Profil Kes Kab.ngada 2009

TIM PENYUSUN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009

Pelindung/Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Hildegardis F. Bhoko, SKM} Pengarah : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Martinus Beno Doven, A.Md.KL, S.Sos} Tim Pengumpul Data : o Drg. Emerentiana Reny W, Mhith&IntDev o Mursina Wahyuningsih Daeng, SKM o Sitti Maryanti,SKM o Veronika Suka, SKM o Finsensius Susanto, SKM o Maria Yulita Bupu Tay, SKM o Benediktus Joni,A.Md.KL o Emerentiana Y.O Mbere,A.Md Tim Penyusun : o I.G. Agung K. Artanaya, SKM o Mursina Wahyuningsih Daeng, SKM o Yulius Widiyantoro, SKM Tim Penyunting : o Hildegardis F. Bhoko, SKM o Martinus Beno Doven, A.Md.KL, S.Sos o I.G. Agung K. Artanaya, SKM

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat, rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan dokumen Profil Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009 ini. Sebagaimana diketahui bahwa Profil Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan, termasuk kinerja yang telah diperoleh dalam penyelenggaraan pelayanan minimal bidang kesehatan. Selain itu, Profil Kesehatan Kabupaten Ngada juga merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten, berisi data dan informasi yang menggrafikkan derajat kesehatan, sumber daya kesehatan, upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan sehingga Profil Kesehatan ini dapat dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun. Dokumen Profil Kesehatan ini tersusun berkat dukungan dan kerja sama dari para pengelola program baik di Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Rumah Sakit yang senantiasa saling memberikan informasi-informasi penting khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan juga berkat dukungan lintas sektor dalam penyediaan data dan informasi di Kabupaten Ngada. Kami menyadari sepenuhnya bahwa, dokumen Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang telah disusun ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dalam penyusunan dokumen Profil Kesehatan ini, kami sampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasih, semoga Dokumen Profil Kesehatan ini dapat memberikan informasi guna menentukan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada di masa yang akan datang. Sekian dan Terima kasih.

Bajawa, Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK I NIP : 19570914198403200

i

DAFTAR ISI
Hal.
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR PETA DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ………………………………………………………………………. 1.2. Maksud dan Tujuan …………………………………………………………………. 1.3. Sistematika Penyajian ……………………………………………………………… BAB II GRAFIKAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.1. Kondisi Geografis …………………………………………………………………… 2.2. Keadaan Penduduk ……….............................................................................. 2.3. Keadaan Sosial Ekonomi.................................................................................. 2.4. Tingkat Pendidikan............................................................................................ BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3.1. Mortalitas …………………………………………………………………………….. 3.2. Morbiditas ……………………………………………………………………………. 3.3. Status Gizi ……………………………………………………………………………. 3.4. Umur Harapan Hidup ………………………………………………………………… BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 4.1. Pelayanan Kesehatan Dasar ……………………………………………………….. 4.2. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan ………………………............................. 4.3. Perilaku Hidup Masyarakat …………………………………………………………. 4.4. Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar …………………….......... BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 5.1. Sarana Kesehatan …………………………………………………………………… 5.2. Tenaga Kesehatan …………………………………………………………………… 5.3. Pembiayaan Kesehatan……………………………………………………………… BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan……………………………………………………………………………. 6.2. Saran…………………………………………………………………………………… LAMPIRAN 61 62 49 54 59 29 42 44 46 11 15 24 27 4 6 8 10 1 2 2 i ii iii iv vi

ii

DAFTAR TABEL
Hal Tabel 2.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 3.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007-2009 Tabel 5.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 5.2 Realisasi Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 23 55 15 6

iii

DAFTAR GRAFIK
Hal Grafik 2.1 Grafik 2.2 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Grafik 2.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.1 Trend Angka Kematian Bayi Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 Grafik 3.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 (per 100.000 Kelahiran Hidup) Grafik 3.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik 3.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Grafik 3.6 Perbandingan TB Paru Klinis, TB Paru BTA Positif, Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.8 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.9 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.10 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.11 Perkembangan Presentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada tahun 2004-2009 Grafik 3.12 Proporsi Status Gizi Baik, Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.1 Presentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 30 26 25 23 23 23 22 21 19 18 16 14 12 10 9 8 5 7

iv

Grafik 4.2

Presentase Cakupan pemberian Tablet Besi (Fe3) Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009

31

Grafik 4.3

Trend Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009

32

Grafik 4.4

Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009

33

Grafik 4.5

Cakupan

Ibu

Hamil,

Ibu

Hamil

Risti/Komplikasi

dan

Ibu

Hamil

34

Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.6 Presentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.7 Grafik 4.8 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah, Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Keseatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.12 Cakupan Imunisasi BCG, DPT, Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.14 Grafik 4.15 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.16 Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngad Tahun 2009 Grafik 4.17 Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 48 46 45 43 40 42 40 39 39 38 37 35 36 35

v

DAFTAR PETA / VISUALISASI
Hal Peta 2.1 Peta 3.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 3.2 Peta 5.1 Peta Kecamatan Rawan Gizi Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta Penyebaran Puskesmas, Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada tahun 2009 Peta 5.2 Peta 5.3 Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas, Pustu dan Polindes Peta 5.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.6 Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi, Sanitarian, dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 59 58 58 50 50 27 49 4 17

vi

DATA DASAR PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA                   Dinas Kesehatan  TAHUN 2009 .

Kabupaten Ngada 2010 .

DBD dan Diare pada Balita Ditangani Persentase Penderita Malaria Diobati Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Cakupan Kunjungan Neonatus.DAFTAR TABEL LAMPIRAN PROFIL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Luas Wilayah. Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Wanita USia Subur Dengan Status Imunisasi TT Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Akses Ketersediaan Darah unutk Bumil dan Neonatus tang Dirujuk Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi DItangani Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayahnan Gawat Darurat (Gadar) Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani <24 Jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Penderita dan Kematian Serta Jumlah Kecamatan dan Desa yang Terserang KLB Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Persentase Desa/Keluarahan Dengan Garam Beryodium yang Baik Menurut Kecamatan . Rasio Beban Tanggungan. Bayi dan Bayi BBLR yang Ditangani Status Gizi Balita dan Jumlah Kecamatan Rawan Gizi Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1. dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Pelayanan KB Baru Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kecamatan Cakupan Bayi. Infeksi Menular Seksual. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita. Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Berusia 10 Tahun Keatas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan dan menurut Kecamatan Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Melek Huruf Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Kecamatan Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Kecamatan Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan AFP Rate. Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1. Peserta KB Baru. Kelompok Umur. dan Pneumonia Balita Ditangani HIV/AIDS. Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/SMP/SMU Jumlah PUS.K4). Jumlah Desa/Kelurahan. Jumlah Penduduk. % TB Paru Sembuh. Peserta KB. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin.

Pelayanan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kemampuan Labkes dan Memilki 4 Spesialis Dasar Ketersediaan Obat Sesuai dengan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Dasar Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata dan Kecamatan Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kecamatan Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kecamatan Persentase Institusi DIbina Kesehatan Lingkungannya Persentase Rumah/Bangun yang Diperiksa dan Bebas Jentik Nyamuk Menurut Kecamatan dan Puskesmas PersebaranTenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Jumlah Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan JUmlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Kefarmasiahn dan Gizi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Sarana Kesehatan Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Indikator Pelayanan Rumah Sakit . Rawat Inap.Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42` Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Formal Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Cakupan Wanita USia Subur Mendapat Kapsul Yodium Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Jumlah Kunjungan Rawat Jalan.

Memasuki millennium ketiga. Kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas dari Sistem-sistem Informasi Kesehatan (SIK) Propinsi dan untuk memperoleh Sistem Kesehatan propinsi yang akurat maka diperlukan pemantapan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota hal ini disebabkan karena penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sesuatu yang sangat penting. mau dan mampu untuk mengenali. SIK Kabupaten/Kota diharapkan antara lain dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana Pembangunan Daerah tersebut serta sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan.BAB I PENDAHULUAN 1. mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat meminimalkan gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif). Meningkatkan kemitraan. pencegahan penyakit (preventif). Salah satu produk dari SIK Kabupaten/Kota adalah ”Profil Kesehatan Kabupaten Ngada”. Setiap individu berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan. dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menetapkan visi :” Masyarakat Ngada yang Mandiri untuk Hidup Sehat” yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Ngada menyadari.1 Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran. keluarga dan masyarakat. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah mengandung konsekuensi bahwa masing-masing daerah harus memiliki Sistem Kesehatan tersendiri. termasuk dukungan dalam menyusun Sistem Informasinya. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 1 . terpadu dan berkesinambungan. memberdayakan masyarakat dan atau kelompok masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan kesehatan. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara menyeluruh. pengarus-utamaan gender. Dan pencapaiannya didukung oleh 3 misi yaitu : Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk mewujudkan visi dan misi . Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan.

ekonomi. pemberantasan penyakit menular. pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar. fasilitas kesehatan. bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya seperti kependudukan. Selain uraian tentang letak geografis. perbaikan gizi masyarakat.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 yaitu : 1. Bab-2 : Gambaran Umum Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Ngada. pencapaian programprogram kesehatan dan keluarga berencana. administratif dan informasi umum lainnya. 3. Selain hal tersebut diatas tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 ini adalah dalam rangka menyediakan informasi kesehatan sebagai salah satu sarana untuk perencanaan. dan status gizi masyarakat. Untuk menyediakan data-data kesehatan yang berguna dalam pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi. Untuk mengetahui gambaran secara umum situasi atau keadaan kesehatan di Kabupaten Ngada.Profil Kesehatan Kabupaten Ngada adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Ngada yang diterbitkan setahun sekali. pelayanan kesehatan dasar rujukan dan penunjang.3 Sistimatika Penyajian Bab-1 : Pendahuluan Bab ini berisikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil Kesehatan dan sistematika dari penyajiannya. 1. 2. pelayanan kefarmasian dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 2 . pemantauan dan mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 dan tahun 2010 yang mengacu kepada Visi Kabupaten Ngada serta pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas – Puskesmas binaan dalam pencapaian Visi Kabupaten Ngada Sehat. Bab-3 : Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian. Bab-4 : Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar. sosial budaya dan lingkungan. 1. Dalam setiap terbitannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan. pendidikan. Data dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Untuk mengetahui hasil pencapaian program-program kesehatan serta permasalahanpermasalahan dalam pelaksanaan program di Kabupaten Ngada pada tahun 2009. angka kesakitan.

Upaya pelayanan kesehatan diuraikan dalam bab ini juga memuat indicator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota. Bab-6 : Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 3 . pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan. Selain keberhasilankeberhasilan.alat kesehatan. tenaga kesehatan.

92 km2.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Wilayah administratif Kabupaten Ngada telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan kependudukan. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan. bagian selatan berbatasan dengan Laut Sawu. Bagian utara berbatasan dengan Laut Flores.BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.1. Dan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Jerebuu yaitu 82.620. Dimana kecamatan terluas adalah Riung 327. Peta 2.5 o BT.26 km2 atau 5. Jarak antara Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yang terletak di Bajawa yang terjauh adalah Maronggela (Kecamatan Riung Barat) 74 km kemudian Riung (Kecamatan Riung) 71 km dan yang terdekat adalah Surisina Kecamatan Bajawa yaitu 2 km. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 4 .07% dari keseluruhan luas wilayah. dengan luas wilayah 1.45o BT – 121. Kondisi Geografis Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores bagian barat. bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur. propinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya pada koordinat 8o LS – 9o LS dan 120.23% dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Ngada.94 km2 atau 20. 78 Desa dan 16 kelurahan.

Gunung Inelika dengan ketinggian 1600 m. Oleh karena wilayah terdiri dari dataran tinggi atau perbukitan menyebabkan akses terhadap fasilitas kesehatan cukup sulit. yang ditandai oleh sebagian besar terdapat di wilayah pantai selatan seperti di Kecamatan Aimere dan sekitarnya. Sehingga Kecamatan Bajawa letak Ibukota Kabupaten Ngada serta kecamatan lainnya termasuk daerah sangat terpencil.2009. Kecamatan Bajawa Utara dan bagian utara yang terbentang dari Kecamatan Riung Barat sampai dengan Kecamatan Riung. Dari data yang ada menunjukkan wilayah Kabupaten Ngada merupakan daerah perbukitan dengan rata-rata tingkat kemiringan tanah terbesar 15-25%. (Ngada dalam Angka. Dengan adanya sejumlah gunung tersebut. Medan dan jalan menuju beberapa desa masih sangat sulit dijangkau. Gunung Inerie dengan ketinggian 2. Berdasarkan ketinggian terhadap permukaan laut wilayah Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi : Dataran Tinggi. daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki ketinggian dari 0 meter sampai dengan lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut.1 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Sumber : Ngada Dalam Angka. Gunung Lobo Butu dengan ketinggian 1800 m. serta adanya pegunungan lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada. begitupun Puskesmas yang terletak di kecamatan tersebut dikategorikan sebagai Puskesmas sangat terpencil.2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 5 .Secara topografis Kabupaten Ngada terdiri dari daerah pantai. Bajawa merupakan ibukota Kabupaten Ngada terletak di daerah dataran tinggi sehingga akses transportasi dari dan ke ibukota propinsi cukup jauh dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. 2009). Kecamatan Wolomeze. lembah. bagian tengah dengan dataran Kecamatan So’a. Grafik 2. maka Kabupaten Ngada banyak memiliki daerah yang cukup curam serta daerah yang dapat dikategorikan sangat terpencil.245 m. Dataran rendah. yang ditandai dengan adanya gununggunung seperti. Profil Kesehatan Puskesmas. Hal ini dapat dilihat dari frekuaensi penerbangan transportasi udara maupun laut tidak terlaksana secara rutin harian.

49 103.757 6.352 KK dan rata-rata jiwa per rumah tangga 5 jiwa per rumah tangga. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 67. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Luas Wilayah (km2) 152. Jika dibandingkan laju pertumbuhan penduduk selama 3 tahun terakhir menurut data BPS Kabupaten Ngada yaitu jumlah penduduk tahun 2007 sebanyak 134.397 3.795 4.015 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 71.620.050 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngada. Kecamatan Riung Barat 9.127 jiwa (sudah dipisahkan dengan penduduk wilayah Nagekeo). Kecamatan Bajawa Utara 7.26 133. Kecamatan Jerebuu 4.035 jiwa dengan tingkat kepadatan 85 jiwa per km2. Kecamatan Golewa 3.309 11.998 138.Dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ngada masing-masing Kecamatan telah mempunyai Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan dengan nama-nama Puskesmas sebagai berikut : 1. Kecamatan Aimere 2.947 14.265 7. Kecamatan Wolomeze 2.394 1.92 Jml Desa/kel 12 21 8 17 7 7 12 6 4 94 Jml Penduduk 14.318 1.388 7.50 250.992 32.72 82. Jumlah Penduduk. sedangkan laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1%.827 7.9%).026 29.894 1. Tabel 2. maka terjadi penambahan penduduk pada tahun 2008 sebanyak 3885 jiwa (2.012 jiwa.94 312.38 91. Kecamatan Soa 6.864 34.656 2.645 1.19 1.930 8. Kecamatan Bajawa 5.30 167.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Ngada jumlah penduduk Tahun 2009 sebanyak 138. Kecamatan Riung 8.352 Ratarata Jiwa/ RT 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 Kepadatan Penduduk/ km2 97 139 97 247 50 131 44 25 48 85 : Puskesmas Aimere : Puskesmas Koeloda : Puskesmas Watumanu : Puskesmas Kota dan Puskesmas Surisina : Puskesmas Waepana : Puskesmas Watukapu : Puskesmas Riung : Puskesmas Maronggela : Puskesmas Natarandang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Aimere Golewa Jerebuu Bajawa Bajawa Utara Soa Riung Riung Barat Wolomeze KABUPATEN Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 6 .14 327.1 Luas Wilayah. jumlah penduduk 2008 sebanyak 138. Jumlah Rumah Tangga 29.050 Jumlah Rumah Tangga 3.

0% dari seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas.3.2009.1) sedangkan ratio jenis kelamin kecamatan lainnya rata-rata sama yaitu diatas 90%. Ratio penduduk menurut jenis kelamin yang tertinggi di Kecamatan Wolomeze (98. karena mereka sangat berperan penting dalam keluarga. Lebih banyaknya komposisi penduduk perempuan dibandingkan laki-laki memberikan ruang bagi sektor kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan terutama ibu. 20-24 tahun dan 1-4 tahun. Gambaran komposisi penduduk secara labih rinci dapat dilihat pada gambar 2. Profil Puskesmas 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 7 .3 berikut ini. Dan dikelompokkan menjadi “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”. Komposisi penduduk usia kerja yaitu yang beumur 15 – 64 tahun.902 orang atau 77. 15-19 tahun. Komposisi penduduk Kabupaten Ngada dirinci menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan proporsi terbesar (penduduk laki-laki dan perempuan) berada pada kelompok umur 10-14 tahun. mengingat komposisi penduduk Ngada paling banyak pada usia produktif.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Sumber : Ngada dalam Angka.Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan dengan penduduk perempuan.1. Menurut hasil Susenas 2007 secara keseluruhan penduduk Kabupaten Ngada berumur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja berjumlah 124. dengan ratio penduduk menurut jenis kelamin sebesar 94. meningkat dibandingkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Ngada tahun 2008 yaitu 90. Dan juga perhatian lebih pada WUS (Wanita Usia Subur) dan PUS (Pasangan USia Subur). Grafik 2.3) dan Kecamatan Bajawa Utara (97.

000 rupiah perkapita sampai 1.007 rupiah perkapita (2.826 jiwa atau sebesar 47. Dari 65.259 rupiah (66.33%).1. Grafik 2. sedangkan penduduk dengan pengeluaran Rp. Sedangkan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk non makanan sebesar 69.03%.000. semua sudah memilki kartu jamkesmas baik Jamkesmas Pusat maupun Jamkesmas daerah.000 rupiah perkapita perbulan yaitu sebesar 28. Dapat dikatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada masih berada pada tingkat ekonomi rendah.98% dari seluruh pengeluaran (Ngada Dalam Angka.41%) sedangkan untuk sector kesehatan sebesar 4. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian penduduk Kabupaten Ngada pada kesehatan masih rendah.131 rupiah (33. Penduduk miskin merupakan tanggungan Negara (Pasal 34 UUD 1945) sehingga pemerintah menyediakan Jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang terdata dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang memiliki kartu amkesmas atau menjadi peserta Jamkesmas.000 rupiah dimana presentasi penduduk terbesar pada pengeluaran 100. 2009).000.826 jiwa penduduk miskin yang terdata.000 – diatas 1.68% dari total penduduk.000. Laporan Subdin Yankes.000 atau lebih hanya berkisar 0. • Penduduk Miskin Jumlah penduduk miskin yang terdata di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 65. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 8 .000 – 149.113 rupiah perkapita atau hanya sekitar 1.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup dalam Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan sebesar 138.2. Rata-rata pengeluaran untuk sektor pendidikan sebesar 5. sehingga penyediaan dana oleh pemerintah terhadap sector kesehatan perlu ditingkatkan.67%).3 Keadaan Sosial Ekonomi Tingkat ekonomi penduduk Kabupaten Ngada bisa dilihat dari pengeluaran penduduk menurut golongan pengeluaran <100.11% (Susenas 2007).

kemudian kecamatan Wolomeze dengan persentase penduduk miskin 58% (2. pada tahun 2008-2009 Program Askeskin digantikan oleh Jamkesmas dengan tujuan yang sama yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang terdata. Dengan semakin meningkatnya persentase cakupan jaminan kesehatan penduduk miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk miskin. Kedua Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan akses sarana transportasi seperti kondisi jalanan dan kendaraan yang cukup sulit untuk mencapai Ibukota kabupaten dalam hal ini RSUD Bajawa sebagai pelayanan rujukan strata 1.309 penduduk terdata).818 penduduk miskin dari 7. diketahui bahwa persentase masyarakat miskin terbanyak berada di wilayah Kecamatan Maronggela .22%. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2008 sebanyak 67. Rincian lebih lengkap mengenai data penduduk miskin dapat dilihat pada lampiran tabel 36 dan 37.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.446 orang (48.998 penduduk terdata).795 penduduk). Pelayanan Jamkesmas tahun 2009 pada masyarakat miskin dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 9 .914 penduduk miskin dari 4. Grafik 2. Sedangkan kecamatan Golewa. Laporan Jamkesmas 2009 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase pelayanan penduduk miskin tertinggi terdapat di Puskesmas Watumanu (116%) dan Puskesmas Riung (116%).079 penduduk miskin dari 8.9 dari keseluruhan penduduk) (Profil Kesehatan 2008) maka jumlah penduduk miskin Kabupaten Ngada mengalami penurunan sebanyak 1620 orang atau penduduk miskin berkurang sebesar 1. Dan jumlah masyarakat miskin yang tercakup Askeskin pada tahun 2007 sebanyak 42%.Dari gambar tersebut. yaitu 62% penduduk terdata sebagai penduduk miskin (4. disusul oleh Kecamatan Bajawa Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 61% (5. Jerebuu dan Bajawa Utara persentase penduduk miskin dibawah 50%.

Data lebih terperinci mengenai tingkat pendidikan dan angka melek huruf Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4 dan 5. Penduduk 10 tahun keatas yang melek huruf di Kabupaten Ngada sebanyak 50.0%).8% sedangkan perempuan lebih tinggi yaitu sebesar 51.04%.9% .0%). yaitu persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin.4 Tingkat Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk dicerminkan dengan angka melek huruf. Persentase penduduk melek huruf tertinggi di Kecamatan Aimere (89. Sedangkan pesentase penduduk menurut tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 2. dengan persentase penduduk laki-laki 10 tahun keatas yang melek huruf sebesar 48. 2009.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber .2. Dari gambar menunjukkan bahwa persentase tertinggi penduduk usia 10 tahun keatas berdasarkan tingkat pendidikan paling tinggi pada tingkat pendidikan SD/MI (40%) sedangkan yang tidak tamat SD/tidak mempunyai ijazah sebanyak 35% kemudian disusul dengan tingkat pendidikan SLTP (9. Profil Kesehatan 2009.6%) dan terendah di Kecamatan Jerebuu (11. Ngada Dalam Angka. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 10 .

perilaku. Salah satu penyebab masih tingginya kasus lahir mati karena Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 11 . Kelahiran hidup sebanyak 3115 kelahiran. balita dan ibu maternal yang dilaporkan oleh petugas kesehatan. Angka Kematian Bayi (AKB). pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik. yang dimaksud dengan keadaan sehat adalah keadaan meliputi kesehatan badan. Beberapa indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI). Secara sederhana keadaan sakit itu dinyatakan sebagai : Penyimpangan dari keadaan normal. Faktor-faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan adalah : lingkungan. sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. atau 1. Jumlah bayi lahir mati yaitu kematian bayi sejak lahir sampai dengan 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Menurut UU Kesehatan RI No.BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Pengertian tentang keadaan sehat dan sakit sangat penting mengingat kita harus dapat menentukan ada/tidaknya permasalahan/penyakit diantara masyarakat dan seberapa besarnya masalah tersebut.1 Mortalitas Data kematian yang terdapat pada masyarakat dapat diperoleh melalui survey. Jumlah bayi lahir mati di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 55 kasus kematian. Pelayanan Kesehatan dan Faktor Genetika. Indikator-indikator tersebut ditentukan oleh 4 faktor utama yaitu Perilaku Masyarakat. cacat. Program pembangunan kesehatan di kabupaten Ngada ini dilaksanakan dikatakan cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi. rohani ( mental ) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit.74% dari 3170 kelahiran. AKABA dan Peningkatan Status Gizi Masyarakat serta status Angka Kesakitan dan Kondisi Penyakit Menular. karena sebagian besar kematian terjadi di rumah. belum menggambarkan Angka Kematian sebenarnya di masyarakat. Keempat faktor utama ini diintervensi melalui beberapa kegiatan pokok yang mempunyai dampak ungkit besar terhadap upayaupaya percepatan penurunan AKI. AKB. 23 tahun 1992. walaupun masih dijumpai beberapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Lingkungan. Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi. 3. Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. Sehingga jumlah kematian bayi. baik struktur maupun fungsinya atau Keadaan dimana tubuh atau organisme atau bagian dari organisme/populasi yang diteliti tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari keadaan patologisnya.

Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lahir mati tahun 2008 sebanyak 59 kasus maka pada tahun 2009 mengalami penurunan. Infeksi. Trend AKB di Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 3.94% persalinan ditolong oleh Dukun atau sebanyak 250 persalinan. dan persentase persalinan ditolong oleh dukun mengalami peningkatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 12 . Penyebab kematian bayi terbanyak adalah Asfiksia.1. hal ini menunjukkan bahwa AKB Kabupaten Ngada lebih tinggi dari AKB Propinsi NTT.masih banyak persalinan yang dilakukan tidak di sarana kesehatan dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan berkompetensi bidan.5/1000 Kelahiran hidup dengan absolut kematian sebanyak 57 kematian. a. dan Kecelakaan. namun jumlah absolut kasus menurun.7 atau 18 per 1000 Kelahiran Hidup. Diare.000 KLH. Yang sama artinya setiap 1000 kelahiran hidup terjadi 18 kematian bayi. Ikterus. Cacat Bawaan. maka AKB Kabupaten Ngada mengalami peningkatan. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003 AKB Indonesia sebesar 35 per 1. Kejang. penyebab kedua adalah Pneumonia. AKB Propinsi NTT yang dilaporkan tahun 2007 sebesar 11/1000 KLH (1159 kematian). dengan absolut kematian sebanyak 55 kasus. Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 17. penyebab lainnya adalah Aspirasi. Hal ini merupakan masalah serius yang harus segera diatasi sejalan dengan kebijakan Revolusi KIA Provinsi NTT yang menyatakan bahwa semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. dimana 7. Trend Angka Kematian Bayi dper 1000 Kelahiran Hidup Di kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Jika dibandingkan dengan Angka kematian bayi (AKB) Kabupaten Ngada tahun 2008 sebesar 16. Malaria. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kelahiran maka persentase lahir mati mengalami peningkatan.

9 atau 3 per 1000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 2. b.000 KLH pada tahun 2015 (MDG’s). Mengatasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan dana untuk pelacakan kasus kematian bayi antara lain melalui kerjasama dengn AIP-MNH (Australia-Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt) dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi kebidanan serta pertemuan-pertemuan lintas sektor dan lintas program dengan petugas kesehatan di Puskesmas. keadaan kesehatan kurang baik menjelang kehamilan. Febris dan Gizi Buruk. Jumlah kelahiran dan kematian bayi dan balita secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6. Penyebab kematian Balita terbanyak adalah Pneumonia. serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. c.000 Kelahiran Hidup dengan absolut 7 kasus kematian ibu dari 3115 KLH. 1 kasus terjadi di Kecamatan Riung Barat dengan penyebab Emboli Air Ketuban (Suspect Emboli Air Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 13 . Namun secara absolut atau dilihat dari jumlah kasus kematian balita terjadi penurunan dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 9 kasus pada tahun 2009. Angka tersebut masih dibawah target IS 2010 yaitu sebesar 102/100. 2 kasus terjadi di Kecamatan Aimere dengan penyebab Hepatitis. Jika debandingkan dengan AKI Kabupaten Ngada Tahun 2008 yang dilaporkan sebesar 144/100. persalinan dan masa nifas.000 KLH atau 5 kematian dari 3464 KLH.1 per 1000 Kelahiran Hidup. Dari 7 kasus Kematian Ibu 3 kasus terjadi di Kecamatan Golewa dengan penyebab Perdarahan karena Kehamilan di Luar Kandungan (KET) dan perdarahan setelah melahirkan (post-Partum). jantung dan Pre-eklamsia berat. maka tidak terjadi peningkatan atau penurunan. maka terjadi peningkatan AKI. walaupun terjadi penurunan pada tahun 2007. dan terjadi peningkatan AKB yang cukup tinggi pada tahun 2008 dan 2009. Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 224. atau peningkatan jumlah kematian. Jika dibandingkan dengan AKABA tahun 2008 yaitu 3. 1 kasus kematian terjadi di Kecamatan Riung dengan penyebab Perdarahan Post-Partum. Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi. Obs. Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan.7 atau 225 per 100. Pustu dan Polindes. sedangkan penyebab kematian lainnya adalah Kejang. kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran.AKB Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan.

kunjungan rumah ( sweeping ) post persalinan oleh petugas belum optimal. Data kasus kematian ibu secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran.000 Kelahiran Hidup) Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa AKI Kabupaten Ngada dari tahun 20052008 cenderung mengalami penurunan. di Pustu dan Puskesmas. Pendanaan.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 (per 100. Jejaring Notifikasi bertugas untuk mendata semua sasaran kesehatan terutama ibu hamil. Grafik 3. transportasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi dan KB. namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan AKI. masih ada pertolongan persalinan oleh dukun. Donor Darah. tabel 7. Upaya untuk menekan angka kematian ibu dilakukan denganmeningkatkan kemitraan bidan dan dukun untuk mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan dengan harapan agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR). balita dan kelompok rentan. serta letak geografis yang masih sulit untuk mengakses sarana kesehatan dan belum diterapkannya P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) secara optimal. sehingga pada saat ibu hamil atau warga yang membutuhkan darah. Selain tersebut diatas upaya yang dilakukan adalah penggerakan dan pengembangan Desa Siaga dengan membangun 5 jejaring yaitu Notifikasi. bayi. Jejaring Pandanaan bertugas untuk mengumpulkan iuran atau dana solidaritas warga untuk kesehatan. Adanya kasus kematian ibu maternal di Kabupaten Ngada disebabkan oleh kurangnya kuantitas maupun kualitas tenaga bidan terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil.Ketuban). Jejaring Donor Darah mendata semua golongan darah dari warga setempat. kurangnya sarana dan prasarana dalam pelayanan Emergensi Obstetrik dan Neonatal baik itu di Polindes. jejaring Transportasi untuk memudahkan merujuk warga terutama ibu hamil Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 14 . kondisi sosial ekonomi masih rendah untuk membiayai.

ke-3 tahun 2008 dan urutan ke-2 tahun 2009. Pola 10 Penyakit Terbanyak Dari laporan LB1 (Laporan Bulanan) puskesmas menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyakit yang selalu menduduki urutan teratas tiap tahunnya.71 40.41 14.52 4.14 & rematik) Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan Lab) 17.46 7.64 37. jaringan pengikat (Pyk tulang blkg. 2009 Dari data penyakit diatas menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas merupakan penyakit pada urutan pertama selama 3 tahun terakhir ini.81 7.35 Tropika) Penyakit pada sistem otot. Terobosan lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah dengan mencanangkan REVOLUSI KIA yaitu Semua Persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai.ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.02 1. yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. Jejaring Kespro dan KB bertujuan untuk konseling KB pada PUS dan pendataan akseptor aktif.33 colera atau disentri Penyakit lain pada saluran pernapasan 9.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007 -2009 Tahun Tahun Tahun Jenis Penyakit 2007 2008 2009 % % % Infeksi Akut pada Saluran Pernapasan 21.60 bag atas di luar ISPA Diare 2. Sedangkan Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium mengalami peningkatan yaitu urutan ke-5 tahun 2007. hal ini disebabkan karena telah tersedianya sarana dan prasarana laboratorium di Puskesmas untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 15 .05 5. semester dan tahunan dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) Puskesmas dan sarana pelayanan swasta.16 No 1 2 Trend ↑ ↑ 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ↑ ↓ ↑ ↓ ↑ Sumber : Laporan Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Khusus dan Rujukan.61 2.23 Infeksi Penyakit Usus lain di luar diare. A.60 2.38 2.95 Penyakit Kecacingan 1. 2.00 22.53 Penyakit lainnya 26.02 6.07 Bag Atas Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium (Termasuk Malaria 4.99 Ginggivitis atau Penyakit Periodental 1. triwulan.50 3.2 Morbiditas Angka kesakitan penduduk diperoleh dari pengumpulan data di masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui kunjungan rumah dan laporan bulanan.68 27. radang sendi 6.66 Scabies 1. 3.

Sedangkan kasus malaria positif pemeriksaan darah di laboratorium sebanyak 7912 kasus atau sebanyak 42. Penyakit Menular Bersumber Binatang 1. Semua penderita Malaria dengan gejala klinis maupun positif yang berkunjung ke Puskesmas. Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah kasus malaria klinis terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa/ke Puskesmas Kota sebanyak 2. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar 57 per 1000 penduduk. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 16 .736 kasus.46% dari seluruh kasus penderita malaria klinis. Jumlah kasus malaria klinis (demam tinggi disertai dengan menggigil) di Kabupaten Ngada masih tinggi. dengan AMI (Annual Malaria Incidence) 78 per 1000 penduduk. dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. terlihat dari jumlah penderita tahun 2009 (yang berobat ke Puskesmas) sebanyak 10. data malaria klinis ini sebagian besar merupakan pasien yang berobat ke Pustu maupun Polindes. Polindes maupun ditemukan pada saat pusling diberikan pengobatan malaria.pemeriksaan parasit malaria.balita dan lansia. Penderita malaria klinis di Kecamatan Bajawa Utara wilayah kerja Puskesmas Watukapu dan Kecamatan riung Barat wilayah kerja Puskesmas Maronggela serta kecamatan Wolomeze wilayah kerja Puskesmas Natarandang tidak dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium karena di Puskesmas bersangkutan belum tersedia Laboratorium kesehatan. Pustu. Laporan Bidang Kesmas. 2009. dan hal ini menyebabkan Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan laboratoris) mundur ke urutan ke-4. yang tidak tersedia laboratorium dasar. Malaria Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terutama di Kabupaten Ngada yang merupakan daerah endemik malaria. B.721 kasus. Grafik 3.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Kesehatan 2009.

Aimere. Penyebaran wilayah endemis malaria dapat dilihat pada peta berikut : Peta 3.776 kasus pada tahun 2008 maka kasus malaria klinis mengalami penurunan. pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent). Daerah Endemis Malaria Ringan atau Rendah adalah Kecamatan Riung dan Wolomeze. Bajawa Utara dan Riung Barat. Trend kasus malaria selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini: Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 17 . (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit malaria dalam bentuk peran serta masyarakat melalui : (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas. Lebih terperinci mengenai Malaria dapat dilihat pada lampiran Profil tabel 11. pemakaian baju tebal dan (3) menghilangkan atau membersihkan sarang nyamuk menghilangkan genangan air. dengan AMI paling tinggi yaitu 172 per 1000 penduduk. Bajawa.1 : Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Dari peta diatas diketahui bahwa daerah dengan potensi endemis berat atau tinggi adalah Kecamatan Soa. pemasangan kasat kasa di rumah. Sedangkan daerah dengan endemis malaria Sedang adalah Kecamatan Golewa. memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air.Jika dibandingkan dengan jumlah kasus Malaria Klinis 20.

000 penduduk maka tahun 2009 terjadi penurunan kasus DBD. Sedangkan kasus malaria positif mengalami cenderung menagalami peningkatan dari tahun 2005-2008. Pada tahun 2009 Angka Kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sebesar 7 per 100. dan menurun pada tahun 2009.Grafik 3.000 penduduk dengan absolut sebanyak 9 kasus.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik diatas menggambarkan jumlah kasus malaria klinis selama 5 tahun terakhir (2005-2009) cenderung menurun dan mengalami penurunan pada tahun 2009. Menurunnya kasus malaria menunjukkan derajat kesehatan masyarakat semakin baik yang juga didukung oleh bantuan Global Fun ATM yaitu Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam pemberantasan penyakit Malaria sejak tahun 2006 terutama bantuan kelambu berinsektisida. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 dengan Angka Kesakitan 30 per 100. belum memasyarakatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah masalah yang perlu diperhatikan di Kabupaten Ngada. namun kasus-kasus ini sebagai akibat mobilitas penduduk. 2. Demam Berdarah Dengue (DBD) Kondisi yang menyebabkan DBD adalah Tingginya mobilitas penduduk. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 18 . kurang efektifnya Fogging Fokus dengan Fogging sebelum penularan. Dari data menunjukkan bahwa DBD merupakan kasus atau penyakit yang bersifat periodik atau mempunyai siklus waktu tertentu Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.

Meningkat dari 2 per 100. Filariasis Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”.Grafik 3.namun penderita tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1970an dan sudah diberi tatalaksana/pengobatan. 3. Anopheles dan Culex.635 orang. Di Indonesia.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 6 per 100. Brugia Malayi dan Brugia Timori. Angka Kesakitan DBD dilihat dari gambar diatas mengalami peningkatan setiap 2 tahun. sampai dengan tahun 2003 kasus kronis Filariasis telah menyebar ke 30 provinsi pada lebih dari 231 kabupaten dengan jumlah kasus kronis 6. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Di kabupaten Ngada pada tahun 2008 terdapat 26 kasus filariasis yang terdapat di kecamatan Bajawa Utara dan Riung Barat. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 19 . dari beberapa jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor Filariasis yaitu Mansonia.000 penduduk pada tahun 2008 dan menurun menjadi 7 per 100.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Sumber : Profil Puskesmas 2008. kemudian menurun menjadi 3 per 100.000 penduduk pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan menjadi 30 per 100.000 penduduk pada tahun 2006.000 penduduk di tahun 2009. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap. yaitu Wucherecia bancrofti. Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria.

1% (86 kasus) tidak VAR lengkap. maka penderita kasus gigitan HPR langsung diberikan VAR atau Vaksin Anti Rabies. maka mengalami penurunan. Dari 426 penderita yang dinyatakan positif TB dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak/sputum yang positif BTA (Basil Tahan Asam) sebanyak 47 orang atau 11%. Di Kabupaten Ngada. sosial ekonomi masyarakat. dan tidak ditemukan penderita baru. Bila dibandingkan dengan kasus Filariasis tahun 2007 sebanyak 44 kasus. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar ke-3 di dunia.000 penderita baru TB) dan 140. Dan angka kesembuhan penderita TB BTA + sebesar 62% atau 29 penderita sembuh. namun 44 kasus Filariasis pada tahun 2007 terjadi di kecamatan Boawae yang pada tahun 2008 sudah masuk wilayah Kabupaten Nagekeo. hal ini dikarenakan adanya penjaringan penderita dengan gejala klinis TB paru dan adanya pemeriksaan kontak serumah. serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini. yang setiap tahunnya diperkirakan ada penderita baru TB menular sebanyak 262. dan eliminasi terhadap HPR belum secara total dilakukan. Jika dibandingkan dengan kasus TB Paru pada tahun 2008.000 orang (44. dan 12. Angka tersebut diyakini sangat memungkinkan. Penderita yang dobati adalah yang BTA positif sejumlah 47 penderita atau 100%.5% (41 kasus gigitan) tidak diberi VAR. maka pada tahun 2009 mengalami peningkatan. Akibat gigitan HPR ini terdapat 1 korban meninggal dari Kecamatan Soa. 4.9% dari 583. oleh karena Kabupaten Ngada merupakan daerah Endemik Rabies.4% (202 kasus) diberikan VAR lengkap. Dari 329 kasus gigitan diantaranya 61. 26. Rabies Di Kabupaten Ngada Pada tahun 2009 dilaporkan adanya kasus gigitan HPR (hewan Penular Rabies) sebanyak 329 kasus.55.walaupun bengkak pada kakinya tetap ada. apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan. TB Paru WHO memperkirakan pada saat ini. namun tidak bertambah besar. dari laporan Puskesmas oleh pengelola P2TB (pencegahan dan Penanggulangan Tuberculosis) suspek TB Paru atau suspek dengan gejala-gejala klinis menderita TB paru sebanyak 426 orang. Sedangkan pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus filariasis. Dan CFS atau Case Fatality Rate atau persentase korban meniggal karena kasus Rabies adalah 4. dan desa tersebut dikatakan rawan terhadap kasus Rabies. dengan Attack rate 1. C.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC. Lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 13. Penyakit Menular Langsung 1.17% atau 1 korban meninggal dari 24 kasus gigitan yang berasal dari Kecamatan Soa. dimana suspek TB Paru sebanyak 240 orang. Sedangkan kasus TB Paru dengan BTA+ mengalami Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 20 . dimana pernah terjadi kasus rabies.

Angka Kesakitan Diare tahun 2009 sebesar 18 per 1000 penduduk. Diare Pada tahun 2009 Peyakit Diare menduduki urutan ke-7 dalam Pola Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 21 . TB Paru BTA Positif. Grafik 3.penurunan yaitu 66 orang pada tahun 2008 menjadi 47 orang pada tahun 2009. sehingga pengobatan TB sebagian besar diawasi oleh petugas kesehatan. hal ini disebabkan belum optimalnya Pengawasan Minum Obat (PMO) di tingkat keluarga. pemeriksaan sputum terhadap BTA dilakukan di Laboratorium Puskesmas Waepana. Diare pada balita ditangani 100% atau semua penderita diare balita ditangani dengan pemberian oralit maupun infus (Rnger Laktat/RL). 2. Angka kesembuhan pengobatan TB paru tidak mengalami peningkatan yaitu 62 % pada tahun 2008 dan 2009.6 Perbandingan TB Paru Klinis.4 per 1000 penduduk. Suspek TB Paru pada Puskesmas Maronggela.488 kasus dan 57. Watukapu dan waepana. Pustu. Polindes dan Pusling (tidak termasuk RSU) di Kabupaten Ngada. Jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa diare sebanyak 2. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 9.76% diantaranya merupakan penderita balita (1437 kasus). maka terjadi penurunan Angka Kesakitan Diare. jika dibandingkan dengan Angka Kesakitan Diare tahun 2008 19. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan Di kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Dari Grafik dapat dilihat bahwa penderita TB Paru klinis paling banyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Waepana kemudian disusul Wilayah Kerja Puskesmas Koeloda. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.

6 kasus ditemukan pada tahun 2008 dan 4 diantaranya sudah meninggal. Semakin tingginya mobilitas penduduki antar wilayah. Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) melalui suntikan memberikan kontribusi yang besar terhadap meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS. 8 kasus ditemukan tahun 2009. Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah membentuk KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) pada tahun 2008 sesuai Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 22 . Dari 29 kasus tersebut. Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada merupakan fenomena gunung es. meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangannya. dan 6 diantaranya meninggal. Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa itu adalah penyakit yang memalukan. Dan dari 29 kasus tersebut. 3 diantaranya meninggal. tahun 2006 ditemukan sebanyak 3 kasus dan telah meninggal semuanya. Dan beberapa suspek atau orang yang dicurigai menderita HIV/AIDS menolak untuk mengikuti pemeriksaan darah. tahun 2007 ditemukan sebanyak 5 kasus HIV/AIDS. terjadi fluktuasi penemuan penderita HIV/AIDS dan trend kasusnya cenderung meningkat. HIV/AIDS Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus di Kabupaten Ngada menunjukkan peningkatan. dimana yang nampak hanya sebagian kecil saja. 3 diantaranya meninggal. dilihat dari penambahan jumlah kasus. meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman seiring dengan zaman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika. tahun 2004 2 kasus dan tahun 2003 1 kasus. penyebaran pembangunan ekonomi. perkembangan teknologi yang semakin pesat. penderita HIV/AIDS yang hidup dan terdata sebanyak 9 orang.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi Di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Dari gambar kasus diatas. tahun 2005 ditemukan 4 kasus.3. Jumlah penderita HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 sampai 2009 sebanyak 29 penderita. sehingga banyak sekali kasus yang tidak terjaring. Gambar 3.

Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.9. Grafik 3.dengan Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2007 dan telah membentuk jasringan ODHA dan OHIDHA.10. Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran penderita HIV/AIDS menurut kelompok umur. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.8. jenis pekerjaan dan jenis kelamin. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada tahun 2003-2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 23 .

55% dengan jumlah penduduk sekitar yang terancam 1. BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR).551 penduduk. Pada tahun 2009 terjadi KLB Rabies di Kecamatan Soa yaitu terdapat 1 korban meninggal karena Rabies dari 24 kasus gigitan di Kecamatan Soa. D. Sedangkan menurut jenis pekerjaan terbanyak pada IRT (Ibu Rumah Tangga) dan swasta. dan terbanyak pada kelompok umur 21-25 tahun dan 26-30 tahun. Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang. dan langsung diberi tatalaksana atau penanganan pengobatan kasus tersebut. 3. Namun kegiatan deteksi dini IMS atau PMS di Kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal. status gizi wanita usia subur. Pekerjaan sebagai Sopir merupakan kasus terbanyak ketiga. Pada tahun 2009 dari deteksi dini IMS yang dilakukan terdapat 63 kasus IMS. Di negara berkembang. 4. banyak BBLR dengan IUGR Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 24 . yang sudah menjalankan kegiatan deteksi dini IMS ini adalah Puskesmas Aimere dan Kota.3 Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum. bayi dengan Berat Badan lahir Rendah (BBLR). IMS Deteksi dini kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dilakukan di Puskesmas dengan menerapkan managemen PMS pada ibu hamil yang datang ke sarana kesehatan. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain. Kejadian Luar Biasa Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan wabah. status gizi balita. hal ini disebabkan karena mobilisasi para sopir antar daerah.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. yang wilayah kerjanya terdapat kasus HIV/AIDS. Attack Rate 1.Dari gambar diatas diketahui bahwa terdapat kasus HIV/AIDS pada penduduk kelompok umur 0-5 tahun (balita) 1 kasus. A. Status gizi janin dan bayi sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil atau ibu menyusui. dan Case Fatality Rate atau Rasio korban meninggal karena rabies dibanding korban gigitan HPR sebesar 4.17 %. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Menurut jenis kelamin kasus HIV sebagian besar ditemukan pada laki-laki yaitu 19 kasus. karena disamping merupakan faktor predisposisi seperti penyakit infeksi yang dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual. Kurang Energi Kronik (KEK). Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2.

karena ibu berstatus gizi buruk. malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil. namun pada tahun 2007 terjadi peningkatan kasus yang signifikan (154 kasus) dan mengalami penurunan pada tahun 2008 (70 kasus). anemia. Perkembangan kasus BBLR di Kabupaten Ngada sejak tahun 2004 sampai 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 3. B. gizi kurang (z-score<-2 SD sampai 3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD). untuk menanggulangi masalah gizi atau untuk memperoleh gambaran konsumsi gizi di tingkat rumah tangga dan status gizi masyarakat dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Pemantauan Status Gizi (PSG) atau Pemantauan Wilayah Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 25 . Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Lebih rinci mengenai Bayi BBLR dapat dilihat pada lampiran tabel 15.78% dengan absolut 54 bayi. dimana cenderung terjadi penurunan dari tahun 2004 (183 kasus) sampai tahun 2006(96 kasus). 2009 Perkembangan persentase kasus BBLR di Kabupaten Ngada selama 6 tahun terakhir mengalami fluktuasi. dan menurun lagi pada tahun 2009 (54 kasus). Kategori yang digunakan adalah : gizi lebih (zscore>+2 SD). Meskipun semua bayi BBLR pada tahun 2009 ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan namun tindakan atau upaya-upaya preventif harus tetap dilaksanakan untuk menekan angka kejadian BBLR. gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD). Bayi BBLR di kabupaten Ngada yang dilaporkan Puskesmas dari 3115 kelahiran hidup 93% diantaranya yang ditimbang (2893 LH) dan yang BBLR sebanyak 1.11 Perkembangan Persentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada Tahun 2004-2009 Sumber : Profil Puskesmas. Di Kabupaten Ngada. dan semua bayi BBLR telah ditangani oleh tenaga kesehatan. Salah satunya adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini ke sarana pelayanan kesehetan dan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB).

2%. dan telah mengalami peningkatan berat badan. Grafik 3.Setempat (PWS) di seluruh kecamatan. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Seksi Gizi. gizi kurang 828 kasus atau 8. Disadari bahwa untuk mengatasi masalah ini sektor kesehatan saja tidak akan mampu mengintervensi masalah gizi buruk sampai ke akar.321 balita yang terdata. perlu kerjasama yang baik dengan sektor terkait seperti ketahanan pangan. sedangkan 4 orang balita gizi buruk dengan penyakit penyerta telah dirawat di sarana kesehatan. Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebanyak 4.944 balita yang datang dan ditimbang Bila dibandingkan dengan cakupan balita ditimbang tahun 2008 yaitu 85% mengalami penurunan. terdapat 10.52% berat badan naik dengan absolut 7388 balita. sedangkan balita gizi buruk sebesar 0. Kematian balita yang disebabkan oleh gizi buruk sebanyak 2 balita. Namun masih terdapatnya kematian balita akibat gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan. Upaya yang dilakukan terhadap 20 orang balita gizi buruk adalah dengan pemberian PMT Pemulihan. 254 diantaranya adalah bayi BGM. sedangkan gizi buruk 21 kasus atau 0. peran keluarga yaitu orang tua balita dan pemenuhan kebutuhan gizi dari saat ibu hamil sampai saat anak lahir dan bertumbuh kembang. Hasil pemantauan status gizi balita yang datang ke Posyandu 67.21%.19% atau 21 balita.12 Proporsi Status Gizi Baik. Dari 484 balita BGM. dan yang telah diberikan MP ASI (makanan Pendamping ASI) untuk menambah asupan gizinya sebanyak 105 bayi. ini menunjukkan hasil yang baik dari pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Keluarga. dan pertanian.42% dari seluruh balita pada tahun dari 14. sektor ekonomi dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 26 .59% meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2008 yaitu 88%. bila dibandingkan tahun 2008 maka jumlah kasus gizi buruk mengalami penurunan. 2008 Dari gambar diketahui bahwa status gizi baik Kabupaten Ngada sebanyak 91. Hasil PSG/PWS yang dilaksanakan 2009 di posyandu atau sekitar 76.42% dengan absolut 484 balita.

bisa dikatakan kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan Jerebuu. Data selengkapnya tentang status gizi dapat dilihat pada lampiran tabel 16 dan 24. Bajawa Utara. untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan upaya preventif untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. sehingga perubahan derajat kesehatan terutama pada Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 27 . dimana prevalensi gizi buruk dan kurangnya berkisar antara 6%-10%. Sedangkan kecamatan yang berpotensi berat rawan gizi yaitu Kecamatan Golewa. Kecamatan dengan prevalensi gizi buruk dan kurang potensi ringan. 3. Kecamatan dengan potensi sedang rawan gizi yaitu kecamatan Wolomeze dan Bajawa.2 Dari gambar diatas diketahui bahwa Kecamatan Riung Barat merupakan Kecamatan Rawan Gizi yaitu kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada balita lebih dari 15%. Peta 3. namun tetap mendapat penanganan yang lebih untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. sehingga tidak menjadi kecamatan rawan gizi. Soa dan Riung. Aimere.sektor pemberdayaan dan penggerakan masyarakat desa.4 Umur Harapan Hidup Penurunan angka kematian bayi sangat berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH). Angka kematian bayi merupakan indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Estimasi Ngada dalam Angka. Ngada menduduki urutan kedua. Dan urutan ketiga setelah Kabupaten Ngada adalah Kabupaten Ende dengan UHH laki-laki 64 tahun dan perempuan 68. meningkatnya Umur Harapan Hidup secara tidak langsung juga member gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.3 tahun.6 tahun dan perempuan 68. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 28 . Umur Harapan Hidup di Kabupaten Ngada untuk laki-laki mencapai usia 64.8 tahun. Angka ini bila ditinjau tingkat Propinsi NTT. dimana urutan pertama adalah Kota Kupang yaitu laki-laki 70 tahun dan perempuan 73.6 tahun. 2009 (Badan Pusat Statistik).penurunan AKB dan kenaikan UHH.

Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. Pelelayanan ANC standar yaitu Penimbangan Berat Badan.BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Untuk meningkatkan cakupan K1. 4. Cakupan K1 merupakan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemberian Imunisasi TT.1 Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khusunya untuk tahun 2009. satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya.2%. yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang diutamakan pada kegiatan promotif dan preventif. perlu adanya sosialisasi terutama bagi ibu hamil untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 29 . Angka capaian ini belum merupakan K1 murni melainkan jumlah kunjungan pertama ibu hamil ( kontak pertama ). Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapat pelayanan antenataldi fasilitas kesehatan sesuai standar paling sedikit 4 (empat) kali. Pemeriksaan kehamilannya. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan yang selanjutnya berpengaruh hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi. cakupan ini menurun dibandingkan cakupan tahun 2008 yaitu 93. dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama.8%. Pemberian Tablet Besi. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan. pemeriksaan tensi dan Konsultasi. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. sebesar 83. dokter umum. Cakupan pelayanan kunjungan baru ibu hamil ( K1 ) di Kabupaten Ngada tahun 2009 berdasarkan data dari Puskesmas. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : A. telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. 1. bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya.

Namun kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan dana dan prasarana untuk pendataan ibu hamil dan kekurangan tenaga sehingga banyak bidan yang mempunyai tugas rangkap.memeriksakan diri ke Puskesmas. Grafik 4. Masalah adalah dukungan dari keluarga ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara dini di fasilitas kesehatan masih sangat kurang. 2009 Gambar diatas menunjukkan bahwa baik secara kecamatan maupun kabupaten cakupan pelayanan ibu hamil K4 masih jauh dari target SPM yaitu 95%. karena masih adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yaitu kehamilan harus disembunyikan dari hal-hal gaib dan semacamnya. Data selengkapnya mengenai pelayanan ANC ibu hamil dapat dilihat pada lampiran tabel 17.53%).1 Persentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wialayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 30 .90%. Selain itu juga banyak kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan pada usia dini atau usia lanjut yang menyebabkan ibu hamil malu untuk memeriksakan kehamilannya. maka pencapaian secara kabupaten belum memenuhi target. Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) selama masa kehamilan dimaksudkan untuk mengatasi kasus anemia ibu hamil serta meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe selama masa kehamilan hingga persalinan. Bila dibandingkan dengan target SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan tahun 2010 yaitu K4 ibu hamil 95%. sehingga sweeping ibu hamil sangat penting untuk dilakukan. Sedangkan cakupan K4 sebesar 58. Kecamatan dengan pencapaian paling rendah yaitu kecamatan Soa Puskesmas Waepana (30.27% yaitu 2630 ibu hamil dari 4674 proyeksi ibu hamil/ ibu hamil yang diperkirakan. Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 56. Permasalahan tidak tercapainya K4 adalah tidak tercapainya K1 murni yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali pada triwulan 1/sebelum lewat dari 3 bulan kehamilan.

Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan.Grafik 4. kesalahan pencatatan dan pelaporan atau masalah teknis lainnya. Tahun 2009 dan 2010 Pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Kesehatan dibantu dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Program AIP-MNH NTT (Australia – Indonesia Partmership for Maternal and Neonatal Health in NTT). karena permasalah kematian ibu yang utama terjadi di Kabupaten Ngada adalah perdarahan pada persalinan. dengan cara pemecahan masalah Kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan tim kabupaten yang dikenal dengan DTPS (District Team Problem Solving). kecuali ibu hamil dengan malaria positif.2 Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe3) pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.5% sedangkan cakupan Fe3 terendah adalah kecamatan Bajawa Utara (Puskesmas Watukapu) yaitu 28. Tujuan utama program ini adalah mengupayakan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi NTT. keterlambatan merujuk dan pertolongan persalinan masih dilakukan oleh dukun bersalin.5%. 2. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 25. Adanya selisih antara kedua cakupan tersebut perlu ditelusuri lagi sebab-sebab yang mungkin terjadi. Kecamatan dengan cakupan Fe3 paling tinggi adalah kecamatan Wolomeze (Puskesmas Natarandang) yaitu 83. 2009 Pemberian tablet Fe3 dimaksudkan bagi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya. dan dikonsentrasikan pada pertolongan persalinan. hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (professional). pada tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 31 . Berbagai upaya telah dilakukan. misalnya kelalaian petugas kesehatan. Seharusnya cakupan Fe3 sama dengan cakupan K4 karena setiap memeriksakan kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan setiap triwulan ibu hamil harus diberikan tablet Fe. dimana satu kali pemberian Fe sebanyak 90 tablet.

maka untuk Kabupaten Ngada telah mencapai target. Namun dengan adanya Keputusan Gubernur NTT nomor 42 tahun 2009 tentang Revolusi KIA yaitu Semua Persalinan Dilakukan di Faslitas Kesehatan yang Memadai maka diharapkan pencapaian pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk Kabupaten Ngada 95 sampai 100%. sistim pelayanan yang lebih komlplex dibandingkan dengan pustu dan polindes dan akses ke rumah sakit lebih dekat apabila harus dilakukan rujukan. Grafik 4. Yang dimaksudkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Ngada adalah Puskesmas dimana telah tersedia peralatan pertolongan persalinan.3 Trend Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2005-2009. kemudian mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan menurun pada tahun 2009. Cakupan pertolongan persalinan per wilayah kerja Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 32 .2009 persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan sebanyak 250 persalinan atau 7. obat-obatan yang cukup. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami fluktuasi yaitu cenderung meningkat dari tahun 2005 ke tahun 2006. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2008 dan 2009 bila dibandingkan dengan target SPM Indonesia Sehat 2010 yaitu 90%.9% dari ibu bersalin. tenaga dokter. bidan dan perawat yang mempunyai kompetensi.

Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas. Sedangkan 4 Kecamatan lainnya belum mencapai target SPM. beberapa ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan harus dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan kemampuannya maupun prasarana penanganan risti di desa dan Puskesmas.Grafik 4. persalinan premature. oedema nyata. karena banyak sekali risiko-risiko yang bisa dialami pada masa kehamilan. dan cakupan terendah adalah Kecamatan Riung Barat atau wilayah kerja Puskesmas Maronggela. Puskesmas Kota Kecamatan Bajawa dan Puskesmas Waepana Kecamatan Soa. Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi Masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian besar pada ibu. Puskesmas Koeloda Kecamatan Golewa.40% dari keseluruhan proyeksi ibu hamil. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 17. 2009 Dari gambar diatas terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan di 5 Puskesmas telah mencapai bahkan melebihi target SPM yaitu Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere. Puskesmas Watumanu Kecamatan Jerebuu. letak lintang pada usia kehamilan >32 minggu. infeksi berat/sepsis. Penanganan yang dimaksudkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 33 . 3. Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi yaitu keadaan penyimpangan dari normal. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi.4 Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Deteksi resiko. ketuban pecah dini. eklampsia.31% ibu hamil risti tersebut ditangani di Puskesmas sedangkan sisanya ditangani dengan merujuk ke RSUD sebagai Sarana rujukan strata 1 di Kabupaten Ngada. perdarahan pervaginam. tekanan darah tinggi. Yang dimaksudkan dengan Risti/Komplikasi pada ibu hamil yaitu apabila HB < 8g%. Di Kabupaten Ngada persentase ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdata oleh Puskesmas sebesar 6. dan 92. letak sungsang pada primigravida.

Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali. cakupan kunjungan neonatus di beberapa puskesmas mencapai diatas target SPM yaitu Puskesmas Aimere.59%. dan tingginya mobilitas penduduk di Ibukota Kabupaten menyebabkan kesulitan untuk melakukan KN2. petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu.41%. KN2 Puskesmas kota terendah karena banyak persalinan dilakukan di bidan praktek swasta sehingga persalinannya tercatat namun kunjungan neonatus tidak tercatat. Gambaran presentase Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 34 . satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari.5 Cakupan Ibu Hamil. Cakupan Kunjungan Neontaus kedua kali tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Maronggela sedangkan terendah di wilayah kerja Puskesmas Kota. 2009 B. Maronggela dan Natarandang. Koleoda. maka belum mencapai target.disini yaitu penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang terlatih di Puskesmas Perawatan dan RS pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif). Riung. dengan kesenjangan 7. Persentase ibu hamil risti dan ibu hamil risti ditangani dapat dilihat pada gambar berikut ini dan data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 28. Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita 1. Cakupan kunjungan neonatus (KN2) Kabupaten Ngada pada tahun 2009 sebesar 72. Grafik 4. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus. Kunjungan Neonatus Bayi umur 0 – 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 yaitu 80%. Bila dilihat menurut kecamatan.

perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan.22%.7 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 2 kali (neonatus).cakupan kunjungan neonatus menurut kecamatan pada tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini sedangkan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 15. Grafik 4. 2009 Hasil pengumpulan data/indikator kinerja SPM dari Puskesmas di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2009 sebesar 76. Grafik 4. 2009 2. bidan. Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan pelayanan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. paling sedikit 4 kali (bayi). hal ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan cakupan tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 35 .6 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.

cakupan kunjungan bayi belum memenuhi target. Jika dikaji per wilayah kerja Puskesmas . 3. Usia Sekolah dan Remaja di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 76. pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 (90%). Cakupan pelayanan Kesehatan Apras.2008 yaitu 86. Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan remaja yaitu siswa SMP/SMU. Grafik 4. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 36 . serta pelayanan kesehatan pada remaja. masih belum memenuhi target SPM yaitu 100%. Usia Sekolah dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah (balita).9%. dan pencapaian terendah adalah Puskesmas Watukapu 54. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah.8 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah.6%. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) merupakan cakupan anak umur 0 – 5 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh kembangnya sesuai dengan standar paling sedikit 2 kali pertahun. Sedangkan cakupan pelayanan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/kader kesehatan sekolah) melalui penjaringan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 64. tidak dibawa lagi ke Posyandu untuk deteksi tumbuh kembang. Hal ini dikarenakan banyak balita yang sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Data selengkapnya mengenai pelayanan pra sekolah. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Kesehatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Data dari beberapa puskesmas menunjukkan pencapaian tahun 2009 sebesar 23.07%. Pencapaian tersebut belum memenuhi target SPM yaitu 90%.88%. usia sekolah dan remaja dapat dilihat pada lampiran tabel 18. maka cakupan Kunjungan Bayi kurang lebih 4 kali di Puskesmas Waepana telah melebihi target SPM yaitu 93.42. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 15. belum dioptimalkan oleh semua Puskesmas karena keterbatasan tenaga dan dana.55%.

Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 19. Grafik 4. ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 ( enam ) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 ( dua ) tahun. Upaya yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan berupa penyampaian informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif dan pentingnya ASI Ekslusif serta manfaat bagi ibu bila menyusui. MKJP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas Di Kabupaten Ngada Tahun 2009 C. Dan proporsi PUS yang merupakan peserta KB aktif sebesar 71.4.965 PUS. karena itu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal.05% sedangkan peserta KB Baru atau pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi sebesar 13. Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pelatihan tenaga konselor ASI Eksklusif bagi para bidan dan kader posyandu. Metode KB atau kontrasepsi yang tersedia adalah MKJP dan Non MKJP. masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 80% bayi yang ada mendapat ASI Eksklusif. MOP/MOW (Metode operatif pria/metode operatif wanita) dan implant. Data selengkapnya mengenai ASI Ekslusif dapat dilihat pada lampiran tabel 32.70%. Namun demikian pemantauan atau pengawasan pemberian ASI Eksklusif dirasa belum maksimal sehingga cakupan pemberiannya masih sangat rendah. Program KB dikhususkan pada pasangan usia subur (PUS). sedangkan non MKJP adalah metode Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 37 . Pelayanan KB Program KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.15 %. untuk tahun 2009 cakupan ASI Eksklusif baru mencapai 46. Pada tahun 2009 PUS yang tercatat berjumlah 20. ASI Eksklusif ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Pada tahun 2009. seperti pada grafik 4.55%. E. Grafik 4. Gambaran presentase alat/cara KB yang diapakai peserta KB aktif dapat dilihat pada grafik berikut ini. Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (usila) yaitu yang berumur 45-59 tahun dan pelayanan usila yaitu yang berumur 60 tahun keatas tahun 2009 adalah sebesar 37. Dengan rincian pelayanan kesehatan pra usila sebesar 31. berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan tingkat perlindungan masyarakat (herd imunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i). persentase desa yang telah mencapai UCI dilaporkan sebesar 81. DPT dan campak diatas 80%.20%. Pelayanan kesehatan prausila dan usila paling tinggi pada kecamatan Riung dan Kecamatan Riung Barat. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 38 . lebih rinci mengenai cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila dapat dilihat pada lampiran tabel 39. WUS dan anak sekolah dikatakan mencapai UCI apabila cakupan imunisasi BCG. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu. sedangkan rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran tabel 22. Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi. Persentase tertinggi alat/cara KB aktif yang digunkan oleh PUS peserta KB adalah pemakaian KB suntik yaitu 44.34% kemudian alat KB Pil sebesar 19.48%.919% atau 77 desa dari 94 desa.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. sedang rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 20. kondom dan obat vagina. Polio. ibu hamil. 2009 D.19% dan pelayanan kesehatan usila sebesar 51.kontrasepsi jangka pendek yang meliputi suntik.11 dibawah ini. pil.

11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Untuk menurunkan angka kesakitan. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Polio dan campak. Pustu dan Polindes serta sarana kesehatan lainnya. DPT. karena imunisasi campak merupakan imunisasi terakhir yang diberikan pada bayi. Pertusis. Puskesmas. kematian dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC. dilihat dari indikator cakupan imunisasi campak.12 Cakupan Imunisasi BCG. Difteri. Tetanus.Grafik 4. Sedangkan untuk menilai angka drop out cakupan imunisasi dasar dapat dilihat dari selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan cakupan imunisasi campak. Hepatitis B. cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik 4. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali. Untuk menilai kelengkapan imunisasi dasar bagi bayi. HB 3 kali dan campak 1 kali. Pelayanan imunisasi bayi di Kabuputen Ngada dilakukan di Posyandu. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 39 . Polio 4 kali. DPT 3 kali.

hal ini terlihat dari cakupan imunisasi campak.83%. Garam Yodium Yodium sangat diperlukan bagi tubuh dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tubuh yaitu kebodohan. pertumbuhan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 40 . Cakupan imunisasi secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 23. Gambar 4.Dari grafik diketahui bahwa kelengkapan imunisasi dasar lengkap bagi balita adalah 73. 2009 F. angka drop out imunisasi yaitu 6. Cakupan Imunisasi TT pada IBu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada tahun 2009 Imunisasi TT kepada Wanita Usia Subur diberikan selama 5 kali yaitu Imunisasi TT1 sampai TT5. Upaya Penyuluhan Kesehatan 1.14. Grafik 4. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 26. Pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 kali setahun yaitu bulan Februari dan Agustus pada tahun 2009 sebesar 70.77%.17%.

56%. hal ini sangat mudah dilakukan tanpa harus memiliki ketrampilan khusus. terutama pada WUS di daerah endemic. Pelayanan dasar gigi ini disarankan minimal 2 kali setahun. dengan meminta siswa untuk membawa garam dari rumah masing-masing. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada ada beberapa Puskesmas yang tidak membagikan kapsul yodium oleh karena keterbatasan dana untuk pengadaan kapsul yodium. Untuk melihat kualitas yodium dalam garam. 14.40%) termasuk pada kategori desa/kelurahan dengan garam beryodium yang baik. maka dilakukan pemantauan dengan menggunakan Yodina test. Kabupaten Ngada melakukan pemantauan kandungan yodium dalam garam dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas.22. Karena terbatasnya dana untuk penyelenggaraan survey desa bergaram yodium baik.terlambat dan gondok apabila kekurangan zat yodium yang sering disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium). dari 22. dimana daerah tersebut ada kasus GAKY. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 33. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 41 . pengobatan dan penambalan sementara. maka beberapa puskesmas mengatasinya dengan melakukan iodine test di sekolah. Untuk mengatasi GAKY. Sebagai cerminan desa/kelurahan dengan garam beryodium baik pada tahun 2009 menunjukkan dari 94 desa/kelurahan sebanyak 22 desa/kelurahan (23. preventif dan kuratif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas di wilayah Kabupaten Ngada tahun 2009 dilakukan melalui pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 135. dengan pemeriksaan sampel garam yodium tidak lebih dari 2 sampel garam yang kandungan yodiumnya dibawah standar. Adapun pelayanan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk murid SD pada tahun 2009 sebesar 63. sehingga survey pemakaian garam yodium di rumah tangga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko GAKY. pencabutan gigi tetap sebanyak 604 dengan rasio tambal cabut sebesar 0. Jumlah murid yang mendapatkan perawatan gigi yakni sebanyak 3151 orang. masih jauh dari target SPM 2010 yaitu desa dengan garam yodium baik 80%. untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.967 murid yang ada. juga ada pembagian kapsul yodium bagi WUS di desa. kegiatan yang dilakukan yaitu pencabutan gigi sulung. yang dilakukan baik di sekolah atau di Puskesmas. Pelayanan Dasar Gigi Pemeriksaan gigi dan mulut merupakan bentuk upaya promotif. 2.597 murid yang diperiksa. Kabupaten Ngada merupakan salah satur daerah endemis GAKY. Hal ini menunjukan bahwa semua garam konsumsi yang beredar belum memenuhi syarat kandungan yodium.

2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 1. Kunjungan rawat jalan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Sedangkan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas disamping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani kunjungan rawat jalan. Semua puskesmas di wilayah kabupaten Ngada dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan. hal ini disebabkan karena peningkatan strata RSUD Bajawa dari UPTD menjadi RSUD Tipe C. Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan sedang hingga berat. 2009. maka persentase tertinggi adalah kunjungan penduduk di Puskesmas Aimere sebesar 149%. Sedangkan pelayanan Rawat Inap menjadi lebih tinggi karena jumlah Bed bertambah menjadi 100 buah dan pelayanan pasien rawat inap dari Nagekeo masih dilayani Kabupaten Ngada di RSUD Bajawa. Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di sarana kesehatan dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 4. Pasien harus berobat ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa. sehingga merupakan pelayanan rujukan strata 1. 2009 Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dan jaringannya lebih tinggi daripada kunjungan rawat jalan Rumah Sakit. Begitupun di Puskesmas Kota dengan persentase rawat jalan dibanding jumlah penduduk di wilayah kerjanya adalah 109% dan Puskesmas Watumanu Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 42 . dengan kata lain . Laporan Kunjungan RS.4. mengingat Kabupaten Nagekeo belum mempunyai Rumah Sakit. Waepana dan Aimere sudah melayani rawat inap.15 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Puskesmas. hal ini berarti ada penduduk yang berkunjung ke Puskesmas Aimere lebih dari satu kali dalam setahun. dan 3 puskesmas yaitu Riung.

Namun pelayanan spesialis ini tidak menetap melainkan kerjasama dengan dokter ahli yang melakukan kunjungan tiap 3 bulan sekali. Grafik 4. Persentase kunjungan rawat jalan dapat dilihat pada grafik berikut ini. persentase kunjungan rawat jalan ke sarana pelayanan kesehatan dasar sama banyak dengan jumlah penduduk tercatat yaitu 100%. Berfungsi dengan baik maksudnya adalah adannya tenaga analis terlatih untuk melakukan pemeriksaan. tersedianya reagen dan bahan-bahan penunjang pemeriksaan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 43 . dan persentase terendah adalah kunjungan ke Puskesmas Natarandang. Puskesmas Riung serta jaringannya persentase kunjungan rawat jalan 105%. Laporan RSUD 2009 2. dan data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 42. 6 puskesmas dan 1 Balai Pengobatan Swasta. Persentase kunjungan rawat jalan di 5 Puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Maronggela. misalnya pemeriksaan darah malaria. Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. penyakit dalam dan anak tersedia di rumah sakit umum bajawa.16. Puskesmas Waepana. Sedangkan pelayanan 4 spesialis dasar yaitu pelayanan kandungan dan kebidanan. bedah. pemeriksaan sputum dan pemeriksaan lainnya. Puskesmas Watukapu dan Puskesmas Natarandang dibawah 100%. dengan sarana laboratorium yang memenuhi syarat. Laboratorium Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan harus memiliki laboratorium kesehatan agar mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar. Di Kabupaten Ngada pada tahun 2009 terdapat 8 sarana kesehatan yang dilengkapi dengan laboratorium kesehatan dan telah berfungsi dengan baik yaitu rumah sakit umum. Puskesmas Surisina. Sedangkan Puskesmas Koeloda dengan wilayah kerja terluas.persentase kunjungan rawat jalan 106%.

angka ini belum mencapai target SPM nasional 90% sedangkan ketersediaan obat generik sebesar 100% atau sesuai dengan kebutuhan rata-rata tiap puskesmas yaitu 127 jenis obat. hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga karena Rumah Tangga sebagai dasar terhadap perubahan perilaku masyarakat secara umum. yang penyediaannya dilakukan dengan pengadaan obat dari berbagai sumber dana APBN. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Dengan menerapkan perilaku yang sehat. dll. Dalam profil ini. tatanan institusi dan tatanan TTU (Tempat-tempat Umum). menyapu halaman. APBD I dan APBD II. Ketersediaan Obat Esensial/Generik Adanya penerapan dalam penggunaan obat essensial dan generik. dan pemerataan obat dalam pelayanan kesehatan.3. keterjangkauan. dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan. 10) Makan buah dan sayur setiap hari. diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat terlambat /kurangnya kesadaran dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan.3 Perilaku Hidup Masyarakat Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.26% dimana dari 168 obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas terdapat 113 jenis yang telah terpenuhi 100%. revitalisasi pemasyarakatan konsepsi obat esensial dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitas pelayanan pemerintah maupun swasta. 4. tiga tatanan yang menjadi sasaran utama PHBS adalah tatanan rumah tangga. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 44 . Dalam konsep PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat beberapa tatanan. Pada tahun 2009 ketersediaan obat esensial di Kabupaten Ngada sebesar 67. menurut HL Blum adalah faktor perilaku. mengepel lantai. Dalam PHBS terdapat 10 indikator yaitu : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi 0-6 bulan diberi ASI Eksklusif 3) Seluruh anggota keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4) Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih 5) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat 6) Keluarga mempunyai rumah dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni (9m2/orang) 7) Keluarga mempunyai rumah yang lantainya bukan dari tanah 8) Seluruh anggota keluarga tidak merokok dalam rumah 9) Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit seperti mencuci pakaian.

Pencapaian ini belum memenuhi dari target SPM untuk rumah tangga sehat 65% pada tahun 2010. Dari 10 Puskesmas. namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk melakukan pendataan Rumah Tangga ber-PHBS. Data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 45. cakupan PHBS tertinggi pada puskesmas Watumanu kecamatan Jerebuu yaitu dari 200 KK yang dijadikan sampel semuanya menerapkan 7 indikator dari 10 indikator PHBS. jika dibandingkan dengan jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Jerebuu yaitu 1. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 45 . dimana pada tahun 2008 cakupan rumah tangga ber PHBS sebesar 16%. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 maka mengalami peningkatan. Grafik 4.757 KK maka sampel ini belum representatif atau belum bisa mewakili penerapan PHBS di Rumah tangga. Untuk itu perlu adanya upaya pemecahan masalah antara lain dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang PHBS bagi masyarakat serta meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor. Agar mendapatkan data yang lebih akurat mengenai PHBS maka sampel yang diambil harus lebih banyak dan representatif. Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2009 pendataan PHBS dilakukan pada tiap kecamatan diambil sampel 3495 KK yang dijadikan sampel. kurangnya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya ber-PHBS.17. capaian pemberian ASI Eksklusif dan masih banyak anggota keluarga yang merokok dalam rumah. Didapatkan hasil keluarga ber PHBS sebesar 51.59%. Rendahnya cakupan Rumah tangga yang ber-PHBS antara lain disebabkan oleh capaian kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga di setiap rumah tangga masih rendah.

kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. 2. Sarana Sanitasi Dasar Pembuangan kotoran baik sampah. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 47. air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air.352 KK yang ada sebanyak 25.50% (15. sarana pembuangan air limbah. ventilasi rumah yang baik. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan. sarana air bersih.5% di wilayah kerja Puskesmas Waepana.5% di wilayah kerja puskesmas Natarandang sedangkan cakupan tertinggi 70. Kondisi sarana penyehatan lingkungan pemukiman di Kabupaten Ngada Tahun 2009 dari 29. Berdasarkan data dari puskesmas tahun 2009 dari 27. pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana sanitasi lingkungan pemukiman (PLP).94% atau 24. Bila dibandingkan dengan target Indikator Indonesia Sehat (IS) Rumah tangga sehat 80% maka pencapaian rumah sehat kabupaten Ngada belum memenuhi target. 2009 Dari data tersebut terlihat bahwa cakupan rumah sehat terendah adalah 12.4 Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 1. yang memilki jamban yang sehat. Jamban. tempat pembuangan sampah.575 KK yang diperiksa. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 4.4. dengan hasil sebagai berikut sebagai berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 46 .405 rumah dan hasil pemeriksaan 61. Untuk meningkatkan jumlah rumah sehat perlu upaya sektor terkait untuk meningkatkan motivasi masyarakat.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat.008 rumah) diantaranya termasuk kategori rumah sehat.752 rumah yang ada jumlah yang diperiksa sebanyak 87. tempat sampah.

Data dari Profil Puskesmas 2009 dan laporan dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009.63% dengan rincian sumber air dari ledeng 79.35% dan jamban yang memenuhi criteria jamban sehat sebesar 68. perbaikan. memperlihatkan bahwa jumlah TUPM Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 47 . Untuk pengelolaannya pada daerah pemukiman di perkotaan dikelola PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten. tempat pembuangan sampah.15% diantaranya memenuhi criteria pengolaan air limbah sehat. Sistem yang digunakan melalui perpipaan dan non perpipaan. sumur dalam. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk di wilayah Ngada maka kebutuhan air bersih semakin bertambah.89% Jumlah KK yang telah memiliki tempat sampah : 26. pasar dan lain-lain. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makana/minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih. Data selengkapnya mengenai sarana Sanitasi Dasar dapat dilihat pada lampiran Tabel 48 dan 49. Jumlah KK yang telah memiliki pengolahan air limbah : 6. pemanfaatan dan pemeliharaan. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. sarana pembuangan air limbah. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar. pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah pada tempatnya. 3. sumur gali dan air permukaan. restoran.76% dan dari seluruh KK yang memilki jamban tersebut 71.Jumlah KK yang telah memiliki sarana air bersih : 81.8% diantaranya memenuhi criteria tempat sampah sehat.9%. sumur pompa tangan 0. Upaya peningkatan kualitas air bersih akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi.22%. Jumlah KK yang telah memiliki jamban untuk tempat Buang Air Besar (BAB) : 83. Upaya sanitasi meliputi pembangunan.1%.55% dan sumber lainnya 1. sumur gali 5. dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai. TUPM meliputi hotel.32% dan dari KK yang memilki pengolahan air limbah tersebut 56. Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi oleh banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit. penampungan air hujan 1.31%. Adapun sumber air di Kabupaten Ngada pada umumnya berasal dari mata air. yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban). luas lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung. Permasalahan terbanyak yang dihadapi Kabupaten Ngada yang berkaitan dengan air adalah terbatasnya dana untuk pembuatan sarana air bersih di daerahdaerah yang sulit air sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada masih belum memenuhi target SPM. ventilasi yang baik.

Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 48 . sebanyak 143 (56.91%.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Laporan Seksi Penyehatan Lingkungan. jadi tidak dilakukan pembinaan kesehatan lingkungan. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 51.46%. Grafik 4.0%. yang diperiksa 255 buah (92.08%) diantaranya termasuk kategori TUPM sehat. sarana ibadah 80.85% dan perkantoran 79.39%). karena ada beberapa 3 sarana sarana pustu/polindes yang tidak terpakai. Cakupan TUPM sehat menurut jenis TUPM dapat dilihat pada grafik berikut. juga dilakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi yang ada di Kabupaten Ngada.yang ada sebanyak 276 buah. sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 50. Berdasarkan laporan puskesmas dan seksi penyehatan lingkungan pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya meliputi sarana kesehatan 97. sarana pendidikan 96. Dari TUPM yang diperiksa. 2009 Selain pegawasan tempat-tempat umum diatas.

000 penduduk tahun 2007 adalah 5.24. dimana pada kecamatan Bajawa terdapat 2 Puskesmas. karena jumlah penduduknya terhitung paling banyak.1 Peta Penyebaran Puskesmas.000 penduduk dilayani oleh 5 puskesmas. Dari tahun ke tahun jumlah puskesmas di Kabupaten Ngada terus meningkat untuk pemerataan pelayanan di tingkat dasar. Puskesmas dan Jaringannya Puskesmas dan puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar yaitu kecamatan dan desa.BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 4. Dengan demikian rasio puskesmas per 100. Peta 5. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100. Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio puskesmas per 100.4 yang berarti setiap 100. Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di kabupaten Ngada sebanyak 10 unit yang tersebar di 9 kecamatan.000 penduduk dilayani oleh 7 puskesmas.000 penduduk pada tahun 2009 adalah 7. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 49 .1 Sarana Kesehatan A.

Dari hasil pemetaan sarana kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berikut lokasi sarana kesehatan dasar dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Kecamatan. yang tersebar di beberapa desa di wilayah kabupaten Ngada. Upaya untuk peningkatan fungsi puskesmas terus dilakukan terutama dalam peningkatan puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit. Dengan rasio puskesmas pembantu per 100. Sehubungan dengan Revolusi KIA penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB). Riung dan Waepana. Hingga tahun 2009 jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Ngada sebanyak 3 buah yaitu Puskesmas Aimere. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta 5.2. 2 puskesmas perawatan tersebut yaitu Riung dan Aimere dipersiapkan untuk menjadi puskesmas PONED (Perawatan Obstetrik Neonatal Emenrgensi Dasar).000 penduduk adalah 23.3.000 penduduk dilayani oleh 23 puskesmas pembantu. Peta 5. Pustu dan Polindes Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 50 .2 yang berarti setiap 100. Oleh karena jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu sebanyak itu maka rasio pustu terhadap puskesmas adalah 3 : 1 artinya setiap puskesmas rata-rata didukung oleh 3 sampai 4 puskesmas pembantu. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada jumlah Pustu sebanyak 32 unit. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas.Jumlah puskesmas pembantu juga cenderung meningkat seiring dengan pemekaran desa/kelurahan yang ada. dijalur-jalur jalan raya di lokasi yang rawan kecelakaan. dan pada tahun 2009 juga mempersiapkan satu puskesmas (Koeloda) untuk menjadi puskesmas perawatan.

Pada tahun 2009 BTO RSUD Bajawa adalah 49. warna merah waktu tempuh mencapai 45 menit.946 hari rawat. Jumlah tempat tidur untuk rawat inap yang tersedia sebanyak 100 tempat tidur. Bed Turn Over (BTO) Bed Turn Over diukur dengan indikator jumlah penderita rawat inap yang keluar (hidup dan mati) dalam 1 tahun dibandingkan dengan jumlah tempat tidur dengan kata lain BTO menggambarkan frekuensi pemanfaatan tempat tidur dalam setahun. Pada tahun 2009 jumlah pasien yang keluar (hidup dan Mati) sebanyak 4906 pasien. Di kabupaten Ngada terdapat satu buah rumah sakit yang melayani penduduk di 2 kabupaten yaitu Ngada dan Nagekeo. sehingga BOR sebesar 54. dan warna biru gelap waktu tempuh antara 45 – 60 menit. warna ungu daerah dengan waktu tempuh 15-30 menit.6% atau 55%. dan jika dibandingkan dengan hari perawatan maka LOS RSUD Bajawa adalah 4 hari. B. sehingga kasus rujukan dilakukan ke RSUD Tipe C Bajawa. Rumah Sakit Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk. Untuk menggambarkan cakupan pelayanan digunakan indikator pemanfaatan tempat tidur dan Indikator pelayanan rumah sakit lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bed Ocupancy Rate (BOR) Bed Occupancy Rate adalah persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit selama satu tahun.Dari peta diatas diketahui bahwa terdapat beberapa daerah dengan waktu jangkau ke sarana kesehatan dasar lebih dari 1 jam/60 menit (daerah dengan warna pudar). Standar BTO ideal adalah 40- Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 51 . Warna hijau muda dengan jarak tempuh kurang dari 15 menit. karena RSU di Nagekeo masih dalam tahap pembangunan.1 dengan kata lain satu buah tempat tidur dimanfaatkan sebanyak 49 kali dalam tahun 2009. namun sebagian besar wilayah Kabupaten Ngada dapat menjangkau sarana kesehatan dasar dengan waktu kurang dari 1 jam. Pada tahun 2009 jumlah hari perawatan RSUD Bajawa sebanyak 19. BOR ideal sesuai standar nasional adalah 60-85% sehingga dapat dikatakan BOR RSUD Bajawa tahun 2009 belum memenuhi standar nasional. Jika dibandingkan dengan standar LOS 6-9 hari maka lama hari perawatan di RSUD Bajawa tidak melewati batas standar. Walaupun jumlah rumah sakit hanya satu namun fasilitas yang tersedia terus bertambah dan mengalami peningkatan baik sarana dan prasarana maupun tipe rumah sakit. Atau rata-rata 1 orang pasien dirawat adalah 4 hari. Avarage Length of Stay (LOS) Avarage Length of Stay adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit.

Rwt.Soa Ds. Fatima dilengkapi dengan fasilitas bersalin/BKIA. Kec. St. sehingga NDR RSUD Bajawa tahun 2009 sudah melewati standar toleransi. Walburga Mataloko Kel. BP St.4. Gross Death Rate (GDR) Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. C. Kec. atau selang waktu pemakaian tempat tidur. pemerataan obat generik dan obat esensial yang bermutu bagi masyarakat. Selain rumah sakit dan puskesmas juga terdapat sarana pelayanan kesehatan milik swasta yang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diawasi oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan. Atau rata-rata hari tempat tidur tidak terisi adalah 3 sampai 4 hari.Trikora. NDR RSUD Bajawa Tahun 2009 adalah 27 per 1000 pasien keluar. Gabriel Bp. Golewa Ds. sehingga GDR 45. sehingga dapat dikatakan BTO RSUD Bajawa masih sesuai standar. (2) mempromosikan penggunaan obat Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 52 . Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. Di kabupaten Ngada tahun 2009 terdapat 5 buah BP (balai Pengobatan) Swasta yaitusebagai berikut : Nama-Nama BP Swasta dan Lokasi Kabupaten Ngada Tahun 2009 1 2 3 4 5 Bp. Mangulewa.Golewa Kecamatan Golewa BP swasta Palang Suci. Fatima juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap.Fatima Bp. Nilai GDR diharapkan tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar sehingga GDR RSUD Bajawa dalam batas toleransi. St. Santa Maria Bp. Palang Suci Bp. Dengan kata lain setiap 1000 pasien keluar terdapat 45 pasien meninggal. dan juga menempatkan tenaga kesehatan di sarana pelayanan swasta tersebut. Gabriel dan BP St. Kec. keterjangkauan. Inap St. Net Death Rate (NDR) Net Death Rate adalah angka kematian pasien Rumah Sakit 48 jam setelah dirawat di RS untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Tahun 2009 TOI RSUD Bajawa adalah 3. Sarana Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Upaya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara paripurna. dan BP St. Tahun 209 jumlah pasien mati seluruhnya 222 pasien. Turn Over Interval (TOI) Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya.Bajawa Kel. Upaya tersebut dimaksudkan untuk (1) menjamin ketersediaan.50 kali dalam setahun.3 per 1000 pasien keluar.Mataloko. Masumeli. Kec.

serta (4) melindungi masyarakat dari penggunaan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan.0%) Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 53 . Toga (Tanaman Obat Keluarag). Jumlah Posyandu yang ada di Kab. Sarana distribusi farmasi di kabupaten Ngada berupa Gudang Farmasi Kabupaten untuk mendistribusikan obat dan perbekalan kesehatan ke semua Puskesmas. Untuk mengetahui kualitas posyandu maka dilakukan telaah kemandirian posyandu yaitu suatu cara penilaian strata posyandu menjadi 4 tingkat perkembangan (Stratifikasi posyandu) yaitu kategori Pratama. menyerupai Pustu namun dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran bangunan Pustu. Sedangkan posyandu merupakan kegiatan yang tumbuh dari. mutu dan keamanan. D.yang rasional dan obat yang generik. Purnama dan Mandiri. adanya LSM Swasta dan anggaran-anggaran lain untuk kesehatan memungkinkan sarana Polindes dibangun berupa bangunan yang layak pakai. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat. Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Tahun 2009 di Kabupaten Ngada terdapat 48 Polindes yang tersebar ke 48 desa di 9 kecamatan. Polindes (Pondok Bersalin Desa). Madya. namun dengan adanya anggaran DAK Kesehatan. dan Puskesmas mendistribusikannya ke Pustu dan Polindes. sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masih sangat rendah. Ngada tahun 2009 sebanyak 274 posyandu dan berdasarkan keempat strata tersebut di kabupaten Ngada baru mencapai 3 strata sebagai berikut: • • • Pratama sebanyak 42 buah (15. POD (Pos Obat Desa). oleh dan untuk masyarakat. Dalam perkembangannya posyandu mendapat tanggapan positif dari pemerintah dan masyarakat. (3) meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian difarmasi komunitas dan farmasi klinik serta pelayanan kesehatan dasar. sarana dan prasarana belum memadai. sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat disekitarnya.3%) Madya sebanyak 169 buah (61. Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya. karena banyak faktor yang menyebabkan mutu posyandu rendah antara lain . Namun demikian tanggapan positif masyarakat ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya mutu pelayanan.7%) Purnama sebanyak 63 buah (23. banyak kader posyandu yang droup out. Polindes awalnya dibangun secara darurat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

cakupan program utama (KIA. Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui perekrutan CPNS daerah dan PTT dari Pusat sedangkan untuk pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat. tetapi juga diselenggarakan oleh swasta. 4. Namun sampai saat ini. Mengatasi hal tersebut. yang mengutamakan upaya peningkatan. Lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 46. dan sudah ada 1 atau lebih program tambahan. yang merupakan tenaga kesehatan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 54 . Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah.2 Tenaga Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional untuk melaksanakan upaya kesehatan sesuai paradigma sehat. kurang proaktifnya petugas dalam mendata ketenagaan. rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih. data tenaga kesehatan di setiap sarana pelayanan belum valid karena ada beberapa pegawai yang mengalami mutasi dan mengikuti pendidikan lanjutan di sector pemerintah dan terutama sector swasta.1 Persentase Posyandu Menurut Strata di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Posyandu Aktif adalah Posyandu yang melaksanakan kegiatan hari buka dengan frekuensi lebih dari 8 kali per tahun.Grafik 5. yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Ngada saat ini adalah meningkatkan strata posyandu bukan menambah jumlah posyandu. Gizi. Pencapaian Posyandu Aktif Kabupaten Ngada 23% jika dibandingkan dengan target cakupan SPM tahun 80% maka belum memenuhi target.KB. serta cakupan dana sehat < 50 %. Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sector pemerintah maupun swasta perlu diketahui. Data yang tersedia merupakan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. Imunisasi lebih dari 50 %.) dengan perkataan lain Posyandu aktif adalah posyandu dengan tingkat kemandirian Purnama dan Mandiri. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.

4. dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 374 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 81 orang.86% tenaga bidan.000 Persentase 35% 50% 27. Bila dilihat perbandingan rasio pada tabel diatas maka tenaga kesehatan di kabupaten Ngada masih sangat kurang atau belum mencukupi untuk melayani seluruh penduduk di Kabupaten Ngada.000 : 100. 41.000 : 100.000 : 100.000 : 100. 6.000 : 100. 2009 Bila dilihat dari rasio masing-masing tenaga kesehatan di kabupaten Ngada dibandingkan dengan rasio tenaga kesehatan standar nasional maka tenaga Perawat dengan rasio 114 per 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Perawat Perawat Gigi Bidan Ahli Gizi Sanitarian Apoteker Sarjana Kesehatan Masyarakat Asisten Apoteker Keterapian Fisik Keteknisian Medis 14 3 3 114 18 72 9 14 4 15 12 2 12 Ngada : 100. Tenaga kesehatan tersebut tersebar di Dinas Kesehatan. Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut sebanyak 7. di RSUD 138 orang dan di Puskesmas serta jaringannya 256 orang.000 : 100. Penata Rontgent.67% tenaga gizi.000 : 100.000 : 100.000 : 100. dokter gigi dan dokter spesialis.22% adalah tenaga medis yaitu dokter.000 : 100.000 : 100.35% teknisi medis yaitu analis kesehatan. ATEM. 20.000 : 100. Anestesi dan fisioterapi. 3.3% 97% 60% 72% 22.000 : 100.55% tenaga farmasi. Penjelasan mengenai kualifikasi tenaga kesehatan dan penyebarannya seperti dibawah ini : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 55 .74% tenaga sanitasi dan 1. RSUD Bajawa dan Puskesmas serta BP Swasta yang ada Di Kabupaten Ngada dengan rincian tenaga yang bekerja di Dinas Kesehatan sebanyak 61 orang.pemda/pegawai negeri.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 : 100.000 : 100. 2.98% perawat. Tenaga yang bekerja pada instansi kesehatan pada tahun 2009 sejumlah 455 orang.34% tenaga Kesehatan Masyarakat.000 penduduk merupakan paling tinggi cakupannya (97%).000 penduduk.5% 40% 50% 80% Sumber : Subag Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada.000 : 100. 5. Teknik elektromedik dan Anestesi) yaitu 12 per 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 Standar Nasional 40 6 11 117 30 100 40 40 10 40 30 4 15 : 100. Persentase tenaga kesehatan menurut jenisnya di Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.42% Perawat gigi.5% 35% 40% 37.000 : 100.000 : 100.000 : 100. sedangkan banyak tenaga kesehatan yang berstatus sukarela tidak didata. kemudian tenaga teknisi medis (Analis Lab.000 : 100. Tabel 5.000 : 100.

000 penduduk. Dengan demikian rasio tenaga bidan 72 per 100. 32 Pustu dan 48 Polindes (90 sarana) maka tenaga perawat masih belum memenuhi kebutuhan pada sarana kesehatan yang ada.Tenaga Medis terdiri dari Dokter Umum. yang bergantian selama 3 bulan sekali bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar. Rasio dokter umum dalah 14 per 100. Menurut kualifikasi pendidikannya.000 penduduk. Menurut kualifikasi pendidikan. Namun 4 tenaga dokter spesialis ini merupakan tenaga kontrak atau tidak tetap. Dr/Drg Spesialis. Tenaga dokter gigi tahun 2009 sebanyak 4 orang dokter gigi yaitu 2 orang dokter gigi PTT bertugas di Puskesmas dan 2 orang dokter gigi PNS di RSUD Bajawa. D3 Keperawatan 166 orang dan SPK 34 orang. Dan untuk mengatasi dokter umum di pelayanan gawat darurat dilakukan kerjasama dengan dokter PTT Puskesmas secara bergilir mendapat tugas jaga di Unit Gawat Darurat Bajawa. dengan rincian 12 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas dan 7 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa.000 penduduk masih jauh dari standar nasional 40 per 100. Jumlah tenaga Bidan tahun 2009 sebanyak 100 orang. Sehingga rasio tenaga dokter spesialis 3 per 100. Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak. 4 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa sedang melanjutkan pendidikan. Dengan rasio dokter gigi 3 per 100.000 penduduk belum menggambarkan rasio sebenarnya jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya. Jika dilihat kualifikasi pendidikan maka sebagian besar bidan belum memenuhi standar kompetensi kebidanan yaitu Diploma 3. Dengan rasio tenaga perawat 114 per 100. Pustu dan Polindes. Pada tahun 2009 jumlah tenaga Dokter Spesialis sebanyak 4 tenaga Dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam. Jumlah tenaga dokter umum tahun 2009 sebanyak 19 orang. belum menggambarkan rasio dokter spesialis sebenarnya. yang diikuti oleh 45 orang Bidan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 56 . perawat dengan pendidikan S1 keperawatan sebanyak 7 orang. masih jauh dibawah standar nasional. Tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas dan Jaringannya sebanyak 93 orang jika dibandingkan dengan jumlah sarana kesehatan dasar yaitu 10 Puskesmas. Spesialis Bedah. dengan rincian 93 bertugas di Puskesmas.000 penduduk. sehingga pelayanan dokter umum yang masih aktif di RSUD Bajawa sebanyak 3 orang. Hal ini diatasi dengan penyelenggaraan Progsus D3 Kebidanan kerja sama dengan Poltekkes Kesehatan Kupang di Bajawa. 60 bertugas di RSUD Bajawa dan 4 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Tenaga Perawat di Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebanyak 157 orang. Dokter Gigi. bidan dengan pendidikan DIII sejumlah 18 orang dan Bidan DI sejumlah 82 orang. Dengan rincian 78 bidan bertugas di Puskesmas dan 22 bidan bertugas di RSUD Bajawa. sehingga 3 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas diperbantukan ke RSUD Bajawa.000 Penduduk.

Secara kualifikasi pendidikan sanitarian dengan pendidikan D3 Sanitasi 13 orang dan pendidikan SPPH 6 orang. D3 farmasi 7 orang dan SMF 8 orang. 2 Puskesmas belum mempunyai tenaga gizi yaitu Pusksesmas Watukapu dan Natarandang. Tenaga farmasi dan asisten apoteker berjumlah 17 orang. 2 Apoteker bertugas di RSUD dan 1 Apoteker bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten.000 penduduk. Tenaga ATEM sangat kekurangan mengingat peralatan kesehatan yang begitu banyak memerlukan tenaga teknisi khusus dalam maintenance dan perbaikan. Apoteker di Kabupaten Ngada sejumlah 6 orang. 3 orang bertugas di RSUD dan 16 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. sehingga labkes belum berfungsi maksimal. Tenaga ATEM dan Photorontgent sejumlah 7 orang dan bertugas di RSUD (ATEM 2 orang dan Rontgent 5 orang). Sanitarian atau tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Ngada sebanyak 19 orang dengan rincian 13 sanitarian bertugas di Puskesmas. Tenaga Gizi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang bertugas di Puskesmas.000 penduduk.000 penduduk. Dengan rasio perawat gigi 18 per 100. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 57 . Dengan rasio Apoteker 4 per 100. Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat 15 per 100. Sarjana Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 21 orang.000 penduduk. Puskesmas Watukapu dan Natarandang belum mempunyai tenaga farmasi. tenaga D3 gizi 10 orang dan D1 gizi 1 orang. yaitu Sarjana Farmasi 2 orang. Secara kualifikasi pendidikan tenaga gizi D4 sebanyak 1 orang bertugas di RSUD. 2 orang bertugas di RSUD dan 2 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. 4 orang di RSUD dan 1 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Rasio tenaga gizi 9 per 100. 3 Apoteker bertugas di Puskesmas. Rasio asisten apoteker 12 per 100. Tenaga Analis Laboratorium tahun 2009 sebanyak 9 orang yaitu 3 orang di Puskesmas dan 6 orang di RSUD.000 penduduk.000 penduduk. Terdapat 7 Puskesmas yang belum memiliki tenaga analis.Perawat gigi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 25 orang dengan rincian 20 orang bertugas di Puskesmas. Rasio sanitarian 14 per 100. dengan rincian 2 orang bertugas di Puskesmas. 1 orang bertugas di RSUD dan 5 orang bertugas di Dinas Kesehatan.

4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Gigi dan Dokter Umum di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 58 .

Sedangkan anggaran kesehatan pemerintah per Kapita adalah Rp.652. 186.Peta 5.755.sudah termasuk dengan gaji pegawai.6. APBD. Alokasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan kabupaten Ngada dapat dilihat pada tabel berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 59 ..3 Pembiayaan Kesehatan Pembiayanan kesehatan di kabupaten Ngada berasal dari berbagai sumber yaitu APBN. Pada tahun 2009 total pembiayaan kesehatan kabupaten Ngada adalah sejumlah Rp. Alokasi anggaran tersebut merupakan anggraan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. Sanitarian dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 4.angka ini sudah termasuk anggaran pemerintah maupun bantuan luar negeri..779.060.398.321.660.741. 25. 31.416. bantuan luar negeri dan sumber-sumber pemerintah lainnya. Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi. Total APBD kabupaten Ngada tahun 2009 adalah sejumlah Rp..bila dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan yang dialokasikan melalui APBD maka anggaran kesehatan kabupaten Ngada adalah 6.72% dari total APBD yaitu Rp.382.383.

09 25.1.660.125.133.138.00 Pinjaman/Hibah luar negeri AIP-MNH (AussAid) Proyek Gafi/GV 587.779.08 5 6 6 Bansos (Bantuan Sosial) ADB (DHS II) Jamkesmas Pemda TOTAL Anggaran kesehatan ini merupakan anggaran kesehatan pada istansi kesehatan saja belum termasuk anggaran kesehatan dari sektor-sektor terkait lainnya.0.487.62 1.685.1.Tabel 5.333.668.344.31.4. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 60 .250.0 3.411.2 Realisasi Anggran Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Alokasi Anggaran Kesehatan No 1 Sumber Biaya Rp APBD Kab/Kota (Termasuk Gaji dan Dana DAK) 2 3 APBD Propinsi APBN 4 JAMKESMAS DEKON 1.000.416.660.416.57 4.000.500.242.000.% 83.000.321.080.652.1.935.89 1.33 0.43 26.800.060.000.935.

namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi di jajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditunggu. maka penyediaan data/informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. apalagi dalam era desentralisasi. diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. karena sangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan. Namun disadari. Oleh karena itu. sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hingga tahun ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan. profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting. pengumpulan data dan informasi dari Puskesmas menjadi relatif lebih sulit. dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kabupaten Ngada. lintas sektor maupun masyarakat. upaya pelayanan kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini belum mendapat apresiasi yang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan harapan. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan.1 Kesimpulan Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan. kesehatan satu Profil utama perkembangannya. Informasi informasi data dan informasi Salah adalah ini diperoleh luaran Kesehatan. Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kabupaten Ngada selama tahun 2009 tergambar dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada senantiasa mencari terobosan-terobosan dalam hal mekanisme pengumpulan data dan informasi secara cepat untuk melengkapi data dan informasi kesehatan khususnya yang bersumber dari puskesmas. perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Ngada. sejalan dengan perbaikan kondisi umum.BAB VI PENUTUP 6. Gambaran yang demikian merupakan fakta diketahui oleh seluruh pejabat publik dan masyarakat. sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. Di bidang Sistem sistem kesehatan. melalui dari Dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Kesehatan. antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat. Walaupun demikian. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 61 .

6. Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan keakuratan data. 2. Optimalisasi kinerja TIM SIKDA Kabupaten Ngada untuk pengumpulan data profil kesehatan. Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2009 ini dapat bermanfaat. Penyusunan buku Profil kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dari gambaran pencapaian pelaksanaan program kesehatan di atas.2 Saran 1. dapat diketahui bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum optimal. sejalan dengan kebijakan Provinsi NTT dalam Revolusi KIA. penanggulanngan AKI diutamakan dimulai dari tingkat keluarga dan desa dengan mengoptimalkan Program Desa Siaga. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang. 3. baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. 5. 6. Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan keseriusan dari tingkat bawah yaitu pustu dan puskesmas dalam pencatatan dan pelaporan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional. Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 62 . Adanya peningkatan AKI perlu mendapat perhatian serius. Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam lampiran Profil Kesehatan ini salah satunya disebabkan ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya. 4.

 Lampiran  A.  GAMBARAN UMUM  1  Luas Wilayah  2  Jumlah Desa/Kelurahan  3  Jumlah Penduduk  2  4  Kepadatan Penduduk /Km  5  Jumlah Penduduk Laki­laki  6  Jumlah Penduduk Perempuan  7  Rasio Beban Tanggungan  8  Rasio Jenis Kelamin  9  Pddk 10 th keatas Melek Huruf  10  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki­laki)  11  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)  B.70  %  100  %  100.42  94.050  Jiwa  2  85.2  Angka Kesakitan  19  AFP Rate < 15 th  20  TB Paru Sembuh  21  Pneumonia Balita Ditangani  22  HIV/AIDS ditangani  23  Infeksi Menular Seksual ditangani  24  Angka Kesakitan DBD  25  DBD ditangani  26  Angka Kesakitan Diare  27  Diare pada Balita ditangani  28  Angka Kesakitan Malaria  29  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)  30  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)  31  Kasus Penyakit Filariasis ditangani  32  Jumlah Kasus Difteri  33  Jumlah Kasus Pertusis  34  Jumlah Kasus Tetanus  35  Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum  36  Jumlah Kasus Campak  37  Jumlah Kasus Polio  38  Jumlah Kasus Hepatitis B  B.22  %  1.52  100.9  7  Ibu  224.34  50.83  %  51.17  Jiwa/Km  67.91  %  2  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 5  Tabel 5  Tabel 5  3115  Bayi  55  Bayi  17.73  %  100  %  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  .7  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 7  Tabel 7  ­  61.  DERAJAT KESEHATAN  B.RESUME PROFIL KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  INDIKATOR  ANGKA/NILAI No.3  Status Gizi  39  Kunjungan Neonatus (KN2)  40  Kunjungan Bayi  41  Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)  42  BBLR ditangani  1.02  100  %  77.015  Jiwa  71.035  Jiwa  65.00  %  100  %  6.42  %  48.621  Km  94  Desa/Kel  138.00  %  18.41  %  76.1  Angka Kematian  12  Jumlah Lahir Hidup  13  Jumlah Bayi Mati  14  Angka Kematian Bayi (dilaporkan)  15  Jumlah Balita Mati  16  Angka Kematian Balita (dilaporkan)  17  Jumlah Kematian Ibu Maternal  18  Angka Kematian Ibu (dilaporkan)  B.7  9  Balita  2.66  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 11  Tabel 12  Tabel 12  Tabel 13  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  72.

31  %  0.07  %  23.00  %  100.18  %  56.90  %  92.4  Keadaan Lingkungan  88  Rumah yang diperiksa kesehatannya  ANGKA/NILAI  76.99  %  Tabel 45  Tabel 46  87.17  %  41.59  %  22.88  %  13.83  %  100.77  %  6. Terkena KLB ditangani < 24 jam  74  Bayi yang diberi ASI Eksklusif  75  Desa/Kel.06  %  76.A 2x  62  Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan  63  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1  64  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3  65  WUS dg imunisasi TT5  66  Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk  67  Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk  68  Bumil Risti/Komplikasi  69  Bumil Risti/Komplikasi ditangani  70  Neonatal Risti dirujuk  71  Neonatal Risti dirujuk dan ditangani  72  Sarkes dg Kemampuan Yan.19  %  No.70  %  71.51  %  4.  UPAYA KESEHATAN  C.40  %  0.00  %  59.NO  INDIKATOR  43  Balita ditimbang  44  Balita BB Naik  45  BGM  46  Balita Gizi Buruk  C.37  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  6.55  %  37.05  %  100  %  100  %  81. Dg Garam Beryodium yg baik  76  Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap  77  Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)  78  Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)  79  Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar  80  Penduduk Miskin dicakup Jamkesmas  81  Penduduk Miskin Mendapat Yankes  82  Bayi Gakin BGM Mendapat MP­ASI  83  Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila  84  WUS yang diberi Kapsul Yodium  C.27  %  8.00  %  50.40  %  92.34  %  70.91  %  73.00  %  45.42  %  67.79  %  23.94  %  Tabel 47 .90  %  100.20  %  6.72  %  52.23  %  100.3  Perilaku Hidup Masyarakat  86  Rumah Tangga ber­PHBS  87  Posyandu Aktif  C.1  Pelayanan Kesehatan  47  Kunjungan Ibu Hamil (K1)  48  Kunjungan Ibu Hamil (K4)  49  Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan  50  Deteksi Dini Tumbang Anak Balita  51  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI  52  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU  53  Peserta KB Baru  54  Peserta KB Aktif  55  Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)  56  Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)  57  Desa/Kelurahan UCI  58  Cakupan Imunisasi Campak Bayi  59  Drop­Out Imunisasi DPT1­Campak  60  MP­ASI Bayi BGM  61  Anak Balita Mendapat Vit.35  %  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 19  Tabel 19  Tabel 20  Tabel 21  Tabel 22  Tabel 23  Tabel 23  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 25  Tabel 25  Tabel 26  Tabel 27  Tabel 27  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 29  Tabel 30  Tabel 32  Tabel 33  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 36  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 39  Tabel 40  52.22  %  63.56  %  66. Gadar  73  Desa/Kel.00  %  71.94  %  Tabel 43  51.76  %  58. Lampiran  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  83.42  %  64.2  Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan  85  Sarkes yang memiliki Labkes  C.28  %  79.42  %  0.

  2.42  %  14.50  %  87.660  Rp.90  %  No.1  Tenaga Kesehatan  102  Jumlah Tenaga Medis  103  Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan  104  Jumlah Tenaga Farmasi  105  Jumlah Tenaga Gizi  106  Jumlah Tenaga Tehnisi Medis  107  Jumlah Tenaga Sanitasi  108  Jumlah Tenaga Kesmas  109  Jumlah Tenaga Kesehatan  110  Jumlah Tenaga Dokter Spesialis  111  Jumlah Tenaga Dokter Umum  112  Jumlah Tenaga Dokter Gigi  D.77  %  83.89  %  26.2  Pembiayaan Kesehatan  113  Total Anggaran Kesehatan  114  APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota  115  Anggaran Kesehatan Perkapita  D.416.35  %  64.15  %  56.13  %  88.99  %  Tabel 60  Tabel 60  Tabel 60  41  Desa  45  Polindes  274  Psyd  Tabel 62  Tabel 62  Tabel 62 .30  %  224. Lampiran  Tabel 47  Tabel 48  Tabel 48  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 50  Tabel 51  Tabel 52  Tabel 52  27  Orang  104  Orang  23  Orang  12  Orang  20  Orang  19  Orang  21  Orang  390  Orang  4  Orang  19  Orang  4  Orang  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 55  Tabel 55  Tabel 55  31.060.08  %  88.NO  INDIKATOR  89  Rumah Sehat  90  Keluarga yang diperiksa air bersihnya  91  Keluarga yang memiliki akses air bersih  92  KK memiliki Jamban  93  KK memiliki Jamban Sehat  94  KK memiliki Tempat Sampah  95  KK memiliki Tempat Sampah Sehat  96  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah  97  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat  98  TUPM Sehat  99  Institusi dibina Keslingnya  100  Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes  101  Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes  D.76  %  71.32  %  56.84  %  6.  SUMBERDAYA KESEHATAN  D.18  %  45.3  Sarana Kesehatan  116  Jumlah Desa Siaga  117  Jumlah Polindes  118  Jumlah Posyandu  ANGKA/NILAI  61.

7  139  1.19  2  JUMLAH  DESA  4  9  18  8  9  7  7  10  6  4  KELURAHAN  5  3  3  0  8  0  0  2  0  0  DESA+KEL.050  29.  DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  LUAS  WILAYAH  (km  )  3  152.5  97  6.7  85  Sumber: BPS Kab.757  4.92  78  16  94  138.Ngada (Ngada Dalam Angka.656  5.998  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  RATA­RATA  KEPADATAN  RUMAH  JIWA/RUMAH  PENDUDUK  2  TANGGA  TANGGA  /km  8  9  10  3.309  11.947  14.26  133.7  25  1.49  103. JUMLAH RUMAH TANGGA.352  4.620.930  8.2009)  .30  167.0  131  3.795  4.026  4.6  97  7.265  4.388  7.318  4.94  312.8  247  1.3  44  1. 6  12  21  8  17  7  7  12  6  4  NO  KECAMATAN  JUMLAH  PENDUDUK  7  14.992  32.TABEL 1  LUAS WILAYAH.394  4.9  48  JUMLAH (KAB/KOTA)  1.894  4.0  50  2. JUMLAH PENDUDUK.38  91.50  250.645  4.  JUMLAH DESA/KELURAHAN.827  7.14  327.864  34.397  5.72  82.

947  3.168  212  >=65  9  457  972  225  758  192  278  209  340  116  JML  10  7.8  92.384  838  641  1.5  49.799  16.889  918  2.035  65.186  216  >=65  16  543  1.241  3.7  98.530  14. Profil Kesehatan Puskesmas  Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3  LAMPIRAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 .048  2.864  34.9  94.011  997  2.215  973  1.626  10.6  64.553  30.520  RASIO  RASIO  BEBAN  JENIS  TANG  KELAMIN  GUNGAN  18  19  76.3  91.810  7.3  NO  1  KECAMATAN  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  138.747  2.5  72.947  14.957  3.992  32.751  4.1  97.309  11. RASIO JENIS KELAMIN.742  3.8  96.645  15.4  94.1  72.884  3.837  2.4  92.661  1.322  804  1.3  76. KELOMPOK UMUR.397  615  852  1. DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDU  K  3  14.616  71.6  75.542  6.641  380  1.246  7.3  Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota.478  <1  11  178  495  89  461  153  148  78  121  87  1­4  12  818  1.193  16.354  31.217  3.216  6.957  7.329  432  736  695  257  275  LAKI­LAKI (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  6  7  8  1.764  3.929  372  1.571  7.248  280  501  217  226  198  290  113  JML  17  7.141  16.015  1.093  5.531  977  2.978  471  679  766  346  286  PEREMPUAN (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  13  14  15  1.487  8.6  79.179  4.760  583  632  1.3  93.930  8.386  2.726  10.642  742  1.067  2.002  473  3.353  1.517  845  1.388  7.998  JUMLAH PENDUDUK  <1  4  149  385  74  392  144  162  94  76  66  1­4  5  785  1.013  1.558  590  948  1.292  941  1.827  7.436  8.9  90.  RASIO BEBAN TANGGUNGAN.050  1.723  17.268  3.547  67.TABEL 2  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN.6  70.920  3.220  3.193  2.795  4.645  502  3.399  2.907  4.431  4.701  6.

989  8.311  5.352  12.384  10.208  1.530  6.050  NO  KELOMPOK UMUR (TAHUN)  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  2  < 1  1 ­ 4  5 ­ 9  10 ­ 14  15 ­ 19  20 ­ 24  25 ­ 29  30 ­ 34  35 ­ 39  40 ­ 44  45 ­ 49  50 ­ 54  55 ­ 59  60 ­ 64  65 ­ 69  70 ­ 74  75+  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Profil Puskesmas/Kecamatan  06.465  7.429  15.720  6.073  4.176  4.342  311  138.589  7.611  3.236  2.109  3.810  6.162  7.932  6.645  6.213  4.601  6.259  1.504  1.510  2.542  5.031  4.TABEL 3  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK  LAKI­LAKI  3  1.964  7.533  13.155  2.904  4.965  3.578  16.467  2.945  6.035  LAKI­LAKI+PEREMPUAN  5  3.227  660  123  71.681  6.391  5.175  13.626  12.141  8.495  2.521  2.LAMP PROF NGD 09 PRINT .949  3.409  2.015  PEREMPUAN  4  1.277  682  188  67.

196  46.591  .553  ­  ­  ­  SD/MI  5  SD/MI  13  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KAB NGADA  KABUPATEN NGADA  27  182  1401  372  196  134  55  36  214  1382  238  274  192  34  16776  38  18351  39  4923  868  4617  539  819  712  1161  18243  25  21942  12  4581  687  4275  446  702  498  810  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Ngada Dalam Angka 2009  51.210  54.647  ­  ­  ­  11  12  PEREMPUAN  SLTP/  SLTA/  MTs  MA  14  15  AK/  UNIVER  DIPLO  JUMLAH  SITAS  MA  16  17  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.668  50.370  ­  ­  1.TABEL 4  PERSENTASE PENDUDUK LAKI­LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT  TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  LAKI­LAKI  NO  KECAMATAN  TIDAK/  TIDAK/  BELUM  BELUM  PERNAH  TAMAT  SEKOLAH  SD  3  4  SLTP/  MTs  6  TIDAK/  TIDAK/  SLTA/  AK/ DIPLO  UNIVE  BELUM  BELUM  JUMLAH  PERNAH  TAMAT  MA  MA  RSITAS  SEKOLAH  SD  7  8  9  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.367  ­  ­  2.

1  56.0  18.276  8.800  48.052  5.1  12.225  28.540  2.146  51.750  28.4  11.130  2.7  55.530  392  6.897  3.130  1.009  52.3  52.474  LAKI­LAKI  MELEK HURUF  LAKI­LAKI + PEREMPUAN  JUMLAH  9  10.0  12.987  4.927  1.576  23.TABEL 5  PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS  PEREMPUAN  %  5  85.435  12.357  7.059  4.786  9.196  223  7.085  13.8  17.7  6.819  MELEK HURUF  NO  1  KECAMATAN JUMLAH  2  3  5.8  54.209  1.633  15.5  19.7  54.784  24.615  4.4  59.6  55.460  3.715  760  204  10  9.132  2.9  11.0  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  4  4.690  2.188  3.0  55.763  2.6  54.0  31.494  619  312  7  5.379  516  JUMLAH (KAB/KOTA)  50.940  8.8  34.951  5.422  1.6  JUMLAH  6  5.552  3.150  5.5  58.0  15.5  70.726  615  13.5  55.799  4.889  3.293  MELEK HURUF  %  8  93.665  14.264  3.2  %  11  89.134  1.043  4.946  50.504  8.141  11.512  2.1  38.4  Sumber ; Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2008  .9  105.1  49.

9  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi  .246  905  1.19  0.321  9  2.71  1.603  3.TABEL 6  JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  LAHIR HIDUP  LAHIR MATI  4  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  5  6  10  1  8  5  4  6  7  5  3  LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI  LAHIR MATI  6  296  840  141  575  307  244  270  267  118  112  7  2.64  2.570  852  1.881  1.22  2.7  14.39  1.03  1.115  55  3.415  1.461  827  561  JUMLAH  BALITA MATI  10  2  1  1  0  0  1  0  1  2  1  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)  3.62  4.24  2.63  1.68  JUMLAH BAYI  MATI  8  5  10  5  6  5  6  4  7  5  2  JUMLAH  BALITA 9  1.170  1.74  55  17.

115  3  4  ­  7  224. Bidang Yankesda Dinas Kesehatan Kab.72  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)  Sumber: Laporan Seksi KIA.TABEL 7  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL  JUMLAH LAHIR  KEMATIAN  KEMATIAN  KEMATIAN  JUMLAH  HIDUP IBU HAMIL  IBU BERSALIN  IBU NIFAS  4  5  6  7  8  290  1  1  ­  2  830  2  1  ­  3  140  ­  ­  ­  ­  567  ­  ­  ­  ­  302  ­  ­  ­  ­  240  ­  ­  ­  ­  264  ­  ­  ­  ­  260  ­  1  ­  1  113  ­  1  ­  1  109  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3. Ngada  Keterangan:  ­ Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin  + jumlah  kematian ibu nifas  .

­ Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi .

00  ­  ­  #DIV/0!  % KORBAN  LUKA  BERAT  9  11.25  1.50  100.34  100  2.00  #DIV/0!  #DIV/0!  20.81  ­  100.53  2.00  #DIV/0!  JML  11  100  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  100  #DIV/0!  RASIO KORBAN  PER KEJADIAN  KECELAKAAN  12  7.00  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  76.26  100.00  44.74  ­  #DIV/0!  LUKA  RINGAN  10  87.59  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  .49  #DIV/0!  NO  KECAMATAN  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  20  40  37  1  ­  ­  5  34  ­  19  27  92  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO PER 100.60  17.00  55.07  82.TABEL 8  JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS  DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK  DIRINCI MENURUT KECAMATAN  TAHUN 2009  JUMLAH  KEJADIAN  KECELAKAAN  3  20  11  1  JUMLAH KORBAN  MATI  4  1  ­  ­  LUKA  BERAT  5  17  ­  1  LUKA  RINGAN  6  126  11  ­  JML  7  144  11  1  ­  ­  25  61  92  ­  % THD  TOTAL  43  3  0  ­  ­  7  18  28  ­  MATI  8  0.94  100  0.000 PENDUDUK  129  2  57  275  334  241.20  1.00  #DIV/0!  #DIV/0!  1.69  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  4.00  1.

00  10  18  11  22  66  2  17  29  4  20  5  11  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  12  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  ­  ­  426  47  47  29  61. DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TB PARU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  AFP    <  15 TH  4  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  KLINIS  5  46  100  63  20  12  4  124  19  36  2  (+)  6  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  DIOBATI  SEMBUH  7  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  8  3  5  2  6  1  1  7  ­  3  1  PNEUMONIA  %  JML  JML PEND  BALITA  % BALITA  DITANGANI  DITANGANI  SEMBUH  PENDERITA  BALITA  9  100.67  54.00  100.00  50.55  50.00  63.70  194  169  169  100  Sumber: Laporan Program TB Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  LB1 Puskesmas Tahun 2009  Keterangan:  Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Pasien TB (+). di wilayah kerja Watukapu. Natarandang dan Maronggela melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Waepana  .64  ­  100.  % TB PARU SEMBUH.TABEL 9  AFP RATE.00  62.50  66.

TABEL  10  HIV/AIDS.80  45.437  1.0  100.02  1.0  100.0  3  100.0  Sumber:Laporan Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Bidang Kesmas Dinas Kesehatan  Ket:  ­ Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Kasus HIV/AIDS adalah Kasus HIV yang masih hidup dari tahun 2003 dan yang ditemukan baru tahun 2009  .0  100. DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  HIV/AIDS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JML  KASUS  %  DITANGANI  IMS  JML  KASUS  %  DITANGANI  DBD  JML  KASUS  %  DITANGANI  DIARE  JML  KASUS  JML  DIARE  PADA  BALITA  DIARE  PADA  BALITA  DITANGANI  %Diare  Balita  %  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  0  0  0  0  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  5  2  0  3  0  1  3  0  0  1  5  6  5  100.488  18.22  59.97  16  100.0  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  15  15  100  63  63.26  44.0  0  #DIV/0!  1  100.00  42.52  9  100  2.0  7  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  8  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  9  100  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  100  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  10  ­  2  0  4  2  1  0  ­  ­  ­  11  2  0  4  2  1  0  12  0  100  0  100  100  0  #DIV/0!  0  0  0  13  166  404  157  504  133  130  258  302  265  169  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  15  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  48.0  100.437  57.0  100.14  100.76  100.0  100.0  2  100.33  63.16  62.0  0  #DIV/0!  0  #DIV/0!  1  100.0  100. INFEKSI MENULAR SEKSUAL.0  3  100.80  44.0  100.0  0  0.31  58.00  100  9  6.0  100.

19  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KLINIS  4  1.00  100.346  544  540  229  % DIOBATI  8  100.62  72.67  40.07  ­  38.633  100.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK  10.83  38.736  347  732  2.00  100.055  345  539  229  POSITIF  5  3.58  0.00  100.00  100.291  199  1  ­  DIOBATI  7  5.188  579  732  3.838  511  4.00  Sumber: Laporan Bulanan Penemuan & Pengobatan Malaria Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Ket :  API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)  AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)  .452  232  ­  1.66  7.742  142  2.46  18.00  100.096  369  1.854  1.31  42.721  77.00  100.126  2.00  100.TABEL 11  PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  MALARIA  % POSTIF  6  63.00  100.912  57.00  100.272  1.21  34.58  36.

TABEL  12  PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  KUSTA  % RFT PB  PEND MB  6  7  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  PEND PB  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT PB  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT MB  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % RFT MB  9  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  Sumber: Laporan  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan : Penderita PB tahun X ­ 1. Penderita MB tahun X ­ 2  X = tahun 2009  .

TABEL 13  KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PENDERITA PENY.  FILARIASIS  JUMLAH  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  DITANGANI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % DITANGANI  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB1 Puskesmas Tahun 2009  ­  ­  #DIV/0!  .

TABEL 14  JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KASUS  PD3I  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  DIFTERI  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PERTUSIS  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  NEONATORUM  CAMPAK  8  POLIO  9  HEPATITIS B  10  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009. Laporan Tahunan Bidang Kesmas Tahun 2009  .

30  66.57  1.89  1.08  3.58  79.54  84.37  JML BAYI  7  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  KUNJ  8  254  710  126  379  244  163  290  251  134  122  %  9  77.81  53.74  BAYI  BAYI LAHIR  JML LAHIR  %  DITIMBANG  HIDUP  DITIMBANG  10  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  11  282  800  128  564  251  218  264  214  80  92  12  97  96  91  99  83  91  100  82  71  84  BBLR  13  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  % BBLR  14  3.115  2.68  80.92  6.673  76. BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NEONATUS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  287  823  135  562  298  237  261  254  110  107  KN2  5  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  6  82.00  80.32  0.893  92.19  1.TABEL   15  CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS.91  79.226  72.83  BBLR  % BBLR  DITANGANI  DITANGANI  15  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  16  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.87  54  1.06  1.88  93.68  77.84  85.507  2.55  71.20  64.73  54  100  Sumber: Laporan Bidang Yankes 2009.09  56.10  1.22  3.074  2.95  74.31  54.83  1.31  77. Profil Puskesmas Tahun 2009  .41  3.96  78.65  90.

35  79.71  3.138  748  519  6  804  2.52  2.12  4.58  1.461  827  561  5  1.19  1  .68  6.56  17.87  9.43  77.51  10  62.55  56.97  2.88  % BALITA BGM  7  45  105  30  66  65  37  31  41  32  32  BGM  11  3.29  77.603  3.33  89.246  905  1.47  0.02  9.19  68.07  5.881  1.47  67.99  3.21  0.28  6.76  70.68  1.17  KEC  Prev  BEBAS  Gizi  Gizi  Gizi  RAWAN  Buruk  Kurang/K  Buruk/  urus  Kurus Skli  GIZI  +Kurang  4.27  0.061  565  786  684  494  710  772  414  98  Gizi  Gizi  Kurang/K  Buruk/  DITIMBANG  BB NAIK  urus  Kurus Skli  8  78  356  20  105  19  24  62  52  144  38  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  9  80.35  18.60  4.97  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH (KAB/KOTA)  14.78  2.16  ­  0.52  0.19  13  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  5.415  1.060  919  640  1.53  0.288  2.05  74.97  2.42  72.832  763  1.944  7.49  3.42  8.77  12  0.84  55.65  4.72  73.570  852  1.51  4.TABEL 16  STATUS GIZI  BALITA DAN JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BALITA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  BALITA  YANG  DITIMBANG  BB NAIK  ADA  4  1.15  74.42  67.388  484  898  21  76.09  0.63  3.48  4.45  92.321  10.11  0.35  5.10  0.38  3.09  17.87  5.23  7.037  1.93  6.35  73.78  74.89  90.41  6.

48  JUMLAH  9  293  830  140  570  307  244  268  266  117  112  IBU BERSALIN  DITOLONG  NAKES  10  282  800  128  564  251  218  268  214  80  92  %  11  96.26  33.38  82.6  100.NIFAS  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  292  820  140  570  307  244  268  265  116  112  81.6  53.TABEL 17  CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1.8  2.9  90.03  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .897  92.70  57.00  80.33  76.1  81.16  80.53  40. PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  IBU HAMIL NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  466  1.33  52.06  60.95  81.8  89.90  3.99  85.007  163  702  314  245  452  313  144  141  %  6  93.13  85.21  55.24  72.06  3. K4).76  89.146  255  779  385  457  452  313  263  158  K1  5  434  1.34  76.43  98.1  87.0  54.46  62.0  100.20  30.306  58.79  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.25  96.34  100.915  83.226  71.14  JUMLAH  IBU NIFAS  MENDAPA  T  YAN.14  50.39  91.134  2.45  68.14  52.49  81.674  3.147  2.9  63.2  K4  7  243  863  93  428  170  123  138  126  48  74  %  8  55.97  54.

 PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  ANAK BALITA (PRA SEKOLAH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIDETEKSI  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.87  ­  ­  19.35  73.07  9.151  2.150  631  740  ­  1.570  852  1.967  14.288  1.88  .715  64.42  22.513  2.944  76.446  5.TABEL 18  CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA.45  92.193  1.794  1.51  JUMLAH  DIPERIKSA  7  2.351  745  %  9  87.53  91.603  3.415  1.423  1.832  763  1.30  ­  10.27  100.288  2.36  95.260  361  174  997  894  539  174  11  1.115  3.85  78.150  3.55  56.89  90.23  96.096  ­  25  ­  ­  ­  195  182  513  174  %  12  98.34  JUMLAH  DIPERIKSA  10  1.56  20.102  1.395  951  8  2.29  77.060  919  640  1.72  73.18  100.993  2.35  79.141  5.881  1.06  54.246  905  1.33  89.76  70.138  748  519  %  6  80.476  1.20  ­  74.321  10.037  1.00  SISWA SD/MI  SISWA SMP/SMU  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  14.461  827  561  5  1.407  230  1.96  35.00  17.200  1.185  23.

66  79.703  71.60  PESERTA KB AKTIF  JUMLAH  7  1.695  2.05  .212  4.59  21.44  16.395  787  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  20.652  1.27  21.348  2.275  3.98  83.58  8.92  20.41  82.224  1.018  3.024  646  %  8  63.81  81.99  65.66  11.70  14. PESERTA KB BARU.877  1.02  21. PESERTA KB.08  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH PUS  4  2.886  1.070  2.TABEL  19  JUMLAH PUS.118  1. DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PESERTA KB BARU  JUMLAH  5  372  436  253  391  292  240  454  227  170  %  6  18.94  67.96  73.69  65.002  4.216  912  1.87  8.835  13.736  1.

Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota .

15  ­  15  41.32  6.50  17  5.703  14.51  1.90  38.183  967  1.77  17.275  3.216  912  1.TABEL 20  JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB AKTIF  NON MKJP  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  KONDOM  % PESERTA KB AKTIF  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  MKJP  IUD  MOP/  MOW  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  NON MKJP  KONDOM  NO  KECAMATAN IUD  MKJP  MOP/  MOW  OBAT  VAGINA  OBAT  VAGINA  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  90  307  111  1.16  41.58  11.05  ­  13  1.016  660  680  725  630  416  7  174  573  282  251  131  277  724  255  197  8  68  117  62  62  24  53  49  44  18  9  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  11  1.01  2.52  10.36  16.65  17.70  7.80  6.66  16.07  2.226  59  220  108  62  ­  4  23  210  18  570  19  76  25  11  15  5  389  537  163  91  19  346  105  22  ­  6  531  1.52  64.21  2.71  24.224  1.52  31.736  1.80  14.79  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  2.76  61.83  2.94  6.60  1.864  497  ­  ­  14.672  6.652  1.09  1.59  72.48  3.37  41.08  4.05  2.520  2.77  41.37  44.82  4.51  16.30  2.91  37.08  20.47  13.44  1.65  45.93  2.40  16  13.85  6.63  6.34  19.32  14  30.77  27.018  3.22  6.90  30.63  3.33  3.12  6.72  2.024  646  12  7.480  382  1.38  ­  ­  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .06  9.

42  15.97  5.83  36.94  14.33  26.19  17.37  18.885  1.43  20.12  62.02  12.17  5.13  22.70  36.0988  0  0  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .61  19.47  OBAT  KONDOM  VAGINA  IUD  12  16.11  23.88  7.17  15.50  22.57  6.42  10.29  ­  ­  IMP  LANT  14  26.236  440  343  ­  ­  2.27  ­  ­  ­  ­  9.75  4.15  30.09  4.50  9.91  20.52  12.83  43.70  0.46  ­  10.92  46.59  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  LAIN  NYA  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  MKJP +  NON  MKJP  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  422  47  347  1.41  ­  ­  % PESERTA KB BARU  NON MKJP  SUN  TIK  15  38.92  4.16  31.94  PIL  16  4.28  20.24  43.29  68.45  20.55  8.835  14.27  22.44  44.47  ­  17  13.TABEL 21  PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB BARU  NO  KECAMATAN  IUD  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  63  63  51  123  ­  25  46  51  ­  MKJP  MOP/  MOW  4  1  ­  ­  ­  ­  22  24  ­  ­  NON MKJP  IMP  LANT  5  99  85  58  16  12  57  20  ­  ­  SUN  TIK  6  143  193  58  181  199  74  199  82  107  PIL  7  17  28  38  48  60  20  120  47  62  MKJP +  LAIN  NON  OBAT  KONDOM  MKJP VAGINA  NYA  8  9  10  11  49  ­  ­  372  67  ­  ­  436  48  ­  ­  253  23  ­  ­  391  21  ­  ­  292  42  ­  ­  240  45  ­  ­  454  47  227  1  170  MKJP  MOP/  MOW  13  0.6578  12.598  15.

TABEL 22  PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  DESA/KEL UCI 5  8  20  8  10  7  3  5  7  6  3  % DESA/KEL UCI  6  66.86  71.00  100.91  .43  58.00  75.00  42.00  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  77  81.67  95.33  100.00  100.24  100.

Sumber:Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Dinas Kesehatan .

92  197  68.70  113  65.61  271  87.41  19.845  81.58  81.48  137  24.70  113  65.01  83  54.54  87.48)  2.97  JUMLAH (KAB/KOTA)  % BAYI DIIMUNISASI LENGKAP  3.90  200  64.02  129  75.78  191  58.52  228  73.91  141  40.76  76.42  226  72.43  238  72.64  113  69.43  82.17  Sumber : Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Tahun 2009  Ket : Watukapu melayani imunisasi bayi dari waepana maupun natarandang di daerah perbatasan desa  .54  513  90.32  137  84.370  67.58  2.587  73.88  243  84.52  98  64.55  191  61.12  2.76  235  66.16  249  87.05)  (18.88  82  27.06  147  41.06  220  76.33  433  76.14  88.97  197  68.70  67.507  2.70  31  18.25  88  57.57  2.95  655  74.03  10.87  263  80.88  202  68.05  151  92.08  113  65.72  468  82.29)  72.77  73.14  157  96.46  885  DO  (%)  17  7.40  6.61  554  62.29  271  82.31  15.87  (1.76  39  11.61  2.07  489  55.TABEL  23  PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH  BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  IMUNISASI  DPT1+HB1  DPT3+HB3  POLIO 4  CAMPAK  HB Neonatus  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  256  78.460  70.96  192  64.37  418  73.00  101  66.90  69.01  187  62.43  687  78.757  78.65  163  54.41  771  87.61  232  65.469  70.89  (17.57  129  79.15  2.97  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  RSUD BAJAWA  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  BCG  JUMLAH  5  306  714  144  485  251  227  257  244  113  104  %  6  93.77  2.32  65.05  16  10.34  85.

74  79.71  75.415  1.01  85.49  %  12  100  #DIV/0!  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  8  1.85  84.33  100.33  23.94  50.00  83.89  43.34  14.0  23.570  852  1.293  996  456  1.13  ANAK BALITA (1­4TAHUN)  JUMLAH  7  1. BALITA  YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  BAYI BGM  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  4  35  36  30  30  33  15  10  9  24  32  MP ASI  5  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  %  6  25.603  3.881  1.83  21  21  100  .246  905  1.118  1.80  68.17  28.415  1.321  10.33  33.39  100.964  731  1.74  55.225  702  244  11  2  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  254  105  41.144  70.00  70.461  827  561  MENDAPAT  VIT A 2X  BALITA GIZI BURUK  JUMLAH  10  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  MENDAPAT  PERAWATA  N  %  9  69.TABEL  24  CAKUPAN BAYI.67  29.00  66.

 Fe3  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  IBU HAMIL  4  466  1.674  2.10  73.54  132  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  4.630  56.27  .25  89.69  73.51  66.51  69.TABEL 25  JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN  TABLET Fe1.48  42.18  2.70  53.18  59.48  45.18  54.97  83.90  61.766  59.45  44.146  255  779  385  457  452  313  263  158  Fe1  JUMLAH  5  254  801  156  461  210  154  240  230  119  141  %  6  54.32  76.55  33.24  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  Fe3  JUMLAH  7  254  762  120  392  295  130  202  230  113  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  %  8  54.49  47.62  28.06  50.

36  12.57  64.35  TT 4  %  10  17.25  47.146  255  779  385  457  452  313  263  158  TT 2  %  6  60.66  4.54  19.58  0.53  83.81  3.45  4.45  4.14  391  8.14  38.26  1.32  474  10.92  72.44  18.42  TT 5  %  12  JML  13  83  42  12  32  32  21  96  48  ­  25  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JML  7  54  413  41  199  107  91  12  133  174  29  JML  9  81  99  94  34  50  66  85  30  ­  37  JML  11  86  52  50  53  21  19  146  23  ­  24  %  14  17.91  2.16  18.49  66.16  32.86  4.19  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.64  36.30  7.79  19.253  26.59  36.99  14.35  ­  15.09  52.80  5.55  27.27  40.31  4.25  TT 3 %  8  11.71  4.61  6.37  Sumber: Laporan Program Imunisasi Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .08  25.60  21.00  23.82  18.11  8.24  15.TABEL 26  JUMLAH WANITA USIA SUBUR DENGAN STATUS IMUNISASI TT  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TT 1  JML  5  280  602  212  298  182  187  328  202  134  111  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  BUMIL  4  466  1.674  2.81  9.54  50.536  54.81  576  12.38  8.04  16.34  ­  15.95  70.65  42.

TABEL 27  PERSENTASE  AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK  NO 1  1  RUMAH SAKIT  2  PUSKESMAS  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  NATARANDANG  MARONGGELA  RIUNG  SARANA PELAYANAN KESEHATAN  2  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  %  8  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  3  4  6  7  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )  .

83  0.19  10  2.06  8  %  8  75.03  0.31  3.66  0.33  84.38  13  2.71  0.10  13  5.31  22  3.115  28  0.26  41  3.15  0.40  276  92.146  255  779  385  457  452  313  263  158  JUMLAH  NEONATAL  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  5  66  102  13  41  13  10  12  26  8  8  %  JUMLAH  6  7  14.83  JUMLAH  12  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.76  100.96  1.674  299  6.16  50  8.43  0.62  87.04  7  5.TABEL 28  JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  BUMIL RISTI/  KOMPLIKASI  BUMIL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  IBU HAMIL 4  466  1.38  1.90  102  5.65  10  8.00  100  100  100  100  83.50  100  9  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  JUMLAH  10  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  11  1.90  28  100  Sumber:Laporan Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Yankes Tahun 2009  .88  1.

00  .TABEL 29  PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH SARANA  3  MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  3  RUMAH SAKIT KHUSUS  ­  ­  #DIV/0!  4  PUSKESMAS  10  5  50.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2009  16  8  50.00  5  SARANA YANKES.LAINNYA  5  2  40. GADAR  JUMLAH  4  %  5  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  100.

00  Sumber: Laporan Seksi Penanggulangan Wabah Bidang Kesmas Tahun 2009  .TABEL 30  JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  DESA/KEL TERKENA KLB  DITANGANI  JUMLAH  %  <24 JAM  5  6  7  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  1  1  100.00  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  1  1  100.

551  YANG TERSERANG  JUMLAH  PENDERITA  6  24  JUMLAH  KEMATIAN  7  1  ATTACK  RATE  (%)  8  1.55  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  NO  JENIS KEJADIAN LUAR BIASA 1  2  1  Kematian Rabies  CFR (%)  9  4.TABEL 31  JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN  SERTA JUMLAH KECAMATAN DAN DESA YANG TERSERANG KLB  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDUK  JUMLAH KEC  JUMLAH DESA  TERANCAM  3  4  5  1  1  1.17  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Laporan Tahunan Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2009  Jumlah penderita adalah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR)  .

TABEL 32  JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BAYI YANG DIBERI  ASI EKSKLUSIF  JUMLAH  %  5  6  173  52.58  157  50.45  92  56.55  34  19.79  .77  70  45.507  1.75  NO  KECAMATAN 2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  3.91  193  67.44  266  46.606  45.48  73  24.65  104  29.91  444  50.

10  25.00  28.57  ­  100.TABEL 33  PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH DESA/KEL  DG GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  % DESA/KEL DG  GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH DESA/KEL  DISURVEI 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  2  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  5  ­  8  2  3  2  ­  7  ­  ­  ­  6  ­  38.00  30.00  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009. Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  94  22  23.40  .

33  0.76  35  70.423  1.794  1.395  951  9  2.37  #DIV/0!  62.00  54.723  3.63  ­  100.17  ­  0.27  100.56  4.193  905  ­  10  96.09  ­  #DIV/0!  8  2.993  1.200  1.00  25.513  2.08  0.19  73.993  2.79  48.87  ­  11  294  926  335  890  399  ­  569  950  360  ­  12  224  683  118  630  193  ­  353  950  ­  ­  13  76.150  890  812  ­  1.72  .366  5.33  38.29  ­  0.288  1.446  5.151  66.102  1.41  0.00  ­  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/ KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  130  604  734  0.22  22.73  91.23  64.TABEL 34  PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN DASAR GIGI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  TUMPATAN  PENCABUTA  GIGI  N GIGI  TETAP  TETAP  JUMLAH RASIO  TAMBAL/  CABUT  JUMLAH  MURID SD  UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF)  MURID SD/MI DIPERIKSA  JUMLAH  %  MURID SD/MI  JUMLAH  %  PERLU  MENDAPAT  MENDAPAT  PERAWATAN  PERAWATAN  PERAWATAN  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  13  54  ­  27  4  ­  28  4  ­  ­  5  156  185  23  66  24  4  84  45  17  ­  6  169  239  23  93  28  4  112  49  17  ­  7  0.597  63.150  3.967  14.04  100.

494  .494  ­  ­  2.383  111  2. Profil Puskesmas Tahun 2009  2.TABEL 35  JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PENYULUHAN KESEHATAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH SELURUH  KEGIATAN  PENYULUHAN  KELOMPOK  JUMLAH  KEGIATAN  PENYULUHAN  MASSA  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  367  23  228  415  266  64  206  430  288  96  5  22  6  1  ­  30  4  10  7  19  12  6  389  29  229  415  296  68  216  437  307  108  SUB JUMLAH I  1  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  2  Rumah Sakit  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.383  111  2.

142  13.465  8  184  231  235  1.388  7.93  ­  ­  56.404  11.14  66.992  21.947  14.800  3.795  4.300  5.791  6.526  8.23  Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut kecamatan  .154  5.820  5.885  1.827  7.406  6.23  34.511  449  300  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  PERSENTASE  Sumber: Laporan Jamkesmas Tahun 2009  138.386  %  10  59.75  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  792  310  478  492  390  472  7  8.415  4.050  6.389  6.986  41.23  52.521  4.307  2.60  54.66  64.222  5.826  8.495  3.393  JAMSOSTEK  JAMKESM  JAMKES  JAMKES  AS  DA  DINSOS  (PUSAT)  JUMLAH  9  8.093  925  557  930  1.80  72.098  52.14  57.28  50.864  34.998  ASKES  5  485  3.812  4.81  67.309  11.86  57.208  3.000  5.055  7.28  8.811  17.TABEL  36  CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  PENDUDUK*  4  14.571  2.23  38.

 Profil Puskesmas Tahun 2009  .53  0  0  PELAYANAN BAYI MASY.45  132  105  79.83  100.406  5.00  100.998  2.01  0  0  0  0  0  0  0.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  65.03  79.326  14.789  3.406  5.914  5  8.348  7.326  14.00  70.00  100.93  116.508  5.33  71.085  %  8  75.00  100.184  2.818  2.00  100.40  45.00  46.603  3.508  5.00  100.00  100.00  MENDAPAT YANKES  Rawat  Jalan  7  6.67  47.MISKIN  JUMLAH BAYI  BGM MENDAPAT MP­  ASI  MASY.00  100.818  2.00  100.00  100.00  100.055  7.303  5.074  8.534  71.914  6  100.286  65.305  7.28  292  0.348  7.55  Rawat  Inap  9  251  ­  ­  ­  ­  ­  ­  41  ­  ­  %  3.079  6.MISKIN  BAYI MASY.611  3.TABEL  37  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  MASYARAKAT  MISKIN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  DICAKUP  JAMKESMAS (Pusat &  JUMLAH YANG  Daerah) ADA  JUMLAH  %  4  8.00  100.91  117.MISKIN  BGM  JUMLAH  12  %  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  11  10  27  10  15  23  15  10  6  7  9  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  13  90.055  7.76  68.102  3.00  100.286  100.00  100.79  65.00  46.730  4.079  6.73  53.55  Sumber: Laporan Seksi Jaminan Kesehatan Tahun 2009.102  3.25  48.730  4.582  3.00  70.

00  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  .00  #DIV/0!  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  2  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  130  130  311  451  311  451  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 892  892  100.00  100.TABEL 38  PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN KESEHATAN KERJA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH PEKERJA  FORMAL  4  JUMLAH YANG  DILAYANI  5  ­  %  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.

734  4. Profil Puskesmas Tahun 2009  .35  5  1.308  37.31  67.52  98.TABEL 39  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PRA USILA (45­59 TH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.401  51.42  32.91  74.57  95.598  3.34  JUMLAH  10  2.059  765  294  1.150  795  ­  ­  506  235  2.93  22.285  4.831  5.857  780  426  DILAYANI  KES  %  6  80.332  8.68  81.238  1.11  31.40  6.10  25.059  780  2.031  1.19  6.20  39.55  22.970  1.291  1.091  498  292  DILAYANI  KES  USILA (60TH+)  JUMLAH  7  979  493  505  1.84  93.489  309  ­  ­  235  140  1.321  766  282  134  DILAYANI  KES  PRA USILA DAN USILA  %  9  67.11  ­  ­  27.972  864  356  1.33  62.772  617  108  JUMLAH (KAB/KOTA)  15.15  97.629  650  3.15  64.022  408  66  8  661  486  ­  ­  271  95  887  750  209  42  11  2.125  1.58  ­  ­  35.852  5.907  31.32  ­  ­  31.552  1.94  14.60  %  12  75.42  79.20  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.06  36.

760  1.693  1.86  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  1.TABEL 40  CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  WUS DI DESA/KEL.002  6.33  ­  ­  ­  ­  16.889  3.193  2.186  JUMLAH YANG  DIBERI KAPSUL  YODIUM  % YANG DIBERI  KAPSUL YODIUM  7  ­  ­  ­  ­  71.419  2.121  6. ENDEMIS SEDANG & BERAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  ENDEMIS 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  JUMLAH WUS  5  3.353  8.921  200  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Profil Puskesmas Tahun 2009  94  33.35  .517  2.558  1.268  2.

TABEL 41  PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV­AIDS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  DONOR DARAH  NO  1  UNIT TRANSFUSI DARAH  2  JUMLAH  PENDONOR  3  JML SAMPEL  DARAH DIPERIKSA  4  JML POSTIF  HIV/AIDS  5  % POSITIF HIV­  AIDS  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH  Sumber: ……………. (sebutkan)  ­  ­  ­  ..

576  10. PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KUNJUNGAN  RAWAT JALAN  3  22.149  138.600  RAWAT INAP  4  723  ­  ­  ­  ­  ­  ­  128  ­  ­  851  4. sudah termasuk dengan kunjungan puskesmas di wilayah BP Swasta  kecuali Puskesmas Waepana tidak termasuk kunjungan ke BP  .577  9.925  15.218  138.TABEL  42  JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN .971  KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA  JUMLAH  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  %  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  NO  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  SARANA PELAYANAN  KESEHATAN  2  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II  1  Sarana Yankes lainnya  JUMLAH (KAB/KOTA)  JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA  JUMLAH PELAYANAN  CAKUPAN KUNJUNGAN (%)  156.937  8.925  15.050  4.843  34.600  18.438  21.098  5.492  2.11  5.937  8.400  23.577  9.971  4.571  ­  ­  161.438  21.971  JUMLAH  5  22.050  113.22  Sumber:LB4 Puskesmas Tahun 2009  Ket : kunjungan ke sarana yankes lainnya (BP Swasta).098  5.576  10.571  ­  23.296  7.218  137. RAWAT INAP.492  2.120  34.822  138.549  18.168  7.

 bedah.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  3  Lab Swasta/BP Swasta  6  1  16.67  4  PUSKESMAS  10  7  70.94  Sumber : Laporan Tahunan Dinas Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009  Ket : Kemampuan Labkes : Mampu menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan sesuai standar  4 spesialis dasa : pelayanan kandungan dan kebidanan.TABEL 43  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH YANG MEMILIKI  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH  3  LABKES  4  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  5  % YANG MEMILIKI  LABKES  6  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  7  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  1  100.00  100. penyakit dalam dan anak  .00  JUMLAH (KAB/KOTA)  17  9  1  52.

TABEL 44  KETERSEDIAAN OBAT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  1  1  2  3  4  5  6  JENIS OBAT*  2  KEBUTUHAN  3  KETERSEDIAAN JUMLAH  4  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten  Ket :  * Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar  .

36  40.803  51.TABEL 45  PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH TANGGA  NO  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  KECAMATAN  2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DIPANTAU  4  550  650  200  250  350  200  545  250  300  200  BER PHBS *  5  35  266  200  185  274  98  363  180  162  40  %  6  6.00  54.61  72.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  3. Laporan Tahunan Bidang PSDK Tahun 2009  1.92  100.495  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.00  66.00  74.00  78.59  .29  49.00  20.

79  11.62  ­  22.00  70.00  1.33  PERSENTASE POSYANDU  MADYA  10  46.57  26.68  22.62  ­  22.78  11.85  69.77  27.45  41.36  16.22  18.33  61.54  34.18  41.33  JUMLAH (KAB/KOTA)  42  169  63  ­  274  15.23  50.99  ­  100  22.05  ­  ­  30.33  12  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  13  100  100  100  100  88  100  100  100  100  100  %  POSYANDU  AKTIF  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  14  50.79  11.56  21.22  18.46  53.67  73.TABEL 46  JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH POSYANDU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PRATAMA  MADYA  4  1  17  4  ­  ­  4  5  5  4  2  5  13  46  12  23  14  9  9  31  10  2  PURNAM  MANDI  JUMLAH  PRATAMA  A  RI  6  14  1  3  3  9  ­  4  8  10  11  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  8  28  64  19  26  23  13  18  44  24  15  9  3.54  34.67  13.67  73.33  PURNAMA  MANDIRI  JUMLAH  11  50.43  71.56  15.56  15.16  88.00  1.18  41.88  63.99  Sumber: Laporan Bidang PSDK Dinas Kesehatan Tahun 2009  .67  13.

357  959  200  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  27.039  2.405  87.94  15.77  69.55  100.008  61.418  2.752  24.651  2.50  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  : Profil Puskesmas Tahun 2009  .25  65.45  81.399  676  2.75  81.469  1.748  4.849  2.51  20.312  1.627  1.40  39.92  95.768  1.11  68.TABEL 47  PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  JUMLAH  %  DIPERIKSA  6  98.587  1.304  657  1.50  SELURUHNYA  DIPERIKSA  4  5  2.308  3.17  86.304  1.00  95.435  4.86  JUMLAH  SEHAT  7  1.79  70.651  1.627  1.861  2.830  6.24  85.172  773  25  %  SEHAT  8  61.49  47.69  47.96  12.47  56.17  84.994  1.573  3.592  6.

877  2  1.63  3.694  4.00  41.394  1.265  7.00  0.95  0.499  0  0  23.763  100  57.702  81.884  1.446  750  1.205  2.00  0.00  7  3.00  20.757  4.352  25.95  2.318  1.00  0.00  100.645  1.136  500  141  1.694  4.575  87.237  0  0  0  0. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .00  0.265  7.197  350  ­  276  22.527  975  800  8  9  2  40  ­  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1.98  17  0  2.29  50.357  1.44  99.136  650  152  1.00  0.026  5  3.136  1.16  15  0.656  2.758  1.00  99.00  52.00  100.27  0.49  100.00  0.78  96.00  1.00  0.08  7.00  0.120  ­  25  ­  8  10  ­  183  ­  ­  150  11  ­  ­  ­  6  11  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  12  ­  252  ­  ­  ­  ­  ­  23  ­  1  13  3.50  0.68  1.00  93.00  0.318  1.86  80.69  0.00  44.00  0.41  100.378  1.191  97.766373  20.136  2.397  3.694  4.43  45.05  0.13  88.026  6  100.12  79.005  100  100  76.057  7.TABEL 48  PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  LEDENG  LEDENG  JUMLAH  PAH  SGL  SPT  SPT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  JUMLAH  %  KELUARGA  KELUARGA  KELUARGA  YANG ADA  DIPERIKSA  DIPERIKSA % AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  JUMLAH  20  88.07  0.000  815  14  98.08  Sumber: 1.00  0.626  94.323  1.5  98.00  100.47  0.205  3.25  0.43  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.00  0.00  0.923  92.27  100.00  16  1. Ngada Dalam Angka 2009  2.00  0.00  0.736  PAH  SGL  18  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  19  0.63  0.015  6.00  73.00  82.01  4.77  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.37  0.31  0.670  1.205  1.

205  3.758  1.35  0.357  748  7  8  1.378  1.442  73.026  6  2.91  0.90  9  59.378  1.68  51.143  75.TABEL 49  KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JAMBAN JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  % SEHAT  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH KK  TEMPAT SAMPAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  PENGELOLAAN AIR LIMBAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  56.205  3.256  3.97  45.17  0.265  7.00  36.318  13.357  1.15  % KK  MEMILIKI  6.83  72.525  2.833  83.519  1.00  #DIV/0!  174.00  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.136  1.33  0.44  74.026  5  3.645  1.917  78.394  1.00  0.07  56.92  773  100.694  4.34  10  3.18  83.352  25.33  16.248  650  1.83  85.136  2.159  2.026  16  6  67  6  30  241  41  4  1.02  100. Ngada Dalam Angka 2009  2.0  0.00  #DIV/0!  3.86  74.694  4.265  7.205  3.357  1.318  1.026  11  990  ­  ­  152  650  ­  2.00  0.47  0.318  1.76  71.62  87.17  2.00  #DIV/0!  0.14  1.35  64.222  ­  ­  18  19  0.02  61.0  839  203.82  59.265  7.447  1.00  #DIV/0!  0.446  750  1.89  25.94  71.00  25  72.00  15  3.575  6.73  43.694  4.51  92.843  4.32  JUMLAH  SEHAT  17  5  13  2  888  ­  ­  908  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.476  414  53  12  136  79  650  1.506  2.33  50.916  26.446  750  1.446  750  1.108  2.265  7.33  1.033  73.575  1.04  53.67  0.397  3.378  1.53  650  45.656  2.161  384  ­  13  14  30.67  0.318  1.136  1.335  179.0  55.83  676  74.136  1.96  3.00  0.28  30. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .617  Sumber: 1.78  4.318  1.32  13.00  5.74  0.409  5.575  21.357  1.75  5.757  4.84  25.

76  #DIV/0!  #DIV/0!  56.00  75.00  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  50.00  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.38  276  255  Sumber: Laporan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  JUMLAH  SEHAT  23  12  1  ­  88  ­  ­  26  16  ­  ­  143  .77  143  126  66  52.00  96  95  52  54.0909  80  0  #DIV/0!  56.74  15  13  4  30.69231  0  55  #DIV/0!  0  59.97  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  #DIV/0!  100.41  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  21  12  17  1  160  ­  1  61  20  4  ­  22  12  13  1  160  ­  1  44  20  4  ­  4  6  ­  ­  ­  2  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  22  21  21  100.TABEL 50  PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  HOTEL  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  RESTORAN/R­MAKAN  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  PASAR  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  TUPM LAINNYA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  JUMLAH TUPM  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  24  100.08  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  2  2  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  5  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  6  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  7  100.00  7.00  #DIV/0!  #DIV/0!  12  2  2  1  2  ­  1  1  4  2  ­  13  2  ­  1  2  ­  1  1  4  2  ­  14  2  ­  ­  ­  15  100.00  ­  #DIV/0!  53.00  ­  #DIV/0!  16  ­  ­  ­  85  ­  ­  56  ­  2  ­  17  ­  ­  ­  85  ­  ­  39  ­  2  ­  18  ­  ­  ­  44  ­  ­  22  ­  ­  ­  20  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  51.00  #DIV/0!  #DIV/0!  8  8  13  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  9  8  12  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  10  8  ­  ­  34  11  100.00  100.

00  259  251  96.86  100  100  100  100  83.33  100  100  100  7  32  64  12  31  20  17  23  30  18  12  8  32  64  12  31  12  17  23  30  18  12  9  100  100  100  100  60  100  6  100  100  100  10  15  39  9  10  3  11  6  24  18  6  11  15  15  9  10  ­  11  6  24  18  6  12  100  38.TABEL 51  PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  SARANA KESEHATAN  SARANA PENDIDIKAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  SARANA IBADAH  PERKANTORAN  SARANA LAIN  JUMLAH  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  14  28  9  7  6  9  6  10  6  5  5  14  26  9  7  6  9  5  10  6  5  6  100  92.0  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  19  106  220  40  97  40  48  51  80  51  27  20  106  148  40  97  24  48  51  80  51  27  21  100  67  100  100  60  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009  : Profil Puskesmas Tahun 2009  100  97  97.851  258  205  79.457  5  5  100  760  672  88.42  .911  141  114  80.46  100  100  0  100  100  100  100  100  13  43  91  10  49  11  11  15  15  9  4  14  43  43  10  49  6  11  15  15  9  4  15  100  47.55  100  100  100  100  100  16  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  17  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  18  100.25  100  100  54.

592  1.861  6.38  ­  81.435  %  6  87.200  606  %  8  48.418  3.935  14.304  1.17  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RUMAH/BANGUNAN  BEBAS JENTIK  JUMLAH  7  1.806  45.752  3.TABEL  52  PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  RUMAH/BANGUN  AN YANG ADA RUMAH/BANGUNAN  DIPERIKSA  JUMLAH  5  2.500  1.587  959  JUMLAH ( KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  Ket : Tidak Dilaporkan  27.00  #DIV/0!  42.90  .18  1.573  2.768  4.651  2.23  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  4  2.039  1.

29  129  33.3  100. DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV  Teknisi Medis  Sanitasi  Kesmas  : Analis. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan DI.00  4  104  3.19  100.78  2  16.85  100. dll  .0  40  390  10.15  22  21.7  1  1  POLINDES/POSKESDES)  93  56.TABEL 53  PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  NO  UNIT KERJA  2  PUSKESMAS  (termasuk PUSTU dan  MEDIS  JML  3  14  %  4  52  BIDAN  JML  5  78  %  6  75  PERAWAT  JML  %  FARMASI  JML  7  9  %  8  39.26  100. APK.0  2  12  16.08  3  INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  SARANA KESEHATAN LAIN  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  5  DINKES KAB/KOTA  JUMLAH  ­  27  ­  100.1  GIZI  JML  9  8  %  10  67  TEKNISI MEDIS  JML  11  4  %  12  20  SANITASI JML  13  13  %  14  68  KESMAS  JML  15  2  %  16  9.0  5  19  26.0  Sumber: Laporan Tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada Tahun 2009  Keterangan:  Medis  : Dokter. Dokter Gigi. Dr/Drg Spesialis  Perawat & bidan  : termasuk lulusan DIII dan S1  Farmasi  : Apoteker.0  ­  20  ­  100.5  JUMLAH  17  221  %  18  56.0  8  34.09  100.00  1  5. Fisioterapi  : Lulusan SPPH. TEM dan Penata Rontgen.0  6  23  26. Penata Anestesi.32  100.15  64  39.67  16  80.0  7  164  4.7  2  RUMAH SAKIT  13  48. dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.0  16  21  76.26  3  14.67  100. MPH.

 MPH. Dr/Drg Spesialis  Perawat  : termasuk lulusan DIII dan S1 & SPK  Farmasi  : Apoteker. TEM & Penata Rontgen. Penata Anestesi.TABEL  54  JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  PERAWAT  PERAWAT  FARMASI  GIZI  GIGI  4  5  6  11  4  1  1  19  4  1  1  13  2  1  1  8  2  1  1  10  1  1  1  7  ­  ­  ­  7  2  2  1  8  3  1  1  6  2  1  1  4  ­  ­  ­  NO  UNIT KERJA MEDIS  3  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  BIDAN  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  TEKNISI  SANITASI  MEDIS  7  8  2  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  1  2  1  2  ­  1  ­  2  KESMAS  9  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  10  33  50  23  21  26  14  23  24  15  12  ­  ­  241  133  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  133  374  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  14  13  78  22  93  64  20  4  9  8  8  2  4  16  13  1  2  3  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  4 tubel  13  64  4  8  2  16  1  3  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. dan Fisioterapi  Sanitasi  Kesmas  : Lulusan SPPH. Profil RSUD Bajawa 09  Keterangan:  Medis  : Dokter. Dokter Gigi. dll  . APK dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)  Teknisi Medis : Analis.

90  27  DOKTER  KELUARGA  7  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.TABEL 55  JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH TENAGA MEDIS  NO  UNIT KERJA  DR SPESIALIS  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  DOKTER UMUM  4  2  1  1  1  1  1  1  2  1  1  12  7  DOKTER GIGI  5  ­  1  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  2  JUMLAH  6  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  14  13  ­  ­  ­  13  ­  ­  ­  4  2. Profil RSUD Bajawa 09  . (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  4  ­  ­  ­  4  2.76  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.90  ­  ­  ­  7  ­  ­  ­  2  19  13.

 Profil RSUD Bajawa 09  .000 PDDK  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.35  1  2  2  7  2  8  6  23  ­  1  0.69  2  1  2  1  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.TABEL 56  JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KEFARMASIAN  APOTEKER  S1 FARMASI  D­III FARMASI  ASS APOTEKER  JUMLAH  D­IV/S1 GIZI  3  4  5  6  7  8  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  2  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  3  3  9  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  1  6  4.24  ­  1  TENAGA GIZI  D­III GIZI  9  ­  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  7  1  D­I GIZI  10  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  JUMLAH  11  1  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  8  2  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  12  8.72  2  10  7. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.

73  ­  18  ­  82  ­  100  72.44  ­  8  1  17  1  25  18.11  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.TABEL  57  JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KEPERAWATAN  NO  UNIT KERJA  SARJANA  KEPW  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  6  PERAWAT  DIII  LULUSAN  PERAWAT  SPK  4  5  9  2  6  13  9  4  5  3  5  5  5  2  6  ­  7  1  6  ­  3  1  61  31  51  3  BIDAN  JUMLAH  6  11  19  13  8  10  7  7  8  6  4  93  60  ­  ­  ­  60  DIII BIDAN  7  2  2  ­  ­  1  1  ­  2  2  2  12  6  BIDAN  8  9  20  3  7  9  4  6  4  1  3  66  16  JUMLAH  DIII  9  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  78  22  ­  ­  ­  22  PERAWAT GIGI SPRG  1  ­  1  1  ­  ­  ­  1  1  ­  5  3  ­  2  2  1  ­  15  1  3  4  1  1  1  ­  2  3  2  ­  20  4  JUMLAH  4  4  2  2  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100. Profil RSUD Bajawa 09  .000 PDDK  ­  6  51  3  6  16  3  1  4  4  7  116  ­  34  4  157  113.

76  Sumber : Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan: [a]  Termasuk S2 dan S3  .TABEL  58  JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KESMAS  D­III KESMAS  SARJANA KESMAS  3  4  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  ­  3  ­  [a]  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  JUMLAH  5  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  2  3  TENAGA SANITASI  DIII SANITASI  DI SANITASI  6  7  ­  1  1  ­  1  ­  1  ­  ­  1  1  ­  2  ­  1  1  1  ­  1  1  9  4  1  ­  JUMLAH  8  1  1  1  1  1  1  2  2  1  2  13  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.21  3  13  2  6  5  19  13.000 PDDK  3  ­  3  1  ­  1  16  21  ­  ­  16  21  15.

49  NO  UNIT KERJA  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.TABEL  59  JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TENAGA TEKNISI MEDIS  ANALIS LAB.72  2  Sumber: Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Tahun 2009  .RONTG  3  4  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  6  7  P.17  20  14.ANESTESI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  FISIOTERAPIS  6  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  2  JUMLAH  7  2  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  4  16  ­  ­  ­  16  ­  ­  ­  3  2.000 PDDK  ­  ­  ­  6  ­  ­  ­  9  6.  TEM & P.52  7  ­  ­  ­  7  5.07  1  ­  ­  ­  1  0.

09  8.000  83.99  81.844.935  133.398  4.89  1.080.72  2.33  0.652.561  21.398  100  % APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA  6.14  0  0  1.000  333.654  31.555.714  383.755.060.694.43  1.250  587.660  383.411.00  0.125.000  1.153  78.99  Sumber: Laporan Sub Bagian Keuangan Dinkes Ngada tahun 2009  : LKPJ Dinas Kesehatan tahun 2009  ; Laporan RSUD Bajawa tahun 2009  ; Laporan Jamkesmas Tahun 2009  Ket : Anggaran Kesehatan APBD Kabupaten (Dinas Kesehatan) sudah termasuk dengan gaji pegawai  .00  3.08  100  2.138.668.382.800.344.755.249.321  26.319.474.62  1.779.382.685.30  ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA  224.57  4.86  0  0  0  0  0  0  11.500  487.980.242.416.000.000  1.TABEL 60  ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  DINKES  3  %  4  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  RSUD  4  %  NO  SUMBER BIAYA  1  2  ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:  1  APBD KAB/KOTA  2  APBD PROVINSI  3  APBN :  ­ Dana Alokasi Khusus (DAK)  ­ JAMKESMAS  ­ DEKONSENTRASI  4  Bantuan Luar Negeri (AIP­MNH)  BLN Proyek Gafi/GV  5  ­ BANSOS (Bantuan Sosial)  6  ADB (DHS­II)  7  Jamkesmas Kuota PEMDA  TOTAL ANGGARAN KESEHATAN  TOTAL APBD KAB/KOTA  25.

PROV  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.PUSAT  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.KAB/KOTA  5  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  ­  ­  ­  ­  ­  1  45  9  ­  ­  ­  1  ­  ­  TNI/POLRI  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  BUMN  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  SWASTA  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  2  ­  11  1  1  ­  ­  274  5  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  9  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  2  2  ­  11  1  2  45  9  274  5  ­  1  ­  ­  1  RUMAH SAKIT UMUM  2  RUMAH SAKIT JIWA  3  RUMAH SAKIT BERSALIN  4  RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA  5  PUSKESMAS PERAWATAN  6  PUSKESMAS NON PERAWATAN  7  PUSKESMAS KELILING  8  PUSKESMAS PEMBANTU  9  RUMAH BERSALIN  10  BALAI PENGOBATAN/KLINIK  11  PRAKTIK DOKTER BERSAMA  12  PRAKTIK DOKTER PERORANGAN  13  PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL  14  LABORATORIUM KLINIK  15  POLINDES  16  POSKESDES  17  POSYANDU  18  APOTEK  19  TOKO OBAT  20  GFK  21  INDUSTRI OBAT TRADISIONAL  22  INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL  Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  .TABEL 61  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PEMILIKAN/PENGELOLA  NO  1  FASILITAS KESEHATAN  2  PEM.

TABEL 62  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  DESA/ KELURAHAN  3  12  21  8  17  7  7  12  6  4  DESA SIAGA  4  5  ­  9  3  5  5  3  6  ­  3  ­  2  POSKESDES 5  4  1  1  1  1  POLINDES  6  8  11  5  6  2  3  5  3  2  POSYANDU  7  28  64  19  49  13  18  44  24  15  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  1  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  41  9  45  274  Sumber: Laporan UKBM Bidang PSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  ; Profil Puskesmas tahun 2009  .

 Fatima Soa  0.0  #DIV/0!  Sumber: Laporan Tahunan RSUD Bajawa 2009.4  0.1  1.0  0.0  #DIV/0!  NDR  13  26.1  1.6  8.5  20.0  #DIV/0!  1  RSUD Bajawa  2  Puskesmas RRI Aimere  3  Puskesmas RRI Riung  4  BP.3  29.2  #DIV/0!  GDR  12  45.6  14.7  LOS  10  4.946  799  317  ­  BOR  9  54.906  723  165  ­  6  222  21  ­  ­  JUMLAH  HARI  MATI >= 48  PERAWATAN  JAM  7  8  131  14  ­  ­  19.7  19.4  6. Profil Puskesmas Tahun 2009  Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta  .9  TOI  11  3.TABEL 63  INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT & PUSKESMAS RAWAT INAP  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NAMA RUMAH  SAKIT/PUSKESMAS RRI  2  UMUM  Umum  Umum  Umum  JENIS PELAYANAN  UMUM/KHUSUS  3  JUMLAH  TEMPAT  TIDUR  4  100  15  10  20  JUMLAH PASIEN  KELUAR  MATI  (HIDUP + MATI)  SELURUHNYA  NO  1  5  4. St.

04 100 100 70 100 100 70 21 14.306 276 2.03 100.00 Sarkes yang memiliki kemampuan UGD 100.801 56.Penemuan Penderita Diare 14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 95 80 90 95 80 90 2.695 100.704 21 22. BHOKO.Penderita DBD Ditangani .90 Penyebut merupakan ibu hamil riil 92.62 Pasien masyarakat miskin yg dirujuk ke RS 50.686 16 0 100 balita riil yang ditangani di sarkes 16.83 38.226 28 2.01 64.AFP Rate per 100. I NIP.318 8 169 285 9 13.91 70.CAKUPAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2009 (PERMENKES RI NO.06 90 90 90 100 90 100 90 90 90 100 90 100 2.42 Desa Siaga yang dibentuk dan aktif Bajawa.05 2 100 100 100 100 100 100 100 2 100 100 100 100 100 100 100 169 47 9 2.54 7.741/MENKES/PER/VIII/2008) KABUPATEN NGADA TARGET SPM 2009 NO 1 CAKUPAN SPM (%) PEMBILANG 6 JENIS PELAYANAN 2 INDIKATOR 3 NASIONAL (%) 4 KABUPATEN NGADA (%) 5 PENYEBUT 7 (%) 8 (6/7*100%) KETERANGAN 9 A Pelayanan Kesehatan Dasar 1 Cakupan Kunjungan Ibu hamil k4 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi 7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 8 Cakupan Pelayanan anak balita 9 Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan Peserta KB Aktif 13 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit .585 4.673 77 10.00 64.46 81.147 58.Penemuan penderita pneumonia balita .134 28 3.321 276 71.49 100.915 299 3.686 56.SKM PEMBINA TK.407 94 14.144 105 3.Penemuan pasien baru TB BTA + . 195709141984032008 . 26 Juni 2010 Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.31 92.715 14.00 18.897 3.07 71.00 B Pelayanan Kesehatan Rujukan 1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 2 Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan di Sarana Kesehatan C Penyelidikan Epidemiologi dan Penangggulangan KLB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 1 Cakupan Desa Siaga Aktif 100 100 25 25 D 80 80 7 38 18.000 penduduk <15 tahun .967 20.00 78.486 36.

26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. BHOKO. HILDEGARDIS F. 19570914 198403 2 008 .LAPORAN UKBM KABUPATEN PROPINSI TAHUN : NGADA : NTT : 2009 JUMLAH NO. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PUSKESMAS 2 WATUKAPU AIMERE WAEPANA RIUNG MARONGGELA WATUMANU NATARANDANG KOTA SURISINA KOELODA POLINDES 3 2 8 3 5 3 5 2 2 4 11 1 0 1 0 0 1 1 0 1 4 POSKESDES POSKESTREN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PRATAMA 5 7 1 5 5 5 6 8 0 0 2 POSYANDU MADYA 6 9 13 10 28 11 12 6 23 13 60 PURNAMA 7 0 14 3 9 8 2 3 0 13 2 MANDIRI 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS OBAT DESA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS UKK 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH UKBM 11 19 36 22 47 27 26 20 25 31 79 JUMLAH 45 9 0 39 185 54 0 0 0 332 Bajawa. SKM PEMBINA NIP.

. ..FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ..

.. .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC..1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .1.

1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini JUMLAH KAB/KOTA NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KETERJANGKIT (3) (4) % (5) TERJANGKIT (6) % (7) KASUS (8) MATI (9) JUMLAH KECAMATAN JUMLAH AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) - Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : . FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC....1.1.

1.KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Bencana bulan ini No Jenis Bencana Tgl Kejadian Lokasi Kejadian Kabupaten Jumlah Kecamatan (4) (5) Terkena Bencana (6) Jumlah Penduduk Mengungsi Dirawat (7) (8) Meninggal (9) (1) (2) (3) - Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN --- FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 .

1 .2. SKM PEMBINA TK. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. BHOKO. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 Bencana bulan ini NO JENIS BENCANA TGL KEJADIAN (3) LOKASI KEJADIAN KABUPATEN JUMLAH KECAMATAN (4) (5) TERKENA BENCANA (6) JUMLAH PENDUDUK MENGUNGSI DIRAWAT (7) (8) MENINGGAL (9) (1) (2) 1 Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Bajawa. I NIP 195709141984032008 PENYAKIT.

Pengobatan penderita malaria dan TB Paru .Pemantauan gizi balita dan pencegahan meningkatnya kasus.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No (1) Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 5 384 5 1 - 0 - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tindakan : .Penyuluhan PHBS.Perawatan balita gizi buruk 1 orang.1 .2. kesehatan lingkungan dan penyuluhan gizi PENYAKIT. . GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. Tinggi dan meningkatnya kasus penyakit DBD dan malaria disebabkan kurangnya kebersihan lingkungan. Tingginya penderita TB Paru 3. 2. . Adanya balita g izi buruk.

Fogging di wilayah yang berkasus penyakit DBD . Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk PENYAKIT. juga oleh migrasi penduduk dari daerah lain 2.1 .Pengobatan penderita DBD . penyakit penyerta Tindakan : .Penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan . Meningkatnya kasus gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan.716 3 5 - 1 - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jenis Penyakit / Masalah Gizi No (1) (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 25 1.Pengobatan dan pemeriksaan darah pasien penderita malaria . disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat.2. Tingginya penyakit malaria dan meningkatnya kasus demam berdarah.Penyuluhan.

Masih Tingginya kasus malaria oleh karena darah endemik 2.Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk . Meningkatnya penderita DBD oleh karena terjadi penularan melalui vektor 3.Pengobatan penderita malaria dan DBD . Adanya kasus TB bar sebanyak 7 orang.Penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi . . Meningkatnya balita gizi buruk menjadi 6 kasus oleh karena kurangnya asupan makanan Tindakan : .2.Penyuluhan dan pengobatan penderita TB.Penyuluhan gizi masyarakat oleh petugas PENYAKIT.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jenis Penyakit / Masalah Gizi No (1) (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 26 845 7 6 - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.1 .Foging sarang nyamuk . GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. 4.

GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. balita.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. 2. Ket. Tingginya kasus malaria oleh karena daerah endemik 3.Pengambilan darah untuk pemeriksaan parasit malaria .1 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No (1) Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 17 681 .Penyuluhan kesehatan lingkungan dan Gerakan 3 M Plus bagi masyarakat potensi kasus DBD . Tingginya kasus DBD oleh karena terjadinya penularan melalui vektor dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat. Adanya kasus AFP Tindakan : .2.Pengobatan penderita DBD dan Malaria .Peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi. PENYAKIT.*) 2 0 - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.

I NIP 195709141984032008 KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. BHOKO. Masih adanya kasus DBD sebanyak 8 kasus disebabkan penularan oleh vektor dan mobilisasi penduduk.2.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR Jumlah Kasus Baru (3) 8 590 . SKM PEMBINA TK.2 . Bajawa. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. Tingginya penderita malaria oleh karena daerah endemik.*) 1 - Jumlah Kematian (4) - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. pola asuh anak dan makanan gizi seimbang Perawatan balita gizi buruk oleh petugas Ket. pola asuh dan pola makan anak yang salah Tindakan : Pengobatan penderita Penyuluhan pemanfaatan kelambu dan kesehatan lingkungan Penyuluhan gizi masyarakat. masyarakat tidak memanfaatkan kelambu serta kondisi lingkungan yang buruk 3. Masih adanya Balita Gizi buruk disebabkan asupan makanan kurang. 2.

Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. 2.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. Tingginya kematian bayi 3 orang.2 . . Tindakan : .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .2.

. penyakit kronis dan suspek emboli air ketuban.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus D-III Kebidanan.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Tingginya kematian ibu sebanyak 3 orang disebabkan oleh perdarahan.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 3 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.Penanganan kematian ibu dan bayi . pneumonia dan aspirasi. 2.2 . 3.2. Tindakan : . Tingginya kematian bayi disebabkan oleh asfiksia.

Tingginya kematian bayi 4 disebabkan oleh asfiksia.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 4 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .2 . 3. .2.Penanganan kematian ibu dan bayi . pneumonia.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. Kematian ibu 1 orang.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. Tindakan : . Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. 2. Infeksi.

Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . 2.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. . Tingginya kematian bayi 3 orang.2.2 . Tindakan : .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 0 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Penanganan kematian bayi .

Masih adanya kematian ibu 1 kasus 2.3 . Bajawa. . SKM PEMBINA TK. 3.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. BHOKO.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . pneumonia. I NIP 195709141984032008 UPAYA KESEHATAN Formulir RC. Tingginya kematian bayi 3 disebabkan oleh asfiksia.Penanganan kematian ibu dan bayi . Tindakan : .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Infeksi.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.

B 1.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya.89% 61.3 . C 1.23% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3. Kunjungan K4 masih rendah 2.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.89% 69.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .58% 86. UPAYA KESEHATAN Formulir RC. 2.42% 81. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 121 241 193 217 169 3 41. 3.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . Imunisasi DPT 3 masih rendah Tindakan : .

Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . UPAYA KESEHATAN Formulir RC.3 . Kunjungan K4 masih rendah 2.07% 48. 2. 2.55% 60. B 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 8 150 167 134 145 186 8 51.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . Kunjungan Neonatus 1 masih rendah Tindakan : .72% 67. 3.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya . C 1.20% 54.39% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.Pendataan sasaran yang belum optimal. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.

30% 85.66% 93. C 1. 2. B 1. 2.64% 93. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 5 127 259 201 227 258 5 43.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .3 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun (3) Jumlah Sasaran / Bulan (4) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (5) (6) (1) (2) A 1. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : . 3.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .48% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .16% 72.Pendataan sasaran. Kunjungan K4 masih rendah 2. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.

Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .3 . C 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 *) PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 133 232 179 190 209 2 45. 3. Kunjungan K4 masih rendah 2. B 1.39% 71. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : . 2.45% 64.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.72% 66. 2.67% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .70% 83.70% 75.Pendataan sasaran.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel UPAYA KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.

Ket.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No (1) Jenis Pelayanan (2) Jumlah Sasaran /Tahun Jumlah Sasaran /Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) A KESEHATAN IBU 1. Persalinan oleh nakes (Pn) 3334 278 3. I NIP 195709141984032008 PENGELOLAAN DANA Formulir RC.12% 78. Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 3175 265 2. BHOKO.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . K4 3491 291 2.35% 100% Bajawa. Kunjungan K4 masih rendah 2.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . Persalinan di fasilitas kesehatan 3334 278 B KESEHATAN ANAK 1. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel 135 249 181 208 219 2 43.1 .4. Imunisasi DPT3*) 3313 276 C PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1. SKM PEMBINA TK. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .39% 89. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Pendataan sasaran.57% 65. Penderita TB selesai pengobatan 2 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.49% 79.

200. peningkatan.1 . puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan . pembangunan .4. PENGELOLAAN DANA Formulir RC.Khusus untuk pengadaan sarana kesehatan sedang dalam penyiapan dokumen admnistrasi.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.000.867.

- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.4.200.1 . pembangunan .867. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. PENGELOLAAN DANA Formulir RC. peningkatan.Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.000. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .

perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.4.000.1 .200.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan . PENGELOLAAN DANA Formulir RC. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . pembangunan . peningkatan.867.Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

867.000. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .200. pembangunan . puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . peningkatan.1 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.4.Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi PENGELOLAAN DANA Formulir RC.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.

000.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.200.2 .Sedang dalam Pelaksanaan Kontrak untuk pengadaan mobil Pusling dan kendaraan roda-2 Bajawa. SKM PEMBINA TK. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan . I NIP 195709141984032008 JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.867. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.4. peningkatan. BHOKO. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. pembangunan .

2.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.913 74 88 - 243 11 31 - 2.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.960.686 : 8.2 .- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.000 No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 2. JAMINAN KESEHATAN Formulir RC.4. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten. Tindakan : .000.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.000. 2. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.091.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.686 jiwa : 8. JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.2 .4.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 42. Tindakan : .

Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC. Tindakan yang diambil : . laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4.000.985.250.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.2 .686 jiwa : 8. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.303 380 - 485 51 - 6.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.4.000.

- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.000.2 . Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah. Tindakan yang diambil : .Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten Propinsi : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR Formulir RC.4. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.525.120.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4390 235 - 339 108 - 9.1.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.000.686 jiwa : 8.

Bajawa. SKM PEMBINA TK.Memberikan penjelasan dan motivasi kepada rumah sakit agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu.Bulan Tahun : MEI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.000.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 3. BHOKO. I NIP 195709141984032008 . Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.686 jiwa : 8. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.1. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.- - Analisi Masalah : 1. Tindakan yang diambil : .680. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.275.000.

2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN JUNI 2010 .LAPORAN KOMUNIKASI DATA RUTIN DAN CEPAT (KOMDAT) JANUARI S/D MEI TH. 2009 CAKUPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TH. 2010 DATA DASAR PUSKESMAS TH.

.

.

PROFIL KESEHATAN TAHUN 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN .

SKM Tim Penyunting : o Hildegardis F. SKM o Benediktus Joni.Md.KL. SKM o Maria Yulita Bupu Tay. SKM o Yulius Widiyantoro. Mhith&IntDev o Mursina Wahyuningsih Daeng. SKM o Finsensius Susanto. SKM} Pengarah : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Martinus Beno Doven. SKM o Mursina Wahyuningsih Daeng.A.TIM PENYUSUN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 Pelindung/Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Hildegardis F. Artanaya.G.A. Agung K.G.Md Tim Penyusun : o I. Artanaya. S. Emerentiana Reny W. SKM o Sitti Maryanti.Md. Bhoko.Md. S.KL o Emerentiana Y.KL.Sos o I. SKM . A. SKM o Martinus Beno Doven. A.O Mbere.Sos} Tim Pengumpul Data : o Drg.SKM o Veronika Suka. Agung K. Bhoko.

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat. termasuk kinerja yang telah diperoleh dalam penyelenggaraan pelayanan minimal bidang kesehatan. upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan sehingga Profil Kesehatan ini dapat dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun. Kami menyadari sepenuhnya bahwa. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dalam penyusunan dokumen Profil Kesehatan ini. oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. dokumen Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang telah disusun ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada juga merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten. rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan dokumen Profil Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009 ini. Selain itu. sumber daya kesehatan. BHOKO. Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. Sekian dan Terima kasih. kami sampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasih. Puskesmas dan Rumah Sakit yang senantiasa saling memberikan informasi-informasi penting khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan juga berkat dukungan lintas sektor dalam penyediaan data dan informasi di Kabupaten Ngada. semoga Dokumen Profil Kesehatan ini dapat memberikan informasi guna menentukan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada di masa yang akan datang. Sebagaimana diketahui bahwa Profil Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan. berisi data dan informasi yang menggrafikkan derajat kesehatan. SKM PEMBINA TK I NIP : 19570914198403200 i . Dokumen Profil Kesehatan ini tersusun berkat dukungan dan kerja sama dari para pengelola program baik di Dinas Kesehatan. Bajawa.

........ Sistematika Penyajian ……………………………………………………………… BAB II GRAFIKAN UMUM KABUPATEN NGADA 2... Pembiayaan Kesehatan……………………………………………………………… BAB VI PENUTUP 6.. 4.... Perilaku Hidup Masyarakat …………………………………………………………............. Keadaan Sosial Ekonomi.....2... Mortalitas …………………………………………………………………………….... Status Gizi …………………………………………………………………………….... Latar Belakang ………………………………………………………………………...2... Tingkat Pendidikan.........1..........4.......... Kondisi Geografis …………………………………………………………………… 2..... Keadaan Penduduk ………......................................2.. Tenaga Kesehatan …………………………………………………………………… 5. Kesimpulan……………………………………………………………………………..............3..... Pelayanan Kesehatan Dasar ……………………………………………………….... Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan ………………………........... 3... 3... 1.3... 6............ 2.......1............. Maksud dan Tujuan ………………………………………………………………….... 2....2... Saran…………………………………………………………………………………… LAMPIRAN 61 62 49 54 59 29 42 44 46 11 15 24 27 4 6 8 10 1 2 2 i ii iii iv vi ii ..1..... 4.......4.2...4.. 1........... Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar ……………………..... Sarana Kesehatan …………………………………………………………………… 5....1......3........1................. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR PETA DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1................3.. Morbiditas …………………………………………………………………………….DAFTAR ISI Hal........ Umur Harapan Hidup ………………………………………………………………… BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 4........ BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 5..2......3.....1.... 4... 3. BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3..

Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 3.1 Luas Wilayah.000 Penduduk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 5.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100. Jumlah Penduduk.2 Realisasi Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 23 55 15 6 iii .1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007-2009 Tabel 5.DAFTAR TABEL Hal Tabel 2.

10 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.1 Trend Angka Kematian Bayi Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 Grafik 3.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.DAFTAR GRAFIK Hal Grafik 2. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3. TB Paru BTA Positif.1 Grafik 2.6 Perbandingan TB Paru Klinis.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Grafik 3.000 Kelahiran Hidup) Grafik 3.9 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 (per 100.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.12 Proporsi Status Gizi Baik.1 Presentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 30 26 25 23 23 23 22 21 19 18 16 14 12 10 9 8 5 7 iv .8 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.11 Perkembangan Presentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada tahun 2004-2009 Grafik 3.2 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Grafik 2.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik 3.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.

10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.5 Cakupan Ibu Hamil.15 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.4 Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 33 Grafik 4.7 Grafik 4.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.16 Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngad Tahun 2009 Grafik 4.14 Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 48 46 45 43 40 42 40 39 39 38 37 35 36 35 v .Grafik 4.2 Presentase Cakupan pemberian Tablet Besi (Fe3) Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 31 Grafik 4.3 Trend Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 32 Grafik 4.8 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.6 Presentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. DPT.17 Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Keseatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.12 Cakupan Imunisasi BCG. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil 34 Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.

1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 3. dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 59 58 58 50 50 27 49 4 17 vi .DAFTAR PETA / VISUALISASI Hal Peta 2. Sanitarian.1 Peta 3.2 Peta 5. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada tahun 2009 Peta 5.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.2 Peta 5. Pustu dan Polindes Peta 5.6 Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi.3 Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas.1 Peta Kecamatan Rawan Gizi Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta Penyebaran Puskesmas.

DATA DASAR PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA                   Dinas Kesehatan  TAHUN 2009 .

Kabupaten Ngada 2010 .

Jumlah Desa/Kelurahan. Infeksi Menular Seksual. dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Pelayanan KB Baru Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kecamatan Cakupan Bayi. % TB Paru Sembuh. Rasio Beban Tanggungan. Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/SMP/SMU Jumlah PUS. Jumlah Penduduk. Peserta KB Baru. Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1. Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Wanita USia Subur Dengan Status Imunisasi TT Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Akses Ketersediaan Darah unutk Bumil dan Neonatus tang Dirujuk Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi DItangani Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayahnan Gawat Darurat (Gadar) Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani <24 Jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Penderita dan Kematian Serta Jumlah Kecamatan dan Desa yang Terserang KLB Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Persentase Desa/Keluarahan Dengan Garam Beryodium yang Baik Menurut Kecamatan .K4). Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin. Peserta KB.DAFTAR TABEL LAMPIRAN PROFIL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Luas Wilayah. dan Pneumonia Balita Ditangani HIV/AIDS. Kelompok Umur. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita. Bayi dan Bayi BBLR yang Ditangani Status Gizi Balita dan Jumlah Kecamatan Rawan Gizi Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1. Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Berusia 10 Tahun Keatas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan dan menurut Kecamatan Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Melek Huruf Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Kecamatan Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Kecamatan Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan AFP Rate. DBD dan Diare pada Balita Ditangani Persentase Penderita Malaria Diobati Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Cakupan Kunjungan Neonatus.

Pelayanan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kemampuan Labkes dan Memilki 4 Spesialis Dasar Ketersediaan Obat Sesuai dengan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Dasar Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata dan Kecamatan Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kecamatan Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kecamatan Persentase Institusi DIbina Kesehatan Lingkungannya Persentase Rumah/Bangun yang Diperiksa dan Bebas Jentik Nyamuk Menurut Kecamatan dan Puskesmas PersebaranTenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Jumlah Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan JUmlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Kefarmasiahn dan Gizi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Sarana Kesehatan Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Indikator Pelayanan Rumah Sakit . Rawat Inap.Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42` Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Formal Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Cakupan Wanita USia Subur Mendapat Kapsul Yodium Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Jumlah Kunjungan Rawat Jalan.

Kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas dari Sistem-sistem Informasi Kesehatan (SIK) Propinsi dan untuk memperoleh Sistem Kesehatan propinsi yang akurat maka diperlukan pemantapan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota hal ini disebabkan karena penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sesuatu yang sangat penting. Memasuki millennium ketiga. SIK Kabupaten/Kota diharapkan antara lain dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana Pembangunan Daerah tersebut serta sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan. mau dan mampu untuk mengenali. Salah satu produk dari SIK Kabupaten/Kota adalah ”Profil Kesehatan Kabupaten Ngada”. Untuk mewujudkan visi dan misi . termasuk dukungan dalam menyusun Sistem Informasinya. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 1 . Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah mengandung konsekuensi bahwa masing-masing daerah harus memiliki Sistem Kesehatan tersendiri. terpadu dan berkesinambungan. memberdayakan masyarakat dan atau kelompok masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan kesehatan. pencegahan penyakit (preventif). keluarga dan masyarakat. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif). Setiap individu berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan. Dan pencapaiannya didukung oleh 3 misi yaitu : Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.1 Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara menyeluruh. pengarus-utamaan gender. dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menetapkan visi :” Masyarakat Ngada yang Mandiri untuk Hidup Sehat” yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Ngada menyadari. Meningkatkan kemitraan. mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat meminimalkan gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat.BAB I PENDAHULUAN 1. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Bab-2 : Gambaran Umum Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Ngada.3 Sistimatika Penyajian Bab-1 : Pendahuluan Bab ini berisikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil Kesehatan dan sistematika dari penyajiannya. sosial budaya dan lingkungan. pelayanan kesehatan dasar rujukan dan penunjang. Selain uraian tentang letak geografis. 3. angka kesakitan. Data dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. ekonomi. pemantauan dan mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 dan tahun 2010 yang mengacu kepada Visi Kabupaten Ngada serta pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas – Puskesmas binaan dalam pencapaian Visi Kabupaten Ngada Sehat. Bab-4 : Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar. bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya seperti kependudukan. pemberantasan penyakit menular. 2. 1. pencapaian programprogram kesehatan dan keluarga berencana.Profil Kesehatan Kabupaten Ngada adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Ngada yang diterbitkan setahun sekali. Bab-3 : Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian. pendidikan. Untuk menyediakan data-data kesehatan yang berguna dalam pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi. Untuk mengetahui hasil pencapaian program-program kesehatan serta permasalahanpermasalahan dalam pelaksanaan program di Kabupaten Ngada pada tahun 2009. Untuk mengetahui gambaran secara umum situasi atau keadaan kesehatan di Kabupaten Ngada. 1. dan status gizi masyarakat. pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 yaitu : 1. pelayanan kefarmasian dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 2 . perbaikan gizi masyarakat. Dalam setiap terbitannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan. Selain hal tersebut diatas tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 ini adalah dalam rangka menyediakan informasi kesehatan sebagai salah satu sarana untuk perencanaan. fasilitas kesehatan. administratif dan informasi umum lainnya.

tenaga kesehatan. bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan. Bab-6 : Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009.alat kesehatan. pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. Selain keberhasilankeberhasilan. pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 3 . Upaya pelayanan kesehatan diuraikan dalam bab ini juga memuat indicator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota.

Peta 2. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan. Dimana kecamatan terluas adalah Riung 327.92 km2.1.26 km2 atau 5. Dan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Jerebuu yaitu 82. Bagian utara berbatasan dengan Laut Flores.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Wilayah administratif Kabupaten Ngada telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan kependudukan.94 km2 atau 20.07% dari keseluruhan luas wilayah.620.5 o BT.BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN NGADA 2. 78 Desa dan 16 kelurahan. Kondisi Geografis Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores bagian barat.45o BT – 121.23% dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Ngada. propinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya pada koordinat 8o LS – 9o LS dan 120. bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur. bagian selatan berbatasan dengan Laut Sawu. Jarak antara Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yang terletak di Bajawa yang terjauh adalah Maronggela (Kecamatan Riung Barat) 74 km kemudian Riung (Kecamatan Riung) 71 km dan yang terdekat adalah Surisina Kecamatan Bajawa yaitu 2 km. dengan luas wilayah 1. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 4 .

Profil Kesehatan Puskesmas. Bajawa merupakan ibukota Kabupaten Ngada terletak di daerah dataran tinggi sehingga akses transportasi dari dan ke ibukota propinsi cukup jauh dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. bagian tengah dengan dataran Kecamatan So’a. (Ngada dalam Angka. Dataran rendah.245 m. serta adanya pegunungan lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada. Gunung Lobo Butu dengan ketinggian 1800 m. yang ditandai oleh sebagian besar terdapat di wilayah pantai selatan seperti di Kecamatan Aimere dan sekitarnya.2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 5 . Dari data yang ada menunjukkan wilayah Kabupaten Ngada merupakan daerah perbukitan dengan rata-rata tingkat kemiringan tanah terbesar 15-25%. begitupun Puskesmas yang terletak di kecamatan tersebut dikategorikan sebagai Puskesmas sangat terpencil.2009. Kecamatan Wolomeze. daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki ketinggian dari 0 meter sampai dengan lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut. yang ditandai dengan adanya gununggunung seperti. Oleh karena wilayah terdiri dari dataran tinggi atau perbukitan menyebabkan akses terhadap fasilitas kesehatan cukup sulit. maka Kabupaten Ngada banyak memiliki daerah yang cukup curam serta daerah yang dapat dikategorikan sangat terpencil. lembah. 2009). Sehingga Kecamatan Bajawa letak Ibukota Kabupaten Ngada serta kecamatan lainnya termasuk daerah sangat terpencil. Gunung Inelika dengan ketinggian 1600 m. Dengan adanya sejumlah gunung tersebut. Hal ini dapat dilihat dari frekuaensi penerbangan transportasi udara maupun laut tidak terlaksana secara rutin harian. Medan dan jalan menuju beberapa desa masih sangat sulit dijangkau.1 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Sumber : Ngada Dalam Angka. Berdasarkan ketinggian terhadap permukaan laut wilayah Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi : Dataran Tinggi. Kecamatan Bajawa Utara dan bagian utara yang terbentang dari Kecamatan Riung Barat sampai dengan Kecamatan Riung. Grafik 2.Secara topografis Kabupaten Ngada terdiri dari daerah pantai. Gunung Inerie dengan ketinggian 2.

Kecamatan Golewa 3.127 jiwa (sudah dipisahkan dengan penduduk wilayah Nagekeo).309 11.015 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 71.30 167.645 1.998 138. sedangkan laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1%. Kecamatan Soa 6. Jumlah Penduduk.795 4.894 1.050 Jumlah Rumah Tangga 3.265 7.92 Jml Desa/kel 12 21 8 17 7 7 12 6 4 94 Jml Penduduk 14.012 jiwa. jumlah penduduk 2008 sebanyak 138.864 34.388 7.026 29. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Luas Wilayah (km2) 152.38 91. Kecamatan Wolomeze 2.72 82.397 3.50 250.26 133.930 8. Tabel 2.49 103.050 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngada.14 327. Kecamatan Bajawa Utara 7.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Ngada jumlah penduduk Tahun 2009 sebanyak 138.757 6.992 32.947 14. Kecamatan Aimere 2.94 312.9%). Kecamatan Riung Barat 9.Dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ngada masing-masing Kecamatan telah mempunyai Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan dengan nama-nama Puskesmas sebagai berikut : 1.620. Kecamatan Bajawa 5. Jumlah Rumah Tangga 29. maka terjadi penambahan penduduk pada tahun 2008 sebanyak 3885 jiwa (2. Kecamatan Riung 8.19 1.035 jiwa dengan tingkat kepadatan 85 jiwa per km2.827 7.1 Luas Wilayah. Kecamatan Jerebuu 4.394 1.656 2. Jika dibandingkan laju pertumbuhan penduduk selama 3 tahun terakhir menurut data BPS Kabupaten Ngada yaitu jumlah penduduk tahun 2007 sebanyak 134.352 Ratarata Jiwa/ RT 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 Kepadatan Penduduk/ km2 97 139 97 247 50 131 44 25 48 85 : Puskesmas Aimere : Puskesmas Koeloda : Puskesmas Watumanu : Puskesmas Kota dan Puskesmas Surisina : Puskesmas Waepana : Puskesmas Watukapu : Puskesmas Riung : Puskesmas Maronggela : Puskesmas Natarandang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Aimere Golewa Jerebuu Bajawa Bajawa Utara Soa Riung Riung Barat Wolomeze KABUPATEN Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 6 .352 KK dan rata-rata jiwa per rumah tangga 5 jiwa per rumah tangga.318 1. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 67.

mengingat komposisi penduduk Ngada paling banyak pada usia produktif. Gambaran komposisi penduduk secara labih rinci dapat dilihat pada gambar 2. Dan dikelompokkan menjadi “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”. Dan juga perhatian lebih pada WUS (Wanita Usia Subur) dan PUS (Pasangan USia Subur). karena mereka sangat berperan penting dalam keluarga. Grafik 2.902 orang atau 77. Menurut hasil Susenas 2007 secara keseluruhan penduduk Kabupaten Ngada berumur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja berjumlah 124. dengan ratio penduduk menurut jenis kelamin sebesar 94. Lebih banyaknya komposisi penduduk perempuan dibandingkan laki-laki memberikan ruang bagi sektor kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan terutama ibu.3 berikut ini. Komposisi penduduk Kabupaten Ngada dirinci menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan proporsi terbesar (penduduk laki-laki dan perempuan) berada pada kelompok umur 10-14 tahun.1. meningkat dibandingkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Ngada tahun 2008 yaitu 90. Profil Puskesmas 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 7 .0% dari seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas. Ratio penduduk menurut jenis kelamin yang tertinggi di Kecamatan Wolomeze (98.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Sumber : Ngada dalam Angka.1) sedangkan ratio jenis kelamin kecamatan lainnya rata-rata sama yaitu diatas 90%. 15-19 tahun. 20-24 tahun dan 1-4 tahun.2009.3. Komposisi penduduk usia kerja yaitu yang beumur 15 – 64 tahun.Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan dengan penduduk perempuan.3) dan Kecamatan Bajawa Utara (97.

Dapat dikatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada masih berada pada tingkat ekonomi rendah.826 jiwa atau sebesar 47. Grafik 2. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 8 .3 Keadaan Sosial Ekonomi Tingkat ekonomi penduduk Kabupaten Ngada bisa dilihat dari pengeluaran penduduk menurut golongan pengeluaran <100. Rata-rata pengeluaran untuk sektor pendidikan sebesar 5.67%).000 – diatas 1. sehingga penyediaan dana oleh pemerintah terhadap sector kesehatan perlu ditingkatkan.131 rupiah (33. 2009). Dari 65. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian penduduk Kabupaten Ngada pada kesehatan masih rendah.000 – 149.259 rupiah (66. semua sudah memilki kartu jamkesmas baik Jamkesmas Pusat maupun Jamkesmas daerah.11% (Susenas 2007).41%) sedangkan untuk sector kesehatan sebesar 4.000.2.113 rupiah perkapita atau hanya sekitar 1.000.000 rupiah dimana presentasi penduduk terbesar pada pengeluaran 100.000 rupiah perkapita perbulan yaitu sebesar 28. • Penduduk Miskin Jumlah penduduk miskin yang terdata di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 65.000.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup dalam Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.68% dari total penduduk. Laporan Subdin Yankes.98% dari seluruh pengeluaran (Ngada Dalam Angka. Penduduk miskin merupakan tanggungan Negara (Pasal 34 UUD 1945) sehingga pemerintah menyediakan Jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang terdata dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang memiliki kartu amkesmas atau menjadi peserta Jamkesmas. Sedangkan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk non makanan sebesar 69.33%).007 rupiah perkapita (2.03%.000 atau lebih hanya berkisar 0.000 rupiah perkapita sampai 1. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan sebesar 138. sedangkan penduduk dengan pengeluaran Rp.1.826 jiwa penduduk miskin yang terdata.

914 penduduk miskin dari 4.079 penduduk miskin dari 8.818 penduduk miskin dari 7. Dan jumlah masyarakat miskin yang tercakup Askeskin pada tahun 2007 sebanyak 42%.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. diketahui bahwa persentase masyarakat miskin terbanyak berada di wilayah Kecamatan Maronggela .9 dari keseluruhan penduduk) (Profil Kesehatan 2008) maka jumlah penduduk miskin Kabupaten Ngada mengalami penurunan sebanyak 1620 orang atau penduduk miskin berkurang sebesar 1. Kedua Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan akses sarana transportasi seperti kondisi jalanan dan kendaraan yang cukup sulit untuk mencapai Ibukota kabupaten dalam hal ini RSUD Bajawa sebagai pelayanan rujukan strata 1. Dengan semakin meningkatnya persentase cakupan jaminan kesehatan penduduk miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk miskin.Dari gambar tersebut.998 penduduk terdata). Pelayanan Jamkesmas tahun 2009 pada masyarakat miskin dapat dilihat pada gambar berikut. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2008 sebanyak 67.309 penduduk terdata). Laporan Jamkesmas 2009 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase pelayanan penduduk miskin tertinggi terdapat di Puskesmas Watumanu (116%) dan Puskesmas Riung (116%).446 orang (48. Grafik 2. pada tahun 2008-2009 Program Askeskin digantikan oleh Jamkesmas dengan tujuan yang sama yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang terdata. Jerebuu dan Bajawa Utara persentase penduduk miskin dibawah 50%.22%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 9 . Rincian lebih lengkap mengenai data penduduk miskin dapat dilihat pada lampiran tabel 36 dan 37. Sedangkan kecamatan Golewa.795 penduduk). disusul oleh Kecamatan Bajawa Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 61% (5. yaitu 62% penduduk terdata sebagai penduduk miskin (4. kemudian kecamatan Wolomeze dengan persentase penduduk miskin 58% (2.

0%). Sedangkan pesentase penduduk menurut tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 2.04%. Penduduk 10 tahun keatas yang melek huruf di Kabupaten Ngada sebanyak 50. Persentase penduduk melek huruf tertinggi di Kecamatan Aimere (89. Data lebih terperinci mengenai tingkat pendidikan dan angka melek huruf Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4 dan 5. Dari gambar menunjukkan bahwa persentase tertinggi penduduk usia 10 tahun keatas berdasarkan tingkat pendidikan paling tinggi pada tingkat pendidikan SD/MI (40%) sedangkan yang tidak tamat SD/tidak mempunyai ijazah sebanyak 35% kemudian disusul dengan tingkat pendidikan SLTP (9.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber .4 Tingkat Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk dicerminkan dengan angka melek huruf. yaitu persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin.8% sedangkan perempuan lebih tinggi yaitu sebesar 51. 2009. Ngada Dalam Angka.0%).6%) dan terendah di Kecamatan Jerebuu (11.9% .2. dengan persentase penduduk laki-laki 10 tahun keatas yang melek huruf sebesar 48. Profil Kesehatan 2009. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 10 .

AKB. atau 1. 3. Lingkungan. Angka Kematian Bayi (AKB). dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi.74% dari 3170 kelahiran. Kelahiran hidup sebanyak 3115 kelahiran. Faktor-faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan adalah : lingkungan. Jumlah bayi lahir mati yaitu kematian bayi sejak lahir sampai dengan 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. rohani ( mental ) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit. Keempat faktor utama ini diintervensi melalui beberapa kegiatan pokok yang mempunyai dampak ungkit besar terhadap upayaupaya percepatan penurunan AKI. Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. perilaku. Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi. 23 tahun 1992. AKABA dan Peningkatan Status Gizi Masyarakat serta status Angka Kesakitan dan Kondisi Penyakit Menular. Secara sederhana keadaan sakit itu dinyatakan sebagai : Penyimpangan dari keadaan normal. balita dan ibu maternal yang dilaporkan oleh petugas kesehatan. Sehingga jumlah kematian bayi. Salah satu penyebab masih tingginya kasus lahir mati karena Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 11 . Pelayanan Kesehatan dan Faktor Genetika. Program pembangunan kesehatan di kabupaten Ngada ini dilaksanakan dikatakan cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Menurut UU Kesehatan RI No. karena sebagian besar kematian terjadi di rumah. baik struktur maupun fungsinya atau Keadaan dimana tubuh atau organisme atau bagian dari organisme/populasi yang diteliti tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari keadaan patologisnya.1 Mortalitas Data kematian yang terdapat pada masyarakat dapat diperoleh melalui survey. belum menggambarkan Angka Kematian sebenarnya di masyarakat. Beberapa indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI). Jumlah bayi lahir mati di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 55 kasus kematian. cacat. walaupun masih dijumpai beberapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik.BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Pengertian tentang keadaan sehat dan sakit sangat penting mengingat kita harus dapat menentukan ada/tidaknya permasalahan/penyakit diantara masyarakat dan seberapa besarnya masalah tersebut. Indikator-indikator tersebut ditentukan oleh 4 faktor utama yaitu Perilaku Masyarakat. yang dimaksud dengan keadaan sehat adalah keadaan meliputi kesehatan badan. sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan.

dan persentase persalinan ditolong oleh dukun mengalami peningkatan.7 atau 18 per 1000 Kelahiran Hidup.000 KLH.5/1000 Kelahiran hidup dengan absolut kematian sebanyak 57 kematian. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003 AKB Indonesia sebesar 35 per 1. Yang sama artinya setiap 1000 kelahiran hidup terjadi 18 kematian bayi. Penyebab kematian bayi terbanyak adalah Asfiksia. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 12 . maka AKB Kabupaten Ngada mengalami peningkatan.masih banyak persalinan yang dilakukan tidak di sarana kesehatan dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan berkompetensi bidan. penyebab lainnya adalah Aspirasi. dan Kecelakaan. dimana 7.94% persalinan ditolong oleh Dukun atau sebanyak 250 persalinan. namun jumlah absolut kasus menurun. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lahir mati tahun 2008 sebanyak 59 kasus maka pada tahun 2009 mengalami penurunan. Diare. Infeksi. penyebab kedua adalah Pneumonia. a. Trend AKB di Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 3.1. Hal ini merupakan masalah serius yang harus segera diatasi sejalan dengan kebijakan Revolusi KIA Provinsi NTT yang menyatakan bahwa semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. dengan absolut kematian sebanyak 55 kasus. Trend Angka Kematian Bayi dper 1000 Kelahiran Hidup Di kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Jika dibandingkan dengan Angka kematian bayi (AKB) Kabupaten Ngada tahun 2008 sebesar 16. Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 17. Kejang. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kelahiran maka persentase lahir mati mengalami peningkatan. AKB Propinsi NTT yang dilaporkan tahun 2007 sebesar 11/1000 KLH (1159 kematian). Ikterus. Cacat Bawaan. hal ini menunjukkan bahwa AKB Kabupaten Ngada lebih tinggi dari AKB Propinsi NTT. Malaria.

2 kasus terjadi di Kecamatan Aimere dengan penyebab Hepatitis. Jika debandingkan dengan AKI Kabupaten Ngada Tahun 2008 yang dilaporkan sebesar 144/100. Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan.AKB Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Dari 7 kasus Kematian Ibu 3 kasus terjadi di Kecamatan Golewa dengan penyebab Perdarahan karena Kehamilan di Luar Kandungan (KET) dan perdarahan setelah melahirkan (post-Partum). dan terjadi peningkatan AKB yang cukup tinggi pada tahun 2008 dan 2009.7 atau 225 per 100. Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 224. Pustu dan Polindes. Mengatasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan dana untuk pelacakan kasus kematian bayi antara lain melalui kerjasama dengn AIP-MNH (Australia-Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt) dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi kebidanan serta pertemuan-pertemuan lintas sektor dan lintas program dengan petugas kesehatan di Puskesmas. keadaan kesehatan kurang baik menjelang kehamilan.1 per 1000 Kelahiran Hidup.9 atau 3 per 1000 Kelahiran Hidup. Namun secara absolut atau dilihat dari jumlah kasus kematian balita terjadi penurunan dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 9 kasus pada tahun 2009. 1 kasus kematian terjadi di Kecamatan Riung dengan penyebab Perdarahan Post-Partum. b. persalinan dan masa nifas. serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.000 KLH pada tahun 2015 (MDG’s). walaupun terjadi penurunan pada tahun 2007.000 Kelahiran Hidup dengan absolut 7 kasus kematian ibu dari 3115 KLH. Obs. maka tidak terjadi peningkatan atau penurunan. Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi. Febris dan Gizi Buruk. atau peningkatan jumlah kematian. jantung dan Pre-eklamsia berat. sedangkan penyebab kematian lainnya adalah Kejang. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 2. 1 kasus terjadi di Kecamatan Riung Barat dengan penyebab Emboli Air Ketuban (Suspect Emboli Air Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 13 . Penyebab kematian Balita terbanyak adalah Pneumonia. maka terjadi peningkatan AKI. Jumlah kelahiran dan kematian bayi dan balita secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6. Angka tersebut masih dibawah target IS 2010 yaitu sebesar 102/100.000 KLH atau 5 kematian dari 3464 KLH. Jika dibandingkan dengan AKABA tahun 2008 yaitu 3. c. kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran.

sehingga pada saat ibu hamil atau warga yang membutuhkan darah. masih ada pertolongan persalinan oleh dukun. Donor Darah. kunjungan rumah ( sweeping ) post persalinan oleh petugas belum optimal. transportasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi dan KB.000 Kelahiran Hidup) Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa AKI Kabupaten Ngada dari tahun 20052008 cenderung mengalami penurunan. Grafik 3. di Pustu dan Puskesmas. tabel 7. Pendanaan. Upaya untuk menekan angka kematian ibu dilakukan denganmeningkatkan kemitraan bidan dan dukun untuk mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan dengan harapan agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR). Jejaring Donor Darah mendata semua golongan darah dari warga setempat. jejaring Transportasi untuk memudahkan merujuk warga terutama ibu hamil Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 14 . Selain tersebut diatas upaya yang dilakukan adalah penggerakan dan pengembangan Desa Siaga dengan membangun 5 jejaring yaitu Notifikasi. kondisi sosial ekonomi masih rendah untuk membiayai. bayi. Data kasus kematian ibu secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran.Ketuban). namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan AKI. serta letak geografis yang masih sulit untuk mengakses sarana kesehatan dan belum diterapkannya P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) secara optimal. Jejaring Pandanaan bertugas untuk mengumpulkan iuran atau dana solidaritas warga untuk kesehatan. Jejaring Notifikasi bertugas untuk mendata semua sasaran kesehatan terutama ibu hamil.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 (per 100. kurangnya sarana dan prasarana dalam pelayanan Emergensi Obstetrik dan Neonatal baik itu di Polindes. Adanya kasus kematian ibu maternal di Kabupaten Ngada disebabkan oleh kurangnya kuantitas maupun kualitas tenaga bidan terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil. balita dan kelompok rentan.

50 3.07 Bag Atas Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium (Termasuk Malaria 4. Terobosan lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah dengan mencanangkan REVOLUSI KIA yaitu Semua Persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. ke-3 tahun 2008 dan urutan ke-2 tahun 2009. jaringan pengikat (Pyk tulang blkg.95 Penyakit Kecacingan 1. yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.23 Infeksi Penyakit Usus lain di luar diare. hal ini disebabkan karena telah tersedianya sarana dan prasarana laboratorium di Puskesmas untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 15 . Pola 10 Penyakit Terbanyak Dari laporan LB1 (Laporan Bulanan) puskesmas menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyakit yang selalu menduduki urutan teratas tiap tahunnya. Jejaring Kespro dan KB bertujuan untuk konseling KB pada PUS dan pendataan akseptor aktif.14 & rematik) Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan Lab) 17.52 4.99 Ginggivitis atau Penyakit Periodental 1.53 Penyakit lainnya 26. 3.60 2.60 bag atas di luar ISPA Diare 2.68 27.33 colera atau disentri Penyakit lain pada saluran pernapasan 9.2 Morbiditas Angka kesakitan penduduk diperoleh dari pengumpulan data di masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui kunjungan rumah dan laporan bulanan.64 37.02 1. radang sendi 6.81 7.35 Tropika) Penyakit pada sistem otot.66 Scabies 1.05 5. A.38 2.16 No 1 2 Trend ↑ ↑ 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ↑ ↓ ↑ ↓ ↑ Sumber : Laporan Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Khusus dan Rujukan.46 7. 2.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007 -2009 Tahun Tahun Tahun Jenis Penyakit 2007 2008 2009 % % % Infeksi Akut pada Saluran Pernapasan 21.71 40. triwulan. 2009 Dari data penyakit diatas menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas merupakan penyakit pada urutan pertama selama 3 tahun terakhir ini.00 22. semester dan tahunan dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) Puskesmas dan sarana pelayanan swasta.41 14.61 2. Sedangkan Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium mengalami peningkatan yaitu urutan ke-5 tahun 2007.ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.02 6.

Penderita malaria klinis di Kecamatan Bajawa Utara wilayah kerja Puskesmas Watukapu dan Kecamatan riung Barat wilayah kerja Puskesmas Maronggela serta kecamatan Wolomeze wilayah kerja Puskesmas Natarandang tidak dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium karena di Puskesmas bersangkutan belum tersedia Laboratorium kesehatan. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar 57 per 1000 penduduk. Polindes maupun ditemukan pada saat pusling diberikan pengobatan malaria.balita dan lansia. dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. yang tidak tersedia laboratorium dasar. Laporan Bidang Kesmas.pemeriksaan parasit malaria. Malaria Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terutama di Kabupaten Ngada yang merupakan daerah endemik malaria. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 16 . 2009. Sedangkan kasus malaria positif pemeriksaan darah di laboratorium sebanyak 7912 kasus atau sebanyak 42. dengan AMI (Annual Malaria Incidence) 78 per 1000 penduduk.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Kesehatan 2009. Jumlah kasus malaria klinis (demam tinggi disertai dengan menggigil) di Kabupaten Ngada masih tinggi. Grafik 3. terlihat dari jumlah penderita tahun 2009 (yang berobat ke Puskesmas) sebanyak 10. Pustu. Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah kasus malaria klinis terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa/ke Puskesmas Kota sebanyak 2.736 kasus. Penyakit Menular Bersumber Binatang 1.721 kasus.46% dari seluruh kasus penderita malaria klinis. dan hal ini menyebabkan Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan laboratoris) mundur ke urutan ke-4. data malaria klinis ini sebagian besar merupakan pasien yang berobat ke Pustu maupun Polindes. B. Semua penderita Malaria dengan gejala klinis maupun positif yang berkunjung ke Puskesmas.

Aimere. (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit malaria dalam bentuk peran serta masyarakat melalui : (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas. memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air. Bajawa. dengan AMI paling tinggi yaitu 172 per 1000 penduduk. Bajawa Utara dan Riung Barat. pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent). Daerah Endemis Malaria Ringan atau Rendah adalah Kecamatan Riung dan Wolomeze. pemasangan kasat kasa di rumah.1 : Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Dari peta diatas diketahui bahwa daerah dengan potensi endemis berat atau tinggi adalah Kecamatan Soa. Sedangkan daerah dengan endemis malaria Sedang adalah Kecamatan Golewa. pemakaian baju tebal dan (3) menghilangkan atau membersihkan sarang nyamuk menghilangkan genangan air. Trend kasus malaria selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini: Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 17 .Jika dibandingkan dengan jumlah kasus Malaria Klinis 20. Penyebaran wilayah endemis malaria dapat dilihat pada peta berikut : Peta 3.776 kasus pada tahun 2008 maka kasus malaria klinis mengalami penurunan. Lebih terperinci mengenai Malaria dapat dilihat pada lampiran Profil tabel 11.

dan menurun pada tahun 2009. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 18 . Menurunnya kasus malaria menunjukkan derajat kesehatan masyarakat semakin baik yang juga didukung oleh bantuan Global Fun ATM yaitu Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam pemberantasan penyakit Malaria sejak tahun 2006 terutama bantuan kelambu berinsektisida. kurang efektifnya Fogging Fokus dengan Fogging sebelum penularan.000 penduduk dengan absolut sebanyak 9 kasus.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik diatas menggambarkan jumlah kasus malaria klinis selama 5 tahun terakhir (2005-2009) cenderung menurun dan mengalami penurunan pada tahun 2009. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 dengan Angka Kesakitan 30 per 100. Sedangkan kasus malaria positif mengalami cenderung menagalami peningkatan dari tahun 2005-2008. Dari data menunjukkan bahwa DBD merupakan kasus atau penyakit yang bersifat periodik atau mempunyai siklus waktu tertentu Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.000 penduduk maka tahun 2009 terjadi penurunan kasus DBD. Demam Berdarah Dengue (DBD) Kondisi yang menyebabkan DBD adalah Tingginya mobilitas penduduk. belum memasyarakatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah masalah yang perlu diperhatikan di Kabupaten Ngada. namun kasus-kasus ini sebagai akibat mobilitas penduduk.Grafik 3. 2. Pada tahun 2009 Angka Kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sebesar 7 per 100.

000 penduduk di tahun 2009.000 penduduk pada tahun 2008 dan menurun menjadi 7 per 100. Filariasis Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”. Di kabupaten Ngada pada tahun 2008 terdapat 26 kasus filariasis yang terdapat di kecamatan Bajawa Utara dan Riung Barat. sampai dengan tahun 2003 kasus kronis Filariasis telah menyebar ke 30 provinsi pada lebih dari 231 kabupaten dengan jumlah kasus kronis 6.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 6 per 100. kemudian menurun menjadi 3 per 100.Grafik 3. Di Indonesia. 3.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Sumber : Profil Puskesmas 2008. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Anopheles dan Culex.635 orang. Brugia Malayi dan Brugia Timori. yaitu Wucherecia bancrofti. Angka Kesakitan DBD dilihat dari gambar diatas mengalami peningkatan setiap 2 tahun. dari beberapa jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor Filariasis yaitu Mansonia.000 penduduk pada tahun 2006. Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria.namun penderita tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1970an dan sudah diberi tatalaksana/pengobatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 19 .000 penduduk pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan menjadi 30 per 100. Meningkat dari 2 per 100. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap.

Akibat gigitan HPR ini terdapat 1 korban meninggal dari Kecamatan Soa. namun 44 kasus Filariasis pada tahun 2007 terjadi di kecamatan Boawae yang pada tahun 2008 sudah masuk wilayah Kabupaten Nagekeo.4% (202 kasus) diberikan VAR lengkap. maka mengalami penurunan. Penyakit Menular Langsung 1. dimana pernah terjadi kasus rabies. Lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 13. dan eliminasi terhadap HPR belum secara total dilakukan. Dan angka kesembuhan penderita TB BTA + sebesar 62% atau 29 penderita sembuh.9% dari 583. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar ke-3 di dunia. dimana suspek TB Paru sebanyak 240 orang.5% (41 kasus gigitan) tidak diberi VAR. Jika dibandingkan dengan kasus TB Paru pada tahun 2008. 4. 26.1% (86 kasus) tidak VAR lengkap.000 penderita baru TB) dan 140. dan 12. Dan CFS atau Case Fatality Rate atau persentase korban meniggal karena kasus Rabies adalah 4. Bila dibandingkan dengan kasus Filariasis tahun 2007 sebanyak 44 kasus. dan desa tersebut dikatakan rawan terhadap kasus Rabies. maka penderita kasus gigitan HPR langsung diberikan VAR atau Vaksin Anti Rabies. dan tidak ditemukan penderita baru.walaupun bengkak pada kakinya tetap ada.17% atau 1 korban meninggal dari 24 kasus gigitan yang berasal dari Kecamatan Soa. oleh karena Kabupaten Ngada merupakan daerah Endemik Rabies. namun tidak bertambah besar. sosial ekonomi masyarakat. TB Paru WHO memperkirakan pada saat ini. Rabies Di Kabupaten Ngada Pada tahun 2009 dilaporkan adanya kasus gigitan HPR (hewan Penular Rabies) sebanyak 329 kasus. dengan Attack rate 1.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC. maka pada tahun 2009 mengalami peningkatan. yang setiap tahunnya diperkirakan ada penderita baru TB menular sebanyak 262. dari laporan Puskesmas oleh pengelola P2TB (pencegahan dan Penanggulangan Tuberculosis) suspek TB Paru atau suspek dengan gejala-gejala klinis menderita TB paru sebanyak 426 orang. serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini. Penderita yang dobati adalah yang BTA positif sejumlah 47 penderita atau 100%.000 orang (44.55. Dari 426 penderita yang dinyatakan positif TB dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak/sputum yang positif BTA (Basil Tahan Asam) sebanyak 47 orang atau 11%. Sedangkan pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus filariasis. apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan. C. Di Kabupaten Ngada. Angka tersebut diyakini sangat memungkinkan. hal ini dikarenakan adanya penjaringan penderita dengan gejala klinis TB paru dan adanya pemeriksaan kontak serumah. Sedangkan kasus TB Paru dengan BTA+ mengalami Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 20 . Dari 329 kasus gigitan diantaranya 61.

488 kasus dan 57. Polindes dan Pusling (tidak termasuk RSU) di Kabupaten Ngada. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 9.4 per 1000 penduduk. Grafik 3. 2. sehingga pengobatan TB sebagian besar diawasi oleh petugas kesehatan. TB Paru BTA Positif. Jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa diare sebanyak 2. Suspek TB Paru pada Puskesmas Maronggela. pemeriksaan sputum terhadap BTA dilakukan di Laboratorium Puskesmas Waepana. Diare pada balita ditangani 100% atau semua penderita diare balita ditangani dengan pemberian oralit maupun infus (Rnger Laktat/RL). Diare Pada tahun 2009 Peyakit Diare menduduki urutan ke-7 dalam Pola Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Pasien yang berkunjung ke Puskesmas. hal ini disebabkan belum optimalnya Pengawasan Minum Obat (PMO) di tingkat keluarga.6 Perbandingan TB Paru Klinis. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan Di kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Dari Grafik dapat dilihat bahwa penderita TB Paru klinis paling banyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Waepana kemudian disusul Wilayah Kerja Puskesmas Koeloda. Angka kesembuhan pengobatan TB paru tidak mengalami peningkatan yaitu 62 % pada tahun 2008 dan 2009. maka terjadi penurunan Angka Kesakitan Diare.76% diantaranya merupakan penderita balita (1437 kasus). jika dibandingkan dengan Angka Kesakitan Diare tahun 2008 19. Watukapu dan waepana. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 21 . Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Pustu. Angka Kesakitan Diare tahun 2009 sebesar 18 per 1000 penduduk.penurunan yaitu 66 orang pada tahun 2008 menjadi 47 orang pada tahun 2009.

tahun 2005 ditemukan 4 kasus. Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah membentuk KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) pada tahun 2008 sesuai Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 22 . Semakin tingginya mobilitas penduduki antar wilayah. Gambar 3. tahun 2006 ditemukan sebanyak 3 kasus dan telah meninggal semuanya. Jumlah penderita HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 sampai 2009 sebanyak 29 penderita. terjadi fluktuasi penemuan penderita HIV/AIDS dan trend kasusnya cenderung meningkat. Dan dari 29 kasus tersebut. meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangannya. perkembangan teknologi yang semakin pesat. HIV/AIDS Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus di Kabupaten Ngada menunjukkan peningkatan. dimana yang nampak hanya sebagian kecil saja. penderita HIV/AIDS yang hidup dan terdata sebanyak 9 orang. dan 6 diantaranya meninggal. Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) melalui suntikan memberikan kontribusi yang besar terhadap meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS. Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa itu adalah penyakit yang memalukan. meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman seiring dengan zaman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika. 3 diantaranya meninggal. Dari 29 kasus tersebut. tahun 2007 ditemukan sebanyak 5 kasus HIV/AIDS.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi Di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Dari gambar kasus diatas. Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada merupakan fenomena gunung es. sehingga banyak sekali kasus yang tidak terjaring. 8 kasus ditemukan tahun 2009. dilihat dari penambahan jumlah kasus.3. Dan beberapa suspek atau orang yang dicurigai menderita HIV/AIDS menolak untuk mengikuti pemeriksaan darah. penyebaran pembangunan ekonomi. 6 kasus ditemukan pada tahun 2008 dan 4 diantaranya sudah meninggal. tahun 2004 2 kasus dan tahun 2003 1 kasus. 3 diantaranya meninggal.

Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.10. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3. Grafik 3.9.8. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada tahun 2003-2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 23 . Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran penderita HIV/AIDS menurut kelompok umur. jenis pekerjaan dan jenis kelamin.dengan Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2007 dan telah membentuk jasringan ODHA dan OHIDHA.

IMS Deteksi dini kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dilakukan di Puskesmas dengan menerapkan managemen PMS pada ibu hamil yang datang ke sarana kesehatan. dan terbanyak pada kelompok umur 21-25 tahun dan 26-30 tahun.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. Pada tahun 2009 terjadi KLB Rabies di Kecamatan Soa yaitu terdapat 1 korban meninggal karena Rabies dari 24 kasus gigitan di Kecamatan Soa.Dari gambar diatas diketahui bahwa terdapat kasus HIV/AIDS pada penduduk kelompok umur 0-5 tahun (balita) 1 kasus. hal ini disebabkan karena mobilisasi para sopir antar daerah. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain. yang wilayah kerjanya terdapat kasus HIV/AIDS. Pekerjaan sebagai Sopir merupakan kasus terbanyak ketiga. dan langsung diberi tatalaksana atau penanganan pengobatan kasus tersebut. Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Pada tahun 2009 dari deteksi dini IMS yang dilakukan terdapat 63 kasus IMS.3 Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum. Di negara berkembang. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.55% dengan jumlah penduduk sekitar yang terancam 1. Kurang Energi Kronik (KEK). A.17 %. Menurut jenis kelamin kasus HIV sebagian besar ditemukan pada laki-laki yaitu 19 kasus. Sedangkan menurut jenis pekerjaan terbanyak pada IRT (Ibu Rumah Tangga) dan swasta. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2. yang sudah menjalankan kegiatan deteksi dini IMS ini adalah Puskesmas Aimere dan Kota. Attack Rate 1. BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). bayi dengan Berat Badan lahir Rendah (BBLR). status gizi wanita usia subur.551 penduduk. D. 4. dan Case Fatality Rate atau Rasio korban meninggal karena rabies dibanding korban gigitan HPR sebesar 4. 3. Kejadian Luar Biasa Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan wabah. yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang. Namun kegiatan deteksi dini IMS atau PMS di Kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal. Status gizi janin dan bayi sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil atau ibu menyusui. karena disamping merupakan faktor predisposisi seperti penyakit infeksi yang dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual. banyak BBLR dengan IUGR Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 24 . status gizi balita.

78% dengan absolut 54 bayi. B. Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat.karena ibu berstatus gizi buruk. Lebih rinci mengenai Bayi BBLR dapat dilihat pada lampiran tabel 15. dan menurun lagi pada tahun 2009 (54 kasus). Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). 2009 Perkembangan persentase kasus BBLR di Kabupaten Ngada selama 6 tahun terakhir mengalami fluktuasi. Perkembangan kasus BBLR di Kabupaten Ngada sejak tahun 2004 sampai 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 3. Di Kabupaten Ngada. namun pada tahun 2007 terjadi peningkatan kasus yang signifikan (154 kasus) dan mengalami penurunan pada tahun 2008 (70 kasus).11 Perkembangan Persentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada Tahun 2004-2009 Sumber : Profil Puskesmas. Bayi BBLR di kabupaten Ngada yang dilaporkan Puskesmas dari 3115 kelahiran hidup 93% diantaranya yang ditimbang (2893 LH) dan yang BBLR sebanyak 1. gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD). malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil. Meskipun semua bayi BBLR pada tahun 2009 ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan namun tindakan atau upaya-upaya preventif harus tetap dilaksanakan untuk menekan angka kejadian BBLR. dimana cenderung terjadi penurunan dari tahun 2004 (183 kasus) sampai tahun 2006(96 kasus). untuk menanggulangi masalah gizi atau untuk memperoleh gambaran konsumsi gizi di tingkat rumah tangga dan status gizi masyarakat dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Pemantauan Status Gizi (PSG) atau Pemantauan Wilayah Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 25 . dan semua bayi BBLR telah ditangani oleh tenaga kesehatan. gizi kurang (z-score<-2 SD sampai 3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD). Salah satunya adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini ke sarana pelayanan kesehetan dan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. Kategori yang digunakan adalah : gizi lebih (zscore>+2 SD). anemia.

2%. Hasil pemantauan status gizi balita yang datang ke Posyandu 67.42% dengan absolut 484 balita. sedangkan gizi buruk 21 kasus atau 0.59% meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2008 yaitu 88%. Kematian balita yang disebabkan oleh gizi buruk sebanyak 2 balita.52% berat badan naik dengan absolut 7388 balita. Hasil PSG/PWS yang dilaksanakan 2009 di posyandu atau sekitar 76. Grafik 3. Upaya yang dilakukan terhadap 20 orang balita gizi buruk adalah dengan pemberian PMT Pemulihan. Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebanyak 4. terdapat 10.12 Proporsi Status Gizi Baik. peran keluarga yaitu orang tua balita dan pemenuhan kebutuhan gizi dari saat ibu hamil sampai saat anak lahir dan bertumbuh kembang.21%. sektor ekonomi dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 26 . gizi kurang 828 kasus atau 8. ini menunjukkan hasil yang baik dari pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Keluarga.19% atau 21 balita. Dari 484 balita BGM. Namun masih terdapatnya kematian balita akibat gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan. bila dibandingkan tahun 2008 maka jumlah kasus gizi buruk mengalami penurunan. sedangkan balita gizi buruk sebesar 0. dan yang telah diberikan MP ASI (makanan Pendamping ASI) untuk menambah asupan gizinya sebanyak 105 bayi.944 balita yang datang dan ditimbang Bila dibandingkan dengan cakupan balita ditimbang tahun 2008 yaitu 85% mengalami penurunan. dan pertanian. 2008 Dari gambar diketahui bahwa status gizi baik Kabupaten Ngada sebanyak 91.321 balita yang terdata.Setempat (PWS) di seluruh kecamatan. dan telah mengalami peningkatan berat badan. perlu kerjasama yang baik dengan sektor terkait seperti ketahanan pangan. Disadari bahwa untuk mengatasi masalah ini sektor kesehatan saja tidak akan mampu mengintervensi masalah gizi buruk sampai ke akar. sedangkan 4 orang balita gizi buruk dengan penyakit penyerta telah dirawat di sarana kesehatan. 254 diantaranya adalah bayi BGM.42% dari seluruh balita pada tahun dari 14. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Seksi Gizi.

Aimere. Bajawa Utara. dimana prevalensi gizi buruk dan kurangnya berkisar antara 6%-10%. Angka kematian bayi merupakan indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Data selengkapnya tentang status gizi dapat dilihat pada lampiran tabel 16 dan 24. Kecamatan dengan prevalensi gizi buruk dan kurang potensi ringan. namun tetap mendapat penanganan yang lebih untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. sehingga tidak menjadi kecamatan rawan gizi. untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan upaya preventif untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. Kecamatan dengan potensi sedang rawan gizi yaitu kecamatan Wolomeze dan Bajawa.2 Dari gambar diatas diketahui bahwa Kecamatan Riung Barat merupakan Kecamatan Rawan Gizi yaitu kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada balita lebih dari 15%. bisa dikatakan kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan Jerebuu.sektor pemberdayaan dan penggerakan masyarakat desa. Sedangkan kecamatan yang berpotensi berat rawan gizi yaitu Kecamatan Golewa. Soa dan Riung. sehingga perubahan derajat kesehatan terutama pada Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 27 . 3. Peta 3.4 Umur Harapan Hidup Penurunan angka kematian bayi sangat berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH).

Menurut Estimasi Ngada dalam Angka. 2009 (Badan Pusat Statistik).3 tahun.6 tahun. dimana urutan pertama adalah Kota Kupang yaitu laki-laki 70 tahun dan perempuan 73. meningkatnya Umur Harapan Hidup secara tidak langsung juga member gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.6 tahun dan perempuan 68. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 28 . Umur Harapan Hidup di Kabupaten Ngada untuk laki-laki mencapai usia 64. Dan urutan ketiga setelah Kabupaten Ngada adalah Kabupaten Ende dengan UHH laki-laki 64 tahun dan perempuan 68. Angka ini bila ditinjau tingkat Propinsi NTT.penurunan AKB dan kenaikan UHH.8 tahun. Ngada menduduki urutan kedua.

Angka capaian ini belum merupakan K1 murni melainkan jumlah kunjungan pertama ibu hamil ( kontak pertama ). dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khusunya untuk tahun 2009.8%. Cakupan K1 merupakan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan.2%. cakupan ini menurun dibandingkan cakupan tahun 2008 yaitu 93. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Pemeriksaan kehamilannya. satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya. perlu adanya sosialisasi terutama bagi ibu hamil untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 29 . Cakupan pelayanan kunjungan baru ibu hamil ( K1 ) di Kabupaten Ngada tahun 2009 berdasarkan data dari Puskesmas. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat. pemeriksaan tensi dan Konsultasi. Pemberian Imunisasi TT. Pelelayanan ANC standar yaitu Penimbangan Berat Badan. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan yang selanjutnya berpengaruh hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi. dokter umum. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : A. 4. bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya.BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pemberian Tablet Besi. yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang diutamakan pada kegiatan promotif dan preventif. Untuk meningkatkan cakupan K1. Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapat pelayanan antenataldi fasilitas kesehatan sesuai standar paling sedikit 4 (empat) kali. 1. sebesar 83.1 Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) selama masa kehamilan dimaksudkan untuk mengatasi kasus anemia ibu hamil serta meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe selama masa kehamilan hingga persalinan. Data selengkapnya mengenai pelayanan ANC ibu hamil dapat dilihat pada lampiran tabel 17. maka pencapaian secara kabupaten belum memenuhi target. Permasalahan tidak tercapainya K4 adalah tidak tercapainya K1 murni yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali pada triwulan 1/sebelum lewat dari 3 bulan kehamilan.27% yaitu 2630 ibu hamil dari 4674 proyeksi ibu hamil/ ibu hamil yang diperkirakan. sehingga sweeping ibu hamil sangat penting untuk dilakukan. Bila dibandingkan dengan target SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan tahun 2010 yaitu K4 ibu hamil 95%. Selain itu juga banyak kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan pada usia dini atau usia lanjut yang menyebabkan ibu hamil malu untuk memeriksakan kehamilannya. Kecamatan dengan pencapaian paling rendah yaitu kecamatan Soa Puskesmas Waepana (30. karena masih adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yaitu kehamilan harus disembunyikan dari hal-hal gaib dan semacamnya. 2009 Gambar diatas menunjukkan bahwa baik secara kecamatan maupun kabupaten cakupan pelayanan ibu hamil K4 masih jauh dari target SPM yaitu 95%. Sedangkan cakupan K4 sebesar 58. Masalah adalah dukungan dari keluarga ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara dini di fasilitas kesehatan masih sangat kurang.90%.1 Persentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wialayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.53%). Namun kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan dana dan prasarana untuk pendataan ibu hamil dan kekurangan tenaga sehingga banyak bidan yang mempunyai tugas rangkap. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 30 .memeriksakan diri ke Puskesmas. Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 56. Grafik 4.

Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 25. misalnya kelalaian petugas kesehatan. Tahun 2009 dan 2010 Pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Kesehatan dibantu dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Program AIP-MNH NTT (Australia – Indonesia Partmership for Maternal and Neonatal Health in NTT). kesalahan pencatatan dan pelaporan atau masalah teknis lainnya.Grafik 4. 2. Kecamatan dengan cakupan Fe3 paling tinggi adalah kecamatan Wolomeze (Puskesmas Natarandang) yaitu 83. kecuali ibu hamil dengan malaria positif. Adanya selisih antara kedua cakupan tersebut perlu ditelusuri lagi sebab-sebab yang mungkin terjadi. dan dikonsentrasikan pada pertolongan persalinan. hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (professional). Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan. Berbagai upaya telah dilakukan. dengan cara pemecahan masalah Kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan tim kabupaten yang dikenal dengan DTPS (District Team Problem Solving).2 Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe3) pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Tujuan utama program ini adalah mengupayakan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi NTT. keterlambatan merujuk dan pertolongan persalinan masih dilakukan oleh dukun bersalin. karena permasalah kematian ibu yang utama terjadi di Kabupaten Ngada adalah perdarahan pada persalinan. dimana satu kali pemberian Fe sebanyak 90 tablet. 2009 Pemberian tablet Fe3 dimaksudkan bagi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya. Seharusnya cakupan Fe3 sama dengan cakupan K4 karena setiap memeriksakan kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan setiap triwulan ibu hamil harus diberikan tablet Fe.5% sedangkan cakupan Fe3 terendah adalah kecamatan Bajawa Utara (Puskesmas Watukapu) yaitu 28.5%. pada tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 31 .

Yang dimaksudkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Ngada adalah Puskesmas dimana telah tersedia peralatan pertolongan persalinan. bidan dan perawat yang mempunyai kompetensi. tenaga dokter. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2008 dan 2009 bila dibandingkan dengan target SPM Indonesia Sehat 2010 yaitu 90%. Namun dengan adanya Keputusan Gubernur NTT nomor 42 tahun 2009 tentang Revolusi KIA yaitu Semua Persalinan Dilakukan di Faslitas Kesehatan yang Memadai maka diharapkan pencapaian pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk Kabupaten Ngada 95 sampai 100%.3 Trend Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2005-2009. Cakupan pertolongan persalinan per wilayah kerja Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 32 . maka untuk Kabupaten Ngada telah mencapai target.9% dari ibu bersalin. kemudian mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan menurun pada tahun 2009. Grafik 4. sistim pelayanan yang lebih komlplex dibandingkan dengan pustu dan polindes dan akses ke rumah sakit lebih dekat apabila harus dilakukan rujukan. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami fluktuasi yaitu cenderung meningkat dari tahun 2005 ke tahun 2006.2009 persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan sebanyak 250 persalinan atau 7. obat-obatan yang cukup.

Puskesmas Watumanu Kecamatan Jerebuu. ketuban pecah dini. dan cakupan terendah adalah Kecamatan Riung Barat atau wilayah kerja Puskesmas Maronggela.4 Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas. oedema nyata. Sedangkan 4 Kecamatan lainnya belum mencapai target SPM. eklampsia.Grafik 4. tekanan darah tinggi. dan 92. persalinan premature. karena banyak sekali risiko-risiko yang bisa dialami pada masa kehamilan.31% ibu hamil risti tersebut ditangani di Puskesmas sedangkan sisanya ditangani dengan merujuk ke RSUD sebagai Sarana rujukan strata 1 di Kabupaten Ngada. Penanganan yang dimaksudkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 33 . beberapa ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan harus dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan kemampuannya maupun prasarana penanganan risti di desa dan Puskesmas. letak sungsang pada primigravida.40% dari keseluruhan proyeksi ibu hamil. Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi Masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian besar pada ibu. Di Kabupaten Ngada persentase ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdata oleh Puskesmas sebesar 6. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 17. perdarahan pervaginam. 2009 Dari gambar diatas terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan di 5 Puskesmas telah mencapai bahkan melebihi target SPM yaitu Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere. Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi yaitu keadaan penyimpangan dari normal. infeksi berat/sepsis. letak lintang pada usia kehamilan >32 minggu. 3. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Puskesmas Koeloda Kecamatan Golewa. Puskesmas Kota Kecamatan Bajawa dan Puskesmas Waepana Kecamatan Soa. Deteksi resiko. Yang dimaksudkan dengan Risti/Komplikasi pada ibu hamil yaitu apabila HB < 8g%.

petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. dan tingginya mobilitas penduduk di Ibukota Kabupaten menyebabkan kesulitan untuk melakukan KN2. Riung.59%. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali. Grafik 4. Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita 1. KN2 Puskesmas kota terendah karena banyak persalinan dilakukan di bidan praktek swasta sehingga persalinannya tercatat namun kunjungan neonatus tidak tercatat. Kunjungan Neonatus Bayi umur 0 – 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. Gambaran presentase Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 34 . Koleoda. Cakupan kunjungan neonatus (KN2) Kabupaten Ngada pada tahun 2009 sebesar 72. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus.disini yaitu penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang terlatih di Puskesmas Perawatan dan RS pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif). Cakupan Kunjungan Neontaus kedua kali tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Maronggela sedangkan terendah di wilayah kerja Puskesmas Kota.41%. dengan kesenjangan 7. Bila dilihat menurut kecamatan. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 yaitu 80%. 2009 B. Persentase ibu hamil risti dan ibu hamil risti ditangani dapat dilihat pada gambar berikut ini dan data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 28. Maronggela dan Natarandang.5 Cakupan Ibu Hamil. satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari. maka belum mencapai target. cakupan kunjungan neonatus di beberapa puskesmas mencapai diatas target SPM yaitu Puskesmas Aimere.

Grafik 4. hal ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan cakupan tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 35 . 2009 Hasil pengumpulan data/indikator kinerja SPM dari Puskesmas di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2009 sebesar 76.6 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.7 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan. bidan. Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan pelayanan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter.cakupan kunjungan neonatus menurut kecamatan pada tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini sedangkan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 15. paling sedikit 4 kali (bayi).22%. Grafik 4. 2009 2. 2 kali (neonatus).

dan pencapaian terendah adalah Puskesmas Watukapu 54. serta pelayanan kesehatan pada remaja. Pencapaian tersebut belum memenuhi target SPM yaitu 90%. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 (90%).42. Sedangkan cakupan pelayanan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/kader kesehatan sekolah) melalui penjaringan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 64. belum dioptimalkan oleh semua Puskesmas karena keterbatasan tenaga dan dana. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 15. maka cakupan Kunjungan Bayi kurang lebih 4 kali di Puskesmas Waepana telah melebihi target SPM yaitu 93. Jika dikaji per wilayah kerja Puskesmas . Usia Sekolah dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah (balita). Usia Sekolah dan Remaja di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 76. Cakupan pelayanan Kesehatan Apras. masih belum memenuhi target SPM yaitu 100%.2008 yaitu 86.88%. Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan remaja yaitu siswa SMP/SMU.6%. usia sekolah dan remaja dapat dilihat pada lampiran tabel 18. Data selengkapnya mengenai pelayanan pra sekolah. Grafik 4. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 36 . cakupan kunjungan bayi belum memenuhi target. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) merupakan cakupan anak umur 0 – 5 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh kembangnya sesuai dengan standar paling sedikit 2 kali pertahun.07%. pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat.8 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah.9%. tidak dibawa lagi ke Posyandu untuk deteksi tumbuh kembang. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Kesehatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah. 3. Hal ini dikarenakan banyak balita yang sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap.55%. Data dari beberapa puskesmas menunjukkan pencapaian tahun 2009 sebesar 23.

untuk tahun 2009 cakupan ASI Eksklusif baru mencapai 46. Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pelatihan tenaga konselor ASI Eksklusif bagi para bidan dan kader posyandu. Namun demikian pemantauan atau pengawasan pemberian ASI Eksklusif dirasa belum maksimal sehingga cakupan pemberiannya masih sangat rendah. Upaya yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan berupa penyampaian informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif dan pentingnya ASI Ekslusif serta manfaat bagi ibu bila menyusui. Pada tahun 2009 PUS yang tercatat berjumlah 20. MKJP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD. Metode KB atau kontrasepsi yang tersedia adalah MKJP dan Non MKJP.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas Di Kabupaten Ngada Tahun 2009 C. masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 80% bayi yang ada mendapat ASI Eksklusif. Dan proporsi PUS yang merupakan peserta KB aktif sebesar 71. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 19. Program KB dikhususkan pada pasangan usia subur (PUS).70%. karena itu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal.4. Data selengkapnya mengenai ASI Ekslusif dapat dilihat pada lampiran tabel 32. ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 ( enam ) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 ( dua ) tahun.15 %. sedangkan non MKJP adalah metode Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 37 . MOP/MOW (Metode operatif pria/metode operatif wanita) dan implant. Pelayanan KB Program KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.965 PUS. Grafik 4. ASI Eksklusif ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.05% sedangkan peserta KB Baru atau pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi sebesar 13.

Polio. E.55%. sedang rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 20. Persentase tertinggi alat/cara KB aktif yang digunkan oleh PUS peserta KB adalah pemakaian KB suntik yaitu 44. Pada tahun 2009.11 dibawah ini.48%.919% atau 77 desa dari 94 desa. Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi. Dengan rincian pelayanan kesehatan pra usila sebesar 31. seperti pada grafik 4. DPT dan campak diatas 80%.kontrasepsi jangka pendek yang meliputi suntik. Grafik 4.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.19% dan pelayanan kesehatan usila sebesar 51. Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (usila) yaitu yang berumur 45-59 tahun dan pelayanan usila yaitu yang berumur 60 tahun keatas tahun 2009 adalah sebesar 37.34% kemudian alat KB Pil sebesar 19. kondom dan obat vagina. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu. persentase desa yang telah mencapai UCI dilaporkan sebesar 81. sedangkan rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran tabel 22. berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan tingkat perlindungan masyarakat (herd imunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i). ibu hamil. 2009 D. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 38 . Gambaran presentase alat/cara KB yang diapakai peserta KB aktif dapat dilihat pada grafik berikut ini. pil.20%. Pelayanan kesehatan prausila dan usila paling tinggi pada kecamatan Riung dan Kecamatan Riung Barat. lebih rinci mengenai cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila dapat dilihat pada lampiran tabel 39. WUS dan anak sekolah dikatakan mencapai UCI apabila cakupan imunisasi BCG.

Pelayanan imunisasi bayi di Kabuputen Ngada dilakukan di Posyandu.12 Cakupan Imunisasi BCG. Pertusis. Polio dan campak. HB 3 kali dan campak 1 kali. dilihat dari indikator cakupan imunisasi campak. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 39 . Pustu dan Polindes serta sarana kesehatan lainnya. Sedangkan untuk menilai angka drop out cakupan imunisasi dasar dapat dilihat dari selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan cakupan imunisasi campak. Polio 4 kali.Grafik 4. karena imunisasi campak merupakan imunisasi terakhir yang diberikan pada bayi. Tetanus. Puskesmas. Difteri. cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik 4. DPT 3 kali. Untuk menilai kelengkapan imunisasi dasar bagi bayi. kematian dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC. DPT.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Untuk menurunkan angka kesakitan. Hepatitis B. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.

angka drop out imunisasi yaitu 6.83%. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 26. Gambar 4.17%. Upaya Penyuluhan Kesehatan 1. hal ini terlihat dari cakupan imunisasi campak. Cakupan Imunisasi TT pada IBu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Garam Yodium Yodium sangat diperlukan bagi tubuh dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tubuh yaitu kebodohan. Cakupan imunisasi secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 23.Dari grafik diketahui bahwa kelengkapan imunisasi dasar lengkap bagi balita adalah 73.14.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada tahun 2009 Imunisasi TT kepada Wanita Usia Subur diberikan selama 5 kali yaitu Imunisasi TT1 sampai TT5.77%. 2009 F. Pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 kali setahun yaitu bulan Februari dan Agustus pada tahun 2009 sebesar 70. Grafik 4. pertumbuhan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 40 .

untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pelayanan dasar gigi ini disarankan minimal 2 kali setahun. dengan pemeriksaan sampel garam yodium tidak lebih dari 2 sampel garam yang kandungan yodiumnya dibawah standar. hal ini sangat mudah dilakukan tanpa harus memiliki ketrampilan khusus. masih jauh dari target SPM 2010 yaitu desa dengan garam yodium baik 80%. Untuk mengatasi GAKY. Karena terbatasnya dana untuk penyelenggaraan survey desa bergaram yodium baik. pencabutan gigi tetap sebanyak 604 dengan rasio tambal cabut sebesar 0. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 41 . Hal ini menunjukan bahwa semua garam konsumsi yang beredar belum memenuhi syarat kandungan yodium.597 murid yang diperiksa. terutama pada WUS di daerah endemic.22. maka beberapa puskesmas mengatasinya dengan melakukan iodine test di sekolah. sehingga survey pemakaian garam yodium di rumah tangga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko GAKY. preventif dan kuratif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut.terlambat dan gondok apabila kekurangan zat yodium yang sering disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium). Untuk melihat kualitas yodium dalam garam. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada ada beberapa Puskesmas yang tidak membagikan kapsul yodium oleh karena keterbatasan dana untuk pengadaan kapsul yodium. kegiatan yang dilakukan yaitu pencabutan gigi sulung. dimana daerah tersebut ada kasus GAKY. pengobatan dan penambalan sementara. 14. Adapun pelayanan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk murid SD pada tahun 2009 sebesar 63. 2. Jumlah murid yang mendapatkan perawatan gigi yakni sebanyak 3151 orang. yang dilakukan baik di sekolah atau di Puskesmas. Pelayanan Dasar Gigi Pemeriksaan gigi dan mulut merupakan bentuk upaya promotif. dengan meminta siswa untuk membawa garam dari rumah masing-masing. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas di wilayah Kabupaten Ngada tahun 2009 dilakukan melalui pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 135. Kabupaten Ngada melakukan pemantauan kandungan yodium dalam garam dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas. maka dilakukan pemantauan dengan menggunakan Yodina test. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 33.56%. dari 22. Sebagai cerminan desa/kelurahan dengan garam beryodium baik pada tahun 2009 menunjukkan dari 94 desa/kelurahan sebanyak 22 desa/kelurahan (23. Kabupaten Ngada merupakan salah satur daerah endemis GAKY. juga ada pembagian kapsul yodium bagi WUS di desa.967 murid yang ada.40%) termasuk pada kategori desa/kelurahan dengan garam beryodium yang baik.

mengingat Kabupaten Nagekeo belum mempunyai Rumah Sakit.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 1. hal ini berarti ada penduduk yang berkunjung ke Puskesmas Aimere lebih dari satu kali dalam setahun. Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di sarana kesehatan dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 4. Laporan Kunjungan RS. Waepana dan Aimere sudah melayani rawat inap. Semua puskesmas di wilayah kabupaten Ngada dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan. hal ini disebabkan karena peningkatan strata RSUD Bajawa dari UPTD menjadi RSUD Tipe C. Begitupun di Puskesmas Kota dengan persentase rawat jalan dibanding jumlah penduduk di wilayah kerjanya adalah 109% dan Puskesmas Watumanu Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 42 . Sedangkan pelayanan Rawat Inap menjadi lebih tinggi karena jumlah Bed bertambah menjadi 100 buah dan pelayanan pasien rawat inap dari Nagekeo masih dilayani Kabupaten Ngada di RSUD Bajawa. Kunjungan rawat jalan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk.4. Pasien harus berobat ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa. sehingga merupakan pelayanan rujukan strata 1. dengan kata lain .15 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Puskesmas. Sedangkan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas disamping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani kunjungan rawat jalan. maka persentase tertinggi adalah kunjungan penduduk di Puskesmas Aimere sebesar 149%. 2009 Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dan jaringannya lebih tinggi daripada kunjungan rawat jalan Rumah Sakit. 2009. Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan sedang hingga berat. dan 3 puskesmas yaitu Riung.

dan persentase terendah adalah kunjungan ke Puskesmas Natarandang. Grafik 4. Namun pelayanan spesialis ini tidak menetap melainkan kerjasama dengan dokter ahli yang melakukan kunjungan tiap 3 bulan sekali. Puskesmas Waepana. Sedangkan pelayanan 4 spesialis dasar yaitu pelayanan kandungan dan kebidanan. bedah. persentase kunjungan rawat jalan ke sarana pelayanan kesehatan dasar sama banyak dengan jumlah penduduk tercatat yaitu 100%. Di Kabupaten Ngada pada tahun 2009 terdapat 8 sarana kesehatan yang dilengkapi dengan laboratorium kesehatan dan telah berfungsi dengan baik yaitu rumah sakit umum. Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. penyakit dalam dan anak tersedia di rumah sakit umum bajawa. Persentase kunjungan rawat jalan dapat dilihat pada grafik berikut ini. pemeriksaan sputum dan pemeriksaan lainnya.16. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 43 . Puskesmas Riung serta jaringannya persentase kunjungan rawat jalan 105%.persentase kunjungan rawat jalan 106%. dan data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 42. Puskesmas Watukapu dan Puskesmas Natarandang dibawah 100%. tersedianya reagen dan bahan-bahan penunjang pemeriksaan. Sedangkan Puskesmas Koeloda dengan wilayah kerja terluas. misalnya pemeriksaan darah malaria. Laporan RSUD 2009 2. Berfungsi dengan baik maksudnya adalah adannya tenaga analis terlatih untuk melakukan pemeriksaan. Persentase kunjungan rawat jalan di 5 Puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Maronggela. Puskesmas Surisina. 6 puskesmas dan 1 Balai Pengobatan Swasta. Laboratorium Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan harus memiliki laboratorium kesehatan agar mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar. dengan sarana laboratorium yang memenuhi syarat.

Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 44 .3 Perilaku Hidup Masyarakat Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Dengan menerapkan perilaku yang sehat. dan pemerataan obat dalam pelayanan kesehatan. mengepel lantai. Pada tahun 2009 ketersediaan obat esensial di Kabupaten Ngada sebesar 67. angka ini belum mencapai target SPM nasional 90% sedangkan ketersediaan obat generik sebesar 100% atau sesuai dengan kebutuhan rata-rata tiap puskesmas yaitu 127 jenis obat. diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat terlambat /kurangnya kesadaran dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan. hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga karena Rumah Tangga sebagai dasar terhadap perubahan perilaku masyarakat secara umum. APBD I dan APBD II. dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan. Dalam konsep PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat beberapa tatanan. yang penyediaannya dilakukan dengan pengadaan obat dari berbagai sumber dana APBN. Ketersediaan Obat Esensial/Generik Adanya penerapan dalam penggunaan obat essensial dan generik. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. 4. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Dalam PHBS terdapat 10 indikator yaitu : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi 0-6 bulan diberi ASI Eksklusif 3) Seluruh anggota keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4) Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih 5) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat 6) Keluarga mempunyai rumah dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni (9m2/orang) 7) Keluarga mempunyai rumah yang lantainya bukan dari tanah 8) Seluruh anggota keluarga tidak merokok dalam rumah 9) Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit seperti mencuci pakaian. menurut HL Blum adalah faktor perilaku. 10) Makan buah dan sayur setiap hari. tiga tatanan yang menjadi sasaran utama PHBS adalah tatanan rumah tangga.26% dimana dari 168 obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas terdapat 113 jenis yang telah terpenuhi 100%. Dalam profil ini. tatanan institusi dan tatanan TTU (Tempat-tempat Umum). menyapu halaman. revitalisasi pemasyarakatan konsepsi obat esensial dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitas pelayanan pemerintah maupun swasta. dll.3. keterjangkauan.

Dari 10 Puskesmas. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 maka mengalami peningkatan. kurangnya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya ber-PHBS. Agar mendapatkan data yang lebih akurat mengenai PHBS maka sampel yang diambil harus lebih banyak dan representatif. Grafik 4. Rendahnya cakupan Rumah tangga yang ber-PHBS antara lain disebabkan oleh capaian kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga di setiap rumah tangga masih rendah. Pencapaian ini belum memenuhi dari target SPM untuk rumah tangga sehat 65% pada tahun 2010.59%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 45 . Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.17.Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2009 pendataan PHBS dilakukan pada tiap kecamatan diambil sampel 3495 KK yang dijadikan sampel. Didapatkan hasil keluarga ber PHBS sebesar 51.757 KK maka sampel ini belum representatif atau belum bisa mewakili penerapan PHBS di Rumah tangga. jika dibandingkan dengan jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Jerebuu yaitu 1. cakupan PHBS tertinggi pada puskesmas Watumanu kecamatan Jerebuu yaitu dari 200 KK yang dijadikan sampel semuanya menerapkan 7 indikator dari 10 indikator PHBS. Data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 45. capaian pemberian ASI Eksklusif dan masih banyak anggota keluarga yang merokok dalam rumah. dimana pada tahun 2008 cakupan rumah tangga ber PHBS sebesar 16%. Untuk itu perlu adanya upaya pemecahan masalah antara lain dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang PHBS bagi masyarakat serta meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor. namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk melakukan pendataan Rumah Tangga ber-PHBS.

2009 Dari data tersebut terlihat bahwa cakupan rumah sehat terendah adalah 12.4 Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 1. dengan hasil sebagai berikut sebagai berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 46 . tempat pembuangan sampah.94% atau 24. Sarana Sanitasi Dasar Pembuangan kotoran baik sampah.405 rumah dan hasil pemeriksaan 61. yang memilki jamban yang sehat. air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air. pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana sanitasi lingkungan pemukiman (PLP).5% di wilayah kerja Puskesmas Waepana. Kondisi sarana penyehatan lingkungan pemukiman di Kabupaten Ngada Tahun 2009 dari 29. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 47.352 KK yang ada sebanyak 25. serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat.50% (15. Bila dibandingkan dengan target Indikator Indonesia Sehat (IS) Rumah tangga sehat 80% maka pencapaian rumah sehat kabupaten Ngada belum memenuhi target.008 rumah) diantaranya termasuk kategori rumah sehat. Jamban. kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan. 2. Untuk meningkatkan jumlah rumah sehat perlu upaya sektor terkait untuk meningkatkan motivasi masyarakat. Berdasarkan data dari puskesmas tahun 2009 dari 27. sarana air bersih.4. sarana pembuangan air limbah.5% di wilayah kerja puskesmas Natarandang sedangkan cakupan tertinggi 70.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. ventilasi rumah yang baik. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 4.752 rumah yang ada jumlah yang diperiksa sebanyak 87. tempat sampah.575 KK yang diperiksa.

Untuk pengelolaannya pada daerah pemukiman di perkotaan dikelola PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten. luas lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung.9%. sumur pompa tangan 0.32% dan dari KK yang memilki pengolahan air limbah tersebut 56.89% Jumlah KK yang telah memiliki tempat sampah : 26. sumur gali 5. Data selengkapnya mengenai sarana Sanitasi Dasar dapat dilihat pada lampiran Tabel 48 dan 49.15% diantaranya memenuhi criteria pengolaan air limbah sehat. pemanfaatan dan pemeliharaan. pasar dan lain-lain. Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi oleh banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit. Upaya peningkatan kualitas air bersih akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar.63% dengan rincian sumber air dari ledeng 79. dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai.1%. Sistem yang digunakan melalui perpipaan dan non perpipaan. 3.8% diantaranya memenuhi criteria tempat sampah sehat. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat.76% dan dari seluruh KK yang memilki jamban tersebut 71. TUPM meliputi hotel. perbaikan. sumur gali dan air permukaan. Jumlah KK yang telah memiliki pengolahan air limbah : 6. tempat pembuangan sampah. Permasalahan terbanyak yang dihadapi Kabupaten Ngada yang berkaitan dengan air adalah terbatasnya dana untuk pembuatan sarana air bersih di daerahdaerah yang sulit air sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada masih belum memenuhi target SPM. sarana pembuangan air limbah.Jumlah KK yang telah memiliki sarana air bersih : 81.55% dan sumber lainnya 1. penampungan air hujan 1.35% dan jamban yang memenuhi criteria jamban sehat sebesar 68. Jumlah KK yang telah memiliki jamban untuk tempat Buang Air Besar (BAB) : 83.22%. pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah pada tempatnya. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk di wilayah Ngada maka kebutuhan air bersih semakin bertambah.31%. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makana/minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih. yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban). Adapun sumber air di Kabupaten Ngada pada umumnya berasal dari mata air. restoran. memperlihatkan bahwa jumlah TUPM Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 47 . Data dari Profil Puskesmas 2009 dan laporan dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009. ventilasi yang baik. sumur dalam. Upaya sanitasi meliputi pembangunan.

19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.91%.85% dan perkantoran 79. juga dilakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi yang ada di Kabupaten Ngada. yang diperiksa 255 buah (92. sebanyak 143 (56. Berdasarkan laporan puskesmas dan seksi penyehatan lingkungan pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya meliputi sarana kesehatan 97. Dari TUPM yang diperiksa. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 51. jadi tidak dilakukan pembinaan kesehatan lingkungan. sarana ibadah 80. Laporan Seksi Penyehatan Lingkungan. karena ada beberapa 3 sarana sarana pustu/polindes yang tidak terpakai.39%). Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 48 .46%.0%.yang ada sebanyak 276 buah.08%) diantaranya termasuk kategori TUPM sehat. 2009 Selain pegawasan tempat-tempat umum diatas. sarana pendidikan 96. Grafik 4. sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 50. Cakupan TUPM sehat menurut jenis TUPM dapat dilihat pada grafik berikut.

000 penduduk pada tahun 2009 adalah 7. Puskesmas dan Jaringannya Puskesmas dan puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar yaitu kecamatan dan desa.4 yang berarti setiap 100. dimana pada kecamatan Bajawa terdapat 2 Puskesmas.1 Peta Penyebaran Puskesmas. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100. Dengan demikian rasio puskesmas per 100. Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di kabupaten Ngada sebanyak 10 unit yang tersebar di 9 kecamatan.24.000 penduduk dilayani oleh 7 puskesmas.BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 4.000 penduduk dilayani oleh 5 puskesmas.000 penduduk tahun 2007 adalah 5.1 Sarana Kesehatan A. Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio puskesmas per 100. Dari tahun ke tahun jumlah puskesmas di Kabupaten Ngada terus meningkat untuk pemerataan pelayanan di tingkat dasar. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 49 . Peta 5. karena jumlah penduduknya terhitung paling banyak.

dan pada tahun 2009 juga mempersiapkan satu puskesmas (Koeloda) untuk menjadi puskesmas perawatan. Pustu dan Polindes Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 50 .3. dijalur-jalur jalan raya di lokasi yang rawan kecelakaan. Hingga tahun 2009 jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Ngada sebanyak 3 buah yaitu Puskesmas Aimere.2 yang berarti setiap 100. 2 puskesmas perawatan tersebut yaitu Riung dan Aimere dipersiapkan untuk menjadi puskesmas PONED (Perawatan Obstetrik Neonatal Emenrgensi Dasar). Riung dan Waepana. Sehubungan dengan Revolusi KIA penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB). Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada jumlah Pustu sebanyak 32 unit. Peta 5.000 penduduk adalah 23. yang tersebar di beberapa desa di wilayah kabupaten Ngada. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas. Dengan rasio puskesmas pembantu per 100. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta 5. Oleh karena jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu sebanyak itu maka rasio pustu terhadap puskesmas adalah 3 : 1 artinya setiap puskesmas rata-rata didukung oleh 3 sampai 4 puskesmas pembantu. Dari hasil pemetaan sarana kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berikut lokasi sarana kesehatan dasar dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Kecamatan.2.Jumlah puskesmas pembantu juga cenderung meningkat seiring dengan pemekaran desa/kelurahan yang ada.000 penduduk dilayani oleh 23 puskesmas pembantu. Upaya untuk peningkatan fungsi puskesmas terus dilakukan terutama dalam peningkatan puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit.

warna merah waktu tempuh mencapai 45 menit. Untuk menggambarkan cakupan pelayanan digunakan indikator pemanfaatan tempat tidur dan Indikator pelayanan rumah sakit lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bed Ocupancy Rate (BOR) Bed Occupancy Rate adalah persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit selama satu tahun. Rumah Sakit Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk. sehingga kasus rujukan dilakukan ke RSUD Tipe C Bajawa. dan warna biru gelap waktu tempuh antara 45 – 60 menit. Atau rata-rata 1 orang pasien dirawat adalah 4 hari. dan jika dibandingkan dengan hari perawatan maka LOS RSUD Bajawa adalah 4 hari.6% atau 55%. Walaupun jumlah rumah sakit hanya satu namun fasilitas yang tersedia terus bertambah dan mengalami peningkatan baik sarana dan prasarana maupun tipe rumah sakit. namun sebagian besar wilayah Kabupaten Ngada dapat menjangkau sarana kesehatan dasar dengan waktu kurang dari 1 jam. Avarage Length of Stay (LOS) Avarage Length of Stay adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit. Standar BTO ideal adalah 40- Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 51 . Di kabupaten Ngada terdapat satu buah rumah sakit yang melayani penduduk di 2 kabupaten yaitu Ngada dan Nagekeo. Pada tahun 2009 jumlah pasien yang keluar (hidup dan Mati) sebanyak 4906 pasien. Jika dibandingkan dengan standar LOS 6-9 hari maka lama hari perawatan di RSUD Bajawa tidak melewati batas standar. Pada tahun 2009 jumlah hari perawatan RSUD Bajawa sebanyak 19.Dari peta diatas diketahui bahwa terdapat beberapa daerah dengan waktu jangkau ke sarana kesehatan dasar lebih dari 1 jam/60 menit (daerah dengan warna pudar). sehingga BOR sebesar 54. karena RSU di Nagekeo masih dalam tahap pembangunan. Pada tahun 2009 BTO RSUD Bajawa adalah 49.946 hari rawat.1 dengan kata lain satu buah tempat tidur dimanfaatkan sebanyak 49 kali dalam tahun 2009. Bed Turn Over (BTO) Bed Turn Over diukur dengan indikator jumlah penderita rawat inap yang keluar (hidup dan mati) dalam 1 tahun dibandingkan dengan jumlah tempat tidur dengan kata lain BTO menggambarkan frekuensi pemanfaatan tempat tidur dalam setahun. Jumlah tempat tidur untuk rawat inap yang tersedia sebanyak 100 tempat tidur. Warna hijau muda dengan jarak tempuh kurang dari 15 menit. warna ungu daerah dengan waktu tempuh 15-30 menit. BOR ideal sesuai standar nasional adalah 60-85% sehingga dapat dikatakan BOR RSUD Bajawa tahun 2009 belum memenuhi standar nasional. B.

pemerataan obat generik dan obat esensial yang bermutu bagi masyarakat. Walburga Mataloko Kel. Selain rumah sakit dan puskesmas juga terdapat sarana pelayanan kesehatan milik swasta yang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diawasi oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan. Kec. Net Death Rate (NDR) Net Death Rate adalah angka kematian pasien Rumah Sakit 48 jam setelah dirawat di RS untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Dengan kata lain setiap 1000 pasien keluar terdapat 45 pasien meninggal.4. Tahun 2009 TOI RSUD Bajawa adalah 3. Rwt. Tahun 209 jumlah pasien mati seluruhnya 222 pasien. Inap St. Fatima dilengkapi dengan fasilitas bersalin/BKIA. NDR RSUD Bajawa Tahun 2009 adalah 27 per 1000 pasien keluar. St. Di kabupaten Ngada tahun 2009 terdapat 5 buah BP (balai Pengobatan) Swasta yaitusebagai berikut : Nama-Nama BP Swasta dan Lokasi Kabupaten Ngada Tahun 2009 1 2 3 4 5 Bp. keterjangkauan.Soa Ds. St.Bajawa Kel. Gross Death Rate (GDR) Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. sehingga dapat dikatakan BTO RSUD Bajawa masih sesuai standar. Santa Maria Bp. Mangulewa. Palang Suci Bp. Fatima juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Upaya tersebut dimaksudkan untuk (1) menjamin ketersediaan. Gabriel dan BP St. sehingga NDR RSUD Bajawa tahun 2009 sudah melewati standar toleransi. dan BP St.Trikora. Gabriel Bp.50 kali dalam setahun.Golewa Kecamatan Golewa BP swasta Palang Suci. Kec. (2) mempromosikan penggunaan obat Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 52 . Sarana Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Upaya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara paripurna. Kec.3 per 1000 pasien keluar. C. Kec. atau selang waktu pemakaian tempat tidur. Atau rata-rata hari tempat tidur tidak terisi adalah 3 sampai 4 hari.Mataloko. Turn Over Interval (TOI) Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. BP St. Golewa Ds. Nilai GDR diharapkan tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar sehingga GDR RSUD Bajawa dalam batas toleransi. sehingga GDR 45. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. Masumeli. dan juga menempatkan tenaga kesehatan di sarana pelayanan swasta tersebut.Fatima Bp.

menyerupai Pustu namun dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran bangunan Pustu.3%) Madya sebanyak 169 buah (61. Polindes awalnya dibangun secara darurat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Madya. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat. sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat disekitarnya.0%) Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 53 . Toga (Tanaman Obat Keluarag). D. sarana dan prasarana belum memadai. oleh dan untuk masyarakat. POD (Pos Obat Desa). Jumlah Posyandu yang ada di Kab. dan Puskesmas mendistribusikannya ke Pustu dan Polindes. Sarana distribusi farmasi di kabupaten Ngada berupa Gudang Farmasi Kabupaten untuk mendistribusikan obat dan perbekalan kesehatan ke semua Puskesmas. Sedangkan posyandu merupakan kegiatan yang tumbuh dari. adanya LSM Swasta dan anggaran-anggaran lain untuk kesehatan memungkinkan sarana Polindes dibangun berupa bangunan yang layak pakai. (3) meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian difarmasi komunitas dan farmasi klinik serta pelayanan kesehatan dasar. Ngada tahun 2009 sebanyak 274 posyandu dan berdasarkan keempat strata tersebut di kabupaten Ngada baru mencapai 3 strata sebagai berikut: • • • Pratama sebanyak 42 buah (15. Untuk mengetahui kualitas posyandu maka dilakukan telaah kemandirian posyandu yaitu suatu cara penilaian strata posyandu menjadi 4 tingkat perkembangan (Stratifikasi posyandu) yaitu kategori Pratama.7%) Purnama sebanyak 63 buah (23.yang rasional dan obat yang generik. Purnama dan Mandiri. Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). serta (4) melindungi masyarakat dari penggunaan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. Dalam perkembangannya posyandu mendapat tanggapan positif dari pemerintah dan masyarakat. Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya. Namun demikian tanggapan positif masyarakat ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya mutu pelayanan. Polindes (Pondok Bersalin Desa). karena banyak faktor yang menyebabkan mutu posyandu rendah antara lain . namun dengan adanya anggaran DAK Kesehatan. banyak kader posyandu yang droup out. Tahun 2009 di Kabupaten Ngada terdapat 48 Polindes yang tersebar ke 48 desa di 9 kecamatan. mutu dan keamanan. sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masih sangat rendah.

yang mengutamakan upaya peningkatan. cakupan program utama (KIA. serta cakupan dana sehat < 50 %.) dengan perkataan lain Posyandu aktif adalah posyandu dengan tingkat kemandirian Purnama dan Mandiri. Namun sampai saat ini. data tenaga kesehatan di setiap sarana pelayanan belum valid karena ada beberapa pegawai yang mengalami mutasi dan mengikuti pendidikan lanjutan di sector pemerintah dan terutama sector swasta. yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Ngada saat ini adalah meningkatkan strata posyandu bukan menambah jumlah posyandu. Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah. yang merupakan tenaga kesehatan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 54 . Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sector pemerintah maupun swasta perlu diketahui. Data yang tersedia merupakan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. tetapi juga diselenggarakan oleh swasta. Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui perekrutan CPNS daerah dan PTT dari Pusat sedangkan untuk pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat.1 Persentase Posyandu Menurut Strata di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Posyandu Aktif adalah Posyandu yang melaksanakan kegiatan hari buka dengan frekuensi lebih dari 8 kali per tahun. Imunisasi lebih dari 50 %. Gizi. dan sudah ada 1 atau lebih program tambahan. rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih.2 Tenaga Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional untuk melaksanakan upaya kesehatan sesuai paradigma sehat. Lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 46. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. kurang proaktifnya petugas dalam mendata ketenagaan.Grafik 5.KB. 4. Pencapaian Posyandu Aktif Kabupaten Ngada 23% jika dibandingkan dengan target cakupan SPM tahun 80% maka belum memenuhi target. Mengatasi hal tersebut.

Tenaga yang bekerja pada instansi kesehatan pada tahun 2009 sejumlah 455 orang.000 : 100. 6.98% perawat.55% tenaga farmasi.000 : 100. Bila dilihat perbandingan rasio pada tabel diatas maka tenaga kesehatan di kabupaten Ngada masih sangat kurang atau belum mencukupi untuk melayani seluruh penduduk di Kabupaten Ngada.000 Penduduk di Kabupaten Ngada tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Perawat Perawat Gigi Bidan Ahli Gizi Sanitarian Apoteker Sarjana Kesehatan Masyarakat Asisten Apoteker Keterapian Fisik Keteknisian Medis 14 3 3 114 18 72 9 14 4 15 12 2 12 Ngada : 100. 3.5% 40% 50% 80% Sumber : Subag Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada.000 : 100. 2.000 : 100. Anestesi dan fisioterapi.000 : 100. Penjelasan mengenai kualifikasi tenaga kesehatan dan penyebarannya seperti dibawah ini : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 55 .000 : 100.000 : 100.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 : 100. 41.5% 35% 40% 37. ATEM.35% teknisi medis yaitu analis kesehatan.000 : 100.3% 97% 60% 72% 22. kemudian tenaga teknisi medis (Analis Lab. Tenaga kesehatan tersebut tersebar di Dinas Kesehatan.000 penduduk merupakan paling tinggi cakupannya (97%).000 : 100. sedangkan banyak tenaga kesehatan yang berstatus sukarela tidak didata. RSUD Bajawa dan Puskesmas serta BP Swasta yang ada Di Kabupaten Ngada dengan rincian tenaga yang bekerja di Dinas Kesehatan sebanyak 61 orang.34% tenaga Kesehatan Masyarakat.22% adalah tenaga medis yaitu dokter.000 : 100.000 : 100.000 : 100. Tabel 5. Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut sebanyak 7.000 penduduk.pemda/pegawai negeri. Penata Rontgent.000 : 100. dokter gigi dan dokter spesialis. dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 374 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 81 orang. Teknik elektromedik dan Anestesi) yaitu 12 per 100.000 : 100.000 Persentase 35% 50% 27. Persentase tenaga kesehatan menurut jenisnya di Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. 2009 Bila dilihat dari rasio masing-masing tenaga kesehatan di kabupaten Ngada dibandingkan dengan rasio tenaga kesehatan standar nasional maka tenaga Perawat dengan rasio 114 per 100.000 : 100. 20.42% Perawat gigi.000 : 100.000 : 100.86% tenaga bidan. 4.000 : 100.000 : 100.000 : 100. di RSUD 138 orang dan di Puskesmas serta jaringannya 256 orang. 5.000 : 100.000 : 100.67% tenaga gizi.74% tenaga sanitasi dan 1.000 : 100.000 Standar Nasional 40 6 11 117 30 100 40 40 10 40 30 4 15 : 100.

Tenaga dokter gigi tahun 2009 sebanyak 4 orang dokter gigi yaitu 2 orang dokter gigi PTT bertugas di Puskesmas dan 2 orang dokter gigi PNS di RSUD Bajawa. Tenaga Perawat di Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebanyak 157 orang. perawat dengan pendidikan S1 keperawatan sebanyak 7 orang. 60 bertugas di RSUD Bajawa dan 4 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Pada tahun 2009 jumlah tenaga Dokter Spesialis sebanyak 4 tenaga Dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam. Namun 4 tenaga dokter spesialis ini merupakan tenaga kontrak atau tidak tetap. yang bergantian selama 3 bulan sekali bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar.000 penduduk. Dan untuk mengatasi dokter umum di pelayanan gawat darurat dilakukan kerjasama dengan dokter PTT Puskesmas secara bergilir mendapat tugas jaga di Unit Gawat Darurat Bajawa. belum menggambarkan rasio dokter spesialis sebenarnya. sehingga pelayanan dokter umum yang masih aktif di RSUD Bajawa sebanyak 3 orang. D3 Keperawatan 166 orang dan SPK 34 orang. bidan dengan pendidikan DIII sejumlah 18 orang dan Bidan DI sejumlah 82 orang. yang diikuti oleh 45 orang Bidan. Dengan rincian 78 bidan bertugas di Puskesmas dan 22 bidan bertugas di RSUD Bajawa. Spesialis Bedah. Jumlah tenaga Bidan tahun 2009 sebanyak 100 orang. Dengan rasio dokter gigi 3 per 100.000 Penduduk. Menurut kualifikasi pendidikan. Dokter Gigi.000 penduduk masih jauh dari standar nasional 40 per 100. Dr/Drg Spesialis. sehingga 3 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas diperbantukan ke RSUD Bajawa. Hal ini diatasi dengan penyelenggaraan Progsus D3 Kebidanan kerja sama dengan Poltekkes Kesehatan Kupang di Bajawa.000 penduduk. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 56 . Dengan demikian rasio tenaga bidan 72 per 100. dengan rincian 93 bertugas di Puskesmas. Jumlah tenaga dokter umum tahun 2009 sebanyak 19 orang.Tenaga Medis terdiri dari Dokter Umum. 4 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa sedang melanjutkan pendidikan. Rasio dokter umum dalah 14 per 100. Tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas dan Jaringannya sebanyak 93 orang jika dibandingkan dengan jumlah sarana kesehatan dasar yaitu 10 Puskesmas. Dengan rasio tenaga perawat 114 per 100. Menurut kualifikasi pendidikannya. Jika dilihat kualifikasi pendidikan maka sebagian besar bidan belum memenuhi standar kompetensi kebidanan yaitu Diploma 3.000 penduduk belum menggambarkan rasio sebenarnya jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya. Sehingga rasio tenaga dokter spesialis 3 per 100. dengan rincian 12 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas dan 7 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa. masih jauh dibawah standar nasional.000 penduduk. 32 Pustu dan 48 Polindes (90 sarana) maka tenaga perawat masih belum memenuhi kebutuhan pada sarana kesehatan yang ada. Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak. Pustu dan Polindes.

Secara kualifikasi pendidikan sanitarian dengan pendidikan D3 Sanitasi 13 orang dan pendidikan SPPH 6 orang.000 penduduk. Puskesmas Watukapu dan Natarandang belum mempunyai tenaga farmasi. Tenaga ATEM sangat kekurangan mengingat peralatan kesehatan yang begitu banyak memerlukan tenaga teknisi khusus dalam maintenance dan perbaikan. Sanitarian atau tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Ngada sebanyak 19 orang dengan rincian 13 sanitarian bertugas di Puskesmas. 2 orang bertugas di RSUD dan 2 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Rasio tenaga gizi 9 per 100. sehingga labkes belum berfungsi maksimal.000 penduduk. Dengan rasio Apoteker 4 per 100.000 penduduk. tenaga D3 gizi 10 orang dan D1 gizi 1 orang. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 57 . yaitu Sarjana Farmasi 2 orang. Terdapat 7 Puskesmas yang belum memiliki tenaga analis. Rasio sanitarian 14 per 100. Tenaga farmasi dan asisten apoteker berjumlah 17 orang. dengan rincian 2 orang bertugas di Puskesmas. Sarjana Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 21 orang. Apoteker di Kabupaten Ngada sejumlah 6 orang. 1 orang bertugas di RSUD dan 5 orang bertugas di Dinas Kesehatan. Secara kualifikasi pendidikan tenaga gizi D4 sebanyak 1 orang bertugas di RSUD.000 penduduk. 2 Puskesmas belum mempunyai tenaga gizi yaitu Pusksesmas Watukapu dan Natarandang. 3 orang bertugas di RSUD dan 16 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Dengan rasio perawat gigi 18 per 100. Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat 15 per 100. Tenaga Analis Laboratorium tahun 2009 sebanyak 9 orang yaitu 3 orang di Puskesmas dan 6 orang di RSUD. 2 Apoteker bertugas di RSUD dan 1 Apoteker bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. 4 orang di RSUD dan 1 orang di Dinas Kesehatan kabupaten.Perawat gigi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 25 orang dengan rincian 20 orang bertugas di Puskesmas. Tenaga Gizi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang bertugas di Puskesmas. D3 farmasi 7 orang dan SMF 8 orang. 3 Apoteker bertugas di Puskesmas. Tenaga ATEM dan Photorontgent sejumlah 7 orang dan bertugas di RSUD (ATEM 2 orang dan Rontgent 5 orang). Rasio asisten apoteker 12 per 100.000 penduduk.000 penduduk.

Peta 5.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Gigi dan Dokter Umum di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 58 .

Alokasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan kabupaten Ngada dapat dilihat pada tabel berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 59 .Peta 5.060. APBD.72% dari total APBD yaitu Rp.bila dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan yang dialokasikan melalui APBD maka anggaran kesehatan kabupaten Ngada adalah 6. Sanitarian dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 4. Total APBD kabupaten Ngada tahun 2009 adalah sejumlah Rp.6.755.779.. Sedangkan anggaran kesehatan pemerintah per Kapita adalah Rp. Alokasi anggaran tersebut merupakan anggraan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada.383. Pada tahun 2009 total pembiayaan kesehatan kabupaten Ngada adalah sejumlah Rp.741.660.sudah termasuk dengan gaji pegawai.382. bantuan luar negeri dan sumber-sumber pemerintah lainnya. 186.398.angka ini sudah termasuk anggaran pemerintah maupun bantuan luar negeri.. 25. 31. Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi..416.3 Pembiayaan Kesehatan Pembiayanan kesehatan di kabupaten Ngada berasal dari berbagai sumber yaitu APBN.652.321.

000.00 Pinjaman/Hibah luar negeri AIP-MNH (AussAid) Proyek Gafi/GV 587.000.125.1.080.2 Realisasi Anggran Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Alokasi Anggaran Kesehatan No 1 Sumber Biaya Rp APBD Kab/Kota (Termasuk Gaji dan Dana DAK) 2 3 APBD Propinsi APBN 4 JAMKESMAS DEKON 1.0 3.000.Tabel 5.4.242.1.652.411.800.33 0.060.43 26.660.500.133.89 1.416.31.344.935.0.57 4.487.250.62 1.% 83.935.668.09 25.138.321.000.08 5 6 6 Bansos (Bantuan Sosial) ADB (DHS II) Jamkesmas Pemda TOTAL Anggaran kesehatan ini merupakan anggaran kesehatan pada istansi kesehatan saja belum termasuk anggaran kesehatan dari sektor-sektor terkait lainnya.660.1.000.333.416.685. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 60 .779.

sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. lintas sektor maupun masyarakat. perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Ngada. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hingga tahun ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 61 . karena sangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan. Gambaran yang demikian merupakan fakta diketahui oleh seluruh pejabat publik dan masyarakat. Namun disadari. antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat. Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kabupaten Ngada selama tahun 2009 tergambar dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. Informasi informasi data dan informasi Salah adalah ini diperoleh luaran Kesehatan. maka penyediaan data/informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan. diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada senantiasa mencari terobosan-terobosan dalam hal mekanisme pengumpulan data dan informasi secara cepat untuk melengkapi data dan informasi kesehatan khususnya yang bersumber dari puskesmas. profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting.1 Kesimpulan Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan. pengumpulan data dan informasi dari Puskesmas menjadi relatif lebih sulit. sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal. Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi di jajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditunggu. sejalan dengan perbaikan kondisi umum. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini belum mendapat apresiasi yang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan harapan. melalui dari Dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Kesehatan. Oleh karena itu.BAB VI PENUTUP 6. upaya pelayanan kesehatan. Di bidang Sistem sistem kesehatan. kesehatan satu Profil utama perkembangannya. Walaupun demikian. apalagi dalam era desentralisasi. dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kabupaten Ngada.

2. Adanya peningkatan AKI perlu mendapat perhatian serius. Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam lampiran Profil Kesehatan ini salah satunya disebabkan ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 62 . Penyusunan buku Profil kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2009 ini dapat bermanfaat. 6. 5. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang.6. Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan keseriusan dari tingkat bawah yaitu pustu dan puskesmas dalam pencatatan dan pelaporan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan. 4. dapat diketahui bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum optimal. baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. Optimalisasi kinerja TIM SIKDA Kabupaten Ngada untuk pengumpulan data profil kesehatan. sejalan dengan kebijakan Provinsi NTT dalam Revolusi KIA. Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional. 3. Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan keakuratan data.2 Saran 1. Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas. penanggulanngan AKI diutamakan dimulai dari tingkat keluarga dan desa dengan mengoptimalkan Program Desa Siaga. Dari gambaran pencapaian pelaksanaan program kesehatan di atas.

66  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 11  Tabel 12  Tabel 12  Tabel 13  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  72.9  7  Ibu  224.83  %  51.73  %  100  %  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  .42  94.00  %  18.52  100.70  %  100  %  100.RESUME PROFIL KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  INDIKATOR  ANGKA/NILAI No.015  Jiwa  71.41  %  76.  GAMBARAN UMUM  1  Luas Wilayah  2  Jumlah Desa/Kelurahan  3  Jumlah Penduduk  2  4  Kepadatan Penduduk /Km  5  Jumlah Penduduk Laki­laki  6  Jumlah Penduduk Perempuan  7  Rasio Beban Tanggungan  8  Rasio Jenis Kelamin  9  Pddk 10 th keatas Melek Huruf  10  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki­laki)  11  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)  B.1  Angka Kematian  12  Jumlah Lahir Hidup  13  Jumlah Bayi Mati  14  Angka Kematian Bayi (dilaporkan)  15  Jumlah Balita Mati  16  Angka Kematian Balita (dilaporkan)  17  Jumlah Kematian Ibu Maternal  18  Angka Kematian Ibu (dilaporkan)  B.050  Jiwa  2  85.  DERAJAT KESEHATAN  B.17  Jiwa/Km  67.621  Km  94  Desa/Kel  138.7  9  Balita  2. Lampiran  A.7  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 7  Tabel 7  ­  61.2  Angka Kesakitan  19  AFP Rate < 15 th  20  TB Paru Sembuh  21  Pneumonia Balita Ditangani  22  HIV/AIDS ditangani  23  Infeksi Menular Seksual ditangani  24  Angka Kesakitan DBD  25  DBD ditangani  26  Angka Kesakitan Diare  27  Diare pada Balita ditangani  28  Angka Kesakitan Malaria  29  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)  30  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)  31  Kasus Penyakit Filariasis ditangani  32  Jumlah Kasus Difteri  33  Jumlah Kasus Pertusis  34  Jumlah Kasus Tetanus  35  Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum  36  Jumlah Kasus Campak  37  Jumlah Kasus Polio  38  Jumlah Kasus Hepatitis B  B.42  %  48.91  %  2  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 5  Tabel 5  Tabel 5  3115  Bayi  55  Bayi  17.3  Status Gizi  39  Kunjungan Neonatus (KN2)  40  Kunjungan Bayi  41  Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)  42  BBLR ditangani  1.34  50.02  100  %  77.00  %  100  %  6.22  %  1.035  Jiwa  65.

18  %  56.00  %  50.06  %  76.05  %  100  %  100  %  81.94  %  Tabel 47 .20  %  6.76  %  58.17  %  41.40  %  0.94  %  Tabel 43  51.72  %  52.90  %  100. Terkena KLB ditangani < 24 jam  74  Bayi yang diberi ASI Eksklusif  75  Desa/Kel.56  %  66.40  %  92.88  %  13.35  %  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 19  Tabel 19  Tabel 20  Tabel 21  Tabel 22  Tabel 23  Tabel 23  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 25  Tabel 25  Tabel 26  Tabel 27  Tabel 27  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 29  Tabel 30  Tabel 32  Tabel 33  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 36  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 39  Tabel 40  52.42  %  64.07  %  23.59  %  22.19  %  No.4  Keadaan Lingkungan  88  Rumah yang diperiksa kesehatannya  ANGKA/NILAI  76.NO  INDIKATOR  43  Balita ditimbang  44  Balita BB Naik  45  BGM  46  Balita Gizi Buruk  C.00  %  100.1  Pelayanan Kesehatan  47  Kunjungan Ibu Hamil (K1)  48  Kunjungan Ibu Hamil (K4)  49  Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan  50  Deteksi Dini Tumbang Anak Balita  51  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI  52  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU  53  Peserta KB Baru  54  Peserta KB Aktif  55  Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)  56  Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)  57  Desa/Kelurahan UCI  58  Cakupan Imunisasi Campak Bayi  59  Drop­Out Imunisasi DPT1­Campak  60  MP­ASI Bayi BGM  61  Anak Balita Mendapat Vit.23  %  100.28  %  79. Dg Garam Beryodium yg baik  76  Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap  77  Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)  78  Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)  79  Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar  80  Penduduk Miskin dicakup Jamkesmas  81  Penduduk Miskin Mendapat Yankes  82  Bayi Gakin BGM Mendapat MP­ASI  83  Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila  84  WUS yang diberi Kapsul Yodium  C.77  %  6.3  Perilaku Hidup Masyarakat  86  Rumah Tangga ber­PHBS  87  Posyandu Aktif  C.34  %  70.70  %  71.83  %  100.2  Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan  85  Sarkes yang memiliki Labkes  C.51  %  4.55  %  37.00  %  45. Lampiran  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  83.91  %  73.00  %  59.42  %  0.00  %  71.27  %  8.79  %  23.90  %  92.22  %  63.37  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  6. Gadar  73  Desa/Kel.  UPAYA KESEHATAN  C.A 2x  62  Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan  63  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1  64  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3  65  WUS dg imunisasi TT5  66  Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk  67  Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk  68  Bumil Risti/Komplikasi  69  Bumil Risti/Komplikasi ditangani  70  Neonatal Risti dirujuk  71  Neonatal Risti dirujuk dan ditangani  72  Sarkes dg Kemampuan Yan.99  %  Tabel 45  Tabel 46  87.31  %  0.42  %  67.

13  %  88.416.76  %  71.89  %  26.90  %  No.42  %  14.1  Tenaga Kesehatan  102  Jumlah Tenaga Medis  103  Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan  104  Jumlah Tenaga Farmasi  105  Jumlah Tenaga Gizi  106  Jumlah Tenaga Tehnisi Medis  107  Jumlah Tenaga Sanitasi  108  Jumlah Tenaga Kesmas  109  Jumlah Tenaga Kesehatan  110  Jumlah Tenaga Dokter Spesialis  111  Jumlah Tenaga Dokter Umum  112  Jumlah Tenaga Dokter Gigi  D.35  %  64.30  %  224.  2.77  %  83.84  %  6.15  %  56.3  Sarana Kesehatan  116  Jumlah Desa Siaga  117  Jumlah Polindes  118  Jumlah Posyandu  ANGKA/NILAI  61.18  %  45.NO  INDIKATOR  89  Rumah Sehat  90  Keluarga yang diperiksa air bersihnya  91  Keluarga yang memiliki akses air bersih  92  KK memiliki Jamban  93  KK memiliki Jamban Sehat  94  KK memiliki Tempat Sampah  95  KK memiliki Tempat Sampah Sehat  96  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah  97  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat  98  TUPM Sehat  99  Institusi dibina Keslingnya  100  Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes  101  Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes  D.50  %  87.  SUMBERDAYA KESEHATAN  D.2  Pembiayaan Kesehatan  113  Total Anggaran Kesehatan  114  APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota  115  Anggaran Kesehatan Perkapita  D.060.32  %  56. Lampiran  Tabel 47  Tabel 48  Tabel 48  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 50  Tabel 51  Tabel 52  Tabel 52  27  Orang  104  Orang  23  Orang  12  Orang  20  Orang  19  Orang  21  Orang  390  Orang  4  Orang  19  Orang  4  Orang  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 55  Tabel 55  Tabel 55  31.08  %  88.99  %  Tabel 60  Tabel 60  Tabel 60  41  Desa  45  Polindes  274  Psyd  Tabel 62  Tabel 62  Tabel 62 .660  Rp.

  JUMLAH DESA/KELURAHAN.620.  DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  LUAS  WILAYAH  (km  )  3  152.309  11.3  44  1.864  34.0  50  2.19  2  JUMLAH  DESA  4  9  18  8  9  7  7  10  6  4  KELURAHAN  5  3  3  0  8  0  0  2  0  0  DESA+KEL.265  4.397  5.38  91.9  48  JUMLAH (KAB/KOTA)  1.2009)  .92  78  16  94  138.998  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  RATA­RATA  KEPADATAN  RUMAH  JIWA/RUMAH  PENDUDUK  2  TANGGA  TANGGA  /km  8  9  10  3.7  85  Sumber: BPS Kab.26  133.645  4.72  82.992  32.7  25  1.6  97  7.827  7.94  312. JUMLAH PENDUDUK.656  5.352  4.30  167.Ngada (Ngada Dalam Angka.8  247  1.49  103. JUMLAH RUMAH TANGGA.50  250.TABEL 1  LUAS WILAYAH.930  8.894  4.947  14.318  4.5  97  6.0  131  3.795  4.026  4.394  4.7  139  1.757  4. 6  12  21  8  17  7  7  12  6  4  NO  KECAMATAN  JUMLAH  PENDUDUK  7  14.14  327.388  7.050  29.

701  6.929  372  1.6  75.241  3. DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDU  K  3  14.067  2.799  16.742  3.3  91.764  3.1  97.248  280  501  217  226  198  290  113  JML  17  7.399  2.179  4.520  RASIO  RASIO  BEBAN  JENIS  TANG  KELAMIN  GUNGAN  18  19  76.216  6.645  15.329  432  736  695  257  275  LAKI­LAKI (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  6  7  8  1.810  7.093  5.  RASIO BEBAN TANGGUNGAN.3  NO  1  KECAMATAN  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  138.751  4.217  3.889  918  2.723  17.661  1.641  380  1.193  2.353  1.215  973  1.998  JUMLAH PENDUDUK  <1  4  149  385  74  392  144  162  94  76  66  1­4  5  785  1.220  3.050  1.168  212  >=65  9  457  972  225  758  192  278  209  340  116  JML  10  7.947  14.978  471  679  766  346  286  PEREMPUAN (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  13  14  15  1.517  845  1.6  70.048  2.5  49.530  14.186  216  >=65  16  543  1.642  742  1.947  3.907  4.4  94.354  31.386  2.1  72.246  7.553  30.7  98.9  94.487  8.626  10. KELOMPOK UMUR.571  7.992  32.957  3.035  65.542  6.547  67.884  3.531  977  2.3  Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota.193  16.015  1.9  90.384  838  641  1.431  4.837  2. Profil Kesehatan Puskesmas  Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3  LAMPIRAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 .388  7.6  79.268  3.8  92.322  804  1.930  8.141  16.002  473  3.436  8.795  4.6  64.013  1.3  93.957  7.558  590  948  1. RASIO JENIS KELAMIN.011  997  2.292  941  1.645  502  3.3  76.920  3.397  615  852  1.827  7.616  71.478  <1  11  178  495  89  461  153  148  78  121  87  1­4  12  818  1.5  72.747  2.4  92.726  10.309  11.8  96.760  583  632  1.TABEL 2  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN.864  34.

213  4.352  12.050  NO  KELOMPOK UMUR (TAHUN)  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  2  < 1  1 ­ 4  5 ­ 9  10 ­ 14  15 ­ 19  20 ­ 24  25 ­ 29  30 ­ 34  35 ­ 39  40 ­ 44  45 ­ 49  50 ­ 54  55 ­ 59  60 ­ 64  65 ­ 69  70 ­ 74  75+  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Profil Puskesmas/Kecamatan  06.384  10.904  4.109  3.964  7.176  4.208  1.965  3.521  2.510  2.465  7.578  16.681  6.015  PEREMPUAN  4  1.031  4.175  13.259  1.530  6.495  2.945  6.810  6.626  12.611  3.542  5.TABEL 3  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK  LAKI­LAKI  3  1.467  2.391  5.035  LAKI­LAKI+PEREMPUAN  5  3.236  2.504  1.277  682  188  67.227  660  123  71.409  2.720  6.LAMP PROF NGD 09 PRINT .429  15.932  6.342  311  138.601  6.155  2.141  8.989  8.311  5.645  6.073  4.589  7.162  7.533  13.949  3.

553  ­  ­  ­  SD/MI  5  SD/MI  13  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KAB NGADA  KABUPATEN NGADA  27  182  1401  372  196  134  55  36  214  1382  238  274  192  34  16776  38  18351  39  4923  868  4617  539  819  712  1161  18243  25  21942  12  4581  687  4275  446  702  498  810  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Ngada Dalam Angka 2009  51.668  50.591  .TABEL 4  PERSENTASE PENDUDUK LAKI­LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT  TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  LAKI­LAKI  NO  KECAMATAN  TIDAK/  TIDAK/  BELUM  BELUM  PERNAH  TAMAT  SEKOLAH  SD  3  4  SLTP/  MTs  6  TIDAK/  TIDAK/  SLTA/  AK/ DIPLO  UNIVE  BELUM  BELUM  JUMLAH  PERNAH  TAMAT  MA  MA  RSITAS  SEKOLAH  SD  7  8  9  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.647  ­  ­  ­  11  12  PEREMPUAN  SLTP/  SLTA/  MTs  MA  14  15  AK/  UNIVER  DIPLO  JUMLAH  SITAS  MA  16  17  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.196  46.370  ­  ­  1.210  54.367  ­  ­  2.

5  58.4  Sumber ; Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2008  .379  516  JUMLAH (KAB/KOTA)  50.0  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  4  4.9  11.293  MELEK HURUF  %  8  93.540  2.8  34.4  59.196  223  7.726  615  13.134  1.8  54.784  24.987  4.7  54.052  5.2  %  11  89.1  49.946  50.0  12.132  2.1  56.0  15.1  38.130  1.615  4.0  18.059  4.763  2.576  23.9  105.927  1.799  4.800  48.085  13.5  70.0  31.512  2.141  11.435  12.665  14.357  7.1  12.6  JUMLAH  6  5.422  1.5  55.633  15.009  52.715  760  204  10  9.504  8.494  619  312  7  5.889  3.819  MELEK HURUF  NO  1  KECAMATAN JUMLAH  2  3  5.951  5.5  19.130  2.530  392  6.690  2.043  4.209  1.552  3.188  3.940  8.7  55.7  6.6  54.264  3.750  28.460  3.786  9.897  3.TABEL 5  PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS  PEREMPUAN  %  5  85.4  11.3  52.6  55.474  LAKI­LAKI  MELEK HURUF  LAKI­LAKI + PEREMPUAN  JUMLAH  9  10.146  51.0  55.8  17.276  8.225  28.150  5.

62  4.603  3.19  0.TABEL 6  JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  LAHIR HIDUP  LAHIR MATI  4  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  5  6  10  1  8  5  4  6  7  5  3  LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI  LAHIR MATI  6  296  840  141  575  307  244  270  267  118  112  7  2.881  1.321  9  2.03  1.74  55  17.570  852  1.115  55  3.22  2.68  JUMLAH BAYI  MATI  8  5  10  5  6  5  6  4  7  5  2  JUMLAH  BALITA 9  1.7  14.9  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi  .461  827  561  JUMLAH  BALITA MATI  10  2  1  1  0  0  1  0  1  2  1  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)  3.170  1.64  2.415  1.71  1.39  1.24  2.246  905  1.63  1.

 Ngada  Keterangan:  ­ Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin  + jumlah  kematian ibu nifas  . Bidang Yankesda Dinas Kesehatan Kab.72  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)  Sumber: Laporan Seksi KIA.115  3  4  ­  7  224.TABEL 7  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL  JUMLAH LAHIR  KEMATIAN  KEMATIAN  KEMATIAN  JUMLAH  HIDUP IBU HAMIL  IBU BERSALIN  IBU NIFAS  4  5  6  7  8  290  1  1  ­  2  830  2  1  ­  3  140  ­  ­  ­  ­  567  ­  ­  ­  ­  302  ­  ­  ­  ­  240  ­  ­  ­  ­  264  ­  ­  ­  ­  260  ­  1  ­  1  113  ­  1  ­  1  109  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3.

­ Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi .

00  #DIV/0!  #DIV/0!  1.00  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  76.60  17.81  ­  100.00  #DIV/0!  JML  11  100  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  100  #DIV/0!  RASIO KORBAN  PER KEJADIAN  KECELAKAAN  12  7.74  ­  #DIV/0!  LUKA  RINGAN  10  87.69  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  4.20  1.00  ­  ­  #DIV/0!  % KORBAN  LUKA  BERAT  9  11.53  2.00  44.TABEL 8  JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS  DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK  DIRINCI MENURUT KECAMATAN  TAHUN 2009  JUMLAH  KEJADIAN  KECELAKAAN  3  20  11  1  JUMLAH KORBAN  MATI  4  1  ­  ­  LUKA  BERAT  5  17  ­  1  LUKA  RINGAN  6  126  11  ­  JML  7  144  11  1  ­  ­  25  61  92  ­  % THD  TOTAL  43  3  0  ­  ­  7  18  28  ­  MATI  8  0.25  1.26  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  20.000 PENDUDUK  129  2  57  275  334  241.00  55.00  1.34  100  2.07  82.94  100  0.59  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  .49  #DIV/0!  NO  KECAMATAN  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  20  40  37  1  ­  ­  5  34  ­  19  27  92  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO PER 100.50  100.

 DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TB PARU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  AFP    <  15 TH  4  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  KLINIS  5  46  100  63  20  12  4  124  19  36  2  (+)  6  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  DIOBATI  SEMBUH  7  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  8  3  5  2  6  1  1  7  ­  3  1  PNEUMONIA  %  JML  JML PEND  BALITA  % BALITA  DITANGANI  DITANGANI  SEMBUH  PENDERITA  BALITA  9  100.00  100.50  66.67  54.64  ­  100.00  50.55  50.00  63.  % TB PARU SEMBUH.TABEL 9  AFP RATE.00  10  18  11  22  66  2  17  29  4  20  5  11  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  12  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  ­  ­  426  47  47  29  61. di wilayah kerja Watukapu.00  62. Natarandang dan Maronggela melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Waepana  .70  194  169  169  100  Sumber: Laporan Program TB Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  LB1 Puskesmas Tahun 2009  Keterangan:  Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Pasien TB (+).

16  62.0  3  100.80  44.0  100.0  Sumber:Laporan Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Bidang Kesmas Dinas Kesehatan  Ket:  ­ Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Kasus HIV/AIDS adalah Kasus HIV yang masih hidup dari tahun 2003 dan yang ditemukan baru tahun 2009  .97  16  100.0  100.0  100.0  7  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  8  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  9  100  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  100  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  10  ­  2  0  4  2  1  0  ­  ­  ­  11  2  0  4  2  1  0  12  0  100  0  100  100  0  #DIV/0!  0  0  0  13  166  404  157  504  133  130  258  302  265  169  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  15  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  48.0  100.488  18.0  0  #DIV/0!  1  100.00  42.0  0  #DIV/0!  0  #DIV/0!  1  100. INFEKSI MENULAR SEKSUAL.437  1.02  1.0  0  0.22  59.0  100.TABEL  10  HIV/AIDS.33  63.14  100.0  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  15  15  100  63  63.31  58.0  100.00  100  9  6. DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  HIV/AIDS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JML  KASUS  %  DITANGANI  IMS  JML  KASUS  %  DITANGANI  DBD  JML  KASUS  %  DITANGANI  DIARE  JML  KASUS  JML  DIARE  PADA  BALITA  DIARE  PADA  BALITA  DITANGANI  %Diare  Balita  %  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  0  0  0  0  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  5  2  0  3  0  1  3  0  0  1  5  6  5  100.76  100.26  44.80  45.0  100.0  3  100.0  100.52  9  100  2.0  100.0  2  100.437  57.

00  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK  10.TABEL 11  PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  MALARIA  % POSTIF  6  63.272  1.742  142  2.096  369  1.912  57.58  0.19  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KLINIS  4  1.00  100.736  347  732  2.00  100.452  232  ­  1.126  2.188  579  732  3.07  ­  38.291  199  1  ­  DIOBATI  7  5.00  100.055  345  539  229  POSITIF  5  3.31  42.62  72.633  100.58  36.00  Sumber: Laporan Bulanan Penemuan & Pengobatan Malaria Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Ket :  API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)  AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)  .854  1.346  544  540  229  % DIOBATI  8  100.838  511  4.21  34.00  100.00  100.46  18.83  38.67  40.66  7.721  77.00  100.00  100.00  100.00  100.

TABEL  12  PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  KUSTA  % RFT PB  PEND MB  6  7  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  PEND PB  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT PB  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT MB  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % RFT MB  9  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  Sumber: Laporan  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan : Penderita PB tahun X ­ 1. Penderita MB tahun X ­ 2  X = tahun 2009  .

TABEL 13  KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PENDERITA PENY.  FILARIASIS  JUMLAH  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  DITANGANI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % DITANGANI  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB1 Puskesmas Tahun 2009  ­  ­  #DIV/0!  .

TABEL 14  JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KASUS  PD3I  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  DIFTERI  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PERTUSIS  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  NEONATORUM  CAMPAK  8  POLIO  9  HEPATITIS B  10  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009. Laporan Tahunan Bidang Kesmas Tahun 2009  .

89  1.57  1.58  79.68  77.09  56.83  BBLR  % BBLR  DITANGANI  DITANGANI  15  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  16  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.87  54  1.95  74.673  76.83  1.893  92.92  6.55  71.31  77.TABEL   15  CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS.22  3.73  54  100  Sumber: Laporan Bidang Yankes 2009.88  93.074  2.08  3. BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NEONATUS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  287  823  135  562  298  237  261  254  110  107  KN2  5  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  6  82.10  1.30  66.65  90.32  0.06  1.74  BAYI  BAYI LAHIR  JML LAHIR  %  DITIMBANG  HIDUP  DITIMBANG  10  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  11  282  800  128  564  251  218  264  214  80  92  12  97  96  91  99  83  91  100  82  71  84  BBLR  13  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  % BBLR  14  3.81  53. Profil Puskesmas Tahun 2009  .68  80.41  3.507  2.54  84.19  1.226  72.115  2.96  78.84  85.20  64.91  79.31  54.37  JML BAYI  7  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  KUNJ  8  254  710  126  379  244  163  290  251  134  122  %  9  77.00  80.

29  77.78  74.603  3.17  KEC  Prev  BEBAS  Gizi  Gizi  Gizi  RAWAN  Buruk  Kurang/K  Buruk/  urus  Kurus Skli  GIZI  +Kurang  4.07  5.12  4.49  3.19  68.35  79.19  13  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  5.037  1.05  74.97  2.89  90.10  0.99  3.21  0.35  5.63  3.68  6.138  748  519  6  804  2.56  17.87  9.55  56.65  4.321  10.78  2.68  1.35  73.53  0.570  852  1.93  6.16  ­  0.48  4.944  7.58  1.881  1.461  827  561  5  1.77  12  0.42  8.97  2.72  73.42  67.35  18.832  763  1.51  10  62.84  55.19  1  .288  2.246  905  1.09  0.11  0.71  3.061  565  786  684  494  710  772  414  98  Gizi  Gizi  Kurang/K  Buruk/  DITIMBANG  BB NAIK  urus  Kurus Skli  8  78  356  20  105  19  24  62  52  144  38  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  9  80.02  9.47  67.51  4.97  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH (KAB/KOTA)  14.27  0.28  6.52  2.41  6.43  77.09  17.15  74.52  0.33  89.23  7.TABEL 16  STATUS GIZI  BALITA DAN JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BALITA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  BALITA  YANG  DITIMBANG  BB NAIK  ADA  4  1.88  % BALITA BGM  7  45  105  30  66  65  37  31  41  32  32  BGM  11  3.415  1.42  72.38  3.60  4.87  5.76  70.45  92.060  919  640  1.388  484  898  21  76.47  0.

90  3.48  JUMLAH  9  293  830  140  570  307  244  268  266  117  112  IBU BERSALIN  DITOLONG  NAKES  10  282  800  128  564  251  218  268  214  80  92  %  11  96.99  85.NIFAS  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  292  820  140  570  307  244  268  265  116  112  81.76  89.24  72.49  81.897  92.33  76.9  63.2  K4  7  243  863  93  428  170  123  138  126  48  74  %  8  55.38  82.8  2.33  52.6  100.34  100.45  68.007  163  702  314  245  452  313  144  141  %  6  93.674  3.46  62.39  91.06  60.146  255  779  385  457  452  313  263  158  K1  5  434  1.134  2.26  33. PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  IBU HAMIL NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  466  1.226  71.TABEL 17  CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1.34  76. K4).53  40.8  89.13  85.25  96.147  2.21  55.0  54.95  81.6  53.03  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .14  52.20  30.70  57.1  81.1  87.00  80.16  80.14  JUMLAH  IBU NIFAS  MENDAPA  T  YAN.97  54.06  3.43  98.0  100.9  90.79  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.306  58.915  83.14  50.

30  ­  10.72  73.351  745  %  9  87.23  96. PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  ANAK BALITA (PRA SEKOLAH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIDETEKSI  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.45  92.993  2.060  919  640  1.07  9.715  64.89  90.35  73.55  56.200  1.27  100.794  1.42  22.51  JUMLAH  DIPERIKSA  7  2.29  77.06  54.476  1.138  748  519  %  6  80.246  905  1.570  852  1.00  SISWA SD/MI  SISWA SMP/SMU  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  14.76  70.288  1.35  79.33  89.260  361  174  997  894  539  174  11  1.141  5.00  17.150  631  740  ­  1.151  2.87  ­  ­  19.34  JUMLAH  DIPERIKSA  10  1.461  827  561  5  1.881  1.18  100.603  3.446  5.407  230  1.53  91.150  3.096  ­  25  ­  ­  ­  195  182  513  174  %  12  98.TABEL 18  CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA.288  2.96  35.395  951  8  2.20  ­  74.36  95.513  2.193  1.423  1.85  78.944  76.88  .832  763  1.115  3.415  1.037  1.102  1.56  20.321  10.185  23.967  14.

395  787  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  20.69  65.002  4.99  65.212  4.96  73.08  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH PUS  4  2.59  21.118  1.703  71.92  20.018  3.736  1.024  646  %  8  63.58  8.TABEL  19  JUMLAH PUS.886  1.275  3.216  912  1.44  16.224  1. PESERTA KB BARU.05  .66  11.81  81.02  21.27  21.70  14.94  67.60  PESERTA KB AKTIF  JUMLAH  7  1. PESERTA KB.66  79.348  2.41  82.695  2.877  1. DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PESERTA KB BARU  JUMLAH  5  372  436  253  391  292  240  454  227  170  %  6  18.070  2.87  8.98  83.652  1.835  13.

Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota .

652  1.93  2.480  382  1.05  ­  13  1.32  14  30.90  30.226  59  220  108  62  ­  4  23  210  18  570  19  76  25  11  15  5  389  537  163  91  19  346  105  22  ­  6  531  1.44  1.85  6.60  1.91  37.12  6.77  41.38  ­  ­  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .21  2.66  16.216  912  1.80  14.59  72.33  3.52  10.72  2.520  2.08  4.50  17  5.736  1.37  41.40  16  13.58  11.79  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  2.52  31.224  1.94  6.34  19.09  1.65  17.22  6.63  6.47  13.16  41.024  646  12  7.06  9.275  3.65  45.71  24.80  6.05  2.77  27.018  3.703  14.672  6.83  2.51  16.016  660  680  725  630  416  7  174  573  282  251  131  277  724  255  197  8  68  117  62  62  24  53  49  44  18  9  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  11  1.36  16.63  3.52  64.90  38.32  6.37  44.76  61.08  20.183  967  1.TABEL 20  JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB AKTIF  NON MKJP  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  KONDOM  % PESERTA KB AKTIF  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  MKJP  IUD  MOP/  MOW  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  NON MKJP  KONDOM  NO  KECAMATAN IUD  MKJP  MOP/  MOW  OBAT  VAGINA  OBAT  VAGINA  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  90  307  111  1.82  4.15  ­  15  41.77  17.01  2.864  497  ­  ­  14.07  2.48  3.70  7.30  2.51  1.

598  15.885  1.37  18.19  17.75  4.236  440  343  ­  ­  2.09  4.42  15.44  44.17  5.27  22.59  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  LAIN  NYA  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  MKJP +  NON  MKJP  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  422  47  347  1.50  22.94  14.92  46.12  62.47  OBAT  KONDOM  VAGINA  IUD  12  16.50  9.15  30.92  4.16  31.42  10.6578  12.83  43.13  22.46  ­  10.33  26.61  19.TABEL 21  PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB BARU  NO  KECAMATAN  IUD  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  63  63  51  123  ­  25  46  51  ­  MKJP  MOP/  MOW  4  1  ­  ­  ­  ­  22  24  ­  ­  NON MKJP  IMP  LANT  5  99  85  58  16  12  57  20  ­  ­  SUN  TIK  6  143  193  58  181  199  74  199  82  107  PIL  7  17  28  38  48  60  20  120  47  62  MKJP +  LAIN  NON  OBAT  KONDOM  MKJP VAGINA  NYA  8  9  10  11  49  ­  ­  372  67  ­  ­  436  48  ­  ­  253  23  ­  ­  391  21  ­  ­  292  42  ­  ­  240  45  ­  ­  454  47  227  1  170  MKJP  MOP/  MOW  13  0.52  12.11  23.47  ­  17  13.835  14.41  ­  ­  % PESERTA KB BARU  NON MKJP  SUN  TIK  15  38.91  20.57  6.02  12.43  20.0988  0  0  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .70  36.70  0.24  43.17  15.97  5.29  68.83  36.28  20.94  PIL  16  4.55  8.29  ­  ­  IMP  LANT  14  26.45  20.27  ­  ­  ­  ­  9.88  7.

91  .00  100.24  100.00  42.33  100.00  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  77  81.67  95.TABEL 22  PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  DESA/KEL UCI 5  8  20  8  10  7  3  5  7  6  3  % DESA/KEL UCI  6  66.00  100.86  71.43  58.00  75.

Sumber:Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Dinas Kesehatan .

97  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  RSUD BAJAWA  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  BCG  JUMLAH  5  306  714  144  485  251  227  257  244  113  104  %  6  93.03  10.08  113  65.76  39  11.70  113  65.64  113  69.32  65.61  232  65.17  Sumber : Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Tahun 2009  Ket : Watukapu melayani imunisasi bayi dari waepana maupun natarandang di daerah perbatasan desa  .32  137  84.34  85.16  249  87.06  220  76.469  70.77  73.72  468  82.29  271  82.14  88.70  113  65.61  271  87.31  15.54  87.29)  72.06  147  41.87  (1.61  554  62.87  263  80.507  2.52  228  73.15  2.07  489  55.92  197  68.76  235  66.02  129  75.43  687  78.70  67.57  2.58  81.48  137  24.370  67.TABEL  23  PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH  BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  IMUNISASI  DPT1+HB1  DPT3+HB3  POLIO 4  CAMPAK  HB Neonatus  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  256  78.88  243  84.88  202  68.42  226  72.89  (17.76  76.01  83  54.78  191  58.05  16  10.65  163  54.52  98  64.14  157  96.70  31  18.91  141  40.05  151  92.25  88  57.05)  (18.97  JUMLAH (KAB/KOTA)  % BAYI DIIMUNISASI LENGKAP  3.97  197  68.37  418  73.40  6.88  82  27.00  101  66.48)  2.12  2.43  82.43  238  72.55  191  61.587  73.61  2.90  69.460  70.95  655  74.01  187  62.41  19.46  885  DO  (%)  17  7.96  192  64.845  81.757  78.41  771  87.54  513  90.33  433  76.77  2.58  2.57  129  79.90  200  64.

33  100.67  29.0  23.34  14.49  %  12  100  #DIV/0!  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  8  1.74  79. BALITA  YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  BAYI BGM  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  4  35  36  30  30  33  15  10  9  24  32  MP ASI  5  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  %  6  25.TABEL  24  CAKUPAN BAYI.118  1.225  702  244  11  2  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  254  105  41.570  852  1.00  66.39  100.74  55.603  3.71  75.89  43.415  1.01  85.144  70.85  84.33  23.415  1.13  ANAK BALITA (1­4TAHUN)  JUMLAH  7  1.00  70.321  10.83  21  21  100  .293  996  456  1.964  731  1.881  1.461  827  561  MENDAPAT  VIT A 2X  BALITA GIZI BURUK  JUMLAH  10  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  MENDAPAT  PERAWATA  N  %  9  69.246  905  1.17  28.33  33.94  50.00  83.80  68.

146  255  779  385  457  452  313  263  158  Fe1  JUMLAH  5  254  801  156  461  210  154  240  230  119  141  %  6  54.630  56.54  132  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  4.70  53.32  76.27  .18  54.06  50. Fe3  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  IBU HAMIL  4  466  1.69  73.51  69.48  42.49  47.51  66.766  59.674  2.TABEL 25  JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN  TABLET Fe1.55  33.18  59.48  45.10  73.97  83.90  61.25  89.45  44.62  28.24  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  Fe3  JUMLAH  7  254  762  120  392  295  130  202  230  113  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  %  8  54.18  2.

59  36.30  7.37  Sumber: Laporan Program Imunisasi Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .146  255  779  385  457  452  313  263  158  TT 2  %  6  60.32  474  10.55  27.53  83.25  TT 3 %  8  11.60  21.TABEL 26  JUMLAH WANITA USIA SUBUR DENGAN STATUS IMUNISASI TT  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TT 1  JML  5  280  602  212  298  182  187  328  202  134  111  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  BUMIL  4  466  1.45  4.92  72.54  50.35  ­  15.04  16.26  1.31  4.81  9.58  0.86  4.45  4.35  TT 4  %  10  17.81  3.536  54.66  4.82  18.80  5.36  12.79  19.54  19.57  64.09  52.34  ­  15.91  2.61  6.674  2.16  32.99  14.253  26.65  42.49  66.64  36.38  8.19  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.95  70.14  391  8.71  4.27  40.11  8.42  TT 5  %  12  JML  13  83  42  12  32  32  21  96  48  ­  25  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JML  7  54  413  41  199  107  91  12  133  174  29  JML  9  81  99  94  34  50  66  85  30  ­  37  JML  11  86  52  50  53  21  19  146  23  ­  24  %  14  17.25  47.81  576  12.44  18.14  38.00  23.08  25.16  18.24  15.

TABEL 27  PERSENTASE  AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK  NO 1  1  RUMAH SAKIT  2  PUSKESMAS  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  NATARANDANG  MARONGGELA  RIUNG  SARANA PELAYANAN KESEHATAN  2  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  %  8  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  3  4  6  7  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )  .

43  0.19  10  2.16  50  8.146  255  779  385  457  452  313  263  158  JUMLAH  NEONATAL  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  5  66  102  13  41  13  10  12  26  8  8  %  JUMLAH  6  7  14.40  276  92.90  102  5.90  28  100  Sumber:Laporan Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Yankes Tahun 2009  .76  100.62  87.00  100  100  100  100  83.83  0.115  28  0.31  3.26  41  3.33  84.TABEL 28  JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  BUMIL RISTI/  KOMPLIKASI  BUMIL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  IBU HAMIL 4  466  1.88  1.50  100  9  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  JUMLAH  10  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  11  1.83  JUMLAH  12  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.96  1.31  22  3.03  0.38  13  2.10  13  5.66  0.71  0.15  0.04  7  5.65  10  8.674  299  6.06  8  %  8  75.38  1.

00  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2009  16  8  50.LAINNYA  5  2  40. GADAR  JUMLAH  4  %  5  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  100.00  .00  5  SARANA YANKES.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  3  RUMAH SAKIT KHUSUS  ­  ­  #DIV/0!  4  PUSKESMAS  10  5  50.TABEL 29  PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH SARANA  3  MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN.

TABEL 30  JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  DESA/KEL TERKENA KLB  DITANGANI  JUMLAH  %  <24 JAM  5  6  7  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  1  1  100.00  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0! 

NO 

KECAMATAN

PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA) 

94 

100.00 

Sumber: Laporan Seksi Penanggulangan Wabah Bidang Kesmas Tahun 2009 

TABEL 31  JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN  SERTA JUMLAH KECAMATAN DAN DESA YANG TERSERANG KLB  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDUK  JUMLAH KEC  JUMLAH DESA  TERANCAM  3  4  5  1  1  1,551  YANG TERSERANG  JUMLAH  PENDERITA  6  24  JUMLAH  KEMATIAN  7  1  ATTACK  RATE  (%)  8  1.55  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0! 

NO  JENIS KEJADIAN LUAR BIASA 1  2  1  Kematian Rabies 

CFR (%)  9  4.17  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0! 

Sumber: Laporan Tahunan Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2009  Jumlah penderita adalah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) 

TABEL 32  JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BAYI YANG DIBERI  ASI EKSKLUSIF  JUMLAH  %  5  6  173  52.91  444  50.45  92  56.44  266  46.91  193  67.48  73  24.58  157  50.65  104  29.55  34  19.77  70  45.75 

NO 

KECAMATAN 2 

PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

JUMLAH BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153 

1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA 

5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009 

3,507 

1,606 

45.79 

TABEL 33  PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009 
JUMLAH DESA/KEL  DG GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  % DESA/KEL DG  GARAM  BERYODIUM YG  BAIK 

NO 

KECAMATAN 

PUSKESMAS 

JUMLAH DESA/KEL  DISURVEI 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4 

1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA 

5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

5  ­  8  2  3  2  ­  7  ­  ­  ­ 

6  ­  38.10  25.00  30.00  28.57  ­  100.00  ­  ­  ­ 

JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009, Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009 

94 

22 

23.40 

TABEL 34  PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN DASAR GIGI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 
TUMPATAN  PENCABUTA  GIGI  N GIGI  TETAP  TETAP  JUMLAH RASIO  TAMBAL/  CABUT  JUMLAH  MURID SD 

UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF) 
MURID SD/MI DIPERIKSA  JUMLAH  %  MURID SD/MI  JUMLAH  %  PERLU  MENDAPAT  MENDAPAT  PERAWATAN  PERAWATAN  PERAWATAN 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

4  13  54  ­  27  4  ­  28  4  ­  ­ 

5  156  185  23  66  24  4  84  45  17  ­ 

6  169  239  23  93  28  4  112  49  17  ­ 

7  0.08  0.29  ­  0.41  0.17  ­  0.33  0.09  ­  #DIV/0! 

8  2,446  5,794  1,150  3,513  2,102  1,423  1,993  2,200  1,395  951 

9  2,366  5,288  1,150  890  812  ­  1,993  1,193  905  ­ 

10  96.73  91.27  100.00  25.33  38.63  ­  100.00  54.23  64.87  ­ 

11  294  926  335  890  399  ­  569  950  360  ­ 

12  224  683  118  630  193  ­  353  950  ­  ­ 

13  76.19  73.76  35  70.79  48.37  #DIV/0!  62.04  100.00  ­  #DIV/0! 

JUMLAH (KAB/ KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 

130 

604 

734 

0.22 

22,967 

14,597 

63.56 

4,723 

3,151 

66.72 

TABEL 35  JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009 

PENYULUHAN KESEHATAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 
JUMLAH SELURUH  KEGIATAN  PENYULUHAN  KELOMPOK  JUMLAH  KEGIATAN  PENYULUHAN  MASSA 

JUMLAH 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

4  367  23  228  415  266  64  206  430  288  96 

5  22  6  1  ­  30  4  10  7  19  12 

6  389  29  229  415  296  68  216  437  307  108 

SUB JUMLAH I  1  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  2  Rumah Sakit  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009, Profil Puskesmas Tahun 2009 

2,383 

111 

2,383 

111 

2,494  ­  ­  2,494 

TABEL  36  CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  PENDUDUK*  4  14,864  34,827  7,992  21,404  11,526  8,309  11,947  14,388  7,795  4,998  ASKES  5  485  3,393 
JAMSOSTEK  JAMKESM  JAMKES  JAMKES  AS  DA  DINSOS  (PUSAT) 

JUMLAH  9  8,811  17,495  3,055  7,406  6,300  5,389  6,826  8,222  5,208  3,386 

%  10  59.28  50.23  38.23  34.60  54.66  64.86  57.14  57.14  66.81  67.75 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­ 

792  310  478  492  390  472 

7  8,142  13,571  2,820  5,521  4,415  4,154  5,791  6,800  3,307  2,465 

8  184  231  235  1,885  1,093  925  557  930  1,511  449 

300  ­  ­  ­ 

­ 

JUMLAH (KAB/KOTA)  PERSENTASE  Sumber: Laporan Jamkesmas Tahun 2009 

138,050 

6,812  4.93 

­  ­ 

56,986  41.28 

8,000  5.80 

72,098  52.23 

52.23 

Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut kecamatan 

730  4.93  116.00  70.00  100.102  3.91  117.085  %  8  75.406  5.00  100.40  45.01  0  0  0  0  0  0  0.508  5.055  7.818  2.730  4.348  7.079  6.406  5.53  0  0  PELAYANAN BAYI MASY.00  100.00  46.00  MENDAPAT YANKES  Rawat  Jalan  7  6.03  79.45  132  105  79.184  2.055  7.33  71.326  14.MISKIN  BAYI MASY.00  100.73  53.00  100.305  7.611  3.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  65.914  6  100.326  14. Profil Puskesmas Tahun 2009  .348  7.76  68.303  5.25  48.582  3.83  100.079  6.00  100.789  3.55  Sumber: Laporan Seksi Jaminan Kesehatan Tahun 2009.818  2.00  46.286  65.00  70.998  2.00  100.67  47.102  3.00  100.00  100.MISKIN  BGM  JUMLAH  12  %  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  11  10  27  10  15  23  15  10  6  7  9  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  13  90.MISKIN  JUMLAH BAYI  BGM MENDAPAT MP­  ASI  MASY.TABEL  37  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  MASYARAKAT  MISKIN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  DICAKUP  JAMKESMAS (Pusat &  JUMLAH YANG  Daerah) ADA  JUMLAH  %  4  8.55  Rawat  Inap  9  251  ­  ­  ­  ­  ­  ­  41  ­  ­  %  3.00  100.28  292  0.00  100.534  71.00  100.914  5  8.074  8.508  5.00  100.79  65.603  3.286  100.

00  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  .00  #DIV/0!  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  2  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  130  130  311  451  311  451  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 892  892  100.TABEL 38  PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN KESEHATAN KERJA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH PEKERJA  FORMAL  4  JUMLAH YANG  DILAYANI  5  ­  %  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.

55  22.68  81.831  5.150  795  ­  ­  506  235  2.94  14.022  408  66  8  661  486  ­  ­  271  95  887  750  209  42  11  2.552  1.10  25.52  98.332  8.91  74.031  1.125  1.629  650  3.11  31.93  22.772  617  108  JUMLAH (KAB/KOTA)  15.734  4.20  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.31  67.857  780  426  DILAYANI  KES  %  6  80.33  62.059  765  294  1.291  1.15  64.40  6.401  51.TABEL 39  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PRA USILA (45­59 TH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.970  1.58  ­  ­  35.35  5  1.972  864  356  1.308  37.60  %  12  75.06  36.238  1.321  766  282  134  DILAYANI  KES  PRA USILA DAN USILA  %  9  67.059  780  2.598  3.20  39.11  ­  ­  27.15  97.907  31.57  95.285  4. Profil Puskesmas Tahun 2009  .489  309  ­  ­  235  140  1.42  32.42  79.84  93.32  ­  ­  31.852  5.19  6.34  JUMLAH  10  2.091  498  292  DILAYANI  KES  USILA (60TH+)  JUMLAH  7  979  493  505  1.

TABEL 40  CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  WUS DI DESA/KEL.760  1.353  8.889  3. ENDEMIS SEDANG & BERAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  ENDEMIS 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  JUMLAH WUS  5  3.186  JUMLAH YANG  DIBERI KAPSUL  YODIUM  % YANG DIBERI  KAPSUL YODIUM  7  ­  ­  ­  ­  71.121  6.558  1.419  2.693  1.268  2.517  2.86  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  1.35  .921  200  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Profil Puskesmas Tahun 2009  94  33.193  2.002  6.33  ­  ­  ­  ­  16.

 (sebutkan)  ­  ­  ­  .TABEL 41  PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV­AIDS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  DONOR DARAH  NO  1  UNIT TRANSFUSI DARAH  2  JUMLAH  PENDONOR  3  JML SAMPEL  DARAH DIPERIKSA  4  JML POSTIF  HIV/AIDS  5  % POSITIF HIV­  AIDS  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH  Sumber: ……………..

098  5.438  21.492  2.050  113.TABEL  42  JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN .050  4.168  7.11  5.438  21.120  34.971  JUMLAH  5  22.576  10.600  RAWAT INAP  4  723  ­  ­  ­  ­  ­  ­  128  ­  ­  851  4.149  138.400  23.925  15.576  10.218  138.218  137.571  ­  23.937  8.296  7.971  4.822  138.492  2.925  15.937  8. PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KUNJUNGAN  RAWAT JALAN  3  22.577  9.843  34.098  5. RAWAT INAP.22  Sumber:LB4 Puskesmas Tahun 2009  Ket : kunjungan ke sarana yankes lainnya (BP Swasta).571  ­  ­  161.549  18.600  18.971  KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA  JUMLAH  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  %  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  NO  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  SARANA PELAYANAN  KESEHATAN  2  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II  1  Sarana Yankes lainnya  JUMLAH (KAB/KOTA)  JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA  JUMLAH PELAYANAN  CAKUPAN KUNJUNGAN (%)  156.577  9. sudah termasuk dengan kunjungan puskesmas di wilayah BP Swasta  kecuali Puskesmas Waepana tidak termasuk kunjungan ke BP  .

TABEL 43  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH YANG MEMILIKI  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH  3  LABKES  4  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  5  % YANG MEMILIKI  LABKES  6  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  7  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  1  100. penyakit dalam dan anak  .00  100. bedah.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  17  9  1  52.94  Sumber : Laporan Tahunan Dinas Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009  Ket : Kemampuan Labkes : Mampu menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan sesuai standar  4 spesialis dasa : pelayanan kandungan dan kebidanan.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  3  Lab Swasta/BP Swasta  6  1  16.67  4  PUSKESMAS  10  7  70.

TABEL 44  KETERSEDIAAN OBAT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  1  1  2  3  4  5  6  JENIS OBAT*  2  KEBUTUHAN  3  KETERSEDIAAN JUMLAH  4  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten  Ket :  * Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar  .

803  51. Laporan Tahunan Bidang PSDK Tahun 2009  1.61  72.495  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.00  54.29  49.36  40.00  66.TABEL 45  PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH TANGGA  NO  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  KECAMATAN  2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DIPANTAU  4  550  650  200  250  350  200  545  250  300  200  BER PHBS *  5  35  266  200  185  274  98  363  180  162  40  %  6  6.59  .92  100.00  20.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.00  78.00  74.

56  15.TABEL 46  JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH POSYANDU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PRATAMA  MADYA  4  1  17  4  ­  ­  4  5  5  4  2  5  13  46  12  23  14  9  9  31  10  2  PURNAM  MANDI  JUMLAH  PRATAMA  A  RI  6  14  1  3  3  9  ­  4  8  10  11  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  8  28  64  19  26  23  13  18  44  24  15  9  3.68  22.67  13.57  26.62  ­  22.36  16.22  18.33  JUMLAH (KAB/KOTA)  42  169  63  ­  274  15.00  1.22  18.99  Sumber: Laporan Bidang PSDK Dinas Kesehatan Tahun 2009  .62  ­  22.16  88.54  34.33  PERSENTASE POSYANDU  MADYA  10  46.85  69.33  61.18  41.46  53.67  73.99  ­  100  22.00  70.33  12  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  13  100  100  100  100  88  100  100  100  100  100  %  POSYANDU  AKTIF  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  14  50.23  50.54  34.79  11.79  11.67  13.78  11.67  73.88  63.00  1.45  41.56  15.56  21.18  41.33  PURNAMA  MANDIRI  JUMLAH  11  50.77  27.05  ­  ­  30.43  71.

51  20.40  39.308  3.994  1.77  69.651  2.47  56.TABEL 47  PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  JUMLAH  %  DIPERIKSA  6  98.592  6.627  1.039  2.768  1.304  657  1.17  84.50  SELURUHNYA  DIPERIKSA  4  5  2.75  81.172  773  25  %  SEHAT  8  61.49  47.405  87.587  1.17  86.50  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  : Profil Puskesmas Tahun 2009  .45  81.55  100.752  24.830  6.418  2.849  2.69  47.573  3.651  1.008  61.748  4.312  1.435  4.00  95.96  12.79  70.399  676  2.92  95.24  85.861  2.86  JUMLAH  SEHAT  7  1.357  959  200  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  27.11  68.469  1.304  1.25  65.94  15.627  1.

00  82.318  1.00  7  3.656  2.136  650  152  1.49  100.27  0.015  6.00  0.37  0.00  41.08  7.00  100.00  93.00  0.026  5  3.69  0.197  350  ­  276  22.00  0.44  99.41  100.323  1.00  1.31  0.50  0.736  PAH  SGL  18  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  19  0.00  0.08  Sumber: 1.026  6  100.763  100  57.205  1.98  17  0  2.766373  20.00  0.00  0.136  2.191  97. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .95  2.00  100.00  16  1.00  44.884  1.00  0.357  1.205  3.00  0.645  1.00  0.694  4.136  1.757  4.43  45.499  0  0  23.397  3.86  80.00  0.05  0.78  96.694  4.68  1.TABEL 48  PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  LEDENG  LEDENG  JUMLAH  PAH  SGL  SPT  SPT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  JUMLAH  %  KELUARGA  KELUARGA  KELUARGA  YANG ADA  DIPERIKSA  DIPERIKSA % AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  JUMLAH  20  88.47  0.00  0.29  50.27  100.12  79.057  7.07  0.00  99.265  7.00  20.16  15  0. Ngada Dalam Angka 2009  2.446  750  1.352  25.120  ­  25  ­  8  10  ­  183  ­  ­  150  11  ­  ­  ­  6  11  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  12  ­  252  ­  ­  ­  ­  ­  23  ­  1  13  3.63  0.265  7.702  81.00  0.25  0.00  0.95  0.923  92.00  0.01  4.877  2  1.77  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.394  1.13  88.237  0  0  0  0.694  4.005  100  100  76.575  87.00  100.000  815  14  98.63  3.43  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.136  500  141  1.527  975  800  8  9  2  40  ­  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1.318  1.00  0.00  73.626  94.00  52.205  2.670  1.5  98.758  1.378  1.

161  384  ­  13  14  30.378  1.00  0.447  1.90  9  59.442  73.026  16  6  67  6  30  241  41  4  1.265  7.07  56.352  25.318  1.758  1.32  JUMLAH  SEHAT  17  5  13  2  888  ­  ­  908  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.222  ­  ­  18  19  0.68  51.00  0.248  650  1.0  0.694  4.476  414  53  12  136  79  650  1.97  45.94  71.397  3.108  2.394  1.28  30.33  1.75  5.35  64.136  1.265  7.51  92.136  2.73  43.00  #DIV/0!  3.35  0.446  750  1.575  6. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .205  3.83  676  74.446  750  1.645  1.47  0.318  1.617  Sumber: 1.TABEL 49  KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JAMBAN JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  % SEHAT  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH KK  TEMPAT SAMPAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  PENGELOLAAN AIR LIMBAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  56.357  748  7  8  1.84  25.83  72.256  3.02  100.89  25.00  #DIV/0!  0.78  4.17  2.506  2.143  75.34  10  3.446  750  1.205  3.136  1.33  0.02  61.82  59.33  50.694  4.519  1.026  6  2.14  1.91  0.74  0.00  25  72.33  16.409  5.62  87.026  5  3.833  83.694  4.00  15  3.76  71.159  2.00  0.318  1.53  650  45.136  1.265  7.205  3.04  53.0  839  203.15  % KK  MEMILIKI  6.00  36.357  1.575  1.83  85.17  0.357  1.916  26.00  5.757  4.026  11  990  ­  ­  152  650  ­  2. Ngada Dalam Angka 2009  2.96  3.525  2.00  #DIV/0!  174.917  78.265  7.0  55.575  21.318  1.656  2.318  13.033  73.00  #DIV/0!  0.335  179.67  0.378  1.843  4.92  773  100.357  1.86  74.44  74.67  0.00  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.32  13.18  83.378  1.

00  #DIV/0!  #DIV/0!  8  8  13  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  9  8  12  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  10  8  ­  ­  34  11  100.00  ­  #DIV/0!  16  ­  ­  ­  85  ­  ­  56  ­  2  ­  17  ­  ­  ­  85  ­  ­  39  ­  2  ­  18  ­  ­  ­  44  ­  ­  22  ­  ­  ­  20  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  51.69231  0  55  #DIV/0!  0  59.08  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  2  2  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  5  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  6  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  7  100.97  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  ­  #DIV/0!  53.77  143  126  66  52.0909  80  0  #DIV/0!  56.00  100.00  #DIV/0!  100.76  #DIV/0!  #DIV/0!  56.41  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  21  12  17  1  160  ­  1  61  20  4  ­  22  12  13  1  160  ­  1  44  20  4  ­  4  6  ­  ­  ­  2  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  22  21  21  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  12  2  2  1  2  ­  1  1  4  2  ­  13  2  ­  1  2  ­  1  1  4  2  ­  14  2  ­  ­  ­  15  100.00  7.00  75.00  96  95  52  54.00  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  50.TABEL 50  PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  HOTEL  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  RESTORAN/R­MAKAN  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  PASAR  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  TUPM LAINNYA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  JUMLAH TUPM  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  24  100.38  276  255  Sumber: Laporan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  JUMLAH  SEHAT  23  12  1  ­  88  ­  ­  26  16  ­  ­  143  .74  15  13  4  30.

911  141  114  80.42  .55  100  100  100  100  100  16  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  17  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  18  100.TABEL 51  PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  SARANA KESEHATAN  SARANA PENDIDIKAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  SARANA IBADAH  PERKANTORAN  SARANA LAIN  JUMLAH  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  14  28  9  7  6  9  6  10  6  5  5  14  26  9  7  6  9  5  10  6  5  6  100  92.00  259  251  96.86  100  100  100  100  83.851  258  205  79.33  100  100  100  7  32  64  12  31  20  17  23  30  18  12  8  32  64  12  31  12  17  23  30  18  12  9  100  100  100  100  60  100  6  100  100  100  10  15  39  9  10  3  11  6  24  18  6  11  15  15  9  10  ­  11  6  24  18  6  12  100  38.25  100  100  54.457  5  5  100  760  672  88.46  100  100  0  100  100  100  100  100  13  43  91  10  49  11  11  15  15  9  4  14  43  43  10  49  6  11  15  15  9  4  15  100  47.0  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  19  106  220  40  97  40  48  51  80  51  27  20  106  148  40  97  24  48  51  80  51  27  21  100  67  100  100  60  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009  : Profil Puskesmas Tahun 2009  100  97  97.

935  14.200  606  %  8  48.768  4.418  3.90  .500  1.587  959  JUMLAH ( KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  Ket : Tidak Dilaporkan  27.039  1.TABEL  52  PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  RUMAH/BANGUN  AN YANG ADA RUMAH/BANGUNAN  DIPERIKSA  JUMLAH  5  2.38  ­  81.435  %  6  87.17  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RUMAH/BANGUNAN  BEBAS JENTIK  JUMLAH  7  1.23  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  4  2.304  1.18  1.573  2.861  6.592  1.651  2.00  #DIV/0!  42.806  45.752  3.

00  1  5.19  100.67  16  80.32  100.09  100.0  Sumber: Laporan Tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada Tahun 2009  Keterangan:  Medis  : Dokter. TEM dan Penata Rontgen.26  100.15  64  39. dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.0  2  12  16. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan DI.67  100.5  JUMLAH  17  221  %  18  56.0  8  34.3  100.29  129  33.TABEL 53  PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  NO  UNIT KERJA  2  PUSKESMAS  (termasuk PUSTU dan  MEDIS  JML  3  14  %  4  52  BIDAN  JML  5  78  %  6  75  PERAWAT  JML  %  FARMASI  JML  7  9  %  8  39. Fisioterapi  : Lulusan SPPH.0  5  19  26.0  40  390  10.0  7  164  4.0  16  21  76.00  4  104  3. Penata Anestesi. Dokter Gigi. MPH.7  1  1  POLINDES/POSKESDES)  93  56.85  100.0  6  23  26.26  3  14.1  GIZI  JML  9  8  %  10  67  TEKNISI MEDIS  JML  11  4  %  12  20  SANITASI JML  13  13  %  14  68  KESMAS  JML  15  2  %  16  9.15  22  21. DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV  Teknisi Medis  Sanitasi  Kesmas  : Analis. Dr/Drg Spesialis  Perawat & bidan  : termasuk lulusan DIII dan S1  Farmasi  : Apoteker. dll  .78  2  16. APK.0  ­  20  ­  100.08  3  INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  SARANA KESEHATAN LAIN  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  5  DINKES KAB/KOTA  JUMLAH  ­  27  ­  100.7  2  RUMAH SAKIT  13  48.

TABEL  54  JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  PERAWAT  PERAWAT  FARMASI  GIZI  GIGI  4  5  6  11  4  1  1  19  4  1  1  13  2  1  1  8  2  1  1  10  1  1  1  7  ­  ­  ­  7  2  2  1  8  3  1  1  6  2  1  1  4  ­  ­  ­  NO  UNIT KERJA MEDIS  3  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  BIDAN  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  TEKNISI  SANITASI  MEDIS  7  8  2  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  1  2  1  2  ­  1  ­  2  KESMAS  9  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  10  33  50  23  21  26  14  23  24  15  12  ­  ­  241  133  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  133  374  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  14  13  78  22  93  64  20  4  9  8  8  2  4  16  13  1  2  3  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  4 tubel  13  64  4  8  2  16  1  3  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. MPH. TEM & Penata Rontgen. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)  Teknisi Medis : Analis. dan Fisioterapi  Sanitasi  Kesmas  : Lulusan SPPH. Dokter Gigi. Dr/Drg Spesialis  Perawat  : termasuk lulusan DIII dan S1 & SPK  Farmasi  : Apoteker. dll  . Penata Anestesi. APK dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM. Profil RSUD Bajawa 09  Keterangan:  Medis  : Dokter.

 Profil RSUD Bajawa 09  .76  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.90  ­  ­  ­  7  ­  ­  ­  2  19  13.TABEL 55  JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH TENAGA MEDIS  NO  UNIT KERJA  DR SPESIALIS  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  DOKTER UMUM  4  2  1  1  1  1  1  1  2  1  1  12  7  DOKTER GIGI  5  ­  1  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  2  JUMLAH  6  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  14  13  ­  ­  ­  13  ­  ­  ­  4  2.000 PDDK  4  ­  ­  ­  4  2.90  27  DOKTER  KELUARGA  7  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.

72  2  10  7. Profil RSUD Bajawa 09  .TABEL 56  JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KEFARMASIAN  APOTEKER  S1 FARMASI  D­III FARMASI  ASS APOTEKER  JUMLAH  D­IV/S1 GIZI  3  4  5  6  7  8  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  2  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  3  3  9  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  1  6  4.000 PDDK  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.35  1  2  2  7  2  8  6  23  ­  1  0.69  2  1  2  1  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.24  ­  1  TENAGA GIZI  D­III GIZI  9  ­  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  7  1  D­I GIZI  10  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  JUMLAH  11  1  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  8  2  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  12  8. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.

000 PDDK  ­  6  51  3  6  16  3  1  4  4  7  116  ­  34  4  157  113.11  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.44  ­  8  1  17  1  25  18.73  ­  18  ­  82  ­  100  72. Profil RSUD Bajawa 09  .TABEL  57  JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KEPERAWATAN  NO  UNIT KERJA  SARJANA  KEPW  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  6  PERAWAT  DIII  LULUSAN  PERAWAT  SPK  4  5  9  2  6  13  9  4  5  3  5  5  5  2  6  ­  7  1  6  ­  3  1  61  31  51  3  BIDAN  JUMLAH  6  11  19  13  8  10  7  7  8  6  4  93  60  ­  ­  ­  60  DIII BIDAN  7  2  2  ­  ­  1  1  ­  2  2  2  12  6  BIDAN  8  9  20  3  7  9  4  6  4  1  3  66  16  JUMLAH  DIII  9  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  78  22  ­  ­  ­  22  PERAWAT GIGI SPRG  1  ­  1  1  ­  ­  ­  1  1  ­  5  3  ­  2  2  1  ­  15  1  3  4  1  1  1  ­  2  3  2  ­  20  4  JUMLAH  4  4  2  2  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.

TABEL  58  JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KESMAS  D­III KESMAS  SARJANA KESMAS  3  4  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  ­  3  ­ 
[a] 

1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA 

JUMLAH  5  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  2  3 

TENAGA SANITASI  DIII SANITASI  DI SANITASI  6  7  ­  1  1  ­  1  ­  1  ­  ­  1  1  ­  2  ­  1  1  1  ­  1  1  9  4  1  ­ 

JUMLAH  8  1  1  1  1  1  1  2  2  1  2  13  1 

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK 

­ 

­ 

16  21 

­  ­ 

16  21  15.21 

3  13 

2  6 

5  19  13.76 

Sumber : Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan: [a]  Termasuk S2 dan S3 

TABEL  59  JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TENAGA TEKNISI MEDIS  ANALIS LAB.  TEM & P.RONTG  3  4  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  6  7  P.ANESTESI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  FISIOTERAPIS  6  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  2  JUMLAH  7  2  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  4  16  ­  ­  ­  16  ­  ­  ­  3  2.17  20  14.49 

NO 

UNIT KERJA 

1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA 

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  ­  ­  ­ 

6  ­  ­  ­  9  6.52 

7  ­  ­  ­  7  5.07 

1  ­  ­  ­  1  0.72 

Sumber: Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Tahun 2009 

TABEL 60  ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  DINKES  3  %  4  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  RSUD  4  % 

NO 

SUMBER BIAYA 

2  ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER: 

1  APBD KAB/KOTA  2  APBD PROVINSI  3  APBN :  ­ Dana Alokasi Khusus (DAK)  ­ JAMKESMAS  ­ DEKONSENTRASI  4  Bantuan Luar Negeri (AIP­MNH)  BLN Proyek Gafi/GV  5  ­ BANSOS (Bantuan Sosial)  6  ADB (DHS­II)  7  Jamkesmas Kuota PEMDA  TOTAL ANGGARAN KESEHATAN  TOTAL APBD KAB/KOTA 

25,779,652,321  26,685,000 

83.00  0.09 

8,844,694,153 

78.14  0 

0  1,344,668,935  133,411,250  587,138,500  487,080,000  1,242,800,000  1,125,000,000  333,980,654  31,060,416,660  383,755,382,398  4.33  0.43  1.89  1.57  4.00  3.62  1.08  100 

2,474,555,561 

21.86  0  0  0  0  0 

0  11,319,249,714  383,755,382,398  100 

% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 

6.72 

2.30 

ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 

224.99 

81.99 

Sumber: Laporan Sub Bagian Keuangan Dinkes Ngada tahun 2009  : LKPJ Dinas Kesehatan tahun 2009  ; Laporan RSUD Bajawa tahun 2009  ; Laporan Jamkesmas Tahun 2009  Ket : Anggaran Kesehatan APBD Kabupaten (Dinas Kesehatan) sudah termasuk dengan gaji pegawai 

TABEL 61  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PEMILIKAN/PENGELOLA  NO  1  FASILITAS KESEHATAN  2  PEM.PUSAT  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.PROV  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.KAB/KOTA  5  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  ­  ­  ­  ­  ­  1  45  9  ­  ­  ­  1  ­  ­  TNI/POLRI  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  BUMN  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  SWASTA  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  2  ­  11  1  1  ­  ­  274  5  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  9  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  2  2  ­  11  1  2  45  9  274  5  ­  1  ­  ­ 

1  RUMAH SAKIT UMUM  2  RUMAH SAKIT JIWA  3  RUMAH SAKIT BERSALIN  4  RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA  5  PUSKESMAS PERAWATAN  6  PUSKESMAS NON PERAWATAN  7  PUSKESMAS KELILING  8  PUSKESMAS PEMBANTU  9  RUMAH BERSALIN  10  BALAI PENGOBATAN/KLINIK  11  PRAKTIK DOKTER BERSAMA  12  PRAKTIK DOKTER PERORANGAN  13  PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL  14  LABORATORIUM KLINIK  15  POLINDES  16  POSKESDES  17  POSYANDU  18  APOTEK  19  TOKO OBAT  20  GFK  21  INDUSTRI OBAT TRADISIONAL  22  INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL 

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 

TABEL 62  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  DESA/ KELURAHAN  3  12  21  8  17  7  7  12  6  4  DESA SIAGA  4  5  ­  9  3  5  5  3  6  ­  3  ­  2  POSKESDES 5  4  1  1  1  1  POLINDES  6  8  11  5  6  2  3  5  3  2  POSYANDU  7  28  64  19  49  13  18  44  24  15 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA) 

94 

41 

45 

274 

Sumber: Laporan UKBM Bidang PSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  ; Profil Puskesmas tahun 2009 

TABEL 63 
INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT & PUSKESMAS RAWAT INAP  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NAMA RUMAH  SAKIT/PUSKESMAS RRI  2  UMUM  Umum  Umum  Umum  JENIS PELAYANAN  UMUM/KHUSUS  3  JUMLAH  TEMPAT  TIDUR  4  100  15  10  20  JUMLAH PASIEN 
KELUAR  MATI  (HIDUP + MATI)  SELURUHNYA 

NO  1 

5  4,906  723  165  ­ 

6  222  21  ­  ­ 

JUMLAH  HARI  MATI >= 48  PERAWATAN  JAM  7  8  131  14  ­  ­  19,946  799  317  ­ 

BOR  9  54.6  14.6  8.7 

LOS  10  4.1  1.1  1.9 

TOI  11  3.4  6.5  20.2  #DIV/0! 

GDR  12  45.3  29.0  0.0  #DIV/0! 

NDR  13  26.7  19.4  0.0  #DIV/0! 

1  RSUD Bajawa  2  Puskesmas RRI Aimere  3  Puskesmas RRI Riung  4  BP. St. Fatima Soa 

0.0  #DIV/0! 

Sumber: Laporan Tahunan RSUD Bajawa 2009, Profil Puskesmas Tahun 2009  Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta 

CAKUPAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2009 (PERMENKES RI NO.741/MENKES/PER/VIII/2008)

KABUPATEN NGADA
TARGET SPM 2009 NO
1

CAKUPAN SPM (%) PEMBILANG
6

JENIS PELAYANAN
2

INDIKATOR
3

NASIONAL (%)
4

KABUPATEN NGADA (%)
5

PENYEBUT
7

(%)
8 (6/7*100%)

KETERANGAN
9

A

Pelayanan Kesehatan Dasar

1 Cakupan Kunjungan Ibu hamil k4 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi 7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 8 Cakupan Pelayanan anak balita 9 Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan Peserta KB Aktif 13 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - AFP Rate per 100.000 penduduk <15 tahun - Penemuan penderita pneumonia balita - Penemuan pasien baru TB BTA + - Penderita DBD Ditangani - Penemuan Penderita Diare 14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

95 80 90

95 80 90

2,306 276 2,897

3,915 299 3,147

58.90 Penyebut merupakan ibu hamil riil

92.31 92.06

90 90 90 100 90 100

90 90 90 100 90 100

2,226 28 2,673 77 10,144 105

3,134 28 3,407 94 14,321 276

71.03 100.00 78.46 81.91 70.83 38.04

100 100 70

100 100 70

21 14,715 14,704

21 22,967 20,695

100.00 64.07 71.05

2 100 100 100 100 100 100 100

2 100 100 100 100 100 100 100

169 47 9 2,486 36,585 4,318 8

169 285 9 13,801 56,686 56,686 16

0 100 balita riil yang ditangani di sarkes 16.49 100.00 18.01 64.54 7.62 Pasien masyarakat miskin yg dirujuk ke RS 50.00 Sarkes yang memiliki kemampuan UGD 100.00

B

Pelayanan Kesehatan Rujukan

1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 2 Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan di Sarana Kesehatan

C

Penyelidikan Epidemiologi dan Penangggulangan KLB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 1 Cakupan Desa Siaga Aktif

100

100

25

25

D

80

80

7

38

18.42 Desa Siaga yang dibentuk dan aktif

Bajawa, 26 Juni 2010 Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO,SKM
PEMBINA TK. I NIP. 195709141984032008

26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. SKM PEMBINA NIP. BHOKO. HILDEGARDIS F. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PUSKESMAS 2 WATUKAPU AIMERE WAEPANA RIUNG MARONGGELA WATUMANU NATARANDANG KOTA SURISINA KOELODA POLINDES 3 2 8 3 5 3 5 2 2 4 11 1 0 1 0 0 1 1 0 1 4 POSKESDES POSKESTREN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PRATAMA 5 7 1 5 5 5 6 8 0 0 2 POSYANDU MADYA 6 9 13 10 28 11 12 6 23 13 60 PURNAMA 7 0 14 3 9 8 2 3 0 13 2 MANDIRI 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS OBAT DESA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS UKK 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH UKBM 11 19 36 22 47 27 26 20 25 31 79 JUMLAH 45 9 0 39 185 54 0 0 0 332 Bajawa.LAPORAN UKBM KABUPATEN PROPINSI TAHUN : NGADA : NTT : 2009 JUMLAH NO. 19570914 198403 2 008 .

1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.... .1.

.1...1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ..FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.

.FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 .1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini JUMLAH KAB/KOTA NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KETERJANGKIT (3) (4) % (5) TERJANGKIT (6) % (7) KASUS (8) MATI (9) JUMLAH KECAMATAN JUMLAH AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) - Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ..1. FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC..1.

KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Bencana bulan ini No Jenis Bencana Tgl Kejadian Lokasi Kejadian Kabupaten Jumlah Kecamatan (4) (5) Terkena Bencana (6) Jumlah Penduduk Mengungsi Dirawat (7) (8) Meninggal (9) (1) (2) (3) - Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN --- FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1.1 .

1 . GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 Bencana bulan ini NO JENIS BENCANA TGL KEJADIAN (3) LOKASI KEJADIAN KABUPATEN JUMLAH KECAMATAN (4) (5) TERKENA BENCANA (6) JUMLAH PENDUDUK MENGUNGSI DIRAWAT (7) (8) MENINGGAL (9) (1) (2) 1 Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Bajawa. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. BHOKO. I NIP 195709141984032008 PENYAKIT.2. SKM PEMBINA TK.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No
(1)

Jenis Penyakit / Masalah Gizi
(2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

5 384 5 1 -

0 -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tinggi dan meningkatnya kasus penyakit DBD dan malaria disebabkan kurangnya kebersihan lingkungan, 2. Tingginya penderita TB Paru 3. Adanya balita g izi buruk. Tindakan : - Pengobatan penderita malaria dan TB Paru - Pemantauan gizi balita dan pencegahan meningkatnya kasus, - Perawatan balita gizi buruk 1 orang. - Penyuluhan PHBS, kesehatan lingkungan dan penyuluhan gizi

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN
Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

Jenis Penyakit / Masalah Gizi No
(1) (2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

25 1.716 3 5 -

1 -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya penyakit malaria dan meningkatnya kasus demam berdarah, disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, juga oleh migrasi penduduk dari daerah lain 2. Meningkatnya kasus gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, penyakit penyerta Tindakan : - Pengobatan dan pemeriksaan darah pasien penderita malaria - Pengobatan penderita DBD - Penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan - Fogging di wilayah yang berkasus penyakit DBD - Penyuluhan, Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010

Jenis Penyakit / Masalah Gizi No
(1) (2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

26 845 7 6 -

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Masih Tingginya kasus malaria oleh karena darah endemik 2. Meningkatnya penderita DBD oleh karena terjadi penularan melalui vektor 3. Adanya kasus TB bar sebanyak 7 orang. 4. Meningkatnya balita gizi buruk menjadi 6 kasus oleh karena kurangnya asupan makanan Tindakan : - Pengobatan penderita malaria dan DBD - Penyuluhan dan pengobatan penderita TB. - Penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi - Foging sarang nyamuk - Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk - Penyuluhan gizi masyarakat oleh petugas

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No
(1)

Jenis Penyakit / Masalah Gizi
(2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

17 681 - *) 2 0 -

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kasus DBD oleh karena terjadinya penularan melalui vektor dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat. 2. Tingginya kasus malaria oleh karena daerah endemik 3. Adanya kasus AFP Tindakan : - Pengobatan penderita DBD dan Malaria - Pengambilan darah untuk pemeriksaan parasit malaria - Penyuluhan kesehatan lingkungan dan Gerakan 3 M Plus bagi masyarakat potensi kasus DBD - Peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi, balita. Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan.

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

Jumlah Kasus Baru (3) 8 590 - *) 1 -

Jumlah Kematian (4) -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah :

1. Masih adanya kasus DBD sebanyak 8 kasus disebabkan penularan oleh vektor dan mobilisasi penduduk. 2. Tingginya penderita malaria oleh karena daerah endemik, masyarakat tidak memanfaatkan kelambu serta kondisi lingkungan yang buruk 3. Masih adanya Balita Gizi buruk disebabkan asupan makanan kurang, pola asuh dan pola makan anak yang salah Tindakan : Pengobatan penderita Penyuluhan pemanfaatan kelambu dan kesehatan lingkungan Penyuluhan gizi masyarakat, pola asuh anak dan makanan gizi seimbang Perawatan balita gizi buruk oleh petugas Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No

Kelompok

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan
(3)

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan
(4)

Jumlah Kematian

(1)

(2)

(5)

1 2

Ibu Bayi

3491 3175

291 265

3

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian bayi 3 orang. 2. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tindakan : - Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan - Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus - Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. - Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

No

Kelompok

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan
(3)

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan
(4)

Jumlah Kematian

(1)

(2)

(5)

1 2

Ibu Bayi

3491 3175

291 265

3 3

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian ibu sebanyak 3 orang disebabkan oleh perdarahan, penyakit kronis dan suspek emboli air ketuban. 2. Tingginya kematian bayi disebabkan oleh asfiksia, pneumonia dan aspirasi. 3. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus D-III Kebidanan. Tindakan : - Penanganan kematian ibu dan bayi - Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan - Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus - Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. - Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

3.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. Tingginya kematian bayi 4 disebabkan oleh asfiksia.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .2. . 2.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 4 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Infeksi. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Kematian ibu 1 orang. Tindakan : .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. pneumonia.Penanganan kematian ibu dan bayi .2 .

Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Tingginya kematian bayi 3 orang. 2.2.2 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 0 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. .Penanganan kematian bayi .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Tindakan : .

Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. BHOKO. pneumonia.Penanganan kematian ibu dan bayi . 3. Infeksi. I NIP 195709141984032008 UPAYA KESEHATAN Formulir RC. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. Tindakan : . Tingginya kematian bayi 3 disebabkan oleh asfiksia. Bajawa.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Masih adanya kematian ibu 1 kasus 2.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.3 . . SKM PEMBINA TK.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 121 241 193 217 169 3 41. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3. 2. Imunisasi DPT 3 masih rendah Tindakan : . UPAYA KESEHATAN Formulir RC.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .89% 69. 3.23% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. 2. C 1.58% 86.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .3 .89% 61.42% 81. B 1. Kunjungan K4 masih rendah 2.

Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .55% 60.07% 48.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. 3. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 8 150 167 134 145 186 8 51. B 1.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya .Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Pendataan sasaran yang belum optimal.20% 54.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . Kunjungan K4 masih rendah 2. 2.3 .39% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.72% 67. C 1. 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3. UPAYA KESEHATAN Formulir RC. Kunjungan Neonatus 1 masih rendah Tindakan : .

KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 5 127 259 201 227 258 5 43. C 1.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .16% 72.66% 93.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .64% 93.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun (3) Jumlah Sasaran / Bulan (4) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (5) (6) (1) (2) A 1. 2.30% 85.48% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. 3. Kunjungan K4 masih rendah 2.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . B 1.3 .Pendataan sasaran. 2. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No

Jenis Pelayanan

Jumlah Sasaran / Tahun

Jumlah Sasaran / Bulan
(3)

Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah %
(4) (5)

(1)

(2)

A 1. 2. 3. B 1. 2. C 1.

KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 *) PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan

3491 3334 3334 3175 3313 -

291 278 278 265 276 3

133 232 179 190 209 2

45,70% 83,45% 64,39% 71,70% 75,72% 66,67%

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : - Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak - Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas - Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten - Pendataan sasaran. Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel

UPAYA KESEHATAN
Kabupaten : NGADA

Formulir RC.3

Propinsi Bulan Tahun

: NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No
(1)

Jenis Pelayanan
(2)

Jumlah Sasaran /Tahun

Jumlah Sasaran /Bulan
(3)

Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah %
(4) (5)

A KESEHATAN IBU 1. K4 3491 291 2. Persalinan oleh nakes (Pn) 3334 278 3. Persalinan di fasilitas kesehatan 3334 278 B KESEHATAN ANAK 1. Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 3175 265 2. Imunisasi DPT3*) 3313 276 C PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1. Penderita TB selesai pengobatan 2 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : - Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak - Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas - Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten - Pendataan sasaran. Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel

135 249 181 208 219 2

43,39% 89,57% 65,12% 78,49% 79,35% 100%

Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Khusus untuk pengadaan sarana kesehatan sedang dalam penyiapan dokumen admnistrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam Pelaksanaan Kontrak untuk pengadaan mobil Pusling dan kendaraan roda-2 Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

JAMINAN KESEHATAN
Kabupaten : NGADA

Formulir RC.4.2

000. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.4.000 No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 2. 2.960. JAMINAN KESEHATAN Formulir RC.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tindakan : .2 .913 74 88 - 243 11 31 - 2.686 : 8.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.

Tindakan : .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.000.4. 2.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 42.091.686 jiwa : 8.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.2 .

000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.000.250.2 .303 380 - 485 51 - 6. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.000.985.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2. Tindakan yang diambil : . Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.4.686 jiwa : 8.

Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. Tindakan yang diambil : .525.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4390 235 - 339 108 - 9.1.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten Propinsi : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR Formulir RC.000. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.000. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.686 jiwa : 8.120.2 .4.

000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 3.680.Bulan Tahun : MEI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.000. I NIP 195709141984032008 . SKM PEMBINA TK.1. BHOKO. Bajawa. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.- - Analisi Masalah : 1. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit. Tindakan yang diambil : .686 jiwa : 8.000. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.275.Memberikan penjelasan dan motivasi kepada rumah sakit agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.

LAPORAN KOMUNIKASI DATA RUTIN DAN CEPAT (KOMDAT) JANUARI S/D MEI TH. 2009 CAKUPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TH. 2010 DATA DASAR PUSKESMAS TH. 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN JUNI 2010 .

.

.

 Evaluasi dan Pelapo­  ran.Revolusi KIA ­ NTT :  “Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai” Design by : Dinas Kesehatan Kabupaten  Ngada  Sub Bag Perencanaan. Juni 2010  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful