarakan berbagai masalah tentang keperawatan, menjunjung tinggi peraturan dalam ICN agar dapat mencapai kemajuan dalam pelayanan.pendidikan keperawatan berdasarkan kode etik profesi keperawatan kode etik keperawtan menurut ICN (1973) menegaskan bahwa keperawatan bersifat Unifersal . Keperawatan menjunjung tinggi hak asasi manusia ICN mengadakan kongres 4 th sekasi di Geneva, Switzerland. 2.American Nurses Association (ANA) ANA adalah organisasi profesi perawatan di Amerika Serikat. Didirikan pada akhir tahun 1800 yang anggotanya terdiri dari oerganisasi perawatan, melakukn penelitian untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan serta menampilkan profil keperawtan professional dengan pemberlakukan legeslasi keperawatan. 3. Canadian Nurses Association (CAN) CAN adalah asosiasi pearwatan nasional di Kanada. Mempunyai tujuan yang sama dengan ANA yaitu membuat standar praktek keperwatan, mengusahakan peningkatan standar praktek keperawatan, mendukukung peningkatan profesionalisasi keperawatan dan meningkatkan kesejahteraan perawat. CAN juga beberapa aktif meningkatkan mutu pendidikan keperawtan, pemberian izin bagi praktek keperawatan mandiri. 4. National League for Nursing (NLN) NLN adalah suatu organisasi terbuka untuk semua orang yang berkaitan dengan keperawtan meliputi perawatan, non perawat seperti asisten perawat (perkaya) dan agencies. Didirikan pada tahun 1952. Bertujuan untuk membantu pengembangan dan peningkatan mutu pelayanan keperawatan dan pendidikan keperawatan. 5. British Nurses Association (BNA) BNA adalah asosiasi perawat nasional di Inggris. Didirikan pada tahun 1887 oleh Mrs. Fenwick. Bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan seluruh perawat di inggris dan berusaha memperoleh pengakuan terhadap profesi keperawatan. C. PENUTUP

Standrat perilaku yang ditetapkan oleh masyarakat yang merupakan Standar perilaku dan niali-nilai yang diharuskan diperhatikan bila seseorang menjadi anggota masyarakat dimana yang bersangkutan tinggal. Etika lebih dititik beratkan kepada aturan-aturan prinsip prinsip yang melandasi prilaku yang mendasar dan mendekati aturan-aturan hokum dan undangan undangan yang membedakan yang benar atau salah secara moralitas.
DAFTAR PUSTAKA Hj nila ismani.SKM. etika profesi keperawatan ,Jakarta,1997 WWW.Googel, etika Profesi Keperawatan ,17.00 Drs. H.burhaddin Salam .Etika Sosial, Jakarta Rineka Cipta.

Etika Keperawatan

Selasa, 23 Februari 2010


KODE ETIK KEPERAWATAN
KODE ETIK KEPERAWATAN PENGERTIAN Kode etik

adl pernyataan formal mengenai standar kesempurnaan dan nilai kelompok. mrpkn set prinsip etik yg digunakan oleh semua anggota klp, mencerminkan penilaian formal mereka sepanjang waktu, dan berfungsi sbg standar utk tndkn profesional mereka.

SEJARAH PENYUSUNAN KODE ETIK Kode etik keperawatan pertama kali disusun dan diadopsi oleh: 1) ANA (1950), direvisi pd thn 1968,1976,dan 1985 dikenal sbg Code of Nurses. 2) ICN (1953), direvisi pd thn 1973.

3) CAN (1980) direvisi pd thn 1996. 4) Tujuan Kode Etik Keperawatan antara lain: 1) Menginformasikan kpd masy mengenai standar minimum profesi dan membantu mereka memahami perilaku keperawatan profesional. 2) Memberikan tanda komitmen profesi kpd masy yg dilayani 3) Menguraikan garis besar pertimbangan etik utama profesi 4) Memberikan pedoman umum utk perilaku profesional 5) Membantu profesi dlm pengaturan-diri 6) Mengingatkan perawat mengenai tgg jwb khusus yg mereka pikul saat merawat klien. Standar Performa Profesional ANA STANDAR V: ETIK Keputusan dan tindakan perawat demi kepentingan pasien ditentukan dengan cara etik. KRITERIA PENGUKURAN 1. Praktik keperawatan dipandu oleh Code of Nurses. 2. Perawat mempertahankan kerahasiaan pasien dalam parameter legal dan peraturan 3. Perawat bertindak sebagai advokat pasien dan membantu pasien dalam mengembangkan keterampilan sehingga dapat membela diri mereka sendiri 4) Perawat memberikan asuhan dalam cara yang tidak menghakimi dan tidak menghakimi 5) Perawat memberikan asuhan dalam cara yang tetap mempertahankan otonomi, martabat dan hak pasien. 6) Perawat mencari sumber yang tersedia dalam merumuskan keputusan etik. Dalam masalah yg berfokus pd keputusan, kesulitannya yaitu dlm memutuskan apa yang akan dilakukan.

Pertanyaannya adl, Apa yg seharusnya saya lakukan? Contoh: karena Ani sngt memandang penting khdpn, dia berharap kliennya selamat dari ancaman maut harus diberi tranfusi. Sbg sorg perawat, Ani jg meyakini utk mengurangi penderitaan,shg saat dia melihat bahwa pemberian tranfusi akan memperpanjang hidup namun klien tdk bersedia karena dlarang oleh agama yg dianutnya. Ani tdk nyaman kedua pilihan sulit baginya. Dalam masalah yang berfokus pada tindakan, kesulitan tdk pd pengambilan keputusan, ttp dlm mengimplementasikannya. Pertanyaannya adl, Apa yg dpt sy lakukan? Atau resiko apa yg berani sy ambil utk melakukan apa yg benar? Distress Moral Perawat mengetahui tndkn yg benar ttp tdk dpt melaksanakannya krn kebijakan institusi/ desakan lain (Jameton,1984) Perasaan marah, bersalah, dan kehilangan integritas perawat Mempengaruhi perawatan klien. Contoh: Seorng dr residen tlh memberitahu perawat utk memeriksa hitung darah lengkap dan urinalisis semua klien dan mdptkn hasilnya sblm memanggil dr ke ruang gawat darurat utk memeriksa klien. Perawat yakin hal ini tdk etis karena hal ini sia-sia dan menimbulkan ktdknyamanan serta kemungkinan resiko bg klien. Namun, mrk tdk memiliki wewenang atau akses ke jalur pengambil kptsn utk mengubah situasi. Oleh karena itu, mrk mlkkn pemeriksaan tsb, ttp dg merasa bersalah dan kesal karena mrk yakin bhw mrk mlkkn hal yg slh. Hsl penelitian menunjukkan bahwa tindakan perawat dipengaruhi oleh batasan-batasan spt: a) Ancaman verbal b) Takut kehilangan pekerjaan/lisensi keperawatan mereka

c) Takut pd dokter d) Takut pd hukum e) Tidak adanya dukungan baik dr teman sejawat maupun pimpinan (Wilkison,1987). Utk mengatasi masalah tsb dibutuhkan pengetahuan, pengalaman,komunikasi dan kemampuan utk membuat kesepakatan yg melindungi integritas. KONFLIK DALAM KEPERAWATAN Konflik dalam kep dpt terjadi karena adanya pertanyaanpertanyaan perawat yg tdk terselesaikan ttg sifat dan cakupan praktik mereka, selain itu tehnologi tingg dan peran spesialisasi tlh memperluas cakupan praktik keperawatan. Tumpang tindih antara aktivitas perawatan dan medis. Contoh; meskipun perawat menghargai pendekatan perawatan humanistik dan menekankan hubungan P-K, banyak perawat menghabiskan banyak waktunya dg mengurus mesin klien. MAJELIS KODE ETIK KEPERAWATAN Sebagaimana halnya dg dokter, perawat merupakan tenaga kesehatan profesional yg menghadapi banyak masalah moral / etik Tujuan: pengawasan secara terus menerus/ mencegah perbuatan yg tdk etis. Pada umumnya kode etik akan mengandung sanksi2 yg dikenakan pada pelanggar. Kasus pelanggaran akan dinilai dan ditindak oleh suatu Dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. PPNI 26 Januari 2002 ; Membentuk Majelis Kode Etik Keperawatan Tk.Pusat, yang akan bertanggung jawab menangani masalah2 etik. Majelis Kode Etik Keperawatan (ps.26 dan 27 AD PPNI).

Komite Keperawatan Rumah Sakit : a. mempunyai tugas pokok menyelesaikan masalah-masalah etik yang terjadi bagi tenaga keperawatan (anggota profesi). b. melakukan pembinaan etika profesi. Kode Etik PPNI (Munas IV PPNI No.09/MUNAS VI/PPNI/2000) tentang Kode Etik Keperawatan Indonesia. Diangkat dengan mempertimbangkan Kode Etik International Council of Nursing, bertanggung jawab : - Perawat dan klien - Perawat dan praktik - Perawat dan masyarakat - Perawat dan teman sejawat - Perawat dan profesi Kewajiban perawat untuk senantiasa melakukan profesinya menurut ukuran tertinggi : a. Perawat memberikan pelayanan sesuai kemajuan Iptek keperawatan yang mutahir, dilandasi etika keperawatan, hukum dan agama. b. Pelayanan yg diberikan bukan saja dipertanggungjawabkankan kepada sesama manusia tetapi juga thd Tuhan Yang Maha Esa. Perawat tidak boleh dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan pribadi : a. Pekerjaan perawat lebih merupakan panggilan kemanusiaan dg mendahulukan kepntingan klien. b. Perawat berhak memperoleh imbalan atas pekerjaannya, tetapi tidak selamanya sesuai dengan apa yg sudah diberikan pada klien. Perbuatan yg bertentangan dg etik : a. Setiap perbuatan yg bersifat memuji diri atau mempromosikan diri bahwa yg dimiliki adalah karunia yang diberikan dan kemurahan Tuhan.

b. Menerapkan pengetahuan dan keterampilan tanpa kebebasan profesi. c. Menerima imbalan selain dari pada yg layak sesuai dg jasanya, kecuali dg keikhlasan. d. Pekerjaan perawat adalah panggilan kemanusiaan, maka imbalan jasa yg menjadi haknya tidak dapat disamakan dg jasa dalam usaha lain, krn sifat pekerjaan perawat adalah pekerjaan mulia. Perawat dalam memberikan pendapatnya harus dibuktikan kebenarannya. Perawat dalam memberikan pelayanan harus mendahulukan kepentingan msy. Perawat dalam bekerjasama dengan teman sejawat harus memelihara saling pengertian dg sebaik-baiknya. Perawat menggunakan ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan klien dan bila tidak mampu wajib merujuk kepada yg lebih Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yg dikerahuinya tentang seorang klien, bahkan juga setelah ybs meninggal. Memperlakukan teman sejawat sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan. Perawat harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengeth dan tetap setia pada cita-citanya yg luhur Nomor : 09/MUNAS VI/PPNI/2000 Tentang : Kode Etik Keperawatan Indonesia KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA MUKADIMAH Sebagai profesi yang turut serta mengusahakan tercapainya kesejahteraan fisik, material dan mental spiritual untuk mahluk insani dalam wilayah Republik Indonesia, maka kehidupan profesi keperawatan di Indonesia selalu berpedoman kepada sumber asalnya yaitu kebutuhan masyarakat Indonesia akan pelayanan keperawatan. Warga Keperawatan di Indonesia menyadari bahwa kebutuhan akan keperawatan bersifat universal bagi klien (individu keluarga kelompok dan

masyarakat), oleh karenanya pelayanan yang diberikan oleh perawat selalu berdasarkan kepada cita-cita yan luhur, niat yang murni untuk keselamatan dan kesejahteraan umat tanpa membedakan kebangsaan, kesukuan, warna, kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. Dalam melaksanakan tugas playanan keperawatan kepada klien, cakupan tanggung jawab perawat Indonesia adalah meningkatkan derajat kesehatan, mencegah terjadinya penyakit, mengurangi dan menghilangkan penderitaan serta memulihkan kesehatan yang kesemuanya ini dilaksanakan atas dasar pelayanan yang paripurna. Dalam melaksanaka tugas professional yang berdaya guna dan berhasil guna para perawat mampu dan ikhlas memberikan pelayanan yang bermutu dengan memelihara dan meningkatkan integritas pribadi yang luhur dengan ilmu dan keterampilan yang memadai serta dengan kesadaran bahwa pelayanan yang diberikan merupakan bagian dari upaya kesehatan secara menyeluruh. Dengan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan tugas pengabdian untuk kepentingan kemanusiaan, Bangsa dan Tanah Air, Persatuan Perawat Nasional Indonesia menyadari bahwa Perawat Indonesia yang berjiwa Pancasila dan berlandaskan pada UUD 1945 merasa terpanggil untuk menunaikan kewajiban dalam bidang keperawatan dengan penuh tanggung jawab, berpedoman kepada dasar-dasar seperti tertera di bawah ini : PERAWAT DAN KLIEN 1. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial. 1. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien. 3. Kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan. 4. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. PERAWAT DAN PRAKTIK

1. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus-menerus. 1. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran professional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien. 3.Pada informasi yang adekuat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain. 4. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku professional. PERAWAT DAN MASYARAKAT 1.Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. PERAWAT DAN TEMAN SEJAWAT 1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan perawat maupun dengan tenaga kesehaan lainnya, dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh. 1. Perawat bertindak malindungi klien dan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan illegal. PERAWAT DAN PROFESI 1. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar dan pelayanan keperawatan serta menerapkan dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan. 1. Perawat berperan aktif dalam berbagai pengembangan profesi keperawatan. 1. Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.