TIM PENYUSUN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009

Pelindung/Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Hildegardis F. Bhoko, SKM} Pengarah : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Martinus Beno Doven, A.Md.KL, S.Sos} Tim Pengumpul Data : o Drg. Emerentiana Reny W, Mhith&IntDev o Mursina Wahyuningsih Daeng, SKM o Sitti Maryanti,SKM o Veronika Suka, SKM o Finsensius Susanto, SKM o Maria Yulita Bupu Tay, SKM o Benediktus Joni,A.Md.KL o Emerentiana Y.O Mbere,A.Md Tim Penyusun : o I.G. Agung K. Artanaya, SKM o Mursina Wahyuningsih Daeng, SKM o Yulius Widiyantoro, SKM Tim Penyunting : o Hildegardis F. Bhoko, SKM o Martinus Beno Doven, A.Md.KL, S.Sos o I.G. Agung K. Artanaya, SKM

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat, rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan dokumen Profil Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009 ini. Sebagaimana diketahui bahwa Profil Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan, termasuk kinerja yang telah diperoleh dalam penyelenggaraan pelayanan minimal bidang kesehatan. Selain itu, Profil Kesehatan Kabupaten Ngada juga merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten, berisi data dan informasi yang menggrafikkan derajat kesehatan, sumber daya kesehatan, upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan sehingga Profil Kesehatan ini dapat dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun. Dokumen Profil Kesehatan ini tersusun berkat dukungan dan kerja sama dari para pengelola program baik di Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Rumah Sakit yang senantiasa saling memberikan informasi-informasi penting khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan juga berkat dukungan lintas sektor dalam penyediaan data dan informasi di Kabupaten Ngada. Kami menyadari sepenuhnya bahwa, dokumen Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang telah disusun ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dalam penyusunan dokumen Profil Kesehatan ini, kami sampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasih, semoga Dokumen Profil Kesehatan ini dapat memberikan informasi guna menentukan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada di masa yang akan datang. Sekian dan Terima kasih.

Bajawa, Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK I NIP : 19570914198403200

i

DAFTAR ISI
Hal.
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR PETA DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ………………………………………………………………………. 1.2. Maksud dan Tujuan …………………………………………………………………. 1.3. Sistematika Penyajian ……………………………………………………………… BAB II GRAFIKAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.1. Kondisi Geografis …………………………………………………………………… 2.2. Keadaan Penduduk ……….............................................................................. 2.3. Keadaan Sosial Ekonomi.................................................................................. 2.4. Tingkat Pendidikan............................................................................................ BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3.1. Mortalitas …………………………………………………………………………….. 3.2. Morbiditas ……………………………………………………………………………. 3.3. Status Gizi ……………………………………………………………………………. 3.4. Umur Harapan Hidup ………………………………………………………………… BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 4.1. Pelayanan Kesehatan Dasar ……………………………………………………….. 4.2. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan ………………………............................. 4.3. Perilaku Hidup Masyarakat …………………………………………………………. 4.4. Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar …………………….......... BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 5.1. Sarana Kesehatan …………………………………………………………………… 5.2. Tenaga Kesehatan …………………………………………………………………… 5.3. Pembiayaan Kesehatan……………………………………………………………… BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan……………………………………………………………………………. 6.2. Saran…………………………………………………………………………………… LAMPIRAN 61 62 49 54 59 29 42 44 46 11 15 24 27 4 6 8 10 1 2 2 i ii iii iv vi

ii

DAFTAR TABEL
Hal Tabel 2.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 3.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007-2009 Tabel 5.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 5.2 Realisasi Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 23 55 15 6

iii

DAFTAR GRAFIK
Hal Grafik 2.1 Grafik 2.2 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Grafik 2.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.1 Trend Angka Kematian Bayi Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 Grafik 3.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 (per 100.000 Kelahiran Hidup) Grafik 3.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik 3.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Grafik 3.6 Perbandingan TB Paru Klinis, TB Paru BTA Positif, Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.8 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.9 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.10 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.11 Perkembangan Presentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada tahun 2004-2009 Grafik 3.12 Proporsi Status Gizi Baik, Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.1 Presentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 30 26 25 23 23 23 22 21 19 18 16 14 12 10 9 8 5 7

iv

Grafik 4.2

Presentase Cakupan pemberian Tablet Besi (Fe3) Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009

31

Grafik 4.3

Trend Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009

32

Grafik 4.4

Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009

33

Grafik 4.5

Cakupan

Ibu

Hamil,

Ibu

Hamil

Risti/Komplikasi

dan

Ibu

Hamil

34

Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.6 Presentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.7 Grafik 4.8 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah, Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Keseatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.12 Cakupan Imunisasi BCG, DPT, Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.14 Grafik 4.15 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.16 Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngad Tahun 2009 Grafik 4.17 Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 48 46 45 43 40 42 40 39 39 38 37 35 36 35

v

DAFTAR PETA / VISUALISASI
Hal Peta 2.1 Peta 3.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 3.2 Peta 5.1 Peta Kecamatan Rawan Gizi Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta Penyebaran Puskesmas, Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada tahun 2009 Peta 5.2 Peta 5.3 Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas, Pustu dan Polindes Peta 5.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.6 Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi, Sanitarian, dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 59 58 58 50 50 27 49 4 17

vi

DATA DASAR PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA                   Dinas Kesehatan  TAHUN 2009 .

Kabupaten Ngada 2010 .

Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1. Rasio Beban Tanggungan.K4). Peserta KB. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin. Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Wanita USia Subur Dengan Status Imunisasi TT Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Akses Ketersediaan Darah unutk Bumil dan Neonatus tang Dirujuk Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi DItangani Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayahnan Gawat Darurat (Gadar) Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani <24 Jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Penderita dan Kematian Serta Jumlah Kecamatan dan Desa yang Terserang KLB Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Persentase Desa/Keluarahan Dengan Garam Beryodium yang Baik Menurut Kecamatan .DAFTAR TABEL LAMPIRAN PROFIL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Luas Wilayah. Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/SMP/SMU Jumlah PUS. Peserta KB Baru. Jumlah Penduduk. Jumlah Desa/Kelurahan. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita. Infeksi Menular Seksual. dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Pelayanan KB Baru Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kecamatan Cakupan Bayi. % TB Paru Sembuh. Kelompok Umur. dan Pneumonia Balita Ditangani HIV/AIDS. DBD dan Diare pada Balita Ditangani Persentase Penderita Malaria Diobati Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Cakupan Kunjungan Neonatus. Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Berusia 10 Tahun Keatas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan dan menurut Kecamatan Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Melek Huruf Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Kecamatan Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Kecamatan Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan AFP Rate. Bayi dan Bayi BBLR yang Ditangani Status Gizi Balita dan Jumlah Kecamatan Rawan Gizi Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1.

Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42` Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Formal Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Cakupan Wanita USia Subur Mendapat Kapsul Yodium Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Jumlah Kunjungan Rawat Jalan. Pelayanan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kemampuan Labkes dan Memilki 4 Spesialis Dasar Ketersediaan Obat Sesuai dengan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Dasar Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata dan Kecamatan Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kecamatan Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kecamatan Persentase Institusi DIbina Kesehatan Lingkungannya Persentase Rumah/Bangun yang Diperiksa dan Bebas Jentik Nyamuk Menurut Kecamatan dan Puskesmas PersebaranTenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Jumlah Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan JUmlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Kefarmasiahn dan Gizi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Sarana Kesehatan Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Indikator Pelayanan Rumah Sakit . Rawat Inap.

mau dan mampu untuk mengenali. Setiap individu berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan. pencegahan penyakit (preventif). Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah mengandung konsekuensi bahwa masing-masing daerah harus memiliki Sistem Kesehatan tersendiri.1 Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran. mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat meminimalkan gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat. Meningkatkan kemitraan. terpadu dan berkesinambungan. Dan pencapaiannya didukung oleh 3 misi yaitu : Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 1 . Untuk mewujudkan visi dan misi . keluarga dan masyarakat.BAB I PENDAHULUAN 1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan. termasuk dukungan dalam menyusun Sistem Informasinya. Salah satu produk dari SIK Kabupaten/Kota adalah ”Profil Kesehatan Kabupaten Ngada”. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif). SIK Kabupaten/Kota diharapkan antara lain dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana Pembangunan Daerah tersebut serta sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara menyeluruh. Memasuki millennium ketiga. memberdayakan masyarakat dan atau kelompok masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan kesehatan. Kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas dari Sistem-sistem Informasi Kesehatan (SIK) Propinsi dan untuk memperoleh Sistem Kesehatan propinsi yang akurat maka diperlukan pemantapan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota hal ini disebabkan karena penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sesuatu yang sangat penting. dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menetapkan visi :” Masyarakat Ngada yang Mandiri untuk Hidup Sehat” yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Ngada menyadari. pengarus-utamaan gender.

3. pemantauan dan mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 dan tahun 2010 yang mengacu kepada Visi Kabupaten Ngada serta pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas – Puskesmas binaan dalam pencapaian Visi Kabupaten Ngada Sehat. Selain hal tersebut diatas tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 ini adalah dalam rangka menyediakan informasi kesehatan sebagai salah satu sarana untuk perencanaan.3 Sistimatika Penyajian Bab-1 : Pendahuluan Bab ini berisikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil Kesehatan dan sistematika dari penyajiannya. Dalam setiap terbitannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan. Bab-2 : Gambaran Umum Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Ngada. pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar. 1. fasilitas kesehatan. pendidikan. Data dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. pencapaian programprogram kesehatan dan keluarga berencana. bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya seperti kependudukan. dan status gizi masyarakat. Selain uraian tentang letak geografis. ekonomi.Profil Kesehatan Kabupaten Ngada adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Ngada yang diterbitkan setahun sekali. angka kesakitan. 1. pelayanan kesehatan dasar rujukan dan penunjang. pelayanan kefarmasian dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 2 . pemberantasan penyakit menular. Bab-3 : Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian. perbaikan gizi masyarakat. Bab-4 : Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar. Untuk mengetahui gambaran secara umum situasi atau keadaan kesehatan di Kabupaten Ngada. Untuk menyediakan data-data kesehatan yang berguna dalam pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 yaitu : 1. Untuk mengetahui hasil pencapaian program-program kesehatan serta permasalahanpermasalahan dalam pelaksanaan program di Kabupaten Ngada pada tahun 2009. 2. sosial budaya dan lingkungan. administratif dan informasi umum lainnya.

alat kesehatan. pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Bab-6 : Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. Selain keberhasilankeberhasilan. bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 3 . Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan. tenaga kesehatan. Upaya pelayanan kesehatan diuraikan dalam bab ini juga memuat indicator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota.

Jarak antara Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yang terletak di Bajawa yang terjauh adalah Maronggela (Kecamatan Riung Barat) 74 km kemudian Riung (Kecamatan Riung) 71 km dan yang terdekat adalah Surisina Kecamatan Bajawa yaitu 2 km. dengan luas wilayah 1.BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.92 km2. Dan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Jerebuu yaitu 82.5 o BT. Kondisi Geografis Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores bagian barat. bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur.94 km2 atau 20.1.07% dari keseluruhan luas wilayah.620.23% dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Ngada. Peta 2. Bagian utara berbatasan dengan Laut Flores. bagian selatan berbatasan dengan Laut Sawu. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 4 .26 km2 atau 5.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Wilayah administratif Kabupaten Ngada telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan kependudukan. Dimana kecamatan terluas adalah Riung 327.45o BT – 121. 78 Desa dan 16 kelurahan. propinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya pada koordinat 8o LS – 9o LS dan 120.

Gunung Inelika dengan ketinggian 1600 m. yang ditandai oleh sebagian besar terdapat di wilayah pantai selatan seperti di Kecamatan Aimere dan sekitarnya. serta adanya pegunungan lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada.Secara topografis Kabupaten Ngada terdiri dari daerah pantai.1 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Sumber : Ngada Dalam Angka. bagian tengah dengan dataran Kecamatan So’a. daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki ketinggian dari 0 meter sampai dengan lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut. begitupun Puskesmas yang terletak di kecamatan tersebut dikategorikan sebagai Puskesmas sangat terpencil. Medan dan jalan menuju beberapa desa masih sangat sulit dijangkau. Oleh karena wilayah terdiri dari dataran tinggi atau perbukitan menyebabkan akses terhadap fasilitas kesehatan cukup sulit.245 m. lembah. Dengan adanya sejumlah gunung tersebut. Bajawa merupakan ibukota Kabupaten Ngada terletak di daerah dataran tinggi sehingga akses transportasi dari dan ke ibukota propinsi cukup jauh dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. maka Kabupaten Ngada banyak memiliki daerah yang cukup curam serta daerah yang dapat dikategorikan sangat terpencil. 2009). Dataran rendah.2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 5 . Kecamatan Bajawa Utara dan bagian utara yang terbentang dari Kecamatan Riung Barat sampai dengan Kecamatan Riung. Gunung Lobo Butu dengan ketinggian 1800 m.2009. Grafik 2. Kecamatan Wolomeze. Dari data yang ada menunjukkan wilayah Kabupaten Ngada merupakan daerah perbukitan dengan rata-rata tingkat kemiringan tanah terbesar 15-25%. Profil Kesehatan Puskesmas. Sehingga Kecamatan Bajawa letak Ibukota Kabupaten Ngada serta kecamatan lainnya termasuk daerah sangat terpencil. (Ngada dalam Angka. yang ditandai dengan adanya gununggunung seperti. Berdasarkan ketinggian terhadap permukaan laut wilayah Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi : Dataran Tinggi. Hal ini dapat dilihat dari frekuaensi penerbangan transportasi udara maupun laut tidak terlaksana secara rutin harian. Gunung Inerie dengan ketinggian 2.

Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Luas Wilayah (km2) 152. maka terjadi penambahan penduduk pada tahun 2008 sebanyak 3885 jiwa (2.38 91.26 133.930 8.394 1.1 Luas Wilayah.864 34.757 6.Dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ngada masing-masing Kecamatan telah mempunyai Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan dengan nama-nama Puskesmas sebagai berikut : 1.352 Ratarata Jiwa/ RT 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 Kepadatan Penduduk/ km2 97 139 97 247 50 131 44 25 48 85 : Puskesmas Aimere : Puskesmas Koeloda : Puskesmas Watumanu : Puskesmas Kota dan Puskesmas Surisina : Puskesmas Waepana : Puskesmas Watukapu : Puskesmas Riung : Puskesmas Maronggela : Puskesmas Natarandang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Aimere Golewa Jerebuu Bajawa Bajawa Utara Soa Riung Riung Barat Wolomeze KABUPATEN Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 6 .998 138.388 7.9%). Jumlah Penduduk.50 250.49 103.795 4.19 1.30 167.992 32.827 7.012 jiwa. Kecamatan Wolomeze 2.318 1.14 327.050 Jumlah Rumah Tangga 3.620. Jika dibandingkan laju pertumbuhan penduduk selama 3 tahun terakhir menurut data BPS Kabupaten Ngada yaitu jumlah penduduk tahun 2007 sebanyak 134.015 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 71. Kecamatan Jerebuu 4.026 29. Tabel 2.94 312. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 67. Kecamatan Bajawa 5. Kecamatan Riung Barat 9.92 Jml Desa/kel 12 21 8 17 7 7 12 6 4 94 Jml Penduduk 14.309 11.656 2.127 jiwa (sudah dipisahkan dengan penduduk wilayah Nagekeo).035 jiwa dengan tingkat kepadatan 85 jiwa per km2.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Ngada jumlah penduduk Tahun 2009 sebanyak 138.397 3.72 82. jumlah penduduk 2008 sebanyak 138. Kecamatan Riung 8. Kecamatan Golewa 3.645 1. Kecamatan Aimere 2.265 7. Jumlah Rumah Tangga 29.894 1.947 14. Kecamatan Soa 6. Kecamatan Bajawa Utara 7. sedangkan laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1%.352 KK dan rata-rata jiwa per rumah tangga 5 jiwa per rumah tangga.050 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngada.

1) sedangkan ratio jenis kelamin kecamatan lainnya rata-rata sama yaitu diatas 90%.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Sumber : Ngada dalam Angka. Lebih banyaknya komposisi penduduk perempuan dibandingkan laki-laki memberikan ruang bagi sektor kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan terutama ibu. 20-24 tahun dan 1-4 tahun.Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan dengan penduduk perempuan. Menurut hasil Susenas 2007 secara keseluruhan penduduk Kabupaten Ngada berumur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja berjumlah 124. Dan juga perhatian lebih pada WUS (Wanita Usia Subur) dan PUS (Pasangan USia Subur). dengan ratio penduduk menurut jenis kelamin sebesar 94. karena mereka sangat berperan penting dalam keluarga. Ratio penduduk menurut jenis kelamin yang tertinggi di Kecamatan Wolomeze (98.0% dari seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas. 15-19 tahun. Komposisi penduduk Kabupaten Ngada dirinci menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan proporsi terbesar (penduduk laki-laki dan perempuan) berada pada kelompok umur 10-14 tahun.3 berikut ini. Grafik 2.1. Komposisi penduduk usia kerja yaitu yang beumur 15 – 64 tahun.2009. Profil Puskesmas 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 7 . Dan dikelompokkan menjadi “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”. Gambaran komposisi penduduk secara labih rinci dapat dilihat pada gambar 2. meningkat dibandingkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Ngada tahun 2008 yaitu 90.3. mengingat komposisi penduduk Ngada paling banyak pada usia produktif.3) dan Kecamatan Bajawa Utara (97.902 orang atau 77.

007 rupiah perkapita (2.3 Keadaan Sosial Ekonomi Tingkat ekonomi penduduk Kabupaten Ngada bisa dilihat dari pengeluaran penduduk menurut golongan pengeluaran <100.68% dari total penduduk.03%.000.000 – diatas 1. sedangkan penduduk dengan pengeluaran Rp. semua sudah memilki kartu jamkesmas baik Jamkesmas Pusat maupun Jamkesmas daerah. Penduduk miskin merupakan tanggungan Negara (Pasal 34 UUD 1945) sehingga pemerintah menyediakan Jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang terdata dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang memiliki kartu amkesmas atau menjadi peserta Jamkesmas.000 – 149.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup dalam Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Laporan Subdin Yankes.2.000 rupiah perkapita perbulan yaitu sebesar 28. • Penduduk Miskin Jumlah penduduk miskin yang terdata di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 65. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 8 .000.000 rupiah perkapita sampai 1.000.826 jiwa penduduk miskin yang terdata.11% (Susenas 2007). sehingga penyediaan dana oleh pemerintah terhadap sector kesehatan perlu ditingkatkan.259 rupiah (66. Sedangkan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk non makanan sebesar 69.98% dari seluruh pengeluaran (Ngada Dalam Angka.826 jiwa atau sebesar 47.41%) sedangkan untuk sector kesehatan sebesar 4. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan sebesar 138. 2009).113 rupiah perkapita atau hanya sekitar 1.000 rupiah dimana presentasi penduduk terbesar pada pengeluaran 100. Dari 65. Dapat dikatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada masih berada pada tingkat ekonomi rendah.000 atau lebih hanya berkisar 0. Rata-rata pengeluaran untuk sektor pendidikan sebesar 5.67%).33%).131 rupiah (33.1. Grafik 2. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian penduduk Kabupaten Ngada pada kesehatan masih rendah.

Dan jumlah masyarakat miskin yang tercakup Askeskin pada tahun 2007 sebanyak 42%.795 penduduk).22%. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2008 sebanyak 67.Dari gambar tersebut. Rincian lebih lengkap mengenai data penduduk miskin dapat dilihat pada lampiran tabel 36 dan 37. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 9 .998 penduduk terdata). yaitu 62% penduduk terdata sebagai penduduk miskin (4. Pelayanan Jamkesmas tahun 2009 pada masyarakat miskin dapat dilihat pada gambar berikut.9 dari keseluruhan penduduk) (Profil Kesehatan 2008) maka jumlah penduduk miskin Kabupaten Ngada mengalami penurunan sebanyak 1620 orang atau penduduk miskin berkurang sebesar 1. Jerebuu dan Bajawa Utara persentase penduduk miskin dibawah 50%. diketahui bahwa persentase masyarakat miskin terbanyak berada di wilayah Kecamatan Maronggela .914 penduduk miskin dari 4. Dengan semakin meningkatnya persentase cakupan jaminan kesehatan penduduk miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk miskin. Sedangkan kecamatan Golewa.079 penduduk miskin dari 8.309 penduduk terdata). Grafik 2.446 orang (48.818 penduduk miskin dari 7. Laporan Jamkesmas 2009 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase pelayanan penduduk miskin tertinggi terdapat di Puskesmas Watumanu (116%) dan Puskesmas Riung (116%). disusul oleh Kecamatan Bajawa Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 61% (5. Kedua Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan akses sarana transportasi seperti kondisi jalanan dan kendaraan yang cukup sulit untuk mencapai Ibukota kabupaten dalam hal ini RSUD Bajawa sebagai pelayanan rujukan strata 1. pada tahun 2008-2009 Program Askeskin digantikan oleh Jamkesmas dengan tujuan yang sama yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang terdata.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. kemudian kecamatan Wolomeze dengan persentase penduduk miskin 58% (2.

2.4 Tingkat Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk dicerminkan dengan angka melek huruf. Persentase penduduk melek huruf tertinggi di Kecamatan Aimere (89. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 10 . Penduduk 10 tahun keatas yang melek huruf di Kabupaten Ngada sebanyak 50. dengan persentase penduduk laki-laki 10 tahun keatas yang melek huruf sebesar 48.0%).04%. 2009. Ngada Dalam Angka. yaitu persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin.8% sedangkan perempuan lebih tinggi yaitu sebesar 51. Data lebih terperinci mengenai tingkat pendidikan dan angka melek huruf Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4 dan 5. Profil Kesehatan 2009. Dari gambar menunjukkan bahwa persentase tertinggi penduduk usia 10 tahun keatas berdasarkan tingkat pendidikan paling tinggi pada tingkat pendidikan SD/MI (40%) sedangkan yang tidak tamat SD/tidak mempunyai ijazah sebanyak 35% kemudian disusul dengan tingkat pendidikan SLTP (9.6%) dan terendah di Kecamatan Jerebuu (11.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber .0%). Sedangkan pesentase penduduk menurut tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 2.9% .

belum menggambarkan Angka Kematian sebenarnya di masyarakat. Pelayanan Kesehatan dan Faktor Genetika. baik struktur maupun fungsinya atau Keadaan dimana tubuh atau organisme atau bagian dari organisme/populasi yang diteliti tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari keadaan patologisnya. Jumlah bayi lahir mati yaitu kematian bayi sejak lahir sampai dengan 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik.BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Pengertian tentang keadaan sehat dan sakit sangat penting mengingat kita harus dapat menentukan ada/tidaknya permasalahan/penyakit diantara masyarakat dan seberapa besarnya masalah tersebut. walaupun masih dijumpai beberapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. karena sebagian besar kematian terjadi di rumah. dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi. 3. Sehingga jumlah kematian bayi. Menurut UU Kesehatan RI No. Indikator-indikator tersebut ditentukan oleh 4 faktor utama yaitu Perilaku Masyarakat. Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi. perilaku. Program pembangunan kesehatan di kabupaten Ngada ini dilaksanakan dikatakan cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.74% dari 3170 kelahiran. cacat. Lingkungan. sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Keempat faktor utama ini diintervensi melalui beberapa kegiatan pokok yang mempunyai dampak ungkit besar terhadap upayaupaya percepatan penurunan AKI.1 Mortalitas Data kematian yang terdapat pada masyarakat dapat diperoleh melalui survey. AKABA dan Peningkatan Status Gizi Masyarakat serta status Angka Kesakitan dan Kondisi Penyakit Menular. Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. Salah satu penyebab masih tingginya kasus lahir mati karena Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 11 . balita dan ibu maternal yang dilaporkan oleh petugas kesehatan. Faktor-faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan adalah : lingkungan. yang dimaksud dengan keadaan sehat adalah keadaan meliputi kesehatan badan. AKB. Beberapa indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI). atau 1. 23 tahun 1992. Secara sederhana keadaan sakit itu dinyatakan sebagai : Penyimpangan dari keadaan normal. Jumlah bayi lahir mati di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 55 kasus kematian. Kelahiran hidup sebanyak 3115 kelahiran. Angka Kematian Bayi (AKB). rohani ( mental ) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit.

maka AKB Kabupaten Ngada mengalami peningkatan. dan Kecelakaan. dengan absolut kematian sebanyak 55 kasus. AKB Propinsi NTT yang dilaporkan tahun 2007 sebesar 11/1000 KLH (1159 kematian). Trend Angka Kematian Bayi dper 1000 Kelahiran Hidup Di kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Jika dibandingkan dengan Angka kematian bayi (AKB) Kabupaten Ngada tahun 2008 sebesar 16. Ikterus. Cacat Bawaan.7 atau 18 per 1000 Kelahiran Hidup. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kelahiran maka persentase lahir mati mengalami peningkatan. Hal ini merupakan masalah serius yang harus segera diatasi sejalan dengan kebijakan Revolusi KIA Provinsi NTT yang menyatakan bahwa semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. a. penyebab lainnya adalah Aspirasi. Infeksi. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003 AKB Indonesia sebesar 35 per 1. dan persentase persalinan ditolong oleh dukun mengalami peningkatan. hal ini menunjukkan bahwa AKB Kabupaten Ngada lebih tinggi dari AKB Propinsi NTT. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lahir mati tahun 2008 sebanyak 59 kasus maka pada tahun 2009 mengalami penurunan. dimana 7.94% persalinan ditolong oleh Dukun atau sebanyak 250 persalinan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 12 . Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 17.masih banyak persalinan yang dilakukan tidak di sarana kesehatan dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan berkompetensi bidan.5/1000 Kelahiran hidup dengan absolut kematian sebanyak 57 kematian. Yang sama artinya setiap 1000 kelahiran hidup terjadi 18 kematian bayi. namun jumlah absolut kasus menurun. Malaria. Kejang.1. penyebab kedua adalah Pneumonia. Penyebab kematian bayi terbanyak adalah Asfiksia.000 KLH. Diare. Trend AKB di Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 3.

Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi. jantung dan Pre-eklamsia berat. 1 kasus terjadi di Kecamatan Riung Barat dengan penyebab Emboli Air Ketuban (Suspect Emboli Air Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 13 .000 KLH pada tahun 2015 (MDG’s).000 Kelahiran Hidup dengan absolut 7 kasus kematian ibu dari 3115 KLH. Jumlah kelahiran dan kematian bayi dan balita secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 2.9 atau 3 per 1000 Kelahiran Hidup. Febris dan Gizi Buruk. Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 224. Pustu dan Polindes. sedangkan penyebab kematian lainnya adalah Kejang. b. Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan. 1 kasus kematian terjadi di Kecamatan Riung dengan penyebab Perdarahan Post-Partum. Penyebab kematian Balita terbanyak adalah Pneumonia. Dari 7 kasus Kematian Ibu 3 kasus terjadi di Kecamatan Golewa dengan penyebab Perdarahan karena Kehamilan di Luar Kandungan (KET) dan perdarahan setelah melahirkan (post-Partum). walaupun terjadi penurunan pada tahun 2007. dan terjadi peningkatan AKB yang cukup tinggi pada tahun 2008 dan 2009. maka terjadi peningkatan AKI. c. Obs. maka tidak terjadi peningkatan atau penurunan. keadaan kesehatan kurang baik menjelang kehamilan.1 per 1000 Kelahiran Hidup. kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran.000 KLH atau 5 kematian dari 3464 KLH. Jika debandingkan dengan AKI Kabupaten Ngada Tahun 2008 yang dilaporkan sebesar 144/100. Namun secara absolut atau dilihat dari jumlah kasus kematian balita terjadi penurunan dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 9 kasus pada tahun 2009. Jika dibandingkan dengan AKABA tahun 2008 yaitu 3.AKB Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Mengatasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan dana untuk pelacakan kasus kematian bayi antara lain melalui kerjasama dengn AIP-MNH (Australia-Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt) dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi kebidanan serta pertemuan-pertemuan lintas sektor dan lintas program dengan petugas kesehatan di Puskesmas. Angka tersebut masih dibawah target IS 2010 yaitu sebesar 102/100. persalinan dan masa nifas.7 atau 225 per 100. serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. 2 kasus terjadi di Kecamatan Aimere dengan penyebab Hepatitis. atau peningkatan jumlah kematian.

Ketuban). Pendanaan. tabel 7. kurangnya sarana dan prasarana dalam pelayanan Emergensi Obstetrik dan Neonatal baik itu di Polindes. Jejaring Notifikasi bertugas untuk mendata semua sasaran kesehatan terutama ibu hamil. Upaya untuk menekan angka kematian ibu dilakukan denganmeningkatkan kemitraan bidan dan dukun untuk mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan dengan harapan agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR). Adanya kasus kematian ibu maternal di Kabupaten Ngada disebabkan oleh kurangnya kuantitas maupun kualitas tenaga bidan terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil. namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan AKI. Donor Darah. di Pustu dan Puskesmas. Selain tersebut diatas upaya yang dilakukan adalah penggerakan dan pengembangan Desa Siaga dengan membangun 5 jejaring yaitu Notifikasi.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 (per 100. jejaring Transportasi untuk memudahkan merujuk warga terutama ibu hamil Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 14 .000 Kelahiran Hidup) Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa AKI Kabupaten Ngada dari tahun 20052008 cenderung mengalami penurunan. Data kasus kematian ibu secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran. Grafik 3. Jejaring Pandanaan bertugas untuk mengumpulkan iuran atau dana solidaritas warga untuk kesehatan. masih ada pertolongan persalinan oleh dukun. kunjungan rumah ( sweeping ) post persalinan oleh petugas belum optimal. transportasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi dan KB. sehingga pada saat ibu hamil atau warga yang membutuhkan darah. bayi. balita dan kelompok rentan. Jejaring Donor Darah mendata semua golongan darah dari warga setempat. serta letak geografis yang masih sulit untuk mengakses sarana kesehatan dan belum diterapkannya P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) secara optimal. kondisi sosial ekonomi masih rendah untuk membiayai.

1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007 -2009 Tahun Tahun Tahun Jenis Penyakit 2007 2008 2009 % % % Infeksi Akut pada Saluran Pernapasan 21.81 7. 2.60 2.00 22. Sedangkan Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium mengalami peningkatan yaitu urutan ke-5 tahun 2007.64 37.07 Bag Atas Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium (Termasuk Malaria 4.52 4. Jejaring Kespro dan KB bertujuan untuk konseling KB pada PUS dan pendataan akseptor aktif.33 colera atau disentri Penyakit lain pada saluran pernapasan 9. 3. A. semester dan tahunan dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) Puskesmas dan sarana pelayanan swasta. jaringan pengikat (Pyk tulang blkg.68 27.ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.14 & rematik) Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan Lab) 17.99 Ginggivitis atau Penyakit Periodental 1.60 bag atas di luar ISPA Diare 2.53 Penyakit lainnya 26.02 6.50 3. Pola 10 Penyakit Terbanyak Dari laporan LB1 (Laporan Bulanan) puskesmas menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyakit yang selalu menduduki urutan teratas tiap tahunnya. triwulan.38 2.95 Penyakit Kecacingan 1. hal ini disebabkan karena telah tersedianya sarana dan prasarana laboratorium di Puskesmas untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 15 .05 5.23 Infeksi Penyakit Usus lain di luar diare. 2009 Dari data penyakit diatas menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas merupakan penyakit pada urutan pertama selama 3 tahun terakhir ini.02 1. ke-3 tahun 2008 dan urutan ke-2 tahun 2009.16 No 1 2 Trend ↑ ↑ 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ↑ ↓ ↑ ↓ ↑ Sumber : Laporan Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Khusus dan Rujukan. radang sendi 6.71 40.61 2.46 7.66 Scabies 1.41 14.2 Morbiditas Angka kesakitan penduduk diperoleh dari pengumpulan data di masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui kunjungan rumah dan laporan bulanan. Terobosan lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah dengan mencanangkan REVOLUSI KIA yaitu Semua Persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai.35 Tropika) Penyakit pada sistem otot. yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.

Pustu. dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. Semua penderita Malaria dengan gejala klinis maupun positif yang berkunjung ke Puskesmas. Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah kasus malaria klinis terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa/ke Puskesmas Kota sebanyak 2. Sedangkan kasus malaria positif pemeriksaan darah di laboratorium sebanyak 7912 kasus atau sebanyak 42. Penyakit Menular Bersumber Binatang 1. Jumlah kasus malaria klinis (demam tinggi disertai dengan menggigil) di Kabupaten Ngada masih tinggi.pemeriksaan parasit malaria. Penderita malaria klinis di Kecamatan Bajawa Utara wilayah kerja Puskesmas Watukapu dan Kecamatan riung Barat wilayah kerja Puskesmas Maronggela serta kecamatan Wolomeze wilayah kerja Puskesmas Natarandang tidak dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium karena di Puskesmas bersangkutan belum tersedia Laboratorium kesehatan. terlihat dari jumlah penderita tahun 2009 (yang berobat ke Puskesmas) sebanyak 10. Grafik 3.balita dan lansia. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 16 . Malaria Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terutama di Kabupaten Ngada yang merupakan daerah endemik malaria. data malaria klinis ini sebagian besar merupakan pasien yang berobat ke Pustu maupun Polindes.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Kesehatan 2009. 2009. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar 57 per 1000 penduduk.46% dari seluruh kasus penderita malaria klinis.736 kasus. B.721 kasus. Laporan Bidang Kesmas. dan hal ini menyebabkan Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan laboratoris) mundur ke urutan ke-4. dengan AMI (Annual Malaria Incidence) 78 per 1000 penduduk. yang tidak tersedia laboratorium dasar. Polindes maupun ditemukan pada saat pusling diberikan pengobatan malaria.

(2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu. Bajawa. Daerah Endemis Malaria Ringan atau Rendah adalah Kecamatan Riung dan Wolomeze. dengan AMI paling tinggi yaitu 172 per 1000 penduduk. pemasangan kasat kasa di rumah.776 kasus pada tahun 2008 maka kasus malaria klinis mengalami penurunan. Sedangkan daerah dengan endemis malaria Sedang adalah Kecamatan Golewa. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit malaria dalam bentuk peran serta masyarakat melalui : (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas. Lebih terperinci mengenai Malaria dapat dilihat pada lampiran Profil tabel 11. pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent). pemakaian baju tebal dan (3) menghilangkan atau membersihkan sarang nyamuk menghilangkan genangan air. Aimere. memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air. Penyebaran wilayah endemis malaria dapat dilihat pada peta berikut : Peta 3.1 : Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Dari peta diatas diketahui bahwa daerah dengan potensi endemis berat atau tinggi adalah Kecamatan Soa.Jika dibandingkan dengan jumlah kasus Malaria Klinis 20. Bajawa Utara dan Riung Barat. Trend kasus malaria selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini: Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 17 .

Grafik 3.000 penduduk maka tahun 2009 terjadi penurunan kasus DBD. kurang efektifnya Fogging Fokus dengan Fogging sebelum penularan. Menurunnya kasus malaria menunjukkan derajat kesehatan masyarakat semakin baik yang juga didukung oleh bantuan Global Fun ATM yaitu Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam pemberantasan penyakit Malaria sejak tahun 2006 terutama bantuan kelambu berinsektisida. namun kasus-kasus ini sebagai akibat mobilitas penduduk. Pada tahun 2009 Angka Kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sebesar 7 per 100. dan menurun pada tahun 2009. belum memasyarakatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah masalah yang perlu diperhatikan di Kabupaten Ngada. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 dengan Angka Kesakitan 30 per 100. 2. Demam Berdarah Dengue (DBD) Kondisi yang menyebabkan DBD adalah Tingginya mobilitas penduduk.000 penduduk dengan absolut sebanyak 9 kasus. Sedangkan kasus malaria positif mengalami cenderung menagalami peningkatan dari tahun 2005-2008. Dari data menunjukkan bahwa DBD merupakan kasus atau penyakit yang bersifat periodik atau mempunyai siklus waktu tertentu Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik diatas menggambarkan jumlah kasus malaria klinis selama 5 tahun terakhir (2005-2009) cenderung menurun dan mengalami penurunan pada tahun 2009. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 18 .

000 penduduk di tahun 2009. Di kabupaten Ngada pada tahun 2008 terdapat 26 kasus filariasis yang terdapat di kecamatan Bajawa Utara dan Riung Barat.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Sumber : Profil Puskesmas 2008. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Brugia Malayi dan Brugia Timori. Meningkat dari 2 per 100.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 6 per 100. Anopheles dan Culex. Filariasis Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”. sampai dengan tahun 2003 kasus kronis Filariasis telah menyebar ke 30 provinsi pada lebih dari 231 kabupaten dengan jumlah kasus kronis 6. dari beberapa jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor Filariasis yaitu Mansonia.000 penduduk pada tahun 2008 dan menurun menjadi 7 per 100.namun penderita tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1970an dan sudah diberi tatalaksana/pengobatan. kemudian menurun menjadi 3 per 100. 3. Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria. Angka Kesakitan DBD dilihat dari gambar diatas mengalami peningkatan setiap 2 tahun. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 19 .000 penduduk pada tahun 2006. yaitu Wucherecia bancrofti.635 orang.000 penduduk pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan menjadi 30 per 100. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap. Di Indonesia.Grafik 3.

walaupun bengkak pada kakinya tetap ada. namun tidak bertambah besar. dan 12. Dan CFS atau Case Fatality Rate atau persentase korban meniggal karena kasus Rabies adalah 4. 4. hal ini dikarenakan adanya penjaringan penderita dengan gejala klinis TB paru dan adanya pemeriksaan kontak serumah. TB Paru WHO memperkirakan pada saat ini. dari laporan Puskesmas oleh pengelola P2TB (pencegahan dan Penanggulangan Tuberculosis) suspek TB Paru atau suspek dengan gejala-gejala klinis menderita TB paru sebanyak 426 orang. Sedangkan pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus filariasis. Akibat gigitan HPR ini terdapat 1 korban meninggal dari Kecamatan Soa. sosial ekonomi masyarakat. Jika dibandingkan dengan kasus TB Paru pada tahun 2008.000 penderita baru TB) dan 140. C. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar ke-3 di dunia.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC.1% (86 kasus) tidak VAR lengkap.9% dari 583. dengan Attack rate 1.4% (202 kasus) diberikan VAR lengkap.5% (41 kasus gigitan) tidak diberi VAR. Di Kabupaten Ngada. dimana suspek TB Paru sebanyak 240 orang.17% atau 1 korban meninggal dari 24 kasus gigitan yang berasal dari Kecamatan Soa. maka mengalami penurunan. yang setiap tahunnya diperkirakan ada penderita baru TB menular sebanyak 262. Penyakit Menular Langsung 1. maka penderita kasus gigitan HPR langsung diberikan VAR atau Vaksin Anti Rabies. dan desa tersebut dikatakan rawan terhadap kasus Rabies.000 orang (44. Lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 13. dan tidak ditemukan penderita baru. Dari 329 kasus gigitan diantaranya 61. oleh karena Kabupaten Ngada merupakan daerah Endemik Rabies. 26. Rabies Di Kabupaten Ngada Pada tahun 2009 dilaporkan adanya kasus gigitan HPR (hewan Penular Rabies) sebanyak 329 kasus. Dan angka kesembuhan penderita TB BTA + sebesar 62% atau 29 penderita sembuh. Penderita yang dobati adalah yang BTA positif sejumlah 47 penderita atau 100%.55. dimana pernah terjadi kasus rabies. maka pada tahun 2009 mengalami peningkatan. Sedangkan kasus TB Paru dengan BTA+ mengalami Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 20 . apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan. Angka tersebut diyakini sangat memungkinkan. namun 44 kasus Filariasis pada tahun 2007 terjadi di kecamatan Boawae yang pada tahun 2008 sudah masuk wilayah Kabupaten Nagekeo. Bila dibandingkan dengan kasus Filariasis tahun 2007 sebanyak 44 kasus. Dari 426 penderita yang dinyatakan positif TB dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak/sputum yang positif BTA (Basil Tahan Asam) sebanyak 47 orang atau 11%. serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini. dan eliminasi terhadap HPR belum secara total dilakukan.

Angka kesembuhan pengobatan TB paru tidak mengalami peningkatan yaitu 62 % pada tahun 2008 dan 2009. 2. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan Di kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Dari Grafik dapat dilihat bahwa penderita TB Paru klinis paling banyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Waepana kemudian disusul Wilayah Kerja Puskesmas Koeloda. jika dibandingkan dengan Angka Kesakitan Diare tahun 2008 19. sehingga pengobatan TB sebagian besar diawasi oleh petugas kesehatan. hal ini disebabkan belum optimalnya Pengawasan Minum Obat (PMO) di tingkat keluarga. Grafik 3.76% diantaranya merupakan penderita balita (1437 kasus). Jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa diare sebanyak 2. Diare Pada tahun 2009 Peyakit Diare menduduki urutan ke-7 dalam Pola Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. TB Paru BTA Positif. Pustu. Polindes dan Pusling (tidak termasuk RSU) di Kabupaten Ngada. Watukapu dan waepana. Diare pada balita ditangani 100% atau semua penderita diare balita ditangani dengan pemberian oralit maupun infus (Rnger Laktat/RL). Suspek TB Paru pada Puskesmas Maronggela. maka terjadi penurunan Angka Kesakitan Diare.6 Perbandingan TB Paru Klinis. pemeriksaan sputum terhadap BTA dilakukan di Laboratorium Puskesmas Waepana.488 kasus dan 57.4 per 1000 penduduk. Angka Kesakitan Diare tahun 2009 sebesar 18 per 1000 penduduk. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 21 .penurunan yaitu 66 orang pada tahun 2008 menjadi 47 orang pada tahun 2009. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 9.

6 kasus ditemukan pada tahun 2008 dan 4 diantaranya sudah meninggal. dan 6 diantaranya meninggal. meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangannya. perkembangan teknologi yang semakin pesat. Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) melalui suntikan memberikan kontribusi yang besar terhadap meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS. penderita HIV/AIDS yang hidup dan terdata sebanyak 9 orang. 3 diantaranya meninggal. 3 diantaranya meninggal. dimana yang nampak hanya sebagian kecil saja. tahun 2006 ditemukan sebanyak 3 kasus dan telah meninggal semuanya.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi Di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Dari gambar kasus diatas. terjadi fluktuasi penemuan penderita HIV/AIDS dan trend kasusnya cenderung meningkat. Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa itu adalah penyakit yang memalukan. tahun 2007 ditemukan sebanyak 5 kasus HIV/AIDS. sehingga banyak sekali kasus yang tidak terjaring. Semakin tingginya mobilitas penduduki antar wilayah. tahun 2004 2 kasus dan tahun 2003 1 kasus. Gambar 3. Dari 29 kasus tersebut. Jumlah penderita HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 sampai 2009 sebanyak 29 penderita. Dan beberapa suspek atau orang yang dicurigai menderita HIV/AIDS menolak untuk mengikuti pemeriksaan darah. meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman seiring dengan zaman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika. HIV/AIDS Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus di Kabupaten Ngada menunjukkan peningkatan.3. dilihat dari penambahan jumlah kasus. penyebaran pembangunan ekonomi. Dan dari 29 kasus tersebut. 8 kasus ditemukan tahun 2009. tahun 2005 ditemukan 4 kasus. Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah membentuk KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) pada tahun 2008 sesuai Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 22 . Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada merupakan fenomena gunung es.

10. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3. Grafik 3.9. jenis pekerjaan dan jenis kelamin. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada tahun 2003-2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 23 . Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.dengan Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2007 dan telah membentuk jasringan ODHA dan OHIDHA.8. Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran penderita HIV/AIDS menurut kelompok umur.

dan Case Fatality Rate atau Rasio korban meninggal karena rabies dibanding korban gigitan HPR sebesar 4. status gizi wanita usia subur. dan langsung diberi tatalaksana atau penanganan pengobatan kasus tersebut. Kurang Energi Kronik (KEK). yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang. D. status gizi balita. BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). Pada tahun 2009 dari deteksi dini IMS yang dilakukan terdapat 63 kasus IMS. 4. IMS Deteksi dini kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dilakukan di Puskesmas dengan menerapkan managemen PMS pada ibu hamil yang datang ke sarana kesehatan. dan terbanyak pada kelompok umur 21-25 tahun dan 26-30 tahun. Pada tahun 2009 terjadi KLB Rabies di Kecamatan Soa yaitu terdapat 1 korban meninggal karena Rabies dari 24 kasus gigitan di Kecamatan Soa. Menurut jenis kelamin kasus HIV sebagian besar ditemukan pada laki-laki yaitu 19 kasus. 3. Status gizi janin dan bayi sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil atau ibu menyusui. Di negara berkembang.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2. Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY).3 Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum.551 penduduk. yang sudah menjalankan kegiatan deteksi dini IMS ini adalah Puskesmas Aimere dan Kota. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain. Namun kegiatan deteksi dini IMS atau PMS di Kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal.55% dengan jumlah penduduk sekitar yang terancam 1. Pekerjaan sebagai Sopir merupakan kasus terbanyak ketiga. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.Dari gambar diatas diketahui bahwa terdapat kasus HIV/AIDS pada penduduk kelompok umur 0-5 tahun (balita) 1 kasus. A.17 %. Attack Rate 1. bayi dengan Berat Badan lahir Rendah (BBLR). Kejadian Luar Biasa Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan wabah. karena disamping merupakan faktor predisposisi seperti penyakit infeksi yang dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual. hal ini disebabkan karena mobilisasi para sopir antar daerah. banyak BBLR dengan IUGR Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 24 . yang wilayah kerjanya terdapat kasus HIV/AIDS. Sedangkan menurut jenis pekerjaan terbanyak pada IRT (Ibu Rumah Tangga) dan swasta.

11 Perkembangan Persentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada Tahun 2004-2009 Sumber : Profil Puskesmas. Meskipun semua bayi BBLR pada tahun 2009 ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan namun tindakan atau upaya-upaya preventif harus tetap dilaksanakan untuk menekan angka kejadian BBLR. untuk menanggulangi masalah gizi atau untuk memperoleh gambaran konsumsi gizi di tingkat rumah tangga dan status gizi masyarakat dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Pemantauan Status Gizi (PSG) atau Pemantauan Wilayah Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 25 . Kategori yang digunakan adalah : gizi lebih (zscore>+2 SD). Perkembangan kasus BBLR di Kabupaten Ngada sejak tahun 2004 sampai 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 3. gizi kurang (z-score<-2 SD sampai 3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD). Di Kabupaten Ngada. Lebih rinci mengenai Bayi BBLR dapat dilihat pada lampiran tabel 15. Salah satunya adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini ke sarana pelayanan kesehetan dan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. anemia. gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD). malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil.78% dengan absolut 54 bayi. B.karena ibu berstatus gizi buruk. dan semua bayi BBLR telah ditangani oleh tenaga kesehatan. Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). Bayi BBLR di kabupaten Ngada yang dilaporkan Puskesmas dari 3115 kelahiran hidup 93% diantaranya yang ditimbang (2893 LH) dan yang BBLR sebanyak 1. dan menurun lagi pada tahun 2009 (54 kasus). dimana cenderung terjadi penurunan dari tahun 2004 (183 kasus) sampai tahun 2006(96 kasus). namun pada tahun 2007 terjadi peningkatan kasus yang signifikan (154 kasus) dan mengalami penurunan pada tahun 2008 (70 kasus). Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. 2009 Perkembangan persentase kasus BBLR di Kabupaten Ngada selama 6 tahun terakhir mengalami fluktuasi.

321 balita yang terdata. 254 diantaranya adalah bayi BGM. 2008 Dari gambar diketahui bahwa status gizi baik Kabupaten Ngada sebanyak 91. bila dibandingkan tahun 2008 maka jumlah kasus gizi buruk mengalami penurunan. perlu kerjasama yang baik dengan sektor terkait seperti ketahanan pangan. Dari 484 balita BGM. Namun masih terdapatnya kematian balita akibat gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan. gizi kurang 828 kasus atau 8.12 Proporsi Status Gizi Baik. Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebanyak 4. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Seksi Gizi. Hasil PSG/PWS yang dilaksanakan 2009 di posyandu atau sekitar 76. peran keluarga yaitu orang tua balita dan pemenuhan kebutuhan gizi dari saat ibu hamil sampai saat anak lahir dan bertumbuh kembang. sedangkan 4 orang balita gizi buruk dengan penyakit penyerta telah dirawat di sarana kesehatan. Disadari bahwa untuk mengatasi masalah ini sektor kesehatan saja tidak akan mampu mengintervensi masalah gizi buruk sampai ke akar.944 balita yang datang dan ditimbang Bila dibandingkan dengan cakupan balita ditimbang tahun 2008 yaitu 85% mengalami penurunan. Grafik 3.59% meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2008 yaitu 88%.2%. dan yang telah diberikan MP ASI (makanan Pendamping ASI) untuk menambah asupan gizinya sebanyak 105 bayi. Upaya yang dilakukan terhadap 20 orang balita gizi buruk adalah dengan pemberian PMT Pemulihan. Hasil pemantauan status gizi balita yang datang ke Posyandu 67. sedangkan balita gizi buruk sebesar 0. dan telah mengalami peningkatan berat badan. sedangkan gizi buruk 21 kasus atau 0.Setempat (PWS) di seluruh kecamatan.42% dengan absolut 484 balita. Kematian balita yang disebabkan oleh gizi buruk sebanyak 2 balita. terdapat 10.21%. ini menunjukkan hasil yang baik dari pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Keluarga. dan pertanian. sektor ekonomi dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 26 .52% berat badan naik dengan absolut 7388 balita.42% dari seluruh balita pada tahun dari 14.19% atau 21 balita.

4 Umur Harapan Hidup Penurunan angka kematian bayi sangat berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH). sehingga perubahan derajat kesehatan terutama pada Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 27 . sehingga tidak menjadi kecamatan rawan gizi. Soa dan Riung. Kecamatan dengan potensi sedang rawan gizi yaitu kecamatan Wolomeze dan Bajawa. namun tetap mendapat penanganan yang lebih untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. Aimere. Sedangkan kecamatan yang berpotensi berat rawan gizi yaitu Kecamatan Golewa. 3. Bajawa Utara. untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan upaya preventif untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. dimana prevalensi gizi buruk dan kurangnya berkisar antara 6%-10%. Angka kematian bayi merupakan indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. bisa dikatakan kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan Jerebuu. Kecamatan dengan prevalensi gizi buruk dan kurang potensi ringan.2 Dari gambar diatas diketahui bahwa Kecamatan Riung Barat merupakan Kecamatan Rawan Gizi yaitu kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada balita lebih dari 15%. Data selengkapnya tentang status gizi dapat dilihat pada lampiran tabel 16 dan 24. Peta 3.sektor pemberdayaan dan penggerakan masyarakat desa.

Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 28 .3 tahun.6 tahun. dimana urutan pertama adalah Kota Kupang yaitu laki-laki 70 tahun dan perempuan 73. Umur Harapan Hidup di Kabupaten Ngada untuk laki-laki mencapai usia 64. Menurut Estimasi Ngada dalam Angka.8 tahun. Angka ini bila ditinjau tingkat Propinsi NTT. Dan urutan ketiga setelah Kabupaten Ngada adalah Kabupaten Ende dengan UHH laki-laki 64 tahun dan perempuan 68. meningkatnya Umur Harapan Hidup secara tidak langsung juga member gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat. 2009 (Badan Pusat Statistik).6 tahun dan perempuan 68. Ngada menduduki urutan kedua.penurunan AKB dan kenaikan UHH.

yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang diutamakan pada kegiatan promotif dan preventif. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. Angka capaian ini belum merupakan K1 murni melainkan jumlah kunjungan pertama ibu hamil ( kontak pertama ). Pemberian Tablet Besi. Untuk meningkatkan cakupan K1. cakupan ini menurun dibandingkan cakupan tahun 2008 yaitu 93. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khusunya untuk tahun 2009.BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. sebesar 83. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan yang selanjutnya berpengaruh hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi. 4. 1.1 Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya. dokter umum. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : A. Pelelayanan ANC standar yaitu Penimbangan Berat Badan. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapat pelayanan antenataldi fasilitas kesehatan sesuai standar paling sedikit 4 (empat) kali. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat. perlu adanya sosialisasi terutama bagi ibu hamil untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 29 . Cakupan pelayanan kunjungan baru ibu hamil ( K1 ) di Kabupaten Ngada tahun 2009 berdasarkan data dari Puskesmas. pemeriksaan tensi dan Konsultasi. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. Cakupan K1 merupakan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan kehamilannya.8%.2%. telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama. Pemberian Imunisasi TT.

90%.53%). sehingga sweeping ibu hamil sangat penting untuk dilakukan. Bila dibandingkan dengan target SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan tahun 2010 yaitu K4 ibu hamil 95%. maka pencapaian secara kabupaten belum memenuhi target. Masalah adalah dukungan dari keluarga ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara dini di fasilitas kesehatan masih sangat kurang. Permasalahan tidak tercapainya K4 adalah tidak tercapainya K1 murni yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali pada triwulan 1/sebelum lewat dari 3 bulan kehamilan.27% yaitu 2630 ibu hamil dari 4674 proyeksi ibu hamil/ ibu hamil yang diperkirakan. 2009 Gambar diatas menunjukkan bahwa baik secara kecamatan maupun kabupaten cakupan pelayanan ibu hamil K4 masih jauh dari target SPM yaitu 95%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 30 . Grafik 4.memeriksakan diri ke Puskesmas. Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 56. Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) selama masa kehamilan dimaksudkan untuk mengatasi kasus anemia ibu hamil serta meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe selama masa kehamilan hingga persalinan. Data selengkapnya mengenai pelayanan ANC ibu hamil dapat dilihat pada lampiran tabel 17.1 Persentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wialayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Selain itu juga banyak kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan pada usia dini atau usia lanjut yang menyebabkan ibu hamil malu untuk memeriksakan kehamilannya. Kecamatan dengan pencapaian paling rendah yaitu kecamatan Soa Puskesmas Waepana (30. karena masih adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yaitu kehamilan harus disembunyikan dari hal-hal gaib dan semacamnya. Sedangkan cakupan K4 sebesar 58. Namun kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan dana dan prasarana untuk pendataan ibu hamil dan kekurangan tenaga sehingga banyak bidan yang mempunyai tugas rangkap.

Grafik 4. kesalahan pencatatan dan pelaporan atau masalah teknis lainnya. dimana satu kali pemberian Fe sebanyak 90 tablet. Seharusnya cakupan Fe3 sama dengan cakupan K4 karena setiap memeriksakan kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan setiap triwulan ibu hamil harus diberikan tablet Fe. misalnya kelalaian petugas kesehatan. dan dikonsentrasikan pada pertolongan persalinan. 2. keterlambatan merujuk dan pertolongan persalinan masih dilakukan oleh dukun bersalin. 2009 Pemberian tablet Fe3 dimaksudkan bagi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya. Berbagai upaya telah dilakukan.5% sedangkan cakupan Fe3 terendah adalah kecamatan Bajawa Utara (Puskesmas Watukapu) yaitu 28. Tahun 2009 dan 2010 Pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Kesehatan dibantu dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Program AIP-MNH NTT (Australia – Indonesia Partmership for Maternal and Neonatal Health in NTT).5%. hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (professional). kecuali ibu hamil dengan malaria positif. dengan cara pemecahan masalah Kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan tim kabupaten yang dikenal dengan DTPS (District Team Problem Solving). Tujuan utama program ini adalah mengupayakan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi NTT.2 Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe3) pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Adanya selisih antara kedua cakupan tersebut perlu ditelusuri lagi sebab-sebab yang mungkin terjadi. karena permasalah kematian ibu yang utama terjadi di Kabupaten Ngada adalah perdarahan pada persalinan. pada tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 31 . Kecamatan dengan cakupan Fe3 paling tinggi adalah kecamatan Wolomeze (Puskesmas Natarandang) yaitu 83. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 25. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan.

Cakupan pertolongan persalinan per wilayah kerja Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 32 . Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2008 dan 2009 bila dibandingkan dengan target SPM Indonesia Sehat 2010 yaitu 90%. sistim pelayanan yang lebih komlplex dibandingkan dengan pustu dan polindes dan akses ke rumah sakit lebih dekat apabila harus dilakukan rujukan. Namun dengan adanya Keputusan Gubernur NTT nomor 42 tahun 2009 tentang Revolusi KIA yaitu Semua Persalinan Dilakukan di Faslitas Kesehatan yang Memadai maka diharapkan pencapaian pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk Kabupaten Ngada 95 sampai 100%. tenaga dokter. Yang dimaksudkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Ngada adalah Puskesmas dimana telah tersedia peralatan pertolongan persalinan. bidan dan perawat yang mempunyai kompetensi.3 Trend Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2005-2009. Grafik 4. maka untuk Kabupaten Ngada telah mencapai target.9% dari ibu bersalin. obat-obatan yang cukup. kemudian mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan menurun pada tahun 2009. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami fluktuasi yaitu cenderung meningkat dari tahun 2005 ke tahun 2006.2009 persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan sebanyak 250 persalinan atau 7.

ketuban pecah dini. dan cakupan terendah adalah Kecamatan Riung Barat atau wilayah kerja Puskesmas Maronggela. Deteksi resiko. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 17.31% ibu hamil risti tersebut ditangani di Puskesmas sedangkan sisanya ditangani dengan merujuk ke RSUD sebagai Sarana rujukan strata 1 di Kabupaten Ngada.4 Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. letak sungsang pada primigravida. infeksi berat/sepsis.Grafik 4. beberapa ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan harus dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan kemampuannya maupun prasarana penanganan risti di desa dan Puskesmas. eklampsia. Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi yaitu keadaan penyimpangan dari normal. perdarahan pervaginam. letak lintang pada usia kehamilan >32 minggu. karena banyak sekali risiko-risiko yang bisa dialami pada masa kehamilan. Penanganan yang dimaksudkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 33 . oedema nyata.40% dari keseluruhan proyeksi ibu hamil. persalinan premature. Puskesmas Watumanu Kecamatan Jerebuu. Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi Masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian besar pada ibu. Di Kabupaten Ngada persentase ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdata oleh Puskesmas sebesar 6. Puskesmas Kota Kecamatan Bajawa dan Puskesmas Waepana Kecamatan Soa. Yang dimaksudkan dengan Risti/Komplikasi pada ibu hamil yaitu apabila HB < 8g%. tekanan darah tinggi. 3. 2009 Dari gambar diatas terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan di 5 Puskesmas telah mencapai bahkan melebihi target SPM yaitu Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere. dan 92. Sedangkan 4 Kecamatan lainnya belum mencapai target SPM. Puskesmas Koeloda Kecamatan Golewa.

Bila dilihat menurut kecamatan. petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. dengan kesenjangan 7. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 yaitu 80%. Persentase ibu hamil risti dan ibu hamil risti ditangani dapat dilihat pada gambar berikut ini dan data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 28. Grafik 4. Koleoda. Maronggela dan Natarandang. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali. maka belum mencapai target. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Gambaran presentase Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 34 .41%. dan tingginya mobilitas penduduk di Ibukota Kabupaten menyebabkan kesulitan untuk melakukan KN2. cakupan kunjungan neonatus di beberapa puskesmas mencapai diatas target SPM yaitu Puskesmas Aimere. Cakupan Kunjungan Neontaus kedua kali tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Maronggela sedangkan terendah di wilayah kerja Puskesmas Kota.5 Cakupan Ibu Hamil. KN2 Puskesmas kota terendah karena banyak persalinan dilakukan di bidan praktek swasta sehingga persalinannya tercatat namun kunjungan neonatus tidak tercatat. Kunjungan Neonatus Bayi umur 0 – 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. 2009 B.disini yaitu penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang terlatih di Puskesmas Perawatan dan RS pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif). satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari. Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita 1.59%. Riung. Cakupan kunjungan neonatus (KN2) Kabupaten Ngada pada tahun 2009 sebesar 72.

22%. bidan. Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan pelayanan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter.6 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan. paling sedikit 4 kali (bayi).cakupan kunjungan neonatus menurut kecamatan pada tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini sedangkan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 15. Grafik 4. hal ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan cakupan tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 35 . 2 kali (neonatus).7 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 2009 Hasil pengumpulan data/indikator kinerja SPM dari Puskesmas di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2009 sebesar 76. Grafik 4. 2009 2.

Grafik 4. Pencapaian tersebut belum memenuhi target SPM yaitu 90%. masih belum memenuhi target SPM yaitu 100%. Usia Sekolah dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah (balita).9%. tidak dibawa lagi ke Posyandu untuk deteksi tumbuh kembang. maka cakupan Kunjungan Bayi kurang lebih 4 kali di Puskesmas Waepana telah melebihi target SPM yaitu 93.8 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah. belum dioptimalkan oleh semua Puskesmas karena keterbatasan tenaga dan dana. Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan remaja yaitu siswa SMP/SMU. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah. 3. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 (90%). Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 15. Usia Sekolah dan Remaja di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 76.07%. Data selengkapnya mengenai pelayanan pra sekolah.2008 yaitu 86. Hal ini dikarenakan banyak balita yang sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Kesehatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Jika dikaji per wilayah kerja Puskesmas . Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) merupakan cakupan anak umur 0 – 5 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh kembangnya sesuai dengan standar paling sedikit 2 kali pertahun.55%. cakupan kunjungan bayi belum memenuhi target.88%. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 36 . Sedangkan cakupan pelayanan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/kader kesehatan sekolah) melalui penjaringan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 64. serta pelayanan kesehatan pada remaja. dan pencapaian terendah adalah Puskesmas Watukapu 54.6%. pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat.42. Cakupan pelayanan Kesehatan Apras. Data dari beberapa puskesmas menunjukkan pencapaian tahun 2009 sebesar 23. usia sekolah dan remaja dapat dilihat pada lampiran tabel 18.

Dan proporsi PUS yang merupakan peserta KB aktif sebesar 71. masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 80% bayi yang ada mendapat ASI Eksklusif. Program KB dikhususkan pada pasangan usia subur (PUS).05% sedangkan peserta KB Baru atau pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi sebesar 13. Namun demikian pemantauan atau pengawasan pemberian ASI Eksklusif dirasa belum maksimal sehingga cakupan pemberiannya masih sangat rendah. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 19. Metode KB atau kontrasepsi yang tersedia adalah MKJP dan Non MKJP.15 %. Pelayanan KB Program KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pelatihan tenaga konselor ASI Eksklusif bagi para bidan dan kader posyandu. Upaya yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan berupa penyampaian informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif dan pentingnya ASI Ekslusif serta manfaat bagi ibu bila menyusui. untuk tahun 2009 cakupan ASI Eksklusif baru mencapai 46. Data selengkapnya mengenai ASI Ekslusif dapat dilihat pada lampiran tabel 32. MKJP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas Di Kabupaten Ngada Tahun 2009 C.70%. ASI Eksklusif ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. sedangkan non MKJP adalah metode Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 37 . karena itu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 ( enam ) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 ( dua ) tahun. MOP/MOW (Metode operatif pria/metode operatif wanita) dan implant. Grafik 4.965 PUS. Pada tahun 2009 PUS yang tercatat berjumlah 20.4.

lebih rinci mengenai cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila dapat dilihat pada lampiran tabel 39. E. Persentase tertinggi alat/cara KB aktif yang digunkan oleh PUS peserta KB adalah pemakaian KB suntik yaitu 44.11 dibawah ini.19% dan pelayanan kesehatan usila sebesar 51. Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi. Pada tahun 2009. persentase desa yang telah mencapai UCI dilaporkan sebesar 81. Polio. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 38 . Pelayanan kesehatan prausila dan usila paling tinggi pada kecamatan Riung dan Kecamatan Riung Barat. DPT dan campak diatas 80%. kondom dan obat vagina. sedang rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 20.48%. Gambaran presentase alat/cara KB yang diapakai peserta KB aktif dapat dilihat pada grafik berikut ini. WUS dan anak sekolah dikatakan mencapai UCI apabila cakupan imunisasi BCG.919% atau 77 desa dari 94 desa. berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan tingkat perlindungan masyarakat (herd imunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i). sedangkan rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran tabel 22. seperti pada grafik 4. Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (usila) yaitu yang berumur 45-59 tahun dan pelayanan usila yaitu yang berumur 60 tahun keatas tahun 2009 adalah sebesar 37. pil. Dengan rincian pelayanan kesehatan pra usila sebesar 31.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Grafik 4. ibu hamil.34% kemudian alat KB Pil sebesar 19. 2009 D.20%.55%. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu.kontrasepsi jangka pendek yang meliputi suntik.

Difteri. Pustu dan Polindes serta sarana kesehatan lainnya. Pelayanan imunisasi bayi di Kabuputen Ngada dilakukan di Posyandu. DPT 3 kali. Pertusis. cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik 4. HB 3 kali dan campak 1 kali. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali.Grafik 4. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 39 . Hepatitis B. Sedangkan untuk menilai angka drop out cakupan imunisasi dasar dapat dilihat dari selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan cakupan imunisasi campak.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Untuk menurunkan angka kesakitan. Polio dan campak. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Tetanus. karena imunisasi campak merupakan imunisasi terakhir yang diberikan pada bayi.12 Cakupan Imunisasi BCG. Polio 4 kali. dilihat dari indikator cakupan imunisasi campak. Puskesmas. kematian dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC. Untuk menilai kelengkapan imunisasi dasar bagi bayi. DPT.

83%. Gambar 4. Pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 kali setahun yaitu bulan Februari dan Agustus pada tahun 2009 sebesar 70. pertumbuhan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 40 .14. Cakupan imunisasi secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 23.Dari grafik diketahui bahwa kelengkapan imunisasi dasar lengkap bagi balita adalah 73. 2009 F. Garam Yodium Yodium sangat diperlukan bagi tubuh dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tubuh yaitu kebodohan. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 26. Upaya Penyuluhan Kesehatan 1. Cakupan Imunisasi TT pada IBu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.77%. angka drop out imunisasi yaitu 6.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada tahun 2009 Imunisasi TT kepada Wanita Usia Subur diberikan selama 5 kali yaitu Imunisasi TT1 sampai TT5.17%. hal ini terlihat dari cakupan imunisasi campak. Grafik 4.

Jumlah murid yang mendapatkan perawatan gigi yakni sebanyak 3151 orang. dimana daerah tersebut ada kasus GAKY. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 41 . masih jauh dari target SPM 2010 yaitu desa dengan garam yodium baik 80%. Pelayanan Dasar Gigi Pemeriksaan gigi dan mulut merupakan bentuk upaya promotif. dengan meminta siswa untuk membawa garam dari rumah masing-masing. kegiatan yang dilakukan yaitu pencabutan gigi sulung. juga ada pembagian kapsul yodium bagi WUS di desa. pencabutan gigi tetap sebanyak 604 dengan rasio tambal cabut sebesar 0.56%. Pelayanan dasar gigi ini disarankan minimal 2 kali setahun. maka beberapa puskesmas mengatasinya dengan melakukan iodine test di sekolah.40%) termasuk pada kategori desa/kelurahan dengan garam beryodium yang baik. maka dilakukan pemantauan dengan menggunakan Yodina test. sehingga survey pemakaian garam yodium di rumah tangga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko GAKY. Untuk melihat kualitas yodium dalam garam. dengan pemeriksaan sampel garam yodium tidak lebih dari 2 sampel garam yang kandungan yodiumnya dibawah standar. Kabupaten Ngada melakukan pemantauan kandungan yodium dalam garam dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas. Sebagai cerminan desa/kelurahan dengan garam beryodium baik pada tahun 2009 menunjukkan dari 94 desa/kelurahan sebanyak 22 desa/kelurahan (23.22. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada ada beberapa Puskesmas yang tidak membagikan kapsul yodium oleh karena keterbatasan dana untuk pengadaan kapsul yodium. hal ini sangat mudah dilakukan tanpa harus memiliki ketrampilan khusus. Adapun pelayanan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk murid SD pada tahun 2009 sebesar 63.terlambat dan gondok apabila kekurangan zat yodium yang sering disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium). Untuk mengatasi GAKY. yang dilakukan baik di sekolah atau di Puskesmas. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 33. Kabupaten Ngada merupakan salah satur daerah endemis GAKY. 2. Karena terbatasnya dana untuk penyelenggaraan survey desa bergaram yodium baik.597 murid yang diperiksa. terutama pada WUS di daerah endemic. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas di wilayah Kabupaten Ngada tahun 2009 dilakukan melalui pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 135. pengobatan dan penambalan sementara.967 murid yang ada. preventif dan kuratif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Hal ini menunjukan bahwa semua garam konsumsi yang beredar belum memenuhi syarat kandungan yodium. 14. dari 22. untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Sedangkan pelayanan Rawat Inap menjadi lebih tinggi karena jumlah Bed bertambah menjadi 100 buah dan pelayanan pasien rawat inap dari Nagekeo masih dilayani Kabupaten Ngada di RSUD Bajawa. Kunjungan rawat jalan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. dan 3 puskesmas yaitu Riung. 2009 Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dan jaringannya lebih tinggi daripada kunjungan rawat jalan Rumah Sakit.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 1. Pasien harus berobat ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa. Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan sedang hingga berat. Begitupun di Puskesmas Kota dengan persentase rawat jalan dibanding jumlah penduduk di wilayah kerjanya adalah 109% dan Puskesmas Watumanu Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 42 . Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di sarana kesehatan dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 4. sehingga merupakan pelayanan rujukan strata 1. hal ini berarti ada penduduk yang berkunjung ke Puskesmas Aimere lebih dari satu kali dalam setahun. 2009. Semua puskesmas di wilayah kabupaten Ngada dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan.4. hal ini disebabkan karena peningkatan strata RSUD Bajawa dari UPTD menjadi RSUD Tipe C. mengingat Kabupaten Nagekeo belum mempunyai Rumah Sakit. maka persentase tertinggi adalah kunjungan penduduk di Puskesmas Aimere sebesar 149%. Waepana dan Aimere sudah melayani rawat inap. Sedangkan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas disamping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani kunjungan rawat jalan. dengan kata lain .15 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Puskesmas. Laporan Kunjungan RS.

Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Laboratorium Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan harus memiliki laboratorium kesehatan agar mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar. Grafik 4. bedah. Namun pelayanan spesialis ini tidak menetap melainkan kerjasama dengan dokter ahli yang melakukan kunjungan tiap 3 bulan sekali. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 43 . Sedangkan pelayanan 4 spesialis dasar yaitu pelayanan kandungan dan kebidanan.persentase kunjungan rawat jalan 106%. Persentase kunjungan rawat jalan di 5 Puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Maronggela. Di Kabupaten Ngada pada tahun 2009 terdapat 8 sarana kesehatan yang dilengkapi dengan laboratorium kesehatan dan telah berfungsi dengan baik yaitu rumah sakit umum. Puskesmas Surisina. Berfungsi dengan baik maksudnya adalah adannya tenaga analis terlatih untuk melakukan pemeriksaan. dengan sarana laboratorium yang memenuhi syarat. Persentase kunjungan rawat jalan dapat dilihat pada grafik berikut ini. Puskesmas Watukapu dan Puskesmas Natarandang dibawah 100%. Laporan RSUD 2009 2. dan persentase terendah adalah kunjungan ke Puskesmas Natarandang.16. dan data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 42. misalnya pemeriksaan darah malaria. Puskesmas Riung serta jaringannya persentase kunjungan rawat jalan 105%. tersedianya reagen dan bahan-bahan penunjang pemeriksaan. 6 puskesmas dan 1 Balai Pengobatan Swasta. persentase kunjungan rawat jalan ke sarana pelayanan kesehatan dasar sama banyak dengan jumlah penduduk tercatat yaitu 100%. Puskesmas Waepana. penyakit dalam dan anak tersedia di rumah sakit umum bajawa. pemeriksaan sputum dan pemeriksaan lainnya. Sedangkan Puskesmas Koeloda dengan wilayah kerja terluas.

hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga karena Rumah Tangga sebagai dasar terhadap perubahan perilaku masyarakat secara umum. tiga tatanan yang menjadi sasaran utama PHBS adalah tatanan rumah tangga. dll. menyapu halaman.3 Perilaku Hidup Masyarakat Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. mengepel lantai.26% dimana dari 168 obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas terdapat 113 jenis yang telah terpenuhi 100%. dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan. Pada tahun 2009 ketersediaan obat esensial di Kabupaten Ngada sebesar 67. APBD I dan APBD II. yang penyediaannya dilakukan dengan pengadaan obat dari berbagai sumber dana APBN. tatanan institusi dan tatanan TTU (Tempat-tempat Umum).3. 10) Makan buah dan sayur setiap hari. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. keterjangkauan. revitalisasi pemasyarakatan konsepsi obat esensial dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitas pelayanan pemerintah maupun swasta. dan pemerataan obat dalam pelayanan kesehatan. Dalam PHBS terdapat 10 indikator yaitu : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi 0-6 bulan diberi ASI Eksklusif 3) Seluruh anggota keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4) Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih 5) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat 6) Keluarga mempunyai rumah dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni (9m2/orang) 7) Keluarga mempunyai rumah yang lantainya bukan dari tanah 8) Seluruh anggota keluarga tidak merokok dalam rumah 9) Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit seperti mencuci pakaian. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 44 . diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat terlambat /kurangnya kesadaran dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan. Dalam profil ini. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. Ketersediaan Obat Esensial/Generik Adanya penerapan dalam penggunaan obat essensial dan generik. menurut HL Blum adalah faktor perilaku. angka ini belum mencapai target SPM nasional 90% sedangkan ketersediaan obat generik sebesar 100% atau sesuai dengan kebutuhan rata-rata tiap puskesmas yaitu 127 jenis obat. Dengan menerapkan perilaku yang sehat. Dalam konsep PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat beberapa tatanan. 4.

capaian pemberian ASI Eksklusif dan masih banyak anggota keluarga yang merokok dalam rumah. Dari 10 Puskesmas. kurangnya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya ber-PHBS. cakupan PHBS tertinggi pada puskesmas Watumanu kecamatan Jerebuu yaitu dari 200 KK yang dijadikan sampel semuanya menerapkan 7 indikator dari 10 indikator PHBS. dimana pada tahun 2008 cakupan rumah tangga ber PHBS sebesar 16%. jika dibandingkan dengan jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Jerebuu yaitu 1.Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2009 pendataan PHBS dilakukan pada tiap kecamatan diambil sampel 3495 KK yang dijadikan sampel. Rendahnya cakupan Rumah tangga yang ber-PHBS antara lain disebabkan oleh capaian kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga di setiap rumah tangga masih rendah. namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk melakukan pendataan Rumah Tangga ber-PHBS. Pencapaian ini belum memenuhi dari target SPM untuk rumah tangga sehat 65% pada tahun 2010. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 maka mengalami peningkatan.17. Data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 45.59%. Grafik 4. Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 45 .757 KK maka sampel ini belum representatif atau belum bisa mewakili penerapan PHBS di Rumah tangga. Agar mendapatkan data yang lebih akurat mengenai PHBS maka sampel yang diambil harus lebih banyak dan representatif. Didapatkan hasil keluarga ber PHBS sebesar 51. Untuk itu perlu adanya upaya pemecahan masalah antara lain dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang PHBS bagi masyarakat serta meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor.

752 rumah yang ada jumlah yang diperiksa sebanyak 87.5% di wilayah kerja Puskesmas Waepana. serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat. Sarana Sanitasi Dasar Pembuangan kotoran baik sampah. pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana sanitasi lingkungan pemukiman (PLP).18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. yang memilki jamban yang sehat. ventilasi rumah yang baik. Berdasarkan data dari puskesmas tahun 2009 dari 27. air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air. Bila dibandingkan dengan target Indikator Indonesia Sehat (IS) Rumah tangga sehat 80% maka pencapaian rumah sehat kabupaten Ngada belum memenuhi target. dengan hasil sebagai berikut sebagai berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 46 . Jamban.94% atau 24. 2009 Dari data tersebut terlihat bahwa cakupan rumah sehat terendah adalah 12. tempat pembuangan sampah. 2.5% di wilayah kerja puskesmas Natarandang sedangkan cakupan tertinggi 70. sarana air bersih. Untuk meningkatkan jumlah rumah sehat perlu upaya sektor terkait untuk meningkatkan motivasi masyarakat.4 Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 1.352 KK yang ada sebanyak 25.008 rumah) diantaranya termasuk kategori rumah sehat. tempat sampah.50% (15. sarana pembuangan air limbah.405 rumah dan hasil pemeriksaan 61.4. kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. Kondisi sarana penyehatan lingkungan pemukiman di Kabupaten Ngada Tahun 2009 dari 29.575 KK yang diperiksa. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 4. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 47.

Jumlah KK yang telah memiliki pengolahan air limbah : 6. Sistem yang digunakan melalui perpipaan dan non perpipaan.1%. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makana/minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih. memperlihatkan bahwa jumlah TUPM Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 47 .55% dan sumber lainnya 1. Data selengkapnya mengenai sarana Sanitasi Dasar dapat dilihat pada lampiran Tabel 48 dan 49. penampungan air hujan 1. perbaikan. luas lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung. TUPM meliputi hotel. Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi oleh banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit.63% dengan rincian sumber air dari ledeng 79. pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah pada tempatnya. sumur dalam. sumur gali dan air permukaan. sarana pembuangan air limbah.31%.8% diantaranya memenuhi criteria tempat sampah sehat. sumur gali 5. Data dari Profil Puskesmas 2009 dan laporan dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009.9%. pemanfaatan dan pemeliharaan. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. pasar dan lain-lain. tempat pembuangan sampah. Adapun sumber air di Kabupaten Ngada pada umumnya berasal dari mata air. ventilasi yang baik. yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban).15% diantaranya memenuhi criteria pengolaan air limbah sehat. dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai. sumur pompa tangan 0.22%. Untuk pengelolaannya pada daerah pemukiman di perkotaan dikelola PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten.35% dan jamban yang memenuhi criteria jamban sehat sebesar 68. restoran.89% Jumlah KK yang telah memiliki tempat sampah : 26.32% dan dari KK yang memilki pengolahan air limbah tersebut 56. Upaya peningkatan kualitas air bersih akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi. 3. Upaya sanitasi meliputi pembangunan. Jumlah KK yang telah memiliki jamban untuk tempat Buang Air Besar (BAB) : 83.76% dan dari seluruh KK yang memilki jamban tersebut 71. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk di wilayah Ngada maka kebutuhan air bersih semakin bertambah.Jumlah KK yang telah memiliki sarana air bersih : 81. Permasalahan terbanyak yang dihadapi Kabupaten Ngada yang berkaitan dengan air adalah terbatasnya dana untuk pembuatan sarana air bersih di daerahdaerah yang sulit air sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada masih belum memenuhi target SPM.

0%. Grafik 4. yang diperiksa 255 buah (92. Berdasarkan laporan puskesmas dan seksi penyehatan lingkungan pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya meliputi sarana kesehatan 97. Dari TUPM yang diperiksa.91%.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.yang ada sebanyak 276 buah.08%) diantaranya termasuk kategori TUPM sehat.46%. jadi tidak dilakukan pembinaan kesehatan lingkungan. Laporan Seksi Penyehatan Lingkungan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 48 . Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 51.39%). Cakupan TUPM sehat menurut jenis TUPM dapat dilihat pada grafik berikut. sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 50.85% dan perkantoran 79. sebanyak 143 (56. sarana pendidikan 96. juga dilakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi yang ada di Kabupaten Ngada. karena ada beberapa 3 sarana sarana pustu/polindes yang tidak terpakai. 2009 Selain pegawasan tempat-tempat umum diatas. sarana ibadah 80.

Puskesmas dan Jaringannya Puskesmas dan puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar yaitu kecamatan dan desa.1 Sarana Kesehatan A.000 penduduk tahun 2007 adalah 5. Dengan demikian rasio puskesmas per 100. Peta 5. Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di kabupaten Ngada sebanyak 10 unit yang tersebar di 9 kecamatan.000 penduduk pada tahun 2009 adalah 7. Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio puskesmas per 100.4 yang berarti setiap 100.000 penduduk dilayani oleh 5 puskesmas. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 49 .1 Peta Penyebaran Puskesmas.24. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100.000 penduduk dilayani oleh 7 puskesmas. karena jumlah penduduknya terhitung paling banyak. Dari tahun ke tahun jumlah puskesmas di Kabupaten Ngada terus meningkat untuk pemerataan pelayanan di tingkat dasar. dimana pada kecamatan Bajawa terdapat 2 Puskesmas.BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 4.

Oleh karena jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu sebanyak itu maka rasio pustu terhadap puskesmas adalah 3 : 1 artinya setiap puskesmas rata-rata didukung oleh 3 sampai 4 puskesmas pembantu. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas.Jumlah puskesmas pembantu juga cenderung meningkat seiring dengan pemekaran desa/kelurahan yang ada.3. Dari hasil pemetaan sarana kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berikut lokasi sarana kesehatan dasar dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Kecamatan. dan pada tahun 2009 juga mempersiapkan satu puskesmas (Koeloda) untuk menjadi puskesmas perawatan. yang tersebar di beberapa desa di wilayah kabupaten Ngada. Riung dan Waepana. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada jumlah Pustu sebanyak 32 unit. 2 puskesmas perawatan tersebut yaitu Riung dan Aimere dipersiapkan untuk menjadi puskesmas PONED (Perawatan Obstetrik Neonatal Emenrgensi Dasar). Hingga tahun 2009 jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Ngada sebanyak 3 buah yaitu Puskesmas Aimere.000 penduduk adalah 23.2 yang berarti setiap 100. Peta 5.2.000 penduduk dilayani oleh 23 puskesmas pembantu. Sehubungan dengan Revolusi KIA penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB). dijalur-jalur jalan raya di lokasi yang rawan kecelakaan. Dengan rasio puskesmas pembantu per 100. Upaya untuk peningkatan fungsi puskesmas terus dilakukan terutama dalam peningkatan puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta 5. Pustu dan Polindes Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 50 .

dan jika dibandingkan dengan hari perawatan maka LOS RSUD Bajawa adalah 4 hari.6% atau 55%. dan warna biru gelap waktu tempuh antara 45 – 60 menit. BOR ideal sesuai standar nasional adalah 60-85% sehingga dapat dikatakan BOR RSUD Bajawa tahun 2009 belum memenuhi standar nasional. Jumlah tempat tidur untuk rawat inap yang tersedia sebanyak 100 tempat tidur. Rumah Sakit Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk. Warna hijau muda dengan jarak tempuh kurang dari 15 menit. Jika dibandingkan dengan standar LOS 6-9 hari maka lama hari perawatan di RSUD Bajawa tidak melewati batas standar. sehingga kasus rujukan dilakukan ke RSUD Tipe C Bajawa.946 hari rawat. Di kabupaten Ngada terdapat satu buah rumah sakit yang melayani penduduk di 2 kabupaten yaitu Ngada dan Nagekeo. karena RSU di Nagekeo masih dalam tahap pembangunan. Pada tahun 2009 jumlah pasien yang keluar (hidup dan Mati) sebanyak 4906 pasien. Pada tahun 2009 jumlah hari perawatan RSUD Bajawa sebanyak 19. Walaupun jumlah rumah sakit hanya satu namun fasilitas yang tersedia terus bertambah dan mengalami peningkatan baik sarana dan prasarana maupun tipe rumah sakit. warna ungu daerah dengan waktu tempuh 15-30 menit. Untuk menggambarkan cakupan pelayanan digunakan indikator pemanfaatan tempat tidur dan Indikator pelayanan rumah sakit lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bed Ocupancy Rate (BOR) Bed Occupancy Rate adalah persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit selama satu tahun. namun sebagian besar wilayah Kabupaten Ngada dapat menjangkau sarana kesehatan dasar dengan waktu kurang dari 1 jam. Atau rata-rata 1 orang pasien dirawat adalah 4 hari. B. Pada tahun 2009 BTO RSUD Bajawa adalah 49.1 dengan kata lain satu buah tempat tidur dimanfaatkan sebanyak 49 kali dalam tahun 2009. sehingga BOR sebesar 54.Dari peta diatas diketahui bahwa terdapat beberapa daerah dengan waktu jangkau ke sarana kesehatan dasar lebih dari 1 jam/60 menit (daerah dengan warna pudar). Avarage Length of Stay (LOS) Avarage Length of Stay adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit. Standar BTO ideal adalah 40- Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 51 . warna merah waktu tempuh mencapai 45 menit. Bed Turn Over (BTO) Bed Turn Over diukur dengan indikator jumlah penderita rawat inap yang keluar (hidup dan mati) dalam 1 tahun dibandingkan dengan jumlah tempat tidur dengan kata lain BTO menggambarkan frekuensi pemanfaatan tempat tidur dalam setahun.

Trikora. Kec. Gabriel dan BP St.Mataloko.3 per 1000 pasien keluar. Walburga Mataloko Kel. Kec. Gross Death Rate (GDR) Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Rwt. Inap St. Golewa Ds. Turn Over Interval (TOI) Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. BP St. (2) mempromosikan penggunaan obat Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 52 .Golewa Kecamatan Golewa BP swasta Palang Suci.50 kali dalam setahun. Kec. Net Death Rate (NDR) Net Death Rate adalah angka kematian pasien Rumah Sakit 48 jam setelah dirawat di RS untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. keterjangkauan. sehingga GDR 45. Dengan kata lain setiap 1000 pasien keluar terdapat 45 pasien meninggal. Kec. Tahun 2009 TOI RSUD Bajawa adalah 3. Masumeli. atau selang waktu pemakaian tempat tidur.Soa Ds. pemerataan obat generik dan obat esensial yang bermutu bagi masyarakat. Upaya tersebut dimaksudkan untuk (1) menjamin ketersediaan. Nilai GDR diharapkan tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar sehingga GDR RSUD Bajawa dalam batas toleransi. Gabriel Bp. C. Mangulewa. sehingga dapat dikatakan BTO RSUD Bajawa masih sesuai standar. St. sehingga NDR RSUD Bajawa tahun 2009 sudah melewati standar toleransi. dan BP St. Palang Suci Bp.4.Bajawa Kel. NDR RSUD Bajawa Tahun 2009 adalah 27 per 1000 pasien keluar. St. Fatima juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Selain rumah sakit dan puskesmas juga terdapat sarana pelayanan kesehatan milik swasta yang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diawasi oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan. Fatima dilengkapi dengan fasilitas bersalin/BKIA. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. Di kabupaten Ngada tahun 2009 terdapat 5 buah BP (balai Pengobatan) Swasta yaitusebagai berikut : Nama-Nama BP Swasta dan Lokasi Kabupaten Ngada Tahun 2009 1 2 3 4 5 Bp. Sarana Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Upaya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara paripurna. Santa Maria Bp.Fatima Bp. dan juga menempatkan tenaga kesehatan di sarana pelayanan swasta tersebut. Tahun 209 jumlah pasien mati seluruhnya 222 pasien. Atau rata-rata hari tempat tidur tidak terisi adalah 3 sampai 4 hari.

Polindes (Pondok Bersalin Desa). karena banyak faktor yang menyebabkan mutu posyandu rendah antara lain . sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masih sangat rendah. Madya. serta (4) melindungi masyarakat dari penggunaan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. Sarana distribusi farmasi di kabupaten Ngada berupa Gudang Farmasi Kabupaten untuk mendistribusikan obat dan perbekalan kesehatan ke semua Puskesmas. Sedangkan posyandu merupakan kegiatan yang tumbuh dari. Purnama dan Mandiri.3%) Madya sebanyak 169 buah (61. POD (Pos Obat Desa).0%) Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 53 . Dalam perkembangannya posyandu mendapat tanggapan positif dari pemerintah dan masyarakat. Tahun 2009 di Kabupaten Ngada terdapat 48 Polindes yang tersebar ke 48 desa di 9 kecamatan. Namun demikian tanggapan positif masyarakat ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya mutu pelayanan. Untuk mengetahui kualitas posyandu maka dilakukan telaah kemandirian posyandu yaitu suatu cara penilaian strata posyandu menjadi 4 tingkat perkembangan (Stratifikasi posyandu) yaitu kategori Pratama. adanya LSM Swasta dan anggaran-anggaran lain untuk kesehatan memungkinkan sarana Polindes dibangun berupa bangunan yang layak pakai. oleh dan untuk masyarakat. sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat disekitarnya. Jumlah Posyandu yang ada di Kab. D.7%) Purnama sebanyak 63 buah (23. (3) meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian difarmasi komunitas dan farmasi klinik serta pelayanan kesehatan dasar. namun dengan adanya anggaran DAK Kesehatan. Polindes awalnya dibangun secara darurat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. mutu dan keamanan. menyerupai Pustu namun dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran bangunan Pustu. Toga (Tanaman Obat Keluarag). Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). dan Puskesmas mendistribusikannya ke Pustu dan Polindes. Ngada tahun 2009 sebanyak 274 posyandu dan berdasarkan keempat strata tersebut di kabupaten Ngada baru mencapai 3 strata sebagai berikut: • • • Pratama sebanyak 42 buah (15. banyak kader posyandu yang droup out.yang rasional dan obat yang generik. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat. sarana dan prasarana belum memadai. Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya.

yang mengutamakan upaya peningkatan. Lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 46. data tenaga kesehatan di setiap sarana pelayanan belum valid karena ada beberapa pegawai yang mengalami mutasi dan mengikuti pendidikan lanjutan di sector pemerintah dan terutama sector swasta. Namun sampai saat ini.2 Tenaga Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional untuk melaksanakan upaya kesehatan sesuai paradigma sehat. dan sudah ada 1 atau lebih program tambahan. Pencapaian Posyandu Aktif Kabupaten Ngada 23% jika dibandingkan dengan target cakupan SPM tahun 80% maka belum memenuhi target. yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Ngada saat ini adalah meningkatkan strata posyandu bukan menambah jumlah posyandu. Data yang tersedia merupakan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada.) dengan perkataan lain Posyandu aktif adalah posyandu dengan tingkat kemandirian Purnama dan Mandiri. yang merupakan tenaga kesehatan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 54 . Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui perekrutan CPNS daerah dan PTT dari Pusat sedangkan untuk pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat. 4.KB.1 Persentase Posyandu Menurut Strata di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Posyandu Aktif adalah Posyandu yang melaksanakan kegiatan hari buka dengan frekuensi lebih dari 8 kali per tahun. Imunisasi lebih dari 50 %. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. cakupan program utama (KIA. serta cakupan dana sehat < 50 %. tetapi juga diselenggarakan oleh swasta. Gizi. Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah. rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih. Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sector pemerintah maupun swasta perlu diketahui.Grafik 5. Mengatasi hal tersebut. kurang proaktifnya petugas dalam mendata ketenagaan.

Tenaga kesehatan tersebut tersebar di Dinas Kesehatan.000 : 100.000 : 100. ATEM.000 : 100.000 penduduk merupakan paling tinggi cakupannya (97%). Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut sebanyak 7. Persentase tenaga kesehatan menurut jenisnya di Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Penjelasan mengenai kualifikasi tenaga kesehatan dan penyebarannya seperti dibawah ini : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 55 . Tenaga yang bekerja pada instansi kesehatan pada tahun 2009 sejumlah 455 orang.000 Standar Nasional 40 6 11 117 30 100 40 40 10 40 30 4 15 : 100. sedangkan banyak tenaga kesehatan yang berstatus sukarela tidak didata.000 : 100. RSUD Bajawa dan Puskesmas serta BP Swasta yang ada Di Kabupaten Ngada dengan rincian tenaga yang bekerja di Dinas Kesehatan sebanyak 61 orang.55% tenaga farmasi. kemudian tenaga teknisi medis (Analis Lab.000 penduduk.000 : 100.pemda/pegawai negeri.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100. 41. Penata Rontgent.86% tenaga bidan. 4.000 Persentase 35% 50% 27.000 : 100.34% tenaga Kesehatan Masyarakat.000 : 100. 20.000 : 100.5% 35% 40% 37.000 : 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Perawat Perawat Gigi Bidan Ahli Gizi Sanitarian Apoteker Sarjana Kesehatan Masyarakat Asisten Apoteker Keterapian Fisik Keteknisian Medis 14 3 3 114 18 72 9 14 4 15 12 2 12 Ngada : 100. dokter gigi dan dokter spesialis. 3.000 : 100. di RSUD 138 orang dan di Puskesmas serta jaringannya 256 orang.000 : 100. Bila dilihat perbandingan rasio pada tabel diatas maka tenaga kesehatan di kabupaten Ngada masih sangat kurang atau belum mencukupi untuk melayani seluruh penduduk di Kabupaten Ngada.000 : 100.22% adalah tenaga medis yaitu dokter. Anestesi dan fisioterapi.000 : 100.000 : 100.000 : 100.35% teknisi medis yaitu analis kesehatan.98% perawat. 6.000 : 100.74% tenaga sanitasi dan 1. 2. 5.42% Perawat gigi. dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 374 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 81 orang.000 : 100.67% tenaga gizi.5% 40% 50% 80% Sumber : Subag Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada.000 : 100.3% 97% 60% 72% 22. Teknik elektromedik dan Anestesi) yaitu 12 per 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100. 2009 Bila dilihat dari rasio masing-masing tenaga kesehatan di kabupaten Ngada dibandingkan dengan rasio tenaga kesehatan standar nasional maka tenaga Perawat dengan rasio 114 per 100.000 : 100. Tabel 5.000 : 100.

Dr/Drg Spesialis. Dengan rasio dokter gigi 3 per 100. dengan rincian 93 bertugas di Puskesmas. Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak. Dengan demikian rasio tenaga bidan 72 per 100.000 penduduk. Pustu dan Polindes. Spesialis Bedah. belum menggambarkan rasio dokter spesialis sebenarnya.000 penduduk belum menggambarkan rasio sebenarnya jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya.000 penduduk masih jauh dari standar nasional 40 per 100. Namun 4 tenaga dokter spesialis ini merupakan tenaga kontrak atau tidak tetap. Dengan rincian 78 bidan bertugas di Puskesmas dan 22 bidan bertugas di RSUD Bajawa. 32 Pustu dan 48 Polindes (90 sarana) maka tenaga perawat masih belum memenuhi kebutuhan pada sarana kesehatan yang ada. Sehingga rasio tenaga dokter spesialis 3 per 100. Dan untuk mengatasi dokter umum di pelayanan gawat darurat dilakukan kerjasama dengan dokter PTT Puskesmas secara bergilir mendapat tugas jaga di Unit Gawat Darurat Bajawa. sehingga pelayanan dokter umum yang masih aktif di RSUD Bajawa sebanyak 3 orang.Tenaga Medis terdiri dari Dokter Umum. yang bergantian selama 3 bulan sekali bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar. dengan rincian 12 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas dan 7 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa. Pada tahun 2009 jumlah tenaga Dokter Spesialis sebanyak 4 tenaga Dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam. D3 Keperawatan 166 orang dan SPK 34 orang. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 56 . Menurut kualifikasi pendidikannya. Jumlah tenaga Bidan tahun 2009 sebanyak 100 orang. 4 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa sedang melanjutkan pendidikan. Tenaga Perawat di Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebanyak 157 orang.000 Penduduk. yang diikuti oleh 45 orang Bidan. Tenaga dokter gigi tahun 2009 sebanyak 4 orang dokter gigi yaitu 2 orang dokter gigi PTT bertugas di Puskesmas dan 2 orang dokter gigi PNS di RSUD Bajawa. Dengan rasio tenaga perawat 114 per 100. Jumlah tenaga dokter umum tahun 2009 sebanyak 19 orang. Hal ini diatasi dengan penyelenggaraan Progsus D3 Kebidanan kerja sama dengan Poltekkes Kesehatan Kupang di Bajawa. Menurut kualifikasi pendidikan.000 penduduk. Tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas dan Jaringannya sebanyak 93 orang jika dibandingkan dengan jumlah sarana kesehatan dasar yaitu 10 Puskesmas. perawat dengan pendidikan S1 keperawatan sebanyak 7 orang. bidan dengan pendidikan DIII sejumlah 18 orang dan Bidan DI sejumlah 82 orang. 60 bertugas di RSUD Bajawa dan 4 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Dokter Gigi.000 penduduk. Jika dilihat kualifikasi pendidikan maka sebagian besar bidan belum memenuhi standar kompetensi kebidanan yaitu Diploma 3. sehingga 3 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas diperbantukan ke RSUD Bajawa. masih jauh dibawah standar nasional. Rasio dokter umum dalah 14 per 100.

Tenaga ATEM dan Photorontgent sejumlah 7 orang dan bertugas di RSUD (ATEM 2 orang dan Rontgent 5 orang). Dengan rasio Apoteker 4 per 100. 3 Apoteker bertugas di Puskesmas.000 penduduk. 1 orang bertugas di RSUD dan 5 orang bertugas di Dinas Kesehatan. Puskesmas Watukapu dan Natarandang belum mempunyai tenaga farmasi.Perawat gigi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 25 orang dengan rincian 20 orang bertugas di Puskesmas. 2 orang bertugas di RSUD dan 2 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Rasio sanitarian 14 per 100. Secara kualifikasi pendidikan sanitarian dengan pendidikan D3 Sanitasi 13 orang dan pendidikan SPPH 6 orang. Tenaga ATEM sangat kekurangan mengingat peralatan kesehatan yang begitu banyak memerlukan tenaga teknisi khusus dalam maintenance dan perbaikan. Sarjana Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 21 orang.000 penduduk. Terdapat 7 Puskesmas yang belum memiliki tenaga analis. yaitu Sarjana Farmasi 2 orang. Tenaga farmasi dan asisten apoteker berjumlah 17 orang. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 57 . Dengan rasio perawat gigi 18 per 100.000 penduduk. 3 orang bertugas di RSUD dan 16 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Tenaga Analis Laboratorium tahun 2009 sebanyak 9 orang yaitu 3 orang di Puskesmas dan 6 orang di RSUD.000 penduduk. Rasio tenaga gizi 9 per 100. Sanitarian atau tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Ngada sebanyak 19 orang dengan rincian 13 sanitarian bertugas di Puskesmas. 2 Puskesmas belum mempunyai tenaga gizi yaitu Pusksesmas Watukapu dan Natarandang. tenaga D3 gizi 10 orang dan D1 gizi 1 orang. Apoteker di Kabupaten Ngada sejumlah 6 orang. Rasio asisten apoteker 12 per 100. sehingga labkes belum berfungsi maksimal.000 penduduk. dengan rincian 2 orang bertugas di Puskesmas. Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat 15 per 100. D3 farmasi 7 orang dan SMF 8 orang. 4 orang di RSUD dan 1 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. 2 Apoteker bertugas di RSUD dan 1 Apoteker bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten.000 penduduk. Secara kualifikasi pendidikan tenaga gizi D4 sebanyak 1 orang bertugas di RSUD. Tenaga Gizi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang bertugas di Puskesmas.

Peta 5.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Gigi dan Dokter Umum di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 58 .

bila dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan yang dialokasikan melalui APBD maka anggaran kesehatan kabupaten Ngada adalah 6.6. Alokasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan kabupaten Ngada dapat dilihat pada tabel berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 59 . bantuan luar negeri dan sumber-sumber pemerintah lainnya.382. Pada tahun 2009 total pembiayaan kesehatan kabupaten Ngada adalah sejumlah Rp. 186. Sedangkan anggaran kesehatan pemerintah per Kapita adalah Rp.779.060.652. Sanitarian dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 4.321. 25. Total APBD kabupaten Ngada tahun 2009 adalah sejumlah Rp. APBD. Alokasi anggaran tersebut merupakan anggraan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada..sudah termasuk dengan gaji pegawai.398. 31.755.416.741.3 Pembiayaan Kesehatan Pembiayanan kesehatan di kabupaten Ngada berasal dari berbagai sumber yaitu APBN..Peta 5.660.angka ini sudah termasuk anggaran pemerintah maupun bantuan luar negeri. Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi.72% dari total APBD yaitu Rp.383..

411.668.660.43 26.33 0.060.416.000.000.62 1.57 4.242. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 60 .Tabel 5.138.779.935.000.31.000.321.652.00 Pinjaman/Hibah luar negeri AIP-MNH (AussAid) Proyek Gafi/GV 587.125.1.09 25.935.08 5 6 6 Bansos (Bantuan Sosial) ADB (DHS II) Jamkesmas Pemda TOTAL Anggaran kesehatan ini merupakan anggaran kesehatan pada istansi kesehatan saja belum termasuk anggaran kesehatan dari sektor-sektor terkait lainnya.250.000.2 Realisasi Anggran Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Alokasi Anggaran Kesehatan No 1 Sumber Biaya Rp APBD Kab/Kota (Termasuk Gaji dan Dana DAK) 2 3 APBD Propinsi APBN 4 JAMKESMAS DEKON 1.333.1.1.0 3.133.487.660.080.89 1.685.0.800.500.% 83.4.344.416.

sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan. maka penyediaan data/informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. kesehatan satu Profil utama perkembangannya. Di bidang Sistem sistem kesehatan. profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting. apalagi dalam era desentralisasi. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada senantiasa mencari terobosan-terobosan dalam hal mekanisme pengumpulan data dan informasi secara cepat untuk melengkapi data dan informasi kesehatan khususnya yang bersumber dari puskesmas. pengumpulan data dan informasi dari Puskesmas menjadi relatif lebih sulit. perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Ngada. lintas sektor maupun masyarakat. melalui dari Dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Kesehatan. Walaupun demikian.BAB VI PENUTUP 6. karena sangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan. Informasi informasi data dan informasi Salah adalah ini diperoleh luaran Kesehatan. Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kabupaten Ngada selama tahun 2009 tergambar dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. upaya pelayanan kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 61 . Namun disadari. sejalan dengan perbaikan kondisi umum. diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hingga tahun ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan. dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kabupaten Ngada.1 Kesimpulan Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan. namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi di jajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditunggu. sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal. Gambaran yang demikian merupakan fakta diketahui oleh seluruh pejabat publik dan masyarakat. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini belum mendapat apresiasi yang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan harapan.

2. sejalan dengan kebijakan Provinsi NTT dalam Revolusi KIA. baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. 6. penanggulanngan AKI diutamakan dimulai dari tingkat keluarga dan desa dengan mengoptimalkan Program Desa Siaga. 5. 3. Optimalisasi kinerja TIM SIKDA Kabupaten Ngada untuk pengumpulan data profil kesehatan. Penyusunan buku Profil kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Adanya peningkatan AKI perlu mendapat perhatian serius. Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas. Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan.6. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional.2 Saran 1. Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan keakuratan data. dapat diketahui bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum optimal. Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam lampiran Profil Kesehatan ini salah satunya disebabkan ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya. Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2009 ini dapat bermanfaat. Dari gambaran pencapaian pelaksanaan program kesehatan di atas. Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan keseriusan dari tingkat bawah yaitu pustu dan puskesmas dalam pencatatan dan pelaporan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 62 . 4. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang.

 Lampiran  A.70  %  100  %  100.050  Jiwa  2  85.015  Jiwa  71.42  94.9  7  Ibu  224.035  Jiwa  65.42  %  48.91  %  2  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 5  Tabel 5  Tabel 5  3115  Bayi  55  Bayi  17.7  9  Balita  2.1  Angka Kematian  12  Jumlah Lahir Hidup  13  Jumlah Bayi Mati  14  Angka Kematian Bayi (dilaporkan)  15  Jumlah Balita Mati  16  Angka Kematian Balita (dilaporkan)  17  Jumlah Kematian Ibu Maternal  18  Angka Kematian Ibu (dilaporkan)  B.00  %  18.3  Status Gizi  39  Kunjungan Neonatus (KN2)  40  Kunjungan Bayi  41  Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)  42  BBLR ditangani  1.00  %  100  %  6.52  100.83  %  51.  DERAJAT KESEHATAN  B.621  Km  94  Desa/Kel  138.RESUME PROFIL KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  INDIKATOR  ANGKA/NILAI No.34  50.73  %  100  %  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  .2  Angka Kesakitan  19  AFP Rate < 15 th  20  TB Paru Sembuh  21  Pneumonia Balita Ditangani  22  HIV/AIDS ditangani  23  Infeksi Menular Seksual ditangani  24  Angka Kesakitan DBD  25  DBD ditangani  26  Angka Kesakitan Diare  27  Diare pada Balita ditangani  28  Angka Kesakitan Malaria  29  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)  30  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)  31  Kasus Penyakit Filariasis ditangani  32  Jumlah Kasus Difteri  33  Jumlah Kasus Pertusis  34  Jumlah Kasus Tetanus  35  Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum  36  Jumlah Kasus Campak  37  Jumlah Kasus Polio  38  Jumlah Kasus Hepatitis B  B.02  100  %  77.22  %  1.  GAMBARAN UMUM  1  Luas Wilayah  2  Jumlah Desa/Kelurahan  3  Jumlah Penduduk  2  4  Kepadatan Penduduk /Km  5  Jumlah Penduduk Laki­laki  6  Jumlah Penduduk Perempuan  7  Rasio Beban Tanggungan  8  Rasio Jenis Kelamin  9  Pddk 10 th keatas Melek Huruf  10  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki­laki)  11  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)  B.66  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 11  Tabel 12  Tabel 12  Tabel 13  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  72.41  %  76.17  Jiwa/Km  67.7  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 7  Tabel 7  ­  61.

00  %  71.42  %  0.99  %  Tabel 45  Tabel 46  87.40  %  0.88  %  13.00  %  45.05  %  100  %  100  %  81. Lampiran  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  83.94  %  Tabel 43  51.00  %  50.28  %  79.NO  INDIKATOR  43  Balita ditimbang  44  Balita BB Naik  45  BGM  46  Balita Gizi Buruk  C.79  %  23.72  %  52. Dg Garam Beryodium yg baik  76  Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap  77  Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)  78  Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)  79  Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar  80  Penduduk Miskin dicakup Jamkesmas  81  Penduduk Miskin Mendapat Yankes  82  Bayi Gakin BGM Mendapat MP­ASI  83  Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila  84  WUS yang diberi Kapsul Yodium  C.59  %  22.3  Perilaku Hidup Masyarakat  86  Rumah Tangga ber­PHBS  87  Posyandu Aktif  C.18  %  56.70  %  71.A 2x  62  Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan  63  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1  64  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3  65  WUS dg imunisasi TT5  66  Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk  67  Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk  68  Bumil Risti/Komplikasi  69  Bumil Risti/Komplikasi ditangani  70  Neonatal Risti dirujuk  71  Neonatal Risti dirujuk dan ditangani  72  Sarkes dg Kemampuan Yan.27  %  8.90  %  92.00  %  59.55  %  37.40  %  92.77  %  6.2  Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan  85  Sarkes yang memiliki Labkes  C.35  %  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 19  Tabel 19  Tabel 20  Tabel 21  Tabel 22  Tabel 23  Tabel 23  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 25  Tabel 25  Tabel 26  Tabel 27  Tabel 27  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 29  Tabel 30  Tabel 32  Tabel 33  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 36  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 39  Tabel 40  52.94  %  Tabel 47 . Terkena KLB ditangani < 24 jam  74  Bayi yang diberi ASI Eksklusif  75  Desa/Kel.23  %  100.76  %  58.51  %  4.83  %  100.17  %  41.00  %  100.31  %  0.91  %  73.37  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  6.42  %  67.06  %  76.19  %  No.1  Pelayanan Kesehatan  47  Kunjungan Ibu Hamil (K1)  48  Kunjungan Ibu Hamil (K4)  49  Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan  50  Deteksi Dini Tumbang Anak Balita  51  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI  52  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU  53  Peserta KB Baru  54  Peserta KB Aktif  55  Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)  56  Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)  57  Desa/Kelurahan UCI  58  Cakupan Imunisasi Campak Bayi  59  Drop­Out Imunisasi DPT1­Campak  60  MP­ASI Bayi BGM  61  Anak Balita Mendapat Vit.34  %  70.  UPAYA KESEHATAN  C. Gadar  73  Desa/Kel.90  %  100.42  %  64.20  %  6.07  %  23.22  %  63.56  %  66.4  Keadaan Lingkungan  88  Rumah yang diperiksa kesehatannya  ANGKA/NILAI  76.

3  Sarana Kesehatan  116  Jumlah Desa Siaga  117  Jumlah Polindes  118  Jumlah Posyandu  ANGKA/NILAI  61.18  %  45.1  Tenaga Kesehatan  102  Jumlah Tenaga Medis  103  Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan  104  Jumlah Tenaga Farmasi  105  Jumlah Tenaga Gizi  106  Jumlah Tenaga Tehnisi Medis  107  Jumlah Tenaga Sanitasi  108  Jumlah Tenaga Kesmas  109  Jumlah Tenaga Kesehatan  110  Jumlah Tenaga Dokter Spesialis  111  Jumlah Tenaga Dokter Umum  112  Jumlah Tenaga Dokter Gigi  D.660  Rp.35  %  64.  2.15  %  56.08  %  88.42  %  14.90  %  No.50  %  87. Lampiran  Tabel 47  Tabel 48  Tabel 48  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 50  Tabel 51  Tabel 52  Tabel 52  27  Orang  104  Orang  23  Orang  12  Orang  20  Orang  19  Orang  21  Orang  390  Orang  4  Orang  19  Orang  4  Orang  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 55  Tabel 55  Tabel 55  31.99  %  Tabel 60  Tabel 60  Tabel 60  41  Desa  45  Polindes  274  Psyd  Tabel 62  Tabel 62  Tabel 62 .060.89  %  26.77  %  83.NO  INDIKATOR  89  Rumah Sehat  90  Keluarga yang diperiksa air bersihnya  91  Keluarga yang memiliki akses air bersih  92  KK memiliki Jamban  93  KK memiliki Jamban Sehat  94  KK memiliki Tempat Sampah  95  KK memiliki Tempat Sampah Sehat  96  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah  97  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat  98  TUPM Sehat  99  Institusi dibina Keslingnya  100  Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes  101  Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes  D.13  %  88.416.30  %  224.32  %  56.2  Pembiayaan Kesehatan  113  Total Anggaran Kesehatan  114  APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota  115  Anggaran Kesehatan Perkapita  D.  SUMBERDAYA KESEHATAN  D.84  %  6.76  %  71.

Ngada (Ngada Dalam Angka.2009)  . 6  12  21  8  17  7  7  12  6  4  NO  KECAMATAN  JUMLAH  PENDUDUK  7  14. JUMLAH PENDUDUK.3  44  1.388  7.19  2  JUMLAH  DESA  4  9  18  8  9  7  7  10  6  4  KELURAHAN  5  3  3  0  8  0  0  2  0  0  DESA+KEL.894  4.9  48  JUMLAH (KAB/KOTA)  1.  JUMLAH DESA/KELURAHAN.947  14.998  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  RATA­RATA  KEPADATAN  RUMAH  JIWA/RUMAH  PENDUDUK  2  TANGGA  TANGGA  /km  8  9  10  3.7  139  1.397  5.0  131  3.795  4.050  29.394  4.94  312.026  4.864  34.7  25  1.92  78  16  94  138.  DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  LUAS  WILAYAH  (km  )  3  152.8  247  1.5  97  6.38  91. JUMLAH RUMAH TANGGA.30  167.7  85  Sumber: BPS Kab.645  4.0  50  2.757  4.14  327.309  11.265  4.827  7.992  32.72  82.930  8.50  250.656  5.26  133.TABEL 1  LUAS WILAYAH.318  4.352  4.49  103.6  97  7.620.

3  91.386  2.4  94.1  97.827  7.6  79.884  3.726  10.431  4.760  583  632  1.907  4.795  4.530  14.246  7.764  3.193  16.929  372  1.5  49.329  432  736  695  257  275  LAKI­LAKI (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  6  7  8  1.553  30.353  1. RASIO JENIS KELAMIN.050  1.947  3.067  2.186  216  >=65  16  543  1.048  2.011  997  2.6  75.3  NO  1  KECAMATAN  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  138.093  5.661  1.645  502  3.384  838  641  1.215  973  1.3  Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota.889  918  2.292  941  1.141  16.397  615  852  1.002  473  3.571  7.531  977  2.478  <1  11  178  495  89  461  153  148  78  121  87  1­4  12  818  1.547  67.015  1.5  72.920  3.957  7.642  742  1.7  98.3  76.6  64.035  65.399  2.742  3.992  32.217  3.864  34.179  4.645  15.930  8.TABEL 2  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN.241  3.998  JUMLAH PENDUDUK  <1  4  149  385  74  392  144  162  94  76  66  1­4  5  785  1.6  70.168  212  >=65  9  457  972  225  758  192  278  209  340  116  JML  10  7.517  845  1.751  4.8  92.3  93.626  10.9  90.957  3.723  17.9  94.436  8.309  11.799  16.747  2.542  6.616  71.487  8.268  3.8  96.216  6.978  471  679  766  346  286  PEREMPUAN (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  13  14  15  1.388  7.810  7.947  14.354  31.837  2. Profil Kesehatan Puskesmas  Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3  LAMPIRAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 .558  590  948  1.248  280  501  217  226  198  290  113  JML  17  7.520  RASIO  RASIO  BEBAN  JENIS  TANG  KELAMIN  GUNGAN  18  19  76.701  6.4  92.  RASIO BEBAN TANGGUNGAN.220  3.322  804  1. KELOMPOK UMUR.013  1.641  380  1. DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDU  K  3  14.1  72.193  2.

945  6.521  2.589  7.626  12.227  660  123  71.965  3.465  7.645  6.031  4.208  1.LAMP PROF NGD 09 PRINT .720  6.542  5.949  3.352  12.611  3.109  3.015  PEREMPUAN  4  1.155  2.384  10.681  6.578  16.495  2.176  4.342  311  138.TABEL 3  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK  LAKI­LAKI  3  1.932  6.533  13.035  LAKI­LAKI+PEREMPUAN  5  3.904  4.504  1.429  15.175  13.259  1.277  682  188  67.510  2.530  6.601  6.311  5.409  2.213  4.141  8.073  4.162  7.236  2.467  2.050  NO  KELOMPOK UMUR (TAHUN)  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  2  < 1  1 ­ 4  5 ­ 9  10 ­ 14  15 ­ 19  20 ­ 24  25 ­ 29  30 ­ 34  35 ­ 39  40 ­ 44  45 ­ 49  50 ­ 54  55 ­ 59  60 ­ 64  65 ­ 69  70 ­ 74  75+  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Profil Puskesmas/Kecamatan  06.964  7.391  5.989  8.810  6.

553  ­  ­  ­  SD/MI  5  SD/MI  13  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KAB NGADA  KABUPATEN NGADA  27  182  1401  372  196  134  55  36  214  1382  238  274  192  34  16776  38  18351  39  4923  868  4617  539  819  712  1161  18243  25  21942  12  4581  687  4275  446  702  498  810  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Ngada Dalam Angka 2009  51.367  ­  ­  2.210  54.647  ­  ­  ­  11  12  PEREMPUAN  SLTP/  SLTA/  MTs  MA  14  15  AK/  UNIVER  DIPLO  JUMLAH  SITAS  MA  16  17  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.668  50.196  46.TABEL 4  PERSENTASE PENDUDUK LAKI­LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT  TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  LAKI­LAKI  NO  KECAMATAN  TIDAK/  TIDAK/  BELUM  BELUM  PERNAH  TAMAT  SEKOLAH  SD  3  4  SLTP/  MTs  6  TIDAK/  TIDAK/  SLTA/  AK/ DIPLO  UNIVE  BELUM  BELUM  JUMLAH  PERNAH  TAMAT  MA  MA  RSITAS  SEKOLAH  SD  7  8  9  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.591  .370  ­  ­  1.

897  3.474  LAKI­LAKI  MELEK HURUF  LAKI­LAKI + PEREMPUAN  JUMLAH  9  10.784  24.987  4.059  4.209  1.6  55.5  70.715  760  204  10  9.0  15.134  1.130  1.6  JUMLAH  6  5.276  8.927  1.7  6.3  52.786  9.150  5.494  619  312  7  5.633  15.043  4.132  2.1  56.690  2.141  11.379  516  JUMLAH (KAB/KOTA)  50.4  Sumber ; Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2008  .422  1.460  3.819  MELEK HURUF  NO  1  KECAMATAN JUMLAH  2  3  5.8  17.009  52.946  50.293  MELEK HURUF  %  8  93.763  2.0  55.0  12.1  38.146  51.435  12.750  28.615  4.6  54.940  8.357  7.7  54.8  34.665  14.4  11.188  3.512  2.264  3.085  13.530  392  6.2  %  11  89.1  49.889  3.5  58.5  19.726  615  13.504  8.052  5.552  3.799  4.951  5.225  28.130  2.TABEL 5  PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS  PEREMPUAN  %  5  85.800  48.5  55.1  12.9  11.0  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  4  4.9  105.540  2.8  54.196  223  7.7  55.4  59.576  23.0  18.0  31.

64  2.71  1.115  55  3.7  14.62  4.461  827  561  JUMLAH  BALITA MATI  10  2  1  1  0  0  1  0  1  2  1  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)  3.TABEL 6  JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  LAHIR HIDUP  LAHIR MATI  4  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  5  6  10  1  8  5  4  6  7  5  3  LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI  LAHIR MATI  6  296  840  141  575  307  244  270  267  118  112  7  2.9  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi  .170  1.68  JUMLAH BAYI  MATI  8  5  10  5  6  5  6  4  7  5  2  JUMLAH  BALITA 9  1.22  2.415  1.246  905  1.74  55  17.03  1.570  852  1.321  9  2.881  1.39  1.19  0.63  1.24  2.603  3.

 Bidang Yankesda Dinas Kesehatan Kab.TABEL 7  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL  JUMLAH LAHIR  KEMATIAN  KEMATIAN  KEMATIAN  JUMLAH  HIDUP IBU HAMIL  IBU BERSALIN  IBU NIFAS  4  5  6  7  8  290  1  1  ­  2  830  2  1  ­  3  140  ­  ­  ­  ­  567  ­  ­  ­  ­  302  ­  ­  ­  ­  240  ­  ­  ­  ­  264  ­  ­  ­  ­  260  ­  1  ­  1  113  ­  1  ­  1  109  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3.115  3  4  ­  7  224.72  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)  Sumber: Laporan Seksi KIA. Ngada  Keterangan:  ­ Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin  + jumlah  kematian ibu nifas  .

­ Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi .

07  82.69  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  4.00  ­  ­  #DIV/0!  % KORBAN  LUKA  BERAT  9  11.00  #DIV/0!  JML  11  100  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  100  #DIV/0!  RASIO KORBAN  PER KEJADIAN  KECELAKAAN  12  7.25  1.50  100.60  17.59  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  .49  #DIV/0!  NO  KECAMATAN  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  20  40  37  1  ­  ­  5  34  ­  19  27  92  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO PER 100.00  1.00  55.26  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  1.TABEL 8  JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS  DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK  DIRINCI MENURUT KECAMATAN  TAHUN 2009  JUMLAH  KEJADIAN  KECELAKAAN  3  20  11  1  JUMLAH KORBAN  MATI  4  1  ­  ­  LUKA  BERAT  5  17  ­  1  LUKA  RINGAN  6  126  11  ­  JML  7  144  11  1  ­  ­  25  61  92  ­  % THD  TOTAL  43  3  0  ­  ­  7  18  28  ­  MATI  8  0.00  #DIV/0!  #DIV/0!  20.74  ­  #DIV/0!  LUKA  RINGAN  10  87.20  1.34  100  2.00  44.53  2.94  100  0.00  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  76.81  ­  100.000 PENDUDUK  129  2  57  275  334  241.

 di wilayah kerja Watukapu.55  50.00  62.67  54.00  50.00  10  18  11  22  66  2  17  29  4  20  5  11  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  12  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  ­  ­  426  47  47  29  61.50  66. DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TB PARU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  AFP    <  15 TH  4  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  KLINIS  5  46  100  63  20  12  4  124  19  36  2  (+)  6  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  DIOBATI  SEMBUH  7  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  8  3  5  2  6  1  1  7  ­  3  1  PNEUMONIA  %  JML  JML PEND  BALITA  % BALITA  DITANGANI  DITANGANI  SEMBUH  PENDERITA  BALITA  9  100.00  63.64  ­  100.  % TB PARU SEMBUH. Natarandang dan Maronggela melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Waepana  .70  194  169  169  100  Sumber: Laporan Program TB Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  LB1 Puskesmas Tahun 2009  Keterangan:  Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Pasien TB (+).TABEL 9  AFP RATE.00  100.

0  100.16  62.33  63.0  3  100.80  44.97  16  100.80  45.0  100.0  100.0  0  #DIV/0!  0  #DIV/0!  1  100.22  59.0  7  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  8  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  9  100  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  100  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  10  ­  2  0  4  2  1  0  ­  ­  ­  11  2  0  4  2  1  0  12  0  100  0  100  100  0  #DIV/0!  0  0  0  13  166  404  157  504  133  130  258  302  265  169  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  15  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  48.TABEL  10  HIV/AIDS.0  2  100.437  57.0  100. INFEKSI MENULAR SEKSUAL.31  58.0  Sumber:Laporan Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Bidang Kesmas Dinas Kesehatan  Ket:  ­ Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Kasus HIV/AIDS adalah Kasus HIV yang masih hidup dari tahun 2003 dan yang ditemukan baru tahun 2009  .0  100.437  1.00  42.0  0  #DIV/0!  1  100.0  100.0  100.0  0  0.26  44.488  18.0  100.0  100.14  100.00  100  9  6.0  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  15  15  100  63  63.52  9  100  2.0  3  100.02  1. DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  HIV/AIDS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JML  KASUS  %  DITANGANI  IMS  JML  KASUS  %  DITANGANI  DBD  JML  KASUS  %  DITANGANI  DIARE  JML  KASUS  JML  DIARE  PADA  BALITA  DIARE  PADA  BALITA  DITANGANI  %Diare  Balita  %  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  0  0  0  0  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  5  2  0  3  0  1  3  0  0  1  5  6  5  100.76  100.

00  100.452  232  ­  1.00  Sumber: Laporan Bulanan Penemuan & Pengobatan Malaria Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Ket :  API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)  AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)  .31  42.272  1.21  34.126  2.00  100.188  579  732  3.721  77.912  57.58  36.055  345  539  229  POSITIF  5  3.66  7.633  100.83  38.00  100.00  100.00  100.854  1.346  544  540  229  % DIOBATI  8  100.838  511  4.58  0.00  100.736  347  732  2.096  369  1.62  72.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK  10.742  142  2.00  100.19  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KLINIS  4  1.TABEL 11  PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  MALARIA  % POSTIF  6  63.291  199  1  ­  DIOBATI  7  5.00  100.07  ­  38.00  100.46  18.67  40.

TABEL  12  PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  KUSTA  % RFT PB  PEND MB  6  7  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  PEND PB  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT PB  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT MB  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % RFT MB  9  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  Sumber: Laporan  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan : Penderita PB tahun X ­ 1. Penderita MB tahun X ­ 2  X = tahun 2009  .

TABEL 13  KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PENDERITA PENY.  FILARIASIS  JUMLAH  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  DITANGANI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % DITANGANI  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB1 Puskesmas Tahun 2009  ­  ­  #DIV/0!  .

TABEL 14  JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KASUS  PD3I  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  DIFTERI  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PERTUSIS  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  NEONATORUM  CAMPAK  8  POLIO  9  HEPATITIS B  10  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009. Laporan Tahunan Bidang Kesmas Tahun 2009  .

83  1.08  3.74  BAYI  BAYI LAHIR  JML LAHIR  %  DITIMBANG  HIDUP  DITIMBANG  10  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  11  282  800  128  564  251  218  264  214  80  92  12  97  96  91  99  83  91  100  82  71  84  BBLR  13  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  % BBLR  14  3.88  93.09  56.31  54. Profil Puskesmas Tahun 2009  .65  90.54  84.55  71.074  2.84  85.68  80.95  74.37  JML BAYI  7  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  KUNJ  8  254  710  126  379  244  163  290  251  134  122  %  9  77.19  1.00  80.87  54  1.89  1.10  1.41  3.893  92.TABEL   15  CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS.32  0.22  3.92  6.68  77.20  64.673  76.31  77. BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NEONATUS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  287  823  135  562  298  237  261  254  110  107  KN2  5  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  6  82.91  79.81  53.507  2.96  78.58  79.57  1.06  1.30  66.115  2.83  BBLR  % BBLR  DITANGANI  DITANGANI  15  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  16  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.226  72.73  54  100  Sumber: Laporan Bidang Yankes 2009.

72  73.51  4.65  4.78  2.97  2.09  0.603  3.33  89.97  2.061  565  786  684  494  710  772  414  98  Gizi  Gizi  Kurang/K  Buruk/  DITIMBANG  BB NAIK  urus  Kurus Skli  8  78  356  20  105  19  24  62  52  144  38  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  9  80.38  3.881  1.15  74.321  10.246  905  1.415  1.42  67.63  3.23  7.49  3.21  0.77  12  0.29  77.16  ­  0.52  0.68  6.43  77.48  4.461  827  561  5  1.060  919  640  1.17  KEC  Prev  BEBAS  Gizi  Gizi  Gizi  RAWAN  Buruk  Kurang/K  Buruk/  urus  Kurus Skli  GIZI  +Kurang  4.58  1.10  0.56  17.47  0.288  2.07  5.944  7.35  73.71  3.78  74.35  5.832  763  1.12  4.27  0.53  0.68  1.52  2.19  68.42  72.89  90.88  % BALITA BGM  7  45  105  30  66  65  37  31  41  32  32  BGM  11  3.87  9.11  0.76  70.570  852  1.28  6.55  56.97  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH (KAB/KOTA)  14.05  74.45  92.41  6.42  8.47  67.02  9.60  4.99  3.19  1  .388  484  898  21  76.84  55.51  10  62.87  5.09  17.35  18.138  748  519  6  804  2.19  13  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  5.93  6.037  1.TABEL 16  STATUS GIZI  BALITA DAN JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BALITA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  BALITA  YANG  DITIMBANG  BB NAIK  ADA  4  1.35  79.

6  100.39  91.53  40.147  2.97  54.TABEL 17  CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1.8  89.226  71.14  50.8  2.46  62.33  76.43  98.146  255  779  385  457  452  313  263  158  K1  5  434  1.NIFAS  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  292  820  140  570  307  244  268  265  116  112  81.14  52.34  76.24  72.25  96.70  57.2  K4  7  243  863  93  428  170  123  138  126  48  74  %  8  55.007  163  702  314  245  452  313  144  141  %  6  93.99  85.79  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.48  JUMLAH  9  293  830  140  570  307  244  268  266  117  112  IBU BERSALIN  DITOLONG  NAKES  10  282  800  128  564  251  218  268  214  80  92  %  11  96.674  3.49  81.0  100. PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  IBU HAMIL NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  466  1.9  63.20  30.95  81.915  83.6  53.45  68.38  82.00  80.16  80.134  2.33  52.03  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .34  100.1  87.9  90.13  85.14  JUMLAH  IBU NIFAS  MENDAPA  T  YAN.76  89.90  3.06  3. K4).306  58.26  33.21  55.897  92.1  81.0  54.06  60.

76  70.34  JUMLAH  DIPERIKSA  10  1.423  1.42  22.56  20.TABEL 18  CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA.321  10.102  1.00  17.476  1.150  3.881  1.88  .037  1.18  100.407  230  1.35  73.415  1.200  1.351  745  %  9  87.967  14.461  827  561  5  1.060  919  640  1.29  77.85  78.36  95.993  2.288  1.89  90.07  9.603  3.138  748  519  %  6  80.288  2.513  2.96  35.832  763  1.096  ­  25  ­  ­  ­  195  182  513  174  %  12  98.51  JUMLAH  DIPERIKSA  7  2. PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  ANAK BALITA (PRA SEKOLAH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIDETEKSI  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.794  1.53  91.395  951  8  2.87  ­  ­  19.20  ­  74.193  1.446  5.35  79.715  64.06  54.55  56.27  100.30  ­  10.570  852  1.944  76.260  361  174  997  894  539  174  11  1.33  89.45  92.115  3.23  96.150  631  740  ­  1.246  905  1.151  2.72  73.141  5.00  SISWA SD/MI  SISWA SMP/SMU  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  14.185  23.

99  65. DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PESERTA KB BARU  JUMLAH  5  372  436  253  391  292  240  454  227  170  %  6  18.66  79.96  73. PESERTA KB BARU.224  1.070  2.002  4.695  2.27  21.98  83.TABEL  19  JUMLAH PUS.05  .212  4.395  787  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  20.703  71.118  1.08  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH PUS  4  2.44  16.59  21.69  65.41  82.92  20.835  13.736  1.58  8.216  912  1.70  14.275  3. PESERTA KB.886  1.877  1.66  11.02  21.81  81.94  67.60  PESERTA KB AKTIF  JUMLAH  7  1.024  646  %  8  63.348  2.018  3.652  1.87  8.

Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota .

93  2.59  72.05  ­  13  1.52  10.12  6.275  3.63  3.024  646  12  7.51  16.79  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  2.40  16  13.07  2.864  497  ­  ­  14.51  1.77  27.018  3.736  1.50  17  5.09  1.52  64.15  ­  15  41.30  2.32  14  30.652  1.520  2.77  17.48  3.76  61.21  2.08  20.80  14.TABEL 20  JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB AKTIF  NON MKJP  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  KONDOM  % PESERTA KB AKTIF  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  MKJP  IUD  MOP/  MOW  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  NON MKJP  KONDOM  NO  KECAMATAN IUD  MKJP  MOP/  MOW  OBAT  VAGINA  OBAT  VAGINA  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  90  307  111  1.703  14.63  6.16  41.36  16.08  4.65  45.71  24.66  16.22  6.224  1.65  17.80  6.216  912  1.85  6.38  ­  ­  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .60  1.37  41.672  6.05  2.183  967  1.01  2.90  30.44  1.34  19.90  38.91  37.83  2.226  59  220  108  62  ­  4  23  210  18  570  19  76  25  11  15  5  389  537  163  91  19  346  105  22  ­  6  531  1.94  6.58  11.37  44.47  13.72  2.33  3.70  7.016  660  680  725  630  416  7  174  573  282  251  131  277  724  255  197  8  68  117  62  62  24  53  49  44  18  9  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  11  1.77  41.480  382  1.06  9.32  6.82  4.52  31.

37  18.17  5.61  19.33  26.55  8.91  20.885  1.47  ­  17  13.42  10.TABEL 21  PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB BARU  NO  KECAMATAN  IUD  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  63  63  51  123  ­  25  46  51  ­  MKJP  MOP/  MOW  4  1  ­  ­  ­  ­  22  24  ­  ­  NON MKJP  IMP  LANT  5  99  85  58  16  12  57  20  ­  ­  SUN  TIK  6  143  193  58  181  199  74  199  82  107  PIL  7  17  28  38  48  60  20  120  47  62  MKJP +  LAIN  NON  OBAT  KONDOM  MKJP VAGINA  NYA  8  9  10  11  49  ­  ­  372  67  ­  ­  436  48  ­  ­  253  23  ­  ­  391  21  ­  ­  292  42  ­  ­  240  45  ­  ­  454  47  227  1  170  MKJP  MOP/  MOW  13  0.19  17.59  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  LAIN  NYA  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  MKJP +  NON  MKJP  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  422  47  347  1.94  14.17  15.6578  12.47  OBAT  KONDOM  VAGINA  IUD  12  16.92  4.83  36.57  6.13  22.835  14.27  22.92  46.70  36.42  15.15  30.0988  0  0  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .43  20.12  62.236  440  343  ­  ­  2.94  PIL  16  4.28  20.50  22.70  0.29  68.44  44.41  ­  ­  % PESERTA KB BARU  NON MKJP  SUN  TIK  15  38.11  23.83  43.27  ­  ­  ­  ­  9.45  20.29  ­  ­  IMP  LANT  14  26.09  4.46  ­  10.52  12.24  43.75  4.598  15.50  9.02  12.88  7.97  5.16  31.

00  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  77  81.00  75.33  100.91  .00  100.86  71.24  100.00  100.43  58.TABEL 22  PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  DESA/KEL UCI 5  8  20  8  10  7  3  5  7  6  3  % DESA/KEL UCI  6  66.00  42.67  95.

Sumber:Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Dinas Kesehatan .

64  113  69.54  513  90.77  2.87  (1.97  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  RSUD BAJAWA  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  BCG  JUMLAH  5  306  714  144  485  251  227  257  244  113  104  %  6  93.14  88.88  82  27.37  418  73.15  2.05)  (18.01  187  62.95  655  74.48  137  24.76  235  66.55  191  61.65  163  54.52  228  73.61  2.91  141  40.06  147  41.58  2.41  19.06  220  76.507  2.29  271  82.70  31  18.88  243  84.52  98  64.43  687  78.587  73.845  81.70  113  65.42  226  72.17  Sumber : Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Tahun 2009  Ket : Watukapu melayani imunisasi bayi dari waepana maupun natarandang di daerah perbatasan desa  .78  191  58.29)  72.31  15.41  771  87.40  6.48)  2.88  202  68.460  70.32  137  84.12  2.54  87.05  16  10.77  73.90  200  64.43  82.90  69.43  238  72.32  65.61  232  65.370  67.02  129  75.14  157  96.34  85.469  70.61  554  62.16  249  87.00  101  66.57  2.76  39  11.58  81.92  197  68.70  67.61  271  87.TABEL  23  PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH  BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  IMUNISASI  DPT1+HB1  DPT3+HB3  POLIO 4  CAMPAK  HB Neonatus  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  256  78.33  433  76.757  78.05  151  92.01  83  54.57  129  79.07  489  55.76  76.03  10.89  (17.46  885  DO  (%)  17  7.08  113  65.25  88  57.97  197  68.87  263  80.97  JUMLAH (KAB/KOTA)  % BAYI DIIMUNISASI LENGKAP  3.72  468  82.96  192  64.70  113  65.

17  28.13  ANAK BALITA (1­4TAHUN)  JUMLAH  7  1.603  3.89  43.881  1.415  1.118  1.33  33.00  66.0  23.33  23.293  996  456  1.39  100.415  1.85  84.964  731  1.225  702  244  11  2  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  254  105  41.461  827  561  MENDAPAT  VIT A 2X  BALITA GIZI BURUK  JUMLAH  10  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  MENDAPAT  PERAWATA  N  %  9  69.49  %  12  100  #DIV/0!  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  8  1.74  79.144  70.33  100.74  55.00  83.246  905  1.321  10.570  852  1.80  68.TABEL  24  CAKUPAN BAYI. BALITA  YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  BAYI BGM  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  4  35  36  30  30  33  15  10  9  24  32  MP ASI  5  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  %  6  25.94  50.34  14.00  70.83  21  21  100  .01  85.67  29.71  75.

48  45.18  54.18  59.54  132  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  4.25  89.97  83.55  33.70  53.18  2.146  255  779  385  457  452  313  263  158  Fe1  JUMLAH  5  254  801  156  461  210  154  240  230  119  141  %  6  54.51  69.32  76.62  28.766  59.10  73.90  61.TABEL 25  JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN  TABLET Fe1.45  44.674  2. Fe3  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  IBU HAMIL  4  466  1.48  42.24  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  Fe3  JUMLAH  7  254  762  120  392  295  130  202  230  113  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  %  8  54.49  47.69  73.27  .51  66.06  50.630  56.

45  4.08  25.81  9.38  8.55  27.16  18.16  32.14  391  8.146  255  779  385  457  452  313  263  158  TT 2  %  6  60.54  19.79  19.99  14.27  40.95  70.81  3.49  66.59  36.35  TT 4  %  10  17.91  2.14  38.26  1.37  Sumber: Laporan Program Imunisasi Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .64  36.57  64.19  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.25  TT 3 %  8  11.82  18.86  4.TABEL 26  JUMLAH WANITA USIA SUBUR DENGAN STATUS IMUNISASI TT  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TT 1  JML  5  280  602  212  298  182  187  328  202  134  111  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  BUMIL  4  466  1.60  21.36  12.00  23.11  8.24  15.71  4.35  ­  15.66  4.80  5.44  18.674  2.92  72.31  4.54  50.81  576  12.04  16.53  83.25  47.536  54.34  ­  15.42  TT 5  %  12  JML  13  83  42  12  32  32  21  96  48  ­  25  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JML  7  54  413  41  199  107  91  12  133  174  29  JML  9  81  99  94  34  50  66  85  30  ­  37  JML  11  86  52  50  53  21  19  146  23  ­  24  %  14  17.253  26.09  52.58  0.45  4.30  7.32  474  10.61  6.65  42.

TABEL 27  PERSENTASE  AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK  NO 1  1  RUMAH SAKIT  2  PUSKESMAS  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  NATARANDANG  MARONGGELA  RIUNG  SARANA PELAYANAN KESEHATAN  2  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  %  8  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  3  4  6  7  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )  .

TABEL 28  JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  BUMIL RISTI/  KOMPLIKASI  BUMIL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  IBU HAMIL 4  466  1.40  276  92.50  100  9  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  JUMLAH  10  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  11  1.03  0.83  JUMLAH  12  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.65  10  8.674  299  6.71  0.31  3.04  7  5.16  50  8.76  100.33  84.38  13  2.19  10  2.90  102  5.88  1.15  0.83  0.62  87.146  255  779  385  457  452  313  263  158  JUMLAH  NEONATAL  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  5  66  102  13  41  13  10  12  26  8  8  %  JUMLAH  6  7  14.06  8  %  8  75.66  0.26  41  3.115  28  0.90  28  100  Sumber:Laporan Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Yankes Tahun 2009  .43  0.38  1.10  13  5.96  1.00  100  100  100  100  83.31  22  3.

LAINNYA  5  2  40.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2009  16  8  50. GADAR  JUMLAH  4  %  5  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  100.TABEL 29  PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH SARANA  3  MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN.00  5  SARANA YANKES.00  .00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  3  RUMAH SAKIT KHUSUS  ­  ­  #DIV/0!  4  PUSKESMAS  10  5  50.

00  Sumber: Laporan Seksi Penanggulangan Wabah Bidang Kesmas Tahun 2009  .TABEL 30  JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  DESA/KEL TERKENA KLB  DITANGANI  JUMLAH  %  <24 JAM  5  6  7  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  1  1  100.00  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  1  1  100.

55  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  NO  JENIS KEJADIAN LUAR BIASA 1  2  1  Kematian Rabies  CFR (%)  9  4.TABEL 31  JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN  SERTA JUMLAH KECAMATAN DAN DESA YANG TERSERANG KLB  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDUK  JUMLAH KEC  JUMLAH DESA  TERANCAM  3  4  5  1  1  1.17  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Laporan Tahunan Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2009  Jumlah penderita adalah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR)  .551  YANG TERSERANG  JUMLAH  PENDERITA  6  24  JUMLAH  KEMATIAN  7  1  ATTACK  RATE  (%)  8  1.

48  73  24.75  NO  KECAMATAN 2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  3.77  70  45.507  1.58  157  50.91  193  67.45  92  56.TABEL 32  JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BAYI YANG DIBERI  ASI EKSKLUSIF  JUMLAH  %  5  6  173  52.79  .91  444  50.65  104  29.606  45.55  34  19.44  266  46.

40  .00  28.00  30.57  ­  100.10  25.00  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009. Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  94  22  23.TABEL 33  PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH DESA/KEL  DG GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  % DESA/KEL DG  GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH DESA/KEL  DISURVEI 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  2  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  5  ­  8  2  3  2  ­  7  ­  ­  ­  6  ­  38.

23  64.76  35  70.446  5.395  951  9  2.87  ­  11  294  926  335  890  399  ­  569  950  360  ­  12  224  683  118  630  193  ­  353  950  ­  ­  13  76.967  14.33  0.193  905  ­  10  96.00  25.288  1.513  2.00  ­  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/ KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  130  604  734  0.27  100.17  ­  0.993  2.423  1.TABEL 34  PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN DASAR GIGI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  TUMPATAN  PENCABUTA  GIGI  N GIGI  TETAP  TETAP  JUMLAH RASIO  TAMBAL/  CABUT  JUMLAH  MURID SD  UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF)  MURID SD/MI DIPERIKSA  JUMLAH  %  MURID SD/MI  JUMLAH  %  PERLU  MENDAPAT  MENDAPAT  PERAWATAN  PERAWATAN  PERAWATAN  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  13  54  ­  27  4  ­  28  4  ­  ­  5  156  185  23  66  24  4  84  45  17  ­  6  169  239  23  93  28  4  112  49  17  ­  7  0.09  ­  #DIV/0!  8  2.723  3.150  890  812  ­  1.597  63.04  100.33  38.37  #DIV/0!  62.29  ­  0.72  .00  54.19  73.200  1.102  1.993  1.79  48.41  0.366  5.63  ­  100.151  66.73  91.56  4.08  0.794  1.22  22.150  3.

494  ­  ­  2.494  .TABEL 35  JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PENYULUHAN KESEHATAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH SELURUH  KEGIATAN  PENYULUHAN  KELOMPOK  JUMLAH  KEGIATAN  PENYULUHAN  MASSA  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  367  23  228  415  266  64  206  430  288  96  5  22  6  1  ­  30  4  10  7  19  12  6  389  29  229  415  296  68  216  437  307  108  SUB JUMLAH I  1  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  2  Rumah Sakit  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009. Profil Puskesmas Tahun 2009  2.383  111  2.383  111  2.

66  64.992  21.811  17.885  1.571  2.465  8  184  231  235  1.050  6.60  54.393  JAMSOSTEK  JAMKESM  JAMKES  JAMKES  AS  DA  DINSOS  (PUSAT)  JUMLAH  9  8.93  ­  ­  56.300  5.511  449  300  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  PERSENTASE  Sumber: Laporan Jamkesmas Tahun 2009  138.406  6.154  5.098  52.521  4.142  13.75  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  792  310  478  492  390  472  7  8.TABEL  36  CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  PENDUDUK*  4  14.795  4.404  11.23  Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut kecamatan  .864  34.23  38.222  5.309  11.386  %  10  59.208  3.28  8.812  4.14  66.415  4.820  5.998  ASKES  5  485  3.826  8.526  8.23  52.495  3.81  67.947  14.14  57.389  6.388  7.80  72.86  57.986  41.827  7.093  925  557  930  1.28  50.307  2.791  6.055  7.800  3.23  34.000  5.

00  100.00  100.79  65.508  5.055  7.TABEL  37  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  MASYARAKAT  MISKIN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  DICAKUP  JAMKESMAS (Pusat &  JUMLAH YANG  Daerah) ADA  JUMLAH  %  4  8.406  5.102  3.303  5.MISKIN  BAYI MASY.348  7.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  65.45  132  105  79.914  5  8.305  7.611  3.534  71.818  2.603  3.286  100.73  53.91  117.348  7.730  4.25  48.406  5.055  7.818  2.53  0  0  PELAYANAN BAYI MASY.508  5.00  70.00  100.00  46.789  3.326  14.28  292  0.085  %  8  75.079  6.83  100.00  100.00  100.01  0  0  0  0  0  0  0.40  45.00  100. Profil Puskesmas Tahun 2009  .184  2.079  6.33  71.00  100.102  3.914  6  100.00  100.MISKIN  JUMLAH BAYI  BGM MENDAPAT MP­  ASI  MASY.00  70.998  2.00  100.00  MENDAPAT YANKES  Rawat  Jalan  7  6.MISKIN  BGM  JUMLAH  12  %  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  11  10  27  10  15  23  15  10  6  7  9  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  13  90.00  100.55  Rawat  Inap  9  251  ­  ­  ­  ­  ­  ­  41  ­  ­  %  3.074  8.55  Sumber: Laporan Seksi Jaminan Kesehatan Tahun 2009.00  100.286  65.00  46.00  100.00  100.730  4.326  14.93  116.582  3.76  68.03  79.67  47.

00  100.00  .00  #DIV/0!  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  2  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  130  130  311  451  311  451  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 892  892  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  100.TABEL 38  PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN KESEHATAN KERJA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH PEKERJA  FORMAL  4  JUMLAH YANG  DILAYANI  5  ­  %  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.

852  5.40  6.308  37.031  1.31  67.401  51.598  3.68  81.332  8.150  795  ­  ­  506  235  2.734  4.91  74.57  95.831  5.84  93.022  408  66  8  661  486  ­  ­  271  95  887  750  209  42  11  2.TABEL 39  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PRA USILA (45­59 TH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.972  864  356  1.291  1.15  64.285  4.772  617  108  JUMLAH (KAB/KOTA)  15.35  5  1.059  765  294  1.11  31.06  36.93  22.907  31.091  498  292  DILAYANI  KES  USILA (60TH+)  JUMLAH  7  979  493  505  1.552  1.629  650  3.42  79.19  6.33  62.970  1.94  14.34  JUMLAH  10  2.321  766  282  134  DILAYANI  KES  PRA USILA DAN USILA  %  9  67.125  1. Profil Puskesmas Tahun 2009  .059  780  2.15  97.60  %  12  75.11  ­  ­  27.489  309  ­  ­  235  140  1.58  ­  ­  35.55  22.20  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.42  32.238  1.32  ­  ­  31.10  25.20  39.52  98.857  780  426  DILAYANI  KES  %  6  80.

35  .121  6.86  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  1.193  2.921  200  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Profil Puskesmas Tahun 2009  94  33.186  JUMLAH YANG  DIBERI KAPSUL  YODIUM  % YANG DIBERI  KAPSUL YODIUM  7  ­  ­  ­  ­  71.760  1.889  3.693  1.353  8.002  6.33  ­  ­  ­  ­  16.TABEL 40  CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  WUS DI DESA/KEL. ENDEMIS SEDANG & BERAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  ENDEMIS 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  JUMLAH WUS  5  3.419  2.517  2.268  2.558  1.

TABEL 41  PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV­AIDS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  DONOR DARAH  NO  1  UNIT TRANSFUSI DARAH  2  JUMLAH  PENDONOR  3  JML SAMPEL  DARAH DIPERIKSA  4  JML POSTIF  HIV/AIDS  5  % POSITIF HIV­  AIDS  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH  Sumber: …………….. (sebutkan)  ­  ­  ­  .

971  KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA  JUMLAH  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  %  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  NO  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  SARANA PELAYANAN  KESEHATAN  2  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II  1  Sarana Yankes lainnya  JUMLAH (KAB/KOTA)  JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA  JUMLAH PELAYANAN  CAKUPAN KUNJUNGAN (%)  156.937  8.925  15.050  4.050  113.149  138.492  2.120  34.971  JUMLAH  5  22. PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KUNJUNGAN  RAWAT JALAN  3  22.925  15.218  138.571  ­  23.296  7.571  ­  ­  161.098  5.843  34.549  18.400  23.576  10.098  5. sudah termasuk dengan kunjungan puskesmas di wilayah BP Swasta  kecuali Puskesmas Waepana tidak termasuk kunjungan ke BP  .TABEL  42  JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN .577  9.22  Sumber:LB4 Puskesmas Tahun 2009  Ket : kunjungan ke sarana yankes lainnya (BP Swasta).577  9.600  18.438  21.218  137.937  8.438  21.11  5.576  10.822  138.600  RAWAT INAP  4  723  ­  ­  ­  ­  ­  ­  128  ­  ­  851  4.168  7. RAWAT INAP.492  2.971  4.

00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  3  Lab Swasta/BP Swasta  6  1  16.00  100. bedah.94  Sumber : Laporan Tahunan Dinas Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009  Ket : Kemampuan Labkes : Mampu menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan sesuai standar  4 spesialis dasa : pelayanan kandungan dan kebidanan.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  17  9  1  52. penyakit dalam dan anak  .TABEL 43  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH YANG MEMILIKI  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH  3  LABKES  4  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  5  % YANG MEMILIKI  LABKES  6  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  7  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  1  100.67  4  PUSKESMAS  10  7  70.

TABEL 44  KETERSEDIAAN OBAT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  1  1  2  3  4  5  6  JENIS OBAT*  2  KEBUTUHAN  3  KETERSEDIAAN JUMLAH  4  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten  Ket :  * Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar  .

61  72.495  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.00  74.29  49.00  78. Laporan Tahunan Bidang PSDK Tahun 2009  1.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.92  100.00  20.36  40.TABEL 45  PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH TANGGA  NO  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  KECAMATAN  2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DIPANTAU  4  550  650  200  250  350  200  545  250  300  200  BER PHBS *  5  35  266  200  185  274  98  363  180  162  40  %  6  6.59  .00  66.00  54.803  51.

62  ­  22.67  73.43  71.79  11.45  41.67  73.00  1.33  PERSENTASE POSYANDU  MADYA  10  46.56  15.67  13.57  26.56  15.05  ­  ­  30.99  Sumber: Laporan Bidang PSDK Dinas Kesehatan Tahun 2009  .99  ­  100  22.78  11.00  1.56  21.68  22.18  41.33  PURNAMA  MANDIRI  JUMLAH  11  50.67  13.85  69.54  34.00  70.18  41.46  53.22  18.36  16.22  18.54  34.33  JUMLAH (KAB/KOTA)  42  169  63  ­  274  15.79  11.77  27.TABEL 46  JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH POSYANDU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PRATAMA  MADYA  4  1  17  4  ­  ­  4  5  5  4  2  5  13  46  12  23  14  9  9  31  10  2  PURNAM  MANDI  JUMLAH  PRATAMA  A  RI  6  14  1  3  3  9  ­  4  8  10  11  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  8  28  64  19  26  23  13  18  44  24  15  9  3.23  50.88  63.16  88.33  12  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  13  100  100  100  100  88  100  100  100  100  100  %  POSYANDU  AKTIF  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  14  50.33  61.62  ­  22.

75  81.50  SELURUHNYA  DIPERIKSA  4  5  2.039  2.86  JUMLAH  SEHAT  7  1.312  1.69  47.51  20.994  1.TABEL 47  PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  JUMLAH  %  DIPERIKSA  6  98.308  3.94  15.849  2.50  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  : Profil Puskesmas Tahun 2009  .25  65.573  3.405  87.172  773  25  %  SEHAT  8  61.768  1.418  2.24  85.357  959  200  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  27.748  4.17  84.587  1.651  1.17  86.79  70.627  1.49  47.435  4.40  39.92  95.55  100.752  24.399  676  2.304  1.00  95.11  68.627  1.592  6.830  6.861  2.304  657  1.96  12.45  81.651  2.77  69.008  61.469  1.47  56.

205  3.5  98.205  1.44  99.29  50.01  4.00  100.670  1.47  0.00  20.877  2  1.357  1.237  0  0  0  0.68  1.05  0.00  0.00  0.00  44.00  0.49  100.63  0.00  0.16  15  0.63  3.08  7.41  100.057  7.43  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.626  94.265  7.00  0.00  0.12  79.00  0.758  1. Ngada Dalam Angka 2009  2.95  0.323  1.397  3.394  1.645  1.00  0.015  6.318  1.00  16  1.69  0.00  82.00  0.694  4.00  7  3.575  87.766373  20.923  92.00  0.884  1. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .27  100.00  0.00  41.527  975  800  8  9  2  40  ­  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1.005  100  100  76.00  1.763  100  57.352  25.00  99.446  750  1.00  73.136  2.757  4.026  5  3.95  2.00  0.00  0.07  0.37  0.205  2.00  93.136  650  152  1.265  7.000  815  14  98.08  Sumber: 1.136  500  141  1.656  2.25  0.00  100.43  45.98  17  0  2.694  4.00  0.78  96.77  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.27  0.86  80.00  100.378  1.136  1.694  4.736  PAH  SGL  18  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  19  0.50  0.318  1.702  81.197  350  ­  276  22.TABEL 48  PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  LEDENG  LEDENG  JUMLAH  PAH  SGL  SPT  SPT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  JUMLAH  %  KELUARGA  KELUARGA  KELUARGA  YANG ADA  DIPERIKSA  DIPERIKSA % AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  JUMLAH  20  88.13  88.31  0.499  0  0  23.00  52.191  97.00  0.120  ­  25  ­  8  10  ­  183  ­  ­  150  11  ­  ­  ­  6  11  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  12  ­  252  ­  ­  ­  ­  ­  23  ­  1  13  3.026  6  100.

18  83.318  1.519  1.0  839  203.83  72.694  4.476  414  53  12  136  79  650  1.33  16.265  7.68  51.656  2.00  0.318  1.83  676  74.256  3.318  1.026  6  2.78  4.91  0.357  1.00  25  72.00  #DIV/0!  3.32  JUMLAH  SEHAT  17  5  13  2  888  ­  ­  908  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.575  6.47  0.843  4.525  2.159  2.136  1. Ngada Dalam Angka 2009  2.357  1.02  61.94  71.136  2.33  50.757  4.84  25.352  25.916  26.161  384  ­  13  14  30.07  56.83  85.506  2. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .44  74.86  74.53  650  45.248  650  1.0  55.97  45.758  1.35  64.34  10  3.575  21.205  3.15  % KK  MEMILIKI  6.694  4.447  1.265  7.357  1.00  15  3.51  92.33  0.17  2.617  Sumber: 1.96  3.00  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.446  750  1.136  1.205  3.76  71.00  0.265  7.62  87.318  1.397  3.143  75.75  5.35  0.28  30.32  13.14  1.00  #DIV/0!  0.378  1.026  16  6  67  6  30  241  41  4  1.378  1.026  5  3.00  36.645  1.335  179.00  0.00  #DIV/0!  0.04  53.73  43.917  78.92  773  100.17  0.446  750  1.74  0.394  1.67  0.833  83.33  1.694  4.67  0.TABEL 49  KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JAMBAN JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  % SEHAT  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH KK  TEMPAT SAMPAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  PENGELOLAAN AIR LIMBAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  56.205  3.378  1.575  1.357  748  7  8  1.222  ­  ­  18  19  0.136  1.00  5.00  #DIV/0!  174.89  25.033  73.90  9  59.0  0.409  5.02  100.442  73.318  13.026  11  990  ­  ­  152  650  ­  2.446  750  1.108  2.82  59.265  7.

00  #DIV/0!  100.41  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  21  12  17  1  160  ­  1  61  20  4  ­  22  12  13  1  160  ­  1  44  20  4  ­  4  6  ­  ­  ­  2  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  22  21  21  100.00  ­  #DIV/0!  53.38  276  255  Sumber: Laporan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  JUMLAH  SEHAT  23  12  1  ­  88  ­  ­  26  16  ­  ­  143  .00  7.69231  0  55  #DIV/0!  0  59.00  #DIV/0!  #DIV/0!  8  8  13  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  9  8  12  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  10  8  ­  ­  34  11  100.00  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  50.77  143  126  66  52.00  75.74  15  13  4  30.97  #DIV/0!  #DIV/0!  100.08  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  2  2  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  5  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  6  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  7  100.TABEL 50  PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  HOTEL  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  RESTORAN/R­MAKAN  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  PASAR  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  TUPM LAINNYA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  JUMLAH TUPM  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  24  100.00  ­  #DIV/0!  16  ­  ­  ­  85  ­  ­  56  ­  2  ­  17  ­  ­  ­  85  ­  ­  39  ­  2  ­  18  ­  ­  ­  44  ­  ­  22  ­  ­  ­  20  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  51.00  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.76  #DIV/0!  #DIV/0!  56.0909  80  0  #DIV/0!  56.00  #DIV/0!  #DIV/0!  12  2  2  1  2  ­  1  1  4  2  ­  13  2  ­  1  2  ­  1  1  4  2  ­  14  2  ­  ­  ­  15  100.00  100.00  96  95  52  54.

TABEL 51  PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  SARANA KESEHATAN  SARANA PENDIDIKAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  SARANA IBADAH  PERKANTORAN  SARANA LAIN  JUMLAH  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  14  28  9  7  6  9  6  10  6  5  5  14  26  9  7  6  9  5  10  6  5  6  100  92.33  100  100  100  7  32  64  12  31  20  17  23  30  18  12  8  32  64  12  31  12  17  23  30  18  12  9  100  100  100  100  60  100  6  100  100  100  10  15  39  9  10  3  11  6  24  18  6  11  15  15  9  10  ­  11  6  24  18  6  12  100  38.851  258  205  79.0  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  19  106  220  40  97  40  48  51  80  51  27  20  106  148  40  97  24  48  51  80  51  27  21  100  67  100  100  60  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009  : Profil Puskesmas Tahun 2009  100  97  97.25  100  100  54.42  .00  259  251  96.55  100  100  100  100  100  16  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  17  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  18  100.46  100  100  0  100  100  100  100  100  13  43  91  10  49  11  11  15  15  9  4  14  43  43  10  49  6  11  15  15  9  4  15  100  47.457  5  5  100  760  672  88.86  100  100  100  100  83.911  141  114  80.

752  3.587  959  JUMLAH ( KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  Ket : Tidak Dilaporkan  27.00  #DIV/0!  42.418  3.90  .768  4.592  1.500  1.806  45.200  606  %  8  48.573  2.435  %  6  87.23  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  4  2.039  1.17  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RUMAH/BANGUNAN  BEBAS JENTIK  JUMLAH  7  1.TABEL  52  PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  RUMAH/BANGUN  AN YANG ADA RUMAH/BANGUNAN  DIPERIKSA  JUMLAH  5  2.38  ­  81.651  2.861  6.18  1.935  14.304  1.

 MPH.0  16  21  76.00  4  104  3.1  GIZI  JML  9  8  %  10  67  TEKNISI MEDIS  JML  11  4  %  12  20  SANITASI JML  13  13  %  14  68  KESMAS  JML  15  2  %  16  9.7  1  1  POLINDES/POSKESDES)  93  56.26  3  14.00  1  5.0  7  164  4. APK. Dr/Drg Spesialis  Perawat & bidan  : termasuk lulusan DIII dan S1  Farmasi  : Apoteker.78  2  16.29  129  33.0  40  390  10.0  6  23  26.0  ­  20  ­  100.0  5  19  26.19  100. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan DI.32  100.15  22  21.85  100. Fisioterapi  : Lulusan SPPH.09  100. DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV  Teknisi Medis  Sanitasi  Kesmas  : Analis.67  16  80.0  2  12  16.TABEL 53  PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  NO  UNIT KERJA  2  PUSKESMAS  (termasuk PUSTU dan  MEDIS  JML  3  14  %  4  52  BIDAN  JML  5  78  %  6  75  PERAWAT  JML  %  FARMASI  JML  7  9  %  8  39. Dokter Gigi.0  8  34.26  100. dll  . dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.67  100.08  3  INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  SARANA KESEHATAN LAIN  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  5  DINKES KAB/KOTA  JUMLAH  ­  27  ­  100.15  64  39.3  100. Penata Anestesi.5  JUMLAH  17  221  %  18  56.7  2  RUMAH SAKIT  13  48. TEM dan Penata Rontgen.0  Sumber: Laporan Tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada Tahun 2009  Keterangan:  Medis  : Dokter.

 Penata Anestesi. APK dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM. TEM & Penata Rontgen. dan Fisioterapi  Sanitasi  Kesmas  : Lulusan SPPH. Dr/Drg Spesialis  Perawat  : termasuk lulusan DIII dan S1 & SPK  Farmasi  : Apoteker. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)  Teknisi Medis : Analis. Dokter Gigi. Profil RSUD Bajawa 09  Keterangan:  Medis  : Dokter. MPH.TABEL  54  JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  PERAWAT  PERAWAT  FARMASI  GIZI  GIGI  4  5  6  11  4  1  1  19  4  1  1  13  2  1  1  8  2  1  1  10  1  1  1  7  ­  ­  ­  7  2  2  1  8  3  1  1  6  2  1  1  4  ­  ­  ­  NO  UNIT KERJA MEDIS  3  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  BIDAN  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  TEKNISI  SANITASI  MEDIS  7  8  2  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  1  2  1  2  ­  1  ­  2  KESMAS  9  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  10  33  50  23  21  26  14  23  24  15  12  ­  ­  241  133  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  133  374  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  14  13  78  22  93  64  20  4  9  8  8  2  4  16  13  1  2  3  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  4 tubel  13  64  4  8  2  16  1  3  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. dll  .

 (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  4  ­  ­  ­  4  2.90  27  DOKTER  KELUARGA  7  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.TABEL 55  JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH TENAGA MEDIS  NO  UNIT KERJA  DR SPESIALIS  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  DOKTER UMUM  4  2  1  1  1  1  1  1  2  1  1  12  7  DOKTER GIGI  5  ­  1  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  2  JUMLAH  6  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  14  13  ­  ­  ­  13  ­  ­  ­  4  2. Profil RSUD Bajawa 09  .90  ­  ­  ­  7  ­  ­  ­  2  19  13.76  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.

 Profil RSUD Bajawa 09  .TABEL 56  JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KEFARMASIAN  APOTEKER  S1 FARMASI  D­III FARMASI  ASS APOTEKER  JUMLAH  D­IV/S1 GIZI  3  4  5  6  7  8  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  2  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  3  3  9  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  1  6  4.72  2  10  7.35  1  2  2  7  2  8  6  23  ­  1  0.69  2  1  2  1  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.000 PDDK  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.24  ­  1  TENAGA GIZI  D­III GIZI  9  ­  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  7  1  D­I GIZI  10  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  JUMLAH  11  1  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  8  2  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  12  8. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.

11  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.TABEL  57  JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KEPERAWATAN  NO  UNIT KERJA  SARJANA  KEPW  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  6  PERAWAT  DIII  LULUSAN  PERAWAT  SPK  4  5  9  2  6  13  9  4  5  3  5  5  5  2  6  ­  7  1  6  ­  3  1  61  31  51  3  BIDAN  JUMLAH  6  11  19  13  8  10  7  7  8  6  4  93  60  ­  ­  ­  60  DIII BIDAN  7  2  2  ­  ­  1  1  ­  2  2  2  12  6  BIDAN  8  9  20  3  7  9  4  6  4  1  3  66  16  JUMLAH  DIII  9  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  78  22  ­  ­  ­  22  PERAWAT GIGI SPRG  1  ­  1  1  ­  ­  ­  1  1  ­  5  3  ­  2  2  1  ­  15  1  3  4  1  1  1  ­  2  3  2  ­  20  4  JUMLAH  4  4  2  2  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100. Profil RSUD Bajawa 09  .000 PDDK  ­  6  51  3  6  16  3  1  4  4  7  116  ­  34  4  157  113.73  ­  18  ­  82  ­  100  72.44  ­  8  1  17  1  25  18.

000 PDDK  3  ­  3  1  ­  1  16  21  ­  ­  16  21  15.21  3  13  2  6  5  19  13.76  Sumber : Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan: [a]  Termasuk S2 dan S3  .TABEL  58  JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KESMAS  D­III KESMAS  SARJANA KESMAS  3  4  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  ­  3  ­  [a]  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  JUMLAH  5  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  2  3  TENAGA SANITASI  DIII SANITASI  DI SANITASI  6  7  ­  1  1  ­  1  ­  1  ­  ­  1  1  ­  2  ­  1  1  1  ­  1  1  9  4  1  ­  JUMLAH  8  1  1  1  1  1  1  2  2  1  2  13  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.

17  20  14.ANESTESI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  FISIOTERAPIS  6  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  2  JUMLAH  7  2  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  4  16  ­  ­  ­  16  ­  ­  ­  3  2.RONTG  3  4  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  6  7  P.52  7  ­  ­  ­  7  5.72  2  Sumber: Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Tahun 2009  .  TEM & P.07  1  ­  ­  ­  1  0.TABEL  59  JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TENAGA TEKNISI MEDIS  ANALIS LAB.000 PDDK  ­  ­  ­  6  ­  ­  ­  9  6.49  NO  UNIT KERJA  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.

321  26.411.980.57  4.000  1.33  0.319.138.755.800.660  383.99  Sumber: Laporan Sub Bagian Keuangan Dinkes Ngada tahun 2009  : LKPJ Dinas Kesehatan tahun 2009  ; Laporan RSUD Bajawa tahun 2009  ; Laporan Jamkesmas Tahun 2009  Ket : Anggaran Kesehatan APBD Kabupaten (Dinas Kesehatan) sudah termasuk dengan gaji pegawai  .000  1.99  81.654  31.060.00  3.474.714  383.250  587.30  ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA  224.08  100  2.561  21.668.43  1.500  487.398  4.416.72  2.755.89  1.000  333.125.344.652.242.844.685.86  0  0  0  0  0  0  11.09  8.398  100  % APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA  6.382.935  133.153  78.000  83.249.62  1.00  0.382.555.080.694.000.TABEL 60  ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  DINKES  3  %  4  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  RSUD  4  %  NO  SUMBER BIAYA  1  2  ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:  1  APBD KAB/KOTA  2  APBD PROVINSI  3  APBN :  ­ Dana Alokasi Khusus (DAK)  ­ JAMKESMAS  ­ DEKONSENTRASI  4  Bantuan Luar Negeri (AIP­MNH)  BLN Proyek Gafi/GV  5  ­ BANSOS (Bantuan Sosial)  6  ADB (DHS­II)  7  Jamkesmas Kuota PEMDA  TOTAL ANGGARAN KESEHATAN  TOTAL APBD KAB/KOTA  25.779.14  0  0  1.

PROV  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.KAB/KOTA  5  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  ­  ­  ­  ­  ­  1  45  9  ­  ­  ­  1  ­  ­  TNI/POLRI  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  BUMN  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  SWASTA  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  2  ­  11  1  1  ­  ­  274  5  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  9  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  2  2  ­  11  1  2  45  9  274  5  ­  1  ­  ­  1  RUMAH SAKIT UMUM  2  RUMAH SAKIT JIWA  3  RUMAH SAKIT BERSALIN  4  RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA  5  PUSKESMAS PERAWATAN  6  PUSKESMAS NON PERAWATAN  7  PUSKESMAS KELILING  8  PUSKESMAS PEMBANTU  9  RUMAH BERSALIN  10  BALAI PENGOBATAN/KLINIK  11  PRAKTIK DOKTER BERSAMA  12  PRAKTIK DOKTER PERORANGAN  13  PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL  14  LABORATORIUM KLINIK  15  POLINDES  16  POSKESDES  17  POSYANDU  18  APOTEK  19  TOKO OBAT  20  GFK  21  INDUSTRI OBAT TRADISIONAL  22  INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL  Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  .PUSAT  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.TABEL 61  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PEMILIKAN/PENGELOLA  NO  1  FASILITAS KESEHATAN  2  PEM.

TABEL 62  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  DESA/ KELURAHAN  3  12  21  8  17  7  7  12  6  4  DESA SIAGA  4  5  ­  9  3  5  5  3  6  ­  3  ­  2  POSKESDES 5  4  1  1  1  1  POLINDES  6  8  11  5  6  2  3  5  3  2  POSYANDU  7  28  64  19  49  13  18  44  24  15  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  1  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  41  9  45  274  Sumber: Laporan UKBM Bidang PSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  ; Profil Puskesmas tahun 2009  .

4  6. St.7  19.4  0.1  1.6  8.0  0.TABEL 63  INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT & PUSKESMAS RAWAT INAP  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NAMA RUMAH  SAKIT/PUSKESMAS RRI  2  UMUM  Umum  Umum  Umum  JENIS PELAYANAN  UMUM/KHUSUS  3  JUMLAH  TEMPAT  TIDUR  4  100  15  10  20  JUMLAH PASIEN  KELUAR  MATI  (HIDUP + MATI)  SELURUHNYA  NO  1  5  4.1  1.7  LOS  10  4. Profil Puskesmas Tahun 2009  Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta  .906  723  165  ­  6  222  21  ­  ­  JUMLAH  HARI  MATI >= 48  PERAWATAN  JAM  7  8  131  14  ­  ­  19.3  29.6  14.0  #DIV/0!  1  RSUD Bajawa  2  Puskesmas RRI Aimere  3  Puskesmas RRI Riung  4  BP.0  #DIV/0!  Sumber: Laporan Tahunan RSUD Bajawa 2009.9  TOI  11  3. Fatima Soa  0.2  #DIV/0!  GDR  12  45.946  799  317  ­  BOR  9  54.5  20.0  #DIV/0!  NDR  13  26.

42 Desa Siaga yang dibentuk dan aktif Bajawa.00 Sarkes yang memiliki kemampuan UGD 100.686 56.915 299 3.83 38.967 20.000 penduduk <15 tahun .704 21 22. BHOKO.Penderita DBD Ditangani .Penemuan penderita pneumonia balita .06 90 90 90 100 90 100 90 90 90 100 90 100 2.31 92. 195709141984032008 .SKM PEMBINA TK.715 14.04 100 100 70 100 100 70 21 14.49 100.90 Penyebut merupakan ibu hamil riil 92. I NIP.Penemuan pasien baru TB BTA + .147 58.801 56.226 28 2. 26 Juni 2010 Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.695 100.54 7.00 18.585 4.00 64.01 64.897 3.CAKUPAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2009 (PERMENKES RI NO.318 8 169 285 9 13.00 B Pelayanan Kesehatan Rujukan 1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 2 Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan di Sarana Kesehatan C Penyelidikan Epidemiologi dan Penangggulangan KLB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 1 Cakupan Desa Siaga Aktif 100 100 25 25 D 80 80 7 38 18.07 71.306 276 2.05 2 100 100 100 100 100 100 100 2 100 100 100 100 100 100 100 169 47 9 2.407 94 14.91 70.Penemuan Penderita Diare 14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 95 80 90 95 80 90 2.AFP Rate per 100.686 16 0 100 balita riil yang ditangani di sarkes 16.673 77 10.741/MENKES/PER/VIII/2008) KABUPATEN NGADA TARGET SPM 2009 NO 1 CAKUPAN SPM (%) PEMBILANG 6 JENIS PELAYANAN 2 INDIKATOR 3 NASIONAL (%) 4 KABUPATEN NGADA (%) 5 PENYEBUT 7 (%) 8 (6/7*100%) KETERANGAN 9 A Pelayanan Kesehatan Dasar 1 Cakupan Kunjungan Ibu hamil k4 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi 7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 8 Cakupan Pelayanan anak balita 9 Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan Peserta KB Aktif 13 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit .46 81.321 276 71.144 105 3.134 28 3.62 Pasien masyarakat miskin yg dirujuk ke RS 50.03 100.486 36.00 78.

BHOKO. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. HILDEGARDIS F. 19570914 198403 2 008 . 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PUSKESMAS 2 WATUKAPU AIMERE WAEPANA RIUNG MARONGGELA WATUMANU NATARANDANG KOTA SURISINA KOELODA POLINDES 3 2 8 3 5 3 5 2 2 4 11 1 0 1 0 0 1 1 0 1 4 POSKESDES POSKESTREN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PRATAMA 5 7 1 5 5 5 6 8 0 0 2 POSYANDU MADYA 6 9 13 10 28 11 12 6 23 13 60 PURNAMA 7 0 14 3 9 8 2 3 0 13 2 MANDIRI 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS OBAT DESA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS UKK 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH UKBM 11 19 36 22 47 27 26 20 25 31 79 JUMLAH 45 9 0 39 185 54 0 0 0 332 Bajawa.LAPORAN UKBM KABUPATEN PROPINSI TAHUN : NGADA : NTT : 2009 JUMLAH NO. SKM PEMBINA NIP.

.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC..1...

.FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ..1...

.1.1 .1.FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC...1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini JUMLAH KAB/KOTA NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KETERJANGKIT (3) (4) % (5) TERJANGKIT (6) % (7) KASUS (8) MATI (9) JUMLAH KECAMATAN JUMLAH AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) - Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : . FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.

1.1 .KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Bencana bulan ini No Jenis Bencana Tgl Kejadian Lokasi Kejadian Kabupaten Jumlah Kecamatan (4) (5) Terkena Bencana (6) Jumlah Penduduk Mengungsi Dirawat (7) (8) Meninggal (9) (1) (2) (3) - Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN --- FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.

26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 Bencana bulan ini NO JENIS BENCANA TGL KEJADIAN (3) LOKASI KEJADIAN KABUPATEN JUMLAH KECAMATAN (4) (5) TERKENA BENCANA (6) JUMLAH PENDUDUK MENGUNGSI DIRAWAT (7) (8) MENINGGAL (9) (1) (2) 1 Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Bajawa.1 . GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. I NIP 195709141984032008 PENYAKIT.2. BHOKO. SKM PEMBINA TK.

kesehatan lingkungan dan penyuluhan gizi PENYAKIT. Adanya balita g izi buruk. . Tingginya penderita TB Paru 3. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. .Perawatan balita gizi buruk 1 orang.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No (1) Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 5 384 5 1 - 0 - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tindakan : .Pengobatan penderita malaria dan TB Paru .2.Penyuluhan PHBS.Pemantauan gizi balita dan pencegahan meningkatnya kasus. 2. Tinggi dan meningkatnya kasus penyakit DBD dan malaria disebabkan kurangnya kebersihan lingkungan.1 .

2.Fogging di wilayah yang berkasus penyakit DBD .Penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan .1 . Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk PENYAKIT.Penyuluhan.Pengobatan penderita DBD . disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat.Pengobatan dan pemeriksaan darah pasien penderita malaria . Meningkatnya kasus gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jenis Penyakit / Masalah Gizi No (1) (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 25 1.716 3 5 - 1 - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. juga oleh migrasi penduduk dari daerah lain 2. Tingginya penyakit malaria dan meningkatnya kasus demam berdarah. penyakit penyerta Tindakan : .

Foging sarang nyamuk . GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. Adanya kasus TB bar sebanyak 7 orang.1 .2. 4. Masih Tingginya kasus malaria oleh karena darah endemik 2. Meningkatnya balita gizi buruk menjadi 6 kasus oleh karena kurangnya asupan makanan Tindakan : .Penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi .Penyuluhan gizi masyarakat oleh petugas PENYAKIT.Penyuluhan dan pengobatan penderita TB.Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk .Pengobatan penderita malaria dan DBD . .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jenis Penyakit / Masalah Gizi No (1) (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 26 845 7 6 - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Meningkatnya penderita DBD oleh karena terjadi penularan melalui vektor 3.

Adanya kasus AFP Tindakan : .1 . PENYAKIT. Tingginya kasus DBD oleh karena terjadinya penularan melalui vektor dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat. Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan.Pengambilan darah untuk pemeriksaan parasit malaria .*) 2 0 - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. 2. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.Penyuluhan kesehatan lingkungan dan Gerakan 3 M Plus bagi masyarakat potensi kasus DBD .Peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No (1) Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 17 681 .Pengobatan penderita DBD dan Malaria . balita. Tingginya kasus malaria oleh karena daerah endemik 3.2.

masyarakat tidak memanfaatkan kelambu serta kondisi lingkungan yang buruk 3. Tingginya penderita malaria oleh karena daerah endemik. pola asuh dan pola makan anak yang salah Tindakan : Pengobatan penderita Penyuluhan pemanfaatan kelambu dan kesehatan lingkungan Penyuluhan gizi masyarakat. BHOKO. pola asuh anak dan makanan gizi seimbang Perawatan balita gizi buruk oleh petugas Ket.2.2 . SKM PEMBINA TK.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. Bajawa.*) 1 - Jumlah Kematian (4) - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Masih adanya Balita Gizi buruk disebabkan asupan makanan kurang.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR Jumlah Kasus Baru (3) 8 590 . I NIP 195709141984032008 KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. Masih adanya kasus DBD sebanyak 8 kasus disebabkan penularan oleh vektor dan mobilisasi penduduk. 2. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.

KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.2 . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. .2. Tingginya kematian bayi 3 orang. Tindakan : . 2.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .

Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . .2. Tindakan : . 3. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus D-III Kebidanan.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 3 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian ibu sebanyak 3 orang disebabkan oleh perdarahan. pneumonia dan aspirasi. 2. penyakit kronis dan suspek emboli air ketuban. Tingginya kematian bayi disebabkan oleh asfiksia. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.2 .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.Penanganan kematian ibu dan bayi .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .

Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. . Tingginya kematian bayi 4 disebabkan oleh asfiksia.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .2. pneumonia. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. 3. Kematian ibu 1 orang. Infeksi.Penanganan kematian ibu dan bayi . Tindakan : . 2.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 4 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.2 .

Penanganan kematian bayi . .2 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 0 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tindakan : .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.2. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . 2.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Tingginya kematian bayi 3 orang.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .

pneumonia.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. I NIP 195709141984032008 UPAYA KESEHATAN Formulir RC. Infeksi.3 .Penanganan kematian ibu dan bayi .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. BHOKO. Tindakan : . Tingginya kematian bayi 3 disebabkan oleh asfiksia. Bajawa.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Masih adanya kematian ibu 1 kasus 2. . SKM PEMBINA TK. 3. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.

Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .23% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. 3.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya. Imunisasi DPT 3 masih rendah Tindakan : .42% 81. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 121 241 193 217 169 3 41. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.3 . B 1. C 1.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .89% 61.89% 69.58% 86. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3. 2. 2.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. 3. 2. Kunjungan K4 masih rendah 2. 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .39% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan Neonatus 1 masih rendah Tindakan : .Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . B 1.55% 60. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.72% 67.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya . KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 8 150 167 134 145 186 8 51.3 . C 1.Pendataan sasaran yang belum optimal.07% 48.20% 54.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun (3) Jumlah Sasaran / Bulan (4) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (5) (6) (1) (2) A 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 5 127 259 201 227 258 5 43. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .3 .66% 93.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . 3.16% 72.Pendataan sasaran. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.30% 85.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .48% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. 2. B 1. C 1. 2.64% 93. Kunjungan K4 masih rendah 2.

Pendataan sasaran. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 *) PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 133 232 179 190 209 2 45.39% 71.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . Ket.67% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel UPAYA KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.70% 75. 3. 2. 2.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .3 .45% 64. C 1.72% 66.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.70% 83. Kunjungan K4 masih rendah 2. B 1.

SKM PEMBINA TK.39% 89.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . Imunisasi DPT3*) 3313 276 C PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1. K4 3491 291 2.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .35% 100% Bajawa. Persalinan di fasilitas kesehatan 3334 278 B KESEHATAN ANAK 1.4.12% 78.49% 79.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .57% 65. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel 135 249 181 208 219 2 43. I NIP 195709141984032008 PENGELOLAAN DANA Formulir RC.Pendataan sasaran. Penderita TB selesai pengobatan 2 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. BHOKO. Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 3175 265 2.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No (1) Jenis Pelayanan (2) Jumlah Sasaran /Tahun Jumlah Sasaran /Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) A KESEHATAN IBU 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. Ket.1 . Persalinan oleh nakes (Pn) 3334 278 3. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .

- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. pembangunan .1 . PENGELOLAAN DANA Formulir RC. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .000.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.Khusus untuk pengadaan sarana kesehatan sedang dalam penyiapan dokumen admnistrasi.867.4. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .200. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. peningkatan.

200.000. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. PENGELOLAAN DANA Formulir RC.1 . pembangunan .Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi. peningkatan.4. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .867.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .

000.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. peningkatan.200. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan . PENGELOLAAN DANA Formulir RC.1 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.867. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. pembangunan .4.

4.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi PENGELOLAAN DANA Formulir RC. pembangunan .867.000. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.1 . Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .200.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . peningkatan.

4. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan . peningkatan.Sedang dalam Pelaksanaan Kontrak untuk pengadaan mobil Pusling dan kendaraan roda-2 Bajawa. I NIP 195709141984032008 JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. SKM PEMBINA TK. pembangunan .- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. BHOKO.200.000.867.2 . perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.

000.686 : 8. 2.913 74 88 - 243 11 31 - 2.2 .Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.4.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.960. JAMINAN KESEHATAN Formulir RC. Tindakan : . Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.000 No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 2.

Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten. JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.000. 2.4.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 42. Tindakan : .2 .- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.686 jiwa : 8. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.091.

000. Tindakan yang diambil : . Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.686 jiwa : 8.000.2 .985. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.250.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.4.303 380 - 485 51 - 6.

Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.120.1.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4390 235 - 339 108 - 9.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten Propinsi : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR Formulir RC.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.000.525.686 jiwa : 8. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. Tindakan yang diambil : . Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.2 .000.4.

- - Analisi Masalah : 1. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. Bajawa. SKM PEMBINA TK.275. I NIP 195709141984032008 . Tindakan yang diambil : .686 jiwa : 8.Bulan Tahun : MEI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 3.680. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.000. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit. BHOKO. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.Memberikan penjelasan dan motivasi kepada rumah sakit agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu.000.1.

2010 DATA DASAR PUSKESMAS TH. 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN JUNI 2010 . 2009 CAKUPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TH.LAPORAN KOMUNIKASI DATA RUTIN DAN CEPAT (KOMDAT) JANUARI S/D MEI TH.

.

.

PROFIL KESEHATAN TAHUN 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN .

SKM o Sitti Maryanti. A. SKM} Pengarah : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Martinus Beno Doven.TIM PENYUSUN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 Pelindung/Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Hildegardis F. SKM o Benediktus Joni.Md.KL. A. SKM .G.O Mbere.G.Sos} Tim Pengumpul Data : o Drg.Md. SKM o Finsensius Susanto.SKM o Veronika Suka. Artanaya. SKM o Martinus Beno Doven. SKM o Yulius Widiyantoro. SKM o Mursina Wahyuningsih Daeng. Bhoko.A. S. SKM o Maria Yulita Bupu Tay.KL o Emerentiana Y.KL.Sos o I.Md Tim Penyusun : o I. Artanaya. S. Emerentiana Reny W. SKM Tim Penyunting : o Hildegardis F.A.Md. Agung K. Mhith&IntDev o Mursina Wahyuningsih Daeng. Agung K. Bhoko.

termasuk kinerja yang telah diperoleh dalam penyelenggaraan pelayanan minimal bidang kesehatan. sumber daya kesehatan. oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. kami sampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasih. upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan sehingga Profil Kesehatan ini dapat dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun. Bajawa.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat. Selain itu. rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan dokumen Profil Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009 ini. Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. BHOKO. Puskesmas dan Rumah Sakit yang senantiasa saling memberikan informasi-informasi penting khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan juga berkat dukungan lintas sektor dalam penyediaan data dan informasi di Kabupaten Ngada. berisi data dan informasi yang menggrafikkan derajat kesehatan. Dokumen Profil Kesehatan ini tersusun berkat dukungan dan kerja sama dari para pengelola program baik di Dinas Kesehatan. Sebagaimana diketahui bahwa Profil Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan. SKM PEMBINA TK I NIP : 19570914198403200 i . Kami menyadari sepenuhnya bahwa. dokumen Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang telah disusun ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Sekian dan Terima kasih. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dalam penyusunan dokumen Profil Kesehatan ini. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada juga merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten. semoga Dokumen Profil Kesehatan ini dapat memberikan informasi guna menentukan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada di masa yang akan datang.

.......1.......3............1....3. BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 5.2......... Keadaan Sosial Ekonomi.... Kesimpulan……………………………………………………………………………...3......DAFTAR ISI Hal.... Status Gizi …………………………………………………………………………….2....... Umur Harapan Hidup ………………………………………………………………… BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 4..... Mortalitas ……………………………………………………………………………..2............ 1...... Latar Belakang ………………………………………………………………………...................3.... 4... 2..3...... Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan ……………………….. 6.......... Keadaan Penduduk ………........1............ 1....... Perilaku Hidup Masyarakat ………………………………………………………….........1.. Sarana Kesehatan …………………………………………………………………… 5.......... Pembiayaan Kesehatan……………………………………………………………… BAB VI PENUTUP 6............ Maksud dan Tujuan …………………………………………………………………...... 3.4........ KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR PETA DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.2...... Morbiditas ……………………………………………………………………………... 3... Saran…………………………………………………………………………………… LAMPIRAN 61 62 49 54 59 29 42 44 46 11 15 24 27 4 6 8 10 1 2 2 i ii iii iv vi ii ........4.. 3... Pelayanan Kesehatan Dasar ……………………………………………………….................... Tingkat Pendidikan. Tenaga Kesehatan …………………………………………………………………… 5.......... 4...... Kondisi Geografis …………………………………………………………………… 2.......1.................. Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar …………………….2...... 4......2...... BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3.....4.........1. Sistematika Penyajian ……………………………………………………………… BAB II GRAFIKAN UMUM KABUPATEN NGADA 2. 2........

Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 3.000 Penduduk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 5.1 Luas Wilayah.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007-2009 Tabel 5.DAFTAR TABEL Hal Tabel 2.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.2 Realisasi Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 23 55 15 6 iii . Jumlah Penduduk.

000 Kelahiran Hidup) Grafik 3.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.10 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.11 Perkembangan Presentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada tahun 2004-2009 Grafik 3.2 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Grafik 2. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik 3.6 Perbandingan TB Paru Klinis. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.1 Trend Angka Kematian Bayi Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 Grafik 3. TB Paru BTA Positif.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 (per 100.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.DAFTAR GRAFIK Hal Grafik 2.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Grafik 3.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.8 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.1 Grafik 2.1 Presentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 30 26 25 23 23 23 22 21 19 18 16 14 12 10 9 8 5 7 iv .9 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.12 Proporsi Status Gizi Baik.

8 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah.15 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.5 Cakupan Ibu Hamil.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.7 Grafik 4.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.2 Presentase Cakupan pemberian Tablet Besi (Fe3) Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 31 Grafik 4.12 Cakupan Imunisasi BCG.Grafik 4.17 Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil 34 Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 48 46 45 43 40 42 40 39 39 38 37 35 36 35 v .4 Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 33 Grafik 4. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Keseatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.14 Grafik 4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.16 Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngad Tahun 2009 Grafik 4.3 Trend Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 32 Grafik 4. DPT.6 Presentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.

2 Peta 5. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada tahun 2009 Peta 5.2 Peta 5.3 Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas. Pustu dan Polindes Peta 5. Sanitarian.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 3.DAFTAR PETA / VISUALISASI Hal Peta 2.1 Peta 3.6 Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5. dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 59 58 58 50 50 27 49 4 17 vi .1 Peta Kecamatan Rawan Gizi Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta Penyebaran Puskesmas.

DATA DASAR PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA                   Dinas Kesehatan  TAHUN 2009 .

Kabupaten Ngada 2010 .

Infeksi Menular Seksual. Jumlah Penduduk. Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/SMP/SMU Jumlah PUS. Peserta KB. Bayi dan Bayi BBLR yang Ditangani Status Gizi Balita dan Jumlah Kecamatan Rawan Gizi Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin. % TB Paru Sembuh. Rasio Beban Tanggungan. Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Berusia 10 Tahun Keatas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan dan menurut Kecamatan Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Melek Huruf Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Kecamatan Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Kecamatan Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan AFP Rate. Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1. Peserta KB Baru.K4). Kelompok Umur. Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Wanita USia Subur Dengan Status Imunisasi TT Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Akses Ketersediaan Darah unutk Bumil dan Neonatus tang Dirujuk Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi DItangani Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayahnan Gawat Darurat (Gadar) Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani <24 Jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Penderita dan Kematian Serta Jumlah Kecamatan dan Desa yang Terserang KLB Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Persentase Desa/Keluarahan Dengan Garam Beryodium yang Baik Menurut Kecamatan . Jumlah Desa/Kelurahan.DAFTAR TABEL LAMPIRAN PROFIL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Luas Wilayah. dan Pneumonia Balita Ditangani HIV/AIDS. dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Pelayanan KB Baru Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kecamatan Cakupan Bayi. DBD dan Diare pada Balita Ditangani Persentase Penderita Malaria Diobati Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Cakupan Kunjungan Neonatus. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita.

Pelayanan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kemampuan Labkes dan Memilki 4 Spesialis Dasar Ketersediaan Obat Sesuai dengan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Dasar Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata dan Kecamatan Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kecamatan Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kecamatan Persentase Institusi DIbina Kesehatan Lingkungannya Persentase Rumah/Bangun yang Diperiksa dan Bebas Jentik Nyamuk Menurut Kecamatan dan Puskesmas PersebaranTenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Jumlah Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan JUmlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Kefarmasiahn dan Gizi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Sarana Kesehatan Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Indikator Pelayanan Rumah Sakit .Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42` Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Formal Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Cakupan Wanita USia Subur Mendapat Kapsul Yodium Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Jumlah Kunjungan Rawat Jalan. Rawat Inap.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah mengandung konsekuensi bahwa masing-masing daerah harus memiliki Sistem Kesehatan tersendiri. Meningkatkan kemitraan. dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menetapkan visi :” Masyarakat Ngada yang Mandiri untuk Hidup Sehat” yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Ngada menyadari. termasuk dukungan dalam menyusun Sistem Informasinya. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.BAB I PENDAHULUAN 1. SIK Kabupaten/Kota diharapkan antara lain dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana Pembangunan Daerah tersebut serta sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan. Salah satu produk dari SIK Kabupaten/Kota adalah ”Profil Kesehatan Kabupaten Ngada”. pencegahan penyakit (preventif). memberdayakan masyarakat dan atau kelompok masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan kesehatan. keluarga dan masyarakat. Untuk mewujudkan visi dan misi . Memasuki millennium ketiga. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan. pengarus-utamaan gender. Setiap individu berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 1 .1 Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran. Dan pencapaiannya didukung oleh 3 misi yaitu : Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif). Kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas dari Sistem-sistem Informasi Kesehatan (SIK) Propinsi dan untuk memperoleh Sistem Kesehatan propinsi yang akurat maka diperlukan pemantapan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota hal ini disebabkan karena penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sesuatu yang sangat penting. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara menyeluruh. mau dan mampu untuk mengenali. mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat meminimalkan gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat. terpadu dan berkesinambungan.

pelayanan kesehatan dasar rujukan dan penunjang. bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya seperti kependudukan. Untuk mengetahui hasil pencapaian program-program kesehatan serta permasalahanpermasalahan dalam pelaksanaan program di Kabupaten Ngada pada tahun 2009. pemantauan dan mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 dan tahun 2010 yang mengacu kepada Visi Kabupaten Ngada serta pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas – Puskesmas binaan dalam pencapaian Visi Kabupaten Ngada Sehat. Selain hal tersebut diatas tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 ini adalah dalam rangka menyediakan informasi kesehatan sebagai salah satu sarana untuk perencanaan. 1. pendidikan. ekonomi. 3.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 yaitu : 1. Dalam setiap terbitannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan. angka kesakitan. 1. Bab-4 : Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar. Bab-2 : Gambaran Umum Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Ngada. 2. fasilitas kesehatan. Untuk menyediakan data-data kesehatan yang berguna dalam pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi. sosial budaya dan lingkungan. Untuk mengetahui gambaran secara umum situasi atau keadaan kesehatan di Kabupaten Ngada. pemberantasan penyakit menular. Data dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. pelayanan kefarmasian dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 2 .Profil Kesehatan Kabupaten Ngada adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Ngada yang diterbitkan setahun sekali.3 Sistimatika Penyajian Bab-1 : Pendahuluan Bab ini berisikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil Kesehatan dan sistematika dari penyajiannya. Selain uraian tentang letak geografis. pencapaian programprogram kesehatan dan keluarga berencana. dan status gizi masyarakat. administratif dan informasi umum lainnya. Bab-3 : Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian. pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar. perbaikan gizi masyarakat.

Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan. Upaya pelayanan kesehatan diuraikan dalam bab ini juga memuat indicator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota. Bab-6 : Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 3 . tenaga kesehatan. pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. Selain keberhasilankeberhasilan. bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan.alat kesehatan.

07% dari keseluruhan luas wilayah. bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur. 78 Desa dan 16 kelurahan.1.5 o BT. bagian selatan berbatasan dengan Laut Sawu. dengan luas wilayah 1. Bagian utara berbatasan dengan Laut Flores. propinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya pada koordinat 8o LS – 9o LS dan 120.94 km2 atau 20.45o BT – 121.23% dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Ngada. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 4 .BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN NGADA 2. Dan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Jerebuu yaitu 82. Jarak antara Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yang terletak di Bajawa yang terjauh adalah Maronggela (Kecamatan Riung Barat) 74 km kemudian Riung (Kecamatan Riung) 71 km dan yang terdekat adalah Surisina Kecamatan Bajawa yaitu 2 km.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Wilayah administratif Kabupaten Ngada telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan kependudukan. Kondisi Geografis Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores bagian barat. Peta 2.620.26 km2 atau 5. Dimana kecamatan terluas adalah Riung 327.92 km2.

Hal ini dapat dilihat dari frekuaensi penerbangan transportasi udara maupun laut tidak terlaksana secara rutin harian. Profil Kesehatan Puskesmas. Dataran rendah. serta adanya pegunungan lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada. Bajawa merupakan ibukota Kabupaten Ngada terletak di daerah dataran tinggi sehingga akses transportasi dari dan ke ibukota propinsi cukup jauh dan membutuhkan waktu yang relatif panjang.1 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Sumber : Ngada Dalam Angka. Sehingga Kecamatan Bajawa letak Ibukota Kabupaten Ngada serta kecamatan lainnya termasuk daerah sangat terpencil. begitupun Puskesmas yang terletak di kecamatan tersebut dikategorikan sebagai Puskesmas sangat terpencil.Secara topografis Kabupaten Ngada terdiri dari daerah pantai. Oleh karena wilayah terdiri dari dataran tinggi atau perbukitan menyebabkan akses terhadap fasilitas kesehatan cukup sulit. (Ngada dalam Angka. maka Kabupaten Ngada banyak memiliki daerah yang cukup curam serta daerah yang dapat dikategorikan sangat terpencil. Kecamatan Bajawa Utara dan bagian utara yang terbentang dari Kecamatan Riung Barat sampai dengan Kecamatan Riung.2009. yang ditandai oleh sebagian besar terdapat di wilayah pantai selatan seperti di Kecamatan Aimere dan sekitarnya. Dari data yang ada menunjukkan wilayah Kabupaten Ngada merupakan daerah perbukitan dengan rata-rata tingkat kemiringan tanah terbesar 15-25%. Gunung Lobo Butu dengan ketinggian 1800 m.245 m. Berdasarkan ketinggian terhadap permukaan laut wilayah Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi : Dataran Tinggi. Gunung Inelika dengan ketinggian 1600 m. daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki ketinggian dari 0 meter sampai dengan lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut. Dengan adanya sejumlah gunung tersebut. yang ditandai dengan adanya gununggunung seperti. Kecamatan Wolomeze. Gunung Inerie dengan ketinggian 2. bagian tengah dengan dataran Kecamatan So’a. lembah. Medan dan jalan menuju beberapa desa masih sangat sulit dijangkau. Grafik 2. 2009).2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 5 .

050 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngada.894 1.26 133.352 KK dan rata-rata jiwa per rumah tangga 5 jiwa per rumah tangga.050 Jumlah Rumah Tangga 3. Tabel 2.1 Luas Wilayah.012 jiwa. Kecamatan Jerebuu 4.827 7. Jika dibandingkan laju pertumbuhan penduduk selama 3 tahun terakhir menurut data BPS Kabupaten Ngada yaitu jumlah penduduk tahun 2007 sebanyak 134.309 11. Kecamatan Bajawa 5.015 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 71.656 2.30 167.318 1.Dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ngada masing-masing Kecamatan telah mempunyai Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan dengan nama-nama Puskesmas sebagai berikut : 1. jumlah penduduk 2008 sebanyak 138. Jumlah Penduduk. Kecamatan Riung Barat 9. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Luas Wilayah (km2) 152.397 3. Kecamatan Riung 8.795 4.19 1.127 jiwa (sudah dipisahkan dengan penduduk wilayah Nagekeo).757 6. Kecamatan Wolomeze 2.50 250.026 29.94 312.992 32.14 327. Kecamatan Golewa 3.645 1.864 34.388 7.620. Kecamatan Aimere 2.947 14.930 8.998 138.352 Ratarata Jiwa/ RT 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 Kepadatan Penduduk/ km2 97 139 97 247 50 131 44 25 48 85 : Puskesmas Aimere : Puskesmas Koeloda : Puskesmas Watumanu : Puskesmas Kota dan Puskesmas Surisina : Puskesmas Waepana : Puskesmas Watukapu : Puskesmas Riung : Puskesmas Maronggela : Puskesmas Natarandang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Aimere Golewa Jerebuu Bajawa Bajawa Utara Soa Riung Riung Barat Wolomeze KABUPATEN Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 6 .035 jiwa dengan tingkat kepadatan 85 jiwa per km2. Kecamatan Soa 6.9%). sedangkan laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1%.92 Jml Desa/kel 12 21 8 17 7 7 12 6 4 94 Jml Penduduk 14. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 67.265 7.38 91.49 103.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Ngada jumlah penduduk Tahun 2009 sebanyak 138.72 82. Kecamatan Bajawa Utara 7.394 1. Jumlah Rumah Tangga 29. maka terjadi penambahan penduduk pada tahun 2008 sebanyak 3885 jiwa (2.

1) sedangkan ratio jenis kelamin kecamatan lainnya rata-rata sama yaitu diatas 90%.1.0% dari seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas. Dan dikelompokkan menjadi “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”.902 orang atau 77.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Sumber : Ngada dalam Angka. Lebih banyaknya komposisi penduduk perempuan dibandingkan laki-laki memberikan ruang bagi sektor kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan terutama ibu. Komposisi penduduk usia kerja yaitu yang beumur 15 – 64 tahun. Grafik 2. Dan juga perhatian lebih pada WUS (Wanita Usia Subur) dan PUS (Pasangan USia Subur).Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan dengan penduduk perempuan. Menurut hasil Susenas 2007 secara keseluruhan penduduk Kabupaten Ngada berumur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja berjumlah 124. Ratio penduduk menurut jenis kelamin yang tertinggi di Kecamatan Wolomeze (98.3 berikut ini. karena mereka sangat berperan penting dalam keluarga. Profil Puskesmas 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 7 .3.3) dan Kecamatan Bajawa Utara (97. dengan ratio penduduk menurut jenis kelamin sebesar 94. 20-24 tahun dan 1-4 tahun. meningkat dibandingkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Ngada tahun 2008 yaitu 90. mengingat komposisi penduduk Ngada paling banyak pada usia produktif.2009. 15-19 tahun. Komposisi penduduk Kabupaten Ngada dirinci menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan proporsi terbesar (penduduk laki-laki dan perempuan) berada pada kelompok umur 10-14 tahun. Gambaran komposisi penduduk secara labih rinci dapat dilihat pada gambar 2.

33%). Grafik 2.000 – 149. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan sebesar 138.98% dari seluruh pengeluaran (Ngada Dalam Angka.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup dalam Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.03%.1.11% (Susenas 2007).000 atau lebih hanya berkisar 0. Dari 65. Laporan Subdin Yankes.000 rupiah perkapita perbulan yaitu sebesar 28.131 rupiah (33.826 jiwa penduduk miskin yang terdata. Dapat dikatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada masih berada pada tingkat ekonomi rendah.2.67%).826 jiwa atau sebesar 47. • Penduduk Miskin Jumlah penduduk miskin yang terdata di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 65.000 rupiah dimana presentasi penduduk terbesar pada pengeluaran 100. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian penduduk Kabupaten Ngada pada kesehatan masih rendah.000 rupiah perkapita sampai 1.000. sehingga penyediaan dana oleh pemerintah terhadap sector kesehatan perlu ditingkatkan. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 8 .41%) sedangkan untuk sector kesehatan sebesar 4. 2009).3 Keadaan Sosial Ekonomi Tingkat ekonomi penduduk Kabupaten Ngada bisa dilihat dari pengeluaran penduduk menurut golongan pengeluaran <100.000.113 rupiah perkapita atau hanya sekitar 1.000.259 rupiah (66. Rata-rata pengeluaran untuk sektor pendidikan sebesar 5.007 rupiah perkapita (2. semua sudah memilki kartu jamkesmas baik Jamkesmas Pusat maupun Jamkesmas daerah. Sedangkan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk non makanan sebesar 69.68% dari total penduduk. Penduduk miskin merupakan tanggungan Negara (Pasal 34 UUD 1945) sehingga pemerintah menyediakan Jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang terdata dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang memiliki kartu amkesmas atau menjadi peserta Jamkesmas.000 – diatas 1. sedangkan penduduk dengan pengeluaran Rp.

309 penduduk terdata). Rincian lebih lengkap mengenai data penduduk miskin dapat dilihat pada lampiran tabel 36 dan 37. Dan jumlah masyarakat miskin yang tercakup Askeskin pada tahun 2007 sebanyak 42%. Laporan Jamkesmas 2009 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase pelayanan penduduk miskin tertinggi terdapat di Puskesmas Watumanu (116%) dan Puskesmas Riung (116%).4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.446 orang (48.914 penduduk miskin dari 4.795 penduduk). Pelayanan Jamkesmas tahun 2009 pada masyarakat miskin dapat dilihat pada gambar berikut. Sedangkan kecamatan Golewa. disusul oleh Kecamatan Bajawa Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 61% (5.079 penduduk miskin dari 8.9 dari keseluruhan penduduk) (Profil Kesehatan 2008) maka jumlah penduduk miskin Kabupaten Ngada mengalami penurunan sebanyak 1620 orang atau penduduk miskin berkurang sebesar 1.998 penduduk terdata). pada tahun 2008-2009 Program Askeskin digantikan oleh Jamkesmas dengan tujuan yang sama yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang terdata.818 penduduk miskin dari 7. yaitu 62% penduduk terdata sebagai penduduk miskin (4. Dengan semakin meningkatnya persentase cakupan jaminan kesehatan penduduk miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk miskin.22%. kemudian kecamatan Wolomeze dengan persentase penduduk miskin 58% (2. Kedua Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan akses sarana transportasi seperti kondisi jalanan dan kendaraan yang cukup sulit untuk mencapai Ibukota kabupaten dalam hal ini RSUD Bajawa sebagai pelayanan rujukan strata 1. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2008 sebanyak 67. Grafik 2. diketahui bahwa persentase masyarakat miskin terbanyak berada di wilayah Kecamatan Maronggela . Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 9 .Dari gambar tersebut. Jerebuu dan Bajawa Utara persentase penduduk miskin dibawah 50%.

yaitu persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin.6%) dan terendah di Kecamatan Jerebuu (11. Sedangkan pesentase penduduk menurut tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 2. Dari gambar menunjukkan bahwa persentase tertinggi penduduk usia 10 tahun keatas berdasarkan tingkat pendidikan paling tinggi pada tingkat pendidikan SD/MI (40%) sedangkan yang tidak tamat SD/tidak mempunyai ijazah sebanyak 35% kemudian disusul dengan tingkat pendidikan SLTP (9. Data lebih terperinci mengenai tingkat pendidikan dan angka melek huruf Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4 dan 5. Penduduk 10 tahun keatas yang melek huruf di Kabupaten Ngada sebanyak 50.2.0%). Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 10 . Persentase penduduk melek huruf tertinggi di Kecamatan Aimere (89. Profil Kesehatan 2009. 2009.4 Tingkat Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk dicerminkan dengan angka melek huruf.8% sedangkan perempuan lebih tinggi yaitu sebesar 51. dengan persentase penduduk laki-laki 10 tahun keatas yang melek huruf sebesar 48.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber .9% .04%. Ngada Dalam Angka.0%).

Kelahiran hidup sebanyak 3115 kelahiran. pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik. Lingkungan. Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. yang dimaksud dengan keadaan sehat adalah keadaan meliputi kesehatan badan. Indikator-indikator tersebut ditentukan oleh 4 faktor utama yaitu Perilaku Masyarakat. Angka Kematian Bayi (AKB). AKABA dan Peningkatan Status Gizi Masyarakat serta status Angka Kesakitan dan Kondisi Penyakit Menular.BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Pengertian tentang keadaan sehat dan sakit sangat penting mengingat kita harus dapat menentukan ada/tidaknya permasalahan/penyakit diantara masyarakat dan seberapa besarnya masalah tersebut. Salah satu penyebab masih tingginya kasus lahir mati karena Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 11 . 3.1 Mortalitas Data kematian yang terdapat pada masyarakat dapat diperoleh melalui survey.74% dari 3170 kelahiran. Sehingga jumlah kematian bayi. 23 tahun 1992. dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi. Keempat faktor utama ini diintervensi melalui beberapa kegiatan pokok yang mempunyai dampak ungkit besar terhadap upayaupaya percepatan penurunan AKI. Pelayanan Kesehatan dan Faktor Genetika. cacat. belum menggambarkan Angka Kematian sebenarnya di masyarakat. Menurut UU Kesehatan RI No. karena sebagian besar kematian terjadi di rumah. Jumlah bayi lahir mati yaitu kematian bayi sejak lahir sampai dengan 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. atau 1. Jumlah bayi lahir mati di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 55 kasus kematian. Secara sederhana keadaan sakit itu dinyatakan sebagai : Penyimpangan dari keadaan normal. sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Program pembangunan kesehatan di kabupaten Ngada ini dilaksanakan dikatakan cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. rohani ( mental ) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit. Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi. AKB. Faktor-faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan adalah : lingkungan. perilaku. balita dan ibu maternal yang dilaporkan oleh petugas kesehatan. Beberapa indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI). walaupun masih dijumpai beberapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. baik struktur maupun fungsinya atau Keadaan dimana tubuh atau organisme atau bagian dari organisme/populasi yang diteliti tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari keadaan patologisnya.

dan persentase persalinan ditolong oleh dukun mengalami peningkatan. Yang sama artinya setiap 1000 kelahiran hidup terjadi 18 kematian bayi. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lahir mati tahun 2008 sebanyak 59 kasus maka pada tahun 2009 mengalami penurunan.masih banyak persalinan yang dilakukan tidak di sarana kesehatan dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan berkompetensi bidan. namun jumlah absolut kasus menurun. penyebab lainnya adalah Aspirasi. Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 17.1. dengan absolut kematian sebanyak 55 kasus. Malaria. Penyebab kematian bayi terbanyak adalah Asfiksia.000 KLH. Cacat Bawaan.5/1000 Kelahiran hidup dengan absolut kematian sebanyak 57 kematian. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kelahiran maka persentase lahir mati mengalami peningkatan. Infeksi. dimana 7. Kejang. dan Kecelakaan. Trend AKB di Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 3. hal ini menunjukkan bahwa AKB Kabupaten Ngada lebih tinggi dari AKB Propinsi NTT. maka AKB Kabupaten Ngada mengalami peningkatan. Trend Angka Kematian Bayi dper 1000 Kelahiran Hidup Di kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Jika dibandingkan dengan Angka kematian bayi (AKB) Kabupaten Ngada tahun 2008 sebesar 16. Ikterus. Hal ini merupakan masalah serius yang harus segera diatasi sejalan dengan kebijakan Revolusi KIA Provinsi NTT yang menyatakan bahwa semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. AKB Propinsi NTT yang dilaporkan tahun 2007 sebesar 11/1000 KLH (1159 kematian).7 atau 18 per 1000 Kelahiran Hidup. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003 AKB Indonesia sebesar 35 per 1. penyebab kedua adalah Pneumonia. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 12 . a. Diare.94% persalinan ditolong oleh Dukun atau sebanyak 250 persalinan.

Jika dibandingkan dengan AKABA tahun 2008 yaitu 3. jantung dan Pre-eklamsia berat.9 atau 3 per 1000 Kelahiran Hidup.000 KLH atau 5 kematian dari 3464 KLH. walaupun terjadi penurunan pada tahun 2007. maka tidak terjadi peningkatan atau penurunan. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 2.000 Kelahiran Hidup dengan absolut 7 kasus kematian ibu dari 3115 KLH. serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran. Penyebab kematian Balita terbanyak adalah Pneumonia. Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan.7 atau 225 per 100. Angka tersebut masih dibawah target IS 2010 yaitu sebesar 102/100. Febris dan Gizi Buruk. Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 224. dan terjadi peningkatan AKB yang cukup tinggi pada tahun 2008 dan 2009. sedangkan penyebab kematian lainnya adalah Kejang. c. Dari 7 kasus Kematian Ibu 3 kasus terjadi di Kecamatan Golewa dengan penyebab Perdarahan karena Kehamilan di Luar Kandungan (KET) dan perdarahan setelah melahirkan (post-Partum). 1 kasus kematian terjadi di Kecamatan Riung dengan penyebab Perdarahan Post-Partum. atau peningkatan jumlah kematian. maka terjadi peningkatan AKI. Mengatasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan dana untuk pelacakan kasus kematian bayi antara lain melalui kerjasama dengn AIP-MNH (Australia-Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt) dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi kebidanan serta pertemuan-pertemuan lintas sektor dan lintas program dengan petugas kesehatan di Puskesmas. Obs.AKB Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. 1 kasus terjadi di Kecamatan Riung Barat dengan penyebab Emboli Air Ketuban (Suspect Emboli Air Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 13 . Pustu dan Polindes. Jika debandingkan dengan AKI Kabupaten Ngada Tahun 2008 yang dilaporkan sebesar 144/100. persalinan dan masa nifas. Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi. Jumlah kelahiran dan kematian bayi dan balita secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6. keadaan kesehatan kurang baik menjelang kehamilan. Namun secara absolut atau dilihat dari jumlah kasus kematian balita terjadi penurunan dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 9 kasus pada tahun 2009. b. 2 kasus terjadi di Kecamatan Aimere dengan penyebab Hepatitis.000 KLH pada tahun 2015 (MDG’s).1 per 1000 Kelahiran Hidup.

Jejaring Pandanaan bertugas untuk mengumpulkan iuran atau dana solidaritas warga untuk kesehatan. Selain tersebut diatas upaya yang dilakukan adalah penggerakan dan pengembangan Desa Siaga dengan membangun 5 jejaring yaitu Notifikasi. kondisi sosial ekonomi masih rendah untuk membiayai. Grafik 3. Jejaring Notifikasi bertugas untuk mendata semua sasaran kesehatan terutama ibu hamil. transportasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi dan KB. Jejaring Donor Darah mendata semua golongan darah dari warga setempat. Upaya untuk menekan angka kematian ibu dilakukan denganmeningkatkan kemitraan bidan dan dukun untuk mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan dengan harapan agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR). masih ada pertolongan persalinan oleh dukun. di Pustu dan Puskesmas. Pendanaan. tabel 7. serta letak geografis yang masih sulit untuk mengakses sarana kesehatan dan belum diterapkannya P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) secara optimal.000 Kelahiran Hidup) Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa AKI Kabupaten Ngada dari tahun 20052008 cenderung mengalami penurunan. Data kasus kematian ibu secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran. bayi. balita dan kelompok rentan. Adanya kasus kematian ibu maternal di Kabupaten Ngada disebabkan oleh kurangnya kuantitas maupun kualitas tenaga bidan terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil. sehingga pada saat ibu hamil atau warga yang membutuhkan darah. kurangnya sarana dan prasarana dalam pelayanan Emergensi Obstetrik dan Neonatal baik itu di Polindes. namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan AKI.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 (per 100. jejaring Transportasi untuk memudahkan merujuk warga terutama ibu hamil Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 14 .Ketuban). kunjungan rumah ( sweeping ) post persalinan oleh petugas belum optimal. Donor Darah.

16 No 1 2 Trend ↑ ↑ 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ↑ ↓ ↑ ↓ ↑ Sumber : Laporan Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Khusus dan Rujukan.60 2.61 2.52 4. yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.07 Bag Atas Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium (Termasuk Malaria 4.71 40.64 37. Sedangkan Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium mengalami peningkatan yaitu urutan ke-5 tahun 2007.81 7. hal ini disebabkan karena telah tersedianya sarana dan prasarana laboratorium di Puskesmas untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 15 .95 Penyakit Kecacingan 1. 3.02 1. jaringan pengikat (Pyk tulang blkg.ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007 -2009 Tahun Tahun Tahun Jenis Penyakit 2007 2008 2009 % % % Infeksi Akut pada Saluran Pernapasan 21. Jejaring Kespro dan KB bertujuan untuk konseling KB pada PUS dan pendataan akseptor aktif.2 Morbiditas Angka kesakitan penduduk diperoleh dari pengumpulan data di masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui kunjungan rumah dan laporan bulanan.66 Scabies 1. A. 2.23 Infeksi Penyakit Usus lain di luar diare.35 Tropika) Penyakit pada sistem otot. Terobosan lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah dengan mencanangkan REVOLUSI KIA yaitu Semua Persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai.14 & rematik) Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan Lab) 17. radang sendi 6.99 Ginggivitis atau Penyakit Periodental 1. semester dan tahunan dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) Puskesmas dan sarana pelayanan swasta.50 3. ke-3 tahun 2008 dan urutan ke-2 tahun 2009.68 27. Pola 10 Penyakit Terbanyak Dari laporan LB1 (Laporan Bulanan) puskesmas menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyakit yang selalu menduduki urutan teratas tiap tahunnya.05 5. 2009 Dari data penyakit diatas menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas merupakan penyakit pada urutan pertama selama 3 tahun terakhir ini.02 6.46 7.00 22.38 2.33 colera atau disentri Penyakit lain pada saluran pernapasan 9.60 bag atas di luar ISPA Diare 2.41 14. triwulan.53 Penyakit lainnya 26.

terlihat dari jumlah penderita tahun 2009 (yang berobat ke Puskesmas) sebanyak 10. Semua penderita Malaria dengan gejala klinis maupun positif yang berkunjung ke Puskesmas. data malaria klinis ini sebagian besar merupakan pasien yang berobat ke Pustu maupun Polindes. Penderita malaria klinis di Kecamatan Bajawa Utara wilayah kerja Puskesmas Watukapu dan Kecamatan riung Barat wilayah kerja Puskesmas Maronggela serta kecamatan Wolomeze wilayah kerja Puskesmas Natarandang tidak dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium karena di Puskesmas bersangkutan belum tersedia Laboratorium kesehatan.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Kesehatan 2009. Grafik 3. Laporan Bidang Kesmas.721 kasus. Malaria Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terutama di Kabupaten Ngada yang merupakan daerah endemik malaria. Jumlah kasus malaria klinis (demam tinggi disertai dengan menggigil) di Kabupaten Ngada masih tinggi. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar 57 per 1000 penduduk.balita dan lansia. Pustu.pemeriksaan parasit malaria. B. dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 16 . 2009. Polindes maupun ditemukan pada saat pusling diberikan pengobatan malaria.736 kasus. dengan AMI (Annual Malaria Incidence) 78 per 1000 penduduk. yang tidak tersedia laboratorium dasar. dan hal ini menyebabkan Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan laboratoris) mundur ke urutan ke-4.46% dari seluruh kasus penderita malaria klinis. Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah kasus malaria klinis terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa/ke Puskesmas Kota sebanyak 2. Sedangkan kasus malaria positif pemeriksaan darah di laboratorium sebanyak 7912 kasus atau sebanyak 42. Penyakit Menular Bersumber Binatang 1.

Daerah Endemis Malaria Ringan atau Rendah adalah Kecamatan Riung dan Wolomeze. Aimere. Lebih terperinci mengenai Malaria dapat dilihat pada lampiran Profil tabel 11.776 kasus pada tahun 2008 maka kasus malaria klinis mengalami penurunan. pemasangan kasat kasa di rumah. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit malaria dalam bentuk peran serta masyarakat melalui : (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas. (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu. Trend kasus malaria selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini: Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 17 .Jika dibandingkan dengan jumlah kasus Malaria Klinis 20. pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent). Bajawa Utara dan Riung Barat. dengan AMI paling tinggi yaitu 172 per 1000 penduduk. Sedangkan daerah dengan endemis malaria Sedang adalah Kecamatan Golewa. Penyebaran wilayah endemis malaria dapat dilihat pada peta berikut : Peta 3. pemakaian baju tebal dan (3) menghilangkan atau membersihkan sarang nyamuk menghilangkan genangan air. memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air. Bajawa.1 : Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Dari peta diatas diketahui bahwa daerah dengan potensi endemis berat atau tinggi adalah Kecamatan Soa.

belum memasyarakatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah masalah yang perlu diperhatikan di Kabupaten Ngada.000 penduduk dengan absolut sebanyak 9 kasus. Menurunnya kasus malaria menunjukkan derajat kesehatan masyarakat semakin baik yang juga didukung oleh bantuan Global Fun ATM yaitu Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam pemberantasan penyakit Malaria sejak tahun 2006 terutama bantuan kelambu berinsektisida. 2. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 18 .000 penduduk maka tahun 2009 terjadi penurunan kasus DBD.Grafik 3. Sedangkan kasus malaria positif mengalami cenderung menagalami peningkatan dari tahun 2005-2008. Demam Berdarah Dengue (DBD) Kondisi yang menyebabkan DBD adalah Tingginya mobilitas penduduk. dan menurun pada tahun 2009. Dari data menunjukkan bahwa DBD merupakan kasus atau penyakit yang bersifat periodik atau mempunyai siklus waktu tertentu Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 dengan Angka Kesakitan 30 per 100. namun kasus-kasus ini sebagai akibat mobilitas penduduk. Pada tahun 2009 Angka Kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sebesar 7 per 100. kurang efektifnya Fogging Fokus dengan Fogging sebelum penularan.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik diatas menggambarkan jumlah kasus malaria klinis selama 5 tahun terakhir (2005-2009) cenderung menurun dan mengalami penurunan pada tahun 2009.

Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria.namun penderita tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1970an dan sudah diberi tatalaksana/pengobatan. Filariasis Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 19 .000 penduduk di tahun 2009. yaitu Wucherecia bancrofti.000 penduduk pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan menjadi 30 per 100. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap.Grafik 3.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Sumber : Profil Puskesmas 2008. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Di kabupaten Ngada pada tahun 2008 terdapat 26 kasus filariasis yang terdapat di kecamatan Bajawa Utara dan Riung Barat. sampai dengan tahun 2003 kasus kronis Filariasis telah menyebar ke 30 provinsi pada lebih dari 231 kabupaten dengan jumlah kasus kronis 6.635 orang. 3. Di Indonesia. Anopheles dan Culex.000 penduduk pada tahun 2006. kemudian menurun menjadi 3 per 100.000 penduduk pada tahun 2008 dan menurun menjadi 7 per 100.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 6 per 100. dari beberapa jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor Filariasis yaitu Mansonia. Brugia Malayi dan Brugia Timori. Meningkat dari 2 per 100. Angka Kesakitan DBD dilihat dari gambar diatas mengalami peningkatan setiap 2 tahun.

namun 44 kasus Filariasis pada tahun 2007 terjadi di kecamatan Boawae yang pada tahun 2008 sudah masuk wilayah Kabupaten Nagekeo. dimana pernah terjadi kasus rabies.1% (86 kasus) tidak VAR lengkap.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC.4% (202 kasus) diberikan VAR lengkap. dan 12. 26. dan eliminasi terhadap HPR belum secara total dilakukan. Jika dibandingkan dengan kasus TB Paru pada tahun 2008. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar ke-3 di dunia. Dari 329 kasus gigitan diantaranya 61. Bila dibandingkan dengan kasus Filariasis tahun 2007 sebanyak 44 kasus.17% atau 1 korban meninggal dari 24 kasus gigitan yang berasal dari Kecamatan Soa. TB Paru WHO memperkirakan pada saat ini. Akibat gigitan HPR ini terdapat 1 korban meninggal dari Kecamatan Soa. serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini. maka penderita kasus gigitan HPR langsung diberikan VAR atau Vaksin Anti Rabies. Rabies Di Kabupaten Ngada Pada tahun 2009 dilaporkan adanya kasus gigitan HPR (hewan Penular Rabies) sebanyak 329 kasus. Angka tersebut diyakini sangat memungkinkan.000 penderita baru TB) dan 140. Sedangkan kasus TB Paru dengan BTA+ mengalami Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 20 . apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan. dan tidak ditemukan penderita baru. Lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 13. Dan CFS atau Case Fatality Rate atau persentase korban meniggal karena kasus Rabies adalah 4. Di Kabupaten Ngada.55. sosial ekonomi masyarakat. dengan Attack rate 1.walaupun bengkak pada kakinya tetap ada. hal ini dikarenakan adanya penjaringan penderita dengan gejala klinis TB paru dan adanya pemeriksaan kontak serumah. Penderita yang dobati adalah yang BTA positif sejumlah 47 penderita atau 100%. Dan angka kesembuhan penderita TB BTA + sebesar 62% atau 29 penderita sembuh. maka mengalami penurunan. Dari 426 penderita yang dinyatakan positif TB dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak/sputum yang positif BTA (Basil Tahan Asam) sebanyak 47 orang atau 11%. Penyakit Menular Langsung 1.5% (41 kasus gigitan) tidak diberi VAR. Sedangkan pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus filariasis. maka pada tahun 2009 mengalami peningkatan.9% dari 583. dimana suspek TB Paru sebanyak 240 orang. oleh karena Kabupaten Ngada merupakan daerah Endemik Rabies. namun tidak bertambah besar.000 orang (44. dan desa tersebut dikatakan rawan terhadap kasus Rabies. 4. dari laporan Puskesmas oleh pengelola P2TB (pencegahan dan Penanggulangan Tuberculosis) suspek TB Paru atau suspek dengan gejala-gejala klinis menderita TB paru sebanyak 426 orang. C. yang setiap tahunnya diperkirakan ada penderita baru TB menular sebanyak 262.

76% diantaranya merupakan penderita balita (1437 kasus). Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 9. 2. Suspek TB Paru pada Puskesmas Maronggela. maka terjadi penurunan Angka Kesakitan Diare. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 21 . Diare Pada tahun 2009 Peyakit Diare menduduki urutan ke-7 dalam Pola Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Watukapu dan waepana.488 kasus dan 57. Grafik 3.6 Perbandingan TB Paru Klinis. sehingga pengobatan TB sebagian besar diawasi oleh petugas kesehatan. jika dibandingkan dengan Angka Kesakitan Diare tahun 2008 19. Diare pada balita ditangani 100% atau semua penderita diare balita ditangani dengan pemberian oralit maupun infus (Rnger Laktat/RL). Angka kesembuhan pengobatan TB paru tidak mengalami peningkatan yaitu 62 % pada tahun 2008 dan 2009.4 per 1000 penduduk. TB Paru BTA Positif. Polindes dan Pusling (tidak termasuk RSU) di Kabupaten Ngada. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Angka Kesakitan Diare tahun 2009 sebesar 18 per 1000 penduduk. Pustu. Jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa diare sebanyak 2. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan Di kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Dari Grafik dapat dilihat bahwa penderita TB Paru klinis paling banyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Waepana kemudian disusul Wilayah Kerja Puskesmas Koeloda. pemeriksaan sputum terhadap BTA dilakukan di Laboratorium Puskesmas Waepana.penurunan yaitu 66 orang pada tahun 2008 menjadi 47 orang pada tahun 2009. hal ini disebabkan belum optimalnya Pengawasan Minum Obat (PMO) di tingkat keluarga.

HIV/AIDS Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus di Kabupaten Ngada menunjukkan peningkatan. tahun 2004 2 kasus dan tahun 2003 1 kasus. perkembangan teknologi yang semakin pesat.3. meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman seiring dengan zaman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi Di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Dari gambar kasus diatas. tahun 2006 ditemukan sebanyak 3 kasus dan telah meninggal semuanya. terjadi fluktuasi penemuan penderita HIV/AIDS dan trend kasusnya cenderung meningkat. Dan beberapa suspek atau orang yang dicurigai menderita HIV/AIDS menolak untuk mengikuti pemeriksaan darah. penderita HIV/AIDS yang hidup dan terdata sebanyak 9 orang. dilihat dari penambahan jumlah kasus. 6 kasus ditemukan pada tahun 2008 dan 4 diantaranya sudah meninggal. Semakin tingginya mobilitas penduduki antar wilayah. penyebaran pembangunan ekonomi. Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa itu adalah penyakit yang memalukan. sehingga banyak sekali kasus yang tidak terjaring. dan 6 diantaranya meninggal. Jumlah penderita HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 sampai 2009 sebanyak 29 penderita. Dari 29 kasus tersebut. 3 diantaranya meninggal. Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada merupakan fenomena gunung es. Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah membentuk KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) pada tahun 2008 sesuai Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 22 . Dan dari 29 kasus tersebut. tahun 2007 ditemukan sebanyak 5 kasus HIV/AIDS. Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) melalui suntikan memberikan kontribusi yang besar terhadap meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS. Gambar 3. meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangannya. tahun 2005 ditemukan 4 kasus. 3 diantaranya meninggal. dimana yang nampak hanya sebagian kecil saja. 8 kasus ditemukan tahun 2009.

Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada tahun 2003-2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 23 . Grafik 3. jenis pekerjaan dan jenis kelamin. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.dengan Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2007 dan telah membentuk jasringan ODHA dan OHIDHA. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.8.10.9. Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran penderita HIV/AIDS menurut kelompok umur.

551 penduduk. D. hal ini disebabkan karena mobilisasi para sopir antar daerah. 4. status gizi wanita usia subur. Status gizi janin dan bayi sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil atau ibu menyusui. BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). Menurut jenis kelamin kasus HIV sebagian besar ditemukan pada laki-laki yaitu 19 kasus. IMS Deteksi dini kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dilakukan di Puskesmas dengan menerapkan managemen PMS pada ibu hamil yang datang ke sarana kesehatan. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. A. Pekerjaan sebagai Sopir merupakan kasus terbanyak ketiga. dan Case Fatality Rate atau Rasio korban meninggal karena rabies dibanding korban gigitan HPR sebesar 4. status gizi balita. Namun kegiatan deteksi dini IMS atau PMS di Kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain. Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2. Pada tahun 2009 dari deteksi dini IMS yang dilakukan terdapat 63 kasus IMS. Kejadian Luar Biasa Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan wabah.55% dengan jumlah penduduk sekitar yang terancam 1. Attack Rate 1. dan langsung diberi tatalaksana atau penanganan pengobatan kasus tersebut. Sedangkan menurut jenis pekerjaan terbanyak pada IRT (Ibu Rumah Tangga) dan swasta.Dari gambar diatas diketahui bahwa terdapat kasus HIV/AIDS pada penduduk kelompok umur 0-5 tahun (balita) 1 kasus. Di negara berkembang. Pada tahun 2009 terjadi KLB Rabies di Kecamatan Soa yaitu terdapat 1 korban meninggal karena Rabies dari 24 kasus gigitan di Kecamatan Soa. dan terbanyak pada kelompok umur 21-25 tahun dan 26-30 tahun. yang sudah menjalankan kegiatan deteksi dini IMS ini adalah Puskesmas Aimere dan Kota.17 %. bayi dengan Berat Badan lahir Rendah (BBLR). 3. yang wilayah kerjanya terdapat kasus HIV/AIDS.3 Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum. karena disamping merupakan faktor predisposisi seperti penyakit infeksi yang dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. banyak BBLR dengan IUGR Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 24 . yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang. Kurang Energi Kronik (KEK).

Di Kabupaten Ngada. Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Kategori yang digunakan adalah : gizi lebih (zscore>+2 SD).78% dengan absolut 54 bayi. namun pada tahun 2007 terjadi peningkatan kasus yang signifikan (154 kasus) dan mengalami penurunan pada tahun 2008 (70 kasus). dan menurun lagi pada tahun 2009 (54 kasus). B. gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD). Salah satunya adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini ke sarana pelayanan kesehetan dan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil.karena ibu berstatus gizi buruk. anemia. Meskipun semua bayi BBLR pada tahun 2009 ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan namun tindakan atau upaya-upaya preventif harus tetap dilaksanakan untuk menekan angka kejadian BBLR. gizi kurang (z-score<-2 SD sampai 3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD). malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil. Perkembangan kasus BBLR di Kabupaten Ngada sejak tahun 2004 sampai 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 3. dan semua bayi BBLR telah ditangani oleh tenaga kesehatan. untuk menanggulangi masalah gizi atau untuk memperoleh gambaran konsumsi gizi di tingkat rumah tangga dan status gizi masyarakat dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Pemantauan Status Gizi (PSG) atau Pemantauan Wilayah Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 25 . Lebih rinci mengenai Bayi BBLR dapat dilihat pada lampiran tabel 15. 2009 Perkembangan persentase kasus BBLR di Kabupaten Ngada selama 6 tahun terakhir mengalami fluktuasi.11 Perkembangan Persentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada Tahun 2004-2009 Sumber : Profil Puskesmas. dimana cenderung terjadi penurunan dari tahun 2004 (183 kasus) sampai tahun 2006(96 kasus). Bayi BBLR di kabupaten Ngada yang dilaporkan Puskesmas dari 3115 kelahiran hidup 93% diantaranya yang ditimbang (2893 LH) dan yang BBLR sebanyak 1. Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB).

2008 Dari gambar diketahui bahwa status gizi baik Kabupaten Ngada sebanyak 91.52% berat badan naik dengan absolut 7388 balita. terdapat 10. Hasil pemantauan status gizi balita yang datang ke Posyandu 67. peran keluarga yaitu orang tua balita dan pemenuhan kebutuhan gizi dari saat ibu hamil sampai saat anak lahir dan bertumbuh kembang. Hasil PSG/PWS yang dilaksanakan 2009 di posyandu atau sekitar 76.2%. Namun masih terdapatnya kematian balita akibat gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan. sedangkan 4 orang balita gizi buruk dengan penyakit penyerta telah dirawat di sarana kesehatan. sektor ekonomi dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 26 . dan pertanian.21%. Disadari bahwa untuk mengatasi masalah ini sektor kesehatan saja tidak akan mampu mengintervensi masalah gizi buruk sampai ke akar. Grafik 3. Dari 484 balita BGM.42% dengan absolut 484 balita. ini menunjukkan hasil yang baik dari pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Keluarga. 254 diantaranya adalah bayi BGM. Upaya yang dilakukan terhadap 20 orang balita gizi buruk adalah dengan pemberian PMT Pemulihan. gizi kurang 828 kasus atau 8. sedangkan balita gizi buruk sebesar 0. perlu kerjasama yang baik dengan sektor terkait seperti ketahanan pangan.944 balita yang datang dan ditimbang Bila dibandingkan dengan cakupan balita ditimbang tahun 2008 yaitu 85% mengalami penurunan. Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebanyak 4.321 balita yang terdata. sedangkan gizi buruk 21 kasus atau 0.59% meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2008 yaitu 88%.42% dari seluruh balita pada tahun dari 14. dan telah mengalami peningkatan berat badan. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Seksi Gizi. Kematian balita yang disebabkan oleh gizi buruk sebanyak 2 balita.19% atau 21 balita.12 Proporsi Status Gizi Baik. bila dibandingkan tahun 2008 maka jumlah kasus gizi buruk mengalami penurunan. dan yang telah diberikan MP ASI (makanan Pendamping ASI) untuk menambah asupan gizinya sebanyak 105 bayi.Setempat (PWS) di seluruh kecamatan.

untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan upaya preventif untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. dimana prevalensi gizi buruk dan kurangnya berkisar antara 6%-10%. Sedangkan kecamatan yang berpotensi berat rawan gizi yaitu Kecamatan Golewa. Peta 3.4 Umur Harapan Hidup Penurunan angka kematian bayi sangat berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH). bisa dikatakan kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan Jerebuu. Soa dan Riung. Angka kematian bayi merupakan indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Bajawa Utara. Kecamatan dengan prevalensi gizi buruk dan kurang potensi ringan. Kecamatan dengan potensi sedang rawan gizi yaitu kecamatan Wolomeze dan Bajawa. Aimere. sehingga tidak menjadi kecamatan rawan gizi. 3.2 Dari gambar diatas diketahui bahwa Kecamatan Riung Barat merupakan Kecamatan Rawan Gizi yaitu kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada balita lebih dari 15%. Data selengkapnya tentang status gizi dapat dilihat pada lampiran tabel 16 dan 24.sektor pemberdayaan dan penggerakan masyarakat desa. namun tetap mendapat penanganan yang lebih untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. sehingga perubahan derajat kesehatan terutama pada Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 27 .

meningkatnya Umur Harapan Hidup secara tidak langsung juga member gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat. Angka ini bila ditinjau tingkat Propinsi NTT. dimana urutan pertama adalah Kota Kupang yaitu laki-laki 70 tahun dan perempuan 73. Ngada menduduki urutan kedua.3 tahun.6 tahun.penurunan AKB dan kenaikan UHH.8 tahun. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 28 . 2009 (Badan Pusat Statistik). Dan urutan ketiga setelah Kabupaten Ngada adalah Kabupaten Ende dengan UHH laki-laki 64 tahun dan perempuan 68. Umur Harapan Hidup di Kabupaten Ngada untuk laki-laki mencapai usia 64. Menurut Estimasi Ngada dalam Angka.6 tahun dan perempuan 68.

dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. Cakupan pelayanan kunjungan baru ibu hamil ( K1 ) di Kabupaten Ngada tahun 2009 berdasarkan data dari Puskesmas. Pemberian Tablet Besi. pemeriksaan tensi dan Konsultasi.BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. 4. Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapat pelayanan antenataldi fasilitas kesehatan sesuai standar paling sedikit 4 (empat) kali. Angka capaian ini belum merupakan K1 murni melainkan jumlah kunjungan pertama ibu hamil ( kontak pertama ).2%. cakupan ini menurun dibandingkan cakupan tahun 2008 yaitu 93.1 Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khusunya untuk tahun 2009. dokter umum. satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan yang selanjutnya berpengaruh hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi. bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. 1.8%. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : A. perlu adanya sosialisasi terutama bagi ibu hamil untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 29 . Untuk meningkatkan cakupan K1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang diutamakan pada kegiatan promotif dan preventif. sebesar 83. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Pelelayanan ANC standar yaitu Penimbangan Berat Badan. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. Cakupan K1 merupakan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemberian Imunisasi TT. Pemeriksaan kehamilannya.

Kecamatan dengan pencapaian paling rendah yaitu kecamatan Soa Puskesmas Waepana (30.27% yaitu 2630 ibu hamil dari 4674 proyeksi ibu hamil/ ibu hamil yang diperkirakan. Bila dibandingkan dengan target SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan tahun 2010 yaitu K4 ibu hamil 95%.memeriksakan diri ke Puskesmas. sehingga sweeping ibu hamil sangat penting untuk dilakukan.90%.1 Persentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wialayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 56. Selain itu juga banyak kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan pada usia dini atau usia lanjut yang menyebabkan ibu hamil malu untuk memeriksakan kehamilannya.53%). Namun kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan dana dan prasarana untuk pendataan ibu hamil dan kekurangan tenaga sehingga banyak bidan yang mempunyai tugas rangkap. Sedangkan cakupan K4 sebesar 58. Data selengkapnya mengenai pelayanan ANC ibu hamil dapat dilihat pada lampiran tabel 17. karena masih adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yaitu kehamilan harus disembunyikan dari hal-hal gaib dan semacamnya. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 30 . Grafik 4. Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) selama masa kehamilan dimaksudkan untuk mengatasi kasus anemia ibu hamil serta meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe selama masa kehamilan hingga persalinan. 2009 Gambar diatas menunjukkan bahwa baik secara kecamatan maupun kabupaten cakupan pelayanan ibu hamil K4 masih jauh dari target SPM yaitu 95%. Masalah adalah dukungan dari keluarga ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara dini di fasilitas kesehatan masih sangat kurang. maka pencapaian secara kabupaten belum memenuhi target. Permasalahan tidak tercapainya K4 adalah tidak tercapainya K1 murni yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali pada triwulan 1/sebelum lewat dari 3 bulan kehamilan.

keterlambatan merujuk dan pertolongan persalinan masih dilakukan oleh dukun bersalin. dimana satu kali pemberian Fe sebanyak 90 tablet.5% sedangkan cakupan Fe3 terendah adalah kecamatan Bajawa Utara (Puskesmas Watukapu) yaitu 28. kecuali ibu hamil dengan malaria positif. kesalahan pencatatan dan pelaporan atau masalah teknis lainnya. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 25.2 Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe3) pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Kecamatan dengan cakupan Fe3 paling tinggi adalah kecamatan Wolomeze (Puskesmas Natarandang) yaitu 83. karena permasalah kematian ibu yang utama terjadi di Kabupaten Ngada adalah perdarahan pada persalinan. Adanya selisih antara kedua cakupan tersebut perlu ditelusuri lagi sebab-sebab yang mungkin terjadi.5%. dengan cara pemecahan masalah Kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan tim kabupaten yang dikenal dengan DTPS (District Team Problem Solving). Tujuan utama program ini adalah mengupayakan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi NTT. Berbagai upaya telah dilakukan. 2. 2009 Pemberian tablet Fe3 dimaksudkan bagi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya. hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (professional). Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan. Seharusnya cakupan Fe3 sama dengan cakupan K4 karena setiap memeriksakan kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan setiap triwulan ibu hamil harus diberikan tablet Fe. dan dikonsentrasikan pada pertolongan persalinan. pada tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 31 . misalnya kelalaian petugas kesehatan.Grafik 4. Tahun 2009 dan 2010 Pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Kesehatan dibantu dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Program AIP-MNH NTT (Australia – Indonesia Partmership for Maternal and Neonatal Health in NTT).

Namun dengan adanya Keputusan Gubernur NTT nomor 42 tahun 2009 tentang Revolusi KIA yaitu Semua Persalinan Dilakukan di Faslitas Kesehatan yang Memadai maka diharapkan pencapaian pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk Kabupaten Ngada 95 sampai 100%. Cakupan pertolongan persalinan per wilayah kerja Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 32 . cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami fluktuasi yaitu cenderung meningkat dari tahun 2005 ke tahun 2006. sistim pelayanan yang lebih komlplex dibandingkan dengan pustu dan polindes dan akses ke rumah sakit lebih dekat apabila harus dilakukan rujukan. kemudian mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan menurun pada tahun 2009.9% dari ibu bersalin. obat-obatan yang cukup. bidan dan perawat yang mempunyai kompetensi. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2008 dan 2009 bila dibandingkan dengan target SPM Indonesia Sehat 2010 yaitu 90%. Yang dimaksudkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Ngada adalah Puskesmas dimana telah tersedia peralatan pertolongan persalinan. maka untuk Kabupaten Ngada telah mencapai target. Grafik 4. tenaga dokter.2009 persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan sebanyak 250 persalinan atau 7.3 Trend Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2005-2009.

Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi.4 Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. karena banyak sekali risiko-risiko yang bisa dialami pada masa kehamilan. 2009 Dari gambar diatas terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan di 5 Puskesmas telah mencapai bahkan melebihi target SPM yaitu Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere. Puskesmas Koeloda Kecamatan Golewa. infeksi berat/sepsis. Puskesmas Kota Kecamatan Bajawa dan Puskesmas Waepana Kecamatan Soa. Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi yaitu keadaan penyimpangan dari normal.31% ibu hamil risti tersebut ditangani di Puskesmas sedangkan sisanya ditangani dengan merujuk ke RSUD sebagai Sarana rujukan strata 1 di Kabupaten Ngada. dan 92. persalinan premature. oedema nyata. Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi Masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian besar pada ibu. ketuban pecah dini. Penanganan yang dimaksudkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 33 .Grafik 4. Puskesmas Watumanu Kecamatan Jerebuu. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 17. 3. eklampsia. Di Kabupaten Ngada persentase ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdata oleh Puskesmas sebesar 6. perdarahan pervaginam. Yang dimaksudkan dengan Risti/Komplikasi pada ibu hamil yaitu apabila HB < 8g%. tekanan darah tinggi. Sedangkan 4 Kecamatan lainnya belum mencapai target SPM. dan cakupan terendah adalah Kecamatan Riung Barat atau wilayah kerja Puskesmas Maronggela. letak sungsang pada primigravida.40% dari keseluruhan proyeksi ibu hamil. Deteksi resiko. letak lintang pada usia kehamilan >32 minggu. beberapa ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan harus dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan kemampuannya maupun prasarana penanganan risti di desa dan Puskesmas.

Bila dilihat menurut kecamatan. Grafik 4. Riung.disini yaitu penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang terlatih di Puskesmas Perawatan dan RS pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif). Koleoda. 2009 B. cakupan kunjungan neonatus di beberapa puskesmas mencapai diatas target SPM yaitu Puskesmas Aimere. Cakupan Kunjungan Neontaus kedua kali tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Maronggela sedangkan terendah di wilayah kerja Puskesmas Kota. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. maka belum mencapai target. dengan kesenjangan 7. petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. Persentase ibu hamil risti dan ibu hamil risti ditangani dapat dilihat pada gambar berikut ini dan data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 28. Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita 1. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus. Maronggela dan Natarandang. Cakupan kunjungan neonatus (KN2) Kabupaten Ngada pada tahun 2009 sebesar 72. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali. Gambaran presentase Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 34 . Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 yaitu 80%.5 Cakupan Ibu Hamil. satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari. Kunjungan Neonatus Bayi umur 0 – 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. KN2 Puskesmas kota terendah karena banyak persalinan dilakukan di bidan praktek swasta sehingga persalinannya tercatat namun kunjungan neonatus tidak tercatat.41%. dan tingginya mobilitas penduduk di Ibukota Kabupaten menyebabkan kesulitan untuk melakukan KN2.59%.

paling sedikit 4 kali (bayi).6 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. bidan. Grafik 4. hal ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan cakupan tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 35 . 2 kali (neonatus).cakupan kunjungan neonatus menurut kecamatan pada tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini sedangkan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 15. perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan.7 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.22%. Grafik 4. 2009 2. 2009 Hasil pengumpulan data/indikator kinerja SPM dari Puskesmas di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2009 sebesar 76. Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan pelayanan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter.

usia sekolah dan remaja dapat dilihat pada lampiran tabel 18. Grafik 4. Usia Sekolah dan Remaja di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 76.07%. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 36 . belum dioptimalkan oleh semua Puskesmas karena keterbatasan tenaga dan dana.8 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah.88%. Hal ini dikarenakan banyak balita yang sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap. serta pelayanan kesehatan pada remaja.42. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 (90%). cakupan kunjungan bayi belum memenuhi target. 3. Data dari beberapa puskesmas menunjukkan pencapaian tahun 2009 sebesar 23. maka cakupan Kunjungan Bayi kurang lebih 4 kali di Puskesmas Waepana telah melebihi target SPM yaitu 93. Pencapaian tersebut belum memenuhi target SPM yaitu 90%. pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat.55%.2008 yaitu 86. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Kesehatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. dan pencapaian terendah adalah Puskesmas Watukapu 54.6%. Usia Sekolah dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah (balita). Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) merupakan cakupan anak umur 0 – 5 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh kembangnya sesuai dengan standar paling sedikit 2 kali pertahun.9%. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 15. Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan remaja yaitu siswa SMP/SMU. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah. masih belum memenuhi target SPM yaitu 100%. tidak dibawa lagi ke Posyandu untuk deteksi tumbuh kembang. Jika dikaji per wilayah kerja Puskesmas . Data selengkapnya mengenai pelayanan pra sekolah. Cakupan pelayanan Kesehatan Apras. Sedangkan cakupan pelayanan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/kader kesehatan sekolah) melalui penjaringan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 64.

Namun demikian pemantauan atau pengawasan pemberian ASI Eksklusif dirasa belum maksimal sehingga cakupan pemberiannya masih sangat rendah.05% sedangkan peserta KB Baru atau pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi sebesar 13. Program KB dikhususkan pada pasangan usia subur (PUS). Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 19. Upaya yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan berupa penyampaian informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif dan pentingnya ASI Ekslusif serta manfaat bagi ibu bila menyusui.4. Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pelatihan tenaga konselor ASI Eksklusif bagi para bidan dan kader posyandu. ASI Eksklusif ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dan proporsi PUS yang merupakan peserta KB aktif sebesar 71.70%.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas Di Kabupaten Ngada Tahun 2009 C.15 %. Metode KB atau kontrasepsi yang tersedia adalah MKJP dan Non MKJP. Pelayanan KB Program KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Pada tahun 2009 PUS yang tercatat berjumlah 20. karena itu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. sedangkan non MKJP adalah metode Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 37 . MKJP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD.965 PUS. Data selengkapnya mengenai ASI Ekslusif dapat dilihat pada lampiran tabel 32. MOP/MOW (Metode operatif pria/metode operatif wanita) dan implant. untuk tahun 2009 cakupan ASI Eksklusif baru mencapai 46. masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 80% bayi yang ada mendapat ASI Eksklusif. Grafik 4. ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 ( enam ) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 ( dua ) tahun.

Gambaran presentase alat/cara KB yang diapakai peserta KB aktif dapat dilihat pada grafik berikut ini. Persentase tertinggi alat/cara KB aktif yang digunkan oleh PUS peserta KB adalah pemakaian KB suntik yaitu 44.919% atau 77 desa dari 94 desa.19% dan pelayanan kesehatan usila sebesar 51. persentase desa yang telah mencapai UCI dilaporkan sebesar 81. WUS dan anak sekolah dikatakan mencapai UCI apabila cakupan imunisasi BCG.55%. Grafik 4. E.20%. berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan tingkat perlindungan masyarakat (herd imunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i). Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 38 . Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi. Dengan rincian pelayanan kesehatan pra usila sebesar 31.11 dibawah ini. 2009 D. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu.34% kemudian alat KB Pil sebesar 19. Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (usila) yaitu yang berumur 45-59 tahun dan pelayanan usila yaitu yang berumur 60 tahun keatas tahun 2009 adalah sebesar 37. ibu hamil.48%.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. DPT dan campak diatas 80%. pil. lebih rinci mengenai cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila dapat dilihat pada lampiran tabel 39. seperti pada grafik 4. sedangkan rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran tabel 22. kondom dan obat vagina. Pada tahun 2009. sedang rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 20. Pelayanan kesehatan prausila dan usila paling tinggi pada kecamatan Riung dan Kecamatan Riung Barat. Polio.kontrasepsi jangka pendek yang meliputi suntik.

Pustu dan Polindes serta sarana kesehatan lainnya. Polio 4 kali. Pelayanan imunisasi bayi di Kabuputen Ngada dilakukan di Posyandu. Sedangkan untuk menilai angka drop out cakupan imunisasi dasar dapat dilihat dari selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan cakupan imunisasi campak. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 39 . dilihat dari indikator cakupan imunisasi campak. cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik 4. Untuk menilai kelengkapan imunisasi dasar bagi bayi.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Untuk menurunkan angka kesakitan. Difteri. HB 3 kali dan campak 1 kali. Hepatitis B.12 Cakupan Imunisasi BCG. DPT 3 kali. DPT. Puskesmas. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. karena imunisasi campak merupakan imunisasi terakhir yang diberikan pada bayi.Grafik 4. kematian dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC. Polio dan campak. Tetanus. Pertusis.

Garam Yodium Yodium sangat diperlukan bagi tubuh dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tubuh yaitu kebodohan. Cakupan Imunisasi TT pada IBu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.Dari grafik diketahui bahwa kelengkapan imunisasi dasar lengkap bagi balita adalah 73. Upaya Penyuluhan Kesehatan 1. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 26. Pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 kali setahun yaitu bulan Februari dan Agustus pada tahun 2009 sebesar 70.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada tahun 2009 Imunisasi TT kepada Wanita Usia Subur diberikan selama 5 kali yaitu Imunisasi TT1 sampai TT5. Cakupan imunisasi secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 23. angka drop out imunisasi yaitu 6.17%. hal ini terlihat dari cakupan imunisasi campak. pertumbuhan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 40 . 2009 F.77%.14. Gambar 4.83%. Grafik 4.

Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas di wilayah Kabupaten Ngada tahun 2009 dilakukan melalui pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 135. Karena terbatasnya dana untuk penyelenggaraan survey desa bergaram yodium baik. Sebagai cerminan desa/kelurahan dengan garam beryodium baik pada tahun 2009 menunjukkan dari 94 desa/kelurahan sebanyak 22 desa/kelurahan (23. juga ada pembagian kapsul yodium bagi WUS di desa. yang dilakukan baik di sekolah atau di Puskesmas. Adapun pelayanan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk murid SD pada tahun 2009 sebesar 63. kegiatan yang dilakukan yaitu pencabutan gigi sulung.22. Kabupaten Ngada melakukan pemantauan kandungan yodium dalam garam dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas. maka beberapa puskesmas mengatasinya dengan melakukan iodine test di sekolah. Pelayanan Dasar Gigi Pemeriksaan gigi dan mulut merupakan bentuk upaya promotif. Hal ini menunjukan bahwa semua garam konsumsi yang beredar belum memenuhi syarat kandungan yodium. dengan meminta siswa untuk membawa garam dari rumah masing-masing. pencabutan gigi tetap sebanyak 604 dengan rasio tambal cabut sebesar 0.terlambat dan gondok apabila kekurangan zat yodium yang sering disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium). dimana daerah tersebut ada kasus GAKY. Pelayanan dasar gigi ini disarankan minimal 2 kali setahun. 2. Jumlah murid yang mendapatkan perawatan gigi yakni sebanyak 3151 orang. Untuk melihat kualitas yodium dalam garam. hal ini sangat mudah dilakukan tanpa harus memiliki ketrampilan khusus. dengan pemeriksaan sampel garam yodium tidak lebih dari 2 sampel garam yang kandungan yodiumnya dibawah standar. masih jauh dari target SPM 2010 yaitu desa dengan garam yodium baik 80%. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada ada beberapa Puskesmas yang tidak membagikan kapsul yodium oleh karena keterbatasan dana untuk pengadaan kapsul yodium. terutama pada WUS di daerah endemic. 14. sehingga survey pemakaian garam yodium di rumah tangga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko GAKY. dari 22. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 41 . Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 33. Kabupaten Ngada merupakan salah satur daerah endemis GAKY. pengobatan dan penambalan sementara. maka dilakukan pemantauan dengan menggunakan Yodina test. untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.967 murid yang ada.597 murid yang diperiksa.56%. Untuk mengatasi GAKY.40%) termasuk pada kategori desa/kelurahan dengan garam beryodium yang baik. preventif dan kuratif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut.

Waepana dan Aimere sudah melayani rawat inap. Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan sedang hingga berat. Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di sarana kesehatan dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 4. Sedangkan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas disamping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani kunjungan rawat jalan. Semua puskesmas di wilayah kabupaten Ngada dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan.15 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Puskesmas. sehingga merupakan pelayanan rujukan strata 1. 2009 Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dan jaringannya lebih tinggi daripada kunjungan rawat jalan Rumah Sakit. mengingat Kabupaten Nagekeo belum mempunyai Rumah Sakit. dan 3 puskesmas yaitu Riung. Laporan Kunjungan RS. Begitupun di Puskesmas Kota dengan persentase rawat jalan dibanding jumlah penduduk di wilayah kerjanya adalah 109% dan Puskesmas Watumanu Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 42 . dengan kata lain . 2009. hal ini disebabkan karena peningkatan strata RSUD Bajawa dari UPTD menjadi RSUD Tipe C.4. Kunjungan rawat jalan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. maka persentase tertinggi adalah kunjungan penduduk di Puskesmas Aimere sebesar 149%. Sedangkan pelayanan Rawat Inap menjadi lebih tinggi karena jumlah Bed bertambah menjadi 100 buah dan pelayanan pasien rawat inap dari Nagekeo masih dilayani Kabupaten Ngada di RSUD Bajawa. Pasien harus berobat ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa. hal ini berarti ada penduduk yang berkunjung ke Puskesmas Aimere lebih dari satu kali dalam setahun.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 1.

dengan sarana laboratorium yang memenuhi syarat. Puskesmas Surisina. persentase kunjungan rawat jalan ke sarana pelayanan kesehatan dasar sama banyak dengan jumlah penduduk tercatat yaitu 100%. Puskesmas Riung serta jaringannya persentase kunjungan rawat jalan 105%.persentase kunjungan rawat jalan 106%. misalnya pemeriksaan darah malaria. Grafik 4. Laboratorium Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan harus memiliki laboratorium kesehatan agar mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar. Persentase kunjungan rawat jalan di 5 Puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Maronggela. Puskesmas Watukapu dan Puskesmas Natarandang dibawah 100%. Sedangkan Puskesmas Koeloda dengan wilayah kerja terluas. Laporan RSUD 2009 2. bedah. Di Kabupaten Ngada pada tahun 2009 terdapat 8 sarana kesehatan yang dilengkapi dengan laboratorium kesehatan dan telah berfungsi dengan baik yaitu rumah sakit umum. Puskesmas Waepana. Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. tersedianya reagen dan bahan-bahan penunjang pemeriksaan. Namun pelayanan spesialis ini tidak menetap melainkan kerjasama dengan dokter ahli yang melakukan kunjungan tiap 3 bulan sekali. Sedangkan pelayanan 4 spesialis dasar yaitu pelayanan kandungan dan kebidanan. dan data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 42.16. penyakit dalam dan anak tersedia di rumah sakit umum bajawa. dan persentase terendah adalah kunjungan ke Puskesmas Natarandang. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 43 . pemeriksaan sputum dan pemeriksaan lainnya. 6 puskesmas dan 1 Balai Pengobatan Swasta. Berfungsi dengan baik maksudnya adalah adannya tenaga analis terlatih untuk melakukan pemeriksaan. Persentase kunjungan rawat jalan dapat dilihat pada grafik berikut ini.

yang penyediaannya dilakukan dengan pengadaan obat dari berbagai sumber dana APBN. tiga tatanan yang menjadi sasaran utama PHBS adalah tatanan rumah tangga.26% dimana dari 168 obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas terdapat 113 jenis yang telah terpenuhi 100%. menurut HL Blum adalah faktor perilaku. revitalisasi pemasyarakatan konsepsi obat esensial dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitas pelayanan pemerintah maupun swasta. Dengan menerapkan perilaku yang sehat. tatanan institusi dan tatanan TTU (Tempat-tempat Umum). 10) Makan buah dan sayur setiap hari. menyapu halaman. APBD I dan APBD II. Dalam profil ini. angka ini belum mencapai target SPM nasional 90% sedangkan ketersediaan obat generik sebesar 100% atau sesuai dengan kebutuhan rata-rata tiap puskesmas yaitu 127 jenis obat.3 Perilaku Hidup Masyarakat Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga karena Rumah Tangga sebagai dasar terhadap perubahan perilaku masyarakat secara umum. Dalam PHBS terdapat 10 indikator yaitu : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi 0-6 bulan diberi ASI Eksklusif 3) Seluruh anggota keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4) Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih 5) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat 6) Keluarga mempunyai rumah dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni (9m2/orang) 7) Keluarga mempunyai rumah yang lantainya bukan dari tanah 8) Seluruh anggota keluarga tidak merokok dalam rumah 9) Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit seperti mencuci pakaian. dll. Ketersediaan Obat Esensial/Generik Adanya penerapan dalam penggunaan obat essensial dan generik. Pada tahun 2009 ketersediaan obat esensial di Kabupaten Ngada sebesar 67. keterjangkauan. Dalam konsep PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat beberapa tatanan. diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat terlambat /kurangnya kesadaran dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan.3. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 44 . dan pemerataan obat dalam pelayanan kesehatan. 4. dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan. mengepel lantai. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

jika dibandingkan dengan jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Jerebuu yaitu 1. cakupan PHBS tertinggi pada puskesmas Watumanu kecamatan Jerebuu yaitu dari 200 KK yang dijadikan sampel semuanya menerapkan 7 indikator dari 10 indikator PHBS. namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk melakukan pendataan Rumah Tangga ber-PHBS. Grafik 4. Data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 45.Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2009 pendataan PHBS dilakukan pada tiap kecamatan diambil sampel 3495 KK yang dijadikan sampel. kurangnya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya ber-PHBS. Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Dari 10 Puskesmas. Agar mendapatkan data yang lebih akurat mengenai PHBS maka sampel yang diambil harus lebih banyak dan representatif.17.59%. dimana pada tahun 2008 cakupan rumah tangga ber PHBS sebesar 16%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 45 . Rendahnya cakupan Rumah tangga yang ber-PHBS antara lain disebabkan oleh capaian kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga di setiap rumah tangga masih rendah. Untuk itu perlu adanya upaya pemecahan masalah antara lain dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang PHBS bagi masyarakat serta meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor. Pencapaian ini belum memenuhi dari target SPM untuk rumah tangga sehat 65% pada tahun 2010. Didapatkan hasil keluarga ber PHBS sebesar 51. capaian pemberian ASI Eksklusif dan masih banyak anggota keluarga yang merokok dalam rumah. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 maka mengalami peningkatan.757 KK maka sampel ini belum representatif atau belum bisa mewakili penerapan PHBS di Rumah tangga.

ventilasi rumah yang baik. Bila dibandingkan dengan target Indikator Indonesia Sehat (IS) Rumah tangga sehat 80% maka pencapaian rumah sehat kabupaten Ngada belum memenuhi target. Jamban. air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air.352 KK yang ada sebanyak 25.4 Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 1. serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat.405 rumah dan hasil pemeriksaan 61. Kondisi sarana penyehatan lingkungan pemukiman di Kabupaten Ngada Tahun 2009 dari 29. dengan hasil sebagai berikut sebagai berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 46 . sarana pembuangan air limbah.008 rumah) diantaranya termasuk kategori rumah sehat.752 rumah yang ada jumlah yang diperiksa sebanyak 87. 2009 Dari data tersebut terlihat bahwa cakupan rumah sehat terendah adalah 12. 2.5% di wilayah kerja Puskesmas Waepana.5% di wilayah kerja puskesmas Natarandang sedangkan cakupan tertinggi 70. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 4. Berdasarkan data dari puskesmas tahun 2009 dari 27. pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana sanitasi lingkungan pemukiman (PLP).94% atau 24. kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah.4.575 KK yang diperiksa. yang memilki jamban yang sehat.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 47. tempat sampah.50% (15. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan. sarana air bersih. tempat pembuangan sampah. Sarana Sanitasi Dasar Pembuangan kotoran baik sampah. Untuk meningkatkan jumlah rumah sehat perlu upaya sektor terkait untuk meningkatkan motivasi masyarakat.

3. sumur dalam. luas lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung.8% diantaranya memenuhi criteria tempat sampah sehat. perbaikan. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makana/minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih. sumur pompa tangan 0. penampungan air hujan 1. pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah pada tempatnya. ventilasi yang baik.Jumlah KK yang telah memiliki sarana air bersih : 81. tempat pembuangan sampah.22%. Permasalahan terbanyak yang dihadapi Kabupaten Ngada yang berkaitan dengan air adalah terbatasnya dana untuk pembuatan sarana air bersih di daerahdaerah yang sulit air sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada masih belum memenuhi target SPM.35% dan jamban yang memenuhi criteria jamban sehat sebesar 68. memperlihatkan bahwa jumlah TUPM Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 47 .76% dan dari seluruh KK yang memilki jamban tersebut 71.15% diantaranya memenuhi criteria pengolaan air limbah sehat. yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban). Data selengkapnya mengenai sarana Sanitasi Dasar dapat dilihat pada lampiran Tabel 48 dan 49.32% dan dari KK yang memilki pengolahan air limbah tersebut 56. Upaya sanitasi meliputi pembangunan. dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai. Adapun sumber air di Kabupaten Ngada pada umumnya berasal dari mata air. Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi oleh banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk di wilayah Ngada maka kebutuhan air bersih semakin bertambah.55% dan sumber lainnya 1.1%. Sistem yang digunakan melalui perpipaan dan non perpipaan. restoran. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat.31%.63% dengan rincian sumber air dari ledeng 79. pemanfaatan dan pemeliharaan. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar. pasar dan lain-lain. sarana pembuangan air limbah. sumur gali dan air permukaan.9%. Upaya peningkatan kualitas air bersih akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi. Jumlah KK yang telah memiliki jamban untuk tempat Buang Air Besar (BAB) : 83.89% Jumlah KK yang telah memiliki tempat sampah : 26. Untuk pengelolaannya pada daerah pemukiman di perkotaan dikelola PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten. Data dari Profil Puskesmas 2009 dan laporan dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009. sumur gali 5. TUPM meliputi hotel. Jumlah KK yang telah memiliki pengolahan air limbah : 6.

19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Berdasarkan laporan puskesmas dan seksi penyehatan lingkungan pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya meliputi sarana kesehatan 97. yang diperiksa 255 buah (92. Dari TUPM yang diperiksa. Grafik 4. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 48 .91%.yang ada sebanyak 276 buah. sebanyak 143 (56.08%) diantaranya termasuk kategori TUPM sehat.0%. sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 50. Cakupan TUPM sehat menurut jenis TUPM dapat dilihat pada grafik berikut. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 51. karena ada beberapa 3 sarana sarana pustu/polindes yang tidak terpakai.85% dan perkantoran 79. sarana ibadah 80. 2009 Selain pegawasan tempat-tempat umum diatas. Laporan Seksi Penyehatan Lingkungan. juga dilakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi yang ada di Kabupaten Ngada. jadi tidak dilakukan pembinaan kesehatan lingkungan. sarana pendidikan 96.39%).46%.

Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio puskesmas per 100.4 yang berarti setiap 100.24.000 penduduk dilayani oleh 7 puskesmas.000 penduduk tahun 2007 adalah 5.1 Peta Penyebaran Puskesmas. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 49 . karena jumlah penduduknya terhitung paling banyak. Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di kabupaten Ngada sebanyak 10 unit yang tersebar di 9 kecamatan. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100. dimana pada kecamatan Bajawa terdapat 2 Puskesmas.BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 4.1 Sarana Kesehatan A. Puskesmas dan Jaringannya Puskesmas dan puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar yaitu kecamatan dan desa. Dari tahun ke tahun jumlah puskesmas di Kabupaten Ngada terus meningkat untuk pemerataan pelayanan di tingkat dasar.000 penduduk pada tahun 2009 adalah 7. Dengan demikian rasio puskesmas per 100. Peta 5.000 penduduk dilayani oleh 5 puskesmas.

Peta 5. Dengan rasio puskesmas pembantu per 100.Jumlah puskesmas pembantu juga cenderung meningkat seiring dengan pemekaran desa/kelurahan yang ada. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas.2. Upaya untuk peningkatan fungsi puskesmas terus dilakukan terutama dalam peningkatan puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit. Oleh karena jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu sebanyak itu maka rasio pustu terhadap puskesmas adalah 3 : 1 artinya setiap puskesmas rata-rata didukung oleh 3 sampai 4 puskesmas pembantu.2 yang berarti setiap 100.3. 2 puskesmas perawatan tersebut yaitu Riung dan Aimere dipersiapkan untuk menjadi puskesmas PONED (Perawatan Obstetrik Neonatal Emenrgensi Dasar). Hingga tahun 2009 jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Ngada sebanyak 3 buah yaitu Puskesmas Aimere. Pustu dan Polindes Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 50 . Dari hasil pemetaan sarana kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berikut lokasi sarana kesehatan dasar dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Kecamatan. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta 5. dijalur-jalur jalan raya di lokasi yang rawan kecelakaan. dan pada tahun 2009 juga mempersiapkan satu puskesmas (Koeloda) untuk menjadi puskesmas perawatan. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada jumlah Pustu sebanyak 32 unit.000 penduduk adalah 23. Sehubungan dengan Revolusi KIA penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB). Riung dan Waepana. yang tersebar di beberapa desa di wilayah kabupaten Ngada.000 penduduk dilayani oleh 23 puskesmas pembantu.

Standar BTO ideal adalah 40- Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 51 . dan warna biru gelap waktu tempuh antara 45 – 60 menit. namun sebagian besar wilayah Kabupaten Ngada dapat menjangkau sarana kesehatan dasar dengan waktu kurang dari 1 jam. Di kabupaten Ngada terdapat satu buah rumah sakit yang melayani penduduk di 2 kabupaten yaitu Ngada dan Nagekeo. sehingga kasus rujukan dilakukan ke RSUD Tipe C Bajawa. Pada tahun 2009 jumlah hari perawatan RSUD Bajawa sebanyak 19.946 hari rawat. Jumlah tempat tidur untuk rawat inap yang tersedia sebanyak 100 tempat tidur. B. Jika dibandingkan dengan standar LOS 6-9 hari maka lama hari perawatan di RSUD Bajawa tidak melewati batas standar. Avarage Length of Stay (LOS) Avarage Length of Stay adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit. Pada tahun 2009 jumlah pasien yang keluar (hidup dan Mati) sebanyak 4906 pasien. Untuk menggambarkan cakupan pelayanan digunakan indikator pemanfaatan tempat tidur dan Indikator pelayanan rumah sakit lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bed Ocupancy Rate (BOR) Bed Occupancy Rate adalah persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit selama satu tahun. Rumah Sakit Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk. Walaupun jumlah rumah sakit hanya satu namun fasilitas yang tersedia terus bertambah dan mengalami peningkatan baik sarana dan prasarana maupun tipe rumah sakit. warna ungu daerah dengan waktu tempuh 15-30 menit. Bed Turn Over (BTO) Bed Turn Over diukur dengan indikator jumlah penderita rawat inap yang keluar (hidup dan mati) dalam 1 tahun dibandingkan dengan jumlah tempat tidur dengan kata lain BTO menggambarkan frekuensi pemanfaatan tempat tidur dalam setahun. Atau rata-rata 1 orang pasien dirawat adalah 4 hari.1 dengan kata lain satu buah tempat tidur dimanfaatkan sebanyak 49 kali dalam tahun 2009. BOR ideal sesuai standar nasional adalah 60-85% sehingga dapat dikatakan BOR RSUD Bajawa tahun 2009 belum memenuhi standar nasional.Dari peta diatas diketahui bahwa terdapat beberapa daerah dengan waktu jangkau ke sarana kesehatan dasar lebih dari 1 jam/60 menit (daerah dengan warna pudar). Warna hijau muda dengan jarak tempuh kurang dari 15 menit. sehingga BOR sebesar 54. Pada tahun 2009 BTO RSUD Bajawa adalah 49. karena RSU di Nagekeo masih dalam tahap pembangunan. dan jika dibandingkan dengan hari perawatan maka LOS RSUD Bajawa adalah 4 hari.6% atau 55%. warna merah waktu tempuh mencapai 45 menit.

Kec. pemerataan obat generik dan obat esensial yang bermutu bagi masyarakat. Gabriel dan BP St. Santa Maria Bp. Golewa Ds. Di kabupaten Ngada tahun 2009 terdapat 5 buah BP (balai Pengobatan) Swasta yaitusebagai berikut : Nama-Nama BP Swasta dan Lokasi Kabupaten Ngada Tahun 2009 1 2 3 4 5 Bp. dan juga menempatkan tenaga kesehatan di sarana pelayanan swasta tersebut. Mangulewa. Selain rumah sakit dan puskesmas juga terdapat sarana pelayanan kesehatan milik swasta yang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diawasi oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan. sehingga dapat dikatakan BTO RSUD Bajawa masih sesuai standar. (2) mempromosikan penggunaan obat Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 52 . Sarana Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Upaya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara paripurna. sehingga NDR RSUD Bajawa tahun 2009 sudah melewati standar toleransi. Dengan kata lain setiap 1000 pasien keluar terdapat 45 pasien meninggal. Kec. Gabriel Bp. Fatima dilengkapi dengan fasilitas bersalin/BKIA.3 per 1000 pasien keluar. dan BP St. atau selang waktu pemakaian tempat tidur. Turn Over Interval (TOI) Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Gross Death Rate (GDR) Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Inap St. Atau rata-rata hari tempat tidur tidak terisi adalah 3 sampai 4 hari.50 kali dalam setahun.Mataloko. Tahun 209 jumlah pasien mati seluruhnya 222 pasien. Walburga Mataloko Kel. Kec.Golewa Kecamatan Golewa BP swasta Palang Suci. Palang Suci Bp.Bajawa Kel. Upaya tersebut dimaksudkan untuk (1) menjamin ketersediaan. keterjangkauan. Nilai GDR diharapkan tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar sehingga GDR RSUD Bajawa dalam batas toleransi. sehingga GDR 45. St. NDR RSUD Bajawa Tahun 2009 adalah 27 per 1000 pasien keluar.Fatima Bp. Tahun 2009 TOI RSUD Bajawa adalah 3. C. Net Death Rate (NDR) Net Death Rate adalah angka kematian pasien Rumah Sakit 48 jam setelah dirawat di RS untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar.Soa Ds. Rwt. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. Fatima juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. BP St.4.Trikora. Masumeli. Kec. St.

serta (4) melindungi masyarakat dari penggunaan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. dan Puskesmas mendistribusikannya ke Pustu dan Polindes. mutu dan keamanan. adanya LSM Swasta dan anggaran-anggaran lain untuk kesehatan memungkinkan sarana Polindes dibangun berupa bangunan yang layak pakai. menyerupai Pustu namun dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran bangunan Pustu. Madya.3%) Madya sebanyak 169 buah (61. Sarana distribusi farmasi di kabupaten Ngada berupa Gudang Farmasi Kabupaten untuk mendistribusikan obat dan perbekalan kesehatan ke semua Puskesmas. Sedangkan posyandu merupakan kegiatan yang tumbuh dari. Jumlah Posyandu yang ada di Kab. (3) meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian difarmasi komunitas dan farmasi klinik serta pelayanan kesehatan dasar. karena banyak faktor yang menyebabkan mutu posyandu rendah antara lain .0%) Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 53 . Tahun 2009 di Kabupaten Ngada terdapat 48 Polindes yang tersebar ke 48 desa di 9 kecamatan. POD (Pos Obat Desa). D. sarana dan prasarana belum memadai. Purnama dan Mandiri. banyak kader posyandu yang droup out. Polindes awalnya dibangun secara darurat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dalam perkembangannya posyandu mendapat tanggapan positif dari pemerintah dan masyarakat. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat. oleh dan untuk masyarakat.7%) Purnama sebanyak 63 buah (23. Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya. namun dengan adanya anggaran DAK Kesehatan.yang rasional dan obat yang generik. Untuk mengetahui kualitas posyandu maka dilakukan telaah kemandirian posyandu yaitu suatu cara penilaian strata posyandu menjadi 4 tingkat perkembangan (Stratifikasi posyandu) yaitu kategori Pratama. sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat disekitarnya. Namun demikian tanggapan positif masyarakat ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya mutu pelayanan. sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masih sangat rendah. Polindes (Pondok Bersalin Desa). Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Toga (Tanaman Obat Keluarag). Ngada tahun 2009 sebanyak 274 posyandu dan berdasarkan keempat strata tersebut di kabupaten Ngada baru mencapai 3 strata sebagai berikut: • • • Pratama sebanyak 42 buah (15.

Lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 46.Grafik 5. yang merupakan tenaga kesehatan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 54 . dan sudah ada 1 atau lebih program tambahan. 4. Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah. rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih. Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sector pemerintah maupun swasta perlu diketahui. Imunisasi lebih dari 50 %. Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui perekrutan CPNS daerah dan PTT dari Pusat sedangkan untuk pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat.) dengan perkataan lain Posyandu aktif adalah posyandu dengan tingkat kemandirian Purnama dan Mandiri. data tenaga kesehatan di setiap sarana pelayanan belum valid karena ada beberapa pegawai yang mengalami mutasi dan mengikuti pendidikan lanjutan di sector pemerintah dan terutama sector swasta.KB. Namun sampai saat ini. tetapi juga diselenggarakan oleh swasta. Mengatasi hal tersebut. yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Ngada saat ini adalah meningkatkan strata posyandu bukan menambah jumlah posyandu. cakupan program utama (KIA. Pencapaian Posyandu Aktif Kabupaten Ngada 23% jika dibandingkan dengan target cakupan SPM tahun 80% maka belum memenuhi target. kurang proaktifnya petugas dalam mendata ketenagaan. serta cakupan dana sehat < 50 %. Gizi.2 Tenaga Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional untuk melaksanakan upaya kesehatan sesuai paradigma sehat. Data yang tersedia merupakan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. yang mengutamakan upaya peningkatan. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.1 Persentase Posyandu Menurut Strata di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Posyandu Aktif adalah Posyandu yang melaksanakan kegiatan hari buka dengan frekuensi lebih dari 8 kali per tahun.

000 : 100.000 : 100.000 : 100. Persentase tenaga kesehatan menurut jenisnya di Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.67% tenaga gizi.000 : 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Perawat Perawat Gigi Bidan Ahli Gizi Sanitarian Apoteker Sarjana Kesehatan Masyarakat Asisten Apoteker Keterapian Fisik Keteknisian Medis 14 3 3 114 18 72 9 14 4 15 12 2 12 Ngada : 100.000 : 100. Penata Rontgent. 2009 Bila dilihat dari rasio masing-masing tenaga kesehatan di kabupaten Ngada dibandingkan dengan rasio tenaga kesehatan standar nasional maka tenaga Perawat dengan rasio 114 per 100.000 : 100.000 : 100. Anestesi dan fisioterapi.74% tenaga sanitasi dan 1.000 : 100. 41.3% 97% 60% 72% 22. 20.000 : 100. Teknik elektromedik dan Anestesi) yaitu 12 per 100. 4. sedangkan banyak tenaga kesehatan yang berstatus sukarela tidak didata.000 : 100.000 : 100. Tabel 5.000 : 100. ATEM. 3.pemda/pegawai negeri.000 : 100.000 : 100. kemudian tenaga teknisi medis (Analis Lab.000 penduduk. di RSUD 138 orang dan di Puskesmas serta jaringannya 256 orang.000 : 100.86% tenaga bidan.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 Standar Nasional 40 6 11 117 30 100 40 40 10 40 30 4 15 : 100.98% perawat. dokter gigi dan dokter spesialis. 5.35% teknisi medis yaitu analis kesehatan.34% tenaga Kesehatan Masyarakat. Tenaga kesehatan tersebut tersebar di Dinas Kesehatan.000 : 100.42% Perawat gigi.5% 40% 50% 80% Sumber : Subag Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada. Penjelasan mengenai kualifikasi tenaga kesehatan dan penyebarannya seperti dibawah ini : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 55 .000 : 100. 6. Bila dilihat perbandingan rasio pada tabel diatas maka tenaga kesehatan di kabupaten Ngada masih sangat kurang atau belum mencukupi untuk melayani seluruh penduduk di Kabupaten Ngada. Tenaga yang bekerja pada instansi kesehatan pada tahun 2009 sejumlah 455 orang.000 : 100.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.5% 35% 40% 37.000 : 100.000 : 100. Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut sebanyak 7.000 : 100.000 Persentase 35% 50% 27. dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 374 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 81 orang.000 penduduk merupakan paling tinggi cakupannya (97%).55% tenaga farmasi. 2. RSUD Bajawa dan Puskesmas serta BP Swasta yang ada Di Kabupaten Ngada dengan rincian tenaga yang bekerja di Dinas Kesehatan sebanyak 61 orang.22% adalah tenaga medis yaitu dokter.

Pustu dan Polindes.000 penduduk belum menggambarkan rasio sebenarnya jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya. Namun 4 tenaga dokter spesialis ini merupakan tenaga kontrak atau tidak tetap. belum menggambarkan rasio dokter spesialis sebenarnya. yang bergantian selama 3 bulan sekali bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar. masih jauh dibawah standar nasional. Jika dilihat kualifikasi pendidikan maka sebagian besar bidan belum memenuhi standar kompetensi kebidanan yaitu Diploma 3. dengan rincian 12 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas dan 7 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa. Tenaga Perawat di Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebanyak 157 orang. perawat dengan pendidikan S1 keperawatan sebanyak 7 orang. 60 bertugas di RSUD Bajawa dan 4 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. 4 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa sedang melanjutkan pendidikan. Jumlah tenaga dokter umum tahun 2009 sebanyak 19 orang. Dengan demikian rasio tenaga bidan 72 per 100. Pada tahun 2009 jumlah tenaga Dokter Spesialis sebanyak 4 tenaga Dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam.000 Penduduk. Tenaga dokter gigi tahun 2009 sebanyak 4 orang dokter gigi yaitu 2 orang dokter gigi PTT bertugas di Puskesmas dan 2 orang dokter gigi PNS di RSUD Bajawa. Dokter Gigi.000 penduduk masih jauh dari standar nasional 40 per 100. bidan dengan pendidikan DIII sejumlah 18 orang dan Bidan DI sejumlah 82 orang. yang diikuti oleh 45 orang Bidan. dengan rincian 93 bertugas di Puskesmas. Dan untuk mengatasi dokter umum di pelayanan gawat darurat dilakukan kerjasama dengan dokter PTT Puskesmas secara bergilir mendapat tugas jaga di Unit Gawat Darurat Bajawa. Tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas dan Jaringannya sebanyak 93 orang jika dibandingkan dengan jumlah sarana kesehatan dasar yaitu 10 Puskesmas.000 penduduk. sehingga pelayanan dokter umum yang masih aktif di RSUD Bajawa sebanyak 3 orang. Sehingga rasio tenaga dokter spesialis 3 per 100. Hal ini diatasi dengan penyelenggaraan Progsus D3 Kebidanan kerja sama dengan Poltekkes Kesehatan Kupang di Bajawa. Dengan rincian 78 bidan bertugas di Puskesmas dan 22 bidan bertugas di RSUD Bajawa. sehingga 3 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas diperbantukan ke RSUD Bajawa.000 penduduk. Dengan rasio dokter gigi 3 per 100. Rasio dokter umum dalah 14 per 100.000 penduduk. Spesialis Bedah. D3 Keperawatan 166 orang dan SPK 34 orang. Menurut kualifikasi pendidikannya. Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak.Tenaga Medis terdiri dari Dokter Umum. 32 Pustu dan 48 Polindes (90 sarana) maka tenaga perawat masih belum memenuhi kebutuhan pada sarana kesehatan yang ada. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 56 . Dr/Drg Spesialis. Menurut kualifikasi pendidikan. Dengan rasio tenaga perawat 114 per 100. Jumlah tenaga Bidan tahun 2009 sebanyak 100 orang.

3 Apoteker bertugas di Puskesmas. dengan rincian 2 orang bertugas di Puskesmas. D3 farmasi 7 orang dan SMF 8 orang. Rasio asisten apoteker 12 per 100. 2 Puskesmas belum mempunyai tenaga gizi yaitu Pusksesmas Watukapu dan Natarandang. sehingga labkes belum berfungsi maksimal. Tenaga farmasi dan asisten apoteker berjumlah 17 orang.000 penduduk. 4 orang di RSUD dan 1 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. tenaga D3 gizi 10 orang dan D1 gizi 1 orang.000 penduduk. Dengan rasio perawat gigi 18 per 100. 2 orang bertugas di RSUD dan 2 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Tenaga Analis Laboratorium tahun 2009 sebanyak 9 orang yaitu 3 orang di Puskesmas dan 6 orang di RSUD. Puskesmas Watukapu dan Natarandang belum mempunyai tenaga farmasi. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 57 . Dengan rasio Apoteker 4 per 100. 3 orang bertugas di RSUD dan 16 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Apoteker di Kabupaten Ngada sejumlah 6 orang. Terdapat 7 Puskesmas yang belum memiliki tenaga analis. Tenaga ATEM dan Photorontgent sejumlah 7 orang dan bertugas di RSUD (ATEM 2 orang dan Rontgent 5 orang). 1 orang bertugas di RSUD dan 5 orang bertugas di Dinas Kesehatan. Tenaga Gizi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang bertugas di Puskesmas. Secara kualifikasi pendidikan sanitarian dengan pendidikan D3 Sanitasi 13 orang dan pendidikan SPPH 6 orang.000 penduduk. Rasio sanitarian 14 per 100.000 penduduk.000 penduduk.000 penduduk. Sarjana Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 21 orang. Tenaga ATEM sangat kekurangan mengingat peralatan kesehatan yang begitu banyak memerlukan tenaga teknisi khusus dalam maintenance dan perbaikan. yaitu Sarjana Farmasi 2 orang. 2 Apoteker bertugas di RSUD dan 1 Apoteker bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Rasio tenaga gizi 9 per 100.Perawat gigi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 25 orang dengan rincian 20 orang bertugas di Puskesmas. Secara kualifikasi pendidikan tenaga gizi D4 sebanyak 1 orang bertugas di RSUD. Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat 15 per 100. Sanitarian atau tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Ngada sebanyak 19 orang dengan rincian 13 sanitarian bertugas di Puskesmas.

4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Gigi dan Dokter Umum di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 58 .Peta 5.

Alokasi anggaran tersebut merupakan anggraan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. Sanitarian dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 4.sudah termasuk dengan gaji pegawai. Pada tahun 2009 total pembiayaan kesehatan kabupaten Ngada adalah sejumlah Rp.. Total APBD kabupaten Ngada tahun 2009 adalah sejumlah Rp.741.779.060.bila dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan yang dialokasikan melalui APBD maka anggaran kesehatan kabupaten Ngada adalah 6.321.6. APBD. Alokasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan kabupaten Ngada dapat dilihat pada tabel berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 59 .652.angka ini sudah termasuk anggaran pemerintah maupun bantuan luar negeri.. Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi.383.755. 31.72% dari total APBD yaitu Rp.416. 186. Sedangkan anggaran kesehatan pemerintah per Kapita adalah Rp.398.Peta 5.382.660.3 Pembiayaan Kesehatan Pembiayanan kesehatan di kabupaten Ngada berasal dari berbagai sumber yaitu APBN.. bantuan luar negeri dan sumber-sumber pemerintah lainnya. 25.

33 0.000.321.660.1.800.Tabel 5.31.000.060.935.668.242.0 3.000.08 5 6 6 Bansos (Bantuan Sosial) ADB (DHS II) Jamkesmas Pemda TOTAL Anggaran kesehatan ini merupakan anggaran kesehatan pada istansi kesehatan saja belum termasuk anggaran kesehatan dari sektor-sektor terkait lainnya.660.487.344.43 26.0.57 4.133.000.416.4.00 Pinjaman/Hibah luar negeri AIP-MNH (AussAid) Proyek Gafi/GV 587.138.2 Realisasi Anggran Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Alokasi Anggaran Kesehatan No 1 Sumber Biaya Rp APBD Kab/Kota (Termasuk Gaji dan Dana DAK) 2 3 APBD Propinsi APBN 4 JAMKESMAS DEKON 1.125. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 60 .1.652.000.09 25.500.416.% 83.333.62 1.779.89 1.1.080.685.935.411.250.

Namun disadari. lintas sektor maupun masyarakat. karena sangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hingga tahun ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan. dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kabupaten Ngada. Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kabupaten Ngada selama tahun 2009 tergambar dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. upaya pelayanan kesehatan. diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. maka penyediaan data/informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. Di bidang Sistem sistem kesehatan. profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting. sejalan dengan perbaikan kondisi umum. perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Ngada. antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu. Gambaran yang demikian merupakan fakta diketahui oleh seluruh pejabat publik dan masyarakat.1 Kesimpulan Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan. Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. Informasi informasi data dan informasi Salah adalah ini diperoleh luaran Kesehatan.BAB VI PENUTUP 6. Walaupun demikian. pengumpulan data dan informasi dari Puskesmas menjadi relatif lebih sulit. sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan. melalui dari Dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Kesehatan. sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada senantiasa mencari terobosan-terobosan dalam hal mekanisme pengumpulan data dan informasi secara cepat untuk melengkapi data dan informasi kesehatan khususnya yang bersumber dari puskesmas. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 61 . namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi di jajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditunggu. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini belum mendapat apresiasi yang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan harapan. apalagi dalam era desentralisasi. kesehatan satu Profil utama perkembangannya.

Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2009 ini dapat bermanfaat. Dari gambaran pencapaian pelaksanaan program kesehatan di atas. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang. Penyusunan buku Profil kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. sejalan dengan kebijakan Provinsi NTT dalam Revolusi KIA. Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam lampiran Profil Kesehatan ini salah satunya disebabkan ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya.6. penanggulanngan AKI diutamakan dimulai dari tingkat keluarga dan desa dengan mengoptimalkan Program Desa Siaga. 5. dapat diketahui bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum optimal. Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan keseriusan dari tingkat bawah yaitu pustu dan puskesmas dalam pencatatan dan pelaporan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan. Adanya peningkatan AKI perlu mendapat perhatian serius. 2. Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional. 6. 3. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 62 . 4. Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan keakuratan data. baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas.2 Saran 1. Optimalisasi kinerja TIM SIKDA Kabupaten Ngada untuk pengumpulan data profil kesehatan.

9  7  Ibu  224.17  Jiwa/Km  67.42  %  48.2  Angka Kesakitan  19  AFP Rate < 15 th  20  TB Paru Sembuh  21  Pneumonia Balita Ditangani  22  HIV/AIDS ditangani  23  Infeksi Menular Seksual ditangani  24  Angka Kesakitan DBD  25  DBD ditangani  26  Angka Kesakitan Diare  27  Diare pada Balita ditangani  28  Angka Kesakitan Malaria  29  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)  30  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)  31  Kasus Penyakit Filariasis ditangani  32  Jumlah Kasus Difteri  33  Jumlah Kasus Pertusis  34  Jumlah Kasus Tetanus  35  Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum  36  Jumlah Kasus Campak  37  Jumlah Kasus Polio  38  Jumlah Kasus Hepatitis B  B.00  %  100  %  6.3  Status Gizi  39  Kunjungan Neonatus (KN2)  40  Kunjungan Bayi  41  Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)  42  BBLR ditangani  1.00  %  18.41  %  76.621  Km  94  Desa/Kel  138.015  Jiwa  71.73  %  100  %  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  .66  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 11  Tabel 12  Tabel 12  Tabel 13  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  72.70  %  100  %  100.  DERAJAT KESEHATAN  B.035  Jiwa  65.RESUME PROFIL KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  INDIKATOR  ANGKA/NILAI No.42  94.7  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 7  Tabel 7  ­  61.34  50.7  9  Balita  2.02  100  %  77.91  %  2  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 5  Tabel 5  Tabel 5  3115  Bayi  55  Bayi  17.1  Angka Kematian  12  Jumlah Lahir Hidup  13  Jumlah Bayi Mati  14  Angka Kematian Bayi (dilaporkan)  15  Jumlah Balita Mati  16  Angka Kematian Balita (dilaporkan)  17  Jumlah Kematian Ibu Maternal  18  Angka Kematian Ibu (dilaporkan)  B.22  %  1.  GAMBARAN UMUM  1  Luas Wilayah  2  Jumlah Desa/Kelurahan  3  Jumlah Penduduk  2  4  Kepadatan Penduduk /Km  5  Jumlah Penduduk Laki­laki  6  Jumlah Penduduk Perempuan  7  Rasio Beban Tanggungan  8  Rasio Jenis Kelamin  9  Pddk 10 th keatas Melek Huruf  10  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki­laki)  11  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)  B.83  %  51. Lampiran  A.050  Jiwa  2  85.52  100.

99  %  Tabel 45  Tabel 46  87.40  %  0. Terkena KLB ditangani < 24 jam  74  Bayi yang diberi ASI Eksklusif  75  Desa/Kel.42  %  64.88  %  13.2  Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan  85  Sarkes yang memiliki Labkes  C.70  %  71.00  %  71.06  %  76.00  %  59.42  %  67.55  %  37. Lampiran  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  83.90  %  92.37  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  6.76  %  58.28  %  79.19  %  No.34  %  70.94  %  Tabel 47 .42  %  0.3  Perilaku Hidup Masyarakat  86  Rumah Tangga ber­PHBS  87  Posyandu Aktif  C.05  %  100  %  100  %  81. Dg Garam Beryodium yg baik  76  Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap  77  Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)  78  Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)  79  Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar  80  Penduduk Miskin dicakup Jamkesmas  81  Penduduk Miskin Mendapat Yankes  82  Bayi Gakin BGM Mendapat MP­ASI  83  Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila  84  WUS yang diberi Kapsul Yodium  C.91  %  73.40  %  92.77  %  6.17  %  41.NO  INDIKATOR  43  Balita ditimbang  44  Balita BB Naik  45  BGM  46  Balita Gizi Buruk  C.59  %  22.00  %  45.79  %  23.56  %  66.07  %  23.A 2x  62  Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan  63  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1  64  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3  65  WUS dg imunisasi TT5  66  Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk  67  Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk  68  Bumil Risti/Komplikasi  69  Bumil Risti/Komplikasi ditangani  70  Neonatal Risti dirujuk  71  Neonatal Risti dirujuk dan ditangani  72  Sarkes dg Kemampuan Yan.00  %  100.18  %  56.51  %  4. Gadar  73  Desa/Kel.22  %  63.  UPAYA KESEHATAN  C.83  %  100.72  %  52.31  %  0.20  %  6.23  %  100.35  %  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 19  Tabel 19  Tabel 20  Tabel 21  Tabel 22  Tabel 23  Tabel 23  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 25  Tabel 25  Tabel 26  Tabel 27  Tabel 27  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 29  Tabel 30  Tabel 32  Tabel 33  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 36  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 39  Tabel 40  52.00  %  50.94  %  Tabel 43  51.27  %  8.4  Keadaan Lingkungan  88  Rumah yang diperiksa kesehatannya  ANGKA/NILAI  76.1  Pelayanan Kesehatan  47  Kunjungan Ibu Hamil (K1)  48  Kunjungan Ibu Hamil (K4)  49  Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan  50  Deteksi Dini Tumbang Anak Balita  51  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI  52  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU  53  Peserta KB Baru  54  Peserta KB Aktif  55  Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)  56  Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)  57  Desa/Kelurahan UCI  58  Cakupan Imunisasi Campak Bayi  59  Drop­Out Imunisasi DPT1­Campak  60  MP­ASI Bayi BGM  61  Anak Balita Mendapat Vit.90  %  100.

NO  INDIKATOR  89  Rumah Sehat  90  Keluarga yang diperiksa air bersihnya  91  Keluarga yang memiliki akses air bersih  92  KK memiliki Jamban  93  KK memiliki Jamban Sehat  94  KK memiliki Tempat Sampah  95  KK memiliki Tempat Sampah Sehat  96  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah  97  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat  98  TUPM Sehat  99  Institusi dibina Keslingnya  100  Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes  101  Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes  D.77  %  83.32  %  56.50  %  87.18  %  45.89  %  26.416.3  Sarana Kesehatan  116  Jumlah Desa Siaga  117  Jumlah Polindes  118  Jumlah Posyandu  ANGKA/NILAI  61.  SUMBERDAYA KESEHATAN  D.90  %  No.84  %  6.660  Rp.42  %  14.35  %  64.13  %  88.30  %  224.76  %  71.99  %  Tabel 60  Tabel 60  Tabel 60  41  Desa  45  Polindes  274  Psyd  Tabel 62  Tabel 62  Tabel 62 .060.2  Pembiayaan Kesehatan  113  Total Anggaran Kesehatan  114  APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota  115  Anggaran Kesehatan Perkapita  D.  2. Lampiran  Tabel 47  Tabel 48  Tabel 48  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 50  Tabel 51  Tabel 52  Tabel 52  27  Orang  104  Orang  23  Orang  12  Orang  20  Orang  19  Orang  21  Orang  390  Orang  4  Orang  19  Orang  4  Orang  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 55  Tabel 55  Tabel 55  31.15  %  56.1  Tenaga Kesehatan  102  Jumlah Tenaga Medis  103  Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan  104  Jumlah Tenaga Farmasi  105  Jumlah Tenaga Gizi  106  Jumlah Tenaga Tehnisi Medis  107  Jumlah Tenaga Sanitasi  108  Jumlah Tenaga Kesmas  109  Jumlah Tenaga Kesehatan  110  Jumlah Tenaga Dokter Spesialis  111  Jumlah Tenaga Dokter Umum  112  Jumlah Tenaga Dokter Gigi  D.08  %  88.

757  4.352  4.656  5.49  103.0  50  2.7  25  1.50  250.947  14.318  4.394  4. JUMLAH RUMAH TANGGA.388  7.827  7.38  91.  DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  LUAS  WILAYAH  (km  )  3  152.894  4.26  133.92  78  16  94  138.9  48  JUMLAH (KAB/KOTA)  1.0  131  3.  JUMLAH DESA/KELURAHAN.992  32.19  2  JUMLAH  DESA  4  9  18  8  9  7  7  10  6  4  KELURAHAN  5  3  3  0  8  0  0  2  0  0  DESA+KEL.2009)  . JUMLAH PENDUDUK.14  327.864  34.7  85  Sumber: BPS Kab.3  44  1.8  247  1.Ngada (Ngada Dalam Angka.998  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  RATA­RATA  KEPADATAN  RUMAH  JIWA/RUMAH  PENDUDUK  2  TANGGA  TANGGA  /km  8  9  10  3.5  97  6.72  82. 6  12  21  8  17  7  7  12  6  4  NO  KECAMATAN  JUMLAH  PENDUDUK  7  14.7  139  1.620.265  4.050  29.30  167.795  4.930  8.645  4.TABEL 1  LUAS WILAYAH.026  4.309  11.94  312.397  5.6  97  7.

747  2.5  49.6  79.9  90.048  2.6  75.701  6.002  473  3.246  7.947  3.795  4.7  98.179  4.215  973  1.487  8.015  1.645  15.067  2.9  94.645  502  3. Profil Kesehatan Puskesmas  Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3  LAMPIRAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 .3  93.220  3.930  8.186  216  >=65  16  543  1.8  96.011  997  2.217  3.751  4.141  16.920  3.3  76.3  NO  1  KECAMATAN  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  138.884  3.864  34.998  JUMLAH PENDUDUK  <1  4  149  385  74  392  144  162  94  76  66  1­4  5  785  1.530  14.907  4.889  918  2.571  7.436  8.  RASIO BEBAN TANGGUNGAN.193  16.8  92.6  70.241  3.957  3.1  97.641  380  1.168  212  >=65  9  457  972  225  758  192  278  209  340  116  JML  10  7.035  65.322  804  1.978  471  679  766  346  286  PEREMPUAN (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  13  14  15  1.799  16.661  1.093  5.268  3.431  4. DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDU  K  3  14.354  31.388  7.542  6.329  432  736  695  257  275  LAKI­LAKI (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  6  7  8  1.5  72.742  3.478  <1  11  178  495  89  461  153  148  78  121  87  1­4  12  818  1.553  30. KELOMPOK UMUR.292  941  1.929  372  1.547  67.947  14. RASIO JENIS KELAMIN.616  71.827  7.386  2.248  280  501  217  226  198  290  113  JML  17  7.837  2.1  72.642  742  1.3  91.384  838  641  1.4  94.764  3.517  845  1.3  Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota.626  10.6  64.309  11.TABEL 2  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN.353  1.193  2.558  590  948  1.726  10.520  RASIO  RASIO  BEBAN  JENIS  TANG  KELAMIN  GUNGAN  18  19  76.723  17.397  615  852  1.531  977  2.4  92.760  583  632  1.399  2.050  1.216  6.992  32.957  7.810  7.013  1.

810  6.236  2.109  3.162  7.964  7.391  5.429  15.510  2.720  6.504  1.465  7.645  6.015  PEREMPUAN  4  1.259  1.589  7.031  4.409  2.495  2.626  12.521  2.601  6.949  3.681  6.208  1.035  LAKI­LAKI+PEREMPUAN  5  3.542  5.578  16.904  4.989  8.LAMP PROF NGD 09 PRINT .945  6.213  4.384  10.155  2.965  3.467  2.311  5.176  4.342  311  138.352  12.175  13.141  8.050  NO  KELOMPOK UMUR (TAHUN)  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  2  < 1  1 ­ 4  5 ­ 9  10 ­ 14  15 ­ 19  20 ­ 24  25 ­ 29  30 ­ 34  35 ­ 39  40 ­ 44  45 ­ 49  50 ­ 54  55 ­ 59  60 ­ 64  65 ­ 69  70 ­ 74  75+  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Profil Puskesmas/Kecamatan  06.932  6.533  13.073  4.TABEL 3  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK  LAKI­LAKI  3  1.611  3.277  682  188  67.227  660  123  71.530  6.

367  ­  ­  2.647  ­  ­  ­  11  12  PEREMPUAN  SLTP/  SLTA/  MTs  MA  14  15  AK/  UNIVER  DIPLO  JUMLAH  SITAS  MA  16  17  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.196  46.553  ­  ­  ­  SD/MI  5  SD/MI  13  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KAB NGADA  KABUPATEN NGADA  27  182  1401  372  196  134  55  36  214  1382  238  274  192  34  16776  38  18351  39  4923  868  4617  539  819  712  1161  18243  25  21942  12  4581  687  4275  446  702  498  810  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Ngada Dalam Angka 2009  51.370  ­  ­  1.210  54.591  .TABEL 4  PERSENTASE PENDUDUK LAKI­LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT  TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  LAKI­LAKI  NO  KECAMATAN  TIDAK/  TIDAK/  BELUM  BELUM  PERNAH  TAMAT  SEKOLAH  SD  3  4  SLTP/  MTs  6  TIDAK/  TIDAK/  SLTA/  AK/ DIPLO  UNIVE  BELUM  BELUM  JUMLAH  PERNAH  TAMAT  MA  MA  RSITAS  SEKOLAH  SD  7  8  9  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.668  50.

0  31.4  Sumber ; Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2008  .0  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  4  4.130  2.615  4.5  55.009  52.715  760  204  10  9.8  17.5  70.4  59.6  55.690  2.0  12.130  1.750  28.264  3.897  3.1  12.460  3.552  3.188  3.1  56.540  2.1  49.357  7.276  8.422  1.6  54.435  12.763  2.5  19.5  58.6  JUMLAH  6  5.9  105.1  38.134  1.9  11.576  23.059  4.786  9.927  1.3  52.504  8.132  2.379  516  JUMLAH (KAB/KOTA)  50.799  4.633  15.0  55.7  55.052  5.150  5.141  11.474  LAKI­LAKI  MELEK HURUF  LAKI­LAKI + PEREMPUAN  JUMLAH  9  10.0  15.512  2.800  48.530  392  6.0  18.819  MELEK HURUF  NO  1  KECAMATAN JUMLAH  2  3  5.494  619  312  7  5.889  3.946  50.665  14.043  4.2  %  11  89.293  MELEK HURUF  %  8  93.196  223  7.146  51.225  28.8  54.726  615  13.7  6.940  8.987  4.784  24.085  13.TABEL 5  PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS  PEREMPUAN  %  5  85.4  11.209  1.8  34.951  5.7  54.

570  852  1.71  1.74  55  17.62  4.19  0.461  827  561  JUMLAH  BALITA MATI  10  2  1  1  0  0  1  0  1  2  1  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)  3.246  905  1.9  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi  .39  1.22  2.170  1.03  1.115  55  3.7  14.321  9  2.24  2.881  1.415  1.68  JUMLAH BAYI  MATI  8  5  10  5  6  5  6  4  7  5  2  JUMLAH  BALITA 9  1.603  3.64  2.63  1.TABEL 6  JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  LAHIR HIDUP  LAHIR MATI  4  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  5  6  10  1  8  5  4  6  7  5  3  LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI  LAHIR MATI  6  296  840  141  575  307  244  270  267  118  112  7  2.

 Bidang Yankesda Dinas Kesehatan Kab.115  3  4  ­  7  224.72  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)  Sumber: Laporan Seksi KIA.TABEL 7  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL  JUMLAH LAHIR  KEMATIAN  KEMATIAN  KEMATIAN  JUMLAH  HIDUP IBU HAMIL  IBU BERSALIN  IBU NIFAS  4  5  6  7  8  290  1  1  ­  2  830  2  1  ­  3  140  ­  ­  ­  ­  567  ­  ­  ­  ­  302  ­  ­  ­  ­  240  ­  ­  ­  ­  264  ­  ­  ­  ­  260  ­  1  ­  1  113  ­  1  ­  1  109  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3. Ngada  Keterangan:  ­ Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin  + jumlah  kematian ibu nifas  .

­ Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi .

00  55.000 PENDUDUK  129  2  57  275  334  241.00  #DIV/0!  #DIV/0!  1.00  44.00  #DIV/0!  JML  11  100  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  100  #DIV/0!  RASIO KORBAN  PER KEJADIAN  KECELAKAAN  12  7.00  ­  ­  #DIV/0!  % KORBAN  LUKA  BERAT  9  11.00  #DIV/0!  #DIV/0!  20.81  ­  100.26  100.00  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  76.74  ­  #DIV/0!  LUKA  RINGAN  10  87.60  17.20  1.59  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  .25  1.TABEL 8  JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS  DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK  DIRINCI MENURUT KECAMATAN  TAHUN 2009  JUMLAH  KEJADIAN  KECELAKAAN  3  20  11  1  JUMLAH KORBAN  MATI  4  1  ­  ­  LUKA  BERAT  5  17  ­  1  LUKA  RINGAN  6  126  11  ­  JML  7  144  11  1  ­  ­  25  61  92  ­  % THD  TOTAL  43  3  0  ­  ­  7  18  28  ­  MATI  8  0.53  2.49  #DIV/0!  NO  KECAMATAN  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  20  40  37  1  ­  ­  5  34  ­  19  27  92  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO PER 100.94  100  0.69  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  4.07  82.00  1.34  100  2.50  100.

 DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TB PARU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  AFP    <  15 TH  4  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  KLINIS  5  46  100  63  20  12  4  124  19  36  2  (+)  6  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  DIOBATI  SEMBUH  7  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  8  3  5  2  6  1  1  7  ­  3  1  PNEUMONIA  %  JML  JML PEND  BALITA  % BALITA  DITANGANI  DITANGANI  SEMBUH  PENDERITA  BALITA  9  100.70  194  169  169  100  Sumber: Laporan Program TB Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  LB1 Puskesmas Tahun 2009  Keterangan:  Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Pasien TB (+).64  ­  100.00  100.00  62.55  50. Natarandang dan Maronggela melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Waepana  .67  54.00  10  18  11  22  66  2  17  29  4  20  5  11  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  12  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  ­  ­  426  47  47  29  61.00  63.00  50.TABEL 9  AFP RATE. di wilayah kerja Watukapu.50  66.  % TB PARU SEMBUH.

0  100.26  44.0  0  0.0  2  100.0  100.02  1.22  59.0  3  100.0  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  15  15  100  63  63.16  62.0  Sumber:Laporan Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Bidang Kesmas Dinas Kesehatan  Ket:  ­ Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Kasus HIV/AIDS adalah Kasus HIV yang masih hidup dari tahun 2003 dan yang ditemukan baru tahun 2009  .0  7  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  8  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  9  100  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  100  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  10  ­  2  0  4  2  1  0  ­  ­  ­  11  2  0  4  2  1  0  12  0  100  0  100  100  0  #DIV/0!  0  0  0  13  166  404  157  504  133  130  258  302  265  169  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  15  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  48.00  42.97  16  100.52  9  100  2. DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  HIV/AIDS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JML  KASUS  %  DITANGANI  IMS  JML  KASUS  %  DITANGANI  DBD  JML  KASUS  %  DITANGANI  DIARE  JML  KASUS  JML  DIARE  PADA  BALITA  DIARE  PADA  BALITA  DITANGANI  %Diare  Balita  %  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  0  0  0  0  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  5  2  0  3  0  1  3  0  0  1  5  6  5  100.0  100.76  100.33  63.488  18.437  1. INFEKSI MENULAR SEKSUAL.TABEL  10  HIV/AIDS.0  0  #DIV/0!  0  #DIV/0!  1  100.0  100.437  57.0  100.0  3  100.31  58.80  44.0  100.0  100.0  100.0  0  #DIV/0!  1  100.00  100  9  6.80  45.0  100.14  100.

346  544  540  229  % DIOBATI  8  100.291  199  1  ­  DIOBATI  7  5.00  100.00  100.67  40.21  34.742  142  2.00  100.188  579  732  3.00  Sumber: Laporan Bulanan Penemuan & Pengobatan Malaria Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Ket :  API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)  AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)  .58  36.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK  10.00  100.19  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KLINIS  4  1.838  511  4.912  57.633  100.736  347  732  2.126  2.83  38.721  77.00  100.00  100.62  72.58  0.TABEL 11  PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  MALARIA  % POSTIF  6  63.07  ­  38.854  1.055  345  539  229  POSITIF  5  3.31  42.00  100.00  100.66  7.00  100.272  1.096  369  1.46  18.452  232  ­  1.

 Penderita MB tahun X ­ 2  X = tahun 2009  .TABEL  12  PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  KUSTA  % RFT PB  PEND MB  6  7  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  PEND PB  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT PB  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT MB  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % RFT MB  9  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  Sumber: Laporan  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan : Penderita PB tahun X ­ 1.

  FILARIASIS  JUMLAH  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  DITANGANI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % DITANGANI  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB1 Puskesmas Tahun 2009  ­  ­  #DIV/0!  .TABEL 13  KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PENDERITA PENY.

 Laporan Tahunan Bidang Kesmas Tahun 2009  .TABEL 14  JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KASUS  PD3I  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  DIFTERI  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PERTUSIS  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  NEONATORUM  CAMPAK  8  POLIO  9  HEPATITIS B  10  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.

TABEL   15  CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS.96  78.65  90.55  71.41  3.115  2.19  1.32  0.54  84.37  JML BAYI  7  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  KUNJ  8  254  710  126  379  244  163  290  251  134  122  %  9  77.08  3.81  53.89  1.84  85.57  1. Profil Puskesmas Tahun 2009  .00  80.95  74.893  92. BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NEONATUS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  287  823  135  562  298  237  261  254  110  107  KN2  5  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  6  82.88  93.30  66.507  2.10  1.226  72.673  76.31  54.58  79.74  BAYI  BAYI LAHIR  JML LAHIR  %  DITIMBANG  HIDUP  DITIMBANG  10  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  11  282  800  128  564  251  218  264  214  80  92  12  97  96  91  99  83  91  100  82  71  84  BBLR  13  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  % BBLR  14  3.68  80.87  54  1.09  56.83  BBLR  % BBLR  DITANGANI  DITANGANI  15  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  16  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.06  1.31  77.22  3.68  77.92  6.73  54  100  Sumber: Laporan Bidang Yankes 2009.91  79.074  2.83  1.20  64.

881  1.570  852  1.27  0.42  72.603  3.68  1.33  89.35  5.832  763  1.02  9.47  67.51  4.51  10  62.09  0.84  55.19  13  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  5.49  3.52  0.77  12  0.48  4.21  0.461  827  561  5  1.11  0.97  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH (KAB/KOTA)  14.10  0.35  18.43  77.87  5.68  6.388  484  898  21  76.78  74.07  5.60  4.65  4.99  3.415  1.78  2.944  7.93  6.321  10.89  90.TABEL 16  STATUS GIZI  BALITA DAN JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BALITA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  BALITA  YANG  DITIMBANG  BB NAIK  ADA  4  1.09  17.71  3.19  68.15  74.42  8.52  2.19  1  .16  ­  0.037  1.288  2.97  2.97  2.061  565  786  684  494  710  772  414  98  Gizi  Gizi  Kurang/K  Buruk/  DITIMBANG  BB NAIK  urus  Kurus Skli  8  78  356  20  105  19  24  62  52  144  38  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  9  80.060  919  640  1.45  92.35  73.23  7.55  56.56  17.42  67.17  KEC  Prev  BEBAS  Gizi  Gizi  Gizi  RAWAN  Buruk  Kurang/K  Buruk/  urus  Kurus Skli  GIZI  +Kurang  4.05  74.53  0.38  3.72  73.12  4.88  % BALITA BGM  7  45  105  30  66  65  37  31  41  32  32  BGM  11  3.63  3.58  1.29  77.28  6.87  9.246  905  1.76  70.41  6.138  748  519  6  804  2.47  0.35  79.

 PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  IBU HAMIL NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  466  1.25  96.34  100.134  2.897  92.TABEL 17  CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1.06  3.0  54.8  89.226  71.8  2.45  68.33  52.00  80.33  76.6  53.03  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .13  85.6  100.146  255  779  385  457  452  313  263  158  K1  5  434  1.53  40.007  163  702  314  245  452  313  144  141  %  6  93.20  30.21  55.1  81.24  72.06  60.674  3.49  81.43  98.70  57.34  76.915  83.97  54.14  50.46  62.16  80.99  85.38  82.90  3.79  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.1  87.9  63.39  91.14  52. K4).NIFAS  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  292  820  140  570  307  244  268  265  116  112  81.147  2.95  81.48  JUMLAH  9  293  830  140  570  307  244  268  266  117  112  IBU BERSALIN  DITOLONG  NAKES  10  282  800  128  564  251  218  268  214  80  92  %  11  96.14  JUMLAH  IBU NIFAS  MENDAPA  T  YAN.2  K4  7  243  863  93  428  170  123  138  126  48  74  %  8  55.0  100.306  58.76  89.9  90.26  33.

35  73.138  748  519  %  6  80.23  96.200  1.246  905  1.53  91.993  2.288  2.415  1.102  1.096  ­  25  ­  ­  ­  195  182  513  174  %  12  98.20  ­  74.423  1.944  76.45  92.30  ­  10.00  17.55  56.151  2.51  JUMLAH  DIPERIKSA  7  2.07  9.193  1.446  5.TABEL 18  CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA.88  . PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  ANAK BALITA (PRA SEKOLAH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIDETEKSI  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.321  10.18  100.407  230  1.351  745  %  9  87.141  5.89  90.150  3.00  SISWA SD/MI  SISWA SMP/SMU  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  14.185  23.150  631  740  ­  1.76  70.288  1.832  763  1.881  1.794  1.29  77.96  35.33  89.513  2.34  JUMLAH  DIPERIKSA  10  1.06  54.85  78.260  361  174  997  894  539  174  11  1.56  20.060  919  640  1.461  827  561  5  1.395  951  8  2.42  22.87  ­  ­  19.476  1.35  79.72  73.115  3.967  14.603  3.037  1.715  64.570  852  1.36  95.27  100.

275  3.TABEL  19  JUMLAH PUS.070  2.87  8.024  646  %  8  63.81  81.695  2.877  1.08  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH PUS  4  2.94  67.44  16.96  73.02  21.05  .27  21.736  1.348  2.66  79.216  912  1.58  8.212  4. DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PESERTA KB BARU  JUMLAH  5  372  436  253  391  292  240  454  227  170  %  6  18.92  20.224  1.60  PESERTA KB AKTIF  JUMLAH  7  1.002  4.652  1.018  3.98  83.886  1.70  14.703  71.66  11.395  787  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  20.835  13.59  21. PESERTA KB BARU.41  82.118  1.69  65.99  65. PESERTA KB.

Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota .

672  6.47  13.59  72.21  2.48  3.08  4.224  1.07  2.58  11.52  10.51  1.85  6.33  3.216  912  1.226  59  220  108  62  ­  4  23  210  18  570  19  76  25  11  15  5  389  537  163  91  19  346  105  22  ­  6  531  1.183  967  1.94  6.016  660  680  725  630  416  7  174  573  282  251  131  277  724  255  197  8  68  117  62  62  24  53  49  44  18  9  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  11  1.76  61.TABEL 20  JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB AKTIF  NON MKJP  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  KONDOM  % PESERTA KB AKTIF  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  MKJP  IUD  MOP/  MOW  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  NON MKJP  KONDOM  NO  KECAMATAN IUD  MKJP  MOP/  MOW  OBAT  VAGINA  OBAT  VAGINA  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  90  307  111  1.38  ­  ­  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .32  6.83  2.37  44.30  2.520  2.32  14  30.06  9.652  1.15  ­  15  41.90  38.05  ­  13  1.736  1.01  2.77  27.72  2.70  7.08  20.60  1.63  3.34  19.09  1.05  2.71  24.93  2.65  45.16  41.22  6.44  1.91  37.703  14.50  17  5.51  16.36  16.90  30.80  6.864  497  ­  ­  14.77  17.79  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  2.77  41.63  6.65  17.018  3.480  382  1.52  64.82  4.37  41.80  14.024  646  12  7.12  6.40  16  13.275  3.52  31.66  16.

91  20.19  17.42  10.97  5.29  68.12  62.13  22.47  OBAT  KONDOM  VAGINA  IUD  12  16.28  20.55  8.59  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  LAIN  NYA  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  MKJP +  NON  MKJP  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  422  47  347  1.15  30.52  12.45  20.33  26.37  18.61  19.11  23.16  31.885  1.92  4.29  ­  ­  IMP  LANT  14  26.0988  0  0  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .92  46.83  43.17  15.27  22.41  ­  ­  % PESERTA KB BARU  NON MKJP  SUN  TIK  15  38.6578  12.835  14.43  20.83  36.88  7.44  44.75  4.02  12.50  22.94  PIL  16  4.236  440  343  ­  ­  2.50  9.24  43.27  ­  ­  ­  ­  9.57  6.94  14.46  ­  10.TABEL 21  PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB BARU  NO  KECAMATAN  IUD  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  63  63  51  123  ­  25  46  51  ­  MKJP  MOP/  MOW  4  1  ­  ­  ­  ­  22  24  ­  ­  NON MKJP  IMP  LANT  5  99  85  58  16  12  57  20  ­  ­  SUN  TIK  6  143  193  58  181  199  74  199  82  107  PIL  7  17  28  38  48  60  20  120  47  62  MKJP +  LAIN  NON  OBAT  KONDOM  MKJP VAGINA  NYA  8  9  10  11  49  ­  ­  372  67  ­  ­  436  48  ­  ­  253  23  ­  ­  391  21  ­  ­  292  42  ­  ­  240  45  ­  ­  454  47  227  1  170  MKJP  MOP/  MOW  13  0.17  5.42  15.70  0.47  ­  17  13.70  36.598  15.09  4.

33  100.00  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  77  81.91  .00  75.00  100.00  42.43  58.TABEL 22  PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  DESA/KEL UCI 5  8  20  8  10  7  3  5  7  6  3  % DESA/KEL UCI  6  66.24  100.86  71.00  100.67  95.

Sumber:Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Dinas Kesehatan .

07  489  55.43  687  78.46  885  DO  (%)  17  7.97  197  68.37  418  73.78  191  58.76  76.01  187  62.01  83  54.48)  2.08  113  65.29  271  82.87  263  80.370  67.34  85.06  220  76.58  81.76  39  11.96  192  64.64  113  69.469  70.77  2.58  2.41  19.33  433  76.65  163  54.32  65.76  235  66.TABEL  23  PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH  BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  IMUNISASI  DPT1+HB1  DPT3+HB3  POLIO 4  CAMPAK  HB Neonatus  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  256  78.15  2.48  137  24.05  16  10.25  88  57.05)  (18.88  82  27.87  (1.97  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  RSUD BAJAWA  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  BCG  JUMLAH  5  306  714  144  485  251  227  257  244  113  104  %  6  93.55  191  61.41  771  87.89  (17.757  78.460  70.17  Sumber : Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Tahun 2009  Ket : Watukapu melayani imunisasi bayi dari waepana maupun natarandang di daerah perbatasan desa  .90  69.14  157  96.587  73.29)  72.70  113  65.32  137  84.70  31  18.70  67.54  513  90.00  101  66.61  2.52  98  64.97  JUMLAH (KAB/KOTA)  % BAYI DIIMUNISASI LENGKAP  3.31  15.95  655  74.14  88.16  249  87.02  129  75.70  113  65.03  10.72  468  82.43  238  72.90  200  64.77  73.54  87.507  2.88  202  68.61  232  65.91  141  40.43  82.05  151  92.61  271  87.61  554  62.12  2.92  197  68.57  2.40  6.57  129  79.42  226  72.06  147  41.88  243  84.52  228  73.845  81.

71  75.67  29.570  852  1.293  996  456  1.49  %  12  100  #DIV/0!  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  8  1. BALITA  YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  BAYI BGM  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  4  35  36  30  30  33  15  10  9  24  32  MP ASI  5  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  %  6  25.33  33.01  85.94  50.33  23.00  66.225  702  244  11  2  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  254  105  41.321  10.415  1.881  1.17  28.TABEL  24  CAKUPAN BAYI.144  70.0  23.39  100.964  731  1.74  55.118  1.461  827  561  MENDAPAT  VIT A 2X  BALITA GIZI BURUK  JUMLAH  10  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  MENDAPAT  PERAWATA  N  %  9  69.85  84.00  83.603  3.415  1.34  14.80  68.74  79.89  43.13  ANAK BALITA (1­4TAHUN)  JUMLAH  7  1.00  70.83  21  21  100  .33  100.246  905  1.

48  42.45  44.18  59.25  89.62  28.06  50.70  53.54  132  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  4.49  47.674  2.55  33.TABEL 25  JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN  TABLET Fe1.69  73.97  83.18  2.766  59.27  .32  76.90  61.630  56.51  66.18  54.24  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  Fe3  JUMLAH  7  254  762  120  392  295  130  202  230  113  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  %  8  54.48  45.51  69.10  73.146  255  779  385  457  452  313  263  158  Fe1  JUMLAH  5  254  801  156  461  210  154  240  230  119  141  %  6  54. Fe3  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  IBU HAMIL  4  466  1.

54  50.674  2.45  4.25  47.09  52.11  8.53  83.27  40.45  4.81  3.19  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.42  TT 5  %  12  JML  13  83  42  12  32  32  21  96  48  ­  25  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JML  7  54  413  41  199  107  91  12  133  174  29  JML  9  81  99  94  34  50  66  85  30  ­  37  JML  11  86  52  50  53  21  19  146  23  ­  24  %  14  17.16  32.16  18.92  72.00  23.86  4.14  38.36  12.25  TT 3 %  8  11.58  0.04  16.80  5.34  ­  15.65  42.31  4.26  1.38  8.79  19.95  70.35  TT 4  %  10  17.57  64.08  25.253  26.91  2.146  255  779  385  457  452  313  263  158  TT 2  %  6  60.30  7.536  54.71  4.60  21.32  474  10.44  18.55  27.81  576  12.14  391  8.54  19.81  9.99  14.66  4.24  15.49  66.35  ­  15.64  36.37  Sumber: Laporan Program Imunisasi Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .TABEL 26  JUMLAH WANITA USIA SUBUR DENGAN STATUS IMUNISASI TT  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TT 1  JML  5  280  602  212  298  182  187  328  202  134  111  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  BUMIL  4  466  1.82  18.61  6.59  36.

TABEL 27  PERSENTASE  AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK  NO 1  1  RUMAH SAKIT  2  PUSKESMAS  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  NATARANDANG  MARONGGELA  RIUNG  SARANA PELAYANAN KESEHATAN  2  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  %  8  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  3  4  6  7  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )  .

62  87.16  50  8.15  0.76  100.00  100  100  100  100  83.31  22  3.19  10  2.38  13  2.65  10  8.33  84.03  0.66  0.50  100  9  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  JUMLAH  10  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  11  1.26  41  3.43  0.04  7  5.90  102  5.10  13  5.83  0.90  28  100  Sumber:Laporan Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Yankes Tahun 2009  .674  299  6.38  1.83  JUMLAH  12  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.88  1.40  276  92.TABEL 28  JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  BUMIL RISTI/  KOMPLIKASI  BUMIL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  IBU HAMIL 4  466  1.31  3.115  28  0.146  255  779  385  457  452  313  263  158  JUMLAH  NEONATAL  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  5  66  102  13  41  13  10  12  26  8  8  %  JUMLAH  6  7  14.06  8  %  8  75.71  0.96  1.

00  5  SARANA YANKES.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  3  RUMAH SAKIT KHUSUS  ­  ­  #DIV/0!  4  PUSKESMAS  10  5  50.LAINNYA  5  2  40.TABEL 29  PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH SARANA  3  MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN.00  . GADAR  JUMLAH  4  %  5  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  100.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2009  16  8  50.

TABEL 30  JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  DESA/KEL TERKENA KLB  DITANGANI  JUMLAH  %  <24 JAM  5  6  7  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  1  1  100.00  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0! 

NO 

KECAMATAN

PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA) 

94 

100.00 

Sumber: Laporan Seksi Penanggulangan Wabah Bidang Kesmas Tahun 2009 

TABEL 31  JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN  SERTA JUMLAH KECAMATAN DAN DESA YANG TERSERANG KLB  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDUK  JUMLAH KEC  JUMLAH DESA  TERANCAM  3  4  5  1  1  1,551  YANG TERSERANG  JUMLAH  PENDERITA  6  24  JUMLAH  KEMATIAN  7  1  ATTACK  RATE  (%)  8  1.55  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0! 

NO  JENIS KEJADIAN LUAR BIASA 1  2  1  Kematian Rabies 

CFR (%)  9  4.17  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0! 

Sumber: Laporan Tahunan Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2009  Jumlah penderita adalah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) 

TABEL 32  JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BAYI YANG DIBERI  ASI EKSKLUSIF  JUMLAH  %  5  6  173  52.91  444  50.45  92  56.44  266  46.91  193  67.48  73  24.58  157  50.65  104  29.55  34  19.77  70  45.75 

NO 

KECAMATAN 2 

PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

JUMLAH BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153 

1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA 

5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009 

3,507 

1,606 

45.79 

TABEL 33  PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009 
JUMLAH DESA/KEL  DG GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  % DESA/KEL DG  GARAM  BERYODIUM YG  BAIK 

NO 

KECAMATAN 

PUSKESMAS 

JUMLAH DESA/KEL  DISURVEI 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4 

1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA 

5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

5  ­  8  2  3  2  ­  7  ­  ­  ­ 

6  ­  38.10  25.00  30.00  28.57  ­  100.00  ­  ­  ­ 

JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009, Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009 

94 

22 

23.40 

TABEL 34  PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN DASAR GIGI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 
TUMPATAN  PENCABUTA  GIGI  N GIGI  TETAP  TETAP  JUMLAH RASIO  TAMBAL/  CABUT  JUMLAH  MURID SD 

UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF) 
MURID SD/MI DIPERIKSA  JUMLAH  %  MURID SD/MI  JUMLAH  %  PERLU  MENDAPAT  MENDAPAT  PERAWATAN  PERAWATAN  PERAWATAN 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

4  13  54  ­  27  4  ­  28  4  ­  ­ 

5  156  185  23  66  24  4  84  45  17  ­ 

6  169  239  23  93  28  4  112  49  17  ­ 

7  0.08  0.29  ­  0.41  0.17  ­  0.33  0.09  ­  #DIV/0! 

8  2,446  5,794  1,150  3,513  2,102  1,423  1,993  2,200  1,395  951 

9  2,366  5,288  1,150  890  812  ­  1,993  1,193  905  ­ 

10  96.73  91.27  100.00  25.33  38.63  ­  100.00  54.23  64.87  ­ 

11  294  926  335  890  399  ­  569  950  360  ­ 

12  224  683  118  630  193  ­  353  950  ­  ­ 

13  76.19  73.76  35  70.79  48.37  #DIV/0!  62.04  100.00  ­  #DIV/0! 

JUMLAH (KAB/ KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 

130 

604 

734 

0.22 

22,967 

14,597 

63.56 

4,723 

3,151 

66.72 

TABEL 35  JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009 

PENYULUHAN KESEHATAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 
JUMLAH SELURUH  KEGIATAN  PENYULUHAN  KELOMPOK  JUMLAH  KEGIATAN  PENYULUHAN  MASSA 

JUMLAH 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

4  367  23  228  415  266  64  206  430  288  96 

5  22  6  1  ­  30  4  10  7  19  12 

6  389  29  229  415  296  68  216  437  307  108 

SUB JUMLAH I  1  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  2  Rumah Sakit  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009, Profil Puskesmas Tahun 2009 

2,383 

111 

2,383 

111 

2,494  ­  ­  2,494 

TABEL  36  CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  PENDUDUK*  4  14,864  34,827  7,992  21,404  11,526  8,309  11,947  14,388  7,795  4,998  ASKES  5  485  3,393 
JAMSOSTEK  JAMKESM  JAMKES  JAMKES  AS  DA  DINSOS  (PUSAT) 

JUMLAH  9  8,811  17,495  3,055  7,406  6,300  5,389  6,826  8,222  5,208  3,386 

%  10  59.28  50.23  38.23  34.60  54.66  64.86  57.14  57.14  66.81  67.75 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­ 

792  310  478  492  390  472 

7  8,142  13,571  2,820  5,521  4,415  4,154  5,791  6,800  3,307  2,465 

8  184  231  235  1,885  1,093  925  557  930  1,511  449 

300  ­  ­  ­ 

­ 

JUMLAH (KAB/KOTA)  PERSENTASE  Sumber: Laporan Jamkesmas Tahun 2009 

138,050 

6,812  4.93 

­  ­ 

56,986  41.28 

8,000  5.80 

72,098  52.23 

52.23 

Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut kecamatan 

79  65.00  70.730  4. Profil Puskesmas Tahun 2009  .303  5.00  100.079  6.00  100.055  7.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  65.914  5  8.00  100.998  2.03  79.55  Rawat  Inap  9  251  ­  ­  ­  ­  ­  ­  41  ­  ­  %  3.00  MENDAPAT YANKES  Rawat  Jalan  7  6.730  4.25  48.45  132  105  79.53  0  0  PELAYANAN BAYI MASY.582  3.00  70.326  14.40  45.00  100.76  68.00  46.508  5.MISKIN  JUMLAH BAYI  BGM MENDAPAT MP­  ASI  MASY.00  100.789  3.00  100.00  100.00  100.085  %  8  75.818  2.MISKIN  BAYI MASY.33  71.MISKIN  BGM  JUMLAH  12  %  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  11  10  27  10  15  23  15  10  6  7  9  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  13  90.00  100.286  100.83  100.348  7.01  0  0  0  0  0  0  0.406  5.348  7.603  3.00  46.67  47.305  7.184  2.28  292  0.73  53.102  3.079  6.074  8.534  71.91  117.00  100.055  7.00  100.TABEL  37  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  MASYARAKAT  MISKIN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  DICAKUP  JAMKESMAS (Pusat &  JUMLAH YANG  Daerah) ADA  JUMLAH  %  4  8.406  5.508  5.93  116.00  100.818  2.914  6  100.326  14.00  100.102  3.55  Sumber: Laporan Seksi Jaminan Kesehatan Tahun 2009.286  65.611  3.

00  .00  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  100.00  #DIV/0!  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  2  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  130  130  311  451  311  451  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 892  892  100.TABEL 38  PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN KESEHATAN KERJA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH PEKERJA  FORMAL  4  JUMLAH YANG  DILAYANI  5  ­  %  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.

42  79.831  5.125  1.19  6.15  64.772  617  108  JUMLAH (KAB/KOTA)  15.031  1.022  408  66  8  661  486  ­  ­  271  95  887  750  209  42  11  2.907  31.852  5.20  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.238  1.150  795  ­  ­  506  235  2.091  498  292  DILAYANI  KES  USILA (60TH+)  JUMLAH  7  979  493  505  1.10  25.40  6.31  67.552  1.34  JUMLAH  10  2.33  62.06  36.55  22.970  1.308  37.84  93.285  4.598  3.68  81.321  766  282  134  DILAYANI  KES  PRA USILA DAN USILA  %  9  67. Profil Puskesmas Tahun 2009  .059  765  294  1.TABEL 39  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PRA USILA (45­59 TH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.58  ­  ­  35.11  ­  ­  27.52  98.94  14.20  39.629  650  3.60  %  12  75.32  ­  ­  31.857  780  426  DILAYANI  KES  %  6  80.401  51.489  309  ­  ­  235  140  1.91  74.93  22.734  4.42  32.059  780  2.35  5  1.291  1.15  97.57  95.972  864  356  1.11  31.332  8.

889  3.35  .33  ­  ­  ­  ­  16.TABEL 40  CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  WUS DI DESA/KEL.760  1. ENDEMIS SEDANG & BERAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  ENDEMIS 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  JUMLAH WUS  5  3.419  2.268  2.517  2.921  200  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Profil Puskesmas Tahun 2009  94  33.86  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  1.558  1.002  6.186  JUMLAH YANG  DIBERI KAPSUL  YODIUM  % YANG DIBERI  KAPSUL YODIUM  7  ­  ­  ­  ­  71.693  1.353  8.121  6.193  2.

TABEL 41  PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV­AIDS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  DONOR DARAH  NO  1  UNIT TRANSFUSI DARAH  2  JUMLAH  PENDONOR  3  JML SAMPEL  DARAH DIPERIKSA  4  JML POSTIF  HIV/AIDS  5  % POSITIF HIV­  AIDS  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH  Sumber: ……………. (sebutkan)  ­  ­  ­  ..

 RAWAT INAP.937  8.925  15.218  138.22  Sumber:LB4 Puskesmas Tahun 2009  Ket : kunjungan ke sarana yankes lainnya (BP Swasta).600  18.149  138.168  7.971  KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA  JUMLAH  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  %  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  NO  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  SARANA PELAYANAN  KESEHATAN  2  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II  1  Sarana Yankes lainnya  JUMLAH (KAB/KOTA)  JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA  JUMLAH PELAYANAN  CAKUPAN KUNJUNGAN (%)  156.971  JUMLAH  5  22.577  9.11  5.577  9.937  8.843  34.492  2.120  34.296  7.571  ­  ­  161.576  10.098  5. PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KUNJUNGAN  RAWAT JALAN  3  22.098  5.218  137.400  23.438  21.549  18.571  ­  23.050  113.600  RAWAT INAP  4  723  ­  ­  ­  ­  ­  ­  128  ­  ­  851  4.050  4.438  21.971  4.TABEL  42  JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN . sudah termasuk dengan kunjungan puskesmas di wilayah BP Swasta  kecuali Puskesmas Waepana tidak termasuk kunjungan ke BP  .822  138.492  2.925  15.576  10.

00  JUMLAH (KAB/KOTA)  17  9  1  52.TABEL 43  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH YANG MEMILIKI  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH  3  LABKES  4  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  5  % YANG MEMILIKI  LABKES  6  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  7  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  1  100. penyakit dalam dan anak  .00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  3  Lab Swasta/BP Swasta  6  1  16. bedah.00  100.94  Sumber : Laporan Tahunan Dinas Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009  Ket : Kemampuan Labkes : Mampu menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan sesuai standar  4 spesialis dasa : pelayanan kandungan dan kebidanan.67  4  PUSKESMAS  10  7  70.

TABEL 44  KETERSEDIAAN OBAT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  1  1  2  3  4  5  6  JENIS OBAT*  2  KEBUTUHAN  3  KETERSEDIAAN JUMLAH  4  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten  Ket :  * Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar  .

 Laporan Tahunan Bidang PSDK Tahun 2009  1.29  49.61  72.00  20.00  66.TABEL 45  PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH TANGGA  NO  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  KECAMATAN  2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DIPANTAU  4  550  650  200  250  350  200  545  250  300  200  BER PHBS *  5  35  266  200  185  274  98  363  180  162  40  %  6  6.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.92  100.495  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.36  40.00  78.803  51.59  .00  54.00  74.

62  ­  22.68  22.05  ­  ­  30.56  21.46  53.45  41.85  69.56  15.16  88.77  27.18  41.33  PERSENTASE POSYANDU  MADYA  10  46.54  34.62  ­  22.36  16.67  13.33  61.00  1.33  JUMLAH (KAB/KOTA)  42  169  63  ­  274  15.79  11.23  50.54  34.88  63.99  ­  100  22.22  18.33  12  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  13  100  100  100  100  88  100  100  100  100  100  %  POSYANDU  AKTIF  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  14  50.00  70.79  11.18  41.22  18.57  26.67  13.99  Sumber: Laporan Bidang PSDK Dinas Kesehatan Tahun 2009  .00  1.33  PURNAMA  MANDIRI  JUMLAH  11  50.78  11.TABEL 46  JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH POSYANDU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PRATAMA  MADYA  4  1  17  4  ­  ­  4  5  5  4  2  5  13  46  12  23  14  9  9  31  10  2  PURNAM  MANDI  JUMLAH  PRATAMA  A  RI  6  14  1  3  3  9  ­  4  8  10  11  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  8  28  64  19  26  23  13  18  44  24  15  9  3.67  73.56  15.67  73.43  71.

79  70.849  2.77  69.47  56.55  100.651  2.994  1.94  15.312  1.587  1.308  3.TABEL 47  PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  JUMLAH  %  DIPERIKSA  6  98.405  87.24  85.49  47.039  2.17  84.651  1.752  24.50  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  : Profil Puskesmas Tahun 2009  .830  6.304  657  1.008  61.172  773  25  %  SEHAT  8  61.17  86.00  95.92  95.40  39.45  81.304  1.51  20.861  2.357  959  200  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  27.627  1.75  81.627  1.11  68.86  JUMLAH  SEHAT  7  1.573  3.435  4.69  47.399  676  2.748  4.25  65.469  1.418  2.768  1.50  SELURUHNYA  DIPERIKSA  4  5  2.96  12.592  6.

265  7.357  1.77  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.00  99.323  1.00  0.015  6.00  41.205  2.136  1.757  4.00  0.43  45.694  4.00  0.08  7.205  1.00  20.13  88.TABEL 48  PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  LEDENG  LEDENG  JUMLAH  PAH  SGL  SPT  SPT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  JUMLAH  %  KELUARGA  KELUARGA  KELUARGA  YANG ADA  DIPERIKSA  DIPERIKSA % AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  JUMLAH  20  88.01  4.29  50.446  750  1.12  79.877  2  1.47  0.136  650  152  1.884  1.136  2.00  0.318  1.27  100.00  93.00  0. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .49  100.27  0.394  1.694  4.25  0.378  1.00  52.763  100  57.69  0.736  PAH  SGL  18  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  19  0.120  ­  25  ­  8  10  ­  183  ­  ­  150  11  ­  ­  ­  6  11  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  12  ­  252  ­  ­  ­  ­  ­  23  ­  1  13  3.656  2.00  44.00  0.527  975  800  8  9  2  40  ­  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1.07  0.16  15  0.00  100.352  25.005  100  100  76.00  0.31  0.136  500  141  1.758  1.95  2.026  5  3. Ngada Dalam Angka 2009  2.43  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.78  96.397  3.694  4.318  1.057  7.63  3.702  81.00  0.05  0.00  7  3.95  0.923  92.00  0.205  3.50  0.00  0.00  73.86  80.265  7.37  0.000  815  14  98.41  100.00  0.026  6  100.00  0.626  94.5  98.766373  20.499  0  0  23.645  1.00  1.575  87.00  0.44  99.237  0  0  0  0.00  0.00  100.98  17  0  2.191  97.08  Sumber: 1.197  350  ­  276  22.68  1.00  0.00  82.00  16  1.63  0.670  1.00  100.

17  2.00  #DIV/0!  3.026  16  6  67  6  30  241  41  4  1.90  9  59.00  #DIV/0!  0.96  3.617  Sumber: 1.02  100.161  384  ­  13  14  30.222  ­  ­  18  19  0.136  2.917  78.352  25.265  7.17  0.07  56.446  750  1.506  2.75  5.256  3.00  25  72.575  1.265  7.76  71.136  1.00  15  3.00  0.265  7.357  1.265  7.575  6.378  1.33  16.397  3.51  92.916  26.833  83.00  #DIV/0!  0.476  414  53  12  136  79  650  1.82  59.205  3.00  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.519  1.83  72.205  3.35  64.525  2. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .205  3.335  179.357  1.033  73.143  75.92  773  100.15  % KK  MEMILIKI  6.32  JUMLAH  SEHAT  17  5  13  2  888  ­  ­  908  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.026  6  2.00  36.35  0.33  50.TABEL 49  KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JAMBAN JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  % SEHAT  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH KK  TEMPAT SAMPAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  PENGELOLAAN AIR LIMBAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  56.67  0.97  45.447  1.318  1.357  1.843  4.136  1.34  10  3.108  2.394  1.026  5  3.83  85.694  4.026  11  990  ­  ­  152  650  ­  2.53  650  45.442  73.357  748  7  8  1.84  25.645  1.47  0.91  0.73  43.00  5.159  2.00  0.0  0.318  1.758  1.86  74.318  1.14  1.67  0.33  1.136  1.378  1.0  55.575  21.44  74.28  30.0  839  203.74  0.446  750  1.89  25.04  53.00  #DIV/0!  174.33  0.00  0.694  4.94  71.318  1.318  13.409  5.68  51.32  13.18  83.62  87.83  676  74.656  2.757  4.02  61.248  650  1.446  750  1. Ngada Dalam Angka 2009  2.378  1.694  4.78  4.

77  143  126  66  52.00  ­  #DIV/0!  16  ­  ­  ­  85  ­  ­  56  ­  2  ­  17  ­  ­  ­  85  ­  ­  39  ­  2  ­  18  ­  ­  ­  44  ­  ­  22  ­  ­  ­  20  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  51.00  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.74  15  13  4  30.00  75.97  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  100.08  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  2  2  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  5  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  6  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  7  100.00  96  95  52  54.00  #DIV/0!  #DIV/0!  8  8  13  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  9  8  12  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  10  8  ­  ­  34  11  100.00  #DIV/0!  100.41  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  21  12  17  1  160  ­  1  61  20  4  ­  22  12  13  1  160  ­  1  44  20  4  ­  4  6  ­  ­  ­  2  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  22  21  21  100.76  #DIV/0!  #DIV/0!  56.0909  80  0  #DIV/0!  56.TABEL 50  PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  HOTEL  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  RESTORAN/R­MAKAN  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  PASAR  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  TUPM LAINNYA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  JUMLAH TUPM  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  24  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  12  2  2  1  2  ­  1  1  4  2  ­  13  2  ­  1  2  ­  1  1  4  2  ­  14  2  ­  ­  ­  15  100.38  276  255  Sumber: Laporan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  JUMLAH  SEHAT  23  12  1  ­  88  ­  ­  26  16  ­  ­  143  .00  7.00  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  50.69231  0  55  #DIV/0!  0  59.00  ­  #DIV/0!  53.

851  258  205  79.55  100  100  100  100  100  16  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  17  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  18  100.911  141  114  80.00  259  251  96.25  100  100  54.457  5  5  100  760  672  88.TABEL 51  PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  SARANA KESEHATAN  SARANA PENDIDIKAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  SARANA IBADAH  PERKANTORAN  SARANA LAIN  JUMLAH  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  14  28  9  7  6  9  6  10  6  5  5  14  26  9  7  6  9  5  10  6  5  6  100  92.33  100  100  100  7  32  64  12  31  20  17  23  30  18  12  8  32  64  12  31  12  17  23  30  18  12  9  100  100  100  100  60  100  6  100  100  100  10  15  39  9  10  3  11  6  24  18  6  11  15  15  9  10  ­  11  6  24  18  6  12  100  38.0  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  19  106  220  40  97  40  48  51  80  51  27  20  106  148  40  97  24  48  51  80  51  27  21  100  67  100  100  60  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009  : Profil Puskesmas Tahun 2009  100  97  97.86  100  100  100  100  83.42  .46  100  100  0  100  100  100  100  100  13  43  91  10  49  11  11  15  15  9  4  14  43  43  10  49  6  11  15  15  9  4  15  100  47.

768  4.17  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RUMAH/BANGUNAN  BEBAS JENTIK  JUMLAH  7  1.039  1.304  1.752  3.200  606  %  8  48.806  45.23  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  4  2.651  2.TABEL  52  PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  RUMAH/BANGUN  AN YANG ADA RUMAH/BANGUNAN  DIPERIKSA  JUMLAH  5  2.00  #DIV/0!  42.592  1.573  2.435  %  6  87.500  1.861  6.418  3.935  14.90  .38  ­  81.587  959  JUMLAH ( KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  Ket : Tidak Dilaporkan  27.18  1.

 MPH.78  2  16.TABEL 53  PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  NO  UNIT KERJA  2  PUSKESMAS  (termasuk PUSTU dan  MEDIS  JML  3  14  %  4  52  BIDAN  JML  5  78  %  6  75  PERAWAT  JML  %  FARMASI  JML  7  9  %  8  39. Dr/Drg Spesialis  Perawat & bidan  : termasuk lulusan DIII dan S1  Farmasi  : Apoteker. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan DI.0  16  21  76. TEM dan Penata Rontgen.15  22  21.7  1  1  POLINDES/POSKESDES)  93  56.1  GIZI  JML  9  8  %  10  67  TEKNISI MEDIS  JML  11  4  %  12  20  SANITASI JML  13  13  %  14  68  KESMAS  JML  15  2  %  16  9.3  100. APK.0  40  390  10. Penata Anestesi. Fisioterapi  : Lulusan SPPH.67  16  80.7  2  RUMAH SAKIT  13  48.26  3  14. DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV  Teknisi Medis  Sanitasi  Kesmas  : Analis.0  Sumber: Laporan Tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada Tahun 2009  Keterangan:  Medis  : Dokter.00  4  104  3.0  2  12  16.29  129  33. dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.0  5  19  26.26  100.32  100.85  100.08  3  INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  SARANA KESEHATAN LAIN  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  5  DINKES KAB/KOTA  JUMLAH  ­  27  ­  100.0  7  164  4.67  100.15  64  39.0  8  34. Dokter Gigi.0  6  23  26.0  ­  20  ­  100.00  1  5.09  100.5  JUMLAH  17  221  %  18  56. dll  .19  100.

 dll  . Penata Anestesi. APK dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM. Dr/Drg Spesialis  Perawat  : termasuk lulusan DIII dan S1 & SPK  Farmasi  : Apoteker. Dokter Gigi. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)  Teknisi Medis : Analis. dan Fisioterapi  Sanitasi  Kesmas  : Lulusan SPPH. TEM & Penata Rontgen. Profil RSUD Bajawa 09  Keterangan:  Medis  : Dokter. MPH.TABEL  54  JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  PERAWAT  PERAWAT  FARMASI  GIZI  GIGI  4  5  6  11  4  1  1  19  4  1  1  13  2  1  1  8  2  1  1  10  1  1  1  7  ­  ­  ­  7  2  2  1  8  3  1  1  6  2  1  1  4  ­  ­  ­  NO  UNIT KERJA MEDIS  3  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  BIDAN  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  TEKNISI  SANITASI  MEDIS  7  8  2  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  1  2  1  2  ­  1  ­  2  KESMAS  9  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  10  33  50  23  21  26  14  23  24  15  12  ­  ­  241  133  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  133  374  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  14  13  78  22  93  64  20  4  9  8  8  2  4  16  13  1  2  3  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  4 tubel  13  64  4  8  2  16  1  3  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.

90  27  DOKTER  KELUARGA  7  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.TABEL 55  JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH TENAGA MEDIS  NO  UNIT KERJA  DR SPESIALIS  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  DOKTER UMUM  4  2  1  1  1  1  1  1  2  1  1  12  7  DOKTER GIGI  5  ­  1  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  2  JUMLAH  6  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  14  13  ­  ­  ­  13  ­  ­  ­  4  2. Profil RSUD Bajawa 09  .000 PDDK  4  ­  ­  ­  4  2.76  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.90  ­  ­  ­  7  ­  ­  ­  2  19  13.

 (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.69  2  1  2  1  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst. Profil RSUD Bajawa 09  .72  2  10  7.000 PDDK  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.TABEL 56  JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KEFARMASIAN  APOTEKER  S1 FARMASI  D­III FARMASI  ASS APOTEKER  JUMLAH  D­IV/S1 GIZI  3  4  5  6  7  8  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  2  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  3  3  9  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  1  6  4.24  ­  1  TENAGA GIZI  D­III GIZI  9  ­  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  7  1  D­I GIZI  10  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  JUMLAH  11  1  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  8  2  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  12  8.35  1  2  2  7  2  8  6  23  ­  1  0.

000 PDDK  ­  6  51  3  6  16  3  1  4  4  7  116  ­  34  4  157  113.11  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.44  ­  8  1  17  1  25  18.73  ­  18  ­  82  ­  100  72. Profil RSUD Bajawa 09  .TABEL  57  JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KEPERAWATAN  NO  UNIT KERJA  SARJANA  KEPW  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  6  PERAWAT  DIII  LULUSAN  PERAWAT  SPK  4  5  9  2  6  13  9  4  5  3  5  5  5  2  6  ­  7  1  6  ­  3  1  61  31  51  3  BIDAN  JUMLAH  6  11  19  13  8  10  7  7  8  6  4  93  60  ­  ­  ­  60  DIII BIDAN  7  2  2  ­  ­  1  1  ­  2  2  2  12  6  BIDAN  8  9  20  3  7  9  4  6  4  1  3  66  16  JUMLAH  DIII  9  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  78  22  ­  ­  ­  22  PERAWAT GIGI SPRG  1  ­  1  1  ­  ­  ­  1  1  ­  5  3  ­  2  2  1  ­  15  1  3  4  1  1  1  ­  2  3  2  ­  20  4  JUMLAH  4  4  2  2  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.

TABEL  58  JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KESMAS  D­III KESMAS  SARJANA KESMAS  3  4  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  ­  3  ­ 
[a] 

1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA 

JUMLAH  5  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  2  3 

TENAGA SANITASI  DIII SANITASI  DI SANITASI  6  7  ­  1  1  ­  1  ­  1  ­  ­  1  1  ­  2  ­  1  1  1  ­  1  1  9  4  1  ­ 

JUMLAH  8  1  1  1  1  1  1  2  2  1  2  13  1 

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK 

­ 

­ 

16  21 

­  ­ 

16  21  15.21 

3  13 

2  6 

5  19  13.76 

Sumber : Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan: [a]  Termasuk S2 dan S3 

TABEL  59  JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TENAGA TEKNISI MEDIS  ANALIS LAB.  TEM & P.RONTG  3  4  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  6  7  P.ANESTESI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  FISIOTERAPIS  6  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  2  JUMLAH  7  2  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  4  16  ­  ­  ­  16  ­  ­  ­  3  2.17  20  14.49 

NO 

UNIT KERJA 

1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA 

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  ­  ­  ­ 

6  ­  ­  ­  9  6.52 

7  ­  ­  ­  7  5.07 

1  ­  ­  ­  1  0.72 

Sumber: Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Tahun 2009 

TABEL 60  ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  DINKES  3  %  4  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  RSUD  4  % 

NO 

SUMBER BIAYA 

2  ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER: 

1  APBD KAB/KOTA  2  APBD PROVINSI  3  APBN :  ­ Dana Alokasi Khusus (DAK)  ­ JAMKESMAS  ­ DEKONSENTRASI  4  Bantuan Luar Negeri (AIP­MNH)  BLN Proyek Gafi/GV  5  ­ BANSOS (Bantuan Sosial)  6  ADB (DHS­II)  7  Jamkesmas Kuota PEMDA  TOTAL ANGGARAN KESEHATAN  TOTAL APBD KAB/KOTA 

25,779,652,321  26,685,000 

83.00  0.09 

8,844,694,153 

78.14  0 

0  1,344,668,935  133,411,250  587,138,500  487,080,000  1,242,800,000  1,125,000,000  333,980,654  31,060,416,660  383,755,382,398  4.33  0.43  1.89  1.57  4.00  3.62  1.08  100 

2,474,555,561 

21.86  0  0  0  0  0 

0  11,319,249,714  383,755,382,398  100 

% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 

6.72 

2.30 

ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 

224.99 

81.99 

Sumber: Laporan Sub Bagian Keuangan Dinkes Ngada tahun 2009  : LKPJ Dinas Kesehatan tahun 2009  ; Laporan RSUD Bajawa tahun 2009  ; Laporan Jamkesmas Tahun 2009  Ket : Anggaran Kesehatan APBD Kabupaten (Dinas Kesehatan) sudah termasuk dengan gaji pegawai 

TABEL 61  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PEMILIKAN/PENGELOLA  NO  1  FASILITAS KESEHATAN  2  PEM.PUSAT  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.PROV  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.KAB/KOTA  5  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  ­  ­  ­  ­  ­  1  45  9  ­  ­  ­  1  ­  ­  TNI/POLRI  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  BUMN  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  SWASTA  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  2  ­  11  1  1  ­  ­  274  5  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  9  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  2  2  ­  11  1  2  45  9  274  5  ­  1  ­  ­ 

1  RUMAH SAKIT UMUM  2  RUMAH SAKIT JIWA  3  RUMAH SAKIT BERSALIN  4  RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA  5  PUSKESMAS PERAWATAN  6  PUSKESMAS NON PERAWATAN  7  PUSKESMAS KELILING  8  PUSKESMAS PEMBANTU  9  RUMAH BERSALIN  10  BALAI PENGOBATAN/KLINIK  11  PRAKTIK DOKTER BERSAMA  12  PRAKTIK DOKTER PERORANGAN  13  PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL  14  LABORATORIUM KLINIK  15  POLINDES  16  POSKESDES  17  POSYANDU  18  APOTEK  19  TOKO OBAT  20  GFK  21  INDUSTRI OBAT TRADISIONAL  22  INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL 

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 

TABEL 62  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  DESA/ KELURAHAN  3  12  21  8  17  7  7  12  6  4  DESA SIAGA  4  5  ­  9  3  5  5  3  6  ­  3  ­  2  POSKESDES 5  4  1  1  1  1  POLINDES  6  8  11  5  6  2  3  5  3  2  POSYANDU  7  28  64  19  49  13  18  44  24  15 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA) 

94 

41 

45 

274 

Sumber: Laporan UKBM Bidang PSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  ; Profil Puskesmas tahun 2009 

TABEL 63 
INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT & PUSKESMAS RAWAT INAP  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NAMA RUMAH  SAKIT/PUSKESMAS RRI  2  UMUM  Umum  Umum  Umum  JENIS PELAYANAN  UMUM/KHUSUS  3  JUMLAH  TEMPAT  TIDUR  4  100  15  10  20  JUMLAH PASIEN 
KELUAR  MATI  (HIDUP + MATI)  SELURUHNYA 

NO  1 

5  4,906  723  165  ­ 

6  222  21  ­  ­ 

JUMLAH  HARI  MATI >= 48  PERAWATAN  JAM  7  8  131  14  ­  ­  19,946  799  317  ­ 

BOR  9  54.6  14.6  8.7 

LOS  10  4.1  1.1  1.9 

TOI  11  3.4  6.5  20.2  #DIV/0! 

GDR  12  45.3  29.0  0.0  #DIV/0! 

NDR  13  26.7  19.4  0.0  #DIV/0! 

1  RSUD Bajawa  2  Puskesmas RRI Aimere  3  Puskesmas RRI Riung  4  BP. St. Fatima Soa 

0.0  #DIV/0! 

Sumber: Laporan Tahunan RSUD Bajawa 2009, Profil Puskesmas Tahun 2009  Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta 

CAKUPAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2009 (PERMENKES RI NO.741/MENKES/PER/VIII/2008)

KABUPATEN NGADA
TARGET SPM 2009 NO
1

CAKUPAN SPM (%) PEMBILANG
6

JENIS PELAYANAN
2

INDIKATOR
3

NASIONAL (%)
4

KABUPATEN NGADA (%)
5

PENYEBUT
7

(%)
8 (6/7*100%)

KETERANGAN
9

A

Pelayanan Kesehatan Dasar

1 Cakupan Kunjungan Ibu hamil k4 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi 7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 8 Cakupan Pelayanan anak balita 9 Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan Peserta KB Aktif 13 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - AFP Rate per 100.000 penduduk <15 tahun - Penemuan penderita pneumonia balita - Penemuan pasien baru TB BTA + - Penderita DBD Ditangani - Penemuan Penderita Diare 14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

95 80 90

95 80 90

2,306 276 2,897

3,915 299 3,147

58.90 Penyebut merupakan ibu hamil riil

92.31 92.06

90 90 90 100 90 100

90 90 90 100 90 100

2,226 28 2,673 77 10,144 105

3,134 28 3,407 94 14,321 276

71.03 100.00 78.46 81.91 70.83 38.04

100 100 70

100 100 70

21 14,715 14,704

21 22,967 20,695

100.00 64.07 71.05

2 100 100 100 100 100 100 100

2 100 100 100 100 100 100 100

169 47 9 2,486 36,585 4,318 8

169 285 9 13,801 56,686 56,686 16

0 100 balita riil yang ditangani di sarkes 16.49 100.00 18.01 64.54 7.62 Pasien masyarakat miskin yg dirujuk ke RS 50.00 Sarkes yang memiliki kemampuan UGD 100.00

B

Pelayanan Kesehatan Rujukan

1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 2 Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan di Sarana Kesehatan

C

Penyelidikan Epidemiologi dan Penangggulangan KLB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 1 Cakupan Desa Siaga Aktif

100

100

25

25

D

80

80

7

38

18.42 Desa Siaga yang dibentuk dan aktif

Bajawa, 26 Juni 2010 Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO,SKM
PEMBINA TK. I NIP. 195709141984032008

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PUSKESMAS 2 WATUKAPU AIMERE WAEPANA RIUNG MARONGGELA WATUMANU NATARANDANG KOTA SURISINA KOELODA POLINDES 3 2 8 3 5 3 5 2 2 4 11 1 0 1 0 0 1 1 0 1 4 POSKESDES POSKESTREN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PRATAMA 5 7 1 5 5 5 6 8 0 0 2 POSYANDU MADYA 6 9 13 10 28 11 12 6 23 13 60 PURNAMA 7 0 14 3 9 8 2 3 0 13 2 MANDIRI 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS OBAT DESA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS UKK 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH UKBM 11 19 36 22 47 27 26 20 25 31 79 JUMLAH 45 9 0 39 185 54 0 0 0 332 Bajawa. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. HILDEGARDIS F. 19570914 198403 2 008 .LAPORAN UKBM KABUPATEN PROPINSI TAHUN : NGADA : NTT : 2009 JUMLAH NO. SKM PEMBINA NIP. BHOKO.

1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ....FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1. .

...FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .1. .

1.FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC. FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 ...1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini JUMLAH KAB/KOTA NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KETERJANGKIT (3) (4) % (5) TERJANGKIT (6) % (7) KASUS (8) MATI (9) JUMLAH KECAMATAN JUMLAH AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) - Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ..1.

KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Bencana bulan ini No Jenis Bencana Tgl Kejadian Lokasi Kejadian Kabupaten Jumlah Kecamatan (4) (5) Terkena Bencana (6) Jumlah Penduduk Mengungsi Dirawat (7) (8) Meninggal (9) (1) (2) (3) - Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN --- FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 .1.

26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 Bencana bulan ini NO JENIS BENCANA TGL KEJADIAN (3) LOKASI KEJADIAN KABUPATEN JUMLAH KECAMATAN (4) (5) TERKENA BENCANA (6) JUMLAH PENDUDUK MENGUNGSI DIRAWAT (7) (8) MENINGGAL (9) (1) (2) 1 Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Bajawa. BHOKO. SKM PEMBINA TK.1 . I NIP 195709141984032008 PENYAKIT.2.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No
(1)

Jenis Penyakit / Masalah Gizi
(2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

5 384 5 1 -

0 -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tinggi dan meningkatnya kasus penyakit DBD dan malaria disebabkan kurangnya kebersihan lingkungan, 2. Tingginya penderita TB Paru 3. Adanya balita g izi buruk. Tindakan : - Pengobatan penderita malaria dan TB Paru - Pemantauan gizi balita dan pencegahan meningkatnya kasus, - Perawatan balita gizi buruk 1 orang. - Penyuluhan PHBS, kesehatan lingkungan dan penyuluhan gizi

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN
Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

Jenis Penyakit / Masalah Gizi No
(1) (2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

25 1.716 3 5 -

1 -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya penyakit malaria dan meningkatnya kasus demam berdarah, disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, juga oleh migrasi penduduk dari daerah lain 2. Meningkatnya kasus gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, penyakit penyerta Tindakan : - Pengobatan dan pemeriksaan darah pasien penderita malaria - Pengobatan penderita DBD - Penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan - Fogging di wilayah yang berkasus penyakit DBD - Penyuluhan, Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010

Jenis Penyakit / Masalah Gizi No
(1) (2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

26 845 7 6 -

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Masih Tingginya kasus malaria oleh karena darah endemik 2. Meningkatnya penderita DBD oleh karena terjadi penularan melalui vektor 3. Adanya kasus TB bar sebanyak 7 orang. 4. Meningkatnya balita gizi buruk menjadi 6 kasus oleh karena kurangnya asupan makanan Tindakan : - Pengobatan penderita malaria dan DBD - Penyuluhan dan pengobatan penderita TB. - Penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi - Foging sarang nyamuk - Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk - Penyuluhan gizi masyarakat oleh petugas

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No
(1)

Jenis Penyakit / Masalah Gizi
(2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

17 681 - *) 2 0 -

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kasus DBD oleh karena terjadinya penularan melalui vektor dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat. 2. Tingginya kasus malaria oleh karena daerah endemik 3. Adanya kasus AFP Tindakan : - Pengobatan penderita DBD dan Malaria - Pengambilan darah untuk pemeriksaan parasit malaria - Penyuluhan kesehatan lingkungan dan Gerakan 3 M Plus bagi masyarakat potensi kasus DBD - Peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi, balita. Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan.

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

Jumlah Kasus Baru (3) 8 590 - *) 1 -

Jumlah Kematian (4) -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah :

1. Masih adanya kasus DBD sebanyak 8 kasus disebabkan penularan oleh vektor dan mobilisasi penduduk. 2. Tingginya penderita malaria oleh karena daerah endemik, masyarakat tidak memanfaatkan kelambu serta kondisi lingkungan yang buruk 3. Masih adanya Balita Gizi buruk disebabkan asupan makanan kurang, pola asuh dan pola makan anak yang salah Tindakan : Pengobatan penderita Penyuluhan pemanfaatan kelambu dan kesehatan lingkungan Penyuluhan gizi masyarakat, pola asuh anak dan makanan gizi seimbang Perawatan balita gizi buruk oleh petugas Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No

Kelompok

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan
(3)

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan
(4)

Jumlah Kematian

(1)

(2)

(5)

1 2

Ibu Bayi

3491 3175

291 265

3

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian bayi 3 orang. 2. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tindakan : - Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan - Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus - Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. - Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

No

Kelompok

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan
(3)

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan
(4)

Jumlah Kematian

(1)

(2)

(5)

1 2

Ibu Bayi

3491 3175

291 265

3 3

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian ibu sebanyak 3 orang disebabkan oleh perdarahan, penyakit kronis dan suspek emboli air ketuban. 2. Tingginya kematian bayi disebabkan oleh asfiksia, pneumonia dan aspirasi. 3. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus D-III Kebidanan. Tindakan : - Penanganan kematian ibu dan bayi - Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan - Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus - Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. - Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

pneumonia. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 4 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.2 . .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tingginya kematian bayi 4 disebabkan oleh asfiksia.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . 2.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Kematian ibu 1 orang. Tindakan : . 3. Infeksi.Penanganan kematian ibu dan bayi .2.

Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .2. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.2 . .Penanganan kematian bayi . Tingginya kematian bayi 3 orang. 2. Tindakan : .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 0 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.

Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. I NIP 195709141984032008 UPAYA KESEHATAN Formulir RC. . 3. Bajawa.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. Tingginya kematian bayi 3 disebabkan oleh asfiksia. Masih adanya kematian ibu 1 kasus 2.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. pneumonia. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Infeksi.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Tindakan : . SKM PEMBINA TK. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Penanganan kematian ibu dan bayi . BHOKO.3 .

89% 61. UPAYA KESEHATAN Formulir RC. 2.58% 86. C 1.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 121 241 193 217 169 3 41. B 1.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .3 . 2. 3.89% 69.23% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Imunisasi DPT 3 masih rendah Tindakan : . Kunjungan K4 masih rendah 2.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.42% 81.

07% 48. B 1. 2.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .3 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.Pendataan sasaran yang belum optimal.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .72% 67.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 8 150 167 134 145 186 8 51. 3. Kunjungan K4 masih rendah 2. C 1.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya . Kunjungan Neonatus 1 masih rendah Tindakan : . UPAYA KESEHATAN Formulir RC.39% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. 2.20% 54.55% 60.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun (3) Jumlah Sasaran / Bulan (4) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (5) (6) (1) (2) A 1. 2.64% 93. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . C 1.3 .30% 85.66% 93. 2. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 5 127 259 201 227 258 5 43. B 1.Pendataan sasaran.48% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.16% 72. Kunjungan K4 masih rendah 2.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . 3.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No

Jenis Pelayanan

Jumlah Sasaran / Tahun

Jumlah Sasaran / Bulan
(3)

Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah %
(4) (5)

(1)

(2)

A 1. 2. 3. B 1. 2. C 1.

KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 *) PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan

3491 3334 3334 3175 3313 -

291 278 278 265 276 3

133 232 179 190 209 2

45,70% 83,45% 64,39% 71,70% 75,72% 66,67%

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : - Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak - Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas - Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten - Pendataan sasaran. Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel

UPAYA KESEHATAN
Kabupaten : NGADA

Formulir RC.3

Propinsi Bulan Tahun

: NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No
(1)

Jenis Pelayanan
(2)

Jumlah Sasaran /Tahun

Jumlah Sasaran /Bulan
(3)

Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah %
(4) (5)

A KESEHATAN IBU 1. K4 3491 291 2. Persalinan oleh nakes (Pn) 3334 278 3. Persalinan di fasilitas kesehatan 3334 278 B KESEHATAN ANAK 1. Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 3175 265 2. Imunisasi DPT3*) 3313 276 C PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1. Penderita TB selesai pengobatan 2 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : - Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak - Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas - Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten - Pendataan sasaran. Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel

135 249 181 208 219 2

43,39% 89,57% 65,12% 78,49% 79,35% 100%

Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Khusus untuk pengadaan sarana kesehatan sedang dalam penyiapan dokumen admnistrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam Pelaksanaan Kontrak untuk pengadaan mobil Pusling dan kendaraan roda-2 Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

JAMINAN KESEHATAN
Kabupaten : NGADA

Formulir RC.4.2

- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. JAMINAN KESEHATAN Formulir RC. 2.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.000 No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 2. Tindakan : .913 74 88 - 243 11 31 - 2. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.000.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.960.2 .686 : 8.4.

2 . Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.4.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.091. JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.000.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 42. 2.686 jiwa : 8. Tindakan : . Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.

000.686 jiwa : 8.4. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC. Tindakan yang diambil : .303 380 - 485 51 - 6. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.000.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.985.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4.2 .250. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.

Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.1.120.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten Propinsi : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR Formulir RC.000. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2. Tindakan yang diambil : .686 jiwa : 8.2 .- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.4.000.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4390 235 - 339 108 - 9. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.525.

26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. BHOKO.000.- - Analisi Masalah : 1.680.275.686 jiwa : 8. I NIP 195709141984032008 .000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 3. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.Bulan Tahun : MEI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. Tindakan yang diambil : . laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.1. SKM PEMBINA TK.000.Memberikan penjelasan dan motivasi kepada rumah sakit agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu. Bajawa.

2010 DATA DASAR PUSKESMAS TH. 2009 CAKUPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TH. 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN JUNI 2010 .LAPORAN KOMUNIKASI DATA RUTIN DAN CEPAT (KOMDAT) JANUARI S/D MEI TH.

.

.

 Juni 2010  .Revolusi KIA ­ NTT :  “Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai” Design by : Dinas Kesehatan Kabupaten  Ngada  Sub Bag Perencanaan. Evaluasi dan Pelapo­  ran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful