TIM PENYUSUN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009

Pelindung/Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Hildegardis F. Bhoko, SKM} Pengarah : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Martinus Beno Doven, A.Md.KL, S.Sos} Tim Pengumpul Data : o Drg. Emerentiana Reny W, Mhith&IntDev o Mursina Wahyuningsih Daeng, SKM o Sitti Maryanti,SKM o Veronika Suka, SKM o Finsensius Susanto, SKM o Maria Yulita Bupu Tay, SKM o Benediktus Joni,A.Md.KL o Emerentiana Y.O Mbere,A.Md Tim Penyusun : o I.G. Agung K. Artanaya, SKM o Mursina Wahyuningsih Daeng, SKM o Yulius Widiyantoro, SKM Tim Penyunting : o Hildegardis F. Bhoko, SKM o Martinus Beno Doven, A.Md.KL, S.Sos o I.G. Agung K. Artanaya, SKM

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat, rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan dokumen Profil Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009 ini. Sebagaimana diketahui bahwa Profil Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan, termasuk kinerja yang telah diperoleh dalam penyelenggaraan pelayanan minimal bidang kesehatan. Selain itu, Profil Kesehatan Kabupaten Ngada juga merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten, berisi data dan informasi yang menggrafikkan derajat kesehatan, sumber daya kesehatan, upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan sehingga Profil Kesehatan ini dapat dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun. Dokumen Profil Kesehatan ini tersusun berkat dukungan dan kerja sama dari para pengelola program baik di Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Rumah Sakit yang senantiasa saling memberikan informasi-informasi penting khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan juga berkat dukungan lintas sektor dalam penyediaan data dan informasi di Kabupaten Ngada. Kami menyadari sepenuhnya bahwa, dokumen Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang telah disusun ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dalam penyusunan dokumen Profil Kesehatan ini, kami sampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasih, semoga Dokumen Profil Kesehatan ini dapat memberikan informasi guna menentukan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada di masa yang akan datang. Sekian dan Terima kasih.

Bajawa, Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK I NIP : 19570914198403200

i

DAFTAR ISI
Hal.
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR PETA DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ………………………………………………………………………. 1.2. Maksud dan Tujuan …………………………………………………………………. 1.3. Sistematika Penyajian ……………………………………………………………… BAB II GRAFIKAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.1. Kondisi Geografis …………………………………………………………………… 2.2. Keadaan Penduduk ……….............................................................................. 2.3. Keadaan Sosial Ekonomi.................................................................................. 2.4. Tingkat Pendidikan............................................................................................ BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3.1. Mortalitas …………………………………………………………………………….. 3.2. Morbiditas ……………………………………………………………………………. 3.3. Status Gizi ……………………………………………………………………………. 3.4. Umur Harapan Hidup ………………………………………………………………… BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 4.1. Pelayanan Kesehatan Dasar ……………………………………………………….. 4.2. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan ………………………............................. 4.3. Perilaku Hidup Masyarakat …………………………………………………………. 4.4. Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar …………………….......... BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 5.1. Sarana Kesehatan …………………………………………………………………… 5.2. Tenaga Kesehatan …………………………………………………………………… 5.3. Pembiayaan Kesehatan……………………………………………………………… BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan……………………………………………………………………………. 6.2. Saran…………………………………………………………………………………… LAMPIRAN 61 62 49 54 59 29 42 44 46 11 15 24 27 4 6 8 10 1 2 2 i ii iii iv vi

ii

DAFTAR TABEL
Hal Tabel 2.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 3.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007-2009 Tabel 5.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 5.2 Realisasi Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 23 55 15 6

iii

DAFTAR GRAFIK
Hal Grafik 2.1 Grafik 2.2 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Grafik 2.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.1 Trend Angka Kematian Bayi Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 Grafik 3.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 (per 100.000 Kelahiran Hidup) Grafik 3.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik 3.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Grafik 3.6 Perbandingan TB Paru Klinis, TB Paru BTA Positif, Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.8 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.9 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.10 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.11 Perkembangan Presentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada tahun 2004-2009 Grafik 3.12 Proporsi Status Gizi Baik, Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.1 Presentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 30 26 25 23 23 23 22 21 19 18 16 14 12 10 9 8 5 7

iv

Grafik 4.2

Presentase Cakupan pemberian Tablet Besi (Fe3) Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009

31

Grafik 4.3

Trend Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009

32

Grafik 4.4

Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009

33

Grafik 4.5

Cakupan

Ibu

Hamil,

Ibu

Hamil

Risti/Komplikasi

dan

Ibu

Hamil

34

Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.6 Presentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.7 Grafik 4.8 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah, Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Keseatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.12 Cakupan Imunisasi BCG, DPT, Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.14 Grafik 4.15 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.16 Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngad Tahun 2009 Grafik 4.17 Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 48 46 45 43 40 42 40 39 39 38 37 35 36 35

v

DAFTAR PETA / VISUALISASI
Hal Peta 2.1 Peta 3.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 3.2 Peta 5.1 Peta Kecamatan Rawan Gizi Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta Penyebaran Puskesmas, Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada tahun 2009 Peta 5.2 Peta 5.3 Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas, Pustu dan Polindes Peta 5.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.6 Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi, Sanitarian, dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 59 58 58 50 50 27 49 4 17

vi

DATA DASAR PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA                   Dinas Kesehatan  TAHUN 2009 .

Kabupaten Ngada 2010 .

DBD dan Diare pada Balita Ditangani Persentase Penderita Malaria Diobati Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Cakupan Kunjungan Neonatus.K4). Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/SMP/SMU Jumlah PUS. dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Pelayanan KB Baru Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kecamatan Cakupan Bayi. Kelompok Umur. Peserta KB.DAFTAR TABEL LAMPIRAN PROFIL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Luas Wilayah. Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Berusia 10 Tahun Keatas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan dan menurut Kecamatan Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Melek Huruf Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Kecamatan Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Kecamatan Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan AFP Rate. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin. % TB Paru Sembuh. Jumlah Penduduk. Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Wanita USia Subur Dengan Status Imunisasi TT Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Akses Ketersediaan Darah unutk Bumil dan Neonatus tang Dirujuk Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi DItangani Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayahnan Gawat Darurat (Gadar) Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani <24 Jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Penderita dan Kematian Serta Jumlah Kecamatan dan Desa yang Terserang KLB Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Persentase Desa/Keluarahan Dengan Garam Beryodium yang Baik Menurut Kecamatan . Jumlah Desa/Kelurahan. Rasio Beban Tanggungan. Bayi dan Bayi BBLR yang Ditangani Status Gizi Balita dan Jumlah Kecamatan Rawan Gizi Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1. dan Pneumonia Balita Ditangani HIV/AIDS. Infeksi Menular Seksual. Peserta KB Baru. Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita.

Pelayanan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kemampuan Labkes dan Memilki 4 Spesialis Dasar Ketersediaan Obat Sesuai dengan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Dasar Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata dan Kecamatan Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kecamatan Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kecamatan Persentase Institusi DIbina Kesehatan Lingkungannya Persentase Rumah/Bangun yang Diperiksa dan Bebas Jentik Nyamuk Menurut Kecamatan dan Puskesmas PersebaranTenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Jumlah Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan JUmlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Kefarmasiahn dan Gizi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Sarana Kesehatan Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Indikator Pelayanan Rumah Sakit . Rawat Inap.Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42` Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Formal Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Cakupan Wanita USia Subur Mendapat Kapsul Yodium Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Jumlah Kunjungan Rawat Jalan.

1 Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran. dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menetapkan visi :” Masyarakat Ngada yang Mandiri untuk Hidup Sehat” yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Ngada menyadari. Untuk mewujudkan visi dan misi . SIK Kabupaten/Kota diharapkan antara lain dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana Pembangunan Daerah tersebut serta sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan. memberdayakan masyarakat dan atau kelompok masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan kesehatan. termasuk dukungan dalam menyusun Sistem Informasinya. terpadu dan berkesinambungan. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah mengandung konsekuensi bahwa masing-masing daerah harus memiliki Sistem Kesehatan tersendiri. Meningkatkan kemitraan.BAB I PENDAHULUAN 1. pengarus-utamaan gender. Kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas dari Sistem-sistem Informasi Kesehatan (SIK) Propinsi dan untuk memperoleh Sistem Kesehatan propinsi yang akurat maka diperlukan pemantapan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota hal ini disebabkan karena penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sesuatu yang sangat penting. pencegahan penyakit (preventif). Setiap individu berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 1 . Memasuki millennium ketiga. Salah satu produk dari SIK Kabupaten/Kota adalah ”Profil Kesehatan Kabupaten Ngada”. mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat meminimalkan gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat. Dan pencapaiannya didukung oleh 3 misi yaitu : Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif). keluarga dan masyarakat. mau dan mampu untuk mengenali. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara menyeluruh.

Profil Kesehatan Kabupaten Ngada adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Ngada yang diterbitkan setahun sekali. Untuk mengetahui gambaran secara umum situasi atau keadaan kesehatan di Kabupaten Ngada. ekonomi. pelayanan kesehatan dasar rujukan dan penunjang. 3.3 Sistimatika Penyajian Bab-1 : Pendahuluan Bab ini berisikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil Kesehatan dan sistematika dari penyajiannya.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 yaitu : 1. Selain hal tersebut diatas tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 ini adalah dalam rangka menyediakan informasi kesehatan sebagai salah satu sarana untuk perencanaan. Dalam setiap terbitannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan. 1. sosial budaya dan lingkungan. Bab-3 : Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian. pendidikan. pelayanan kefarmasian dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 2 . administratif dan informasi umum lainnya. fasilitas kesehatan. Untuk menyediakan data-data kesehatan yang berguna dalam pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi. Bab-4 : Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar. Selain uraian tentang letak geografis. Untuk mengetahui hasil pencapaian program-program kesehatan serta permasalahanpermasalahan dalam pelaksanaan program di Kabupaten Ngada pada tahun 2009. pemberantasan penyakit menular. bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya seperti kependudukan. 1. pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar. perbaikan gizi masyarakat. dan status gizi masyarakat. pemantauan dan mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 dan tahun 2010 yang mengacu kepada Visi Kabupaten Ngada serta pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas – Puskesmas binaan dalam pencapaian Visi Kabupaten Ngada Sehat. angka kesakitan. 2. pencapaian programprogram kesehatan dan keluarga berencana. Bab-2 : Gambaran Umum Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Ngada. Data dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik.

pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 3 . tenaga kesehatan. Bab-6 : Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya.alat kesehatan. Selain keberhasilankeberhasilan. bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan. Upaya pelayanan kesehatan diuraikan dalam bab ini juga memuat indicator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota.

Dan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Jerebuu yaitu 82. Bagian utara berbatasan dengan Laut Flores. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Wilayah administratif Kabupaten Ngada telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan kependudukan. propinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya pada koordinat 8o LS – 9o LS dan 120. Jarak antara Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yang terletak di Bajawa yang terjauh adalah Maronggela (Kecamatan Riung Barat) 74 km kemudian Riung (Kecamatan Riung) 71 km dan yang terdekat adalah Surisina Kecamatan Bajawa yaitu 2 km. bagian selatan berbatasan dengan Laut Sawu. bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur. Dimana kecamatan terluas adalah Riung 327.26 km2 atau 5. dengan luas wilayah 1.1.07% dari keseluruhan luas wilayah. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 4 .94 km2 atau 20.620. 78 Desa dan 16 kelurahan.92 km2.5 o BT.BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.45o BT – 121. Peta 2. Kondisi Geografis Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores bagian barat.23% dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Ngada.

Gunung Lobo Butu dengan ketinggian 1800 m. Gunung Inelika dengan ketinggian 1600 m. bagian tengah dengan dataran Kecamatan So’a. Grafik 2. Medan dan jalan menuju beberapa desa masih sangat sulit dijangkau. Berdasarkan ketinggian terhadap permukaan laut wilayah Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi : Dataran Tinggi.245 m.2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 5 . begitupun Puskesmas yang terletak di kecamatan tersebut dikategorikan sebagai Puskesmas sangat terpencil.2009. (Ngada dalam Angka. Bajawa merupakan ibukota Kabupaten Ngada terletak di daerah dataran tinggi sehingga akses transportasi dari dan ke ibukota propinsi cukup jauh dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. Dataran rendah. lembah. Kecamatan Bajawa Utara dan bagian utara yang terbentang dari Kecamatan Riung Barat sampai dengan Kecamatan Riung. daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki ketinggian dari 0 meter sampai dengan lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut. serta adanya pegunungan lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada. Dari data yang ada menunjukkan wilayah Kabupaten Ngada merupakan daerah perbukitan dengan rata-rata tingkat kemiringan tanah terbesar 15-25%. yang ditandai oleh sebagian besar terdapat di wilayah pantai selatan seperti di Kecamatan Aimere dan sekitarnya. Gunung Inerie dengan ketinggian 2. Profil Kesehatan Puskesmas. Kecamatan Wolomeze. Hal ini dapat dilihat dari frekuaensi penerbangan transportasi udara maupun laut tidak terlaksana secara rutin harian. 2009). maka Kabupaten Ngada banyak memiliki daerah yang cukup curam serta daerah yang dapat dikategorikan sangat terpencil.Secara topografis Kabupaten Ngada terdiri dari daerah pantai. Oleh karena wilayah terdiri dari dataran tinggi atau perbukitan menyebabkan akses terhadap fasilitas kesehatan cukup sulit. Dengan adanya sejumlah gunung tersebut.1 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Sumber : Ngada Dalam Angka. yang ditandai dengan adanya gununggunung seperti. Sehingga Kecamatan Bajawa letak Ibukota Kabupaten Ngada serta kecamatan lainnya termasuk daerah sangat terpencil.

352 Ratarata Jiwa/ RT 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 Kepadatan Penduduk/ km2 97 139 97 247 50 131 44 25 48 85 : Puskesmas Aimere : Puskesmas Koeloda : Puskesmas Watumanu : Puskesmas Kota dan Puskesmas Surisina : Puskesmas Waepana : Puskesmas Watukapu : Puskesmas Riung : Puskesmas Maronggela : Puskesmas Natarandang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Aimere Golewa Jerebuu Bajawa Bajawa Utara Soa Riung Riung Barat Wolomeze KABUPATEN Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 6 .309 11. sedangkan laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1%.795 4.1 Luas Wilayah.947 14.894 1.388 7.930 8.38 91.265 7.Dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ngada masing-masing Kecamatan telah mempunyai Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan dengan nama-nama Puskesmas sebagai berikut : 1. Kecamatan Riung Barat 9. Jumlah Penduduk. Kecamatan Soa 6.645 1. Kecamatan Bajawa 5. Kecamatan Golewa 3.352 KK dan rata-rata jiwa per rumah tangga 5 jiwa per rumah tangga.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Ngada jumlah penduduk Tahun 2009 sebanyak 138.19 1. Tabel 2. jumlah penduduk 2008 sebanyak 138.998 138. Kecamatan Wolomeze 2.035 jiwa dengan tingkat kepadatan 85 jiwa per km2.49 103.397 3.864 34.757 6. Kecamatan Riung 8.9%).026 29.050 Jumlah Rumah Tangga 3.30 167.72 82.620.127 jiwa (sudah dipisahkan dengan penduduk wilayah Nagekeo). Kecamatan Aimere 2. Jumlah Rumah Tangga 29.656 2. Kecamatan Jerebuu 4.92 Jml Desa/kel 12 21 8 17 7 7 12 6 4 94 Jml Penduduk 14.94 312. Jika dibandingkan laju pertumbuhan penduduk selama 3 tahun terakhir menurut data BPS Kabupaten Ngada yaitu jumlah penduduk tahun 2007 sebanyak 134.50 250.14 327.992 32.394 1.050 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngada. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 67.015 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 71. Kecamatan Bajawa Utara 7.012 jiwa. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Luas Wilayah (km2) 152. maka terjadi penambahan penduduk pada tahun 2008 sebanyak 3885 jiwa (2.26 133.318 1.827 7.

0% dari seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas. meningkat dibandingkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Ngada tahun 2008 yaitu 90. Ratio penduduk menurut jenis kelamin yang tertinggi di Kecamatan Wolomeze (98. mengingat komposisi penduduk Ngada paling banyak pada usia produktif. Komposisi penduduk Kabupaten Ngada dirinci menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan proporsi terbesar (penduduk laki-laki dan perempuan) berada pada kelompok umur 10-14 tahun.3. 20-24 tahun dan 1-4 tahun.Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan dengan penduduk perempuan. Grafik 2. Lebih banyaknya komposisi penduduk perempuan dibandingkan laki-laki memberikan ruang bagi sektor kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan terutama ibu.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Sumber : Ngada dalam Angka. Komposisi penduduk usia kerja yaitu yang beumur 15 – 64 tahun.1. dengan ratio penduduk menurut jenis kelamin sebesar 94. Dan dikelompokkan menjadi “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”.1) sedangkan ratio jenis kelamin kecamatan lainnya rata-rata sama yaitu diatas 90%.902 orang atau 77. Gambaran komposisi penduduk secara labih rinci dapat dilihat pada gambar 2.3 berikut ini.3) dan Kecamatan Bajawa Utara (97. Profil Puskesmas 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 7 .2009. 15-19 tahun. karena mereka sangat berperan penting dalam keluarga. Dan juga perhatian lebih pada WUS (Wanita Usia Subur) dan PUS (Pasangan USia Subur). Menurut hasil Susenas 2007 secara keseluruhan penduduk Kabupaten Ngada berumur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja berjumlah 124.

Hal ini menunjukkan bahwa perhatian penduduk Kabupaten Ngada pada kesehatan masih rendah.826 jiwa atau sebesar 47.826 jiwa penduduk miskin yang terdata.000 atau lebih hanya berkisar 0. Dari 65. semua sudah memilki kartu jamkesmas baik Jamkesmas Pusat maupun Jamkesmas daerah.000 – 149.11% (Susenas 2007). Rata-rata pengeluaran untuk sektor pendidikan sebesar 5. Dapat dikatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada masih berada pada tingkat ekonomi rendah.113 rupiah perkapita atau hanya sekitar 1.000 – diatas 1. Laporan Subdin Yankes.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup dalam Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.2. Sedangkan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk non makanan sebesar 69. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 8 .007 rupiah perkapita (2.000 rupiah dimana presentasi penduduk terbesar pada pengeluaran 100.68% dari total penduduk.000.000 rupiah perkapita sampai 1.3 Keadaan Sosial Ekonomi Tingkat ekonomi penduduk Kabupaten Ngada bisa dilihat dari pengeluaran penduduk menurut golongan pengeluaran <100.41%) sedangkan untuk sector kesehatan sebesar 4.98% dari seluruh pengeluaran (Ngada Dalam Angka. sedangkan penduduk dengan pengeluaran Rp.000 rupiah perkapita perbulan yaitu sebesar 28. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan sebesar 138. sehingga penyediaan dana oleh pemerintah terhadap sector kesehatan perlu ditingkatkan.67%).259 rupiah (66.33%). Penduduk miskin merupakan tanggungan Negara (Pasal 34 UUD 1945) sehingga pemerintah menyediakan Jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang terdata dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang memiliki kartu amkesmas atau menjadi peserta Jamkesmas. 2009).000. • Penduduk Miskin Jumlah penduduk miskin yang terdata di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 65. Grafik 2.000.03%.131 rupiah (33.1.

Dari gambar tersebut. Dengan semakin meningkatnya persentase cakupan jaminan kesehatan penduduk miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk miskin. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2008 sebanyak 67. kemudian kecamatan Wolomeze dengan persentase penduduk miskin 58% (2.818 penduduk miskin dari 7.998 penduduk terdata).4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Rincian lebih lengkap mengenai data penduduk miskin dapat dilihat pada lampiran tabel 36 dan 37.914 penduduk miskin dari 4. Grafik 2.795 penduduk). diketahui bahwa persentase masyarakat miskin terbanyak berada di wilayah Kecamatan Maronggela . Kedua Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan akses sarana transportasi seperti kondisi jalanan dan kendaraan yang cukup sulit untuk mencapai Ibukota kabupaten dalam hal ini RSUD Bajawa sebagai pelayanan rujukan strata 1. disusul oleh Kecamatan Bajawa Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 61% (5. Pelayanan Jamkesmas tahun 2009 pada masyarakat miskin dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 9 . Sedangkan kecamatan Golewa. pada tahun 2008-2009 Program Askeskin digantikan oleh Jamkesmas dengan tujuan yang sama yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang terdata. yaitu 62% penduduk terdata sebagai penduduk miskin (4. Dan jumlah masyarakat miskin yang tercakup Askeskin pada tahun 2007 sebanyak 42%. Laporan Jamkesmas 2009 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase pelayanan penduduk miskin tertinggi terdapat di Puskesmas Watumanu (116%) dan Puskesmas Riung (116%). Jerebuu dan Bajawa Utara persentase penduduk miskin dibawah 50%.22%.309 penduduk terdata).446 orang (48.079 penduduk miskin dari 8.9 dari keseluruhan penduduk) (Profil Kesehatan 2008) maka jumlah penduduk miskin Kabupaten Ngada mengalami penurunan sebanyak 1620 orang atau penduduk miskin berkurang sebesar 1.

2009. Profil Kesehatan 2009. dengan persentase penduduk laki-laki 10 tahun keatas yang melek huruf sebesar 48.9% .4 Tingkat Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk dicerminkan dengan angka melek huruf. Penduduk 10 tahun keatas yang melek huruf di Kabupaten Ngada sebanyak 50. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 10 .0%).04%. Data lebih terperinci mengenai tingkat pendidikan dan angka melek huruf Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4 dan 5.2. Ngada Dalam Angka. yaitu persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin.0%).8% sedangkan perempuan lebih tinggi yaitu sebesar 51. Sedangkan pesentase penduduk menurut tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 2.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber .6%) dan terendah di Kecamatan Jerebuu (11. Persentase penduduk melek huruf tertinggi di Kecamatan Aimere (89. Dari gambar menunjukkan bahwa persentase tertinggi penduduk usia 10 tahun keatas berdasarkan tingkat pendidikan paling tinggi pada tingkat pendidikan SD/MI (40%) sedangkan yang tidak tamat SD/tidak mempunyai ijazah sebanyak 35% kemudian disusul dengan tingkat pendidikan SLTP (9.

3. walaupun masih dijumpai beberapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. balita dan ibu maternal yang dilaporkan oleh petugas kesehatan. yang dimaksud dengan keadaan sehat adalah keadaan meliputi kesehatan badan.BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Pengertian tentang keadaan sehat dan sakit sangat penting mengingat kita harus dapat menentukan ada/tidaknya permasalahan/penyakit diantara masyarakat dan seberapa besarnya masalah tersebut. sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Pelayanan Kesehatan dan Faktor Genetika. baik struktur maupun fungsinya atau Keadaan dimana tubuh atau organisme atau bagian dari organisme/populasi yang diteliti tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari keadaan patologisnya. perilaku. Kelahiran hidup sebanyak 3115 kelahiran. Indikator-indikator tersebut ditentukan oleh 4 faktor utama yaitu Perilaku Masyarakat. Secara sederhana keadaan sakit itu dinyatakan sebagai : Penyimpangan dari keadaan normal. Salah satu penyebab masih tingginya kasus lahir mati karena Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 11 . 23 tahun 1992. Jumlah bayi lahir mati di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 55 kasus kematian. AKB. Angka Kematian Bayi (AKB). belum menggambarkan Angka Kematian sebenarnya di masyarakat. Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. atau 1. AKABA dan Peningkatan Status Gizi Masyarakat serta status Angka Kesakitan dan Kondisi Penyakit Menular. Keempat faktor utama ini diintervensi melalui beberapa kegiatan pokok yang mempunyai dampak ungkit besar terhadap upayaupaya percepatan penurunan AKI. Program pembangunan kesehatan di kabupaten Ngada ini dilaksanakan dikatakan cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.1 Mortalitas Data kematian yang terdapat pada masyarakat dapat diperoleh melalui survey. Sehingga jumlah kematian bayi. Menurut UU Kesehatan RI No. rohani ( mental ) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit. cacat. Beberapa indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI). pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik. Lingkungan.74% dari 3170 kelahiran. karena sebagian besar kematian terjadi di rumah. dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi. Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi. Faktor-faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan adalah : lingkungan. Jumlah bayi lahir mati yaitu kematian bayi sejak lahir sampai dengan 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Trend Angka Kematian Bayi dper 1000 Kelahiran Hidup Di kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Jika dibandingkan dengan Angka kematian bayi (AKB) Kabupaten Ngada tahun 2008 sebesar 16. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003 AKB Indonesia sebesar 35 per 1. Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 17. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 12 . Hal ini merupakan masalah serius yang harus segera diatasi sejalan dengan kebijakan Revolusi KIA Provinsi NTT yang menyatakan bahwa semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. Yang sama artinya setiap 1000 kelahiran hidup terjadi 18 kematian bayi. dan Kecelakaan. AKB Propinsi NTT yang dilaporkan tahun 2007 sebesar 11/1000 KLH (1159 kematian).94% persalinan ditolong oleh Dukun atau sebanyak 250 persalinan. Penyebab kematian bayi terbanyak adalah Asfiksia. dan persentase persalinan ditolong oleh dukun mengalami peningkatan.7 atau 18 per 1000 Kelahiran Hidup.masih banyak persalinan yang dilakukan tidak di sarana kesehatan dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan berkompetensi bidan. penyebab lainnya adalah Aspirasi. dengan absolut kematian sebanyak 55 kasus. Diare. a. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kelahiran maka persentase lahir mati mengalami peningkatan. hal ini menunjukkan bahwa AKB Kabupaten Ngada lebih tinggi dari AKB Propinsi NTT. maka AKB Kabupaten Ngada mengalami peningkatan. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lahir mati tahun 2008 sebanyak 59 kasus maka pada tahun 2009 mengalami penurunan. Trend AKB di Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 3.000 KLH. dimana 7. Kejang. namun jumlah absolut kasus menurun. Malaria. Cacat Bawaan.1. Infeksi.5/1000 Kelahiran hidup dengan absolut kematian sebanyak 57 kematian. Ikterus. penyebab kedua adalah Pneumonia.

9 atau 3 per 1000 Kelahiran Hidup. Febris dan Gizi Buruk. Mengatasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan dana untuk pelacakan kasus kematian bayi antara lain melalui kerjasama dengn AIP-MNH (Australia-Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt) dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi kebidanan serta pertemuan-pertemuan lintas sektor dan lintas program dengan petugas kesehatan di Puskesmas.000 KLH pada tahun 2015 (MDG’s). dan terjadi peningkatan AKB yang cukup tinggi pada tahun 2008 dan 2009. Namun secara absolut atau dilihat dari jumlah kasus kematian balita terjadi penurunan dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 9 kasus pada tahun 2009. Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan. b. 1 kasus kematian terjadi di Kecamatan Riung dengan penyebab Perdarahan Post-Partum. Angka tersebut masih dibawah target IS 2010 yaitu sebesar 102/100. maka tidak terjadi peningkatan atau penurunan. Penyebab kematian Balita terbanyak adalah Pneumonia. c. Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 224. Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi.7 atau 225 per 100. Obs. Pustu dan Polindes. jantung dan Pre-eklamsia berat. Jumlah kelahiran dan kematian bayi dan balita secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6.000 Kelahiran Hidup dengan absolut 7 kasus kematian ibu dari 3115 KLH. atau peningkatan jumlah kematian. maka terjadi peningkatan AKI. 2 kasus terjadi di Kecamatan Aimere dengan penyebab Hepatitis. persalinan dan masa nifas.1 per 1000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 2. kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran. keadaan kesehatan kurang baik menjelang kehamilan.AKB Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Jika debandingkan dengan AKI Kabupaten Ngada Tahun 2008 yang dilaporkan sebesar 144/100. sedangkan penyebab kematian lainnya adalah Kejang.000 KLH atau 5 kematian dari 3464 KLH. Dari 7 kasus Kematian Ibu 3 kasus terjadi di Kecamatan Golewa dengan penyebab Perdarahan karena Kehamilan di Luar Kandungan (KET) dan perdarahan setelah melahirkan (post-Partum). walaupun terjadi penurunan pada tahun 2007. Jika dibandingkan dengan AKABA tahun 2008 yaitu 3. 1 kasus terjadi di Kecamatan Riung Barat dengan penyebab Emboli Air Ketuban (Suspect Emboli Air Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 13 . serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.

kurangnya sarana dan prasarana dalam pelayanan Emergensi Obstetrik dan Neonatal baik itu di Polindes. kunjungan rumah ( sweeping ) post persalinan oleh petugas belum optimal. serta letak geografis yang masih sulit untuk mengakses sarana kesehatan dan belum diterapkannya P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) secara optimal.000 Kelahiran Hidup) Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa AKI Kabupaten Ngada dari tahun 20052008 cenderung mengalami penurunan. sehingga pada saat ibu hamil atau warga yang membutuhkan darah. di Pustu dan Puskesmas. bayi. jejaring Transportasi untuk memudahkan merujuk warga terutama ibu hamil Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 14 . Jejaring Notifikasi bertugas untuk mendata semua sasaran kesehatan terutama ibu hamil. tabel 7. Pendanaan. balita dan kelompok rentan. Data kasus kematian ibu secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 (per 100. transportasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi dan KB. kondisi sosial ekonomi masih rendah untuk membiayai. Adanya kasus kematian ibu maternal di Kabupaten Ngada disebabkan oleh kurangnya kuantitas maupun kualitas tenaga bidan terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil. namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan AKI. Donor Darah. Jejaring Pandanaan bertugas untuk mengumpulkan iuran atau dana solidaritas warga untuk kesehatan. masih ada pertolongan persalinan oleh dukun. Jejaring Donor Darah mendata semua golongan darah dari warga setempat.Ketuban). Selain tersebut diatas upaya yang dilakukan adalah penggerakan dan pengembangan Desa Siaga dengan membangun 5 jejaring yaitu Notifikasi. Upaya untuk menekan angka kematian ibu dilakukan denganmeningkatkan kemitraan bidan dan dukun untuk mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan dengan harapan agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR). Grafik 3.

semester dan tahunan dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) Puskesmas dan sarana pelayanan swasta.02 6. jaringan pengikat (Pyk tulang blkg.35 Tropika) Penyakit pada sistem otot.ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.2 Morbiditas Angka kesakitan penduduk diperoleh dari pengumpulan data di masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui kunjungan rumah dan laporan bulanan.60 bag atas di luar ISPA Diare 2. Pola 10 Penyakit Terbanyak Dari laporan LB1 (Laporan Bulanan) puskesmas menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyakit yang selalu menduduki urutan teratas tiap tahunnya. triwulan. yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. Sedangkan Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium mengalami peningkatan yaitu urutan ke-5 tahun 2007.81 7. hal ini disebabkan karena telah tersedianya sarana dan prasarana laboratorium di Puskesmas untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 15 .02 1.53 Penyakit lainnya 26.33 colera atau disentri Penyakit lain pada saluran pernapasan 9.41 14.38 2.52 4. 3. radang sendi 6. A.00 22. ke-3 tahun 2008 dan urutan ke-2 tahun 2009.71 40.95 Penyakit Kecacingan 1.64 37.61 2.99 Ginggivitis atau Penyakit Periodental 1. Terobosan lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah dengan mencanangkan REVOLUSI KIA yaitu Semua Persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007 -2009 Tahun Tahun Tahun Jenis Penyakit 2007 2008 2009 % % % Infeksi Akut pada Saluran Pernapasan 21.07 Bag Atas Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium (Termasuk Malaria 4. Jejaring Kespro dan KB bertujuan untuk konseling KB pada PUS dan pendataan akseptor aktif.68 27.46 7.66 Scabies 1. 2009 Dari data penyakit diatas menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas merupakan penyakit pada urutan pertama selama 3 tahun terakhir ini.23 Infeksi Penyakit Usus lain di luar diare.50 3.05 5.60 2.16 No 1 2 Trend ↑ ↑ 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ↑ ↓ ↑ ↓ ↑ Sumber : Laporan Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Khusus dan Rujukan. 2.14 & rematik) Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan Lab) 17.

Semua penderita Malaria dengan gejala klinis maupun positif yang berkunjung ke Puskesmas. dan hal ini menyebabkan Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan laboratoris) mundur ke urutan ke-4. Grafik 3.736 kasus. dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. Penyakit Menular Bersumber Binatang 1. yang tidak tersedia laboratorium dasar. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar 57 per 1000 penduduk. Polindes maupun ditemukan pada saat pusling diberikan pengobatan malaria. Sedangkan kasus malaria positif pemeriksaan darah di laboratorium sebanyak 7912 kasus atau sebanyak 42.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Kesehatan 2009. B. terlihat dari jumlah penderita tahun 2009 (yang berobat ke Puskesmas) sebanyak 10. data malaria klinis ini sebagian besar merupakan pasien yang berobat ke Pustu maupun Polindes. Jumlah kasus malaria klinis (demam tinggi disertai dengan menggigil) di Kabupaten Ngada masih tinggi. Laporan Bidang Kesmas.46% dari seluruh kasus penderita malaria klinis.pemeriksaan parasit malaria. Malaria Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terutama di Kabupaten Ngada yang merupakan daerah endemik malaria.721 kasus.balita dan lansia. 2009. Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah kasus malaria klinis terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa/ke Puskesmas Kota sebanyak 2. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 16 . dengan AMI (Annual Malaria Incidence) 78 per 1000 penduduk. Penderita malaria klinis di Kecamatan Bajawa Utara wilayah kerja Puskesmas Watukapu dan Kecamatan riung Barat wilayah kerja Puskesmas Maronggela serta kecamatan Wolomeze wilayah kerja Puskesmas Natarandang tidak dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium karena di Puskesmas bersangkutan belum tersedia Laboratorium kesehatan. Pustu.

memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air.1 : Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Dari peta diatas diketahui bahwa daerah dengan potensi endemis berat atau tinggi adalah Kecamatan Soa. pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent). Lebih terperinci mengenai Malaria dapat dilihat pada lampiran Profil tabel 11. pemasangan kasat kasa di rumah. pemakaian baju tebal dan (3) menghilangkan atau membersihkan sarang nyamuk menghilangkan genangan air. dengan AMI paling tinggi yaitu 172 per 1000 penduduk.Jika dibandingkan dengan jumlah kasus Malaria Klinis 20. Daerah Endemis Malaria Ringan atau Rendah adalah Kecamatan Riung dan Wolomeze. Aimere. (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu. Sedangkan daerah dengan endemis malaria Sedang adalah Kecamatan Golewa. Trend kasus malaria selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini: Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 17 . Penyebaran wilayah endemis malaria dapat dilihat pada peta berikut : Peta 3. Bajawa. Bajawa Utara dan Riung Barat. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit malaria dalam bentuk peran serta masyarakat melalui : (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas.776 kasus pada tahun 2008 maka kasus malaria klinis mengalami penurunan.

belum memasyarakatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah masalah yang perlu diperhatikan di Kabupaten Ngada. Dari data menunjukkan bahwa DBD merupakan kasus atau penyakit yang bersifat periodik atau mempunyai siklus waktu tertentu Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Pada tahun 2009 Angka Kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sebesar 7 per 100. namun kasus-kasus ini sebagai akibat mobilitas penduduk. Menurunnya kasus malaria menunjukkan derajat kesehatan masyarakat semakin baik yang juga didukung oleh bantuan Global Fun ATM yaitu Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam pemberantasan penyakit Malaria sejak tahun 2006 terutama bantuan kelambu berinsektisida.Grafik 3. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 18 . Demam Berdarah Dengue (DBD) Kondisi yang menyebabkan DBD adalah Tingginya mobilitas penduduk.000 penduduk maka tahun 2009 terjadi penurunan kasus DBD. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 dengan Angka Kesakitan 30 per 100.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik diatas menggambarkan jumlah kasus malaria klinis selama 5 tahun terakhir (2005-2009) cenderung menurun dan mengalami penurunan pada tahun 2009. kurang efektifnya Fogging Fokus dengan Fogging sebelum penularan. Sedangkan kasus malaria positif mengalami cenderung menagalami peningkatan dari tahun 2005-2008.000 penduduk dengan absolut sebanyak 9 kasus. 2. dan menurun pada tahun 2009.

Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. dari beberapa jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor Filariasis yaitu Mansonia. Filariasis Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Sumber : Profil Puskesmas 2008. Angka Kesakitan DBD dilihat dari gambar diatas mengalami peningkatan setiap 2 tahun.000 penduduk pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan menjadi 30 per 100. Meningkat dari 2 per 100. Anopheles dan Culex.000 penduduk di tahun 2009.namun penderita tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1970an dan sudah diberi tatalaksana/pengobatan.000 penduduk pada tahun 2008 dan menurun menjadi 7 per 100.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 6 per 100.Grafik 3. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 19 .635 orang. Di Indonesia. sampai dengan tahun 2003 kasus kronis Filariasis telah menyebar ke 30 provinsi pada lebih dari 231 kabupaten dengan jumlah kasus kronis 6.000 penduduk pada tahun 2006. Brugia Malayi dan Brugia Timori. kemudian menurun menjadi 3 per 100. Di kabupaten Ngada pada tahun 2008 terdapat 26 kasus filariasis yang terdapat di kecamatan Bajawa Utara dan Riung Barat. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap. yaitu Wucherecia bancrofti. 3. Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria.

maka pada tahun 2009 mengalami peningkatan. dengan Attack rate 1.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC. Dari 329 kasus gigitan diantaranya 61.000 penderita baru TB) dan 140. Di Kabupaten Ngada.walaupun bengkak pada kakinya tetap ada. Sedangkan kasus TB Paru dengan BTA+ mengalami Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 20 . serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini. dan eliminasi terhadap HPR belum secara total dilakukan.4% (202 kasus) diberikan VAR lengkap. Dan CFS atau Case Fatality Rate atau persentase korban meniggal karena kasus Rabies adalah 4. maka penderita kasus gigitan HPR langsung diberikan VAR atau Vaksin Anti Rabies.9% dari 583. hal ini dikarenakan adanya penjaringan penderita dengan gejala klinis TB paru dan adanya pemeriksaan kontak serumah. dari laporan Puskesmas oleh pengelola P2TB (pencegahan dan Penanggulangan Tuberculosis) suspek TB Paru atau suspek dengan gejala-gejala klinis menderita TB paru sebanyak 426 orang.1% (86 kasus) tidak VAR lengkap. sosial ekonomi masyarakat. dimana suspek TB Paru sebanyak 240 orang. Dari 426 penderita yang dinyatakan positif TB dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak/sputum yang positif BTA (Basil Tahan Asam) sebanyak 47 orang atau 11%. TB Paru WHO memperkirakan pada saat ini. namun tidak bertambah besar. apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan. Lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 13. dan 12. Bila dibandingkan dengan kasus Filariasis tahun 2007 sebanyak 44 kasus. 4. oleh karena Kabupaten Ngada merupakan daerah Endemik Rabies. namun 44 kasus Filariasis pada tahun 2007 terjadi di kecamatan Boawae yang pada tahun 2008 sudah masuk wilayah Kabupaten Nagekeo. Dan angka kesembuhan penderita TB BTA + sebesar 62% atau 29 penderita sembuh. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar ke-3 di dunia. 26.55. Akibat gigitan HPR ini terdapat 1 korban meninggal dari Kecamatan Soa. Penyakit Menular Langsung 1. C. Rabies Di Kabupaten Ngada Pada tahun 2009 dilaporkan adanya kasus gigitan HPR (hewan Penular Rabies) sebanyak 329 kasus. Sedangkan pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus filariasis. dimana pernah terjadi kasus rabies. dan tidak ditemukan penderita baru.17% atau 1 korban meninggal dari 24 kasus gigitan yang berasal dari Kecamatan Soa.000 orang (44. maka mengalami penurunan. Penderita yang dobati adalah yang BTA positif sejumlah 47 penderita atau 100%. Jika dibandingkan dengan kasus TB Paru pada tahun 2008.5% (41 kasus gigitan) tidak diberi VAR. yang setiap tahunnya diperkirakan ada penderita baru TB menular sebanyak 262. Angka tersebut diyakini sangat memungkinkan. dan desa tersebut dikatakan rawan terhadap kasus Rabies.

Diare Pada tahun 2009 Peyakit Diare menduduki urutan ke-7 dalam Pola Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Angka kesembuhan pengobatan TB paru tidak mengalami peningkatan yaitu 62 % pada tahun 2008 dan 2009. Jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa diare sebanyak 2. sehingga pengobatan TB sebagian besar diawasi oleh petugas kesehatan.4 per 1000 penduduk. Angka Kesakitan Diare tahun 2009 sebesar 18 per 1000 penduduk. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 9. Grafik 3.76% diantaranya merupakan penderita balita (1437 kasus). Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 21 . Diare pada balita ditangani 100% atau semua penderita diare balita ditangani dengan pemberian oralit maupun infus (Rnger Laktat/RL). Suspek TB Paru pada Puskesmas Maronggela. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan Di kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Dari Grafik dapat dilihat bahwa penderita TB Paru klinis paling banyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Waepana kemudian disusul Wilayah Kerja Puskesmas Koeloda. jika dibandingkan dengan Angka Kesakitan Diare tahun 2008 19. Pustu.penurunan yaitu 66 orang pada tahun 2008 menjadi 47 orang pada tahun 2009. TB Paru BTA Positif. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. maka terjadi penurunan Angka Kesakitan Diare.488 kasus dan 57. pemeriksaan sputum terhadap BTA dilakukan di Laboratorium Puskesmas Waepana.6 Perbandingan TB Paru Klinis. hal ini disebabkan belum optimalnya Pengawasan Minum Obat (PMO) di tingkat keluarga. Watukapu dan waepana. Polindes dan Pusling (tidak termasuk RSU) di Kabupaten Ngada. 2.

meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman seiring dengan zaman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika. 8 kasus ditemukan tahun 2009. Jumlah penderita HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 sampai 2009 sebanyak 29 penderita. penyebaran pembangunan ekonomi. 6 kasus ditemukan pada tahun 2008 dan 4 diantaranya sudah meninggal. Gambar 3. tahun 2005 ditemukan 4 kasus. terjadi fluktuasi penemuan penderita HIV/AIDS dan trend kasusnya cenderung meningkat.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi Di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Dari gambar kasus diatas. 3 diantaranya meninggal. Semakin tingginya mobilitas penduduki antar wilayah. 3 diantaranya meninggal. Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) melalui suntikan memberikan kontribusi yang besar terhadap meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS. perkembangan teknologi yang semakin pesat. tahun 2007 ditemukan sebanyak 5 kasus HIV/AIDS. meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangannya. Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah membentuk KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) pada tahun 2008 sesuai Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 22 . HIV/AIDS Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus di Kabupaten Ngada menunjukkan peningkatan. Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada merupakan fenomena gunung es. Dan dari 29 kasus tersebut. dan 6 diantaranya meninggal. penderita HIV/AIDS yang hidup dan terdata sebanyak 9 orang.3. tahun 2006 ditemukan sebanyak 3 kasus dan telah meninggal semuanya. sehingga banyak sekali kasus yang tidak terjaring. tahun 2004 2 kasus dan tahun 2003 1 kasus. Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa itu adalah penyakit yang memalukan. dilihat dari penambahan jumlah kasus. Dan beberapa suspek atau orang yang dicurigai menderita HIV/AIDS menolak untuk mengikuti pemeriksaan darah. Dari 29 kasus tersebut. dimana yang nampak hanya sebagian kecil saja.

Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran penderita HIV/AIDS menurut kelompok umur. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada tahun 2003-2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 23 .dengan Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2007 dan telah membentuk jasringan ODHA dan OHIDHA. jenis pekerjaan dan jenis kelamin.8. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3. Grafik 3. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.9.10.

Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2. Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Kejadian Luar Biasa Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan wabah. Status gizi janin dan bayi sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil atau ibu menyusui.17 %. banyak BBLR dengan IUGR Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 24 . BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). bayi dengan Berat Badan lahir Rendah (BBLR). karena disamping merupakan faktor predisposisi seperti penyakit infeksi yang dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual.Dari gambar diatas diketahui bahwa terdapat kasus HIV/AIDS pada penduduk kelompok umur 0-5 tahun (balita) 1 kasus. D. status gizi balita. A. Kurang Energi Kronik (KEK). Attack Rate 1. status gizi wanita usia subur. Pekerjaan sebagai Sopir merupakan kasus terbanyak ketiga. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. hal ini disebabkan karena mobilisasi para sopir antar daerah.55% dengan jumlah penduduk sekitar yang terancam 1. dan terbanyak pada kelompok umur 21-25 tahun dan 26-30 tahun. 3. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain. Namun kegiatan deteksi dini IMS atau PMS di Kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal. Menurut jenis kelamin kasus HIV sebagian besar ditemukan pada laki-laki yaitu 19 kasus.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. Di negara berkembang.3 Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum. Pada tahun 2009 dari deteksi dini IMS yang dilakukan terdapat 63 kasus IMS. dan langsung diberi tatalaksana atau penanganan pengobatan kasus tersebut. Sedangkan menurut jenis pekerjaan terbanyak pada IRT (Ibu Rumah Tangga) dan swasta. yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang. Pada tahun 2009 terjadi KLB Rabies di Kecamatan Soa yaitu terdapat 1 korban meninggal karena Rabies dari 24 kasus gigitan di Kecamatan Soa.551 penduduk. IMS Deteksi dini kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dilakukan di Puskesmas dengan menerapkan managemen PMS pada ibu hamil yang datang ke sarana kesehatan. yang sudah menjalankan kegiatan deteksi dini IMS ini adalah Puskesmas Aimere dan Kota. 4. yang wilayah kerjanya terdapat kasus HIV/AIDS. dan Case Fatality Rate atau Rasio korban meninggal karena rabies dibanding korban gigitan HPR sebesar 4.

Perkembangan kasus BBLR di Kabupaten Ngada sejak tahun 2004 sampai 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 3. Bayi BBLR di kabupaten Ngada yang dilaporkan Puskesmas dari 3115 kelahiran hidup 93% diantaranya yang ditimbang (2893 LH) dan yang BBLR sebanyak 1. untuk menanggulangi masalah gizi atau untuk memperoleh gambaran konsumsi gizi di tingkat rumah tangga dan status gizi masyarakat dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Pemantauan Status Gizi (PSG) atau Pemantauan Wilayah Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 25 .78% dengan absolut 54 bayi. Kategori yang digunakan adalah : gizi lebih (zscore>+2 SD). dan menurun lagi pada tahun 2009 (54 kasus). Salah satunya adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini ke sarana pelayanan kesehetan dan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. 2009 Perkembangan persentase kasus BBLR di Kabupaten Ngada selama 6 tahun terakhir mengalami fluktuasi.karena ibu berstatus gizi buruk. gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD). Meskipun semua bayi BBLR pada tahun 2009 ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan namun tindakan atau upaya-upaya preventif harus tetap dilaksanakan untuk menekan angka kejadian BBLR. Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). anemia. dan semua bayi BBLR telah ditangani oleh tenaga kesehatan. Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. dimana cenderung terjadi penurunan dari tahun 2004 (183 kasus) sampai tahun 2006(96 kasus). malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil. gizi kurang (z-score<-2 SD sampai 3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD). namun pada tahun 2007 terjadi peningkatan kasus yang signifikan (154 kasus) dan mengalami penurunan pada tahun 2008 (70 kasus). B.11 Perkembangan Persentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada Tahun 2004-2009 Sumber : Profil Puskesmas. Di Kabupaten Ngada. Lebih rinci mengenai Bayi BBLR dapat dilihat pada lampiran tabel 15.

peran keluarga yaitu orang tua balita dan pemenuhan kebutuhan gizi dari saat ibu hamil sampai saat anak lahir dan bertumbuh kembang.19% atau 21 balita.944 balita yang datang dan ditimbang Bila dibandingkan dengan cakupan balita ditimbang tahun 2008 yaitu 85% mengalami penurunan.321 balita yang terdata. perlu kerjasama yang baik dengan sektor terkait seperti ketahanan pangan. sedangkan balita gizi buruk sebesar 0. sektor ekonomi dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 26 . Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebanyak 4. bila dibandingkan tahun 2008 maka jumlah kasus gizi buruk mengalami penurunan.59% meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2008 yaitu 88%. dan yang telah diberikan MP ASI (makanan Pendamping ASI) untuk menambah asupan gizinya sebanyak 105 bayi. Hasil pemantauan status gizi balita yang datang ke Posyandu 67. sedangkan gizi buruk 21 kasus atau 0.42% dari seluruh balita pada tahun dari 14.52% berat badan naik dengan absolut 7388 balita.12 Proporsi Status Gizi Baik. dan telah mengalami peningkatan berat badan. dan pertanian. ini menunjukkan hasil yang baik dari pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Keluarga.Setempat (PWS) di seluruh kecamatan. Dari 484 balita BGM. Upaya yang dilakukan terhadap 20 orang balita gizi buruk adalah dengan pemberian PMT Pemulihan. terdapat 10. Disadari bahwa untuk mengatasi masalah ini sektor kesehatan saja tidak akan mampu mengintervensi masalah gizi buruk sampai ke akar. sedangkan 4 orang balita gizi buruk dengan penyakit penyerta telah dirawat di sarana kesehatan. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Seksi Gizi. Grafik 3. Kematian balita yang disebabkan oleh gizi buruk sebanyak 2 balita.42% dengan absolut 484 balita. Namun masih terdapatnya kematian balita akibat gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan. 254 diantaranya adalah bayi BGM. Hasil PSG/PWS yang dilaksanakan 2009 di posyandu atau sekitar 76. 2008 Dari gambar diketahui bahwa status gizi baik Kabupaten Ngada sebanyak 91. gizi kurang 828 kasus atau 8.2%.21%.

dimana prevalensi gizi buruk dan kurangnya berkisar antara 6%-10%. Angka kematian bayi merupakan indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan kecamatan yang berpotensi berat rawan gizi yaitu Kecamatan Golewa. Kecamatan dengan prevalensi gizi buruk dan kurang potensi ringan. 3. Soa dan Riung. Kecamatan dengan potensi sedang rawan gizi yaitu kecamatan Wolomeze dan Bajawa.4 Umur Harapan Hidup Penurunan angka kematian bayi sangat berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH). untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan upaya preventif untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. Peta 3. namun tetap mendapat penanganan yang lebih untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. Bajawa Utara. bisa dikatakan kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan Jerebuu.sektor pemberdayaan dan penggerakan masyarakat desa. Data selengkapnya tentang status gizi dapat dilihat pada lampiran tabel 16 dan 24. Aimere.2 Dari gambar diatas diketahui bahwa Kecamatan Riung Barat merupakan Kecamatan Rawan Gizi yaitu kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada balita lebih dari 15%. sehingga tidak menjadi kecamatan rawan gizi. sehingga perubahan derajat kesehatan terutama pada Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 27 .

meningkatnya Umur Harapan Hidup secara tidak langsung juga member gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.8 tahun.6 tahun. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 28 . 2009 (Badan Pusat Statistik). Ngada menduduki urutan kedua.6 tahun dan perempuan 68.3 tahun. Angka ini bila ditinjau tingkat Propinsi NTT.penurunan AKB dan kenaikan UHH. Menurut Estimasi Ngada dalam Angka. Dan urutan ketiga setelah Kabupaten Ngada adalah Kabupaten Ende dengan UHH laki-laki 64 tahun dan perempuan 68. Umur Harapan Hidup di Kabupaten Ngada untuk laki-laki mencapai usia 64. dimana urutan pertama adalah Kota Kupang yaitu laki-laki 70 tahun dan perempuan 73.

Pemberian Imunisasi TT. Untuk meningkatkan cakupan K1. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : A.8%. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya.2%. dokter umum. Pemberian Tablet Besi. cakupan ini menurun dibandingkan cakupan tahun 2008 yaitu 93. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khusunya untuk tahun 2009. Cakupan pelayanan kunjungan baru ibu hamil ( K1 ) di Kabupaten Ngada tahun 2009 berdasarkan data dari Puskesmas. sebesar 83. Pelelayanan ANC standar yaitu Penimbangan Berat Badan.1 Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. perlu adanya sosialisasi terutama bagi ibu hamil untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 29 . Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapat pelayanan antenataldi fasilitas kesehatan sesuai standar paling sedikit 4 (empat) kali. yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang diutamakan pada kegiatan promotif dan preventif. bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan. 4. Angka capaian ini belum merupakan K1 murni melainkan jumlah kunjungan pertama ibu hamil ( kontak pertama ).BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 1. telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Cakupan K1 merupakan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan kehamilannya. pemeriksaan tensi dan Konsultasi. dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan yang selanjutnya berpengaruh hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4.

maka pencapaian secara kabupaten belum memenuhi target. karena masih adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yaitu kehamilan harus disembunyikan dari hal-hal gaib dan semacamnya. Grafik 4. Data selengkapnya mengenai pelayanan ANC ibu hamil dapat dilihat pada lampiran tabel 17. sehingga sweeping ibu hamil sangat penting untuk dilakukan. 2009 Gambar diatas menunjukkan bahwa baik secara kecamatan maupun kabupaten cakupan pelayanan ibu hamil K4 masih jauh dari target SPM yaitu 95%. Selain itu juga banyak kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan pada usia dini atau usia lanjut yang menyebabkan ibu hamil malu untuk memeriksakan kehamilannya. Kecamatan dengan pencapaian paling rendah yaitu kecamatan Soa Puskesmas Waepana (30.53%).memeriksakan diri ke Puskesmas. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 30 . Masalah adalah dukungan dari keluarga ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara dini di fasilitas kesehatan masih sangat kurang. Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) selama masa kehamilan dimaksudkan untuk mengatasi kasus anemia ibu hamil serta meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe selama masa kehamilan hingga persalinan. Permasalahan tidak tercapainya K4 adalah tidak tercapainya K1 murni yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali pada triwulan 1/sebelum lewat dari 3 bulan kehamilan. Sedangkan cakupan K4 sebesar 58.27% yaitu 2630 ibu hamil dari 4674 proyeksi ibu hamil/ ibu hamil yang diperkirakan. Bila dibandingkan dengan target SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan tahun 2010 yaitu K4 ibu hamil 95%.1 Persentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wialayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.90%. Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 56. Namun kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan dana dan prasarana untuk pendataan ibu hamil dan kekurangan tenaga sehingga banyak bidan yang mempunyai tugas rangkap.

Berbagai upaya telah dilakukan. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 25. dan dikonsentrasikan pada pertolongan persalinan. keterlambatan merujuk dan pertolongan persalinan masih dilakukan oleh dukun bersalin. Seharusnya cakupan Fe3 sama dengan cakupan K4 karena setiap memeriksakan kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan setiap triwulan ibu hamil harus diberikan tablet Fe. karena permasalah kematian ibu yang utama terjadi di Kabupaten Ngada adalah perdarahan pada persalinan. 2009 Pemberian tablet Fe3 dimaksudkan bagi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya. dimana satu kali pemberian Fe sebanyak 90 tablet. Tujuan utama program ini adalah mengupayakan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi NTT. Kecamatan dengan cakupan Fe3 paling tinggi adalah kecamatan Wolomeze (Puskesmas Natarandang) yaitu 83. kecuali ibu hamil dengan malaria positif. Adanya selisih antara kedua cakupan tersebut perlu ditelusuri lagi sebab-sebab yang mungkin terjadi. hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (professional). Tahun 2009 dan 2010 Pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Kesehatan dibantu dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Program AIP-MNH NTT (Australia – Indonesia Partmership for Maternal and Neonatal Health in NTT). pada tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 31 . Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan. dengan cara pemecahan masalah Kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan tim kabupaten yang dikenal dengan DTPS (District Team Problem Solving).5% sedangkan cakupan Fe3 terendah adalah kecamatan Bajawa Utara (Puskesmas Watukapu) yaitu 28. 2. kesalahan pencatatan dan pelaporan atau masalah teknis lainnya. misalnya kelalaian petugas kesehatan.5%.2 Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe3) pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.Grafik 4.

3 Trend Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2005-2009.9% dari ibu bersalin. maka untuk Kabupaten Ngada telah mencapai target. kemudian mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan menurun pada tahun 2009. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami fluktuasi yaitu cenderung meningkat dari tahun 2005 ke tahun 2006. Yang dimaksudkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Ngada adalah Puskesmas dimana telah tersedia peralatan pertolongan persalinan. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2008 dan 2009 bila dibandingkan dengan target SPM Indonesia Sehat 2010 yaitu 90%. Cakupan pertolongan persalinan per wilayah kerja Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 32 . Namun dengan adanya Keputusan Gubernur NTT nomor 42 tahun 2009 tentang Revolusi KIA yaitu Semua Persalinan Dilakukan di Faslitas Kesehatan yang Memadai maka diharapkan pencapaian pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk Kabupaten Ngada 95 sampai 100%. bidan dan perawat yang mempunyai kompetensi.2009 persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan sebanyak 250 persalinan atau 7. obat-obatan yang cukup. Grafik 4. tenaga dokter. sistim pelayanan yang lebih komlplex dibandingkan dengan pustu dan polindes dan akses ke rumah sakit lebih dekat apabila harus dilakukan rujukan.

31% ibu hamil risti tersebut ditangani di Puskesmas sedangkan sisanya ditangani dengan merujuk ke RSUD sebagai Sarana rujukan strata 1 di Kabupaten Ngada. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 17. tekanan darah tinggi. persalinan premature. Di Kabupaten Ngada persentase ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdata oleh Puskesmas sebesar 6. Penanganan yang dimaksudkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 33 . Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi yaitu keadaan penyimpangan dari normal. 2009 Dari gambar diatas terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan di 5 Puskesmas telah mencapai bahkan melebihi target SPM yaitu Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere. Deteksi resiko. ketuban pecah dini. beberapa ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan harus dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan kemampuannya maupun prasarana penanganan risti di desa dan Puskesmas. Puskesmas Kota Kecamatan Bajawa dan Puskesmas Waepana Kecamatan Soa.4 Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. letak sungsang pada primigravida. Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas. Puskesmas Koeloda Kecamatan Golewa. Puskesmas Watumanu Kecamatan Jerebuu. perdarahan pervaginam. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. infeksi berat/sepsis. Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi Masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian besar pada ibu. Yang dimaksudkan dengan Risti/Komplikasi pada ibu hamil yaitu apabila HB < 8g%. dan cakupan terendah adalah Kecamatan Riung Barat atau wilayah kerja Puskesmas Maronggela. karena banyak sekali risiko-risiko yang bisa dialami pada masa kehamilan. dan 92.40% dari keseluruhan proyeksi ibu hamil. 3. Sedangkan 4 Kecamatan lainnya belum mencapai target SPM.Grafik 4. eklampsia. letak lintang pada usia kehamilan >32 minggu. oedema nyata.

Gambaran presentase Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 34 . petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali. cakupan kunjungan neonatus di beberapa puskesmas mencapai diatas target SPM yaitu Puskesmas Aimere. maka belum mencapai target. Cakupan Kunjungan Neontaus kedua kali tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Maronggela sedangkan terendah di wilayah kerja Puskesmas Kota. Persentase ibu hamil risti dan ibu hamil risti ditangani dapat dilihat pada gambar berikut ini dan data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 28. Cakupan kunjungan neonatus (KN2) Kabupaten Ngada pada tahun 2009 sebesar 72.disini yaitu penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang terlatih di Puskesmas Perawatan dan RS pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif). Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. dan tingginya mobilitas penduduk di Ibukota Kabupaten menyebabkan kesulitan untuk melakukan KN2. Koleoda. Maronggela dan Natarandang. Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita 1. Riung. Kunjungan Neonatus Bayi umur 0 – 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. KN2 Puskesmas kota terendah karena banyak persalinan dilakukan di bidan praktek swasta sehingga persalinannya tercatat namun kunjungan neonatus tidak tercatat. Grafik 4. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 yaitu 80%. satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus. Bila dilihat menurut kecamatan. 2009 B.5 Cakupan Ibu Hamil.41%. dengan kesenjangan 7.59%.

cakupan kunjungan neonatus menurut kecamatan pada tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini sedangkan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 15. Grafik 4.6 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.22%. Grafik 4. 2009 Hasil pengumpulan data/indikator kinerja SPM dari Puskesmas di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2009 sebesar 76. hal ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan cakupan tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 35 . Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan pelayanan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. paling sedikit 4 kali (bayi). 2009 2. bidan. perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan. 2 kali (neonatus).7 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.

Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 (90%). 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 36 . dan pencapaian terendah adalah Puskesmas Watukapu 54. Hal ini dikarenakan banyak balita yang sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Data dari beberapa puskesmas menunjukkan pencapaian tahun 2009 sebesar 23. pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat. 3.42. cakupan kunjungan bayi belum memenuhi target. Cakupan pelayanan Kesehatan Apras.6%. usia sekolah dan remaja dapat dilihat pada lampiran tabel 18. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Kesehatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Jika dikaji per wilayah kerja Puskesmas . Data selengkapnya mengenai pelayanan pra sekolah. serta pelayanan kesehatan pada remaja. Usia Sekolah dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah (balita). Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah.55%. Usia Sekolah dan Remaja di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 76. belum dioptimalkan oleh semua Puskesmas karena keterbatasan tenaga dan dana. masih belum memenuhi target SPM yaitu 100%. tidak dibawa lagi ke Posyandu untuk deteksi tumbuh kembang. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) merupakan cakupan anak umur 0 – 5 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh kembangnya sesuai dengan standar paling sedikit 2 kali pertahun. Grafik 4. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 15. maka cakupan Kunjungan Bayi kurang lebih 4 kali di Puskesmas Waepana telah melebihi target SPM yaitu 93. Pencapaian tersebut belum memenuhi target SPM yaitu 90%.07%. Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan remaja yaitu siswa SMP/SMU.8 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah. Sedangkan cakupan pelayanan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/kader kesehatan sekolah) melalui penjaringan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 64.88%.9%.2008 yaitu 86.

Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pelatihan tenaga konselor ASI Eksklusif bagi para bidan dan kader posyandu. Upaya yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan berupa penyampaian informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif dan pentingnya ASI Ekslusif serta manfaat bagi ibu bila menyusui. untuk tahun 2009 cakupan ASI Eksklusif baru mencapai 46. karena itu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal.70%. masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 80% bayi yang ada mendapat ASI Eksklusif. Metode KB atau kontrasepsi yang tersedia adalah MKJP dan Non MKJP. ASI Eksklusif ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pelayanan KB Program KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Namun demikian pemantauan atau pengawasan pemberian ASI Eksklusif dirasa belum maksimal sehingga cakupan pemberiannya masih sangat rendah. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 19. ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 ( enam ) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 ( dua ) tahun. MKJP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD. Data selengkapnya mengenai ASI Ekslusif dapat dilihat pada lampiran tabel 32. MOP/MOW (Metode operatif pria/metode operatif wanita) dan implant. Dan proporsi PUS yang merupakan peserta KB aktif sebesar 71. Grafik 4.05% sedangkan peserta KB Baru atau pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi sebesar 13.4. sedangkan non MKJP adalah metode Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 37 . Pada tahun 2009 PUS yang tercatat berjumlah 20.15 %.965 PUS.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas Di Kabupaten Ngada Tahun 2009 C. Program KB dikhususkan pada pasangan usia subur (PUS).

WUS dan anak sekolah dikatakan mencapai UCI apabila cakupan imunisasi BCG. sedang rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 20. seperti pada grafik 4. Pada tahun 2009.919% atau 77 desa dari 94 desa. DPT dan campak diatas 80%.19% dan pelayanan kesehatan usila sebesar 51. Polio. persentase desa yang telah mencapai UCI dilaporkan sebesar 81. sedangkan rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran tabel 22. kondom dan obat vagina. Grafik 4.55%. Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi. Pelayanan kesehatan prausila dan usila paling tinggi pada kecamatan Riung dan Kecamatan Riung Barat. E.20%. 2009 D.11 dibawah ini. pil. Persentase tertinggi alat/cara KB aktif yang digunkan oleh PUS peserta KB adalah pemakaian KB suntik yaitu 44. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 38 . lebih rinci mengenai cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila dapat dilihat pada lampiran tabel 39. Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (usila) yaitu yang berumur 45-59 tahun dan pelayanan usila yaitu yang berumur 60 tahun keatas tahun 2009 adalah sebesar 37.48%. Gambaran presentase alat/cara KB yang diapakai peserta KB aktif dapat dilihat pada grafik berikut ini. Dengan rincian pelayanan kesehatan pra usila sebesar 31. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu. berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan tingkat perlindungan masyarakat (herd imunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i).kontrasepsi jangka pendek yang meliputi suntik. ibu hamil.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.34% kemudian alat KB Pil sebesar 19.

Polio dan campak. Pustu dan Polindes serta sarana kesehatan lainnya.12 Cakupan Imunisasi BCG. HB 3 kali dan campak 1 kali.Grafik 4. DPT 3 kali. Difteri. Untuk menilai kelengkapan imunisasi dasar bagi bayi. Pelayanan imunisasi bayi di Kabuputen Ngada dilakukan di Posyandu. dilihat dari indikator cakupan imunisasi campak. Pertusis. Sedangkan untuk menilai angka drop out cakupan imunisasi dasar dapat dilihat dari selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan cakupan imunisasi campak. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Puskesmas. Tetanus. DPT.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Untuk menurunkan angka kesakitan. Hepatitis B. cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik 4. Polio 4 kali. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 39 . karena imunisasi campak merupakan imunisasi terakhir yang diberikan pada bayi. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali. kematian dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC.

2009 F.Dari grafik diketahui bahwa kelengkapan imunisasi dasar lengkap bagi balita adalah 73. Grafik 4. Cakupan Imunisasi TT pada IBu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Garam Yodium Yodium sangat diperlukan bagi tubuh dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tubuh yaitu kebodohan. angka drop out imunisasi yaitu 6.83%. Gambar 4. hal ini terlihat dari cakupan imunisasi campak. Upaya Penyuluhan Kesehatan 1. Pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 kali setahun yaitu bulan Februari dan Agustus pada tahun 2009 sebesar 70. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 26. pertumbuhan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 40 .77%.14.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada tahun 2009 Imunisasi TT kepada Wanita Usia Subur diberikan selama 5 kali yaitu Imunisasi TT1 sampai TT5. Cakupan imunisasi secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 23.17%.

maka beberapa puskesmas mengatasinya dengan melakukan iodine test di sekolah. sehingga survey pemakaian garam yodium di rumah tangga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko GAKY. untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. pengobatan dan penambalan sementara. Hal ini menunjukan bahwa semua garam konsumsi yang beredar belum memenuhi syarat kandungan yodium. 2. hal ini sangat mudah dilakukan tanpa harus memiliki ketrampilan khusus. Untuk mengatasi GAKY.22. dari 22. 14. Kabupaten Ngada merupakan salah satur daerah endemis GAKY. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada ada beberapa Puskesmas yang tidak membagikan kapsul yodium oleh karena keterbatasan dana untuk pengadaan kapsul yodium. juga ada pembagian kapsul yodium bagi WUS di desa. preventif dan kuratif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Pelayanan Dasar Gigi Pemeriksaan gigi dan mulut merupakan bentuk upaya promotif. terutama pada WUS di daerah endemic. Untuk melihat kualitas yodium dalam garam. masih jauh dari target SPM 2010 yaitu desa dengan garam yodium baik 80%. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas di wilayah Kabupaten Ngada tahun 2009 dilakukan melalui pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 135. Adapun pelayanan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk murid SD pada tahun 2009 sebesar 63. Sebagai cerminan desa/kelurahan dengan garam beryodium baik pada tahun 2009 menunjukkan dari 94 desa/kelurahan sebanyak 22 desa/kelurahan (23. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 41 .597 murid yang diperiksa.terlambat dan gondok apabila kekurangan zat yodium yang sering disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium). kegiatan yang dilakukan yaitu pencabutan gigi sulung. maka dilakukan pemantauan dengan menggunakan Yodina test. Jumlah murid yang mendapatkan perawatan gigi yakni sebanyak 3151 orang. dimana daerah tersebut ada kasus GAKY. Pelayanan dasar gigi ini disarankan minimal 2 kali setahun.967 murid yang ada. dengan meminta siswa untuk membawa garam dari rumah masing-masing. Karena terbatasnya dana untuk penyelenggaraan survey desa bergaram yodium baik. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 33. Kabupaten Ngada melakukan pemantauan kandungan yodium dalam garam dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas.56%. dengan pemeriksaan sampel garam yodium tidak lebih dari 2 sampel garam yang kandungan yodiumnya dibawah standar. pencabutan gigi tetap sebanyak 604 dengan rasio tambal cabut sebesar 0.40%) termasuk pada kategori desa/kelurahan dengan garam beryodium yang baik. yang dilakukan baik di sekolah atau di Puskesmas.

dengan kata lain . Begitupun di Puskesmas Kota dengan persentase rawat jalan dibanding jumlah penduduk di wilayah kerjanya adalah 109% dan Puskesmas Watumanu Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 42 . Sedangkan pelayanan Rawat Inap menjadi lebih tinggi karena jumlah Bed bertambah menjadi 100 buah dan pelayanan pasien rawat inap dari Nagekeo masih dilayani Kabupaten Ngada di RSUD Bajawa. hal ini berarti ada penduduk yang berkunjung ke Puskesmas Aimere lebih dari satu kali dalam setahun. Waepana dan Aimere sudah melayani rawat inap. maka persentase tertinggi adalah kunjungan penduduk di Puskesmas Aimere sebesar 149%. Semua puskesmas di wilayah kabupaten Ngada dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan. Sedangkan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas disamping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani kunjungan rawat jalan. Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di sarana kesehatan dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 4. Pasien harus berobat ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa. sehingga merupakan pelayanan rujukan strata 1.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 1.4. hal ini disebabkan karena peningkatan strata RSUD Bajawa dari UPTD menjadi RSUD Tipe C. dan 3 puskesmas yaitu Riung. Laporan Kunjungan RS. 2009 Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dan jaringannya lebih tinggi daripada kunjungan rawat jalan Rumah Sakit. Kunjungan rawat jalan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan sedang hingga berat. 2009.15 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Puskesmas. mengingat Kabupaten Nagekeo belum mempunyai Rumah Sakit.

Namun pelayanan spesialis ini tidak menetap melainkan kerjasama dengan dokter ahli yang melakukan kunjungan tiap 3 bulan sekali. Puskesmas Watukapu dan Puskesmas Natarandang dibawah 100%. Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Puskesmas Riung serta jaringannya persentase kunjungan rawat jalan 105%. Persentase kunjungan rawat jalan di 5 Puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Maronggela. Laporan RSUD 2009 2. Sedangkan pelayanan 4 spesialis dasar yaitu pelayanan kandungan dan kebidanan. Puskesmas Waepana. 6 puskesmas dan 1 Balai Pengobatan Swasta. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 43 . Berfungsi dengan baik maksudnya adalah adannya tenaga analis terlatih untuk melakukan pemeriksaan. misalnya pemeriksaan darah malaria. persentase kunjungan rawat jalan ke sarana pelayanan kesehatan dasar sama banyak dengan jumlah penduduk tercatat yaitu 100%. bedah.persentase kunjungan rawat jalan 106%.16. tersedianya reagen dan bahan-bahan penunjang pemeriksaan. dan data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 42. Di Kabupaten Ngada pada tahun 2009 terdapat 8 sarana kesehatan yang dilengkapi dengan laboratorium kesehatan dan telah berfungsi dengan baik yaitu rumah sakit umum. penyakit dalam dan anak tersedia di rumah sakit umum bajawa. pemeriksaan sputum dan pemeriksaan lainnya. dengan sarana laboratorium yang memenuhi syarat. dan persentase terendah adalah kunjungan ke Puskesmas Natarandang. Puskesmas Surisina. Sedangkan Puskesmas Koeloda dengan wilayah kerja terluas. Persentase kunjungan rawat jalan dapat dilihat pada grafik berikut ini. Grafik 4. Laboratorium Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan harus memiliki laboratorium kesehatan agar mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar.

Pada tahun 2009 ketersediaan obat esensial di Kabupaten Ngada sebesar 67. 4. dll. angka ini belum mencapai target SPM nasional 90% sedangkan ketersediaan obat generik sebesar 100% atau sesuai dengan kebutuhan rata-rata tiap puskesmas yaitu 127 jenis obat. Dalam PHBS terdapat 10 indikator yaitu : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi 0-6 bulan diberi ASI Eksklusif 3) Seluruh anggota keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4) Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih 5) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat 6) Keluarga mempunyai rumah dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni (9m2/orang) 7) Keluarga mempunyai rumah yang lantainya bukan dari tanah 8) Seluruh anggota keluarga tidak merokok dalam rumah 9) Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit seperti mencuci pakaian. APBD I dan APBD II.3. Ketersediaan Obat Esensial/Generik Adanya penerapan dalam penggunaan obat essensial dan generik. revitalisasi pemasyarakatan konsepsi obat esensial dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitas pelayanan pemerintah maupun swasta. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 44 . tiga tatanan yang menjadi sasaran utama PHBS adalah tatanan rumah tangga. menyapu halaman. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. tatanan institusi dan tatanan TTU (Tempat-tempat Umum). hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga karena Rumah Tangga sebagai dasar terhadap perubahan perilaku masyarakat secara umum. Dalam profil ini. mengepel lantai. yang penyediaannya dilakukan dengan pengadaan obat dari berbagai sumber dana APBN. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. keterjangkauan.26% dimana dari 168 obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas terdapat 113 jenis yang telah terpenuhi 100%. dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan. Dalam konsep PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat beberapa tatanan.3 Perilaku Hidup Masyarakat Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. menurut HL Blum adalah faktor perilaku. Dengan menerapkan perilaku yang sehat. dan pemerataan obat dalam pelayanan kesehatan. diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat terlambat /kurangnya kesadaran dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan. 10) Makan buah dan sayur setiap hari.

59%. dimana pada tahun 2008 cakupan rumah tangga ber PHBS sebesar 16%. Rendahnya cakupan Rumah tangga yang ber-PHBS antara lain disebabkan oleh capaian kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga di setiap rumah tangga masih rendah. Pencapaian ini belum memenuhi dari target SPM untuk rumah tangga sehat 65% pada tahun 2010.757 KK maka sampel ini belum representatif atau belum bisa mewakili penerapan PHBS di Rumah tangga. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 45 . cakupan PHBS tertinggi pada puskesmas Watumanu kecamatan Jerebuu yaitu dari 200 KK yang dijadikan sampel semuanya menerapkan 7 indikator dari 10 indikator PHBS. capaian pemberian ASI Eksklusif dan masih banyak anggota keluarga yang merokok dalam rumah. Dari 10 Puskesmas. Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 maka mengalami peningkatan.Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2009 pendataan PHBS dilakukan pada tiap kecamatan diambil sampel 3495 KK yang dijadikan sampel. Didapatkan hasil keluarga ber PHBS sebesar 51. Untuk itu perlu adanya upaya pemecahan masalah antara lain dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang PHBS bagi masyarakat serta meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor.17. Data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 45. jika dibandingkan dengan jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Jerebuu yaitu 1. Grafik 4. Agar mendapatkan data yang lebih akurat mengenai PHBS maka sampel yang diambil harus lebih banyak dan representatif. namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk melakukan pendataan Rumah Tangga ber-PHBS. kurangnya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya ber-PHBS.

air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air.94% atau 24.4 Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 1. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 4.008 rumah) diantaranya termasuk kategori rumah sehat. 2009 Dari data tersebut terlihat bahwa cakupan rumah sehat terendah adalah 12. Bila dibandingkan dengan target Indikator Indonesia Sehat (IS) Rumah tangga sehat 80% maka pencapaian rumah sehat kabupaten Ngada belum memenuhi target.752 rumah yang ada jumlah yang diperiksa sebanyak 87. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 47. Jamban. dengan hasil sebagai berikut sebagai berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 46 .4.50% (15. sarana air bersih. Untuk meningkatkan jumlah rumah sehat perlu upaya sektor terkait untuk meningkatkan motivasi masyarakat.575 KK yang diperiksa. Berdasarkan data dari puskesmas tahun 2009 dari 27. kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat.5% di wilayah kerja puskesmas Natarandang sedangkan cakupan tertinggi 70. 2. tempat pembuangan sampah. tempat sampah.352 KK yang ada sebanyak 25. Kondisi sarana penyehatan lingkungan pemukiman di Kabupaten Ngada Tahun 2009 dari 29.405 rumah dan hasil pemeriksaan 61. sarana pembuangan air limbah.5% di wilayah kerja Puskesmas Waepana. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan. Sarana Sanitasi Dasar Pembuangan kotoran baik sampah. pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana sanitasi lingkungan pemukiman (PLP). ventilasi rumah yang baik. yang memilki jamban yang sehat.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.

8% diantaranya memenuhi criteria tempat sampah sehat.Jumlah KK yang telah memiliki sarana air bersih : 81. Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi oleh banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit. sumur gali dan air permukaan.55% dan sumber lainnya 1. Upaya peningkatan kualitas air bersih akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi.89% Jumlah KK yang telah memiliki tempat sampah : 26.15% diantaranya memenuhi criteria pengolaan air limbah sehat. sumur gali 5.63% dengan rincian sumber air dari ledeng 79. yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban). tempat pembuangan sampah. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makana/minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk di wilayah Ngada maka kebutuhan air bersih semakin bertambah. Permasalahan terbanyak yang dihadapi Kabupaten Ngada yang berkaitan dengan air adalah terbatasnya dana untuk pembuatan sarana air bersih di daerahdaerah yang sulit air sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada masih belum memenuhi target SPM. Data dari Profil Puskesmas 2009 dan laporan dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009. sumur pompa tangan 0.1%. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Sistem yang digunakan melalui perpipaan dan non perpipaan. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar. Adapun sumber air di Kabupaten Ngada pada umumnya berasal dari mata air. pasar dan lain-lain. Jumlah KK yang telah memiliki jamban untuk tempat Buang Air Besar (BAB) : 83. penampungan air hujan 1. Untuk pengelolaannya pada daerah pemukiman di perkotaan dikelola PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten. restoran.76% dan dari seluruh KK yang memilki jamban tersebut 71.9%. Upaya sanitasi meliputi pembangunan. sarana pembuangan air limbah. ventilasi yang baik.35% dan jamban yang memenuhi criteria jamban sehat sebesar 68. Jumlah KK yang telah memiliki pengolahan air limbah : 6. 3. pemanfaatan dan pemeliharaan.31%. memperlihatkan bahwa jumlah TUPM Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 47 .32% dan dari KK yang memilki pengolahan air limbah tersebut 56. pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah pada tempatnya. sumur dalam. luas lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung. dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai. perbaikan. Data selengkapnya mengenai sarana Sanitasi Dasar dapat dilihat pada lampiran Tabel 48 dan 49.22%. TUPM meliputi hotel.

jadi tidak dilakukan pembinaan kesehatan lingkungan. yang diperiksa 255 buah (92. sebanyak 143 (56. Berdasarkan laporan puskesmas dan seksi penyehatan lingkungan pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya meliputi sarana kesehatan 97. juga dilakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi yang ada di Kabupaten Ngada. karena ada beberapa 3 sarana sarana pustu/polindes yang tidak terpakai. sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 50.46%.08%) diantaranya termasuk kategori TUPM sehat. Cakupan TUPM sehat menurut jenis TUPM dapat dilihat pada grafik berikut.0%. sarana pendidikan 96. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 51. Laporan Seksi Penyehatan Lingkungan.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.39%).85% dan perkantoran 79. sarana ibadah 80. Grafik 4. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 48 . 2009 Selain pegawasan tempat-tempat umum diatas.yang ada sebanyak 276 buah.91%. Dari TUPM yang diperiksa.

Puskesmas dan Jaringannya Puskesmas dan puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar yaitu kecamatan dan desa. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 49 . karena jumlah penduduknya terhitung paling banyak. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100.000 penduduk dilayani oleh 5 puskesmas.BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 4. Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di kabupaten Ngada sebanyak 10 unit yang tersebar di 9 kecamatan.000 penduduk tahun 2007 adalah 5. Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio puskesmas per 100. Peta 5. Dengan demikian rasio puskesmas per 100. dimana pada kecamatan Bajawa terdapat 2 Puskesmas.4 yang berarti setiap 100.24.1 Sarana Kesehatan A.1 Peta Penyebaran Puskesmas.000 penduduk pada tahun 2009 adalah 7.000 penduduk dilayani oleh 7 puskesmas. Dari tahun ke tahun jumlah puskesmas di Kabupaten Ngada terus meningkat untuk pemerataan pelayanan di tingkat dasar.

Dari hasil pemetaan sarana kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berikut lokasi sarana kesehatan dasar dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Kecamatan. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada jumlah Pustu sebanyak 32 unit. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta 5.000 penduduk dilayani oleh 23 puskesmas pembantu. dijalur-jalur jalan raya di lokasi yang rawan kecelakaan.2. Riung dan Waepana. Upaya untuk peningkatan fungsi puskesmas terus dilakukan terutama dalam peningkatan puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit. Oleh karena jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu sebanyak itu maka rasio pustu terhadap puskesmas adalah 3 : 1 artinya setiap puskesmas rata-rata didukung oleh 3 sampai 4 puskesmas pembantu.2 yang berarti setiap 100. Sehubungan dengan Revolusi KIA penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB). dan pada tahun 2009 juga mempersiapkan satu puskesmas (Koeloda) untuk menjadi puskesmas perawatan.Jumlah puskesmas pembantu juga cenderung meningkat seiring dengan pemekaran desa/kelurahan yang ada.000 penduduk adalah 23. Dengan rasio puskesmas pembantu per 100. Pustu dan Polindes Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 50 . 2 puskesmas perawatan tersebut yaitu Riung dan Aimere dipersiapkan untuk menjadi puskesmas PONED (Perawatan Obstetrik Neonatal Emenrgensi Dasar).3. yang tersebar di beberapa desa di wilayah kabupaten Ngada. Hingga tahun 2009 jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Ngada sebanyak 3 buah yaitu Puskesmas Aimere. Peta 5.

Jumlah tempat tidur untuk rawat inap yang tersedia sebanyak 100 tempat tidur. Rumah Sakit Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk. BOR ideal sesuai standar nasional adalah 60-85% sehingga dapat dikatakan BOR RSUD Bajawa tahun 2009 belum memenuhi standar nasional. Avarage Length of Stay (LOS) Avarage Length of Stay adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit. Pada tahun 2009 jumlah hari perawatan RSUD Bajawa sebanyak 19. karena RSU di Nagekeo masih dalam tahap pembangunan. sehingga kasus rujukan dilakukan ke RSUD Tipe C Bajawa. B. dan warna biru gelap waktu tempuh antara 45 – 60 menit.6% atau 55%.946 hari rawat. sehingga BOR sebesar 54. Warna hijau muda dengan jarak tempuh kurang dari 15 menit. Walaupun jumlah rumah sakit hanya satu namun fasilitas yang tersedia terus bertambah dan mengalami peningkatan baik sarana dan prasarana maupun tipe rumah sakit. dan jika dibandingkan dengan hari perawatan maka LOS RSUD Bajawa adalah 4 hari. Standar BTO ideal adalah 40- Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 51 . Untuk menggambarkan cakupan pelayanan digunakan indikator pemanfaatan tempat tidur dan Indikator pelayanan rumah sakit lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bed Ocupancy Rate (BOR) Bed Occupancy Rate adalah persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit selama satu tahun.Dari peta diatas diketahui bahwa terdapat beberapa daerah dengan waktu jangkau ke sarana kesehatan dasar lebih dari 1 jam/60 menit (daerah dengan warna pudar). warna ungu daerah dengan waktu tempuh 15-30 menit. Atau rata-rata 1 orang pasien dirawat adalah 4 hari. Pada tahun 2009 BTO RSUD Bajawa adalah 49. warna merah waktu tempuh mencapai 45 menit. namun sebagian besar wilayah Kabupaten Ngada dapat menjangkau sarana kesehatan dasar dengan waktu kurang dari 1 jam. Jika dibandingkan dengan standar LOS 6-9 hari maka lama hari perawatan di RSUD Bajawa tidak melewati batas standar. Pada tahun 2009 jumlah pasien yang keluar (hidup dan Mati) sebanyak 4906 pasien. Di kabupaten Ngada terdapat satu buah rumah sakit yang melayani penduduk di 2 kabupaten yaitu Ngada dan Nagekeo. Bed Turn Over (BTO) Bed Turn Over diukur dengan indikator jumlah penderita rawat inap yang keluar (hidup dan mati) dalam 1 tahun dibandingkan dengan jumlah tempat tidur dengan kata lain BTO menggambarkan frekuensi pemanfaatan tempat tidur dalam setahun.1 dengan kata lain satu buah tempat tidur dimanfaatkan sebanyak 49 kali dalam tahun 2009.

St. Tahun 209 jumlah pasien mati seluruhnya 222 pasien. Inap St. Kec.Soa Ds. sehingga NDR RSUD Bajawa tahun 2009 sudah melewati standar toleransi. pemerataan obat generik dan obat esensial yang bermutu bagi masyarakat. St.Golewa Kecamatan Golewa BP swasta Palang Suci. Golewa Ds.3 per 1000 pasien keluar. Kec.Mataloko. Sarana Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Upaya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara paripurna.4. NDR RSUD Bajawa Tahun 2009 adalah 27 per 1000 pasien keluar.50 kali dalam setahun. Nilai GDR diharapkan tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar sehingga GDR RSUD Bajawa dalam batas toleransi. Masumeli. dan juga menempatkan tenaga kesehatan di sarana pelayanan swasta tersebut. atau selang waktu pemakaian tempat tidur. Fatima juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Kec.Trikora. Di kabupaten Ngada tahun 2009 terdapat 5 buah BP (balai Pengobatan) Swasta yaitusebagai berikut : Nama-Nama BP Swasta dan Lokasi Kabupaten Ngada Tahun 2009 1 2 3 4 5 Bp. Kec. Turn Over Interval (TOI) Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Gabriel dan BP St. Upaya tersebut dimaksudkan untuk (1) menjamin ketersediaan. Fatima dilengkapi dengan fasilitas bersalin/BKIA. keterjangkauan. BP St. Mangulewa. Santa Maria Bp. Gross Death Rate (GDR) Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Walburga Mataloko Kel.Fatima Bp. Gabriel Bp. C. Net Death Rate (NDR) Net Death Rate adalah angka kematian pasien Rumah Sakit 48 jam setelah dirawat di RS untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Dengan kata lain setiap 1000 pasien keluar terdapat 45 pasien meninggal. sehingga dapat dikatakan BTO RSUD Bajawa masih sesuai standar. Tahun 2009 TOI RSUD Bajawa adalah 3. sehingga GDR 45. (2) mempromosikan penggunaan obat Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 52 . Selain rumah sakit dan puskesmas juga terdapat sarana pelayanan kesehatan milik swasta yang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diawasi oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. dan BP St.Bajawa Kel. Palang Suci Bp. Atau rata-rata hari tempat tidur tidak terisi adalah 3 sampai 4 hari. Rwt.

yang rasional dan obat yang generik. karena banyak faktor yang menyebabkan mutu posyandu rendah antara lain . D. POD (Pos Obat Desa). banyak kader posyandu yang droup out. dan Puskesmas mendistribusikannya ke Pustu dan Polindes. adanya LSM Swasta dan anggaran-anggaran lain untuk kesehatan memungkinkan sarana Polindes dibangun berupa bangunan yang layak pakai. Dalam perkembangannya posyandu mendapat tanggapan positif dari pemerintah dan masyarakat. Ngada tahun 2009 sebanyak 274 posyandu dan berdasarkan keempat strata tersebut di kabupaten Ngada baru mencapai 3 strata sebagai berikut: • • • Pratama sebanyak 42 buah (15.7%) Purnama sebanyak 63 buah (23. Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masih sangat rendah. Jumlah Posyandu yang ada di Kab. namun dengan adanya anggaran DAK Kesehatan. Untuk mengetahui kualitas posyandu maka dilakukan telaah kemandirian posyandu yaitu suatu cara penilaian strata posyandu menjadi 4 tingkat perkembangan (Stratifikasi posyandu) yaitu kategori Pratama. Sedangkan posyandu merupakan kegiatan yang tumbuh dari. Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya. Polindes awalnya dibangun secara darurat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. oleh dan untuk masyarakat. (3) meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian difarmasi komunitas dan farmasi klinik serta pelayanan kesehatan dasar. mutu dan keamanan. Sarana distribusi farmasi di kabupaten Ngada berupa Gudang Farmasi Kabupaten untuk mendistribusikan obat dan perbekalan kesehatan ke semua Puskesmas. Madya.3%) Madya sebanyak 169 buah (61. sarana dan prasarana belum memadai. Toga (Tanaman Obat Keluarag). Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat. Namun demikian tanggapan positif masyarakat ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya mutu pelayanan. Purnama dan Mandiri. sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat disekitarnya. menyerupai Pustu namun dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran bangunan Pustu.0%) Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 53 . serta (4) melindungi masyarakat dari penggunaan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. Polindes (Pondok Bersalin Desa). Tahun 2009 di Kabupaten Ngada terdapat 48 Polindes yang tersebar ke 48 desa di 9 kecamatan.

4.) dengan perkataan lain Posyandu aktif adalah posyandu dengan tingkat kemandirian Purnama dan Mandiri. yang mengutamakan upaya peningkatan.KB. Lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 46. Data yang tersedia merupakan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada.1 Persentase Posyandu Menurut Strata di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Posyandu Aktif adalah Posyandu yang melaksanakan kegiatan hari buka dengan frekuensi lebih dari 8 kali per tahun. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mengatasi hal tersebut. kurang proaktifnya petugas dalam mendata ketenagaan. Namun sampai saat ini. Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sector pemerintah maupun swasta perlu diketahui. cakupan program utama (KIA. Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui perekrutan CPNS daerah dan PTT dari Pusat sedangkan untuk pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat. yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Ngada saat ini adalah meningkatkan strata posyandu bukan menambah jumlah posyandu. yang merupakan tenaga kesehatan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 54 . serta cakupan dana sehat < 50 %. tetapi juga diselenggarakan oleh swasta. Pencapaian Posyandu Aktif Kabupaten Ngada 23% jika dibandingkan dengan target cakupan SPM tahun 80% maka belum memenuhi target.Grafik 5. dan sudah ada 1 atau lebih program tambahan. Imunisasi lebih dari 50 %. Gizi. Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah.2 Tenaga Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional untuk melaksanakan upaya kesehatan sesuai paradigma sehat. rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih. data tenaga kesehatan di setiap sarana pelayanan belum valid karena ada beberapa pegawai yang mengalami mutasi dan mengikuti pendidikan lanjutan di sector pemerintah dan terutama sector swasta.

5% 35% 40% 37.000 : 100. Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut sebanyak 7.000 : 100.42% Perawat gigi. Penjelasan mengenai kualifikasi tenaga kesehatan dan penyebarannya seperti dibawah ini : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 55 .1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.74% tenaga sanitasi dan 1. 2. Penata Rontgent. Tabel 5.000 : 100.000 penduduk. Persentase tenaga kesehatan menurut jenisnya di Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.000 : 100.98% perawat.000 : 100.34% tenaga Kesehatan Masyarakat.000 Penduduk di Kabupaten Ngada tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Perawat Perawat Gigi Bidan Ahli Gizi Sanitarian Apoteker Sarjana Kesehatan Masyarakat Asisten Apoteker Keterapian Fisik Keteknisian Medis 14 3 3 114 18 72 9 14 4 15 12 2 12 Ngada : 100.000 : 100. 3.pemda/pegawai negeri.000 : 100.000 : 100. sedangkan banyak tenaga kesehatan yang berstatus sukarela tidak didata. Teknik elektromedik dan Anestesi) yaitu 12 per 100. RSUD Bajawa dan Puskesmas serta BP Swasta yang ada Di Kabupaten Ngada dengan rincian tenaga yang bekerja di Dinas Kesehatan sebanyak 61 orang.000 : 100. 5.67% tenaga gizi. Bila dilihat perbandingan rasio pada tabel diatas maka tenaga kesehatan di kabupaten Ngada masih sangat kurang atau belum mencukupi untuk melayani seluruh penduduk di Kabupaten Ngada. di RSUD 138 orang dan di Puskesmas serta jaringannya 256 orang.000 : 100.000 : 100.000 Persentase 35% 50% 27.000 : 100. 20.000 penduduk merupakan paling tinggi cakupannya (97%).000 : 100.22% adalah tenaga medis yaitu dokter. 4.000 : 100.000 : 100.000 : 100. kemudian tenaga teknisi medis (Analis Lab.000 : 100.35% teknisi medis yaitu analis kesehatan. Tenaga kesehatan tersebut tersebar di Dinas Kesehatan. dokter gigi dan dokter spesialis.000 : 100.55% tenaga farmasi.3% 97% 60% 72% 22.000 : 100.86% tenaga bidan.000 Standar Nasional 40 6 11 117 30 100 40 40 10 40 30 4 15 : 100. 41. Tenaga yang bekerja pada instansi kesehatan pada tahun 2009 sejumlah 455 orang. 6.000 : 100.000 : 100.000 : 100. 2009 Bila dilihat dari rasio masing-masing tenaga kesehatan di kabupaten Ngada dibandingkan dengan rasio tenaga kesehatan standar nasional maka tenaga Perawat dengan rasio 114 per 100. dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 374 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 81 orang.000 : 100. ATEM. Anestesi dan fisioterapi.000 : 100.5% 40% 50% 80% Sumber : Subag Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada.

32 Pustu dan 48 Polindes (90 sarana) maka tenaga perawat masih belum memenuhi kebutuhan pada sarana kesehatan yang ada. Menurut kualifikasi pendidikannya. Rasio dokter umum dalah 14 per 100. Namun 4 tenaga dokter spesialis ini merupakan tenaga kontrak atau tidak tetap. Hal ini diatasi dengan penyelenggaraan Progsus D3 Kebidanan kerja sama dengan Poltekkes Kesehatan Kupang di Bajawa. perawat dengan pendidikan S1 keperawatan sebanyak 7 orang. Tenaga Perawat di Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebanyak 157 orang. Spesialis Bedah. Dengan rasio tenaga perawat 114 per 100. masih jauh dibawah standar nasional. yang bergantian selama 3 bulan sekali bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar. Jumlah tenaga Bidan tahun 2009 sebanyak 100 orang. 4 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa sedang melanjutkan pendidikan. Tenaga dokter gigi tahun 2009 sebanyak 4 orang dokter gigi yaitu 2 orang dokter gigi PTT bertugas di Puskesmas dan 2 orang dokter gigi PNS di RSUD Bajawa. Menurut kualifikasi pendidikan. bidan dengan pendidikan DIII sejumlah 18 orang dan Bidan DI sejumlah 82 orang. Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak. Dengan rincian 78 bidan bertugas di Puskesmas dan 22 bidan bertugas di RSUD Bajawa.000 penduduk. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 56 . dengan rincian 12 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas dan 7 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa. Tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas dan Jaringannya sebanyak 93 orang jika dibandingkan dengan jumlah sarana kesehatan dasar yaitu 10 Puskesmas. Pada tahun 2009 jumlah tenaga Dokter Spesialis sebanyak 4 tenaga Dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam. sehingga 3 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas diperbantukan ke RSUD Bajawa.000 penduduk. Dokter Gigi. belum menggambarkan rasio dokter spesialis sebenarnya. Dan untuk mengatasi dokter umum di pelayanan gawat darurat dilakukan kerjasama dengan dokter PTT Puskesmas secara bergilir mendapat tugas jaga di Unit Gawat Darurat Bajawa. Pustu dan Polindes. D3 Keperawatan 166 orang dan SPK 34 orang. Dengan rasio dokter gigi 3 per 100. Jumlah tenaga dokter umum tahun 2009 sebanyak 19 orang. yang diikuti oleh 45 orang Bidan. Sehingga rasio tenaga dokter spesialis 3 per 100. 60 bertugas di RSUD Bajawa dan 4 orang di Dinas Kesehatan kabupaten.000 penduduk belum menggambarkan rasio sebenarnya jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya. Dr/Drg Spesialis. Dengan demikian rasio tenaga bidan 72 per 100. sehingga pelayanan dokter umum yang masih aktif di RSUD Bajawa sebanyak 3 orang.000 Penduduk.Tenaga Medis terdiri dari Dokter Umum. Jika dilihat kualifikasi pendidikan maka sebagian besar bidan belum memenuhi standar kompetensi kebidanan yaitu Diploma 3.000 penduduk. dengan rincian 93 bertugas di Puskesmas.000 penduduk masih jauh dari standar nasional 40 per 100.

2 Puskesmas belum mempunyai tenaga gizi yaitu Pusksesmas Watukapu dan Natarandang. 1 orang bertugas di RSUD dan 5 orang bertugas di Dinas Kesehatan. Rasio asisten apoteker 12 per 100. Secara kualifikasi pendidikan tenaga gizi D4 sebanyak 1 orang bertugas di RSUD. yaitu Sarjana Farmasi 2 orang. 3 orang bertugas di RSUD dan 16 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Tenaga ATEM sangat kekurangan mengingat peralatan kesehatan yang begitu banyak memerlukan tenaga teknisi khusus dalam maintenance dan perbaikan. Dengan rasio perawat gigi 18 per 100. 2 orang bertugas di RSUD dan 2 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. sehingga labkes belum berfungsi maksimal. Tenaga ATEM dan Photorontgent sejumlah 7 orang dan bertugas di RSUD (ATEM 2 orang dan Rontgent 5 orang).000 penduduk. Sarjana Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 21 orang. Secara kualifikasi pendidikan sanitarian dengan pendidikan D3 Sanitasi 13 orang dan pendidikan SPPH 6 orang.000 penduduk. Puskesmas Watukapu dan Natarandang belum mempunyai tenaga farmasi.000 penduduk. Rasio sanitarian 14 per 100. 2 Apoteker bertugas di RSUD dan 1 Apoteker bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Dengan rasio Apoteker 4 per 100. Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat 15 per 100. tenaga D3 gizi 10 orang dan D1 gizi 1 orang. Apoteker di Kabupaten Ngada sejumlah 6 orang. D3 farmasi 7 orang dan SMF 8 orang. 4 orang di RSUD dan 1 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Tenaga Analis Laboratorium tahun 2009 sebanyak 9 orang yaitu 3 orang di Puskesmas dan 6 orang di RSUD.Perawat gigi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 25 orang dengan rincian 20 orang bertugas di Puskesmas. Tenaga farmasi dan asisten apoteker berjumlah 17 orang. Terdapat 7 Puskesmas yang belum memiliki tenaga analis. Sanitarian atau tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Ngada sebanyak 19 orang dengan rincian 13 sanitarian bertugas di Puskesmas. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 57 . 3 Apoteker bertugas di Puskesmas.000 penduduk.000 penduduk. dengan rincian 2 orang bertugas di Puskesmas. Rasio tenaga gizi 9 per 100. Tenaga Gizi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang bertugas di Puskesmas.000 penduduk.

Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 58 .4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Gigi dan Dokter Umum di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.

3 Pembiayaan Kesehatan Pembiayanan kesehatan di kabupaten Ngada berasal dari berbagai sumber yaitu APBN. 25. Sedangkan anggaran kesehatan pemerintah per Kapita adalah Rp. 31. Alokasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan kabupaten Ngada dapat dilihat pada tabel berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 59 . Total APBD kabupaten Ngada tahun 2009 adalah sejumlah Rp.Peta 5. Pada tahun 2009 total pembiayaan kesehatan kabupaten Ngada adalah sejumlah Rp.779. APBD.741.398.383. Sanitarian dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 4.660. 186.755.060. bantuan luar negeri dan sumber-sumber pemerintah lainnya.652.382. Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi.321.. Alokasi anggaran tersebut merupakan anggraan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada..416.6.bila dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan yang dialokasikan melalui APBD maka anggaran kesehatan kabupaten Ngada adalah 6..sudah termasuk dengan gaji pegawai.angka ini sudah termasuk anggaran pemerintah maupun bantuan luar negeri.72% dari total APBD yaitu Rp.

779.321.00 Pinjaman/Hibah luar negeri AIP-MNH (AussAid) Proyek Gafi/GV 587.250.0 3.31.080.000.060.89 1.000.43 26.09 25.935.% 83.660.685.138.1.1.000.08 5 6 6 Bansos (Bantuan Sosial) ADB (DHS II) Jamkesmas Pemda TOTAL Anggaran kesehatan ini merupakan anggaran kesehatan pada istansi kesehatan saja belum termasuk anggaran kesehatan dari sektor-sektor terkait lainnya.62 1.411.242.660.416.000.125.487.1.2 Realisasi Anggran Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Alokasi Anggaran Kesehatan No 1 Sumber Biaya Rp APBD Kab/Kota (Termasuk Gaji dan Dana DAK) 2 3 APBD Propinsi APBN 4 JAMKESMAS DEKON 1.652.500. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 60 .800.668.33 0.416.Tabel 5.000.0.4.333.57 4.133.935.344.

kesehatan satu Profil utama perkembangannya. sejalan dengan perbaikan kondisi umum. antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat. sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada senantiasa mencari terobosan-terobosan dalam hal mekanisme pengumpulan data dan informasi secara cepat untuk melengkapi data dan informasi kesehatan khususnya yang bersumber dari puskesmas. Di bidang Sistem sistem kesehatan. profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting. pengumpulan data dan informasi dari Puskesmas menjadi relatif lebih sulit. diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. Namun disadari.BAB VI PENUTUP 6. karena sangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 61 . sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal. Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kabupaten Ngada selama tahun 2009 tergambar dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hingga tahun ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan. melalui dari Dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini belum mendapat apresiasi yang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan harapan. namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi di jajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditunggu. Informasi informasi data dan informasi Salah adalah ini diperoleh luaran Kesehatan. maka penyediaan data/informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. lintas sektor maupun masyarakat. Walaupun demikian.1 Kesimpulan Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan. upaya pelayanan kesehatan. Gambaran yang demikian merupakan fakta diketahui oleh seluruh pejabat publik dan masyarakat. dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kabupaten Ngada. apalagi dalam era desentralisasi. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan. Oleh karena itu. perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Ngada.

dapat diketahui bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum optimal. 5.2 Saran 1. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan keseriusan dari tingkat bawah yaitu pustu dan puskesmas dalam pencatatan dan pelaporan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas.6. penanggulanngan AKI diutamakan dimulai dari tingkat keluarga dan desa dengan mengoptimalkan Program Desa Siaga. 6. Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam lampiran Profil Kesehatan ini salah satunya disebabkan ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya. Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan keakuratan data. sejalan dengan kebijakan Provinsi NTT dalam Revolusi KIA. Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2009 ini dapat bermanfaat. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 62 . 3. Optimalisasi kinerja TIM SIKDA Kabupaten Ngada untuk pengumpulan data profil kesehatan. Dari gambaran pencapaian pelaksanaan program kesehatan di atas. Penyusunan buku Profil kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan. 4. baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. Adanya peningkatan AKI perlu mendapat perhatian serius. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional. 2.

7  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 7  Tabel 7  ­  61.02  100  %  77.73  %  100  %  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  .3  Status Gizi  39  Kunjungan Neonatus (KN2)  40  Kunjungan Bayi  41  Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)  42  BBLR ditangani  1.050  Jiwa  2  85.70  %  100  %  100.52  100.RESUME PROFIL KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  INDIKATOR  ANGKA/NILAI No. Lampiran  A.7  9  Balita  2.  DERAJAT KESEHATAN  B.66  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 11  Tabel 12  Tabel 12  Tabel 13  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  72.2  Angka Kesakitan  19  AFP Rate < 15 th  20  TB Paru Sembuh  21  Pneumonia Balita Ditangani  22  HIV/AIDS ditangani  23  Infeksi Menular Seksual ditangani  24  Angka Kesakitan DBD  25  DBD ditangani  26  Angka Kesakitan Diare  27  Diare pada Balita ditangani  28  Angka Kesakitan Malaria  29  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)  30  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)  31  Kasus Penyakit Filariasis ditangani  32  Jumlah Kasus Difteri  33  Jumlah Kasus Pertusis  34  Jumlah Kasus Tetanus  35  Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum  36  Jumlah Kasus Campak  37  Jumlah Kasus Polio  38  Jumlah Kasus Hepatitis B  B.83  %  51.00  %  18.  GAMBARAN UMUM  1  Luas Wilayah  2  Jumlah Desa/Kelurahan  3  Jumlah Penduduk  2  4  Kepadatan Penduduk /Km  5  Jumlah Penduduk Laki­laki  6  Jumlah Penduduk Perempuan  7  Rasio Beban Tanggungan  8  Rasio Jenis Kelamin  9  Pddk 10 th keatas Melek Huruf  10  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki­laki)  11  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)  B.42  94.91  %  2  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 5  Tabel 5  Tabel 5  3115  Bayi  55  Bayi  17.9  7  Ibu  224.22  %  1.1  Angka Kematian  12  Jumlah Lahir Hidup  13  Jumlah Bayi Mati  14  Angka Kematian Bayi (dilaporkan)  15  Jumlah Balita Mati  16  Angka Kematian Balita (dilaporkan)  17  Jumlah Kematian Ibu Maternal  18  Angka Kematian Ibu (dilaporkan)  B.015  Jiwa  71.621  Km  94  Desa/Kel  138.42  %  48.17  Jiwa/Km  67.34  50.035  Jiwa  65.41  %  76.00  %  100  %  6.

 Lampiran  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  83.00  %  100.18  %  56.88  %  13.31  %  0.56  %  66.00  %  59.51  %  4.42  %  0.55  %  37.59  %  22.94  %  Tabel 43  51.19  %  No.70  %  71.91  %  73.22  %  63. Terkena KLB ditangani < 24 jam  74  Bayi yang diberi ASI Eksklusif  75  Desa/Kel.17  %  41.2  Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan  85  Sarkes yang memiliki Labkes  C.23  %  100.99  %  Tabel 45  Tabel 46  87. Dg Garam Beryodium yg baik  76  Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap  77  Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)  78  Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)  79  Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar  80  Penduduk Miskin dicakup Jamkesmas  81  Penduduk Miskin Mendapat Yankes  82  Bayi Gakin BGM Mendapat MP­ASI  83  Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila  84  WUS yang diberi Kapsul Yodium  C.20  %  6.35  %  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 19  Tabel 19  Tabel 20  Tabel 21  Tabel 22  Tabel 23  Tabel 23  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 25  Tabel 25  Tabel 26  Tabel 27  Tabel 27  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 29  Tabel 30  Tabel 32  Tabel 33  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 36  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 39  Tabel 40  52.06  %  76.90  %  92.42  %  64.77  %  6.1  Pelayanan Kesehatan  47  Kunjungan Ibu Hamil (K1)  48  Kunjungan Ibu Hamil (K4)  49  Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan  50  Deteksi Dini Tumbang Anak Balita  51  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI  52  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU  53  Peserta KB Baru  54  Peserta KB Aktif  55  Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)  56  Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)  57  Desa/Kelurahan UCI  58  Cakupan Imunisasi Campak Bayi  59  Drop­Out Imunisasi DPT1­Campak  60  MP­ASI Bayi BGM  61  Anak Balita Mendapat Vit.28  %  79.40  %  0.83  %  100.34  %  70.27  %  8.00  %  50.A 2x  62  Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan  63  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1  64  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3  65  WUS dg imunisasi TT5  66  Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk  67  Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk  68  Bumil Risti/Komplikasi  69  Bumil Risti/Komplikasi ditangani  70  Neonatal Risti dirujuk  71  Neonatal Risti dirujuk dan ditangani  72  Sarkes dg Kemampuan Yan.79  %  23.90  %  100.42  %  67.07  %  23.NO  INDIKATOR  43  Balita ditimbang  44  Balita BB Naik  45  BGM  46  Balita Gizi Buruk  C.00  %  45.00  %  71.72  %  52.05  %  100  %  100  %  81. Gadar  73  Desa/Kel.94  %  Tabel 47 .37  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  6.40  %  92.4  Keadaan Lingkungan  88  Rumah yang diperiksa kesehatannya  ANGKA/NILAI  76.76  %  58.  UPAYA KESEHATAN  C.3  Perilaku Hidup Masyarakat  86  Rumah Tangga ber­PHBS  87  Posyandu Aktif  C.

89  %  26.99  %  Tabel 60  Tabel 60  Tabel 60  41  Desa  45  Polindes  274  Psyd  Tabel 62  Tabel 62  Tabel 62 .77  %  83.  SUMBERDAYA KESEHATAN  D.060.42  %  14.3  Sarana Kesehatan  116  Jumlah Desa Siaga  117  Jumlah Polindes  118  Jumlah Posyandu  ANGKA/NILAI  61.13  %  88.35  %  64. Lampiran  Tabel 47  Tabel 48  Tabel 48  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 50  Tabel 51  Tabel 52  Tabel 52  27  Orang  104  Orang  23  Orang  12  Orang  20  Orang  19  Orang  21  Orang  390  Orang  4  Orang  19  Orang  4  Orang  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 55  Tabel 55  Tabel 55  31.416.18  %  45.76  %  71.NO  INDIKATOR  89  Rumah Sehat  90  Keluarga yang diperiksa air bersihnya  91  Keluarga yang memiliki akses air bersih  92  KK memiliki Jamban  93  KK memiliki Jamban Sehat  94  KK memiliki Tempat Sampah  95  KK memiliki Tempat Sampah Sehat  96  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah  97  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat  98  TUPM Sehat  99  Institusi dibina Keslingnya  100  Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes  101  Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes  D.  2.660  Rp.32  %  56.2  Pembiayaan Kesehatan  113  Total Anggaran Kesehatan  114  APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota  115  Anggaran Kesehatan Perkapita  D.50  %  87.84  %  6.15  %  56.1  Tenaga Kesehatan  102  Jumlah Tenaga Medis  103  Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan  104  Jumlah Tenaga Farmasi  105  Jumlah Tenaga Gizi  106  Jumlah Tenaga Tehnisi Medis  107  Jumlah Tenaga Sanitasi  108  Jumlah Tenaga Kesmas  109  Jumlah Tenaga Kesehatan  110  Jumlah Tenaga Dokter Spesialis  111  Jumlah Tenaga Dokter Umum  112  Jumlah Tenaga Dokter Gigi  D.08  %  88.90  %  No.30  %  224.

19  2  JUMLAH  DESA  4  9  18  8  9  7  7  10  6  4  KELURAHAN  5  3  3  0  8  0  0  2  0  0  DESA+KEL.9  48  JUMLAH (KAB/KOTA)  1.7  25  1.318  4.  JUMLAH DESA/KELURAHAN.309  11.92  78  16  94  138.7  85  Sumber: BPS Kab.795  4.947  14.265  4.8  247  1.14  327.864  34.7  139  1.3  44  1.620.992  32.0  50  2.49  103.50  250.94  312.30  167.TABEL 1  LUAS WILAYAH.72  82.026  4.894  4.645  4. JUMLAH PENDUDUK.  DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  LUAS  WILAYAH  (km  )  3  152.394  4. 6  12  21  8  17  7  7  12  6  4  NO  KECAMATAN  JUMLAH  PENDUDUK  7  14.397  5.0  131  3.050  29.827  7. JUMLAH RUMAH TANGGA.656  5.2009)  .26  133.388  7.352  4.38  91.Ngada (Ngada Dalam Angka.5  97  6.757  4.930  8.6  97  7.998  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  RATA­RATA  KEPADATAN  RUMAH  JIWA/RUMAH  PENDUDUK  2  TANGGA  TANGGA  /km  8  9  10  3.

399  2.5  72.795  4.547  67.558  590  948  1.478  <1  11  178  495  89  461  153  148  78  121  87  1­4  12  818  1.8  96. Profil Kesehatan Puskesmas  Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3  LAMPIRAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 .322  804  1.957  3.241  3.9  94.093  5.542  6.837  2.520  RASIO  RASIO  BEBAN  JENIS  TANG  KELAMIN  GUNGAN  18  19  76.947  14.929  372  1.246  7.799  16.353  1.  RASIO BEBAN TANGGUNGAN.011  997  2.947  3.013  1.292  941  1.3  91.764  3.5  49.354  31.742  3.6  64.641  380  1.864  34.067  2.626  10.645  15.141  16.397  615  852  1.TABEL 2  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN.4  92.215  973  1.553  30.384  838  641  1.751  4.616  71.8  92.6  75.3  93.571  7.723  17.531  977  2.431  4.050  1.217  3.661  1.760  583  632  1.248  280  501  217  226  198  290  113  JML  17  7.998  JUMLAH PENDUDUK  <1  4  149  385  74  392  144  162  94  76  66  1­4  5  785  1. KELOMPOK UMUR.035  65.701  6.436  8.747  2.1  97.179  4.992  32. RASIO JENIS KELAMIN.3  76.168  212  >=65  9  457  972  225  758  192  278  209  340  116  JML  10  7.4  94.645  502  3.884  3.9  90.6  70.930  8.530  14.726  10.048  2.7  98.002  473  3.186  216  >=65  16  543  1.386  2.193  2.388  7.268  3.889  918  2.642  742  1. DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDU  K  3  14.1  72.957  7.309  11.487  8.3  NO  1  KECAMATAN  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  138.329  432  736  695  257  275  LAKI­LAKI (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  6  7  8  1.978  471  679  766  346  286  PEREMPUAN (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  13  14  15  1.3  Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota.827  7.015  1.216  6.810  7.220  3.6  79.920  3.193  16.517  845  1.907  4.

964  7.208  1.510  2.720  6.031  4.533  13.409  2.175  13.227  660  123  71.626  12.467  2.073  4.530  6.035  LAKI­LAKI+PEREMPUAN  5  3.391  5.681  6.429  15.TABEL 3  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK  LAKI­LAKI  3  1.162  7.521  2.949  3.645  6.965  3.236  2.542  5.141  8.945  6.155  2.578  16.932  6.259  1.465  7.810  6.352  12.989  8.611  3.384  10.LAMP PROF NGD 09 PRINT .311  5.904  4.015  PEREMPUAN  4  1.601  6.589  7.495  2.213  4.342  311  138.277  682  188  67.176  4.050  NO  KELOMPOK UMUR (TAHUN)  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  2  < 1  1 ­ 4  5 ­ 9  10 ­ 14  15 ­ 19  20 ­ 24  25 ­ 29  30 ­ 34  35 ­ 39  40 ­ 44  45 ­ 49  50 ­ 54  55 ­ 59  60 ­ 64  65 ­ 69  70 ­ 74  75+  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Profil Puskesmas/Kecamatan  06.109  3.504  1.

668  50.553  ­  ­  ­  SD/MI  5  SD/MI  13  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KAB NGADA  KABUPATEN NGADA  27  182  1401  372  196  134  55  36  214  1382  238  274  192  34  16776  38  18351  39  4923  868  4617  539  819  712  1161  18243  25  21942  12  4581  687  4275  446  702  498  810  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Ngada Dalam Angka 2009  51.370  ­  ­  1.196  46.TABEL 4  PERSENTASE PENDUDUK LAKI­LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT  TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  LAKI­LAKI  NO  KECAMATAN  TIDAK/  TIDAK/  BELUM  BELUM  PERNAH  TAMAT  SEKOLAH  SD  3  4  SLTP/  MTs  6  TIDAK/  TIDAK/  SLTA/  AK/ DIPLO  UNIVE  BELUM  BELUM  JUMLAH  PERNAH  TAMAT  MA  MA  RSITAS  SEKOLAH  SD  7  8  9  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.647  ­  ­  ­  11  12  PEREMPUAN  SLTP/  SLTA/  MTs  MA  14  15  AK/  UNIVER  DIPLO  JUMLAH  SITAS  MA  16  17  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.367  ­  ­  2.591  .210  54.

665  14.9  105.7  54.7  55.6  55.0  31.141  11.059  4.5  19.0  55.927  1.540  2.5  55.897  3.4  11.474  LAKI­LAKI  MELEK HURUF  LAKI­LAKI + PEREMPUAN  JUMLAH  9  10.225  28.1  38.130  1.940  8.1  49.946  50.357  7.130  2.800  48.8  17.009  52.0  18.085  13.052  5.8  54.552  3.132  2.6  JUMLAH  6  5.264  3.987  4.8  34.379  516  JUMLAH (KAB/KOTA)  50.504  8.043  4.460  3.7  6.786  9.1  12.150  5.134  1.726  615  13.2  %  11  89.196  223  7.6  54.209  1.0  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  4  4.0  12.819  MELEK HURUF  NO  1  KECAMATAN JUMLAH  2  3  5.750  28.5  58.799  4.951  5.TABEL 5  PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS  PEREMPUAN  %  5  85.293  MELEK HURUF  %  8  93.3  52.576  23.435  12.422  1.9  11.146  51.494  619  312  7  5.4  59.0  15.615  4.690  2.530  392  6.889  3.4  Sumber ; Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2008  .512  2.763  2.633  15.715  760  204  10  9.1  56.188  3.276  8.5  70.784  24.

246  905  1.9  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi  .71  1.321  9  2.19  0.115  55  3.881  1.603  3.62  4.03  1.68  JUMLAH BAYI  MATI  8  5  10  5  6  5  6  4  7  5  2  JUMLAH  BALITA 9  1.39  1.24  2.570  852  1.170  1.63  1.7  14.TABEL 6  JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  LAHIR HIDUP  LAHIR MATI  4  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  5  6  10  1  8  5  4  6  7  5  3  LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI  LAHIR MATI  6  296  840  141  575  307  244  270  267  118  112  7  2.415  1.64  2.74  55  17.22  2.461  827  561  JUMLAH  BALITA MATI  10  2  1  1  0  0  1  0  1  2  1  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)  3.

TABEL 7  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL  JUMLAH LAHIR  KEMATIAN  KEMATIAN  KEMATIAN  JUMLAH  HIDUP IBU HAMIL  IBU BERSALIN  IBU NIFAS  4  5  6  7  8  290  1  1  ­  2  830  2  1  ­  3  140  ­  ­  ­  ­  567  ­  ­  ­  ­  302  ­  ­  ­  ­  240  ­  ­  ­  ­  264  ­  ­  ­  ­  260  ­  1  ­  1  113  ­  1  ­  1  109  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3.72  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)  Sumber: Laporan Seksi KIA.115  3  4  ­  7  224. Bidang Yankesda Dinas Kesehatan Kab. Ngada  Keterangan:  ­ Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin  + jumlah  kematian ibu nifas  .

­ Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi .

94  100  0.69  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  4.00  #DIV/0!  #DIV/0!  1.07  82.00  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  76.59  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  .00  1.34  100  2.26  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  20.53  2.00  #DIV/0!  JML  11  100  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  100  #DIV/0!  RASIO KORBAN  PER KEJADIAN  KECELAKAAN  12  7.50  100.000 PENDUDUK  129  2  57  275  334  241.25  1.00  44.74  ­  #DIV/0!  LUKA  RINGAN  10  87.60  17.20  1.00  ­  ­  #DIV/0!  % KORBAN  LUKA  BERAT  9  11.00  55.49  #DIV/0!  NO  KECAMATAN  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  20  40  37  1  ­  ­  5  34  ­  19  27  92  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO PER 100.81  ­  100.TABEL 8  JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS  DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK  DIRINCI MENURUT KECAMATAN  TAHUN 2009  JUMLAH  KEJADIAN  KECELAKAAN  3  20  11  1  JUMLAH KORBAN  MATI  4  1  ­  ­  LUKA  BERAT  5  17  ­  1  LUKA  RINGAN  6  126  11  ­  JML  7  144  11  1  ­  ­  25  61  92  ­  % THD  TOTAL  43  3  0  ­  ­  7  18  28  ­  MATI  8  0.

67  54.70  194  169  169  100  Sumber: Laporan Program TB Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  LB1 Puskesmas Tahun 2009  Keterangan:  Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Pasien TB (+).00  10  18  11  22  66  2  17  29  4  20  5  11  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  12  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  ­  ­  426  47  47  29  61.50  66. DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TB PARU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  AFP    <  15 TH  4  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  KLINIS  5  46  100  63  20  12  4  124  19  36  2  (+)  6  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  DIOBATI  SEMBUH  7  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  8  3  5  2  6  1  1  7  ­  3  1  PNEUMONIA  %  JML  JML PEND  BALITA  % BALITA  DITANGANI  DITANGANI  SEMBUH  PENDERITA  BALITA  9  100.00  50.55  50.TABEL 9  AFP RATE.00  62.00  63.64  ­  100. di wilayah kerja Watukapu. Natarandang dan Maronggela melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Waepana  .00  100.  % TB PARU SEMBUH.

0  3  100.0  100.0  100.0  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  15  15  100  63  63.TABEL  10  HIV/AIDS.52  9  100  2.0  Sumber:Laporan Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Bidang Kesmas Dinas Kesehatan  Ket:  ­ Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Kasus HIV/AIDS adalah Kasus HIV yang masih hidup dari tahun 2003 dan yang ditemukan baru tahun 2009  .33  63.437  1.00  42.0  100.14  100.437  57.0  100.0  3  100.0  7  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  8  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  9  100  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  100  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  10  ­  2  0  4  2  1  0  ­  ­  ­  11  2  0  4  2  1  0  12  0  100  0  100  100  0  #DIV/0!  0  0  0  13  166  404  157  504  133  130  258  302  265  169  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  15  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  48.0  100.16  62.97  16  100.0  100.0  100.22  59.80  44.80  45.76  100.0  0  #DIV/0!  1  100. DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  HIV/AIDS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JML  KASUS  %  DITANGANI  IMS  JML  KASUS  %  DITANGANI  DBD  JML  KASUS  %  DITANGANI  DIARE  JML  KASUS  JML  DIARE  PADA  BALITA  DIARE  PADA  BALITA  DITANGANI  %Diare  Balita  %  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  0  0  0  0  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  5  2  0  3  0  1  3  0  0  1  5  6  5  100.26  44.488  18.0  2  100.0  0  0.0  100.00  100  9  6. INFEKSI MENULAR SEKSUAL.02  1.31  58.0  0  #DIV/0!  0  #DIV/0!  1  100.0  100.

126  2.055  345  539  229  POSITIF  5  3.62  72.854  1.272  1.00  100.721  77.00  100.00  Sumber: Laporan Bulanan Penemuan & Pengobatan Malaria Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Ket :  API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)  AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)  .TABEL 11  PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  MALARIA  % POSTIF  6  63.66  7.00  100.67  40.00  100.31  42.188  579  732  3.83  38.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK  10.21  34.291  199  1  ­  DIOBATI  7  5.46  18.00  100.912  57.096  369  1.736  347  732  2.00  100.58  0.19  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KLINIS  4  1.07  ­  38.742  142  2.633  100.00  100.346  544  540  229  % DIOBATI  8  100.58  36.452  232  ­  1.838  511  4.00  100.00  100.

TABEL  12  PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  KUSTA  % RFT PB  PEND MB  6  7  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  PEND PB  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT PB  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT MB  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % RFT MB  9  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  Sumber: Laporan  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan : Penderita PB tahun X ­ 1. Penderita MB tahun X ­ 2  X = tahun 2009  .

TABEL 13  KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PENDERITA PENY.  FILARIASIS  JUMLAH  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  DITANGANI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % DITANGANI  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB1 Puskesmas Tahun 2009  ­  ­  #DIV/0!  .

 Laporan Tahunan Bidang Kesmas Tahun 2009  .TABEL 14  JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KASUS  PD3I  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  DIFTERI  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PERTUSIS  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  NEONATORUM  CAMPAK  8  POLIO  9  HEPATITIS B  10  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.

226  72.37  JML BAYI  7  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  KUNJ  8  254  710  126  379  244  163  290  251  134  122  %  9  77. Profil Puskesmas Tahun 2009  .41  3.84  85.22  3.507  2.89  1.83  1.68  80.TABEL   15  CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS.115  2.673  76.65  90.96  78.31  54.81  53.57  1.68  77.00  80.893  92.73  54  100  Sumber: Laporan Bidang Yankes 2009.74  BAYI  BAYI LAHIR  JML LAHIR  %  DITIMBANG  HIDUP  DITIMBANG  10  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  11  282  800  128  564  251  218  264  214  80  92  12  97  96  91  99  83  91  100  82  71  84  BBLR  13  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  % BBLR  14  3.08  3.87  54  1.88  93.92  6.83  BBLR  % BBLR  DITANGANI  DITANGANI  15  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  16  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.54  84.58  79.30  66.19  1.32  0.074  2.91  79.09  56. BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NEONATUS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  287  823  135  562  298  237  261  254  110  107  KN2  5  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  6  82.10  1.95  74.20  64.55  71.31  77.06  1.

461  827  561  5  1.76  70.97  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH (KAB/KOTA)  14.037  1.19  1  .415  1.87  9.60  4.53  0.65  4.11  0.63  3.48  4.288  2.19  13  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  5.02  9.41  6.45  92.832  763  1.138  748  519  6  804  2.71  3.15  74.35  79.68  1.72  73.09  0.19  68.51  10  62.42  8.78  74.603  3.78  2.21  0.89  90.99  3.246  905  1.68  6.16  ­  0.35  5.35  18.42  67.97  2.29  77.12  4.10  0.49  3.55  56.944  7.52  2.388  484  898  21  76.17  KEC  Prev  BEBAS  Gizi  Gizi  Gizi  RAWAN  Buruk  Kurang/K  Buruk/  urus  Kurus Skli  GIZI  +Kurang  4.84  55.93  6.061  565  786  684  494  710  772  414  98  Gizi  Gizi  Kurang/K  Buruk/  DITIMBANG  BB NAIK  urus  Kurus Skli  8  78  356  20  105  19  24  62  52  144  38  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  9  80.47  67.35  73.88  % BALITA BGM  7  45  105  30  66  65  37  31  41  32  32  BGM  11  3.52  0.09  17.43  77.570  852  1.060  919  640  1.77  12  0.07  5.51  4.881  1.87  5.97  2.58  1.33  89.42  72.321  10.27  0.23  7.56  17.38  3.TABEL 16  STATUS GIZI  BALITA DAN JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BALITA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  BALITA  YANG  DITIMBANG  BB NAIK  ADA  4  1.05  74.47  0.28  6.

33  76.34  100.00  80.1  81.146  255  779  385  457  452  313  263  158  K1  5  434  1. PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  IBU HAMIL NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  466  1.76  89.915  83.79  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.1  87.14  52.45  68.13  85.90  3.43  98.14  50.007  163  702  314  245  452  313  144  141  %  6  93.24  72.97  54.8  2.20  30.06  3.NIFAS  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  292  820  140  570  307  244  268  265  116  112  81.TABEL 17  CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1.95  81.03  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .33  52.9  90.134  2.674  3.34  76.226  71.21  55.897  92.06  60.49  81.147  2.70  57.6  53.38  82.0  100.9  63. K4).46  62.99  85.26  33.0  54.6  100.39  91.53  40.48  JUMLAH  9  293  830  140  570  307  244  268  266  117  112  IBU BERSALIN  DITOLONG  NAKES  10  282  800  128  564  251  218  268  214  80  92  %  11  96.306  58.16  80.25  96.14  JUMLAH  IBU NIFAS  MENDAPA  T  YAN.8  89.2  K4  7  243  863  93  428  170  123  138  126  48  74  %  8  55.

102  1.27  100.415  1. PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  ANAK BALITA (PRA SEKOLAH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIDETEKSI  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.00  17.TABEL 18  CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA.07  9.138  748  519  %  6  80.476  1.246  905  1.461  827  561  5  1.967  14.51  JUMLAH  DIPERIKSA  7  2.151  2.85  78.200  1.89  90.23  96.407  230  1.33  89.944  76.260  361  174  997  894  539  174  11  1.351  745  %  9  87.42  22.35  79.53  91.00  SISWA SD/MI  SISWA SMP/SMU  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  14.72  73.832  763  1.288  1.993  2.115  3.185  23.36  95.18  100.570  852  1.193  1.715  64.060  919  640  1.321  10.20  ­  74.35  73.30  ­  10.423  1.34  JUMLAH  DIPERIKSA  10  1.87  ­  ­  19.45  92.794  1.56  20.55  56.29  77.06  54.141  5.446  5.603  3.288  2.76  70.150  631  740  ­  1.88  .395  951  8  2.881  1.096  ­  25  ­  ­  ­  195  182  513  174  %  12  98.037  1.513  2.150  3.96  35.

018  3.070  2.66  11.395  787  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  20.58  8.92  20.44  16.886  1.703  71.60  PESERTA KB AKTIF  JUMLAH  7  1.024  646  %  8  63.69  65.41  82.275  3.96  73.348  2.212  4.81  81. DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PESERTA KB BARU  JUMLAH  5  372  436  253  391  292  240  454  227  170  %  6  18.70  14.118  1.835  13.94  67.TABEL  19  JUMLAH PUS.08  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH PUS  4  2.98  83. PESERTA KB BARU.736  1.99  65.224  1.877  1.05  .695  2.27  21.02  21.216  912  1.652  1.59  21. PESERTA KB.002  4.87  8.66  79.

Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota .

08  4.71  24.72  2.01  2.60  1.63  3.90  30.32  14  30.77  17.30  2.480  382  1.36  16.66  16.672  6.224  1.864  497  ­  ­  14.93  2.32  6.77  27.37  44.80  14.TABEL 20  JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB AKTIF  NON MKJP  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  KONDOM  % PESERTA KB AKTIF  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  MKJP  IUD  MOP/  MOW  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  NON MKJP  KONDOM  NO  KECAMATAN IUD  MKJP  MOP/  MOW  OBAT  VAGINA  OBAT  VAGINA  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  90  307  111  1.65  17.76  61.16  41.34  19.51  16.024  646  12  7.80  6.40  16  13.44  1.90  38.52  31.38  ­  ­  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .52  64.07  2.183  967  1.09  1.736  1.77  41.70  7.37  41.51  1.65  45.703  14.05  2.21  2.652  1.08  20.85  6.83  2.22  6.06  9.50  17  5.59  72.05  ­  13  1.018  3.520  2.82  4.33  3.12  6.48  3.91  37.226  59  220  108  62  ­  4  23  210  18  570  19  76  25  11  15  5  389  537  163  91  19  346  105  22  ­  6  531  1.275  3.58  11.94  6.216  912  1.15  ­  15  41.47  13.63  6.52  10.79  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  2.016  660  680  725  630  416  7  174  573  282  251  131  277  724  255  197  8  68  117  62  62  24  53  49  44  18  9  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  11  1.

835  14.02  12.50  22.59  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  LAIN  NYA  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  MKJP +  NON  MKJP  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  422  47  347  1.885  1.52  12.45  20.75  4.47  OBAT  KONDOM  VAGINA  IUD  12  16.88  7.6578  12.57  6.09  4.42  10.83  36.12  62.92  46.16  31.37  18.97  5.91  20.46  ­  10.TABEL 21  PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB BARU  NO  KECAMATAN  IUD  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  63  63  51  123  ­  25  46  51  ­  MKJP  MOP/  MOW  4  1  ­  ­  ­  ­  22  24  ­  ­  NON MKJP  IMP  LANT  5  99  85  58  16  12  57  20  ­  ­  SUN  TIK  6  143  193  58  181  199  74  199  82  107  PIL  7  17  28  38  48  60  20  120  47  62  MKJP +  LAIN  NON  OBAT  KONDOM  MKJP VAGINA  NYA  8  9  10  11  49  ­  ­  372  67  ­  ­  436  48  ­  ­  253  23  ­  ­  391  21  ­  ­  292  42  ­  ­  240  45  ­  ­  454  47  227  1  170  MKJP  MOP/  MOW  13  0.83  43.42  15.28  20.94  14.27  ­  ­  ­  ­  9.236  440  343  ­  ­  2.24  43.13  22.70  36.15  30.19  17.598  15.27  22.55  8.44  44.70  0.92  4.17  5.61  19.29  68.29  ­  ­  IMP  LANT  14  26.47  ­  17  13.94  PIL  16  4.41  ­  ­  % PESERTA KB BARU  NON MKJP  SUN  TIK  15  38.50  9.0988  0  0  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .11  23.33  26.43  20.17  15.

00  42.67  95.33  100.24  100.00  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  77  81.00  75.00  100.00  100.TABEL 22  PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  DESA/KEL UCI 5  8  20  8  10  7  3  5  7  6  3  % DESA/KEL UCI  6  66.91  .86  71.43  58.

Sumber:Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Dinas Kesehatan .

370  67.15  2.96  192  64.70  31  18.97  JUMLAH (KAB/KOTA)  % BAYI DIIMUNISASI LENGKAP  3.72  468  82.460  70.58  81.41  771  87.03  10.54  513  90.61  271  87.57  129  79.58  2.88  82  27.29  271  82.54  87.02  129  75.52  98  64.25  88  57.40  6.06  147  41.89  (17.06  220  76.42  226  72.587  73.46  885  DO  (%)  17  7.05)  (18.70  67.70  113  65.43  687  78.76  39  11.87  (1.65  163  54.07  489  55.34  85.90  200  64.29)  72.48  137  24.61  554  62.845  81.61  232  65.01  187  62.77  2.61  2.57  2.32  137  84.17  Sumber : Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Tahun 2009  Ket : Watukapu melayani imunisasi bayi dari waepana maupun natarandang di daerah perbatasan desa  .78  191  58.76  76.91  141  40.08  113  65.48)  2.97  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  RSUD BAJAWA  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  BCG  JUMLAH  5  306  714  144  485  251  227  257  244  113  104  %  6  93.TABEL  23  PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH  BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  IMUNISASI  DPT1+HB1  DPT3+HB3  POLIO 4  CAMPAK  HB Neonatus  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  256  78.87  263  80.41  19.43  82.70  113  65.95  655  74.92  197  68.43  238  72.469  70.01  83  54.88  202  68.05  151  92.05  16  10.64  113  69.33  433  76.90  69.52  228  73.757  78.77  73.16  249  87.507  2.76  235  66.12  2.32  65.14  157  96.37  418  73.00  101  66.31  15.55  191  61.14  88.88  243  84.97  197  68.

67  29.321  10.83  21  21  100  .881  1.293  996  456  1.0  23.74  79. BALITA  YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  BAYI BGM  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  4  35  36  30  30  33  15  10  9  24  32  MP ASI  5  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  %  6  25.85  84.74  55.34  14.118  1.415  1.461  827  561  MENDAPAT  VIT A 2X  BALITA GIZI BURUK  JUMLAH  10  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  MENDAPAT  PERAWATA  N  %  9  69.17  28.39  100.603  3.225  702  244  11  2  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  254  105  41.00  66.570  852  1.94  50.964  731  1.13  ANAK BALITA (1­4TAHUN)  JUMLAH  7  1.33  23.71  75.80  68.415  1.TABEL  24  CAKUPAN BAYI.01  85.00  83.144  70.49  %  12  100  #DIV/0!  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  8  1.33  33.89  43.00  70.33  100.246  905  1.

32  76.51  66.766  59.25  89.630  56.10  73.45  44.18  2.146  255  779  385  457  452  313  263  158  Fe1  JUMLAH  5  254  801  156  461  210  154  240  230  119  141  %  6  54.27  .674  2.97  83. Fe3  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  IBU HAMIL  4  466  1.90  61.49  47.06  50.51  69.69  73.70  53.18  54.18  59.48  45.54  132  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  4.24  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  Fe3  JUMLAH  7  254  762  120  392  295  130  202  230  113  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  %  8  54.62  28.48  42.TABEL 25  JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN  TABLET Fe1.55  33.

09  52.24  15.146  255  779  385  457  452  313  263  158  TT 2  %  6  60.14  38.38  8.66  4.59  36.253  26.36  12.92  72.81  3.11  8.60  21.30  7.37  Sumber: Laporan Program Imunisasi Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .79  19.TABEL 26  JUMLAH WANITA USIA SUBUR DENGAN STATUS IMUNISASI TT  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TT 1  JML  5  280  602  212  298  182  187  328  202  134  111  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  BUMIL  4  466  1.31  4.54  50.16  18.58  0.65  42.25  TT 3 %  8  11.42  TT 5  %  12  JML  13  83  42  12  32  32  21  96  48  ­  25  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JML  7  54  413  41  199  107  91  12  133  174  29  JML  9  81  99  94  34  50  66  85  30  ­  37  JML  11  86  52  50  53  21  19  146  23  ­  24  %  14  17.35  TT 4  %  10  17.34  ­  15.81  9.674  2.61  6.86  4.45  4.91  2.19  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.27  40.35  ­  15.95  70.80  5.55  27.99  14.14  391  8.26  1.81  576  12.08  25.04  16.57  64.16  32.25  47.32  474  10.00  23.536  54.49  66.44  18.64  36.71  4.54  19.53  83.45  4.82  18.

TABEL 27  PERSENTASE  AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK  NO 1  1  RUMAH SAKIT  2  PUSKESMAS  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  NATARANDANG  MARONGGELA  RIUNG  SARANA PELAYANAN KESEHATAN  2  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  %  8  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  3  4  6  7  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )  .

83  0.33  84.15  0.38  1.19  10  2.90  28  100  Sumber:Laporan Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Yankes Tahun 2009  .31  22  3.31  3.26  41  3.83  JUMLAH  12  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.06  8  %  8  75.38  13  2.90  102  5.00  100  100  100  100  83.10  13  5.88  1.71  0.04  7  5.16  50  8.674  299  6.03  0.40  276  92.115  28  0.TABEL 28  JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  BUMIL RISTI/  KOMPLIKASI  BUMIL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  IBU HAMIL 4  466  1.43  0.66  0.50  100  9  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  JUMLAH  10  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  11  1.62  87.76  100.146  255  779  385  457  452  313  263  158  JUMLAH  NEONATAL  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  5  66  102  13  41  13  10  12  26  8  8  %  JUMLAH  6  7  14.65  10  8.96  1.

 GADAR  JUMLAH  4  %  5  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  100.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2009  16  8  50.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  3  RUMAH SAKIT KHUSUS  ­  ­  #DIV/0!  4  PUSKESMAS  10  5  50.00  5  SARANA YANKES.LAINNYA  5  2  40.00  .TABEL 29  PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH SARANA  3  MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN.

00  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  1  1  100.TABEL 30  JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  DESA/KEL TERKENA KLB  DITANGANI  JUMLAH  %  <24 JAM  5  6  7  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  1  1  100.00  Sumber: Laporan Seksi Penanggulangan Wabah Bidang Kesmas Tahun 2009  .

17  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Laporan Tahunan Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2009  Jumlah penderita adalah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR)  .55  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  NO  JENIS KEJADIAN LUAR BIASA 1  2  1  Kematian Rabies  CFR (%)  9  4.TABEL 31  JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN  SERTA JUMLAH KECAMATAN DAN DESA YANG TERSERANG KLB  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDUK  JUMLAH KEC  JUMLAH DESA  TERANCAM  3  4  5  1  1  1.551  YANG TERSERANG  JUMLAH  PENDERITA  6  24  JUMLAH  KEMATIAN  7  1  ATTACK  RATE  (%)  8  1.

65  104  29.TABEL 32  JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BAYI YANG DIBERI  ASI EKSKLUSIF  JUMLAH  %  5  6  173  52.91  444  50.45  92  56.75  NO  KECAMATAN 2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  3.58  157  50.44  266  46.55  34  19.606  45.77  70  45.79  .91  193  67.48  73  24.507  1.

00  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009.00  28.57  ­  100.40  .10  25. Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  94  22  23.TABEL 33  PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH DESA/KEL  DG GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  % DESA/KEL DG  GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH DESA/KEL  DISURVEI 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  2  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  5  ­  8  2  3  2  ­  7  ­  ­  ­  6  ­  38.00  30.

200  1.423  1.29  ­  0.150  3.513  2.08  0.TABEL 34  PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN DASAR GIGI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  TUMPATAN  PENCABUTA  GIGI  N GIGI  TETAP  TETAP  JUMLAH RASIO  TAMBAL/  CABUT  JUMLAH  MURID SD  UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF)  MURID SD/MI DIPERIKSA  JUMLAH  %  MURID SD/MI  JUMLAH  %  PERLU  MENDAPAT  MENDAPAT  PERAWATAN  PERAWATAN  PERAWATAN  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  13  54  ­  27  4  ­  28  4  ­  ­  5  156  185  23  66  24  4  84  45  17  ­  6  169  239  23  93  28  4  112  49  17  ­  7  0.41  0.23  64.33  0.00  54.993  2.993  1.37  #DIV/0!  62.723  3.288  1.151  66.00  ­  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/ KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  130  604  734  0.17  ­  0.27  100.00  25.967  14.597  63.56  4.446  5.22  22.72  .33  38.09  ­  #DIV/0!  8  2.794  1.102  1.150  890  812  ­  1.193  905  ­  10  96.19  73.395  951  9  2.366  5.63  ­  100.73  91.79  48.87  ­  11  294  926  335  890  399  ­  569  950  360  ­  12  224  683  118  630  193  ­  353  950  ­  ­  13  76.76  35  70.04  100.

383  111  2.494  .383  111  2.494  ­  ­  2.TABEL 35  JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PENYULUHAN KESEHATAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH SELURUH  KEGIATAN  PENYULUHAN  KELOMPOK  JUMLAH  KEGIATAN  PENYULUHAN  MASSA  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  367  23  228  415  266  64  206  430  288  96  5  22  6  1  ­  30  4  10  7  19  12  6  389  29  229  415  296  68  216  437  307  108  SUB JUMLAH I  1  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  2  Rumah Sakit  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009. Profil Puskesmas Tahun 2009  2.

208  3.415  4.309  11.800  3.465  8  184  231  235  1.93  ­  ­  56.307  2.526  8.66  64.093  925  557  930  1.393  JAMSOSTEK  JAMKESM  JAMKES  JAMKES  AS  DA  DINSOS  (PUSAT)  JUMLAH  9  8.055  7.885  1.154  5.827  7.947  14.386  %  10  59.826  8.992  21.81  67.811  17.60  54.23  38.998  ASKES  5  485  3.80  72.791  6.571  2.300  5.098  52.986  41.820  5.TABEL  36  CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  PENDUDUK*  4  14.28  50.404  11.142  13.495  3.521  4.14  57.222  5.14  66.864  34.388  7.000  5.23  52.406  6.86  57.812  4.389  6.511  449  300  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  PERSENTASE  Sumber: Laporan Jamkesmas Tahun 2009  138.795  4.23  34.75  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  792  310  478  492  390  472  7  8.050  6.28  8.23  Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut kecamatan  .

00  100.00  46.00  100.00  46.67  47.53  0  0  PELAYANAN BAYI MASY.406  5.914  6  100.73  53.348  7.00  100.00  100.508  5.818  2.00  100.00  100.730  4.914  5  8.00  100.348  7.MISKIN  JUMLAH BAYI  BGM MENDAPAT MP­  ASI  MASY.055  7.102  3.76  68.406  5.00  70.074  8.079  6.102  3.534  71. Profil Puskesmas Tahun 2009  .MISKIN  BGM  JUMLAH  12  %  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  11  10  27  10  15  23  15  10  6  7  9  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  13  90.93  116.00  100.326  14.79  65.28  292  0.45  132  105  79.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  65.326  14.01  0  0  0  0  0  0  0.00  MENDAPAT YANKES  Rawat  Jalan  7  6.40  45.00  100.TABEL  37  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  MASYARAKAT  MISKIN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  DICAKUP  JAMKESMAS (Pusat &  JUMLAH YANG  Daerah) ADA  JUMLAH  %  4  8.303  5.305  7.789  3.00  100.MISKIN  BAYI MASY.55  Sumber: Laporan Seksi Jaminan Kesehatan Tahun 2009.085  %  8  75.00  100.611  3.079  6.83  100.055  7.508  5.998  2.818  2.603  3.91  117.286  65.582  3.55  Rawat  Inap  9  251  ­  ­  ­  ­  ­  ­  41  ­  ­  %  3.00  70.286  100.00  100.730  4.00  100.33  71.25  48.184  2.03  79.

00  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  100.TABEL 38  PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN KESEHATAN KERJA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH PEKERJA  FORMAL  4  JUMLAH YANG  DILAYANI  5  ­  %  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  .00  #DIV/0!  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  2  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  130  130  311  451  311  451  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 892  892  100.

629  650  3.55  22.10  25.94  14.15  64.42  79.11  ­  ­  27.852  5.321  766  282  134  DILAYANI  KES  PRA USILA DAN USILA  %  9  67.598  3.022  408  66  8  661  486  ­  ­  271  95  887  750  209  42  11  2.772  617  108  JUMLAH (KAB/KOTA)  15.970  1.20  39.93  22.42  32. Profil Puskesmas Tahun 2009  .60  %  12  75.972  864  356  1.20  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.91  74.68  81.52  98.15  97.291  1.150  795  ­  ­  506  235  2.19  6.059  780  2.125  1.58  ­  ­  35.32  ­  ­  31.34  JUMLAH  10  2.091  498  292  DILAYANI  KES  USILA (60TH+)  JUMLAH  7  979  493  505  1.TABEL 39  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PRA USILA (45­59 TH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.489  309  ­  ­  235  140  1.308  37.238  1.285  4.11  31.907  31.734  4.401  51.031  1.40  6.06  36.57  95.552  1.33  62.31  67.857  780  426  DILAYANI  KES  %  6  80.332  8.84  93.831  5.35  5  1.059  765  294  1.

35  .33  ­  ­  ­  ­  16. ENDEMIS SEDANG & BERAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  ENDEMIS 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  JUMLAH WUS  5  3.921  200  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Profil Puskesmas Tahun 2009  94  33.121  6.517  2.889  3.353  8.268  2.86  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  1.760  1.002  6.186  JUMLAH YANG  DIBERI KAPSUL  YODIUM  % YANG DIBERI  KAPSUL YODIUM  7  ­  ­  ­  ­  71.693  1.193  2.TABEL 40  CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  WUS DI DESA/KEL.558  1.419  2.

TABEL 41  PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV­AIDS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  DONOR DARAH  NO  1  UNIT TRANSFUSI DARAH  2  JUMLAH  PENDONOR  3  JML SAMPEL  DARAH DIPERIKSA  4  JML POSTIF  HIV/AIDS  5  % POSITIF HIV­  AIDS  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH  Sumber: ……………. (sebutkan)  ­  ­  ­  ..

843  34.218  138.149  138.168  7.925  15.400  23. RAWAT INAP.120  34.098  5.576  10.571  ­  ­  161.937  8. sudah termasuk dengan kunjungan puskesmas di wilayah BP Swasta  kecuali Puskesmas Waepana tidak termasuk kunjungan ke BP  .937  8.098  5.438  21.971  JUMLAH  5  22.971  4.577  9.492  2.549  18.050  4.925  15.050  113.296  7.600  18.822  138.600  RAWAT INAP  4  723  ­  ­  ­  ­  ­  ­  128  ­  ­  851  4.577  9.11  5.22  Sumber:LB4 Puskesmas Tahun 2009  Ket : kunjungan ke sarana yankes lainnya (BP Swasta).576  10.571  ­  23.TABEL  42  JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN . PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KUNJUNGAN  RAWAT JALAN  3  22.492  2.971  KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA  JUMLAH  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  %  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  NO  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  SARANA PELAYANAN  KESEHATAN  2  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II  1  Sarana Yankes lainnya  JUMLAH (KAB/KOTA)  JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA  JUMLAH PELAYANAN  CAKUPAN KUNJUNGAN (%)  156.218  137.438  21.

00  100.67  4  PUSKESMAS  10  7  70.TABEL 43  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH YANG MEMILIKI  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH  3  LABKES  4  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  5  % YANG MEMILIKI  LABKES  6  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  7  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  1  100.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  3  Lab Swasta/BP Swasta  6  1  16. bedah. penyakit dalam dan anak  .94  Sumber : Laporan Tahunan Dinas Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009  Ket : Kemampuan Labkes : Mampu menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan sesuai standar  4 spesialis dasa : pelayanan kandungan dan kebidanan.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  17  9  1  52.

TABEL 44  KETERSEDIAAN OBAT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  1  1  2  3  4  5  6  JENIS OBAT*  2  KEBUTUHAN  3  KETERSEDIAAN JUMLAH  4  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten  Ket :  * Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar  .

00  74. Laporan Tahunan Bidang PSDK Tahun 2009  1.803  51.00  20.92  100.495  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.61  72.TABEL 45  PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH TANGGA  NO  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  KECAMATAN  2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DIPANTAU  4  550  650  200  250  350  200  545  250  300  200  BER PHBS *  5  35  266  200  185  274  98  363  180  162  40  %  6  6.29  49.00  78.36  40.00  54.00  66.59  .

33  12  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  13  100  100  100  100  88  100  100  100  100  100  %  POSYANDU  AKTIF  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  14  50.33  61.99  Sumber: Laporan Bidang PSDK Dinas Kesehatan Tahun 2009  .99  ­  100  22.00  70.67  13.88  63.67  73.23  50.77  27.57  26.45  41.54  34.56  21.67  73.33  JUMLAH (KAB/KOTA)  42  169  63  ­  274  15.43  71.00  1.54  34.18  41.78  11.85  69.22  18.56  15.46  53.16  88.56  15.68  22.22  18.00  1.62  ­  22.33  PERSENTASE POSYANDU  MADYA  10  46.TABEL 46  JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH POSYANDU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PRATAMA  MADYA  4  1  17  4  ­  ­  4  5  5  4  2  5  13  46  12  23  14  9  9  31  10  2  PURNAM  MANDI  JUMLAH  PRATAMA  A  RI  6  14  1  3  3  9  ­  4  8  10  11  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  8  28  64  19  26  23  13  18  44  24  15  9  3.33  PURNAMA  MANDIRI  JUMLAH  11  50.67  13.18  41.79  11.36  16.05  ­  ­  30.62  ­  22.79  11.

45  81.304  1.039  2.405  87.651  2.312  1.86  JUMLAH  SEHAT  7  1.25  65.469  1.50  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  : Profil Puskesmas Tahun 2009  .96  12.748  4.55  100.752  24.49  47.849  2.304  657  1.172  773  25  %  SEHAT  8  61.47  56.418  2.399  676  2.17  84.627  1.24  85.308  3.51  20.587  1.00  95.994  1.75  81.77  69.861  2.TABEL 47  PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  JUMLAH  %  DIPERIKSA  6  98.17  86.830  6.008  61.79  70.768  1.40  39.627  1.435  4.357  959  200  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  27.50  SELURUHNYA  DIPERIKSA  4  5  2.592  6.94  15.92  95.11  68.651  1.573  3.69  47.

626  94.63  3.13  88.378  1.763  100  57.352  25.00  20.00  82.63  0. Ngada Dalam Angka 2009  2.41  100.00  0.191  97.656  2.357  1.758  1.43  45.136  2.205  1.00  7  3.95  0.00  0.884  1.00  73.265  7.670  1.00  0.29  50.05  0.00  100.237  0  0  0  0.197  350  ­  276  22.12  79.00  1.47  0.69  0.78  96.27  100.00  0.694  4.01  4.07  0.923  92.08  Sumber: 1.00  0.00  0.005  100  100  76.499  0  0  23.015  6.00  100.026  5  3.50  0.736  PAH  SGL  18  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  19  0.00  52.265  7.00  100.694  4.00  0.00  0.00  0.136  650  152  1.95  2.TABEL 48  PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  LEDENG  LEDENG  JUMLAH  PAH  SGL  SPT  SPT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  JUMLAH  %  KELUARGA  KELUARGA  KELUARGA  YANG ADA  DIPERIKSA  DIPERIKSA % AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  JUMLAH  20  88.77  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.98  17  0  2.527  975  800  8  9  2  40  ­  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1.25  0.318  1.000  815  14  98.00  16  1.394  1.16  15  0.00  99.86  80.00  93.00  0.00  0.877  2  1.136  500  141  1.5  98.00  41.00  0.44  99.43  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.49  100.31  0.694  4.757  4.00  0.08  7.00  44.205  3.766373  20. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .37  0.205  2.00  0.120  ­  25  ­  8  10  ­  183  ­  ­  150  11  ­  ­  ­  6  11  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  12  ­  252  ­  ­  ­  ­  ­  23  ­  1  13  3.68  1.057  7.27  0.318  1.00  0.026  6  100.323  1.136  1.702  81.645  1.575  87.446  750  1.397  3.

506  2.519  1.00  0.89  25.73  43.352  25.91  0.86  74.446  750  1.446  750  1.917  78.74  0.833  83.32  13.00  #DIV/0!  0.02  61.378  1.318  1.82  59.318  1.94  71.44  74.318  1.916  26.67  0.265  7.97  45.656  2.15  % KK  MEMILIKI  6.843  4.33  1.00  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.17  0.00  5.026  16  6  67  6  30  241  41  4  1.07  56.28  30.14  1.96  3.00  25  72.265  7.159  2.378  1.205  3.026  11  990  ­  ­  152  650  ­  2.575  1.90  9  59.0  0.397  3.447  1.357  1.00  36.136  1.205  3.136  1.02  100.34  10  3.758  1.136  1.00  0.694  4.33  0.00  #DIV/0!  0.04  53.0  55.83  676  74. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .357  1.67  0.256  3.575  6. Ngada Dalam Angka 2009  2.318  1.18  83.645  1.265  7.476  414  53  12  136  79  650  1.83  85.222  ­  ­  18  19  0.143  75.33  16.68  51.318  13.47  0.757  4.92  773  100.394  1.357  748  7  8  1.75  5.446  750  1.205  3.026  6  2.108  2.51  92.33  50.84  25.694  4.00  #DIV/0!  3.335  179.378  1.00  0.62  87.694  4.136  2.00  #DIV/0!  174.617  Sumber: 1.83  72.0  839  203.575  21.35  64.357  1.53  650  45.409  5.78  4.35  0.265  7.248  650  1.TABEL 49  KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JAMBAN JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  % SEHAT  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH KK  TEMPAT SAMPAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  PENGELOLAAN AIR LIMBAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  56.17  2.026  5  3.161  384  ­  13  14  30.00  15  3.525  2.033  73.442  73.76  71.32  JUMLAH  SEHAT  17  5  13  2  888  ­  ­  908  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.

00  #DIV/0!  100.00  ­  #DIV/0!  53.0909  80  0  #DIV/0!  56.08  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  2  2  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  5  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  6  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  7  100.38  276  255  Sumber: Laporan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  JUMLAH  SEHAT  23  12  1  ­  88  ­  ­  26  16  ­  ­  143  .00  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  50.41  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  21  12  17  1  160  ­  1  61  20  4  ­  22  12  13  1  160  ­  1  44  20  4  ­  4  6  ­  ­  ­  2  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  22  21  21  100.69231  0  55  #DIV/0!  0  59.77  143  126  66  52.00  75.00  ­  #DIV/0!  16  ­  ­  ­  85  ­  ­  56  ­  2  ­  17  ­  ­  ­  85  ­  ­  39  ­  2  ­  18  ­  ­  ­  44  ­  ­  22  ­  ­  ­  20  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  51.00  #DIV/0!  #DIV/0!  12  2  2  1  2  ­  1  1  4  2  ­  13  2  ­  1  2  ­  1  1  4  2  ­  14  2  ­  ­  ­  15  100.00  96  95  52  54.97  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  7.74  15  13  4  30.00  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  8  8  13  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  9  8  12  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  10  8  ­  ­  34  11  100.TABEL 50  PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  HOTEL  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  RESTORAN/R­MAKAN  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  PASAR  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  TUPM LAINNYA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  JUMLAH TUPM  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  24  100.76  #DIV/0!  #DIV/0!  56.

0  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  19  106  220  40  97  40  48  51  80  51  27  20  106  148  40  97  24  48  51  80  51  27  21  100  67  100  100  60  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009  : Profil Puskesmas Tahun 2009  100  97  97.25  100  100  54.00  259  251  96.86  100  100  100  100  83.42  .33  100  100  100  7  32  64  12  31  20  17  23  30  18  12  8  32  64  12  31  12  17  23  30  18  12  9  100  100  100  100  60  100  6  100  100  100  10  15  39  9  10  3  11  6  24  18  6  11  15  15  9  10  ­  11  6  24  18  6  12  100  38.TABEL 51  PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  SARANA KESEHATAN  SARANA PENDIDIKAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  SARANA IBADAH  PERKANTORAN  SARANA LAIN  JUMLAH  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  14  28  9  7  6  9  6  10  6  5  5  14  26  9  7  6  9  5  10  6  5  6  100  92.851  258  205  79.55  100  100  100  100  100  16  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  17  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  18  100.457  5  5  100  760  672  88.911  141  114  80.46  100  100  0  100  100  100  100  100  13  43  91  10  49  11  11  15  15  9  4  14  43  43  10  49  6  11  15  15  9  4  15  100  47.

17  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RUMAH/BANGUNAN  BEBAS JENTIK  JUMLAH  7  1.587  959  JUMLAH ( KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  Ket : Tidak Dilaporkan  27.861  6.418  3.752  3.38  ­  81.039  1.304  1.768  4.TABEL  52  PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  RUMAH/BANGUN  AN YANG ADA RUMAH/BANGUNAN  DIPERIKSA  JUMLAH  5  2.935  14.200  606  %  8  48.90  .500  1.573  2.18  1.00  #DIV/0!  42.806  45.592  1.651  2.23  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  4  2.435  %  6  87.

1  GIZI  JML  9  8  %  10  67  TEKNISI MEDIS  JML  11  4  %  12  20  SANITASI JML  13  13  %  14  68  KESMAS  JML  15  2  %  16  9.0  8  34. MPH.0  2  12  16.15  22  21.67  16  80.78  2  16.00  1  5.00  4  104  3.3  100.32  100. dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.67  100. APK.0  6  23  26. Dr/Drg Spesialis  Perawat & bidan  : termasuk lulusan DIII dan S1  Farmasi  : Apoteker.0  Sumber: Laporan Tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada Tahun 2009  Keterangan:  Medis  : Dokter.29  129  33. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan DI.85  100.5  JUMLAH  17  221  %  18  56.0  40  390  10. Fisioterapi  : Lulusan SPPH. Penata Anestesi. DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV  Teknisi Medis  Sanitasi  Kesmas  : Analis.26  3  14.19  100.7  2  RUMAH SAKIT  13  48. Dokter Gigi. TEM dan Penata Rontgen.08  3  INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  SARANA KESEHATAN LAIN  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  5  DINKES KAB/KOTA  JUMLAH  ­  27  ­  100.0  ­  20  ­  100.TABEL 53  PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  NO  UNIT KERJA  2  PUSKESMAS  (termasuk PUSTU dan  MEDIS  JML  3  14  %  4  52  BIDAN  JML  5  78  %  6  75  PERAWAT  JML  %  FARMASI  JML  7  9  %  8  39.0  5  19  26.09  100.15  64  39.7  1  1  POLINDES/POSKESDES)  93  56.0  7  164  4.0  16  21  76.26  100. dll  .

TABEL  54  JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  PERAWAT  PERAWAT  FARMASI  GIZI  GIGI  4  5  6  11  4  1  1  19  4  1  1  13  2  1  1  8  2  1  1  10  1  1  1  7  ­  ­  ­  7  2  2  1  8  3  1  1  6  2  1  1  4  ­  ­  ­  NO  UNIT KERJA MEDIS  3  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  BIDAN  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  TEKNISI  SANITASI  MEDIS  7  8  2  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  1  2  1  2  ­  1  ­  2  KESMAS  9  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  10  33  50  23  21  26  14  23  24  15  12  ­  ­  241  133  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  133  374  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  14  13  78  22  93  64  20  4  9  8  8  2  4  16  13  1  2  3  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  4 tubel  13  64  4  8  2  16  1  3  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. Penata Anestesi. Dokter Gigi. MPH. dll  . dan Fisioterapi  Sanitasi  Kesmas  : Lulusan SPPH. Profil RSUD Bajawa 09  Keterangan:  Medis  : Dokter. Dr/Drg Spesialis  Perawat  : termasuk lulusan DIII dan S1 & SPK  Farmasi  : Apoteker. TEM & Penata Rontgen. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)  Teknisi Medis : Analis. APK dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.

90  27  DOKTER  KELUARGA  7  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst. Profil RSUD Bajawa 09  .90  ­  ­  ­  7  ­  ­  ­  2  19  13.TABEL 55  JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH TENAGA MEDIS  NO  UNIT KERJA  DR SPESIALIS  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  DOKTER UMUM  4  2  1  1  1  1  1  1  2  1  1  12  7  DOKTER GIGI  5  ­  1  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  2  JUMLAH  6  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  14  13  ­  ­  ­  13  ­  ­  ­  4  2.000 PDDK  4  ­  ­  ­  4  2. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.76  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.

 (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.69  2  1  2  1  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.TABEL 56  JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KEFARMASIAN  APOTEKER  S1 FARMASI  D­III FARMASI  ASS APOTEKER  JUMLAH  D­IV/S1 GIZI  3  4  5  6  7  8  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  2  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  3  3  9  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  1  6  4.24  ­  1  TENAGA GIZI  D­III GIZI  9  ­  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  7  1  D­I GIZI  10  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  JUMLAH  11  1  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  8  2  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  12  8.35  1  2  2  7  2  8  6  23  ­  1  0.72  2  10  7. Profil RSUD Bajawa 09  .

 Profil RSUD Bajawa 09  .000 PDDK  ­  6  51  3  6  16  3  1  4  4  7  116  ­  34  4  157  113.11  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.44  ­  8  1  17  1  25  18.TABEL  57  JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KEPERAWATAN  NO  UNIT KERJA  SARJANA  KEPW  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  6  PERAWAT  DIII  LULUSAN  PERAWAT  SPK  4  5  9  2  6  13  9  4  5  3  5  5  5  2  6  ­  7  1  6  ­  3  1  61  31  51  3  BIDAN  JUMLAH  6  11  19  13  8  10  7  7  8  6  4  93  60  ­  ­  ­  60  DIII BIDAN  7  2  2  ­  ­  1  1  ­  2  2  2  12  6  BIDAN  8  9  20  3  7  9  4  6  4  1  3  66  16  JUMLAH  DIII  9  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  78  22  ­  ­  ­  22  PERAWAT GIGI SPRG  1  ­  1  1  ­  ­  ­  1  1  ­  5  3  ­  2  2  1  ­  15  1  3  4  1  1  1  ­  2  3  2  ­  20  4  JUMLAH  4  4  2  2  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.73  ­  18  ­  82  ­  100  72.

21  3  13  2  6  5  19  13.000 PDDK  3  ­  3  1  ­  1  16  21  ­  ­  16  21  15.76  Sumber : Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan: [a]  Termasuk S2 dan S3  .TABEL  58  JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KESMAS  D­III KESMAS  SARJANA KESMAS  3  4  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  ­  3  ­  [a]  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  JUMLAH  5  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  2  3  TENAGA SANITASI  DIII SANITASI  DI SANITASI  6  7  ­  1  1  ­  1  ­  1  ­  ­  1  1  ­  2  ­  1  1  1  ­  1  1  9  4  1  ­  JUMLAH  8  1  1  1  1  1  1  2  2  1  2  13  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.

ANESTESI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  FISIOTERAPIS  6  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  2  JUMLAH  7  2  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  4  16  ­  ­  ­  16  ­  ­  ­  3  2.07  1  ­  ­  ­  1  0.  TEM & P.52  7  ­  ­  ­  7  5.17  20  14.000 PDDK  ­  ­  ­  6  ­  ­  ­  9  6.RONTG  3  4  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  6  7  P.49  NO  UNIT KERJA  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.TABEL  59  JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TENAGA TEKNISI MEDIS  ANALIS LAB.72  2  Sumber: Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Tahun 2009  .

30  ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA  224.000  1.382.62  1.416.250  587.561  21.00  3.694.060.153  78.000  1.398  4.685.00  0.714  383.344.654  31.TABEL 60  ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  DINKES  3  %  4  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  RSUD  4  %  NO  SUMBER BIAYA  1  2  ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:  1  APBD KAB/KOTA  2  APBD PROVINSI  3  APBN :  ­ Dana Alokasi Khusus (DAK)  ­ JAMKESMAS  ­ DEKONSENTRASI  4  Bantuan Luar Negeri (AIP­MNH)  BLN Proyek Gafi/GV  5  ­ BANSOS (Bantuan Sosial)  6  ADB (DHS­II)  7  Jamkesmas Kuota PEMDA  TOTAL ANGGARAN KESEHATAN  TOTAL APBD KAB/KOTA  25.242.43  1.57  4.844.09  8.249.99  81.99  Sumber: Laporan Sub Bagian Keuangan Dinkes Ngada tahun 2009  : LKPJ Dinas Kesehatan tahun 2009  ; Laporan RSUD Bajawa tahun 2009  ; Laporan Jamkesmas Tahun 2009  Ket : Anggaran Kesehatan APBD Kabupaten (Dinas Kesehatan) sudah termasuk dengan gaji pegawai  .652.33  0.555.080.779.321  26.411.800.398  100  % APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA  6.72  2.319.000.138.86  0  0  0  0  0  0  11.660  383.500  487.668.89  1.08  100  2.935  133.14  0  0  1.980.125.000  83.474.382.000  333.755.755.

PROV  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.TABEL 61  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PEMILIKAN/PENGELOLA  NO  1  FASILITAS KESEHATAN  2  PEM.KAB/KOTA  5  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  ­  ­  ­  ­  ­  1  45  9  ­  ­  ­  1  ­  ­  TNI/POLRI  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  BUMN  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  SWASTA  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  2  ­  11  1  1  ­  ­  274  5  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  9  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  2  2  ­  11  1  2  45  9  274  5  ­  1  ­  ­  1  RUMAH SAKIT UMUM  2  RUMAH SAKIT JIWA  3  RUMAH SAKIT BERSALIN  4  RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA  5  PUSKESMAS PERAWATAN  6  PUSKESMAS NON PERAWATAN  7  PUSKESMAS KELILING  8  PUSKESMAS PEMBANTU  9  RUMAH BERSALIN  10  BALAI PENGOBATAN/KLINIK  11  PRAKTIK DOKTER BERSAMA  12  PRAKTIK DOKTER PERORANGAN  13  PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL  14  LABORATORIUM KLINIK  15  POLINDES  16  POSKESDES  17  POSYANDU  18  APOTEK  19  TOKO OBAT  20  GFK  21  INDUSTRI OBAT TRADISIONAL  22  INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL  Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  .PUSAT  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.

TABEL 62  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  DESA/ KELURAHAN  3  12  21  8  17  7  7  12  6  4  DESA SIAGA  4  5  ­  9  3  5  5  3  6  ­  3  ­  2  POSKESDES 5  4  1  1  1  1  POLINDES  6  8  11  5  6  2  3  5  3  2  POSYANDU  7  28  64  19  49  13  18  44  24  15  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  1  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  41  9  45  274  Sumber: Laporan UKBM Bidang PSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  ; Profil Puskesmas tahun 2009  .

1  1.6  14.4  0. Fatima Soa  0.0  #DIV/0!  NDR  13  26. St.0  0.1  1. Profil Puskesmas Tahun 2009  Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta  .2  #DIV/0!  GDR  12  45.7  LOS  10  4.9  TOI  11  3.3  29.0  #DIV/0!  Sumber: Laporan Tahunan RSUD Bajawa 2009.7  19.4  6.0  #DIV/0!  1  RSUD Bajawa  2  Puskesmas RRI Aimere  3  Puskesmas RRI Riung  4  BP.TABEL 63  INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT & PUSKESMAS RAWAT INAP  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NAMA RUMAH  SAKIT/PUSKESMAS RRI  2  UMUM  Umum  Umum  Umum  JENIS PELAYANAN  UMUM/KHUSUS  3  JUMLAH  TEMPAT  TIDUR  4  100  15  10  20  JUMLAH PASIEN  KELUAR  MATI  (HIDUP + MATI)  SELURUHNYA  NO  1  5  4.946  799  317  ­  BOR  9  54.906  723  165  ­  6  222  21  ­  ­  JUMLAH  HARI  MATI >= 48  PERAWATAN  JAM  7  8  131  14  ­  ­  19.6  8.5  20.

00 Sarkes yang memiliki kemampuan UGD 100.54 7.00 78.SKM PEMBINA TK.Penemuan Penderita Diare 14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 95 80 90 95 80 90 2.04 100 100 70 100 100 70 21 14.695 100.83 38.91 70.Penderita DBD Ditangani .03 100.147 58.134 28 3. BHOKO.686 16 0 100 balita riil yang ditangani di sarkes 16.31 92.318 8 169 285 9 13.801 56.Penemuan penderita pneumonia balita .226 28 2.741/MENKES/PER/VIII/2008) KABUPATEN NGADA TARGET SPM 2009 NO 1 CAKUPAN SPM (%) PEMBILANG 6 JENIS PELAYANAN 2 INDIKATOR 3 NASIONAL (%) 4 KABUPATEN NGADA (%) 5 PENYEBUT 7 (%) 8 (6/7*100%) KETERANGAN 9 A Pelayanan Kesehatan Dasar 1 Cakupan Kunjungan Ibu hamil k4 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi 7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 8 Cakupan Pelayanan anak balita 9 Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan Peserta KB Aktif 13 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit .90 Penyebut merupakan ibu hamil riil 92.000 penduduk <15 tahun .00 18.715 14.704 21 22.49 100.00 B Pelayanan Kesehatan Rujukan 1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 2 Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan di Sarana Kesehatan C Penyelidikan Epidemiologi dan Penangggulangan KLB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 1 Cakupan Desa Siaga Aktif 100 100 25 25 D 80 80 7 38 18.62 Pasien masyarakat miskin yg dirujuk ke RS 50.07 71.407 94 14. 26 Juni 2010 Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.Penemuan pasien baru TB BTA + .585 4.673 77 10.46 81.306 276 2.AFP Rate per 100.967 20.CAKUPAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2009 (PERMENKES RI NO.00 64.686 56.01 64.05 2 100 100 100 100 100 100 100 2 100 100 100 100 100 100 100 169 47 9 2.486 36.06 90 90 90 100 90 100 90 90 90 100 90 100 2. I NIP. 195709141984032008 .144 105 3.897 3.321 276 71.915 299 3.42 Desa Siaga yang dibentuk dan aktif Bajawa.

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PUSKESMAS 2 WATUKAPU AIMERE WAEPANA RIUNG MARONGGELA WATUMANU NATARANDANG KOTA SURISINA KOELODA POLINDES 3 2 8 3 5 3 5 2 2 4 11 1 0 1 0 0 1 1 0 1 4 POSKESDES POSKESTREN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PRATAMA 5 7 1 5 5 5 6 8 0 0 2 POSYANDU MADYA 6 9 13 10 28 11 12 6 23 13 60 PURNAMA 7 0 14 3 9 8 2 3 0 13 2 MANDIRI 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS OBAT DESA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS UKK 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH UKBM 11 19 36 22 47 27 26 20 25 31 79 JUMLAH 45 9 0 39 185 54 0 0 0 332 Bajawa. HILDEGARDIS F.LAPORAN UKBM KABUPATEN PROPINSI TAHUN : NGADA : NTT : 2009 JUMLAH NO. SKM PEMBINA NIP. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. 19570914 198403 2 008 . BHOKO.

..FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.. .1.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .

FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ..1... .

1.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini JUMLAH KAB/KOTA NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KETERJANGKIT (3) (4) % (5) TERJANGKIT (6) % (7) KASUS (8) MATI (9) JUMLAH KECAMATAN JUMLAH AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) - Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .1.. FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 ...

KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Bencana bulan ini No Jenis Bencana Tgl Kejadian Lokasi Kejadian Kabupaten Jumlah Kecamatan (4) (5) Terkena Bencana (6) Jumlah Penduduk Mengungsi Dirawat (7) (8) Meninggal (9) (1) (2) (3) - Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN --- FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1.1 .

2. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. I NIP 195709141984032008 PENYAKIT. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. BHOKO.KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 Bencana bulan ini NO JENIS BENCANA TGL KEJADIAN (3) LOKASI KEJADIAN KABUPATEN JUMLAH KECAMATAN (4) (5) TERKENA BENCANA (6) JUMLAH PENDUDUK MENGUNGSI DIRAWAT (7) (8) MENINGGAL (9) (1) (2) 1 Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Bajawa. SKM PEMBINA TK.1 .

Penyuluhan PHBS. . 2. Tindakan : . . Tingginya penderita TB Paru 3. Tinggi dan meningkatnya kasus penyakit DBD dan malaria disebabkan kurangnya kebersihan lingkungan.Pemantauan gizi balita dan pencegahan meningkatnya kasus.Perawatan balita gizi buruk 1 orang.Pengobatan penderita malaria dan TB Paru .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No (1) Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 5 384 5 1 - 0 - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.2. kesehatan lingkungan dan penyuluhan gizi PENYAKIT.1 . GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. Adanya balita g izi buruk.

Pengobatan penderita DBD .2.716 3 5 - 1 - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. juga oleh migrasi penduduk dari daerah lain 2.Pengobatan dan pemeriksaan darah pasien penderita malaria . penyakit penyerta Tindakan : . Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk PENYAKIT.1 . disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.Fogging di wilayah yang berkasus penyakit DBD .Penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan . Meningkatnya kasus gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan.Penyuluhan. Tingginya penyakit malaria dan meningkatnya kasus demam berdarah.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jenis Penyakit / Masalah Gizi No (1) (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 25 1.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jenis Penyakit / Masalah Gizi No (1) (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 26 845 7 6 - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Adanya kasus TB bar sebanyak 7 orang. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. Meningkatnya balita gizi buruk menjadi 6 kasus oleh karena kurangnya asupan makanan Tindakan : . .Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk . Meningkatnya penderita DBD oleh karena terjadi penularan melalui vektor 3.Penyuluhan dan pengobatan penderita TB.Foging sarang nyamuk .1 .Penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi .Pengobatan penderita malaria dan DBD .Penyuluhan gizi masyarakat oleh petugas PENYAKIT.2. 4. Masih Tingginya kasus malaria oleh karena darah endemik 2.

*) 2 0 - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kasus malaria oleh karena daerah endemik 3.Pengambilan darah untuk pemeriksaan parasit malaria .1 .Pengobatan penderita DBD dan Malaria . GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No (1) Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 17 681 . Tingginya kasus DBD oleh karena terjadinya penularan melalui vektor dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat. PENYAKIT.2. 2.Penyuluhan kesehatan lingkungan dan Gerakan 3 M Plus bagi masyarakat potensi kasus DBD . Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan.Peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi. balita. Adanya kasus AFP Tindakan : .

Masih adanya Balita Gizi buruk disebabkan asupan makanan kurang. Tingginya penderita malaria oleh karena daerah endemik. SKM PEMBINA TK. BHOKO.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. 2.2 .*) 1 - Jumlah Kematian (4) - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. pola asuh dan pola makan anak yang salah Tindakan : Pengobatan penderita Penyuluhan pemanfaatan kelambu dan kesehatan lingkungan Penyuluhan gizi masyarakat. Bajawa. pola asuh anak dan makanan gizi seimbang Perawatan balita gizi buruk oleh petugas Ket. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR Jumlah Kasus Baru (3) 8 590 . Masih adanya kasus DBD sebanyak 8 kasus disebabkan penularan oleh vektor dan mobilisasi penduduk. I NIP 195709141984032008 KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. masyarakat tidak memanfaatkan kelambu serta kondisi lingkungan yang buruk 3.2.

Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. .2. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.2 . Tingginya kematian bayi 3 orang.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . 2. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tindakan : .

2 . Tindakan : . Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus D-III Kebidanan. penyakit kronis dan suspek emboli air ketuban. 3.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .2.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.Penanganan kematian ibu dan bayi . 2. pneumonia dan aspirasi. Tingginya kematian bayi disebabkan oleh asfiksia. Tingginya kematian ibu sebanyak 3 orang disebabkan oleh perdarahan.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 3 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. .

Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Penanganan kematian ibu dan bayi . pneumonia. Infeksi.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.2. 3. Tindakan : . Tingginya kematian bayi 4 disebabkan oleh asfiksia.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 4 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kematian ibu 1 orang. .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .2 . 2. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.

2.2 .Penanganan kematian bayi .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. 2.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 0 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Tingginya kematian bayi 3 orang. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. Tindakan : . .

.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.Penanganan kematian ibu dan bayi . SKM PEMBINA TK. Masih adanya kematian ibu 1 kasus 2.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. pneumonia. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. Tingginya kematian bayi 3 disebabkan oleh asfiksia.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Bajawa.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .3 . Tindakan : .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Infeksi. BHOKO. I NIP 195709141984032008 UPAYA KESEHATAN Formulir RC. 3.

89% 69.3 . 3.89% 61.23% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.58% 86. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 121 241 193 217 169 3 41. B 1. 2. 2. Kunjungan K4 masih rendah 2.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya. Imunisasi DPT 3 masih rendah Tindakan : . C 1.42% 81. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.39% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.20% 54.55% 60. Kunjungan Neonatus 1 masih rendah Tindakan : .72% 67.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya .3 .Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .Pendataan sasaran yang belum optimal.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . 2. 3. C 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 8 150 167 134 145 186 8 51.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . Kunjungan K4 masih rendah 2. B 1.07% 48.

Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .3 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun (3) Jumlah Sasaran / Bulan (4) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (5) (6) (1) (2) A 1. 2. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .30% 85. 2.48% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 5 127 259 201 227 258 5 43.Pendataan sasaran.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .66% 93. 3.64% 93.16% 72. B 1. C 1. Kunjungan K4 masih rendah 2.

Ket.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.39% 71. 3.3 .72% 66. B 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 *) PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 133 232 179 190 209 2 45.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .70% 75. 2.67% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. C 1.45% 64. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel UPAYA KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.Pendataan sasaran. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .70% 83.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . 2.

Persalinan di fasilitas kesehatan 3334 278 B KESEHATAN ANAK 1. Penderita TB selesai pengobatan 2 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. I NIP 195709141984032008 PENGELOLAAN DANA Formulir RC.4. Persalinan oleh nakes (Pn) 3334 278 3. Ket. K4 3491 291 2.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .39% 89. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel 135 249 181 208 219 2 43.35% 100% Bajawa.57% 65.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . Kunjungan K4 masih rendah 2.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No (1) Jenis Pelayanan (2) Jumlah Sasaran /Tahun Jumlah Sasaran /Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) A KESEHATAN IBU 1. Imunisasi DPT3*) 3313 276 C PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : . 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. SKM PEMBINA TK. Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 3175 265 2.Pendataan sasaran.12% 78.49% 79.1 . BHOKO.

4.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. pembangunan . perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.1 .Khusus untuk pengadaan sarana kesehatan sedang dalam penyiapan dokumen admnistrasi. peningkatan.200. PENGELOLAAN DANA Formulir RC. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .867.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.000. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .

1 . peningkatan. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.4. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .200.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. pembangunan .000. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.867. PENGELOLAAN DANA Formulir RC.

4. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. PENGELOLAAN DANA Formulir RC.200.1 .000. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .867.Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi. peningkatan. pembangunan .- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.

200.Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi PENGELOLAAN DANA Formulir RC. pembangunan .4.000.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .867.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.1 . peningkatan. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .

26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.000. SKM PEMBINA TK.2 . puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.200. I NIP 195709141984032008 JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.867. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. peningkatan.4. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan . pembangunan . BHOKO.Sedang dalam Pelaksanaan Kontrak untuk pengadaan mobil Pusling dan kendaraan roda-2 Bajawa.

Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.913 74 88 - 243 11 31 - 2. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.4.686 : 8.2 .- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.960. JAMINAN KESEHATAN Formulir RC. 2.000. Tindakan : .000 No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 2.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.

000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 42. 2.686 jiwa : 8.2 . JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.091.4. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten. Tindakan : .- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.000.

Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.000.000.4.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2. Tindakan yang diambil : .303 380 - 485 51 - 6.250.985.2 .686 jiwa : 8.

000.2 . Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.686 jiwa : 8. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4390 235 - 339 108 - 9.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.1.000.120.525.4.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten Propinsi : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR Formulir RC. Tindakan yang diambil : .

686 jiwa : 8. Tindakan yang diambil : . SKM PEMBINA TK.- - Analisi Masalah : 1.680. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 3.Memberikan penjelasan dan motivasi kepada rumah sakit agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu.000.275. BHOKO.Bulan Tahun : MEI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. I NIP 195709141984032008 .000. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah. Bajawa.1. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.

2009 CAKUPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TH. 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN JUNI 2010 . 2010 DATA DASAR PUSKESMAS TH.LAPORAN KOMUNIKASI DATA RUTIN DAN CEPAT (KOMDAT) JANUARI S/D MEI TH.

.

.

PROFIL KESEHATAN TAHUN 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN .

SKM o Veronika Suka. Artanaya. SKM o Martinus Beno Doven. Bhoko. SKM} Pengarah : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Martinus Beno Doven.A.O Mbere.A.Sos o I. S.Md Tim Penyusun : o I.Md. SKM . S. Artanaya.KL. SKM o Yulius Widiyantoro.Md. SKM o Sitti Maryanti. Agung K. Agung K. A. SKM o Maria Yulita Bupu Tay. SKM o Finsensius Susanto.TIM PENYUSUN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 Pelindung/Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Hildegardis F. SKM Tim Penyunting : o Hildegardis F. Bhoko.KL. Mhith&IntDev o Mursina Wahyuningsih Daeng.G. Emerentiana Reny W. SKM o Benediktus Joni. A.G.Md. SKM o Mursina Wahyuningsih Daeng.KL o Emerentiana Y.Sos} Tim Pengumpul Data : o Drg.

Sekian dan Terima kasih. berisi data dan informasi yang menggrafikkan derajat kesehatan. dokumen Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang telah disusun ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan. BHOKO. Sebagaimana diketahui bahwa Profil Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan. oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. SKM PEMBINA TK I NIP : 19570914198403200 i . rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan dokumen Profil Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009 ini. Dokumen Profil Kesehatan ini tersusun berkat dukungan dan kerja sama dari para pengelola program baik di Dinas Kesehatan. upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan sehingga Profil Kesehatan ini dapat dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun. Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. Bajawa. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dalam penyusunan dokumen Profil Kesehatan ini. kami sampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasih. Selain itu. sumber daya kesehatan. Kami menyadari sepenuhnya bahwa. semoga Dokumen Profil Kesehatan ini dapat memberikan informasi guna menentukan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada di masa yang akan datang. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada juga merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat. termasuk kinerja yang telah diperoleh dalam penyelenggaraan pelayanan minimal bidang kesehatan. Puskesmas dan Rumah Sakit yang senantiasa saling memberikan informasi-informasi penting khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan juga berkat dukungan lintas sektor dalam penyediaan data dan informasi di Kabupaten Ngada.

.................. 1.. Saran…………………………………………………………………………………… LAMPIRAN 61 62 49 54 59 29 42 44 46 11 15 24 27 4 6 8 10 1 2 2 i ii iii iv vi ii .4...................... 3.....3.............. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR PETA DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1...........2.2....... Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan ………………………..............1....... 6.... Umur Harapan Hidup ………………………………………………………………… BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 4. 4......... BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 5. 4................ 1. Mortalitas …………………………………………………………………………….. Keadaan Penduduk ………... Kesimpulan……………………………………………………………………………. 2.....1.. Pembiayaan Kesehatan……………………………………………………………… BAB VI PENUTUP 6.. Latar Belakang ………………………………………………………………………..1.... BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3.............1...3.... 3.....3............... Tenaga Kesehatan …………………………………………………………………… 5........ 2..... Morbiditas ……………………………………………………………………………........ Kondisi Geografis …………………………………………………………………… 2.......... Tingkat Pendidikan....2...... Sarana Kesehatan …………………………………………………………………… 5. 3.... Pelayanan Kesehatan Dasar ………………………………………………………................ Maksud dan Tujuan ………………………………………………………………….....DAFTAR ISI Hal...1............2. Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar ……………………....3... Sistematika Penyajian ……………………………………………………………… BAB II GRAFIKAN UMUM KABUPATEN NGADA 2. 4....1............. Perilaku Hidup Masyarakat …………………………………………………………..... Status Gizi …………………………………………………………………………….2.2....... Keadaan Sosial Ekonomi....4.............4.....3....

DAFTAR TABEL Hal Tabel 2.2 Realisasi Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 23 55 15 6 iii .1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 5.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007-2009 Tabel 5. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 3. Jumlah Penduduk.1 Luas Wilayah.

1 Presentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 30 26 25 23 23 23 22 21 19 18 16 14 12 10 9 8 5 7 iv .5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Grafik 3.1 Grafik 2.DAFTAR GRAFIK Hal Grafik 2.9 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.11 Perkembangan Presentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada tahun 2004-2009 Grafik 3.10 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.6 Perbandingan TB Paru Klinis.12 Proporsi Status Gizi Baik.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.2 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Grafik 2.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.000 Kelahiran Hidup) Grafik 3.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.1 Trend Angka Kematian Bayi Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 Grafik 3.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 (per 100. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.8 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3. TB Paru BTA Positif.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik 3.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.

3 Trend Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 32 Grafik 4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.17 Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. DPT.8 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah.Grafik 4.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.15 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.6 Presentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.2 Presentase Cakupan pemberian Tablet Besi (Fe3) Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 31 Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 48 46 45 43 40 42 40 39 39 38 37 35 36 35 v .11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.12 Cakupan Imunisasi BCG.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.7 Grafik 4.14 Grafik 4.5 Cakupan Ibu Hamil. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Keseatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil 34 Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.4 Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 33 Grafik 4.16 Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngad Tahun 2009 Grafik 4.

5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.2 Peta 5.1 Peta 3.DAFTAR PETA / VISUALISASI Hal Peta 2.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada tahun 2009 Peta 5.3 Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas. dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 59 58 58 50 50 27 49 4 17 vi .2 Peta 5. Pustu dan Polindes Peta 5.1 Peta Kecamatan Rawan Gizi Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta Penyebaran Puskesmas.6 Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi. Sanitarian.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 3.

DATA DASAR PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA                   Dinas Kesehatan  TAHUN 2009 .

Kabupaten Ngada 2010 .

K4).DAFTAR TABEL LAMPIRAN PROFIL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Luas Wilayah. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin. dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Pelayanan KB Baru Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kecamatan Cakupan Bayi. Infeksi Menular Seksual. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita. Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Wanita USia Subur Dengan Status Imunisasi TT Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Akses Ketersediaan Darah unutk Bumil dan Neonatus tang Dirujuk Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi DItangani Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayahnan Gawat Darurat (Gadar) Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani <24 Jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Penderita dan Kematian Serta Jumlah Kecamatan dan Desa yang Terserang KLB Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Persentase Desa/Keluarahan Dengan Garam Beryodium yang Baik Menurut Kecamatan . Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Berusia 10 Tahun Keatas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan dan menurut Kecamatan Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Melek Huruf Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Kecamatan Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Kecamatan Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan AFP Rate. DBD dan Diare pada Balita Ditangani Persentase Penderita Malaria Diobati Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Cakupan Kunjungan Neonatus. dan Pneumonia Balita Ditangani HIV/AIDS. % TB Paru Sembuh. Jumlah Desa/Kelurahan. Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/SMP/SMU Jumlah PUS. Rasio Beban Tanggungan. Kelompok Umur. Peserta KB. Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1. Peserta KB Baru. Bayi dan Bayi BBLR yang Ditangani Status Gizi Balita dan Jumlah Kecamatan Rawan Gizi Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1. Jumlah Penduduk.

Pelayanan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kemampuan Labkes dan Memilki 4 Spesialis Dasar Ketersediaan Obat Sesuai dengan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Dasar Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata dan Kecamatan Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kecamatan Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kecamatan Persentase Institusi DIbina Kesehatan Lingkungannya Persentase Rumah/Bangun yang Diperiksa dan Bebas Jentik Nyamuk Menurut Kecamatan dan Puskesmas PersebaranTenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Jumlah Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan JUmlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Kefarmasiahn dan Gizi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Sarana Kesehatan Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Indikator Pelayanan Rumah Sakit .Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42` Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Formal Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Cakupan Wanita USia Subur Mendapat Kapsul Yodium Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Jumlah Kunjungan Rawat Jalan. Rawat Inap.

BAB I PENDAHULUAN 1. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 1 . Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah mengandung konsekuensi bahwa masing-masing daerah harus memiliki Sistem Kesehatan tersendiri. pencegahan penyakit (preventif). Kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas dari Sistem-sistem Informasi Kesehatan (SIK) Propinsi dan untuk memperoleh Sistem Kesehatan propinsi yang akurat maka diperlukan pemantapan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota hal ini disebabkan karena penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sesuatu yang sangat penting. dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menetapkan visi :” Masyarakat Ngada yang Mandiri untuk Hidup Sehat” yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Ngada menyadari.1 Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran. Memasuki millennium ketiga. keluarga dan masyarakat. termasuk dukungan dalam menyusun Sistem Informasinya. Setiap individu berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif). mau dan mampu untuk mengenali. pengarus-utamaan gender. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. terpadu dan berkesinambungan. memberdayakan masyarakat dan atau kelompok masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan kesehatan. Meningkatkan kemitraan. Dan pencapaiannya didukung oleh 3 misi yaitu : Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satu produk dari SIK Kabupaten/Kota adalah ”Profil Kesehatan Kabupaten Ngada”. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan. mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat meminimalkan gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat. SIK Kabupaten/Kota diharapkan antara lain dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana Pembangunan Daerah tersebut serta sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara menyeluruh. Untuk mewujudkan visi dan misi .

Data dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Untuk mengetahui gambaran secara umum situasi atau keadaan kesehatan di Kabupaten Ngada.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 yaitu : 1. Dalam setiap terbitannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan. 1.3 Sistimatika Penyajian Bab-1 : Pendahuluan Bab ini berisikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil Kesehatan dan sistematika dari penyajiannya. bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya seperti kependudukan. administratif dan informasi umum lainnya. perbaikan gizi masyarakat. pelayanan kesehatan dasar rujukan dan penunjang. Selain uraian tentang letak geografis. pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar. pemantauan dan mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 dan tahun 2010 yang mengacu kepada Visi Kabupaten Ngada serta pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas – Puskesmas binaan dalam pencapaian Visi Kabupaten Ngada Sehat. Bab-3 : Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian. pelayanan kefarmasian dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 2 . Untuk menyediakan data-data kesehatan yang berguna dalam pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi.Profil Kesehatan Kabupaten Ngada adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Ngada yang diterbitkan setahun sekali. ekonomi. fasilitas kesehatan. 1. 3. pendidikan. angka kesakitan. pencapaian programprogram kesehatan dan keluarga berencana. Selain hal tersebut diatas tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 ini adalah dalam rangka menyediakan informasi kesehatan sebagai salah satu sarana untuk perencanaan. pemberantasan penyakit menular. Untuk mengetahui hasil pencapaian program-program kesehatan serta permasalahanpermasalahan dalam pelaksanaan program di Kabupaten Ngada pada tahun 2009. 2. Bab-2 : Gambaran Umum Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Ngada. Bab-4 : Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar. sosial budaya dan lingkungan. dan status gizi masyarakat.

tenaga kesehatan.alat kesehatan. pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan. Bab-6 : Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Upaya pelayanan kesehatan diuraikan dalam bab ini juga memuat indicator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota. Selain keberhasilankeberhasilan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 3 .

Kondisi Geografis Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores bagian barat.BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.1.26 km2 atau 5. bagian selatan berbatasan dengan Laut Sawu. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 4 . Peta 2. Jarak antara Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yang terletak di Bajawa yang terjauh adalah Maronggela (Kecamatan Riung Barat) 74 km kemudian Riung (Kecamatan Riung) 71 km dan yang terdekat adalah Surisina Kecamatan Bajawa yaitu 2 km. dengan luas wilayah 1.45o BT – 121.94 km2 atau 20.92 km2. Dan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Jerebuu yaitu 82. propinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya pada koordinat 8o LS – 9o LS dan 120.07% dari keseluruhan luas wilayah. Dimana kecamatan terluas adalah Riung 327. Bagian utara berbatasan dengan Laut Flores.5 o BT. 78 Desa dan 16 kelurahan.23% dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Ngada. bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Wilayah administratif Kabupaten Ngada telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan kependudukan.620.

Gunung Inelika dengan ketinggian 1600 m.Secara topografis Kabupaten Ngada terdiri dari daerah pantai.245 m. Hal ini dapat dilihat dari frekuaensi penerbangan transportasi udara maupun laut tidak terlaksana secara rutin harian. Bajawa merupakan ibukota Kabupaten Ngada terletak di daerah dataran tinggi sehingga akses transportasi dari dan ke ibukota propinsi cukup jauh dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki ketinggian dari 0 meter sampai dengan lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut. maka Kabupaten Ngada banyak memiliki daerah yang cukup curam serta daerah yang dapat dikategorikan sangat terpencil. 2009). Kecamatan Bajawa Utara dan bagian utara yang terbentang dari Kecamatan Riung Barat sampai dengan Kecamatan Riung. Kecamatan Wolomeze. Gunung Inerie dengan ketinggian 2.2009. Medan dan jalan menuju beberapa desa masih sangat sulit dijangkau. serta adanya pegunungan lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada. Dataran rendah.2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 5 . bagian tengah dengan dataran Kecamatan So’a. Grafik 2. Dengan adanya sejumlah gunung tersebut. Gunung Lobo Butu dengan ketinggian 1800 m. Sehingga Kecamatan Bajawa letak Ibukota Kabupaten Ngada serta kecamatan lainnya termasuk daerah sangat terpencil. (Ngada dalam Angka. yang ditandai oleh sebagian besar terdapat di wilayah pantai selatan seperti di Kecamatan Aimere dan sekitarnya.1 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Sumber : Ngada Dalam Angka. yang ditandai dengan adanya gununggunung seperti. lembah. Oleh karena wilayah terdiri dari dataran tinggi atau perbukitan menyebabkan akses terhadap fasilitas kesehatan cukup sulit. Dari data yang ada menunjukkan wilayah Kabupaten Ngada merupakan daerah perbukitan dengan rata-rata tingkat kemiringan tanah terbesar 15-25%. Berdasarkan ketinggian terhadap permukaan laut wilayah Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi : Dataran Tinggi. begitupun Puskesmas yang terletak di kecamatan tersebut dikategorikan sebagai Puskesmas sangat terpencil. Profil Kesehatan Puskesmas.

dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 67.1 Luas Wilayah.94 312.49 103. Kecamatan Bajawa 5.72 82.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Ngada jumlah penduduk Tahun 2009 sebanyak 138.012 jiwa.127 jiwa (sudah dipisahkan dengan penduduk wilayah Nagekeo).394 1.757 6. jumlah penduduk 2008 sebanyak 138.620.864 34. Kecamatan Aimere 2.930 8. Jumlah Penduduk. Tabel 2.388 7. sedangkan laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1%.38 91.9%).352 KK dan rata-rata jiwa per rumah tangga 5 jiwa per rumah tangga. Kecamatan Riung Barat 9. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Luas Wilayah (km2) 152.265 7.795 4.30 167. Kecamatan Wolomeze 2. Jika dibandingkan laju pertumbuhan penduduk selama 3 tahun terakhir menurut data BPS Kabupaten Ngada yaitu jumlah penduduk tahun 2007 sebanyak 134. Kecamatan Soa 6.050 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngada.309 11.026 29.992 32. Kecamatan Riung 8.Dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ngada masing-masing Kecamatan telah mempunyai Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan dengan nama-nama Puskesmas sebagai berikut : 1.397 3.645 1.656 2. Kecamatan Jerebuu 4.26 133.998 138. maka terjadi penambahan penduduk pada tahun 2008 sebanyak 3885 jiwa (2. Kecamatan Golewa 3.352 Ratarata Jiwa/ RT 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 Kepadatan Penduduk/ km2 97 139 97 247 50 131 44 25 48 85 : Puskesmas Aimere : Puskesmas Koeloda : Puskesmas Watumanu : Puskesmas Kota dan Puskesmas Surisina : Puskesmas Waepana : Puskesmas Watukapu : Puskesmas Riung : Puskesmas Maronggela : Puskesmas Natarandang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Aimere Golewa Jerebuu Bajawa Bajawa Utara Soa Riung Riung Barat Wolomeze KABUPATEN Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 6 .50 250.050 Jumlah Rumah Tangga 3.894 1.827 7.318 1.14 327. Jumlah Rumah Tangga 29.035 jiwa dengan tingkat kepadatan 85 jiwa per km2.015 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 71.19 1.947 14. Kecamatan Bajawa Utara 7.92 Jml Desa/kel 12 21 8 17 7 7 12 6 4 94 Jml Penduduk 14.

Dan dikelompokkan menjadi “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Sumber : Ngada dalam Angka.1. Ratio penduduk menurut jenis kelamin yang tertinggi di Kecamatan Wolomeze (98. 15-19 tahun. Lebih banyaknya komposisi penduduk perempuan dibandingkan laki-laki memberikan ruang bagi sektor kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan terutama ibu. mengingat komposisi penduduk Ngada paling banyak pada usia produktif. Profil Puskesmas 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 7 . Grafik 2. Menurut hasil Susenas 2007 secara keseluruhan penduduk Kabupaten Ngada berumur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja berjumlah 124.3) dan Kecamatan Bajawa Utara (97. Dan juga perhatian lebih pada WUS (Wanita Usia Subur) dan PUS (Pasangan USia Subur). meningkat dibandingkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Ngada tahun 2008 yaitu 90.902 orang atau 77.1) sedangkan ratio jenis kelamin kecamatan lainnya rata-rata sama yaitu diatas 90%. Komposisi penduduk Kabupaten Ngada dirinci menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan proporsi terbesar (penduduk laki-laki dan perempuan) berada pada kelompok umur 10-14 tahun. karena mereka sangat berperan penting dalam keluarga. dengan ratio penduduk menurut jenis kelamin sebesar 94. Komposisi penduduk usia kerja yaitu yang beumur 15 – 64 tahun.3 berikut ini. Gambaran komposisi penduduk secara labih rinci dapat dilihat pada gambar 2.0% dari seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas.2009.Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan dengan penduduk perempuan. 20-24 tahun dan 1-4 tahun.3.

Dapat dikatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada masih berada pada tingkat ekonomi rendah. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian penduduk Kabupaten Ngada pada kesehatan masih rendah. Rata-rata pengeluaran untuk sektor pendidikan sebesar 5.007 rupiah perkapita (2. Laporan Subdin Yankes.000. Penduduk miskin merupakan tanggungan Negara (Pasal 34 UUD 1945) sehingga pemerintah menyediakan Jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang terdata dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang memiliki kartu amkesmas atau menjadi peserta Jamkesmas.000.826 jiwa penduduk miskin yang terdata.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup dalam Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.41%) sedangkan untuk sector kesehatan sebesar 4. sedangkan penduduk dengan pengeluaran Rp. sehingga penyediaan dana oleh pemerintah terhadap sector kesehatan perlu ditingkatkan. Sedangkan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk non makanan sebesar 69.131 rupiah (33. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan sebesar 138.1.000 atau lebih hanya berkisar 0. Dari 65. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 8 .259 rupiah (66.3 Keadaan Sosial Ekonomi Tingkat ekonomi penduduk Kabupaten Ngada bisa dilihat dari pengeluaran penduduk menurut golongan pengeluaran <100.000.98% dari seluruh pengeluaran (Ngada Dalam Angka.11% (Susenas 2007).67%). semua sudah memilki kartu jamkesmas baik Jamkesmas Pusat maupun Jamkesmas daerah.113 rupiah perkapita atau hanya sekitar 1.000 rupiah dimana presentasi penduduk terbesar pada pengeluaran 100.000 rupiah perkapita perbulan yaitu sebesar 28.000 – diatas 1.03%. Grafik 2.33%). 2009).826 jiwa atau sebesar 47.000 rupiah perkapita sampai 1. • Penduduk Miskin Jumlah penduduk miskin yang terdata di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 65.000 – 149.2.68% dari total penduduk.

795 penduduk). yaitu 62% penduduk terdata sebagai penduduk miskin (4. Dengan semakin meningkatnya persentase cakupan jaminan kesehatan penduduk miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk miskin. Laporan Jamkesmas 2009 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase pelayanan penduduk miskin tertinggi terdapat di Puskesmas Watumanu (116%) dan Puskesmas Riung (116%).309 penduduk terdata).22%. kemudian kecamatan Wolomeze dengan persentase penduduk miskin 58% (2.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Grafik 2.Dari gambar tersebut. Pelayanan Jamkesmas tahun 2009 pada masyarakat miskin dapat dilihat pada gambar berikut.914 penduduk miskin dari 4.446 orang (48. disusul oleh Kecamatan Bajawa Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 61% (5. Sedangkan kecamatan Golewa. Rincian lebih lengkap mengenai data penduduk miskin dapat dilihat pada lampiran tabel 36 dan 37.818 penduduk miskin dari 7. Kedua Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan akses sarana transportasi seperti kondisi jalanan dan kendaraan yang cukup sulit untuk mencapai Ibukota kabupaten dalam hal ini RSUD Bajawa sebagai pelayanan rujukan strata 1. Dan jumlah masyarakat miskin yang tercakup Askeskin pada tahun 2007 sebanyak 42%.9 dari keseluruhan penduduk) (Profil Kesehatan 2008) maka jumlah penduduk miskin Kabupaten Ngada mengalami penurunan sebanyak 1620 orang atau penduduk miskin berkurang sebesar 1. diketahui bahwa persentase masyarakat miskin terbanyak berada di wilayah Kecamatan Maronggela . pada tahun 2008-2009 Program Askeskin digantikan oleh Jamkesmas dengan tujuan yang sama yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang terdata.998 penduduk terdata). Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2008 sebanyak 67. Jerebuu dan Bajawa Utara persentase penduduk miskin dibawah 50%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 9 .079 penduduk miskin dari 8.

2009. Profil Kesehatan 2009. Sedangkan pesentase penduduk menurut tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 2. dengan persentase penduduk laki-laki 10 tahun keatas yang melek huruf sebesar 48. Ngada Dalam Angka. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 10 .0%). yaitu persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin.9% .4 Tingkat Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk dicerminkan dengan angka melek huruf.04%.0%). Dari gambar menunjukkan bahwa persentase tertinggi penduduk usia 10 tahun keatas berdasarkan tingkat pendidikan paling tinggi pada tingkat pendidikan SD/MI (40%) sedangkan yang tidak tamat SD/tidak mempunyai ijazah sebanyak 35% kemudian disusul dengan tingkat pendidikan SLTP (9.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber .8% sedangkan perempuan lebih tinggi yaitu sebesar 51. Persentase penduduk melek huruf tertinggi di Kecamatan Aimere (89. Penduduk 10 tahun keatas yang melek huruf di Kabupaten Ngada sebanyak 50.2.6%) dan terendah di Kecamatan Jerebuu (11. Data lebih terperinci mengenai tingkat pendidikan dan angka melek huruf Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4 dan 5.

Beberapa indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI).BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Pengertian tentang keadaan sehat dan sakit sangat penting mengingat kita harus dapat menentukan ada/tidaknya permasalahan/penyakit diantara masyarakat dan seberapa besarnya masalah tersebut. walaupun masih dijumpai beberapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Angka Kematian Bayi (AKB). yang dimaksud dengan keadaan sehat adalah keadaan meliputi kesehatan badan. dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi. balita dan ibu maternal yang dilaporkan oleh petugas kesehatan. Menurut UU Kesehatan RI No.1 Mortalitas Data kematian yang terdapat pada masyarakat dapat diperoleh melalui survey. Program pembangunan kesehatan di kabupaten Ngada ini dilaksanakan dikatakan cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Faktor-faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan adalah : lingkungan. perilaku. Pelayanan Kesehatan dan Faktor Genetika.74% dari 3170 kelahiran. Keempat faktor utama ini diintervensi melalui beberapa kegiatan pokok yang mempunyai dampak ungkit besar terhadap upayaupaya percepatan penurunan AKI. belum menggambarkan Angka Kematian sebenarnya di masyarakat. AKABA dan Peningkatan Status Gizi Masyarakat serta status Angka Kesakitan dan Kondisi Penyakit Menular. Sehingga jumlah kematian bayi. Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi. baik struktur maupun fungsinya atau Keadaan dimana tubuh atau organisme atau bagian dari organisme/populasi yang diteliti tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari keadaan patologisnya. rohani ( mental ) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit. Jumlah bayi lahir mati di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 55 kasus kematian. pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik. Lingkungan. 3. Secara sederhana keadaan sakit itu dinyatakan sebagai : Penyimpangan dari keadaan normal. Jumlah bayi lahir mati yaitu kematian bayi sejak lahir sampai dengan 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Kelahiran hidup sebanyak 3115 kelahiran. karena sebagian besar kematian terjadi di rumah. AKB. sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. atau 1. cacat. Salah satu penyebab masih tingginya kasus lahir mati karena Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 11 . Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. Indikator-indikator tersebut ditentukan oleh 4 faktor utama yaitu Perilaku Masyarakat. 23 tahun 1992.

Kejang. maka AKB Kabupaten Ngada mengalami peningkatan. Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 17. namun jumlah absolut kasus menurun. Diare. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 12 .5/1000 Kelahiran hidup dengan absolut kematian sebanyak 57 kematian. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lahir mati tahun 2008 sebanyak 59 kasus maka pada tahun 2009 mengalami penurunan. Hal ini merupakan masalah serius yang harus segera diatasi sejalan dengan kebijakan Revolusi KIA Provinsi NTT yang menyatakan bahwa semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. Trend AKB di Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 3. penyebab lainnya adalah Aspirasi. dan persentase persalinan ditolong oleh dukun mengalami peningkatan. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kelahiran maka persentase lahir mati mengalami peningkatan. Infeksi. Malaria. hal ini menunjukkan bahwa AKB Kabupaten Ngada lebih tinggi dari AKB Propinsi NTT.000 KLH.1. dengan absolut kematian sebanyak 55 kasus.94% persalinan ditolong oleh Dukun atau sebanyak 250 persalinan. a. Ikterus.masih banyak persalinan yang dilakukan tidak di sarana kesehatan dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan berkompetensi bidan. penyebab kedua adalah Pneumonia.7 atau 18 per 1000 Kelahiran Hidup. AKB Propinsi NTT yang dilaporkan tahun 2007 sebesar 11/1000 KLH (1159 kematian). dan Kecelakaan. Trend Angka Kematian Bayi dper 1000 Kelahiran Hidup Di kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Jika dibandingkan dengan Angka kematian bayi (AKB) Kabupaten Ngada tahun 2008 sebesar 16. Cacat Bawaan. dimana 7. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003 AKB Indonesia sebesar 35 per 1. Penyebab kematian bayi terbanyak adalah Asfiksia. Yang sama artinya setiap 1000 kelahiran hidup terjadi 18 kematian bayi.

Jika debandingkan dengan AKI Kabupaten Ngada Tahun 2008 yang dilaporkan sebesar 144/100. Mengatasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan dana untuk pelacakan kasus kematian bayi antara lain melalui kerjasama dengn AIP-MNH (Australia-Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt) dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi kebidanan serta pertemuan-pertemuan lintas sektor dan lintas program dengan petugas kesehatan di Puskesmas. Jumlah kelahiran dan kematian bayi dan balita secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6. persalinan dan masa nifas. jantung dan Pre-eklamsia berat. 2 kasus terjadi di Kecamatan Aimere dengan penyebab Hepatitis.1 per 1000 Kelahiran Hidup. maka tidak terjadi peningkatan atau penurunan. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 2. 1 kasus kematian terjadi di Kecamatan Riung dengan penyebab Perdarahan Post-Partum. maka terjadi peningkatan AKI.9 atau 3 per 1000 Kelahiran Hidup. Febris dan Gizi Buruk. walaupun terjadi penurunan pada tahun 2007.000 KLH pada tahun 2015 (MDG’s). Dari 7 kasus Kematian Ibu 3 kasus terjadi di Kecamatan Golewa dengan penyebab Perdarahan karena Kehamilan di Luar Kandungan (KET) dan perdarahan setelah melahirkan (post-Partum). atau peningkatan jumlah kematian. Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 224. c. keadaan kesehatan kurang baik menjelang kehamilan. b. 1 kasus terjadi di Kecamatan Riung Barat dengan penyebab Emboli Air Ketuban (Suspect Emboli Air Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 13 .000 KLH atau 5 kematian dari 3464 KLH. Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi. Angka tersebut masih dibawah target IS 2010 yaitu sebesar 102/100.7 atau 225 per 100.000 Kelahiran Hidup dengan absolut 7 kasus kematian ibu dari 3115 KLH. Pustu dan Polindes. Namun secara absolut atau dilihat dari jumlah kasus kematian balita terjadi penurunan dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 9 kasus pada tahun 2009. sedangkan penyebab kematian lainnya adalah Kejang. serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. dan terjadi peningkatan AKB yang cukup tinggi pada tahun 2008 dan 2009. Obs. Jika dibandingkan dengan AKABA tahun 2008 yaitu 3. Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan. kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran. Penyebab kematian Balita terbanyak adalah Pneumonia.AKB Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan.

jejaring Transportasi untuk memudahkan merujuk warga terutama ibu hamil Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 14 . Data kasus kematian ibu secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran. Pendanaan. di Pustu dan Puskesmas. Donor Darah. kondisi sosial ekonomi masih rendah untuk membiayai. serta letak geografis yang masih sulit untuk mengakses sarana kesehatan dan belum diterapkannya P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) secara optimal.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 (per 100. Jejaring Pandanaan bertugas untuk mengumpulkan iuran atau dana solidaritas warga untuk kesehatan. Adanya kasus kematian ibu maternal di Kabupaten Ngada disebabkan oleh kurangnya kuantitas maupun kualitas tenaga bidan terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil. tabel 7. Grafik 3.Ketuban). Upaya untuk menekan angka kematian ibu dilakukan denganmeningkatkan kemitraan bidan dan dukun untuk mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan dengan harapan agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR). kurangnya sarana dan prasarana dalam pelayanan Emergensi Obstetrik dan Neonatal baik itu di Polindes. transportasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi dan KB. masih ada pertolongan persalinan oleh dukun. balita dan kelompok rentan. Jejaring Notifikasi bertugas untuk mendata semua sasaran kesehatan terutama ibu hamil. sehingga pada saat ibu hamil atau warga yang membutuhkan darah. kunjungan rumah ( sweeping ) post persalinan oleh petugas belum optimal. namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan AKI. Selain tersebut diatas upaya yang dilakukan adalah penggerakan dan pengembangan Desa Siaga dengan membangun 5 jejaring yaitu Notifikasi.000 Kelahiran Hidup) Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa AKI Kabupaten Ngada dari tahun 20052008 cenderung mengalami penurunan. Jejaring Donor Darah mendata semua golongan darah dari warga setempat. bayi.

99 Ginggivitis atau Penyakit Periodental 1.2 Morbiditas Angka kesakitan penduduk diperoleh dari pengumpulan data di masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui kunjungan rumah dan laporan bulanan.38 2.46 7.41 14. Jejaring Kespro dan KB bertujuan untuk konseling KB pada PUS dan pendataan akseptor aktif. hal ini disebabkan karena telah tersedianya sarana dan prasarana laboratorium di Puskesmas untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 15 .71 40.61 2. Terobosan lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah dengan mencanangkan REVOLUSI KIA yaitu Semua Persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. triwulan.53 Penyakit lainnya 26. radang sendi 6.23 Infeksi Penyakit Usus lain di luar diare.52 4.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007 -2009 Tahun Tahun Tahun Jenis Penyakit 2007 2008 2009 % % % Infeksi Akut pada Saluran Pernapasan 21.14 & rematik) Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan Lab) 17. Sedangkan Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium mengalami peningkatan yaitu urutan ke-5 tahun 2007. A. Pola 10 Penyakit Terbanyak Dari laporan LB1 (Laporan Bulanan) puskesmas menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyakit yang selalu menduduki urutan teratas tiap tahunnya. jaringan pengikat (Pyk tulang blkg. 2.ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai. semester dan tahunan dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) Puskesmas dan sarana pelayanan swasta.81 7. yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.68 27.64 37.33 colera atau disentri Penyakit lain pada saluran pernapasan 9.02 1.60 bag atas di luar ISPA Diare 2.07 Bag Atas Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium (Termasuk Malaria 4.05 5. 2009 Dari data penyakit diatas menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas merupakan penyakit pada urutan pertama selama 3 tahun terakhir ini.95 Penyakit Kecacingan 1.66 Scabies 1.35 Tropika) Penyakit pada sistem otot. ke-3 tahun 2008 dan urutan ke-2 tahun 2009.02 6.50 3.16 No 1 2 Trend ↑ ↑ 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ↑ ↓ ↑ ↓ ↑ Sumber : Laporan Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Khusus dan Rujukan.60 2. 3.00 22.

Penyakit Menular Bersumber Binatang 1. data malaria klinis ini sebagian besar merupakan pasien yang berobat ke Pustu maupun Polindes. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 16 . B.46% dari seluruh kasus penderita malaria klinis.721 kasus. Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah kasus malaria klinis terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa/ke Puskesmas Kota sebanyak 2. Grafik 3. Semua penderita Malaria dengan gejala klinis maupun positif yang berkunjung ke Puskesmas.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Kesehatan 2009. Penderita malaria klinis di Kecamatan Bajawa Utara wilayah kerja Puskesmas Watukapu dan Kecamatan riung Barat wilayah kerja Puskesmas Maronggela serta kecamatan Wolomeze wilayah kerja Puskesmas Natarandang tidak dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium karena di Puskesmas bersangkutan belum tersedia Laboratorium kesehatan. Sedangkan kasus malaria positif pemeriksaan darah di laboratorium sebanyak 7912 kasus atau sebanyak 42. dengan AMI (Annual Malaria Incidence) 78 per 1000 penduduk. Laporan Bidang Kesmas. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar 57 per 1000 penduduk.balita dan lansia. dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. Polindes maupun ditemukan pada saat pusling diberikan pengobatan malaria. yang tidak tersedia laboratorium dasar. Jumlah kasus malaria klinis (demam tinggi disertai dengan menggigil) di Kabupaten Ngada masih tinggi.736 kasus.pemeriksaan parasit malaria. dan hal ini menyebabkan Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan laboratoris) mundur ke urutan ke-4. Pustu. 2009. terlihat dari jumlah penderita tahun 2009 (yang berobat ke Puskesmas) sebanyak 10. Malaria Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terutama di Kabupaten Ngada yang merupakan daerah endemik malaria.

1 : Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Dari peta diatas diketahui bahwa daerah dengan potensi endemis berat atau tinggi adalah Kecamatan Soa. memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air. pemakaian baju tebal dan (3) menghilangkan atau membersihkan sarang nyamuk menghilangkan genangan air.776 kasus pada tahun 2008 maka kasus malaria klinis mengalami penurunan. Bajawa. Daerah Endemis Malaria Ringan atau Rendah adalah Kecamatan Riung dan Wolomeze. Trend kasus malaria selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini: Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 17 . Aimere. (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu.Jika dibandingkan dengan jumlah kasus Malaria Klinis 20. Bajawa Utara dan Riung Barat. pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent). dengan AMI paling tinggi yaitu 172 per 1000 penduduk. Sedangkan daerah dengan endemis malaria Sedang adalah Kecamatan Golewa. Penyebaran wilayah endemis malaria dapat dilihat pada peta berikut : Peta 3. Lebih terperinci mengenai Malaria dapat dilihat pada lampiran Profil tabel 11. pemasangan kasat kasa di rumah. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit malaria dalam bentuk peran serta masyarakat melalui : (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas.

kurang efektifnya Fogging Fokus dengan Fogging sebelum penularan. 2. Pada tahun 2009 Angka Kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sebesar 7 per 100. Demam Berdarah Dengue (DBD) Kondisi yang menyebabkan DBD adalah Tingginya mobilitas penduduk. Menurunnya kasus malaria menunjukkan derajat kesehatan masyarakat semakin baik yang juga didukung oleh bantuan Global Fun ATM yaitu Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam pemberantasan penyakit Malaria sejak tahun 2006 terutama bantuan kelambu berinsektisida. namun kasus-kasus ini sebagai akibat mobilitas penduduk.000 penduduk maka tahun 2009 terjadi penurunan kasus DBD.Grafik 3. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 18 . Jika dibandingkan dengan tahun 2008 dengan Angka Kesakitan 30 per 100. belum memasyarakatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah masalah yang perlu diperhatikan di Kabupaten Ngada. dan menurun pada tahun 2009.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik diatas menggambarkan jumlah kasus malaria klinis selama 5 tahun terakhir (2005-2009) cenderung menurun dan mengalami penurunan pada tahun 2009.000 penduduk dengan absolut sebanyak 9 kasus. Sedangkan kasus malaria positif mengalami cenderung menagalami peningkatan dari tahun 2005-2008. Dari data menunjukkan bahwa DBD merupakan kasus atau penyakit yang bersifat periodik atau mempunyai siklus waktu tertentu Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.

5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Sumber : Profil Puskesmas 2008. Meningkat dari 2 per 100.000 penduduk pada tahun 2008 dan menurun menjadi 7 per 100.000 penduduk di tahun 2009. Filariasis Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”. kemudian menurun menjadi 3 per 100. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. yaitu Wucherecia bancrofti.Grafik 3. sampai dengan tahun 2003 kasus kronis Filariasis telah menyebar ke 30 provinsi pada lebih dari 231 kabupaten dengan jumlah kasus kronis 6.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 6 per 100. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap.000 penduduk pada tahun 2006. dari beberapa jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor Filariasis yaitu Mansonia. Angka Kesakitan DBD dilihat dari gambar diatas mengalami peningkatan setiap 2 tahun. Anopheles dan Culex. Di kabupaten Ngada pada tahun 2008 terdapat 26 kasus filariasis yang terdapat di kecamatan Bajawa Utara dan Riung Barat. 3. Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 19 .000 penduduk pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan menjadi 30 per 100.namun penderita tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1970an dan sudah diberi tatalaksana/pengobatan. Brugia Malayi dan Brugia Timori. Di Indonesia.635 orang.

TB Paru WHO memperkirakan pada saat ini. maka mengalami penurunan.4% (202 kasus) diberikan VAR lengkap. Jika dibandingkan dengan kasus TB Paru pada tahun 2008. namun 44 kasus Filariasis pada tahun 2007 terjadi di kecamatan Boawae yang pada tahun 2008 sudah masuk wilayah Kabupaten Nagekeo. Bila dibandingkan dengan kasus Filariasis tahun 2007 sebanyak 44 kasus. 26. maka pada tahun 2009 mengalami peningkatan.17% atau 1 korban meninggal dari 24 kasus gigitan yang berasal dari Kecamatan Soa. Lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 13.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC.5% (41 kasus gigitan) tidak diberi VAR. Dari 426 penderita yang dinyatakan positif TB dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak/sputum yang positif BTA (Basil Tahan Asam) sebanyak 47 orang atau 11%.000 orang (44. dan tidak ditemukan penderita baru.walaupun bengkak pada kakinya tetap ada.000 penderita baru TB) dan 140. Angka tersebut diyakini sangat memungkinkan.1% (86 kasus) tidak VAR lengkap. Dari 329 kasus gigitan diantaranya 61.55. apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan. Di Kabupaten Ngada. dan 12. dimana pernah terjadi kasus rabies. Sedangkan kasus TB Paru dengan BTA+ mengalami Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 20 . Penderita yang dobati adalah yang BTA positif sejumlah 47 penderita atau 100%. dan eliminasi terhadap HPR belum secara total dilakukan. Sedangkan pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus filariasis. C. namun tidak bertambah besar. dan desa tersebut dikatakan rawan terhadap kasus Rabies. dari laporan Puskesmas oleh pengelola P2TB (pencegahan dan Penanggulangan Tuberculosis) suspek TB Paru atau suspek dengan gejala-gejala klinis menderita TB paru sebanyak 426 orang. sosial ekonomi masyarakat. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar ke-3 di dunia. 4. Rabies Di Kabupaten Ngada Pada tahun 2009 dilaporkan adanya kasus gigitan HPR (hewan Penular Rabies) sebanyak 329 kasus. oleh karena Kabupaten Ngada merupakan daerah Endemik Rabies. Dan angka kesembuhan penderita TB BTA + sebesar 62% atau 29 penderita sembuh.9% dari 583. dimana suspek TB Paru sebanyak 240 orang. dengan Attack rate 1. maka penderita kasus gigitan HPR langsung diberikan VAR atau Vaksin Anti Rabies. Dan CFS atau Case Fatality Rate atau persentase korban meniggal karena kasus Rabies adalah 4. Akibat gigitan HPR ini terdapat 1 korban meninggal dari Kecamatan Soa. yang setiap tahunnya diperkirakan ada penderita baru TB menular sebanyak 262. Penyakit Menular Langsung 1. serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini. hal ini dikarenakan adanya penjaringan penderita dengan gejala klinis TB paru dan adanya pemeriksaan kontak serumah.

Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Diare Pada tahun 2009 Peyakit Diare menduduki urutan ke-7 dalam Pola Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Pasien yang berkunjung ke Puskesmas. hal ini disebabkan belum optimalnya Pengawasan Minum Obat (PMO) di tingkat keluarga.488 kasus dan 57. Grafik 3.4 per 1000 penduduk. pemeriksaan sputum terhadap BTA dilakukan di Laboratorium Puskesmas Waepana. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 21 .76% diantaranya merupakan penderita balita (1437 kasus).penurunan yaitu 66 orang pada tahun 2008 menjadi 47 orang pada tahun 2009. Angka kesembuhan pengobatan TB paru tidak mengalami peningkatan yaitu 62 % pada tahun 2008 dan 2009. Angka Kesakitan Diare tahun 2009 sebesar 18 per 1000 penduduk. 2. Suspek TB Paru pada Puskesmas Maronggela. Jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa diare sebanyak 2. sehingga pengobatan TB sebagian besar diawasi oleh petugas kesehatan. Polindes dan Pusling (tidak termasuk RSU) di Kabupaten Ngada. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan Di kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Dari Grafik dapat dilihat bahwa penderita TB Paru klinis paling banyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Waepana kemudian disusul Wilayah Kerja Puskesmas Koeloda. Diare pada balita ditangani 100% atau semua penderita diare balita ditangani dengan pemberian oralit maupun infus (Rnger Laktat/RL). jika dibandingkan dengan Angka Kesakitan Diare tahun 2008 19. Watukapu dan waepana. maka terjadi penurunan Angka Kesakitan Diare. TB Paru BTA Positif. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 9. Pustu.6 Perbandingan TB Paru Klinis.

3 diantaranya meninggal. Dan dari 29 kasus tersebut. sehingga banyak sekali kasus yang tidak terjaring.3. 3 diantaranya meninggal. Semakin tingginya mobilitas penduduki antar wilayah. penyebaran pembangunan ekonomi. tahun 2006 ditemukan sebanyak 3 kasus dan telah meninggal semuanya. Dan beberapa suspek atau orang yang dicurigai menderita HIV/AIDS menolak untuk mengikuti pemeriksaan darah. Gambar 3. Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada merupakan fenomena gunung es. 6 kasus ditemukan pada tahun 2008 dan 4 diantaranya sudah meninggal. meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangannya. tahun 2004 2 kasus dan tahun 2003 1 kasus. Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa itu adalah penyakit yang memalukan. Jumlah penderita HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 sampai 2009 sebanyak 29 penderita. meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman seiring dengan zaman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika. dan 6 diantaranya meninggal. Dari 29 kasus tersebut. Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) melalui suntikan memberikan kontribusi yang besar terhadap meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS. perkembangan teknologi yang semakin pesat. 8 kasus ditemukan tahun 2009. dilihat dari penambahan jumlah kasus. HIV/AIDS Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus di Kabupaten Ngada menunjukkan peningkatan. penderita HIV/AIDS yang hidup dan terdata sebanyak 9 orang. terjadi fluktuasi penemuan penderita HIV/AIDS dan trend kasusnya cenderung meningkat. tahun 2007 ditemukan sebanyak 5 kasus HIV/AIDS. tahun 2005 ditemukan 4 kasus. Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah membentuk KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) pada tahun 2008 sesuai Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 22 . dimana yang nampak hanya sebagian kecil saja.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi Di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Dari gambar kasus diatas.

10.9. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada tahun 2003-2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 23 . Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.8. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3. Grafik 3. Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran penderita HIV/AIDS menurut kelompok umur.dengan Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2007 dan telah membentuk jasringan ODHA dan OHIDHA. jenis pekerjaan dan jenis kelamin.

status gizi wanita usia subur. IMS Deteksi dini kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dilakukan di Puskesmas dengan menerapkan managemen PMS pada ibu hamil yang datang ke sarana kesehatan. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain.55% dengan jumlah penduduk sekitar yang terancam 1. 4. dan langsung diberi tatalaksana atau penanganan pengobatan kasus tersebut. karena disamping merupakan faktor predisposisi seperti penyakit infeksi yang dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual.17 %. hal ini disebabkan karena mobilisasi para sopir antar daerah. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. yang wilayah kerjanya terdapat kasus HIV/AIDS. Attack Rate 1. Sedangkan menurut jenis pekerjaan terbanyak pada IRT (Ibu Rumah Tangga) dan swasta.3 Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum. yang sudah menjalankan kegiatan deteksi dini IMS ini adalah Puskesmas Aimere dan Kota. BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). Menurut jenis kelamin kasus HIV sebagian besar ditemukan pada laki-laki yaitu 19 kasus.Dari gambar diatas diketahui bahwa terdapat kasus HIV/AIDS pada penduduk kelompok umur 0-5 tahun (balita) 1 kasus. banyak BBLR dengan IUGR Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 24 .551 penduduk. dan terbanyak pada kelompok umur 21-25 tahun dan 26-30 tahun. A. Di negara berkembang.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang. Kejadian Luar Biasa Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan wabah. Pada tahun 2009 terjadi KLB Rabies di Kecamatan Soa yaitu terdapat 1 korban meninggal karena Rabies dari 24 kasus gigitan di Kecamatan Soa. status gizi balita. dan Case Fatality Rate atau Rasio korban meninggal karena rabies dibanding korban gigitan HPR sebesar 4. bayi dengan Berat Badan lahir Rendah (BBLR). Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). D. Status gizi janin dan bayi sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil atau ibu menyusui. Namun kegiatan deteksi dini IMS atau PMS di Kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal. Kurang Energi Kronik (KEK). 3. Pekerjaan sebagai Sopir merupakan kasus terbanyak ketiga. Pada tahun 2009 dari deteksi dini IMS yang dilakukan terdapat 63 kasus IMS. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2.

Bayi BBLR di kabupaten Ngada yang dilaporkan Puskesmas dari 3115 kelahiran hidup 93% diantaranya yang ditimbang (2893 LH) dan yang BBLR sebanyak 1. namun pada tahun 2007 terjadi peningkatan kasus yang signifikan (154 kasus) dan mengalami penurunan pada tahun 2008 (70 kasus). malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil. untuk menanggulangi masalah gizi atau untuk memperoleh gambaran konsumsi gizi di tingkat rumah tangga dan status gizi masyarakat dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Pemantauan Status Gizi (PSG) atau Pemantauan Wilayah Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 25 . dan menurun lagi pada tahun 2009 (54 kasus). B. dimana cenderung terjadi penurunan dari tahun 2004 (183 kasus) sampai tahun 2006(96 kasus).karena ibu berstatus gizi buruk. Di Kabupaten Ngada.11 Perkembangan Persentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada Tahun 2004-2009 Sumber : Profil Puskesmas. gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD). Kategori yang digunakan adalah : gizi lebih (zscore>+2 SD). Salah satunya adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini ke sarana pelayanan kesehetan dan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. gizi kurang (z-score<-2 SD sampai 3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD). Perkembangan kasus BBLR di Kabupaten Ngada sejak tahun 2004 sampai 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 3. anemia. Lebih rinci mengenai Bayi BBLR dapat dilihat pada lampiran tabel 15. dan semua bayi BBLR telah ditangani oleh tenaga kesehatan. Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). Meskipun semua bayi BBLR pada tahun 2009 ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan namun tindakan atau upaya-upaya preventif harus tetap dilaksanakan untuk menekan angka kejadian BBLR.78% dengan absolut 54 bayi. 2009 Perkembangan persentase kasus BBLR di Kabupaten Ngada selama 6 tahun terakhir mengalami fluktuasi.

12 Proporsi Status Gizi Baik.944 balita yang datang dan ditimbang Bila dibandingkan dengan cakupan balita ditimbang tahun 2008 yaitu 85% mengalami penurunan. sedangkan gizi buruk 21 kasus atau 0.42% dengan absolut 484 balita. Disadari bahwa untuk mengatasi masalah ini sektor kesehatan saja tidak akan mampu mengintervensi masalah gizi buruk sampai ke akar.59% meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2008 yaitu 88%. Grafik 3. Namun masih terdapatnya kematian balita akibat gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan. Kematian balita yang disebabkan oleh gizi buruk sebanyak 2 balita. gizi kurang 828 kasus atau 8. dan telah mengalami peningkatan berat badan.Setempat (PWS) di seluruh kecamatan.321 balita yang terdata. Hasil pemantauan status gizi balita yang datang ke Posyandu 67.19% atau 21 balita. Hasil PSG/PWS yang dilaksanakan 2009 di posyandu atau sekitar 76. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Seksi Gizi. sedangkan 4 orang balita gizi buruk dengan penyakit penyerta telah dirawat di sarana kesehatan. sedangkan balita gizi buruk sebesar 0. 254 diantaranya adalah bayi BGM. Dari 484 balita BGM.21%. Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebanyak 4. ini menunjukkan hasil yang baik dari pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Keluarga. perlu kerjasama yang baik dengan sektor terkait seperti ketahanan pangan.52% berat badan naik dengan absolut 7388 balita.2%. terdapat 10. dan pertanian. dan yang telah diberikan MP ASI (makanan Pendamping ASI) untuk menambah asupan gizinya sebanyak 105 bayi.42% dari seluruh balita pada tahun dari 14. bila dibandingkan tahun 2008 maka jumlah kasus gizi buruk mengalami penurunan. Upaya yang dilakukan terhadap 20 orang balita gizi buruk adalah dengan pemberian PMT Pemulihan. 2008 Dari gambar diketahui bahwa status gizi baik Kabupaten Ngada sebanyak 91. peran keluarga yaitu orang tua balita dan pemenuhan kebutuhan gizi dari saat ibu hamil sampai saat anak lahir dan bertumbuh kembang. sektor ekonomi dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 26 .

sehingga tidak menjadi kecamatan rawan gizi. Aimere. dimana prevalensi gizi buruk dan kurangnya berkisar antara 6%-10%. sehingga perubahan derajat kesehatan terutama pada Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 27 .4 Umur Harapan Hidup Penurunan angka kematian bayi sangat berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH).sektor pemberdayaan dan penggerakan masyarakat desa. Angka kematian bayi merupakan indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Bajawa Utara. namun tetap mendapat penanganan yang lebih untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. bisa dikatakan kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan Jerebuu.2 Dari gambar diatas diketahui bahwa Kecamatan Riung Barat merupakan Kecamatan Rawan Gizi yaitu kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada balita lebih dari 15%. Soa dan Riung. Data selengkapnya tentang status gizi dapat dilihat pada lampiran tabel 16 dan 24. Sedangkan kecamatan yang berpotensi berat rawan gizi yaitu Kecamatan Golewa. Kecamatan dengan potensi sedang rawan gizi yaitu kecamatan Wolomeze dan Bajawa. Peta 3. untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan upaya preventif untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. Kecamatan dengan prevalensi gizi buruk dan kurang potensi ringan. 3.

Ngada menduduki urutan kedua. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 28 . Menurut Estimasi Ngada dalam Angka.3 tahun.6 tahun. dimana urutan pertama adalah Kota Kupang yaitu laki-laki 70 tahun dan perempuan 73.penurunan AKB dan kenaikan UHH. Dan urutan ketiga setelah Kabupaten Ngada adalah Kabupaten Ende dengan UHH laki-laki 64 tahun dan perempuan 68.6 tahun dan perempuan 68. Angka ini bila ditinjau tingkat Propinsi NTT.8 tahun. 2009 (Badan Pusat Statistik). Umur Harapan Hidup di Kabupaten Ngada untuk laki-laki mencapai usia 64. meningkatnya Umur Harapan Hidup secara tidak langsung juga member gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.

Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan yang selanjutnya berpengaruh hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi. dokter umum.1 Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Cakupan pelayanan kunjungan baru ibu hamil ( K1 ) di Kabupaten Ngada tahun 2009 berdasarkan data dari Puskesmas. cakupan ini menurun dibandingkan cakupan tahun 2008 yaitu 93. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. Angka capaian ini belum merupakan K1 murni melainkan jumlah kunjungan pertama ibu hamil ( kontak pertama ). Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : A. dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama. Pemeriksaan kehamilannya. sebesar 83. perlu adanya sosialisasi terutama bagi ibu hamil untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 29 .BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Untuk meningkatkan cakupan K1. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan. telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang diutamakan pada kegiatan promotif dan preventif. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat.8%. Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapat pelayanan antenataldi fasilitas kesehatan sesuai standar paling sedikit 4 (empat) kali. 4. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khusunya untuk tahun 2009. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. pemeriksaan tensi dan Konsultasi. bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. Cakupan K1 merupakan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan.2%. Pemberian Imunisasi TT. 1. Pelelayanan ANC standar yaitu Penimbangan Berat Badan. Pemberian Tablet Besi.

Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) selama masa kehamilan dimaksudkan untuk mengatasi kasus anemia ibu hamil serta meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe selama masa kehamilan hingga persalinan. Bila dibandingkan dengan target SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan tahun 2010 yaitu K4 ibu hamil 95%. Selain itu juga banyak kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan pada usia dini atau usia lanjut yang menyebabkan ibu hamil malu untuk memeriksakan kehamilannya. Data selengkapnya mengenai pelayanan ANC ibu hamil dapat dilihat pada lampiran tabel 17.27% yaitu 2630 ibu hamil dari 4674 proyeksi ibu hamil/ ibu hamil yang diperkirakan.90%. 2009 Gambar diatas menunjukkan bahwa baik secara kecamatan maupun kabupaten cakupan pelayanan ibu hamil K4 masih jauh dari target SPM yaitu 95%. Namun kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan dana dan prasarana untuk pendataan ibu hamil dan kekurangan tenaga sehingga banyak bidan yang mempunyai tugas rangkap. sehingga sweeping ibu hamil sangat penting untuk dilakukan. Grafik 4. maka pencapaian secara kabupaten belum memenuhi target. karena masih adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yaitu kehamilan harus disembunyikan dari hal-hal gaib dan semacamnya. Sedangkan cakupan K4 sebesar 58. Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 56. Masalah adalah dukungan dari keluarga ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara dini di fasilitas kesehatan masih sangat kurang. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 30 . Permasalahan tidak tercapainya K4 adalah tidak tercapainya K1 murni yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali pada triwulan 1/sebelum lewat dari 3 bulan kehamilan.memeriksakan diri ke Puskesmas.1 Persentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wialayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.53%). Kecamatan dengan pencapaian paling rendah yaitu kecamatan Soa Puskesmas Waepana (30.

misalnya kelalaian petugas kesehatan. dengan cara pemecahan masalah Kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan tim kabupaten yang dikenal dengan DTPS (District Team Problem Solving). Adanya selisih antara kedua cakupan tersebut perlu ditelusuri lagi sebab-sebab yang mungkin terjadi. karena permasalah kematian ibu yang utama terjadi di Kabupaten Ngada adalah perdarahan pada persalinan.5% sedangkan cakupan Fe3 terendah adalah kecamatan Bajawa Utara (Puskesmas Watukapu) yaitu 28. kesalahan pencatatan dan pelaporan atau masalah teknis lainnya. dan dikonsentrasikan pada pertolongan persalinan. pada tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 31 . 2.2 Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe3) pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 2009 Pemberian tablet Fe3 dimaksudkan bagi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya.5%. Seharusnya cakupan Fe3 sama dengan cakupan K4 karena setiap memeriksakan kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan setiap triwulan ibu hamil harus diberikan tablet Fe. Berbagai upaya telah dilakukan. keterlambatan merujuk dan pertolongan persalinan masih dilakukan oleh dukun bersalin. kecuali ibu hamil dengan malaria positif.Grafik 4. hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (professional). Kecamatan dengan cakupan Fe3 paling tinggi adalah kecamatan Wolomeze (Puskesmas Natarandang) yaitu 83. Tujuan utama program ini adalah mengupayakan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi NTT. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 25. dimana satu kali pemberian Fe sebanyak 90 tablet. Tahun 2009 dan 2010 Pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Kesehatan dibantu dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Program AIP-MNH NTT (Australia – Indonesia Partmership for Maternal and Neonatal Health in NTT). Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan.

Grafik 4. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2008 dan 2009 bila dibandingkan dengan target SPM Indonesia Sehat 2010 yaitu 90%. obat-obatan yang cukup. bidan dan perawat yang mempunyai kompetensi. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami fluktuasi yaitu cenderung meningkat dari tahun 2005 ke tahun 2006.9% dari ibu bersalin. Cakupan pertolongan persalinan per wilayah kerja Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 32 .3 Trend Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2005-2009.2009 persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan sebanyak 250 persalinan atau 7. Yang dimaksudkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Ngada adalah Puskesmas dimana telah tersedia peralatan pertolongan persalinan. Namun dengan adanya Keputusan Gubernur NTT nomor 42 tahun 2009 tentang Revolusi KIA yaitu Semua Persalinan Dilakukan di Faslitas Kesehatan yang Memadai maka diharapkan pencapaian pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk Kabupaten Ngada 95 sampai 100%. kemudian mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan menurun pada tahun 2009. maka untuk Kabupaten Ngada telah mencapai target. sistim pelayanan yang lebih komlplex dibandingkan dengan pustu dan polindes dan akses ke rumah sakit lebih dekat apabila harus dilakukan rujukan. tenaga dokter.

beberapa ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan harus dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan kemampuannya maupun prasarana penanganan risti di desa dan Puskesmas. Puskesmas Watumanu Kecamatan Jerebuu. Penanganan yang dimaksudkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 33 . perdarahan pervaginam. 2009 Dari gambar diatas terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan di 5 Puskesmas telah mencapai bahkan melebihi target SPM yaitu Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere. Yang dimaksudkan dengan Risti/Komplikasi pada ibu hamil yaitu apabila HB < 8g%.Grafik 4. karena banyak sekali risiko-risiko yang bisa dialami pada masa kehamilan. letak sungsang pada primigravida. dan 92. Puskesmas Kota Kecamatan Bajawa dan Puskesmas Waepana Kecamatan Soa. oedema nyata. Puskesmas Koeloda Kecamatan Golewa. Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi Masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian besar pada ibu. Deteksi resiko. tekanan darah tinggi. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. dan cakupan terendah adalah Kecamatan Riung Barat atau wilayah kerja Puskesmas Maronggela. eklampsia. letak lintang pada usia kehamilan >32 minggu. persalinan premature. 3. Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas.40% dari keseluruhan proyeksi ibu hamil. Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi yaitu keadaan penyimpangan dari normal. Di Kabupaten Ngada persentase ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdata oleh Puskesmas sebesar 6.4 Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. ketuban pecah dini. infeksi berat/sepsis.31% ibu hamil risti tersebut ditangani di Puskesmas sedangkan sisanya ditangani dengan merujuk ke RSUD sebagai Sarana rujukan strata 1 di Kabupaten Ngada. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 17. Sedangkan 4 Kecamatan lainnya belum mencapai target SPM.

Cakupan kunjungan neonatus (KN2) Kabupaten Ngada pada tahun 2009 sebesar 72. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali. Riung. Grafik 4. Maronggela dan Natarandang. KN2 Puskesmas kota terendah karena banyak persalinan dilakukan di bidan praktek swasta sehingga persalinannya tercatat namun kunjungan neonatus tidak tercatat. Bila dilihat menurut kecamatan. Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita 1.41%.59%. Kunjungan Neonatus Bayi umur 0 – 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi.5 Cakupan Ibu Hamil. cakupan kunjungan neonatus di beberapa puskesmas mencapai diatas target SPM yaitu Puskesmas Aimere. Cakupan Kunjungan Neontaus kedua kali tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Maronggela sedangkan terendah di wilayah kerja Puskesmas Kota. Koleoda. Gambaran presentase Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 34 . Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 2009 B. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 yaitu 80%. dan tingginya mobilitas penduduk di Ibukota Kabupaten menyebabkan kesulitan untuk melakukan KN2.disini yaitu penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang terlatih di Puskesmas Perawatan dan RS pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif). petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. maka belum mencapai target. Persentase ibu hamil risti dan ibu hamil risti ditangani dapat dilihat pada gambar berikut ini dan data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 28. satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari. dengan kesenjangan 7. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus.

Grafik 4.7 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. hal ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan cakupan tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 35 . paling sedikit 4 kali (bayi).6 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.cakupan kunjungan neonatus menurut kecamatan pada tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini sedangkan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 15. 2 kali (neonatus). 2009 2. bidan.22%. Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan pelayanan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan. Grafik 4. 2009 Hasil pengumpulan data/indikator kinerja SPM dari Puskesmas di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2009 sebesar 76.

cakupan kunjungan bayi belum memenuhi target. serta pelayanan kesehatan pada remaja. Usia Sekolah dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah (balita).55%. Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan remaja yaitu siswa SMP/SMU. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah.9%. Hal ini dikarenakan banyak balita yang sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) merupakan cakupan anak umur 0 – 5 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh kembangnya sesuai dengan standar paling sedikit 2 kali pertahun. Cakupan pelayanan Kesehatan Apras.42. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 36 .8 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah. dan pencapaian terendah adalah Puskesmas Watukapu 54. maka cakupan Kunjungan Bayi kurang lebih 4 kali di Puskesmas Waepana telah melebihi target SPM yaitu 93. Data dari beberapa puskesmas menunjukkan pencapaian tahun 2009 sebesar 23. Jika dikaji per wilayah kerja Puskesmas . Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 (90%). belum dioptimalkan oleh semua Puskesmas karena keterbatasan tenaga dan dana. Data selengkapnya mengenai pelayanan pra sekolah. Pencapaian tersebut belum memenuhi target SPM yaitu 90%. Sedangkan cakupan pelayanan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/kader kesehatan sekolah) melalui penjaringan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 64. Grafik 4.88%. usia sekolah dan remaja dapat dilihat pada lampiran tabel 18.2008 yaitu 86. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 15. masih belum memenuhi target SPM yaitu 100%. 3. Usia Sekolah dan Remaja di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 76.6%. tidak dibawa lagi ke Posyandu untuk deteksi tumbuh kembang.07%. pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Kesehatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.

Namun demikian pemantauan atau pengawasan pemberian ASI Eksklusif dirasa belum maksimal sehingga cakupan pemberiannya masih sangat rendah.15 %. sedangkan non MKJP adalah metode Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 37 . Grafik 4.965 PUS. untuk tahun 2009 cakupan ASI Eksklusif baru mencapai 46. MKJP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD. MOP/MOW (Metode operatif pria/metode operatif wanita) dan implant. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 19. ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 ( enam ) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 ( dua ) tahun.05% sedangkan peserta KB Baru atau pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi sebesar 13. Pada tahun 2009 PUS yang tercatat berjumlah 20.70%. Upaya yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan berupa penyampaian informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif dan pentingnya ASI Ekslusif serta manfaat bagi ibu bila menyusui. Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pelatihan tenaga konselor ASI Eksklusif bagi para bidan dan kader posyandu. ASI Eksklusif ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. karena itu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Pelayanan KB Program KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Dan proporsi PUS yang merupakan peserta KB aktif sebesar 71. Metode KB atau kontrasepsi yang tersedia adalah MKJP dan Non MKJP. masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 80% bayi yang ada mendapat ASI Eksklusif. Data selengkapnya mengenai ASI Ekslusif dapat dilihat pada lampiran tabel 32.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas Di Kabupaten Ngada Tahun 2009 C. Program KB dikhususkan pada pasangan usia subur (PUS).4.

persentase desa yang telah mencapai UCI dilaporkan sebesar 81. Dengan rincian pelayanan kesehatan pra usila sebesar 31. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu. Polio. Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi. Pelayanan kesehatan prausila dan usila paling tinggi pada kecamatan Riung dan Kecamatan Riung Barat. Gambaran presentase alat/cara KB yang diapakai peserta KB aktif dapat dilihat pada grafik berikut ini. 2009 D. berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan tingkat perlindungan masyarakat (herd imunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i).19% dan pelayanan kesehatan usila sebesar 51.kontrasepsi jangka pendek yang meliputi suntik. Grafik 4. lebih rinci mengenai cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila dapat dilihat pada lampiran tabel 39.48%. DPT dan campak diatas 80%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 38 . WUS dan anak sekolah dikatakan mencapai UCI apabila cakupan imunisasi BCG. seperti pada grafik 4. Pada tahun 2009.919% atau 77 desa dari 94 desa. Persentase tertinggi alat/cara KB aktif yang digunkan oleh PUS peserta KB adalah pemakaian KB suntik yaitu 44. Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (usila) yaitu yang berumur 45-59 tahun dan pelayanan usila yaitu yang berumur 60 tahun keatas tahun 2009 adalah sebesar 37.55%.34% kemudian alat KB Pil sebesar 19. E. sedang rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 20. kondom dan obat vagina.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.11 dibawah ini. ibu hamil. pil.20%. sedangkan rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran tabel 22.

12 Cakupan Imunisasi BCG. Polio 4 kali. Hepatitis B. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 39 . karena imunisasi campak merupakan imunisasi terakhir yang diberikan pada bayi. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Untuk menilai kelengkapan imunisasi dasar bagi bayi. DPT 3 kali. cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik 4. dilihat dari indikator cakupan imunisasi campak.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Untuk menurunkan angka kesakitan.Grafik 4. Polio dan campak. HB 3 kali dan campak 1 kali. Pertusis. Sedangkan untuk menilai angka drop out cakupan imunisasi dasar dapat dilihat dari selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan cakupan imunisasi campak. kematian dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC. DPT. Pustu dan Polindes serta sarana kesehatan lainnya. Pelayanan imunisasi bayi di Kabuputen Ngada dilakukan di Posyandu. Tetanus. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali. Difteri. Puskesmas.

Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 26.Dari grafik diketahui bahwa kelengkapan imunisasi dasar lengkap bagi balita adalah 73. pertumbuhan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 40 .77%.14.83%. Garam Yodium Yodium sangat diperlukan bagi tubuh dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tubuh yaitu kebodohan. 2009 F. Upaya Penyuluhan Kesehatan 1. angka drop out imunisasi yaitu 6.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada tahun 2009 Imunisasi TT kepada Wanita Usia Subur diberikan selama 5 kali yaitu Imunisasi TT1 sampai TT5. hal ini terlihat dari cakupan imunisasi campak. Gambar 4. Cakupan Imunisasi TT pada IBu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 kali setahun yaitu bulan Februari dan Agustus pada tahun 2009 sebesar 70. Grafik 4.17%. Cakupan imunisasi secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 23.

kegiatan yang dilakukan yaitu pencabutan gigi sulung. hal ini sangat mudah dilakukan tanpa harus memiliki ketrampilan khusus. Untuk mengatasi GAKY. masih jauh dari target SPM 2010 yaitu desa dengan garam yodium baik 80%.40%) termasuk pada kategori desa/kelurahan dengan garam beryodium yang baik. Karena terbatasnya dana untuk penyelenggaraan survey desa bergaram yodium baik. dimana daerah tersebut ada kasus GAKY. dengan meminta siswa untuk membawa garam dari rumah masing-masing. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 41 .56%. dari 22. Untuk melihat kualitas yodium dalam garam. sehingga survey pemakaian garam yodium di rumah tangga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko GAKY. terutama pada WUS di daerah endemic.597 murid yang diperiksa. maka dilakukan pemantauan dengan menggunakan Yodina test. dengan pemeriksaan sampel garam yodium tidak lebih dari 2 sampel garam yang kandungan yodiumnya dibawah standar. Kabupaten Ngada melakukan pemantauan kandungan yodium dalam garam dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas. Sebagai cerminan desa/kelurahan dengan garam beryodium baik pada tahun 2009 menunjukkan dari 94 desa/kelurahan sebanyak 22 desa/kelurahan (23. yang dilakukan baik di sekolah atau di Puskesmas. 14. Kabupaten Ngada merupakan salah satur daerah endemis GAKY. Jumlah murid yang mendapatkan perawatan gigi yakni sebanyak 3151 orang. Adapun pelayanan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk murid SD pada tahun 2009 sebesar 63. Hal ini menunjukan bahwa semua garam konsumsi yang beredar belum memenuhi syarat kandungan yodium. Pelayanan Dasar Gigi Pemeriksaan gigi dan mulut merupakan bentuk upaya promotif. untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. juga ada pembagian kapsul yodium bagi WUS di desa. Pelayanan dasar gigi ini disarankan minimal 2 kali setahun.967 murid yang ada. preventif dan kuratif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut.22. pencabutan gigi tetap sebanyak 604 dengan rasio tambal cabut sebesar 0. pengobatan dan penambalan sementara. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 33.terlambat dan gondok apabila kekurangan zat yodium yang sering disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium). Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada ada beberapa Puskesmas yang tidak membagikan kapsul yodium oleh karena keterbatasan dana untuk pengadaan kapsul yodium. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas di wilayah Kabupaten Ngada tahun 2009 dilakukan melalui pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 135. 2. maka beberapa puskesmas mengatasinya dengan melakukan iodine test di sekolah.

2009 Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dan jaringannya lebih tinggi daripada kunjungan rawat jalan Rumah Sakit. Sedangkan pelayanan Rawat Inap menjadi lebih tinggi karena jumlah Bed bertambah menjadi 100 buah dan pelayanan pasien rawat inap dari Nagekeo masih dilayani Kabupaten Ngada di RSUD Bajawa. Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan sedang hingga berat. dengan kata lain . hal ini disebabkan karena peningkatan strata RSUD Bajawa dari UPTD menjadi RSUD Tipe C. 2009.15 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Puskesmas. Begitupun di Puskesmas Kota dengan persentase rawat jalan dibanding jumlah penduduk di wilayah kerjanya adalah 109% dan Puskesmas Watumanu Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 42 . Semua puskesmas di wilayah kabupaten Ngada dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan. Pasien harus berobat ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa. dan 3 puskesmas yaitu Riung. maka persentase tertinggi adalah kunjungan penduduk di Puskesmas Aimere sebesar 149%. hal ini berarti ada penduduk yang berkunjung ke Puskesmas Aimere lebih dari satu kali dalam setahun. Laporan Kunjungan RS. sehingga merupakan pelayanan rujukan strata 1.4.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 1. Sedangkan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas disamping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani kunjungan rawat jalan. Waepana dan Aimere sudah melayani rawat inap. mengingat Kabupaten Nagekeo belum mempunyai Rumah Sakit. Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di sarana kesehatan dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 4. Kunjungan rawat jalan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk.

Di Kabupaten Ngada pada tahun 2009 terdapat 8 sarana kesehatan yang dilengkapi dengan laboratorium kesehatan dan telah berfungsi dengan baik yaitu rumah sakit umum. Sedangkan pelayanan 4 spesialis dasar yaitu pelayanan kandungan dan kebidanan.persentase kunjungan rawat jalan 106%. Puskesmas Surisina. penyakit dalam dan anak tersedia di rumah sakit umum bajawa. dengan sarana laboratorium yang memenuhi syarat. pemeriksaan sputum dan pemeriksaan lainnya. Puskesmas Waepana. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 43 . Sedangkan Puskesmas Koeloda dengan wilayah kerja terluas. Grafik 4.16. 6 puskesmas dan 1 Balai Pengobatan Swasta. Namun pelayanan spesialis ini tidak menetap melainkan kerjasama dengan dokter ahli yang melakukan kunjungan tiap 3 bulan sekali. Persentase kunjungan rawat jalan dapat dilihat pada grafik berikut ini. persentase kunjungan rawat jalan ke sarana pelayanan kesehatan dasar sama banyak dengan jumlah penduduk tercatat yaitu 100%. Puskesmas Watukapu dan Puskesmas Natarandang dibawah 100%. Berfungsi dengan baik maksudnya adalah adannya tenaga analis terlatih untuk melakukan pemeriksaan. Laporan RSUD 2009 2. Persentase kunjungan rawat jalan di 5 Puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Maronggela. misalnya pemeriksaan darah malaria. Puskesmas Riung serta jaringannya persentase kunjungan rawat jalan 105%. dan persentase terendah adalah kunjungan ke Puskesmas Natarandang. dan data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 42. tersedianya reagen dan bahan-bahan penunjang pemeriksaan. Laboratorium Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan harus memiliki laboratorium kesehatan agar mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar. Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. bedah.

3 Perilaku Hidup Masyarakat Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.26% dimana dari 168 obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas terdapat 113 jenis yang telah terpenuhi 100%. revitalisasi pemasyarakatan konsepsi obat esensial dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitas pelayanan pemerintah maupun swasta. tatanan institusi dan tatanan TTU (Tempat-tempat Umum). Dalam profil ini. menyapu halaman. menurut HL Blum adalah faktor perilaku. Dalam PHBS terdapat 10 indikator yaitu : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi 0-6 bulan diberi ASI Eksklusif 3) Seluruh anggota keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4) Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih 5) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat 6) Keluarga mempunyai rumah dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni (9m2/orang) 7) Keluarga mempunyai rumah yang lantainya bukan dari tanah 8) Seluruh anggota keluarga tidak merokok dalam rumah 9) Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit seperti mencuci pakaian. dan pemerataan obat dalam pelayanan kesehatan. yang penyediaannya dilakukan dengan pengadaan obat dari berbagai sumber dana APBN. tiga tatanan yang menjadi sasaran utama PHBS adalah tatanan rumah tangga. dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan. Dalam konsep PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat beberapa tatanan.3. 10) Makan buah dan sayur setiap hari. APBD I dan APBD II. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. keterjangkauan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 44 . dll. Dengan menerapkan perilaku yang sehat. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. 4. Pada tahun 2009 ketersediaan obat esensial di Kabupaten Ngada sebesar 67. angka ini belum mencapai target SPM nasional 90% sedangkan ketersediaan obat generik sebesar 100% atau sesuai dengan kebutuhan rata-rata tiap puskesmas yaitu 127 jenis obat. Ketersediaan Obat Esensial/Generik Adanya penerapan dalam penggunaan obat essensial dan generik. hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga karena Rumah Tangga sebagai dasar terhadap perubahan perilaku masyarakat secara umum. diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat terlambat /kurangnya kesadaran dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan. mengepel lantai.

cakupan PHBS tertinggi pada puskesmas Watumanu kecamatan Jerebuu yaitu dari 200 KK yang dijadikan sampel semuanya menerapkan 7 indikator dari 10 indikator PHBS. Rendahnya cakupan Rumah tangga yang ber-PHBS antara lain disebabkan oleh capaian kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga di setiap rumah tangga masih rendah. Data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 45. namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk melakukan pendataan Rumah Tangga ber-PHBS. Agar mendapatkan data yang lebih akurat mengenai PHBS maka sampel yang diambil harus lebih banyak dan representatif. Dari 10 Puskesmas. jika dibandingkan dengan jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Jerebuu yaitu 1. kurangnya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya ber-PHBS. Pencapaian ini belum memenuhi dari target SPM untuk rumah tangga sehat 65% pada tahun 2010. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 45 . Didapatkan hasil keluarga ber PHBS sebesar 51. Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.757 KK maka sampel ini belum representatif atau belum bisa mewakili penerapan PHBS di Rumah tangga.Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2009 pendataan PHBS dilakukan pada tiap kecamatan diambil sampel 3495 KK yang dijadikan sampel. Untuk itu perlu adanya upaya pemecahan masalah antara lain dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang PHBS bagi masyarakat serta meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor.17.59%. dimana pada tahun 2008 cakupan rumah tangga ber PHBS sebesar 16%. capaian pemberian ASI Eksklusif dan masih banyak anggota keluarga yang merokok dalam rumah. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 maka mengalami peningkatan. Grafik 4.

50% (15.94% atau 24.575 KK yang diperiksa.352 KK yang ada sebanyak 25.4. Untuk meningkatkan jumlah rumah sehat perlu upaya sektor terkait untuk meningkatkan motivasi masyarakat. tempat pembuangan sampah. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan. Kondisi sarana penyehatan lingkungan pemukiman di Kabupaten Ngada Tahun 2009 dari 29.405 rumah dan hasil pemeriksaan 61. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 4.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.008 rumah) diantaranya termasuk kategori rumah sehat.4 Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 1. ventilasi rumah yang baik.5% di wilayah kerja puskesmas Natarandang sedangkan cakupan tertinggi 70. Sarana Sanitasi Dasar Pembuangan kotoran baik sampah. serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat. yang memilki jamban yang sehat. 2.752 rumah yang ada jumlah yang diperiksa sebanyak 87. kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air.5% di wilayah kerja Puskesmas Waepana. tempat sampah. Bila dibandingkan dengan target Indikator Indonesia Sehat (IS) Rumah tangga sehat 80% maka pencapaian rumah sehat kabupaten Ngada belum memenuhi target. dengan hasil sebagai berikut sebagai berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 46 . 2009 Dari data tersebut terlihat bahwa cakupan rumah sehat terendah adalah 12. pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana sanitasi lingkungan pemukiman (PLP). Jamban. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 47. Berdasarkan data dari puskesmas tahun 2009 dari 27. sarana air bersih. sarana pembuangan air limbah.

Adapun sumber air di Kabupaten Ngada pada umumnya berasal dari mata air.35% dan jamban yang memenuhi criteria jamban sehat sebesar 68.8% diantaranya memenuhi criteria tempat sampah sehat. Untuk pengelolaannya pada daerah pemukiman di perkotaan dikelola PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten.31%.55% dan sumber lainnya 1. sumur gali dan air permukaan.Jumlah KK yang telah memiliki sarana air bersih : 81. Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi oleh banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit.1%. perbaikan. Upaya peningkatan kualitas air bersih akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi.89% Jumlah KK yang telah memiliki tempat sampah : 26. ventilasi yang baik. sumur dalam. yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban). Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar. memperlihatkan bahwa jumlah TUPM Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 47 . Sedangkan TUPM sehat adalah tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makana/minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih. sarana pembuangan air limbah. pemanfaatan dan pemeliharaan. Sistem yang digunakan melalui perpipaan dan non perpipaan.63% dengan rincian sumber air dari ledeng 79. Upaya sanitasi meliputi pembangunan. Data dari Profil Puskesmas 2009 dan laporan dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk di wilayah Ngada maka kebutuhan air bersih semakin bertambah.22%.76% dan dari seluruh KK yang memilki jamban tersebut 71. penampungan air hujan 1. sumur gali 5. restoran. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. luas lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung. 3. tempat pembuangan sampah. Data selengkapnya mengenai sarana Sanitasi Dasar dapat dilihat pada lampiran Tabel 48 dan 49. Jumlah KK yang telah memiliki pengolahan air limbah : 6. Permasalahan terbanyak yang dihadapi Kabupaten Ngada yang berkaitan dengan air adalah terbatasnya dana untuk pembuatan sarana air bersih di daerahdaerah yang sulit air sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada masih belum memenuhi target SPM.32% dan dari KK yang memilki pengolahan air limbah tersebut 56. Jumlah KK yang telah memiliki jamban untuk tempat Buang Air Besar (BAB) : 83. sumur pompa tangan 0. TUPM meliputi hotel. pasar dan lain-lain. dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai.9%.15% diantaranya memenuhi criteria pengolaan air limbah sehat. pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah pada tempatnya.

85% dan perkantoran 79.0%.46%. Dari TUPM yang diperiksa. karena ada beberapa 3 sarana sarana pustu/polindes yang tidak terpakai. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 51.91%. Laporan Seksi Penyehatan Lingkungan.08%) diantaranya termasuk kategori TUPM sehat. Grafik 4. Cakupan TUPM sehat menurut jenis TUPM dapat dilihat pada grafik berikut. yang diperiksa 255 buah (92. Berdasarkan laporan puskesmas dan seksi penyehatan lingkungan pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya meliputi sarana kesehatan 97.39%). jadi tidak dilakukan pembinaan kesehatan lingkungan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 48 . sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 50. sarana pendidikan 96. 2009 Selain pegawasan tempat-tempat umum diatas.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. sarana ibadah 80.yang ada sebanyak 276 buah. juga dilakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi yang ada di Kabupaten Ngada. sebanyak 143 (56.

000 penduduk dilayani oleh 7 puskesmas. Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio puskesmas per 100. Peta 5. Dengan demikian rasio puskesmas per 100.000 penduduk pada tahun 2009 adalah 7. Puskesmas dan Jaringannya Puskesmas dan puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar yaitu kecamatan dan desa.1 Sarana Kesehatan A.BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 4.1 Peta Penyebaran Puskesmas. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 49 . karena jumlah penduduknya terhitung paling banyak.24.000 penduduk dilayani oleh 5 puskesmas. Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di kabupaten Ngada sebanyak 10 unit yang tersebar di 9 kecamatan.4 yang berarti setiap 100. Dari tahun ke tahun jumlah puskesmas di Kabupaten Ngada terus meningkat untuk pemerataan pelayanan di tingkat dasar. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100.000 penduduk tahun 2007 adalah 5. dimana pada kecamatan Bajawa terdapat 2 Puskesmas.

3.Jumlah puskesmas pembantu juga cenderung meningkat seiring dengan pemekaran desa/kelurahan yang ada. Peta 5. Sehubungan dengan Revolusi KIA penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB).000 penduduk adalah 23. Upaya untuk peningkatan fungsi puskesmas terus dilakukan terutama dalam peningkatan puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada jumlah Pustu sebanyak 32 unit. Dari hasil pemetaan sarana kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berikut lokasi sarana kesehatan dasar dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Kecamatan. Oleh karena jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu sebanyak itu maka rasio pustu terhadap puskesmas adalah 3 : 1 artinya setiap puskesmas rata-rata didukung oleh 3 sampai 4 puskesmas pembantu. dijalur-jalur jalan raya di lokasi yang rawan kecelakaan.000 penduduk dilayani oleh 23 puskesmas pembantu. dan pada tahun 2009 juga mempersiapkan satu puskesmas (Koeloda) untuk menjadi puskesmas perawatan.2 yang berarti setiap 100. Hingga tahun 2009 jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Ngada sebanyak 3 buah yaitu Puskesmas Aimere. yang tersebar di beberapa desa di wilayah kabupaten Ngada. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas. Riung dan Waepana. 2 puskesmas perawatan tersebut yaitu Riung dan Aimere dipersiapkan untuk menjadi puskesmas PONED (Perawatan Obstetrik Neonatal Emenrgensi Dasar).2. Pustu dan Polindes Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 50 . Dengan rasio puskesmas pembantu per 100. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta 5.

Pada tahun 2009 BTO RSUD Bajawa adalah 49. B. namun sebagian besar wilayah Kabupaten Ngada dapat menjangkau sarana kesehatan dasar dengan waktu kurang dari 1 jam. Rumah Sakit Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk. Atau rata-rata 1 orang pasien dirawat adalah 4 hari. dan warna biru gelap waktu tempuh antara 45 – 60 menit. Untuk menggambarkan cakupan pelayanan digunakan indikator pemanfaatan tempat tidur dan Indikator pelayanan rumah sakit lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bed Ocupancy Rate (BOR) Bed Occupancy Rate adalah persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit selama satu tahun.1 dengan kata lain satu buah tempat tidur dimanfaatkan sebanyak 49 kali dalam tahun 2009. Jika dibandingkan dengan standar LOS 6-9 hari maka lama hari perawatan di RSUD Bajawa tidak melewati batas standar. BOR ideal sesuai standar nasional adalah 60-85% sehingga dapat dikatakan BOR RSUD Bajawa tahun 2009 belum memenuhi standar nasional. Jumlah tempat tidur untuk rawat inap yang tersedia sebanyak 100 tempat tidur. Bed Turn Over (BTO) Bed Turn Over diukur dengan indikator jumlah penderita rawat inap yang keluar (hidup dan mati) dalam 1 tahun dibandingkan dengan jumlah tempat tidur dengan kata lain BTO menggambarkan frekuensi pemanfaatan tempat tidur dalam setahun. warna merah waktu tempuh mencapai 45 menit. Avarage Length of Stay (LOS) Avarage Length of Stay adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit.6% atau 55%. warna ungu daerah dengan waktu tempuh 15-30 menit. Standar BTO ideal adalah 40- Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 51 . Di kabupaten Ngada terdapat satu buah rumah sakit yang melayani penduduk di 2 kabupaten yaitu Ngada dan Nagekeo. dan jika dibandingkan dengan hari perawatan maka LOS RSUD Bajawa adalah 4 hari. karena RSU di Nagekeo masih dalam tahap pembangunan. Warna hijau muda dengan jarak tempuh kurang dari 15 menit. Walaupun jumlah rumah sakit hanya satu namun fasilitas yang tersedia terus bertambah dan mengalami peningkatan baik sarana dan prasarana maupun tipe rumah sakit. sehingga kasus rujukan dilakukan ke RSUD Tipe C Bajawa. Pada tahun 2009 jumlah hari perawatan RSUD Bajawa sebanyak 19.946 hari rawat.Dari peta diatas diketahui bahwa terdapat beberapa daerah dengan waktu jangkau ke sarana kesehatan dasar lebih dari 1 jam/60 menit (daerah dengan warna pudar). Pada tahun 2009 jumlah pasien yang keluar (hidup dan Mati) sebanyak 4906 pasien. sehingga BOR sebesar 54.

Kec. sehingga dapat dikatakan BTO RSUD Bajawa masih sesuai standar. Kec. dan BP St.Golewa Kecamatan Golewa BP swasta Palang Suci. Dengan kata lain setiap 1000 pasien keluar terdapat 45 pasien meninggal. Gabriel dan BP St.Mataloko. Di kabupaten Ngada tahun 2009 terdapat 5 buah BP (balai Pengobatan) Swasta yaitusebagai berikut : Nama-Nama BP Swasta dan Lokasi Kabupaten Ngada Tahun 2009 1 2 3 4 5 Bp. keterjangkauan.Trikora. Palang Suci Bp. Santa Maria Bp. St. sehingga GDR 45.4. Sarana Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Upaya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara paripurna. Kec. dan juga menempatkan tenaga kesehatan di sarana pelayanan swasta tersebut. Fatima dilengkapi dengan fasilitas bersalin/BKIA.3 per 1000 pasien keluar. Nilai GDR diharapkan tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar sehingga GDR RSUD Bajawa dalam batas toleransi. Tahun 209 jumlah pasien mati seluruhnya 222 pasien. Upaya tersebut dimaksudkan untuk (1) menjamin ketersediaan. Atau rata-rata hari tempat tidur tidak terisi adalah 3 sampai 4 hari. sehingga NDR RSUD Bajawa tahun 2009 sudah melewati standar toleransi. Turn Over Interval (TOI) Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Tahun 2009 TOI RSUD Bajawa adalah 3. NDR RSUD Bajawa Tahun 2009 adalah 27 per 1000 pasien keluar. pemerataan obat generik dan obat esensial yang bermutu bagi masyarakat. Fatima juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Gabriel Bp. atau selang waktu pemakaian tempat tidur. Gross Death Rate (GDR) Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar.Soa Ds.Bajawa Kel. St.Fatima Bp. BP St. Walburga Mataloko Kel. Mangulewa. Rwt. Inap St. (2) mempromosikan penggunaan obat Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 52 . Net Death Rate (NDR) Net Death Rate adalah angka kematian pasien Rumah Sakit 48 jam setelah dirawat di RS untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Kec.50 kali dalam setahun. Masumeli. Golewa Ds. Selain rumah sakit dan puskesmas juga terdapat sarana pelayanan kesehatan milik swasta yang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diawasi oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan. C. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar.

Purnama dan Mandiri. serta (4) melindungi masyarakat dari penggunaan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. (3) meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian difarmasi komunitas dan farmasi klinik serta pelayanan kesehatan dasar. D. Polindes awalnya dibangun secara darurat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.7%) Purnama sebanyak 63 buah (23. namun dengan adanya anggaran DAK Kesehatan. Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat. menyerupai Pustu namun dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran bangunan Pustu.0%) Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 53 . Madya. Sedangkan posyandu merupakan kegiatan yang tumbuh dari. Tahun 2009 di Kabupaten Ngada terdapat 48 Polindes yang tersebar ke 48 desa di 9 kecamatan. Sarana distribusi farmasi di kabupaten Ngada berupa Gudang Farmasi Kabupaten untuk mendistribusikan obat dan perbekalan kesehatan ke semua Puskesmas. Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya. oleh dan untuk masyarakat. POD (Pos Obat Desa). banyak kader posyandu yang droup out. sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat disekitarnya. adanya LSM Swasta dan anggaran-anggaran lain untuk kesehatan memungkinkan sarana Polindes dibangun berupa bangunan yang layak pakai. Untuk mengetahui kualitas posyandu maka dilakukan telaah kemandirian posyandu yaitu suatu cara penilaian strata posyandu menjadi 4 tingkat perkembangan (Stratifikasi posyandu) yaitu kategori Pratama. karena banyak faktor yang menyebabkan mutu posyandu rendah antara lain . sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masih sangat rendah.yang rasional dan obat yang generik. mutu dan keamanan. dan Puskesmas mendistribusikannya ke Pustu dan Polindes.3%) Madya sebanyak 169 buah (61. sarana dan prasarana belum memadai. Jumlah Posyandu yang ada di Kab. Namun demikian tanggapan positif masyarakat ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya mutu pelayanan. Ngada tahun 2009 sebanyak 274 posyandu dan berdasarkan keempat strata tersebut di kabupaten Ngada baru mencapai 3 strata sebagai berikut: • • • Pratama sebanyak 42 buah (15. Dalam perkembangannya posyandu mendapat tanggapan positif dari pemerintah dan masyarakat. Toga (Tanaman Obat Keluarag). Polindes (Pondok Bersalin Desa).

1 Persentase Posyandu Menurut Strata di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Posyandu Aktif adalah Posyandu yang melaksanakan kegiatan hari buka dengan frekuensi lebih dari 8 kali per tahun. yang mengutamakan upaya peningkatan. rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih. kurang proaktifnya petugas dalam mendata ketenagaan. serta cakupan dana sehat < 50 %. Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sector pemerintah maupun swasta perlu diketahui. dan sudah ada 1 atau lebih program tambahan. Imunisasi lebih dari 50 %. Namun sampai saat ini.Grafik 5. Mengatasi hal tersebut.KB.2 Tenaga Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional untuk melaksanakan upaya kesehatan sesuai paradigma sehat. 4. tetapi juga diselenggarakan oleh swasta. yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Ngada saat ini adalah meningkatkan strata posyandu bukan menambah jumlah posyandu. Lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 46. Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui perekrutan CPNS daerah dan PTT dari Pusat sedangkan untuk pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat. cakupan program utama (KIA. yang merupakan tenaga kesehatan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 54 . Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah. Gizi. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pencapaian Posyandu Aktif Kabupaten Ngada 23% jika dibandingkan dengan target cakupan SPM tahun 80% maka belum memenuhi target. Data yang tersedia merupakan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. data tenaga kesehatan di setiap sarana pelayanan belum valid karena ada beberapa pegawai yang mengalami mutasi dan mengikuti pendidikan lanjutan di sector pemerintah dan terutama sector swasta.) dengan perkataan lain Posyandu aktif adalah posyandu dengan tingkat kemandirian Purnama dan Mandiri.

Tenaga yang bekerja pada instansi kesehatan pada tahun 2009 sejumlah 455 orang.000 : 100.35% teknisi medis yaitu analis kesehatan.000 : 100. di RSUD 138 orang dan di Puskesmas serta jaringannya 256 orang.000 : 100.86% tenaga bidan.000 penduduk merupakan paling tinggi cakupannya (97%).000 : 100. 5. Anestesi dan fisioterapi.42% Perawat gigi.5% 40% 50% 80% Sumber : Subag Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada.000 : 100. 2009 Bila dilihat dari rasio masing-masing tenaga kesehatan di kabupaten Ngada dibandingkan dengan rasio tenaga kesehatan standar nasional maka tenaga Perawat dengan rasio 114 per 100.000 : 100. Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut sebanyak 7.000 Persentase 35% 50% 27.000 : 100. dokter gigi dan dokter spesialis.000 : 100.5% 35% 40% 37.98% perawat.000 : 100.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 penduduk. 3. Teknik elektromedik dan Anestesi) yaitu 12 per 100. Bila dilihat perbandingan rasio pada tabel diatas maka tenaga kesehatan di kabupaten Ngada masih sangat kurang atau belum mencukupi untuk melayani seluruh penduduk di Kabupaten Ngada. ATEM.000 : 100.67% tenaga gizi. kemudian tenaga teknisi medis (Analis Lab. dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 374 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 81 orang.000 : 100. Penata Rontgent.000 : 100.000 : 100. Tenaga kesehatan tersebut tersebar di Dinas Kesehatan.000 : 100.000 Standar Nasional 40 6 11 117 30 100 40 40 10 40 30 4 15 : 100. 20. Persentase tenaga kesehatan menurut jenisnya di Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.000 : 100. sedangkan banyak tenaga kesehatan yang berstatus sukarela tidak didata. Tabel 5.74% tenaga sanitasi dan 1.34% tenaga Kesehatan Masyarakat.22% adalah tenaga medis yaitu dokter. 41.000 : 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Perawat Perawat Gigi Bidan Ahli Gizi Sanitarian Apoteker Sarjana Kesehatan Masyarakat Asisten Apoteker Keterapian Fisik Keteknisian Medis 14 3 3 114 18 72 9 14 4 15 12 2 12 Ngada : 100. RSUD Bajawa dan Puskesmas serta BP Swasta yang ada Di Kabupaten Ngada dengan rincian tenaga yang bekerja di Dinas Kesehatan sebanyak 61 orang.000 : 100.000 : 100.55% tenaga farmasi. 6.pemda/pegawai negeri.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100. 2.3% 97% 60% 72% 22. 4. Penjelasan mengenai kualifikasi tenaga kesehatan dan penyebarannya seperti dibawah ini : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 55 .000 : 100.000 : 100.

Tenaga dokter gigi tahun 2009 sebanyak 4 orang dokter gigi yaitu 2 orang dokter gigi PTT bertugas di Puskesmas dan 2 orang dokter gigi PNS di RSUD Bajawa. sehingga pelayanan dokter umum yang masih aktif di RSUD Bajawa sebanyak 3 orang. Pustu dan Polindes. dengan rincian 93 bertugas di Puskesmas. D3 Keperawatan 166 orang dan SPK 34 orang. Dengan rasio tenaga perawat 114 per 100. Dr/Drg Spesialis. Dengan rincian 78 bidan bertugas di Puskesmas dan 22 bidan bertugas di RSUD Bajawa.Tenaga Medis terdiri dari Dokter Umum.000 penduduk. 4 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa sedang melanjutkan pendidikan. Sehingga rasio tenaga dokter spesialis 3 per 100.000 penduduk belum menggambarkan rasio sebenarnya jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya. Dan untuk mengatasi dokter umum di pelayanan gawat darurat dilakukan kerjasama dengan dokter PTT Puskesmas secara bergilir mendapat tugas jaga di Unit Gawat Darurat Bajawa. Hal ini diatasi dengan penyelenggaraan Progsus D3 Kebidanan kerja sama dengan Poltekkes Kesehatan Kupang di Bajawa. Namun 4 tenaga dokter spesialis ini merupakan tenaga kontrak atau tidak tetap. masih jauh dibawah standar nasional.000 Penduduk. Tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas dan Jaringannya sebanyak 93 orang jika dibandingkan dengan jumlah sarana kesehatan dasar yaitu 10 Puskesmas. bidan dengan pendidikan DIII sejumlah 18 orang dan Bidan DI sejumlah 82 orang. yang diikuti oleh 45 orang Bidan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 56 . Menurut kualifikasi pendidikan. Jumlah tenaga Bidan tahun 2009 sebanyak 100 orang. Tenaga Perawat di Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebanyak 157 orang. yang bergantian selama 3 bulan sekali bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar. Jumlah tenaga dokter umum tahun 2009 sebanyak 19 orang.000 penduduk. Dokter Gigi. sehingga 3 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas diperbantukan ke RSUD Bajawa. Dengan rasio dokter gigi 3 per 100. belum menggambarkan rasio dokter spesialis sebenarnya. Spesialis Bedah. Menurut kualifikasi pendidikannya. 60 bertugas di RSUD Bajawa dan 4 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. 32 Pustu dan 48 Polindes (90 sarana) maka tenaga perawat masih belum memenuhi kebutuhan pada sarana kesehatan yang ada.000 penduduk masih jauh dari standar nasional 40 per 100.000 penduduk. Pada tahun 2009 jumlah tenaga Dokter Spesialis sebanyak 4 tenaga Dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam. Dengan demikian rasio tenaga bidan 72 per 100. perawat dengan pendidikan S1 keperawatan sebanyak 7 orang. dengan rincian 12 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas dan 7 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa. Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak. Rasio dokter umum dalah 14 per 100. Jika dilihat kualifikasi pendidikan maka sebagian besar bidan belum memenuhi standar kompetensi kebidanan yaitu Diploma 3.

Perawat gigi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 25 orang dengan rincian 20 orang bertugas di Puskesmas. Secara kualifikasi pendidikan sanitarian dengan pendidikan D3 Sanitasi 13 orang dan pendidikan SPPH 6 orang. Sanitarian atau tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Ngada sebanyak 19 orang dengan rincian 13 sanitarian bertugas di Puskesmas. Sarjana Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 21 orang.000 penduduk.000 penduduk.000 penduduk. Tenaga Analis Laboratorium tahun 2009 sebanyak 9 orang yaitu 3 orang di Puskesmas dan 6 orang di RSUD.000 penduduk. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 57 . Secara kualifikasi pendidikan tenaga gizi D4 sebanyak 1 orang bertugas di RSUD. Rasio asisten apoteker 12 per 100. Terdapat 7 Puskesmas yang belum memiliki tenaga analis. Tenaga Gizi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang bertugas di Puskesmas. 1 orang bertugas di RSUD dan 5 orang bertugas di Dinas Kesehatan. Dengan rasio perawat gigi 18 per 100. tenaga D3 gizi 10 orang dan D1 gizi 1 orang. sehingga labkes belum berfungsi maksimal. 3 Apoteker bertugas di Puskesmas. 2 Apoteker bertugas di RSUD dan 1 Apoteker bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Tenaga farmasi dan asisten apoteker berjumlah 17 orang. Rasio tenaga gizi 9 per 100. 2 Puskesmas belum mempunyai tenaga gizi yaitu Pusksesmas Watukapu dan Natarandang. dengan rincian 2 orang bertugas di Puskesmas. Tenaga ATEM sangat kekurangan mengingat peralatan kesehatan yang begitu banyak memerlukan tenaga teknisi khusus dalam maintenance dan perbaikan. Tenaga ATEM dan Photorontgent sejumlah 7 orang dan bertugas di RSUD (ATEM 2 orang dan Rontgent 5 orang). 3 orang bertugas di RSUD dan 16 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. 4 orang di RSUD dan 1 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Dengan rasio Apoteker 4 per 100. Rasio sanitarian 14 per 100. 2 orang bertugas di RSUD dan 2 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten.000 penduduk. Puskesmas Watukapu dan Natarandang belum mempunyai tenaga farmasi.000 penduduk. Apoteker di Kabupaten Ngada sejumlah 6 orang. yaitu Sarjana Farmasi 2 orang. D3 farmasi 7 orang dan SMF 8 orang. Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat 15 per 100.

5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 58 .4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Gigi dan Dokter Umum di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.Peta 5.

APBD. Total APBD kabupaten Ngada tahun 2009 adalah sejumlah Rp.398. 25..angka ini sudah termasuk anggaran pemerintah maupun bantuan luar negeri.72% dari total APBD yaitu Rp. Sanitarian dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 4. Alokasi anggaran tersebut merupakan anggraan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada.755. Alokasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan kabupaten Ngada dapat dilihat pada tabel berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 59 . 186. 31.416.383. Pada tahun 2009 total pembiayaan kesehatan kabupaten Ngada adalah sejumlah Rp.321.779.660. Sedangkan anggaran kesehatan pemerintah per Kapita adalah Rp.sudah termasuk dengan gaji pegawai.. bantuan luar negeri dan sumber-sumber pemerintah lainnya..741.060.bila dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan yang dialokasikan melalui APBD maka anggaran kesehatan kabupaten Ngada adalah 6.382.Peta 5.652.6. Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi.3 Pembiayaan Kesehatan Pembiayanan kesehatan di kabupaten Ngada berasal dari berbagai sumber yaitu APBN.

% 83.242.333.779.000.4.1.344.0.138.43 26.060.800.Tabel 5.89 1.487. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 60 .000.2 Realisasi Anggran Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Alokasi Anggaran Kesehatan No 1 Sumber Biaya Rp APBD Kab/Kota (Termasuk Gaji dan Dana DAK) 2 3 APBD Propinsi APBN 4 JAMKESMAS DEKON 1.31.133.935.000.09 25.652.660.411.660.000.57 4.00 Pinjaman/Hibah luar negeri AIP-MNH (AussAid) Proyek Gafi/GV 587.0 3.416.125.08 5 6 6 Bansos (Bantuan Sosial) ADB (DHS II) Jamkesmas Pemda TOTAL Anggaran kesehatan ini merupakan anggaran kesehatan pada istansi kesehatan saja belum termasuk anggaran kesehatan dari sektor-sektor terkait lainnya.1.321.000.33 0.250.62 1.668.685.416.500.935.080.1.

Gambaran yang demikian merupakan fakta diketahui oleh seluruh pejabat publik dan masyarakat. Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kabupaten Ngada selama tahun 2009 tergambar dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini belum mendapat apresiasi yang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan harapan. kesehatan satu Profil utama perkembangannya. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan.BAB VI PENUTUP 6. lintas sektor maupun masyarakat. perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Ngada. maka penyediaan data/informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting. Oleh karena itu. Di bidang Sistem sistem kesehatan. upaya pelayanan kesehatan. dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kabupaten Ngada. Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi di jajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditunggu. diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. apalagi dalam era desentralisasi. Informasi informasi data dan informasi Salah adalah ini diperoleh luaran Kesehatan. Walaupun demikian. sejalan dengan perbaikan kondisi umum. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada senantiasa mencari terobosan-terobosan dalam hal mekanisme pengumpulan data dan informasi secara cepat untuk melengkapi data dan informasi kesehatan khususnya yang bersumber dari puskesmas. pengumpulan data dan informasi dari Puskesmas menjadi relatif lebih sulit.1 Kesimpulan Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hingga tahun ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan. antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 61 . Namun disadari. sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal. karena sangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan. melalui dari Dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Kesehatan.

6. 2. Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan. Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2009 ini dapat bermanfaat.6. penanggulanngan AKI diutamakan dimulai dari tingkat keluarga dan desa dengan mengoptimalkan Program Desa Siaga.2 Saran 1. Optimalisasi kinerja TIM SIKDA Kabupaten Ngada untuk pengumpulan data profil kesehatan. Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan keakuratan data. 3. sejalan dengan kebijakan Provinsi NTT dalam Revolusi KIA. Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas. dapat diketahui bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum optimal. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 62 . Adanya peningkatan AKI perlu mendapat perhatian serius. Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam lampiran Profil Kesehatan ini salah satunya disebabkan ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya. Dari gambaran pencapaian pelaksanaan program kesehatan di atas. 5. Penyusunan buku Profil kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan keseriusan dari tingkat bawah yaitu pustu dan puskesmas dalam pencatatan dan pelaporan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan. 4. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang. baik dari segi kualitas data maupum analisisnya.

00  %  18.91  %  2  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 5  Tabel 5  Tabel 5  3115  Bayi  55  Bayi  17.41  %  76.2  Angka Kesakitan  19  AFP Rate < 15 th  20  TB Paru Sembuh  21  Pneumonia Balita Ditangani  22  HIV/AIDS ditangani  23  Infeksi Menular Seksual ditangani  24  Angka Kesakitan DBD  25  DBD ditangani  26  Angka Kesakitan Diare  27  Diare pada Balita ditangani  28  Angka Kesakitan Malaria  29  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)  30  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)  31  Kasus Penyakit Filariasis ditangani  32  Jumlah Kasus Difteri  33  Jumlah Kasus Pertusis  34  Jumlah Kasus Tetanus  35  Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum  36  Jumlah Kasus Campak  37  Jumlah Kasus Polio  38  Jumlah Kasus Hepatitis B  B.17  Jiwa/Km  67.035  Jiwa  65.015  Jiwa  71.00  %  100  %  6.621  Km  94  Desa/Kel  138.  GAMBARAN UMUM  1  Luas Wilayah  2  Jumlah Desa/Kelurahan  3  Jumlah Penduduk  2  4  Kepadatan Penduduk /Km  5  Jumlah Penduduk Laki­laki  6  Jumlah Penduduk Perempuan  7  Rasio Beban Tanggungan  8  Rasio Jenis Kelamin  9  Pddk 10 th keatas Melek Huruf  10  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki­laki)  11  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)  B.9  7  Ibu  224.3  Status Gizi  39  Kunjungan Neonatus (KN2)  40  Kunjungan Bayi  41  Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)  42  BBLR ditangani  1.1  Angka Kematian  12  Jumlah Lahir Hidup  13  Jumlah Bayi Mati  14  Angka Kematian Bayi (dilaporkan)  15  Jumlah Balita Mati  16  Angka Kematian Balita (dilaporkan)  17  Jumlah Kematian Ibu Maternal  18  Angka Kematian Ibu (dilaporkan)  B.7  9  Balita  2. Lampiran  A.050  Jiwa  2  85.83  %  51.RESUME PROFIL KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  INDIKATOR  ANGKA/NILAI No.52  100.70  %  100  %  100.02  100  %  77.42  94.7  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 7  Tabel 7  ­  61.22  %  1.34  50.42  %  48.73  %  100  %  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  .66  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 11  Tabel 12  Tabel 12  Tabel 13  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  72.  DERAJAT KESEHATAN  B.

 Gadar  73  Desa/Kel.22  %  63.A 2x  62  Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan  63  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1  64  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3  65  WUS dg imunisasi TT5  66  Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk  67  Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk  68  Bumil Risti/Komplikasi  69  Bumil Risti/Komplikasi ditangani  70  Neonatal Risti dirujuk  71  Neonatal Risti dirujuk dan ditangani  72  Sarkes dg Kemampuan Yan.35  %  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 19  Tabel 19  Tabel 20  Tabel 21  Tabel 22  Tabel 23  Tabel 23  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 25  Tabel 25  Tabel 26  Tabel 27  Tabel 27  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 29  Tabel 30  Tabel 32  Tabel 33  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 36  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 39  Tabel 40  52.34  %  70.00  %  45.94  %  Tabel 47 .99  %  Tabel 45  Tabel 46  87.42  %  64.37  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  6.27  %  8.2  Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan  85  Sarkes yang memiliki Labkes  C.55  %  37.3  Perilaku Hidup Masyarakat  86  Rumah Tangga ber­PHBS  87  Posyandu Aktif  C.  UPAYA KESEHATAN  C. Dg Garam Beryodium yg baik  76  Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap  77  Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)  78  Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)  79  Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar  80  Penduduk Miskin dicakup Jamkesmas  81  Penduduk Miskin Mendapat Yankes  82  Bayi Gakin BGM Mendapat MP­ASI  83  Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila  84  WUS yang diberi Kapsul Yodium  C.70  %  71.90  %  92.20  %  6.77  %  6.23  %  100.17  %  41.79  %  23.90  %  100.42  %  0.18  %  56.72  %  52.40  %  92.94  %  Tabel 43  51.51  %  4.4  Keadaan Lingkungan  88  Rumah yang diperiksa kesehatannya  ANGKA/NILAI  76.00  %  50.28  %  79.56  %  66.42  %  67. Terkena KLB ditangani < 24 jam  74  Bayi yang diberi ASI Eksklusif  75  Desa/Kel.91  %  73.40  %  0.00  %  100.88  %  13.00  %  59.NO  INDIKATOR  43  Balita ditimbang  44  Balita BB Naik  45  BGM  46  Balita Gizi Buruk  C.31  %  0.06  %  76.19  %  No.59  %  22.1  Pelayanan Kesehatan  47  Kunjungan Ibu Hamil (K1)  48  Kunjungan Ibu Hamil (K4)  49  Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan  50  Deteksi Dini Tumbang Anak Balita  51  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI  52  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU  53  Peserta KB Baru  54  Peserta KB Aktif  55  Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)  56  Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)  57  Desa/Kelurahan UCI  58  Cakupan Imunisasi Campak Bayi  59  Drop­Out Imunisasi DPT1­Campak  60  MP­ASI Bayi BGM  61  Anak Balita Mendapat Vit.76  %  58.00  %  71. Lampiran  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  83.05  %  100  %  100  %  81.07  %  23.83  %  100.

416.90  %  No.2  Pembiayaan Kesehatan  113  Total Anggaran Kesehatan  114  APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota  115  Anggaran Kesehatan Perkapita  D.50  %  87.77  %  83.15  %  56.08  %  88. Lampiran  Tabel 47  Tabel 48  Tabel 48  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 50  Tabel 51  Tabel 52  Tabel 52  27  Orang  104  Orang  23  Orang  12  Orang  20  Orang  19  Orang  21  Orang  390  Orang  4  Orang  19  Orang  4  Orang  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 55  Tabel 55  Tabel 55  31.35  %  64.  SUMBERDAYA KESEHATAN  D.660  Rp.76  %  71.18  %  45.  2.32  %  56.99  %  Tabel 60  Tabel 60  Tabel 60  41  Desa  45  Polindes  274  Psyd  Tabel 62  Tabel 62  Tabel 62 .060.1  Tenaga Kesehatan  102  Jumlah Tenaga Medis  103  Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan  104  Jumlah Tenaga Farmasi  105  Jumlah Tenaga Gizi  106  Jumlah Tenaga Tehnisi Medis  107  Jumlah Tenaga Sanitasi  108  Jumlah Tenaga Kesmas  109  Jumlah Tenaga Kesehatan  110  Jumlah Tenaga Dokter Spesialis  111  Jumlah Tenaga Dokter Umum  112  Jumlah Tenaga Dokter Gigi  D.30  %  224.NO  INDIKATOR  89  Rumah Sehat  90  Keluarga yang diperiksa air bersihnya  91  Keluarga yang memiliki akses air bersih  92  KK memiliki Jamban  93  KK memiliki Jamban Sehat  94  KK memiliki Tempat Sampah  95  KK memiliki Tempat Sampah Sehat  96  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah  97  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat  98  TUPM Sehat  99  Institusi dibina Keslingnya  100  Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes  101  Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes  D.3  Sarana Kesehatan  116  Jumlah Desa Siaga  117  Jumlah Polindes  118  Jumlah Posyandu  ANGKA/NILAI  61.13  %  88.42  %  14.89  %  26.84  %  6.

38  91.8  247  1.Ngada (Ngada Dalam Angka.7  25  1.50  250.94  312.0  131  3.3  44  1.49  103.757  4.894  4.309  11. JUMLAH RUMAH TANGGA.0  50  2.998  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  RATA­RATA  KEPADATAN  RUMAH  JIWA/RUMAH  PENDUDUK  2  TANGGA  TANGGA  /km  8  9  10  3.947  14.92  78  16  94  138.5  97  6. JUMLAH PENDUDUK.72  82.827  7.026  4. 6  12  21  8  17  7  7  12  6  4  NO  KECAMATAN  JUMLAH  PENDUDUK  7  14.656  5.9  48  JUMLAH (KAB/KOTA)  1.050  29.795  4.7  85  Sumber: BPS Kab.  JUMLAH DESA/KELURAHAN.397  5.  DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  LUAS  WILAYAH  (km  )  3  152.30  167.19  2  JUMLAH  DESA  4  9  18  8  9  7  7  10  6  4  KELURAHAN  5  3  3  0  8  0  0  2  0  0  DESA+KEL.352  4.265  4.930  8.TABEL 1  LUAS WILAYAH.318  4.394  4.388  7.7  139  1.864  34.645  4.620.2009)  .6  97  7.992  32.26  133.14  327.

957  3.322  804  1.241  3.048  2.015  1.810  7.354  31.329  432  736  695  257  275  LAKI­LAKI (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  6  7  8  1.558  590  948  1.292  941  1.179  4.930  8.978  471  679  766  346  286  PEREMPUAN (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  13  14  15  1.661  1.353  1.542  6.193  16. KELOMPOK UMUR.947  3.642  742  1.215  973  1.520  RASIO  RASIO  BEBAN  JENIS  TANG  KELAMIN  GUNGAN  18  19  76.3  Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota.1  97.7  98.8  92.050  1.TABEL 2  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN.220  3.992  32.6  79.248  280  501  217  226  198  290  113  JML  17  7.436  8.645  502  3.747  2.013  1.889  918  2.751  4.168  212  >=65  9  457  972  225  758  192  278  209  340  116  JML  10  7.827  7.246  7.3  76.1  72.799  16.487  8.795  4.947  14.397  615  852  1.760  583  632  1.399  2.268  3.431  4.764  3.193  2.929  372  1.530  14.553  30.3  93.388  7.5  72.864  34.571  7.309  11.920  3. Profil Kesehatan Puskesmas  Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3  LAMPIRAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 . DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDU  K  3  14.6  75.4  94.726  10.9  94.6  70. RASIO JENIS KELAMIN.837  2.386  2.8  96.141  16.884  3.6  64.742  3.478  <1  11  178  495  89  461  153  148  78  121  87  1­4  12  818  1.216  6.3  91.9  90.011  997  2.701  6.645  15.998  JUMLAH PENDUDUK  <1  4  149  385  74  392  144  162  94  76  66  1­4  5  785  1.  RASIO BEBAN TANGGUNGAN.547  67.002  473  3.616  71.217  3.3  NO  1  KECAMATAN  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  138.641  380  1.907  4.384  838  641  1.4  92.626  10.093  5.517  845  1.957  7.067  2.186  216  >=65  16  543  1.723  17.531  977  2.035  65.5  49.

645  6.904  4.391  5.073  4.227  660  123  71.949  3.TABEL 3  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK  LAKI­LAKI  3  1.429  15.141  8.384  10.236  2.155  2.810  6.720  6.213  4.467  2.626  12.LAMP PROF NGD 09 PRINT .176  4.542  5.510  2.050  NO  KELOMPOK UMUR (TAHUN)  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  2  < 1  1 ­ 4  5 ­ 9  10 ­ 14  15 ­ 19  20 ­ 24  25 ­ 29  30 ­ 34  35 ­ 39  40 ­ 44  45 ­ 49  50 ­ 54  55 ­ 59  60 ­ 64  65 ­ 69  70 ­ 74  75+  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Profil Puskesmas/Kecamatan  06.465  7.945  6.352  12.208  1.175  13.162  7.035  LAKI­LAKI+PEREMPUAN  5  3.601  6.681  6.611  3.578  16.409  2.932  6.521  2.495  2.964  7.589  7.015  PEREMPUAN  4  1.311  5.965  3.277  682  188  67.530  6.031  4.342  311  138.533  13.109  3.259  1.989  8.504  1.

668  50.210  54.TABEL 4  PERSENTASE PENDUDUK LAKI­LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT  TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  LAKI­LAKI  NO  KECAMATAN  TIDAK/  TIDAK/  BELUM  BELUM  PERNAH  TAMAT  SEKOLAH  SD  3  4  SLTP/  MTs  6  TIDAK/  TIDAK/  SLTA/  AK/ DIPLO  UNIVE  BELUM  BELUM  JUMLAH  PERNAH  TAMAT  MA  MA  RSITAS  SEKOLAH  SD  7  8  9  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.647  ­  ­  ­  11  12  PEREMPUAN  SLTP/  SLTA/  MTs  MA  14  15  AK/  UNIVER  DIPLO  JUMLAH  SITAS  MA  16  17  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.196  46.367  ­  ­  2.370  ­  ­  1.591  .553  ­  ­  ­  SD/MI  5  SD/MI  13  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KAB NGADA  KABUPATEN NGADA  27  182  1401  372  196  134  55  36  214  1382  238  274  192  34  16776  38  18351  39  4923  868  4617  539  819  712  1161  18243  25  21942  12  4581  687  4275  446  702  498  810  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Ngada Dalam Angka 2009  51.

8  34.460  3.379  516  JUMLAH (KAB/KOTA)  50.1  38.540  2.690  2.474  LAKI­LAKI  MELEK HURUF  LAKI­LAKI + PEREMPUAN  JUMLAH  9  10.4  59.494  619  312  7  5.059  4.0  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  4  4.5  70.633  15.6  54.799  4.530  392  6.927  1.209  1.7  54.889  3.512  2.4  Sumber ; Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2008  .951  5.225  28.3  52.552  3.0  31.1  12.6  JUMLAH  6  5.150  5.786  9.196  223  7.763  2.715  760  204  10  9.188  3.819  MELEK HURUF  NO  1  KECAMATAN JUMLAH  2  3  5.9  11.435  12.0  15.422  1.897  3.9  105.TABEL 5  PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS  PEREMPUAN  %  5  85.052  5.8  17.2  %  11  89.7  6.357  7.665  14.7  55.800  48.5  55.134  1.146  51.504  8.576  23.1  56.132  2.940  8.4  11.0  18.615  4.043  4.264  3.085  13.6  55.1  49.5  58.0  12.8  54.750  28.726  615  13.141  11.784  24.276  8.130  2.130  1.293  MELEK HURUF  %  8  93.987  4.0  55.5  19.946  50.009  52.

461  827  561  JUMLAH  BALITA MATI  10  2  1  1  0  0  1  0  1  2  1  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)  3.68  JUMLAH BAYI  MATI  8  5  10  5  6  5  6  4  7  5  2  JUMLAH  BALITA 9  1.9  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi  .TABEL 6  JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  LAHIR HIDUP  LAHIR MATI  4  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  5  6  10  1  8  5  4  6  7  5  3  LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI  LAHIR MATI  6  296  840  141  575  307  244  270  267  118  112  7  2.246  905  1.03  1.603  3.115  55  3.64  2.22  2.321  9  2.63  1.881  1.71  1.24  2.74  55  17.170  1.19  0.570  852  1.62  4.39  1.415  1.7  14.

72  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)  Sumber: Laporan Seksi KIA.115  3  4  ­  7  224. Bidang Yankesda Dinas Kesehatan Kab. Ngada  Keterangan:  ­ Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin  + jumlah  kematian ibu nifas  .TABEL 7  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL  JUMLAH LAHIR  KEMATIAN  KEMATIAN  KEMATIAN  JUMLAH  HIDUP IBU HAMIL  IBU BERSALIN  IBU NIFAS  4  5  6  7  8  290  1  1  ­  2  830  2  1  ­  3  140  ­  ­  ­  ­  567  ­  ­  ­  ­  302  ­  ­  ­  ­  240  ­  ­  ­  ­  264  ­  ­  ­  ­  260  ­  1  ­  1  113  ­  1  ­  1  109  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3.

­ Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi .

00  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  76.69  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  4.07  82.59  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  .26  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  1.TABEL 8  JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS  DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK  DIRINCI MENURUT KECAMATAN  TAHUN 2009  JUMLAH  KEJADIAN  KECELAKAAN  3  20  11  1  JUMLAH KORBAN  MATI  4  1  ­  ­  LUKA  BERAT  5  17  ­  1  LUKA  RINGAN  6  126  11  ­  JML  7  144  11  1  ­  ­  25  61  92  ­  % THD  TOTAL  43  3  0  ­  ­  7  18  28  ­  MATI  8  0.50  100.81  ­  100.94  100  0.25  1.53  2.00  1.00  #DIV/0!  #DIV/0!  20.00  44.20  1.34  100  2.00  #DIV/0!  JML  11  100  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  100  #DIV/0!  RASIO KORBAN  PER KEJADIAN  KECELAKAAN  12  7.000 PENDUDUK  129  2  57  275  334  241.74  ­  #DIV/0!  LUKA  RINGAN  10  87.49  #DIV/0!  NO  KECAMATAN  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  20  40  37  1  ­  ­  5  34  ­  19  27  92  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO PER 100.00  ­  ­  #DIV/0!  % KORBAN  LUKA  BERAT  9  11.00  55.60  17.

00  50.00  63. di wilayah kerja Watukapu.70  194  169  169  100  Sumber: Laporan Program TB Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  LB1 Puskesmas Tahun 2009  Keterangan:  Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Pasien TB (+).67  54.55  50.00  10  18  11  22  66  2  17  29  4  20  5  11  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  12  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  ­  ­  426  47  47  29  61.50  66.TABEL 9  AFP RATE.  % TB PARU SEMBUH.64  ­  100. Natarandang dan Maronggela melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Waepana  .00  100. DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TB PARU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  AFP    <  15 TH  4  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  KLINIS  5  46  100  63  20  12  4  124  19  36  2  (+)  6  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  DIOBATI  SEMBUH  7  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  8  3  5  2  6  1  1  7  ­  3  1  PNEUMONIA  %  JML  JML PEND  BALITA  % BALITA  DITANGANI  DITANGANI  SEMBUH  PENDERITA  BALITA  9  100.00  62.

0  100.00  42.14  100.0  100.80  45.0  100.52  9  100  2.0  100.0  0  #DIV/0!  0  #DIV/0!  1  100.0  2  100. DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  HIV/AIDS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JML  KASUS  %  DITANGANI  IMS  JML  KASUS  %  DITANGANI  DBD  JML  KASUS  %  DITANGANI  DIARE  JML  KASUS  JML  DIARE  PADA  BALITA  DIARE  PADA  BALITA  DITANGANI  %Diare  Balita  %  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  0  0  0  0  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  5  2  0  3  0  1  3  0  0  1  5  6  5  100.80  44.00  100  9  6.0  0  0.31  58.0  100.0  3  100. INFEKSI MENULAR SEKSUAL.437  1.02  1.0  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  15  15  100  63  63.TABEL  10  HIV/AIDS.0  100.488  18.437  57.16  62.22  59.33  63.0  3  100.97  16  100.0  0  #DIV/0!  1  100.26  44.0  7  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  8  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  9  100  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  100  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  10  ­  2  0  4  2  1  0  ­  ­  ­  11  2  0  4  2  1  0  12  0  100  0  100  100  0  #DIV/0!  0  0  0  13  166  404  157  504  133  130  258  302  265  169  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  15  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  48.0  100.0  100.0  100.0  Sumber:Laporan Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Bidang Kesmas Dinas Kesehatan  Ket:  ­ Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Kasus HIV/AIDS adalah Kasus HIV yang masih hidup dari tahun 2003 dan yang ditemukan baru tahun 2009  .76  100.

66  7.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK  10.096  369  1.00  100.055  345  539  229  POSITIF  5  3.21  34.00  100.31  42.272  1.62  72.TABEL 11  PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  MALARIA  % POSTIF  6  63.46  18.126  2.00  100.721  77.838  511  4.736  347  732  2.452  232  ­  1.291  199  1  ­  DIOBATI  7  5.67  40.07  ­  38.346  544  540  229  % DIOBATI  8  100.00  100.00  100.633  100.58  36.00  100.19  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KLINIS  4  1.00  100.58  0.00  100.854  1.83  38.912  57.00  100.188  579  732  3.742  142  2.00  Sumber: Laporan Bulanan Penemuan & Pengobatan Malaria Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Ket :  API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)  AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)  .

 Penderita MB tahun X ­ 2  X = tahun 2009  .TABEL  12  PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  KUSTA  % RFT PB  PEND MB  6  7  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  PEND PB  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT PB  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT MB  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % RFT MB  9  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  Sumber: Laporan  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan : Penderita PB tahun X ­ 1.

  FILARIASIS  JUMLAH  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  DITANGANI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % DITANGANI  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB1 Puskesmas Tahun 2009  ­  ­  #DIV/0!  .TABEL 13  KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PENDERITA PENY.

TABEL 14  JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KASUS  PD3I  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  DIFTERI  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PERTUSIS  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  NEONATORUM  CAMPAK  8  POLIO  9  HEPATITIS B  10  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009. Laporan Tahunan Bidang Kesmas Tahun 2009  .

31  77.115  2.226  72.TABEL   15  CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS.68  80.84  85.673  76.81  53.92  6.893  92.09  56.30  66.83  BBLR  % BBLR  DITANGANI  DITANGANI  15  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  16  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.074  2.06  1.00  80.19  1.58  79.96  78.83  1.73  54  100  Sumber: Laporan Bidang Yankes 2009.55  71.22  3.08  3.31  54.37  JML BAYI  7  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  KUNJ  8  254  710  126  379  244  163  290  251  134  122  %  9  77.57  1.68  77. Profil Puskesmas Tahun 2009  .89  1.91  79.10  1.87  54  1.88  93.54  84.20  64. BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NEONATUS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  287  823  135  562  298  237  261  254  110  107  KN2  5  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  6  82.65  90.95  74.74  BAYI  BAYI LAHIR  JML LAHIR  %  DITIMBANG  HIDUP  DITIMBANG  10  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  11  282  800  128  564  251  218  264  214  80  92  12  97  96  91  99  83  91  100  82  71  84  BBLR  13  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  % BBLR  14  3.41  3.32  0.507  2.

11  0.84  55.48  4.29  77.41  6.65  4.42  72.246  905  1.33  89.388  484  898  21  76.TABEL 16  STATUS GIZI  BALITA DAN JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BALITA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  BALITA  YANG  DITIMBANG  BB NAIK  ADA  4  1.77  12  0.037  1.138  748  519  6  804  2.99  3.93  6.570  852  1.19  13  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  5.49  3.19  1  .68  6.52  2.09  0.71  3.47  0.09  17.23  7.47  67.89  90.35  5.461  827  561  5  1.58  1.12  4.55  56.832  763  1.88  % BALITA BGM  7  45  105  30  66  65  37  31  41  32  32  BGM  11  3.415  1.07  5.02  9.53  0.35  79.060  919  640  1.17  KEC  Prev  BEBAS  Gizi  Gizi  Gizi  RAWAN  Buruk  Kurang/K  Buruk/  urus  Kurus Skli  GIZI  +Kurang  4.97  2.97  2.10  0.42  67.87  9.944  7.42  8.321  10.87  5.51  4.35  73.15  74.16  ­  0.27  0.05  74.43  77.63  3.68  1.56  17.78  2.97  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH (KAB/KOTA)  14.78  74.35  18.061  565  786  684  494  710  772  414  98  Gizi  Gizi  Kurang/K  Buruk/  DITIMBANG  BB NAIK  urus  Kurus Skli  8  78  356  20  105  19  24  62  52  144  38  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  9  80.52  0.38  3.19  68.51  10  62.28  6.72  73.288  2.76  70.45  92.603  3.60  4.881  1.21  0.

134  2.16  80.49  81.90  3.26  33.007  163  702  314  245  452  313  144  141  %  6  93.00  80.97  54.48  JUMLAH  9  293  830  140  570  307  244  268  266  117  112  IBU BERSALIN  DITOLONG  NAKES  10  282  800  128  564  251  218  268  214  80  92  %  11  96.1  81.13  85.21  55.33  52.39  91.14  50.76  89.915  83.34  76.79  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.0  54.06  3.146  255  779  385  457  452  313  263  158  K1  5  434  1.9  63.14  52.99  85.34  100.1  87.8  2.TABEL 17  CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1.2  K4  7  243  863  93  428  170  123  138  126  48  74  %  8  55.8  89.6  53. PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  IBU HAMIL NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  466  1.95  81.147  2.06  60.306  58.38  82.6  100.33  76.226  71.24  72. K4).674  3.9  90.03  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .0  100.14  JUMLAH  IBU NIFAS  MENDAPA  T  YAN.53  40.897  92.70  57.20  30.25  96.45  68.46  62.NIFAS  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  292  820  140  570  307  244  268  265  116  112  81.43  98.

967  14.88  .55  56.993  2.715  64.87  ­  ­  19.288  1.34  JUMLAH  DIPERIKSA  10  1.200  1.570  852  1.89  90.096  ­  25  ­  ­  ­  195  182  513  174  %  12  98.461  827  561  5  1.423  1.832  763  1.20  ­  74.00  17.151  2.476  1.TABEL 18  CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA. PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  ANAK BALITA (PRA SEKOLAH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIDETEKSI  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.138  748  519  %  6  80.150  631  740  ­  1.07  9.27  100.18  100.35  73.246  905  1.321  10.76  70.45  92.060  919  640  1.115  3.00  SISWA SD/MI  SISWA SMP/SMU  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  14.150  3.56  20.53  91.603  3.288  2.141  5.23  96.29  77.395  951  8  2.36  95.037  1.85  78.415  1.185  23.881  1.944  76.794  1.33  89.446  5.30  ­  10.193  1.102  1.96  35.260  361  174  997  894  539  174  11  1.51  JUMLAH  DIPERIKSA  7  2.06  54.72  73.351  745  %  9  87.42  22.35  79.513  2.407  230  1.

44  16.02  21.94  67.66  79.92  20.652  1.08  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH PUS  4  2.59  21.703  71.216  912  1.024  646  %  8  63.018  3.41  82.070  2.99  65.TABEL  19  JUMLAH PUS.27  21.118  1.835  13.348  2. PESERTA KB BARU.96  73.886  1.736  1.81  81.275  3.395  787  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  20.877  1.05  .66  11.002  4.58  8.70  14.98  83.212  4. DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PESERTA KB BARU  JUMLAH  5  372  436  253  391  292  240  454  227  170  %  6  18.60  PESERTA KB AKTIF  JUMLAH  7  1.695  2.224  1.69  65. PESERTA KB.87  8.

Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota .

40  16  13.44  1.08  4.66  16.275  3.82  4.216  912  1.80  14.72  2.37  44.520  2.480  382  1.09  1.63  3.85  6.05  ­  13  1.30  2.51  16.63  6.736  1.59  72.91  37.34  19.36  16.12  6.21  2.79  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  2.016  660  680  725  630  416  7  174  573  282  251  131  277  724  255  197  8  68  117  62  62  24  53  49  44  18  9  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  11  1.08  20.71  24.80  6.70  7.48  3.22  6.90  30.90  38.06  9.864  497  ­  ­  14.32  6.93  2.05  2.224  1.024  646  12  7.226  59  220  108  62  ­  4  23  210  18  570  19  76  25  11  15  5  389  537  163  91  19  346  105  22  ­  6  531  1.15  ­  15  41.07  2.018  3.50  17  5.703  14.65  45.60  1.76  61.65  17.47  13.51  1.38  ­  ­  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .32  14  30.77  41.672  6.77  17.183  967  1.52  10.52  64.83  2.TABEL 20  JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB AKTIF  NON MKJP  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  KONDOM  % PESERTA KB AKTIF  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  MKJP  IUD  MOP/  MOW  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  NON MKJP  KONDOM  NO  KECAMATAN IUD  MKJP  MOP/  MOW  OBAT  VAGINA  OBAT  VAGINA  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  90  307  111  1.94  6.33  3.58  11.37  41.652  1.16  41.77  27.01  2.52  31.

11  23.52  12.44  44.45  20.236  440  343  ­  ­  2.0988  0  0  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .24  43.47  ­  17  13.75  4.43  20.97  5.83  36.28  20.27  22.19  17.885  1.83  43.50  9.17  15.42  10.6578  12.61  19.02  12.57  6.598  15.835  14.16  31.59  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  LAIN  NYA  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  MKJP +  NON  MKJP  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  422  47  347  1.94  PIL  16  4.15  30.33  26.91  20.12  62.27  ­  ­  ­  ­  9.09  4.29  ­  ­  IMP  LANT  14  26.55  8.92  4.13  22.37  18.70  0.TABEL 21  PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB BARU  NO  KECAMATAN  IUD  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  63  63  51  123  ­  25  46  51  ­  MKJP  MOP/  MOW  4  1  ­  ­  ­  ­  22  24  ­  ­  NON MKJP  IMP  LANT  5  99  85  58  16  12  57  20  ­  ­  SUN  TIK  6  143  193  58  181  199  74  199  82  107  PIL  7  17  28  38  48  60  20  120  47  62  MKJP +  LAIN  NON  OBAT  KONDOM  MKJP VAGINA  NYA  8  9  10  11  49  ­  ­  372  67  ­  ­  436  48  ­  ­  253  23  ­  ­  391  21  ­  ­  292  42  ­  ­  240  45  ­  ­  454  47  227  1  170  MKJP  MOP/  MOW  13  0.70  36.42  15.94  14.29  68.88  7.41  ­  ­  % PESERTA KB BARU  NON MKJP  SUN  TIK  15  38.17  5.47  OBAT  KONDOM  VAGINA  IUD  12  16.92  46.46  ­  10.50  22.

91  .67  95.TABEL 22  PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  DESA/KEL UCI 5  8  20  8  10  7  3  5  7  6  3  % DESA/KEL UCI  6  66.00  100.00  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  77  81.00  100.00  42.86  71.24  100.00  75.33  100.43  58.

Sumber:Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Dinas Kesehatan .

64  113  69.61  271  87.70  67.54  513  90.33  433  76.757  78.61  232  65.14  157  96.58  81.70  113  65.88  243  84.01  187  62.52  98  64.52  228  73.77  2.41  19.87  263  80.76  235  66.08  113  65.77  73.00  101  66.54  87.90  69.03  10.89  (17.42  226  72.55  191  61.460  70.14  88.05)  (18.12  2.29)  72.07  489  55.06  147  41.02  129  75.15  2.61  554  62.87  (1.97  JUMLAH (KAB/KOTA)  % BAYI DIIMUNISASI LENGKAP  3.370  67.90  200  64.61  2.06  220  76.88  202  68.01  83  54.29  271  82.46  885  DO  (%)  17  7.587  73.845  81.43  687  78.48)  2.469  70.TABEL  23  PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH  BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  IMUNISASI  DPT1+HB1  DPT3+HB3  POLIO 4  CAMPAK  HB Neonatus  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  256  78.41  771  87.16  249  87.37  418  73.88  82  27.32  137  84.05  16  10.76  39  11.97  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  RSUD BAJAWA  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  BCG  JUMLAH  5  306  714  144  485  251  227  257  244  113  104  %  6  93.32  65.17  Sumber : Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Tahun 2009  Ket : Watukapu melayani imunisasi bayi dari waepana maupun natarandang di daerah perbatasan desa  .507  2.31  15.65  163  54.97  197  68.76  76.96  192  64.25  88  57.05  151  92.91  141  40.70  31  18.43  238  72.57  2.43  82.78  191  58.34  85.92  197  68.95  655  74.48  137  24.57  129  79.72  468  82.70  113  65.40  6.58  2.

461  827  561  MENDAPAT  VIT A 2X  BALITA GIZI BURUK  JUMLAH  10  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  MENDAPAT  PERAWATA  N  %  9  69.293  996  456  1.39  100.67  29.89  43.TABEL  24  CAKUPAN BAYI.13  ANAK BALITA (1­4TAHUN)  JUMLAH  7  1.246  905  1.83  21  21  100  .74  55.94  50.00  83.33  23.415  1.01  85.570  852  1.415  1.17  28.74  79.33  33.49  %  12  100  #DIV/0!  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  8  1.321  10.225  702  244  11  2  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  254  105  41.33  100.00  66.881  1.0  23.71  75. BALITA  YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  BAYI BGM  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  4  35  36  30  30  33  15  10  9  24  32  MP ASI  5  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  %  6  25.603  3.00  70.85  84.964  731  1.144  70.34  14.80  68.118  1.

69  73.TABEL 25  JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN  TABLET Fe1.18  2.18  54.48  42.48  45.51  69.146  255  779  385  457  452  313  263  158  Fe1  JUMLAH  5  254  801  156  461  210  154  240  230  119  141  %  6  54.62  28.27  .97  83.51  66.55  33.25  89.45  44.24  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  Fe3  JUMLAH  7  254  762  120  392  295  130  202  230  113  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  %  8  54.06  50.54  132  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  4.10  73.630  56.674  2.90  61. Fe3  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  IBU HAMIL  4  466  1.70  53.32  76.766  59.18  59.49  47.

86  4.37  Sumber: Laporan Program Imunisasi Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .42  TT 5  %  12  JML  13  83  42  12  32  32  21  96  48  ­  25  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JML  7  54  413  41  199  107  91  12  133  174  29  JML  9  81  99  94  34  50  66  85  30  ­  37  JML  11  86  52  50  53  21  19  146  23  ­  24  %  14  17.45  4.95  70.99  14.54  19.14  38.146  255  779  385  457  452  313  263  158  TT 2  %  6  60.81  3.82  18.79  19.19  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.59  36.24  15.11  8.16  18.64  36.00  23.81  9.25  47.45  4.09  52.16  32.55  27.54  50.TABEL 26  JUMLAH WANITA USIA SUBUR DENGAN STATUS IMUNISASI TT  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TT 1  JML  5  280  602  212  298  182  187  328  202  134  111  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  BUMIL  4  466  1.58  0.44  18.91  2.61  6.30  7.60  21.80  5.14  391  8.536  54.25  TT 3 %  8  11.27  40.31  4.08  25.57  64.26  1.92  72.36  12.674  2.34  ­  15.38  8.65  42.32  474  10.81  576  12.35  TT 4  %  10  17.71  4.253  26.66  4.49  66.04  16.53  83.35  ­  15.

TABEL 27  PERSENTASE  AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK  NO 1  1  RUMAH SAKIT  2  PUSKESMAS  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  NATARANDANG  MARONGGELA  RIUNG  SARANA PELAYANAN KESEHATAN  2  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  %  8  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  3  4  6  7  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )  .

38  1.10  13  5.33  84.19  10  2.31  22  3.90  28  100  Sumber:Laporan Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Yankes Tahun 2009  .43  0.50  100  9  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  JUMLAH  10  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  11  1.15  0.674  299  6.83  0.04  7  5.TABEL 28  JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  BUMIL RISTI/  KOMPLIKASI  BUMIL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  IBU HAMIL 4  466  1.62  87.71  0.96  1.66  0.16  50  8.26  41  3.115  28  0.40  276  92.65  10  8.83  JUMLAH  12  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.146  255  779  385  457  452  313  263  158  JUMLAH  NEONATAL  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  5  66  102  13  41  13  10  12  26  8  8  %  JUMLAH  6  7  14.38  13  2.90  102  5.88  1.06  8  %  8  75.31  3.00  100  100  100  100  83.76  100.03  0.

LAINNYA  5  2  40.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2009  16  8  50.00  5  SARANA YANKES. GADAR  JUMLAH  4  %  5  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  100.TABEL 29  PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH SARANA  3  MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN.00  .00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  3  RUMAH SAKIT KHUSUS  ­  ­  #DIV/0!  4  PUSKESMAS  10  5  50.

TABEL 30  JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  DESA/KEL TERKENA KLB  DITANGANI  JUMLAH  %  <24 JAM  5  6  7  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  1  1  100.00  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0! 

NO 

KECAMATAN

PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA) 

94 

100.00 

Sumber: Laporan Seksi Penanggulangan Wabah Bidang Kesmas Tahun 2009 

TABEL 31  JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN  SERTA JUMLAH KECAMATAN DAN DESA YANG TERSERANG KLB  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDUK  JUMLAH KEC  JUMLAH DESA  TERANCAM  3  4  5  1  1  1,551  YANG TERSERANG  JUMLAH  PENDERITA  6  24  JUMLAH  KEMATIAN  7  1  ATTACK  RATE  (%)  8  1.55  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0! 

NO  JENIS KEJADIAN LUAR BIASA 1  2  1  Kematian Rabies 

CFR (%)  9  4.17  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0! 

Sumber: Laporan Tahunan Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2009  Jumlah penderita adalah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) 

TABEL 32  JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BAYI YANG DIBERI  ASI EKSKLUSIF  JUMLAH  %  5  6  173  52.91  444  50.45  92  56.44  266  46.91  193  67.48  73  24.58  157  50.65  104  29.55  34  19.77  70  45.75 

NO 

KECAMATAN 2 

PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

JUMLAH BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153 

1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA 

5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009 

3,507 

1,606 

45.79 

TABEL 33  PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009 
JUMLAH DESA/KEL  DG GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  % DESA/KEL DG  GARAM  BERYODIUM YG  BAIK 

NO 

KECAMATAN 

PUSKESMAS 

JUMLAH DESA/KEL  DISURVEI 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4 

1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA 

5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

5  ­  8  2  3  2  ­  7  ­  ­  ­ 

6  ­  38.10  25.00  30.00  28.57  ­  100.00  ­  ­  ­ 

JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009, Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009 

94 

22 

23.40 

TABEL 34  PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN DASAR GIGI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 
TUMPATAN  PENCABUTA  GIGI  N GIGI  TETAP  TETAP  JUMLAH RASIO  TAMBAL/  CABUT  JUMLAH  MURID SD 

UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF) 
MURID SD/MI DIPERIKSA  JUMLAH  %  MURID SD/MI  JUMLAH  %  PERLU  MENDAPAT  MENDAPAT  PERAWATAN  PERAWATAN  PERAWATAN 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

4  13  54  ­  27  4  ­  28  4  ­  ­ 

5  156  185  23  66  24  4  84  45  17  ­ 

6  169  239  23  93  28  4  112  49  17  ­ 

7  0.08  0.29  ­  0.41  0.17  ­  0.33  0.09  ­  #DIV/0! 

8  2,446  5,794  1,150  3,513  2,102  1,423  1,993  2,200  1,395  951 

9  2,366  5,288  1,150  890  812  ­  1,993  1,193  905  ­ 

10  96.73  91.27  100.00  25.33  38.63  ­  100.00  54.23  64.87  ­ 

11  294  926  335  890  399  ­  569  950  360  ­ 

12  224  683  118  630  193  ­  353  950  ­  ­ 

13  76.19  73.76  35  70.79  48.37  #DIV/0!  62.04  100.00  ­  #DIV/0! 

JUMLAH (KAB/ KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 

130 

604 

734 

0.22 

22,967 

14,597 

63.56 

4,723 

3,151 

66.72 

TABEL 35  JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009 

PENYULUHAN KESEHATAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 
JUMLAH SELURUH  KEGIATAN  PENYULUHAN  KELOMPOK  JUMLAH  KEGIATAN  PENYULUHAN  MASSA 

JUMLAH 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

4  367  23  228  415  266  64  206  430  288  96 

5  22  6  1  ­  30  4  10  7  19  12 

6  389  29  229  415  296  68  216  437  307  108 

SUB JUMLAH I  1  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  2  Rumah Sakit  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009, Profil Puskesmas Tahun 2009 

2,383 

111 

2,383 

111 

2,494  ­  ­  2,494 

TABEL  36  CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  PENDUDUK*  4  14,864  34,827  7,992  21,404  11,526  8,309  11,947  14,388  7,795  4,998  ASKES  5  485  3,393 
JAMSOSTEK  JAMKESM  JAMKES  JAMKES  AS  DA  DINSOS  (PUSAT) 

JUMLAH  9  8,811  17,495  3,055  7,406  6,300  5,389  6,826  8,222  5,208  3,386 

%  10  59.28  50.23  38.23  34.60  54.66  64.86  57.14  57.14  66.81  67.75 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­ 

792  310  478  492  390  472 

7  8,142  13,571  2,820  5,521  4,415  4,154  5,791  6,800  3,307  2,465 

8  184  231  235  1,885  1,093  925  557  930  1,511  449 

300  ­  ­  ­ 

­ 

JUMLAH (KAB/KOTA)  PERSENTASE  Sumber: Laporan Jamkesmas Tahun 2009 

138,050 

6,812  4.93 

­  ­ 

56,986  41.28 

8,000  5.80 

72,098  52.23 

52.23 

Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut kecamatan 

00  100.28  292  0.53  0  0  PELAYANAN BAYI MASY.00  MENDAPAT YANKES  Rawat  Jalan  7  6.348  7.01  0  0  0  0  0  0  0.00  100.102  3.00  100.25  48.406  5.914  6  100.582  3.45  132  105  79.286  100.102  3.00  100.67  47.55  Sumber: Laporan Seksi Jaminan Kesehatan Tahun 2009.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  65.MISKIN  BAYI MASY.00  46.00  100.73  53.914  5  8.508  5.00  70.00  70.305  7.79  65.534  71. Profil Puskesmas Tahun 2009  .085  %  8  75.83  100.326  14.818  2.508  5.055  7.611  3.998  2.603  3.00  100.MISKIN  BGM  JUMLAH  12  %  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  11  10  27  10  15  23  15  10  6  7  9  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  13  90.40  45.730  4.303  5.079  6.789  3.00  100.00  100.326  14.286  65.818  2.055  7.TABEL  37  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  MASYARAKAT  MISKIN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  DICAKUP  JAMKESMAS (Pusat &  JUMLAH YANG  Daerah) ADA  JUMLAH  %  4  8.76  68.33  71.00  46.348  7.93  116.91  117.03  79.MISKIN  JUMLAH BAYI  BGM MENDAPAT MP­  ASI  MASY.184  2.730  4.00  100.00  100.00  100.55  Rawat  Inap  9  251  ­  ­  ­  ­  ­  ­  41  ­  ­  %  3.406  5.00  100.00  100.074  8.079  6.

TABEL 38  PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN KESEHATAN KERJA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH PEKERJA  FORMAL  4  JUMLAH YANG  DILAYANI  5  ­  %  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  #DIV/0!  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  2  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  130  130  311  451  311  451  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 892  892  100.00  .00  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  100.

150  795  ­  ­  506  235  2.60  %  12  75.68  81.52  98.059  780  2.58  ­  ­  35.15  97. Profil Puskesmas Tahun 2009  .34  JUMLAH  10  2.598  3.401  51.31  67.15  64.42  32.022  408  66  8  661  486  ­  ­  271  95  887  750  209  42  11  2.91  74.125  1.489  309  ­  ­  235  140  1.857  780  426  DILAYANI  KES  %  6  80.059  765  294  1.734  4.972  864  356  1.10  25.32  ­  ­  31.19  6.33  62.291  1.332  8.11  ­  ­  27.06  36.40  6.308  37.629  650  3.772  617  108  JUMLAH (KAB/KOTA)  15.93  22.238  1.321  766  282  134  DILAYANI  KES  PRA USILA DAN USILA  %  9  67.42  79.852  5.285  4.20  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.94  14.TABEL 39  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PRA USILA (45­59 TH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.831  5.091  498  292  DILAYANI  KES  USILA (60TH+)  JUMLAH  7  979  493  505  1.552  1.55  22.20  39.35  5  1.031  1.907  31.84  93.11  31.57  95.970  1.

889  3.193  2.921  200  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Profil Puskesmas Tahun 2009  94  33.33  ­  ­  ­  ­  16.419  2.TABEL 40  CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  WUS DI DESA/KEL.86  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  1.002  6.186  JUMLAH YANG  DIBERI KAPSUL  YODIUM  % YANG DIBERI  KAPSUL YODIUM  7  ­  ­  ­  ­  71. ENDEMIS SEDANG & BERAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  ENDEMIS 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  JUMLAH WUS  5  3.558  1.121  6.517  2.760  1.268  2.693  1.353  8.35  .

 (sebutkan)  ­  ­  ­  .TABEL 41  PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV­AIDS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  DONOR DARAH  NO  1  UNIT TRANSFUSI DARAH  2  JUMLAH  PENDONOR  3  JML SAMPEL  DARAH DIPERIKSA  4  JML POSTIF  HIV/AIDS  5  % POSITIF HIV­  AIDS  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH  Sumber: ……………..

822  138.925  15.843  34.438  21.098  5.098  5.577  9.22  Sumber:LB4 Puskesmas Tahun 2009  Ket : kunjungan ke sarana yankes lainnya (BP Swasta).218  138.937  8.492  2. sudah termasuk dengan kunjungan puskesmas di wilayah BP Swasta  kecuali Puskesmas Waepana tidak termasuk kunjungan ke BP  .296  7.120  34.438  21.TABEL  42  JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN .050  113.549  18.11  5.971  4.168  7.600  RAWAT INAP  4  723  ­  ­  ­  ­  ­  ­  128  ­  ­  851  4.577  9.971  KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA  JUMLAH  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  %  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  NO  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  SARANA PELAYANAN  KESEHATAN  2  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II  1  Sarana Yankes lainnya  JUMLAH (KAB/KOTA)  JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA  JUMLAH PELAYANAN  CAKUPAN KUNJUNGAN (%)  156.571  ­  23.218  137.050  4.149  138.400  23. RAWAT INAP.576  10. PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KUNJUNGAN  RAWAT JALAN  3  22.576  10.971  JUMLAH  5  22.925  15.492  2.600  18.571  ­  ­  161.937  8.

00  100.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  17  9  1  52.67  4  PUSKESMAS  10  7  70.94  Sumber : Laporan Tahunan Dinas Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009  Ket : Kemampuan Labkes : Mampu menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan sesuai standar  4 spesialis dasa : pelayanan kandungan dan kebidanan. bedah. penyakit dalam dan anak  .00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  3  Lab Swasta/BP Swasta  6  1  16.TABEL 43  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH YANG MEMILIKI  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH  3  LABKES  4  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  5  % YANG MEMILIKI  LABKES  6  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  7  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  1  100.

TABEL 44  KETERSEDIAAN OBAT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  1  1  2  3  4  5  6  JENIS OBAT*  2  KEBUTUHAN  3  KETERSEDIAAN JUMLAH  4  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten  Ket :  * Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar  .

495  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.00  20.00  66. Laporan Tahunan Bidang PSDK Tahun 2009  1.803  51.00  54.92  100.29  49.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.00  74.59  .00  78.TABEL 45  PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH TANGGA  NO  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  KECAMATAN  2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DIPANTAU  4  550  650  200  250  350  200  545  250  300  200  BER PHBS *  5  35  266  200  185  274  98  363  180  162  40  %  6  6.36  40.61  72.

78  11.56  15.67  73.85  69.43  71.18  41.33  JUMLAH (KAB/KOTA)  42  169  63  ­  274  15.79  11.88  63.33  PURNAMA  MANDIRI  JUMLAH  11  50.54  34.57  26.54  34.67  13.33  12  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  13  100  100  100  100  88  100  100  100  100  100  %  POSYANDU  AKTIF  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  14  50.33  PERSENTASE POSYANDU  MADYA  10  46.00  70.00  1.77  27.99  ­  100  22.45  41.62  ­  22.67  73.18  41.22  18.TABEL 46  JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH POSYANDU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PRATAMA  MADYA  4  1  17  4  ­  ­  4  5  5  4  2  5  13  46  12  23  14  9  9  31  10  2  PURNAM  MANDI  JUMLAH  PRATAMA  A  RI  6  14  1  3  3  9  ­  4  8  10  11  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  8  28  64  19  26  23  13  18  44  24  15  9  3.22  18.67  13.46  53.99  Sumber: Laporan Bidang PSDK Dinas Kesehatan Tahun 2009  .62  ­  22.56  15.68  22.33  61.16  88.23  50.36  16.79  11.05  ­  ­  30.00  1.56  21.

418  2.830  6.304  657  1.008  61.861  2.752  24.45  81.768  1.92  95.69  47.24  85.49  47.435  4.79  70.627  1.17  84.651  1.651  2.96  12.TABEL 47  PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  JUMLAH  %  DIPERIKSA  6  98.399  676  2.00  95.039  2.308  3.86  JUMLAH  SEHAT  7  1.312  1.51  20.748  4.55  100.50  SELURUHNYA  DIPERIKSA  4  5  2.172  773  25  %  SEHAT  8  61.357  959  200  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  27.40  39.304  1.77  69.47  56.11  68.25  65.587  1.94  15.469  1.405  87.75  81.627  1.849  2.592  6.573  3.17  86.994  1.50  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  : Profil Puskesmas Tahun 2009  .

00  20.736  PAH  SGL  18  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  19  0.63  3.00  82.694  4.95  0.00  0.763  100  57.00  0.86  80.397  3.265  7.00  100.00  0. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .12  79.00  0.237  0  0  0  0.00  0.00  7  3.25  0.00  41.00  0.026  6  100.00  1.191  97.323  1.27  0.205  1.00  0.TABEL 48  PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  LEDENG  LEDENG  JUMLAH  PAH  SGL  SPT  SPT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  JUMLAH  %  KELUARGA  KELUARGA  KELUARGA  YANG ADA  DIPERIKSA  DIPERIKSA % AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  JUMLAH  20  88.694  4.63  0.77  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.670  1.00  0.41  100.877  2  1.00  73.00  0.98  17  0  2.47  0.07  0.005  100  100  76.766373  20.00  0.884  1.49  100.694  4.446  750  1.00  0.43  45.265  7.136  650  152  1.318  1.00  93.318  1.026  5  3.50  0.205  2.00  44.499  0  0  23.205  3.00  99.00  100.69  0.136  500  141  1.68  1.057  7.757  4.16  15  0.13  88.00  52.00  16  1.527  975  800  8  9  2  40  ­  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1.00  0.136  2.44  99.00  0.923  92.120  ­  25  ­  8  10  ­  183  ­  ­  150  11  ­  ­  ­  6  11  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  12  ­  252  ­  ­  ­  ­  ­  23  ­  1  13  3. Ngada Dalam Angka 2009  2.27  100.08  Sumber: 1.08  7.378  1.136  1.00  0.95  2.015  6.394  1.78  96.00  100.31  0.702  81.357  1.352  25.01  4.575  87.5  98.656  2.626  94.43  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.758  1.197  350  ­  276  22.000  815  14  98.05  0.645  1.00  0.37  0.29  50.

67  0.82  59.143  75.205  3.00  #DIV/0!  0.62  87.83  676  74.00  36.96  3.575  21.917  78.318  1.256  3.0  55.026  16  6  67  6  30  241  41  4  1.83  72.92  773  100.00  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.00  0.447  1.00  15  3.108  2.44  74.TABEL 49  KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JAMBAN JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  % SEHAT  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH KK  TEMPAT SAMPAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  PENGELOLAAN AIR LIMBAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  56.53  650  45.17  0.026  11  990  ­  ­  152  650  ­  2.694  4.394  1.00  5.506  2.575  6.378  1. Ngada Dalam Angka 2009  2.35  0.33  1.75  5.00  #DIV/0!  0.89  25.94  71.026  6  2.397  3.378  1.446  750  1.00  0.357  748  7  8  1.357  1.136  2.18  83.33  16.32  JUMLAH  SEHAT  17  5  13  2  888  ­  ­  908  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.519  1.07  56.47  0.758  1.00  #DIV/0!  174.205  3.04  53.248  650  1.67  0.68  51.656  2.91  0.446  750  1.0  0.335  179.318  1.78  4.0  839  203.34  10  3.136  1.757  4.033  73.575  1.136  1.442  73. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .74  0.265  7.33  0.409  5.73  43.00  #DIV/0!  3.15  % KK  MEMILIKI  6.357  1.352  25.159  2.026  5  3.357  1.02  61.161  384  ­  13  14  30.265  7.205  3.84  25.136  1.222  ­  ­  18  19  0.00  0.916  26.83  85.525  2.14  1.32  13.00  25  72.97  45.265  7.694  4.833  83.843  4.694  4.617  Sumber: 1.51  92.318  1.76  71.90  9  59.35  64.02  100.28  30.17  2.33  50.645  1.476  414  53  12  136  79  650  1.446  750  1.318  13.86  74.318  1.265  7.378  1.

00  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  8  8  13  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  9  8  12  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  10  8  ­  ­  34  11  100.TABEL 50  PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  HOTEL  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  RESTORAN/R­MAKAN  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  PASAR  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  TUPM LAINNYA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  JUMLAH TUPM  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  24  100.69231  0  55  #DIV/0!  0  59.0909  80  0  #DIV/0!  56.97  #DIV/0!  #DIV/0!  100.76  #DIV/0!  #DIV/0!  56.00  96  95  52  54.00  ­  #DIV/0!  16  ­  ­  ­  85  ­  ­  56  ­  2  ­  17  ­  ­  ­  85  ­  ­  39  ­  2  ­  18  ­  ­  ­  44  ­  ­  22  ­  ­  ­  20  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  51.77  143  126  66  52.00  #DIV/0!  100.00  ­  #DIV/0!  53.38  276  255  Sumber: Laporan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  JUMLAH  SEHAT  23  12  1  ­  88  ­  ­  26  16  ­  ­  143  .00  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  50.00  #DIV/0!  #DIV/0!  12  2  2  1  2  ­  1  1  4  2  ­  13  2  ­  1  2  ­  1  1  4  2  ­  14  2  ­  ­  ­  15  100.74  15  13  4  30.00  75.08  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  2  2  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  5  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  6  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  7  100.00  7.00  100.41  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  21  12  17  1  160  ­  1  61  20  4  ­  22  12  13  1  160  ­  1  44  20  4  ­  4  6  ­  ­  ­  2  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  22  21  21  100.

42  .33  100  100  100  7  32  64  12  31  20  17  23  30  18  12  8  32  64  12  31  12  17  23  30  18  12  9  100  100  100  100  60  100  6  100  100  100  10  15  39  9  10  3  11  6  24  18  6  11  15  15  9  10  ­  11  6  24  18  6  12  100  38.86  100  100  100  100  83.911  141  114  80.TABEL 51  PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  SARANA KESEHATAN  SARANA PENDIDIKAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  SARANA IBADAH  PERKANTORAN  SARANA LAIN  JUMLAH  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  14  28  9  7  6  9  6  10  6  5  5  14  26  9  7  6  9  5  10  6  5  6  100  92.46  100  100  0  100  100  100  100  100  13  43  91  10  49  11  11  15  15  9  4  14  43  43  10  49  6  11  15  15  9  4  15  100  47.25  100  100  54.851  258  205  79.55  100  100  100  100  100  16  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  17  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  18  100.457  5  5  100  760  672  88.0  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  19  106  220  40  97  40  48  51  80  51  27  20  106  148  40  97  24  48  51  80  51  27  21  100  67  100  100  60  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009  : Profil Puskesmas Tahun 2009  100  97  97.00  259  251  96.

039  1.18  1.768  4.592  1.38  ­  81.90  .500  1.587  959  JUMLAH ( KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  Ket : Tidak Dilaporkan  27.861  6.200  606  %  8  48.573  2.935  14.00  #DIV/0!  42.435  %  6  87.TABEL  52  PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  RUMAH/BANGUN  AN YANG ADA RUMAH/BANGUNAN  DIPERIKSA  JUMLAH  5  2.651  2.23  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  4  2.418  3.806  45.752  3.17  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RUMAH/BANGUNAN  BEBAS JENTIK  JUMLAH  7  1.304  1.

0  ­  20  ­  100.26  3  14.19  100.5  JUMLAH  17  221  %  18  56. Dokter Gigi.7  2  RUMAH SAKIT  13  48.TABEL 53  PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  NO  UNIT KERJA  2  PUSKESMAS  (termasuk PUSTU dan  MEDIS  JML  3  14  %  4  52  BIDAN  JML  5  78  %  6  75  PERAWAT  JML  %  FARMASI  JML  7  9  %  8  39.7  1  1  POLINDES/POSKESDES)  93  56. Dr/Drg Spesialis  Perawat & bidan  : termasuk lulusan DIII dan S1  Farmasi  : Apoteker.26  100.00  1  5.3  100.67  16  80.0  16  21  76.0  8  34.78  2  16. dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.1  GIZI  JML  9  8  %  10  67  TEKNISI MEDIS  JML  11  4  %  12  20  SANITASI JML  13  13  %  14  68  KESMAS  JML  15  2  %  16  9.09  100. MPH. dll  .0  7  164  4.00  4  104  3.0  5  19  26.29  129  33.08  3  INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  SARANA KESEHATAN LAIN  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  5  DINKES KAB/KOTA  JUMLAH  ­  27  ­  100. DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV  Teknisi Medis  Sanitasi  Kesmas  : Analis. TEM dan Penata Rontgen. Penata Anestesi.0  40  390  10. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan DI. APK.0  2  12  16.67  100.0  6  23  26.85  100. Fisioterapi  : Lulusan SPPH.15  64  39.32  100.15  22  21.0  Sumber: Laporan Tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada Tahun 2009  Keterangan:  Medis  : Dokter.

 Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)  Teknisi Medis : Analis. Dr/Drg Spesialis  Perawat  : termasuk lulusan DIII dan S1 & SPK  Farmasi  : Apoteker. Penata Anestesi. Profil RSUD Bajawa 09  Keterangan:  Medis  : Dokter. MPH. TEM & Penata Rontgen.TABEL  54  JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  PERAWAT  PERAWAT  FARMASI  GIZI  GIGI  4  5  6  11  4  1  1  19  4  1  1  13  2  1  1  8  2  1  1  10  1  1  1  7  ­  ­  ­  7  2  2  1  8  3  1  1  6  2  1  1  4  ­  ­  ­  NO  UNIT KERJA MEDIS  3  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  BIDAN  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  TEKNISI  SANITASI  MEDIS  7  8  2  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  1  2  1  2  ­  1  ­  2  KESMAS  9  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  10  33  50  23  21  26  14  23  24  15  12  ­  ­  241  133  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  133  374  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  14  13  78  22  93  64  20  4  9  8  8  2  4  16  13  1  2  3  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  4 tubel  13  64  4  8  2  16  1  3  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. dll  . Dokter Gigi. APK dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM. dan Fisioterapi  Sanitasi  Kesmas  : Lulusan SPPH.

76  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.90  27  DOKTER  KELUARGA  7  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst. Profil RSUD Bajawa 09  .90  ­  ­  ­  7  ­  ­  ­  2  19  13.TABEL 55  JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH TENAGA MEDIS  NO  UNIT KERJA  DR SPESIALIS  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  DOKTER UMUM  4  2  1  1  1  1  1  1  2  1  1  12  7  DOKTER GIGI  5  ­  1  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  2  JUMLAH  6  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  14  13  ­  ­  ­  13  ­  ­  ­  4  2. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  4  ­  ­  ­  4  2.

TABEL 56  JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KEFARMASIAN  APOTEKER  S1 FARMASI  D­III FARMASI  ASS APOTEKER  JUMLAH  D­IV/S1 GIZI  3  4  5  6  7  8  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  2  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  3  3  9  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  1  6  4. Profil RSUD Bajawa 09  .35  1  2  2  7  2  8  6  23  ­  1  0.24  ­  1  TENAGA GIZI  D­III GIZI  9  ­  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  7  1  D­I GIZI  10  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  JUMLAH  11  1  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  8  2  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  12  8. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.72  2  10  7.69  2  1  2  1  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.

11  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.TABEL  57  JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KEPERAWATAN  NO  UNIT KERJA  SARJANA  KEPW  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  6  PERAWAT  DIII  LULUSAN  PERAWAT  SPK  4  5  9  2  6  13  9  4  5  3  5  5  5  2  6  ­  7  1  6  ­  3  1  61  31  51  3  BIDAN  JUMLAH  6  11  19  13  8  10  7  7  8  6  4  93  60  ­  ­  ­  60  DIII BIDAN  7  2  2  ­  ­  1  1  ­  2  2  2  12  6  BIDAN  8  9  20  3  7  9  4  6  4  1  3  66  16  JUMLAH  DIII  9  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  78  22  ­  ­  ­  22  PERAWAT GIGI SPRG  1  ­  1  1  ­  ­  ­  1  1  ­  5  3  ­  2  2  1  ­  15  1  3  4  1  1  1  ­  2  3  2  ­  20  4  JUMLAH  4  4  2  2  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  ­  6  51  3  6  16  3  1  4  4  7  116  ­  34  4  157  113.73  ­  18  ­  82  ­  100  72.44  ­  8  1  17  1  25  18. Profil RSUD Bajawa 09  .

TABEL  58  JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KESMAS  D­III KESMAS  SARJANA KESMAS  3  4  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  ­  3  ­ 
[a] 

1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA 

JUMLAH  5  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  2  3 

TENAGA SANITASI  DIII SANITASI  DI SANITASI  6  7  ­  1  1  ­  1  ­  1  ­  ­  1  1  ­  2  ­  1  1  1  ­  1  1  9  4  1  ­ 

JUMLAH  8  1  1  1  1  1  1  2  2  1  2  13  1 

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK 

­ 

­ 

16  21 

­  ­ 

16  21  15.21 

3  13 

2  6 

5  19  13.76 

Sumber : Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan: [a]  Termasuk S2 dan S3 

TABEL  59  JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TENAGA TEKNISI MEDIS  ANALIS LAB.  TEM & P.RONTG  3  4  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  6  7  P.ANESTESI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  FISIOTERAPIS  6  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  2  JUMLAH  7  2  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  4  16  ­  ­  ­  16  ­  ­  ­  3  2.17  20  14.49 

NO 

UNIT KERJA 

1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA 

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  ­  ­  ­ 

6  ­  ­  ­  9  6.52 

7  ­  ­  ­  7  5.07 

1  ­  ­  ­  1  0.72 

Sumber: Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Tahun 2009 

TABEL 60  ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  DINKES  3  %  4  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  RSUD  4  % 

NO 

SUMBER BIAYA 

2  ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER: 

1  APBD KAB/KOTA  2  APBD PROVINSI  3  APBN :  ­ Dana Alokasi Khusus (DAK)  ­ JAMKESMAS  ­ DEKONSENTRASI  4  Bantuan Luar Negeri (AIP­MNH)  BLN Proyek Gafi/GV  5  ­ BANSOS (Bantuan Sosial)  6  ADB (DHS­II)  7  Jamkesmas Kuota PEMDA  TOTAL ANGGARAN KESEHATAN  TOTAL APBD KAB/KOTA 

25,779,652,321  26,685,000 

83.00  0.09 

8,844,694,153 

78.14  0 

0  1,344,668,935  133,411,250  587,138,500  487,080,000  1,242,800,000  1,125,000,000  333,980,654  31,060,416,660  383,755,382,398  4.33  0.43  1.89  1.57  4.00  3.62  1.08  100 

2,474,555,561 

21.86  0  0  0  0  0 

0  11,319,249,714  383,755,382,398  100 

% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 

6.72 

2.30 

ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 

224.99 

81.99 

Sumber: Laporan Sub Bagian Keuangan Dinkes Ngada tahun 2009  : LKPJ Dinas Kesehatan tahun 2009  ; Laporan RSUD Bajawa tahun 2009  ; Laporan Jamkesmas Tahun 2009  Ket : Anggaran Kesehatan APBD Kabupaten (Dinas Kesehatan) sudah termasuk dengan gaji pegawai 

TABEL 61  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PEMILIKAN/PENGELOLA  NO  1  FASILITAS KESEHATAN  2  PEM.PUSAT  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.PROV  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.KAB/KOTA  5  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  ­  ­  ­  ­  ­  1  45  9  ­  ­  ­  1  ­  ­  TNI/POLRI  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  BUMN  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  SWASTA  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  2  ­  11  1  1  ­  ­  274  5  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  9  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  2  2  ­  11  1  2  45  9  274  5  ­  1  ­  ­ 

1  RUMAH SAKIT UMUM  2  RUMAH SAKIT JIWA  3  RUMAH SAKIT BERSALIN  4  RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA  5  PUSKESMAS PERAWATAN  6  PUSKESMAS NON PERAWATAN  7  PUSKESMAS KELILING  8  PUSKESMAS PEMBANTU  9  RUMAH BERSALIN  10  BALAI PENGOBATAN/KLINIK  11  PRAKTIK DOKTER BERSAMA  12  PRAKTIK DOKTER PERORANGAN  13  PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL  14  LABORATORIUM KLINIK  15  POLINDES  16  POSKESDES  17  POSYANDU  18  APOTEK  19  TOKO OBAT  20  GFK  21  INDUSTRI OBAT TRADISIONAL  22  INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL 

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 

TABEL 62  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  DESA/ KELURAHAN  3  12  21  8  17  7  7  12  6  4  DESA SIAGA  4  5  ­  9  3  5  5  3  6  ­  3  ­  2  POSKESDES 5  4  1  1  1  1  POLINDES  6  8  11  5  6  2  3  5  3  2  POSYANDU  7  28  64  19  49  13  18  44  24  15 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA) 

94 

41 

45 

274 

Sumber: Laporan UKBM Bidang PSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  ; Profil Puskesmas tahun 2009 

TABEL 63 
INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT & PUSKESMAS RAWAT INAP  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NAMA RUMAH  SAKIT/PUSKESMAS RRI  2  UMUM  Umum  Umum  Umum  JENIS PELAYANAN  UMUM/KHUSUS  3  JUMLAH  TEMPAT  TIDUR  4  100  15  10  20  JUMLAH PASIEN 
KELUAR  MATI  (HIDUP + MATI)  SELURUHNYA 

NO  1 

5  4,906  723  165  ­ 

6  222  21  ­  ­ 

JUMLAH  HARI  MATI >= 48  PERAWATAN  JAM  7  8  131  14  ­  ­  19,946  799  317  ­ 

BOR  9  54.6  14.6  8.7 

LOS  10  4.1  1.1  1.9 

TOI  11  3.4  6.5  20.2  #DIV/0! 

GDR  12  45.3  29.0  0.0  #DIV/0! 

NDR  13  26.7  19.4  0.0  #DIV/0! 

1  RSUD Bajawa  2  Puskesmas RRI Aimere  3  Puskesmas RRI Riung  4  BP. St. Fatima Soa 

0.0  #DIV/0! 

Sumber: Laporan Tahunan RSUD Bajawa 2009, Profil Puskesmas Tahun 2009  Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta 

CAKUPAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2009 (PERMENKES RI NO.741/MENKES/PER/VIII/2008)

KABUPATEN NGADA
TARGET SPM 2009 NO
1

CAKUPAN SPM (%) PEMBILANG
6

JENIS PELAYANAN
2

INDIKATOR
3

NASIONAL (%)
4

KABUPATEN NGADA (%)
5

PENYEBUT
7

(%)
8 (6/7*100%)

KETERANGAN
9

A

Pelayanan Kesehatan Dasar

1 Cakupan Kunjungan Ibu hamil k4 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi 7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 8 Cakupan Pelayanan anak balita 9 Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan Peserta KB Aktif 13 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - AFP Rate per 100.000 penduduk <15 tahun - Penemuan penderita pneumonia balita - Penemuan pasien baru TB BTA + - Penderita DBD Ditangani - Penemuan Penderita Diare 14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

95 80 90

95 80 90

2,306 276 2,897

3,915 299 3,147

58.90 Penyebut merupakan ibu hamil riil

92.31 92.06

90 90 90 100 90 100

90 90 90 100 90 100

2,226 28 2,673 77 10,144 105

3,134 28 3,407 94 14,321 276

71.03 100.00 78.46 81.91 70.83 38.04

100 100 70

100 100 70

21 14,715 14,704

21 22,967 20,695

100.00 64.07 71.05

2 100 100 100 100 100 100 100

2 100 100 100 100 100 100 100

169 47 9 2,486 36,585 4,318 8

169 285 9 13,801 56,686 56,686 16

0 100 balita riil yang ditangani di sarkes 16.49 100.00 18.01 64.54 7.62 Pasien masyarakat miskin yg dirujuk ke RS 50.00 Sarkes yang memiliki kemampuan UGD 100.00

B

Pelayanan Kesehatan Rujukan

1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 2 Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan di Sarana Kesehatan

C

Penyelidikan Epidemiologi dan Penangggulangan KLB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 1 Cakupan Desa Siaga Aktif

100

100

25

25

D

80

80

7

38

18.42 Desa Siaga yang dibentuk dan aktif

Bajawa, 26 Juni 2010 Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO,SKM
PEMBINA TK. I NIP. 195709141984032008

26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. HILDEGARDIS F. 19570914 198403 2 008 .LAPORAN UKBM KABUPATEN PROPINSI TAHUN : NGADA : NTT : 2009 JUMLAH NO. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PUSKESMAS 2 WATUKAPU AIMERE WAEPANA RIUNG MARONGGELA WATUMANU NATARANDANG KOTA SURISINA KOELODA POLINDES 3 2 8 3 5 3 5 2 2 4 11 1 0 1 0 0 1 1 0 1 4 POSKESDES POSKESTREN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PRATAMA 5 7 1 5 5 5 6 8 0 0 2 POSYANDU MADYA 6 9 13 10 28 11 12 6 23 13 60 PURNAMA 7 0 14 3 9 8 2 3 0 13 2 MANDIRI 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS OBAT DESA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS UKK 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH UKBM 11 19 36 22 47 27 26 20 25 31 79 JUMLAH 45 9 0 39 185 54 0 0 0 332 Bajawa. SKM PEMBINA NIP. BHOKO.

. .1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ..1..FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.

1.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : . ....FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.

1.1 ..FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC. FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC..1.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini JUMLAH KAB/KOTA NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KETERJANGKIT (3) (4) % (5) TERJANGKIT (6) % (7) KASUS (8) MATI (9) JUMLAH KECAMATAN JUMLAH AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) - Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ..

1 .KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Bencana bulan ini No Jenis Bencana Tgl Kejadian Lokasi Kejadian Kabupaten Jumlah Kecamatan (4) (5) Terkena Bencana (6) Jumlah Penduduk Mengungsi Dirawat (7) (8) Meninggal (9) (1) (2) (3) - Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN --- FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1.

KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 Bencana bulan ini NO JENIS BENCANA TGL KEJADIAN (3) LOKASI KEJADIAN KABUPATEN JUMLAH KECAMATAN (4) (5) TERKENA BENCANA (6) JUMLAH PENDUDUK MENGUNGSI DIRAWAT (7) (8) MENINGGAL (9) (1) (2) 1 Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Bajawa.2. SKM PEMBINA TK. BHOKO. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.1 . I NIP 195709141984032008 PENYAKIT.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No
(1)

Jenis Penyakit / Masalah Gizi
(2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

5 384 5 1 -

0 -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tinggi dan meningkatnya kasus penyakit DBD dan malaria disebabkan kurangnya kebersihan lingkungan, 2. Tingginya penderita TB Paru 3. Adanya balita g izi buruk. Tindakan : - Pengobatan penderita malaria dan TB Paru - Pemantauan gizi balita dan pencegahan meningkatnya kasus, - Perawatan balita gizi buruk 1 orang. - Penyuluhan PHBS, kesehatan lingkungan dan penyuluhan gizi

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN
Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

Jenis Penyakit / Masalah Gizi No
(1) (2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

25 1.716 3 5 -

1 -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya penyakit malaria dan meningkatnya kasus demam berdarah, disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, juga oleh migrasi penduduk dari daerah lain 2. Meningkatnya kasus gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, penyakit penyerta Tindakan : - Pengobatan dan pemeriksaan darah pasien penderita malaria - Pengobatan penderita DBD - Penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan - Fogging di wilayah yang berkasus penyakit DBD - Penyuluhan, Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010

Jenis Penyakit / Masalah Gizi No
(1) (2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

26 845 7 6 -

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Masih Tingginya kasus malaria oleh karena darah endemik 2. Meningkatnya penderita DBD oleh karena terjadi penularan melalui vektor 3. Adanya kasus TB bar sebanyak 7 orang. 4. Meningkatnya balita gizi buruk menjadi 6 kasus oleh karena kurangnya asupan makanan Tindakan : - Pengobatan penderita malaria dan DBD - Penyuluhan dan pengobatan penderita TB. - Penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi - Foging sarang nyamuk - Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk - Penyuluhan gizi masyarakat oleh petugas

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No
(1)

Jenis Penyakit / Masalah Gizi
(2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

17 681 - *) 2 0 -

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kasus DBD oleh karena terjadinya penularan melalui vektor dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat. 2. Tingginya kasus malaria oleh karena daerah endemik 3. Adanya kasus AFP Tindakan : - Pengobatan penderita DBD dan Malaria - Pengambilan darah untuk pemeriksaan parasit malaria - Penyuluhan kesehatan lingkungan dan Gerakan 3 M Plus bagi masyarakat potensi kasus DBD - Peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi, balita. Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan.

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

Jumlah Kasus Baru (3) 8 590 - *) 1 -

Jumlah Kematian (4) -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah :

1. Masih adanya kasus DBD sebanyak 8 kasus disebabkan penularan oleh vektor dan mobilisasi penduduk. 2. Tingginya penderita malaria oleh karena daerah endemik, masyarakat tidak memanfaatkan kelambu serta kondisi lingkungan yang buruk 3. Masih adanya Balita Gizi buruk disebabkan asupan makanan kurang, pola asuh dan pola makan anak yang salah Tindakan : Pengobatan penderita Penyuluhan pemanfaatan kelambu dan kesehatan lingkungan Penyuluhan gizi masyarakat, pola asuh anak dan makanan gizi seimbang Perawatan balita gizi buruk oleh petugas Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No

Kelompok

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan
(3)

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan
(4)

Jumlah Kematian

(1)

(2)

(5)

1 2

Ibu Bayi

3491 3175

291 265

3

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian bayi 3 orang. 2. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tindakan : - Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan - Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus - Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. - Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

No

Kelompok

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan
(3)

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan
(4)

Jumlah Kematian

(1)

(2)

(5)

1 2

Ibu Bayi

3491 3175

291 265

3 3

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian ibu sebanyak 3 orang disebabkan oleh perdarahan, penyakit kronis dan suspek emboli air ketuban. 2. Tingginya kematian bayi disebabkan oleh asfiksia, pneumonia dan aspirasi. 3. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus D-III Kebidanan. Tindakan : - Penanganan kematian ibu dan bayi - Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan - Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus - Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. - Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

2 . 2. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. Kematian ibu 1 orang.2.Penanganan kematian ibu dan bayi . 3.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Infeksi. . Tingginya kematian bayi 4 disebabkan oleh asfiksia. pneumonia.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 4 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tindakan : .

Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tingginya kematian bayi 3 orang.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 0 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Tindakan : .2 . .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Penanganan kematian bayi . 2.2.

Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . I NIP 195709141984032008 UPAYA KESEHATAN Formulir RC. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.3 . Tindakan : .Penanganan kematian ibu dan bayi . Bajawa. . Infeksi. Tingginya kematian bayi 3 disebabkan oleh asfiksia. SKM PEMBINA TK.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . pneumonia. Masih adanya kematian ibu 1 kasus 2. 3. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. BHOKO.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 121 241 193 217 169 3 41.89% 69. C 1. 3.42% 81. B 1.58% 86.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .23% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Imunisasi DPT 3 masih rendah Tindakan : .Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . 2. 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.89% 61.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya. UPAYA KESEHATAN Formulir RC. Kunjungan K4 masih rendah 2.3 .

Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.3 .39% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.72% 67.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . Kunjungan K4 masih rendah 2.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya . 2.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . C 1.Pendataan sasaran yang belum optimal. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 8 150 167 134 145 186 8 51.55% 60.07% 48. Kunjungan Neonatus 1 masih rendah Tindakan : . B 1. 2. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. 3.20% 54.

UPAYA KESEHATAN Formulir RC.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . C 1.16% 72.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . 2. B 1.3 .Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun (3) Jumlah Sasaran / Bulan (4) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (5) (6) (1) (2) A 1.66% 93. 3.30% 85. 2. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 5 127 259 201 227 258 5 43.Pendataan sasaran.48% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.64% 93. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : . Kunjungan K4 masih rendah 2.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No

Jenis Pelayanan

Jumlah Sasaran / Tahun

Jumlah Sasaran / Bulan
(3)

Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah %
(4) (5)

(1)

(2)

A 1. 2. 3. B 1. 2. C 1.

KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 *) PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan

3491 3334 3334 3175 3313 -

291 278 278 265 276 3

133 232 179 190 209 2

45,70% 83,45% 64,39% 71,70% 75,72% 66,67%

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : - Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak - Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas - Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten - Pendataan sasaran. Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel

UPAYA KESEHATAN
Kabupaten : NGADA

Formulir RC.3

Propinsi Bulan Tahun

: NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No
(1)

Jenis Pelayanan
(2)

Jumlah Sasaran /Tahun

Jumlah Sasaran /Bulan
(3)

Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah %
(4) (5)

A KESEHATAN IBU 1. K4 3491 291 2. Persalinan oleh nakes (Pn) 3334 278 3. Persalinan di fasilitas kesehatan 3334 278 B KESEHATAN ANAK 1. Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 3175 265 2. Imunisasi DPT3*) 3313 276 C PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1. Penderita TB selesai pengobatan 2 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : - Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak - Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas - Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten - Pendataan sasaran. Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel

135 249 181 208 219 2

43,39% 89,57% 65,12% 78,49% 79,35% 100%

Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Khusus untuk pengadaan sarana kesehatan sedang dalam penyiapan dokumen admnistrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam Pelaksanaan Kontrak untuk pengadaan mobil Pusling dan kendaraan roda-2 Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

JAMINAN KESEHATAN
Kabupaten : NGADA

Formulir RC.4.2

Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten. JAMINAN KESEHATAN Formulir RC.960.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.4. Tindakan : .- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.913 74 88 - 243 11 31 - 2.686 : 8. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.000 No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 2.2 .000. 2.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.

091.2 .4.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.000. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tindakan : . JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 42.686 jiwa : 8. 2. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.

000.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.303 380 - 485 51 - 6.4.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1. Tindakan yang diambil : .686 jiwa : 8.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.250.000. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.985.2 . laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.

Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten Propinsi : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR Formulir RC.686 jiwa : 8.1. Tindakan yang diambil : .Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.4.120.2 .- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.525.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4390 235 - 339 108 - 9.000.000.

laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2. I NIP 195709141984032008 . SKM PEMBINA TK.000.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 3.686 jiwa : 8. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. BHOKO.Memberikan penjelasan dan motivasi kepada rumah sakit agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu.1.Bulan Tahun : MEI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.680. Bajawa.- - Analisi Masalah : 1. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.000. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.275. Tindakan yang diambil : .

2009 CAKUPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TH.LAPORAN KOMUNIKASI DATA RUTIN DAN CEPAT (KOMDAT) JANUARI S/D MEI TH. 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN JUNI 2010 . 2010 DATA DASAR PUSKESMAS TH.

.

.

 Juni 2010  . Evaluasi dan Pelapo­  ran.Revolusi KIA ­ NTT :  “Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai” Design by : Dinas Kesehatan Kabupaten  Ngada  Sub Bag Perencanaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful