TIM PENYUSUN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009

Pelindung/Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Hildegardis F. Bhoko, SKM} Pengarah : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Martinus Beno Doven, A.Md.KL, S.Sos} Tim Pengumpul Data : o Drg. Emerentiana Reny W, Mhith&IntDev o Mursina Wahyuningsih Daeng, SKM o Sitti Maryanti,SKM o Veronika Suka, SKM o Finsensius Susanto, SKM o Maria Yulita Bupu Tay, SKM o Benediktus Joni,A.Md.KL o Emerentiana Y.O Mbere,A.Md Tim Penyusun : o I.G. Agung K. Artanaya, SKM o Mursina Wahyuningsih Daeng, SKM o Yulius Widiyantoro, SKM Tim Penyunting : o Hildegardis F. Bhoko, SKM o Martinus Beno Doven, A.Md.KL, S.Sos o I.G. Agung K. Artanaya, SKM

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat, rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan dokumen Profil Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009 ini. Sebagaimana diketahui bahwa Profil Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan, termasuk kinerja yang telah diperoleh dalam penyelenggaraan pelayanan minimal bidang kesehatan. Selain itu, Profil Kesehatan Kabupaten Ngada juga merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten, berisi data dan informasi yang menggrafikkan derajat kesehatan, sumber daya kesehatan, upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan sehingga Profil Kesehatan ini dapat dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun. Dokumen Profil Kesehatan ini tersusun berkat dukungan dan kerja sama dari para pengelola program baik di Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Rumah Sakit yang senantiasa saling memberikan informasi-informasi penting khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan juga berkat dukungan lintas sektor dalam penyediaan data dan informasi di Kabupaten Ngada. Kami menyadari sepenuhnya bahwa, dokumen Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang telah disusun ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dalam penyusunan dokumen Profil Kesehatan ini, kami sampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasih, semoga Dokumen Profil Kesehatan ini dapat memberikan informasi guna menentukan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada di masa yang akan datang. Sekian dan Terima kasih.

Bajawa, Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK I NIP : 19570914198403200

i

DAFTAR ISI
Hal.
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR PETA DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ………………………………………………………………………. 1.2. Maksud dan Tujuan …………………………………………………………………. 1.3. Sistematika Penyajian ……………………………………………………………… BAB II GRAFIKAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.1. Kondisi Geografis …………………………………………………………………… 2.2. Keadaan Penduduk ……….............................................................................. 2.3. Keadaan Sosial Ekonomi.................................................................................. 2.4. Tingkat Pendidikan............................................................................................ BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3.1. Mortalitas …………………………………………………………………………….. 3.2. Morbiditas ……………………………………………………………………………. 3.3. Status Gizi ……………………………………………………………………………. 3.4. Umur Harapan Hidup ………………………………………………………………… BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 4.1. Pelayanan Kesehatan Dasar ……………………………………………………….. 4.2. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan ………………………............................. 4.3. Perilaku Hidup Masyarakat …………………………………………………………. 4.4. Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar …………………….......... BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 5.1. Sarana Kesehatan …………………………………………………………………… 5.2. Tenaga Kesehatan …………………………………………………………………… 5.3. Pembiayaan Kesehatan……………………………………………………………… BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan……………………………………………………………………………. 6.2. Saran…………………………………………………………………………………… LAMPIRAN 61 62 49 54 59 29 42 44 46 11 15 24 27 4 6 8 10 1 2 2 i ii iii iv vi

ii

DAFTAR TABEL
Hal Tabel 2.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 3.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007-2009 Tabel 5.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 5.2 Realisasi Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 23 55 15 6

iii

DAFTAR GRAFIK
Hal Grafik 2.1 Grafik 2.2 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Grafik 2.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.1 Trend Angka Kematian Bayi Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 Grafik 3.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 (per 100.000 Kelahiran Hidup) Grafik 3.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik 3.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Grafik 3.6 Perbandingan TB Paru Klinis, TB Paru BTA Positif, Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.8 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.9 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.10 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.11 Perkembangan Presentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada tahun 2004-2009 Grafik 3.12 Proporsi Status Gizi Baik, Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.1 Presentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 30 26 25 23 23 23 22 21 19 18 16 14 12 10 9 8 5 7

iv

Grafik 4.2

Presentase Cakupan pemberian Tablet Besi (Fe3) Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009

31

Grafik 4.3

Trend Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009

32

Grafik 4.4

Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009

33

Grafik 4.5

Cakupan

Ibu

Hamil,

Ibu

Hamil

Risti/Komplikasi

dan

Ibu

Hamil

34

Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.6 Presentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.7 Grafik 4.8 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah, Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Keseatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.12 Cakupan Imunisasi BCG, DPT, Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.14 Grafik 4.15 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.16 Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngad Tahun 2009 Grafik 4.17 Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 48 46 45 43 40 42 40 39 39 38 37 35 36 35

v

DAFTAR PETA / VISUALISASI
Hal Peta 2.1 Peta 3.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 3.2 Peta 5.1 Peta Kecamatan Rawan Gizi Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta Penyebaran Puskesmas, Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada tahun 2009 Peta 5.2 Peta 5.3 Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas, Pustu dan Polindes Peta 5.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.6 Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi, Sanitarian, dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 59 58 58 50 50 27 49 4 17

vi

DATA DASAR PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA                   Dinas Kesehatan  TAHUN 2009 .

Kabupaten Ngada 2010 .

dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Pelayanan KB Baru Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kecamatan Cakupan Bayi. Jumlah Penduduk. dan Pneumonia Balita Ditangani HIV/AIDS. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin. Kelompok Umur. % TB Paru Sembuh. Peserta KB. Bayi dan Bayi BBLR yang Ditangani Status Gizi Balita dan Jumlah Kecamatan Rawan Gizi Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1. Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Wanita USia Subur Dengan Status Imunisasi TT Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Akses Ketersediaan Darah unutk Bumil dan Neonatus tang Dirujuk Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi DItangani Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayahnan Gawat Darurat (Gadar) Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani <24 Jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Penderita dan Kematian Serta Jumlah Kecamatan dan Desa yang Terserang KLB Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Persentase Desa/Keluarahan Dengan Garam Beryodium yang Baik Menurut Kecamatan .DAFTAR TABEL LAMPIRAN PROFIL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Luas Wilayah. Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/SMP/SMU Jumlah PUS. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita. Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Berusia 10 Tahun Keatas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan dan menurut Kecamatan Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Melek Huruf Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Kecamatan Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Kecamatan Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan AFP Rate. Infeksi Menular Seksual. Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1. Peserta KB Baru.K4). DBD dan Diare pada Balita Ditangani Persentase Penderita Malaria Diobati Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Cakupan Kunjungan Neonatus. Jumlah Desa/Kelurahan. Rasio Beban Tanggungan.

Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42` Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Formal Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Cakupan Wanita USia Subur Mendapat Kapsul Yodium Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Jumlah Kunjungan Rawat Jalan. Pelayanan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kemampuan Labkes dan Memilki 4 Spesialis Dasar Ketersediaan Obat Sesuai dengan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Dasar Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata dan Kecamatan Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kecamatan Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kecamatan Persentase Institusi DIbina Kesehatan Lingkungannya Persentase Rumah/Bangun yang Diperiksa dan Bebas Jentik Nyamuk Menurut Kecamatan dan Puskesmas PersebaranTenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Jumlah Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan JUmlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Kefarmasiahn dan Gizi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Sarana Kesehatan Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Indikator Pelayanan Rumah Sakit . Rawat Inap.

Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 1 . pengarus-utamaan gender. Salah satu produk dari SIK Kabupaten/Kota adalah ”Profil Kesehatan Kabupaten Ngada”. Memasuki millennium ketiga. SIK Kabupaten/Kota diharapkan antara lain dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana Pembangunan Daerah tersebut serta sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan. keluarga dan masyarakat.BAB I PENDAHULUAN 1. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara menyeluruh. dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menetapkan visi :” Masyarakat Ngada yang Mandiri untuk Hidup Sehat” yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Ngada menyadari. Setiap individu berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan. mau dan mampu untuk mengenali. mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat meminimalkan gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat. termasuk dukungan dalam menyusun Sistem Informasinya. Meningkatkan kemitraan. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah mengandung konsekuensi bahwa masing-masing daerah harus memiliki Sistem Kesehatan tersendiri. Kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas dari Sistem-sistem Informasi Kesehatan (SIK) Propinsi dan untuk memperoleh Sistem Kesehatan propinsi yang akurat maka diperlukan pemantapan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota hal ini disebabkan karena penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sesuatu yang sangat penting. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif).1 Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran. Dan pencapaiannya didukung oleh 3 misi yaitu : Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. terpadu dan berkesinambungan. pencegahan penyakit (preventif). Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mewujudkan visi dan misi . memberdayakan masyarakat dan atau kelompok masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan kesehatan.

Bab-2 : Gambaran Umum Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Ngada. administratif dan informasi umum lainnya. sosial budaya dan lingkungan. Data dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. 2. fasilitas kesehatan. Selain uraian tentang letak geografis. 3. Bab-3 : Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian. pelayanan kefarmasian dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 2 .2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 yaitu : 1. pemberantasan penyakit menular. perbaikan gizi masyarakat. pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar. Dalam setiap terbitannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan. dan status gizi masyarakat. pemantauan dan mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 dan tahun 2010 yang mengacu kepada Visi Kabupaten Ngada serta pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas – Puskesmas binaan dalam pencapaian Visi Kabupaten Ngada Sehat. angka kesakitan. Untuk mengetahui gambaran secara umum situasi atau keadaan kesehatan di Kabupaten Ngada. pelayanan kesehatan dasar rujukan dan penunjang. pencapaian programprogram kesehatan dan keluarga berencana. 1. Selain hal tersebut diatas tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 ini adalah dalam rangka menyediakan informasi kesehatan sebagai salah satu sarana untuk perencanaan. Untuk menyediakan data-data kesehatan yang berguna dalam pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi. bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya seperti kependudukan.3 Sistimatika Penyajian Bab-1 : Pendahuluan Bab ini berisikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil Kesehatan dan sistematika dari penyajiannya.Profil Kesehatan Kabupaten Ngada adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Ngada yang diterbitkan setahun sekali. ekonomi. 1. Bab-4 : Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar. Untuk mengetahui hasil pencapaian program-program kesehatan serta permasalahanpermasalahan dalam pelaksanaan program di Kabupaten Ngada pada tahun 2009. pendidikan.

pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Selain keberhasilankeberhasilan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 3 . Upaya pelayanan kesehatan diuraikan dalam bab ini juga memuat indicator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota. tenaga kesehatan. Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan. Bab-6 : Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan.alat kesehatan.

26 km2 atau 5.620.45o BT – 121. 78 Desa dan 16 kelurahan. bagian selatan berbatasan dengan Laut Sawu. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 4 . dengan luas wilayah 1.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Wilayah administratif Kabupaten Ngada telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan kependudukan. bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur. Bagian utara berbatasan dengan Laut Flores. propinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya pada koordinat 8o LS – 9o LS dan 120.92 km2. Kondisi Geografis Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores bagian barat. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan.1. Dimana kecamatan terluas adalah Riung 327. Dan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Jerebuu yaitu 82.23% dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Ngada.94 km2 atau 20.BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.5 o BT.07% dari keseluruhan luas wilayah. Peta 2. Jarak antara Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yang terletak di Bajawa yang terjauh adalah Maronggela (Kecamatan Riung Barat) 74 km kemudian Riung (Kecamatan Riung) 71 km dan yang terdekat adalah Surisina Kecamatan Bajawa yaitu 2 km.

Sehingga Kecamatan Bajawa letak Ibukota Kabupaten Ngada serta kecamatan lainnya termasuk daerah sangat terpencil. Dari data yang ada menunjukkan wilayah Kabupaten Ngada merupakan daerah perbukitan dengan rata-rata tingkat kemiringan tanah terbesar 15-25%. Bajawa merupakan ibukota Kabupaten Ngada terletak di daerah dataran tinggi sehingga akses transportasi dari dan ke ibukota propinsi cukup jauh dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. 2009). Medan dan jalan menuju beberapa desa masih sangat sulit dijangkau. serta adanya pegunungan lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada.2009. Profil Kesehatan Puskesmas. Gunung Lobo Butu dengan ketinggian 1800 m. begitupun Puskesmas yang terletak di kecamatan tersebut dikategorikan sebagai Puskesmas sangat terpencil. Dataran rendah.Secara topografis Kabupaten Ngada terdiri dari daerah pantai. Gunung Inerie dengan ketinggian 2. Dengan adanya sejumlah gunung tersebut. bagian tengah dengan dataran Kecamatan So’a. lembah. Hal ini dapat dilihat dari frekuaensi penerbangan transportasi udara maupun laut tidak terlaksana secara rutin harian. yang ditandai oleh sebagian besar terdapat di wilayah pantai selatan seperti di Kecamatan Aimere dan sekitarnya. (Ngada dalam Angka.2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 5 .245 m. Oleh karena wilayah terdiri dari dataran tinggi atau perbukitan menyebabkan akses terhadap fasilitas kesehatan cukup sulit.1 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Sumber : Ngada Dalam Angka. Grafik 2. maka Kabupaten Ngada banyak memiliki daerah yang cukup curam serta daerah yang dapat dikategorikan sangat terpencil. Berdasarkan ketinggian terhadap permukaan laut wilayah Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi : Dataran Tinggi. daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki ketinggian dari 0 meter sampai dengan lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut. Kecamatan Bajawa Utara dan bagian utara yang terbentang dari Kecamatan Riung Barat sampai dengan Kecamatan Riung. Kecamatan Wolomeze. yang ditandai dengan adanya gununggunung seperti. Gunung Inelika dengan ketinggian 1600 m.

930 8. Kecamatan Golewa 3.894 1.827 7.026 29. sedangkan laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1%.015 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 71.795 4.757 6. Tabel 2.388 7. jumlah penduduk 2008 sebanyak 138.012 jiwa.265 7. Kecamatan Bajawa 5. Kecamatan Jerebuu 4.318 1.620.30 167.998 138.38 91.1 Luas Wilayah.94 312.127 jiwa (sudah dipisahkan dengan penduduk wilayah Nagekeo). maka terjadi penambahan penduduk pada tahun 2008 sebanyak 3885 jiwa (2. Kecamatan Bajawa Utara 7.72 82.92 Jml Desa/kel 12 21 8 17 7 7 12 6 4 94 Jml Penduduk 14.26 133. Kecamatan Aimere 2.Dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ngada masing-masing Kecamatan telah mempunyai Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan dengan nama-nama Puskesmas sebagai berikut : 1.035 jiwa dengan tingkat kepadatan 85 jiwa per km2.947 14. Kecamatan Wolomeze 2.050 Jumlah Rumah Tangga 3.352 KK dan rata-rata jiwa per rumah tangga 5 jiwa per rumah tangga. Kecamatan Riung 8.645 1.49 103.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Ngada jumlah penduduk Tahun 2009 sebanyak 138.309 11.394 1.9%).50 250. Kecamatan Riung Barat 9. Jumlah Penduduk. Kecamatan Soa 6.864 34.14 327. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Luas Wilayah (km2) 152.19 1. Jika dibandingkan laju pertumbuhan penduduk selama 3 tahun terakhir menurut data BPS Kabupaten Ngada yaitu jumlah penduduk tahun 2007 sebanyak 134.992 32.050 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngada.656 2. Jumlah Rumah Tangga 29.397 3.352 Ratarata Jiwa/ RT 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 Kepadatan Penduduk/ km2 97 139 97 247 50 131 44 25 48 85 : Puskesmas Aimere : Puskesmas Koeloda : Puskesmas Watumanu : Puskesmas Kota dan Puskesmas Surisina : Puskesmas Waepana : Puskesmas Watukapu : Puskesmas Riung : Puskesmas Maronggela : Puskesmas Natarandang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Aimere Golewa Jerebuu Bajawa Bajawa Utara Soa Riung Riung Barat Wolomeze KABUPATEN Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 6 . dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 67.

Dan juga perhatian lebih pada WUS (Wanita Usia Subur) dan PUS (Pasangan USia Subur). dengan ratio penduduk menurut jenis kelamin sebesar 94.902 orang atau 77. Komposisi penduduk Kabupaten Ngada dirinci menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan proporsi terbesar (penduduk laki-laki dan perempuan) berada pada kelompok umur 10-14 tahun. meningkat dibandingkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Ngada tahun 2008 yaitu 90. Lebih banyaknya komposisi penduduk perempuan dibandingkan laki-laki memberikan ruang bagi sektor kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan terutama ibu. Komposisi penduduk usia kerja yaitu yang beumur 15 – 64 tahun. 20-24 tahun dan 1-4 tahun.3.Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan dengan penduduk perempuan.1. Profil Puskesmas 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 7 .3 berikut ini.0% dari seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas. Menurut hasil Susenas 2007 secara keseluruhan penduduk Kabupaten Ngada berumur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja berjumlah 124. karena mereka sangat berperan penting dalam keluarga. 15-19 tahun.1) sedangkan ratio jenis kelamin kecamatan lainnya rata-rata sama yaitu diatas 90%.2009. mengingat komposisi penduduk Ngada paling banyak pada usia produktif.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Sumber : Ngada dalam Angka. Dan dikelompokkan menjadi “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”. Grafik 2. Gambaran komposisi penduduk secara labih rinci dapat dilihat pada gambar 2. Ratio penduduk menurut jenis kelamin yang tertinggi di Kecamatan Wolomeze (98.3) dan Kecamatan Bajawa Utara (97.

000.131 rupiah (33.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup dalam Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.000 rupiah perkapita perbulan yaitu sebesar 28. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian penduduk Kabupaten Ngada pada kesehatan masih rendah.000 atau lebih hanya berkisar 0. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan sebesar 138.007 rupiah perkapita (2. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 8 .67%).98% dari seluruh pengeluaran (Ngada Dalam Angka. Sedangkan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk non makanan sebesar 69.41%) sedangkan untuk sector kesehatan sebesar 4.11% (Susenas 2007).68% dari total penduduk. • Penduduk Miskin Jumlah penduduk miskin yang terdata di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 65.259 rupiah (66.2.000 rupiah perkapita sampai 1. Rata-rata pengeluaran untuk sektor pendidikan sebesar 5.000.000 – diatas 1.826 jiwa atau sebesar 47.03%. Penduduk miskin merupakan tanggungan Negara (Pasal 34 UUD 1945) sehingga pemerintah menyediakan Jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang terdata dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang memiliki kartu amkesmas atau menjadi peserta Jamkesmas.000 rupiah dimana presentasi penduduk terbesar pada pengeluaran 100.33%). Dapat dikatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada masih berada pada tingkat ekonomi rendah.3 Keadaan Sosial Ekonomi Tingkat ekonomi penduduk Kabupaten Ngada bisa dilihat dari pengeluaran penduduk menurut golongan pengeluaran <100.113 rupiah perkapita atau hanya sekitar 1. sedangkan penduduk dengan pengeluaran Rp. 2009). Laporan Subdin Yankes.000 – 149.1. sehingga penyediaan dana oleh pemerintah terhadap sector kesehatan perlu ditingkatkan.000. Dari 65.826 jiwa penduduk miskin yang terdata. Grafik 2. semua sudah memilki kartu jamkesmas baik Jamkesmas Pusat maupun Jamkesmas daerah.

9 dari keseluruhan penduduk) (Profil Kesehatan 2008) maka jumlah penduduk miskin Kabupaten Ngada mengalami penurunan sebanyak 1620 orang atau penduduk miskin berkurang sebesar 1.309 penduduk terdata).446 orang (48.998 penduduk terdata). Rincian lebih lengkap mengenai data penduduk miskin dapat dilihat pada lampiran tabel 36 dan 37. Sedangkan kecamatan Golewa. disusul oleh Kecamatan Bajawa Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 61% (5.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.079 penduduk miskin dari 8.818 penduduk miskin dari 7. pada tahun 2008-2009 Program Askeskin digantikan oleh Jamkesmas dengan tujuan yang sama yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang terdata. Laporan Jamkesmas 2009 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase pelayanan penduduk miskin tertinggi terdapat di Puskesmas Watumanu (116%) dan Puskesmas Riung (116%). Pelayanan Jamkesmas tahun 2009 pada masyarakat miskin dapat dilihat pada gambar berikut. Grafik 2. yaitu 62% penduduk terdata sebagai penduduk miskin (4.914 penduduk miskin dari 4. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 9 .22%. Dengan semakin meningkatnya persentase cakupan jaminan kesehatan penduduk miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk miskin. Jerebuu dan Bajawa Utara persentase penduduk miskin dibawah 50%. Kedua Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan akses sarana transportasi seperti kondisi jalanan dan kendaraan yang cukup sulit untuk mencapai Ibukota kabupaten dalam hal ini RSUD Bajawa sebagai pelayanan rujukan strata 1. diketahui bahwa persentase masyarakat miskin terbanyak berada di wilayah Kecamatan Maronggela . Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2008 sebanyak 67. Dan jumlah masyarakat miskin yang tercakup Askeskin pada tahun 2007 sebanyak 42%.Dari gambar tersebut. kemudian kecamatan Wolomeze dengan persentase penduduk miskin 58% (2.795 penduduk).

6%) dan terendah di Kecamatan Jerebuu (11. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 10 . Persentase penduduk melek huruf tertinggi di Kecamatan Aimere (89. Penduduk 10 tahun keatas yang melek huruf di Kabupaten Ngada sebanyak 50.2. 2009. Profil Kesehatan 2009. Data lebih terperinci mengenai tingkat pendidikan dan angka melek huruf Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4 dan 5.4 Tingkat Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk dicerminkan dengan angka melek huruf. dengan persentase penduduk laki-laki 10 tahun keatas yang melek huruf sebesar 48.9% . Ngada Dalam Angka.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber . Sedangkan pesentase penduduk menurut tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 2. Dari gambar menunjukkan bahwa persentase tertinggi penduduk usia 10 tahun keatas berdasarkan tingkat pendidikan paling tinggi pada tingkat pendidikan SD/MI (40%) sedangkan yang tidak tamat SD/tidak mempunyai ijazah sebanyak 35% kemudian disusul dengan tingkat pendidikan SLTP (9. yaitu persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin.04%.0%).8% sedangkan perempuan lebih tinggi yaitu sebesar 51.0%).

Sehingga jumlah kematian bayi. 23 tahun 1992. balita dan ibu maternal yang dilaporkan oleh petugas kesehatan. pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik.74% dari 3170 kelahiran. Faktor-faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan adalah : lingkungan. atau 1. Keempat faktor utama ini diintervensi melalui beberapa kegiatan pokok yang mempunyai dampak ungkit besar terhadap upayaupaya percepatan penurunan AKI. Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. Indikator-indikator tersebut ditentukan oleh 4 faktor utama yaitu Perilaku Masyarakat. yang dimaksud dengan keadaan sehat adalah keadaan meliputi kesehatan badan. Jumlah bayi lahir mati di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 55 kasus kematian. AKB. Angka Kematian Bayi (AKB). Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi. Program pembangunan kesehatan di kabupaten Ngada ini dilaksanakan dikatakan cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan Kesehatan dan Faktor Genetika. cacat.BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Pengertian tentang keadaan sehat dan sakit sangat penting mengingat kita harus dapat menentukan ada/tidaknya permasalahan/penyakit diantara masyarakat dan seberapa besarnya masalah tersebut. Salah satu penyebab masih tingginya kasus lahir mati karena Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 11 . sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Beberapa indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI). Lingkungan. Jumlah bayi lahir mati yaitu kematian bayi sejak lahir sampai dengan 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. baik struktur maupun fungsinya atau Keadaan dimana tubuh atau organisme atau bagian dari organisme/populasi yang diteliti tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari keadaan patologisnya. walaupun masih dijumpai beberapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. belum menggambarkan Angka Kematian sebenarnya di masyarakat. Secara sederhana keadaan sakit itu dinyatakan sebagai : Penyimpangan dari keadaan normal. rohani ( mental ) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit. dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi. 3. Kelahiran hidup sebanyak 3115 kelahiran.1 Mortalitas Data kematian yang terdapat pada masyarakat dapat diperoleh melalui survey. Menurut UU Kesehatan RI No. AKABA dan Peningkatan Status Gizi Masyarakat serta status Angka Kesakitan dan Kondisi Penyakit Menular. perilaku. karena sebagian besar kematian terjadi di rumah.

Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 17. Kejang. Ikterus. penyebab kedua adalah Pneumonia. Diare.5/1000 Kelahiran hidup dengan absolut kematian sebanyak 57 kematian. Hal ini merupakan masalah serius yang harus segera diatasi sejalan dengan kebijakan Revolusi KIA Provinsi NTT yang menyatakan bahwa semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai.000 KLH. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kelahiran maka persentase lahir mati mengalami peningkatan.94% persalinan ditolong oleh Dukun atau sebanyak 250 persalinan. dengan absolut kematian sebanyak 55 kasus. AKB Propinsi NTT yang dilaporkan tahun 2007 sebesar 11/1000 KLH (1159 kematian). namun jumlah absolut kasus menurun. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lahir mati tahun 2008 sebanyak 59 kasus maka pada tahun 2009 mengalami penurunan. dimana 7.7 atau 18 per 1000 Kelahiran Hidup.masih banyak persalinan yang dilakukan tidak di sarana kesehatan dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan berkompetensi bidan. Cacat Bawaan. maka AKB Kabupaten Ngada mengalami peningkatan. Yang sama artinya setiap 1000 kelahiran hidup terjadi 18 kematian bayi. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 12 . Infeksi. a. Trend Angka Kematian Bayi dper 1000 Kelahiran Hidup Di kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Jika dibandingkan dengan Angka kematian bayi (AKB) Kabupaten Ngada tahun 2008 sebesar 16. hal ini menunjukkan bahwa AKB Kabupaten Ngada lebih tinggi dari AKB Propinsi NTT. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003 AKB Indonesia sebesar 35 per 1.1. dan Kecelakaan. Penyebab kematian bayi terbanyak adalah Asfiksia. Malaria. Trend AKB di Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 3. dan persentase persalinan ditolong oleh dukun mengalami peningkatan. penyebab lainnya adalah Aspirasi.

000 Kelahiran Hidup dengan absolut 7 kasus kematian ibu dari 3115 KLH. b. Dari 7 kasus Kematian Ibu 3 kasus terjadi di Kecamatan Golewa dengan penyebab Perdarahan karena Kehamilan di Luar Kandungan (KET) dan perdarahan setelah melahirkan (post-Partum). dan terjadi peningkatan AKB yang cukup tinggi pada tahun 2008 dan 2009. 1 kasus kematian terjadi di Kecamatan Riung dengan penyebab Perdarahan Post-Partum.000 KLH atau 5 kematian dari 3464 KLH. Obs. Jika debandingkan dengan AKI Kabupaten Ngada Tahun 2008 yang dilaporkan sebesar 144/100.000 KLH pada tahun 2015 (MDG’s). 2 kasus terjadi di Kecamatan Aimere dengan penyebab Hepatitis. keadaan kesehatan kurang baik menjelang kehamilan. Mengatasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan dana untuk pelacakan kasus kematian bayi antara lain melalui kerjasama dengn AIP-MNH (Australia-Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt) dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi kebidanan serta pertemuan-pertemuan lintas sektor dan lintas program dengan petugas kesehatan di Puskesmas. sedangkan penyebab kematian lainnya adalah Kejang. maka terjadi peningkatan AKI. atau peningkatan jumlah kematian. maka tidak terjadi peningkatan atau penurunan. Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 224. serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.AKB Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Pustu dan Polindes. jantung dan Pre-eklamsia berat. Namun secara absolut atau dilihat dari jumlah kasus kematian balita terjadi penurunan dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 9 kasus pada tahun 2009. Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi. walaupun terjadi penurunan pada tahun 2007. Penyebab kematian Balita terbanyak adalah Pneumonia. 1 kasus terjadi di Kecamatan Riung Barat dengan penyebab Emboli Air Ketuban (Suspect Emboli Air Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 13 . c. Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 2.1 per 1000 Kelahiran Hidup. Jumlah kelahiran dan kematian bayi dan balita secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6. Jika dibandingkan dengan AKABA tahun 2008 yaitu 3. kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran.7 atau 225 per 100. persalinan dan masa nifas. Angka tersebut masih dibawah target IS 2010 yaitu sebesar 102/100.9 atau 3 per 1000 Kelahiran Hidup. Febris dan Gizi Buruk.

kunjungan rumah ( sweeping ) post persalinan oleh petugas belum optimal. Jejaring Notifikasi bertugas untuk mendata semua sasaran kesehatan terutama ibu hamil.000 Kelahiran Hidup) Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa AKI Kabupaten Ngada dari tahun 20052008 cenderung mengalami penurunan. kondisi sosial ekonomi masih rendah untuk membiayai. kurangnya sarana dan prasarana dalam pelayanan Emergensi Obstetrik dan Neonatal baik itu di Polindes. serta letak geografis yang masih sulit untuk mengakses sarana kesehatan dan belum diterapkannya P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) secara optimal. Donor Darah. masih ada pertolongan persalinan oleh dukun. Data kasus kematian ibu secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran. Jejaring Pandanaan bertugas untuk mengumpulkan iuran atau dana solidaritas warga untuk kesehatan. Selain tersebut diatas upaya yang dilakukan adalah penggerakan dan pengembangan Desa Siaga dengan membangun 5 jejaring yaitu Notifikasi. Jejaring Donor Darah mendata semua golongan darah dari warga setempat. sehingga pada saat ibu hamil atau warga yang membutuhkan darah. tabel 7. jejaring Transportasi untuk memudahkan merujuk warga terutama ibu hamil Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 14 . namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan AKI. balita dan kelompok rentan. Pendanaan. di Pustu dan Puskesmas.Ketuban). transportasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi dan KB. Upaya untuk menekan angka kematian ibu dilakukan denganmeningkatkan kemitraan bidan dan dukun untuk mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan dengan harapan agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR). bayi.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 (per 100. Grafik 3. Adanya kasus kematian ibu maternal di Kabupaten Ngada disebabkan oleh kurangnya kuantitas maupun kualitas tenaga bidan terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil.

02 1.07 Bag Atas Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium (Termasuk Malaria 4. hal ini disebabkan karena telah tersedianya sarana dan prasarana laboratorium di Puskesmas untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 15 . Jejaring Kespro dan KB bertujuan untuk konseling KB pada PUS dan pendataan akseptor aktif.23 Infeksi Penyakit Usus lain di luar diare.53 Penyakit lainnya 26.95 Penyakit Kecacingan 1.99 Ginggivitis atau Penyakit Periodental 1. jaringan pengikat (Pyk tulang blkg.68 27. 3.81 7. Terobosan lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah dengan mencanangkan REVOLUSI KIA yaitu Semua Persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai.52 4. 2.2 Morbiditas Angka kesakitan penduduk diperoleh dari pengumpulan data di masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui kunjungan rumah dan laporan bulanan. A. 2009 Dari data penyakit diatas menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas merupakan penyakit pada urutan pertama selama 3 tahun terakhir ini.41 14.38 2.14 & rematik) Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan Lab) 17.60 2.46 7. Pola 10 Penyakit Terbanyak Dari laporan LB1 (Laporan Bulanan) puskesmas menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyakit yang selalu menduduki urutan teratas tiap tahunnya.ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.66 Scabies 1.33 colera atau disentri Penyakit lain pada saluran pernapasan 9. ke-3 tahun 2008 dan urutan ke-2 tahun 2009. triwulan. yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.16 No 1 2 Trend ↑ ↑ 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ↑ ↓ ↑ ↓ ↑ Sumber : Laporan Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Khusus dan Rujukan.64 37.71 40. radang sendi 6.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007 -2009 Tahun Tahun Tahun Jenis Penyakit 2007 2008 2009 % % % Infeksi Akut pada Saluran Pernapasan 21. Sedangkan Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium mengalami peningkatan yaitu urutan ke-5 tahun 2007.05 5. semester dan tahunan dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) Puskesmas dan sarana pelayanan swasta.35 Tropika) Penyakit pada sistem otot.02 6.00 22.60 bag atas di luar ISPA Diare 2.50 3.61 2.

721 kasus. B. Polindes maupun ditemukan pada saat pusling diberikan pengobatan malaria.pemeriksaan parasit malaria. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar 57 per 1000 penduduk. data malaria klinis ini sebagian besar merupakan pasien yang berobat ke Pustu maupun Polindes. dan hal ini menyebabkan Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan laboratoris) mundur ke urutan ke-4.balita dan lansia. dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. terlihat dari jumlah penderita tahun 2009 (yang berobat ke Puskesmas) sebanyak 10. Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah kasus malaria klinis terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa/ke Puskesmas Kota sebanyak 2. Penyakit Menular Bersumber Binatang 1. Sedangkan kasus malaria positif pemeriksaan darah di laboratorium sebanyak 7912 kasus atau sebanyak 42. dengan AMI (Annual Malaria Incidence) 78 per 1000 penduduk. yang tidak tersedia laboratorium dasar. Malaria Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terutama di Kabupaten Ngada yang merupakan daerah endemik malaria.46% dari seluruh kasus penderita malaria klinis. Grafik 3. Semua penderita Malaria dengan gejala klinis maupun positif yang berkunjung ke Puskesmas. Jumlah kasus malaria klinis (demam tinggi disertai dengan menggigil) di Kabupaten Ngada masih tinggi.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Kesehatan 2009. Penderita malaria klinis di Kecamatan Bajawa Utara wilayah kerja Puskesmas Watukapu dan Kecamatan riung Barat wilayah kerja Puskesmas Maronggela serta kecamatan Wolomeze wilayah kerja Puskesmas Natarandang tidak dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium karena di Puskesmas bersangkutan belum tersedia Laboratorium kesehatan. 2009. Laporan Bidang Kesmas.736 kasus. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 16 . Pustu.

776 kasus pada tahun 2008 maka kasus malaria klinis mengalami penurunan. Aimere.1 : Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Dari peta diatas diketahui bahwa daerah dengan potensi endemis berat atau tinggi adalah Kecamatan Soa. Bajawa. Trend kasus malaria selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini: Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 17 . Daerah Endemis Malaria Ringan atau Rendah adalah Kecamatan Riung dan Wolomeze. (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu. memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air. pemasangan kasat kasa di rumah. dengan AMI paling tinggi yaitu 172 per 1000 penduduk. Penyebaran wilayah endemis malaria dapat dilihat pada peta berikut : Peta 3. Sedangkan daerah dengan endemis malaria Sedang adalah Kecamatan Golewa. pemakaian baju tebal dan (3) menghilangkan atau membersihkan sarang nyamuk menghilangkan genangan air. Lebih terperinci mengenai Malaria dapat dilihat pada lampiran Profil tabel 11.Jika dibandingkan dengan jumlah kasus Malaria Klinis 20. pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent). Bajawa Utara dan Riung Barat. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit malaria dalam bentuk peran serta masyarakat melalui : (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas.

Pada tahun 2009 Angka Kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sebesar 7 per 100. kurang efektifnya Fogging Fokus dengan Fogging sebelum penularan.000 penduduk maka tahun 2009 terjadi penurunan kasus DBD. Menurunnya kasus malaria menunjukkan derajat kesehatan masyarakat semakin baik yang juga didukung oleh bantuan Global Fun ATM yaitu Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam pemberantasan penyakit Malaria sejak tahun 2006 terutama bantuan kelambu berinsektisida. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 18 . Dari data menunjukkan bahwa DBD merupakan kasus atau penyakit yang bersifat periodik atau mempunyai siklus waktu tertentu Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.Grafik 3. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 dengan Angka Kesakitan 30 per 100. Sedangkan kasus malaria positif mengalami cenderung menagalami peningkatan dari tahun 2005-2008. dan menurun pada tahun 2009. belum memasyarakatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah masalah yang perlu diperhatikan di Kabupaten Ngada. 2.000 penduduk dengan absolut sebanyak 9 kasus. Demam Berdarah Dengue (DBD) Kondisi yang menyebabkan DBD adalah Tingginya mobilitas penduduk.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik diatas menggambarkan jumlah kasus malaria klinis selama 5 tahun terakhir (2005-2009) cenderung menurun dan mengalami penurunan pada tahun 2009. namun kasus-kasus ini sebagai akibat mobilitas penduduk.

Anopheles dan Culex. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Sumber : Profil Puskesmas 2008.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 6 per 100. Angka Kesakitan DBD dilihat dari gambar diatas mengalami peningkatan setiap 2 tahun. Di Indonesia. Brugia Malayi dan Brugia Timori. 3. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap. sampai dengan tahun 2003 kasus kronis Filariasis telah menyebar ke 30 provinsi pada lebih dari 231 kabupaten dengan jumlah kasus kronis 6.635 orang.000 penduduk pada tahun 2008 dan menurun menjadi 7 per 100. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 19 .000 penduduk pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan menjadi 30 per 100. kemudian menurun menjadi 3 per 100. Meningkat dari 2 per 100.Grafik 3. Di kabupaten Ngada pada tahun 2008 terdapat 26 kasus filariasis yang terdapat di kecamatan Bajawa Utara dan Riung Barat.namun penderita tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1970an dan sudah diberi tatalaksana/pengobatan. dari beberapa jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor Filariasis yaitu Mansonia. Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria.000 penduduk di tahun 2009. yaitu Wucherecia bancrofti. Filariasis Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”.000 penduduk pada tahun 2006.

Di Kabupaten Ngada. Dari 329 kasus gigitan diantaranya 61. C. namun 44 kasus Filariasis pada tahun 2007 terjadi di kecamatan Boawae yang pada tahun 2008 sudah masuk wilayah Kabupaten Nagekeo. Dan angka kesembuhan penderita TB BTA + sebesar 62% atau 29 penderita sembuh. Dari 426 penderita yang dinyatakan positif TB dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak/sputum yang positif BTA (Basil Tahan Asam) sebanyak 47 orang atau 11%.4% (202 kasus) diberikan VAR lengkap.5% (41 kasus gigitan) tidak diberi VAR.000 penderita baru TB) dan 140. serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini. dengan Attack rate 1. Bila dibandingkan dengan kasus Filariasis tahun 2007 sebanyak 44 kasus.1% (86 kasus) tidak VAR lengkap. Dan CFS atau Case Fatality Rate atau persentase korban meniggal karena kasus Rabies adalah 4. TB Paru WHO memperkirakan pada saat ini. Penderita yang dobati adalah yang BTA positif sejumlah 47 penderita atau 100%.17% atau 1 korban meninggal dari 24 kasus gigitan yang berasal dari Kecamatan Soa. Sedangkan pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus filariasis. Jika dibandingkan dengan kasus TB Paru pada tahun 2008. dimana pernah terjadi kasus rabies. hal ini dikarenakan adanya penjaringan penderita dengan gejala klinis TB paru dan adanya pemeriksaan kontak serumah.walaupun bengkak pada kakinya tetap ada.55.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC. Rabies Di Kabupaten Ngada Pada tahun 2009 dilaporkan adanya kasus gigitan HPR (hewan Penular Rabies) sebanyak 329 kasus. dan 12. Angka tersebut diyakini sangat memungkinkan. namun tidak bertambah besar. 26. Sedangkan kasus TB Paru dengan BTA+ mengalami Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 20 . yang setiap tahunnya diperkirakan ada penderita baru TB menular sebanyak 262. maka pada tahun 2009 mengalami peningkatan.000 orang (44. dan desa tersebut dikatakan rawan terhadap kasus Rabies. 4. Penyakit Menular Langsung 1. dan tidak ditemukan penderita baru. dimana suspek TB Paru sebanyak 240 orang.9% dari 583. maka penderita kasus gigitan HPR langsung diberikan VAR atau Vaksin Anti Rabies. dari laporan Puskesmas oleh pengelola P2TB (pencegahan dan Penanggulangan Tuberculosis) suspek TB Paru atau suspek dengan gejala-gejala klinis menderita TB paru sebanyak 426 orang. Akibat gigitan HPR ini terdapat 1 korban meninggal dari Kecamatan Soa. dan eliminasi terhadap HPR belum secara total dilakukan. sosial ekonomi masyarakat. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar ke-3 di dunia. maka mengalami penurunan. Lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 13. apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan. oleh karena Kabupaten Ngada merupakan daerah Endemik Rabies.

Diare Pada tahun 2009 Peyakit Diare menduduki urutan ke-7 dalam Pola Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Pasien yang berkunjung ke Puskesmas. pemeriksaan sputum terhadap BTA dilakukan di Laboratorium Puskesmas Waepana. Suspek TB Paru pada Puskesmas Maronggela.4 per 1000 penduduk. Jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa diare sebanyak 2. Angka Kesakitan Diare tahun 2009 sebesar 18 per 1000 penduduk. Polindes dan Pusling (tidak termasuk RSU) di Kabupaten Ngada. Pustu. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan Di kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Dari Grafik dapat dilihat bahwa penderita TB Paru klinis paling banyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Waepana kemudian disusul Wilayah Kerja Puskesmas Koeloda. maka terjadi penurunan Angka Kesakitan Diare. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.6 Perbandingan TB Paru Klinis.penurunan yaitu 66 orang pada tahun 2008 menjadi 47 orang pada tahun 2009.488 kasus dan 57. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 21 .76% diantaranya merupakan penderita balita (1437 kasus). Diare pada balita ditangani 100% atau semua penderita diare balita ditangani dengan pemberian oralit maupun infus (Rnger Laktat/RL). Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 9. Watukapu dan waepana. 2. sehingga pengobatan TB sebagian besar diawasi oleh petugas kesehatan. hal ini disebabkan belum optimalnya Pengawasan Minum Obat (PMO) di tingkat keluarga. Angka kesembuhan pengobatan TB paru tidak mengalami peningkatan yaitu 62 % pada tahun 2008 dan 2009. jika dibandingkan dengan Angka Kesakitan Diare tahun 2008 19. Grafik 3. TB Paru BTA Positif.

Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) melalui suntikan memberikan kontribusi yang besar terhadap meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS. tahun 2004 2 kasus dan tahun 2003 1 kasus. tahun 2006 ditemukan sebanyak 3 kasus dan telah meninggal semuanya. tahun 2007 ditemukan sebanyak 5 kasus HIV/AIDS. terjadi fluktuasi penemuan penderita HIV/AIDS dan trend kasusnya cenderung meningkat. Dan dari 29 kasus tersebut. Gambar 3. HIV/AIDS Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus di Kabupaten Ngada menunjukkan peningkatan. penyebaran pembangunan ekonomi. Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah membentuk KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) pada tahun 2008 sesuai Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 22 . meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman seiring dengan zaman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika. Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada merupakan fenomena gunung es. penderita HIV/AIDS yang hidup dan terdata sebanyak 9 orang. dilihat dari penambahan jumlah kasus. meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangannya. 8 kasus ditemukan tahun 2009. Dan beberapa suspek atau orang yang dicurigai menderita HIV/AIDS menolak untuk mengikuti pemeriksaan darah. dimana yang nampak hanya sebagian kecil saja.3. perkembangan teknologi yang semakin pesat.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi Di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Dari gambar kasus diatas. tahun 2005 ditemukan 4 kasus. 3 diantaranya meninggal. Semakin tingginya mobilitas penduduki antar wilayah. Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa itu adalah penyakit yang memalukan. dan 6 diantaranya meninggal. Dari 29 kasus tersebut. 3 diantaranya meninggal. 6 kasus ditemukan pada tahun 2008 dan 4 diantaranya sudah meninggal. sehingga banyak sekali kasus yang tidak terjaring. Jumlah penderita HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 sampai 2009 sebanyak 29 penderita.

Grafik 3. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada tahun 2003-2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 23 . jenis pekerjaan dan jenis kelamin. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.10.8.9.dengan Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2007 dan telah membentuk jasringan ODHA dan OHIDHA. Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran penderita HIV/AIDS menurut kelompok umur.

yang sudah menjalankan kegiatan deteksi dini IMS ini adalah Puskesmas Aimere dan Kota. Menurut jenis kelamin kasus HIV sebagian besar ditemukan pada laki-laki yaitu 19 kasus. A.55% dengan jumlah penduduk sekitar yang terancam 1. hal ini disebabkan karena mobilisasi para sopir antar daerah. status gizi wanita usia subur. IMS Deteksi dini kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dilakukan di Puskesmas dengan menerapkan managemen PMS pada ibu hamil yang datang ke sarana kesehatan. karena disamping merupakan faktor predisposisi seperti penyakit infeksi yang dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual. bayi dengan Berat Badan lahir Rendah (BBLR). Di negara berkembang. Sedangkan menurut jenis pekerjaan terbanyak pada IRT (Ibu Rumah Tangga) dan swasta. Kurang Energi Kronik (KEK). Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain. banyak BBLR dengan IUGR Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 24 . dan Case Fatality Rate atau Rasio korban meninggal karena rabies dibanding korban gigitan HPR sebesar 4.17 %.3 Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2. Status gizi janin dan bayi sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil atau ibu menyusui. BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). status gizi balita. Pada tahun 2009 dari deteksi dini IMS yang dilakukan terdapat 63 kasus IMS. Pada tahun 2009 terjadi KLB Rabies di Kecamatan Soa yaitu terdapat 1 korban meninggal karena Rabies dari 24 kasus gigitan di Kecamatan Soa. dan terbanyak pada kelompok umur 21-25 tahun dan 26-30 tahun.Dari gambar diatas diketahui bahwa terdapat kasus HIV/AIDS pada penduduk kelompok umur 0-5 tahun (balita) 1 kasus. Attack Rate 1.551 penduduk. D. dan langsung diberi tatalaksana atau penanganan pengobatan kasus tersebut. Namun kegiatan deteksi dini IMS atau PMS di Kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal. 4. 3. Pekerjaan sebagai Sopir merupakan kasus terbanyak ketiga. Kejadian Luar Biasa Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan wabah. Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. yang wilayah kerjanya terdapat kasus HIV/AIDS.

gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD). gizi kurang (z-score<-2 SD sampai 3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD).11 Perkembangan Persentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada Tahun 2004-2009 Sumber : Profil Puskesmas. untuk menanggulangi masalah gizi atau untuk memperoleh gambaran konsumsi gizi di tingkat rumah tangga dan status gizi masyarakat dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Pemantauan Status Gizi (PSG) atau Pemantauan Wilayah Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 25 . Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). dimana cenderung terjadi penurunan dari tahun 2004 (183 kasus) sampai tahun 2006(96 kasus). dan semua bayi BBLR telah ditangani oleh tenaga kesehatan.karena ibu berstatus gizi buruk.78% dengan absolut 54 bayi. namun pada tahun 2007 terjadi peningkatan kasus yang signifikan (154 kasus) dan mengalami penurunan pada tahun 2008 (70 kasus). Meskipun semua bayi BBLR pada tahun 2009 ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan namun tindakan atau upaya-upaya preventif harus tetap dilaksanakan untuk menekan angka kejadian BBLR. Lebih rinci mengenai Bayi BBLR dapat dilihat pada lampiran tabel 15. Perkembangan kasus BBLR di Kabupaten Ngada sejak tahun 2004 sampai 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 3. Bayi BBLR di kabupaten Ngada yang dilaporkan Puskesmas dari 3115 kelahiran hidup 93% diantaranya yang ditimbang (2893 LH) dan yang BBLR sebanyak 1. malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil. B. anemia. Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. 2009 Perkembangan persentase kasus BBLR di Kabupaten Ngada selama 6 tahun terakhir mengalami fluktuasi. Di Kabupaten Ngada. dan menurun lagi pada tahun 2009 (54 kasus). Salah satunya adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini ke sarana pelayanan kesehetan dan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. Kategori yang digunakan adalah : gizi lebih (zscore>+2 SD).

944 balita yang datang dan ditimbang Bila dibandingkan dengan cakupan balita ditimbang tahun 2008 yaitu 85% mengalami penurunan.19% atau 21 balita. Hasil pemantauan status gizi balita yang datang ke Posyandu 67.Setempat (PWS) di seluruh kecamatan.42% dari seluruh balita pada tahun dari 14. Grafik 3. bila dibandingkan tahun 2008 maka jumlah kasus gizi buruk mengalami penurunan. sedangkan gizi buruk 21 kasus atau 0. Disadari bahwa untuk mengatasi masalah ini sektor kesehatan saja tidak akan mampu mengintervensi masalah gizi buruk sampai ke akar. Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebanyak 4.59% meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2008 yaitu 88%. Hasil PSG/PWS yang dilaksanakan 2009 di posyandu atau sekitar 76. sedangkan 4 orang balita gizi buruk dengan penyakit penyerta telah dirawat di sarana kesehatan.2%. dan pertanian. Upaya yang dilakukan terhadap 20 orang balita gizi buruk adalah dengan pemberian PMT Pemulihan. perlu kerjasama yang baik dengan sektor terkait seperti ketahanan pangan. 2008 Dari gambar diketahui bahwa status gizi baik Kabupaten Ngada sebanyak 91. terdapat 10. ini menunjukkan hasil yang baik dari pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Keluarga.12 Proporsi Status Gizi Baik. sektor ekonomi dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 26 . dan telah mengalami peningkatan berat badan.321 balita yang terdata.52% berat badan naik dengan absolut 7388 balita.42% dengan absolut 484 balita. Namun masih terdapatnya kematian balita akibat gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan. dan yang telah diberikan MP ASI (makanan Pendamping ASI) untuk menambah asupan gizinya sebanyak 105 bayi.21%. peran keluarga yaitu orang tua balita dan pemenuhan kebutuhan gizi dari saat ibu hamil sampai saat anak lahir dan bertumbuh kembang. 254 diantaranya adalah bayi BGM. gizi kurang 828 kasus atau 8. Dari 484 balita BGM. Kematian balita yang disebabkan oleh gizi buruk sebanyak 2 balita. sedangkan balita gizi buruk sebesar 0. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Seksi Gizi.

Sedangkan kecamatan yang berpotensi berat rawan gizi yaitu Kecamatan Golewa. namun tetap mendapat penanganan yang lebih untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. sehingga perubahan derajat kesehatan terutama pada Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 27 . Kecamatan dengan potensi sedang rawan gizi yaitu kecamatan Wolomeze dan Bajawa. Aimere. Angka kematian bayi merupakan indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Soa dan Riung. untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan upaya preventif untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang.4 Umur Harapan Hidup Penurunan angka kematian bayi sangat berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH).sektor pemberdayaan dan penggerakan masyarakat desa. Peta 3. Data selengkapnya tentang status gizi dapat dilihat pada lampiran tabel 16 dan 24.2 Dari gambar diatas diketahui bahwa Kecamatan Riung Barat merupakan Kecamatan Rawan Gizi yaitu kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada balita lebih dari 15%. Kecamatan dengan prevalensi gizi buruk dan kurang potensi ringan. Bajawa Utara. dimana prevalensi gizi buruk dan kurangnya berkisar antara 6%-10%. bisa dikatakan kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan Jerebuu. 3. sehingga tidak menjadi kecamatan rawan gizi.

6 tahun dan perempuan 68. meningkatnya Umur Harapan Hidup secara tidak langsung juga member gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat. Angka ini bila ditinjau tingkat Propinsi NTT. Dan urutan ketiga setelah Kabupaten Ngada adalah Kabupaten Ende dengan UHH laki-laki 64 tahun dan perempuan 68. Ngada menduduki urutan kedua. Umur Harapan Hidup di Kabupaten Ngada untuk laki-laki mencapai usia 64.8 tahun. Menurut Estimasi Ngada dalam Angka. dimana urutan pertama adalah Kota Kupang yaitu laki-laki 70 tahun dan perempuan 73.3 tahun.penurunan AKB dan kenaikan UHH. 2009 (Badan Pusat Statistik).6 tahun. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 28 .

Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapat pelayanan antenataldi fasilitas kesehatan sesuai standar paling sedikit 4 (empat) kali.8%. cakupan ini menurun dibandingkan cakupan tahun 2008 yaitu 93. Pemeriksaan kehamilannya.BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.1 Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemberian Tablet Besi. telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : A. 1. Untuk meningkatkan cakupan K1. 4. Angka capaian ini belum merupakan K1 murni melainkan jumlah kunjungan pertama ibu hamil ( kontak pertama ). Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat. yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang diutamakan pada kegiatan promotif dan preventif. Pelelayanan ANC standar yaitu Penimbangan Berat Badan. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan. pemeriksaan tensi dan Konsultasi. Pemberian Imunisasi TT. bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan yang selanjutnya berpengaruh hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi.2%. perlu adanya sosialisasi terutama bagi ibu hamil untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 29 . Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. Cakupan K1 merupakan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Cakupan pelayanan kunjungan baru ibu hamil ( K1 ) di Kabupaten Ngada tahun 2009 berdasarkan data dari Puskesmas. dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama. dokter umum. sebesar 83. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khusunya untuk tahun 2009. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4.

memeriksakan diri ke Puskesmas. Kecamatan dengan pencapaian paling rendah yaitu kecamatan Soa Puskesmas Waepana (30. Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 56.27% yaitu 2630 ibu hamil dari 4674 proyeksi ibu hamil/ ibu hamil yang diperkirakan. Grafik 4. 2009 Gambar diatas menunjukkan bahwa baik secara kecamatan maupun kabupaten cakupan pelayanan ibu hamil K4 masih jauh dari target SPM yaitu 95%. Sedangkan cakupan K4 sebesar 58. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 30 . Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) selama masa kehamilan dimaksudkan untuk mengatasi kasus anemia ibu hamil serta meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe selama masa kehamilan hingga persalinan. sehingga sweeping ibu hamil sangat penting untuk dilakukan. Namun kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan dana dan prasarana untuk pendataan ibu hamil dan kekurangan tenaga sehingga banyak bidan yang mempunyai tugas rangkap.1 Persentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wialayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Data selengkapnya mengenai pelayanan ANC ibu hamil dapat dilihat pada lampiran tabel 17. maka pencapaian secara kabupaten belum memenuhi target. Selain itu juga banyak kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan pada usia dini atau usia lanjut yang menyebabkan ibu hamil malu untuk memeriksakan kehamilannya.90%. karena masih adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yaitu kehamilan harus disembunyikan dari hal-hal gaib dan semacamnya.53%). Bila dibandingkan dengan target SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan tahun 2010 yaitu K4 ibu hamil 95%. Permasalahan tidak tercapainya K4 adalah tidak tercapainya K1 murni yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali pada triwulan 1/sebelum lewat dari 3 bulan kehamilan. Masalah adalah dukungan dari keluarga ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara dini di fasilitas kesehatan masih sangat kurang.

Adanya selisih antara kedua cakupan tersebut perlu ditelusuri lagi sebab-sebab yang mungkin terjadi. kecuali ibu hamil dengan malaria positif. karena permasalah kematian ibu yang utama terjadi di Kabupaten Ngada adalah perdarahan pada persalinan. Tahun 2009 dan 2010 Pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Kesehatan dibantu dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Program AIP-MNH NTT (Australia – Indonesia Partmership for Maternal and Neonatal Health in NTT). keterlambatan merujuk dan pertolongan persalinan masih dilakukan oleh dukun bersalin. Tujuan utama program ini adalah mengupayakan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi NTT. pada tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 31 . dan dikonsentrasikan pada pertolongan persalinan. misalnya kelalaian petugas kesehatan. Kecamatan dengan cakupan Fe3 paling tinggi adalah kecamatan Wolomeze (Puskesmas Natarandang) yaitu 83. Seharusnya cakupan Fe3 sama dengan cakupan K4 karena setiap memeriksakan kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan setiap triwulan ibu hamil harus diberikan tablet Fe. kesalahan pencatatan dan pelaporan atau masalah teknis lainnya. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan. 2009 Pemberian tablet Fe3 dimaksudkan bagi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya. hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (professional). 2. dimana satu kali pemberian Fe sebanyak 90 tablet. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 25.5% sedangkan cakupan Fe3 terendah adalah kecamatan Bajawa Utara (Puskesmas Watukapu) yaitu 28. dengan cara pemecahan masalah Kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan tim kabupaten yang dikenal dengan DTPS (District Team Problem Solving).5%.Grafik 4. Berbagai upaya telah dilakukan.2 Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe3) pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.

Grafik 4. obat-obatan yang cukup.9% dari ibu bersalin. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami fluktuasi yaitu cenderung meningkat dari tahun 2005 ke tahun 2006. maka untuk Kabupaten Ngada telah mencapai target.2009 persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan sebanyak 250 persalinan atau 7. sistim pelayanan yang lebih komlplex dibandingkan dengan pustu dan polindes dan akses ke rumah sakit lebih dekat apabila harus dilakukan rujukan. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2008 dan 2009 bila dibandingkan dengan target SPM Indonesia Sehat 2010 yaitu 90%. kemudian mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan menurun pada tahun 2009. Yang dimaksudkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Ngada adalah Puskesmas dimana telah tersedia peralatan pertolongan persalinan. Namun dengan adanya Keputusan Gubernur NTT nomor 42 tahun 2009 tentang Revolusi KIA yaitu Semua Persalinan Dilakukan di Faslitas Kesehatan yang Memadai maka diharapkan pencapaian pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk Kabupaten Ngada 95 sampai 100%. tenaga dokter.3 Trend Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2005-2009. Cakupan pertolongan persalinan per wilayah kerja Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 32 . bidan dan perawat yang mempunyai kompetensi.

2009 Dari gambar diatas terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan di 5 Puskesmas telah mencapai bahkan melebihi target SPM yaitu Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere. oedema nyata. Deteksi resiko. Sedangkan 4 Kecamatan lainnya belum mencapai target SPM. infeksi berat/sepsis. perdarahan pervaginam. karena banyak sekali risiko-risiko yang bisa dialami pada masa kehamilan.4 Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Puskesmas Watumanu Kecamatan Jerebuu. 3. Di Kabupaten Ngada persentase ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdata oleh Puskesmas sebesar 6. ketuban pecah dini. Puskesmas Kota Kecamatan Bajawa dan Puskesmas Waepana Kecamatan Soa. Yang dimaksudkan dengan Risti/Komplikasi pada ibu hamil yaitu apabila HB < 8g%. letak sungsang pada primigravida. Puskesmas Koeloda Kecamatan Golewa. Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas. letak lintang pada usia kehamilan >32 minggu.31% ibu hamil risti tersebut ditangani di Puskesmas sedangkan sisanya ditangani dengan merujuk ke RSUD sebagai Sarana rujukan strata 1 di Kabupaten Ngada. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 17. dan 92.Grafik 4. Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi yaitu keadaan penyimpangan dari normal.40% dari keseluruhan proyeksi ibu hamil. eklampsia. dan cakupan terendah adalah Kecamatan Riung Barat atau wilayah kerja Puskesmas Maronggela. beberapa ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan harus dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan kemampuannya maupun prasarana penanganan risti di desa dan Puskesmas. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi Masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian besar pada ibu. persalinan premature. Penanganan yang dimaksudkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 33 . tekanan darah tinggi.

Koleoda. Persentase ibu hamil risti dan ibu hamil risti ditangani dapat dilihat pada gambar berikut ini dan data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 28. Cakupan kunjungan neonatus (KN2) Kabupaten Ngada pada tahun 2009 sebesar 72. petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu.disini yaitu penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang terlatih di Puskesmas Perawatan dan RS pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif). Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Kunjungan Neonatus Bayi umur 0 – 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi.41%. dengan kesenjangan 7.59%. Maronggela dan Natarandang. Riung. Cakupan Kunjungan Neontaus kedua kali tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Maronggela sedangkan terendah di wilayah kerja Puskesmas Kota. Grafik 4. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus. Gambaran presentase Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 34 . Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita 1. Bila dilihat menurut kecamatan. 2009 B. dan tingginya mobilitas penduduk di Ibukota Kabupaten menyebabkan kesulitan untuk melakukan KN2. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 yaitu 80%.5 Cakupan Ibu Hamil. satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari. maka belum mencapai target. KN2 Puskesmas kota terendah karena banyak persalinan dilakukan di bidan praktek swasta sehingga persalinannya tercatat namun kunjungan neonatus tidak tercatat. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali. cakupan kunjungan neonatus di beberapa puskesmas mencapai diatas target SPM yaitu Puskesmas Aimere.

hal ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan cakupan tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 35 . perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan.7 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. bidan.cakupan kunjungan neonatus menurut kecamatan pada tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini sedangkan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 15. paling sedikit 4 kali (bayi). Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan pelayanan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter.22%. 2 kali (neonatus). 2009 Hasil pengumpulan data/indikator kinerja SPM dari Puskesmas di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2009 sebesar 76. Grafik 4. 2009 2. Grafik 4.6 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.

maka cakupan Kunjungan Bayi kurang lebih 4 kali di Puskesmas Waepana telah melebihi target SPM yaitu 93. Usia Sekolah dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah (balita).6%.9%. serta pelayanan kesehatan pada remaja. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah.88%. usia sekolah dan remaja dapat dilihat pada lampiran tabel 18. Jika dikaji per wilayah kerja Puskesmas . Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan remaja yaitu siswa SMP/SMU. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) merupakan cakupan anak umur 0 – 5 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh kembangnya sesuai dengan standar paling sedikit 2 kali pertahun. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Kesehatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 3.42. Pencapaian tersebut belum memenuhi target SPM yaitu 90%. tidak dibawa lagi ke Posyandu untuk deteksi tumbuh kembang. belum dioptimalkan oleh semua Puskesmas karena keterbatasan tenaga dan dana. Data dari beberapa puskesmas menunjukkan pencapaian tahun 2009 sebesar 23. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 15. dan pencapaian terendah adalah Puskesmas Watukapu 54. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 36 . Sedangkan cakupan pelayanan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/kader kesehatan sekolah) melalui penjaringan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 64. Data selengkapnya mengenai pelayanan pra sekolah. Grafik 4. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 (90%). pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat.2008 yaitu 86. Hal ini dikarenakan banyak balita yang sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap.07%. Usia Sekolah dan Remaja di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 76. masih belum memenuhi target SPM yaitu 100%.8 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah. cakupan kunjungan bayi belum memenuhi target. Cakupan pelayanan Kesehatan Apras.55%.

sedangkan non MKJP adalah metode Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 37 . Program KB dikhususkan pada pasangan usia subur (PUS). masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 80% bayi yang ada mendapat ASI Eksklusif. Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pelatihan tenaga konselor ASI Eksklusif bagi para bidan dan kader posyandu.05% sedangkan peserta KB Baru atau pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi sebesar 13.965 PUS.4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas Di Kabupaten Ngada Tahun 2009 C. Dan proporsi PUS yang merupakan peserta KB aktif sebesar 71. Grafik 4. Upaya yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan berupa penyampaian informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif dan pentingnya ASI Ekslusif serta manfaat bagi ibu bila menyusui. untuk tahun 2009 cakupan ASI Eksklusif baru mencapai 46. Pada tahun 2009 PUS yang tercatat berjumlah 20. MOP/MOW (Metode operatif pria/metode operatif wanita) dan implant. ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 ( enam ) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 ( dua ) tahun. Metode KB atau kontrasepsi yang tersedia adalah MKJP dan Non MKJP. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 19. Pelayanan KB Program KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. ASI Eksklusif ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.15 %. karena itu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. MKJP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD. Data selengkapnya mengenai ASI Ekslusif dapat dilihat pada lampiran tabel 32. Namun demikian pemantauan atau pengawasan pemberian ASI Eksklusif dirasa belum maksimal sehingga cakupan pemberiannya masih sangat rendah.70%.

11 dibawah ini. sedangkan rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran tabel 22. berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan tingkat perlindungan masyarakat (herd imunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i). Dengan rincian pelayanan kesehatan pra usila sebesar 31.34% kemudian alat KB Pil sebesar 19.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Gambaran presentase alat/cara KB yang diapakai peserta KB aktif dapat dilihat pada grafik berikut ini. lebih rinci mengenai cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila dapat dilihat pada lampiran tabel 39.20%.19% dan pelayanan kesehatan usila sebesar 51. ibu hamil.48%. E. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 38 .kontrasepsi jangka pendek yang meliputi suntik. DPT dan campak diatas 80%. Pada tahun 2009.919% atau 77 desa dari 94 desa. sedang rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 20. WUS dan anak sekolah dikatakan mencapai UCI apabila cakupan imunisasi BCG. Persentase tertinggi alat/cara KB aktif yang digunkan oleh PUS peserta KB adalah pemakaian KB suntik yaitu 44. 2009 D. pil. Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (usila) yaitu yang berumur 45-59 tahun dan pelayanan usila yaitu yang berumur 60 tahun keatas tahun 2009 adalah sebesar 37. kondom dan obat vagina. Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi. Polio. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu. seperti pada grafik 4. Pelayanan kesehatan prausila dan usila paling tinggi pada kecamatan Riung dan Kecamatan Riung Barat. Grafik 4.55%. persentase desa yang telah mencapai UCI dilaporkan sebesar 81.

Difteri. DPT. Pustu dan Polindes serta sarana kesehatan lainnya. Pertusis.12 Cakupan Imunisasi BCG. dilihat dari indikator cakupan imunisasi campak. Polio 4 kali. Untuk menilai kelengkapan imunisasi dasar bagi bayi. Pelayanan imunisasi bayi di Kabuputen Ngada dilakukan di Posyandu. karena imunisasi campak merupakan imunisasi terakhir yang diberikan pada bayi. Hepatitis B. kematian dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC. Puskesmas. Tetanus. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. HB 3 kali dan campak 1 kali.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Untuk menurunkan angka kesakitan. cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik 4. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 39 . Polio dan campak. Sedangkan untuk menilai angka drop out cakupan imunisasi dasar dapat dilihat dari selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan cakupan imunisasi campak. DPT 3 kali. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali.Grafik 4.

Pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 kali setahun yaitu bulan Februari dan Agustus pada tahun 2009 sebesar 70. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 26.77%.14. pertumbuhan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 40 . hal ini terlihat dari cakupan imunisasi campak. Grafik 4. Cakupan Imunisasi TT pada IBu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 2009 F.83%.Dari grafik diketahui bahwa kelengkapan imunisasi dasar lengkap bagi balita adalah 73. Gambar 4. Cakupan imunisasi secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 23. angka drop out imunisasi yaitu 6. Upaya Penyuluhan Kesehatan 1.17%.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada tahun 2009 Imunisasi TT kepada Wanita Usia Subur diberikan selama 5 kali yaitu Imunisasi TT1 sampai TT5. Garam Yodium Yodium sangat diperlukan bagi tubuh dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tubuh yaitu kebodohan.

masih jauh dari target SPM 2010 yaitu desa dengan garam yodium baik 80%.40%) termasuk pada kategori desa/kelurahan dengan garam beryodium yang baik. 14. Pelayanan Dasar Gigi Pemeriksaan gigi dan mulut merupakan bentuk upaya promotif. juga ada pembagian kapsul yodium bagi WUS di desa. preventif dan kuratif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut.terlambat dan gondok apabila kekurangan zat yodium yang sering disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium). pengobatan dan penambalan sementara. dengan pemeriksaan sampel garam yodium tidak lebih dari 2 sampel garam yang kandungan yodiumnya dibawah standar. 2. dari 22. maka dilakukan pemantauan dengan menggunakan Yodina test. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 41 . Pelayanan dasar gigi ini disarankan minimal 2 kali setahun.22. sehingga survey pemakaian garam yodium di rumah tangga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko GAKY. Sebagai cerminan desa/kelurahan dengan garam beryodium baik pada tahun 2009 menunjukkan dari 94 desa/kelurahan sebanyak 22 desa/kelurahan (23.967 murid yang ada.597 murid yang diperiksa. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada ada beberapa Puskesmas yang tidak membagikan kapsul yodium oleh karena keterbatasan dana untuk pengadaan kapsul yodium.56%. Kabupaten Ngada merupakan salah satur daerah endemis GAKY. yang dilakukan baik di sekolah atau di Puskesmas. Karena terbatasnya dana untuk penyelenggaraan survey desa bergaram yodium baik. hal ini sangat mudah dilakukan tanpa harus memiliki ketrampilan khusus. terutama pada WUS di daerah endemic. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas di wilayah Kabupaten Ngada tahun 2009 dilakukan melalui pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 135. maka beberapa puskesmas mengatasinya dengan melakukan iodine test di sekolah. untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. dimana daerah tersebut ada kasus GAKY. Kabupaten Ngada melakukan pemantauan kandungan yodium dalam garam dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas. Jumlah murid yang mendapatkan perawatan gigi yakni sebanyak 3151 orang. Hal ini menunjukan bahwa semua garam konsumsi yang beredar belum memenuhi syarat kandungan yodium. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 33. Adapun pelayanan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk murid SD pada tahun 2009 sebesar 63. Untuk melihat kualitas yodium dalam garam. pencabutan gigi tetap sebanyak 604 dengan rasio tambal cabut sebesar 0. dengan meminta siswa untuk membawa garam dari rumah masing-masing. Untuk mengatasi GAKY. kegiatan yang dilakukan yaitu pencabutan gigi sulung.

2009. Pasien harus berobat ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa. maka persentase tertinggi adalah kunjungan penduduk di Puskesmas Aimere sebesar 149%. 2009 Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dan jaringannya lebih tinggi daripada kunjungan rawat jalan Rumah Sakit. sehingga merupakan pelayanan rujukan strata 1. dan 3 puskesmas yaitu Riung. Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan sedang hingga berat. mengingat Kabupaten Nagekeo belum mempunyai Rumah Sakit.15 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Puskesmas. hal ini disebabkan karena peningkatan strata RSUD Bajawa dari UPTD menjadi RSUD Tipe C. Sedangkan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas disamping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani kunjungan rawat jalan. Sedangkan pelayanan Rawat Inap menjadi lebih tinggi karena jumlah Bed bertambah menjadi 100 buah dan pelayanan pasien rawat inap dari Nagekeo masih dilayani Kabupaten Ngada di RSUD Bajawa. Laporan Kunjungan RS.4. Kunjungan rawat jalan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. hal ini berarti ada penduduk yang berkunjung ke Puskesmas Aimere lebih dari satu kali dalam setahun. Begitupun di Puskesmas Kota dengan persentase rawat jalan dibanding jumlah penduduk di wilayah kerjanya adalah 109% dan Puskesmas Watumanu Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 42 . Waepana dan Aimere sudah melayani rawat inap.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 1. dengan kata lain . Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di sarana kesehatan dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 4. Semua puskesmas di wilayah kabupaten Ngada dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan.

Laboratorium Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan harus memiliki laboratorium kesehatan agar mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar. Di Kabupaten Ngada pada tahun 2009 terdapat 8 sarana kesehatan yang dilengkapi dengan laboratorium kesehatan dan telah berfungsi dengan baik yaitu rumah sakit umum. Namun pelayanan spesialis ini tidak menetap melainkan kerjasama dengan dokter ahli yang melakukan kunjungan tiap 3 bulan sekali. penyakit dalam dan anak tersedia di rumah sakit umum bajawa. 6 puskesmas dan 1 Balai Pengobatan Swasta. Sedangkan pelayanan 4 spesialis dasar yaitu pelayanan kandungan dan kebidanan. Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Sedangkan Puskesmas Koeloda dengan wilayah kerja terluas. Persentase kunjungan rawat jalan di 5 Puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Maronggela. Puskesmas Riung serta jaringannya persentase kunjungan rawat jalan 105%. Puskesmas Waepana. Persentase kunjungan rawat jalan dapat dilihat pada grafik berikut ini. dan persentase terendah adalah kunjungan ke Puskesmas Natarandang. dengan sarana laboratorium yang memenuhi syarat. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 43 .persentase kunjungan rawat jalan 106%. misalnya pemeriksaan darah malaria.16. Puskesmas Watukapu dan Puskesmas Natarandang dibawah 100%. persentase kunjungan rawat jalan ke sarana pelayanan kesehatan dasar sama banyak dengan jumlah penduduk tercatat yaitu 100%. Grafik 4. bedah. Laporan RSUD 2009 2. pemeriksaan sputum dan pemeriksaan lainnya. Puskesmas Surisina. dan data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 42. tersedianya reagen dan bahan-bahan penunjang pemeriksaan. Berfungsi dengan baik maksudnya adalah adannya tenaga analis terlatih untuk melakukan pemeriksaan.

Pada tahun 2009 ketersediaan obat esensial di Kabupaten Ngada sebesar 67.26% dimana dari 168 obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas terdapat 113 jenis yang telah terpenuhi 100%. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. keterjangkauan. tatanan institusi dan tatanan TTU (Tempat-tempat Umum). Dalam konsep PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat beberapa tatanan. dll. Ketersediaan Obat Esensial/Generik Adanya penerapan dalam penggunaan obat essensial dan generik. yang penyediaannya dilakukan dengan pengadaan obat dari berbagai sumber dana APBN. Dalam profil ini. Dalam PHBS terdapat 10 indikator yaitu : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi 0-6 bulan diberi ASI Eksklusif 3) Seluruh anggota keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4) Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih 5) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat 6) Keluarga mempunyai rumah dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni (9m2/orang) 7) Keluarga mempunyai rumah yang lantainya bukan dari tanah 8) Seluruh anggota keluarga tidak merokok dalam rumah 9) Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit seperti mencuci pakaian. 10) Makan buah dan sayur setiap hari.3 Perilaku Hidup Masyarakat Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. dan pemerataan obat dalam pelayanan kesehatan. hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga karena Rumah Tangga sebagai dasar terhadap perubahan perilaku masyarakat secara umum.3. Dengan menerapkan perilaku yang sehat. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. angka ini belum mencapai target SPM nasional 90% sedangkan ketersediaan obat generik sebesar 100% atau sesuai dengan kebutuhan rata-rata tiap puskesmas yaitu 127 jenis obat. mengepel lantai. dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan. 4. tiga tatanan yang menjadi sasaran utama PHBS adalah tatanan rumah tangga. revitalisasi pemasyarakatan konsepsi obat esensial dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitas pelayanan pemerintah maupun swasta. APBD I dan APBD II. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 44 . diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat terlambat /kurangnya kesadaran dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan. menyapu halaman. menurut HL Blum adalah faktor perilaku.

Pencapaian ini belum memenuhi dari target SPM untuk rumah tangga sehat 65% pada tahun 2010.Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2009 pendataan PHBS dilakukan pada tiap kecamatan diambil sampel 3495 KK yang dijadikan sampel. Grafik 4. Rendahnya cakupan Rumah tangga yang ber-PHBS antara lain disebabkan oleh capaian kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga di setiap rumah tangga masih rendah. dimana pada tahun 2008 cakupan rumah tangga ber PHBS sebesar 16%.757 KK maka sampel ini belum representatif atau belum bisa mewakili penerapan PHBS di Rumah tangga.59%. Agar mendapatkan data yang lebih akurat mengenai PHBS maka sampel yang diambil harus lebih banyak dan representatif. kurangnya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya ber-PHBS. Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Untuk itu perlu adanya upaya pemecahan masalah antara lain dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang PHBS bagi masyarakat serta meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor. Didapatkan hasil keluarga ber PHBS sebesar 51. Data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 45. capaian pemberian ASI Eksklusif dan masih banyak anggota keluarga yang merokok dalam rumah. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 maka mengalami peningkatan. jika dibandingkan dengan jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Jerebuu yaitu 1. namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk melakukan pendataan Rumah Tangga ber-PHBS.17. Dari 10 Puskesmas. cakupan PHBS tertinggi pada puskesmas Watumanu kecamatan Jerebuu yaitu dari 200 KK yang dijadikan sampel semuanya menerapkan 7 indikator dari 10 indikator PHBS. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 45 .

Sarana Sanitasi Dasar Pembuangan kotoran baik sampah. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 47. air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air.008 rumah) diantaranya termasuk kategori rumah sehat.5% di wilayah kerja Puskesmas Waepana. pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana sanitasi lingkungan pemukiman (PLP). Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan.352 KK yang ada sebanyak 25.94% atau 24.752 rumah yang ada jumlah yang diperiksa sebanyak 87. 2009 Dari data tersebut terlihat bahwa cakupan rumah sehat terendah adalah 12. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 4.405 rumah dan hasil pemeriksaan 61. serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat. sarana air bersih. ventilasi rumah yang baik.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 2. kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah.4 Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 1. yang memilki jamban yang sehat. tempat pembuangan sampah.4.5% di wilayah kerja puskesmas Natarandang sedangkan cakupan tertinggi 70. Berdasarkan data dari puskesmas tahun 2009 dari 27.575 KK yang diperiksa. sarana pembuangan air limbah. Kondisi sarana penyehatan lingkungan pemukiman di Kabupaten Ngada Tahun 2009 dari 29. tempat sampah. dengan hasil sebagai berikut sebagai berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 46 . Jamban.50% (15. Bila dibandingkan dengan target Indikator Indonesia Sehat (IS) Rumah tangga sehat 80% maka pencapaian rumah sehat kabupaten Ngada belum memenuhi target. Untuk meningkatkan jumlah rumah sehat perlu upaya sektor terkait untuk meningkatkan motivasi masyarakat.

32% dan dari KK yang memilki pengolahan air limbah tersebut 56. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. 3. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk di wilayah Ngada maka kebutuhan air bersih semakin bertambah. restoran.Jumlah KK yang telah memiliki sarana air bersih : 81. penampungan air hujan 1.89% Jumlah KK yang telah memiliki tempat sampah : 26.9%. sarana pembuangan air limbah.35% dan jamban yang memenuhi criteria jamban sehat sebesar 68. luas lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar. tempat pembuangan sampah. sumur gali dan air permukaan.31%. sumur pompa tangan 0. Jumlah KK yang telah memiliki pengolahan air limbah : 6. Untuk pengelolaannya pada daerah pemukiman di perkotaan dikelola PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten.55% dan sumber lainnya 1. pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah pada tempatnya. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makana/minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih.15% diantaranya memenuhi criteria pengolaan air limbah sehat. yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban). TUPM meliputi hotel. Jumlah KK yang telah memiliki jamban untuk tempat Buang Air Besar (BAB) : 83. sumur dalam.22%.63% dengan rincian sumber air dari ledeng 79. ventilasi yang baik. Data selengkapnya mengenai sarana Sanitasi Dasar dapat dilihat pada lampiran Tabel 48 dan 49. Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi oleh banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit. perbaikan. pemanfaatan dan pemeliharaan. Upaya peningkatan kualitas air bersih akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi. dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai. memperlihatkan bahwa jumlah TUPM Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 47 . Permasalahan terbanyak yang dihadapi Kabupaten Ngada yang berkaitan dengan air adalah terbatasnya dana untuk pembuatan sarana air bersih di daerahdaerah yang sulit air sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada masih belum memenuhi target SPM. Data dari Profil Puskesmas 2009 dan laporan dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009. sumur gali 5. pasar dan lain-lain.76% dan dari seluruh KK yang memilki jamban tersebut 71. Sistem yang digunakan melalui perpipaan dan non perpipaan.1%.8% diantaranya memenuhi criteria tempat sampah sehat. Upaya sanitasi meliputi pembangunan. Adapun sumber air di Kabupaten Ngada pada umumnya berasal dari mata air.

sarana pendidikan 96. karena ada beberapa 3 sarana sarana pustu/polindes yang tidak terpakai. juga dilakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi yang ada di Kabupaten Ngada.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. yang diperiksa 255 buah (92.85% dan perkantoran 79.08%) diantaranya termasuk kategori TUPM sehat. Grafik 4.0%.39%). sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 50. jadi tidak dilakukan pembinaan kesehatan lingkungan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 48 .91%. Dari TUPM yang diperiksa.yang ada sebanyak 276 buah. Cakupan TUPM sehat menurut jenis TUPM dapat dilihat pada grafik berikut. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 51.46%. 2009 Selain pegawasan tempat-tempat umum diatas. Laporan Seksi Penyehatan Lingkungan. Berdasarkan laporan puskesmas dan seksi penyehatan lingkungan pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya meliputi sarana kesehatan 97. sarana ibadah 80. sebanyak 143 (56.

karena jumlah penduduknya terhitung paling banyak.1 Sarana Kesehatan A. Dengan demikian rasio puskesmas per 100.1 Peta Penyebaran Puskesmas. Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio puskesmas per 100.000 penduduk dilayani oleh 5 puskesmas.BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 4. Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di kabupaten Ngada sebanyak 10 unit yang tersebar di 9 kecamatan. dimana pada kecamatan Bajawa terdapat 2 Puskesmas.24. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 49 . Peta 5. Dari tahun ke tahun jumlah puskesmas di Kabupaten Ngada terus meningkat untuk pemerataan pelayanan di tingkat dasar. Puskesmas dan Jaringannya Puskesmas dan puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar yaitu kecamatan dan desa.000 penduduk pada tahun 2009 adalah 7.4 yang berarti setiap 100.000 penduduk tahun 2007 adalah 5.000 penduduk dilayani oleh 7 puskesmas. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100.

000 penduduk adalah 23. 2 puskesmas perawatan tersebut yaitu Riung dan Aimere dipersiapkan untuk menjadi puskesmas PONED (Perawatan Obstetrik Neonatal Emenrgensi Dasar). Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta 5. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada jumlah Pustu sebanyak 32 unit. Pustu dan Polindes Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 50 . Peta 5.2.2 yang berarti setiap 100. Oleh karena jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu sebanyak itu maka rasio pustu terhadap puskesmas adalah 3 : 1 artinya setiap puskesmas rata-rata didukung oleh 3 sampai 4 puskesmas pembantu.3. Dari hasil pemetaan sarana kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berikut lokasi sarana kesehatan dasar dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Kecamatan. Sehubungan dengan Revolusi KIA penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB).Jumlah puskesmas pembantu juga cenderung meningkat seiring dengan pemekaran desa/kelurahan yang ada. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas. Riung dan Waepana. dan pada tahun 2009 juga mempersiapkan satu puskesmas (Koeloda) untuk menjadi puskesmas perawatan. yang tersebar di beberapa desa di wilayah kabupaten Ngada. Upaya untuk peningkatan fungsi puskesmas terus dilakukan terutama dalam peningkatan puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit.000 penduduk dilayani oleh 23 puskesmas pembantu. Dengan rasio puskesmas pembantu per 100. dijalur-jalur jalan raya di lokasi yang rawan kecelakaan. Hingga tahun 2009 jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Ngada sebanyak 3 buah yaitu Puskesmas Aimere.

Pada tahun 2009 jumlah pasien yang keluar (hidup dan Mati) sebanyak 4906 pasien. Bed Turn Over (BTO) Bed Turn Over diukur dengan indikator jumlah penderita rawat inap yang keluar (hidup dan mati) dalam 1 tahun dibandingkan dengan jumlah tempat tidur dengan kata lain BTO menggambarkan frekuensi pemanfaatan tempat tidur dalam setahun. warna ungu daerah dengan waktu tempuh 15-30 menit. karena RSU di Nagekeo masih dalam tahap pembangunan. BOR ideal sesuai standar nasional adalah 60-85% sehingga dapat dikatakan BOR RSUD Bajawa tahun 2009 belum memenuhi standar nasional. namun sebagian besar wilayah Kabupaten Ngada dapat menjangkau sarana kesehatan dasar dengan waktu kurang dari 1 jam. dan warna biru gelap waktu tempuh antara 45 – 60 menit. B. warna merah waktu tempuh mencapai 45 menit. Untuk menggambarkan cakupan pelayanan digunakan indikator pemanfaatan tempat tidur dan Indikator pelayanan rumah sakit lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bed Ocupancy Rate (BOR) Bed Occupancy Rate adalah persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit selama satu tahun.946 hari rawat. Pada tahun 2009 BTO RSUD Bajawa adalah 49. sehingga BOR sebesar 54.1 dengan kata lain satu buah tempat tidur dimanfaatkan sebanyak 49 kali dalam tahun 2009. sehingga kasus rujukan dilakukan ke RSUD Tipe C Bajawa. Walaupun jumlah rumah sakit hanya satu namun fasilitas yang tersedia terus bertambah dan mengalami peningkatan baik sarana dan prasarana maupun tipe rumah sakit. Warna hijau muda dengan jarak tempuh kurang dari 15 menit. Jika dibandingkan dengan standar LOS 6-9 hari maka lama hari perawatan di RSUD Bajawa tidak melewati batas standar. Rumah Sakit Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk.Dari peta diatas diketahui bahwa terdapat beberapa daerah dengan waktu jangkau ke sarana kesehatan dasar lebih dari 1 jam/60 menit (daerah dengan warna pudar). Avarage Length of Stay (LOS) Avarage Length of Stay adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit. Standar BTO ideal adalah 40- Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 51 . Jumlah tempat tidur untuk rawat inap yang tersedia sebanyak 100 tempat tidur.6% atau 55%. Atau rata-rata 1 orang pasien dirawat adalah 4 hari. Di kabupaten Ngada terdapat satu buah rumah sakit yang melayani penduduk di 2 kabupaten yaitu Ngada dan Nagekeo. dan jika dibandingkan dengan hari perawatan maka LOS RSUD Bajawa adalah 4 hari. Pada tahun 2009 jumlah hari perawatan RSUD Bajawa sebanyak 19.

Selain rumah sakit dan puskesmas juga terdapat sarana pelayanan kesehatan milik swasta yang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diawasi oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan. Masumeli. St.50 kali dalam setahun. Di kabupaten Ngada tahun 2009 terdapat 5 buah BP (balai Pengobatan) Swasta yaitusebagai berikut : Nama-Nama BP Swasta dan Lokasi Kabupaten Ngada Tahun 2009 1 2 3 4 5 Bp. sehingga dapat dikatakan BTO RSUD Bajawa masih sesuai standar.4. Fatima juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap.Fatima Bp. pemerataan obat generik dan obat esensial yang bermutu bagi masyarakat. Atau rata-rata hari tempat tidur tidak terisi adalah 3 sampai 4 hari. Walburga Mataloko Kel. Sarana Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Upaya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara paripurna. Kec.Bajawa Kel. sehingga GDR 45. BP St. Kec. Dengan kata lain setiap 1000 pasien keluar terdapat 45 pasien meninggal. Tahun 209 jumlah pasien mati seluruhnya 222 pasien. Net Death Rate (NDR) Net Death Rate adalah angka kematian pasien Rumah Sakit 48 jam setelah dirawat di RS untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Rwt. (2) mempromosikan penggunaan obat Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 52 . Gross Death Rate (GDR) Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. NDR RSUD Bajawa Tahun 2009 adalah 27 per 1000 pasien keluar.Mataloko. Gabriel dan BP St.3 per 1000 pasien keluar. St. atau selang waktu pemakaian tempat tidur. Mangulewa. keterjangkauan. dan BP St.Golewa Kecamatan Golewa BP swasta Palang Suci. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. Upaya tersebut dimaksudkan untuk (1) menjamin ketersediaan. Palang Suci Bp. dan juga menempatkan tenaga kesehatan di sarana pelayanan swasta tersebut. Kec. sehingga NDR RSUD Bajawa tahun 2009 sudah melewati standar toleransi.Trikora. Nilai GDR diharapkan tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar sehingga GDR RSUD Bajawa dalam batas toleransi. Golewa Ds. C. Tahun 2009 TOI RSUD Bajawa adalah 3. Gabriel Bp.Soa Ds. Fatima dilengkapi dengan fasilitas bersalin/BKIA. Kec. Turn Over Interval (TOI) Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Santa Maria Bp. Inap St.

Namun demikian tanggapan positif masyarakat ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya mutu pelayanan. oleh dan untuk masyarakat. (3) meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian difarmasi komunitas dan farmasi klinik serta pelayanan kesehatan dasar. sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat disekitarnya. Toga (Tanaman Obat Keluarag). Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). namun dengan adanya anggaran DAK Kesehatan. Madya. Sarana distribusi farmasi di kabupaten Ngada berupa Gudang Farmasi Kabupaten untuk mendistribusikan obat dan perbekalan kesehatan ke semua Puskesmas. sarana dan prasarana belum memadai. Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya. Dalam perkembangannya posyandu mendapat tanggapan positif dari pemerintah dan masyarakat. banyak kader posyandu yang droup out. POD (Pos Obat Desa). adanya LSM Swasta dan anggaran-anggaran lain untuk kesehatan memungkinkan sarana Polindes dibangun berupa bangunan yang layak pakai.7%) Purnama sebanyak 63 buah (23. karena banyak faktor yang menyebabkan mutu posyandu rendah antara lain . menyerupai Pustu namun dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran bangunan Pustu. dan Puskesmas mendistribusikannya ke Pustu dan Polindes. Ngada tahun 2009 sebanyak 274 posyandu dan berdasarkan keempat strata tersebut di kabupaten Ngada baru mencapai 3 strata sebagai berikut: • • • Pratama sebanyak 42 buah (15.3%) Madya sebanyak 169 buah (61.yang rasional dan obat yang generik. Sedangkan posyandu merupakan kegiatan yang tumbuh dari. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat. Purnama dan Mandiri. Jumlah Posyandu yang ada di Kab. D. Polindes awalnya dibangun secara darurat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.0%) Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 53 . sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masih sangat rendah. Tahun 2009 di Kabupaten Ngada terdapat 48 Polindes yang tersebar ke 48 desa di 9 kecamatan. Polindes (Pondok Bersalin Desa). mutu dan keamanan. Untuk mengetahui kualitas posyandu maka dilakukan telaah kemandirian posyandu yaitu suatu cara penilaian strata posyandu menjadi 4 tingkat perkembangan (Stratifikasi posyandu) yaitu kategori Pratama. serta (4) melindungi masyarakat dari penggunaan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan.

4. Data yang tersedia merupakan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. serta cakupan dana sehat < 50 %. rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih. data tenaga kesehatan di setiap sarana pelayanan belum valid karena ada beberapa pegawai yang mengalami mutasi dan mengikuti pendidikan lanjutan di sector pemerintah dan terutama sector swasta.1 Persentase Posyandu Menurut Strata di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Posyandu Aktif adalah Posyandu yang melaksanakan kegiatan hari buka dengan frekuensi lebih dari 8 kali per tahun. Pencapaian Posyandu Aktif Kabupaten Ngada 23% jika dibandingkan dengan target cakupan SPM tahun 80% maka belum memenuhi target.) dengan perkataan lain Posyandu aktif adalah posyandu dengan tingkat kemandirian Purnama dan Mandiri.KB. Lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 46. Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui perekrutan CPNS daerah dan PTT dari Pusat sedangkan untuk pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat. Mengatasi hal tersebut. Gizi. Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sector pemerintah maupun swasta perlu diketahui. kurang proaktifnya petugas dalam mendata ketenagaan. dan sudah ada 1 atau lebih program tambahan. yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Ngada saat ini adalah meningkatkan strata posyandu bukan menambah jumlah posyandu.Grafik 5. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Namun sampai saat ini. Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah. yang mengutamakan upaya peningkatan. tetapi juga diselenggarakan oleh swasta.2 Tenaga Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional untuk melaksanakan upaya kesehatan sesuai paradigma sehat. cakupan program utama (KIA. Imunisasi lebih dari 50 %. yang merupakan tenaga kesehatan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 54 .

Penata Rontgent.000 : 100. Tabel 5. 20. Bila dilihat perbandingan rasio pada tabel diatas maka tenaga kesehatan di kabupaten Ngada masih sangat kurang atau belum mencukupi untuk melayani seluruh penduduk di Kabupaten Ngada. 6. kemudian tenaga teknisi medis (Analis Lab.42% Perawat gigi.74% tenaga sanitasi dan 1.000 Penduduk di Kabupaten Ngada tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Perawat Perawat Gigi Bidan Ahli Gizi Sanitarian Apoteker Sarjana Kesehatan Masyarakat Asisten Apoteker Keterapian Fisik Keteknisian Medis 14 3 3 114 18 72 9 14 4 15 12 2 12 Ngada : 100.000 : 100. 2.000 : 100.000 : 100. Tenaga kesehatan tersebut tersebar di Dinas Kesehatan.000 : 100.34% tenaga Kesehatan Masyarakat.35% teknisi medis yaitu analis kesehatan.000 : 100.pemda/pegawai negeri. 2009 Bila dilihat dari rasio masing-masing tenaga kesehatan di kabupaten Ngada dibandingkan dengan rasio tenaga kesehatan standar nasional maka tenaga Perawat dengan rasio 114 per 100.5% 35% 40% 37. Tenaga yang bekerja pada instansi kesehatan pada tahun 2009 sejumlah 455 orang. Persentase tenaga kesehatan menurut jenisnya di Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. dokter gigi dan dokter spesialis. Anestesi dan fisioterapi. Teknik elektromedik dan Anestesi) yaitu 12 per 100. 41.000 : 100.000 : 100. 4.000 : 100.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 : 100. Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut sebanyak 7. sedangkan banyak tenaga kesehatan yang berstatus sukarela tidak didata.000 : 100.000 Persentase 35% 50% 27.55% tenaga farmasi.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 penduduk. ATEM. 3.000 Standar Nasional 40 6 11 117 30 100 40 40 10 40 30 4 15 : 100. 5. RSUD Bajawa dan Puskesmas serta BP Swasta yang ada Di Kabupaten Ngada dengan rincian tenaga yang bekerja di Dinas Kesehatan sebanyak 61 orang.000 : 100.000 : 100. di RSUD 138 orang dan di Puskesmas serta jaringannya 256 orang. Penjelasan mengenai kualifikasi tenaga kesehatan dan penyebarannya seperti dibawah ini : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 55 .000 penduduk merupakan paling tinggi cakupannya (97%).22% adalah tenaga medis yaitu dokter.98% perawat.000 : 100.3% 97% 60% 72% 22.000 : 100.5% 40% 50% 80% Sumber : Subag Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada.86% tenaga bidan.000 : 100.000 : 100.000 : 100. dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 374 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 81 orang.67% tenaga gizi.000 : 100.000 : 100.000 : 100.

yang diikuti oleh 45 orang Bidan. Tenaga dokter gigi tahun 2009 sebanyak 4 orang dokter gigi yaitu 2 orang dokter gigi PTT bertugas di Puskesmas dan 2 orang dokter gigi PNS di RSUD Bajawa. bidan dengan pendidikan DIII sejumlah 18 orang dan Bidan DI sejumlah 82 orang. Dengan rasio tenaga perawat 114 per 100. Dengan demikian rasio tenaga bidan 72 per 100. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 56 . sehingga pelayanan dokter umum yang masih aktif di RSUD Bajawa sebanyak 3 orang. Dr/Drg Spesialis. Dokter Gigi. Spesialis Bedah. Tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas dan Jaringannya sebanyak 93 orang jika dibandingkan dengan jumlah sarana kesehatan dasar yaitu 10 Puskesmas. dengan rincian 12 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas dan 7 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa. Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak.000 penduduk masih jauh dari standar nasional 40 per 100. 32 Pustu dan 48 Polindes (90 sarana) maka tenaga perawat masih belum memenuhi kebutuhan pada sarana kesehatan yang ada. Dengan rasio dokter gigi 3 per 100. Jika dilihat kualifikasi pendidikan maka sebagian besar bidan belum memenuhi standar kompetensi kebidanan yaitu Diploma 3. Dan untuk mengatasi dokter umum di pelayanan gawat darurat dilakukan kerjasama dengan dokter PTT Puskesmas secara bergilir mendapat tugas jaga di Unit Gawat Darurat Bajawa. Pustu dan Polindes. Pada tahun 2009 jumlah tenaga Dokter Spesialis sebanyak 4 tenaga Dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam. dengan rincian 93 bertugas di Puskesmas. Hal ini diatasi dengan penyelenggaraan Progsus D3 Kebidanan kerja sama dengan Poltekkes Kesehatan Kupang di Bajawa. Menurut kualifikasi pendidikan.000 penduduk. masih jauh dibawah standar nasional. Menurut kualifikasi pendidikannya. yang bergantian selama 3 bulan sekali bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar. Tenaga Perawat di Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebanyak 157 orang.000 penduduk belum menggambarkan rasio sebenarnya jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya.000 penduduk. Sehingga rasio tenaga dokter spesialis 3 per 100.000 penduduk. Dengan rincian 78 bidan bertugas di Puskesmas dan 22 bidan bertugas di RSUD Bajawa. D3 Keperawatan 166 orang dan SPK 34 orang.Tenaga Medis terdiri dari Dokter Umum. Jumlah tenaga dokter umum tahun 2009 sebanyak 19 orang. sehingga 3 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas diperbantukan ke RSUD Bajawa. 4 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa sedang melanjutkan pendidikan. perawat dengan pendidikan S1 keperawatan sebanyak 7 orang. Jumlah tenaga Bidan tahun 2009 sebanyak 100 orang. 60 bertugas di RSUD Bajawa dan 4 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. belum menggambarkan rasio dokter spesialis sebenarnya.000 Penduduk. Rasio dokter umum dalah 14 per 100. Namun 4 tenaga dokter spesialis ini merupakan tenaga kontrak atau tidak tetap.

Dengan rasio perawat gigi 18 per 100. 2 Apoteker bertugas di RSUD dan 1 Apoteker bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat 15 per 100. Tenaga ATEM dan Photorontgent sejumlah 7 orang dan bertugas di RSUD (ATEM 2 orang dan Rontgent 5 orang). Secara kualifikasi pendidikan sanitarian dengan pendidikan D3 Sanitasi 13 orang dan pendidikan SPPH 6 orang. Rasio asisten apoteker 12 per 100.000 penduduk. D3 farmasi 7 orang dan SMF 8 orang. Tenaga Gizi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang bertugas di Puskesmas. tenaga D3 gizi 10 orang dan D1 gizi 1 orang.000 penduduk. 2 orang bertugas di RSUD dan 2 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 57 . yaitu Sarjana Farmasi 2 orang. 3 orang bertugas di RSUD dan 16 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Sanitarian atau tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Ngada sebanyak 19 orang dengan rincian 13 sanitarian bertugas di Puskesmas. Puskesmas Watukapu dan Natarandang belum mempunyai tenaga farmasi. Terdapat 7 Puskesmas yang belum memiliki tenaga analis.000 penduduk. sehingga labkes belum berfungsi maksimal. Apoteker di Kabupaten Ngada sejumlah 6 orang. 2 Puskesmas belum mempunyai tenaga gizi yaitu Pusksesmas Watukapu dan Natarandang. 4 orang di RSUD dan 1 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. dengan rincian 2 orang bertugas di Puskesmas.000 penduduk. Tenaga Analis Laboratorium tahun 2009 sebanyak 9 orang yaitu 3 orang di Puskesmas dan 6 orang di RSUD.000 penduduk. Sarjana Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 21 orang. Rasio tenaga gizi 9 per 100. Tenaga farmasi dan asisten apoteker berjumlah 17 orang. 3 Apoteker bertugas di Puskesmas.Perawat gigi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 25 orang dengan rincian 20 orang bertugas di Puskesmas.000 penduduk. Secara kualifikasi pendidikan tenaga gizi D4 sebanyak 1 orang bertugas di RSUD. Tenaga ATEM sangat kekurangan mengingat peralatan kesehatan yang begitu banyak memerlukan tenaga teknisi khusus dalam maintenance dan perbaikan. Dengan rasio Apoteker 4 per 100. Rasio sanitarian 14 per 100. 1 orang bertugas di RSUD dan 5 orang bertugas di Dinas Kesehatan.

Peta 5.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Gigi dan Dokter Umum di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 58 .

755. Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi.angka ini sudah termasuk anggaran pemerintah maupun bantuan luar negeri.416.72% dari total APBD yaitu Rp. APBD. Alokasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan kabupaten Ngada dapat dilihat pada tabel berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 59 . Pada tahun 2009 total pembiayaan kesehatan kabupaten Ngada adalah sejumlah Rp.. 31. bantuan luar negeri dan sumber-sumber pemerintah lainnya.bila dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan yang dialokasikan melalui APBD maka anggaran kesehatan kabupaten Ngada adalah 6..383.060.321.382. 186. Alokasi anggaran tersebut merupakan anggraan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada.779.652.398. Total APBD kabupaten Ngada tahun 2009 adalah sejumlah Rp. Sedangkan anggaran kesehatan pemerintah per Kapita adalah Rp.3 Pembiayaan Kesehatan Pembiayanan kesehatan di kabupaten Ngada berasal dari berbagai sumber yaitu APBN. Sanitarian dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 4.sudah termasuk dengan gaji pegawai.Peta 5. 25.741..660.6.

344.668.000.000.660.125.685.00 Pinjaman/Hibah luar negeri AIP-MNH (AussAid) Proyek Gafi/GV 587.416.62 1.779.500.487.242.411.4.43 26.138.2 Realisasi Anggran Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Alokasi Anggaran Kesehatan No 1 Sumber Biaya Rp APBD Kab/Kota (Termasuk Gaji dan Dana DAK) 2 3 APBD Propinsi APBN 4 JAMKESMAS DEKON 1.0 3.800.09 25.321.1.31.000.Tabel 5.000.935.080. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 60 .1.652.250.33 0.416.935.57 4.1.333.08 5 6 6 Bansos (Bantuan Sosial) ADB (DHS II) Jamkesmas Pemda TOTAL Anggaran kesehatan ini merupakan anggaran kesehatan pada istansi kesehatan saja belum termasuk anggaran kesehatan dari sektor-sektor terkait lainnya.133.89 1.% 83.060.660.0.000.

Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kabupaten Ngada selama tahun 2009 tergambar dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. karena sangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan. perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Ngada. Di bidang Sistem sistem kesehatan. profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting. Gambaran yang demikian merupakan fakta diketahui oleh seluruh pejabat publik dan masyarakat. apalagi dalam era desentralisasi. Walaupun demikian. diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada senantiasa mencari terobosan-terobosan dalam hal mekanisme pengumpulan data dan informasi secara cepat untuk melengkapi data dan informasi kesehatan khususnya yang bersumber dari puskesmas. sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal. namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi di jajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditunggu. melalui dari Dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Kesehatan. sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. Namun disadari. sejalan dengan perbaikan kondisi umum. Oleh karena itu. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hingga tahun ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan. kesehatan satu Profil utama perkembangannya. pengumpulan data dan informasi dari Puskesmas menjadi relatif lebih sulit. dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kabupaten Ngada. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini belum mendapat apresiasi yang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan harapan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 61 . upaya pelayanan kesehatan. maka penyediaan data/informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. lintas sektor maupun masyarakat. antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat. Informasi informasi data dan informasi Salah adalah ini diperoleh luaran Kesehatan.BAB VI PENUTUP 6. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan.1 Kesimpulan Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan.

Adanya peningkatan AKI perlu mendapat perhatian serius. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 62 . Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam lampiran Profil Kesehatan ini salah satunya disebabkan ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya. Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan keseriusan dari tingkat bawah yaitu pustu dan puskesmas dalam pencatatan dan pelaporan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan. 5. Dari gambaran pencapaian pelaksanaan program kesehatan di atas. Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan. Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan keakuratan data. 4. 6.2 Saran 1. penanggulanngan AKI diutamakan dimulai dari tingkat keluarga dan desa dengan mengoptimalkan Program Desa Siaga.6. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang. sejalan dengan kebijakan Provinsi NTT dalam Revolusi KIA. Penyusunan buku Profil kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Optimalisasi kinerja TIM SIKDA Kabupaten Ngada untuk pengumpulan data profil kesehatan. baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional. dapat diketahui bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum optimal. 3. 2. Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2009 ini dapat bermanfaat. Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas.

00  %  100  %  6.015  Jiwa  71.52  100.  DERAJAT KESEHATAN  B. Lampiran  A.2  Angka Kesakitan  19  AFP Rate < 15 th  20  TB Paru Sembuh  21  Pneumonia Balita Ditangani  22  HIV/AIDS ditangani  23  Infeksi Menular Seksual ditangani  24  Angka Kesakitan DBD  25  DBD ditangani  26  Angka Kesakitan Diare  27  Diare pada Balita ditangani  28  Angka Kesakitan Malaria  29  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)  30  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)  31  Kasus Penyakit Filariasis ditangani  32  Jumlah Kasus Difteri  33  Jumlah Kasus Pertusis  34  Jumlah Kasus Tetanus  35  Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum  36  Jumlah Kasus Campak  37  Jumlah Kasus Polio  38  Jumlah Kasus Hepatitis B  B.66  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 11  Tabel 12  Tabel 12  Tabel 13  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  72.83  %  51.42  94.1  Angka Kematian  12  Jumlah Lahir Hidup  13  Jumlah Bayi Mati  14  Angka Kematian Bayi (dilaporkan)  15  Jumlah Balita Mati  16  Angka Kematian Balita (dilaporkan)  17  Jumlah Kematian Ibu Maternal  18  Angka Kematian Ibu (dilaporkan)  B.050  Jiwa  2  85.621  Km  94  Desa/Kel  138.7  9  Balita  2.9  7  Ibu  224.7  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 7  Tabel 7  ­  61.42  %  48.73  %  100  %  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  .  GAMBARAN UMUM  1  Luas Wilayah  2  Jumlah Desa/Kelurahan  3  Jumlah Penduduk  2  4  Kepadatan Penduduk /Km  5  Jumlah Penduduk Laki­laki  6  Jumlah Penduduk Perempuan  7  Rasio Beban Tanggungan  8  Rasio Jenis Kelamin  9  Pddk 10 th keatas Melek Huruf  10  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki­laki)  11  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)  B.RESUME PROFIL KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  INDIKATOR  ANGKA/NILAI No.3  Status Gizi  39  Kunjungan Neonatus (KN2)  40  Kunjungan Bayi  41  Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)  42  BBLR ditangani  1.34  50.17  Jiwa/Km  67.70  %  100  %  100.22  %  1.02  100  %  77.035  Jiwa  65.00  %  18.41  %  76.91  %  2  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 5  Tabel 5  Tabel 5  3115  Bayi  55  Bayi  17.

2  Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan  85  Sarkes yang memiliki Labkes  C.51  %  4.28  %  79.27  %  8.18  %  56.00  %  59.20  %  6.99  %  Tabel 45  Tabel 46  87.77  %  6.42  %  67.17  %  41.83  %  100. Terkena KLB ditangani < 24 jam  74  Bayi yang diberi ASI Eksklusif  75  Desa/Kel.07  %  23.76  %  58.00  %  50.40  %  0.34  %  70.94  %  Tabel 47 .  UPAYA KESEHATAN  C.91  %  73. Lampiran  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  83.00  %  45.06  %  76.55  %  37.37  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  6.56  %  66.3  Perilaku Hidup Masyarakat  86  Rumah Tangga ber­PHBS  87  Posyandu Aktif  C.4  Keadaan Lingkungan  88  Rumah yang diperiksa kesehatannya  ANGKA/NILAI  76.42  %  0.00  %  100. Dg Garam Beryodium yg baik  76  Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap  77  Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)  78  Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)  79  Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar  80  Penduduk Miskin dicakup Jamkesmas  81  Penduduk Miskin Mendapat Yankes  82  Bayi Gakin BGM Mendapat MP­ASI  83  Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila  84  WUS yang diberi Kapsul Yodium  C.22  %  63.42  %  64.88  %  13. Gadar  73  Desa/Kel.00  %  71.59  %  22.94  %  Tabel 43  51.90  %  100.72  %  52.NO  INDIKATOR  43  Balita ditimbang  44  Balita BB Naik  45  BGM  46  Balita Gizi Buruk  C.35  %  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 19  Tabel 19  Tabel 20  Tabel 21  Tabel 22  Tabel 23  Tabel 23  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 25  Tabel 25  Tabel 26  Tabel 27  Tabel 27  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 29  Tabel 30  Tabel 32  Tabel 33  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 36  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 39  Tabel 40  52.31  %  0.79  %  23.70  %  71.40  %  92.19  %  No.1  Pelayanan Kesehatan  47  Kunjungan Ibu Hamil (K1)  48  Kunjungan Ibu Hamil (K4)  49  Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan  50  Deteksi Dini Tumbang Anak Balita  51  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI  52  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU  53  Peserta KB Baru  54  Peserta KB Aktif  55  Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)  56  Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)  57  Desa/Kelurahan UCI  58  Cakupan Imunisasi Campak Bayi  59  Drop­Out Imunisasi DPT1­Campak  60  MP­ASI Bayi BGM  61  Anak Balita Mendapat Vit.90  %  92.23  %  100.05  %  100  %  100  %  81.A 2x  62  Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan  63  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1  64  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3  65  WUS dg imunisasi TT5  66  Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk  67  Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk  68  Bumil Risti/Komplikasi  69  Bumil Risti/Komplikasi ditangani  70  Neonatal Risti dirujuk  71  Neonatal Risti dirujuk dan ditangani  72  Sarkes dg Kemampuan Yan.

77  %  83.32  %  56.90  %  No.3  Sarana Kesehatan  116  Jumlah Desa Siaga  117  Jumlah Polindes  118  Jumlah Posyandu  ANGKA/NILAI  61.50  %  87.99  %  Tabel 60  Tabel 60  Tabel 60  41  Desa  45  Polindes  274  Psyd  Tabel 62  Tabel 62  Tabel 62 .660  Rp.13  %  88.  SUMBERDAYA KESEHATAN  D.060.84  %  6.15  %  56.42  %  14.76  %  71.2  Pembiayaan Kesehatan  113  Total Anggaran Kesehatan  114  APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota  115  Anggaran Kesehatan Perkapita  D.1  Tenaga Kesehatan  102  Jumlah Tenaga Medis  103  Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan  104  Jumlah Tenaga Farmasi  105  Jumlah Tenaga Gizi  106  Jumlah Tenaga Tehnisi Medis  107  Jumlah Tenaga Sanitasi  108  Jumlah Tenaga Kesmas  109  Jumlah Tenaga Kesehatan  110  Jumlah Tenaga Dokter Spesialis  111  Jumlah Tenaga Dokter Umum  112  Jumlah Tenaga Dokter Gigi  D.89  %  26.30  %  224.NO  INDIKATOR  89  Rumah Sehat  90  Keluarga yang diperiksa air bersihnya  91  Keluarga yang memiliki akses air bersih  92  KK memiliki Jamban  93  KK memiliki Jamban Sehat  94  KK memiliki Tempat Sampah  95  KK memiliki Tempat Sampah Sehat  96  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah  97  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat  98  TUPM Sehat  99  Institusi dibina Keslingnya  100  Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes  101  Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes  D.  2.08  %  88.35  %  64. Lampiran  Tabel 47  Tabel 48  Tabel 48  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 50  Tabel 51  Tabel 52  Tabel 52  27  Orang  104  Orang  23  Orang  12  Orang  20  Orang  19  Orang  21  Orang  390  Orang  4  Orang  19  Orang  4  Orang  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 55  Tabel 55  Tabel 55  31.416.18  %  45.

49  103.827  7.050  29.894  4.0  131  3.7  25  1.394  4.50  250.388  7.5  97  6.26  133.19  2  JUMLAH  DESA  4  9  18  8  9  7  7  10  6  4  KELURAHAN  5  3  3  0  8  0  0  2  0  0  DESA+KEL.864  34.7  85  Sumber: BPS Kab. JUMLAH PENDUDUK.992  32. 6  12  21  8  17  7  7  12  6  4  NO  KECAMATAN  JUMLAH  PENDUDUK  7  14.  JUMLAH DESA/KELURAHAN.026  4.930  8.947  14.  DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  LUAS  WILAYAH  (km  )  3  152.94  312.309  11.14  327.Ngada (Ngada Dalam Angka.757  4.TABEL 1  LUAS WILAYAH.30  167.8  247  1.7  139  1.38  91.6  97  7.397  5.645  4.998  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  RATA­RATA  KEPADATAN  RUMAH  JIWA/RUMAH  PENDUDUK  2  TANGGA  TANGGA  /km  8  9  10  3.656  5.620.2009)  .265  4.352  4.3  44  1.0  50  2.318  4.92  78  16  94  138.72  82.9  48  JUMLAH (KAB/KOTA)  1. JUMLAH RUMAH TANGGA.795  4.

864  34.141  16.764  3.384  838  641  1.093  5. Profil Kesehatan Puskesmas  Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3  LAMPIRAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 .837  2.8  92.3  91.050  1.641  380  1.520  RASIO  RASIO  BEBAN  JENIS  TANG  KELAMIN  GUNGAN  18  19  76.011  997  2.TABEL 2  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN.436  8.067  2.929  372  1.930  8.920  3.799  16.217  3.978  471  679  766  346  286  PEREMPUAN (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  13  14  15  1.5  72.6  75.957  7.1  72.571  7.530  14. KELOMPOK UMUR.  RASIO BEBAN TANGGUNGAN.998  JUMLAH PENDUDUK  <1  4  149  385  74  392  144  162  94  76  66  1­4  5  785  1.1  97.3  NO  1  KECAMATAN  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  138.322  804  1.386  2.7  98.248  280  501  217  226  198  290  113  JML  17  7.431  4.5  49.542  6.645  15.907  4.517  845  1.9  90.309  11.957  3.547  67.002  473  3.795  4.723  17. RASIO JENIS KELAMIN.992  32.388  7.035  65.889  918  2.168  212  >=65  9  457  972  225  758  192  278  209  340  116  JML  10  7.751  4.193  16.354  31.329  432  736  695  257  275  LAKI­LAKI (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  6  7  8  1.760  583  632  1. DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDU  K  3  14.642  742  1.6  79.558  590  948  1.553  30.645  502  3.3  93.4  94.478  <1  11  178  495  89  461  153  148  78  121  87  1­4  12  818  1.661  1.947  14.246  7.241  3.268  3.015  1.726  10.179  4.616  71.487  8.8  96.531  977  2.701  6.742  3.399  2.947  3.827  7.193  2.048  2.6  70.626  10.747  2.3  Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota.013  1.353  1.3  76.884  3.292  941  1.215  973  1.810  7.9  94.220  3.6  64.216  6.186  216  >=65  16  543  1.4  92.397  615  852  1.

495  2.109  3.236  2.932  6.TABEL 3  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK  LAKI­LAKI  3  1.155  2.989  8.391  5.213  4.542  5.429  15.904  4.409  2.510  2.259  1.720  6.227  660  123  71.384  10.578  16.530  6.073  4.465  7.176  4.311  5.945  6.681  6.050  NO  KELOMPOK UMUR (TAHUN)  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  2  < 1  1 ­ 4  5 ­ 9  10 ­ 14  15 ­ 19  20 ­ 24  25 ­ 29  30 ­ 34  35 ­ 39  40 ­ 44  45 ­ 49  50 ­ 54  55 ­ 59  60 ­ 64  65 ­ 69  70 ­ 74  75+  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Profil Puskesmas/Kecamatan  06.467  2.342  311  138.810  6.601  6.949  3.035  LAKI­LAKI+PEREMPUAN  5  3.352  12.611  3.626  12.277  682  188  67.589  7.031  4.LAMP PROF NGD 09 PRINT .175  13.964  7.162  7.965  3.504  1.645  6.533  13.208  1.015  PEREMPUAN  4  1.521  2.141  8.

591  .668  50.196  46.647  ­  ­  ­  11  12  PEREMPUAN  SLTP/  SLTA/  MTs  MA  14  15  AK/  UNIVER  DIPLO  JUMLAH  SITAS  MA  16  17  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.370  ­  ­  1.210  54.TABEL 4  PERSENTASE PENDUDUK LAKI­LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT  TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  LAKI­LAKI  NO  KECAMATAN  TIDAK/  TIDAK/  BELUM  BELUM  PERNAH  TAMAT  SEKOLAH  SD  3  4  SLTP/  MTs  6  TIDAK/  TIDAK/  SLTA/  AK/ DIPLO  UNIVE  BELUM  BELUM  JUMLAH  PERNAH  TAMAT  MA  MA  RSITAS  SEKOLAH  SD  7  8  9  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.553  ­  ­  ­  SD/MI  5  SD/MI  13  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KAB NGADA  KABUPATEN NGADA  27  182  1401  372  196  134  55  36  214  1382  238  274  192  34  16776  38  18351  39  4923  868  4617  539  819  712  1161  18243  25  21942  12  4581  687  4275  446  702  498  810  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Ngada Dalam Angka 2009  51.367  ­  ­  2.

130  1.6  55.209  1.512  2.0  31.784  24.726  615  13.540  2.576  23.940  8.0  15.9  105.633  15.690  2.9  11.819  MELEK HURUF  NO  1  KECAMATAN JUMLAH  2  3  5.052  5.225  28.8  34.946  50.0  55.009  52.494  619  312  7  5.1  49.146  51.4  11.786  9.276  8.5  58.3  52.141  11.5  55.897  3.132  2.130  2.800  48.530  392  6.460  3.504  8.750  28.2  %  11  89.TABEL 5  PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS  PEREMPUAN  %  5  85.7  54.987  4.5  19.665  14.6  JUMLAH  6  5.435  12.196  223  7.615  4.150  5.7  6.889  3.951  5.5  70.1  38.293  MELEK HURUF  %  8  93.085  13.357  7.1  56.422  1.0  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  4  4.0  12.715  760  204  10  9.043  4.4  Sumber ; Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2008  .552  3.1  12.0  18.927  1.6  54.8  17.059  4.8  54.264  3.7  55.799  4.188  3.763  2.474  LAKI­LAKI  MELEK HURUF  LAKI­LAKI + PEREMPUAN  JUMLAH  9  10.379  516  JUMLAH (KAB/KOTA)  50.4  59.134  1.

246  905  1.603  3.881  1.461  827  561  JUMLAH  BALITA MATI  10  2  1  1  0  0  1  0  1  2  1  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)  3.24  2.71  1.74  55  17.64  2.415  1.22  2.321  9  2.TABEL 6  JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  LAHIR HIDUP  LAHIR MATI  4  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  5  6  10  1  8  5  4  6  7  5  3  LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI  LAHIR MATI  6  296  840  141  575  307  244  270  267  118  112  7  2.9  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi  .62  4.115  55  3.19  0.68  JUMLAH BAYI  MATI  8  5  10  5  6  5  6  4  7  5  2  JUMLAH  BALITA 9  1.63  1.03  1.39  1.7  14.570  852  1.170  1.

115  3  4  ­  7  224.TABEL 7  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL  JUMLAH LAHIR  KEMATIAN  KEMATIAN  KEMATIAN  JUMLAH  HIDUP IBU HAMIL  IBU BERSALIN  IBU NIFAS  4  5  6  7  8  290  1  1  ­  2  830  2  1  ­  3  140  ­  ­  ­  ­  567  ­  ­  ­  ­  302  ­  ­  ­  ­  240  ­  ­  ­  ­  264  ­  ­  ­  ­  260  ­  1  ­  1  113  ­  1  ­  1  109  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3.72  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)  Sumber: Laporan Seksi KIA. Bidang Yankesda Dinas Kesehatan Kab. Ngada  Keterangan:  ­ Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin  + jumlah  kematian ibu nifas  .

­ Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi .

59  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  .34  100  2.00  #DIV/0!  #DIV/0!  20.26  100.20  1.69  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  4.TABEL 8  JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS  DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK  DIRINCI MENURUT KECAMATAN  TAHUN 2009  JUMLAH  KEJADIAN  KECELAKAAN  3  20  11  1  JUMLAH KORBAN  MATI  4  1  ­  ­  LUKA  BERAT  5  17  ­  1  LUKA  RINGAN  6  126  11  ­  JML  7  144  11  1  ­  ­  25  61  92  ­  % THD  TOTAL  43  3  0  ­  ­  7  18  28  ­  MATI  8  0.00  #DIV/0!  JML  11  100  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  100  #DIV/0!  RASIO KORBAN  PER KEJADIAN  KECELAKAAN  12  7.00  44.00  #DIV/0!  #DIV/0!  1.60  17.00  55.74  ­  #DIV/0!  LUKA  RINGAN  10  87.94  100  0.00  ­  ­  #DIV/0!  % KORBAN  LUKA  BERAT  9  11.00  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  76.53  2.000 PENDUDUK  129  2  57  275  334  241.25  1.50  100.00  1.49  #DIV/0!  NO  KECAMATAN  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  20  40  37  1  ­  ­  5  34  ­  19  27  92  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO PER 100.07  82.81  ­  100.

00  62.00  100.67  54. di wilayah kerja Watukapu.70  194  169  169  100  Sumber: Laporan Program TB Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  LB1 Puskesmas Tahun 2009  Keterangan:  Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Pasien TB (+). DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TB PARU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  AFP    <  15 TH  4  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  KLINIS  5  46  100  63  20  12  4  124  19  36  2  (+)  6  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  DIOBATI  SEMBUH  7  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  8  3  5  2  6  1  1  7  ­  3  1  PNEUMONIA  %  JML  JML PEND  BALITA  % BALITA  DITANGANI  DITANGANI  SEMBUH  PENDERITA  BALITA  9  100. Natarandang dan Maronggela melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Waepana  .64  ­  100.00  10  18  11  22  66  2  17  29  4  20  5  11  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  12  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  ­  ­  426  47  47  29  61.00  63.TABEL 9  AFP RATE.50  66.00  50.55  50.  % TB PARU SEMBUH.

80  45.02  1.0  0  #DIV/0!  1  100.0  100.0  0  #DIV/0!  0  #DIV/0!  1  100.76  100.16  62.0  100.0  100.437  57.0  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  15  15  100  63  63.0  100.0  100.0  100.31  58.0  3  100.0  100. INFEKSI MENULAR SEKSUAL.437  1.488  18.52  9  100  2.80  44.TABEL  10  HIV/AIDS.26  44.0  Sumber:Laporan Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Bidang Kesmas Dinas Kesehatan  Ket:  ­ Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Kasus HIV/AIDS adalah Kasus HIV yang masih hidup dari tahun 2003 dan yang ditemukan baru tahun 2009  .97  16  100.14  100. DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  HIV/AIDS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JML  KASUS  %  DITANGANI  IMS  JML  KASUS  %  DITANGANI  DBD  JML  KASUS  %  DITANGANI  DIARE  JML  KASUS  JML  DIARE  PADA  BALITA  DIARE  PADA  BALITA  DITANGANI  %Diare  Balita  %  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  0  0  0  0  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  5  2  0  3  0  1  3  0  0  1  5  6  5  100.00  100  9  6.0  0  0.0  100.22  59.0  2  100.0  100.0  7  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  8  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  9  100  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  100  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  10  ­  2  0  4  2  1  0  ­  ­  ­  11  2  0  4  2  1  0  12  0  100  0  100  100  0  #DIV/0!  0  0  0  13  166  404  157  504  133  130  258  302  265  169  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  15  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  48.0  3  100.00  42.33  63.

07  ­  38.00  100.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK  10.67  40.00  100.096  369  1.TABEL 11  PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  MALARIA  % POSTIF  6  63.31  42.912  57.00  100.126  2.272  1.00  100.736  347  732  2.83  38.21  34.62  72.721  77.58  36.58  0.633  100.346  544  540  229  % DIOBATI  8  100.00  100.452  232  ­  1.66  7.00  100.46  18.291  199  1  ­  DIOBATI  7  5.19  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KLINIS  4  1.055  345  539  229  POSITIF  5  3.00  100.00  100.00  100.188  579  732  3.838  511  4.742  142  2.854  1.00  Sumber: Laporan Bulanan Penemuan & Pengobatan Malaria Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Ket :  API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)  AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)  .

TABEL  12  PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  KUSTA  % RFT PB  PEND MB  6  7  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  PEND PB  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT PB  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT MB  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % RFT MB  9  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  Sumber: Laporan  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan : Penderita PB tahun X ­ 1. Penderita MB tahun X ­ 2  X = tahun 2009  .

  FILARIASIS  JUMLAH  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  DITANGANI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % DITANGANI  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB1 Puskesmas Tahun 2009  ­  ­  #DIV/0!  .TABEL 13  KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PENDERITA PENY.

TABEL 14  JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KASUS  PD3I  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  DIFTERI  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PERTUSIS  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  NEONATORUM  CAMPAK  8  POLIO  9  HEPATITIS B  10  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009. Laporan Tahunan Bidang Kesmas Tahun 2009  .

31  77.30  66.65  90.226  72.673  76. Profil Puskesmas Tahun 2009  .88  93.95  74.115  2.83  1.074  2.58  79.22  3.507  2.20  64.84  85.74  BAYI  BAYI LAHIR  JML LAHIR  %  DITIMBANG  HIDUP  DITIMBANG  10  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  11  282  800  128  564  251  218  264  214  80  92  12  97  96  91  99  83  91  100  82  71  84  BBLR  13  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  % BBLR  14  3.09  56.37  JML BAYI  7  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  KUNJ  8  254  710  126  379  244  163  290  251  134  122  %  9  77.57  1.96  78.92  6. BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NEONATUS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  287  823  135  562  298  237  261  254  110  107  KN2  5  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  6  82.68  77.31  54.73  54  100  Sumber: Laporan Bidang Yankes 2009.87  54  1.89  1.893  92.81  53.TABEL   15  CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS.32  0.00  80.19  1.10  1.06  1.55  71.83  BBLR  % BBLR  DITANGANI  DITANGANI  15  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  16  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.68  80.91  79.54  84.08  3.41  3.

51  10  62.43  77.35  18.21  0.68  1.415  1.35  79.138  748  519  6  804  2.16  ­  0.19  68.60  4.832  763  1.97  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH (KAB/KOTA)  14.49  3.51  4.48  4.56  17.570  852  1.53  0.037  1.944  7.47  0.72  73.63  3.19  1  .19  13  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  5.52  0.84  55.29  77.45  92.41  6.76  70.87  9.88  % BALITA BGM  7  45  105  30  66  65  37  31  41  32  32  BGM  11  3.060  919  640  1.321  10.23  7.42  72.65  4.47  67.35  73.11  0.99  3.12  4.38  3.15  74.02  9.42  67.881  1.78  2.246  905  1.58  1.87  5.97  2.TABEL 16  STATUS GIZI  BALITA DAN JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BALITA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  BALITA  YANG  DITIMBANG  BB NAIK  ADA  4  1.55  56.78  74.09  0.388  484  898  21  76.603  3.42  8.061  565  786  684  494  710  772  414  98  Gizi  Gizi  Kurang/K  Buruk/  DITIMBANG  BB NAIK  urus  Kurus Skli  8  78  356  20  105  19  24  62  52  144  38  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  9  80.97  2.05  74.77  12  0.461  827  561  5  1.28  6.93  6.27  0.68  6.17  KEC  Prev  BEBAS  Gizi  Gizi  Gizi  RAWAN  Buruk  Kurang/K  Buruk/  urus  Kurus Skli  GIZI  +Kurang  4.33  89.89  90.07  5.10  0.35  5.52  2.09  17.288  2.71  3.

90  3.9  63.14  52.39  91.26  33.34  100.8  89.1  81.674  3.46  62.99  85.48  JUMLAH  9  293  830  140  570  307  244  268  266  117  112  IBU BERSALIN  DITOLONG  NAKES  10  282  800  128  564  251  218  268  214  80  92  %  11  96.0  54. PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  IBU HAMIL NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  466  1.306  58.20  30.915  83.21  55.14  50.8  2.03  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .6  53.NIFAS  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  292  820  140  570  307  244  268  265  116  112  81.34  76.33  52.147  2.13  85.33  76.25  96.2  K4  7  243  863  93  428  170  123  138  126  48  74  %  8  55.0  100.38  82.06  3.43  98. K4).49  81.226  71.897  92.134  2.9  90.95  81.79  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.97  54.45  68.6  100.06  60.00  80.24  72.1  87.146  255  779  385  457  452  313  263  158  K1  5  434  1.007  163  702  314  245  452  313  144  141  %  6  93.14  JUMLAH  IBU NIFAS  MENDAPA  T  YAN.76  89.TABEL 17  CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1.70  57.53  40.16  80.

321  10.06  54.150  3.35  73.36  95.060  919  640  1.56  20.23  96.96  35.20  ­  74.476  1.193  1.603  3.51  JUMLAH  DIPERIKSA  7  2.85  78.881  1.07  9.89  90.993  2.260  361  174  997  894  539  174  11  1.00  17.151  2.794  1. PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  ANAK BALITA (PRA SEKOLAH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIDETEKSI  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.246  905  1.096  ­  25  ­  ­  ­  195  182  513  174  %  12  98.00  SISWA SD/MI  SISWA SMP/SMU  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  14.TABEL 18  CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA.18  100.42  22.33  89.415  1.288  2.967  14.513  2.715  64.395  951  8  2.30  ­  10.138  748  519  %  6  80.200  1.34  JUMLAH  DIPERIKSA  10  1.150  631  740  ­  1.29  77.832  763  1.45  92.55  56.944  76.72  73.423  1.53  91.141  5.037  1.76  70.115  3.88  .35  79.185  23.288  1.102  1.87  ­  ­  19.27  100.461  827  561  5  1.407  230  1.351  745  %  9  87.446  5.570  852  1.

27  21.58  8. DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PESERTA KB BARU  JUMLAH  5  372  436  253  391  292  240  454  227  170  %  6  18.018  3.886  1.835  13.002  4.44  16.60  PESERTA KB AKTIF  JUMLAH  7  1.05  .070  2.024  646  %  8  63.877  1.224  1.87  8.81  81.99  65.08  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH PUS  4  2.736  1.703  71.59  21.118  1.98  83.66  11.275  3.02  21.395  787  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  20. PESERTA KB BARU.92  20.69  65. PESERTA KB.94  67.212  4.70  14.216  912  1.96  73.41  82.66  79.348  2.652  1.TABEL  19  JUMLAH PUS.695  2.

Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota .

77  27.224  1.93  2.77  41.90  38.63  3.59  72.016  660  680  725  630  416  7  174  573  282  251  131  277  724  255  197  8  68  117  62  62  24  53  49  44  18  9  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  11  1.76  61.50  17  5.34  19.52  64.520  2.65  45.024  646  12  7.66  16.70  7.09  1.12  6.52  31.30  2.94  6.77  17.80  6.32  14  30.32  6.85  6.63  6.82  4.51  16.65  17.47  13.40  16  13.864  497  ­  ­  14.58  11.60  1.226  59  220  108  62  ­  4  23  210  18  570  19  76  25  11  15  5  389  537  163  91  19  346  105  22  ­  6  531  1.736  1.80  14.38  ­  ­  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .05  2.16  41.51  1.48  3.37  41.275  3.703  14.44  1.07  2.672  6.72  2.79  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  2.06  9.33  3.TABEL 20  JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB AKTIF  NON MKJP  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  KONDOM  % PESERTA KB AKTIF  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  MKJP  IUD  MOP/  MOW  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  NON MKJP  KONDOM  NO  KECAMATAN IUD  MKJP  MOP/  MOW  OBAT  VAGINA  OBAT  VAGINA  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  90  307  111  1.71  24.83  2.480  382  1.183  967  1.216  912  1.37  44.05  ­  13  1.08  20.91  37.36  16.018  3.22  6.90  30.01  2.52  10.21  2.15  ­  15  41.652  1.08  4.

TABEL 21  PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB BARU  NO  KECAMATAN  IUD  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  63  63  51  123  ­  25  46  51  ­  MKJP  MOP/  MOW  4  1  ­  ­  ­  ­  22  24  ­  ­  NON MKJP  IMP  LANT  5  99  85  58  16  12  57  20  ­  ­  SUN  TIK  6  143  193  58  181  199  74  199  82  107  PIL  7  17  28  38  48  60  20  120  47  62  MKJP +  LAIN  NON  OBAT  KONDOM  MKJP VAGINA  NYA  8  9  10  11  49  ­  ­  372  67  ­  ­  436  48  ­  ­  253  23  ­  ­  391  21  ­  ­  292  42  ­  ­  240  45  ­  ­  454  47  227  1  170  MKJP  MOP/  MOW  13  0.29  68.94  14.12  62.33  26.83  43.55  8.15  30.75  4.37  18.97  5.44  44.885  1.29  ­  ­  IMP  LANT  14  26.28  20.17  5.45  20.70  0.16  31.598  15.50  22.92  46.09  4.13  22.42  10.52  12.94  PIL  16  4.6578  12.11  23.47  ­  17  13.61  19.19  17.47  OBAT  KONDOM  VAGINA  IUD  12  16.0988  0  0  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .50  9.17  15.57  6.92  4.43  20.41  ­  ­  % PESERTA KB BARU  NON MKJP  SUN  TIK  15  38.83  36.42  15.27  ­  ­  ­  ­  9.24  43.02  12.59  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  LAIN  NYA  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  MKJP +  NON  MKJP  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  422  47  347  1.91  20.236  440  343  ­  ­  2.46  ­  10.88  7.27  22.835  14.70  36.

00  75.33  100.43  58.67  95.00  100.00  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  77  81.24  100.91  .86  71.00  100.TABEL 22  PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  DESA/KEL UCI 5  8  20  8  10  7  3  5  7  6  3  % DESA/KEL UCI  6  66.00  42.

Sumber:Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Dinas Kesehatan .

32  137  84.48  137  24.78  191  58.76  235  66.58  2.01  83  54.TABEL  23  PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH  BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  IMUNISASI  DPT1+HB1  DPT3+HB3  POLIO 4  CAMPAK  HB Neonatus  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  256  78.17  Sumber : Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Tahun 2009  Ket : Watukapu melayani imunisasi bayi dari waepana maupun natarandang di daerah perbatasan desa  .25  88  57.00  101  66.76  39  11.48)  2.54  513  90.845  81.12  2.41  19.97  JUMLAH (KAB/KOTA)  % BAYI DIIMUNISASI LENGKAP  3.77  2.52  98  64.16  249  87.43  687  78.34  85.65  163  54.06  220  76.90  69.29  271  82.54  87.52  228  73.61  554  62.88  202  68.40  6.91  141  40.757  78.57  2.29)  72.77  73.97  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  RSUD BAJAWA  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  BCG  JUMLAH  5  306  714  144  485  251  227  257  244  113  104  %  6  93.57  129  79.08  113  65.97  197  68.61  271  87.89  (17.88  243  84.06  147  41.33  433  76.70  113  65.70  31  18.587  73.37  418  73.01  187  62.88  82  27.41  771  87.07  489  55.64  113  69.02  129  75.32  65.14  88.15  2.58  81.507  2.61  2.05  151  92.43  238  72.14  157  96.05)  (18.469  70.87  263  80.92  197  68.460  70.05  16  10.70  67.90  200  64.95  655  74.76  76.55  191  61.31  15.96  192  64.70  113  65.42  226  72.72  468  82.61  232  65.03  10.46  885  DO  (%)  17  7.87  (1.43  82.370  67.

144  70.570  852  1.00  66.34  14.964  731  1.415  1.118  1.13  ANAK BALITA (1­4TAHUN)  JUMLAH  7  1. BALITA  YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  BAYI BGM  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  4  35  36  30  30  33  15  10  9  24  32  MP ASI  5  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  %  6  25.225  702  244  11  2  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  254  105  41.49  %  12  100  #DIV/0!  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  8  1.71  75.67  29.01  85.TABEL  24  CAKUPAN BAYI.74  79.33  33.415  1.33  100.603  3.33  23.94  50.321  10.0  23.74  55.881  1.80  68.461  827  561  MENDAPAT  VIT A 2X  BALITA GIZI BURUK  JUMLAH  10  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  MENDAPAT  PERAWATA  N  %  9  69.85  84.17  28.39  100.246  905  1.00  70.89  43.00  83.293  996  456  1.83  21  21  100  .

TABEL 25  JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN  TABLET Fe1. Fe3  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  IBU HAMIL  4  466  1.18  59.97  83.55  33.45  44.18  54.10  73.25  89.90  61.630  56.24  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  Fe3  JUMLAH  7  254  762  120  392  295  130  202  230  113  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  %  8  54.766  59.49  47.32  76.54  132  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  4.48  42.51  69.06  50.51  66.27  .69  73.18  2.70  53.146  255  779  385  457  452  313  263  158  Fe1  JUMLAH  5  254  801  156  461  210  154  240  230  119  141  %  6  54.48  45.674  2.62  28.

61  6.31  4.99  14.54  50.54  19.82  18.35  TT 4  %  10  17.55  27.14  391  8.35  ­  15.49  66.86  4.53  83.45  4.66  4.146  255  779  385  457  452  313  263  158  TT 2  %  6  60.57  64.60  21.27  40.34  ­  15.81  9.79  19.64  36.95  70.674  2.TABEL 26  JUMLAH WANITA USIA SUBUR DENGAN STATUS IMUNISASI TT  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TT 1  JML  5  280  602  212  298  182  187  328  202  134  111  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  BUMIL  4  466  1.65  42.91  2.16  32.59  36.08  25.04  16.81  576  12.19  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.00  23.24  15.536  54.16  18.58  0.253  26.45  4.26  1.25  TT 3 %  8  11.36  12.30  7.81  3.80  5.14  38.11  8.44  18.92  72.42  TT 5  %  12  JML  13  83  42  12  32  32  21  96  48  ­  25  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JML  7  54  413  41  199  107  91  12  133  174  29  JML  9  81  99  94  34  50  66  85  30  ­  37  JML  11  86  52  50  53  21  19  146  23  ­  24  %  14  17.38  8.09  52.32  474  10.25  47.71  4.37  Sumber: Laporan Program Imunisasi Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .

TABEL 27  PERSENTASE  AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK  NO 1  1  RUMAH SAKIT  2  PUSKESMAS  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  NATARANDANG  MARONGGELA  RIUNG  SARANA PELAYANAN KESEHATAN  2  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  %  8  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  3  4  6  7  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )  .

50  100  9  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  JUMLAH  10  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  11  1.83  JUMLAH  12  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.674  299  6.71  0.38  13  2.115  28  0.83  0.65  10  8.31  22  3.90  28  100  Sumber:Laporan Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Yankes Tahun 2009  .146  255  779  385  457  452  313  263  158  JUMLAH  NEONATAL  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  5  66  102  13  41  13  10  12  26  8  8  %  JUMLAH  6  7  14.15  0.66  0.76  100.31  3.TABEL 28  JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  BUMIL RISTI/  KOMPLIKASI  BUMIL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  IBU HAMIL 4  466  1.43  0.90  102  5.19  10  2.96  1.06  8  %  8  75.04  7  5.33  84.10  13  5.00  100  100  100  100  83.16  50  8.62  87.26  41  3.40  276  92.03  0.38  1.88  1.

00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  3  RUMAH SAKIT KHUSUS  ­  ­  #DIV/0!  4  PUSKESMAS  10  5  50.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2009  16  8  50.LAINNYA  5  2  40. GADAR  JUMLAH  4  %  5  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  100.TABEL 29  PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH SARANA  3  MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN.00  .00  5  SARANA YANKES.

00  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  1  1  100.TABEL 30  JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  DESA/KEL TERKENA KLB  DITANGANI  JUMLAH  %  <24 JAM  5  6  7  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  1  1  100.00  Sumber: Laporan Seksi Penanggulangan Wabah Bidang Kesmas Tahun 2009  .

55  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  NO  JENIS KEJADIAN LUAR BIASA 1  2  1  Kematian Rabies  CFR (%)  9  4.551  YANG TERSERANG  JUMLAH  PENDERITA  6  24  JUMLAH  KEMATIAN  7  1  ATTACK  RATE  (%)  8  1.17  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Laporan Tahunan Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2009  Jumlah penderita adalah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR)  .TABEL 31  JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN  SERTA JUMLAH KECAMATAN DAN DESA YANG TERSERANG KLB  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDUK  JUMLAH KEC  JUMLAH DESA  TERANCAM  3  4  5  1  1  1.

75  NO  KECAMATAN 2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  3.77  70  45.606  45.45  92  56.58  157  50.507  1.TABEL 32  JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BAYI YANG DIBERI  ASI EKSKLUSIF  JUMLAH  %  5  6  173  52.91  193  67.48  73  24.79  .55  34  19.65  104  29.91  444  50.44  266  46.

00  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009.00  30.57  ­  100.40  .10  25. Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  94  22  23.TABEL 33  PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH DESA/KEL  DG GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  % DESA/KEL DG  GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH DESA/KEL  DISURVEI 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  2  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  5  ­  8  2  3  2  ­  7  ­  ­  ­  6  ­  38.00  28.

00  54.23  64.395  951  9  2.151  66.967  14.37  #DIV/0!  62.22  22.993  1.794  1.423  1.41  0.27  100.993  2.63  ­  100.102  1.33  38.29  ­  0.79  48.08  0.446  5.366  5.19  73.17  ­  0.04  100.150  890  812  ­  1.00  25.09  ­  #DIV/0!  8  2.76  35  70.150  3.56  4.33  0.200  1.723  3.288  1.597  63.193  905  ­  10  96.73  91.87  ­  11  294  926  335  890  399  ­  569  950  360  ­  12  224  683  118  630  193  ­  353  950  ­  ­  13  76.72  .00  ­  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/ KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  130  604  734  0.513  2.TABEL 34  PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN DASAR GIGI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  TUMPATAN  PENCABUTA  GIGI  N GIGI  TETAP  TETAP  JUMLAH RASIO  TAMBAL/  CABUT  JUMLAH  MURID SD  UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF)  MURID SD/MI DIPERIKSA  JUMLAH  %  MURID SD/MI  JUMLAH  %  PERLU  MENDAPAT  MENDAPAT  PERAWATAN  PERAWATAN  PERAWATAN  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  13  54  ­  27  4  ­  28  4  ­  ­  5  156  185  23  66  24  4  84  45  17  ­  6  169  239  23  93  28  4  112  49  17  ­  7  0.

383  111  2.494  . Profil Puskesmas Tahun 2009  2.TABEL 35  JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PENYULUHAN KESEHATAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH SELURUH  KEGIATAN  PENYULUHAN  KELOMPOK  JUMLAH  KEGIATAN  PENYULUHAN  MASSA  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  367  23  228  415  266  64  206  430  288  96  5  22  6  1  ­  30  4  10  7  19  12  6  389  29  229  415  296  68  216  437  307  108  SUB JUMLAH I  1  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  2  Rumah Sakit  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.494  ­  ­  2.383  111  2.

23  52.521  4.795  4.154  5.23  34.406  6.812  4.098  52.050  6.393  JAMSOSTEK  JAMKESM  JAMKES  JAMKES  AS  DA  DINSOS  (PUSAT)  JUMLAH  9  8.86  57.389  6.66  64.80  72.23  Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut kecamatan  .14  57.28  50.300  5.864  34.142  13.208  3.998  ASKES  5  485  3.000  5.14  66.222  5.511  449  300  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  PERSENTASE  Sumber: Laporan Jamkesmas Tahun 2009  138.415  4.81  67.992  21.386  %  10  59.986  41.827  7.388  7.TABEL  36  CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  PENDUDUK*  4  14.60  54.800  3.947  14.75  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  792  310  478  492  390  472  7  8.307  2.28  8.826  8.309  11.811  17.093  925  557  930  1.23  38.404  11.820  5.526  8.465  8  184  231  235  1.571  2.93  ­  ­  56.055  7.791  6.495  3.885  1.

00  100.348  7.00  100.00  100.03  79.76  68.348  7.00  100.055  7.00  70.40  45.079  6.33  71.00  100.603  3.00  100.074  8.406  5.91  117.184  2.00  MENDAPAT YANKES  Rawat  Jalan  7  6.00  100.01  0  0  0  0  0  0  0.79  65.286  100.508  5.582  3.55  Rawat  Inap  9  251  ­  ­  ­  ­  ­  ­  41  ­  ­  %  3.73  53.305  7.998  2.818  2.00  100.406  5.00  100.00  70.730  4.914  5  8.TABEL  37  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  MASYARAKAT  MISKIN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  DICAKUP  JAMKESMAS (Pusat &  JUMLAH YANG  Daerah) ADA  JUMLAH  %  4  8.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  65.508  5.45  132  105  79.789  3.055  7.326  14.534  71.326  14.28  292  0.286  65.00  46.53  0  0  PELAYANAN BAYI MASY.00  100.818  2.93  116. Profil Puskesmas Tahun 2009  .00  100.00  100.00  100.611  3.55  Sumber: Laporan Seksi Jaminan Kesehatan Tahun 2009.730  4.00  46.914  6  100.MISKIN  JUMLAH BAYI  BGM MENDAPAT MP­  ASI  MASY.085  %  8  75.303  5.83  100.MISKIN  BAYI MASY.102  3.25  48.MISKIN  BGM  JUMLAH  12  %  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  11  10  27  10  15  23  15  10  6  7  9  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  13  90.079  6.102  3.67  47.

TABEL 38  PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN KESEHATAN KERJA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH PEKERJA  FORMAL  4  JUMLAH YANG  DILAYANI  5  ­  %  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  #DIV/0!  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  2  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  130  130  311  451  311  451  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 892  892  100.00  100.00  .00  #DIV/0!  #DIV/0!  100.

332  8. Profil Puskesmas Tahun 2009  .91  74.42  32.552  1.33  62.022  408  66  8  661  486  ­  ­  271  95  887  750  209  42  11  2.19  6.970  1.291  1.059  765  294  1.031  1.091  498  292  DILAYANI  KES  USILA (60TH+)  JUMLAH  7  979  493  505  1.11  ­  ­  27.93  22.150  795  ­  ­  506  235  2.285  4.10  25.852  5.972  864  356  1.059  780  2.308  37.40  6.32  ­  ­  31.11  31.35  5  1.06  36.629  650  3.42  79.321  766  282  134  DILAYANI  KES  PRA USILA DAN USILA  %  9  67.57  95.489  309  ­  ­  235  140  1.94  14.68  81.15  97.907  31.31  67.772  617  108  JUMLAH (KAB/KOTA)  15.125  1.598  3.84  93.857  780  426  DILAYANI  KES  %  6  80.34  JUMLAH  10  2.401  51.TABEL 39  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PRA USILA (45­59 TH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.831  5.734  4.58  ­  ­  35.15  64.60  %  12  75.20  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.20  39.55  22.52  98.238  1.

 ENDEMIS SEDANG & BERAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  ENDEMIS 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  JUMLAH WUS  5  3.193  2.121  6.889  3.268  2.TABEL 40  CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  WUS DI DESA/KEL.86  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  1.33  ­  ­  ­  ­  16.186  JUMLAH YANG  DIBERI KAPSUL  YODIUM  % YANG DIBERI  KAPSUL YODIUM  7  ­  ­  ­  ­  71.353  8.419  2.921  200  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Profil Puskesmas Tahun 2009  94  33.693  1.002  6.760  1.558  1.517  2.35  .

. (sebutkan)  ­  ­  ­  .TABEL 41  PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV­AIDS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  DONOR DARAH  NO  1  UNIT TRANSFUSI DARAH  2  JUMLAH  PENDONOR  3  JML SAMPEL  DARAH DIPERIKSA  4  JML POSTIF  HIV/AIDS  5  % POSITIF HIV­  AIDS  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH  Sumber: …………….

577  9.571  ­  23.971  4.937  8.925  15.168  7.400  23.218  137. PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KUNJUNGAN  RAWAT JALAN  3  22.TABEL  42  JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN .438  21. sudah termasuk dengan kunjungan puskesmas di wilayah BP Swasta  kecuali Puskesmas Waepana tidak termasuk kunjungan ke BP  .050  113.149  138.971  JUMLAH  5  22.937  8.822  138.120  34.577  9.571  ­  ­  161.843  34.050  4.438  21.492  2.098  5.492  2.218  138.600  18.22  Sumber:LB4 Puskesmas Tahun 2009  Ket : kunjungan ke sarana yankes lainnya (BP Swasta).600  RAWAT INAP  4  723  ­  ­  ­  ­  ­  ­  128  ­  ­  851  4. RAWAT INAP.925  15.098  5.296  7.11  5.549  18.971  KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA  JUMLAH  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  %  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  NO  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  SARANA PELAYANAN  KESEHATAN  2  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II  1  Sarana Yankes lainnya  JUMLAH (KAB/KOTA)  JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA  JUMLAH PELAYANAN  CAKUPAN KUNJUNGAN (%)  156.576  10.576  10.

94  Sumber : Laporan Tahunan Dinas Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009  Ket : Kemampuan Labkes : Mampu menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan sesuai standar  4 spesialis dasa : pelayanan kandungan dan kebidanan.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  17  9  1  52.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  3  Lab Swasta/BP Swasta  6  1  16. penyakit dalam dan anak  . bedah.TABEL 43  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH YANG MEMILIKI  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH  3  LABKES  4  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  5  % YANG MEMILIKI  LABKES  6  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  7  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  1  100.67  4  PUSKESMAS  10  7  70.00  100.

TABEL 44  KETERSEDIAAN OBAT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  1  1  2  3  4  5  6  JENIS OBAT*  2  KEBUTUHAN  3  KETERSEDIAAN JUMLAH  4  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten  Ket :  * Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar  .

495  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.59  .61  72.00  20.00  74.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.29  49.00  54.00  66.TABEL 45  PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH TANGGA  NO  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  KECAMATAN  2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DIPANTAU  4  550  650  200  250  350  200  545  250  300  200  BER PHBS *  5  35  266  200  185  274  98  363  180  162  40  %  6  6.803  51. Laporan Tahunan Bidang PSDK Tahun 2009  1.92  100.00  78.36  40.

88  63.00  70.54  34.00  1.62  ­  22.99  ­  100  22.45  41.23  50.67  73.56  21.67  73.TABEL 46  JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH POSYANDU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PRATAMA  MADYA  4  1  17  4  ­  ­  4  5  5  4  2  5  13  46  12  23  14  9  9  31  10  2  PURNAM  MANDI  JUMLAH  PRATAMA  A  RI  6  14  1  3  3  9  ­  4  8  10  11  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  8  28  64  19  26  23  13  18  44  24  15  9  3.43  71.67  13.18  41.22  18.00  1.68  22.16  88.33  PERSENTASE POSYANDU  MADYA  10  46.36  16.05  ­  ­  30.33  12  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  13  100  100  100  100  88  100  100  100  100  100  %  POSYANDU  AKTIF  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  14  50.56  15.62  ­  22.78  11.79  11.85  69.79  11.22  18.77  27.18  41.33  PURNAMA  MANDIRI  JUMLAH  11  50.57  26.99  Sumber: Laporan Bidang PSDK Dinas Kesehatan Tahun 2009  .33  JUMLAH (KAB/KOTA)  42  169  63  ­  274  15.33  61.54  34.46  53.56  15.67  13.

357  959  200  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  27.TABEL 47  PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  JUMLAH  %  DIPERIKSA  6  98.11  68.50  SELURUHNYA  DIPERIKSA  4  5  2.651  1.849  2.312  1.592  6.00  95.17  84.40  39.49  47.51  20.77  69.94  15.627  1.039  2.830  6.587  1.994  1.75  81.86  JUMLAH  SEHAT  7  1.861  2.304  657  1.25  65.17  86.172  773  25  %  SEHAT  8  61.47  56.399  676  2.92  95.748  4.418  2.50  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  : Profil Puskesmas Tahun 2009  .45  81.651  2.79  70.627  1.304  1.96  12.308  3.24  85.752  24.008  61.435  4.768  1.405  87.573  3.69  47.55  100.469  1.

00  0.TABEL 48  PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  LEDENG  LEDENG  JUMLAH  PAH  SGL  SPT  SPT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  JUMLAH  %  KELUARGA  KELUARGA  KELUARGA  YANG ADA  DIPERIKSA  DIPERIKSA % AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  JUMLAH  20  88.00  0.00  0.323  1.00  0.07  0.00  0.884  1.00  0.68  1.27  0.86  80.00  20.00  0.026  5  3.00  7  3.005  100  100  76.13  88.026  6  100.00  0.00  0.00  93.446  750  1.00  100.378  1.736  PAH  SGL  18  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  19  0.00  0.694  4.318  1.12  79.98  17  0  2.670  1.694  4. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .00  0.00  0.237  0  0  0  0.77  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.00  100.527  975  800  8  9  2  40  ­  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1.136  650  152  1.00  1.44  99.757  4.205  1.05  0.120  ­  25  ­  8  10  ­  183  ­  ­  150  11  ­  ­  ­  6  11  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  12  ­  252  ­  ­  ­  ­  ­  23  ­  1  13  3.923  92.08  Sumber: 1.352  25.69  0.95  2.265  7.27  100.25  0.656  2.318  1.00  44.49  100.357  1.205  3.000  815  14  98.499  0  0  23.877  2  1.136  1.265  7.5  98.397  3.702  81.63  0.95  0.00  100.758  1.766373  20.00  82.08  7.136  2.43  45.394  1.16  15  0.00  0.00  16  1.47  0.31  0.00  0.057  7.50  0.00  0.41  100.575  87.763  100  57.37  0.00  52.197  350  ­  276  22.01  4.00  41.78  96.29  50.136  500  141  1.694  4.43  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.00  99.015  6. Ngada Dalam Angka 2009  2.63  3.191  97.205  2.626  94.645  1.00  73.

15  % KK  MEMILIKI  6.00  15  3.18  83.86  74.TABEL 49  KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JAMBAN JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  % SEHAT  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH KK  TEMPAT SAMPAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  PENGELOLAAN AIR LIMBAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  56.917  78.357  1.757  4.136  1.68  51.378  1.159  2.33  1.35  0.76  71.318  1.0  839  203.62  87.843  4.136  1.34  10  3.73  43.74  0.525  2.51  92.026  6  2.446  750  1.222  ­  ­  18  19  0.476  414  53  12  136  79  650  1.318  13.397  3.00  36.447  1.83  72.00  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.143  75.575  21.89  25.352  25.91  0.378  1.02  100.357  748  7  8  1.82  59.446  750  1.519  1.83  676  74.136  1.32  13.357  1.758  1.17  2.00  0.265  7.442  73.694  4.83  85.94  71.00  5.33  50. Ngada Dalam Angka 2009  2.92  773  100.357  1.78  4.35  64.694  4.575  1.409  5.506  2.205  3.694  4.00  0.256  3.00  0.44  74.136  2.75  5.833  83.90  9  59.14  1.97  45.96  3.318  1.00  #DIV/0!  3.33  0.17  0.07  56.575  6.00  #DIV/0!  0.378  1.248  650  1.265  7.02  61.026  11  990  ­  ­  152  650  ­  2.0  0.645  1.67  0.265  7.265  7.617  Sumber: 1.205  3.00  #DIV/0!  174.47  0.32  JUMLAH  SEHAT  17  5  13  2  888  ­  ­  908  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.04  53.656  2.446  750  1.205  3.318  1.026  16  6  67  6  30  241  41  4  1.026  5  3.916  26.161  384  ­  13  14  30.0  55.394  1.28  30.00  25  72. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .033  73.335  179.00  #DIV/0!  0.84  25.108  2.33  16.318  1.53  650  45.67  0.

76  #DIV/0!  #DIV/0!  56.00  96  95  52  54.69231  0  55  #DIV/0!  0  59.0909  80  0  #DIV/0!  56.00  100.00  7.38  276  255  Sumber: Laporan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  JUMLAH  SEHAT  23  12  1  ­  88  ­  ­  26  16  ­  ­  143  .TABEL 50  PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  HOTEL  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  RESTORAN/R­MAKAN  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  PASAR  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  TUPM LAINNYA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  JUMLAH TUPM  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  24  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  8  8  13  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  9  8  12  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  10  8  ­  ­  34  11  100.97  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  50.77  143  126  66  52.00  #DIV/0!  100.00  ­  #DIV/0!  16  ­  ­  ­  85  ­  ­  56  ­  2  ­  17  ­  ­  ­  85  ­  ­  39  ­  2  ­  18  ­  ­  ­  44  ­  ­  22  ­  ­  ­  20  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  51.08  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  2  2  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  5  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  6  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  7  100.00  ­  #DIV/0!  53.00  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.74  15  13  4  30.41  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  21  12  17  1  160  ­  1  61  20  4  ­  22  12  13  1  160  ­  1  44  20  4  ­  4  6  ­  ­  ­  2  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  22  21  21  100.00  75.00  #DIV/0!  #DIV/0!  12  2  2  1  2  ­  1  1  4  2  ­  13  2  ­  1  2  ­  1  1  4  2  ­  14  2  ­  ­  ­  15  100.

TABEL 51  PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  SARANA KESEHATAN  SARANA PENDIDIKAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  SARANA IBADAH  PERKANTORAN  SARANA LAIN  JUMLAH  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  14  28  9  7  6  9  6  10  6  5  5  14  26  9  7  6  9  5  10  6  5  6  100  92.33  100  100  100  7  32  64  12  31  20  17  23  30  18  12  8  32  64  12  31  12  17  23  30  18  12  9  100  100  100  100  60  100  6  100  100  100  10  15  39  9  10  3  11  6  24  18  6  11  15  15  9  10  ­  11  6  24  18  6  12  100  38.46  100  100  0  100  100  100  100  100  13  43  91  10  49  11  11  15  15  9  4  14  43  43  10  49  6  11  15  15  9  4  15  100  47.0  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  19  106  220  40  97  40  48  51  80  51  27  20  106  148  40  97  24  48  51  80  51  27  21  100  67  100  100  60  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009  : Profil Puskesmas Tahun 2009  100  97  97.911  141  114  80.00  259  251  96.42  .457  5  5  100  760  672  88.55  100  100  100  100  100  16  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  17  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  18  100.25  100  100  54.86  100  100  100  100  83.851  258  205  79.

90  .935  14.200  606  %  8  48.768  4.17  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RUMAH/BANGUNAN  BEBAS JENTIK  JUMLAH  7  1.500  1.418  3.592  1.435  %  6  87.573  2.38  ­  81.039  1.00  #DIV/0!  42.651  2.TABEL  52  PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  RUMAH/BANGUN  AN YANG ADA RUMAH/BANGUNAN  DIPERIKSA  JUMLAH  5  2.18  1.23  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  4  2.806  45.304  1.861  6.752  3.587  959  JUMLAH ( KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  Ket : Tidak Dilaporkan  27.

0  7  164  4.78  2  16. DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV  Teknisi Medis  Sanitasi  Kesmas  : Analis. dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.1  GIZI  JML  9  8  %  10  67  TEKNISI MEDIS  JML  11  4  %  12  20  SANITASI JML  13  13  %  14  68  KESMAS  JML  15  2  %  16  9.15  22  21.00  4  104  3.TABEL 53  PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  NO  UNIT KERJA  2  PUSKESMAS  (termasuk PUSTU dan  MEDIS  JML  3  14  %  4  52  BIDAN  JML  5  78  %  6  75  PERAWAT  JML  %  FARMASI  JML  7  9  %  8  39.67  16  80.7  2  RUMAH SAKIT  13  48. Dokter Gigi. dll  .0  6  23  26.0  8  34.15  64  39.09  100.0  40  390  10.26  3  14. Dr/Drg Spesialis  Perawat & bidan  : termasuk lulusan DIII dan S1  Farmasi  : Apoteker.5  JUMLAH  17  221  %  18  56. APK.32  100.67  100.0  2  12  16. TEM dan Penata Rontgen. Fisioterapi  : Lulusan SPPH. MPH.0  16  21  76.08  3  INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  SARANA KESEHATAN LAIN  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  5  DINKES KAB/KOTA  JUMLAH  ­  27  ­  100.0  ­  20  ­  100. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan DI.7  1  1  POLINDES/POSKESDES)  93  56. Penata Anestesi.85  100.29  129  33.00  1  5.0  5  19  26.19  100.26  100.0  Sumber: Laporan Tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada Tahun 2009  Keterangan:  Medis  : Dokter.3  100.

 Penata Anestesi. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)  Teknisi Medis : Analis. MPH. dll  .TABEL  54  JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  PERAWAT  PERAWAT  FARMASI  GIZI  GIGI  4  5  6  11  4  1  1  19  4  1  1  13  2  1  1  8  2  1  1  10  1  1  1  7  ­  ­  ­  7  2  2  1  8  3  1  1  6  2  1  1  4  ­  ­  ­  NO  UNIT KERJA MEDIS  3  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  BIDAN  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  TEKNISI  SANITASI  MEDIS  7  8  2  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  1  2  1  2  ­  1  ­  2  KESMAS  9  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  10  33  50  23  21  26  14  23  24  15  12  ­  ­  241  133  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  133  374  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  14  13  78  22  93  64  20  4  9  8  8  2  4  16  13  1  2  3  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  4 tubel  13  64  4  8  2  16  1  3  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. TEM & Penata Rontgen. dan Fisioterapi  Sanitasi  Kesmas  : Lulusan SPPH. Dokter Gigi. APK dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM. Profil RSUD Bajawa 09  Keterangan:  Medis  : Dokter. Dr/Drg Spesialis  Perawat  : termasuk lulusan DIII dan S1 & SPK  Farmasi  : Apoteker.

90  ­  ­  ­  7  ­  ­  ­  2  19  13.TABEL 55  JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH TENAGA MEDIS  NO  UNIT KERJA  DR SPESIALIS  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  DOKTER UMUM  4  2  1  1  1  1  1  1  2  1  1  12  7  DOKTER GIGI  5  ­  1  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  2  JUMLAH  6  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  14  13  ­  ­  ­  13  ­  ­  ­  4  2.90  27  DOKTER  KELUARGA  7  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.76  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. Profil RSUD Bajawa 09  .000 PDDK  4  ­  ­  ­  4  2. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.

35  1  2  2  7  2  8  6  23  ­  1  0. Profil RSUD Bajawa 09  .24  ­  1  TENAGA GIZI  D­III GIZI  9  ­  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  7  1  D­I GIZI  10  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  JUMLAH  11  1  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  8  2  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  12  8. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.72  2  10  7.TABEL 56  JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KEFARMASIAN  APOTEKER  S1 FARMASI  D­III FARMASI  ASS APOTEKER  JUMLAH  D­IV/S1 GIZI  3  4  5  6  7  8  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  2  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  3  3  9  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  1  6  4.69  2  1  2  1  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.000 PDDK  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.

000 PDDK  ­  6  51  3  6  16  3  1  4  4  7  116  ­  34  4  157  113.73  ­  18  ­  82  ­  100  72.44  ­  8  1  17  1  25  18.11  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. Profil RSUD Bajawa 09  .TABEL  57  JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KEPERAWATAN  NO  UNIT KERJA  SARJANA  KEPW  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  6  PERAWAT  DIII  LULUSAN  PERAWAT  SPK  4  5  9  2  6  13  9  4  5  3  5  5  5  2  6  ­  7  1  6  ­  3  1  61  31  51  3  BIDAN  JUMLAH  6  11  19  13  8  10  7  7  8  6  4  93  60  ­  ­  ­  60  DIII BIDAN  7  2  2  ­  ­  1  1  ­  2  2  2  12  6  BIDAN  8  9  20  3  7  9  4  6  4  1  3  66  16  JUMLAH  DIII  9  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  78  22  ­  ­  ­  22  PERAWAT GIGI SPRG  1  ­  1  1  ­  ­  ­  1  1  ­  5  3  ­  2  2  1  ­  15  1  3  4  1  1  1  ­  2  3  2  ­  20  4  JUMLAH  4  4  2  2  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.

000 PDDK  3  ­  3  1  ­  1  16  21  ­  ­  16  21  15.TABEL  58  JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KESMAS  D­III KESMAS  SARJANA KESMAS  3  4  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  ­  3  ­  [a]  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  JUMLAH  5  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  2  3  TENAGA SANITASI  DIII SANITASI  DI SANITASI  6  7  ­  1  1  ­  1  ­  1  ­  ­  1  1  ­  2  ­  1  1  1  ­  1  1  9  4  1  ­  JUMLAH  8  1  1  1  1  1  1  2  2  1  2  13  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.76  Sumber : Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan: [a]  Termasuk S2 dan S3  .21  3  13  2  6  5  19  13.

  TEM & P.17  20  14.TABEL  59  JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TENAGA TEKNISI MEDIS  ANALIS LAB.000 PDDK  ­  ­  ­  6  ­  ­  ­  9  6.ANESTESI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  FISIOTERAPIS  6  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  2  JUMLAH  7  2  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  4  16  ­  ­  ­  16  ­  ­  ­  3  2.RONTG  3  4  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  6  7  P.72  2  Sumber: Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Tahun 2009  .49  NO  UNIT KERJA  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.07  1  ­  ­  ­  1  0.52  7  ­  ­  ­  7  5.

138.57  4.250  587.344.09  8.935  133.86  0  0  0  0  0  0  11.755.561  21.249.080.800.33  0.652.000  1.242.000.08  100  2.153  78.500  487.755.14  0  0  1.72  2.980.00  3.654  31.43  1.060.398  4.382.668.000  333.000  1.319.685.398  100  % APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA  6.779.555.694.714  383.474.99  Sumber: Laporan Sub Bagian Keuangan Dinkes Ngada tahun 2009  : LKPJ Dinas Kesehatan tahun 2009  ; Laporan RSUD Bajawa tahun 2009  ; Laporan Jamkesmas Tahun 2009  Ket : Anggaran Kesehatan APBD Kabupaten (Dinas Kesehatan) sudah termasuk dengan gaji pegawai  .89  1.99  81.62  1.321  26.416.411.844.660  383.30  ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA  224.TABEL 60  ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  DINKES  3  %  4  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  RSUD  4  %  NO  SUMBER BIAYA  1  2  ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:  1  APBD KAB/KOTA  2  APBD PROVINSI  3  APBN :  ­ Dana Alokasi Khusus (DAK)  ­ JAMKESMAS  ­ DEKONSENTRASI  4  Bantuan Luar Negeri (AIP­MNH)  BLN Proyek Gafi/GV  5  ­ BANSOS (Bantuan Sosial)  6  ADB (DHS­II)  7  Jamkesmas Kuota PEMDA  TOTAL ANGGARAN KESEHATAN  TOTAL APBD KAB/KOTA  25.382.00  0.000  83.125.

PUSAT  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.TABEL 61  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PEMILIKAN/PENGELOLA  NO  1  FASILITAS KESEHATAN  2  PEM.KAB/KOTA  5  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  ­  ­  ­  ­  ­  1  45  9  ­  ­  ­  1  ­  ­  TNI/POLRI  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  BUMN  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  SWASTA  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  2  ­  11  1  1  ­  ­  274  5  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  9  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  2  2  ­  11  1  2  45  9  274  5  ­  1  ­  ­  1  RUMAH SAKIT UMUM  2  RUMAH SAKIT JIWA  3  RUMAH SAKIT BERSALIN  4  RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA  5  PUSKESMAS PERAWATAN  6  PUSKESMAS NON PERAWATAN  7  PUSKESMAS KELILING  8  PUSKESMAS PEMBANTU  9  RUMAH BERSALIN  10  BALAI PENGOBATAN/KLINIK  11  PRAKTIK DOKTER BERSAMA  12  PRAKTIK DOKTER PERORANGAN  13  PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL  14  LABORATORIUM KLINIK  15  POLINDES  16  POSKESDES  17  POSYANDU  18  APOTEK  19  TOKO OBAT  20  GFK  21  INDUSTRI OBAT TRADISIONAL  22  INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL  Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  .PROV  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.

TABEL 62  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  DESA/ KELURAHAN  3  12  21  8  17  7  7  12  6  4  DESA SIAGA  4  5  ­  9  3  5  5  3  6  ­  3  ­  2  POSKESDES 5  4  1  1  1  1  POLINDES  6  8  11  5  6  2  3  5  3  2  POSYANDU  7  28  64  19  49  13  18  44  24  15  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  1  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  41  9  45  274  Sumber: Laporan UKBM Bidang PSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  ; Profil Puskesmas tahun 2009  .

9  TOI  11  3.2  #DIV/0!  GDR  12  45. St.1  1.0  #DIV/0!  NDR  13  26. Fatima Soa  0.5  20. Profil Puskesmas Tahun 2009  Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta  .0  #DIV/0!  1  RSUD Bajawa  2  Puskesmas RRI Aimere  3  Puskesmas RRI Riung  4  BP.7  19.6  8.4  0.4  6.946  799  317  ­  BOR  9  54.0  0.7  LOS  10  4.3  29.TABEL 63  INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT & PUSKESMAS RAWAT INAP  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NAMA RUMAH  SAKIT/PUSKESMAS RRI  2  UMUM  Umum  Umum  Umum  JENIS PELAYANAN  UMUM/KHUSUS  3  JUMLAH  TEMPAT  TIDUR  4  100  15  10  20  JUMLAH PASIEN  KELUAR  MATI  (HIDUP + MATI)  SELURUHNYA  NO  1  5  4.906  723  165  ­  6  222  21  ­  ­  JUMLAH  HARI  MATI >= 48  PERAWATAN  JAM  7  8  131  14  ­  ­  19.6  14.1  1.0  #DIV/0!  Sumber: Laporan Tahunan RSUD Bajawa 2009.

Penemuan penderita pneumonia balita .686 56.05 2 100 100 100 100 100 100 100 2 100 100 100 100 100 100 100 169 47 9 2. I NIP.00 Sarkes yang memiliki kemampuan UGD 100.967 20.00 64.407 94 14.226 28 2.695 100.03 100.897 3.321 276 71.00 18. 195709141984032008 .915 299 3.686 16 0 100 balita riil yang ditangani di sarkes 16.00 B Pelayanan Kesehatan Rujukan 1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 2 Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan di Sarana Kesehatan C Penyelidikan Epidemiologi dan Penangggulangan KLB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 1 Cakupan Desa Siaga Aktif 100 100 25 25 D 80 80 7 38 18.715 14.07 71.144 105 3.54 7.673 77 10.49 100.46 81.134 28 3.62 Pasien masyarakat miskin yg dirujuk ke RS 50.704 21 22.31 92.06 90 90 90 100 90 100 90 90 90 100 90 100 2.306 276 2.147 58.Penemuan Penderita Diare 14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 95 80 90 95 80 90 2.CAKUPAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2009 (PERMENKES RI NO.SKM PEMBINA TK. 26 Juni 2010 Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.AFP Rate per 100.486 36.04 100 100 70 100 100 70 21 14.Penderita DBD Ditangani .000 penduduk <15 tahun .318 8 169 285 9 13.801 56.741/MENKES/PER/VIII/2008) KABUPATEN NGADA TARGET SPM 2009 NO 1 CAKUPAN SPM (%) PEMBILANG 6 JENIS PELAYANAN 2 INDIKATOR 3 NASIONAL (%) 4 KABUPATEN NGADA (%) 5 PENYEBUT 7 (%) 8 (6/7*100%) KETERANGAN 9 A Pelayanan Kesehatan Dasar 1 Cakupan Kunjungan Ibu hamil k4 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi 7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 8 Cakupan Pelayanan anak balita 9 Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan Peserta KB Aktif 13 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit .01 64.91 70.42 Desa Siaga yang dibentuk dan aktif Bajawa.585 4.Penemuan pasien baru TB BTA + .83 38. BHOKO.00 78.90 Penyebut merupakan ibu hamil riil 92.

LAPORAN UKBM KABUPATEN PROPINSI TAHUN : NGADA : NTT : 2009 JUMLAH NO. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. HILDEGARDIS F. 19570914 198403 2 008 . 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PUSKESMAS 2 WATUKAPU AIMERE WAEPANA RIUNG MARONGGELA WATUMANU NATARANDANG KOTA SURISINA KOELODA POLINDES 3 2 8 3 5 3 5 2 2 4 11 1 0 1 0 0 1 1 0 1 4 POSKESDES POSKESTREN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PRATAMA 5 7 1 5 5 5 6 8 0 0 2 POSYANDU MADYA 6 9 13 10 28 11 12 6 23 13 60 PURNAMA 7 0 14 3 9 8 2 3 0 13 2 MANDIRI 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS OBAT DESA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS UKK 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH UKBM 11 19 36 22 47 27 26 20 25 31 79 JUMLAH 45 9 0 39 185 54 0 0 0 332 Bajawa. SKM PEMBINA NIP. BHOKO.

FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC. .1.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ....

..1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC. ..1.

.1. FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC...1 .1.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini JUMLAH KAB/KOTA NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KETERJANGKIT (3) (4) % (5) TERJANGKIT (6) % (7) KASUS (8) MATI (9) JUMLAH KECAMATAN JUMLAH AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) - Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.

1.1 .KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Bencana bulan ini No Jenis Bencana Tgl Kejadian Lokasi Kejadian Kabupaten Jumlah Kecamatan (4) (5) Terkena Bencana (6) Jumlah Penduduk Mengungsi Dirawat (7) (8) Meninggal (9) (1) (2) (3) - Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN --- FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.

1 . GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.2.KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 Bencana bulan ini NO JENIS BENCANA TGL KEJADIAN (3) LOKASI KEJADIAN KABUPATEN JUMLAH KECAMATAN (4) (5) TERKENA BENCANA (6) JUMLAH PENDUDUK MENGUNGSI DIRAWAT (7) (8) MENINGGAL (9) (1) (2) 1 Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Bajawa. I NIP 195709141984032008 PENYAKIT. SKM PEMBINA TK. BHOKO. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.

2. kesehatan lingkungan dan penyuluhan gizi PENYAKIT. Adanya balita g izi buruk. Tindakan : .Perawatan balita gizi buruk 1 orang. Tinggi dan meningkatnya kasus penyakit DBD dan malaria disebabkan kurangnya kebersihan lingkungan. . GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. .Penyuluhan PHBS.Pengobatan penderita malaria dan TB Paru .2.1 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No (1) Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 5 384 5 1 - 0 - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Pemantauan gizi balita dan pencegahan meningkatnya kasus. Tingginya penderita TB Paru 3.

1 .Penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan .716 3 5 - 1 - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Penyuluhan. Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk PENYAKIT. Tingginya penyakit malaria dan meningkatnya kasus demam berdarah.Fogging di wilayah yang berkasus penyakit DBD . Meningkatnya kasus gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jenis Penyakit / Masalah Gizi No (1) (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 25 1. penyakit penyerta Tindakan : . GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.Pengobatan dan pemeriksaan darah pasien penderita malaria . juga oleh migrasi penduduk dari daerah lain 2.2.Pengobatan penderita DBD . disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat.

GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. Meningkatnya penderita DBD oleh karena terjadi penularan melalui vektor 3. Adanya kasus TB bar sebanyak 7 orang. Masih Tingginya kasus malaria oleh karena darah endemik 2.2.Penyuluhan dan pengobatan penderita TB. 4.Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk .Pengobatan penderita malaria dan DBD .Foging sarang nyamuk .Penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jenis Penyakit / Masalah Gizi No (1) (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 26 845 7 6 - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Meningkatnya balita gizi buruk menjadi 6 kasus oleh karena kurangnya asupan makanan Tindakan : .1 .Penyuluhan gizi masyarakat oleh petugas PENYAKIT. .

Peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi. balita. Adanya kasus AFP Tindakan : .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No (1) Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 17 681 .2.Pengambilan darah untuk pemeriksaan parasit malaria .1 .: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. Ket. Tingginya kasus DBD oleh karena terjadinya penularan melalui vektor dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. PENYAKIT. Tingginya kasus malaria oleh karena daerah endemik 3.Penyuluhan kesehatan lingkungan dan Gerakan 3 M Plus bagi masyarakat potensi kasus DBD . 2.*) 2 0 - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Pengobatan penderita DBD dan Malaria .

2. 2. Masih adanya Balita Gizi buruk disebabkan asupan makanan kurang.*) 1 - Jumlah Kematian (4) - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. Tingginya penderita malaria oleh karena daerah endemik. Masih adanya kasus DBD sebanyak 8 kasus disebabkan penularan oleh vektor dan mobilisasi penduduk. pola asuh anak dan makanan gizi seimbang Perawatan balita gizi buruk oleh petugas Ket. masyarakat tidak memanfaatkan kelambu serta kondisi lingkungan yang buruk 3. pola asuh dan pola makan anak yang salah Tindakan : Pengobatan penderita Penyuluhan pemanfaatan kelambu dan kesehatan lingkungan Penyuluhan gizi masyarakat. BHOKO. Bajawa. I NIP 195709141984032008 KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR Jumlah Kasus Baru (3) 8 590 . SKM PEMBINA TK.2 .

Tingginya kematian bayi 3 orang.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.2. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Tindakan : . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. 2.2 .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .

penyakit kronis dan suspek emboli air ketuban. Tingginya kematian bayi disebabkan oleh asfiksia.2.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. . 3.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 3 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .2 . pneumonia dan aspirasi. Tindakan : . KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Penanganan kematian ibu dan bayi . Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus D-III Kebidanan.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. 2. Tingginya kematian ibu sebanyak 3 orang disebabkan oleh perdarahan.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 4 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Infeksi.2 .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tingginya kematian bayi 4 disebabkan oleh asfiksia.2. Kematian ibu 1 orang. Tindakan : . KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. 2.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. pneumonia. 3.Penanganan kematian ibu dan bayi .

Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Tindakan : .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 0 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Penanganan kematian bayi .2 . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. 2. Tingginya kematian bayi 3 orang.2. .

Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. SKM PEMBINA TK. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.3 . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tingginya kematian bayi 3 disebabkan oleh asfiksia.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.Penanganan kematian ibu dan bayi . Masih adanya kematian ibu 1 kasus 2. .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. BHOKO. Bajawa. I NIP 195709141984032008 UPAYA KESEHATAN Formulir RC. pneumonia. Tindakan : . Infeksi. 3.

Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .89% 69. UPAYA KESEHATAN Formulir RC. B 1.58% 86.89% 61.23% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.3 .Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya.42% 81. 2. Kunjungan K4 masih rendah 2.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. 3. Imunisasi DPT 3 masih rendah Tindakan : . C 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 121 241 193 217 169 3 41. 2.

Kunjungan Neonatus 1 masih rendah Tindakan : . Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. Kunjungan K4 masih rendah 2.39% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. 2. C 1.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya .Pendataan sasaran yang belum optimal. 2. B 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 8 150 167 134 145 186 8 51.72% 67.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .55% 60.20% 54.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .3 . UPAYA KESEHATAN Formulir RC. 3.07% 48.

Pendataan sasaran.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . C 1.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun (3) Jumlah Sasaran / Bulan (4) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (5) (6) (1) (2) A 1.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 5 127 259 201 227 258 5 43. B 1.66% 93. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.16% 72.30% 85.64% 93. 3. 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : . 2.3 . Kunjungan K4 masih rendah 2.48% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.67% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. 3. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel UPAYA KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : . 2.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . B 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 *) PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 133 232 179 190 209 2 45.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .39% 71.3 . 2. Ket.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .Pendataan sasaran.70% 75.45% 64. C 1.72% 66.70% 83. Kunjungan K4 masih rendah 2.

35% 100% Bajawa. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel 135 249 181 208 219 2 43.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . K4 3491 291 2. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.39% 89. Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 3175 265 2.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . Persalinan di fasilitas kesehatan 3334 278 B KESEHATAN ANAK 1. BHOKO.57% 65.1 . Persalinan oleh nakes (Pn) 3334 278 3.4. Ket. SKM PEMBINA TK.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . Kunjungan K4 masih rendah 2.Pendataan sasaran. Penderita TB selesai pengobatan 2 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.49% 79. I NIP 195709141984032008 PENGELOLAAN DANA Formulir RC.12% 78. Imunisasi DPT3*) 3313 276 C PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No (1) Jenis Pelayanan (2) Jumlah Sasaran /Tahun Jumlah Sasaran /Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) A KESEHATAN IBU 1.

4. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.000.867.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.200. PENGELOLAAN DANA Formulir RC. pembangunan .1 . Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan . peningkatan. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .Khusus untuk pengadaan sarana kesehatan sedang dalam penyiapan dokumen admnistrasi.

000.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. PENGELOLAAN DANA Formulir RC.4.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. peningkatan. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. pembangunan .1 .200.Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .867.

Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan . puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . peningkatan.4.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. pembangunan .1 .200. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.867.Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. PENGELOLAAN DANA Formulir RC.000.

867.200. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan . peningkatan. pembangunan .4.Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi PENGELOLAAN DANA Formulir RC.1 .000.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.

000. SKM PEMBINA TK. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. pembangunan . I NIP 195709141984032008 JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .2 . peningkatan. BHOKO.867. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.200.4.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.Sedang dalam Pelaksanaan Kontrak untuk pengadaan mobil Pusling dan kendaraan roda-2 Bajawa.

2.686 : 8. JAMINAN KESEHATAN Formulir RC.000. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.2 . Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten. Tindakan : .000 No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 2.960.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.913 74 88 - 243 11 31 - 2.4.

000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 42.686 jiwa : 8.2 . JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.4.091.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten. 2. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.000. Tindakan : .

303 380 - 485 51 - 6.250.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah. Tindakan yang diambil : .000.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.686 jiwa : 8.000.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.985.2 .4. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.

Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten Propinsi : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR Formulir RC.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4390 235 - 339 108 - 9.1.000.4. Tindakan yang diambil : .525.686 jiwa : 8.000. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.2 . laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.120.

Tindakan yang diambil : . I NIP 195709141984032008 . 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.686 jiwa : 8.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 3. Bajawa. BHOKO. SKM PEMBINA TK. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.Bulan Tahun : MEI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.000.Memberikan penjelasan dan motivasi kepada rumah sakit agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu.275.- - Analisi Masalah : 1.680.1. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.000.

2009 CAKUPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TH. 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN JUNI 2010 . 2010 DATA DASAR PUSKESMAS TH.LAPORAN KOMUNIKASI DATA RUTIN DAN CEPAT (KOMDAT) JANUARI S/D MEI TH.

.

.

PROFIL KESEHATAN TAHUN 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN .

Emerentiana Reny W. SKM o Mursina Wahyuningsih Daeng. SKM} Pengarah : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Martinus Beno Doven. SKM o Maria Yulita Bupu Tay.KL o Emerentiana Y. SKM o Benediktus Joni. Artanaya. A. S.G. Agung K.SKM o Veronika Suka.G. Artanaya. SKM o Yulius Widiyantoro.Sos o I.A.Md.A.TIM PENYUSUN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 Pelindung/Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Hildegardis F. A. Bhoko.O Mbere. S.KL.Md Tim Penyusun : o I.KL. Mhith&IntDev o Mursina Wahyuningsih Daeng.Sos} Tim Pengumpul Data : o Drg. SKM o Finsensius Susanto.Md. SKM o Sitti Maryanti. SKM o Martinus Beno Doven. SKM . Agung K.Md. SKM Tim Penyunting : o Hildegardis F. Bhoko.

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat. Sekian dan Terima kasih. rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan dokumen Profil Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009 ini. dokumen Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang telah disusun ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan. termasuk kinerja yang telah diperoleh dalam penyelenggaraan pelayanan minimal bidang kesehatan. BHOKO. upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan sehingga Profil Kesehatan ini dapat dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun. sumber daya kesehatan. SKM PEMBINA TK I NIP : 19570914198403200 i . Sebagaimana diketahui bahwa Profil Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan. Puskesmas dan Rumah Sakit yang senantiasa saling memberikan informasi-informasi penting khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan juga berkat dukungan lintas sektor dalam penyediaan data dan informasi di Kabupaten Ngada. oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dalam penyusunan dokumen Profil Kesehatan ini. semoga Dokumen Profil Kesehatan ini dapat memberikan informasi guna menentukan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada di masa yang akan datang. Bajawa. Kami menyadari sepenuhnya bahwa. berisi data dan informasi yang menggrafikkan derajat kesehatan. Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. kami sampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasih. Dokumen Profil Kesehatan ini tersusun berkat dukungan dan kerja sama dari para pengelola program baik di Dinas Kesehatan. Selain itu. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada juga merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten.

...... Mortalitas ……………………………………………………………………………....... Tenaga Kesehatan …………………………………………………………………… 5.2..............3........... Morbiditas ……………………………………………………………………………. Pelayanan Kesehatan Dasar ………………………………………………………..........2.......1.. 3.. 4........2.....3.................. Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar ……………………................2.... 2.... Status Gizi …………………………………………………………………………….... Maksud dan Tujuan …………………………………………………………………. Keadaan Sosial Ekonomi.... 1..........3.....2........ Latar Belakang ………………………………………………………………………..............1.. Perilaku Hidup Masyarakat ………………………………………………………….. Pembiayaan Kesehatan……………………………………………………………… BAB VI PENUTUP 6....3.......4...... 3...................... Saran…………………………………………………………………………………… LAMPIRAN 61 62 49 54 59 29 42 44 46 11 15 24 27 4 6 8 10 1 2 2 i ii iii iv vi ii ...... 1. Tingkat Pendidikan... Keadaan Penduduk ………......3.... Umur Harapan Hidup ………………………………………………………………… BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 4..1...... Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan ……………………….... Sarana Kesehatan …………………………………………………………………… 5. Kondisi Geografis …………………………………………………………………… 2.. Kesimpulan……………………………………………………………………………. 4......1......2...... 3.................4........DAFTAR ISI Hal.. BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3..... KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR PETA DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.... BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 5........... 4. Sistematika Penyajian ……………………………………………………………… BAB II GRAFIKAN UMUM KABUPATEN NGADA 2........ 6..... 2......1.........1...4.....

Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 3. Jumlah Penduduk.DAFTAR TABEL Hal Tabel 2.000 Penduduk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 5.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007-2009 Tabel 5.1 Luas Wilayah.2 Realisasi Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 23 55 15 6 iii .1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.

10 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.000 Kelahiran Hidup) Grafik 3.1 Grafik 2.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 (per 100.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.DAFTAR GRAFIK Hal Grafik 2.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.6 Perbandingan TB Paru Klinis.1 Presentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 30 26 25 23 23 23 22 21 19 18 16 14 12 10 9 8 5 7 iv .8 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3. TB Paru BTA Positif.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik 3.9 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.12 Proporsi Status Gizi Baik.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.1 Trend Angka Kematian Bayi Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 Grafik 3.11 Perkembangan Presentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada tahun 2004-2009 Grafik 3.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Grafik 3.2 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Grafik 2.

6 Presentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Keseatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.15 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil 34 Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.3 Trend Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 32 Grafik 4.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. DPT.7 Grafik 4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 48 46 45 43 40 42 40 39 39 38 37 35 36 35 v .18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.4 Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 33 Grafik 4.12 Cakupan Imunisasi BCG.Grafik 4.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.8 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah.5 Cakupan Ibu Hamil.17 Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.16 Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngad Tahun 2009 Grafik 4.2 Presentase Cakupan pemberian Tablet Besi (Fe3) Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 31 Grafik 4.14 Grafik 4.

2 Peta 5. Pustu dan Polindes Peta 5.DAFTAR PETA / VISUALISASI Hal Peta 2.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 3.6 Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi.2 Peta 5.3 Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.1 Peta 3. dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 59 58 58 50 50 27 49 4 17 vi .1 Peta Kecamatan Rawan Gizi Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta Penyebaran Puskesmas. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada tahun 2009 Peta 5. Sanitarian.

DATA DASAR PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA                   Dinas Kesehatan  TAHUN 2009 .

Kabupaten Ngada 2010 .

Peserta KB.DAFTAR TABEL LAMPIRAN PROFIL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Luas Wilayah. Kelompok Umur. Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Berusia 10 Tahun Keatas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan dan menurut Kecamatan Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Melek Huruf Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Kecamatan Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Kecamatan Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan AFP Rate. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin. dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Pelayanan KB Baru Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kecamatan Cakupan Bayi. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita. Infeksi Menular Seksual. dan Pneumonia Balita Ditangani HIV/AIDS. DBD dan Diare pada Balita Ditangani Persentase Penderita Malaria Diobati Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Cakupan Kunjungan Neonatus. Jumlah Penduduk. Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1. Peserta KB Baru. Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/SMP/SMU Jumlah PUS.K4). Bayi dan Bayi BBLR yang Ditangani Status Gizi Balita dan Jumlah Kecamatan Rawan Gizi Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1. Rasio Beban Tanggungan. % TB Paru Sembuh. Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Wanita USia Subur Dengan Status Imunisasi TT Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Akses Ketersediaan Darah unutk Bumil dan Neonatus tang Dirujuk Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi DItangani Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayahnan Gawat Darurat (Gadar) Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani <24 Jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Penderita dan Kematian Serta Jumlah Kecamatan dan Desa yang Terserang KLB Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Persentase Desa/Keluarahan Dengan Garam Beryodium yang Baik Menurut Kecamatan . Jumlah Desa/Kelurahan.

Rawat Inap. Pelayanan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kemampuan Labkes dan Memilki 4 Spesialis Dasar Ketersediaan Obat Sesuai dengan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Dasar Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata dan Kecamatan Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kecamatan Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kecamatan Persentase Institusi DIbina Kesehatan Lingkungannya Persentase Rumah/Bangun yang Diperiksa dan Bebas Jentik Nyamuk Menurut Kecamatan dan Puskesmas PersebaranTenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Jumlah Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan JUmlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Kefarmasiahn dan Gizi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Sarana Kesehatan Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Indikator Pelayanan Rumah Sakit .Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42` Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Formal Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Cakupan Wanita USia Subur Mendapat Kapsul Yodium Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Jumlah Kunjungan Rawat Jalan.

diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif). kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Dan pencapaiannya didukung oleh 3 misi yaitu : Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. terpadu dan berkesinambungan. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 1 . Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah mengandung konsekuensi bahwa masing-masing daerah harus memiliki Sistem Kesehatan tersendiri. mau dan mampu untuk mengenali. Salah satu produk dari SIK Kabupaten/Kota adalah ”Profil Kesehatan Kabupaten Ngada”. Setiap individu berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan. pencegahan penyakit (preventif).1 Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran. pengarus-utamaan gender. dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menetapkan visi :” Masyarakat Ngada yang Mandiri untuk Hidup Sehat” yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Ngada menyadari. Untuk mewujudkan visi dan misi . termasuk dukungan dalam menyusun Sistem Informasinya. keluarga dan masyarakat. Memasuki millennium ketiga. Meningkatkan kemitraan. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara menyeluruh.BAB I PENDAHULUAN 1. Kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas dari Sistem-sistem Informasi Kesehatan (SIK) Propinsi dan untuk memperoleh Sistem Kesehatan propinsi yang akurat maka diperlukan pemantapan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota hal ini disebabkan karena penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sesuatu yang sangat penting. SIK Kabupaten/Kota diharapkan antara lain dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana Pembangunan Daerah tersebut serta sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan. memberdayakan masyarakat dan atau kelompok masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan kesehatan. mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat meminimalkan gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat.

Untuk mengetahui gambaran secara umum situasi atau keadaan kesehatan di Kabupaten Ngada. Data dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar. 1. Bab-2 : Gambaran Umum Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Ngada.Profil Kesehatan Kabupaten Ngada adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Ngada yang diterbitkan setahun sekali. 3. administratif dan informasi umum lainnya. angka kesakitan.3 Sistimatika Penyajian Bab-1 : Pendahuluan Bab ini berisikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil Kesehatan dan sistematika dari penyajiannya. 2. 1.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 yaitu : 1. dan status gizi masyarakat. pencapaian programprogram kesehatan dan keluarga berencana. Bab-4 : Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar. sosial budaya dan lingkungan. Untuk mengetahui hasil pencapaian program-program kesehatan serta permasalahanpermasalahan dalam pelaksanaan program di Kabupaten Ngada pada tahun 2009. fasilitas kesehatan. Selain uraian tentang letak geografis. Dalam setiap terbitannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan. Selain hal tersebut diatas tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 ini adalah dalam rangka menyediakan informasi kesehatan sebagai salah satu sarana untuk perencanaan. pelayanan kesehatan dasar rujukan dan penunjang. bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya seperti kependudukan. ekonomi. Bab-3 : Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian. pemantauan dan mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 dan tahun 2010 yang mengacu kepada Visi Kabupaten Ngada serta pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas – Puskesmas binaan dalam pencapaian Visi Kabupaten Ngada Sehat. perbaikan gizi masyarakat. pemberantasan penyakit menular. pelayanan kefarmasian dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 2 . pendidikan. Untuk menyediakan data-data kesehatan yang berguna dalam pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi.

pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya.alat kesehatan. Selain keberhasilankeberhasilan. bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. tenaga kesehatan. Upaya pelayanan kesehatan diuraikan dalam bab ini juga memuat indicator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota. Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan. pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 3 . Bab-6 : Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009.

Jarak antara Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yang terletak di Bajawa yang terjauh adalah Maronggela (Kecamatan Riung Barat) 74 km kemudian Riung (Kecamatan Riung) 71 km dan yang terdekat adalah Surisina Kecamatan Bajawa yaitu 2 km. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan.07% dari keseluruhan luas wilayah. Kondisi Geografis Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores bagian barat.BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN NGADA 2. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 4 .92 km2.5 o BT. Peta 2. dengan luas wilayah 1.23% dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Ngada. 78 Desa dan 16 kelurahan.94 km2 atau 20. bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Wilayah administratif Kabupaten Ngada telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan kependudukan.45o BT – 121.620.1. bagian selatan berbatasan dengan Laut Sawu. Dan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Jerebuu yaitu 82. Bagian utara berbatasan dengan Laut Flores. propinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya pada koordinat 8o LS – 9o LS dan 120.26 km2 atau 5. Dimana kecamatan terluas adalah Riung 327.

Berdasarkan ketinggian terhadap permukaan laut wilayah Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi : Dataran Tinggi. Profil Kesehatan Puskesmas. Dengan adanya sejumlah gunung tersebut. Grafik 2. Kecamatan Bajawa Utara dan bagian utara yang terbentang dari Kecamatan Riung Barat sampai dengan Kecamatan Riung. bagian tengah dengan dataran Kecamatan So’a. (Ngada dalam Angka. serta adanya pegunungan lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada.Secara topografis Kabupaten Ngada terdiri dari daerah pantai. Sehingga Kecamatan Bajawa letak Ibukota Kabupaten Ngada serta kecamatan lainnya termasuk daerah sangat terpencil. begitupun Puskesmas yang terletak di kecamatan tersebut dikategorikan sebagai Puskesmas sangat terpencil. Gunung Inelika dengan ketinggian 1600 m. Gunung Inerie dengan ketinggian 2.2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 5 .2009. Kecamatan Wolomeze. Oleh karena wilayah terdiri dari dataran tinggi atau perbukitan menyebabkan akses terhadap fasilitas kesehatan cukup sulit.245 m. Dataran rendah. yang ditandai oleh sebagian besar terdapat di wilayah pantai selatan seperti di Kecamatan Aimere dan sekitarnya. 2009). Gunung Lobo Butu dengan ketinggian 1800 m. Dari data yang ada menunjukkan wilayah Kabupaten Ngada merupakan daerah perbukitan dengan rata-rata tingkat kemiringan tanah terbesar 15-25%. yang ditandai dengan adanya gununggunung seperti. lembah. Hal ini dapat dilihat dari frekuaensi penerbangan transportasi udara maupun laut tidak terlaksana secara rutin harian. maka Kabupaten Ngada banyak memiliki daerah yang cukup curam serta daerah yang dapat dikategorikan sangat terpencil. Medan dan jalan menuju beberapa desa masih sangat sulit dijangkau.1 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Sumber : Ngada Dalam Angka. daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki ketinggian dari 0 meter sampai dengan lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut. Bajawa merupakan ibukota Kabupaten Ngada terletak di daerah dataran tinggi sehingga akses transportasi dari dan ke ibukota propinsi cukup jauh dan membutuhkan waktu yang relatif panjang.

388 7.026 29.30 167. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 67.72 82.9%).318 1.38 91. Kecamatan Bajawa 5.795 4.620.352 Ratarata Jiwa/ RT 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 Kepadatan Penduduk/ km2 97 139 97 247 50 131 44 25 48 85 : Puskesmas Aimere : Puskesmas Koeloda : Puskesmas Watumanu : Puskesmas Kota dan Puskesmas Surisina : Puskesmas Waepana : Puskesmas Watukapu : Puskesmas Riung : Puskesmas Maronggela : Puskesmas Natarandang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Aimere Golewa Jerebuu Bajawa Bajawa Utara Soa Riung Riung Barat Wolomeze KABUPATEN Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 6 .92 Jml Desa/kel 12 21 8 17 7 7 12 6 4 94 Jml Penduduk 14.Dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ngada masing-masing Kecamatan telah mempunyai Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan dengan nama-nama Puskesmas sebagai berikut : 1. Jumlah Rumah Tangga 29. Tabel 2.352 KK dan rata-rata jiwa per rumah tangga 5 jiwa per rumah tangga.757 6. maka terjadi penambahan penduduk pada tahun 2008 sebanyak 3885 jiwa (2.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Ngada jumlah penduduk Tahun 2009 sebanyak 138.397 3. Kecamatan Aimere 2. Kecamatan Bajawa Utara 7.14 327. Jika dibandingkan laju pertumbuhan penduduk selama 3 tahun terakhir menurut data BPS Kabupaten Ngada yaitu jumlah penduduk tahun 2007 sebanyak 134.50 250. Kecamatan Soa 6.894 1.127 jiwa (sudah dipisahkan dengan penduduk wilayah Nagekeo).827 7. Kecamatan Riung Barat 9. Jumlah Penduduk.050 Jumlah Rumah Tangga 3.265 7. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Luas Wilayah (km2) 152. Kecamatan Riung 8.947 14.26 133.930 8. sedangkan laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1%. jumlah penduduk 2008 sebanyak 138.012 jiwa.864 34. Kecamatan Jerebuu 4.309 11.1 Luas Wilayah.49 103.998 138. Kecamatan Golewa 3.94 312.035 jiwa dengan tingkat kepadatan 85 jiwa per km2.050 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngada.394 1.015 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 71. Kecamatan Wolomeze 2.19 1.992 32.656 2.645 1.

Komposisi penduduk usia kerja yaitu yang beumur 15 – 64 tahun.Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan dengan penduduk perempuan.3 berikut ini. mengingat komposisi penduduk Ngada paling banyak pada usia produktif. 15-19 tahun. Dan dikelompokkan menjadi “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Sumber : Ngada dalam Angka. Dan juga perhatian lebih pada WUS (Wanita Usia Subur) dan PUS (Pasangan USia Subur).1) sedangkan ratio jenis kelamin kecamatan lainnya rata-rata sama yaitu diatas 90%. 20-24 tahun dan 1-4 tahun.1. Gambaran komposisi penduduk secara labih rinci dapat dilihat pada gambar 2.902 orang atau 77. Grafik 2.0% dari seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas. Menurut hasil Susenas 2007 secara keseluruhan penduduk Kabupaten Ngada berumur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja berjumlah 124. Lebih banyaknya komposisi penduduk perempuan dibandingkan laki-laki memberikan ruang bagi sektor kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan terutama ibu.2009. meningkat dibandingkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Ngada tahun 2008 yaitu 90. Ratio penduduk menurut jenis kelamin yang tertinggi di Kecamatan Wolomeze (98. karena mereka sangat berperan penting dalam keluarga. Komposisi penduduk Kabupaten Ngada dirinci menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan proporsi terbesar (penduduk laki-laki dan perempuan) berada pada kelompok umur 10-14 tahun.3.3) dan Kecamatan Bajawa Utara (97. Profil Puskesmas 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 7 . dengan ratio penduduk menurut jenis kelamin sebesar 94.

Penduduk miskin merupakan tanggungan Negara (Pasal 34 UUD 1945) sehingga pemerintah menyediakan Jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang terdata dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang memiliki kartu amkesmas atau menjadi peserta Jamkesmas. Sedangkan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk non makanan sebesar 69. Dari 65.000 – diatas 1.41%) sedangkan untuk sector kesehatan sebesar 4. Dapat dikatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada masih berada pada tingkat ekonomi rendah. Rata-rata pengeluaran untuk sektor pendidikan sebesar 5.000.000 rupiah perkapita sampai 1.000.03%.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup dalam Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.131 rupiah (33. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan sebesar 138.000 rupiah perkapita perbulan yaitu sebesar 28.000.259 rupiah (66.68% dari total penduduk.826 jiwa penduduk miskin yang terdata.98% dari seluruh pengeluaran (Ngada Dalam Angka.33%). Laporan Subdin Yankes. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian penduduk Kabupaten Ngada pada kesehatan masih rendah. Grafik 2. • Penduduk Miskin Jumlah penduduk miskin yang terdata di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 65.3 Keadaan Sosial Ekonomi Tingkat ekonomi penduduk Kabupaten Ngada bisa dilihat dari pengeluaran penduduk menurut golongan pengeluaran <100.000 atau lebih hanya berkisar 0.67%).11% (Susenas 2007). semua sudah memilki kartu jamkesmas baik Jamkesmas Pusat maupun Jamkesmas daerah.826 jiwa atau sebesar 47.113 rupiah perkapita atau hanya sekitar 1.000 rupiah dimana presentasi penduduk terbesar pada pengeluaran 100. sehingga penyediaan dana oleh pemerintah terhadap sector kesehatan perlu ditingkatkan.2. sedangkan penduduk dengan pengeluaran Rp.007 rupiah perkapita (2. 2009).000 – 149. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 8 .1.

Jerebuu dan Bajawa Utara persentase penduduk miskin dibawah 50%. disusul oleh Kecamatan Bajawa Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 61% (5. Dengan semakin meningkatnya persentase cakupan jaminan kesehatan penduduk miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk miskin. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 9 .079 penduduk miskin dari 8. pada tahun 2008-2009 Program Askeskin digantikan oleh Jamkesmas dengan tujuan yang sama yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang terdata.Dari gambar tersebut. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2008 sebanyak 67.795 penduduk).9 dari keseluruhan penduduk) (Profil Kesehatan 2008) maka jumlah penduduk miskin Kabupaten Ngada mengalami penurunan sebanyak 1620 orang atau penduduk miskin berkurang sebesar 1.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.998 penduduk terdata). yaitu 62% penduduk terdata sebagai penduduk miskin (4.446 orang (48. Sedangkan kecamatan Golewa. Kedua Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan akses sarana transportasi seperti kondisi jalanan dan kendaraan yang cukup sulit untuk mencapai Ibukota kabupaten dalam hal ini RSUD Bajawa sebagai pelayanan rujukan strata 1.309 penduduk terdata).22%. Laporan Jamkesmas 2009 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase pelayanan penduduk miskin tertinggi terdapat di Puskesmas Watumanu (116%) dan Puskesmas Riung (116%). Pelayanan Jamkesmas tahun 2009 pada masyarakat miskin dapat dilihat pada gambar berikut. Dan jumlah masyarakat miskin yang tercakup Askeskin pada tahun 2007 sebanyak 42%. Rincian lebih lengkap mengenai data penduduk miskin dapat dilihat pada lampiran tabel 36 dan 37.914 penduduk miskin dari 4. kemudian kecamatan Wolomeze dengan persentase penduduk miskin 58% (2. diketahui bahwa persentase masyarakat miskin terbanyak berada di wilayah Kecamatan Maronggela .818 penduduk miskin dari 7. Grafik 2.

0%). dengan persentase penduduk laki-laki 10 tahun keatas yang melek huruf sebesar 48. Ngada Dalam Angka. Profil Kesehatan 2009.2. Dari gambar menunjukkan bahwa persentase tertinggi penduduk usia 10 tahun keatas berdasarkan tingkat pendidikan paling tinggi pada tingkat pendidikan SD/MI (40%) sedangkan yang tidak tamat SD/tidak mempunyai ijazah sebanyak 35% kemudian disusul dengan tingkat pendidikan SLTP (9.9% . Penduduk 10 tahun keatas yang melek huruf di Kabupaten Ngada sebanyak 50.4 Tingkat Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk dicerminkan dengan angka melek huruf.8% sedangkan perempuan lebih tinggi yaitu sebesar 51.6%) dan terendah di Kecamatan Jerebuu (11. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 10 .04%. Sedangkan pesentase penduduk menurut tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 2. Data lebih terperinci mengenai tingkat pendidikan dan angka melek huruf Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4 dan 5.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber . yaitu persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin. 2009.0%). Persentase penduduk melek huruf tertinggi di Kecamatan Aimere (89.

rohani ( mental ) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit. walaupun masih dijumpai beberapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. 3. Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik. atau 1. Indikator-indikator tersebut ditentukan oleh 4 faktor utama yaitu Perilaku Masyarakat. Jumlah bayi lahir mati yaitu kematian bayi sejak lahir sampai dengan 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Beberapa indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI). Jumlah bayi lahir mati di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 55 kasus kematian. Secara sederhana keadaan sakit itu dinyatakan sebagai : Penyimpangan dari keadaan normal. Angka Kematian Bayi (AKB).1 Mortalitas Data kematian yang terdapat pada masyarakat dapat diperoleh melalui survey. 23 tahun 1992. karena sebagian besar kematian terjadi di rumah. Salah satu penyebab masih tingginya kasus lahir mati karena Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 11 . Sehingga jumlah kematian bayi. Lingkungan. yang dimaksud dengan keadaan sehat adalah keadaan meliputi kesehatan badan. Pelayanan Kesehatan dan Faktor Genetika. AKABA dan Peningkatan Status Gizi Masyarakat serta status Angka Kesakitan dan Kondisi Penyakit Menular. dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi. cacat. belum menggambarkan Angka Kematian sebenarnya di masyarakat. Keempat faktor utama ini diintervensi melalui beberapa kegiatan pokok yang mempunyai dampak ungkit besar terhadap upayaupaya percepatan penurunan AKI. balita dan ibu maternal yang dilaporkan oleh petugas kesehatan. Menurut UU Kesehatan RI No. Program pembangunan kesehatan di kabupaten Ngada ini dilaksanakan dikatakan cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. perilaku.BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Pengertian tentang keadaan sehat dan sakit sangat penting mengingat kita harus dapat menentukan ada/tidaknya permasalahan/penyakit diantara masyarakat dan seberapa besarnya masalah tersebut. AKB. Faktor-faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan adalah : lingkungan. Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi. Kelahiran hidup sebanyak 3115 kelahiran. baik struktur maupun fungsinya atau Keadaan dimana tubuh atau organisme atau bagian dari organisme/populasi yang diteliti tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari keadaan patologisnya.74% dari 3170 kelahiran.

AKB Propinsi NTT yang dilaporkan tahun 2007 sebesar 11/1000 KLH (1159 kematian). Trend Angka Kematian Bayi dper 1000 Kelahiran Hidup Di kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Jika dibandingkan dengan Angka kematian bayi (AKB) Kabupaten Ngada tahun 2008 sebesar 16. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kelahiran maka persentase lahir mati mengalami peningkatan.000 KLH. Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 17. Kejang. dengan absolut kematian sebanyak 55 kasus. Infeksi. namun jumlah absolut kasus menurun. maka AKB Kabupaten Ngada mengalami peningkatan. Penyebab kematian bayi terbanyak adalah Asfiksia.94% persalinan ditolong oleh Dukun atau sebanyak 250 persalinan. Cacat Bawaan. penyebab kedua adalah Pneumonia. Yang sama artinya setiap 1000 kelahiran hidup terjadi 18 kematian bayi. Ikterus.7 atau 18 per 1000 Kelahiran Hidup. Hal ini merupakan masalah serius yang harus segera diatasi sejalan dengan kebijakan Revolusi KIA Provinsi NTT yang menyatakan bahwa semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. Trend AKB di Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 3. dan persentase persalinan ditolong oleh dukun mengalami peningkatan. hal ini menunjukkan bahwa AKB Kabupaten Ngada lebih tinggi dari AKB Propinsi NTT. dan Kecelakaan.1. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lahir mati tahun 2008 sebanyak 59 kasus maka pada tahun 2009 mengalami penurunan. Malaria. dimana 7. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003 AKB Indonesia sebesar 35 per 1.5/1000 Kelahiran hidup dengan absolut kematian sebanyak 57 kematian. penyebab lainnya adalah Aspirasi. a.masih banyak persalinan yang dilakukan tidak di sarana kesehatan dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan berkompetensi bidan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 12 . Diare.

maka tidak terjadi peningkatan atau penurunan. Dari 7 kasus Kematian Ibu 3 kasus terjadi di Kecamatan Golewa dengan penyebab Perdarahan karena Kehamilan di Luar Kandungan (KET) dan perdarahan setelah melahirkan (post-Partum). kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran. Penyebab kematian Balita terbanyak adalah Pneumonia. keadaan kesehatan kurang baik menjelang kehamilan. Angka tersebut masih dibawah target IS 2010 yaitu sebesar 102/100. jantung dan Pre-eklamsia berat. persalinan dan masa nifas.000 KLH pada tahun 2015 (MDG’s). 1 kasus kematian terjadi di Kecamatan Riung dengan penyebab Perdarahan Post-Partum.000 Kelahiran Hidup dengan absolut 7 kasus kematian ibu dari 3115 KLH. Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 224. Jika debandingkan dengan AKI Kabupaten Ngada Tahun 2008 yang dilaporkan sebesar 144/100. Namun secara absolut atau dilihat dari jumlah kasus kematian balita terjadi penurunan dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 9 kasus pada tahun 2009.1 per 1000 Kelahiran Hidup. Febris dan Gizi Buruk. Mengatasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan dana untuk pelacakan kasus kematian bayi antara lain melalui kerjasama dengn AIP-MNH (Australia-Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt) dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi kebidanan serta pertemuan-pertemuan lintas sektor dan lintas program dengan petugas kesehatan di Puskesmas. dan terjadi peningkatan AKB yang cukup tinggi pada tahun 2008 dan 2009. Pustu dan Polindes. Obs. Jumlah kelahiran dan kematian bayi dan balita secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6.9 atau 3 per 1000 Kelahiran Hidup.AKB Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. atau peningkatan jumlah kematian. b.7 atau 225 per 100.000 KLH atau 5 kematian dari 3464 KLH. 1 kasus terjadi di Kecamatan Riung Barat dengan penyebab Emboli Air Ketuban (Suspect Emboli Air Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 13 . walaupun terjadi penurunan pada tahun 2007. c. Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan. Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi. sedangkan penyebab kematian lainnya adalah Kejang. serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. maka terjadi peningkatan AKI. 2 kasus terjadi di Kecamatan Aimere dengan penyebab Hepatitis. Jika dibandingkan dengan AKABA tahun 2008 yaitu 3. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 2.

transportasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi dan KB. namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan AKI. serta letak geografis yang masih sulit untuk mengakses sarana kesehatan dan belum diterapkannya P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) secara optimal. Grafik 3. Pendanaan. sehingga pada saat ibu hamil atau warga yang membutuhkan darah.000 Kelahiran Hidup) Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa AKI Kabupaten Ngada dari tahun 20052008 cenderung mengalami penurunan. Adanya kasus kematian ibu maternal di Kabupaten Ngada disebabkan oleh kurangnya kuantitas maupun kualitas tenaga bidan terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 (per 100. bayi. di Pustu dan Puskesmas. Jejaring Notifikasi bertugas untuk mendata semua sasaran kesehatan terutama ibu hamil. Jejaring Pandanaan bertugas untuk mengumpulkan iuran atau dana solidaritas warga untuk kesehatan. kunjungan rumah ( sweeping ) post persalinan oleh petugas belum optimal. masih ada pertolongan persalinan oleh dukun. Upaya untuk menekan angka kematian ibu dilakukan denganmeningkatkan kemitraan bidan dan dukun untuk mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan dengan harapan agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR). Jejaring Donor Darah mendata semua golongan darah dari warga setempat. Selain tersebut diatas upaya yang dilakukan adalah penggerakan dan pengembangan Desa Siaga dengan membangun 5 jejaring yaitu Notifikasi. kondisi sosial ekonomi masih rendah untuk membiayai.Ketuban). Data kasus kematian ibu secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran. Donor Darah. balita dan kelompok rentan. kurangnya sarana dan prasarana dalam pelayanan Emergensi Obstetrik dan Neonatal baik itu di Polindes. jejaring Transportasi untuk memudahkan merujuk warga terutama ibu hamil Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 14 . tabel 7.

95 Penyakit Kecacingan 1.81 7. hal ini disebabkan karena telah tersedianya sarana dan prasarana laboratorium di Puskesmas untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 15 .33 colera atau disentri Penyakit lain pada saluran pernapasan 9.66 Scabies 1. 2009 Dari data penyakit diatas menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas merupakan penyakit pada urutan pertama selama 3 tahun terakhir ini.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007 -2009 Tahun Tahun Tahun Jenis Penyakit 2007 2008 2009 % % % Infeksi Akut pada Saluran Pernapasan 21. yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.07 Bag Atas Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium (Termasuk Malaria 4. Sedangkan Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium mengalami peningkatan yaitu urutan ke-5 tahun 2007. ke-3 tahun 2008 dan urutan ke-2 tahun 2009.16 No 1 2 Trend ↑ ↑ 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ↑ ↓ ↑ ↓ ↑ Sumber : Laporan Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Khusus dan Rujukan. triwulan. 3.2 Morbiditas Angka kesakitan penduduk diperoleh dari pengumpulan data di masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui kunjungan rumah dan laporan bulanan. A.35 Tropika) Penyakit pada sistem otot.60 2.00 22.02 6. jaringan pengikat (Pyk tulang blkg.02 1.46 7. Terobosan lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah dengan mencanangkan REVOLUSI KIA yaitu Semua Persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai.60 bag atas di luar ISPA Diare 2.68 27. semester dan tahunan dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) Puskesmas dan sarana pelayanan swasta.38 2.71 40.53 Penyakit lainnya 26.14 & rematik) Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan Lab) 17.99 Ginggivitis atau Penyakit Periodental 1.05 5.23 Infeksi Penyakit Usus lain di luar diare. Pola 10 Penyakit Terbanyak Dari laporan LB1 (Laporan Bulanan) puskesmas menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyakit yang selalu menduduki urutan teratas tiap tahunnya.50 3.64 37. 2. Jejaring Kespro dan KB bertujuan untuk konseling KB pada PUS dan pendataan akseptor aktif.ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.52 4.41 14.61 2. radang sendi 6.

balita dan lansia. dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. Grafik 3. B. Pustu.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Kesehatan 2009. 2009. yang tidak tersedia laboratorium dasar. data malaria klinis ini sebagian besar merupakan pasien yang berobat ke Pustu maupun Polindes. Malaria Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terutama di Kabupaten Ngada yang merupakan daerah endemik malaria. Polindes maupun ditemukan pada saat pusling diberikan pengobatan malaria. Penyakit Menular Bersumber Binatang 1. Sedangkan kasus malaria positif pemeriksaan darah di laboratorium sebanyak 7912 kasus atau sebanyak 42.46% dari seluruh kasus penderita malaria klinis. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 16 . Laporan Bidang Kesmas.pemeriksaan parasit malaria.736 kasus. Penderita malaria klinis di Kecamatan Bajawa Utara wilayah kerja Puskesmas Watukapu dan Kecamatan riung Barat wilayah kerja Puskesmas Maronggela serta kecamatan Wolomeze wilayah kerja Puskesmas Natarandang tidak dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium karena di Puskesmas bersangkutan belum tersedia Laboratorium kesehatan. dan hal ini menyebabkan Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan laboratoris) mundur ke urutan ke-4. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar 57 per 1000 penduduk. Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah kasus malaria klinis terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa/ke Puskesmas Kota sebanyak 2. Semua penderita Malaria dengan gejala klinis maupun positif yang berkunjung ke Puskesmas. Jumlah kasus malaria klinis (demam tinggi disertai dengan menggigil) di Kabupaten Ngada masih tinggi.721 kasus. terlihat dari jumlah penderita tahun 2009 (yang berobat ke Puskesmas) sebanyak 10. dengan AMI (Annual Malaria Incidence) 78 per 1000 penduduk.

Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit malaria dalam bentuk peran serta masyarakat melalui : (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas.1 : Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Dari peta diatas diketahui bahwa daerah dengan potensi endemis berat atau tinggi adalah Kecamatan Soa. pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent). Penyebaran wilayah endemis malaria dapat dilihat pada peta berikut : Peta 3. Bajawa Utara dan Riung Barat. Aimere. pemasangan kasat kasa di rumah. Lebih terperinci mengenai Malaria dapat dilihat pada lampiran Profil tabel 11. Bajawa.776 kasus pada tahun 2008 maka kasus malaria klinis mengalami penurunan.Jika dibandingkan dengan jumlah kasus Malaria Klinis 20. dengan AMI paling tinggi yaitu 172 per 1000 penduduk. Daerah Endemis Malaria Ringan atau Rendah adalah Kecamatan Riung dan Wolomeze. Trend kasus malaria selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini: Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 17 . Sedangkan daerah dengan endemis malaria Sedang adalah Kecamatan Golewa. (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu. pemakaian baju tebal dan (3) menghilangkan atau membersihkan sarang nyamuk menghilangkan genangan air. memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air.

000 penduduk dengan absolut sebanyak 9 kasus. Sedangkan kasus malaria positif mengalami cenderung menagalami peningkatan dari tahun 2005-2008.Grafik 3. Demam Berdarah Dengue (DBD) Kondisi yang menyebabkan DBD adalah Tingginya mobilitas penduduk. Dari data menunjukkan bahwa DBD merupakan kasus atau penyakit yang bersifat periodik atau mempunyai siklus waktu tertentu Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 dengan Angka Kesakitan 30 per 100. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 18 .4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik diatas menggambarkan jumlah kasus malaria klinis selama 5 tahun terakhir (2005-2009) cenderung menurun dan mengalami penurunan pada tahun 2009. belum memasyarakatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah masalah yang perlu diperhatikan di Kabupaten Ngada. dan menurun pada tahun 2009. Pada tahun 2009 Angka Kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sebesar 7 per 100. namun kasus-kasus ini sebagai akibat mobilitas penduduk. kurang efektifnya Fogging Fokus dengan Fogging sebelum penularan. Menurunnya kasus malaria menunjukkan derajat kesehatan masyarakat semakin baik yang juga didukung oleh bantuan Global Fun ATM yaitu Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam pemberantasan penyakit Malaria sejak tahun 2006 terutama bantuan kelambu berinsektisida.000 penduduk maka tahun 2009 terjadi penurunan kasus DBD. 2.

Anopheles dan Culex.Grafik 3. Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 6 per 100. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 19 .5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Sumber : Profil Puskesmas 2008. Di kabupaten Ngada pada tahun 2008 terdapat 26 kasus filariasis yang terdapat di kecamatan Bajawa Utara dan Riung Barat. dari beberapa jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor Filariasis yaitu Mansonia. Brugia Malayi dan Brugia Timori. yaitu Wucherecia bancrofti.000 penduduk di tahun 2009.000 penduduk pada tahun 2006.namun penderita tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1970an dan sudah diberi tatalaksana/pengobatan. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap. sampai dengan tahun 2003 kasus kronis Filariasis telah menyebar ke 30 provinsi pada lebih dari 231 kabupaten dengan jumlah kasus kronis 6.000 penduduk pada tahun 2008 dan menurun menjadi 7 per 100. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. kemudian menurun menjadi 3 per 100. 3.635 orang. Angka Kesakitan DBD dilihat dari gambar diatas mengalami peningkatan setiap 2 tahun. Di Indonesia. Meningkat dari 2 per 100. Filariasis Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”.000 penduduk pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan menjadi 30 per 100.

000 orang (44. Sedangkan pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus filariasis.5% (41 kasus gigitan) tidak diberi VAR. 4. dimana suspek TB Paru sebanyak 240 orang. Dari 329 kasus gigitan diantaranya 61. maka penderita kasus gigitan HPR langsung diberikan VAR atau Vaksin Anti Rabies.17% atau 1 korban meninggal dari 24 kasus gigitan yang berasal dari Kecamatan Soa.4% (202 kasus) diberikan VAR lengkap. Sedangkan kasus TB Paru dengan BTA+ mengalami Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 20 . Di Kabupaten Ngada. dan eliminasi terhadap HPR belum secara total dilakukan. Penyakit Menular Langsung 1. dari laporan Puskesmas oleh pengelola P2TB (pencegahan dan Penanggulangan Tuberculosis) suspek TB Paru atau suspek dengan gejala-gejala klinis menderita TB paru sebanyak 426 orang. Dan angka kesembuhan penderita TB BTA + sebesar 62% atau 29 penderita sembuh. dan desa tersebut dikatakan rawan terhadap kasus Rabies.9% dari 583. Angka tersebut diyakini sangat memungkinkan. Penderita yang dobati adalah yang BTA positif sejumlah 47 penderita atau 100%. dimana pernah terjadi kasus rabies. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar ke-3 di dunia.1% (86 kasus) tidak VAR lengkap. namun tidak bertambah besar. oleh karena Kabupaten Ngada merupakan daerah Endemik Rabies.walaupun bengkak pada kakinya tetap ada. dengan Attack rate 1. Dari 426 penderita yang dinyatakan positif TB dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak/sputum yang positif BTA (Basil Tahan Asam) sebanyak 47 orang atau 11%. namun 44 kasus Filariasis pada tahun 2007 terjadi di kecamatan Boawae yang pada tahun 2008 sudah masuk wilayah Kabupaten Nagekeo. hal ini dikarenakan adanya penjaringan penderita dengan gejala klinis TB paru dan adanya pemeriksaan kontak serumah. C. Dan CFS atau Case Fatality Rate atau persentase korban meniggal karena kasus Rabies adalah 4. 26. maka mengalami penurunan.55. maka pada tahun 2009 mengalami peningkatan. serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini. TB Paru WHO memperkirakan pada saat ini. Jika dibandingkan dengan kasus TB Paru pada tahun 2008. dan tidak ditemukan penderita baru. Bila dibandingkan dengan kasus Filariasis tahun 2007 sebanyak 44 kasus. apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan. Rabies Di Kabupaten Ngada Pada tahun 2009 dilaporkan adanya kasus gigitan HPR (hewan Penular Rabies) sebanyak 329 kasus. sosial ekonomi masyarakat. Lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 13. dan 12. Akibat gigitan HPR ini terdapat 1 korban meninggal dari Kecamatan Soa.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC.000 penderita baru TB) dan 140. yang setiap tahunnya diperkirakan ada penderita baru TB menular sebanyak 262.

Grafik 3. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Pustu. 2.4 per 1000 penduduk. jika dibandingkan dengan Angka Kesakitan Diare tahun 2008 19. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 9. Diare pada balita ditangani 100% atau semua penderita diare balita ditangani dengan pemberian oralit maupun infus (Rnger Laktat/RL). Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 21 . Polindes dan Pusling (tidak termasuk RSU) di Kabupaten Ngada.6 Perbandingan TB Paru Klinis. Watukapu dan waepana. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan Di kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Dari Grafik dapat dilihat bahwa penderita TB Paru klinis paling banyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Waepana kemudian disusul Wilayah Kerja Puskesmas Koeloda.76% diantaranya merupakan penderita balita (1437 kasus). sehingga pengobatan TB sebagian besar diawasi oleh petugas kesehatan. Angka Kesakitan Diare tahun 2009 sebesar 18 per 1000 penduduk.penurunan yaitu 66 orang pada tahun 2008 menjadi 47 orang pada tahun 2009. TB Paru BTA Positif. maka terjadi penurunan Angka Kesakitan Diare. pemeriksaan sputum terhadap BTA dilakukan di Laboratorium Puskesmas Waepana. hal ini disebabkan belum optimalnya Pengawasan Minum Obat (PMO) di tingkat keluarga.488 kasus dan 57. Suspek TB Paru pada Puskesmas Maronggela. Angka kesembuhan pengobatan TB paru tidak mengalami peningkatan yaitu 62 % pada tahun 2008 dan 2009. Diare Pada tahun 2009 Peyakit Diare menduduki urutan ke-7 dalam Pola Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa diare sebanyak 2.

Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa itu adalah penyakit yang memalukan. meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangannya. dan 6 diantaranya meninggal. dilihat dari penambahan jumlah kasus. tahun 2004 2 kasus dan tahun 2003 1 kasus. Semakin tingginya mobilitas penduduki antar wilayah. Dan dari 29 kasus tersebut. Dan beberapa suspek atau orang yang dicurigai menderita HIV/AIDS menolak untuk mengikuti pemeriksaan darah. dimana yang nampak hanya sebagian kecil saja. Gambar 3. perkembangan teknologi yang semakin pesat. 8 kasus ditemukan tahun 2009. Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada merupakan fenomena gunung es. tahun 2007 ditemukan sebanyak 5 kasus HIV/AIDS. penyebaran pembangunan ekonomi. HIV/AIDS Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus di Kabupaten Ngada menunjukkan peningkatan. sehingga banyak sekali kasus yang tidak terjaring.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi Di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Dari gambar kasus diatas. 3 diantaranya meninggal. Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) melalui suntikan memberikan kontribusi yang besar terhadap meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS. tahun 2006 ditemukan sebanyak 3 kasus dan telah meninggal semuanya.3. terjadi fluktuasi penemuan penderita HIV/AIDS dan trend kasusnya cenderung meningkat. 6 kasus ditemukan pada tahun 2008 dan 4 diantaranya sudah meninggal. penderita HIV/AIDS yang hidup dan terdata sebanyak 9 orang. tahun 2005 ditemukan 4 kasus. Jumlah penderita HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 sampai 2009 sebanyak 29 penderita. Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah membentuk KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) pada tahun 2008 sesuai Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 22 . Dari 29 kasus tersebut. meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman seiring dengan zaman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika. 3 diantaranya meninggal.

jenis pekerjaan dan jenis kelamin.10.9. Grafik 3. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.8.dengan Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2007 dan telah membentuk jasringan ODHA dan OHIDHA. Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran penderita HIV/AIDS menurut kelompok umur. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada tahun 2003-2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 23 .

Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.17 %. dan langsung diberi tatalaksana atau penanganan pengobatan kasus tersebut. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain. BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). D. Di negara berkembang. Kejadian Luar Biasa Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan wabah. karena disamping merupakan faktor predisposisi seperti penyakit infeksi yang dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual.55% dengan jumlah penduduk sekitar yang terancam 1.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. Status gizi janin dan bayi sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil atau ibu menyusui. Pekerjaan sebagai Sopir merupakan kasus terbanyak ketiga. bayi dengan Berat Badan lahir Rendah (BBLR). yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang. Pada tahun 2009 dari deteksi dini IMS yang dilakukan terdapat 63 kasus IMS. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2. status gizi wanita usia subur. Menurut jenis kelamin kasus HIV sebagian besar ditemukan pada laki-laki yaitu 19 kasus. yang wilayah kerjanya terdapat kasus HIV/AIDS. banyak BBLR dengan IUGR Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 24 . 3.Dari gambar diatas diketahui bahwa terdapat kasus HIV/AIDS pada penduduk kelompok umur 0-5 tahun (balita) 1 kasus. hal ini disebabkan karena mobilisasi para sopir antar daerah. 4. status gizi balita. Sedangkan menurut jenis pekerjaan terbanyak pada IRT (Ibu Rumah Tangga) dan swasta. Pada tahun 2009 terjadi KLB Rabies di Kecamatan Soa yaitu terdapat 1 korban meninggal karena Rabies dari 24 kasus gigitan di Kecamatan Soa. yang sudah menjalankan kegiatan deteksi dini IMS ini adalah Puskesmas Aimere dan Kota. Attack Rate 1.3 Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum.551 penduduk. Kurang Energi Kronik (KEK). Namun kegiatan deteksi dini IMS atau PMS di Kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal. A. dan terbanyak pada kelompok umur 21-25 tahun dan 26-30 tahun. Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). dan Case Fatality Rate atau Rasio korban meninggal karena rabies dibanding korban gigitan HPR sebesar 4. IMS Deteksi dini kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dilakukan di Puskesmas dengan menerapkan managemen PMS pada ibu hamil yang datang ke sarana kesehatan.

namun pada tahun 2007 terjadi peningkatan kasus yang signifikan (154 kasus) dan mengalami penurunan pada tahun 2008 (70 kasus). Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Lebih rinci mengenai Bayi BBLR dapat dilihat pada lampiran tabel 15. Perkembangan kasus BBLR di Kabupaten Ngada sejak tahun 2004 sampai 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 3. anemia. dan menurun lagi pada tahun 2009 (54 kasus).karena ibu berstatus gizi buruk. Bayi BBLR di kabupaten Ngada yang dilaporkan Puskesmas dari 3115 kelahiran hidup 93% diantaranya yang ditimbang (2893 LH) dan yang BBLR sebanyak 1. gizi kurang (z-score<-2 SD sampai 3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD). Meskipun semua bayi BBLR pada tahun 2009 ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan namun tindakan atau upaya-upaya preventif harus tetap dilaksanakan untuk menekan angka kejadian BBLR. Di Kabupaten Ngada. 2009 Perkembangan persentase kasus BBLR di Kabupaten Ngada selama 6 tahun terakhir mengalami fluktuasi.11 Perkembangan Persentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada Tahun 2004-2009 Sumber : Profil Puskesmas. gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD). dan semua bayi BBLR telah ditangani oleh tenaga kesehatan. dimana cenderung terjadi penurunan dari tahun 2004 (183 kasus) sampai tahun 2006(96 kasus). B. malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil. Kategori yang digunakan adalah : gizi lebih (zscore>+2 SD). Salah satunya adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini ke sarana pelayanan kesehetan dan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. untuk menanggulangi masalah gizi atau untuk memperoleh gambaran konsumsi gizi di tingkat rumah tangga dan status gizi masyarakat dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Pemantauan Status Gizi (PSG) atau Pemantauan Wilayah Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 25 .78% dengan absolut 54 bayi.

ini menunjukkan hasil yang baik dari pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Keluarga. 2008 Dari gambar diketahui bahwa status gizi baik Kabupaten Ngada sebanyak 91. Hasil PSG/PWS yang dilaksanakan 2009 di posyandu atau sekitar 76. Hasil pemantauan status gizi balita yang datang ke Posyandu 67. dan yang telah diberikan MP ASI (makanan Pendamping ASI) untuk menambah asupan gizinya sebanyak 105 bayi. sektor ekonomi dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 26 .Setempat (PWS) di seluruh kecamatan. gizi kurang 828 kasus atau 8. Grafik 3.42% dari seluruh balita pada tahun dari 14. 254 diantaranya adalah bayi BGM. bila dibandingkan tahun 2008 maka jumlah kasus gizi buruk mengalami penurunan.19% atau 21 balita. Upaya yang dilakukan terhadap 20 orang balita gizi buruk adalah dengan pemberian PMT Pemulihan.59% meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2008 yaitu 88%.321 balita yang terdata.42% dengan absolut 484 balita.2%. Kematian balita yang disebabkan oleh gizi buruk sebanyak 2 balita. Disadari bahwa untuk mengatasi masalah ini sektor kesehatan saja tidak akan mampu mengintervensi masalah gizi buruk sampai ke akar. peran keluarga yaitu orang tua balita dan pemenuhan kebutuhan gizi dari saat ibu hamil sampai saat anak lahir dan bertumbuh kembang. sedangkan gizi buruk 21 kasus atau 0. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Seksi Gizi. dan pertanian. Dari 484 balita BGM.944 balita yang datang dan ditimbang Bila dibandingkan dengan cakupan balita ditimbang tahun 2008 yaitu 85% mengalami penurunan. terdapat 10. Namun masih terdapatnya kematian balita akibat gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan. sedangkan 4 orang balita gizi buruk dengan penyakit penyerta telah dirawat di sarana kesehatan. Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebanyak 4. dan telah mengalami peningkatan berat badan. perlu kerjasama yang baik dengan sektor terkait seperti ketahanan pangan. sedangkan balita gizi buruk sebesar 0.52% berat badan naik dengan absolut 7388 balita.12 Proporsi Status Gizi Baik.21%.

dimana prevalensi gizi buruk dan kurangnya berkisar antara 6%-10%. Peta 3. Sedangkan kecamatan yang berpotensi berat rawan gizi yaitu Kecamatan Golewa.sektor pemberdayaan dan penggerakan masyarakat desa. Soa dan Riung.4 Umur Harapan Hidup Penurunan angka kematian bayi sangat berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH). Aimere. sehingga tidak menjadi kecamatan rawan gizi. bisa dikatakan kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan Jerebuu.2 Dari gambar diatas diketahui bahwa Kecamatan Riung Barat merupakan Kecamatan Rawan Gizi yaitu kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada balita lebih dari 15%. 3. Angka kematian bayi merupakan indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. namun tetap mendapat penanganan yang lebih untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. Kecamatan dengan prevalensi gizi buruk dan kurang potensi ringan. Bajawa Utara. sehingga perubahan derajat kesehatan terutama pada Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 27 . Kecamatan dengan potensi sedang rawan gizi yaitu kecamatan Wolomeze dan Bajawa. untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan upaya preventif untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. Data selengkapnya tentang status gizi dapat dilihat pada lampiran tabel 16 dan 24.

Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 28 . 2009 (Badan Pusat Statistik). dimana urutan pertama adalah Kota Kupang yaitu laki-laki 70 tahun dan perempuan 73. Menurut Estimasi Ngada dalam Angka. Umur Harapan Hidup di Kabupaten Ngada untuk laki-laki mencapai usia 64.6 tahun dan perempuan 68. meningkatnya Umur Harapan Hidup secara tidak langsung juga member gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.8 tahun. Ngada menduduki urutan kedua. Dan urutan ketiga setelah Kabupaten Ngada adalah Kabupaten Ende dengan UHH laki-laki 64 tahun dan perempuan 68. Angka ini bila ditinjau tingkat Propinsi NTT.6 tahun.3 tahun.penurunan AKB dan kenaikan UHH.

Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapat pelayanan antenataldi fasilitas kesehatan sesuai standar paling sedikit 4 (empat) kali. Untuk meningkatkan cakupan K1. Pemberian Tablet Besi.1 Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 1. sebesar 83. perlu adanya sosialisasi terutama bagi ibu hamil untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 29 . Pelelayanan ANC standar yaitu Penimbangan Berat Badan. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan yang selanjutnya berpengaruh hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi. dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama. dokter umum. Pemeriksaan kehamilannya. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khusunya untuk tahun 2009. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Angka capaian ini belum merupakan K1 murni melainkan jumlah kunjungan pertama ibu hamil ( kontak pertama ).2%. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : A. pemeriksaan tensi dan Konsultasi. satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya. Cakupan pelayanan kunjungan baru ibu hamil ( K1 ) di Kabupaten Ngada tahun 2009 berdasarkan data dari Puskesmas. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak.8%. telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Pemberian Imunisasi TT. yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang diutamakan pada kegiatan promotif dan preventif. bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. 4.BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Cakupan K1 merupakan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan. cakupan ini menurun dibandingkan cakupan tahun 2008 yaitu 93.

Masalah adalah dukungan dari keluarga ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara dini di fasilitas kesehatan masih sangat kurang. Permasalahan tidak tercapainya K4 adalah tidak tercapainya K1 murni yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali pada triwulan 1/sebelum lewat dari 3 bulan kehamilan.90%. Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) selama masa kehamilan dimaksudkan untuk mengatasi kasus anemia ibu hamil serta meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe selama masa kehamilan hingga persalinan. Grafik 4. 2009 Gambar diatas menunjukkan bahwa baik secara kecamatan maupun kabupaten cakupan pelayanan ibu hamil K4 masih jauh dari target SPM yaitu 95%. Selain itu juga banyak kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan pada usia dini atau usia lanjut yang menyebabkan ibu hamil malu untuk memeriksakan kehamilannya. Namun kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan dana dan prasarana untuk pendataan ibu hamil dan kekurangan tenaga sehingga banyak bidan yang mempunyai tugas rangkap. Bila dibandingkan dengan target SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan tahun 2010 yaitu K4 ibu hamil 95%. sehingga sweeping ibu hamil sangat penting untuk dilakukan.1 Persentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wialayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. karena masih adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yaitu kehamilan harus disembunyikan dari hal-hal gaib dan semacamnya. Sedangkan cakupan K4 sebesar 58. Data selengkapnya mengenai pelayanan ANC ibu hamil dapat dilihat pada lampiran tabel 17. Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 56. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 30 . Kecamatan dengan pencapaian paling rendah yaitu kecamatan Soa Puskesmas Waepana (30.memeriksakan diri ke Puskesmas. maka pencapaian secara kabupaten belum memenuhi target.53%).27% yaitu 2630 ibu hamil dari 4674 proyeksi ibu hamil/ ibu hamil yang diperkirakan.

dimana satu kali pemberian Fe sebanyak 90 tablet. Kecamatan dengan cakupan Fe3 paling tinggi adalah kecamatan Wolomeze (Puskesmas Natarandang) yaitu 83. dan dikonsentrasikan pada pertolongan persalinan.Grafik 4. pada tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 31 . Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan.2 Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe3) pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Tahun 2009 dan 2010 Pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Kesehatan dibantu dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Program AIP-MNH NTT (Australia – Indonesia Partmership for Maternal and Neonatal Health in NTT). 2009 Pemberian tablet Fe3 dimaksudkan bagi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 25. karena permasalah kematian ibu yang utama terjadi di Kabupaten Ngada adalah perdarahan pada persalinan. Berbagai upaya telah dilakukan. Seharusnya cakupan Fe3 sama dengan cakupan K4 karena setiap memeriksakan kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan setiap triwulan ibu hamil harus diberikan tablet Fe. hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (professional). Tujuan utama program ini adalah mengupayakan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi NTT. misalnya kelalaian petugas kesehatan. kecuali ibu hamil dengan malaria positif.5% sedangkan cakupan Fe3 terendah adalah kecamatan Bajawa Utara (Puskesmas Watukapu) yaitu 28. Adanya selisih antara kedua cakupan tersebut perlu ditelusuri lagi sebab-sebab yang mungkin terjadi. dengan cara pemecahan masalah Kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan tim kabupaten yang dikenal dengan DTPS (District Team Problem Solving). 2. keterlambatan merujuk dan pertolongan persalinan masih dilakukan oleh dukun bersalin.5%. kesalahan pencatatan dan pelaporan atau masalah teknis lainnya.

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2008 dan 2009 bila dibandingkan dengan target SPM Indonesia Sehat 2010 yaitu 90%. kemudian mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan menurun pada tahun 2009. Yang dimaksudkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Ngada adalah Puskesmas dimana telah tersedia peralatan pertolongan persalinan. maka untuk Kabupaten Ngada telah mencapai target.2009 persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan sebanyak 250 persalinan atau 7. Cakupan pertolongan persalinan per wilayah kerja Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 32 . Namun dengan adanya Keputusan Gubernur NTT nomor 42 tahun 2009 tentang Revolusi KIA yaitu Semua Persalinan Dilakukan di Faslitas Kesehatan yang Memadai maka diharapkan pencapaian pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk Kabupaten Ngada 95 sampai 100%. tenaga dokter. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami fluktuasi yaitu cenderung meningkat dari tahun 2005 ke tahun 2006. Grafik 4. obat-obatan yang cukup. bidan dan perawat yang mempunyai kompetensi.9% dari ibu bersalin.3 Trend Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2005-2009. sistim pelayanan yang lebih komlplex dibandingkan dengan pustu dan polindes dan akses ke rumah sakit lebih dekat apabila harus dilakukan rujukan.

Puskesmas Kota Kecamatan Bajawa dan Puskesmas Waepana Kecamatan Soa. infeksi berat/sepsis.40% dari keseluruhan proyeksi ibu hamil.Grafik 4. Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi yaitu keadaan penyimpangan dari normal. eklampsia. Deteksi resiko. perdarahan pervaginam. Puskesmas Watumanu Kecamatan Jerebuu. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. 3. 2009 Dari gambar diatas terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan di 5 Puskesmas telah mencapai bahkan melebihi target SPM yaitu Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere. Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi Masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian besar pada ibu. beberapa ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan harus dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan kemampuannya maupun prasarana penanganan risti di desa dan Puskesmas. tekanan darah tinggi.4 Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas. letak sungsang pada primigravida. karena banyak sekali risiko-risiko yang bisa dialami pada masa kehamilan. Puskesmas Koeloda Kecamatan Golewa. Penanganan yang dimaksudkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 33 . dan cakupan terendah adalah Kecamatan Riung Barat atau wilayah kerja Puskesmas Maronggela. persalinan premature. ketuban pecah dini. Sedangkan 4 Kecamatan lainnya belum mencapai target SPM. oedema nyata. Di Kabupaten Ngada persentase ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdata oleh Puskesmas sebesar 6. dan 92. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 17. letak lintang pada usia kehamilan >32 minggu. Yang dimaksudkan dengan Risti/Komplikasi pada ibu hamil yaitu apabila HB < 8g%.31% ibu hamil risti tersebut ditangani di Puskesmas sedangkan sisanya ditangani dengan merujuk ke RSUD sebagai Sarana rujukan strata 1 di Kabupaten Ngada.

Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. maka belum mencapai target. dan tingginya mobilitas penduduk di Ibukota Kabupaten menyebabkan kesulitan untuk melakukan KN2. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus. dengan kesenjangan 7. Gambaran presentase Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 34 . Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita 1. Cakupan kunjungan neonatus (KN2) Kabupaten Ngada pada tahun 2009 sebesar 72. petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. Riung.disini yaitu penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang terlatih di Puskesmas Perawatan dan RS pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif). cakupan kunjungan neonatus di beberapa puskesmas mencapai diatas target SPM yaitu Puskesmas Aimere. Cakupan Kunjungan Neontaus kedua kali tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Maronggela sedangkan terendah di wilayah kerja Puskesmas Kota. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali. satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari. Koleoda. Maronggela dan Natarandang. KN2 Puskesmas kota terendah karena banyak persalinan dilakukan di bidan praktek swasta sehingga persalinannya tercatat namun kunjungan neonatus tidak tercatat.41%. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 yaitu 80%. 2009 B. Kunjungan Neonatus Bayi umur 0 – 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi.5 Cakupan Ibu Hamil. Grafik 4.59%. Bila dilihat menurut kecamatan. Persentase ibu hamil risti dan ibu hamil risti ditangani dapat dilihat pada gambar berikut ini dan data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 28.

cakupan kunjungan neonatus menurut kecamatan pada tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini sedangkan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 15. perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan. 2009 Hasil pengumpulan data/indikator kinerja SPM dari Puskesmas di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2009 sebesar 76.22%.7 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 2 kali (neonatus). paling sedikit 4 kali (bayi). bidan. Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan pelayanan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter.6 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. hal ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan cakupan tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 35 . 2009 2. Grafik 4. Grafik 4.

Grafik 4. 3. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah.42. Hal ini dikarenakan banyak balita yang sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 15. dan pencapaian terendah adalah Puskesmas Watukapu 54. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 36 . Data selengkapnya mengenai pelayanan pra sekolah. maka cakupan Kunjungan Bayi kurang lebih 4 kali di Puskesmas Waepana telah melebihi target SPM yaitu 93. usia sekolah dan remaja dapat dilihat pada lampiran tabel 18. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Kesehatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.2008 yaitu 86. Jika dikaji per wilayah kerja Puskesmas . belum dioptimalkan oleh semua Puskesmas karena keterbatasan tenaga dan dana.8 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah. serta pelayanan kesehatan pada remaja. Cakupan pelayanan Kesehatan Apras.9%.88%. cakupan kunjungan bayi belum memenuhi target. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 (90%).6%. masih belum memenuhi target SPM yaitu 100%. tidak dibawa lagi ke Posyandu untuk deteksi tumbuh kembang.07%. Usia Sekolah dan Remaja di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 76. Pencapaian tersebut belum memenuhi target SPM yaitu 90%. pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat. Sedangkan cakupan pelayanan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/kader kesehatan sekolah) melalui penjaringan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 64. Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan remaja yaitu siswa SMP/SMU. Usia Sekolah dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah (balita).55%. Data dari beberapa puskesmas menunjukkan pencapaian tahun 2009 sebesar 23. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) merupakan cakupan anak umur 0 – 5 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh kembangnya sesuai dengan standar paling sedikit 2 kali pertahun.

70%. Upaya yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan berupa penyampaian informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif dan pentingnya ASI Ekslusif serta manfaat bagi ibu bila menyusui. Metode KB atau kontrasepsi yang tersedia adalah MKJP dan Non MKJP.05% sedangkan peserta KB Baru atau pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi sebesar 13. Pelayanan KB Program KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. sedangkan non MKJP adalah metode Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 37 .4. untuk tahun 2009 cakupan ASI Eksklusif baru mencapai 46. Namun demikian pemantauan atau pengawasan pemberian ASI Eksklusif dirasa belum maksimal sehingga cakupan pemberiannya masih sangat rendah. Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pelatihan tenaga konselor ASI Eksklusif bagi para bidan dan kader posyandu. ASI Eksklusif ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Data selengkapnya mengenai ASI Ekslusif dapat dilihat pada lampiran tabel 32. Dan proporsi PUS yang merupakan peserta KB aktif sebesar 71. Program KB dikhususkan pada pasangan usia subur (PUS). ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 ( enam ) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 ( dua ) tahun.965 PUS. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 19. MOP/MOW (Metode operatif pria/metode operatif wanita) dan implant. masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 80% bayi yang ada mendapat ASI Eksklusif.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas Di Kabupaten Ngada Tahun 2009 C. karena itu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Grafik 4.15 %. MKJP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD. Pada tahun 2009 PUS yang tercatat berjumlah 20.

10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.19% dan pelayanan kesehatan usila sebesar 51. kondom dan obat vagina. sedangkan rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran tabel 22.11 dibawah ini. pil. seperti pada grafik 4. Dengan rincian pelayanan kesehatan pra usila sebesar 31.55%. WUS dan anak sekolah dikatakan mencapai UCI apabila cakupan imunisasi BCG. Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi. Grafik 4. sedang rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 20. persentase desa yang telah mencapai UCI dilaporkan sebesar 81. 2009 D. Polio. Gambaran presentase alat/cara KB yang diapakai peserta KB aktif dapat dilihat pada grafik berikut ini.kontrasepsi jangka pendek yang meliputi suntik.919% atau 77 desa dari 94 desa. Pelayanan kesehatan prausila dan usila paling tinggi pada kecamatan Riung dan Kecamatan Riung Barat.34% kemudian alat KB Pil sebesar 19. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 38 . Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (usila) yaitu yang berumur 45-59 tahun dan pelayanan usila yaitu yang berumur 60 tahun keatas tahun 2009 adalah sebesar 37. lebih rinci mengenai cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila dapat dilihat pada lampiran tabel 39.48%.20%. Persentase tertinggi alat/cara KB aktif yang digunkan oleh PUS peserta KB adalah pemakaian KB suntik yaitu 44. ibu hamil. Pada tahun 2009. DPT dan campak diatas 80%. berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan tingkat perlindungan masyarakat (herd imunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i). Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu. E.

DPT 3 kali. Difteri. Polio dan campak. karena imunisasi campak merupakan imunisasi terakhir yang diberikan pada bayi. Pertusis. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali. Sedangkan untuk menilai angka drop out cakupan imunisasi dasar dapat dilihat dari selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan cakupan imunisasi campak.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Untuk menurunkan angka kesakitan. cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik 4.Grafik 4. HB 3 kali dan campak 1 kali. DPT. kematian dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC. Untuk menilai kelengkapan imunisasi dasar bagi bayi. dilihat dari indikator cakupan imunisasi campak. Puskesmas. Hepatitis B. Polio 4 kali. Pelayanan imunisasi bayi di Kabuputen Ngada dilakukan di Posyandu. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Tetanus. Pustu dan Polindes serta sarana kesehatan lainnya.12 Cakupan Imunisasi BCG. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 39 .

Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 26. 2009 F. Cakupan Imunisasi TT pada IBu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada tahun 2009 Imunisasi TT kepada Wanita Usia Subur diberikan selama 5 kali yaitu Imunisasi TT1 sampai TT5. pertumbuhan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 40 . Pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 kali setahun yaitu bulan Februari dan Agustus pada tahun 2009 sebesar 70.14. Gambar 4. Upaya Penyuluhan Kesehatan 1. angka drop out imunisasi yaitu 6.77%. Garam Yodium Yodium sangat diperlukan bagi tubuh dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tubuh yaitu kebodohan.Dari grafik diketahui bahwa kelengkapan imunisasi dasar lengkap bagi balita adalah 73.83%. hal ini terlihat dari cakupan imunisasi campak. Grafik 4. Cakupan imunisasi secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 23.17%.

40%) termasuk pada kategori desa/kelurahan dengan garam beryodium yang baik. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 33. yang dilakukan baik di sekolah atau di Puskesmas.597 murid yang diperiksa. dimana daerah tersebut ada kasus GAKY. dengan meminta siswa untuk membawa garam dari rumah masing-masing.22. maka beberapa puskesmas mengatasinya dengan melakukan iodine test di sekolah. 14. hal ini sangat mudah dilakukan tanpa harus memiliki ketrampilan khusus. untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. 2. juga ada pembagian kapsul yodium bagi WUS di desa. terutama pada WUS di daerah endemic. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada ada beberapa Puskesmas yang tidak membagikan kapsul yodium oleh karena keterbatasan dana untuk pengadaan kapsul yodium. Pelayanan dasar gigi ini disarankan minimal 2 kali setahun. Kabupaten Ngada merupakan salah satur daerah endemis GAKY. Karena terbatasnya dana untuk penyelenggaraan survey desa bergaram yodium baik. kegiatan yang dilakukan yaitu pencabutan gigi sulung. Sebagai cerminan desa/kelurahan dengan garam beryodium baik pada tahun 2009 menunjukkan dari 94 desa/kelurahan sebanyak 22 desa/kelurahan (23.967 murid yang ada.56%. pencabutan gigi tetap sebanyak 604 dengan rasio tambal cabut sebesar 0. sehingga survey pemakaian garam yodium di rumah tangga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko GAKY. Untuk mengatasi GAKY. dengan pemeriksaan sampel garam yodium tidak lebih dari 2 sampel garam yang kandungan yodiumnya dibawah standar. Pelayanan Dasar Gigi Pemeriksaan gigi dan mulut merupakan bentuk upaya promotif. Kabupaten Ngada melakukan pemantauan kandungan yodium dalam garam dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas. dari 22. Untuk melihat kualitas yodium dalam garam. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas di wilayah Kabupaten Ngada tahun 2009 dilakukan melalui pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 135. masih jauh dari target SPM 2010 yaitu desa dengan garam yodium baik 80%. pengobatan dan penambalan sementara. preventif dan kuratif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Jumlah murid yang mendapatkan perawatan gigi yakni sebanyak 3151 orang. Adapun pelayanan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk murid SD pada tahun 2009 sebesar 63. maka dilakukan pemantauan dengan menggunakan Yodina test. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 41 . Hal ini menunjukan bahwa semua garam konsumsi yang beredar belum memenuhi syarat kandungan yodium.terlambat dan gondok apabila kekurangan zat yodium yang sering disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium).

dengan kata lain . Kunjungan rawat jalan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Laporan Kunjungan RS. dan 3 puskesmas yaitu Riung.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 1. mengingat Kabupaten Nagekeo belum mempunyai Rumah Sakit. Sedangkan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas disamping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani kunjungan rawat jalan. 2009 Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dan jaringannya lebih tinggi daripada kunjungan rawat jalan Rumah Sakit. Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di sarana kesehatan dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 4. hal ini berarti ada penduduk yang berkunjung ke Puskesmas Aimere lebih dari satu kali dalam setahun. Semua puskesmas di wilayah kabupaten Ngada dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan. 2009. Pasien harus berobat ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa.4. Begitupun di Puskesmas Kota dengan persentase rawat jalan dibanding jumlah penduduk di wilayah kerjanya adalah 109% dan Puskesmas Watumanu Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 42 .15 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Puskesmas. Sedangkan pelayanan Rawat Inap menjadi lebih tinggi karena jumlah Bed bertambah menjadi 100 buah dan pelayanan pasien rawat inap dari Nagekeo masih dilayani Kabupaten Ngada di RSUD Bajawa. sehingga merupakan pelayanan rujukan strata 1. Waepana dan Aimere sudah melayani rawat inap. maka persentase tertinggi adalah kunjungan penduduk di Puskesmas Aimere sebesar 149%. hal ini disebabkan karena peningkatan strata RSUD Bajawa dari UPTD menjadi RSUD Tipe C. Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan sedang hingga berat.

Di Kabupaten Ngada pada tahun 2009 terdapat 8 sarana kesehatan yang dilengkapi dengan laboratorium kesehatan dan telah berfungsi dengan baik yaitu rumah sakit umum. Puskesmas Surisina. Persentase kunjungan rawat jalan dapat dilihat pada grafik berikut ini. Sedangkan pelayanan 4 spesialis dasar yaitu pelayanan kandungan dan kebidanan. 6 puskesmas dan 1 Balai Pengobatan Swasta. bedah. Laporan RSUD 2009 2. Grafik 4.persentase kunjungan rawat jalan 106%. Berfungsi dengan baik maksudnya adalah adannya tenaga analis terlatih untuk melakukan pemeriksaan. dan data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 42. Puskesmas Waepana. Puskesmas Watukapu dan Puskesmas Natarandang dibawah 100%. penyakit dalam dan anak tersedia di rumah sakit umum bajawa. pemeriksaan sputum dan pemeriksaan lainnya. dengan sarana laboratorium yang memenuhi syarat. tersedianya reagen dan bahan-bahan penunjang pemeriksaan. misalnya pemeriksaan darah malaria.16. Namun pelayanan spesialis ini tidak menetap melainkan kerjasama dengan dokter ahli yang melakukan kunjungan tiap 3 bulan sekali. Laboratorium Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan harus memiliki laboratorium kesehatan agar mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar. dan persentase terendah adalah kunjungan ke Puskesmas Natarandang. Puskesmas Riung serta jaringannya persentase kunjungan rawat jalan 105%. Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 43 . Sedangkan Puskesmas Koeloda dengan wilayah kerja terluas. persentase kunjungan rawat jalan ke sarana pelayanan kesehatan dasar sama banyak dengan jumlah penduduk tercatat yaitu 100%. Persentase kunjungan rawat jalan di 5 Puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Maronggela.

Pada tahun 2009 ketersediaan obat esensial di Kabupaten Ngada sebesar 67. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. dll. yang penyediaannya dilakukan dengan pengadaan obat dari berbagai sumber dana APBN. APBD I dan APBD II. dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan. Dalam PHBS terdapat 10 indikator yaitu : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi 0-6 bulan diberi ASI Eksklusif 3) Seluruh anggota keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4) Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih 5) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat 6) Keluarga mempunyai rumah dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni (9m2/orang) 7) Keluarga mempunyai rumah yang lantainya bukan dari tanah 8) Seluruh anggota keluarga tidak merokok dalam rumah 9) Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit seperti mencuci pakaian. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 44 .3 Perilaku Hidup Masyarakat Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. dan pemerataan obat dalam pelayanan kesehatan. hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga karena Rumah Tangga sebagai dasar terhadap perubahan perilaku masyarakat secara umum. mengepel lantai. 10) Makan buah dan sayur setiap hari. tatanan institusi dan tatanan TTU (Tempat-tempat Umum). tiga tatanan yang menjadi sasaran utama PHBS adalah tatanan rumah tangga. keterjangkauan. diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat terlambat /kurangnya kesadaran dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan. angka ini belum mencapai target SPM nasional 90% sedangkan ketersediaan obat generik sebesar 100% atau sesuai dengan kebutuhan rata-rata tiap puskesmas yaitu 127 jenis obat. menurut HL Blum adalah faktor perilaku. Dengan menerapkan perilaku yang sehat. menyapu halaman. 4. Dalam konsep PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat beberapa tatanan.26% dimana dari 168 obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas terdapat 113 jenis yang telah terpenuhi 100%.3. revitalisasi pemasyarakatan konsepsi obat esensial dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitas pelayanan pemerintah maupun swasta. Dalam profil ini. Ketersediaan Obat Esensial/Generik Adanya penerapan dalam penggunaan obat essensial dan generik. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu.

Untuk itu perlu adanya upaya pemecahan masalah antara lain dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang PHBS bagi masyarakat serta meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor. jika dibandingkan dengan jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Jerebuu yaitu 1.Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2009 pendataan PHBS dilakukan pada tiap kecamatan diambil sampel 3495 KK yang dijadikan sampel. dimana pada tahun 2008 cakupan rumah tangga ber PHBS sebesar 16%. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 maka mengalami peningkatan. namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk melakukan pendataan Rumah Tangga ber-PHBS. Agar mendapatkan data yang lebih akurat mengenai PHBS maka sampel yang diambil harus lebih banyak dan representatif. Grafik 4. Pencapaian ini belum memenuhi dari target SPM untuk rumah tangga sehat 65% pada tahun 2010. Dari 10 Puskesmas. Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Didapatkan hasil keluarga ber PHBS sebesar 51.17. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 45 . Rendahnya cakupan Rumah tangga yang ber-PHBS antara lain disebabkan oleh capaian kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga di setiap rumah tangga masih rendah. Data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 45. capaian pemberian ASI Eksklusif dan masih banyak anggota keluarga yang merokok dalam rumah.59%.757 KK maka sampel ini belum representatif atau belum bisa mewakili penerapan PHBS di Rumah tangga. cakupan PHBS tertinggi pada puskesmas Watumanu kecamatan Jerebuu yaitu dari 200 KK yang dijadikan sampel semuanya menerapkan 7 indikator dari 10 indikator PHBS. kurangnya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya ber-PHBS.

50% (15. tempat sampah.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 47. sarana pembuangan air limbah. Jamban. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 4.352 KK yang ada sebanyak 25. 2009 Dari data tersebut terlihat bahwa cakupan rumah sehat terendah adalah 12. pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana sanitasi lingkungan pemukiman (PLP). air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air.008 rumah) diantaranya termasuk kategori rumah sehat. 2.575 KK yang diperiksa.94% atau 24.4 Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 1.752 rumah yang ada jumlah yang diperiksa sebanyak 87. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan. yang memilki jamban yang sehat. tempat pembuangan sampah.4. kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. ventilasi rumah yang baik.5% di wilayah kerja Puskesmas Waepana. Kondisi sarana penyehatan lingkungan pemukiman di Kabupaten Ngada Tahun 2009 dari 29. Untuk meningkatkan jumlah rumah sehat perlu upaya sektor terkait untuk meningkatkan motivasi masyarakat. Sarana Sanitasi Dasar Pembuangan kotoran baik sampah. Berdasarkan data dari puskesmas tahun 2009 dari 27. serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat. Bila dibandingkan dengan target Indikator Indonesia Sehat (IS) Rumah tangga sehat 80% maka pencapaian rumah sehat kabupaten Ngada belum memenuhi target. dengan hasil sebagai berikut sebagai berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 46 . sarana air bersih.405 rumah dan hasil pemeriksaan 61.5% di wilayah kerja puskesmas Natarandang sedangkan cakupan tertinggi 70.

Sedangkan TUPM sehat adalah tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makana/minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih. penampungan air hujan 1. Adapun sumber air di Kabupaten Ngada pada umumnya berasal dari mata air.Jumlah KK yang telah memiliki sarana air bersih : 81. Untuk pengelolaannya pada daerah pemukiman di perkotaan dikelola PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten. Data selengkapnya mengenai sarana Sanitasi Dasar dapat dilihat pada lampiran Tabel 48 dan 49. Permasalahan terbanyak yang dihadapi Kabupaten Ngada yang berkaitan dengan air adalah terbatasnya dana untuk pembuatan sarana air bersih di daerahdaerah yang sulit air sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada masih belum memenuhi target SPM.35% dan jamban yang memenuhi criteria jamban sehat sebesar 68. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar.22%.15% diantaranya memenuhi criteria pengolaan air limbah sehat. Sistem yang digunakan melalui perpipaan dan non perpipaan. sarana pembuangan air limbah. Jumlah KK yang telah memiliki jamban untuk tempat Buang Air Besar (BAB) : 83.9%. yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban). perbaikan.8% diantaranya memenuhi criteria tempat sampah sehat.31%. restoran. sumur dalam. dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai.55% dan sumber lainnya 1. pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah pada tempatnya. sumur gali 5.89% Jumlah KK yang telah memiliki tempat sampah : 26.32% dan dari KK yang memilki pengolahan air limbah tersebut 56. Data dari Profil Puskesmas 2009 dan laporan dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk di wilayah Ngada maka kebutuhan air bersih semakin bertambah. 3. Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi oleh banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. pasar dan lain-lain. Upaya sanitasi meliputi pembangunan. sumur pompa tangan 0. pemanfaatan dan pemeliharaan. tempat pembuangan sampah.1%. luas lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung. Jumlah KK yang telah memiliki pengolahan air limbah : 6.63% dengan rincian sumber air dari ledeng 79. sumur gali dan air permukaan. memperlihatkan bahwa jumlah TUPM Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 47 . Upaya peningkatan kualitas air bersih akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi.76% dan dari seluruh KK yang memilki jamban tersebut 71. ventilasi yang baik. TUPM meliputi hotel.

jadi tidak dilakukan pembinaan kesehatan lingkungan. sarana ibadah 80. juga dilakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi yang ada di Kabupaten Ngada. Laporan Seksi Penyehatan Lingkungan. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 51. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 48 . sarana pendidikan 96. Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. karena ada beberapa 3 sarana sarana pustu/polindes yang tidak terpakai. yang diperiksa 255 buah (92.39%).85% dan perkantoran 79. Dari TUPM yang diperiksa. sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 50. Berdasarkan laporan puskesmas dan seksi penyehatan lingkungan pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya meliputi sarana kesehatan 97.46%.0%. 2009 Selain pegawasan tempat-tempat umum diatas. Cakupan TUPM sehat menurut jenis TUPM dapat dilihat pada grafik berikut.08%) diantaranya termasuk kategori TUPM sehat.yang ada sebanyak 276 buah.91%. sebanyak 143 (56.

Dari tahun ke tahun jumlah puskesmas di Kabupaten Ngada terus meningkat untuk pemerataan pelayanan di tingkat dasar. Dengan demikian rasio puskesmas per 100.000 penduduk pada tahun 2009 adalah 7. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100. Peta 5.BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 4. Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio puskesmas per 100.4 yang berarti setiap 100.1 Peta Penyebaran Puskesmas.000 penduduk dilayani oleh 5 puskesmas. Puskesmas dan Jaringannya Puskesmas dan puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar yaitu kecamatan dan desa. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 49 .1 Sarana Kesehatan A. Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di kabupaten Ngada sebanyak 10 unit yang tersebar di 9 kecamatan. karena jumlah penduduknya terhitung paling banyak.000 penduduk dilayani oleh 7 puskesmas.000 penduduk tahun 2007 adalah 5. dimana pada kecamatan Bajawa terdapat 2 Puskesmas.24.

Pustu dan Polindes Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 50 .Jumlah puskesmas pembantu juga cenderung meningkat seiring dengan pemekaran desa/kelurahan yang ada. Dari hasil pemetaan sarana kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berikut lokasi sarana kesehatan dasar dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Kecamatan. Upaya untuk peningkatan fungsi puskesmas terus dilakukan terutama dalam peningkatan puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit.3. Peta 5. Sehubungan dengan Revolusi KIA penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB). dijalur-jalur jalan raya di lokasi yang rawan kecelakaan. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas.2 yang berarti setiap 100. Oleh karena jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu sebanyak itu maka rasio pustu terhadap puskesmas adalah 3 : 1 artinya setiap puskesmas rata-rata didukung oleh 3 sampai 4 puskesmas pembantu. Hingga tahun 2009 jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Ngada sebanyak 3 buah yaitu Puskesmas Aimere. Riung dan Waepana. Dengan rasio puskesmas pembantu per 100.2. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada jumlah Pustu sebanyak 32 unit. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta 5. yang tersebar di beberapa desa di wilayah kabupaten Ngada. dan pada tahun 2009 juga mempersiapkan satu puskesmas (Koeloda) untuk menjadi puskesmas perawatan. 2 puskesmas perawatan tersebut yaitu Riung dan Aimere dipersiapkan untuk menjadi puskesmas PONED (Perawatan Obstetrik Neonatal Emenrgensi Dasar).000 penduduk dilayani oleh 23 puskesmas pembantu.000 penduduk adalah 23.

sehingga kasus rujukan dilakukan ke RSUD Tipe C Bajawa. sehingga BOR sebesar 54. namun sebagian besar wilayah Kabupaten Ngada dapat menjangkau sarana kesehatan dasar dengan waktu kurang dari 1 jam. Jika dibandingkan dengan standar LOS 6-9 hari maka lama hari perawatan di RSUD Bajawa tidak melewati batas standar. Rumah Sakit Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk.1 dengan kata lain satu buah tempat tidur dimanfaatkan sebanyak 49 kali dalam tahun 2009. Avarage Length of Stay (LOS) Avarage Length of Stay adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit.946 hari rawat. Warna hijau muda dengan jarak tempuh kurang dari 15 menit. Standar BTO ideal adalah 40- Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 51 .Dari peta diatas diketahui bahwa terdapat beberapa daerah dengan waktu jangkau ke sarana kesehatan dasar lebih dari 1 jam/60 menit (daerah dengan warna pudar). BOR ideal sesuai standar nasional adalah 60-85% sehingga dapat dikatakan BOR RSUD Bajawa tahun 2009 belum memenuhi standar nasional. Untuk menggambarkan cakupan pelayanan digunakan indikator pemanfaatan tempat tidur dan Indikator pelayanan rumah sakit lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bed Ocupancy Rate (BOR) Bed Occupancy Rate adalah persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit selama satu tahun. karena RSU di Nagekeo masih dalam tahap pembangunan. Atau rata-rata 1 orang pasien dirawat adalah 4 hari. Di kabupaten Ngada terdapat satu buah rumah sakit yang melayani penduduk di 2 kabupaten yaitu Ngada dan Nagekeo. Jumlah tempat tidur untuk rawat inap yang tersedia sebanyak 100 tempat tidur. Pada tahun 2009 jumlah pasien yang keluar (hidup dan Mati) sebanyak 4906 pasien. warna merah waktu tempuh mencapai 45 menit. Pada tahun 2009 jumlah hari perawatan RSUD Bajawa sebanyak 19. Walaupun jumlah rumah sakit hanya satu namun fasilitas yang tersedia terus bertambah dan mengalami peningkatan baik sarana dan prasarana maupun tipe rumah sakit. warna ungu daerah dengan waktu tempuh 15-30 menit. Bed Turn Over (BTO) Bed Turn Over diukur dengan indikator jumlah penderita rawat inap yang keluar (hidup dan mati) dalam 1 tahun dibandingkan dengan jumlah tempat tidur dengan kata lain BTO menggambarkan frekuensi pemanfaatan tempat tidur dalam setahun. Pada tahun 2009 BTO RSUD Bajawa adalah 49.6% atau 55%. dan warna biru gelap waktu tempuh antara 45 – 60 menit. dan jika dibandingkan dengan hari perawatan maka LOS RSUD Bajawa adalah 4 hari. B.

St. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. Kec. Palang Suci Bp. Santa Maria Bp.4. Upaya tersebut dimaksudkan untuk (1) menjamin ketersediaan. keterjangkauan. Fatima dilengkapi dengan fasilitas bersalin/BKIA. Golewa Ds. Masumeli. Turn Over Interval (TOI) Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya.Trikora. (2) mempromosikan penggunaan obat Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 52 . dan BP St. Tahun 2009 TOI RSUD Bajawa adalah 3. Mangulewa. Rwt. Net Death Rate (NDR) Net Death Rate adalah angka kematian pasien Rumah Sakit 48 jam setelah dirawat di RS untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Gabriel Bp.Bajawa Kel. NDR RSUD Bajawa Tahun 2009 adalah 27 per 1000 pasien keluar. Dengan kata lain setiap 1000 pasien keluar terdapat 45 pasien meninggal. Nilai GDR diharapkan tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar sehingga GDR RSUD Bajawa dalam batas toleransi.Golewa Kecamatan Golewa BP swasta Palang Suci. Sarana Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Upaya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara paripurna.Soa Ds. Gross Death Rate (GDR) Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. C. BP St. Kec. Kec. Fatima juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Tahun 209 jumlah pasien mati seluruhnya 222 pasien. dan juga menempatkan tenaga kesehatan di sarana pelayanan swasta tersebut. sehingga GDR 45. Di kabupaten Ngada tahun 2009 terdapat 5 buah BP (balai Pengobatan) Swasta yaitusebagai berikut : Nama-Nama BP Swasta dan Lokasi Kabupaten Ngada Tahun 2009 1 2 3 4 5 Bp.50 kali dalam setahun. atau selang waktu pemakaian tempat tidur. St. Kec. Selain rumah sakit dan puskesmas juga terdapat sarana pelayanan kesehatan milik swasta yang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diawasi oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan.Fatima Bp. Inap St. Walburga Mataloko Kel. sehingga NDR RSUD Bajawa tahun 2009 sudah melewati standar toleransi. Atau rata-rata hari tempat tidur tidak terisi adalah 3 sampai 4 hari.Mataloko. pemerataan obat generik dan obat esensial yang bermutu bagi masyarakat.3 per 1000 pasien keluar. sehingga dapat dikatakan BTO RSUD Bajawa masih sesuai standar. Gabriel dan BP St.

D. Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya. Tahun 2009 di Kabupaten Ngada terdapat 48 Polindes yang tersebar ke 48 desa di 9 kecamatan. karena banyak faktor yang menyebabkan mutu posyandu rendah antara lain . oleh dan untuk masyarakat.0%) Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 53 . POD (Pos Obat Desa). menyerupai Pustu namun dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran bangunan Pustu. sarana dan prasarana belum memadai. Madya. Purnama dan Mandiri. Polindes (Pondok Bersalin Desa). Ngada tahun 2009 sebanyak 274 posyandu dan berdasarkan keempat strata tersebut di kabupaten Ngada baru mencapai 3 strata sebagai berikut: • • • Pratama sebanyak 42 buah (15. banyak kader posyandu yang droup out. Sarana distribusi farmasi di kabupaten Ngada berupa Gudang Farmasi Kabupaten untuk mendistribusikan obat dan perbekalan kesehatan ke semua Puskesmas.7%) Purnama sebanyak 63 buah (23.yang rasional dan obat yang generik. Polindes awalnya dibangun secara darurat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. (3) meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian difarmasi komunitas dan farmasi klinik serta pelayanan kesehatan dasar. mutu dan keamanan. sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masih sangat rendah. adanya LSM Swasta dan anggaran-anggaran lain untuk kesehatan memungkinkan sarana Polindes dibangun berupa bangunan yang layak pakai. sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat disekitarnya. Namun demikian tanggapan positif masyarakat ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya mutu pelayanan. Untuk mengetahui kualitas posyandu maka dilakukan telaah kemandirian posyandu yaitu suatu cara penilaian strata posyandu menjadi 4 tingkat perkembangan (Stratifikasi posyandu) yaitu kategori Pratama.3%) Madya sebanyak 169 buah (61. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat. serta (4) melindungi masyarakat dari penggunaan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). dan Puskesmas mendistribusikannya ke Pustu dan Polindes. Dalam perkembangannya posyandu mendapat tanggapan positif dari pemerintah dan masyarakat. Jumlah Posyandu yang ada di Kab. Sedangkan posyandu merupakan kegiatan yang tumbuh dari. namun dengan adanya anggaran DAK Kesehatan. Toga (Tanaman Obat Keluarag).

yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Ngada saat ini adalah meningkatkan strata posyandu bukan menambah jumlah posyandu. rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih. Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah.KB. serta cakupan dana sehat < 50 %. Data yang tersedia merupakan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. Pencapaian Posyandu Aktif Kabupaten Ngada 23% jika dibandingkan dengan target cakupan SPM tahun 80% maka belum memenuhi target. Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui perekrutan CPNS daerah dan PTT dari Pusat sedangkan untuk pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat. Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sector pemerintah maupun swasta perlu diketahui. Imunisasi lebih dari 50 %. Gizi. Namun sampai saat ini. tetapi juga diselenggarakan oleh swasta. dan sudah ada 1 atau lebih program tambahan.) dengan perkataan lain Posyandu aktif adalah posyandu dengan tingkat kemandirian Purnama dan Mandiri. cakupan program utama (KIA. data tenaga kesehatan di setiap sarana pelayanan belum valid karena ada beberapa pegawai yang mengalami mutasi dan mengikuti pendidikan lanjutan di sector pemerintah dan terutama sector swasta. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. yang merupakan tenaga kesehatan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 54 . 4. Lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 46.2 Tenaga Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional untuk melaksanakan upaya kesehatan sesuai paradigma sehat.1 Persentase Posyandu Menurut Strata di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Posyandu Aktif adalah Posyandu yang melaksanakan kegiatan hari buka dengan frekuensi lebih dari 8 kali per tahun. yang mengutamakan upaya peningkatan. Mengatasi hal tersebut. kurang proaktifnya petugas dalam mendata ketenagaan.Grafik 5.

000 : 100.000 : 100.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 : 100.000 : 100.34% tenaga Kesehatan Masyarakat. ATEM.000 Standar Nasional 40 6 11 117 30 100 40 40 10 40 30 4 15 : 100.55% tenaga farmasi.000 : 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Perawat Perawat Gigi Bidan Ahli Gizi Sanitarian Apoteker Sarjana Kesehatan Masyarakat Asisten Apoteker Keterapian Fisik Keteknisian Medis 14 3 3 114 18 72 9 14 4 15 12 2 12 Ngada : 100. Persentase tenaga kesehatan menurut jenisnya di Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.000 : 100.86% tenaga bidan.000 : 100.3% 97% 60% 72% 22.22% adalah tenaga medis yaitu dokter.000 : 100.5% 40% 50% 80% Sumber : Subag Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada. Penata Rontgent.000 : 100.000 penduduk.67% tenaga gizi. 2009 Bila dilihat dari rasio masing-masing tenaga kesehatan di kabupaten Ngada dibandingkan dengan rasio tenaga kesehatan standar nasional maka tenaga Perawat dengan rasio 114 per 100. Bila dilihat perbandingan rasio pada tabel diatas maka tenaga kesehatan di kabupaten Ngada masih sangat kurang atau belum mencukupi untuk melayani seluruh penduduk di Kabupaten Ngada.000 : 100. sedangkan banyak tenaga kesehatan yang berstatus sukarela tidak didata.74% tenaga sanitasi dan 1.000 : 100. 6.000 : 100.000 : 100.35% teknisi medis yaitu analis kesehatan. RSUD Bajawa dan Puskesmas serta BP Swasta yang ada Di Kabupaten Ngada dengan rincian tenaga yang bekerja di Dinas Kesehatan sebanyak 61 orang.5% 35% 40% 37. Penjelasan mengenai kualifikasi tenaga kesehatan dan penyebarannya seperti dibawah ini : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 55 . Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut sebanyak 7. dokter gigi dan dokter spesialis.000 : 100.pemda/pegawai negeri. Teknik elektromedik dan Anestesi) yaitu 12 per 100.000 : 100. 2.000 Persentase 35% 50% 27. 20.000 : 100. Anestesi dan fisioterapi. di RSUD 138 orang dan di Puskesmas serta jaringannya 256 orang. dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 374 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 81 orang.000 : 100. 3. 4. Tenaga yang bekerja pada instansi kesehatan pada tahun 2009 sejumlah 455 orang. 41.000 penduduk merupakan paling tinggi cakupannya (97%).000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100.42% Perawat gigi.000 : 100.000 : 100. 5. Tabel 5. Tenaga kesehatan tersebut tersebar di Dinas Kesehatan.98% perawat. kemudian tenaga teknisi medis (Analis Lab.

masih jauh dibawah standar nasional. bidan dengan pendidikan DIII sejumlah 18 orang dan Bidan DI sejumlah 82 orang. Sehingga rasio tenaga dokter spesialis 3 per 100. Dengan rasio tenaga perawat 114 per 100. Menurut kualifikasi pendidikannya. Pada tahun 2009 jumlah tenaga Dokter Spesialis sebanyak 4 tenaga Dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam. Jumlah tenaga Bidan tahun 2009 sebanyak 100 orang. Tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas dan Jaringannya sebanyak 93 orang jika dibandingkan dengan jumlah sarana kesehatan dasar yaitu 10 Puskesmas. perawat dengan pendidikan S1 keperawatan sebanyak 7 orang. Pustu dan Polindes. Tenaga Perawat di Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebanyak 157 orang. dengan rincian 93 bertugas di Puskesmas. Dengan demikian rasio tenaga bidan 72 per 100. Dr/Drg Spesialis. belum menggambarkan rasio dokter spesialis sebenarnya. Rasio dokter umum dalah 14 per 100. D3 Keperawatan 166 orang dan SPK 34 orang. 32 Pustu dan 48 Polindes (90 sarana) maka tenaga perawat masih belum memenuhi kebutuhan pada sarana kesehatan yang ada. Namun 4 tenaga dokter spesialis ini merupakan tenaga kontrak atau tidak tetap. 4 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa sedang melanjutkan pendidikan. Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 56 . Dokter Gigi. Jumlah tenaga dokter umum tahun 2009 sebanyak 19 orang.000 penduduk. Dengan rincian 78 bidan bertugas di Puskesmas dan 22 bidan bertugas di RSUD Bajawa.000 penduduk. sehingga 3 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas diperbantukan ke RSUD Bajawa. 60 bertugas di RSUD Bajawa dan 4 orang di Dinas Kesehatan kabupaten.000 Penduduk. yang bergantian selama 3 bulan sekali bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar. Jika dilihat kualifikasi pendidikan maka sebagian besar bidan belum memenuhi standar kompetensi kebidanan yaitu Diploma 3. Dengan rasio dokter gigi 3 per 100. yang diikuti oleh 45 orang Bidan. Hal ini diatasi dengan penyelenggaraan Progsus D3 Kebidanan kerja sama dengan Poltekkes Kesehatan Kupang di Bajawa.000 penduduk masih jauh dari standar nasional 40 per 100. Tenaga dokter gigi tahun 2009 sebanyak 4 orang dokter gigi yaitu 2 orang dokter gigi PTT bertugas di Puskesmas dan 2 orang dokter gigi PNS di RSUD Bajawa.000 penduduk. dengan rincian 12 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas dan 7 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa. sehingga pelayanan dokter umum yang masih aktif di RSUD Bajawa sebanyak 3 orang. Spesialis Bedah.000 penduduk belum menggambarkan rasio sebenarnya jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya.Tenaga Medis terdiri dari Dokter Umum. Menurut kualifikasi pendidikan. Dan untuk mengatasi dokter umum di pelayanan gawat darurat dilakukan kerjasama dengan dokter PTT Puskesmas secara bergilir mendapat tugas jaga di Unit Gawat Darurat Bajawa.

Dengan rasio Apoteker 4 per 100.000 penduduk. Terdapat 7 Puskesmas yang belum memiliki tenaga analis. yaitu Sarjana Farmasi 2 orang. Rasio tenaga gizi 9 per 100. tenaga D3 gizi 10 orang dan D1 gizi 1 orang. dengan rincian 2 orang bertugas di Puskesmas. 2 Puskesmas belum mempunyai tenaga gizi yaitu Pusksesmas Watukapu dan Natarandang.Perawat gigi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 25 orang dengan rincian 20 orang bertugas di Puskesmas.000 penduduk.000 penduduk. Tenaga farmasi dan asisten apoteker berjumlah 17 orang. Secara kualifikasi pendidikan tenaga gizi D4 sebanyak 1 orang bertugas di RSUD. 3 Apoteker bertugas di Puskesmas. sehingga labkes belum berfungsi maksimal. Rasio asisten apoteker 12 per 100. Apoteker di Kabupaten Ngada sejumlah 6 orang.000 penduduk. Dengan rasio perawat gigi 18 per 100. 2 Apoteker bertugas di RSUD dan 1 Apoteker bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Secara kualifikasi pendidikan sanitarian dengan pendidikan D3 Sanitasi 13 orang dan pendidikan SPPH 6 orang. 1 orang bertugas di RSUD dan 5 orang bertugas di Dinas Kesehatan.000 penduduk. Tenaga Analis Laboratorium tahun 2009 sebanyak 9 orang yaitu 3 orang di Puskesmas dan 6 orang di RSUD. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 57 . Tenaga Gizi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang bertugas di Puskesmas. Rasio sanitarian 14 per 100. Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat 15 per 100. Sarjana Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 21 orang. 4 orang di RSUD dan 1 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Tenaga ATEM dan Photorontgent sejumlah 7 orang dan bertugas di RSUD (ATEM 2 orang dan Rontgent 5 orang). Puskesmas Watukapu dan Natarandang belum mempunyai tenaga farmasi.000 penduduk. 3 orang bertugas di RSUD dan 16 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Tenaga ATEM sangat kekurangan mengingat peralatan kesehatan yang begitu banyak memerlukan tenaga teknisi khusus dalam maintenance dan perbaikan. D3 farmasi 7 orang dan SMF 8 orang. 2 orang bertugas di RSUD dan 2 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Sanitarian atau tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Ngada sebanyak 19 orang dengan rincian 13 sanitarian bertugas di Puskesmas.

5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 58 .4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Gigi dan Dokter Umum di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.Peta 5.

31.779. Sedangkan anggaran kesehatan pemerintah per Kapita adalah Rp.3 Pembiayaan Kesehatan Pembiayanan kesehatan di kabupaten Ngada berasal dari berbagai sumber yaitu APBN. APBD. Alokasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan kabupaten Ngada dapat dilihat pada tabel berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 59 .755.652.6.416.382.741.321.angka ini sudah termasuk anggaran pemerintah maupun bantuan luar negeri. Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi. 186.060..72% dari total APBD yaitu Rp..Peta 5.sudah termasuk dengan gaji pegawai.398. bantuan luar negeri dan sumber-sumber pemerintah lainnya. 25. Sanitarian dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 4.660.383.bila dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan yang dialokasikan melalui APBD maka anggaran kesehatan kabupaten Ngada adalah 6. Total APBD kabupaten Ngada tahun 2009 adalah sejumlah Rp. Alokasi anggaran tersebut merupakan anggraan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. Pada tahun 2009 total pembiayaan kesehatan kabupaten Ngada adalah sejumlah Rp..

250.31.1. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 60 .000.08 5 6 6 Bansos (Bantuan Sosial) ADB (DHS II) Jamkesmas Pemda TOTAL Anggaran kesehatan ini merupakan anggaran kesehatan pada istansi kesehatan saja belum termasuk anggaran kesehatan dari sektor-sektor terkait lainnya.080.000.344.000.416.779.660.500.09 25.668.133.416.Tabel 5.060.1.33 0.660.242.125.0 3.800.43 26.1.57 4.000.% 83.321.138.411.4.000.00 Pinjaman/Hibah luar negeri AIP-MNH (AussAid) Proyek Gafi/GV 587.652.685.487.935.935.89 1.2 Realisasi Anggran Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Alokasi Anggaran Kesehatan No 1 Sumber Biaya Rp APBD Kab/Kota (Termasuk Gaji dan Dana DAK) 2 3 APBD Propinsi APBN 4 JAMKESMAS DEKON 1.62 1.333.0.

Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kabupaten Ngada selama tahun 2009 tergambar dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009.1 Kesimpulan Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan. dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kabupaten Ngada. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini belum mendapat apresiasi yang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan harapan. Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. upaya pelayanan kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 61 . Di bidang Sistem sistem kesehatan. Namun disadari. melalui dari Dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Kesehatan. karena sangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan. Walaupun demikian. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan. antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat. sejalan dengan perbaikan kondisi umum. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hingga tahun ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan. lintas sektor maupun masyarakat. namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi di jajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditunggu. apalagi dalam era desentralisasi. Oleh karena itu. Informasi informasi data dan informasi Salah adalah ini diperoleh luaran Kesehatan. sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal. perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Ngada. pengumpulan data dan informasi dari Puskesmas menjadi relatif lebih sulit. sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. maka penyediaan data/informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. Gambaran yang demikian merupakan fakta diketahui oleh seluruh pejabat publik dan masyarakat. kesehatan satu Profil utama perkembangannya. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada senantiasa mencari terobosan-terobosan dalam hal mekanisme pengumpulan data dan informasi secara cepat untuk melengkapi data dan informasi kesehatan khususnya yang bersumber dari puskesmas.BAB VI PENUTUP 6. profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting.

Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan keseriusan dari tingkat bawah yaitu pustu dan puskesmas dalam pencatatan dan pelaporan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan. Penyusunan buku Profil kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam lampiran Profil Kesehatan ini salah satunya disebabkan ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 62 . Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan keakuratan data.6. Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang. 6. penanggulanngan AKI diutamakan dimulai dari tingkat keluarga dan desa dengan mengoptimalkan Program Desa Siaga. dapat diketahui bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum optimal. Optimalisasi kinerja TIM SIKDA Kabupaten Ngada untuk pengumpulan data profil kesehatan. 4.2 Saran 1. 2. sejalan dengan kebijakan Provinsi NTT dalam Revolusi KIA. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional. Dari gambaran pencapaian pelaksanaan program kesehatan di atas. 5. Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan. baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2009 ini dapat bermanfaat. 3. Adanya peningkatan AKI perlu mendapat perhatian serius.

42  94.035  Jiwa  65.00  %  18.66  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 11  Tabel 12  Tabel 12  Tabel 13  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  72.42  %  48.7  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 7  Tabel 7  ­  61. Lampiran  A.015  Jiwa  71.3  Status Gizi  39  Kunjungan Neonatus (KN2)  40  Kunjungan Bayi  41  Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)  42  BBLR ditangani  1.52  100.70  %  100  %  100.050  Jiwa  2  85.22  %  1.34  50.2  Angka Kesakitan  19  AFP Rate < 15 th  20  TB Paru Sembuh  21  Pneumonia Balita Ditangani  22  HIV/AIDS ditangani  23  Infeksi Menular Seksual ditangani  24  Angka Kesakitan DBD  25  DBD ditangani  26  Angka Kesakitan Diare  27  Diare pada Balita ditangani  28  Angka Kesakitan Malaria  29  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)  30  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)  31  Kasus Penyakit Filariasis ditangani  32  Jumlah Kasus Difteri  33  Jumlah Kasus Pertusis  34  Jumlah Kasus Tetanus  35  Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum  36  Jumlah Kasus Campak  37  Jumlah Kasus Polio  38  Jumlah Kasus Hepatitis B  B.17  Jiwa/Km  67.  DERAJAT KESEHATAN  B.621  Km  94  Desa/Kel  138.73  %  100  %  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  .1  Angka Kematian  12  Jumlah Lahir Hidup  13  Jumlah Bayi Mati  14  Angka Kematian Bayi (dilaporkan)  15  Jumlah Balita Mati  16  Angka Kematian Balita (dilaporkan)  17  Jumlah Kematian Ibu Maternal  18  Angka Kematian Ibu (dilaporkan)  B.91  %  2  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 5  Tabel 5  Tabel 5  3115  Bayi  55  Bayi  17.  GAMBARAN UMUM  1  Luas Wilayah  2  Jumlah Desa/Kelurahan  3  Jumlah Penduduk  2  4  Kepadatan Penduduk /Km  5  Jumlah Penduduk Laki­laki  6  Jumlah Penduduk Perempuan  7  Rasio Beban Tanggungan  8  Rasio Jenis Kelamin  9  Pddk 10 th keatas Melek Huruf  10  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki­laki)  11  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)  B.02  100  %  77.83  %  51.7  9  Balita  2.41  %  76.RESUME PROFIL KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  INDIKATOR  ANGKA/NILAI No.00  %  100  %  6.9  7  Ibu  224.

 Gadar  73  Desa/Kel.51  %  4.72  %  52.77  %  6.90  %  92.42  %  64.31  %  0.3  Perilaku Hidup Masyarakat  86  Rumah Tangga ber­PHBS  87  Posyandu Aktif  C.94  %  Tabel 47 .23  %  100. Dg Garam Beryodium yg baik  76  Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap  77  Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)  78  Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)  79  Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar  80  Penduduk Miskin dicakup Jamkesmas  81  Penduduk Miskin Mendapat Yankes  82  Bayi Gakin BGM Mendapat MP­ASI  83  Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila  84  WUS yang diberi Kapsul Yodium  C.06  %  76.91  %  73.05  %  100  %  100  %  81.NO  INDIKATOR  43  Balita ditimbang  44  Balita BB Naik  45  BGM  46  Balita Gizi Buruk  C.2  Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan  85  Sarkes yang memiliki Labkes  C.07  %  23.42  %  67.00  %  71.1  Pelayanan Kesehatan  47  Kunjungan Ibu Hamil (K1)  48  Kunjungan Ibu Hamil (K4)  49  Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan  50  Deteksi Dini Tumbang Anak Balita  51  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI  52  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU  53  Peserta KB Baru  54  Peserta KB Aktif  55  Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)  56  Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)  57  Desa/Kelurahan UCI  58  Cakupan Imunisasi Campak Bayi  59  Drop­Out Imunisasi DPT1­Campak  60  MP­ASI Bayi BGM  61  Anak Balita Mendapat Vit. Lampiran  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  83.19  %  No.4  Keadaan Lingkungan  88  Rumah yang diperiksa kesehatannya  ANGKA/NILAI  76.59  %  22.99  %  Tabel 45  Tabel 46  87.00  %  50.  UPAYA KESEHATAN  C.18  %  56. Terkena KLB ditangani < 24 jam  74  Bayi yang diberi ASI Eksklusif  75  Desa/Kel.20  %  6.40  %  92.70  %  71.83  %  100.28  %  79.A 2x  62  Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan  63  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1  64  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3  65  WUS dg imunisasi TT5  66  Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk  67  Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk  68  Bumil Risti/Komplikasi  69  Bumil Risti/Komplikasi ditangani  70  Neonatal Risti dirujuk  71  Neonatal Risti dirujuk dan ditangani  72  Sarkes dg Kemampuan Yan.55  %  37.56  %  66.17  %  41.42  %  0.37  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  6.88  %  13.94  %  Tabel 43  51.00  %  100.00  %  45.40  %  0.76  %  58.90  %  100.27  %  8.00  %  59.79  %  23.35  %  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 19  Tabel 19  Tabel 20  Tabel 21  Tabel 22  Tabel 23  Tabel 23  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 25  Tabel 25  Tabel 26  Tabel 27  Tabel 27  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 29  Tabel 30  Tabel 32  Tabel 33  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 36  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 39  Tabel 40  52.22  %  63.34  %  70.

13  %  88.89  %  26.NO  INDIKATOR  89  Rumah Sehat  90  Keluarga yang diperiksa air bersihnya  91  Keluarga yang memiliki akses air bersih  92  KK memiliki Jamban  93  KK memiliki Jamban Sehat  94  KK memiliki Tempat Sampah  95  KK memiliki Tempat Sampah Sehat  96  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah  97  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat  98  TUPM Sehat  99  Institusi dibina Keslingnya  100  Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes  101  Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes  D.15  %  56.660  Rp.99  %  Tabel 60  Tabel 60  Tabel 60  41  Desa  45  Polindes  274  Psyd  Tabel 62  Tabel 62  Tabel 62 .76  %  71.30  %  224.416.90  %  No.  SUMBERDAYA KESEHATAN  D.35  %  64. Lampiran  Tabel 47  Tabel 48  Tabel 48  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 50  Tabel 51  Tabel 52  Tabel 52  27  Orang  104  Orang  23  Orang  12  Orang  20  Orang  19  Orang  21  Orang  390  Orang  4  Orang  19  Orang  4  Orang  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 55  Tabel 55  Tabel 55  31.32  %  56.060.42  %  14.  2.08  %  88.2  Pembiayaan Kesehatan  113  Total Anggaran Kesehatan  114  APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota  115  Anggaran Kesehatan Perkapita  D.50  %  87.84  %  6.3  Sarana Kesehatan  116  Jumlah Desa Siaga  117  Jumlah Polindes  118  Jumlah Posyandu  ANGKA/NILAI  61.77  %  83.1  Tenaga Kesehatan  102  Jumlah Tenaga Medis  103  Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan  104  Jumlah Tenaga Farmasi  105  Jumlah Tenaga Gizi  106  Jumlah Tenaga Tehnisi Medis  107  Jumlah Tenaga Sanitasi  108  Jumlah Tenaga Kesmas  109  Jumlah Tenaga Kesehatan  110  Jumlah Tenaga Dokter Spesialis  111  Jumlah Tenaga Dokter Umum  112  Jumlah Tenaga Dokter Gigi  D.18  %  45.

  DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  LUAS  WILAYAH  (km  )  3  152.827  7.7  25  1.49  103.930  8. JUMLAH RUMAH TANGGA.992  32.265  4.026  4.7  139  1.388  7.72  82.38  91.864  34.656  5.30  167.TABEL 1  LUAS WILAYAH.352  4.8  247  1.947  14.795  4.620.0  50  2.397  5.26  133.645  4.2009)  .14  327.19  2  JUMLAH  DESA  4  9  18  8  9  7  7  10  6  4  KELURAHAN  5  3  3  0  8  0  0  2  0  0  DESA+KEL.50  250.998  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  RATA­RATA  KEPADATAN  RUMAH  JIWA/RUMAH  PENDUDUK  2  TANGGA  TANGGA  /km  8  9  10  3.309  11.050  29.0  131  3.757  4.92  78  16  94  138.7  85  Sumber: BPS Kab.Ngada (Ngada Dalam Angka.318  4.9  48  JUMLAH (KAB/KOTA)  1.894  4.94  312. JUMLAH PENDUDUK. 6  12  21  8  17  7  7  12  6  4  NO  KECAMATAN  JUMLAH  PENDUDUK  7  14.  JUMLAH DESA/KELURAHAN.3  44  1.6  97  7.5  97  6.394  4.

268  3.015  1.920  3. Profil Kesehatan Puskesmas  Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3  LAMPIRAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 .641  380  1.193  16.645  502  3.7  98.292  941  1.645  15.747  2.726  10.397  615  852  1.193  2.6  70.048  2.929  372  1.531  977  2.329  432  736  695  257  275  LAKI­LAKI (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  6  7  8  1.050  1. KELOMPOK UMUR.4  92.220  3.168  212  >=65  9  457  972  225  758  192  278  209  340  116  JML  10  7.TABEL 2  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN.3  76.035  65.9  94.093  5. DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDU  K  3  14.542  6.8  92.907  4.248  280  501  217  226  198  290  113  JML  17  7.013  1.998  JUMLAH PENDUDUK  <1  4  149  385  74  392  144  162  94  76  66  1­4  5  785  1.661  1.530  14.764  3.616  71.810  7.399  2.309  11.992  32.141  16.978  471  679  766  346  286  PEREMPUAN (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  13  14  15  1.388  7.4  94.742  3.795  4.930  8.386  2.487  8.1  97.3  91.642  742  1.6  64.  RASIO BEBAN TANGGUNGAN.067  2.799  16.947  14.011  997  2.837  2.3  Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota.215  973  1.478  <1  11  178  495  89  461  153  148  78  121  87  1­4  12  818  1.520  RASIO  RASIO  BEBAN  JENIS  TANG  KELAMIN  GUNGAN  18  19  76.353  1.701  6.179  4.558  590  948  1.553  30.6  79.547  67.864  34.3  93.5  49.5  72.957  3.723  17.246  7.827  7.884  3.9  90. RASIO JENIS KELAMIN.3  NO  1  KECAMATAN  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  138.436  8.217  3.241  3.1  72.760  583  632  1.889  918  2.957  7.571  7.322  804  1.431  4.947  3.384  838  641  1.354  31.626  10.751  4.216  6.517  845  1.002  473  3.186  216  >=65  16  543  1.6  75.8  96.

810  6.530  6.213  4.681  6.227  660  123  71.342  311  138.495  2.352  12.409  2.391  5.467  2.720  6.504  1.521  2.155  2.031  4.015  PEREMPUAN  4  1.510  2.384  10.LAMP PROF NGD 09 PRINT .277  682  188  67.429  15.578  16.073  4.109  3.904  4.176  4.236  2.945  6.533  13.949  3.542  5.050  NO  KELOMPOK UMUR (TAHUN)  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  2  < 1  1 ­ 4  5 ­ 9  10 ­ 14  15 ­ 19  20 ­ 24  25 ­ 29  30 ­ 34  35 ­ 39  40 ­ 44  45 ­ 49  50 ­ 54  55 ­ 59  60 ­ 64  65 ­ 69  70 ­ 74  75+  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Profil Puskesmas/Kecamatan  06.035  LAKI­LAKI+PEREMPUAN  5  3.645  6.162  7.601  6.208  1.611  3.TABEL 3  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK  LAKI­LAKI  3  1.589  7.932  6.141  8.311  5.989  8.965  3.259  1.626  12.175  13.964  7.465  7.

591  .196  46.370  ­  ­  1.210  54.TABEL 4  PERSENTASE PENDUDUK LAKI­LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT  TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  LAKI­LAKI  NO  KECAMATAN  TIDAK/  TIDAK/  BELUM  BELUM  PERNAH  TAMAT  SEKOLAH  SD  3  4  SLTP/  MTs  6  TIDAK/  TIDAK/  SLTA/  AK/ DIPLO  UNIVE  BELUM  BELUM  JUMLAH  PERNAH  TAMAT  MA  MA  RSITAS  SEKOLAH  SD  7  8  9  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.553  ­  ­  ­  SD/MI  5  SD/MI  13  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KAB NGADA  KABUPATEN NGADA  27  182  1401  372  196  134  55  36  214  1382  238  274  192  34  16776  38  18351  39  4923  868  4617  539  819  712  1161  18243  25  21942  12  4581  687  4275  446  702  498  810  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Ngada Dalam Angka 2009  51.647  ­  ­  ­  11  12  PEREMPUAN  SLTP/  SLTA/  MTs  MA  14  15  AK/  UNIVER  DIPLO  JUMLAH  SITAS  MA  16  17  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.367  ­  ­  2.668  50.

TABEL 5  PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS  PEREMPUAN  %  5  85.504  8.8  17.897  3.2  %  11  89.132  2.4  59.786  9.059  4.357  7.615  4.043  4.6  55.819  MELEK HURUF  NO  1  KECAMATAN JUMLAH  2  3  5.494  619  312  7  5.940  8.0  12.0  18.0  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  4  4.225  28.951  5.4  Sumber ; Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2008  .209  1.726  615  13.1  56.530  392  6.422  1.540  2.460  3.784  24.379  516  JUMLAH (KAB/KOTA)  50.5  19.799  4.8  54.9  11.188  3.1  12.576  23.085  13.474  LAKI­LAKI  MELEK HURUF  LAKI­LAKI + PEREMPUAN  JUMLAH  9  10.7  6.141  11.276  8.8  34.946  50.763  2.196  223  7.5  55.6  54.987  4.552  3.9  105.5  70.0  15.927  1.889  3.690  2.5  58.633  15.435  12.264  3.052  5.7  54.293  MELEK HURUF  %  8  93.1  49.0  55.134  1.146  51.3  52.1  38.665  14.6  JUMLAH  6  5.4  11.715  760  204  10  9.130  2.130  1.7  55.150  5.512  2.750  28.0  31.800  48.009  52.

9  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi  .24  2.415  1.63  1.71  1.7  14.321  9  2.19  0.74  55  17.881  1.68  JUMLAH BAYI  MATI  8  5  10  5  6  5  6  4  7  5  2  JUMLAH  BALITA 9  1.115  55  3.03  1.TABEL 6  JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  LAHIR HIDUP  LAHIR MATI  4  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  5  6  10  1  8  5  4  6  7  5  3  LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI  LAHIR MATI  6  296  840  141  575  307  244  270  267  118  112  7  2.246  905  1.39  1.22  2.64  2.62  4.603  3.461  827  561  JUMLAH  BALITA MATI  10  2  1  1  0  0  1  0  1  2  1  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)  3.570  852  1.170  1.

115  3  4  ­  7  224. Bidang Yankesda Dinas Kesehatan Kab.TABEL 7  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL  JUMLAH LAHIR  KEMATIAN  KEMATIAN  KEMATIAN  JUMLAH  HIDUP IBU HAMIL  IBU BERSALIN  IBU NIFAS  4  5  6  7  8  290  1  1  ­  2  830  2  1  ­  3  140  ­  ­  ­  ­  567  ­  ­  ­  ­  302  ­  ­  ­  ­  240  ­  ­  ­  ­  264  ­  ­  ­  ­  260  ­  1  ­  1  113  ­  1  ­  1  109  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3.72  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)  Sumber: Laporan Seksi KIA. Ngada  Keterangan:  ­ Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin  + jumlah  kematian ibu nifas  .

­ Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi .

26  100.49  #DIV/0!  NO  KECAMATAN  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  20  40  37  1  ­  ­  5  34  ­  19  27  92  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO PER 100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  1.00  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  76.53  2.00  #DIV/0!  JML  11  100  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  100  #DIV/0!  RASIO KORBAN  PER KEJADIAN  KECELAKAAN  12  7.74  ­  #DIV/0!  LUKA  RINGAN  10  87.60  17.00  #DIV/0!  #DIV/0!  20.59  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  .69  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  4.00  ­  ­  #DIV/0!  % KORBAN  LUKA  BERAT  9  11.00  1.50  100.34  100  2.00  55.20  1.81  ­  100.000 PENDUDUK  129  2  57  275  334  241.25  1.94  100  0.00  44.TABEL 8  JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS  DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK  DIRINCI MENURUT KECAMATAN  TAHUN 2009  JUMLAH  KEJADIAN  KECELAKAAN  3  20  11  1  JUMLAH KORBAN  MATI  4  1  ­  ­  LUKA  BERAT  5  17  ­  1  LUKA  RINGAN  6  126  11  ­  JML  7  144  11  1  ­  ­  25  61  92  ­  % THD  TOTAL  43  3  0  ­  ­  7  18  28  ­  MATI  8  0.07  82.

00  50.00  62.70  194  169  169  100  Sumber: Laporan Program TB Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  LB1 Puskesmas Tahun 2009  Keterangan:  Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Pasien TB (+). di wilayah kerja Watukapu.50  66.00  63.67  54.00  100. DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TB PARU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  AFP    <  15 TH  4  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  KLINIS  5  46  100  63  20  12  4  124  19  36  2  (+)  6  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  DIOBATI  SEMBUH  7  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  8  3  5  2  6  1  1  7  ­  3  1  PNEUMONIA  %  JML  JML PEND  BALITA  % BALITA  DITANGANI  DITANGANI  SEMBUH  PENDERITA  BALITA  9  100.55  50. Natarandang dan Maronggela melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Waepana  .00  10  18  11  22  66  2  17  29  4  20  5  11  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  12  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  ­  ­  426  47  47  29  61.TABEL 9  AFP RATE.64  ­  100.  % TB PARU SEMBUH.

00  42.0  100.0  7  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  8  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  9  100  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  100  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  10  ­  2  0  4  2  1  0  ­  ­  ­  11  2  0  4  2  1  0  12  0  100  0  100  100  0  #DIV/0!  0  0  0  13  166  404  157  504  133  130  258  302  265  169  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  15  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  48.0  100.16  62.0  100.00  100  9  6.33  63.0  100.0  Sumber:Laporan Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Bidang Kesmas Dinas Kesehatan  Ket:  ­ Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Kasus HIV/AIDS adalah Kasus HIV yang masih hidup dari tahun 2003 dan yang ditemukan baru tahun 2009  .TABEL  10  HIV/AIDS.0  0  #DIV/0!  1  100.0  100.437  57.0  100.0  3  100.31  58.0  0  #DIV/0!  0  #DIV/0!  1  100.0  0  0.0  100.80  44.80  45.97  16  100.14  100.437  1.0  3  100.02  1.0  100.52  9  100  2.26  44. INFEKSI MENULAR SEKSUAL.22  59.0  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  15  15  100  63  63.488  18.0  100. DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  HIV/AIDS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JML  KASUS  %  DITANGANI  IMS  JML  KASUS  %  DITANGANI  DBD  JML  KASUS  %  DITANGANI  DIARE  JML  KASUS  JML  DIARE  PADA  BALITA  DIARE  PADA  BALITA  DITANGANI  %Diare  Balita  %  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  0  0  0  0  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  5  2  0  3  0  1  3  0  0  1  5  6  5  100.76  100.0  2  100.

00  100.742  142  2.00  Sumber: Laporan Bulanan Penemuan & Pengobatan Malaria Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Ket :  API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)  AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)  .31  42.58  36.00  100.00  100.272  1.07  ­  38.633  100.912  57.46  18.00  100.00  100.00  100.00  100.00  100.291  199  1  ­  DIOBATI  7  5.452  232  ­  1.62  72.096  369  1.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK  10.19  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KLINIS  4  1.58  0.346  544  540  229  % DIOBATI  8  100.00  100.126  2.TABEL 11  PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  MALARIA  % POSTIF  6  63.854  1.67  40.721  77.66  7.838  511  4.055  345  539  229  POSITIF  5  3.188  579  732  3.21  34.83  38.736  347  732  2.

TABEL  12  PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  KUSTA  % RFT PB  PEND MB  6  7  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  PEND PB  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT PB  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT MB  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % RFT MB  9  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  Sumber: Laporan  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan : Penderita PB tahun X ­ 1. Penderita MB tahun X ­ 2  X = tahun 2009  .

  FILARIASIS  JUMLAH  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  DITANGANI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % DITANGANI  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB1 Puskesmas Tahun 2009  ­  ­  #DIV/0!  .TABEL 13  KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PENDERITA PENY.

TABEL 14  JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KASUS  PD3I  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  DIFTERI  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PERTUSIS  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  NEONATORUM  CAMPAK  8  POLIO  9  HEPATITIS B  10  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009. Laporan Tahunan Bidang Kesmas Tahun 2009  .

00  80.20  64.37  JML BAYI  7  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  KUNJ  8  254  710  126  379  244  163  290  251  134  122  %  9  77.83  1.41  3.507  2.83  BBLR  % BBLR  DITANGANI  DITANGANI  15  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  16  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.89  1.65  90.30  66.95  74.893  92.68  80.TABEL   15  CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS.68  77.74  BAYI  BAYI LAHIR  JML LAHIR  %  DITIMBANG  HIDUP  DITIMBANG  10  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  11  282  800  128  564  251  218  264  214  80  92  12  97  96  91  99  83  91  100  82  71  84  BBLR  13  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  % BBLR  14  3.73  54  100  Sumber: Laporan Bidang Yankes 2009.92  6. BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NEONATUS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  287  823  135  562  298  237  261  254  110  107  KN2  5  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  6  82.226  72.08  3.58  79.55  71.074  2.32  0.09  56.10  1.22  3.87  54  1.19  1.673  76.96  78.81  53.91  79.54  84. Profil Puskesmas Tahun 2009  .06  1.88  93.31  77.57  1.84  85.31  54.115  2.

51  4.09  17.10  0.11  0.19  1  .07  5.47  67.42  8.832  763  1.97  2.061  565  786  684  494  710  772  414  98  Gizi  Gizi  Kurang/K  Buruk/  DITIMBANG  BB NAIK  urus  Kurus Skli  8  78  356  20  105  19  24  62  52  144  38  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  9  80.43  77.63  3.16  ­  0.93  6.52  0.38  3.53  0.35  18.42  67.33  89.35  5.321  10.52  2.17  KEC  Prev  BEBAS  Gizi  Gizi  Gizi  RAWAN  Buruk  Kurang/K  Buruk/  urus  Kurus Skli  GIZI  +Kurang  4.78  2.570  852  1.02  9.21  0.28  6.060  919  640  1.58  1.71  3.388  484  898  21  76.TABEL 16  STATUS GIZI  BALITA DAN JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BALITA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  BALITA  YANG  DITIMBANG  BB NAIK  ADA  4  1.461  827  561  5  1.87  5.72  73.09  0.47  0.603  3.05  74.84  55.45  92.97  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH (KAB/KOTA)  14.138  748  519  6  804  2.87  9.55  56.246  905  1.29  77.48  4.68  6.944  7.78  74.51  10  62.12  4.99  3.97  2.288  2.60  4.35  79.27  0.65  4.49  3.41  6.415  1.88  % BALITA BGM  7  45  105  30  66  65  37  31  41  32  32  BGM  11  3.881  1.42  72.23  7.76  70.037  1.15  74.56  17.19  68.77  12  0.89  90.68  1.35  73.19  13  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  5.

0  54.70  57.674  3.NIFAS  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  292  820  140  570  307  244  268  265  116  112  81.34  76.03  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .45  68.97  54.25  96.20  30.06  60.147  2.6  100.226  71.90  3.134  2.146  255  779  385  457  452  313  263  158  K1  5  434  1.915  83.00  80.33  76.99  85. K4).33  52.21  55.16  80.0  100.897  92. PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  IBU HAMIL NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  466  1.1  87.306  58.14  JUMLAH  IBU NIFAS  MENDAPA  T  YAN.39  91.48  JUMLAH  9  293  830  140  570  307  244  268  266  117  112  IBU BERSALIN  DITOLONG  NAKES  10  282  800  128  564  251  218  268  214  80  92  %  11  96.8  89.14  52.24  72.95  81.14  50.26  33.TABEL 17  CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1.9  90.38  82.2  K4  7  243  863  93  428  170  123  138  126  48  74  %  8  55.9  63.79  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.06  3.43  98.007  163  702  314  245  452  313  144  141  %  6  93.49  81.53  40.6  53.13  85.46  62.8  2.34  100.1  81.76  89.

151  2.89  90.20  ­  74.193  1.288  2.45  92.34  JUMLAH  DIPERIKSA  10  1.36  95.288  1.35  73.53  91.85  78.88  .102  1.42  22.87  ­  ­  19.07  9.150  631  740  ­  1.513  2.96  35.881  1.55  56.260  361  174  997  894  539  174  11  1.476  1.993  2.TABEL 18  CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA.30  ­  10.967  14.72  73.461  827  561  5  1.944  76.29  77.037  1.351  745  %  9  87.00  17.35  79.27  100.138  748  519  %  6  80.115  3.423  1.715  64.141  5.415  1.51  JUMLAH  DIPERIKSA  7  2.832  763  1.23  96.06  54.00  SISWA SD/MI  SISWA SMP/SMU  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  14.33  89.76  70.603  3.185  23.060  919  640  1.446  5.096  ­  25  ­  ­  ­  195  182  513  174  %  12  98.150  3.246  905  1.321  10.395  951  8  2.200  1.407  230  1.794  1.56  20.18  100. PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  ANAK BALITA (PRA SEKOLAH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIDETEKSI  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.570  852  1.

886  1.99  65.98  83.224  1.024  646  %  8  63.41  82.TABEL  19  JUMLAH PUS.70  14.58  8.275  3.69  65.27  21.44  16.395  787  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  20.652  1.05  . PESERTA KB BARU.877  1.66  79. PESERTA KB.070  2.835  13.018  3.96  73. DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PESERTA KB BARU  JUMLAH  5  372  436  253  391  292  240  454  227  170  %  6  18.66  11.08  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH PUS  4  2.118  1.212  4.002  4.216  912  1.87  8.81  81.695  2.60  PESERTA KB AKTIF  JUMLAH  7  1.94  67.59  21.02  21.92  20.736  1.703  71.348  2.

Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota .

06  9.60  1.01  2.94  6.33  3.183  967  1.76  61.224  1.48  3.91  37.90  38.44  1.93  2.83  2.34  19.08  4.21  2.736  1.77  41.15  ­  15  41.52  64.47  13.TABEL 20  JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB AKTIF  NON MKJP  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  KONDOM  % PESERTA KB AKTIF  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  MKJP  IUD  MOP/  MOW  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  NON MKJP  KONDOM  NO  KECAMATAN IUD  MKJP  MOP/  MOW  OBAT  VAGINA  OBAT  VAGINA  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  90  307  111  1.40  16  13.38  ­  ­  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .520  2.65  17.024  646  12  7.51  16.63  3.63  6.66  16.70  7.16  41.50  17  5.37  41.85  6.72  2.59  72.52  31.216  912  1.480  382  1.09  1.52  10.05  ­  13  1.79  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  2.016  660  680  725  630  416  7  174  573  282  251  131  277  724  255  197  8  68  117  62  62  24  53  49  44  18  9  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  11  1.275  3.37  44.80  14.22  6.36  16.65  45.864  497  ­  ­  14.77  17.80  6.07  2.08  20.672  6.05  2.652  1.90  30.58  11.32  6.71  24.77  27.226  59  220  108  62  ­  4  23  210  18  570  19  76  25  11  15  5  389  537  163  91  19  346  105  22  ­  6  531  1.703  14.82  4.12  6.30  2.32  14  30.51  1.018  3.

52  12.47  OBAT  KONDOM  VAGINA  IUD  12  16.83  36.598  15.46  ­  10.17  5.15  30.61  19.13  22.94  PIL  16  4.17  15.236  440  343  ­  ­  2.83  43.29  68.97  5.92  4.12  62.09  4.91  20.27  22.57  6.11  23.50  22.16  31.44  44.42  10.27  ­  ­  ­  ­  9.28  20.0988  0  0  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .75  4.70  36.92  46.29  ­  ­  IMP  LANT  14  26.19  17.94  14.33  26.TABEL 21  PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB BARU  NO  KECAMATAN  IUD  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  63  63  51  123  ­  25  46  51  ­  MKJP  MOP/  MOW  4  1  ­  ­  ­  ­  22  24  ­  ­  NON MKJP  IMP  LANT  5  99  85  58  16  12  57  20  ­  ­  SUN  TIK  6  143  193  58  181  199  74  199  82  107  PIL  7  17  28  38  48  60  20  120  47  62  MKJP +  LAIN  NON  OBAT  KONDOM  MKJP VAGINA  NYA  8  9  10  11  49  ­  ­  372  67  ­  ­  436  48  ­  ­  253  23  ­  ­  391  21  ­  ­  292  42  ­  ­  240  45  ­  ­  454  47  227  1  170  MKJP  MOP/  MOW  13  0.47  ­  17  13.42  15.70  0.41  ­  ­  % PESERTA KB BARU  NON MKJP  SUN  TIK  15  38.37  18.885  1.6578  12.55  8.88  7.02  12.43  20.50  9.835  14.45  20.24  43.59  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  LAIN  NYA  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  MKJP +  NON  MKJP  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  422  47  347  1.

00  100.91  .TABEL 22  PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  DESA/KEL UCI 5  8  20  8  10  7  3  5  7  6  3  % DESA/KEL UCI  6  66.00  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  77  81.33  100.43  58.00  75.24  100.67  95.86  71.00  100.00  42.

Sumber:Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Dinas Kesehatan .

07  489  55.88  243  84.32  137  84.76  235  66.15  2.05  151  92.57  129  79.TABEL  23  PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH  BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  IMUNISASI  DPT1+HB1  DPT3+HB3  POLIO 4  CAMPAK  HB Neonatus  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  256  78.90  69.97  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  RSUD BAJAWA  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  BCG  JUMLAH  5  306  714  144  485  251  227  257  244  113  104  %  6  93.469  70.29)  72.57  2.61  271  87.41  19.97  JUMLAH (KAB/KOTA)  % BAYI DIIMUNISASI LENGKAP  3.587  73.52  228  73.87  263  80.70  31  18.12  2.95  655  74.34  85.70  113  65.77  73.61  554  62.76  39  11.14  88.65  163  54.16  249  87.33  433  76.14  157  96.89  (17.17  Sumber : Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Tahun 2009  Ket : Watukapu melayani imunisasi bayi dari waepana maupun natarandang di daerah perbatasan desa  .91  141  40.05  16  10.37  418  73.03  10.48)  2.42  226  72.55  191  61.48  137  24.01  83  54.64  113  69.43  238  72.54  87.06  220  76.97  197  68.70  113  65.78  191  58.40  6.01  187  62.43  687  78.58  2.32  65.06  147  41.460  70.58  81.92  197  68.31  15.02  129  75.05)  (18.72  468  82.507  2.43  82.88  202  68.54  513  90.70  67.90  200  64.96  192  64.41  771  87.61  2.52  98  64.61  232  65.25  88  57.88  82  27.08  113  65.757  78.370  67.46  885  DO  (%)  17  7.76  76.00  101  66.29  271  82.77  2.87  (1.845  81.

17  28.00  66.74  55.33  33.461  827  561  MENDAPAT  VIT A 2X  BALITA GIZI BURUK  JUMLAH  10  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  MENDAPAT  PERAWATA  N  %  9  69.0  23.964  731  1.34  14.118  1.71  75.570  852  1.TABEL  24  CAKUPAN BAYI.33  23.00  70.246  905  1.293  996  456  1.39  100.144  70.01  85.415  1.33  100.225  702  244  11  2  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  254  105  41.49  %  12  100  #DIV/0!  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  8  1.80  68.881  1.321  10.89  43.83  21  21  100  .94  50.85  84.603  3.00  83. BALITA  YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  BAYI BGM  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  4  35  36  30  30  33  15  10  9  24  32  MP ASI  5  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  %  6  25.74  79.67  29.415  1.13  ANAK BALITA (1­4TAHUN)  JUMLAH  7  1.

48  45.90  61.49  47.55  33.45  44.18  54.25  89.146  255  779  385  457  452  313  263  158  Fe1  JUMLAH  5  254  801  156  461  210  154  240  230  119  141  %  6  54.51  69.51  66.10  73.70  53.48  42.TABEL 25  JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN  TABLET Fe1.674  2.24  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  Fe3  JUMLAH  7  254  762  120  392  295  130  202  230  113  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  %  8  54.630  56.18  59.97  83.32  76.54  132  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  4.69  73. Fe3  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  IBU HAMIL  4  466  1.18  2.766  59.06  50.27  .62  28.

65  42.92  72.09  52.25  TT 3 %  8  11.38  8.58  0.25  47.16  32.81  9.64  36.04  16.80  5.57  64.16  18.253  26.36  12.27  40.60  21.54  19.19  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.42  TT 5  %  12  JML  13  83  42  12  32  32  21  96  48  ­  25  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JML  7  54  413  41  199  107  91  12  133  174  29  JML  9  81  99  94  34  50  66  85  30  ­  37  JML  11  86  52  50  53  21  19  146  23  ­  24  %  14  17.59  36.14  391  8.95  70.14  38.81  3.61  6.81  576  12.TABEL 26  JUMLAH WANITA USIA SUBUR DENGAN STATUS IMUNISASI TT  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TT 1  JML  5  280  602  212  298  182  187  328  202  134  111  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  BUMIL  4  466  1.35  TT 4  %  10  17.31  4.45  4.32  474  10.54  50.30  7.00  23.79  19.11  8.66  4.44  18.91  2.53  83.24  15.35  ­  15.86  4.26  1.49  66.82  18.536  54.71  4.99  14.37  Sumber: Laporan Program Imunisasi Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .08  25.146  255  779  385  457  452  313  263  158  TT 2  %  6  60.674  2.34  ­  15.45  4.55  27.

TABEL 27  PERSENTASE  AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK  NO 1  1  RUMAH SAKIT  2  PUSKESMAS  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  NATARANDANG  MARONGGELA  RIUNG  SARANA PELAYANAN KESEHATAN  2  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  %  8  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  3  4  6  7  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )  .

90  28  100  Sumber:Laporan Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Yankes Tahun 2009  .38  13  2.65  10  8.00  100  100  100  100  83.16  50  8.33  84.83  JUMLAH  12  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.96  1.88  1.71  0.31  22  3.31  3.03  0.40  276  92.15  0.146  255  779  385  457  452  313  263  158  JUMLAH  NEONATAL  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  5  66  102  13  41  13  10  12  26  8  8  %  JUMLAH  6  7  14.50  100  9  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  JUMLAH  10  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  11  1.04  7  5.115  28  0.19  10  2.TABEL 28  JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  BUMIL RISTI/  KOMPLIKASI  BUMIL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  IBU HAMIL 4  466  1.66  0.90  102  5.38  1.43  0.76  100.674  299  6.62  87.83  0.26  41  3.06  8  %  8  75.10  13  5.

00  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2009  16  8  50.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  3  RUMAH SAKIT KHUSUS  ­  ­  #DIV/0!  4  PUSKESMAS  10  5  50. GADAR  JUMLAH  4  %  5  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  100.LAINNYA  5  2  40.TABEL 29  PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH SARANA  3  MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN.00  5  SARANA YANKES.00  .

TABEL 30  JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  DESA/KEL TERKENA KLB  DITANGANI  JUMLAH  %  <24 JAM  5  6  7  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  1  1  100.00  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0! 

NO 

KECAMATAN

PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA) 

94 

100.00 

Sumber: Laporan Seksi Penanggulangan Wabah Bidang Kesmas Tahun 2009 

TABEL 31  JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN  SERTA JUMLAH KECAMATAN DAN DESA YANG TERSERANG KLB  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDUK  JUMLAH KEC  JUMLAH DESA  TERANCAM  3  4  5  1  1  1,551  YANG TERSERANG  JUMLAH  PENDERITA  6  24  JUMLAH  KEMATIAN  7  1  ATTACK  RATE  (%)  8  1.55  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0! 

NO  JENIS KEJADIAN LUAR BIASA 1  2  1  Kematian Rabies 

CFR (%)  9  4.17  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0! 

Sumber: Laporan Tahunan Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2009  Jumlah penderita adalah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) 

TABEL 32  JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BAYI YANG DIBERI  ASI EKSKLUSIF  JUMLAH  %  5  6  173  52.91  444  50.45  92  56.44  266  46.91  193  67.48  73  24.58  157  50.65  104  29.55  34  19.77  70  45.75 

NO 

KECAMATAN 2 

PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

JUMLAH BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153 

1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA 

5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009 

3,507 

1,606 

45.79 

TABEL 33  PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009 
JUMLAH DESA/KEL  DG GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  % DESA/KEL DG  GARAM  BERYODIUM YG  BAIK 

NO 

KECAMATAN 

PUSKESMAS 

JUMLAH DESA/KEL  DISURVEI 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4 

1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA 

5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

5  ­  8  2  3  2  ­  7  ­  ­  ­ 

6  ­  38.10  25.00  30.00  28.57  ­  100.00  ­  ­  ­ 

JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009, Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009 

94 

22 

23.40 

TABEL 34  PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN DASAR GIGI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 
TUMPATAN  PENCABUTA  GIGI  N GIGI  TETAP  TETAP  JUMLAH RASIO  TAMBAL/  CABUT  JUMLAH  MURID SD 

UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF) 
MURID SD/MI DIPERIKSA  JUMLAH  %  MURID SD/MI  JUMLAH  %  PERLU  MENDAPAT  MENDAPAT  PERAWATAN  PERAWATAN  PERAWATAN 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

4  13  54  ­  27  4  ­  28  4  ­  ­ 

5  156  185  23  66  24  4  84  45  17  ­ 

6  169  239  23  93  28  4  112  49  17  ­ 

7  0.08  0.29  ­  0.41  0.17  ­  0.33  0.09  ­  #DIV/0! 

8  2,446  5,794  1,150  3,513  2,102  1,423  1,993  2,200  1,395  951 

9  2,366  5,288  1,150  890  812  ­  1,993  1,193  905  ­ 

10  96.73  91.27  100.00  25.33  38.63  ­  100.00  54.23  64.87  ­ 

11  294  926  335  890  399  ­  569  950  360  ­ 

12  224  683  118  630  193  ­  353  950  ­  ­ 

13  76.19  73.76  35  70.79  48.37  #DIV/0!  62.04  100.00  ­  #DIV/0! 

JUMLAH (KAB/ KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 

130 

604 

734 

0.22 

22,967 

14,597 

63.56 

4,723 

3,151 

66.72 

TABEL 35  JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009 

PENYULUHAN KESEHATAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 
JUMLAH SELURUH  KEGIATAN  PENYULUHAN  KELOMPOK  JUMLAH  KEGIATAN  PENYULUHAN  MASSA 

JUMLAH 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

4  367  23  228  415  266  64  206  430  288  96 

5  22  6  1  ­  30  4  10  7  19  12 

6  389  29  229  415  296  68  216  437  307  108 

SUB JUMLAH I  1  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  2  Rumah Sakit  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009, Profil Puskesmas Tahun 2009 

2,383 

111 

2,383 

111 

2,494  ­  ­  2,494 

TABEL  36  CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  PENDUDUK*  4  14,864  34,827  7,992  21,404  11,526  8,309  11,947  14,388  7,795  4,998  ASKES  5  485  3,393 
JAMSOSTEK  JAMKESM  JAMKES  JAMKES  AS  DA  DINSOS  (PUSAT) 

JUMLAH  9  8,811  17,495  3,055  7,406  6,300  5,389  6,826  8,222  5,208  3,386 

%  10  59.28  50.23  38.23  34.60  54.66  64.86  57.14  57.14  66.81  67.75 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­ 

792  310  478  492  390  472 

7  8,142  13,571  2,820  5,521  4,415  4,154  5,791  6,800  3,307  2,465 

8  184  231  235  1,885  1,093  925  557  930  1,511  449 

300  ­  ­  ­ 

­ 

JUMLAH (KAB/KOTA)  PERSENTASE  Sumber: Laporan Jamkesmas Tahun 2009 

138,050 

6,812  4.93 

­  ­ 

56,986  41.28 

8,000  5.80 

72,098  52.23 

52.23 

Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut kecamatan 

406  5.01  0  0  0  0  0  0  0.326  14.28  292  0.305  7.00  100.914  5  8.00  70.MISKIN  JUMLAH BAYI  BGM MENDAPAT MP­  ASI  MASY.508  5.40  45.914  6  100.45  132  105  79.079  6.534  71.55  Sumber: Laporan Seksi Jaminan Kesehatan Tahun 2009.789  3.MISKIN  BAYI MASY.055  7.085  %  8  75.00  100.00  100.00  100.998  2.79  65.00  46.102  3.76  68.818  2.348  7.508  5.348  7.TABEL  37  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  MASYARAKAT  MISKIN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  DICAKUP  JAMKESMAS (Pusat &  JUMLAH YANG  Daerah) ADA  JUMLAH  %  4  8.00  100.00  100.00  100.00  100.00  46.818  2.73  53.33  71.582  3.603  3.406  5.730  4.00  100.00  70.MISKIN  BGM  JUMLAH  12  %  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  11  10  27  10  15  23  15  10  6  7  9  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  13  90.91  117.00  100.730  4.83  100.67  47.326  14.55  Rawat  Inap  9  251  ­  ­  ­  ­  ­  ­  41  ­  ­  %  3.00  100.00  MENDAPAT YANKES  Rawat  Jalan  7  6.25  48.184  2.00  100.055  7.286  65.611  3. Profil Puskesmas Tahun 2009  .074  8.102  3.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  65.03  79.286  100.00  100.079  6.53  0  0  PELAYANAN BAYI MASY.303  5.93  116.

TABEL 38  PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN KESEHATAN KERJA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH PEKERJA  FORMAL  4  JUMLAH YANG  DILAYANI  5  ­  %  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  100.00  #DIV/0!  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  2  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  130  130  311  451  311  451  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 892  892  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  .

32  ­  ­  31.321  766  282  134  DILAYANI  KES  PRA USILA DAN USILA  %  9  67.772  617  108  JUMLAH (KAB/KOTA)  15.84  93.TABEL 39  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PRA USILA (45­59 TH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.91  74.857  780  426  DILAYANI  KES  %  6  80.598  3.52  98.734  4.10  25.68  81.42  79.552  1.972  864  356  1. Profil Puskesmas Tahun 2009  .15  64.059  765  294  1.059  780  2.60  %  12  75.332  8.285  4.20  39.489  309  ­  ­  235  140  1.907  31.308  37.58  ­  ­  35.55  22.11  ­  ­  27.94  14.238  1.15  97.852  5.831  5.40  6.291  1.93  22.20  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.401  51.31  67.031  1.57  95.970  1.022  408  66  8  661  486  ­  ­  271  95  887  750  209  42  11  2.629  650  3.35  5  1.125  1.150  795  ­  ­  506  235  2.06  36.34  JUMLAH  10  2.42  32.11  31.091  498  292  DILAYANI  KES  USILA (60TH+)  JUMLAH  7  979  493  505  1.33  62.19  6.

 ENDEMIS SEDANG & BERAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  ENDEMIS 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  JUMLAH WUS  5  3.921  200  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Profil Puskesmas Tahun 2009  94  33.268  2.33  ­  ­  ­  ­  16.121  6.86  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  1.35  .186  JUMLAH YANG  DIBERI KAPSUL  YODIUM  % YANG DIBERI  KAPSUL YODIUM  7  ­  ­  ­  ­  71.193  2.353  8.760  1.889  3.693  1.517  2.TABEL 40  CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  WUS DI DESA/KEL.419  2.558  1.002  6.

 (sebutkan)  ­  ­  ­  .TABEL 41  PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV­AIDS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  DONOR DARAH  NO  1  UNIT TRANSFUSI DARAH  2  JUMLAH  PENDONOR  3  JML SAMPEL  DARAH DIPERIKSA  4  JML POSTIF  HIV/AIDS  5  % POSITIF HIV­  AIDS  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH  Sumber: ……………..

576  10.937  8.11  5.400  23.149  138. sudah termasuk dengan kunjungan puskesmas di wilayah BP Swasta  kecuali Puskesmas Waepana tidak termasuk kunjungan ke BP  .098  5.571  ­  ­  161.549  18.050  4.925  15.925  15.937  8.050  113.971  KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA  JUMLAH  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  %  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  NO  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  SARANA PELAYANAN  KESEHATAN  2  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II  1  Sarana Yankes lainnya  JUMLAH (KAB/KOTA)  JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA  JUMLAH PELAYANAN  CAKUPAN KUNJUNGAN (%)  156.168  7.TABEL  42  JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN .22  Sumber:LB4 Puskesmas Tahun 2009  Ket : kunjungan ke sarana yankes lainnya (BP Swasta).971  JUMLAH  5  22.098  5.438  21.822  138.492  2.577  9. RAWAT INAP.296  7.843  34.438  21.600  18.600  RAWAT INAP  4  723  ­  ­  ­  ­  ­  ­  128  ­  ­  851  4.971  4.576  10.492  2.218  137.571  ­  23. PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KUNJUNGAN  RAWAT JALAN  3  22.577  9.120  34.218  138.

00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  3  Lab Swasta/BP Swasta  6  1  16.67  4  PUSKESMAS  10  7  70. bedah.TABEL 43  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH YANG MEMILIKI  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH  3  LABKES  4  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  5  % YANG MEMILIKI  LABKES  6  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  7  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  1  100. penyakit dalam dan anak  .94  Sumber : Laporan Tahunan Dinas Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009  Ket : Kemampuan Labkes : Mampu menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan sesuai standar  4 spesialis dasa : pelayanan kandungan dan kebidanan.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  17  9  1  52.00  100.

TABEL 44  KETERSEDIAAN OBAT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  1  1  2  3  4  5  6  JENIS OBAT*  2  KEBUTUHAN  3  KETERSEDIAAN JUMLAH  4  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten  Ket :  * Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar  .

61  72.495  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.803  51.00  74.00  66.00  78.TABEL 45  PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH TANGGA  NO  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  KECAMATAN  2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DIPANTAU  4  550  650  200  250  350  200  545  250  300  200  BER PHBS *  5  35  266  200  185  274  98  363  180  162  40  %  6  6.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.00  54.00  20.29  49. Laporan Tahunan Bidang PSDK Tahun 2009  1.92  100.59  .36  40.

68  22.33  PURNAMA  MANDIRI  JUMLAH  11  50.88  63.33  12  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  13  100  100  100  100  88  100  100  100  100  100  %  POSYANDU  AKTIF  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  14  50.56  15.79  11.67  13.TABEL 46  JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH POSYANDU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PRATAMA  MADYA  4  1  17  4  ­  ­  4  5  5  4  2  5  13  46  12  23  14  9  9  31  10  2  PURNAM  MANDI  JUMLAH  PRATAMA  A  RI  6  14  1  3  3  9  ­  4  8  10  11  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  8  28  64  19  26  23  13  18  44  24  15  9  3.67  13.33  61.16  88.54  34.00  1.18  41.62  ­  22.33  JUMLAH (KAB/KOTA)  42  169  63  ­  274  15.22  18.62  ­  22.67  73.05  ­  ­  30.79  11.56  15.54  34.23  50.46  53.18  41.77  27.57  26.36  16.56  21.99  Sumber: Laporan Bidang PSDK Dinas Kesehatan Tahun 2009  .00  70.99  ­  100  22.43  71.78  11.45  41.00  1.85  69.33  PERSENTASE POSYANDU  MADYA  10  46.22  18.67  73.

435  4.405  87.172  773  25  %  SEHAT  8  61.77  69.627  1.651  2.592  6.00  95.399  676  2.008  61.304  1.039  2.587  1.86  JUMLAH  SEHAT  7  1.92  95.69  47.55  100.45  81.75  81.469  1.50  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  : Profil Puskesmas Tahun 2009  .79  70.25  65.17  84.TABEL 47  PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  JUMLAH  %  DIPERIKSA  6  98.94  15.357  959  200  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  27.651  1.24  85.830  6.573  3.849  2.308  3.752  24.418  2.96  12.49  47.51  20.312  1.50  SELURUHNYA  DIPERIKSA  4  5  2.627  1.748  4.11  68.861  2.17  86.40  39.304  657  1.47  56.768  1.994  1.

95  0.136  2.191  97.12  79.120  ­  25  ­  8  10  ­  183  ­  ­  150  11  ­  ­  ­  6  11  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  12  ­  252  ­  ­  ­  ­  ­  23  ­  1  13  3.499  0  0  23.758  1.446  750  1.656  2.323  1.00  7  3.026  6  100.318  1.00  100.205  1.00  0.694  4.77  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.136  1.766373  20.694  4.00  0. Ngada Dalam Angka 2009  2. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .00  0.27  0.265  7.07  0.00  0.136  650  152  1.01  4.5  98.670  1.00  100.205  2.69  0.575  87.00  0.05  0.00  82.015  6.884  1.47  0.702  81.005  100  100  76.00  0.00  52.00  0.026  5  3.37  0.378  1.78  96.95  2.00  16  1.00  41.31  0.00  0.205  3.057  7.763  100  57.00  0.00  73.00  99.13  88.86  80.394  1.00  0.136  500  141  1.00  0.63  3.TABEL 48  PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  LEDENG  LEDENG  JUMLAH  PAH  SGL  SPT  SPT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  JUMLAH  %  KELUARGA  KELUARGA  KELUARGA  YANG ADA  DIPERIKSA  DIPERIKSA % AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  JUMLAH  20  88.318  1.27  100.527  975  800  8  9  2  40  ­  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1.265  7.49  100.08  Sumber: 1.626  94.736  PAH  SGL  18  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  19  0.00  0.63  0.68  1.00  20.43  45.00  44.29  50.757  4.197  350  ­  276  22.98  17  0  2.00  0.645  1.00  100.357  1.00  93.43  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.877  2  1.00  0.237  0  0  0  0.694  4.923  92.41  100.000  815  14  98.08  7.16  15  0.00  0.25  0.00  1.50  0.352  25.44  99.397  3.

 Ngada Dalam Angka 2009  2.248  650  1.694  4.35  64.757  4.159  2.446  750  1.91  0.00  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.843  4.75  5.00  0.476  414  53  12  136  79  650  1.265  7.00  #DIV/0!  174.136  1.32  JUMLAH  SEHAT  17  5  13  2  888  ­  ­  908  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.318  1.33  50. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .17  2.00  0.17  0.14  1.161  384  ­  13  14  30.357  748  7  8  1.446  750  1.34  10  3.68  51.575  1.96  3.82  59.442  73.357  1.62  87.143  75.44  74.00  #DIV/0!  0.519  1.0  839  203.265  7.265  7.026  11  990  ­  ­  152  650  ­  2.575  6.394  1.28  30.136  2.TABEL 49  KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JAMBAN JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  % SEHAT  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH KK  TEMPAT SAMPAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  PENGELOLAAN AIR LIMBAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  56.32  13.00  #DIV/0!  0.916  26.76  71.447  1.04  53.136  1.07  56.506  2.00  #DIV/0!  3.694  4.97  45.33  1.656  2.86  74.108  2.73  43.645  1.18  83.256  3.378  1.318  1.222  ­  ­  18  19  0.318  1.89  25.47  0.92  773  100.94  71.33  16.318  13.378  1.00  25  72.265  7.00  15  3.74  0.00  36.026  6  2.67  0.917  78.136  1.352  25.318  1.53  650  45.90  9  59.0  0.83  676  74.0  55.15  % KK  MEMILIKI  6.617  Sumber: 1.575  21.02  100.35  0.525  2.446  750  1.026  5  3.33  0.205  3.00  5.02  61.397  3.378  1.833  83.357  1.83  85.694  4.83  72.026  16  6  67  6  30  241  41  4  1.409  5.78  4.84  25.205  3.205  3.335  179.033  73.00  0.758  1.357  1.67  0.51  92.

00  ­  #DIV/0!  53.00  75.69231  0  55  #DIV/0!  0  59.00  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  96  95  52  54.38  276  255  Sumber: Laporan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  JUMLAH  SEHAT  23  12  1  ­  88  ­  ­  26  16  ­  ­  143  .00  100.00  ­  #DIV/0!  16  ­  ­  ­  85  ­  ­  56  ­  2  ­  17  ­  ­  ­  85  ­  ­  39  ­  2  ­  18  ­  ­  ­  44  ­  ­  22  ­  ­  ­  20  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  51.08  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  2  2  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  5  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  6  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  7  100.TABEL 50  PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  HOTEL  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  RESTORAN/R­MAKAN  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  PASAR  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  TUPM LAINNYA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  JUMLAH TUPM  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  24  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  8  8  13  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  9  8  12  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  10  8  ­  ­  34  11  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  12  2  2  1  2  ­  1  1  4  2  ­  13  2  ­  1  2  ­  1  1  4  2  ­  14  2  ­  ­  ­  15  100.97  #DIV/0!  #DIV/0!  100.77  143  126  66  52.76  #DIV/0!  #DIV/0!  56.0909  80  0  #DIV/0!  56.41  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  21  12  17  1  160  ­  1  61  20  4  ­  22  12  13  1  160  ­  1  44  20  4  ­  4  6  ­  ­  ­  2  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  22  21  21  100.74  15  13  4  30.00  7.00  #DIV/0!  100.00  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  50.

TABEL 51  PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  SARANA KESEHATAN  SARANA PENDIDIKAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  SARANA IBADAH  PERKANTORAN  SARANA LAIN  JUMLAH  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  14  28  9  7  6  9  6  10  6  5  5  14  26  9  7  6  9  5  10  6  5  6  100  92.42  .851  258  205  79.457  5  5  100  760  672  88.55  100  100  100  100  100  16  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  17  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  18  100.46  100  100  0  100  100  100  100  100  13  43  91  10  49  11  11  15  15  9  4  14  43  43  10  49  6  11  15  15  9  4  15  100  47.86  100  100  100  100  83.00  259  251  96.0  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  19  106  220  40  97  40  48  51  80  51  27  20  106  148  40  97  24  48  51  80  51  27  21  100  67  100  100  60  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009  : Profil Puskesmas Tahun 2009  100  97  97.33  100  100  100  7  32  64  12  31  20  17  23  30  18  12  8  32  64  12  31  12  17  23  30  18  12  9  100  100  100  100  60  100  6  100  100  100  10  15  39  9  10  3  11  6  24  18  6  11  15  15  9  10  ­  11  6  24  18  6  12  100  38.25  100  100  54.911  141  114  80.

592  1.752  3.23  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  4  2.768  4.00  #DIV/0!  42.200  606  %  8  48.039  1.418  3.435  %  6  87.861  6.806  45.573  2.651  2.304  1.18  1.935  14.38  ­  81.90  .587  959  JUMLAH ( KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  Ket : Tidak Dilaporkan  27.17  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RUMAH/BANGUNAN  BEBAS JENTIK  JUMLAH  7  1.500  1.TABEL  52  PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  RUMAH/BANGUN  AN YANG ADA RUMAH/BANGUNAN  DIPERIKSA  JUMLAH  5  2.

 DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV  Teknisi Medis  Sanitasi  Kesmas  : Analis. MPH.0  7  164  4. Dokter Gigi.TABEL 53  PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  NO  UNIT KERJA  2  PUSKESMAS  (termasuk PUSTU dan  MEDIS  JML  3  14  %  4  52  BIDAN  JML  5  78  %  6  75  PERAWAT  JML  %  FARMASI  JML  7  9  %  8  39.15  64  39.1  GIZI  JML  9  8  %  10  67  TEKNISI MEDIS  JML  11  4  %  12  20  SANITASI JML  13  13  %  14  68  KESMAS  JML  15  2  %  16  9.67  100.29  129  33.67  16  80.7  2  RUMAH SAKIT  13  48.0  ­  20  ­  100.08  3  INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  SARANA KESEHATAN LAIN  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  5  DINKES KAB/KOTA  JUMLAH  ­  27  ­  100.32  100. dll  . Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan DI. TEM dan Penata Rontgen.09  100.0  16  21  76.26  3  14. Dr/Drg Spesialis  Perawat & bidan  : termasuk lulusan DIII dan S1  Farmasi  : Apoteker. Fisioterapi  : Lulusan SPPH. Penata Anestesi.0  6  23  26.85  100.0  2  12  16.7  1  1  POLINDES/POSKESDES)  93  56.0  5  19  26.0  Sumber: Laporan Tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada Tahun 2009  Keterangan:  Medis  : Dokter.3  100.5  JUMLAH  17  221  %  18  56. APK.19  100. dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.0  8  34.15  22  21.0  40  390  10.00  1  5.78  2  16.26  100.00  4  104  3.

 dll  . dan Fisioterapi  Sanitasi  Kesmas  : Lulusan SPPH. Penata Anestesi. Dr/Drg Spesialis  Perawat  : termasuk lulusan DIII dan S1 & SPK  Farmasi  : Apoteker. Dokter Gigi. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)  Teknisi Medis : Analis. TEM & Penata Rontgen. Profil RSUD Bajawa 09  Keterangan:  Medis  : Dokter. MPH.TABEL  54  JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  PERAWAT  PERAWAT  FARMASI  GIZI  GIGI  4  5  6  11  4  1  1  19  4  1  1  13  2  1  1  8  2  1  1  10  1  1  1  7  ­  ­  ­  7  2  2  1  8  3  1  1  6  2  1  1  4  ­  ­  ­  NO  UNIT KERJA MEDIS  3  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  BIDAN  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  TEKNISI  SANITASI  MEDIS  7  8  2  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  1  2  1  2  ­  1  ­  2  KESMAS  9  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  10  33  50  23  21  26  14  23  24  15  12  ­  ­  241  133  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  133  374  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  14  13  78  22  93  64  20  4  9  8  8  2  4  16  13  1  2  3  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  4 tubel  13  64  4  8  2  16  1  3  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. APK dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.

 Profil RSUD Bajawa 09  .90  27  DOKTER  KELUARGA  7  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.90  ­  ­  ­  7  ­  ­  ­  2  19  13.000 PDDK  4  ­  ­  ­  4  2.TABEL 55  JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH TENAGA MEDIS  NO  UNIT KERJA  DR SPESIALIS  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  DOKTER UMUM  4  2  1  1  1  1  1  1  2  1  1  12  7  DOKTER GIGI  5  ­  1  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  2  JUMLAH  6  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  14  13  ­  ­  ­  13  ­  ­  ­  4  2. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.76  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.

35  1  2  2  7  2  8  6  23  ­  1  0. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100. Profil RSUD Bajawa 09  .000 PDDK  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.69  2  1  2  1  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.24  ­  1  TENAGA GIZI  D­III GIZI  9  ­  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  7  1  D­I GIZI  10  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  JUMLAH  11  1  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  8  2  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  12  8.TABEL 56  JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KEFARMASIAN  APOTEKER  S1 FARMASI  D­III FARMASI  ASS APOTEKER  JUMLAH  D­IV/S1 GIZI  3  4  5  6  7  8  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  2  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  3  3  9  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  1  6  4.72  2  10  7.

73  ­  18  ­  82  ­  100  72.11  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.44  ­  8  1  17  1  25  18.TABEL  57  JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KEPERAWATAN  NO  UNIT KERJA  SARJANA  KEPW  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  6  PERAWAT  DIII  LULUSAN  PERAWAT  SPK  4  5  9  2  6  13  9  4  5  3  5  5  5  2  6  ­  7  1  6  ­  3  1  61  31  51  3  BIDAN  JUMLAH  6  11  19  13  8  10  7  7  8  6  4  93  60  ­  ­  ­  60  DIII BIDAN  7  2  2  ­  ­  1  1  ­  2  2  2  12  6  BIDAN  8  9  20  3  7  9  4  6  4  1  3  66  16  JUMLAH  DIII  9  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  78  22  ­  ­  ­  22  PERAWAT GIGI SPRG  1  ­  1  1  ­  ­  ­  1  1  ­  5  3  ­  2  2  1  ­  15  1  3  4  1  1  1  ­  2  3  2  ­  20  4  JUMLAH  4  4  2  2  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  ­  6  51  3  6  16  3  1  4  4  7  116  ­  34  4  157  113. Profil RSUD Bajawa 09  .

TABEL  58  JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KESMAS  D­III KESMAS  SARJANA KESMAS  3  4  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  ­  3  ­ 
[a] 

1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA 

JUMLAH  5  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  2  3 

TENAGA SANITASI  DIII SANITASI  DI SANITASI  6  7  ­  1  1  ­  1  ­  1  ­  ­  1  1  ­  2  ­  1  1  1  ­  1  1  9  4  1  ­ 

JUMLAH  8  1  1  1  1  1  1  2  2  1  2  13  1 

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK 

­ 

­ 

16  21 

­  ­ 

16  21  15.21 

3  13 

2  6 

5  19  13.76 

Sumber : Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan: [a]  Termasuk S2 dan S3 

TABEL  59  JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TENAGA TEKNISI MEDIS  ANALIS LAB.  TEM & P.RONTG  3  4  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  6  7  P.ANESTESI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  FISIOTERAPIS  6  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  2  JUMLAH  7  2  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  4  16  ­  ­  ­  16  ­  ­  ­  3  2.17  20  14.49 

NO 

UNIT KERJA 

1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA 

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  ­  ­  ­ 

6  ­  ­  ­  9  6.52 

7  ­  ­  ­  7  5.07 

1  ­  ­  ­  1  0.72 

Sumber: Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Tahun 2009 

TABEL 60  ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  DINKES  3  %  4  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  RSUD  4  % 

NO 

SUMBER BIAYA 

2  ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER: 

1  APBD KAB/KOTA  2  APBD PROVINSI  3  APBN :  ­ Dana Alokasi Khusus (DAK)  ­ JAMKESMAS  ­ DEKONSENTRASI  4  Bantuan Luar Negeri (AIP­MNH)  BLN Proyek Gafi/GV  5  ­ BANSOS (Bantuan Sosial)  6  ADB (DHS­II)  7  Jamkesmas Kuota PEMDA  TOTAL ANGGARAN KESEHATAN  TOTAL APBD KAB/KOTA 

25,779,652,321  26,685,000 

83.00  0.09 

8,844,694,153 

78.14  0 

0  1,344,668,935  133,411,250  587,138,500  487,080,000  1,242,800,000  1,125,000,000  333,980,654  31,060,416,660  383,755,382,398  4.33  0.43  1.89  1.57  4.00  3.62  1.08  100 

2,474,555,561 

21.86  0  0  0  0  0 

0  11,319,249,714  383,755,382,398  100 

% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 

6.72 

2.30 

ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 

224.99 

81.99 

Sumber: Laporan Sub Bagian Keuangan Dinkes Ngada tahun 2009  : LKPJ Dinas Kesehatan tahun 2009  ; Laporan RSUD Bajawa tahun 2009  ; Laporan Jamkesmas Tahun 2009  Ket : Anggaran Kesehatan APBD Kabupaten (Dinas Kesehatan) sudah termasuk dengan gaji pegawai 

TABEL 61  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PEMILIKAN/PENGELOLA  NO  1  FASILITAS KESEHATAN  2  PEM.PUSAT  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.PROV  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.KAB/KOTA  5  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  ­  ­  ­  ­  ­  1  45  9  ­  ­  ­  1  ­  ­  TNI/POLRI  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  BUMN  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  SWASTA  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  2  ­  11  1  1  ­  ­  274  5  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  9  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  2  2  ­  11  1  2  45  9  274  5  ­  1  ­  ­ 

1  RUMAH SAKIT UMUM  2  RUMAH SAKIT JIWA  3  RUMAH SAKIT BERSALIN  4  RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA  5  PUSKESMAS PERAWATAN  6  PUSKESMAS NON PERAWATAN  7  PUSKESMAS KELILING  8  PUSKESMAS PEMBANTU  9  RUMAH BERSALIN  10  BALAI PENGOBATAN/KLINIK  11  PRAKTIK DOKTER BERSAMA  12  PRAKTIK DOKTER PERORANGAN  13  PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL  14  LABORATORIUM KLINIK  15  POLINDES  16  POSKESDES  17  POSYANDU  18  APOTEK  19  TOKO OBAT  20  GFK  21  INDUSTRI OBAT TRADISIONAL  22  INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL 

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 

TABEL 62  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  DESA/ KELURAHAN  3  12  21  8  17  7  7  12  6  4  DESA SIAGA  4  5  ­  9  3  5  5  3  6  ­  3  ­  2  POSKESDES 5  4  1  1  1  1  POLINDES  6  8  11  5  6  2  3  5  3  2  POSYANDU  7  28  64  19  49  13  18  44  24  15 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA) 

94 

41 

45 

274 

Sumber: Laporan UKBM Bidang PSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  ; Profil Puskesmas tahun 2009 

TABEL 63 
INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT & PUSKESMAS RAWAT INAP  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NAMA RUMAH  SAKIT/PUSKESMAS RRI  2  UMUM  Umum  Umum  Umum  JENIS PELAYANAN  UMUM/KHUSUS  3  JUMLAH  TEMPAT  TIDUR  4  100  15  10  20  JUMLAH PASIEN 
KELUAR  MATI  (HIDUP + MATI)  SELURUHNYA 

NO  1 

5  4,906  723  165  ­ 

6  222  21  ­  ­ 

JUMLAH  HARI  MATI >= 48  PERAWATAN  JAM  7  8  131  14  ­  ­  19,946  799  317  ­ 

BOR  9  54.6  14.6  8.7 

LOS  10  4.1  1.1  1.9 

TOI  11  3.4  6.5  20.2  #DIV/0! 

GDR  12  45.3  29.0  0.0  #DIV/0! 

NDR  13  26.7  19.4  0.0  #DIV/0! 

1  RSUD Bajawa  2  Puskesmas RRI Aimere  3  Puskesmas RRI Riung  4  BP. St. Fatima Soa 

0.0  #DIV/0! 

Sumber: Laporan Tahunan RSUD Bajawa 2009, Profil Puskesmas Tahun 2009  Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta 

CAKUPAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2009 (PERMENKES RI NO.741/MENKES/PER/VIII/2008)

KABUPATEN NGADA
TARGET SPM 2009 NO
1

CAKUPAN SPM (%) PEMBILANG
6

JENIS PELAYANAN
2

INDIKATOR
3

NASIONAL (%)
4

KABUPATEN NGADA (%)
5

PENYEBUT
7

(%)
8 (6/7*100%)

KETERANGAN
9

A

Pelayanan Kesehatan Dasar

1 Cakupan Kunjungan Ibu hamil k4 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi 7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 8 Cakupan Pelayanan anak balita 9 Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan Peserta KB Aktif 13 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - AFP Rate per 100.000 penduduk <15 tahun - Penemuan penderita pneumonia balita - Penemuan pasien baru TB BTA + - Penderita DBD Ditangani - Penemuan Penderita Diare 14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

95 80 90

95 80 90

2,306 276 2,897

3,915 299 3,147

58.90 Penyebut merupakan ibu hamil riil

92.31 92.06

90 90 90 100 90 100

90 90 90 100 90 100

2,226 28 2,673 77 10,144 105

3,134 28 3,407 94 14,321 276

71.03 100.00 78.46 81.91 70.83 38.04

100 100 70

100 100 70

21 14,715 14,704

21 22,967 20,695

100.00 64.07 71.05

2 100 100 100 100 100 100 100

2 100 100 100 100 100 100 100

169 47 9 2,486 36,585 4,318 8

169 285 9 13,801 56,686 56,686 16

0 100 balita riil yang ditangani di sarkes 16.49 100.00 18.01 64.54 7.62 Pasien masyarakat miskin yg dirujuk ke RS 50.00 Sarkes yang memiliki kemampuan UGD 100.00

B

Pelayanan Kesehatan Rujukan

1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 2 Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan di Sarana Kesehatan

C

Penyelidikan Epidemiologi dan Penangggulangan KLB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 1 Cakupan Desa Siaga Aktif

100

100

25

25

D

80

80

7

38

18.42 Desa Siaga yang dibentuk dan aktif

Bajawa, 26 Juni 2010 Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO,SKM
PEMBINA TK. I NIP. 195709141984032008

19570914 198403 2 008 . HILDEGARDIS F. BHOKO. SKM PEMBINA NIP. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PUSKESMAS 2 WATUKAPU AIMERE WAEPANA RIUNG MARONGGELA WATUMANU NATARANDANG KOTA SURISINA KOELODA POLINDES 3 2 8 3 5 3 5 2 2 4 11 1 0 1 0 0 1 1 0 1 4 POSKESDES POSKESTREN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PRATAMA 5 7 1 5 5 5 6 8 0 0 2 POSYANDU MADYA 6 9 13 10 28 11 12 6 23 13 60 PURNAMA 7 0 14 3 9 8 2 3 0 13 2 MANDIRI 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS OBAT DESA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS UKK 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH UKBM 11 19 36 22 47 27 26 20 25 31 79 JUMLAH 45 9 0 39 185 54 0 0 0 332 Bajawa.LAPORAN UKBM KABUPATEN PROPINSI TAHUN : NGADA : NTT : 2009 JUMLAH NO.

.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : . .1...FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.

.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC....1.

.FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC..1 . FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1.1.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini JUMLAH KAB/KOTA NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KETERJANGKIT (3) (4) % (5) TERJANGKIT (6) % (7) KASUS (8) MATI (9) JUMLAH KECAMATAN JUMLAH AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) - Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ..

KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Bencana bulan ini No Jenis Bencana Tgl Kejadian Lokasi Kejadian Kabupaten Jumlah Kecamatan (4) (5) Terkena Bencana (6) Jumlah Penduduk Mengungsi Dirawat (7) (8) Meninggal (9) (1) (2) (3) - Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN --- FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 .1.

I NIP 195709141984032008 PENYAKIT.KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 Bencana bulan ini NO JENIS BENCANA TGL KEJADIAN (3) LOKASI KEJADIAN KABUPATEN JUMLAH KECAMATAN (4) (5) TERKENA BENCANA (6) JUMLAH PENDUDUK MENGUNGSI DIRAWAT (7) (8) MENINGGAL (9) (1) (2) 1 Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Bajawa.2. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. BHOKO.1 . SKM PEMBINA TK.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No
(1)

Jenis Penyakit / Masalah Gizi
(2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

5 384 5 1 -

0 -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tinggi dan meningkatnya kasus penyakit DBD dan malaria disebabkan kurangnya kebersihan lingkungan, 2. Tingginya penderita TB Paru 3. Adanya balita g izi buruk. Tindakan : - Pengobatan penderita malaria dan TB Paru - Pemantauan gizi balita dan pencegahan meningkatnya kasus, - Perawatan balita gizi buruk 1 orang. - Penyuluhan PHBS, kesehatan lingkungan dan penyuluhan gizi

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN
Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

Jenis Penyakit / Masalah Gizi No
(1) (2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

25 1.716 3 5 -

1 -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya penyakit malaria dan meningkatnya kasus demam berdarah, disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, juga oleh migrasi penduduk dari daerah lain 2. Meningkatnya kasus gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, penyakit penyerta Tindakan : - Pengobatan dan pemeriksaan darah pasien penderita malaria - Pengobatan penderita DBD - Penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan - Fogging di wilayah yang berkasus penyakit DBD - Penyuluhan, Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010

Jenis Penyakit / Masalah Gizi No
(1) (2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

26 845 7 6 -

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Masih Tingginya kasus malaria oleh karena darah endemik 2. Meningkatnya penderita DBD oleh karena terjadi penularan melalui vektor 3. Adanya kasus TB bar sebanyak 7 orang. 4. Meningkatnya balita gizi buruk menjadi 6 kasus oleh karena kurangnya asupan makanan Tindakan : - Pengobatan penderita malaria dan DBD - Penyuluhan dan pengobatan penderita TB. - Penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi - Foging sarang nyamuk - Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk - Penyuluhan gizi masyarakat oleh petugas

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No
(1)

Jenis Penyakit / Masalah Gizi
(2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

17 681 - *) 2 0 -

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kasus DBD oleh karena terjadinya penularan melalui vektor dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat. 2. Tingginya kasus malaria oleh karena daerah endemik 3. Adanya kasus AFP Tindakan : - Pengobatan penderita DBD dan Malaria - Pengambilan darah untuk pemeriksaan parasit malaria - Penyuluhan kesehatan lingkungan dan Gerakan 3 M Plus bagi masyarakat potensi kasus DBD - Peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi, balita. Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan.

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

Jumlah Kasus Baru (3) 8 590 - *) 1 -

Jumlah Kematian (4) -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah :

1. Masih adanya kasus DBD sebanyak 8 kasus disebabkan penularan oleh vektor dan mobilisasi penduduk. 2. Tingginya penderita malaria oleh karena daerah endemik, masyarakat tidak memanfaatkan kelambu serta kondisi lingkungan yang buruk 3. Masih adanya Balita Gizi buruk disebabkan asupan makanan kurang, pola asuh dan pola makan anak yang salah Tindakan : Pengobatan penderita Penyuluhan pemanfaatan kelambu dan kesehatan lingkungan Penyuluhan gizi masyarakat, pola asuh anak dan makanan gizi seimbang Perawatan balita gizi buruk oleh petugas Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No

Kelompok

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan
(3)

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan
(4)

Jumlah Kematian

(1)

(2)

(5)

1 2

Ibu Bayi

3491 3175

291 265

3

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian bayi 3 orang. 2. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tindakan : - Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan - Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus - Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. - Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

No

Kelompok

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan
(3)

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan
(4)

Jumlah Kematian

(1)

(2)

(5)

1 2

Ibu Bayi

3491 3175

291 265

3 3

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian ibu sebanyak 3 orang disebabkan oleh perdarahan, penyakit kronis dan suspek emboli air ketuban. 2. Tingginya kematian bayi disebabkan oleh asfiksia, pneumonia dan aspirasi. 3. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus D-III Kebidanan. Tindakan : - Penanganan kematian ibu dan bayi - Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan - Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus - Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. - Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . . Infeksi.2 . Kematian ibu 1 orang. 3. 2.2.Penanganan kematian ibu dan bayi .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 4 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. Tingginya kematian bayi 4 disebabkan oleh asfiksia.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . pneumonia. Tindakan : . KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.

Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . . Tindakan : .2. 2.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.2 . Tingginya kematian bayi 3 orang.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 0 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Penanganan kematian bayi .

SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008 UPAYA KESEHATAN Formulir RC. Bajawa.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. Tingginya kematian bayi 3 disebabkan oleh asfiksia.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tindakan : . . pneumonia.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.Penanganan kematian ibu dan bayi .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Masih adanya kematian ibu 1 kasus 2. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.3 . BHOKO. Infeksi. 3.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .

Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . Kunjungan K4 masih rendah 2.89% 69. Imunisasi DPT 3 masih rendah Tindakan : .42% 81.23% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. C 1. 2. 2. UPAYA KESEHATAN Formulir RC. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 121 241 193 217 169 3 41.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . B 1.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya.58% 86. 3. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.89% 61.3 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.

72% 67.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 8 150 167 134 145 186 8 51. UPAYA KESEHATAN Formulir RC. C 1. 2.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. B 1. 3. Kunjungan Neonatus 1 masih rendah Tindakan : .07% 48.55% 60.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya .3 . Kunjungan K4 masih rendah 2. 2.39% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.Pendataan sasaran yang belum optimal. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.20% 54.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .

64% 93. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .3 .16% 72.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . C 1.66% 93.30% 85. B 1.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .48% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. 2. Kunjungan K4 masih rendah 2.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . 2.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun (3) Jumlah Sasaran / Bulan (4) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (5) (6) (1) (2) A 1.Pendataan sasaran. UPAYA KESEHATAN Formulir RC. 3. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 5 127 259 201 227 258 5 43.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No

Jenis Pelayanan

Jumlah Sasaran / Tahun

Jumlah Sasaran / Bulan
(3)

Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah %
(4) (5)

(1)

(2)

A 1. 2. 3. B 1. 2. C 1.

KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 *) PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan

3491 3334 3334 3175 3313 -

291 278 278 265 276 3

133 232 179 190 209 2

45,70% 83,45% 64,39% 71,70% 75,72% 66,67%

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : - Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak - Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas - Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten - Pendataan sasaran. Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel

UPAYA KESEHATAN
Kabupaten : NGADA

Formulir RC.3

Propinsi Bulan Tahun

: NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No
(1)

Jenis Pelayanan
(2)

Jumlah Sasaran /Tahun

Jumlah Sasaran /Bulan
(3)

Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah %
(4) (5)

A KESEHATAN IBU 1. K4 3491 291 2. Persalinan oleh nakes (Pn) 3334 278 3. Persalinan di fasilitas kesehatan 3334 278 B KESEHATAN ANAK 1. Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 3175 265 2. Imunisasi DPT3*) 3313 276 C PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1. Penderita TB selesai pengobatan 2 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : - Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak - Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas - Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten - Pendataan sasaran. Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel

135 249 181 208 219 2

43,39% 89,57% 65,12% 78,49% 79,35% 100%

Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Khusus untuk pengadaan sarana kesehatan sedang dalam penyiapan dokumen admnistrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam Pelaksanaan Kontrak untuk pengadaan mobil Pusling dan kendaraan roda-2 Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

JAMINAN KESEHATAN
Kabupaten : NGADA

Formulir RC.4.2

4.000 No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 2.000.686 : 8. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten. JAMINAN KESEHATAN Formulir RC. Tindakan : .2 .Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.960.913 74 88 - 243 11 31 - 2. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten. 2.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.

Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten. 2.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 42.4.2 . JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.000.091. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten. Tindakan : .686 jiwa : 8. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.

laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.4.985.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.686 jiwa : 8. Tindakan yang diambil : .000.250.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.303 380 - 485 51 - 6.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.2 . Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.000. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.

laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.000.525.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4390 235 - 339 108 - 9.2 . Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit. Tindakan yang diambil : . Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.120.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten Propinsi : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR Formulir RC.1.686 jiwa : 8.4.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.000.

680. BHOKO. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.Memberikan penjelasan dan motivasi kepada rumah sakit agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu.275. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. Tindakan yang diambil : .000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 3. I NIP 195709141984032008 .686 jiwa : 8. Bajawa. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.000.Bulan Tahun : MEI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.- - Analisi Masalah : 1. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah. SKM PEMBINA TK.000.1.

LAPORAN KOMUNIKASI DATA RUTIN DAN CEPAT (KOMDAT) JANUARI S/D MEI TH. 2010 DATA DASAR PUSKESMAS TH. 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN JUNI 2010 . 2009 CAKUPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TH.

.

.

Revolusi KIA ­ NTT :  “Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai” Design by : Dinas Kesehatan Kabupaten  Ngada  Sub Bag Perencanaan. Evaluasi dan Pelapo­  ran. Juni 2010  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful