P. 1
Profil Kes Kab.ngada 2009

Profil Kes Kab.ngada 2009

|Views: 516|Likes:
Dipublikasikan oleh Danis Diba Sabatillah Yamin

More info:

Published by: Danis Diba Sabatillah Yamin on Dec 27, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2014

pdf

text

original

TIM PENYUSUN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009

Pelindung/Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Hildegardis F. Bhoko, SKM} Pengarah : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Martinus Beno Doven, A.Md.KL, S.Sos} Tim Pengumpul Data : o Drg. Emerentiana Reny W, Mhith&IntDev o Mursina Wahyuningsih Daeng, SKM o Sitti Maryanti,SKM o Veronika Suka, SKM o Finsensius Susanto, SKM o Maria Yulita Bupu Tay, SKM o Benediktus Joni,A.Md.KL o Emerentiana Y.O Mbere,A.Md Tim Penyusun : o I.G. Agung K. Artanaya, SKM o Mursina Wahyuningsih Daeng, SKM o Yulius Widiyantoro, SKM Tim Penyunting : o Hildegardis F. Bhoko, SKM o Martinus Beno Doven, A.Md.KL, S.Sos o I.G. Agung K. Artanaya, SKM

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat, rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan dokumen Profil Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009 ini. Sebagaimana diketahui bahwa Profil Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan, termasuk kinerja yang telah diperoleh dalam penyelenggaraan pelayanan minimal bidang kesehatan. Selain itu, Profil Kesehatan Kabupaten Ngada juga merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten, berisi data dan informasi yang menggrafikkan derajat kesehatan, sumber daya kesehatan, upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan sehingga Profil Kesehatan ini dapat dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun. Dokumen Profil Kesehatan ini tersusun berkat dukungan dan kerja sama dari para pengelola program baik di Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Rumah Sakit yang senantiasa saling memberikan informasi-informasi penting khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan juga berkat dukungan lintas sektor dalam penyediaan data dan informasi di Kabupaten Ngada. Kami menyadari sepenuhnya bahwa, dokumen Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang telah disusun ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dalam penyusunan dokumen Profil Kesehatan ini, kami sampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasih, semoga Dokumen Profil Kesehatan ini dapat memberikan informasi guna menentukan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada di masa yang akan datang. Sekian dan Terima kasih.

Bajawa, Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK I NIP : 19570914198403200

i

DAFTAR ISI
Hal.
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR PETA DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ………………………………………………………………………. 1.2. Maksud dan Tujuan …………………………………………………………………. 1.3. Sistematika Penyajian ……………………………………………………………… BAB II GRAFIKAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.1. Kondisi Geografis …………………………………………………………………… 2.2. Keadaan Penduduk ……….............................................................................. 2.3. Keadaan Sosial Ekonomi.................................................................................. 2.4. Tingkat Pendidikan............................................................................................ BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3.1. Mortalitas …………………………………………………………………………….. 3.2. Morbiditas ……………………………………………………………………………. 3.3. Status Gizi ……………………………………………………………………………. 3.4. Umur Harapan Hidup ………………………………………………………………… BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 4.1. Pelayanan Kesehatan Dasar ……………………………………………………….. 4.2. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan ………………………............................. 4.3. Perilaku Hidup Masyarakat …………………………………………………………. 4.4. Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar …………………….......... BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 5.1. Sarana Kesehatan …………………………………………………………………… 5.2. Tenaga Kesehatan …………………………………………………………………… 5.3. Pembiayaan Kesehatan……………………………………………………………… BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan……………………………………………………………………………. 6.2. Saran…………………………………………………………………………………… LAMPIRAN 61 62 49 54 59 29 42 44 46 11 15 24 27 4 6 8 10 1 2 2 i ii iii iv vi

ii

DAFTAR TABEL
Hal Tabel 2.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 3.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007-2009 Tabel 5.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 5.2 Realisasi Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 23 55 15 6

iii

DAFTAR GRAFIK
Hal Grafik 2.1 Grafik 2.2 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Grafik 2.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.1 Trend Angka Kematian Bayi Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 Grafik 3.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 (per 100.000 Kelahiran Hidup) Grafik 3.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik 3.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Grafik 3.6 Perbandingan TB Paru Klinis, TB Paru BTA Positif, Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.8 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.9 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.10 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.11 Perkembangan Presentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada tahun 2004-2009 Grafik 3.12 Proporsi Status Gizi Baik, Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.1 Presentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 30 26 25 23 23 23 22 21 19 18 16 14 12 10 9 8 5 7

iv

Grafik 4.2

Presentase Cakupan pemberian Tablet Besi (Fe3) Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009

31

Grafik 4.3

Trend Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009

32

Grafik 4.4

Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009

33

Grafik 4.5

Cakupan

Ibu

Hamil,

Ibu

Hamil

Risti/Komplikasi

dan

Ibu

Hamil

34

Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.6 Presentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.7 Grafik 4.8 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah, Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Keseatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.12 Cakupan Imunisasi BCG, DPT, Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.14 Grafik 4.15 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.16 Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngad Tahun 2009 Grafik 4.17 Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 48 46 45 43 40 42 40 39 39 38 37 35 36 35

v

DAFTAR PETA / VISUALISASI
Hal Peta 2.1 Peta 3.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 3.2 Peta 5.1 Peta Kecamatan Rawan Gizi Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta Penyebaran Puskesmas, Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada tahun 2009 Peta 5.2 Peta 5.3 Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas, Pustu dan Polindes Peta 5.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.6 Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi, Sanitarian, dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 59 58 58 50 50 27 49 4 17

vi

DATA DASAR PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA                   Dinas Kesehatan  TAHUN 2009 .

Kabupaten Ngada 2010 .

% TB Paru Sembuh. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin. Bayi dan Bayi BBLR yang Ditangani Status Gizi Balita dan Jumlah Kecamatan Rawan Gizi Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1. Jumlah Penduduk. Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Wanita USia Subur Dengan Status Imunisasi TT Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Akses Ketersediaan Darah unutk Bumil dan Neonatus tang Dirujuk Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi DItangani Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayahnan Gawat Darurat (Gadar) Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani <24 Jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Penderita dan Kematian Serta Jumlah Kecamatan dan Desa yang Terserang KLB Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Persentase Desa/Keluarahan Dengan Garam Beryodium yang Baik Menurut Kecamatan .DAFTAR TABEL LAMPIRAN PROFIL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Luas Wilayah. Peserta KB Baru. Jumlah Desa/Kelurahan. DBD dan Diare pada Balita Ditangani Persentase Penderita Malaria Diobati Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Cakupan Kunjungan Neonatus. Kelompok Umur. Rasio Beban Tanggungan. Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Berusia 10 Tahun Keatas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan dan menurut Kecamatan Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Melek Huruf Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Kecamatan Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Kecamatan Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan AFP Rate. Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1. Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/SMP/SMU Jumlah PUS. Peserta KB.K4). dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Pelayanan KB Baru Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kecamatan Cakupan Bayi. dan Pneumonia Balita Ditangani HIV/AIDS. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita. Infeksi Menular Seksual.

Pelayanan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kemampuan Labkes dan Memilki 4 Spesialis Dasar Ketersediaan Obat Sesuai dengan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Dasar Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata dan Kecamatan Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kecamatan Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kecamatan Persentase Institusi DIbina Kesehatan Lingkungannya Persentase Rumah/Bangun yang Diperiksa dan Bebas Jentik Nyamuk Menurut Kecamatan dan Puskesmas PersebaranTenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Jumlah Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan JUmlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Kefarmasiahn dan Gizi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Sarana Kesehatan Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Indikator Pelayanan Rumah Sakit . Rawat Inap.Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42` Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Formal Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Cakupan Wanita USia Subur Mendapat Kapsul Yodium Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Jumlah Kunjungan Rawat Jalan.

terpadu dan berkesinambungan. termasuk dukungan dalam menyusun Sistem Informasinya. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah mengandung konsekuensi bahwa masing-masing daerah harus memiliki Sistem Kesehatan tersendiri. Salah satu produk dari SIK Kabupaten/Kota adalah ”Profil Kesehatan Kabupaten Ngada”. Kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas dari Sistem-sistem Informasi Kesehatan (SIK) Propinsi dan untuk memperoleh Sistem Kesehatan propinsi yang akurat maka diperlukan pemantapan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota hal ini disebabkan karena penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sesuatu yang sangat penting. Untuk mewujudkan visi dan misi . penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara menyeluruh. Setiap individu berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan. memberdayakan masyarakat dan atau kelompok masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan kesehatan. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan. Memasuki millennium ketiga. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 1 .1 Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran. pengarus-utamaan gender. keluarga dan masyarakat. dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menetapkan visi :” Masyarakat Ngada yang Mandiri untuk Hidup Sehat” yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Ngada menyadari. Dan pencapaiannya didukung oleh 3 misi yaitu : Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. pencegahan penyakit (preventif). SIK Kabupaten/Kota diharapkan antara lain dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana Pembangunan Daerah tersebut serta sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan. mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat meminimalkan gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat. Meningkatkan kemitraan. mau dan mampu untuk mengenali.BAB I PENDAHULUAN 1. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif).

dan status gizi masyarakat. fasilitas kesehatan. 1. Bab-4 : Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar. Bab-3 : Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian. bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya seperti kependudukan. pelayanan kesehatan dasar rujukan dan penunjang. 3. Untuk menyediakan data-data kesehatan yang berguna dalam pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi. Dalam setiap terbitannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan. Selain hal tersebut diatas tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 ini adalah dalam rangka menyediakan informasi kesehatan sebagai salah satu sarana untuk perencanaan. pemberantasan penyakit menular. Untuk mengetahui hasil pencapaian program-program kesehatan serta permasalahanpermasalahan dalam pelaksanaan program di Kabupaten Ngada pada tahun 2009. Untuk mengetahui gambaran secara umum situasi atau keadaan kesehatan di Kabupaten Ngada. pelayanan kefarmasian dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 2 . pencapaian programprogram kesehatan dan keluarga berencana. Selain uraian tentang letak geografis. 1. pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar. Bab-2 : Gambaran Umum Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Ngada.Profil Kesehatan Kabupaten Ngada adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Ngada yang diterbitkan setahun sekali. administratif dan informasi umum lainnya. 2. sosial budaya dan lingkungan. pendidikan. Data dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. angka kesakitan.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 yaitu : 1. pemantauan dan mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 dan tahun 2010 yang mengacu kepada Visi Kabupaten Ngada serta pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas – Puskesmas binaan dalam pencapaian Visi Kabupaten Ngada Sehat. ekonomi.3 Sistimatika Penyajian Bab-1 : Pendahuluan Bab ini berisikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil Kesehatan dan sistematika dari penyajiannya. perbaikan gizi masyarakat.

pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 3 . Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan.alat kesehatan. bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. tenaga kesehatan. Upaya pelayanan kesehatan diuraikan dalam bab ini juga memuat indicator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota. Bab-6 : Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. Selain keberhasilankeberhasilan.

5 o BT.1.92 km2.23% dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Ngada. Jarak antara Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yang terletak di Bajawa yang terjauh adalah Maronggela (Kecamatan Riung Barat) 74 km kemudian Riung (Kecamatan Riung) 71 km dan yang terdekat adalah Surisina Kecamatan Bajawa yaitu 2 km. bagian selatan berbatasan dengan Laut Sawu. Dimana kecamatan terluas adalah Riung 327. Dan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Jerebuu yaitu 82. 78 Desa dan 16 kelurahan. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan. dengan luas wilayah 1. propinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya pada koordinat 8o LS – 9o LS dan 120.45o BT – 121.620.07% dari keseluruhan luas wilayah.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Wilayah administratif Kabupaten Ngada telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan kependudukan.BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN NGADA 2. Peta 2. Kondisi Geografis Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores bagian barat.94 km2 atau 20. Bagian utara berbatasan dengan Laut Flores. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 4 .26 km2 atau 5. bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur.

Hal ini dapat dilihat dari frekuaensi penerbangan transportasi udara maupun laut tidak terlaksana secara rutin harian.2009. daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki ketinggian dari 0 meter sampai dengan lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut. Grafik 2. Sehingga Kecamatan Bajawa letak Ibukota Kabupaten Ngada serta kecamatan lainnya termasuk daerah sangat terpencil. Kecamatan Wolomeze. Dari data yang ada menunjukkan wilayah Kabupaten Ngada merupakan daerah perbukitan dengan rata-rata tingkat kemiringan tanah terbesar 15-25%. Gunung Inerie dengan ketinggian 2.2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 5 . begitupun Puskesmas yang terletak di kecamatan tersebut dikategorikan sebagai Puskesmas sangat terpencil. Kecamatan Bajawa Utara dan bagian utara yang terbentang dari Kecamatan Riung Barat sampai dengan Kecamatan Riung. Berdasarkan ketinggian terhadap permukaan laut wilayah Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi : Dataran Tinggi. 2009). Bajawa merupakan ibukota Kabupaten Ngada terletak di daerah dataran tinggi sehingga akses transportasi dari dan ke ibukota propinsi cukup jauh dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. Gunung Inelika dengan ketinggian 1600 m.245 m.Secara topografis Kabupaten Ngada terdiri dari daerah pantai. maka Kabupaten Ngada banyak memiliki daerah yang cukup curam serta daerah yang dapat dikategorikan sangat terpencil. Oleh karena wilayah terdiri dari dataran tinggi atau perbukitan menyebabkan akses terhadap fasilitas kesehatan cukup sulit. Profil Kesehatan Puskesmas. (Ngada dalam Angka. Gunung Lobo Butu dengan ketinggian 1800 m. serta adanya pegunungan lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada. Medan dan jalan menuju beberapa desa masih sangat sulit dijangkau. Dengan adanya sejumlah gunung tersebut. bagian tengah dengan dataran Kecamatan So’a. yang ditandai oleh sebagian besar terdapat di wilayah pantai selatan seperti di Kecamatan Aimere dan sekitarnya. lembah. Dataran rendah.1 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Sumber : Ngada Dalam Angka. yang ditandai dengan adanya gununggunung seperti.

Jumlah Penduduk.035 jiwa dengan tingkat kepadatan 85 jiwa per km2. maka terjadi penambahan penduduk pada tahun 2008 sebanyak 3885 jiwa (2.757 6.49 103. Kecamatan Soa 6. Jumlah Rumah Tangga 29.50 250. Kecamatan Riung Barat 9.72 82. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 67.645 1.947 14. Kecamatan Riung 8.050 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngada.388 7. Kecamatan Wolomeze 2.309 11.998 138. Kecamatan Bajawa 5.1 Luas Wilayah.050 Jumlah Rumah Tangga 3.19 1.352 Ratarata Jiwa/ RT 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 Kepadatan Penduduk/ km2 97 139 97 247 50 131 44 25 48 85 : Puskesmas Aimere : Puskesmas Koeloda : Puskesmas Watumanu : Puskesmas Kota dan Puskesmas Surisina : Puskesmas Waepana : Puskesmas Watukapu : Puskesmas Riung : Puskesmas Maronggela : Puskesmas Natarandang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Aimere Golewa Jerebuu Bajawa Bajawa Utara Soa Riung Riung Barat Wolomeze KABUPATEN Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 6 .012 jiwa.9%).864 34.127 jiwa (sudah dipisahkan dengan penduduk wilayah Nagekeo). jumlah penduduk 2008 sebanyak 138. Kecamatan Aimere 2.30 167.992 32.930 8.14 327.397 3.656 2.265 7.015 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 71. Jika dibandingkan laju pertumbuhan penduduk selama 3 tahun terakhir menurut data BPS Kabupaten Ngada yaitu jumlah penduduk tahun 2007 sebanyak 134. Kecamatan Bajawa Utara 7.352 KK dan rata-rata jiwa per rumah tangga 5 jiwa per rumah tangga. Kecamatan Golewa 3.26 133.620.894 1.795 4.026 29.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Ngada jumlah penduduk Tahun 2009 sebanyak 138.Dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ngada masing-masing Kecamatan telah mempunyai Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan dengan nama-nama Puskesmas sebagai berikut : 1. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Luas Wilayah (km2) 152.94 312. Tabel 2. sedangkan laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1%.318 1.92 Jml Desa/kel 12 21 8 17 7 7 12 6 4 94 Jml Penduduk 14.394 1. Kecamatan Jerebuu 4.38 91.827 7.

dengan ratio penduduk menurut jenis kelamin sebesar 94.3 berikut ini. meningkat dibandingkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Ngada tahun 2008 yaitu 90.2009. Grafik 2. Menurut hasil Susenas 2007 secara keseluruhan penduduk Kabupaten Ngada berumur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja berjumlah 124. 20-24 tahun dan 1-4 tahun. Profil Puskesmas 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 7 .902 orang atau 77. Ratio penduduk menurut jenis kelamin yang tertinggi di Kecamatan Wolomeze (98. karena mereka sangat berperan penting dalam keluarga.1) sedangkan ratio jenis kelamin kecamatan lainnya rata-rata sama yaitu diatas 90%. Dan juga perhatian lebih pada WUS (Wanita Usia Subur) dan PUS (Pasangan USia Subur). Gambaran komposisi penduduk secara labih rinci dapat dilihat pada gambar 2.3) dan Kecamatan Bajawa Utara (97. 15-19 tahun. Lebih banyaknya komposisi penduduk perempuan dibandingkan laki-laki memberikan ruang bagi sektor kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan terutama ibu. Komposisi penduduk usia kerja yaitu yang beumur 15 – 64 tahun. Dan dikelompokkan menjadi “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”.3.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Sumber : Ngada dalam Angka. mengingat komposisi penduduk Ngada paling banyak pada usia produktif.0% dari seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas.1. Komposisi penduduk Kabupaten Ngada dirinci menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan proporsi terbesar (penduduk laki-laki dan perempuan) berada pada kelompok umur 10-14 tahun.Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan dengan penduduk perempuan.

Laporan Subdin Yankes. 2009).259 rupiah (66. Rata-rata pengeluaran untuk sektor pendidikan sebesar 5.000.000.131 rupiah (33. Dari 65.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup dalam Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 8 .000 rupiah perkapita perbulan yaitu sebesar 28. Dapat dikatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada masih berada pada tingkat ekonomi rendah. sehingga penyediaan dana oleh pemerintah terhadap sector kesehatan perlu ditingkatkan.000 – diatas 1.113 rupiah perkapita atau hanya sekitar 1. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan sebesar 138.000 rupiah dimana presentasi penduduk terbesar pada pengeluaran 100.03%. • Penduduk Miskin Jumlah penduduk miskin yang terdata di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 65.67%). sedangkan penduduk dengan pengeluaran Rp.11% (Susenas 2007).33%).41%) sedangkan untuk sector kesehatan sebesar 4. Penduduk miskin merupakan tanggungan Negara (Pasal 34 UUD 1945) sehingga pemerintah menyediakan Jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang terdata dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang memiliki kartu amkesmas atau menjadi peserta Jamkesmas.98% dari seluruh pengeluaran (Ngada Dalam Angka.000 rupiah perkapita sampai 1.3 Keadaan Sosial Ekonomi Tingkat ekonomi penduduk Kabupaten Ngada bisa dilihat dari pengeluaran penduduk menurut golongan pengeluaran <100. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian penduduk Kabupaten Ngada pada kesehatan masih rendah.2.000 – 149. Sedangkan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk non makanan sebesar 69. Grafik 2.000. semua sudah memilki kartu jamkesmas baik Jamkesmas Pusat maupun Jamkesmas daerah.826 jiwa atau sebesar 47.1.826 jiwa penduduk miskin yang terdata.000 atau lebih hanya berkisar 0.007 rupiah perkapita (2.68% dari total penduduk.

Grafik 2.795 penduduk).914 penduduk miskin dari 4. Pelayanan Jamkesmas tahun 2009 pada masyarakat miskin dapat dilihat pada gambar berikut. pada tahun 2008-2009 Program Askeskin digantikan oleh Jamkesmas dengan tujuan yang sama yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang terdata. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 9 . Rincian lebih lengkap mengenai data penduduk miskin dapat dilihat pada lampiran tabel 36 dan 37.Dari gambar tersebut.818 penduduk miskin dari 7. Dengan semakin meningkatnya persentase cakupan jaminan kesehatan penduduk miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk miskin. Sedangkan kecamatan Golewa. disusul oleh Kecamatan Bajawa Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 61% (5.309 penduduk terdata).998 penduduk terdata). Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2008 sebanyak 67. Jerebuu dan Bajawa Utara persentase penduduk miskin dibawah 50%. Kedua Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan akses sarana transportasi seperti kondisi jalanan dan kendaraan yang cukup sulit untuk mencapai Ibukota kabupaten dalam hal ini RSUD Bajawa sebagai pelayanan rujukan strata 1.22%.079 penduduk miskin dari 8.446 orang (48. kemudian kecamatan Wolomeze dengan persentase penduduk miskin 58% (2.9 dari keseluruhan penduduk) (Profil Kesehatan 2008) maka jumlah penduduk miskin Kabupaten Ngada mengalami penurunan sebanyak 1620 orang atau penduduk miskin berkurang sebesar 1. Laporan Jamkesmas 2009 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase pelayanan penduduk miskin tertinggi terdapat di Puskesmas Watumanu (116%) dan Puskesmas Riung (116%). yaitu 62% penduduk terdata sebagai penduduk miskin (4. Dan jumlah masyarakat miskin yang tercakup Askeskin pada tahun 2007 sebanyak 42%. diketahui bahwa persentase masyarakat miskin terbanyak berada di wilayah Kecamatan Maronggela .4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.

9% .2.0%). 2009. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 10 . yaitu persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin. Penduduk 10 tahun keatas yang melek huruf di Kabupaten Ngada sebanyak 50.0%). Sedangkan pesentase penduduk menurut tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 2. Profil Kesehatan 2009.4 Tingkat Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk dicerminkan dengan angka melek huruf.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber . Data lebih terperinci mengenai tingkat pendidikan dan angka melek huruf Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4 dan 5. Persentase penduduk melek huruf tertinggi di Kecamatan Aimere (89.04%.6%) dan terendah di Kecamatan Jerebuu (11. dengan persentase penduduk laki-laki 10 tahun keatas yang melek huruf sebesar 48.8% sedangkan perempuan lebih tinggi yaitu sebesar 51. Ngada Dalam Angka. Dari gambar menunjukkan bahwa persentase tertinggi penduduk usia 10 tahun keatas berdasarkan tingkat pendidikan paling tinggi pada tingkat pendidikan SD/MI (40%) sedangkan yang tidak tamat SD/tidak mempunyai ijazah sebanyak 35% kemudian disusul dengan tingkat pendidikan SLTP (9.

23 tahun 1992. Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. 3. Jumlah bayi lahir mati yaitu kematian bayi sejak lahir sampai dengan 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. cacat. dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi. baik struktur maupun fungsinya atau Keadaan dimana tubuh atau organisme atau bagian dari organisme/populasi yang diteliti tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari keadaan patologisnya. Indikator-indikator tersebut ditentukan oleh 4 faktor utama yaitu Perilaku Masyarakat. Beberapa indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI). Sehingga jumlah kematian bayi. Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi. atau 1. Pelayanan Kesehatan dan Faktor Genetika. walaupun masih dijumpai beberapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan.BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Pengertian tentang keadaan sehat dan sakit sangat penting mengingat kita harus dapat menentukan ada/tidaknya permasalahan/penyakit diantara masyarakat dan seberapa besarnya masalah tersebut.74% dari 3170 kelahiran.1 Mortalitas Data kematian yang terdapat pada masyarakat dapat diperoleh melalui survey. sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Menurut UU Kesehatan RI No. Angka Kematian Bayi (AKB). yang dimaksud dengan keadaan sehat adalah keadaan meliputi kesehatan badan. AKABA dan Peningkatan Status Gizi Masyarakat serta status Angka Kesakitan dan Kondisi Penyakit Menular. rohani ( mental ) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit. pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik. balita dan ibu maternal yang dilaporkan oleh petugas kesehatan. belum menggambarkan Angka Kematian sebenarnya di masyarakat. Salah satu penyebab masih tingginya kasus lahir mati karena Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 11 . AKB. karena sebagian besar kematian terjadi di rumah. Program pembangunan kesehatan di kabupaten Ngada ini dilaksanakan dikatakan cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Kelahiran hidup sebanyak 3115 kelahiran. Secara sederhana keadaan sakit itu dinyatakan sebagai : Penyimpangan dari keadaan normal. Keempat faktor utama ini diintervensi melalui beberapa kegiatan pokok yang mempunyai dampak ungkit besar terhadap upayaupaya percepatan penurunan AKI. perilaku. Jumlah bayi lahir mati di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 55 kasus kematian. Faktor-faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan adalah : lingkungan. Lingkungan.

94% persalinan ditolong oleh Dukun atau sebanyak 250 persalinan. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003 AKB Indonesia sebesar 35 per 1. Trend AKB di Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 3.000 KLH. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kelahiran maka persentase lahir mati mengalami peningkatan. hal ini menunjukkan bahwa AKB Kabupaten Ngada lebih tinggi dari AKB Propinsi NTT. Kejang. maka AKB Kabupaten Ngada mengalami peningkatan. Hal ini merupakan masalah serius yang harus segera diatasi sejalan dengan kebijakan Revolusi KIA Provinsi NTT yang menyatakan bahwa semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. Yang sama artinya setiap 1000 kelahiran hidup terjadi 18 kematian bayi. Diare. Infeksi. penyebab kedua adalah Pneumonia.7 atau 18 per 1000 Kelahiran Hidup. Trend Angka Kematian Bayi dper 1000 Kelahiran Hidup Di kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Jika dibandingkan dengan Angka kematian bayi (AKB) Kabupaten Ngada tahun 2008 sebesar 16. penyebab lainnya adalah Aspirasi. Penyebab kematian bayi terbanyak adalah Asfiksia. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lahir mati tahun 2008 sebanyak 59 kasus maka pada tahun 2009 mengalami penurunan. dan Kecelakaan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 12 . AKB Propinsi NTT yang dilaporkan tahun 2007 sebesar 11/1000 KLH (1159 kematian). Malaria.1. dimana 7. namun jumlah absolut kasus menurun. Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 17. Cacat Bawaan. dan persentase persalinan ditolong oleh dukun mengalami peningkatan.masih banyak persalinan yang dilakukan tidak di sarana kesehatan dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan berkompetensi bidan. dengan absolut kematian sebanyak 55 kasus. Ikterus. a.5/1000 Kelahiran hidup dengan absolut kematian sebanyak 57 kematian.

Mengatasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan dana untuk pelacakan kasus kematian bayi antara lain melalui kerjasama dengn AIP-MNH (Australia-Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt) dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi kebidanan serta pertemuan-pertemuan lintas sektor dan lintas program dengan petugas kesehatan di Puskesmas. Dari 7 kasus Kematian Ibu 3 kasus terjadi di Kecamatan Golewa dengan penyebab Perdarahan karena Kehamilan di Luar Kandungan (KET) dan perdarahan setelah melahirkan (post-Partum). 2 kasus terjadi di Kecamatan Aimere dengan penyebab Hepatitis. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 2. keadaan kesehatan kurang baik menjelang kehamilan. b. Jumlah kelahiran dan kematian bayi dan balita secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6. dan terjadi peningkatan AKB yang cukup tinggi pada tahun 2008 dan 2009. Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi.000 KLH pada tahun 2015 (MDG’s). Angka tersebut masih dibawah target IS 2010 yaitu sebesar 102/100.000 KLH atau 5 kematian dari 3464 KLH. 1 kasus kematian terjadi di Kecamatan Riung dengan penyebab Perdarahan Post-Partum. Jika dibandingkan dengan AKABA tahun 2008 yaitu 3.000 Kelahiran Hidup dengan absolut 7 kasus kematian ibu dari 3115 KLH. 1 kasus terjadi di Kecamatan Riung Barat dengan penyebab Emboli Air Ketuban (Suspect Emboli Air Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 13 .7 atau 225 per 100. Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 224.1 per 1000 Kelahiran Hidup. c. maka tidak terjadi peningkatan atau penurunan. Obs. Pustu dan Polindes. Namun secara absolut atau dilihat dari jumlah kasus kematian balita terjadi penurunan dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 9 kasus pada tahun 2009. persalinan dan masa nifas. Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan. Penyebab kematian Balita terbanyak adalah Pneumonia. jantung dan Pre-eklamsia berat. Jika debandingkan dengan AKI Kabupaten Ngada Tahun 2008 yang dilaporkan sebesar 144/100. Febris dan Gizi Buruk.AKB Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. walaupun terjadi penurunan pada tahun 2007. atau peningkatan jumlah kematian. sedangkan penyebab kematian lainnya adalah Kejang. maka terjadi peningkatan AKI. kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran.9 atau 3 per 1000 Kelahiran Hidup.

Jejaring Notifikasi bertugas untuk mendata semua sasaran kesehatan terutama ibu hamil. kunjungan rumah ( sweeping ) post persalinan oleh petugas belum optimal. Donor Darah. kurangnya sarana dan prasarana dalam pelayanan Emergensi Obstetrik dan Neonatal baik itu di Polindes. masih ada pertolongan persalinan oleh dukun. di Pustu dan Puskesmas. tabel 7. Adanya kasus kematian ibu maternal di Kabupaten Ngada disebabkan oleh kurangnya kuantitas maupun kualitas tenaga bidan terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil.000 Kelahiran Hidup) Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa AKI Kabupaten Ngada dari tahun 20052008 cenderung mengalami penurunan. balita dan kelompok rentan. Selain tersebut diatas upaya yang dilakukan adalah penggerakan dan pengembangan Desa Siaga dengan membangun 5 jejaring yaitu Notifikasi. Jejaring Pandanaan bertugas untuk mengumpulkan iuran atau dana solidaritas warga untuk kesehatan. Grafik 3. namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan AKI. Data kasus kematian ibu secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 (per 100. transportasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi dan KB. Upaya untuk menekan angka kematian ibu dilakukan denganmeningkatkan kemitraan bidan dan dukun untuk mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan dengan harapan agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR).Ketuban). Jejaring Donor Darah mendata semua golongan darah dari warga setempat. sehingga pada saat ibu hamil atau warga yang membutuhkan darah. Pendanaan. bayi. kondisi sosial ekonomi masih rendah untuk membiayai. jejaring Transportasi untuk memudahkan merujuk warga terutama ibu hamil Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 14 . serta letak geografis yang masih sulit untuk mengakses sarana kesehatan dan belum diterapkannya P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) secara optimal.

71 40.33 colera atau disentri Penyakit lain pada saluran pernapasan 9.52 4.02 6. 2.02 1.05 5. Pola 10 Penyakit Terbanyak Dari laporan LB1 (Laporan Bulanan) puskesmas menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyakit yang selalu menduduki urutan teratas tiap tahunnya.14 & rematik) Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan Lab) 17. yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.07 Bag Atas Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium (Termasuk Malaria 4. triwulan.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007 -2009 Tahun Tahun Tahun Jenis Penyakit 2007 2008 2009 % % % Infeksi Akut pada Saluran Pernapasan 21. Terobosan lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah dengan mencanangkan REVOLUSI KIA yaitu Semua Persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai.61 2.50 3. A.46 7. Sedangkan Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium mengalami peningkatan yaitu urutan ke-5 tahun 2007.81 7.41 14.ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.64 37. semester dan tahunan dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) Puskesmas dan sarana pelayanan swasta.16 No 1 2 Trend ↑ ↑ 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ↑ ↓ ↑ ↓ ↑ Sumber : Laporan Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Khusus dan Rujukan.00 22. hal ini disebabkan karena telah tersedianya sarana dan prasarana laboratorium di Puskesmas untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 15 .60 2. radang sendi 6.68 27. 3.66 Scabies 1. jaringan pengikat (Pyk tulang blkg.2 Morbiditas Angka kesakitan penduduk diperoleh dari pengumpulan data di masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui kunjungan rumah dan laporan bulanan. Jejaring Kespro dan KB bertujuan untuk konseling KB pada PUS dan pendataan akseptor aktif.99 Ginggivitis atau Penyakit Periodental 1.38 2.23 Infeksi Penyakit Usus lain di luar diare.53 Penyakit lainnya 26.60 bag atas di luar ISPA Diare 2.35 Tropika) Penyakit pada sistem otot. ke-3 tahun 2008 dan urutan ke-2 tahun 2009.95 Penyakit Kecacingan 1. 2009 Dari data penyakit diatas menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas merupakan penyakit pada urutan pertama selama 3 tahun terakhir ini.

Grafik 3. 2009. Laporan Bidang Kesmas. Sedangkan kasus malaria positif pemeriksaan darah di laboratorium sebanyak 7912 kasus atau sebanyak 42. terlihat dari jumlah penderita tahun 2009 (yang berobat ke Puskesmas) sebanyak 10. Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah kasus malaria klinis terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa/ke Puskesmas Kota sebanyak 2. Malaria Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terutama di Kabupaten Ngada yang merupakan daerah endemik malaria. dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. Penyakit Menular Bersumber Binatang 1. Jumlah kasus malaria klinis (demam tinggi disertai dengan menggigil) di Kabupaten Ngada masih tinggi. dengan AMI (Annual Malaria Incidence) 78 per 1000 penduduk.721 kasus. B. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar 57 per 1000 penduduk. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 16 .balita dan lansia. Semua penderita Malaria dengan gejala klinis maupun positif yang berkunjung ke Puskesmas.46% dari seluruh kasus penderita malaria klinis. dan hal ini menyebabkan Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan laboratoris) mundur ke urutan ke-4. data malaria klinis ini sebagian besar merupakan pasien yang berobat ke Pustu maupun Polindes. Pustu. Penderita malaria klinis di Kecamatan Bajawa Utara wilayah kerja Puskesmas Watukapu dan Kecamatan riung Barat wilayah kerja Puskesmas Maronggela serta kecamatan Wolomeze wilayah kerja Puskesmas Natarandang tidak dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium karena di Puskesmas bersangkutan belum tersedia Laboratorium kesehatan.736 kasus. yang tidak tersedia laboratorium dasar.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Kesehatan 2009. Polindes maupun ditemukan pada saat pusling diberikan pengobatan malaria.pemeriksaan parasit malaria.

776 kasus pada tahun 2008 maka kasus malaria klinis mengalami penurunan. pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent). Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit malaria dalam bentuk peran serta masyarakat melalui : (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas.1 : Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Dari peta diatas diketahui bahwa daerah dengan potensi endemis berat atau tinggi adalah Kecamatan Soa. Sedangkan daerah dengan endemis malaria Sedang adalah Kecamatan Golewa. Bajawa Utara dan Riung Barat. memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air. Lebih terperinci mengenai Malaria dapat dilihat pada lampiran Profil tabel 11. pemasangan kasat kasa di rumah. Penyebaran wilayah endemis malaria dapat dilihat pada peta berikut : Peta 3. Daerah Endemis Malaria Ringan atau Rendah adalah Kecamatan Riung dan Wolomeze. Trend kasus malaria selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini: Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 17 . pemakaian baju tebal dan (3) menghilangkan atau membersihkan sarang nyamuk menghilangkan genangan air. (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu. Aimere. dengan AMI paling tinggi yaitu 172 per 1000 penduduk.Jika dibandingkan dengan jumlah kasus Malaria Klinis 20. Bajawa.

4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik diatas menggambarkan jumlah kasus malaria klinis selama 5 tahun terakhir (2005-2009) cenderung menurun dan mengalami penurunan pada tahun 2009. namun kasus-kasus ini sebagai akibat mobilitas penduduk. Sedangkan kasus malaria positif mengalami cenderung menagalami peningkatan dari tahun 2005-2008.000 penduduk maka tahun 2009 terjadi penurunan kasus DBD. 2. dan menurun pada tahun 2009. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 dengan Angka Kesakitan 30 per 100. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 18 . kurang efektifnya Fogging Fokus dengan Fogging sebelum penularan. Demam Berdarah Dengue (DBD) Kondisi yang menyebabkan DBD adalah Tingginya mobilitas penduduk. belum memasyarakatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah masalah yang perlu diperhatikan di Kabupaten Ngada. Dari data menunjukkan bahwa DBD merupakan kasus atau penyakit yang bersifat periodik atau mempunyai siklus waktu tertentu Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.000 penduduk dengan absolut sebanyak 9 kasus. Menurunnya kasus malaria menunjukkan derajat kesehatan masyarakat semakin baik yang juga didukung oleh bantuan Global Fun ATM yaitu Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam pemberantasan penyakit Malaria sejak tahun 2006 terutama bantuan kelambu berinsektisida. Pada tahun 2009 Angka Kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sebesar 7 per 100.Grafik 3.

Di kabupaten Ngada pada tahun 2008 terdapat 26 kasus filariasis yang terdapat di kecamatan Bajawa Utara dan Riung Barat.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 6 per 100. sampai dengan tahun 2003 kasus kronis Filariasis telah menyebar ke 30 provinsi pada lebih dari 231 kabupaten dengan jumlah kasus kronis 6. 3.Grafik 3.000 penduduk pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan menjadi 30 per 100. Meningkat dari 2 per 100. yaitu Wucherecia bancrofti. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap. Angka Kesakitan DBD dilihat dari gambar diatas mengalami peningkatan setiap 2 tahun. Brugia Malayi dan Brugia Timori.namun penderita tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1970an dan sudah diberi tatalaksana/pengobatan. dari beberapa jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor Filariasis yaitu Mansonia. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 19 .000 penduduk pada tahun 2008 dan menurun menjadi 7 per 100. Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria.635 orang. Di Indonesia. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Anopheles dan Culex. Filariasis Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”.000 penduduk di tahun 2009. kemudian menurun menjadi 3 per 100.000 penduduk pada tahun 2006.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Sumber : Profil Puskesmas 2008.

55.4% (202 kasus) diberikan VAR lengkap. dimana pernah terjadi kasus rabies. Sedangkan pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus filariasis. dan 12.1% (86 kasus) tidak VAR lengkap. Akibat gigitan HPR ini terdapat 1 korban meninggal dari Kecamatan Soa. dari laporan Puskesmas oleh pengelola P2TB (pencegahan dan Penanggulangan Tuberculosis) suspek TB Paru atau suspek dengan gejala-gejala klinis menderita TB paru sebanyak 426 orang.000 orang (44. Dan CFS atau Case Fatality Rate atau persentase korban meniggal karena kasus Rabies adalah 4. apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan. Sedangkan kasus TB Paru dengan BTA+ mengalami Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 20 . Lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 13. Rabies Di Kabupaten Ngada Pada tahun 2009 dilaporkan adanya kasus gigitan HPR (hewan Penular Rabies) sebanyak 329 kasus. Penyakit Menular Langsung 1. dan desa tersebut dikatakan rawan terhadap kasus Rabies.9% dari 583.5% (41 kasus gigitan) tidak diberi VAR. 4. namun tidak bertambah besar. maka mengalami penurunan. sosial ekonomi masyarakat. dan tidak ditemukan penderita baru.17% atau 1 korban meninggal dari 24 kasus gigitan yang berasal dari Kecamatan Soa. Dari 426 penderita yang dinyatakan positif TB dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak/sputum yang positif BTA (Basil Tahan Asam) sebanyak 47 orang atau 11%. 26.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC. Angka tersebut diyakini sangat memungkinkan. Dari 329 kasus gigitan diantaranya 61. Di Kabupaten Ngada. Bila dibandingkan dengan kasus Filariasis tahun 2007 sebanyak 44 kasus. C. yang setiap tahunnya diperkirakan ada penderita baru TB menular sebanyak 262. Penderita yang dobati adalah yang BTA positif sejumlah 47 penderita atau 100%. maka pada tahun 2009 mengalami peningkatan. maka penderita kasus gigitan HPR langsung diberikan VAR atau Vaksin Anti Rabies. oleh karena Kabupaten Ngada merupakan daerah Endemik Rabies. Dan angka kesembuhan penderita TB BTA + sebesar 62% atau 29 penderita sembuh.000 penderita baru TB) dan 140. dimana suspek TB Paru sebanyak 240 orang. hal ini dikarenakan adanya penjaringan penderita dengan gejala klinis TB paru dan adanya pemeriksaan kontak serumah. dan eliminasi terhadap HPR belum secara total dilakukan. dengan Attack rate 1. serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini. namun 44 kasus Filariasis pada tahun 2007 terjadi di kecamatan Boawae yang pada tahun 2008 sudah masuk wilayah Kabupaten Nagekeo. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar ke-3 di dunia. TB Paru WHO memperkirakan pada saat ini.walaupun bengkak pada kakinya tetap ada. Jika dibandingkan dengan kasus TB Paru pada tahun 2008.

Angka Kesakitan Diare tahun 2009 sebesar 18 per 1000 penduduk. maka terjadi penurunan Angka Kesakitan Diare. Angka kesembuhan pengobatan TB paru tidak mengalami peningkatan yaitu 62 % pada tahun 2008 dan 2009. Suspek TB Paru pada Puskesmas Maronggela. Grafik 3. pemeriksaan sputum terhadap BTA dilakukan di Laboratorium Puskesmas Waepana.penurunan yaitu 66 orang pada tahun 2008 menjadi 47 orang pada tahun 2009. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 9. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan Di kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Dari Grafik dapat dilihat bahwa penderita TB Paru klinis paling banyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Waepana kemudian disusul Wilayah Kerja Puskesmas Koeloda. sehingga pengobatan TB sebagian besar diawasi oleh petugas kesehatan. Watukapu dan waepana.4 per 1000 penduduk.6 Perbandingan TB Paru Klinis. Jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa diare sebanyak 2. Pustu. 2. Diare pada balita ditangani 100% atau semua penderita diare balita ditangani dengan pemberian oralit maupun infus (Rnger Laktat/RL). hal ini disebabkan belum optimalnya Pengawasan Minum Obat (PMO) di tingkat keluarga. Diare Pada tahun 2009 Peyakit Diare menduduki urutan ke-7 dalam Pola Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Pasien yang berkunjung ke Puskesmas.76% diantaranya merupakan penderita balita (1437 kasus). jika dibandingkan dengan Angka Kesakitan Diare tahun 2008 19. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 21 . TB Paru BTA Positif. Polindes dan Pusling (tidak termasuk RSU) di Kabupaten Ngada.488 kasus dan 57. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.

dimana yang nampak hanya sebagian kecil saja.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi Di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Dari gambar kasus diatas. Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah membentuk KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) pada tahun 2008 sesuai Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 22 . 3 diantaranya meninggal. Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) melalui suntikan memberikan kontribusi yang besar terhadap meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS. Jumlah penderita HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 sampai 2009 sebanyak 29 penderita. terjadi fluktuasi penemuan penderita HIV/AIDS dan trend kasusnya cenderung meningkat. tahun 2007 ditemukan sebanyak 5 kasus HIV/AIDS. 3 diantaranya meninggal. tahun 2004 2 kasus dan tahun 2003 1 kasus. 8 kasus ditemukan tahun 2009. Dan beberapa suspek atau orang yang dicurigai menderita HIV/AIDS menolak untuk mengikuti pemeriksaan darah. Gambar 3. Dari 29 kasus tersebut. dan 6 diantaranya meninggal. penderita HIV/AIDS yang hidup dan terdata sebanyak 9 orang. meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman seiring dengan zaman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika.3. penyebaran pembangunan ekonomi. dilihat dari penambahan jumlah kasus. meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangannya. sehingga banyak sekali kasus yang tidak terjaring. HIV/AIDS Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus di Kabupaten Ngada menunjukkan peningkatan. Dan dari 29 kasus tersebut. Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa itu adalah penyakit yang memalukan. tahun 2006 ditemukan sebanyak 3 kasus dan telah meninggal semuanya. Semakin tingginya mobilitas penduduki antar wilayah. tahun 2005 ditemukan 4 kasus. Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada merupakan fenomena gunung es. 6 kasus ditemukan pada tahun 2008 dan 4 diantaranya sudah meninggal. perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Grafik 3.9. jenis pekerjaan dan jenis kelamin.dengan Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2007 dan telah membentuk jasringan ODHA dan OHIDHA.8. Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran penderita HIV/AIDS menurut kelompok umur. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada tahun 2003-2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 23 .10. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.

D.551 penduduk. Attack Rate 1. karena disamping merupakan faktor predisposisi seperti penyakit infeksi yang dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual. Sedangkan menurut jenis pekerjaan terbanyak pada IRT (Ibu Rumah Tangga) dan swasta. dan Case Fatality Rate atau Rasio korban meninggal karena rabies dibanding korban gigitan HPR sebesar 4. banyak BBLR dengan IUGR Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 24 . dan terbanyak pada kelompok umur 21-25 tahun dan 26-30 tahun. Status gizi janin dan bayi sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil atau ibu menyusui. Namun kegiatan deteksi dini IMS atau PMS di Kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal. status gizi wanita usia subur. Kurang Energi Kronik (KEK). bayi dengan Berat Badan lahir Rendah (BBLR). yang wilayah kerjanya terdapat kasus HIV/AIDS. hal ini disebabkan karena mobilisasi para sopir antar daerah. Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). dan langsung diberi tatalaksana atau penanganan pengobatan kasus tersebut.55% dengan jumlah penduduk sekitar yang terancam 1. yang sudah menjalankan kegiatan deteksi dini IMS ini adalah Puskesmas Aimere dan Kota. A.3 Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2. status gizi balita. Menurut jenis kelamin kasus HIV sebagian besar ditemukan pada laki-laki yaitu 19 kasus. 3. yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang. Kejadian Luar Biasa Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan wabah. Pada tahun 2009 dari deteksi dini IMS yang dilakukan terdapat 63 kasus IMS. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Pekerjaan sebagai Sopir merupakan kasus terbanyak ketiga.17 %. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain. Pada tahun 2009 terjadi KLB Rabies di Kecamatan Soa yaitu terdapat 1 korban meninggal karena Rabies dari 24 kasus gigitan di Kecamatan Soa. IMS Deteksi dini kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dilakukan di Puskesmas dengan menerapkan managemen PMS pada ibu hamil yang datang ke sarana kesehatan.Dari gambar diatas diketahui bahwa terdapat kasus HIV/AIDS pada penduduk kelompok umur 0-5 tahun (balita) 1 kasus. 4. BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). Di negara berkembang.

untuk menanggulangi masalah gizi atau untuk memperoleh gambaran konsumsi gizi di tingkat rumah tangga dan status gizi masyarakat dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Pemantauan Status Gizi (PSG) atau Pemantauan Wilayah Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 25 . namun pada tahun 2007 terjadi peningkatan kasus yang signifikan (154 kasus) dan mengalami penurunan pada tahun 2008 (70 kasus). anemia. Lebih rinci mengenai Bayi BBLR dapat dilihat pada lampiran tabel 15. Salah satunya adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini ke sarana pelayanan kesehetan dan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. B. Meskipun semua bayi BBLR pada tahun 2009 ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan namun tindakan atau upaya-upaya preventif harus tetap dilaksanakan untuk menekan angka kejadian BBLR. Di Kabupaten Ngada.11 Perkembangan Persentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada Tahun 2004-2009 Sumber : Profil Puskesmas. Perkembangan kasus BBLR di Kabupaten Ngada sejak tahun 2004 sampai 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 3. Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat.78% dengan absolut 54 bayi. gizi kurang (z-score<-2 SD sampai 3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD).karena ibu berstatus gizi buruk. Kategori yang digunakan adalah : gizi lebih (zscore>+2 SD). dan menurun lagi pada tahun 2009 (54 kasus). gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD). Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). 2009 Perkembangan persentase kasus BBLR di Kabupaten Ngada selama 6 tahun terakhir mengalami fluktuasi. dimana cenderung terjadi penurunan dari tahun 2004 (183 kasus) sampai tahun 2006(96 kasus). dan semua bayi BBLR telah ditangani oleh tenaga kesehatan. Bayi BBLR di kabupaten Ngada yang dilaporkan Puskesmas dari 3115 kelahiran hidup 93% diantaranya yang ditimbang (2893 LH) dan yang BBLR sebanyak 1. malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil.

terdapat 10. Namun masih terdapatnya kematian balita akibat gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan. Disadari bahwa untuk mengatasi masalah ini sektor kesehatan saja tidak akan mampu mengintervensi masalah gizi buruk sampai ke akar. sektor ekonomi dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 26 .19% atau 21 balita. sedangkan gizi buruk 21 kasus atau 0.42% dari seluruh balita pada tahun dari 14. gizi kurang 828 kasus atau 8. Hasil pemantauan status gizi balita yang datang ke Posyandu 67. Hasil PSG/PWS yang dilaksanakan 2009 di posyandu atau sekitar 76. 254 diantaranya adalah bayi BGM. Grafik 3.944 balita yang datang dan ditimbang Bila dibandingkan dengan cakupan balita ditimbang tahun 2008 yaitu 85% mengalami penurunan. ini menunjukkan hasil yang baik dari pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Keluarga. peran keluarga yaitu orang tua balita dan pemenuhan kebutuhan gizi dari saat ibu hamil sampai saat anak lahir dan bertumbuh kembang.52% berat badan naik dengan absolut 7388 balita. dan yang telah diberikan MP ASI (makanan Pendamping ASI) untuk menambah asupan gizinya sebanyak 105 bayi.59% meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2008 yaitu 88%. bila dibandingkan tahun 2008 maka jumlah kasus gizi buruk mengalami penurunan.321 balita yang terdata. dan telah mengalami peningkatan berat badan. 2008 Dari gambar diketahui bahwa status gizi baik Kabupaten Ngada sebanyak 91.Setempat (PWS) di seluruh kecamatan.21%. sedangkan balita gizi buruk sebesar 0. perlu kerjasama yang baik dengan sektor terkait seperti ketahanan pangan. Dari 484 balita BGM. Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebanyak 4.2%. dan pertanian. Upaya yang dilakukan terhadap 20 orang balita gizi buruk adalah dengan pemberian PMT Pemulihan.42% dengan absolut 484 balita.12 Proporsi Status Gizi Baik. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Seksi Gizi. sedangkan 4 orang balita gizi buruk dengan penyakit penyerta telah dirawat di sarana kesehatan. Kematian balita yang disebabkan oleh gizi buruk sebanyak 2 balita.

Kecamatan dengan potensi sedang rawan gizi yaitu kecamatan Wolomeze dan Bajawa. dimana prevalensi gizi buruk dan kurangnya berkisar antara 6%-10%. sehingga tidak menjadi kecamatan rawan gizi.2 Dari gambar diatas diketahui bahwa Kecamatan Riung Barat merupakan Kecamatan Rawan Gizi yaitu kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada balita lebih dari 15%. namun tetap mendapat penanganan yang lebih untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang.sektor pemberdayaan dan penggerakan masyarakat desa.4 Umur Harapan Hidup Penurunan angka kematian bayi sangat berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH). 3. bisa dikatakan kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan Jerebuu. Bajawa Utara. Soa dan Riung. Angka kematian bayi merupakan indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Aimere. Peta 3. untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan upaya preventif untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. Kecamatan dengan prevalensi gizi buruk dan kurang potensi ringan. Data selengkapnya tentang status gizi dapat dilihat pada lampiran tabel 16 dan 24. sehingga perubahan derajat kesehatan terutama pada Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 27 . Sedangkan kecamatan yang berpotensi berat rawan gizi yaitu Kecamatan Golewa.

Dan urutan ketiga setelah Kabupaten Ngada adalah Kabupaten Ende dengan UHH laki-laki 64 tahun dan perempuan 68.3 tahun.6 tahun. Angka ini bila ditinjau tingkat Propinsi NTT. 2009 (Badan Pusat Statistik).6 tahun dan perempuan 68. Ngada menduduki urutan kedua. Menurut Estimasi Ngada dalam Angka. Umur Harapan Hidup di Kabupaten Ngada untuk laki-laki mencapai usia 64.penurunan AKB dan kenaikan UHH. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 28 . meningkatnya Umur Harapan Hidup secara tidak langsung juga member gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat. dimana urutan pertama adalah Kota Kupang yaitu laki-laki 70 tahun dan perempuan 73.8 tahun.

8%. dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama. Pelelayanan ANC standar yaitu Penimbangan Berat Badan.2%. Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapat pelayanan antenataldi fasilitas kesehatan sesuai standar paling sedikit 4 (empat) kali. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khusunya untuk tahun 2009. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan yang selanjutnya berpengaruh hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi. satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak.1 Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. perlu adanya sosialisasi terutama bagi ibu hamil untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 29 . Pemberian Tablet Besi. 1. pemeriksaan tensi dan Konsultasi. sebesar 83. yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang diutamakan pada kegiatan promotif dan preventif. Untuk meningkatkan cakupan K1. Cakupan pelayanan kunjungan baru ibu hamil ( K1 ) di Kabupaten Ngada tahun 2009 berdasarkan data dari Puskesmas. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat. 4.BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pemeriksaan kehamilannya. Angka capaian ini belum merupakan K1 murni melainkan jumlah kunjungan pertama ibu hamil ( kontak pertama ). bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. Cakupan K1 merupakan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan. telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : A. cakupan ini menurun dibandingkan cakupan tahun 2008 yaitu 93. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. Pemberian Imunisasi TT. dokter umum.

90%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 30 . Sedangkan cakupan K4 sebesar 58.memeriksakan diri ke Puskesmas. maka pencapaian secara kabupaten belum memenuhi target. Grafik 4. karena masih adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yaitu kehamilan harus disembunyikan dari hal-hal gaib dan semacamnya. Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) selama masa kehamilan dimaksudkan untuk mengatasi kasus anemia ibu hamil serta meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe selama masa kehamilan hingga persalinan. Selain itu juga banyak kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan pada usia dini atau usia lanjut yang menyebabkan ibu hamil malu untuk memeriksakan kehamilannya.1 Persentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wialayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.27% yaitu 2630 ibu hamil dari 4674 proyeksi ibu hamil/ ibu hamil yang diperkirakan. Data selengkapnya mengenai pelayanan ANC ibu hamil dapat dilihat pada lampiran tabel 17. Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 56. Bila dibandingkan dengan target SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan tahun 2010 yaitu K4 ibu hamil 95%. Permasalahan tidak tercapainya K4 adalah tidak tercapainya K1 murni yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali pada triwulan 1/sebelum lewat dari 3 bulan kehamilan. sehingga sweeping ibu hamil sangat penting untuk dilakukan. Namun kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan dana dan prasarana untuk pendataan ibu hamil dan kekurangan tenaga sehingga banyak bidan yang mempunyai tugas rangkap. Kecamatan dengan pencapaian paling rendah yaitu kecamatan Soa Puskesmas Waepana (30. 2009 Gambar diatas menunjukkan bahwa baik secara kecamatan maupun kabupaten cakupan pelayanan ibu hamil K4 masih jauh dari target SPM yaitu 95%. Masalah adalah dukungan dari keluarga ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara dini di fasilitas kesehatan masih sangat kurang.53%).

Grafik 4. dan dikonsentrasikan pada pertolongan persalinan.2 Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe3) pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 2. misalnya kelalaian petugas kesehatan. kecuali ibu hamil dengan malaria positif. Tujuan utama program ini adalah mengupayakan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi NTT. Tahun 2009 dan 2010 Pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Kesehatan dibantu dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Program AIP-MNH NTT (Australia – Indonesia Partmership for Maternal and Neonatal Health in NTT). keterlambatan merujuk dan pertolongan persalinan masih dilakukan oleh dukun bersalin. Adanya selisih antara kedua cakupan tersebut perlu ditelusuri lagi sebab-sebab yang mungkin terjadi. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan. Seharusnya cakupan Fe3 sama dengan cakupan K4 karena setiap memeriksakan kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan setiap triwulan ibu hamil harus diberikan tablet Fe. kesalahan pencatatan dan pelaporan atau masalah teknis lainnya. karena permasalah kematian ibu yang utama terjadi di Kabupaten Ngada adalah perdarahan pada persalinan. Kecamatan dengan cakupan Fe3 paling tinggi adalah kecamatan Wolomeze (Puskesmas Natarandang) yaitu 83. 2009 Pemberian tablet Fe3 dimaksudkan bagi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya. pada tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 31 . dengan cara pemecahan masalah Kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan tim kabupaten yang dikenal dengan DTPS (District Team Problem Solving). hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (professional).5%. Berbagai upaya telah dilakukan. dimana satu kali pemberian Fe sebanyak 90 tablet. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 25.5% sedangkan cakupan Fe3 terendah adalah kecamatan Bajawa Utara (Puskesmas Watukapu) yaitu 28.

tenaga dokter.2009 persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan sebanyak 250 persalinan atau 7. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami fluktuasi yaitu cenderung meningkat dari tahun 2005 ke tahun 2006. maka untuk Kabupaten Ngada telah mencapai target. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2008 dan 2009 bila dibandingkan dengan target SPM Indonesia Sehat 2010 yaitu 90%. bidan dan perawat yang mempunyai kompetensi. sistim pelayanan yang lebih komlplex dibandingkan dengan pustu dan polindes dan akses ke rumah sakit lebih dekat apabila harus dilakukan rujukan. Yang dimaksudkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Ngada adalah Puskesmas dimana telah tersedia peralatan pertolongan persalinan. Cakupan pertolongan persalinan per wilayah kerja Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 32 . obat-obatan yang cukup. Namun dengan adanya Keputusan Gubernur NTT nomor 42 tahun 2009 tentang Revolusi KIA yaitu Semua Persalinan Dilakukan di Faslitas Kesehatan yang Memadai maka diharapkan pencapaian pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk Kabupaten Ngada 95 sampai 100%.9% dari ibu bersalin. kemudian mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan menurun pada tahun 2009. Grafik 4.3 Trend Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2005-2009.

persalinan premature. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. oedema nyata. Puskesmas Koeloda Kecamatan Golewa.31% ibu hamil risti tersebut ditangani di Puskesmas sedangkan sisanya ditangani dengan merujuk ke RSUD sebagai Sarana rujukan strata 1 di Kabupaten Ngada. eklampsia. Yang dimaksudkan dengan Risti/Komplikasi pada ibu hamil yaitu apabila HB < 8g%. beberapa ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan harus dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan kemampuannya maupun prasarana penanganan risti di desa dan Puskesmas. letak lintang pada usia kehamilan >32 minggu. 3. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 17.Grafik 4. Deteksi resiko. infeksi berat/sepsis. Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas. Puskesmas Kota Kecamatan Bajawa dan Puskesmas Waepana Kecamatan Soa. Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi yaitu keadaan penyimpangan dari normal. dan 92. Di Kabupaten Ngada persentase ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdata oleh Puskesmas sebesar 6. tekanan darah tinggi.4 Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. ketuban pecah dini.40% dari keseluruhan proyeksi ibu hamil. Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi Masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian besar pada ibu. Sedangkan 4 Kecamatan lainnya belum mencapai target SPM. perdarahan pervaginam. 2009 Dari gambar diatas terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan di 5 Puskesmas telah mencapai bahkan melebihi target SPM yaitu Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere. dan cakupan terendah adalah Kecamatan Riung Barat atau wilayah kerja Puskesmas Maronggela. letak sungsang pada primigravida. Puskesmas Watumanu Kecamatan Jerebuu. karena banyak sekali risiko-risiko yang bisa dialami pada masa kehamilan. Penanganan yang dimaksudkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 33 .

maka belum mencapai target. Bila dilihat menurut kecamatan.41%. petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. Grafik 4.59%. dengan kesenjangan 7. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus. Riung. Persentase ibu hamil risti dan ibu hamil risti ditangani dapat dilihat pada gambar berikut ini dan data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 28. Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita 1. cakupan kunjungan neonatus di beberapa puskesmas mencapai diatas target SPM yaitu Puskesmas Aimere. satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari. dan tingginya mobilitas penduduk di Ibukota Kabupaten menyebabkan kesulitan untuk melakukan KN2. Maronggela dan Natarandang.disini yaitu penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang terlatih di Puskesmas Perawatan dan RS pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif).5 Cakupan Ibu Hamil. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali. Cakupan Kunjungan Neontaus kedua kali tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Maronggela sedangkan terendah di wilayah kerja Puskesmas Kota. 2009 B. KN2 Puskesmas kota terendah karena banyak persalinan dilakukan di bidan praktek swasta sehingga persalinannya tercatat namun kunjungan neonatus tidak tercatat. Gambaran presentase Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 34 . Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 yaitu 80%. Kunjungan Neonatus Bayi umur 0 – 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. Cakupan kunjungan neonatus (KN2) Kabupaten Ngada pada tahun 2009 sebesar 72. Koleoda. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.

Grafik 4.6 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan pelayanan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. 2009 2.7 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. hal ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan cakupan tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 35 . bidan. 2 kali (neonatus).cakupan kunjungan neonatus menurut kecamatan pada tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini sedangkan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 15. paling sedikit 4 kali (bayi). 2009 Hasil pengumpulan data/indikator kinerja SPM dari Puskesmas di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2009 sebesar 76. Grafik 4. perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan.22%.

dan pencapaian terendah adalah Puskesmas Watukapu 54. Cakupan pelayanan Kesehatan Apras. Usia Sekolah dan Remaja di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 76. Hal ini dikarenakan banyak balita yang sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap.42. Data dari beberapa puskesmas menunjukkan pencapaian tahun 2009 sebesar 23. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) merupakan cakupan anak umur 0 – 5 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh kembangnya sesuai dengan standar paling sedikit 2 kali pertahun. Pencapaian tersebut belum memenuhi target SPM yaitu 90%. tidak dibawa lagi ke Posyandu untuk deteksi tumbuh kembang. maka cakupan Kunjungan Bayi kurang lebih 4 kali di Puskesmas Waepana telah melebihi target SPM yaitu 93. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 (90%). pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat.8 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah. serta pelayanan kesehatan pada remaja. Sedangkan cakupan pelayanan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/kader kesehatan sekolah) melalui penjaringan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 64. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 36 . 3. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah.07%. belum dioptimalkan oleh semua Puskesmas karena keterbatasan tenaga dan dana. Data selengkapnya mengenai pelayanan pra sekolah. Grafik 4. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Kesehatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.2008 yaitu 86. Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan remaja yaitu siswa SMP/SMU. cakupan kunjungan bayi belum memenuhi target. masih belum memenuhi target SPM yaitu 100%. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 15.55%.6%. Usia Sekolah dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah (balita).9%.88%. usia sekolah dan remaja dapat dilihat pada lampiran tabel 18. Jika dikaji per wilayah kerja Puskesmas .

9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas Di Kabupaten Ngada Tahun 2009 C. Upaya yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan berupa penyampaian informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif dan pentingnya ASI Ekslusif serta manfaat bagi ibu bila menyusui.15 %. Metode KB atau kontrasepsi yang tersedia adalah MKJP dan Non MKJP.4. masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 80% bayi yang ada mendapat ASI Eksklusif. sedangkan non MKJP adalah metode Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 37 . MOP/MOW (Metode operatif pria/metode operatif wanita) dan implant. MKJP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD.70%. ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 ( enam ) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 ( dua ) tahun.05% sedangkan peserta KB Baru atau pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi sebesar 13. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 19. untuk tahun 2009 cakupan ASI Eksklusif baru mencapai 46. ASI Eksklusif ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. karena itu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pelatihan tenaga konselor ASI Eksklusif bagi para bidan dan kader posyandu.965 PUS. Grafik 4. Data selengkapnya mengenai ASI Ekslusif dapat dilihat pada lampiran tabel 32. Program KB dikhususkan pada pasangan usia subur (PUS). Pelayanan KB Program KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Namun demikian pemantauan atau pengawasan pemberian ASI Eksklusif dirasa belum maksimal sehingga cakupan pemberiannya masih sangat rendah. Dan proporsi PUS yang merupakan peserta KB aktif sebesar 71. Pada tahun 2009 PUS yang tercatat berjumlah 20.

WUS dan anak sekolah dikatakan mencapai UCI apabila cakupan imunisasi BCG.19% dan pelayanan kesehatan usila sebesar 51.48%. lebih rinci mengenai cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila dapat dilihat pada lampiran tabel 39. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu.919% atau 77 desa dari 94 desa. DPT dan campak diatas 80%. E. seperti pada grafik 4.34% kemudian alat KB Pil sebesar 19. pil. Pada tahun 2009. persentase desa yang telah mencapai UCI dilaporkan sebesar 81. Grafik 4. Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi. berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan tingkat perlindungan masyarakat (herd imunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i). Gambaran presentase alat/cara KB yang diapakai peserta KB aktif dapat dilihat pada grafik berikut ini. ibu hamil. sedang rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 20. Polio.20%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 38 . Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (usila) yaitu yang berumur 45-59 tahun dan pelayanan usila yaitu yang berumur 60 tahun keatas tahun 2009 adalah sebesar 37. Pelayanan kesehatan prausila dan usila paling tinggi pada kecamatan Riung dan Kecamatan Riung Barat. sedangkan rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran tabel 22. kondom dan obat vagina. Dengan rincian pelayanan kesehatan pra usila sebesar 31.kontrasepsi jangka pendek yang meliputi suntik.11 dibawah ini. 2009 D.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.55%. Persentase tertinggi alat/cara KB aktif yang digunkan oleh PUS peserta KB adalah pemakaian KB suntik yaitu 44.

Tetanus. Puskesmas. HB 3 kali dan campak 1 kali. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 39 . kematian dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Sedangkan untuk menilai angka drop out cakupan imunisasi dasar dapat dilihat dari selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan cakupan imunisasi campak. karena imunisasi campak merupakan imunisasi terakhir yang diberikan pada bayi. Untuk menilai kelengkapan imunisasi dasar bagi bayi. Difteri. DPT 3 kali.12 Cakupan Imunisasi BCG. dilihat dari indikator cakupan imunisasi campak. Hepatitis B. DPT. Pertusis. cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik 4. Polio 4 kali. Polio dan campak.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Untuk menurunkan angka kesakitan. Pelayanan imunisasi bayi di Kabuputen Ngada dilakukan di Posyandu. Pustu dan Polindes serta sarana kesehatan lainnya.Grafik 4. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali.

Dari grafik diketahui bahwa kelengkapan imunisasi dasar lengkap bagi balita adalah 73. Garam Yodium Yodium sangat diperlukan bagi tubuh dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tubuh yaitu kebodohan. Cakupan imunisasi secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 23.77%.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada tahun 2009 Imunisasi TT kepada Wanita Usia Subur diberikan selama 5 kali yaitu Imunisasi TT1 sampai TT5. Gambar 4. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 26. hal ini terlihat dari cakupan imunisasi campak. Grafik 4.83%. Cakupan Imunisasi TT pada IBu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.17%. pertumbuhan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 40 . 2009 F. Upaya Penyuluhan Kesehatan 1.14. Pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 kali setahun yaitu bulan Februari dan Agustus pada tahun 2009 sebesar 70. angka drop out imunisasi yaitu 6.

pengobatan dan penambalan sementara. Pelayanan dasar gigi ini disarankan minimal 2 kali setahun. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 33. juga ada pembagian kapsul yodium bagi WUS di desa. dengan meminta siswa untuk membawa garam dari rumah masing-masing. maka beberapa puskesmas mengatasinya dengan melakukan iodine test di sekolah. yang dilakukan baik di sekolah atau di Puskesmas. dimana daerah tersebut ada kasus GAKY. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada ada beberapa Puskesmas yang tidak membagikan kapsul yodium oleh karena keterbatasan dana untuk pengadaan kapsul yodium. Hal ini menunjukan bahwa semua garam konsumsi yang beredar belum memenuhi syarat kandungan yodium. Adapun pelayanan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk murid SD pada tahun 2009 sebesar 63.terlambat dan gondok apabila kekurangan zat yodium yang sering disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium). preventif dan kuratif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Sebagai cerminan desa/kelurahan dengan garam beryodium baik pada tahun 2009 menunjukkan dari 94 desa/kelurahan sebanyak 22 desa/kelurahan (23. Kabupaten Ngada merupakan salah satur daerah endemis GAKY. Kabupaten Ngada melakukan pemantauan kandungan yodium dalam garam dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas.597 murid yang diperiksa. dengan pemeriksaan sampel garam yodium tidak lebih dari 2 sampel garam yang kandungan yodiumnya dibawah standar.967 murid yang ada. masih jauh dari target SPM 2010 yaitu desa dengan garam yodium baik 80%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 41 . 14. sehingga survey pemakaian garam yodium di rumah tangga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko GAKY. Pelayanan Dasar Gigi Pemeriksaan gigi dan mulut merupakan bentuk upaya promotif. 2. untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. pencabutan gigi tetap sebanyak 604 dengan rasio tambal cabut sebesar 0. Untuk melihat kualitas yodium dalam garam.22.40%) termasuk pada kategori desa/kelurahan dengan garam beryodium yang baik. Jumlah murid yang mendapatkan perawatan gigi yakni sebanyak 3151 orang. dari 22. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas di wilayah Kabupaten Ngada tahun 2009 dilakukan melalui pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 135.56%. maka dilakukan pemantauan dengan menggunakan Yodina test. kegiatan yang dilakukan yaitu pencabutan gigi sulung. hal ini sangat mudah dilakukan tanpa harus memiliki ketrampilan khusus. terutama pada WUS di daerah endemic. Karena terbatasnya dana untuk penyelenggaraan survey desa bergaram yodium baik. Untuk mengatasi GAKY.

Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan sedang hingga berat. mengingat Kabupaten Nagekeo belum mempunyai Rumah Sakit. Pasien harus berobat ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa. Sedangkan pelayanan Rawat Inap menjadi lebih tinggi karena jumlah Bed bertambah menjadi 100 buah dan pelayanan pasien rawat inap dari Nagekeo masih dilayani Kabupaten Ngada di RSUD Bajawa. dan 3 puskesmas yaitu Riung. Kunjungan rawat jalan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. 2009 Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dan jaringannya lebih tinggi daripada kunjungan rawat jalan Rumah Sakit. Sedangkan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas disamping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani kunjungan rawat jalan.15 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Puskesmas.4.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 1. Semua puskesmas di wilayah kabupaten Ngada dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan. maka persentase tertinggi adalah kunjungan penduduk di Puskesmas Aimere sebesar 149%. sehingga merupakan pelayanan rujukan strata 1. Begitupun di Puskesmas Kota dengan persentase rawat jalan dibanding jumlah penduduk di wilayah kerjanya adalah 109% dan Puskesmas Watumanu Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 42 . Laporan Kunjungan RS. Waepana dan Aimere sudah melayani rawat inap. 2009. dengan kata lain . Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di sarana kesehatan dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 4. hal ini disebabkan karena peningkatan strata RSUD Bajawa dari UPTD menjadi RSUD Tipe C. hal ini berarti ada penduduk yang berkunjung ke Puskesmas Aimere lebih dari satu kali dalam setahun.

Namun pelayanan spesialis ini tidak menetap melainkan kerjasama dengan dokter ahli yang melakukan kunjungan tiap 3 bulan sekali. Di Kabupaten Ngada pada tahun 2009 terdapat 8 sarana kesehatan yang dilengkapi dengan laboratorium kesehatan dan telah berfungsi dengan baik yaitu rumah sakit umum.16. pemeriksaan sputum dan pemeriksaan lainnya. dan data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 42. Sedangkan Puskesmas Koeloda dengan wilayah kerja terluas. Persentase kunjungan rawat jalan di 5 Puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Maronggela. penyakit dalam dan anak tersedia di rumah sakit umum bajawa. Laboratorium Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan harus memiliki laboratorium kesehatan agar mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar.persentase kunjungan rawat jalan 106%. Sedangkan pelayanan 4 spesialis dasar yaitu pelayanan kandungan dan kebidanan. Berfungsi dengan baik maksudnya adalah adannya tenaga analis terlatih untuk melakukan pemeriksaan. persentase kunjungan rawat jalan ke sarana pelayanan kesehatan dasar sama banyak dengan jumlah penduduk tercatat yaitu 100%. Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. tersedianya reagen dan bahan-bahan penunjang pemeriksaan. dengan sarana laboratorium yang memenuhi syarat. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 43 . Puskesmas Riung serta jaringannya persentase kunjungan rawat jalan 105%. Puskesmas Watukapu dan Puskesmas Natarandang dibawah 100%. bedah. misalnya pemeriksaan darah malaria. Laporan RSUD 2009 2. Grafik 4. Puskesmas Waepana. 6 puskesmas dan 1 Balai Pengobatan Swasta. Puskesmas Surisina. dan persentase terendah adalah kunjungan ke Puskesmas Natarandang. Persentase kunjungan rawat jalan dapat dilihat pada grafik berikut ini.

3 Perilaku Hidup Masyarakat Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan. 4. menyapu halaman. Ketersediaan Obat Esensial/Generik Adanya penerapan dalam penggunaan obat essensial dan generik.3. revitalisasi pemasyarakatan konsepsi obat esensial dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitas pelayanan pemerintah maupun swasta. Dalam profil ini. diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat terlambat /kurangnya kesadaran dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan. dan pemerataan obat dalam pelayanan kesehatan. tiga tatanan yang menjadi sasaran utama PHBS adalah tatanan rumah tangga. Pada tahun 2009 ketersediaan obat esensial di Kabupaten Ngada sebesar 67. APBD I dan APBD II. keterjangkauan. menurut HL Blum adalah faktor perilaku. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 44 . Dengan menerapkan perilaku yang sehat. mengepel lantai. dll. tatanan institusi dan tatanan TTU (Tempat-tempat Umum). angka ini belum mencapai target SPM nasional 90% sedangkan ketersediaan obat generik sebesar 100% atau sesuai dengan kebutuhan rata-rata tiap puskesmas yaitu 127 jenis obat. Dalam PHBS terdapat 10 indikator yaitu : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi 0-6 bulan diberi ASI Eksklusif 3) Seluruh anggota keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4) Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih 5) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat 6) Keluarga mempunyai rumah dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni (9m2/orang) 7) Keluarga mempunyai rumah yang lantainya bukan dari tanah 8) Seluruh anggota keluarga tidak merokok dalam rumah 9) Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit seperti mencuci pakaian. 10) Makan buah dan sayur setiap hari. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.26% dimana dari 168 obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas terdapat 113 jenis yang telah terpenuhi 100%. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. Dalam konsep PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat beberapa tatanan. hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga karena Rumah Tangga sebagai dasar terhadap perubahan perilaku masyarakat secara umum. yang penyediaannya dilakukan dengan pengadaan obat dari berbagai sumber dana APBN.

Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 45 .757 KK maka sampel ini belum representatif atau belum bisa mewakili penerapan PHBS di Rumah tangga. Data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 45. Grafik 4. cakupan PHBS tertinggi pada puskesmas Watumanu kecamatan Jerebuu yaitu dari 200 KK yang dijadikan sampel semuanya menerapkan 7 indikator dari 10 indikator PHBS.59%. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 maka mengalami peningkatan. dimana pada tahun 2008 cakupan rumah tangga ber PHBS sebesar 16%. namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk melakukan pendataan Rumah Tangga ber-PHBS. Rendahnya cakupan Rumah tangga yang ber-PHBS antara lain disebabkan oleh capaian kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga di setiap rumah tangga masih rendah. Agar mendapatkan data yang lebih akurat mengenai PHBS maka sampel yang diambil harus lebih banyak dan representatif.17.Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2009 pendataan PHBS dilakukan pada tiap kecamatan diambil sampel 3495 KK yang dijadikan sampel. jika dibandingkan dengan jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Jerebuu yaitu 1. Dari 10 Puskesmas. kurangnya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya ber-PHBS. capaian pemberian ASI Eksklusif dan masih banyak anggota keluarga yang merokok dalam rumah. Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Untuk itu perlu adanya upaya pemecahan masalah antara lain dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang PHBS bagi masyarakat serta meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor. Pencapaian ini belum memenuhi dari target SPM untuk rumah tangga sehat 65% pada tahun 2010. Didapatkan hasil keluarga ber PHBS sebesar 51.

kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air. dengan hasil sebagai berikut sebagai berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 46 . Berdasarkan data dari puskesmas tahun 2009 dari 27.4 Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 1. tempat sampah.352 KK yang ada sebanyak 25. tempat pembuangan sampah. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan. serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 4.5% di wilayah kerja puskesmas Natarandang sedangkan cakupan tertinggi 70. 2009 Dari data tersebut terlihat bahwa cakupan rumah sehat terendah adalah 12. pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana sanitasi lingkungan pemukiman (PLP). Bila dibandingkan dengan target Indikator Indonesia Sehat (IS) Rumah tangga sehat 80% maka pencapaian rumah sehat kabupaten Ngada belum memenuhi target. yang memilki jamban yang sehat. Untuk meningkatkan jumlah rumah sehat perlu upaya sektor terkait untuk meningkatkan motivasi masyarakat.752 rumah yang ada jumlah yang diperiksa sebanyak 87.50% (15.4.008 rumah) diantaranya termasuk kategori rumah sehat. 2.94% atau 24. sarana pembuangan air limbah. Jamban.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 47. Kondisi sarana penyehatan lingkungan pemukiman di Kabupaten Ngada Tahun 2009 dari 29. sarana air bersih. Sarana Sanitasi Dasar Pembuangan kotoran baik sampah. ventilasi rumah yang baik.405 rumah dan hasil pemeriksaan 61.575 KK yang diperiksa.5% di wilayah kerja Puskesmas Waepana.

pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah pada tempatnya. pemanfaatan dan pemeliharaan. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. ventilasi yang baik. pasar dan lain-lain.22%. sumur gali 5. sumur dalam. Jumlah KK yang telah memiliki jamban untuk tempat Buang Air Besar (BAB) : 83.8% diantaranya memenuhi criteria tempat sampah sehat. Adapun sumber air di Kabupaten Ngada pada umumnya berasal dari mata air. perbaikan. penampungan air hujan 1. sarana pembuangan air limbah. Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi oleh banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit.Jumlah KK yang telah memiliki sarana air bersih : 81.35% dan jamban yang memenuhi criteria jamban sehat sebesar 68. Data selengkapnya mengenai sarana Sanitasi Dasar dapat dilihat pada lampiran Tabel 48 dan 49.31%. 3. tempat pembuangan sampah. Permasalahan terbanyak yang dihadapi Kabupaten Ngada yang berkaitan dengan air adalah terbatasnya dana untuk pembuatan sarana air bersih di daerahdaerah yang sulit air sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada masih belum memenuhi target SPM.15% diantaranya memenuhi criteria pengolaan air limbah sehat.55% dan sumber lainnya 1.63% dengan rincian sumber air dari ledeng 79. restoran.76% dan dari seluruh KK yang memilki jamban tersebut 71.89% Jumlah KK yang telah memiliki tempat sampah : 26. sumur pompa tangan 0.9%.32% dan dari KK yang memilki pengolahan air limbah tersebut 56. Data dari Profil Puskesmas 2009 dan laporan dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009. Sistem yang digunakan melalui perpipaan dan non perpipaan. dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai. memperlihatkan bahwa jumlah TUPM Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 47 . Upaya peningkatan kualitas air bersih akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makana/minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih. sumur gali dan air permukaan. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk di wilayah Ngada maka kebutuhan air bersih semakin bertambah.1%. luas lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung. Upaya sanitasi meliputi pembangunan. TUPM meliputi hotel. Untuk pengelolaannya pada daerah pemukiman di perkotaan dikelola PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten. yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban). Jumlah KK yang telah memiliki pengolahan air limbah : 6.

sarana pendidikan 96.46%. karena ada beberapa 3 sarana sarana pustu/polindes yang tidak terpakai. Cakupan TUPM sehat menurut jenis TUPM dapat dilihat pada grafik berikut. Laporan Seksi Penyehatan Lingkungan. sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 50. yang diperiksa 255 buah (92. jadi tidak dilakukan pembinaan kesehatan lingkungan.85% dan perkantoran 79. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 51.08%) diantaranya termasuk kategori TUPM sehat.0%. sebanyak 143 (56.yang ada sebanyak 276 buah.39%). sarana ibadah 80. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 48 . 2009 Selain pegawasan tempat-tempat umum diatas.91%. Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. juga dilakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi yang ada di Kabupaten Ngada. Berdasarkan laporan puskesmas dan seksi penyehatan lingkungan pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya meliputi sarana kesehatan 97. Dari TUPM yang diperiksa.

1 Peta Penyebaran Puskesmas.000 penduduk dilayani oleh 5 puskesmas. Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di kabupaten Ngada sebanyak 10 unit yang tersebar di 9 kecamatan. dimana pada kecamatan Bajawa terdapat 2 Puskesmas.000 penduduk dilayani oleh 7 puskesmas. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100.BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 4.000 penduduk pada tahun 2009 adalah 7.4 yang berarti setiap 100. Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio puskesmas per 100.24. Puskesmas dan Jaringannya Puskesmas dan puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar yaitu kecamatan dan desa. Dari tahun ke tahun jumlah puskesmas di Kabupaten Ngada terus meningkat untuk pemerataan pelayanan di tingkat dasar. Peta 5. Dengan demikian rasio puskesmas per 100.1 Sarana Kesehatan A. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 49 . karena jumlah penduduknya terhitung paling banyak.000 penduduk tahun 2007 adalah 5.

Dengan rasio puskesmas pembantu per 100. Oleh karena jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu sebanyak itu maka rasio pustu terhadap puskesmas adalah 3 : 1 artinya setiap puskesmas rata-rata didukung oleh 3 sampai 4 puskesmas pembantu. Pustu dan Polindes Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 50 . Peta 5. dan pada tahun 2009 juga mempersiapkan satu puskesmas (Koeloda) untuk menjadi puskesmas perawatan. Riung dan Waepana.Jumlah puskesmas pembantu juga cenderung meningkat seiring dengan pemekaran desa/kelurahan yang ada.000 penduduk adalah 23.3. Sehubungan dengan Revolusi KIA penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB). dijalur-jalur jalan raya di lokasi yang rawan kecelakaan. 2 puskesmas perawatan tersebut yaitu Riung dan Aimere dipersiapkan untuk menjadi puskesmas PONED (Perawatan Obstetrik Neonatal Emenrgensi Dasar). Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas.2 yang berarti setiap 100. Upaya untuk peningkatan fungsi puskesmas terus dilakukan terutama dalam peningkatan puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit. Dari hasil pemetaan sarana kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berikut lokasi sarana kesehatan dasar dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Kecamatan. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta 5. yang tersebar di beberapa desa di wilayah kabupaten Ngada.000 penduduk dilayani oleh 23 puskesmas pembantu. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada jumlah Pustu sebanyak 32 unit. Hingga tahun 2009 jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Ngada sebanyak 3 buah yaitu Puskesmas Aimere.2.

dan jika dibandingkan dengan hari perawatan maka LOS RSUD Bajawa adalah 4 hari. Di kabupaten Ngada terdapat satu buah rumah sakit yang melayani penduduk di 2 kabupaten yaitu Ngada dan Nagekeo. Untuk menggambarkan cakupan pelayanan digunakan indikator pemanfaatan tempat tidur dan Indikator pelayanan rumah sakit lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bed Ocupancy Rate (BOR) Bed Occupancy Rate adalah persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit selama satu tahun.6% atau 55%. Bed Turn Over (BTO) Bed Turn Over diukur dengan indikator jumlah penderita rawat inap yang keluar (hidup dan mati) dalam 1 tahun dibandingkan dengan jumlah tempat tidur dengan kata lain BTO menggambarkan frekuensi pemanfaatan tempat tidur dalam setahun.946 hari rawat. dan warna biru gelap waktu tempuh antara 45 – 60 menit. Atau rata-rata 1 orang pasien dirawat adalah 4 hari. sehingga kasus rujukan dilakukan ke RSUD Tipe C Bajawa. Pada tahun 2009 jumlah pasien yang keluar (hidup dan Mati) sebanyak 4906 pasien. karena RSU di Nagekeo masih dalam tahap pembangunan. warna merah waktu tempuh mencapai 45 menit. Pada tahun 2009 jumlah hari perawatan RSUD Bajawa sebanyak 19.Dari peta diatas diketahui bahwa terdapat beberapa daerah dengan waktu jangkau ke sarana kesehatan dasar lebih dari 1 jam/60 menit (daerah dengan warna pudar).1 dengan kata lain satu buah tempat tidur dimanfaatkan sebanyak 49 kali dalam tahun 2009. sehingga BOR sebesar 54. Warna hijau muda dengan jarak tempuh kurang dari 15 menit. B. namun sebagian besar wilayah Kabupaten Ngada dapat menjangkau sarana kesehatan dasar dengan waktu kurang dari 1 jam. warna ungu daerah dengan waktu tempuh 15-30 menit. BOR ideal sesuai standar nasional adalah 60-85% sehingga dapat dikatakan BOR RSUD Bajawa tahun 2009 belum memenuhi standar nasional. Avarage Length of Stay (LOS) Avarage Length of Stay adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit. Pada tahun 2009 BTO RSUD Bajawa adalah 49. Standar BTO ideal adalah 40- Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 51 . Walaupun jumlah rumah sakit hanya satu namun fasilitas yang tersedia terus bertambah dan mengalami peningkatan baik sarana dan prasarana maupun tipe rumah sakit. Rumah Sakit Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk. Jumlah tempat tidur untuk rawat inap yang tersedia sebanyak 100 tempat tidur. Jika dibandingkan dengan standar LOS 6-9 hari maka lama hari perawatan di RSUD Bajawa tidak melewati batas standar.

Dengan kata lain setiap 1000 pasien keluar terdapat 45 pasien meninggal. Upaya tersebut dimaksudkan untuk (1) menjamin ketersediaan. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. keterjangkauan. Santa Maria Bp. Gabriel Bp. Kec. Turn Over Interval (TOI) Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. St. sehingga dapat dikatakan BTO RSUD Bajawa masih sesuai standar. atau selang waktu pemakaian tempat tidur. Gabriel dan BP St. Kec.3 per 1000 pasien keluar. Gross Death Rate (GDR) Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Net Death Rate (NDR) Net Death Rate adalah angka kematian pasien Rumah Sakit 48 jam setelah dirawat di RS untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. dan juga menempatkan tenaga kesehatan di sarana pelayanan swasta tersebut. NDR RSUD Bajawa Tahun 2009 adalah 27 per 1000 pasien keluar. Kec. Palang Suci Bp.Soa Ds. Selain rumah sakit dan puskesmas juga terdapat sarana pelayanan kesehatan milik swasta yang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diawasi oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan. sehingga NDR RSUD Bajawa tahun 2009 sudah melewati standar toleransi. Fatima dilengkapi dengan fasilitas bersalin/BKIA. dan BP St.Fatima Bp. Atau rata-rata hari tempat tidur tidak terisi adalah 3 sampai 4 hari. Golewa Ds.Bajawa Kel. C. (2) mempromosikan penggunaan obat Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 52 . Sarana Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Upaya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara paripurna. Fatima juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap.Mataloko.50 kali dalam setahun. Nilai GDR diharapkan tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar sehingga GDR RSUD Bajawa dalam batas toleransi. sehingga GDR 45. St. Walburga Mataloko Kel. Masumeli. Inap St. BP St. Tahun 209 jumlah pasien mati seluruhnya 222 pasien. Tahun 2009 TOI RSUD Bajawa adalah 3. pemerataan obat generik dan obat esensial yang bermutu bagi masyarakat.Golewa Kecamatan Golewa BP swasta Palang Suci. Di kabupaten Ngada tahun 2009 terdapat 5 buah BP (balai Pengobatan) Swasta yaitusebagai berikut : Nama-Nama BP Swasta dan Lokasi Kabupaten Ngada Tahun 2009 1 2 3 4 5 Bp.4.Trikora. Rwt. Kec. Mangulewa.

Untuk mengetahui kualitas posyandu maka dilakukan telaah kemandirian posyandu yaitu suatu cara penilaian strata posyandu menjadi 4 tingkat perkembangan (Stratifikasi posyandu) yaitu kategori Pratama.yang rasional dan obat yang generik.7%) Purnama sebanyak 63 buah (23.3%) Madya sebanyak 169 buah (61. Polindes awalnya dibangun secara darurat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masih sangat rendah. Tahun 2009 di Kabupaten Ngada terdapat 48 Polindes yang tersebar ke 48 desa di 9 kecamatan. Sarana distribusi farmasi di kabupaten Ngada berupa Gudang Farmasi Kabupaten untuk mendistribusikan obat dan perbekalan kesehatan ke semua Puskesmas. Polindes (Pondok Bersalin Desa). sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat disekitarnya. Sedangkan posyandu merupakan kegiatan yang tumbuh dari. (3) meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian difarmasi komunitas dan farmasi klinik serta pelayanan kesehatan dasar. karena banyak faktor yang menyebabkan mutu posyandu rendah antara lain . menyerupai Pustu namun dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran bangunan Pustu. adanya LSM Swasta dan anggaran-anggaran lain untuk kesehatan memungkinkan sarana Polindes dibangun berupa bangunan yang layak pakai. Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). banyak kader posyandu yang droup out. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat. Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya. D. oleh dan untuk masyarakat. Ngada tahun 2009 sebanyak 274 posyandu dan berdasarkan keempat strata tersebut di kabupaten Ngada baru mencapai 3 strata sebagai berikut: • • • Pratama sebanyak 42 buah (15. POD (Pos Obat Desa).0%) Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 53 . Namun demikian tanggapan positif masyarakat ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya mutu pelayanan. namun dengan adanya anggaran DAK Kesehatan. serta (4) melindungi masyarakat dari penggunaan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. Madya. mutu dan keamanan. dan Puskesmas mendistribusikannya ke Pustu dan Polindes. Dalam perkembangannya posyandu mendapat tanggapan positif dari pemerintah dan masyarakat. Jumlah Posyandu yang ada di Kab. Toga (Tanaman Obat Keluarag). Purnama dan Mandiri. sarana dan prasarana belum memadai.

Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui perekrutan CPNS daerah dan PTT dari Pusat sedangkan untuk pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat.) dengan perkataan lain Posyandu aktif adalah posyandu dengan tingkat kemandirian Purnama dan Mandiri. Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sector pemerintah maupun swasta perlu diketahui. 4. tetapi juga diselenggarakan oleh swasta. yang mengutamakan upaya peningkatan. rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih. Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah. Imunisasi lebih dari 50 %.KB. yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Ngada saat ini adalah meningkatkan strata posyandu bukan menambah jumlah posyandu. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Mengatasi hal tersebut. data tenaga kesehatan di setiap sarana pelayanan belum valid karena ada beberapa pegawai yang mengalami mutasi dan mengikuti pendidikan lanjutan di sector pemerintah dan terutama sector swasta. Data yang tersedia merupakan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. dan sudah ada 1 atau lebih program tambahan. kurang proaktifnya petugas dalam mendata ketenagaan. Pencapaian Posyandu Aktif Kabupaten Ngada 23% jika dibandingkan dengan target cakupan SPM tahun 80% maka belum memenuhi target. Gizi.1 Persentase Posyandu Menurut Strata di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Posyandu Aktif adalah Posyandu yang melaksanakan kegiatan hari buka dengan frekuensi lebih dari 8 kali per tahun.Grafik 5. Namun sampai saat ini. yang merupakan tenaga kesehatan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 54 . cakupan program utama (KIA. Lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 46.2 Tenaga Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional untuk melaksanakan upaya kesehatan sesuai paradigma sehat. serta cakupan dana sehat < 50 %.

000 : 100.000 : 100.000 : 100.34% tenaga Kesehatan Masyarakat.000 : 100.000 penduduk. ATEM.98% perawat. Bila dilihat perbandingan rasio pada tabel diatas maka tenaga kesehatan di kabupaten Ngada masih sangat kurang atau belum mencukupi untuk melayani seluruh penduduk di Kabupaten Ngada. Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut sebanyak 7.pemda/pegawai negeri. Tenaga yang bekerja pada instansi kesehatan pada tahun 2009 sejumlah 455 orang. Tenaga kesehatan tersebut tersebar di Dinas Kesehatan.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100. RSUD Bajawa dan Puskesmas serta BP Swasta yang ada Di Kabupaten Ngada dengan rincian tenaga yang bekerja di Dinas Kesehatan sebanyak 61 orang.000 : 100.000 Standar Nasional 40 6 11 117 30 100 40 40 10 40 30 4 15 : 100.000 : 100.000 : 100. Penjelasan mengenai kualifikasi tenaga kesehatan dan penyebarannya seperti dibawah ini : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 55 .000 Penduduk di Kabupaten Ngada tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Perawat Perawat Gigi Bidan Ahli Gizi Sanitarian Apoteker Sarjana Kesehatan Masyarakat Asisten Apoteker Keterapian Fisik Keteknisian Medis 14 3 3 114 18 72 9 14 4 15 12 2 12 Ngada : 100.67% tenaga gizi.86% tenaga bidan.000 : 100.5% 35% 40% 37.000 : 100.55% tenaga farmasi. kemudian tenaga teknisi medis (Analis Lab. 4.35% teknisi medis yaitu analis kesehatan. Teknik elektromedik dan Anestesi) yaitu 12 per 100. 6.000 : 100. 41.000 : 100.3% 97% 60% 72% 22.5% 40% 50% 80% Sumber : Subag Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada.000 : 100. Anestesi dan fisioterapi. 3. Tabel 5. dokter gigi dan dokter spesialis.000 Persentase 35% 50% 27.74% tenaga sanitasi dan 1.000 : 100. Persentase tenaga kesehatan menurut jenisnya di Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.000 : 100. 2.42% Perawat gigi.000 : 100. dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 374 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 81 orang. sedangkan banyak tenaga kesehatan yang berstatus sukarela tidak didata.000 : 100. 2009 Bila dilihat dari rasio masing-masing tenaga kesehatan di kabupaten Ngada dibandingkan dengan rasio tenaga kesehatan standar nasional maka tenaga Perawat dengan rasio 114 per 100.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 : 100. 20.000 : 100.000 : 100. 5. Penata Rontgent.22% adalah tenaga medis yaitu dokter.000 penduduk merupakan paling tinggi cakupannya (97%). di RSUD 138 orang dan di Puskesmas serta jaringannya 256 orang.000 : 100.

Jumlah tenaga Bidan tahun 2009 sebanyak 100 orang. D3 Keperawatan 166 orang dan SPK 34 orang. Hal ini diatasi dengan penyelenggaraan Progsus D3 Kebidanan kerja sama dengan Poltekkes Kesehatan Kupang di Bajawa. belum menggambarkan rasio dokter spesialis sebenarnya. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 56 . Dan untuk mengatasi dokter umum di pelayanan gawat darurat dilakukan kerjasama dengan dokter PTT Puskesmas secara bergilir mendapat tugas jaga di Unit Gawat Darurat Bajawa.Tenaga Medis terdiri dari Dokter Umum. bidan dengan pendidikan DIII sejumlah 18 orang dan Bidan DI sejumlah 82 orang. 4 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa sedang melanjutkan pendidikan. Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak.000 penduduk. Sehingga rasio tenaga dokter spesialis 3 per 100. sehingga 3 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas diperbantukan ke RSUD Bajawa. yang diikuti oleh 45 orang Bidan. Jika dilihat kualifikasi pendidikan maka sebagian besar bidan belum memenuhi standar kompetensi kebidanan yaitu Diploma 3. dengan rincian 93 bertugas di Puskesmas. masih jauh dibawah standar nasional.000 penduduk. Rasio dokter umum dalah 14 per 100. Pustu dan Polindes. Dokter Gigi. dengan rincian 12 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas dan 7 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa. sehingga pelayanan dokter umum yang masih aktif di RSUD Bajawa sebanyak 3 orang. perawat dengan pendidikan S1 keperawatan sebanyak 7 orang. Tenaga Perawat di Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebanyak 157 orang. Spesialis Bedah.000 penduduk belum menggambarkan rasio sebenarnya jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya. Jumlah tenaga dokter umum tahun 2009 sebanyak 19 orang. Dengan rasio tenaga perawat 114 per 100.000 penduduk. Namun 4 tenaga dokter spesialis ini merupakan tenaga kontrak atau tidak tetap. yang bergantian selama 3 bulan sekali bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar. Dengan rasio dokter gigi 3 per 100. Dengan demikian rasio tenaga bidan 72 per 100. Tenaga dokter gigi tahun 2009 sebanyak 4 orang dokter gigi yaitu 2 orang dokter gigi PTT bertugas di Puskesmas dan 2 orang dokter gigi PNS di RSUD Bajawa. Tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas dan Jaringannya sebanyak 93 orang jika dibandingkan dengan jumlah sarana kesehatan dasar yaitu 10 Puskesmas. Pada tahun 2009 jumlah tenaga Dokter Spesialis sebanyak 4 tenaga Dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam. Dengan rincian 78 bidan bertugas di Puskesmas dan 22 bidan bertugas di RSUD Bajawa. Dr/Drg Spesialis. Menurut kualifikasi pendidikannya.000 penduduk masih jauh dari standar nasional 40 per 100.000 Penduduk. Menurut kualifikasi pendidikan. 60 bertugas di RSUD Bajawa dan 4 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. 32 Pustu dan 48 Polindes (90 sarana) maka tenaga perawat masih belum memenuhi kebutuhan pada sarana kesehatan yang ada.

tenaga D3 gizi 10 orang dan D1 gizi 1 orang. Apoteker di Kabupaten Ngada sejumlah 6 orang. 2 Puskesmas belum mempunyai tenaga gizi yaitu Pusksesmas Watukapu dan Natarandang.000 penduduk. Sanitarian atau tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Ngada sebanyak 19 orang dengan rincian 13 sanitarian bertugas di Puskesmas. 1 orang bertugas di RSUD dan 5 orang bertugas di Dinas Kesehatan. Tenaga Analis Laboratorium tahun 2009 sebanyak 9 orang yaitu 3 orang di Puskesmas dan 6 orang di RSUD. Secara kualifikasi pendidikan tenaga gizi D4 sebanyak 1 orang bertugas di RSUD. 3 orang bertugas di RSUD dan 16 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. sehingga labkes belum berfungsi maksimal. Rasio asisten apoteker 12 per 100.000 penduduk. 4 orang di RSUD dan 1 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Sarjana Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 21 orang. D3 farmasi 7 orang dan SMF 8 orang.000 penduduk.000 penduduk. Terdapat 7 Puskesmas yang belum memiliki tenaga analis. Tenaga ATEM sangat kekurangan mengingat peralatan kesehatan yang begitu banyak memerlukan tenaga teknisi khusus dalam maintenance dan perbaikan.000 penduduk.000 penduduk. yaitu Sarjana Farmasi 2 orang. Tenaga Gizi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang bertugas di Puskesmas. 3 Apoteker bertugas di Puskesmas. Puskesmas Watukapu dan Natarandang belum mempunyai tenaga farmasi. 2 orang bertugas di RSUD dan 2 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Rasio tenaga gizi 9 per 100. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 57 . Rasio sanitarian 14 per 100. 2 Apoteker bertugas di RSUD dan 1 Apoteker bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten.Perawat gigi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 25 orang dengan rincian 20 orang bertugas di Puskesmas. Secara kualifikasi pendidikan sanitarian dengan pendidikan D3 Sanitasi 13 orang dan pendidikan SPPH 6 orang. Tenaga farmasi dan asisten apoteker berjumlah 17 orang. Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat 15 per 100. Dengan rasio Apoteker 4 per 100. Dengan rasio perawat gigi 18 per 100. dengan rincian 2 orang bertugas di Puskesmas. Tenaga ATEM dan Photorontgent sejumlah 7 orang dan bertugas di RSUD (ATEM 2 orang dan Rontgent 5 orang).

5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 58 .4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Gigi dan Dokter Umum di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.Peta 5.

398. Sedangkan anggaran kesehatan pemerintah per Kapita adalah Rp. 186.321. Pada tahun 2009 total pembiayaan kesehatan kabupaten Ngada adalah sejumlah Rp. 31..72% dari total APBD yaitu Rp.bila dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan yang dialokasikan melalui APBD maka anggaran kesehatan kabupaten Ngada adalah 6.755.060.6. Alokasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan kabupaten Ngada dapat dilihat pada tabel berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 59 . Sanitarian dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 4. 25.sudah termasuk dengan gaji pegawai.. APBD.652.3 Pembiayaan Kesehatan Pembiayanan kesehatan di kabupaten Ngada berasal dari berbagai sumber yaitu APBN. bantuan luar negeri dan sumber-sumber pemerintah lainnya.741.779. Alokasi anggaran tersebut merupakan anggraan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. Total APBD kabupaten Ngada tahun 2009 adalah sejumlah Rp. Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi..660.383.382.Peta 5.angka ini sudah termasuk anggaran pemerintah maupun bantuan luar negeri.416.

779.344.125.57 4.660.89 1.500.800.000.000.668.1.333.060.% 83.133.000.250.00 Pinjaman/Hibah luar negeri AIP-MNH (AussAid) Proyek Gafi/GV 587.935.2 Realisasi Anggran Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Alokasi Anggaran Kesehatan No 1 Sumber Biaya Rp APBD Kab/Kota (Termasuk Gaji dan Dana DAK) 2 3 APBD Propinsi APBN 4 JAMKESMAS DEKON 1.652.660.4.31.000.685.Tabel 5.0 3.242.080.000.487.1.138.43 26.09 25.416.0.321.935.416.1.33 0.08 5 6 6 Bansos (Bantuan Sosial) ADB (DHS II) Jamkesmas Pemda TOTAL Anggaran kesehatan ini merupakan anggaran kesehatan pada istansi kesehatan saja belum termasuk anggaran kesehatan dari sektor-sektor terkait lainnya.62 1.411. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 60 .

Walaupun demikian.1 Kesimpulan Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan. Oleh karena itu. upaya pelayanan kesehatan. kesehatan satu Profil utama perkembangannya. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan. Di bidang Sistem sistem kesehatan. karena sangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan. pengumpulan data dan informasi dari Puskesmas menjadi relatif lebih sulit. apalagi dalam era desentralisasi. Namun disadari. sejalan dengan perbaikan kondisi umum. Informasi informasi data dan informasi Salah adalah ini diperoleh luaran Kesehatan. Gambaran yang demikian merupakan fakta diketahui oleh seluruh pejabat publik dan masyarakat. profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting.BAB VI PENUTUP 6. lintas sektor maupun masyarakat. melalui dari Dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Kesehatan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hingga tahun ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan. perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Ngada. namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi di jajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditunggu. Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kabupaten Ngada selama tahun 2009 tergambar dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada senantiasa mencari terobosan-terobosan dalam hal mekanisme pengumpulan data dan informasi secara cepat untuk melengkapi data dan informasi kesehatan khususnya yang bersumber dari puskesmas. Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini belum mendapat apresiasi yang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan harapan. antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 61 . dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kabupaten Ngada. maka penyediaan data/informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal.

Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam lampiran Profil Kesehatan ini salah satunya disebabkan ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya. Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2009 ini dapat bermanfaat. Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan keseriusan dari tingkat bawah yaitu pustu dan puskesmas dalam pencatatan dan pelaporan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan. 4. 2. 6. Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 62 . baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. Penyusunan buku Profil kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. 3.2 Saran 1.6. 5. Dari gambaran pencapaian pelaksanaan program kesehatan di atas. Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas. dapat diketahui bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum optimal. Optimalisasi kinerja TIM SIKDA Kabupaten Ngada untuk pengumpulan data profil kesehatan. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional. Adanya peningkatan AKI perlu mendapat perhatian serius. sejalan dengan kebijakan Provinsi NTT dalam Revolusi KIA. penanggulanngan AKI diutamakan dimulai dari tingkat keluarga dan desa dengan mengoptimalkan Program Desa Siaga. Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan keakuratan data.

035  Jiwa  65.015  Jiwa  71.2  Angka Kesakitan  19  AFP Rate < 15 th  20  TB Paru Sembuh  21  Pneumonia Balita Ditangani  22  HIV/AIDS ditangani  23  Infeksi Menular Seksual ditangani  24  Angka Kesakitan DBD  25  DBD ditangani  26  Angka Kesakitan Diare  27  Diare pada Balita ditangani  28  Angka Kesakitan Malaria  29  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)  30  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)  31  Kasus Penyakit Filariasis ditangani  32  Jumlah Kasus Difteri  33  Jumlah Kasus Pertusis  34  Jumlah Kasus Tetanus  35  Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum  36  Jumlah Kasus Campak  37  Jumlah Kasus Polio  38  Jumlah Kasus Hepatitis B  B.83  %  51.00  %  100  %  6.66  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 11  Tabel 12  Tabel 12  Tabel 13  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  72.7  9  Balita  2.621  Km  94  Desa/Kel  138.7  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 7  Tabel 7  ­  61.42  %  48.1  Angka Kematian  12  Jumlah Lahir Hidup  13  Jumlah Bayi Mati  14  Angka Kematian Bayi (dilaporkan)  15  Jumlah Balita Mati  16  Angka Kematian Balita (dilaporkan)  17  Jumlah Kematian Ibu Maternal  18  Angka Kematian Ibu (dilaporkan)  B. Lampiran  A.RESUME PROFIL KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  INDIKATOR  ANGKA/NILAI No.73  %  100  %  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  .3  Status Gizi  39  Kunjungan Neonatus (KN2)  40  Kunjungan Bayi  41  Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)  42  BBLR ditangani  1.  GAMBARAN UMUM  1  Luas Wilayah  2  Jumlah Desa/Kelurahan  3  Jumlah Penduduk  2  4  Kepadatan Penduduk /Km  5  Jumlah Penduduk Laki­laki  6  Jumlah Penduduk Perempuan  7  Rasio Beban Tanggungan  8  Rasio Jenis Kelamin  9  Pddk 10 th keatas Melek Huruf  10  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki­laki)  11  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)  B.050  Jiwa  2  85.34  50.41  %  76.91  %  2  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 5  Tabel 5  Tabel 5  3115  Bayi  55  Bayi  17.22  %  1.00  %  18.  DERAJAT KESEHATAN  B.52  100.17  Jiwa/Km  67.02  100  %  77.42  94.9  7  Ibu  224.70  %  100  %  100.

00  %  59.05  %  100  %  100  %  81.77  %  6.99  %  Tabel 45  Tabel 46  87.40  %  0.40  %  92.1  Pelayanan Kesehatan  47  Kunjungan Ibu Hamil (K1)  48  Kunjungan Ibu Hamil (K4)  49  Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan  50  Deteksi Dini Tumbang Anak Balita  51  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI  52  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU  53  Peserta KB Baru  54  Peserta KB Aktif  55  Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)  56  Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)  57  Desa/Kelurahan UCI  58  Cakupan Imunisasi Campak Bayi  59  Drop­Out Imunisasi DPT1­Campak  60  MP­ASI Bayi BGM  61  Anak Balita Mendapat Vit.90  %  100. Gadar  73  Desa/Kel.91  %  73.59  %  22.NO  INDIKATOR  43  Balita ditimbang  44  Balita BB Naik  45  BGM  46  Balita Gizi Buruk  C.42  %  67.72  %  52.00  %  45.00  %  100.34  %  70.90  %  92.19  %  No.70  %  71.23  %  100.83  %  100.4  Keadaan Lingkungan  88  Rumah yang diperiksa kesehatannya  ANGKA/NILAI  76.00  %  50.28  %  79.35  %  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 19  Tabel 19  Tabel 20  Tabel 21  Tabel 22  Tabel 23  Tabel 23  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 25  Tabel 25  Tabel 26  Tabel 27  Tabel 27  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 29  Tabel 30  Tabel 32  Tabel 33  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 36  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 39  Tabel 40  52.88  %  13.00  %  71. Lampiran  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  83.17  %  41. Dg Garam Beryodium yg baik  76  Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap  77  Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)  78  Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)  79  Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar  80  Penduduk Miskin dicakup Jamkesmas  81  Penduduk Miskin Mendapat Yankes  82  Bayi Gakin BGM Mendapat MP­ASI  83  Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila  84  WUS yang diberi Kapsul Yodium  C.18  %  56.06  %  76.31  %  0.  UPAYA KESEHATAN  C.A 2x  62  Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan  63  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1  64  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3  65  WUS dg imunisasi TT5  66  Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk  67  Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk  68  Bumil Risti/Komplikasi  69  Bumil Risti/Komplikasi ditangani  70  Neonatal Risti dirujuk  71  Neonatal Risti dirujuk dan ditangani  72  Sarkes dg Kemampuan Yan.07  %  23.51  %  4.79  %  23.37  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  6. Terkena KLB ditangani < 24 jam  74  Bayi yang diberi ASI Eksklusif  75  Desa/Kel.55  %  37.22  %  63.20  %  6.42  %  0.94  %  Tabel 43  51.56  %  66.42  %  64.2  Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan  85  Sarkes yang memiliki Labkes  C.94  %  Tabel 47 .27  %  8.76  %  58.3  Perilaku Hidup Masyarakat  86  Rumah Tangga ber­PHBS  87  Posyandu Aktif  C.

 Lampiran  Tabel 47  Tabel 48  Tabel 48  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 50  Tabel 51  Tabel 52  Tabel 52  27  Orang  104  Orang  23  Orang  12  Orang  20  Orang  19  Orang  21  Orang  390  Orang  4  Orang  19  Orang  4  Orang  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 55  Tabel 55  Tabel 55  31.42  %  14.84  %  6.50  %  87.  SUMBERDAYA KESEHATAN  D.35  %  64.060.15  %  56.90  %  No.1  Tenaga Kesehatan  102  Jumlah Tenaga Medis  103  Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan  104  Jumlah Tenaga Farmasi  105  Jumlah Tenaga Gizi  106  Jumlah Tenaga Tehnisi Medis  107  Jumlah Tenaga Sanitasi  108  Jumlah Tenaga Kesmas  109  Jumlah Tenaga Kesehatan  110  Jumlah Tenaga Dokter Spesialis  111  Jumlah Tenaga Dokter Umum  112  Jumlah Tenaga Dokter Gigi  D.3  Sarana Kesehatan  116  Jumlah Desa Siaga  117  Jumlah Polindes  118  Jumlah Posyandu  ANGKA/NILAI  61.416.13  %  88.99  %  Tabel 60  Tabel 60  Tabel 60  41  Desa  45  Polindes  274  Psyd  Tabel 62  Tabel 62  Tabel 62 .32  %  56.76  %  71.18  %  45.77  %  83.89  %  26.2  Pembiayaan Kesehatan  113  Total Anggaran Kesehatan  114  APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota  115  Anggaran Kesehatan Perkapita  D.30  %  224.660  Rp.NO  INDIKATOR  89  Rumah Sehat  90  Keluarga yang diperiksa air bersihnya  91  Keluarga yang memiliki akses air bersih  92  KK memiliki Jamban  93  KK memiliki Jamban Sehat  94  KK memiliki Tempat Sampah  95  KK memiliki Tempat Sampah Sehat  96  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah  97  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat  98  TUPM Sehat  99  Institusi dibina Keslingnya  100  Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes  101  Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes  D.08  %  88.  2.

92  78  16  94  138.795  4.894  4.309  11.394  4. JUMLAH RUMAH TANGGA.49  103.3  44  1.2009)  .757  4.0  131  3.50  250.Ngada (Ngada Dalam Angka.050  29.998  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  RATA­RATA  KEPADATAN  RUMAH  JIWA/RUMAH  PENDUDUK  2  TANGGA  TANGGA  /km  8  9  10  3.992  32.827  7.19  2  JUMLAH  DESA  4  9  18  8  9  7  7  10  6  4  KELURAHAN  5  3  3  0  8  0  0  2  0  0  DESA+KEL.864  34.352  4.318  4.9  48  JUMLAH (KAB/KOTA)  1.TABEL 1  LUAS WILAYAH.14  327.72  82.  JUMLAH DESA/KELURAHAN.656  5.026  4.7  85  Sumber: BPS Kab.388  7.5  97  6.397  5.  DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  LUAS  WILAYAH  (km  )  3  152.0  50  2. 6  12  21  8  17  7  7  12  6  4  NO  KECAMATAN  JUMLAH  PENDUDUK  7  14.930  8.38  91.645  4. JUMLAH PENDUDUK.620.947  14.26  133.6  97  7.94  312.7  25  1.7  139  1.265  4.8  247  1.30  167.

3  91.179  4.431  4.384  838  641  1.268  3.920  3.626  10.216  6.3  93.889  918  2.795  4.726  10.354  31.186  216  >=65  16  543  1.998  JUMLAH PENDUDUK  <1  4  149  385  74  392  144  162  94  76  66  1­4  5  785  1.661  1.929  372  1.193  16. DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDU  K  3  14.4  94.530  14.542  6.292  941  1.760  583  632  1.884  3.992  32.799  16.751  4.864  34.742  3.558  590  948  1.547  67.553  30.193  2.436  8.3  Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota. KELOMPOK UMUR.6  70.6  75.616  71.215  973  1.3  NO  1  KECAMATAN  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  138.309  11.957  7.4  92.329  432  736  695  257  275  LAKI­LAKI (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  6  7  8  1.5  49.015  1.168  212  >=65  9  457  972  225  758  192  278  209  340  116  JML  10  7.013  1.6  79.517  845  1.011  997  2.810  7.947  14.8  96.1  72.9  94.571  7.837  2.248  280  501  217  226  198  290  113  JML  17  7.  RASIO BEBAN TANGGUNGAN.9  90.397  615  852  1.764  3.487  8. RASIO JENIS KELAMIN.5  72.093  5.520  RASIO  RASIO  BEBAN  JENIS  TANG  KELAMIN  GUNGAN  18  19  76.6  64.067  2.246  7.531  977  2.957  3.8  92.642  742  1.388  7.645  502  3.002  473  3.478  <1  11  178  495  89  461  153  148  78  121  87  1­4  12  818  1.050  1.035  65.217  3.399  2.322  804  1.645  15.701  6. Profil Kesehatan Puskesmas  Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3  LAMPIRAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 .747  2.641  380  1.TABEL 2  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN.723  17.930  8.1  97.907  4.7  98.827  7.3  76.241  3.220  3.386  2.353  1.141  16.978  471  679  766  346  286  PEREMPUAN (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  13  14  15  1.947  3.048  2.

589  7.031  4.467  2.533  13.409  2.213  4.681  6.277  682  188  67.542  5.949  3.050  NO  KELOMPOK UMUR (TAHUN)  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  2  < 1  1 ­ 4  5 ­ 9  10 ­ 14  15 ­ 19  20 ­ 24  25 ­ 29  30 ­ 34  35 ­ 39  40 ­ 44  45 ­ 49  50 ­ 54  55 ­ 59  60 ­ 64  65 ­ 69  70 ­ 74  75+  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Profil Puskesmas/Kecamatan  06.109  3.626  12.227  660  123  71.141  8.208  1.720  6.645  6.989  8.175  13.155  2.176  4.504  1.384  10.TABEL 3  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK  LAKI­LAKI  3  1.904  4.932  6.521  2.236  2.311  5.035  LAKI­LAKI+PEREMPUAN  5  3.945  6.429  15.352  12.611  3.510  2.530  6.162  7.495  2.391  5.073  4.578  16.465  7.964  7.965  3.259  1.601  6.342  311  138.LAMP PROF NGD 09 PRINT .015  PEREMPUAN  4  1.810  6.

370  ­  ­  1.367  ­  ­  2.647  ­  ­  ­  11  12  PEREMPUAN  SLTP/  SLTA/  MTs  MA  14  15  AK/  UNIVER  DIPLO  JUMLAH  SITAS  MA  16  17  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.668  50.196  46.210  54.591  .TABEL 4  PERSENTASE PENDUDUK LAKI­LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT  TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  LAKI­LAKI  NO  KECAMATAN  TIDAK/  TIDAK/  BELUM  BELUM  PERNAH  TAMAT  SEKOLAH  SD  3  4  SLTP/  MTs  6  TIDAK/  TIDAK/  SLTA/  AK/ DIPLO  UNIVE  BELUM  BELUM  JUMLAH  PERNAH  TAMAT  MA  MA  RSITAS  SEKOLAH  SD  7  8  9  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.553  ­  ­  ­  SD/MI  5  SD/MI  13  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KAB NGADA  KABUPATEN NGADA  27  182  1401  372  196  134  55  36  214  1382  238  274  192  34  16776  38  18351  39  4923  868  4617  539  819  712  1161  18243  25  21942  12  4581  687  4275  446  702  498  810  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Ngada Dalam Angka 2009  51.

9  105.615  4.576  23.150  5.946  50.6  55.0  31.4  Sumber ; Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2008  .059  4.951  5.1  56.TABEL 5  PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS  PEREMPUAN  %  5  85.940  8.474  LAKI­LAKI  MELEK HURUF  LAKI­LAKI + PEREMPUAN  JUMLAH  9  10.379  516  JUMLAH (KAB/KOTA)  50.1  12.540  2.357  7.225  28.8  34.4  59.5  70.188  3.141  11.799  4.293  MELEK HURUF  %  8  93.800  48.043  4.633  15.690  2.130  2.7  55.0  18.5  19.8  54.460  3.7  6.927  1.132  2.889  3.0  12.264  3.276  8.726  615  13.1  38.5  55.009  52.196  223  7.0  15.134  1.5  58.819  MELEK HURUF  NO  1  KECAMATAN JUMLAH  2  3  5.130  1.0  55.209  1.9  11.7  54.763  2.085  13.786  9.665  14.715  760  204  10  9.512  2.422  1.6  JUMLAH  6  5.0  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  4  4.3  52.6  54.750  28.1  49.530  392  6.784  24.435  12.987  4.504  8.052  5.897  3.552  3.494  619  312  7  5.8  17.146  51.4  11.2  %  11  89.

64  2.63  1.22  2.570  852  1.115  55  3.7  14.03  1.415  1.62  4.603  3.68  JUMLAH BAYI  MATI  8  5  10  5  6  5  6  4  7  5  2  JUMLAH  BALITA 9  1.881  1.321  9  2.24  2.71  1.39  1.9  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi  .TABEL 6  JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  LAHIR HIDUP  LAHIR MATI  4  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  5  6  10  1  8  5  4  6  7  5  3  LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI  LAHIR MATI  6  296  840  141  575  307  244  270  267  118  112  7  2.74  55  17.19  0.246  905  1.461  827  561  JUMLAH  BALITA MATI  10  2  1  1  0  0  1  0  1  2  1  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)  3.170  1.

72  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)  Sumber: Laporan Seksi KIA. Bidang Yankesda Dinas Kesehatan Kab. Ngada  Keterangan:  ­ Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin  + jumlah  kematian ibu nifas  .TABEL 7  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL  JUMLAH LAHIR  KEMATIAN  KEMATIAN  KEMATIAN  JUMLAH  HIDUP IBU HAMIL  IBU BERSALIN  IBU NIFAS  4  5  6  7  8  290  1  1  ­  2  830  2  1  ­  3  140  ­  ­  ­  ­  567  ­  ­  ­  ­  302  ­  ­  ­  ­  240  ­  ­  ­  ­  264  ­  ­  ­  ­  260  ­  1  ­  1  113  ­  1  ­  1  109  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3.115  3  4  ­  7  224.

­ Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi .

53  2.07  82.49  #DIV/0!  NO  KECAMATAN  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  20  40  37  1  ­  ­  5  34  ­  19  27  92  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO PER 100.TABEL 8  JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS  DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK  DIRINCI MENURUT KECAMATAN  TAHUN 2009  JUMLAH  KEJADIAN  KECELAKAAN  3  20  11  1  JUMLAH KORBAN  MATI  4  1  ­  ­  LUKA  BERAT  5  17  ­  1  LUKA  RINGAN  6  126  11  ­  JML  7  144  11  1  ­  ­  25  61  92  ­  % THD  TOTAL  43  3  0  ­  ­  7  18  28  ­  MATI  8  0.94  100  0.00  ­  ­  #DIV/0!  % KORBAN  LUKA  BERAT  9  11.74  ­  #DIV/0!  LUKA  RINGAN  10  87.26  100.81  ­  100.59  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  .00  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  76.60  17.20  1.00  #DIV/0!  JML  11  100  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  100  #DIV/0!  RASIO KORBAN  PER KEJADIAN  KECELAKAAN  12  7.69  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  4.25  1.000 PENDUDUK  129  2  57  275  334  241.00  44.34  100  2.00  1.50  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  20.00  55.00  #DIV/0!  #DIV/0!  1.

64  ­  100.00  100.00  63. DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TB PARU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  AFP    <  15 TH  4  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  KLINIS  5  46  100  63  20  12  4  124  19  36  2  (+)  6  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  DIOBATI  SEMBUH  7  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  8  3  5  2  6  1  1  7  ­  3  1  PNEUMONIA  %  JML  JML PEND  BALITA  % BALITA  DITANGANI  DITANGANI  SEMBUH  PENDERITA  BALITA  9  100.00  50. di wilayah kerja Watukapu. Natarandang dan Maronggela melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Waepana  .67  54.55  50.  % TB PARU SEMBUH.50  66.00  10  18  11  22  66  2  17  29  4  20  5  11  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  12  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  ­  ­  426  47  47  29  61.70  194  169  169  100  Sumber: Laporan Program TB Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  LB1 Puskesmas Tahun 2009  Keterangan:  Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Pasien TB (+).TABEL 9  AFP RATE.00  62.

488  18.0  100.0  100.0  100.0  100.0  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  15  15  100  63  63.80  44. INFEKSI MENULAR SEKSUAL.0  100.0  2  100.00  42.0  3  100.97  16  100.26  44.0  0  0.33  63.0  100.437  1.80  45.0  100.76  100.0  100.437  57.02  1.52  9  100  2.0  100.31  58.0  3  100.22  59.0  0  #DIV/0!  0  #DIV/0!  1  100.0  7  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  8  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  9  100  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  100  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  10  ­  2  0  4  2  1  0  ­  ­  ­  11  2  0  4  2  1  0  12  0  100  0  100  100  0  #DIV/0!  0  0  0  13  166  404  157  504  133  130  258  302  265  169  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  15  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  48.16  62.TABEL  10  HIV/AIDS.0  0  #DIV/0!  1  100.0  Sumber:Laporan Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Bidang Kesmas Dinas Kesehatan  Ket:  ­ Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Kasus HIV/AIDS adalah Kasus HIV yang masih hidup dari tahun 2003 dan yang ditemukan baru tahun 2009  . DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  HIV/AIDS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JML  KASUS  %  DITANGANI  IMS  JML  KASUS  %  DITANGANI  DBD  JML  KASUS  %  DITANGANI  DIARE  JML  KASUS  JML  DIARE  PADA  BALITA  DIARE  PADA  BALITA  DITANGANI  %Diare  Balita  %  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  0  0  0  0  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  5  2  0  3  0  1  3  0  0  1  5  6  5  100.14  100.00  100  9  6.

00  100.07  ­  38.62  72.188  579  732  3.00  100.346  544  540  229  % DIOBATI  8  100.31  42.00  100.00  100.838  511  4.00  100.00  100.742  142  2.736  347  732  2.055  345  539  229  POSITIF  5  3.272  1.452  232  ­  1.83  38.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK  10.46  18.633  100.721  77.126  2.58  36.58  0.00  100.21  34.00  100.66  7.19  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KLINIS  4  1.67  40.854  1.912  57.TABEL 11  PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  MALARIA  % POSTIF  6  63.291  199  1  ­  DIOBATI  7  5.096  369  1.00  Sumber: Laporan Bulanan Penemuan & Pengobatan Malaria Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Ket :  API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)  AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)  .00  100.

 Penderita MB tahun X ­ 2  X = tahun 2009  .TABEL  12  PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  KUSTA  % RFT PB  PEND MB  6  7  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  PEND PB  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT PB  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT MB  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % RFT MB  9  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  Sumber: Laporan  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan : Penderita PB tahun X ­ 1.

  FILARIASIS  JUMLAH  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  DITANGANI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % DITANGANI  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB1 Puskesmas Tahun 2009  ­  ­  #DIV/0!  .TABEL 13  KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PENDERITA PENY.

 Laporan Tahunan Bidang Kesmas Tahun 2009  .TABEL 14  JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KASUS  PD3I  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  DIFTERI  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PERTUSIS  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  NEONATORUM  CAMPAK  8  POLIO  9  HEPATITIS B  10  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.

 Profil Puskesmas Tahun 2009  .37  JML BAYI  7  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  KUNJ  8  254  710  126  379  244  163  290  251  134  122  %  9  77.31  77.95  74.41  3.08  3.74  BAYI  BAYI LAHIR  JML LAHIR  %  DITIMBANG  HIDUP  DITIMBANG  10  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  11  282  800  128  564  251  218  264  214  80  92  12  97  96  91  99  83  91  100  82  71  84  BBLR  13  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  % BBLR  14  3.83  1.06  1. BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NEONATUS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  287  823  135  562  298  237  261  254  110  107  KN2  5  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  6  82.10  1.57  1.89  1.226  72.115  2.30  66.074  2.55  71.65  90.68  80.84  85.96  78.507  2.92  6.68  77.73  54  100  Sumber: Laporan Bidang Yankes 2009.22  3.32  0.673  76.00  80.19  1.58  79.893  92.88  93.54  84.91  79.87  54  1.09  56.TABEL   15  CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS.81  53.20  64.83  BBLR  % BBLR  DITANGANI  DITANGANI  15  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  16  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.31  54.

881  1.58  1.68  6.51  4.42  67.97  2.02  9.42  72.78  2.88  % BALITA BGM  7  45  105  30  66  65  37  31  41  32  32  BGM  11  3.47  67.07  5.41  6.TABEL 16  STATUS GIZI  BALITA DAN JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BALITA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  BALITA  YANG  DITIMBANG  BB NAIK  ADA  4  1.832  763  1.52  2.55  56.51  10  62.78  74.29  77.570  852  1.45  92.16  ­  0.84  55.288  2.461  827  561  5  1.89  90.68  1.19  1  .42  8.97  2.76  70.388  484  898  21  76.53  0.35  73.38  3.35  5.09  0.944  7.87  5.15  74.603  3.99  3.47  0.63  3.060  919  640  1.21  0.09  17.52  0.10  0.28  6.60  4.71  3.93  6.19  13  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  5.19  68.35  79.87  9.17  KEC  Prev  BEBAS  Gizi  Gizi  Gizi  RAWAN  Buruk  Kurang/K  Buruk/  urus  Kurus Skli  GIZI  +Kurang  4.48  4.415  1.33  89.061  565  786  684  494  710  772  414  98  Gizi  Gizi  Kurang/K  Buruk/  DITIMBANG  BB NAIK  urus  Kurus Skli  8  78  356  20  105  19  24  62  52  144  38  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  9  80.77  12  0.12  4.037  1.138  748  519  6  804  2.56  17.35  18.43  77.05  74.65  4.72  73.49  3.246  905  1.321  10.11  0.97  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH (KAB/KOTA)  14.27  0.23  7.

NIFAS  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  292  820  140  570  307  244  268  265  116  112  81.39  91.43  98.33  52.007  163  702  314  245  452  313  144  141  %  6  93.79  JUMLAH (KAB/KOTA)  4. K4).33  76.20  30.24  72.1  87.16  80.TABEL 17  CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1.34  100.14  52.49  81.0  54.915  83.14  50.134  2.226  71.9  90.21  55.48  JUMLAH  9  293  830  140  570  307  244  268  266  117  112  IBU BERSALIN  DITOLONG  NAKES  10  282  800  128  564  251  218  268  214  80  92  %  11  96.14  JUMLAH  IBU NIFAS  MENDAPA  T  YAN. PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  IBU HAMIL NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  466  1.95  81.38  82.674  3.9  63.00  80.46  62.25  96.97  54.03  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .06  3.70  57.8  2.146  255  779  385  457  452  313  263  158  K1  5  434  1.0  100.76  89.53  40.34  76.2  K4  7  243  863  93  428  170  123  138  126  48  74  %  8  55.06  60.45  68.90  3.26  33.6  53.1  81.147  2.13  85.6  100.897  92.8  89.306  58.99  85.

20  ­  74.715  64.34  JUMLAH  DIPERIKSA  10  1.85  78.513  2.037  1.00  SISWA SD/MI  SISWA SMP/SMU  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  14.993  2.102  1.42  22.06  54.407  230  1.23  96.115  3.72  73.150  3.TABEL 18  CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA.794  1.423  1.446  5.881  1.33  89.193  1.29  77.87  ­  ­  19.53  91.832  763  1.185  23.138  748  519  %  6  80.18  100.944  76.395  951  8  2.96  35.288  2.45  92.351  745  %  9  87.288  1.060  919  640  1.570  852  1.36  95.141  5.30  ­  10.07  9.967  14.461  827  561  5  1.321  10.200  1.00  17.88  .35  73.096  ­  25  ­  ­  ­  195  182  513  174  %  12  98.27  100.260  361  174  997  894  539  174  11  1.56  20.415  1.35  79.246  905  1.55  56.603  3.476  1.151  2. PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  ANAK BALITA (PRA SEKOLAH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIDETEKSI  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.51  JUMLAH  DIPERIKSA  7  2.89  90.150  631  740  ­  1.76  70.

81  81.886  1.05  .212  4.98  83.69  65.348  2.41  82.58  8.66  11.224  1.736  1.92  20.877  1. PESERTA KB.216  912  1.018  3. PESERTA KB BARU.94  67.002  4.275  3.44  16.703  71.99  65. DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PESERTA KB BARU  JUMLAH  5  372  436  253  391  292  240  454  227  170  %  6  18.08  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH PUS  4  2.27  21.66  79.70  14.87  8.835  13.02  21.59  21.652  1.118  1.96  73.395  787  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  20.TABEL  19  JUMLAH PUS.695  2.60  PESERTA KB AKTIF  JUMLAH  7  1.024  646  %  8  63.070  2.

Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota .

016  660  680  725  630  416  7  174  573  282  251  131  277  724  255  197  8  68  117  62  62  24  53  49  44  18  9  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  11  1.05  ­  13  1.63  3.77  27.024  646  12  7.58  11.65  17.06  9.82  4.94  6.018  3.65  45.480  382  1.34  19.71  24.80  6.51  16.520  2.21  2.40  16  13.59  72.85  6.01  2.703  14.32  6.63  6.15  ­  15  41.91  37.09  1.83  2.16  41.50  17  5.30  2.37  44.37  41.76  61.05  2.864  497  ­  ­  14.08  20.226  59  220  108  62  ­  4  23  210  18  570  19  76  25  11  15  5  389  537  163  91  19  346  105  22  ­  6  531  1.12  6.32  14  30.672  6.60  1.275  3.38  ­  ­  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .48  3.33  3.08  4.52  10.52  31.216  912  1.TABEL 20  JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB AKTIF  NON MKJP  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  KONDOM  % PESERTA KB AKTIF  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  MKJP  IUD  MOP/  MOW  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  NON MKJP  KONDOM  NO  KECAMATAN IUD  MKJP  MOP/  MOW  OBAT  VAGINA  OBAT  VAGINA  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  90  307  111  1.736  1.07  2.36  16.224  1.66  16.80  14.72  2.90  30.77  41.77  17.22  6.70  7.44  1.652  1.90  38.52  64.183  967  1.51  1.79  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  2.93  2.47  13.

70  0.27  22.29  ­  ­  IMP  LANT  14  26.02  12.70  36.43  20.37  18.94  PIL  16  4.94  14.28  20.45  20.11  23.83  43.29  68.47  ­  17  13.12  62.885  1.24  43.50  22.598  15.57  6.17  15.92  46.09  4.27  ­  ­  ­  ­  9.61  19.33  26.59  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  LAIN  NYA  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  MKJP +  NON  MKJP  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  422  47  347  1.6578  12.46  ­  10.13  22.97  5.55  8.236  440  343  ­  ­  2.16  31.91  20.19  17.42  10.44  44.47  OBAT  KONDOM  VAGINA  IUD  12  16.75  4.835  14.52  12.41  ­  ­  % PESERTA KB BARU  NON MKJP  SUN  TIK  15  38.92  4.50  9.17  5.42  15.88  7.TABEL 21  PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB BARU  NO  KECAMATAN  IUD  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  63  63  51  123  ­  25  46  51  ­  MKJP  MOP/  MOW  4  1  ­  ­  ­  ­  22  24  ­  ­  NON MKJP  IMP  LANT  5  99  85  58  16  12  57  20  ­  ­  SUN  TIK  6  143  193  58  181  199  74  199  82  107  PIL  7  17  28  38  48  60  20  120  47  62  MKJP +  LAIN  NON  OBAT  KONDOM  MKJP VAGINA  NYA  8  9  10  11  49  ­  ­  372  67  ­  ­  436  48  ­  ­  253  23  ­  ­  391  21  ­  ­  292  42  ­  ­  240  45  ­  ­  454  47  227  1  170  MKJP  MOP/  MOW  13  0.0988  0  0  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .83  36.15  30.

TABEL 22  PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  DESA/KEL UCI 5  8  20  8  10  7  3  5  7  6  3  % DESA/KEL UCI  6  66.86  71.24  100.00  100.00  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  77  81.33  100.00  75.67  95.43  58.00  100.00  42.91  .

Sumber:Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Dinas Kesehatan .

61  271  87.61  232  65.06  147  41.32  65.61  554  62.88  243  84.370  67.507  2.48)  2.54  513  90.43  82.88  202  68.31  15.97  197  68.92  197  68.90  69.70  113  65.76  235  66.97  JUMLAH (KAB/KOTA)  % BAYI DIIMUNISASI LENGKAP  3.29)  72.76  39  11.96  192  64.52  98  64.43  238  72.17  Sumber : Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Tahun 2009  Ket : Watukapu melayani imunisasi bayi dari waepana maupun natarandang di daerah perbatasan desa  .54  87.08  113  65.06  220  76.90  200  64.03  10.00  101  66.43  687  78.25  88  57.77  73.42  226  72.14  88.01  187  62.76  76.05  16  10.70  31  18.845  81.16  249  87.48  137  24.55  191  61.41  19.41  771  87.05)  (18.34  85.61  2.07  489  55.58  81.587  73.58  2.87  (1.91  141  40.32  137  84.12  2.15  2.14  157  96.02  129  75.97  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  RSUD BAJAWA  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  BCG  JUMLAH  5  306  714  144  485  251  227  257  244  113  104  %  6  93.52  228  73.87  263  80.TABEL  23  PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH  BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  IMUNISASI  DPT1+HB1  DPT3+HB3  POLIO 4  CAMPAK  HB Neonatus  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  256  78.37  418  73.33  433  76.05  151  92.70  67.78  191  58.95  655  74.757  78.46  885  DO  (%)  17  7.77  2.01  83  54.65  163  54.469  70.57  2.72  468  82.88  82  27.64  113  69.57  129  79.460  70.70  113  65.89  (17.29  271  82.40  6.

67  29.00  70.293  996  456  1.570  852  1.39  100.85  84.415  1.33  100.415  1.89  43.83  21  21  100  .94  50.461  827  561  MENDAPAT  VIT A 2X  BALITA GIZI BURUK  JUMLAH  10  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  MENDAPAT  PERAWATA  N  %  9  69.881  1.144  70.01  85.225  702  244  11  2  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  254  105  41.80  68.33  33.71  75.49  %  12  100  #DIV/0!  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  8  1.603  3.74  55.TABEL  24  CAKUPAN BAYI.0  23.964  731  1.33  23.118  1.13  ANAK BALITA (1­4TAHUN)  JUMLAH  7  1.17  28.246  905  1.00  66.34  14.321  10. BALITA  YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  BAYI BGM  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  4  35  36  30  30  33  15  10  9  24  32  MP ASI  5  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  %  6  25.00  83.74  79.

27  . Fe3  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  IBU HAMIL  4  466  1.48  42.630  56.55  33.24  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  Fe3  JUMLAH  7  254  762  120  392  295  130  202  230  113  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  %  8  54.49  47.45  44.69  73.51  66.48  45.674  2.90  61.18  2.70  53.25  89.18  54.51  69.10  73.146  255  779  385  457  452  313  263  158  Fe1  JUMLAH  5  254  801  156  461  210  154  240  230  119  141  %  6  54.62  28.97  83.18  59.32  76.766  59.TABEL 25  JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN  TABLET Fe1.06  50.54  132  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  4.

58  0.34  ­  15.TABEL 26  JUMLAH WANITA USIA SUBUR DENGAN STATUS IMUNISASI TT  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TT 1  JML  5  280  602  212  298  182  187  328  202  134  111  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  BUMIL  4  466  1.09  52.25  47.26  1.71  4.42  TT 5  %  12  JML  13  83  42  12  32  32  21  96  48  ­  25  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JML  7  54  413  41  199  107  91  12  133  174  29  JML  9  81  99  94  34  50  66  85  30  ­  37  JML  11  86  52  50  53  21  19  146  23  ­  24  %  14  17.19  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.81  9.82  18.92  72.79  19.00  23.146  255  779  385  457  452  313  263  158  TT 2  %  6  60.95  70.16  18.61  6.44  18.80  5.54  19.14  38.04  16.66  4.57  64.27  40.54  50.536  54.35  ­  15.91  2.36  12.674  2.45  4.24  15.49  66.81  576  12.53  83.37  Sumber: Laporan Program Imunisasi Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .59  36.11  8.38  8.30  7.86  4.55  27.25  TT 3 %  8  11.81  3.45  4.32  474  10.60  21.64  36.08  25.14  391  8.253  26.65  42.16  32.35  TT 4  %  10  17.31  4.99  14.

TABEL 27  PERSENTASE  AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK  NO 1  1  RUMAH SAKIT  2  PUSKESMAS  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  NATARANDANG  MARONGGELA  RIUNG  SARANA PELAYANAN KESEHATAN  2  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  %  8  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  3  4  6  7  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )  .

76  100.38  13  2.674  299  6.31  3.88  1.10  13  5.03  0.16  50  8.62  87.83  JUMLAH  12  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.15  0.TABEL 28  JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  BUMIL RISTI/  KOMPLIKASI  BUMIL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  IBU HAMIL 4  466  1.90  28  100  Sumber:Laporan Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Yankes Tahun 2009  .19  10  2.146  255  779  385  457  452  313  263  158  JUMLAH  NEONATAL  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  5  66  102  13  41  13  10  12  26  8  8  %  JUMLAH  6  7  14.43  0.83  0.90  102  5.50  100  9  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  JUMLAH  10  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  11  1.38  1.06  8  %  8  75.31  22  3.96  1.115  28  0.04  7  5.71  0.66  0.00  100  100  100  100  83.40  276  92.33  84.26  41  3.65  10  8.

LAINNYA  5  2  40.00  .00  5  SARANA YANKES.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2009  16  8  50.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  3  RUMAH SAKIT KHUSUS  ­  ­  #DIV/0!  4  PUSKESMAS  10  5  50. GADAR  JUMLAH  4  %  5  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  100.TABEL 29  PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH SARANA  3  MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN.

00  Sumber: Laporan Seksi Penanggulangan Wabah Bidang Kesmas Tahun 2009  .00  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  1  1  100.TABEL 30  JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  DESA/KEL TERKENA KLB  DITANGANI  JUMLAH  %  <24 JAM  5  6  7  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  1  1  100.

551  YANG TERSERANG  JUMLAH  PENDERITA  6  24  JUMLAH  KEMATIAN  7  1  ATTACK  RATE  (%)  8  1.17  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Laporan Tahunan Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2009  Jumlah penderita adalah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR)  .55  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  NO  JENIS KEJADIAN LUAR BIASA 1  2  1  Kematian Rabies  CFR (%)  9  4.TABEL 31  JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN  SERTA JUMLAH KECAMATAN DAN DESA YANG TERSERANG KLB  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDUK  JUMLAH KEC  JUMLAH DESA  TERANCAM  3  4  5  1  1  1.

45  92  56.55  34  19.48  73  24.91  444  50.77  70  45.75  NO  KECAMATAN 2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  3.TABEL 32  JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BAYI YANG DIBERI  ASI EKSKLUSIF  JUMLAH  %  5  6  173  52.58  157  50.91  193  67.507  1.44  266  46.606  45.65  104  29.79  .

TABEL 33  PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH DESA/KEL  DG GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  % DESA/KEL DG  GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH DESA/KEL  DISURVEI 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  2  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  5  ­  8  2  3  2  ­  7  ­  ­  ­  6  ­  38.00  28.00  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009.40  .00  30. Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  94  22  23.10  25.57  ­  100.

79  48.794  1.597  63.27  100.446  5.993  2.151  66.423  1.00  54.41  0.150  890  812  ­  1.72  .33  0.200  1.37  #DIV/0!  62.87  ­  11  294  926  335  890  399  ­  569  950  360  ­  12  224  683  118  630  193  ­  353  950  ­  ­  13  76.993  1.TABEL 34  PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN DASAR GIGI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  TUMPATAN  PENCABUTA  GIGI  N GIGI  TETAP  TETAP  JUMLAH RASIO  TAMBAL/  CABUT  JUMLAH  MURID SD  UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF)  MURID SD/MI DIPERIKSA  JUMLAH  %  MURID SD/MI  JUMLAH  %  PERLU  MENDAPAT  MENDAPAT  PERAWATAN  PERAWATAN  PERAWATAN  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  13  54  ­  27  4  ­  28  4  ­  ­  5  156  185  23  66  24  4  84  45  17  ­  6  169  239  23  93  28  4  112  49  17  ­  7  0.17  ­  0.22  22.00  25.150  3.967  14.366  5.33  38.73  91.76  35  70.63  ­  100.288  1.102  1.00  ­  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/ KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  130  604  734  0.09  ­  #DIV/0!  8  2.513  2.04  100.19  73.395  951  9  2.23  64.193  905  ­  10  96.29  ­  0.723  3.56  4.08  0.

TABEL 35  JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PENYULUHAN KESEHATAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH SELURUH  KEGIATAN  PENYULUHAN  KELOMPOK  JUMLAH  KEGIATAN  PENYULUHAN  MASSA  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  367  23  228  415  266  64  206  430  288  96  5  22  6  1  ­  30  4  10  7  19  12  6  389  29  229  415  296  68  216  437  307  108  SUB JUMLAH I  1  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  2  Rumah Sakit  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.494  ­  ­  2.383  111  2.494  .383  111  2. Profil Puskesmas Tahun 2009  2.

81  67.309  11.60  54.050  6.142  13.826  8.571  2.000  5.947  14.23  52.14  66.055  7.465  8  184  231  235  1.80  72.495  3.992  21.14  57.864  34.TABEL  36  CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  PENDUDUK*  4  14.795  4.791  6.388  7.222  5.86  57.093  925  557  930  1.66  64.393  JAMSOSTEK  JAMKESM  JAMKES  JAMKES  AS  DA  DINSOS  (PUSAT)  JUMLAH  9  8.098  52.812  4.998  ASKES  5  485  3.28  50.986  41.820  5.154  5.415  4.885  1.811  17.526  8.800  3.208  3.389  6.23  34.93  ­  ­  56.827  7.511  449  300  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  PERSENTASE  Sumber: Laporan Jamkesmas Tahun 2009  138.23  38.23  Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut kecamatan  .406  6.300  5.521  4.386  %  10  59.404  11.28  8.75  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  792  310  478  492  390  472  7  8.307  2.

00  100.611  3.76  68.00  46.730  4.91  117.93  116.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  65.00  100.01  0  0  0  0  0  0  0.348  7.00  100.00  100.079  6.998  2.184  2.MISKIN  JUMLAH BAYI  BGM MENDAPAT MP­  ASI  MASY.55  Rawat  Inap  9  251  ­  ­  ­  ­  ­  ­  41  ­  ­  %  3.789  3.00  70.00  100.914  6  100.406  5.73  53. Profil Puskesmas Tahun 2009  .534  71.00  70.55  Sumber: Laporan Seksi Jaminan Kesehatan Tahun 2009.79  65.00  100.303  5.603  3.286  65.406  5.MISKIN  BGM  JUMLAH  12  %  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  11  10  27  10  15  23  15  10  6  7  9  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  13  90.03  79.055  7.582  3.348  7.326  14.MISKIN  BAYI MASY.00  100.00  100.TABEL  37  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  MASYARAKAT  MISKIN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  DICAKUP  JAMKESMAS (Pusat &  JUMLAH YANG  Daerah) ADA  JUMLAH  %  4  8.326  14.818  2.00  100.00  100.102  3.83  100.102  3.818  2.45  132  105  79.33  71.508  5.25  48.055  7.508  5.079  6.00  100.085  %  8  75.40  45.305  7.53  0  0  PELAYANAN BAYI MASY.00  MENDAPAT YANKES  Rawat  Jalan  7  6.286  100.67  47.00  100.00  46.074  8.00  100.28  292  0.914  5  8.730  4.

00  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  .TABEL 38  PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN KESEHATAN KERJA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH PEKERJA  FORMAL  4  JUMLAH YANG  DILAYANI  5  ­  %  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  #DIV/0!  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  2  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  130  130  311  451  311  451  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 892  892  100.00  100.

150  795  ­  ­  506  235  2.34  JUMLAH  10  2.06  36.33  62.11  31.84  93.291  1.857  780  426  DILAYANI  KES  %  6  80. Profil Puskesmas Tahun 2009  .059  780  2.55  22.238  1.031  1.15  64.32  ­  ­  31.598  3.11  ­  ­  27.60  %  12  75.285  4.58  ­  ­  35.40  6.19  6.20  39.91  74.308  37.68  81.489  309  ­  ­  235  140  1.022  408  66  8  661  486  ­  ­  271  95  887  750  209  42  11  2.332  8.970  1.52  98.31  67.20  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.401  51.852  5.972  864  356  1.907  31.TABEL 39  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PRA USILA (45­59 TH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.091  498  292  DILAYANI  KES  USILA (60TH+)  JUMLAH  7  979  493  505  1.10  25.629  650  3.734  4.772  617  108  JUMLAH (KAB/KOTA)  15.42  32.15  97.552  1.57  95.35  5  1.831  5.059  765  294  1.321  766  282  134  DILAYANI  KES  PRA USILA DAN USILA  %  9  67.93  22.94  14.42  79.125  1.

TABEL 40  CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  WUS DI DESA/KEL.517  2.186  JUMLAH YANG  DIBERI KAPSUL  YODIUM  % YANG DIBERI  KAPSUL YODIUM  7  ­  ­  ­  ­  71.558  1.121  6.693  1.193  2.889  3.35  .353  8.419  2.33  ­  ­  ­  ­  16.921  200  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Profil Puskesmas Tahun 2009  94  33.268  2.002  6. ENDEMIS SEDANG & BERAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  ENDEMIS 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  JUMLAH WUS  5  3.86  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  1.760  1.

. (sebutkan)  ­  ­  ­  .TABEL 41  PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV­AIDS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  DONOR DARAH  NO  1  UNIT TRANSFUSI DARAH  2  JUMLAH  PENDONOR  3  JML SAMPEL  DARAH DIPERIKSA  4  JML POSTIF  HIV/AIDS  5  % POSITIF HIV­  AIDS  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH  Sumber: …………….

 PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KUNJUNGAN  RAWAT JALAN  3  22.925  15.971  4. RAWAT INAP.577  9.571  ­  ­  161.937  8.168  7.925  15.577  9.549  18.822  138.971  KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA  JUMLAH  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  %  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  NO  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  SARANA PELAYANAN  KESEHATAN  2  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II  1  Sarana Yankes lainnya  JUMLAH (KAB/KOTA)  JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA  JUMLAH PELAYANAN  CAKUPAN KUNJUNGAN (%)  156.576  10.296  7.400  23.120  34.571  ­  23.843  34. sudah termasuk dengan kunjungan puskesmas di wilayah BP Swasta  kecuali Puskesmas Waepana tidak termasuk kunjungan ke BP  .149  138.218  137.22  Sumber:LB4 Puskesmas Tahun 2009  Ket : kunjungan ke sarana yankes lainnya (BP Swasta).600  18.492  2.TABEL  42  JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN .438  21.098  5.576  10.050  4.050  113.438  21.098  5.218  138.600  RAWAT INAP  4  723  ­  ­  ­  ­  ­  ­  128  ­  ­  851  4.11  5.492  2.971  JUMLAH  5  22.937  8.

94  Sumber : Laporan Tahunan Dinas Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009  Ket : Kemampuan Labkes : Mampu menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan sesuai standar  4 spesialis dasa : pelayanan kandungan dan kebidanan. penyakit dalam dan anak  .00  100.67  4  PUSKESMAS  10  7  70.TABEL 43  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH YANG MEMILIKI  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH  3  LABKES  4  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  5  % YANG MEMILIKI  LABKES  6  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  7  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  1  100.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  3  Lab Swasta/BP Swasta  6  1  16. bedah.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  17  9  1  52.

TABEL 44  KETERSEDIAAN OBAT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  1  1  2  3  4  5  6  JENIS OBAT*  2  KEBUTUHAN  3  KETERSEDIAAN JUMLAH  4  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten  Ket :  * Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar  .

61  72.00  78.803  51.TABEL 45  PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH TANGGA  NO  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  KECAMATAN  2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DIPANTAU  4  550  650  200  250  350  200  545  250  300  200  BER PHBS *  5  35  266  200  185  274  98  363  180  162  40  %  6  6.00  74.00  66.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.495  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.36  40. Laporan Tahunan Bidang PSDK Tahun 2009  1.00  20.29  49.00  54.92  100.59  .

33  12  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  13  100  100  100  100  88  100  100  100  100  100  %  POSYANDU  AKTIF  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  14  50.62  ­  22.16  88.79  11.68  22.22  18.00  1.56  15.33  PERSENTASE POSYANDU  MADYA  10  46.99  Sumber: Laporan Bidang PSDK Dinas Kesehatan Tahun 2009  .18  41.33  PURNAMA  MANDIRI  JUMLAH  11  50.36  16.79  11.43  71.85  69.00  1.78  11.54  34.33  61.56  21.67  73.22  18.18  41.TABEL 46  JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH POSYANDU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PRATAMA  MADYA  4  1  17  4  ­  ­  4  5  5  4  2  5  13  46  12  23  14  9  9  31  10  2  PURNAM  MANDI  JUMLAH  PRATAMA  A  RI  6  14  1  3  3  9  ­  4  8  10  11  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  8  28  64  19  26  23  13  18  44  24  15  9  3.99  ­  100  22.62  ­  22.67  13.00  70.57  26.05  ­  ­  30.56  15.33  JUMLAH (KAB/KOTA)  42  169  63  ­  274  15.46  53.67  13.77  27.45  41.54  34.67  73.23  50.88  63.

752  24.49  47.304  657  1.469  1.77  69.172  773  25  %  SEHAT  8  61.55  100.75  81.573  3.50  SELURUHNYA  DIPERIKSA  4  5  2.96  12.861  2.17  84.11  68.40  39.994  1.304  1.45  81.357  959  200  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  27.94  15.79  70.627  1.312  1.86  JUMLAH  SEHAT  7  1.47  56.587  1.92  95.51  20.418  2.405  87.50  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  : Profil Puskesmas Tahun 2009  .748  4.830  6.651  2.627  1.651  1.592  6.308  3.849  2.17  86.TABEL 47  PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  JUMLAH  %  DIPERIKSA  6  98.039  2.768  1.399  676  2.24  85.435  4.008  61.69  47.00  95.25  65.

 Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .120  ­  25  ­  8  10  ­  183  ­  ­  150  11  ­  ­  ­  6  11  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  12  ­  252  ­  ­  ­  ­  ­  23  ­  1  13  3.265  7.12  79.00  100.763  100  57.758  1.00  0.205  2.41  100.702  81.00  16  1.656  2.00  7  3.TABEL 48  PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  LEDENG  LEDENG  JUMLAH  PAH  SGL  SPT  SPT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  JUMLAH  %  KELUARGA  KELUARGA  KELUARGA  YANG ADA  DIPERIKSA  DIPERIKSA % AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  JUMLAH  20  88.13  88.16  15  0.01  4.499  0  0  23.68  1.63  3.00  0.00  99.08  7.00  0.136  650  152  1.08  Sumber: 1.575  87.27  0.00  0.27  100.00  73.877  2  1.00  0.00  0.352  25.00  0.95  2.694  4.37  0.00  44.205  3.5  98.000  815  14  98.323  1.005  100  100  76.757  4.923  92.29  50.00  1.00  0.057  7.318  1.00  0.237  0  0  0  0.63  0.136  500  141  1.69  0.86  80.645  1.626  94. Ngada Dalam Angka 2009  2.05  0.694  4.25  0.43  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.394  1.07  0.00  0.191  97.31  0.197  350  ­  276  22.00  0.00  0.397  3.50  0.265  7.884  1.00  0.47  0.378  1.00  100.00  82.527  975  800  8  9  2  40  ­  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1.44  99.670  1.78  96.446  750  1.015  6.694  4.205  1.49  100.77  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.00  20.766373  20.00  0.136  2.318  1.00  100.00  93.357  1.00  41.026  6  100.736  PAH  SGL  18  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  19  0.00  52.00  0.026  5  3.95  0.98  17  0  2.136  1.43  45.

00  0.28  30.00  5.161  384  ­  13  14  30.656  2.02  61.04  53.205  3.694  4.96  3.108  2.318  1.357  1.026  6  2.18  83.394  1.265  7.506  2.446  750  1.318  1.0  839  203.575  1.916  26.51  92.442  73.00  #DIV/0!  0.83  85.318  1.033  73.35  0.53  650  45.843  4.86  74.91  0.159  2.76  71.694  4.92  773  100.318  1.357  1.645  1.476  414  53  12  136  79  650  1.357  1.00  0.525  2.32  JUMLAH  SEHAT  17  5  13  2  888  ­  ­  908  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.694  4.617  Sumber: 1.89  25.265  7.143  75.02  100.15  % KK  MEMILIKI  6.409  5.00  36.90  9  59.00  #DIV/0!  174.82  59.78  4.00  15  3.34  10  3.833  83.00  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.265  7.TABEL 49  KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JAMBAN JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  % SEHAT  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH KK  TEMPAT SAMPAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  PENGELOLAAN AIR LIMBAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  56.378  1.33  16.378  1.335  179.757  4.136  2.32  13.33  50.446  750  1.44  74.222  ­  ­  18  19  0.026  16  6  67  6  30  241  41  4  1.352  25.62  87.446  750  1.917  78.84  25.73  43.75  5. Ngada Dalam Angka 2009  2.136  1.00  #DIV/0!  3.205  3.68  51.00  25  72. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .0  55.35  64.575  6.33  0.83  676  74.397  3.136  1.74  0.026  5  3.026  11  990  ­  ­  152  650  ­  2.0  0.318  13.447  1.17  0.256  3.17  2.758  1.07  56.33  1.205  3.67  0.97  45.14  1.378  1.136  1.47  0.00  #DIV/0!  0.248  650  1.575  21.67  0.83  72.00  0.357  748  7  8  1.265  7.519  1.94  71.

00  96  95  52  54.00  ­  #DIV/0!  16  ­  ­  ­  85  ­  ­  56  ­  2  ­  17  ­  ­  ­  85  ­  ­  39  ­  2  ­  18  ­  ­  ­  44  ­  ­  22  ­  ­  ­  20  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  51.41  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  21  12  17  1  160  ­  1  61  20  4  ­  22  12  13  1  160  ­  1  44  20  4  ­  4  6  ­  ­  ­  2  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  22  21  21  100.08  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  2  2  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  5  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  6  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  7  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  7.00  #DIV/0!  #DIV/0!  8  8  13  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  9  8  12  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  10  8  ­  ­  34  11  100.69231  0  55  #DIV/0!  0  59.00  100.00  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  50.76  #DIV/0!  #DIV/0!  56.00  75.74  15  13  4  30.97  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  12  2  2  1  2  ­  1  1  4  2  ­  13  2  ­  1  2  ­  1  1  4  2  ­  14  2  ­  ­  ­  15  100.00  ­  #DIV/0!  53.00  #DIV/0!  100.77  143  126  66  52.TABEL 50  PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  HOTEL  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  RESTORAN/R­MAKAN  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  PASAR  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  TUPM LAINNYA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  JUMLAH TUPM  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  24  100.0909  80  0  #DIV/0!  56.38  276  255  Sumber: Laporan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  JUMLAH  SEHAT  23  12  1  ­  88  ­  ­  26  16  ­  ­  143  .

TABEL 51  PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  SARANA KESEHATAN  SARANA PENDIDIKAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  SARANA IBADAH  PERKANTORAN  SARANA LAIN  JUMLAH  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  14  28  9  7  6  9  6  10  6  5  5  14  26  9  7  6  9  5  10  6  5  6  100  92.25  100  100  54.0  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  19  106  220  40  97  40  48  51  80  51  27  20  106  148  40  97  24  48  51  80  51  27  21  100  67  100  100  60  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009  : Profil Puskesmas Tahun 2009  100  97  97.457  5  5  100  760  672  88.46  100  100  0  100  100  100  100  100  13  43  91  10  49  11  11  15  15  9  4  14  43  43  10  49  6  11  15  15  9  4  15  100  47.00  259  251  96.911  141  114  80.86  100  100  100  100  83.33  100  100  100  7  32  64  12  31  20  17  23  30  18  12  8  32  64  12  31  12  17  23  30  18  12  9  100  100  100  100  60  100  6  100  100  100  10  15  39  9  10  3  11  6  24  18  6  11  15  15  9  10  ­  11  6  24  18  6  12  100  38.42  .851  258  205  79.55  100  100  100  100  100  16  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  17  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  18  100.

00  #DIV/0!  42.435  %  6  87.651  2.039  1.TABEL  52  PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  RUMAH/BANGUN  AN YANG ADA RUMAH/BANGUNAN  DIPERIKSA  JUMLAH  5  2.17  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RUMAH/BANGUNAN  BEBAS JENTIK  JUMLAH  7  1.200  606  %  8  48.23  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  4  2.573  2.587  959  JUMLAH ( KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  Ket : Tidak Dilaporkan  27.935  14.418  3.500  1.38  ­  81.304  1.592  1.18  1.90  .861  6.768  4.752  3.806  45.

7  1  1  POLINDES/POSKESDES)  93  56.0  8  34. dll  .7  2  RUMAH SAKIT  13  48.67  100. Dr/Drg Spesialis  Perawat & bidan  : termasuk lulusan DIII dan S1  Farmasi  : Apoteker.1  GIZI  JML  9  8  %  10  67  TEKNISI MEDIS  JML  11  4  %  12  20  SANITASI JML  13  13  %  14  68  KESMAS  JML  15  2  %  16  9.29  129  33.26  100.85  100.0  Sumber: Laporan Tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada Tahun 2009  Keterangan:  Medis  : Dokter.0  ­  20  ­  100.26  3  14.0  5  19  26.15  22  21.5  JUMLAH  17  221  %  18  56.0  40  390  10.3  100.15  64  39.0  6  23  26.TABEL 53  PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  NO  UNIT KERJA  2  PUSKESMAS  (termasuk PUSTU dan  MEDIS  JML  3  14  %  4  52  BIDAN  JML  5  78  %  6  75  PERAWAT  JML  %  FARMASI  JML  7  9  %  8  39. Dokter Gigi. Fisioterapi  : Lulusan SPPH.08  3  INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  SARANA KESEHATAN LAIN  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  5  DINKES KAB/KOTA  JUMLAH  ­  27  ­  100. TEM dan Penata Rontgen.00  1  5.32  100. Penata Anestesi.00  4  104  3. dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.78  2  16.0  16  21  76.0  7  164  4. MPH.09  100. DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV  Teknisi Medis  Sanitasi  Kesmas  : Analis.19  100.0  2  12  16. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan DI. APK.67  16  80.

 APK dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM. TEM & Penata Rontgen. dll  . Dr/Drg Spesialis  Perawat  : termasuk lulusan DIII dan S1 & SPK  Farmasi  : Apoteker. MPH.TABEL  54  JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  PERAWAT  PERAWAT  FARMASI  GIZI  GIGI  4  5  6  11  4  1  1  19  4  1  1  13  2  1  1  8  2  1  1  10  1  1  1  7  ­  ­  ­  7  2  2  1  8  3  1  1  6  2  1  1  4  ­  ­  ­  NO  UNIT KERJA MEDIS  3  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  BIDAN  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  TEKNISI  SANITASI  MEDIS  7  8  2  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  1  2  1  2  ­  1  ­  2  KESMAS  9  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  10  33  50  23  21  26  14  23  24  15  12  ­  ­  241  133  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  133  374  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  14  13  78  22  93  64  20  4  9  8  8  2  4  16  13  1  2  3  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  4 tubel  13  64  4  8  2  16  1  3  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)  Teknisi Medis : Analis. Profil RSUD Bajawa 09  Keterangan:  Medis  : Dokter. dan Fisioterapi  Sanitasi  Kesmas  : Lulusan SPPH. Penata Anestesi. Dokter Gigi.

TABEL 55  JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH TENAGA MEDIS  NO  UNIT KERJA  DR SPESIALIS  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  DOKTER UMUM  4  2  1  1  1  1  1  1  2  1  1  12  7  DOKTER GIGI  5  ­  1  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  2  JUMLAH  6  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  14  13  ­  ­  ­  13  ­  ­  ­  4  2. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100. Profil RSUD Bajawa 09  .76  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.90  27  DOKTER  KELUARGA  7  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.90  ­  ­  ­  7  ­  ­  ­  2  19  13.000 PDDK  4  ­  ­  ­  4  2.

24  ­  1  TENAGA GIZI  D­III GIZI  9  ­  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  7  1  D­I GIZI  10  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  JUMLAH  11  1  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  8  2  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  12  8.000 PDDK  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.TABEL 56  JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KEFARMASIAN  APOTEKER  S1 FARMASI  D­III FARMASI  ASS APOTEKER  JUMLAH  D­IV/S1 GIZI  3  4  5  6  7  8  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  2  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  3  3  9  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  1  6  4.72  2  10  7. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100. Profil RSUD Bajawa 09  .35  1  2  2  7  2  8  6  23  ­  1  0.69  2  1  2  1  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.

73  ­  18  ­  82  ­  100  72.000 PDDK  ­  6  51  3  6  16  3  1  4  4  7  116  ­  34  4  157  113.TABEL  57  JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KEPERAWATAN  NO  UNIT KERJA  SARJANA  KEPW  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  6  PERAWAT  DIII  LULUSAN  PERAWAT  SPK  4  5  9  2  6  13  9  4  5  3  5  5  5  2  6  ­  7  1  6  ­  3  1  61  31  51  3  BIDAN  JUMLAH  6  11  19  13  8  10  7  7  8  6  4  93  60  ­  ­  ­  60  DIII BIDAN  7  2  2  ­  ­  1  1  ­  2  2  2  12  6  BIDAN  8  9  20  3  7  9  4  6  4  1  3  66  16  JUMLAH  DIII  9  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  78  22  ­  ­  ­  22  PERAWAT GIGI SPRG  1  ­  1  1  ­  ­  ­  1  1  ­  5  3  ­  2  2  1  ­  15  1  3  4  1  1  1  ­  2  3  2  ­  20  4  JUMLAH  4  4  2  2  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100. Profil RSUD Bajawa 09  .11  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.44  ­  8  1  17  1  25  18.

TABEL  58  JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KESMAS  D­III KESMAS  SARJANA KESMAS  3  4  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  ­  3  ­  [a]  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  JUMLAH  5  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  2  3  TENAGA SANITASI  DIII SANITASI  DI SANITASI  6  7  ­  1  1  ­  1  ­  1  ­  ­  1  1  ­  2  ­  1  1  1  ­  1  1  9  4  1  ­  JUMLAH  8  1  1  1  1  1  1  2  2  1  2  13  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.21  3  13  2  6  5  19  13.000 PDDK  3  ­  3  1  ­  1  16  21  ­  ­  16  21  15.76  Sumber : Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan: [a]  Termasuk S2 dan S3  .

17  20  14.07  1  ­  ­  ­  1  0.TABEL  59  JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TENAGA TEKNISI MEDIS  ANALIS LAB.52  7  ­  ­  ­  7  5.  TEM & P.72  2  Sumber: Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Tahun 2009  .RONTG  3  4  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  6  7  P.ANESTESI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  FISIOTERAPIS  6  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  2  JUMLAH  7  2  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  4  16  ­  ­  ­  16  ­  ­  ­  3  2.000 PDDK  ­  ­  ­  6  ­  ­  ­  9  6.49  NO  UNIT KERJA  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.

685.382.99  81.43  1.000  83.060.080.416.138.411.660  383.57  4.08  100  2.125.99  Sumber: Laporan Sub Bagian Keuangan Dinkes Ngada tahun 2009  : LKPJ Dinas Kesehatan tahun 2009  ; Laporan RSUD Bajawa tahun 2009  ; Laporan Jamkesmas Tahun 2009  Ket : Anggaran Kesehatan APBD Kabupaten (Dinas Kesehatan) sudah termasuk dengan gaji pegawai  .153  78.249.33  0.935  133.755.86  0  0  0  0  0  0  11.668.000.652.14  0  0  1.382.474.800.555.500  487.00  0.000  1.561  21.755.321  26.TABEL 60  ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  DINKES  3  %  4  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  RSUD  4  %  NO  SUMBER BIAYA  1  2  ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:  1  APBD KAB/KOTA  2  APBD PROVINSI  3  APBN :  ­ Dana Alokasi Khusus (DAK)  ­ JAMKESMAS  ­ DEKONSENTRASI  4  Bantuan Luar Negeri (AIP­MNH)  BLN Proyek Gafi/GV  5  ­ BANSOS (Bantuan Sosial)  6  ADB (DHS­II)  7  Jamkesmas Kuota PEMDA  TOTAL ANGGARAN KESEHATAN  TOTAL APBD KAB/KOTA  25.30  ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA  224.250  587.72  2.980.779.398  4.694.242.344.654  31.000  333.398  100  % APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA  6.714  383.09  8.62  1.89  1.319.844.00  3.000  1.

TABEL 61  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PEMILIKAN/PENGELOLA  NO  1  FASILITAS KESEHATAN  2  PEM.KAB/KOTA  5  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  ­  ­  ­  ­  ­  1  45  9  ­  ­  ­  1  ­  ­  TNI/POLRI  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  BUMN  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  SWASTA  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  2  ­  11  1  1  ­  ­  274  5  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  9  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  2  2  ­  11  1  2  45  9  274  5  ­  1  ­  ­  1  RUMAH SAKIT UMUM  2  RUMAH SAKIT JIWA  3  RUMAH SAKIT BERSALIN  4  RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA  5  PUSKESMAS PERAWATAN  6  PUSKESMAS NON PERAWATAN  7  PUSKESMAS KELILING  8  PUSKESMAS PEMBANTU  9  RUMAH BERSALIN  10  BALAI PENGOBATAN/KLINIK  11  PRAKTIK DOKTER BERSAMA  12  PRAKTIK DOKTER PERORANGAN  13  PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL  14  LABORATORIUM KLINIK  15  POLINDES  16  POSKESDES  17  POSYANDU  18  APOTEK  19  TOKO OBAT  20  GFK  21  INDUSTRI OBAT TRADISIONAL  22  INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL  Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  .PUSAT  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.PROV  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.

TABEL 62  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  DESA/ KELURAHAN  3  12  21  8  17  7  7  12  6  4  DESA SIAGA  4  5  ­  9  3  5  5  3  6  ­  3  ­  2  POSKESDES 5  4  1  1  1  1  POLINDES  6  8  11  5  6  2  3  5  3  2  POSYANDU  7  28  64  19  49  13  18  44  24  15  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  1  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  41  9  45  274  Sumber: Laporan UKBM Bidang PSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  ; Profil Puskesmas tahun 2009  .

6  8.1  1.7  19.0  #DIV/0!  Sumber: Laporan Tahunan RSUD Bajawa 2009.0  #DIV/0!  1  RSUD Bajawa  2  Puskesmas RRI Aimere  3  Puskesmas RRI Riung  4  BP. Fatima Soa  0.5  20.9  TOI  11  3. Profil Puskesmas Tahun 2009  Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta  .7  LOS  10  4.906  723  165  ­  6  222  21  ­  ­  JUMLAH  HARI  MATI >= 48  PERAWATAN  JAM  7  8  131  14  ­  ­  19.0  0.3  29.0  #DIV/0!  NDR  13  26.946  799  317  ­  BOR  9  54. St.1  1.4  0.4  6.TABEL 63  INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT & PUSKESMAS RAWAT INAP  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NAMA RUMAH  SAKIT/PUSKESMAS RRI  2  UMUM  Umum  Umum  Umum  JENIS PELAYANAN  UMUM/KHUSUS  3  JUMLAH  TEMPAT  TIDUR  4  100  15  10  20  JUMLAH PASIEN  KELUAR  MATI  (HIDUP + MATI)  SELURUHNYA  NO  1  5  4.2  #DIV/0!  GDR  12  45.6  14.

SKM PEMBINA TK.695 100. 195709141984032008 .46 81.83 38.585 4.967 20.CAKUPAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2009 (PERMENKES RI NO.226 28 2.715 14.486 36.407 94 14.49 100.673 77 10.05 2 100 100 100 100 100 100 100 2 100 100 100 100 100 100 100 169 47 9 2. 26 Juni 2010 Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.915 299 3.07 71.897 3.318 8 169 285 9 13.134 28 3.321 276 71.Penemuan Penderita Diare 14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 95 80 90 95 80 90 2.31 92.Penemuan pasien baru TB BTA + .741/MENKES/PER/VIII/2008) KABUPATEN NGADA TARGET SPM 2009 NO 1 CAKUPAN SPM (%) PEMBILANG 6 JENIS PELAYANAN 2 INDIKATOR 3 NASIONAL (%) 4 KABUPATEN NGADA (%) 5 PENYEBUT 7 (%) 8 (6/7*100%) KETERANGAN 9 A Pelayanan Kesehatan Dasar 1 Cakupan Kunjungan Ibu hamil k4 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi 7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 8 Cakupan Pelayanan anak balita 9 Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan Peserta KB Aktif 13 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit .00 64.00 78. BHOKO.704 21 22.686 56.686 16 0 100 balita riil yang ditangani di sarkes 16.Penderita DBD Ditangani .00 B Pelayanan Kesehatan Rujukan 1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 2 Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan di Sarana Kesehatan C Penyelidikan Epidemiologi dan Penangggulangan KLB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 1 Cakupan Desa Siaga Aktif 100 100 25 25 D 80 80 7 38 18.04 100 100 70 100 100 70 21 14.00 Sarkes yang memiliki kemampuan UGD 100.00 18.01 64.Penemuan penderita pneumonia balita .801 56.54 7.03 100.91 70.62 Pasien masyarakat miskin yg dirujuk ke RS 50.147 58. I NIP.06 90 90 90 100 90 100 90 90 90 100 90 100 2.AFP Rate per 100.144 105 3.42 Desa Siaga yang dibentuk dan aktif Bajawa.90 Penyebut merupakan ibu hamil riil 92.000 penduduk <15 tahun .306 276 2.

BHOKO.LAPORAN UKBM KABUPATEN PROPINSI TAHUN : NGADA : NTT : 2009 JUMLAH NO. SKM PEMBINA NIP. HILDEGARDIS F. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PUSKESMAS 2 WATUKAPU AIMERE WAEPANA RIUNG MARONGGELA WATUMANU NATARANDANG KOTA SURISINA KOELODA POLINDES 3 2 8 3 5 3 5 2 2 4 11 1 0 1 0 0 1 1 0 1 4 POSKESDES POSKESTREN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PRATAMA 5 7 1 5 5 5 6 8 0 0 2 POSYANDU MADYA 6 9 13 10 28 11 12 6 23 13 60 PURNAMA 7 0 14 3 9 8 2 3 0 13 2 MANDIRI 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS OBAT DESA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS UKK 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH UKBM 11 19 36 22 47 27 26 20 25 31 79 JUMLAH 45 9 0 39 185 54 0 0 0 332 Bajawa. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. 19570914 198403 2 008 .

FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC....1. .1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .

1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ..1..FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC. ..

.1. FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC..1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini JUMLAH KAB/KOTA NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KETERJANGKIT (3) (4) % (5) TERJANGKIT (6) % (7) KASUS (8) MATI (9) JUMLAH KECAMATAN JUMLAH AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) - Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .1..

1.KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Bencana bulan ini No Jenis Bencana Tgl Kejadian Lokasi Kejadian Kabupaten Jumlah Kecamatan (4) (5) Terkena Bencana (6) Jumlah Penduduk Mengungsi Dirawat (7) (8) Meninggal (9) (1) (2) (3) - Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN --- FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 .

KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 Bencana bulan ini NO JENIS BENCANA TGL KEJADIAN (3) LOKASI KEJADIAN KABUPATEN JUMLAH KECAMATAN (4) (5) TERKENA BENCANA (6) JUMLAH PENDUDUK MENGUNGSI DIRAWAT (7) (8) MENINGGAL (9) (1) (2) 1 Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Bajawa.1 . SKM PEMBINA TK.2. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. BHOKO. I NIP 195709141984032008 PENYAKIT. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.

.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No (1) Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 5 384 5 1 - 0 - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. 2. Tinggi dan meningkatnya kasus penyakit DBD dan malaria disebabkan kurangnya kebersihan lingkungan.Pemantauan gizi balita dan pencegahan meningkatnya kasus.Penyuluhan PHBS.Perawatan balita gizi buruk 1 orang. Adanya balita g izi buruk. .Pengobatan penderita malaria dan TB Paru . Tingginya penderita TB Paru 3. kesehatan lingkungan dan penyuluhan gizi PENYAKIT.1 . Tindakan : .2. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.

716 3 5 - 1 - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jenis Penyakit / Masalah Gizi No (1) (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 25 1. Tingginya penyakit malaria dan meningkatnya kasus demam berdarah.Pengobatan dan pemeriksaan darah pasien penderita malaria . Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk PENYAKIT. juga oleh migrasi penduduk dari daerah lain 2.Penyuluhan.2. penyakit penyerta Tindakan : . disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat.Pengobatan penderita DBD .Penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan .Fogging di wilayah yang berkasus penyakit DBD . Meningkatnya kasus gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.1 .

GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. Meningkatnya penderita DBD oleh karena terjadi penularan melalui vektor 3. Adanya kasus TB bar sebanyak 7 orang. Meningkatnya balita gizi buruk menjadi 6 kasus oleh karena kurangnya asupan makanan Tindakan : .Foging sarang nyamuk .1 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jenis Penyakit / Masalah Gizi No (1) (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 26 845 7 6 - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Pengobatan penderita malaria dan DBD . 4.Penyuluhan gizi masyarakat oleh petugas PENYAKIT.2.Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk . Masih Tingginya kasus malaria oleh karena darah endemik 2.Penyuluhan dan pengobatan penderita TB. .Penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi .

: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. Ket. balita. Adanya kasus AFP Tindakan : .Pengambilan darah untuk pemeriksaan parasit malaria . GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. Tingginya kasus malaria oleh karena daerah endemik 3.1 .Peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No (1) Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 17 681 .Penyuluhan kesehatan lingkungan dan Gerakan 3 M Plus bagi masyarakat potensi kasus DBD .2.*) 2 0 - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Pengobatan penderita DBD dan Malaria . PENYAKIT. 2. Tingginya kasus DBD oleh karena terjadinya penularan melalui vektor dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat.

2.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. pola asuh dan pola makan anak yang salah Tindakan : Pengobatan penderita Penyuluhan pemanfaatan kelambu dan kesehatan lingkungan Penyuluhan gizi masyarakat. Tingginya penderita malaria oleh karena daerah endemik. masyarakat tidak memanfaatkan kelambu serta kondisi lingkungan yang buruk 3.2 . Masih adanya Balita Gizi buruk disebabkan asupan makanan kurang. SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008 KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. Masih adanya kasus DBD sebanyak 8 kasus disebabkan penularan oleh vektor dan mobilisasi penduduk.*) 1 - Jumlah Kematian (4) - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR Jumlah Kasus Baru (3) 8 590 . pola asuh anak dan makanan gizi seimbang Perawatan balita gizi buruk oleh petugas Ket. 2. Bajawa. BHOKO.

2.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.2 . Tindakan : . Tingginya kematian bayi 3 orang. .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .2.

2. 2.Penanganan kematian ibu dan bayi .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .2 . Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus D-III Kebidanan. 3.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 3 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian ibu sebanyak 3 orang disebabkan oleh perdarahan. Tingginya kematian bayi disebabkan oleh asfiksia. pneumonia dan aspirasi. Tindakan : .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. penyakit kronis dan suspek emboli air ketuban.

2 .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.2. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. Infeksi.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 4 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. Tingginya kematian bayi 4 disebabkan oleh asfiksia. 3.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Kematian ibu 1 orang.Penanganan kematian ibu dan bayi . .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Tindakan : . pneumonia. 2.

2.2 . Tingginya kematian bayi 3 orang.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 0 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . 2.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Penanganan kematian bayi . Tindakan : . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.

3 . BHOKO. Tingginya kematian bayi 3 disebabkan oleh asfiksia. pneumonia. Infeksi. I NIP 195709141984032008 UPAYA KESEHATAN Formulir RC.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. .Penanganan kematian ibu dan bayi .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. SKM PEMBINA TK.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tindakan : .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Masih adanya kematian ibu 1 kasus 2. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. Bajawa. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. 3.

Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . B 1.89% 61. 2.3 .23% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.89% 69. UPAYA KESEHATAN Formulir RC. Imunisasi DPT 3 masih rendah Tindakan : .42% 81. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 121 241 193 217 169 3 41. Kunjungan K4 masih rendah 2. 3.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . C 1. 2.58% 86.

39% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan Neonatus 1 masih rendah Tindakan : .Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 8 150 167 134 145 186 8 51. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3. 3.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.07% 48.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . 2.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya . Kunjungan K4 masih rendah 2.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .20% 54. C 1. 2. B 1.3 .55% 60. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.72% 67.Pendataan sasaran yang belum optimal.

16% 72. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : . UPAYA KESEHATAN Formulir RC.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun (3) Jumlah Sasaran / Bulan (4) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (5) (6) (1) (2) A 1. 2. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 5 127 259 201 227 258 5 43.30% 85.Pendataan sasaran. 2.3 .Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .48% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. 3.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .64% 93.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . C 1.66% 93. B 1.

Ket.39% 71. C 1.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . : *) Sasaran Imunisasi : Data riel UPAYA KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .45% 64. 2. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 *) PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 133 232 179 190 209 2 45. 3. B 1.67% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .3 .70% 75.70% 83.Pendataan sasaran. Kunjungan K4 masih rendah 2.72% 66.

Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 3175 265 2. Ket. SKM PEMBINA TK.4.1 . Penderita TB selesai pengobatan 2 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2.57% 65.12% 78. BHOKO. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No (1) Jenis Pelayanan (2) Jumlah Sasaran /Tahun Jumlah Sasaran /Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) A KESEHATAN IBU 1. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . K4 3491 291 2. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel 135 249 181 208 219 2 43. Persalinan di fasilitas kesehatan 3334 278 B KESEHATAN ANAK 1. Persalinan oleh nakes (Pn) 3334 278 3.Pendataan sasaran.39% 89.49% 79. I NIP 195709141984032008 PENGELOLAAN DANA Formulir RC.35% 100% Bajawa. Imunisasi DPT3*) 3313 276 C PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1.

200.4. PENGELOLAAN DANA Formulir RC.Khusus untuk pengadaan sarana kesehatan sedang dalam penyiapan dokumen admnistrasi. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan . puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.000. peningkatan.867.1 .- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. pembangunan .

867. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. pembangunan .1 .Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. PENGELOLAAN DANA Formulir RC. peningkatan.4.200. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .000.

pembangunan . Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .867.000.1 .Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.4. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. PENGELOLAAN DANA Formulir RC. peningkatan.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .200.

perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.867.1 .Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi PENGELOLAAN DANA Formulir RC.000. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .200.4. pembangunan .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . peningkatan.

peningkatan.867. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .200.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.Sedang dalam Pelaksanaan Kontrak untuk pengadaan mobil Pusling dan kendaraan roda-2 Bajawa. SKM PEMBINA TK. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.2 . I NIP 195709141984032008 JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.4. BHOKO.000. pembangunan .

913 74 88 - 243 11 31 - 2.686 : 8.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.000.000 No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 2. 2. JAMINAN KESEHATAN Formulir RC.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.2 . Tindakan : .4.960.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.

091. 2.686 jiwa : 8.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten. Tindakan : .000. JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.2 .000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 42. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.4.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.

Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4.2 . laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.4.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.250.303 380 - 485 51 - 6.985.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.686 jiwa : 8.000.000. Tindakan yang diambil : .

686 jiwa : 8.1.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4390 235 - 339 108 - 9.4.000.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.120.525. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit. Tindakan yang diambil : .2 .000.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten Propinsi : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR Formulir RC. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.

Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.- - Analisi Masalah : 1.680. BHOKO.Memberikan penjelasan dan motivasi kepada rumah sakit agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit. Tindakan yang diambil : . laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.000. I NIP 195709141984032008 .000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 3.1.000.Bulan Tahun : MEI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.686 jiwa : 8.275. SKM PEMBINA TK. Bajawa.

2010 DATA DASAR PUSKESMAS TH. 2009 CAKUPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TH.LAPORAN KOMUNIKASI DATA RUTIN DAN CEPAT (KOMDAT) JANUARI S/D MEI TH. 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN JUNI 2010 .

.

.

PROFIL KESEHATAN TAHUN 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN .

Agung K.A. Artanaya. SKM o Mursina Wahyuningsih Daeng. Artanaya.KL o Emerentiana Y.A. S. SKM o Yulius Widiyantoro.Md. A.SKM o Veronika Suka.KL. Emerentiana Reny W.Md. SKM} Pengarah : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Martinus Beno Doven. Mhith&IntDev o Mursina Wahyuningsih Daeng. SKM o Benediktus Joni.Md. A. SKM o Finsensius Susanto.KL. SKM o Sitti Maryanti.Sos o I. S.TIM PENYUSUN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 Pelindung/Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Hildegardis F. SKM .G. Agung K.Md Tim Penyusun : o I. SKM Tim Penyunting : o Hildegardis F.Sos} Tim Pengumpul Data : o Drg. SKM o Maria Yulita Bupu Tay.G.O Mbere. Bhoko. SKM o Martinus Beno Doven. Bhoko.

upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan sehingga Profil Kesehatan ini dapat dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun. Puskesmas dan Rumah Sakit yang senantiasa saling memberikan informasi-informasi penting khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan juga berkat dukungan lintas sektor dalam penyediaan data dan informasi di Kabupaten Ngada. Bajawa. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada juga merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten. SKM PEMBINA TK I NIP : 19570914198403200 i . termasuk kinerja yang telah diperoleh dalam penyelenggaraan pelayanan minimal bidang kesehatan. rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan dokumen Profil Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009 ini. Sebagaimana diketahui bahwa Profil Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan. Dokumen Profil Kesehatan ini tersusun berkat dukungan dan kerja sama dari para pengelola program baik di Dinas Kesehatan. semoga Dokumen Profil Kesehatan ini dapat memberikan informasi guna menentukan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada di masa yang akan datang. sumber daya kesehatan. kami sampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasih. dokumen Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang telah disusun ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Selain itu. Kami menyadari sepenuhnya bahwa. berisi data dan informasi yang menggrafikkan derajat kesehatan.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat. Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Sekian dan Terima kasih. BHOKO. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dalam penyusunan dokumen Profil Kesehatan ini.

.... Saran…………………………………………………………………………………… LAMPIRAN 61 62 49 54 59 29 42 44 46 11 15 24 27 4 6 8 10 1 2 2 i ii iii iv vi ii ... 4........................ 4.... 6.1.. Kondisi Geografis …………………………………………………………………… 2....2. 2..............1.. BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3.... Keadaan Penduduk ……….. 2.. Sarana Kesehatan …………………………………………………………………… 5.. Perilaku Hidup Masyarakat …………………………………………………………....... KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR PETA DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.. Sistematika Penyajian ……………………………………………………………… BAB II GRAFIKAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.............1..... 1............. Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar ……………………...4....3...DAFTAR ISI Hal.......... Morbiditas ……………………………………………………………………………........2...... Keadaan Sosial Ekonomi..... Latar Belakang ……………………………………………………………………….....1. Kesimpulan…………………………………………………………………………….. 4...3............... 3.............. 1.. Pembiayaan Kesehatan……………………………………………………………… BAB VI PENUTUP 6............3..... Maksud dan Tujuan …………………………………………………………………......1...1.......2......... Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan ………………………...... 3....2...2... BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 5... Pelayanan Kesehatan Dasar ……………………………………………………….............. Umur Harapan Hidup ………………………………………………………………… BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 4..3..... Tingkat Pendidikan..........4........... 3....... Mortalitas …………………………………………………………………………….. Status Gizi ……………………………………………………………………………..........4....2.... Tenaga Kesehatan …………………………………………………………………… 5.3......................

2 Realisasi Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 23 55 15 6 iii .000 Penduduk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 5.DAFTAR TABEL Hal Tabel 2.1 Luas Wilayah.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 3. Jumlah Penduduk.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007-2009 Tabel 5.

4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.1 Presentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 30 26 25 23 23 23 22 21 19 18 16 14 12 10 9 8 5 7 iv .12 Proporsi Status Gizi Baik.8 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.6 Perbandingan TB Paru Klinis. TB Paru BTA Positif.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.1 Trend Angka Kematian Bayi Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 Grafik 3.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.2 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Grafik 2.9 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.DAFTAR GRAFIK Hal Grafik 2. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.11 Perkembangan Presentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada tahun 2004-2009 Grafik 3.1 Grafik 2.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 (per 100.000 Kelahiran Hidup) Grafik 3.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Grafik 3.10 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik 3.

17 Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.3 Trend Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 32 Grafik 4.4 Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 33 Grafik 4.Grafik 4.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.7 Grafik 4. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Keseatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 48 46 45 43 40 42 40 39 39 38 37 35 36 35 v .16 Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngad Tahun 2009 Grafik 4.8 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah.12 Cakupan Imunisasi BCG.5 Cakupan Ibu Hamil. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil 34 Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.2 Presentase Cakupan pemberian Tablet Besi (Fe3) Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 31 Grafik 4.14 Grafik 4.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.6 Presentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.15 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. DPT.

dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 59 58 58 50 50 27 49 4 17 vi .3 Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas.2 Peta 5.2 Peta 5.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 3. Sanitarian.1 Peta Kecamatan Rawan Gizi Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta Penyebaran Puskesmas.6 Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi. Pustu dan Polindes Peta 5. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada tahun 2009 Peta 5.DAFTAR PETA / VISUALISASI Hal Peta 2.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.1 Peta 3.

DATA DASAR PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA                   Dinas Kesehatan  TAHUN 2009 .

Kabupaten Ngada 2010 .

dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Pelayanan KB Baru Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kecamatan Cakupan Bayi. Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/SMP/SMU Jumlah PUS. Infeksi Menular Seksual. Peserta KB Baru. Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Wanita USia Subur Dengan Status Imunisasi TT Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Akses Ketersediaan Darah unutk Bumil dan Neonatus tang Dirujuk Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi DItangani Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayahnan Gawat Darurat (Gadar) Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani <24 Jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Penderita dan Kematian Serta Jumlah Kecamatan dan Desa yang Terserang KLB Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Persentase Desa/Keluarahan Dengan Garam Beryodium yang Baik Menurut Kecamatan . Bayi dan Bayi BBLR yang Ditangani Status Gizi Balita dan Jumlah Kecamatan Rawan Gizi Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1. DBD dan Diare pada Balita Ditangani Persentase Penderita Malaria Diobati Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Cakupan Kunjungan Neonatus. Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1.K4). Peserta KB. Jumlah Desa/Kelurahan. Rasio Beban Tanggungan. Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Berusia 10 Tahun Keatas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan dan menurut Kecamatan Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Melek Huruf Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Kecamatan Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Kecamatan Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan AFP Rate. % TB Paru Sembuh. dan Pneumonia Balita Ditangani HIV/AIDS.DAFTAR TABEL LAMPIRAN PROFIL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Luas Wilayah. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin. Kelompok Umur. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita. Jumlah Penduduk.

Rawat Inap.Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42` Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Formal Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Cakupan Wanita USia Subur Mendapat Kapsul Yodium Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Jumlah Kunjungan Rawat Jalan. Pelayanan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kemampuan Labkes dan Memilki 4 Spesialis Dasar Ketersediaan Obat Sesuai dengan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Dasar Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata dan Kecamatan Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kecamatan Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kecamatan Persentase Institusi DIbina Kesehatan Lingkungannya Persentase Rumah/Bangun yang Diperiksa dan Bebas Jentik Nyamuk Menurut Kecamatan dan Puskesmas PersebaranTenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Jumlah Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan JUmlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Kefarmasiahn dan Gizi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Sarana Kesehatan Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Indikator Pelayanan Rumah Sakit .

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah mengandung konsekuensi bahwa masing-masing daerah harus memiliki Sistem Kesehatan tersendiri. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara menyeluruh. mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat meminimalkan gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat. termasuk dukungan dalam menyusun Sistem Informasinya. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 1 . kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. SIK Kabupaten/Kota diharapkan antara lain dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana Pembangunan Daerah tersebut serta sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan.1 Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif). mau dan mampu untuk mengenali. Untuk mewujudkan visi dan misi . keluarga dan masyarakat. Dan pencapaiannya didukung oleh 3 misi yaitu : Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. pengarus-utamaan gender. Salah satu produk dari SIK Kabupaten/Kota adalah ”Profil Kesehatan Kabupaten Ngada”.BAB I PENDAHULUAN 1. pencegahan penyakit (preventif). memberdayakan masyarakat dan atau kelompok masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan kesehatan. dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menetapkan visi :” Masyarakat Ngada yang Mandiri untuk Hidup Sehat” yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Ngada menyadari. Memasuki millennium ketiga. Kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas dari Sistem-sistem Informasi Kesehatan (SIK) Propinsi dan untuk memperoleh Sistem Kesehatan propinsi yang akurat maka diperlukan pemantapan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota hal ini disebabkan karena penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sesuatu yang sangat penting. terpadu dan berkesinambungan. Meningkatkan kemitraan. Setiap individu berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan.

Selain hal tersebut diatas tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 ini adalah dalam rangka menyediakan informasi kesehatan sebagai salah satu sarana untuk perencanaan. pemantauan dan mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 dan tahun 2010 yang mengacu kepada Visi Kabupaten Ngada serta pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas – Puskesmas binaan dalam pencapaian Visi Kabupaten Ngada Sehat. pemberantasan penyakit menular. pelayanan kefarmasian dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 2 . Bab-4 : Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar. Untuk mengetahui hasil pencapaian program-program kesehatan serta permasalahanpermasalahan dalam pelaksanaan program di Kabupaten Ngada pada tahun 2009. bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya seperti kependudukan. fasilitas kesehatan. angka kesakitan. ekonomi. 1. pencapaian programprogram kesehatan dan keluarga berencana. Bab-2 : Gambaran Umum Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Ngada. Bab-3 : Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian. sosial budaya dan lingkungan. Dalam setiap terbitannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan. 3. Data dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. dan status gizi masyarakat. pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar. pelayanan kesehatan dasar rujukan dan penunjang. pendidikan. 1.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 yaitu : 1.Profil Kesehatan Kabupaten Ngada adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Ngada yang diterbitkan setahun sekali.3 Sistimatika Penyajian Bab-1 : Pendahuluan Bab ini berisikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil Kesehatan dan sistematika dari penyajiannya. Untuk mengetahui gambaran secara umum situasi atau keadaan kesehatan di Kabupaten Ngada. perbaikan gizi masyarakat. Selain uraian tentang letak geografis. Untuk menyediakan data-data kesehatan yang berguna dalam pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi. 2. administratif dan informasi umum lainnya.

Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan. pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. tenaga kesehatan. Bab-6 : Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. Upaya pelayanan kesehatan diuraikan dalam bab ini juga memuat indicator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota. pelayanan kesehatan dalam situasi bencana.alat kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 3 . Selain keberhasilankeberhasilan. bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

620. dengan luas wilayah 1. Dan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Jerebuu yaitu 82.1.BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN NGADA 2. Bagian utara berbatasan dengan Laut Flores. bagian selatan berbatasan dengan Laut Sawu.94 km2 atau 20. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Wilayah administratif Kabupaten Ngada telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan kependudukan. bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur.07% dari keseluruhan luas wilayah. propinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya pada koordinat 8o LS – 9o LS dan 120.92 km2. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 4 . 78 Desa dan 16 kelurahan.45o BT – 121.26 km2 atau 5. Dimana kecamatan terluas adalah Riung 327. Peta 2. Kondisi Geografis Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores bagian barat.23% dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Ngada. Jarak antara Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yang terletak di Bajawa yang terjauh adalah Maronggela (Kecamatan Riung Barat) 74 km kemudian Riung (Kecamatan Riung) 71 km dan yang terdekat adalah Surisina Kecamatan Bajawa yaitu 2 km.5 o BT.

Hal ini dapat dilihat dari frekuaensi penerbangan transportasi udara maupun laut tidak terlaksana secara rutin harian. 2009). (Ngada dalam Angka. maka Kabupaten Ngada banyak memiliki daerah yang cukup curam serta daerah yang dapat dikategorikan sangat terpencil.2009. yang ditandai oleh sebagian besar terdapat di wilayah pantai selatan seperti di Kecamatan Aimere dan sekitarnya. Gunung Inelika dengan ketinggian 1600 m. bagian tengah dengan dataran Kecamatan So’a. Gunung Inerie dengan ketinggian 2. Sehingga Kecamatan Bajawa letak Ibukota Kabupaten Ngada serta kecamatan lainnya termasuk daerah sangat terpencil. Kecamatan Bajawa Utara dan bagian utara yang terbentang dari Kecamatan Riung Barat sampai dengan Kecamatan Riung. Gunung Lobo Butu dengan ketinggian 1800 m. Dataran rendah.Secara topografis Kabupaten Ngada terdiri dari daerah pantai. Profil Kesehatan Puskesmas. Medan dan jalan menuju beberapa desa masih sangat sulit dijangkau. Dari data yang ada menunjukkan wilayah Kabupaten Ngada merupakan daerah perbukitan dengan rata-rata tingkat kemiringan tanah terbesar 15-25%. Berdasarkan ketinggian terhadap permukaan laut wilayah Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi : Dataran Tinggi. Kecamatan Wolomeze.2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 5 . Grafik 2. serta adanya pegunungan lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada. lembah. Bajawa merupakan ibukota Kabupaten Ngada terletak di daerah dataran tinggi sehingga akses transportasi dari dan ke ibukota propinsi cukup jauh dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. Dengan adanya sejumlah gunung tersebut. begitupun Puskesmas yang terletak di kecamatan tersebut dikategorikan sebagai Puskesmas sangat terpencil. daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki ketinggian dari 0 meter sampai dengan lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut.1 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Sumber : Ngada Dalam Angka. yang ditandai dengan adanya gununggunung seperti.245 m. Oleh karena wilayah terdiri dari dataran tinggi atau perbukitan menyebabkan akses terhadap fasilitas kesehatan cukup sulit.

Jumlah Rumah Tangga 29.645 1.795 4. Kecamatan Soa 6.352 Ratarata Jiwa/ RT 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 Kepadatan Penduduk/ km2 97 139 97 247 50 131 44 25 48 85 : Puskesmas Aimere : Puskesmas Koeloda : Puskesmas Watumanu : Puskesmas Kota dan Puskesmas Surisina : Puskesmas Waepana : Puskesmas Watukapu : Puskesmas Riung : Puskesmas Maronggela : Puskesmas Natarandang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Aimere Golewa Jerebuu Bajawa Bajawa Utara Soa Riung Riung Barat Wolomeze KABUPATEN Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 6 .265 7.012 jiwa.026 29. Kecamatan Jerebuu 4.30 167. Kecamatan Bajawa Utara 7. Kecamatan Riung 8.26 133. Tabel 2.947 14. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Luas Wilayah (km2) 152.930 8.864 34.035 jiwa dengan tingkat kepadatan 85 jiwa per km2.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Ngada jumlah penduduk Tahun 2009 sebanyak 138. Jumlah Penduduk.127 jiwa (sudah dipisahkan dengan penduduk wilayah Nagekeo).050 Jumlah Rumah Tangga 3.318 1.050 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngada.72 82. Kecamatan Golewa 3.992 32. Kecamatan Wolomeze 2.894 1.92 Jml Desa/kel 12 21 8 17 7 7 12 6 4 94 Jml Penduduk 14.620.394 1. maka terjadi penambahan penduduk pada tahun 2008 sebanyak 3885 jiwa (2.827 7. Kecamatan Aimere 2.19 1.14 327.94 312.757 6. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 67.9%).Dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ngada masing-masing Kecamatan telah mempunyai Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan dengan nama-nama Puskesmas sebagai berikut : 1.1 Luas Wilayah.015 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 71.998 138.388 7.397 3.352 KK dan rata-rata jiwa per rumah tangga 5 jiwa per rumah tangga.49 103. Kecamatan Bajawa 5. jumlah penduduk 2008 sebanyak 138.50 250. Jika dibandingkan laju pertumbuhan penduduk selama 3 tahun terakhir menurut data BPS Kabupaten Ngada yaitu jumlah penduduk tahun 2007 sebanyak 134. sedangkan laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1%.656 2.309 11.38 91. Kecamatan Riung Barat 9.

dengan ratio penduduk menurut jenis kelamin sebesar 94.1. karena mereka sangat berperan penting dalam keluarga.Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan dengan penduduk perempuan. 15-19 tahun.2009. Gambaran komposisi penduduk secara labih rinci dapat dilihat pada gambar 2.3) dan Kecamatan Bajawa Utara (97. meningkat dibandingkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Ngada tahun 2008 yaitu 90.902 orang atau 77. Komposisi penduduk usia kerja yaitu yang beumur 15 – 64 tahun. Grafik 2. Ratio penduduk menurut jenis kelamin yang tertinggi di Kecamatan Wolomeze (98. Dan dikelompokkan menjadi “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”. Profil Puskesmas 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 7 .1) sedangkan ratio jenis kelamin kecamatan lainnya rata-rata sama yaitu diatas 90%. mengingat komposisi penduduk Ngada paling banyak pada usia produktif. 20-24 tahun dan 1-4 tahun. Komposisi penduduk Kabupaten Ngada dirinci menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan proporsi terbesar (penduduk laki-laki dan perempuan) berada pada kelompok umur 10-14 tahun.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Sumber : Ngada dalam Angka.3. Lebih banyaknya komposisi penduduk perempuan dibandingkan laki-laki memberikan ruang bagi sektor kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan terutama ibu. Menurut hasil Susenas 2007 secara keseluruhan penduduk Kabupaten Ngada berumur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja berjumlah 124.3 berikut ini.0% dari seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas. Dan juga perhatian lebih pada WUS (Wanita Usia Subur) dan PUS (Pasangan USia Subur).

000 rupiah perkapita perbulan yaitu sebesar 28.131 rupiah (33.000 – 149.98% dari seluruh pengeluaran (Ngada Dalam Angka.826 jiwa atau sebesar 47.000. Laporan Subdin Yankes.41%) sedangkan untuk sector kesehatan sebesar 4.03%.3 Keadaan Sosial Ekonomi Tingkat ekonomi penduduk Kabupaten Ngada bisa dilihat dari pengeluaran penduduk menurut golongan pengeluaran <100. • Penduduk Miskin Jumlah penduduk miskin yang terdata di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 65.000. Dapat dikatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada masih berada pada tingkat ekonomi rendah.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup dalam Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. semua sudah memilki kartu jamkesmas baik Jamkesmas Pusat maupun Jamkesmas daerah.007 rupiah perkapita (2.113 rupiah perkapita atau hanya sekitar 1. Rata-rata pengeluaran untuk sektor pendidikan sebesar 5. 2009).000 rupiah perkapita sampai 1. Dari 65.000 – diatas 1. sehingga penyediaan dana oleh pemerintah terhadap sector kesehatan perlu ditingkatkan. Grafik 2. Sedangkan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk non makanan sebesar 69.000.259 rupiah (66. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian penduduk Kabupaten Ngada pada kesehatan masih rendah.11% (Susenas 2007).33%).826 jiwa penduduk miskin yang terdata.1.67%).2.000 rupiah dimana presentasi penduduk terbesar pada pengeluaran 100. sedangkan penduduk dengan pengeluaran Rp.000 atau lebih hanya berkisar 0. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 8 . Penduduk miskin merupakan tanggungan Negara (Pasal 34 UUD 1945) sehingga pemerintah menyediakan Jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang terdata dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang memiliki kartu amkesmas atau menjadi peserta Jamkesmas.68% dari total penduduk. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan sebesar 138.

998 penduduk terdata). diketahui bahwa persentase masyarakat miskin terbanyak berada di wilayah Kecamatan Maronggela .4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Laporan Jamkesmas 2009 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase pelayanan penduduk miskin tertinggi terdapat di Puskesmas Watumanu (116%) dan Puskesmas Riung (116%).795 penduduk). Dan jumlah masyarakat miskin yang tercakup Askeskin pada tahun 2007 sebanyak 42%. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2008 sebanyak 67. pada tahun 2008-2009 Program Askeskin digantikan oleh Jamkesmas dengan tujuan yang sama yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang terdata. yaitu 62% penduduk terdata sebagai penduduk miskin (4. Jerebuu dan Bajawa Utara persentase penduduk miskin dibawah 50%.818 penduduk miskin dari 7.446 orang (48.309 penduduk terdata).Dari gambar tersebut.22%. Pelayanan Jamkesmas tahun 2009 pada masyarakat miskin dapat dilihat pada gambar berikut.914 penduduk miskin dari 4. kemudian kecamatan Wolomeze dengan persentase penduduk miskin 58% (2. disusul oleh Kecamatan Bajawa Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 61% (5.079 penduduk miskin dari 8.9 dari keseluruhan penduduk) (Profil Kesehatan 2008) maka jumlah penduduk miskin Kabupaten Ngada mengalami penurunan sebanyak 1620 orang atau penduduk miskin berkurang sebesar 1. Sedangkan kecamatan Golewa. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 9 . Dengan semakin meningkatnya persentase cakupan jaminan kesehatan penduduk miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk miskin. Grafik 2. Kedua Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan akses sarana transportasi seperti kondisi jalanan dan kendaraan yang cukup sulit untuk mencapai Ibukota kabupaten dalam hal ini RSUD Bajawa sebagai pelayanan rujukan strata 1. Rincian lebih lengkap mengenai data penduduk miskin dapat dilihat pada lampiran tabel 36 dan 37.

Persentase penduduk melek huruf tertinggi di Kecamatan Aimere (89.04%.0%). Data lebih terperinci mengenai tingkat pendidikan dan angka melek huruf Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4 dan 5.9% . Sedangkan pesentase penduduk menurut tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 2. yaitu persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin.8% sedangkan perempuan lebih tinggi yaitu sebesar 51.4 Tingkat Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk dicerminkan dengan angka melek huruf. Dari gambar menunjukkan bahwa persentase tertinggi penduduk usia 10 tahun keatas berdasarkan tingkat pendidikan paling tinggi pada tingkat pendidikan SD/MI (40%) sedangkan yang tidak tamat SD/tidak mempunyai ijazah sebanyak 35% kemudian disusul dengan tingkat pendidikan SLTP (9.2. Profil Kesehatan 2009.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber .6%) dan terendah di Kecamatan Jerebuu (11. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 10 . 2009.0%). Ngada Dalam Angka. Penduduk 10 tahun keatas yang melek huruf di Kabupaten Ngada sebanyak 50. dengan persentase penduduk laki-laki 10 tahun keatas yang melek huruf sebesar 48.

Pelayanan Kesehatan dan Faktor Genetika. belum menggambarkan Angka Kematian sebenarnya di masyarakat.1 Mortalitas Data kematian yang terdapat pada masyarakat dapat diperoleh melalui survey. sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Beberapa indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI). atau 1. Kelahiran hidup sebanyak 3115 kelahiran. Program pembangunan kesehatan di kabupaten Ngada ini dilaksanakan dikatakan cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. karena sebagian besar kematian terjadi di rumah. perilaku. 3. Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. Menurut UU Kesehatan RI No. pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik. walaupun masih dijumpai beberapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. AKB. Jumlah bayi lahir mati di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 55 kasus kematian.BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Pengertian tentang keadaan sehat dan sakit sangat penting mengingat kita harus dapat menentukan ada/tidaknya permasalahan/penyakit diantara masyarakat dan seberapa besarnya masalah tersebut. cacat. Secara sederhana keadaan sakit itu dinyatakan sebagai : Penyimpangan dari keadaan normal.74% dari 3170 kelahiran. baik struktur maupun fungsinya atau Keadaan dimana tubuh atau organisme atau bagian dari organisme/populasi yang diteliti tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari keadaan patologisnya. AKABA dan Peningkatan Status Gizi Masyarakat serta status Angka Kesakitan dan Kondisi Penyakit Menular. Salah satu penyebab masih tingginya kasus lahir mati karena Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 11 . Keempat faktor utama ini diintervensi melalui beberapa kegiatan pokok yang mempunyai dampak ungkit besar terhadap upayaupaya percepatan penurunan AKI. yang dimaksud dengan keadaan sehat adalah keadaan meliputi kesehatan badan. 23 tahun 1992. balita dan ibu maternal yang dilaporkan oleh petugas kesehatan. Angka Kematian Bayi (AKB). Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi. Lingkungan. rohani ( mental ) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit. Faktor-faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan adalah : lingkungan. Jumlah bayi lahir mati yaitu kematian bayi sejak lahir sampai dengan 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Indikator-indikator tersebut ditentukan oleh 4 faktor utama yaitu Perilaku Masyarakat. Sehingga jumlah kematian bayi. dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi.

Kejang. Trend AKB di Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 3. Diare. maka AKB Kabupaten Ngada mengalami peningkatan. dan persentase persalinan ditolong oleh dukun mengalami peningkatan. dengan absolut kematian sebanyak 55 kasus. penyebab kedua adalah Pneumonia.masih banyak persalinan yang dilakukan tidak di sarana kesehatan dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan berkompetensi bidan. Penyebab kematian bayi terbanyak adalah Asfiksia. Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 17. Malaria. penyebab lainnya adalah Aspirasi.000 KLH. dan Kecelakaan. Yang sama artinya setiap 1000 kelahiran hidup terjadi 18 kematian bayi.94% persalinan ditolong oleh Dukun atau sebanyak 250 persalinan. dimana 7. Trend Angka Kematian Bayi dper 1000 Kelahiran Hidup Di kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Jika dibandingkan dengan Angka kematian bayi (AKB) Kabupaten Ngada tahun 2008 sebesar 16. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 12 . AKB Propinsi NTT yang dilaporkan tahun 2007 sebesar 11/1000 KLH (1159 kematian). Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003 AKB Indonesia sebesar 35 per 1. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kelahiran maka persentase lahir mati mengalami peningkatan.1. hal ini menunjukkan bahwa AKB Kabupaten Ngada lebih tinggi dari AKB Propinsi NTT. Hal ini merupakan masalah serius yang harus segera diatasi sejalan dengan kebijakan Revolusi KIA Provinsi NTT yang menyatakan bahwa semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. a. Ikterus. Cacat Bawaan. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lahir mati tahun 2008 sebanyak 59 kasus maka pada tahun 2009 mengalami penurunan. namun jumlah absolut kasus menurun.5/1000 Kelahiran hidup dengan absolut kematian sebanyak 57 kematian. Infeksi.7 atau 18 per 1000 Kelahiran Hidup.

kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran.AKB Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan.7 atau 225 per 100. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 2. sedangkan penyebab kematian lainnya adalah Kejang. 1 kasus kematian terjadi di Kecamatan Riung dengan penyebab Perdarahan Post-Partum. Penyebab kematian Balita terbanyak adalah Pneumonia.000 KLH atau 5 kematian dari 3464 KLH. 2 kasus terjadi di Kecamatan Aimere dengan penyebab Hepatitis. jantung dan Pre-eklamsia berat. Pustu dan Polindes. walaupun terjadi penurunan pada tahun 2007. atau peningkatan jumlah kematian.000 Kelahiran Hidup dengan absolut 7 kasus kematian ibu dari 3115 KLH. maka tidak terjadi peningkatan atau penurunan. Angka tersebut masih dibawah target IS 2010 yaitu sebesar 102/100. serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.000 KLH pada tahun 2015 (MDG’s). Mengatasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan dana untuk pelacakan kasus kematian bayi antara lain melalui kerjasama dengn AIP-MNH (Australia-Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt) dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi kebidanan serta pertemuan-pertemuan lintas sektor dan lintas program dengan petugas kesehatan di Puskesmas. Jika dibandingkan dengan AKABA tahun 2008 yaitu 3.1 per 1000 Kelahiran Hidup. maka terjadi peningkatan AKI. Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan. keadaan kesehatan kurang baik menjelang kehamilan. Febris dan Gizi Buruk. b. dan terjadi peningkatan AKB yang cukup tinggi pada tahun 2008 dan 2009.9 atau 3 per 1000 Kelahiran Hidup. Dari 7 kasus Kematian Ibu 3 kasus terjadi di Kecamatan Golewa dengan penyebab Perdarahan karena Kehamilan di Luar Kandungan (KET) dan perdarahan setelah melahirkan (post-Partum). Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi. Jumlah kelahiran dan kematian bayi dan balita secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6. persalinan dan masa nifas. c. 1 kasus terjadi di Kecamatan Riung Barat dengan penyebab Emboli Air Ketuban (Suspect Emboli Air Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 13 . Obs. Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 224. Namun secara absolut atau dilihat dari jumlah kasus kematian balita terjadi penurunan dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 9 kasus pada tahun 2009. Jika debandingkan dengan AKI Kabupaten Ngada Tahun 2008 yang dilaporkan sebesar 144/100.

Jejaring Notifikasi bertugas untuk mendata semua sasaran kesehatan terutama ibu hamil. Grafik 3. Adanya kasus kematian ibu maternal di Kabupaten Ngada disebabkan oleh kurangnya kuantitas maupun kualitas tenaga bidan terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 (per 100. Pendanaan. sehingga pada saat ibu hamil atau warga yang membutuhkan darah. masih ada pertolongan persalinan oleh dukun. Selain tersebut diatas upaya yang dilakukan adalah penggerakan dan pengembangan Desa Siaga dengan membangun 5 jejaring yaitu Notifikasi. kondisi sosial ekonomi masih rendah untuk membiayai. Jejaring Donor Darah mendata semua golongan darah dari warga setempat. di Pustu dan Puskesmas. serta letak geografis yang masih sulit untuk mengakses sarana kesehatan dan belum diterapkannya P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) secara optimal. transportasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi dan KB. Donor Darah. jejaring Transportasi untuk memudahkan merujuk warga terutama ibu hamil Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 14 . bayi. kunjungan rumah ( sweeping ) post persalinan oleh petugas belum optimal. Upaya untuk menekan angka kematian ibu dilakukan denganmeningkatkan kemitraan bidan dan dukun untuk mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan dengan harapan agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR).000 Kelahiran Hidup) Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa AKI Kabupaten Ngada dari tahun 20052008 cenderung mengalami penurunan. Jejaring Pandanaan bertugas untuk mengumpulkan iuran atau dana solidaritas warga untuk kesehatan. kurangnya sarana dan prasarana dalam pelayanan Emergensi Obstetrik dan Neonatal baik itu di Polindes. namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan AKI.Ketuban). balita dan kelompok rentan. tabel 7. Data kasus kematian ibu secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran.

23 Infeksi Penyakit Usus lain di luar diare. Terobosan lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah dengan mencanangkan REVOLUSI KIA yaitu Semua Persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai.46 7. triwulan.00 22.53 Penyakit lainnya 26. jaringan pengikat (Pyk tulang blkg.71 40. Jejaring Kespro dan KB bertujuan untuk konseling KB pada PUS dan pendataan akseptor aktif.02 6. semester dan tahunan dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) Puskesmas dan sarana pelayanan swasta.2 Morbiditas Angka kesakitan penduduk diperoleh dari pengumpulan data di masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui kunjungan rumah dan laporan bulanan.99 Ginggivitis atau Penyakit Periodental 1. A.14 & rematik) Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan Lab) 17.05 5. 2. ke-3 tahun 2008 dan urutan ke-2 tahun 2009.02 1. 2009 Dari data penyakit diatas menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas merupakan penyakit pada urutan pertama selama 3 tahun terakhir ini.52 4.38 2.50 3. 3.16 No 1 2 Trend ↑ ↑ 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ↑ ↓ ↑ ↓ ↑ Sumber : Laporan Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Khusus dan Rujukan.66 Scabies 1.60 2.33 colera atau disentri Penyakit lain pada saluran pernapasan 9.64 37.ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.95 Penyakit Kecacingan 1.60 bag atas di luar ISPA Diare 2.81 7. radang sendi 6. Pola 10 Penyakit Terbanyak Dari laporan LB1 (Laporan Bulanan) puskesmas menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyakit yang selalu menduduki urutan teratas tiap tahunnya.07 Bag Atas Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium (Termasuk Malaria 4.61 2. hal ini disebabkan karena telah tersedianya sarana dan prasarana laboratorium di Puskesmas untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 15 .35 Tropika) Penyakit pada sistem otot. Sedangkan Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium mengalami peningkatan yaitu urutan ke-5 tahun 2007.41 14. yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007 -2009 Tahun Tahun Tahun Jenis Penyakit 2007 2008 2009 % % % Infeksi Akut pada Saluran Pernapasan 21.68 27.

dan hal ini menyebabkan Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan laboratoris) mundur ke urutan ke-4. yang tidak tersedia laboratorium dasar.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Kesehatan 2009.balita dan lansia.46% dari seluruh kasus penderita malaria klinis. Laporan Bidang Kesmas. Sedangkan kasus malaria positif pemeriksaan darah di laboratorium sebanyak 7912 kasus atau sebanyak 42. Penyakit Menular Bersumber Binatang 1. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 16 . Semua penderita Malaria dengan gejala klinis maupun positif yang berkunjung ke Puskesmas. data malaria klinis ini sebagian besar merupakan pasien yang berobat ke Pustu maupun Polindes. terlihat dari jumlah penderita tahun 2009 (yang berobat ke Puskesmas) sebanyak 10. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar 57 per 1000 penduduk. Grafik 3.pemeriksaan parasit malaria. Polindes maupun ditemukan pada saat pusling diberikan pengobatan malaria.721 kasus. dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. Penderita malaria klinis di Kecamatan Bajawa Utara wilayah kerja Puskesmas Watukapu dan Kecamatan riung Barat wilayah kerja Puskesmas Maronggela serta kecamatan Wolomeze wilayah kerja Puskesmas Natarandang tidak dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium karena di Puskesmas bersangkutan belum tersedia Laboratorium kesehatan. Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah kasus malaria klinis terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa/ke Puskesmas Kota sebanyak 2. Jumlah kasus malaria klinis (demam tinggi disertai dengan menggigil) di Kabupaten Ngada masih tinggi. B. dengan AMI (Annual Malaria Incidence) 78 per 1000 penduduk. 2009.736 kasus. Malaria Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terutama di Kabupaten Ngada yang merupakan daerah endemik malaria. Pustu.

Trend kasus malaria selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini: Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 17 . pemakaian baju tebal dan (3) menghilangkan atau membersihkan sarang nyamuk menghilangkan genangan air. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit malaria dalam bentuk peran serta masyarakat melalui : (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas.Jika dibandingkan dengan jumlah kasus Malaria Klinis 20. Bajawa. dengan AMI paling tinggi yaitu 172 per 1000 penduduk. Sedangkan daerah dengan endemis malaria Sedang adalah Kecamatan Golewa. Aimere.776 kasus pada tahun 2008 maka kasus malaria klinis mengalami penurunan. pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent). Penyebaran wilayah endemis malaria dapat dilihat pada peta berikut : Peta 3.1 : Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Dari peta diatas diketahui bahwa daerah dengan potensi endemis berat atau tinggi adalah Kecamatan Soa. Bajawa Utara dan Riung Barat. Lebih terperinci mengenai Malaria dapat dilihat pada lampiran Profil tabel 11. (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu. pemasangan kasat kasa di rumah. memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air. Daerah Endemis Malaria Ringan atau Rendah adalah Kecamatan Riung dan Wolomeze.

Menurunnya kasus malaria menunjukkan derajat kesehatan masyarakat semakin baik yang juga didukung oleh bantuan Global Fun ATM yaitu Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam pemberantasan penyakit Malaria sejak tahun 2006 terutama bantuan kelambu berinsektisida. Demam Berdarah Dengue (DBD) Kondisi yang menyebabkan DBD adalah Tingginya mobilitas penduduk.000 penduduk dengan absolut sebanyak 9 kasus. kurang efektifnya Fogging Fokus dengan Fogging sebelum penularan.Grafik 3. Sedangkan kasus malaria positif mengalami cenderung menagalami peningkatan dari tahun 2005-2008. Pada tahun 2009 Angka Kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sebesar 7 per 100. 2. Dari data menunjukkan bahwa DBD merupakan kasus atau penyakit yang bersifat periodik atau mempunyai siklus waktu tertentu Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.000 penduduk maka tahun 2009 terjadi penurunan kasus DBD. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 dengan Angka Kesakitan 30 per 100. dan menurun pada tahun 2009. belum memasyarakatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah masalah yang perlu diperhatikan di Kabupaten Ngada. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 18 . namun kasus-kasus ini sebagai akibat mobilitas penduduk.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik diatas menggambarkan jumlah kasus malaria klinis selama 5 tahun terakhir (2005-2009) cenderung menurun dan mengalami penurunan pada tahun 2009.

Di Indonesia. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 19 . Angka Kesakitan DBD dilihat dari gambar diatas mengalami peningkatan setiap 2 tahun. Filariasis Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”.namun penderita tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1970an dan sudah diberi tatalaksana/pengobatan. Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria.000 penduduk pada tahun 2006.000 penduduk di tahun 2009.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Sumber : Profil Puskesmas 2008. yaitu Wucherecia bancrofti. Brugia Malayi dan Brugia Timori. Anopheles dan Culex.Grafik 3.635 orang.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 6 per 100. Di kabupaten Ngada pada tahun 2008 terdapat 26 kasus filariasis yang terdapat di kecamatan Bajawa Utara dan Riung Barat.000 penduduk pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan menjadi 30 per 100. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Meningkat dari 2 per 100. sampai dengan tahun 2003 kasus kronis Filariasis telah menyebar ke 30 provinsi pada lebih dari 231 kabupaten dengan jumlah kasus kronis 6. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap. 3. kemudian menurun menjadi 3 per 100. dari beberapa jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor Filariasis yaitu Mansonia.000 penduduk pada tahun 2008 dan menurun menjadi 7 per 100.

5% (41 kasus gigitan) tidak diberi VAR. namun tidak bertambah besar. apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan. Bila dibandingkan dengan kasus Filariasis tahun 2007 sebanyak 44 kasus. serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini. 4.55. Angka tersebut diyakini sangat memungkinkan. hal ini dikarenakan adanya penjaringan penderita dengan gejala klinis TB paru dan adanya pemeriksaan kontak serumah. Dan angka kesembuhan penderita TB BTA + sebesar 62% atau 29 penderita sembuh. namun 44 kasus Filariasis pada tahun 2007 terjadi di kecamatan Boawae yang pada tahun 2008 sudah masuk wilayah Kabupaten Nagekeo. dimana suspek TB Paru sebanyak 240 orang. Dari 426 penderita yang dinyatakan positif TB dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak/sputum yang positif BTA (Basil Tahan Asam) sebanyak 47 orang atau 11%. yang setiap tahunnya diperkirakan ada penderita baru TB menular sebanyak 262. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar ke-3 di dunia.walaupun bengkak pada kakinya tetap ada. Lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 13.17% atau 1 korban meninggal dari 24 kasus gigitan yang berasal dari Kecamatan Soa. dan desa tersebut dikatakan rawan terhadap kasus Rabies. Sedangkan pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus filariasis. C. maka pada tahun 2009 mengalami peningkatan.000 penderita baru TB) dan 140. Di Kabupaten Ngada. 26. dari laporan Puskesmas oleh pengelola P2TB (pencegahan dan Penanggulangan Tuberculosis) suspek TB Paru atau suspek dengan gejala-gejala klinis menderita TB paru sebanyak 426 orang. Akibat gigitan HPR ini terdapat 1 korban meninggal dari Kecamatan Soa. maka mengalami penurunan. dimana pernah terjadi kasus rabies.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC. Jika dibandingkan dengan kasus TB Paru pada tahun 2008. maka penderita kasus gigitan HPR langsung diberikan VAR atau Vaksin Anti Rabies.4% (202 kasus) diberikan VAR lengkap.1% (86 kasus) tidak VAR lengkap.000 orang (44. Penyakit Menular Langsung 1. oleh karena Kabupaten Ngada merupakan daerah Endemik Rabies. Dan CFS atau Case Fatality Rate atau persentase korban meniggal karena kasus Rabies adalah 4. sosial ekonomi masyarakat.9% dari 583. dan tidak ditemukan penderita baru. Rabies Di Kabupaten Ngada Pada tahun 2009 dilaporkan adanya kasus gigitan HPR (hewan Penular Rabies) sebanyak 329 kasus. Penderita yang dobati adalah yang BTA positif sejumlah 47 penderita atau 100%. dengan Attack rate 1. Sedangkan kasus TB Paru dengan BTA+ mengalami Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 20 . dan eliminasi terhadap HPR belum secara total dilakukan. dan 12. TB Paru WHO memperkirakan pada saat ini. Dari 329 kasus gigitan diantaranya 61.

Diare pada balita ditangani 100% atau semua penderita diare balita ditangani dengan pemberian oralit maupun infus (Rnger Laktat/RL).6 Perbandingan TB Paru Klinis.488 kasus dan 57. sehingga pengobatan TB sebagian besar diawasi oleh petugas kesehatan. Grafik 3. hal ini disebabkan belum optimalnya Pengawasan Minum Obat (PMO) di tingkat keluarga. Suspek TB Paru pada Puskesmas Maronggela. Jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa diare sebanyak 2.4 per 1000 penduduk. Pustu.76% diantaranya merupakan penderita balita (1437 kasus). Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 21 . Watukapu dan waepana. Angka kesembuhan pengobatan TB paru tidak mengalami peningkatan yaitu 62 % pada tahun 2008 dan 2009. Diare Pada tahun 2009 Peyakit Diare menduduki urutan ke-7 dalam Pola Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan Di kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Dari Grafik dapat dilihat bahwa penderita TB Paru klinis paling banyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Waepana kemudian disusul Wilayah Kerja Puskesmas Koeloda. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 9. pemeriksaan sputum terhadap BTA dilakukan di Laboratorium Puskesmas Waepana.penurunan yaitu 66 orang pada tahun 2008 menjadi 47 orang pada tahun 2009. Angka Kesakitan Diare tahun 2009 sebesar 18 per 1000 penduduk. jika dibandingkan dengan Angka Kesakitan Diare tahun 2008 19. Polindes dan Pusling (tidak termasuk RSU) di Kabupaten Ngada. TB Paru BTA Positif. 2. maka terjadi penurunan Angka Kesakitan Diare. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.

dilihat dari penambahan jumlah kasus. 8 kasus ditemukan tahun 2009.3. meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman seiring dengan zaman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika. tahun 2007 ditemukan sebanyak 5 kasus HIV/AIDS. Jumlah penderita HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 sampai 2009 sebanyak 29 penderita.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi Di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Dari gambar kasus diatas. penderita HIV/AIDS yang hidup dan terdata sebanyak 9 orang. Dan beberapa suspek atau orang yang dicurigai menderita HIV/AIDS menolak untuk mengikuti pemeriksaan darah. Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah membentuk KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) pada tahun 2008 sesuai Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 22 . Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa itu adalah penyakit yang memalukan. Semakin tingginya mobilitas penduduki antar wilayah. Dari 29 kasus tersebut. tahun 2006 ditemukan sebanyak 3 kasus dan telah meninggal semuanya. meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangannya. 3 diantaranya meninggal. dimana yang nampak hanya sebagian kecil saja. tahun 2004 2 kasus dan tahun 2003 1 kasus. penyebaran pembangunan ekonomi. perkembangan teknologi yang semakin pesat. tahun 2005 ditemukan 4 kasus. HIV/AIDS Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus di Kabupaten Ngada menunjukkan peningkatan. 3 diantaranya meninggal. terjadi fluktuasi penemuan penderita HIV/AIDS dan trend kasusnya cenderung meningkat. sehingga banyak sekali kasus yang tidak terjaring. Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada merupakan fenomena gunung es. dan 6 diantaranya meninggal. Gambar 3. Dan dari 29 kasus tersebut. Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) melalui suntikan memberikan kontribusi yang besar terhadap meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS. 6 kasus ditemukan pada tahun 2008 dan 4 diantaranya sudah meninggal.

Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.dengan Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2007 dan telah membentuk jasringan ODHA dan OHIDHA. Grafik 3. jenis pekerjaan dan jenis kelamin.10.9.8. Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran penderita HIV/AIDS menurut kelompok umur. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada tahun 2003-2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 23 . Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.

Namun kegiatan deteksi dini IMS atau PMS di Kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal. Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). bayi dengan Berat Badan lahir Rendah (BBLR). Di negara berkembang. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. yang wilayah kerjanya terdapat kasus HIV/AIDS. D. Pekerjaan sebagai Sopir merupakan kasus terbanyak ketiga. Kurang Energi Kronik (KEK). BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). karena disamping merupakan faktor predisposisi seperti penyakit infeksi yang dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual. dan langsung diberi tatalaksana atau penanganan pengobatan kasus tersebut. dan terbanyak pada kelompok umur 21-25 tahun dan 26-30 tahun. status gizi wanita usia subur. A. Kejadian Luar Biasa Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan wabah. dan Case Fatality Rate atau Rasio korban meninggal karena rabies dibanding korban gigitan HPR sebesar 4. 3. Pada tahun 2009 terjadi KLB Rabies di Kecamatan Soa yaitu terdapat 1 korban meninggal karena Rabies dari 24 kasus gigitan di Kecamatan Soa. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. 4. status gizi balita. Menurut jenis kelamin kasus HIV sebagian besar ditemukan pada laki-laki yaitu 19 kasus.551 penduduk. Status gizi janin dan bayi sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil atau ibu menyusui. yang sudah menjalankan kegiatan deteksi dini IMS ini adalah Puskesmas Aimere dan Kota. Sedangkan menurut jenis pekerjaan terbanyak pada IRT (Ibu Rumah Tangga) dan swasta. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain. yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang.Dari gambar diatas diketahui bahwa terdapat kasus HIV/AIDS pada penduduk kelompok umur 0-5 tahun (balita) 1 kasus. hal ini disebabkan karena mobilisasi para sopir antar daerah.55% dengan jumlah penduduk sekitar yang terancam 1. IMS Deteksi dini kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dilakukan di Puskesmas dengan menerapkan managemen PMS pada ibu hamil yang datang ke sarana kesehatan.3 Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum.17 %. Pada tahun 2009 dari deteksi dini IMS yang dilakukan terdapat 63 kasus IMS. Attack Rate 1. banyak BBLR dengan IUGR Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 24 .

gizi kurang (z-score<-2 SD sampai 3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD). Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. dan menurun lagi pada tahun 2009 (54 kasus). gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD). Salah satunya adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini ke sarana pelayanan kesehetan dan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. dimana cenderung terjadi penurunan dari tahun 2004 (183 kasus) sampai tahun 2006(96 kasus).karena ibu berstatus gizi buruk. Bayi BBLR di kabupaten Ngada yang dilaporkan Puskesmas dari 3115 kelahiran hidup 93% diantaranya yang ditimbang (2893 LH) dan yang BBLR sebanyak 1. Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). untuk menanggulangi masalah gizi atau untuk memperoleh gambaran konsumsi gizi di tingkat rumah tangga dan status gizi masyarakat dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Pemantauan Status Gizi (PSG) atau Pemantauan Wilayah Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 25 . malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil. Lebih rinci mengenai Bayi BBLR dapat dilihat pada lampiran tabel 15. namun pada tahun 2007 terjadi peningkatan kasus yang signifikan (154 kasus) dan mengalami penurunan pada tahun 2008 (70 kasus).78% dengan absolut 54 bayi. Kategori yang digunakan adalah : gizi lebih (zscore>+2 SD). Di Kabupaten Ngada. Perkembangan kasus BBLR di Kabupaten Ngada sejak tahun 2004 sampai 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 3. B. Meskipun semua bayi BBLR pada tahun 2009 ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan namun tindakan atau upaya-upaya preventif harus tetap dilaksanakan untuk menekan angka kejadian BBLR. dan semua bayi BBLR telah ditangani oleh tenaga kesehatan.11 Perkembangan Persentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada Tahun 2004-2009 Sumber : Profil Puskesmas. anemia. 2009 Perkembangan persentase kasus BBLR di Kabupaten Ngada selama 6 tahun terakhir mengalami fluktuasi.

Hasil pemantauan status gizi balita yang datang ke Posyandu 67. sektor ekonomi dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 26 . Namun masih terdapatnya kematian balita akibat gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan.21%.944 balita yang datang dan ditimbang Bila dibandingkan dengan cakupan balita ditimbang tahun 2008 yaitu 85% mengalami penurunan. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Seksi Gizi. Dari 484 balita BGM. perlu kerjasama yang baik dengan sektor terkait seperti ketahanan pangan.12 Proporsi Status Gizi Baik. 2008 Dari gambar diketahui bahwa status gizi baik Kabupaten Ngada sebanyak 91. Grafik 3. dan pertanian.2%. sedangkan balita gizi buruk sebesar 0.Setempat (PWS) di seluruh kecamatan. Disadari bahwa untuk mengatasi masalah ini sektor kesehatan saja tidak akan mampu mengintervensi masalah gizi buruk sampai ke akar.42% dari seluruh balita pada tahun dari 14. Upaya yang dilakukan terhadap 20 orang balita gizi buruk adalah dengan pemberian PMT Pemulihan. terdapat 10. Hasil PSG/PWS yang dilaksanakan 2009 di posyandu atau sekitar 76. 254 diantaranya adalah bayi BGM. bila dibandingkan tahun 2008 maka jumlah kasus gizi buruk mengalami penurunan. Kematian balita yang disebabkan oleh gizi buruk sebanyak 2 balita.19% atau 21 balita. sedangkan gizi buruk 21 kasus atau 0. sedangkan 4 orang balita gizi buruk dengan penyakit penyerta telah dirawat di sarana kesehatan.52% berat badan naik dengan absolut 7388 balita. dan yang telah diberikan MP ASI (makanan Pendamping ASI) untuk menambah asupan gizinya sebanyak 105 bayi.321 balita yang terdata.59% meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2008 yaitu 88%. Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebanyak 4. ini menunjukkan hasil yang baik dari pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Keluarga. dan telah mengalami peningkatan berat badan. gizi kurang 828 kasus atau 8. peran keluarga yaitu orang tua balita dan pemenuhan kebutuhan gizi dari saat ibu hamil sampai saat anak lahir dan bertumbuh kembang.42% dengan absolut 484 balita.

4 Umur Harapan Hidup Penurunan angka kematian bayi sangat berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH). Soa dan Riung. namun tetap mendapat penanganan yang lebih untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. sehingga tidak menjadi kecamatan rawan gizi. Sedangkan kecamatan yang berpotensi berat rawan gizi yaitu Kecamatan Golewa.sektor pemberdayaan dan penggerakan masyarakat desa. untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan upaya preventif untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. Aimere. bisa dikatakan kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan Jerebuu. Kecamatan dengan potensi sedang rawan gizi yaitu kecamatan Wolomeze dan Bajawa. 3. Angka kematian bayi merupakan indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kecamatan dengan prevalensi gizi buruk dan kurang potensi ringan.2 Dari gambar diatas diketahui bahwa Kecamatan Riung Barat merupakan Kecamatan Rawan Gizi yaitu kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada balita lebih dari 15%. dimana prevalensi gizi buruk dan kurangnya berkisar antara 6%-10%. Bajawa Utara. sehingga perubahan derajat kesehatan terutama pada Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 27 . Data selengkapnya tentang status gizi dapat dilihat pada lampiran tabel 16 dan 24. Peta 3.

Ngada menduduki urutan kedua. meningkatnya Umur Harapan Hidup secara tidak langsung juga member gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.3 tahun. Menurut Estimasi Ngada dalam Angka. Angka ini bila ditinjau tingkat Propinsi NTT.6 tahun dan perempuan 68. 2009 (Badan Pusat Statistik). Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 28 . Dan urutan ketiga setelah Kabupaten Ngada adalah Kabupaten Ende dengan UHH laki-laki 64 tahun dan perempuan 68.8 tahun.penurunan AKB dan kenaikan UHH. Umur Harapan Hidup di Kabupaten Ngada untuk laki-laki mencapai usia 64. dimana urutan pertama adalah Kota Kupang yaitu laki-laki 70 tahun dan perempuan 73.6 tahun.

Cakupan K1 merupakan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan kehamilannya. yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang diutamakan pada kegiatan promotif dan preventif. Untuk meningkatkan cakupan K1. bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapat pelayanan antenataldi fasilitas kesehatan sesuai standar paling sedikit 4 (empat) kali. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. Pemberian Imunisasi TT. perlu adanya sosialisasi terutama bagi ibu hamil untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 29 .1 Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.2%. Pemberian Tablet Besi. sebesar 83. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. 4. Pelelayanan ANC standar yaitu Penimbangan Berat Badan.BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 1. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khusunya untuk tahun 2009. cakupan ini menurun dibandingkan cakupan tahun 2008 yaitu 93. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan yang selanjutnya berpengaruh hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi. Angka capaian ini belum merupakan K1 murni melainkan jumlah kunjungan pertama ibu hamil ( kontak pertama ). pemeriksaan tensi dan Konsultasi. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama. Cakupan pelayanan kunjungan baru ibu hamil ( K1 ) di Kabupaten Ngada tahun 2009 berdasarkan data dari Puskesmas. satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya. dokter umum.8%. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : A.

Selain itu juga banyak kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan pada usia dini atau usia lanjut yang menyebabkan ibu hamil malu untuk memeriksakan kehamilannya. maka pencapaian secara kabupaten belum memenuhi target. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 30 .27% yaitu 2630 ibu hamil dari 4674 proyeksi ibu hamil/ ibu hamil yang diperkirakan.memeriksakan diri ke Puskesmas.53%). 2009 Gambar diatas menunjukkan bahwa baik secara kecamatan maupun kabupaten cakupan pelayanan ibu hamil K4 masih jauh dari target SPM yaitu 95%. Sedangkan cakupan K4 sebesar 58. karena masih adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yaitu kehamilan harus disembunyikan dari hal-hal gaib dan semacamnya. Permasalahan tidak tercapainya K4 adalah tidak tercapainya K1 murni yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali pada triwulan 1/sebelum lewat dari 3 bulan kehamilan. Bila dibandingkan dengan target SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan tahun 2010 yaitu K4 ibu hamil 95%. Masalah adalah dukungan dari keluarga ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara dini di fasilitas kesehatan masih sangat kurang. Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 56. Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) selama masa kehamilan dimaksudkan untuk mengatasi kasus anemia ibu hamil serta meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe selama masa kehamilan hingga persalinan. Grafik 4. Namun kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan dana dan prasarana untuk pendataan ibu hamil dan kekurangan tenaga sehingga banyak bidan yang mempunyai tugas rangkap.90%. sehingga sweeping ibu hamil sangat penting untuk dilakukan.1 Persentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wialayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Data selengkapnya mengenai pelayanan ANC ibu hamil dapat dilihat pada lampiran tabel 17. Kecamatan dengan pencapaian paling rendah yaitu kecamatan Soa Puskesmas Waepana (30.

5%. misalnya kelalaian petugas kesehatan. 2009 Pemberian tablet Fe3 dimaksudkan bagi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya. dan dikonsentrasikan pada pertolongan persalinan. pada tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 31 . kecuali ibu hamil dengan malaria positif. karena permasalah kematian ibu yang utama terjadi di Kabupaten Ngada adalah perdarahan pada persalinan. keterlambatan merujuk dan pertolongan persalinan masih dilakukan oleh dukun bersalin. Tahun 2009 dan 2010 Pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Kesehatan dibantu dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Program AIP-MNH NTT (Australia – Indonesia Partmership for Maternal and Neonatal Health in NTT). dengan cara pemecahan masalah Kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan tim kabupaten yang dikenal dengan DTPS (District Team Problem Solving). hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (professional).2 Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe3) pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.Grafik 4. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 25. Tujuan utama program ini adalah mengupayakan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi NTT. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan. Berbagai upaya telah dilakukan. Seharusnya cakupan Fe3 sama dengan cakupan K4 karena setiap memeriksakan kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan setiap triwulan ibu hamil harus diberikan tablet Fe. kesalahan pencatatan dan pelaporan atau masalah teknis lainnya. Kecamatan dengan cakupan Fe3 paling tinggi adalah kecamatan Wolomeze (Puskesmas Natarandang) yaitu 83.5% sedangkan cakupan Fe3 terendah adalah kecamatan Bajawa Utara (Puskesmas Watukapu) yaitu 28. dimana satu kali pemberian Fe sebanyak 90 tablet. 2. Adanya selisih antara kedua cakupan tersebut perlu ditelusuri lagi sebab-sebab yang mungkin terjadi.

sistim pelayanan yang lebih komlplex dibandingkan dengan pustu dan polindes dan akses ke rumah sakit lebih dekat apabila harus dilakukan rujukan. Yang dimaksudkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Ngada adalah Puskesmas dimana telah tersedia peralatan pertolongan persalinan.9% dari ibu bersalin. Namun dengan adanya Keputusan Gubernur NTT nomor 42 tahun 2009 tentang Revolusi KIA yaitu Semua Persalinan Dilakukan di Faslitas Kesehatan yang Memadai maka diharapkan pencapaian pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk Kabupaten Ngada 95 sampai 100%. kemudian mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan menurun pada tahun 2009. tenaga dokter. obat-obatan yang cukup. bidan dan perawat yang mempunyai kompetensi. Cakupan pertolongan persalinan per wilayah kerja Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 32 .2009 persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan sebanyak 250 persalinan atau 7.3 Trend Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2005-2009. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2008 dan 2009 bila dibandingkan dengan target SPM Indonesia Sehat 2010 yaitu 90%. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami fluktuasi yaitu cenderung meningkat dari tahun 2005 ke tahun 2006. Grafik 4. maka untuk Kabupaten Ngada telah mencapai target.

tekanan darah tinggi. Puskesmas Kota Kecamatan Bajawa dan Puskesmas Waepana Kecamatan Soa. Penanganan yang dimaksudkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 33 . yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. beberapa ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan harus dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan kemampuannya maupun prasarana penanganan risti di desa dan Puskesmas.4 Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. ketuban pecah dini. Puskesmas Koeloda Kecamatan Golewa. Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas. oedema nyata.Grafik 4. Sedangkan 4 Kecamatan lainnya belum mencapai target SPM. dan 92. eklampsia. persalinan premature. Di Kabupaten Ngada persentase ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdata oleh Puskesmas sebesar 6. Deteksi resiko. letak lintang pada usia kehamilan >32 minggu. dan cakupan terendah adalah Kecamatan Riung Barat atau wilayah kerja Puskesmas Maronggela. infeksi berat/sepsis. 3. Yang dimaksudkan dengan Risti/Komplikasi pada ibu hamil yaitu apabila HB < 8g%. Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi Masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian besar pada ibu. 2009 Dari gambar diatas terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan di 5 Puskesmas telah mencapai bahkan melebihi target SPM yaitu Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere. karena banyak sekali risiko-risiko yang bisa dialami pada masa kehamilan. Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi yaitu keadaan penyimpangan dari normal. perdarahan pervaginam. letak sungsang pada primigravida. Puskesmas Watumanu Kecamatan Jerebuu.40% dari keseluruhan proyeksi ibu hamil. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 17.31% ibu hamil risti tersebut ditangani di Puskesmas sedangkan sisanya ditangani dengan merujuk ke RSUD sebagai Sarana rujukan strata 1 di Kabupaten Ngada.

dengan kesenjangan 7. Maronggela dan Natarandang. Cakupan kunjungan neonatus (KN2) Kabupaten Ngada pada tahun 2009 sebesar 72.59%. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Koleoda. cakupan kunjungan neonatus di beberapa puskesmas mencapai diatas target SPM yaitu Puskesmas Aimere. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali. Cakupan Kunjungan Neontaus kedua kali tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Maronggela sedangkan terendah di wilayah kerja Puskesmas Kota.disini yaitu penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang terlatih di Puskesmas Perawatan dan RS pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif). Gambaran presentase Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 34 . KN2 Puskesmas kota terendah karena banyak persalinan dilakukan di bidan praktek swasta sehingga persalinannya tercatat namun kunjungan neonatus tidak tercatat. satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari. Riung. Persentase ibu hamil risti dan ibu hamil risti ditangani dapat dilihat pada gambar berikut ini dan data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 28. Bila dilihat menurut kecamatan.5 Cakupan Ibu Hamil. Kunjungan Neonatus Bayi umur 0 – 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. dan tingginya mobilitas penduduk di Ibukota Kabupaten menyebabkan kesulitan untuk melakukan KN2. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 yaitu 80%. 2009 B. Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita 1.41%. maka belum mencapai target. petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. Grafik 4.

2009 Hasil pengumpulan data/indikator kinerja SPM dari Puskesmas di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2009 sebesar 76. Grafik 4.7 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 2 kali (neonatus). perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan.6 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.22%. bidan. paling sedikit 4 kali (bayi).cakupan kunjungan neonatus menurut kecamatan pada tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini sedangkan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 15. 2009 2. Grafik 4. hal ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan cakupan tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 35 . Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan pelayanan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter.

2008 yaitu 86. Hal ini dikarenakan banyak balita yang sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan remaja yaitu siswa SMP/SMU. Pencapaian tersebut belum memenuhi target SPM yaitu 90%. Grafik 4. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 36 . Usia Sekolah dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah (balita).42. 3. Data dari beberapa puskesmas menunjukkan pencapaian tahun 2009 sebesar 23. Sedangkan cakupan pelayanan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/kader kesehatan sekolah) melalui penjaringan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 64. Usia Sekolah dan Remaja di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 76. usia sekolah dan remaja dapat dilihat pada lampiran tabel 18.9%. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 (90%). Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 15.6%. dan pencapaian terendah adalah Puskesmas Watukapu 54. pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) merupakan cakupan anak umur 0 – 5 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh kembangnya sesuai dengan standar paling sedikit 2 kali pertahun. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Kesehatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Jika dikaji per wilayah kerja Puskesmas . maka cakupan Kunjungan Bayi kurang lebih 4 kali di Puskesmas Waepana telah melebihi target SPM yaitu 93. tidak dibawa lagi ke Posyandu untuk deteksi tumbuh kembang. Data selengkapnya mengenai pelayanan pra sekolah. masih belum memenuhi target SPM yaitu 100%.88%.55%.07%. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah. serta pelayanan kesehatan pada remaja. cakupan kunjungan bayi belum memenuhi target.8 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah. belum dioptimalkan oleh semua Puskesmas karena keterbatasan tenaga dan dana. Cakupan pelayanan Kesehatan Apras.

Dan proporsi PUS yang merupakan peserta KB aktif sebesar 71. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 19. masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 80% bayi yang ada mendapat ASI Eksklusif. Data selengkapnya mengenai ASI Ekslusif dapat dilihat pada lampiran tabel 32. ASI Eksklusif ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Program KB dikhususkan pada pasangan usia subur (PUS).965 PUS. Metode KB atau kontrasepsi yang tersedia adalah MKJP dan Non MKJP. Upaya yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan berupa penyampaian informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif dan pentingnya ASI Ekslusif serta manfaat bagi ibu bila menyusui. ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 ( enam ) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 ( dua ) tahun. sedangkan non MKJP adalah metode Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 37 .70%. Namun demikian pemantauan atau pengawasan pemberian ASI Eksklusif dirasa belum maksimal sehingga cakupan pemberiannya masih sangat rendah. MKJP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD.4. Grafik 4.05% sedangkan peserta KB Baru atau pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi sebesar 13.15 %. untuk tahun 2009 cakupan ASI Eksklusif baru mencapai 46. MOP/MOW (Metode operatif pria/metode operatif wanita) dan implant.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas Di Kabupaten Ngada Tahun 2009 C. Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pelatihan tenaga konselor ASI Eksklusif bagi para bidan dan kader posyandu. karena itu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Pelayanan KB Program KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Pada tahun 2009 PUS yang tercatat berjumlah 20.

Pada tahun 2009. seperti pada grafik 4. Grafik 4. Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (usila) yaitu yang berumur 45-59 tahun dan pelayanan usila yaitu yang berumur 60 tahun keatas tahun 2009 adalah sebesar 37. Gambaran presentase alat/cara KB yang diapakai peserta KB aktif dapat dilihat pada grafik berikut ini.34% kemudian alat KB Pil sebesar 19. lebih rinci mengenai cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila dapat dilihat pada lampiran tabel 39.20%.11 dibawah ini.19% dan pelayanan kesehatan usila sebesar 51. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 38 . Persentase tertinggi alat/cara KB aktif yang digunkan oleh PUS peserta KB adalah pemakaian KB suntik yaitu 44. pil. Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi. E. Pelayanan kesehatan prausila dan usila paling tinggi pada kecamatan Riung dan Kecamatan Riung Barat.48%. DPT dan campak diatas 80%. berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan tingkat perlindungan masyarakat (herd imunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i). sedangkan rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran tabel 22. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu. WUS dan anak sekolah dikatakan mencapai UCI apabila cakupan imunisasi BCG. sedang rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 20.kontrasepsi jangka pendek yang meliputi suntik. persentase desa yang telah mencapai UCI dilaporkan sebesar 81. ibu hamil. Polio. kondom dan obat vagina. 2009 D.55%.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Dengan rincian pelayanan kesehatan pra usila sebesar 31.919% atau 77 desa dari 94 desa.

11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Untuk menurunkan angka kesakitan. Puskesmas. DPT. HB 3 kali dan campak 1 kali. Polio dan campak. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali. Pertusis. Difteri. kematian dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC. cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik 4. karena imunisasi campak merupakan imunisasi terakhir yang diberikan pada bayi. dilihat dari indikator cakupan imunisasi campak.Grafik 4. Pelayanan imunisasi bayi di Kabuputen Ngada dilakukan di Posyandu. Untuk menilai kelengkapan imunisasi dasar bagi bayi. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Tetanus.12 Cakupan Imunisasi BCG. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 39 . Pustu dan Polindes serta sarana kesehatan lainnya. Sedangkan untuk menilai angka drop out cakupan imunisasi dasar dapat dilihat dari selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan cakupan imunisasi campak. Hepatitis B. DPT 3 kali. Polio 4 kali.

Dari grafik diketahui bahwa kelengkapan imunisasi dasar lengkap bagi balita adalah 73. Cakupan imunisasi secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 23.77%. Upaya Penyuluhan Kesehatan 1. Grafik 4. Garam Yodium Yodium sangat diperlukan bagi tubuh dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tubuh yaitu kebodohan. Pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 kali setahun yaitu bulan Februari dan Agustus pada tahun 2009 sebesar 70.14.83%. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 26. angka drop out imunisasi yaitu 6. Cakupan Imunisasi TT pada IBu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. hal ini terlihat dari cakupan imunisasi campak. 2009 F.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada tahun 2009 Imunisasi TT kepada Wanita Usia Subur diberikan selama 5 kali yaitu Imunisasi TT1 sampai TT5.17%. pertumbuhan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 40 . Gambar 4.

pencabutan gigi tetap sebanyak 604 dengan rasio tambal cabut sebesar 0. kegiatan yang dilakukan yaitu pencabutan gigi sulung. Sebagai cerminan desa/kelurahan dengan garam beryodium baik pada tahun 2009 menunjukkan dari 94 desa/kelurahan sebanyak 22 desa/kelurahan (23. dari 22. pengobatan dan penambalan sementara. Pelayanan dasar gigi ini disarankan minimal 2 kali setahun. Jumlah murid yang mendapatkan perawatan gigi yakni sebanyak 3151 orang. Pelayanan Dasar Gigi Pemeriksaan gigi dan mulut merupakan bentuk upaya promotif. sehingga survey pemakaian garam yodium di rumah tangga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko GAKY. 2.967 murid yang ada. dengan pemeriksaan sampel garam yodium tidak lebih dari 2 sampel garam yang kandungan yodiumnya dibawah standar. 14. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 33. Adapun pelayanan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk murid SD pada tahun 2009 sebesar 63. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas di wilayah Kabupaten Ngada tahun 2009 dilakukan melalui pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 135.terlambat dan gondok apabila kekurangan zat yodium yang sering disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium). maka dilakukan pemantauan dengan menggunakan Yodina test. Untuk mengatasi GAKY. untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. dimana daerah tersebut ada kasus GAKY.40%) termasuk pada kategori desa/kelurahan dengan garam beryodium yang baik. yang dilakukan baik di sekolah atau di Puskesmas. preventif dan kuratif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. juga ada pembagian kapsul yodium bagi WUS di desa. Karena terbatasnya dana untuk penyelenggaraan survey desa bergaram yodium baik. Kabupaten Ngada melakukan pemantauan kandungan yodium dalam garam dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas. hal ini sangat mudah dilakukan tanpa harus memiliki ketrampilan khusus.597 murid yang diperiksa. Kabupaten Ngada merupakan salah satur daerah endemis GAKY. masih jauh dari target SPM 2010 yaitu desa dengan garam yodium baik 80%. maka beberapa puskesmas mengatasinya dengan melakukan iodine test di sekolah. Untuk melihat kualitas yodium dalam garam. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada ada beberapa Puskesmas yang tidak membagikan kapsul yodium oleh karena keterbatasan dana untuk pengadaan kapsul yodium. terutama pada WUS di daerah endemic.22.56%. Hal ini menunjukan bahwa semua garam konsumsi yang beredar belum memenuhi syarat kandungan yodium. dengan meminta siswa untuk membawa garam dari rumah masing-masing. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 41 .

2009 Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dan jaringannya lebih tinggi daripada kunjungan rawat jalan Rumah Sakit. Waepana dan Aimere sudah melayani rawat inap.4. Sedangkan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas disamping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani kunjungan rawat jalan.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 1. Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan sedang hingga berat. Semua puskesmas di wilayah kabupaten Ngada dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan. Kunjungan rawat jalan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di sarana kesehatan dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 4. maka persentase tertinggi adalah kunjungan penduduk di Puskesmas Aimere sebesar 149%. sehingga merupakan pelayanan rujukan strata 1. Laporan Kunjungan RS. dan 3 puskesmas yaitu Riung. Pasien harus berobat ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa.15 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Puskesmas. mengingat Kabupaten Nagekeo belum mempunyai Rumah Sakit. hal ini disebabkan karena peningkatan strata RSUD Bajawa dari UPTD menjadi RSUD Tipe C. Begitupun di Puskesmas Kota dengan persentase rawat jalan dibanding jumlah penduduk di wilayah kerjanya adalah 109% dan Puskesmas Watumanu Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 42 . 2009. dengan kata lain . Sedangkan pelayanan Rawat Inap menjadi lebih tinggi karena jumlah Bed bertambah menjadi 100 buah dan pelayanan pasien rawat inap dari Nagekeo masih dilayani Kabupaten Ngada di RSUD Bajawa. hal ini berarti ada penduduk yang berkunjung ke Puskesmas Aimere lebih dari satu kali dalam setahun.

dengan sarana laboratorium yang memenuhi syarat. misalnya pemeriksaan darah malaria. Puskesmas Riung serta jaringannya persentase kunjungan rawat jalan 105%. Namun pelayanan spesialis ini tidak menetap melainkan kerjasama dengan dokter ahli yang melakukan kunjungan tiap 3 bulan sekali. Laboratorium Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan harus memiliki laboratorium kesehatan agar mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar. Persentase kunjungan rawat jalan dapat dilihat pada grafik berikut ini.persentase kunjungan rawat jalan 106%.16. Persentase kunjungan rawat jalan di 5 Puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Maronggela. Di Kabupaten Ngada pada tahun 2009 terdapat 8 sarana kesehatan yang dilengkapi dengan laboratorium kesehatan dan telah berfungsi dengan baik yaitu rumah sakit umum. Sedangkan Puskesmas Koeloda dengan wilayah kerja terluas. persentase kunjungan rawat jalan ke sarana pelayanan kesehatan dasar sama banyak dengan jumlah penduduk tercatat yaitu 100%. tersedianya reagen dan bahan-bahan penunjang pemeriksaan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 43 . Puskesmas Surisina. dan persentase terendah adalah kunjungan ke Puskesmas Natarandang. bedah. Puskesmas Watukapu dan Puskesmas Natarandang dibawah 100%. Grafik 4. 6 puskesmas dan 1 Balai Pengobatan Swasta. Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. pemeriksaan sputum dan pemeriksaan lainnya. Puskesmas Waepana. Sedangkan pelayanan 4 spesialis dasar yaitu pelayanan kandungan dan kebidanan. dan data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 42. penyakit dalam dan anak tersedia di rumah sakit umum bajawa. Laporan RSUD 2009 2. Berfungsi dengan baik maksudnya adalah adannya tenaga analis terlatih untuk melakukan pemeriksaan.

Ketersediaan Obat Esensial/Generik Adanya penerapan dalam penggunaan obat essensial dan generik. Dalam profil ini. hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga karena Rumah Tangga sebagai dasar terhadap perubahan perilaku masyarakat secara umum. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. tiga tatanan yang menjadi sasaran utama PHBS adalah tatanan rumah tangga.3. diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat terlambat /kurangnya kesadaran dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan. keterjangkauan. Dalam konsep PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat beberapa tatanan. tatanan institusi dan tatanan TTU (Tempat-tempat Umum). revitalisasi pemasyarakatan konsepsi obat esensial dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitas pelayanan pemerintah maupun swasta. Dalam PHBS terdapat 10 indikator yaitu : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi 0-6 bulan diberi ASI Eksklusif 3) Seluruh anggota keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4) Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih 5) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat 6) Keluarga mempunyai rumah dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni (9m2/orang) 7) Keluarga mempunyai rumah yang lantainya bukan dari tanah 8) Seluruh anggota keluarga tidak merokok dalam rumah 9) Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit seperti mencuci pakaian. mengepel lantai.3 Perilaku Hidup Masyarakat Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.26% dimana dari 168 obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas terdapat 113 jenis yang telah terpenuhi 100%. yang penyediaannya dilakukan dengan pengadaan obat dari berbagai sumber dana APBN. Dengan menerapkan perilaku yang sehat. menyapu halaman. 4. dll. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 44 . APBD I dan APBD II. dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan. menurut HL Blum adalah faktor perilaku. 10) Makan buah dan sayur setiap hari. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. Pada tahun 2009 ketersediaan obat esensial di Kabupaten Ngada sebesar 67. angka ini belum mencapai target SPM nasional 90% sedangkan ketersediaan obat generik sebesar 100% atau sesuai dengan kebutuhan rata-rata tiap puskesmas yaitu 127 jenis obat. dan pemerataan obat dalam pelayanan kesehatan.

jika dibandingkan dengan jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Jerebuu yaitu 1. cakupan PHBS tertinggi pada puskesmas Watumanu kecamatan Jerebuu yaitu dari 200 KK yang dijadikan sampel semuanya menerapkan 7 indikator dari 10 indikator PHBS. Grafik 4. Rendahnya cakupan Rumah tangga yang ber-PHBS antara lain disebabkan oleh capaian kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga di setiap rumah tangga masih rendah. Agar mendapatkan data yang lebih akurat mengenai PHBS maka sampel yang diambil harus lebih banyak dan representatif.17. Didapatkan hasil keluarga ber PHBS sebesar 51. Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk melakukan pendataan Rumah Tangga ber-PHBS. Dari 10 Puskesmas. dimana pada tahun 2008 cakupan rumah tangga ber PHBS sebesar 16%. Untuk itu perlu adanya upaya pemecahan masalah antara lain dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang PHBS bagi masyarakat serta meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor.Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2009 pendataan PHBS dilakukan pada tiap kecamatan diambil sampel 3495 KK yang dijadikan sampel. capaian pemberian ASI Eksklusif dan masih banyak anggota keluarga yang merokok dalam rumah. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 maka mengalami peningkatan. Data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 45.757 KK maka sampel ini belum representatif atau belum bisa mewakili penerapan PHBS di Rumah tangga. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 45 . Pencapaian ini belum memenuhi dari target SPM untuk rumah tangga sehat 65% pada tahun 2010.59%. kurangnya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya ber-PHBS.

pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana sanitasi lingkungan pemukiman (PLP).5% di wilayah kerja puskesmas Natarandang sedangkan cakupan tertinggi 70. sarana pembuangan air limbah. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan. Untuk meningkatkan jumlah rumah sehat perlu upaya sektor terkait untuk meningkatkan motivasi masyarakat. dengan hasil sebagai berikut sebagai berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 46 .94% atau 24. Berdasarkan data dari puskesmas tahun 2009 dari 27. kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. 2.4 Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 1.4. air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat.008 rumah) diantaranya termasuk kategori rumah sehat.752 rumah yang ada jumlah yang diperiksa sebanyak 87.5% di wilayah kerja Puskesmas Waepana.405 rumah dan hasil pemeriksaan 61.50% (15. Bila dibandingkan dengan target Indikator Indonesia Sehat (IS) Rumah tangga sehat 80% maka pencapaian rumah sehat kabupaten Ngada belum memenuhi target. sarana air bersih. ventilasi rumah yang baik. Jamban.575 KK yang diperiksa. 2009 Dari data tersebut terlihat bahwa cakupan rumah sehat terendah adalah 12.352 KK yang ada sebanyak 25. Sarana Sanitasi Dasar Pembuangan kotoran baik sampah. Kondisi sarana penyehatan lingkungan pemukiman di Kabupaten Ngada Tahun 2009 dari 29. tempat sampah. tempat pembuangan sampah. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 4. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 47. yang memilki jamban yang sehat.

pemanfaatan dan pemeliharaan. penampungan air hujan 1. sumur dalam. Sistem yang digunakan melalui perpipaan dan non perpipaan. sumur pompa tangan 0.55% dan sumber lainnya 1. Permasalahan terbanyak yang dihadapi Kabupaten Ngada yang berkaitan dengan air adalah terbatasnya dana untuk pembuatan sarana air bersih di daerahdaerah yang sulit air sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada masih belum memenuhi target SPM. dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai. 3.89% Jumlah KK yang telah memiliki tempat sampah : 26. Adapun sumber air di Kabupaten Ngada pada umumnya berasal dari mata air.8% diantaranya memenuhi criteria tempat sampah sehat. Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi oleh banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar.9%. sarana pembuangan air limbah. tempat pembuangan sampah. Upaya sanitasi meliputi pembangunan. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk di wilayah Ngada maka kebutuhan air bersih semakin bertambah. Jumlah KK yang telah memiliki jamban untuk tempat Buang Air Besar (BAB) : 83.15% diantaranya memenuhi criteria pengolaan air limbah sehat. memperlihatkan bahwa jumlah TUPM Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 47 . ventilasi yang baik.76% dan dari seluruh KK yang memilki jamban tersebut 71. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makana/minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih. Upaya peningkatan kualitas air bersih akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi. Data selengkapnya mengenai sarana Sanitasi Dasar dapat dilihat pada lampiran Tabel 48 dan 49. sumur gali dan air permukaan. pasar dan lain-lain. TUPM meliputi hotel.1%. Untuk pengelolaannya pada daerah pemukiman di perkotaan dikelola PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Data dari Profil Puskesmas 2009 dan laporan dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009.Jumlah KK yang telah memiliki sarana air bersih : 81. Jumlah KK yang telah memiliki pengolahan air limbah : 6. sumur gali 5.31%.22%. yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban).63% dengan rincian sumber air dari ledeng 79. perbaikan. pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah pada tempatnya. restoran.35% dan jamban yang memenuhi criteria jamban sehat sebesar 68. luas lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung.32% dan dari KK yang memilki pengolahan air limbah tersebut 56.

karena ada beberapa 3 sarana sarana pustu/polindes yang tidak terpakai.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Berdasarkan laporan puskesmas dan seksi penyehatan lingkungan pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya meliputi sarana kesehatan 97.39%). Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 48 .yang ada sebanyak 276 buah. sarana pendidikan 96. jadi tidak dilakukan pembinaan kesehatan lingkungan. sarana ibadah 80.85% dan perkantoran 79. juga dilakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi yang ada di Kabupaten Ngada.46%.08%) diantaranya termasuk kategori TUPM sehat. sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 50. sebanyak 143 (56. 2009 Selain pegawasan tempat-tempat umum diatas. yang diperiksa 255 buah (92. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 51.91%. Cakupan TUPM sehat menurut jenis TUPM dapat dilihat pada grafik berikut. Dari TUPM yang diperiksa. Laporan Seksi Penyehatan Lingkungan.0%. Grafik 4.

000 penduduk pada tahun 2009 adalah 7.000 penduduk tahun 2007 adalah 5. Dari tahun ke tahun jumlah puskesmas di Kabupaten Ngada terus meningkat untuk pemerataan pelayanan di tingkat dasar.000 penduduk dilayani oleh 7 puskesmas. karena jumlah penduduknya terhitung paling banyak. Peta 5. Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio puskesmas per 100.1 Peta Penyebaran Puskesmas. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100.24. Puskesmas dan Jaringannya Puskesmas dan puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar yaitu kecamatan dan desa.BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 4. dimana pada kecamatan Bajawa terdapat 2 Puskesmas. Dengan demikian rasio puskesmas per 100.4 yang berarti setiap 100. Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di kabupaten Ngada sebanyak 10 unit yang tersebar di 9 kecamatan. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 49 .1 Sarana Kesehatan A.000 penduduk dilayani oleh 5 puskesmas.

Hingga tahun 2009 jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Ngada sebanyak 3 buah yaitu Puskesmas Aimere. Dengan rasio puskesmas pembantu per 100. Sehubungan dengan Revolusi KIA penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB).Jumlah puskesmas pembantu juga cenderung meningkat seiring dengan pemekaran desa/kelurahan yang ada. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta 5. Oleh karena jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu sebanyak itu maka rasio pustu terhadap puskesmas adalah 3 : 1 artinya setiap puskesmas rata-rata didukung oleh 3 sampai 4 puskesmas pembantu. yang tersebar di beberapa desa di wilayah kabupaten Ngada. Dari hasil pemetaan sarana kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berikut lokasi sarana kesehatan dasar dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Kecamatan. 2 puskesmas perawatan tersebut yaitu Riung dan Aimere dipersiapkan untuk menjadi puskesmas PONED (Perawatan Obstetrik Neonatal Emenrgensi Dasar). Pustu dan Polindes Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 50 . Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada jumlah Pustu sebanyak 32 unit. Riung dan Waepana.2 yang berarti setiap 100. dan pada tahun 2009 juga mempersiapkan satu puskesmas (Koeloda) untuk menjadi puskesmas perawatan. dijalur-jalur jalan raya di lokasi yang rawan kecelakaan.000 penduduk dilayani oleh 23 puskesmas pembantu. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas.2.3. Upaya untuk peningkatan fungsi puskesmas terus dilakukan terutama dalam peningkatan puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit. Peta 5.000 penduduk adalah 23.

Pada tahun 2009 jumlah pasien yang keluar (hidup dan Mati) sebanyak 4906 pasien. BOR ideal sesuai standar nasional adalah 60-85% sehingga dapat dikatakan BOR RSUD Bajawa tahun 2009 belum memenuhi standar nasional. dan warna biru gelap waktu tempuh antara 45 – 60 menit. dan jika dibandingkan dengan hari perawatan maka LOS RSUD Bajawa adalah 4 hari. Avarage Length of Stay (LOS) Avarage Length of Stay adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit. warna ungu daerah dengan waktu tempuh 15-30 menit. Bed Turn Over (BTO) Bed Turn Over diukur dengan indikator jumlah penderita rawat inap yang keluar (hidup dan mati) dalam 1 tahun dibandingkan dengan jumlah tempat tidur dengan kata lain BTO menggambarkan frekuensi pemanfaatan tempat tidur dalam setahun. Walaupun jumlah rumah sakit hanya satu namun fasilitas yang tersedia terus bertambah dan mengalami peningkatan baik sarana dan prasarana maupun tipe rumah sakit.6% atau 55%. karena RSU di Nagekeo masih dalam tahap pembangunan. Pada tahun 2009 jumlah hari perawatan RSUD Bajawa sebanyak 19. warna merah waktu tempuh mencapai 45 menit. Pada tahun 2009 BTO RSUD Bajawa adalah 49.1 dengan kata lain satu buah tempat tidur dimanfaatkan sebanyak 49 kali dalam tahun 2009. Standar BTO ideal adalah 40- Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 51 . sehingga BOR sebesar 54. namun sebagian besar wilayah Kabupaten Ngada dapat menjangkau sarana kesehatan dasar dengan waktu kurang dari 1 jam.946 hari rawat. B.Dari peta diatas diketahui bahwa terdapat beberapa daerah dengan waktu jangkau ke sarana kesehatan dasar lebih dari 1 jam/60 menit (daerah dengan warna pudar). Atau rata-rata 1 orang pasien dirawat adalah 4 hari. sehingga kasus rujukan dilakukan ke RSUD Tipe C Bajawa. Untuk menggambarkan cakupan pelayanan digunakan indikator pemanfaatan tempat tidur dan Indikator pelayanan rumah sakit lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bed Ocupancy Rate (BOR) Bed Occupancy Rate adalah persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit selama satu tahun. Rumah Sakit Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk. Jumlah tempat tidur untuk rawat inap yang tersedia sebanyak 100 tempat tidur. Di kabupaten Ngada terdapat satu buah rumah sakit yang melayani penduduk di 2 kabupaten yaitu Ngada dan Nagekeo. Warna hijau muda dengan jarak tempuh kurang dari 15 menit. Jika dibandingkan dengan standar LOS 6-9 hari maka lama hari perawatan di RSUD Bajawa tidak melewati batas standar.

Fatima dilengkapi dengan fasilitas bersalin/BKIA. sehingga NDR RSUD Bajawa tahun 2009 sudah melewati standar toleransi. St. Selain rumah sakit dan puskesmas juga terdapat sarana pelayanan kesehatan milik swasta yang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diawasi oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan. C. Kec.Trikora. Kec.Golewa Kecamatan Golewa BP swasta Palang Suci. Dengan kata lain setiap 1000 pasien keluar terdapat 45 pasien meninggal. sehingga GDR 45. Santa Maria Bp. pemerataan obat generik dan obat esensial yang bermutu bagi masyarakat. (2) mempromosikan penggunaan obat Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 52 . keterjangkauan. NDR RSUD Bajawa Tahun 2009 adalah 27 per 1000 pasien keluar. Kec. Walburga Mataloko Kel. Upaya tersebut dimaksudkan untuk (1) menjamin ketersediaan.Bajawa Kel. sehingga dapat dikatakan BTO RSUD Bajawa masih sesuai standar. Mangulewa.Fatima Bp. Fatima juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Net Death Rate (NDR) Net Death Rate adalah angka kematian pasien Rumah Sakit 48 jam setelah dirawat di RS untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. atau selang waktu pemakaian tempat tidur. Di kabupaten Ngada tahun 2009 terdapat 5 buah BP (balai Pengobatan) Swasta yaitusebagai berikut : Nama-Nama BP Swasta dan Lokasi Kabupaten Ngada Tahun 2009 1 2 3 4 5 Bp.3 per 1000 pasien keluar. Tahun 209 jumlah pasien mati seluruhnya 222 pasien. Golewa Ds. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. Kec. Inap St. Sarana Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Upaya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara paripurna. Gross Death Rate (GDR) Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. dan juga menempatkan tenaga kesehatan di sarana pelayanan swasta tersebut. BP St. Gabriel dan BP St. dan BP St. St. Palang Suci Bp.4. Turn Over Interval (TOI) Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Atau rata-rata hari tempat tidur tidak terisi adalah 3 sampai 4 hari.50 kali dalam setahun. Tahun 2009 TOI RSUD Bajawa adalah 3. Gabriel Bp. Rwt. Masumeli.Mataloko.Soa Ds. Nilai GDR diharapkan tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar sehingga GDR RSUD Bajawa dalam batas toleransi.

3%) Madya sebanyak 169 buah (61. karena banyak faktor yang menyebabkan mutu posyandu rendah antara lain . Madya. Ngada tahun 2009 sebanyak 274 posyandu dan berdasarkan keempat strata tersebut di kabupaten Ngada baru mencapai 3 strata sebagai berikut: • • • Pratama sebanyak 42 buah (15. Sedangkan posyandu merupakan kegiatan yang tumbuh dari. Untuk mengetahui kualitas posyandu maka dilakukan telaah kemandirian posyandu yaitu suatu cara penilaian strata posyandu menjadi 4 tingkat perkembangan (Stratifikasi posyandu) yaitu kategori Pratama. (3) meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian difarmasi komunitas dan farmasi klinik serta pelayanan kesehatan dasar.7%) Purnama sebanyak 63 buah (23. POD (Pos Obat Desa). Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya. Tahun 2009 di Kabupaten Ngada terdapat 48 Polindes yang tersebar ke 48 desa di 9 kecamatan. dan Puskesmas mendistribusikannya ke Pustu dan Polindes. oleh dan untuk masyarakat. adanya LSM Swasta dan anggaran-anggaran lain untuk kesehatan memungkinkan sarana Polindes dibangun berupa bangunan yang layak pakai. Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Purnama dan Mandiri. sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat disekitarnya. Polindes awalnya dibangun secara darurat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. serta (4) melindungi masyarakat dari penggunaan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. banyak kader posyandu yang droup out. Namun demikian tanggapan positif masyarakat ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya mutu pelayanan. sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masih sangat rendah.yang rasional dan obat yang generik. D. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat.0%) Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 53 . Sarana distribusi farmasi di kabupaten Ngada berupa Gudang Farmasi Kabupaten untuk mendistribusikan obat dan perbekalan kesehatan ke semua Puskesmas. mutu dan keamanan. Dalam perkembangannya posyandu mendapat tanggapan positif dari pemerintah dan masyarakat. Polindes (Pondok Bersalin Desa). Toga (Tanaman Obat Keluarag). Jumlah Posyandu yang ada di Kab. sarana dan prasarana belum memadai. menyerupai Pustu namun dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran bangunan Pustu. namun dengan adanya anggaran DAK Kesehatan.

Grafik 5.) dengan perkataan lain Posyandu aktif adalah posyandu dengan tingkat kemandirian Purnama dan Mandiri. Namun sampai saat ini. data tenaga kesehatan di setiap sarana pelayanan belum valid karena ada beberapa pegawai yang mengalami mutasi dan mengikuti pendidikan lanjutan di sector pemerintah dan terutama sector swasta. Mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sector pemerintah maupun swasta perlu diketahui. rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih. Data yang tersedia merupakan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. 4. dan sudah ada 1 atau lebih program tambahan. Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah. kurang proaktifnya petugas dalam mendata ketenagaan. yang mengutamakan upaya peningkatan.2 Tenaga Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional untuk melaksanakan upaya kesehatan sesuai paradigma sehat. cakupan program utama (KIA. Gizi. tetapi juga diselenggarakan oleh swasta. Lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 46.1 Persentase Posyandu Menurut Strata di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Posyandu Aktif adalah Posyandu yang melaksanakan kegiatan hari buka dengan frekuensi lebih dari 8 kali per tahun. serta cakupan dana sehat < 50 %. Pencapaian Posyandu Aktif Kabupaten Ngada 23% jika dibandingkan dengan target cakupan SPM tahun 80% maka belum memenuhi target. Imunisasi lebih dari 50 %.KB. Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui perekrutan CPNS daerah dan PTT dari Pusat sedangkan untuk pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat. yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Ngada saat ini adalah meningkatkan strata posyandu bukan menambah jumlah posyandu. yang merupakan tenaga kesehatan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 54 . pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.

3.5% 35% 40% 37.000 : 100.000 : 100. Bila dilihat perbandingan rasio pada tabel diatas maka tenaga kesehatan di kabupaten Ngada masih sangat kurang atau belum mencukupi untuk melayani seluruh penduduk di Kabupaten Ngada. 4.000 : 100.000 : 100. Tenaga kesehatan tersebut tersebar di Dinas Kesehatan.000 : 100. kemudian tenaga teknisi medis (Analis Lab.000 Penduduk di Kabupaten Ngada tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Perawat Perawat Gigi Bidan Ahli Gizi Sanitarian Apoteker Sarjana Kesehatan Masyarakat Asisten Apoteker Keterapian Fisik Keteknisian Medis 14 3 3 114 18 72 9 14 4 15 12 2 12 Ngada : 100.35% teknisi medis yaitu analis kesehatan.000 : 100.000 : 100.22% adalah tenaga medis yaitu dokter.000 : 100.000 : 100. Teknik elektromedik dan Anestesi) yaitu 12 per 100. RSUD Bajawa dan Puskesmas serta BP Swasta yang ada Di Kabupaten Ngada dengan rincian tenaga yang bekerja di Dinas Kesehatan sebanyak 61 orang. Penjelasan mengenai kualifikasi tenaga kesehatan dan penyebarannya seperti dibawah ini : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 55 .74% tenaga sanitasi dan 1. Tenaga yang bekerja pada instansi kesehatan pada tahun 2009 sejumlah 455 orang. sedangkan banyak tenaga kesehatan yang berstatus sukarela tidak didata. 20.34% tenaga Kesehatan Masyarakat.000 Standar Nasional 40 6 11 117 30 100 40 40 10 40 30 4 15 : 100.000 : 100.86% tenaga bidan.000 : 100.000 : 100. 5.5% 40% 50% 80% Sumber : Subag Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada.55% tenaga farmasi.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 penduduk merupakan paling tinggi cakupannya (97%). Anestesi dan fisioterapi. 6. 41.000 : 100.000 : 100.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 penduduk. Persentase tenaga kesehatan menurut jenisnya di Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. ATEM.000 : 100.pemda/pegawai negeri. dokter gigi dan dokter spesialis. Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut sebanyak 7.000 : 100. di RSUD 138 orang dan di Puskesmas serta jaringannya 256 orang.98% perawat. dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 374 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 81 orang.000 : 100.67% tenaga gizi. Penata Rontgent.3% 97% 60% 72% 22.000 Persentase 35% 50% 27.000 : 100. 2. 2009 Bila dilihat dari rasio masing-masing tenaga kesehatan di kabupaten Ngada dibandingkan dengan rasio tenaga kesehatan standar nasional maka tenaga Perawat dengan rasio 114 per 100.42% Perawat gigi. Tabel 5.

yang bergantian selama 3 bulan sekali bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar. D3 Keperawatan 166 orang dan SPK 34 orang. bidan dengan pendidikan DIII sejumlah 18 orang dan Bidan DI sejumlah 82 orang. Jumlah tenaga Bidan tahun 2009 sebanyak 100 orang. Menurut kualifikasi pendidikan.000 penduduk. dengan rincian 93 bertugas di Puskesmas. sehingga pelayanan dokter umum yang masih aktif di RSUD Bajawa sebanyak 3 orang.000 penduduk masih jauh dari standar nasional 40 per 100. 60 bertugas di RSUD Bajawa dan 4 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Pustu dan Polindes. Dengan rasio tenaga perawat 114 per 100. 4 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa sedang melanjutkan pendidikan. Jumlah tenaga dokter umum tahun 2009 sebanyak 19 orang. masih jauh dibawah standar nasional. sehingga 3 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas diperbantukan ke RSUD Bajawa.Tenaga Medis terdiri dari Dokter Umum. dengan rincian 12 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas dan 7 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa. Dan untuk mengatasi dokter umum di pelayanan gawat darurat dilakukan kerjasama dengan dokter PTT Puskesmas secara bergilir mendapat tugas jaga di Unit Gawat Darurat Bajawa. Sehingga rasio tenaga dokter spesialis 3 per 100. Pada tahun 2009 jumlah tenaga Dokter Spesialis sebanyak 4 tenaga Dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam. Menurut kualifikasi pendidikannya.000 Penduduk. Tenaga Perawat di Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebanyak 157 orang. Spesialis Bedah. perawat dengan pendidikan S1 keperawatan sebanyak 7 orang. Rasio dokter umum dalah 14 per 100. Dengan rasio dokter gigi 3 per 100. Tenaga dokter gigi tahun 2009 sebanyak 4 orang dokter gigi yaitu 2 orang dokter gigi PTT bertugas di Puskesmas dan 2 orang dokter gigi PNS di RSUD Bajawa. 32 Pustu dan 48 Polindes (90 sarana) maka tenaga perawat masih belum memenuhi kebutuhan pada sarana kesehatan yang ada. Hal ini diatasi dengan penyelenggaraan Progsus D3 Kebidanan kerja sama dengan Poltekkes Kesehatan Kupang di Bajawa. Namun 4 tenaga dokter spesialis ini merupakan tenaga kontrak atau tidak tetap.000 penduduk. Tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas dan Jaringannya sebanyak 93 orang jika dibandingkan dengan jumlah sarana kesehatan dasar yaitu 10 Puskesmas. Dr/Drg Spesialis. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 56 . Dengan rincian 78 bidan bertugas di Puskesmas dan 22 bidan bertugas di RSUD Bajawa. belum menggambarkan rasio dokter spesialis sebenarnya.000 penduduk. Dengan demikian rasio tenaga bidan 72 per 100. Jika dilihat kualifikasi pendidikan maka sebagian besar bidan belum memenuhi standar kompetensi kebidanan yaitu Diploma 3. Dokter Gigi.000 penduduk belum menggambarkan rasio sebenarnya jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya. Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak. yang diikuti oleh 45 orang Bidan.

tenaga D3 gizi 10 orang dan D1 gizi 1 orang. Tenaga farmasi dan asisten apoteker berjumlah 17 orang. Dengan rasio perawat gigi 18 per 100. 2 Apoteker bertugas di RSUD dan 1 Apoteker bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten.000 penduduk. Rasio sanitarian 14 per 100. Tenaga Gizi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang bertugas di Puskesmas. 2 orang bertugas di RSUD dan 2 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Secara kualifikasi pendidikan sanitarian dengan pendidikan D3 Sanitasi 13 orang dan pendidikan SPPH 6 orang. Tenaga ATEM sangat kekurangan mengingat peralatan kesehatan yang begitu banyak memerlukan tenaga teknisi khusus dalam maintenance dan perbaikan.000 penduduk. Rasio tenaga gizi 9 per 100.000 penduduk. dengan rincian 2 orang bertugas di Puskesmas.000 penduduk. 3 Apoteker bertugas di Puskesmas. Tenaga ATEM dan Photorontgent sejumlah 7 orang dan bertugas di RSUD (ATEM 2 orang dan Rontgent 5 orang). Sanitarian atau tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Ngada sebanyak 19 orang dengan rincian 13 sanitarian bertugas di Puskesmas. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 57 . Sarjana Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 21 orang. Terdapat 7 Puskesmas yang belum memiliki tenaga analis. Apoteker di Kabupaten Ngada sejumlah 6 orang. Secara kualifikasi pendidikan tenaga gizi D4 sebanyak 1 orang bertugas di RSUD. Dengan rasio Apoteker 4 per 100.000 penduduk. 4 orang di RSUD dan 1 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Rasio asisten apoteker 12 per 100. Puskesmas Watukapu dan Natarandang belum mempunyai tenaga farmasi. 3 orang bertugas di RSUD dan 16 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. 2 Puskesmas belum mempunyai tenaga gizi yaitu Pusksesmas Watukapu dan Natarandang. 1 orang bertugas di RSUD dan 5 orang bertugas di Dinas Kesehatan. Tenaga Analis Laboratorium tahun 2009 sebanyak 9 orang yaitu 3 orang di Puskesmas dan 6 orang di RSUD.Perawat gigi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 25 orang dengan rincian 20 orang bertugas di Puskesmas. D3 farmasi 7 orang dan SMF 8 orang.000 penduduk. yaitu Sarjana Farmasi 2 orang. sehingga labkes belum berfungsi maksimal. Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat 15 per 100.

5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 58 .4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Gigi dan Dokter Umum di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.Peta 5.

321.sudah termasuk dengan gaji pegawai. Pada tahun 2009 total pembiayaan kesehatan kabupaten Ngada adalah sejumlah Rp. 25. bantuan luar negeri dan sumber-sumber pemerintah lainnya. 31. Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi.72% dari total APBD yaitu Rp. APBD.755.. Total APBD kabupaten Ngada tahun 2009 adalah sejumlah Rp.660. Sedangkan anggaran kesehatan pemerintah per Kapita adalah Rp.382.bila dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan yang dialokasikan melalui APBD maka anggaran kesehatan kabupaten Ngada adalah 6.angka ini sudah termasuk anggaran pemerintah maupun bantuan luar negeri.Peta 5.3 Pembiayaan Kesehatan Pembiayanan kesehatan di kabupaten Ngada berasal dari berbagai sumber yaitu APBN. Alokasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan kabupaten Ngada dapat dilihat pada tabel berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 59 .6.779.. Alokasi anggaran tersebut merupakan anggraan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada.398.383. Sanitarian dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 4. 186.741..416.652.060.

411.000.4.09 25.500.000.33 0.89 1.685.668.000.779.00 Pinjaman/Hibah luar negeri AIP-MNH (AussAid) Proyek Gafi/GV 587.321.1.333.0 3.08 5 6 6 Bansos (Bantuan Sosial) ADB (DHS II) Jamkesmas Pemda TOTAL Anggaran kesehatan ini merupakan anggaran kesehatan pada istansi kesehatan saja belum termasuk anggaran kesehatan dari sektor-sektor terkait lainnya.660.487.000.62 1.133.000.416.1.935.125.935.800.652.43 26.344.2 Realisasi Anggran Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Alokasi Anggaran Kesehatan No 1 Sumber Biaya Rp APBD Kab/Kota (Termasuk Gaji dan Dana DAK) 2 3 APBD Propinsi APBN 4 JAMKESMAS DEKON 1.242.0.31.660.060.250.Tabel 5.57 4.138.% 83.416.1.080. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 60 .

Walaupun demikian. sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan. Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kabupaten Ngada selama tahun 2009 tergambar dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada senantiasa mencari terobosan-terobosan dalam hal mekanisme pengumpulan data dan informasi secara cepat untuk melengkapi data dan informasi kesehatan khususnya yang bersumber dari puskesmas. diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. Oleh karena itu. namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi di jajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditunggu. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 61 . karena sangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan. kesehatan satu Profil utama perkembangannya.1 Kesimpulan Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini belum mendapat apresiasi yang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan harapan. Gambaran yang demikian merupakan fakta diketahui oleh seluruh pejabat publik dan masyarakat. sejalan dengan perbaikan kondisi umum.BAB VI PENUTUP 6. antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat. Informasi informasi data dan informasi Salah adalah ini diperoleh luaran Kesehatan. Namun disadari. melalui dari Dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Kesehatan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hingga tahun ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan. perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Ngada. pengumpulan data dan informasi dari Puskesmas menjadi relatif lebih sulit. dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kabupaten Ngada. maka penyediaan data/informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. upaya pelayanan kesehatan. Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting. sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. apalagi dalam era desentralisasi. lintas sektor maupun masyarakat. Di bidang Sistem sistem kesehatan.

5.6. 6. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional.2 Saran 1. Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan keakuratan data. Adanya peningkatan AKI perlu mendapat perhatian serius. penanggulanngan AKI diutamakan dimulai dari tingkat keluarga dan desa dengan mengoptimalkan Program Desa Siaga. Dari gambaran pencapaian pelaksanaan program kesehatan di atas. Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan keseriusan dari tingkat bawah yaitu pustu dan puskesmas dalam pencatatan dan pelaporan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan. baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas. dapat diketahui bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum optimal. Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam lampiran Profil Kesehatan ini salah satunya disebabkan ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya. 2. Penyusunan buku Profil kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. 3. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 62 . Optimalisasi kinerja TIM SIKDA Kabupaten Ngada untuk pengumpulan data profil kesehatan. sejalan dengan kebijakan Provinsi NTT dalam Revolusi KIA. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang. 4. Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan. Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2009 ini dapat bermanfaat.

7  9  Balita  2.  GAMBARAN UMUM  1  Luas Wilayah  2  Jumlah Desa/Kelurahan  3  Jumlah Penduduk  2  4  Kepadatan Penduduk /Km  5  Jumlah Penduduk Laki­laki  6  Jumlah Penduduk Perempuan  7  Rasio Beban Tanggungan  8  Rasio Jenis Kelamin  9  Pddk 10 th keatas Melek Huruf  10  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki­laki)  11  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)  B.7  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 7  Tabel 7  ­  61.035  Jiwa  65.00  %  18.66  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 11  Tabel 12  Tabel 12  Tabel 13  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  72.  DERAJAT KESEHATAN  B.22  %  1.41  %  76.34  50.621  Km  94  Desa/Kel  138. Lampiran  A.RESUME PROFIL KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  INDIKATOR  ANGKA/NILAI No.83  %  51.9  7  Ibu  224.70  %  100  %  100.050  Jiwa  2  85.42  94.42  %  48.1  Angka Kematian  12  Jumlah Lahir Hidup  13  Jumlah Bayi Mati  14  Angka Kematian Bayi (dilaporkan)  15  Jumlah Balita Mati  16  Angka Kematian Balita (dilaporkan)  17  Jumlah Kematian Ibu Maternal  18  Angka Kematian Ibu (dilaporkan)  B.17  Jiwa/Km  67.91  %  2  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 5  Tabel 5  Tabel 5  3115  Bayi  55  Bayi  17.2  Angka Kesakitan  19  AFP Rate < 15 th  20  TB Paru Sembuh  21  Pneumonia Balita Ditangani  22  HIV/AIDS ditangani  23  Infeksi Menular Seksual ditangani  24  Angka Kesakitan DBD  25  DBD ditangani  26  Angka Kesakitan Diare  27  Diare pada Balita ditangani  28  Angka Kesakitan Malaria  29  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)  30  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)  31  Kasus Penyakit Filariasis ditangani  32  Jumlah Kasus Difteri  33  Jumlah Kasus Pertusis  34  Jumlah Kasus Tetanus  35  Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum  36  Jumlah Kasus Campak  37  Jumlah Kasus Polio  38  Jumlah Kasus Hepatitis B  B.00  %  100  %  6.015  Jiwa  71.3  Status Gizi  39  Kunjungan Neonatus (KN2)  40  Kunjungan Bayi  41  Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)  42  BBLR ditangani  1.02  100  %  77.52  100.73  %  100  %  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  .

72  %  52.40  %  92.40  %  0.70  %  71.90  %  100.90  %  92.2  Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan  85  Sarkes yang memiliki Labkes  C.00  %  50.94  %  Tabel 47 . Gadar  73  Desa/Kel. Terkena KLB ditangani < 24 jam  74  Bayi yang diberi ASI Eksklusif  75  Desa/Kel.28  %  79.00  %  45. Lampiran  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  83.42  %  67.00  %  71.00  %  100.  UPAYA KESEHATAN  C.56  %  66.34  %  70.18  %  56.20  %  6.07  %  23. Dg Garam Beryodium yg baik  76  Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap  77  Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)  78  Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)  79  Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar  80  Penduduk Miskin dicakup Jamkesmas  81  Penduduk Miskin Mendapat Yankes  82  Bayi Gakin BGM Mendapat MP­ASI  83  Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila  84  WUS yang diberi Kapsul Yodium  C.42  %  64.76  %  58.37  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  6.79  %  23.NO  INDIKATOR  43  Balita ditimbang  44  Balita BB Naik  45  BGM  46  Balita Gizi Buruk  C.42  %  0.35  %  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 19  Tabel 19  Tabel 20  Tabel 21  Tabel 22  Tabel 23  Tabel 23  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 25  Tabel 25  Tabel 26  Tabel 27  Tabel 27  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 29  Tabel 30  Tabel 32  Tabel 33  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 36  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 39  Tabel 40  52.91  %  73.17  %  41.23  %  100.83  %  100.88  %  13.55  %  37.00  %  59.4  Keadaan Lingkungan  88  Rumah yang diperiksa kesehatannya  ANGKA/NILAI  76.94  %  Tabel 43  51.27  %  8.19  %  No.31  %  0.3  Perilaku Hidup Masyarakat  86  Rumah Tangga ber­PHBS  87  Posyandu Aktif  C.1  Pelayanan Kesehatan  47  Kunjungan Ibu Hamil (K1)  48  Kunjungan Ibu Hamil (K4)  49  Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan  50  Deteksi Dini Tumbang Anak Balita  51  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI  52  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU  53  Peserta KB Baru  54  Peserta KB Aktif  55  Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)  56  Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)  57  Desa/Kelurahan UCI  58  Cakupan Imunisasi Campak Bayi  59  Drop­Out Imunisasi DPT1­Campak  60  MP­ASI Bayi BGM  61  Anak Balita Mendapat Vit.22  %  63.05  %  100  %  100  %  81.99  %  Tabel 45  Tabel 46  87.06  %  76.51  %  4.77  %  6.A 2x  62  Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan  63  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1  64  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3  65  WUS dg imunisasi TT5  66  Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk  67  Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk  68  Bumil Risti/Komplikasi  69  Bumil Risti/Komplikasi ditangani  70  Neonatal Risti dirujuk  71  Neonatal Risti dirujuk dan ditangani  72  Sarkes dg Kemampuan Yan.59  %  22.

90  %  No.50  %  87.32  %  56.99  %  Tabel 60  Tabel 60  Tabel 60  41  Desa  45  Polindes  274  Psyd  Tabel 62  Tabel 62  Tabel 62 .060.84  %  6.  SUMBERDAYA KESEHATAN  D.NO  INDIKATOR  89  Rumah Sehat  90  Keluarga yang diperiksa air bersihnya  91  Keluarga yang memiliki akses air bersih  92  KK memiliki Jamban  93  KK memiliki Jamban Sehat  94  KK memiliki Tempat Sampah  95  KK memiliki Tempat Sampah Sehat  96  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah  97  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat  98  TUPM Sehat  99  Institusi dibina Keslingnya  100  Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes  101  Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes  D.89  %  26.3  Sarana Kesehatan  116  Jumlah Desa Siaga  117  Jumlah Polindes  118  Jumlah Posyandu  ANGKA/NILAI  61.2  Pembiayaan Kesehatan  113  Total Anggaran Kesehatan  114  APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota  115  Anggaran Kesehatan Perkapita  D.35  %  64.77  %  83.15  %  56.  2.30  %  224.13  %  88.76  %  71.08  %  88.416.1  Tenaga Kesehatan  102  Jumlah Tenaga Medis  103  Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan  104  Jumlah Tenaga Farmasi  105  Jumlah Tenaga Gizi  106  Jumlah Tenaga Tehnisi Medis  107  Jumlah Tenaga Sanitasi  108  Jumlah Tenaga Kesmas  109  Jumlah Tenaga Kesehatan  110  Jumlah Tenaga Dokter Spesialis  111  Jumlah Tenaga Dokter Umum  112  Jumlah Tenaga Dokter Gigi  D.42  %  14. Lampiran  Tabel 47  Tabel 48  Tabel 48  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 50  Tabel 51  Tabel 52  Tabel 52  27  Orang  104  Orang  23  Orang  12  Orang  20  Orang  19  Orang  21  Orang  390  Orang  4  Orang  19  Orang  4  Orang  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 55  Tabel 55  Tabel 55  31.18  %  45.660  Rp.

947  14.8  247  1.864  34.50  250.026  4.19  2  JUMLAH  DESA  4  9  18  8  9  7  7  10  6  4  KELURAHAN  5  3  3  0  8  0  0  2  0  0  DESA+KEL.Ngada (Ngada Dalam Angka.  JUMLAH DESA/KELURAHAN.998  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  RATA­RATA  KEPADATAN  RUMAH  JIWA/RUMAH  PENDUDUK  2  TANGGA  TANGGA  /km  8  9  10  3.38  91.7  25  1.0  131  3.827  7.6  97  7.14  327.3  44  1.397  5.94  312.620.TABEL 1  LUAS WILAYAH. JUMLAH RUMAH TANGGA.656  5.72  82.645  4.7  85  Sumber: BPS Kab.992  32.050  29.26  133.318  4.0  50  2.388  7.92  78  16  94  138.9  48  JUMLAH (KAB/KOTA)  1.930  8.5  97  6.352  4.  DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  LUAS  WILAYAH  (km  )  3  152.2009)  .757  4. 6  12  21  8  17  7  7  12  6  4  NO  KECAMATAN  JUMLAH  PENDUDUK  7  14.394  4.7  139  1.49  103.309  11.30  167.894  4.265  4. JUMLAH PENDUDUK.795  4.

6  79.626  10.642  742  1.616  71.050  1.884  3.547  67.013  1.309  11.795  4. KELOMPOK UMUR.067  2.386  2.930  8.747  2.8  96.542  6.1  72.723  17.864  34.837  2.661  1.978  471  679  766  346  286  PEREMPUAN (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  13  14  15  1. Profil Kesehatan Puskesmas  Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3  LAMPIRAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 .093  5.217  3.384  838  641  1.907  4.1  97.947  3.353  1.241  3.215  973  1.531  977  2.248  280  501  217  226  198  290  113  JML  17  7.431  4.947  14.015  1.399  2.3  NO  1  KECAMATAN  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  138.141  16.193  2.571  7.002  473  3.6  70.354  31.3  91.920  3.011  997  2.9  94.048  2.764  3.322  804  1.487  8.3  93.520  RASIO  RASIO  BEBAN  JENIS  TANG  KELAMIN  GUNGAN  18  19  76.799  16.4  92.810  7.701  6.388  7.4  94.726  10.530  14.517  845  1. DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDU  K  3  14.193  16.641  380  1.6  64. RASIO JENIS KELAMIN.292  941  1.957  3.5  49.TABEL 2  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN.220  3.645  502  3.827  7.186  216  >=65  16  543  1.553  30.3  76.742  3.329  432  736  695  257  275  LAKI­LAKI (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  6  7  8  1.436  8.760  583  632  1.179  4.216  6.035  65.7  98.268  3.751  4.246  7.3  Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota.  RASIO BEBAN TANGGUNGAN.998  JUMLAH PENDUDUK  <1  4  149  385  74  392  144  162  94  76  66  1­4  5  785  1.645  15.8  92.5  72.9  90.889  918  2.558  590  948  1.929  372  1.957  7.397  615  852  1.6  75.478  <1  11  178  495  89  461  153  148  78  121  87  1­4  12  818  1.992  32.168  212  >=65  9  457  972  225  758  192  278  209  340  116  JML  10  7.

384  10.510  2.965  3.213  4.050  NO  KELOMPOK UMUR (TAHUN)  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  2  < 1  1 ­ 4  5 ­ 9  10 ­ 14  15 ­ 19  20 ­ 24  25 ­ 29  30 ­ 34  35 ­ 39  40 ­ 44  45 ­ 49  50 ­ 54  55 ­ 59  60 ­ 64  65 ­ 69  70 ­ 74  75+  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Profil Puskesmas/Kecamatan  06.391  5.311  5.073  4.162  7.989  8.504  1.155  2.964  7.949  3.236  2.429  15.035  LAKI­LAKI+PEREMPUAN  5  3.601  6.578  16.409  2.465  7.495  2.589  7.015  PEREMPUAN  4  1.521  2.533  13.109  3.259  1.904  4.175  13.227  660  123  71.TABEL 3  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK  LAKI­LAKI  3  1.208  1.945  6.141  8.277  682  188  67.031  4.611  3.176  4.626  12.932  6.681  6.542  5.810  6.352  12.645  6.342  311  138.530  6.467  2.720  6.LAMP PROF NGD 09 PRINT .

370  ­  ­  1.TABEL 4  PERSENTASE PENDUDUK LAKI­LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT  TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  LAKI­LAKI  NO  KECAMATAN  TIDAK/  TIDAK/  BELUM  BELUM  PERNAH  TAMAT  SEKOLAH  SD  3  4  SLTP/  MTs  6  TIDAK/  TIDAK/  SLTA/  AK/ DIPLO  UNIVE  BELUM  BELUM  JUMLAH  PERNAH  TAMAT  MA  MA  RSITAS  SEKOLAH  SD  7  8  9  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.668  50.591  .647  ­  ­  ­  11  12  PEREMPUAN  SLTP/  SLTA/  MTs  MA  14  15  AK/  UNIVER  DIPLO  JUMLAH  SITAS  MA  16  17  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.196  46.553  ­  ­  ­  SD/MI  5  SD/MI  13  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KAB NGADA  KABUPATEN NGADA  27  182  1401  372  196  134  55  36  214  1382  238  274  192  34  16776  38  18351  39  4923  868  4617  539  819  712  1161  18243  25  21942  12  4581  687  4275  446  702  498  810  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Ngada Dalam Angka 2009  51.210  54.367  ­  ­  2.

504  8.784  24.9  11.494  619  312  7  5.196  223  7.134  1.474  LAKI­LAKI  MELEK HURUF  LAKI­LAKI + PEREMPUAN  JUMLAH  9  10.987  4.146  51.8  17.130  2.1  12.927  1.8  34.665  14.5  70.150  5.422  1.1  49.460  3.633  15.951  5.141  11.132  2.940  8.715  760  204  10  9.357  7.264  3.4  11.615  4.576  23.8  54.043  4.9  105.6  54.800  48.052  5.276  8.7  54.6  JUMLAH  6  5.946  50.3  52.763  2.5  19.6  55.799  4.4  Sumber ; Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2008  .1  56.786  9.085  13.209  1.0  18.750  28.7  55.7  6.293  MELEK HURUF  %  8  93.1  38.0  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  4  4.726  615  13.0  12.897  3.188  3.2  %  11  89.530  392  6.0  31.0  55.540  2.435  12.512  2.379  516  JUMLAH (KAB/KOTA)  50.552  3.690  2.819  MELEK HURUF  NO  1  KECAMATAN JUMLAH  2  3  5.130  1.009  52.0  15.225  28.4  59.TABEL 5  PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS  PEREMPUAN  %  5  85.5  55.059  4.889  3.5  58.

71  1.246  905  1.74  55  17.7  14.115  55  3.03  1.64  2.39  1.68  JUMLAH BAYI  MATI  8  5  10  5  6  5  6  4  7  5  2  JUMLAH  BALITA 9  1.24  2.415  1.570  852  1.461  827  561  JUMLAH  BALITA MATI  10  2  1  1  0  0  1  0  1  2  1  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)  3.22  2.19  0.62  4.63  1.321  9  2.TABEL 6  JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  LAHIR HIDUP  LAHIR MATI  4  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  5  6  10  1  8  5  4  6  7  5  3  LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI  LAHIR MATI  6  296  840  141  575  307  244  270  267  118  112  7  2.603  3.9  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi  .170  1.881  1.

 Ngada  Keterangan:  ­ Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin  + jumlah  kematian ibu nifas  .TABEL 7  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL  JUMLAH LAHIR  KEMATIAN  KEMATIAN  KEMATIAN  JUMLAH  HIDUP IBU HAMIL  IBU BERSALIN  IBU NIFAS  4  5  6  7  8  290  1  1  ­  2  830  2  1  ­  3  140  ­  ­  ­  ­  567  ­  ­  ­  ­  302  ­  ­  ­  ­  240  ­  ­  ­  ­  264  ­  ­  ­  ­  260  ­  1  ­  1  113  ­  1  ­  1  109  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3. Bidang Yankesda Dinas Kesehatan Kab.115  3  4  ­  7  224.72  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)  Sumber: Laporan Seksi KIA.

­ Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi .

81  ­  100.69  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  4.50  100.53  2.00  55.59  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  .00  1.00  #DIV/0!  JML  11  100  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  100  #DIV/0!  RASIO KORBAN  PER KEJADIAN  KECELAKAAN  12  7.00  #DIV/0!  #DIV/0!  20.60  17.00  #DIV/0!  #DIV/0!  1.20  1.00  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  76.74  ­  #DIV/0!  LUKA  RINGAN  10  87.25  1.000 PENDUDUK  129  2  57  275  334  241.TABEL 8  JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS  DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK  DIRINCI MENURUT KECAMATAN  TAHUN 2009  JUMLAH  KEJADIAN  KECELAKAAN  3  20  11  1  JUMLAH KORBAN  MATI  4  1  ­  ­  LUKA  BERAT  5  17  ­  1  LUKA  RINGAN  6  126  11  ­  JML  7  144  11  1  ­  ­  25  61  92  ­  % THD  TOTAL  43  3  0  ­  ­  7  18  28  ­  MATI  8  0.07  82.49  #DIV/0!  NO  KECAMATAN  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  20  40  37  1  ­  ­  5  34  ­  19  27  92  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO PER 100.94  100  0.00  ­  ­  #DIV/0!  % KORBAN  LUKA  BERAT  9  11.26  100.00  44.34  100  2.

 Natarandang dan Maronggela melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Waepana  .00  100. di wilayah kerja Watukapu.00  50.70  194  169  169  100  Sumber: Laporan Program TB Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  LB1 Puskesmas Tahun 2009  Keterangan:  Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Pasien TB (+).50  66.  % TB PARU SEMBUH.00  63.00  10  18  11  22  66  2  17  29  4  20  5  11  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  12  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  ­  ­  426  47  47  29  61.55  50. DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TB PARU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  AFP    <  15 TH  4  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  KLINIS  5  46  100  63  20  12  4  124  19  36  2  (+)  6  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  DIOBATI  SEMBUH  7  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  8  3  5  2  6  1  1  7  ­  3  1  PNEUMONIA  %  JML  JML PEND  BALITA  % BALITA  DITANGANI  DITANGANI  SEMBUH  PENDERITA  BALITA  9  100.64  ­  100.67  54.00  62.TABEL 9  AFP RATE.

0  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  15  15  100  63  63.0  Sumber:Laporan Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Bidang Kesmas Dinas Kesehatan  Ket:  ­ Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Kasus HIV/AIDS adalah Kasus HIV yang masih hidup dari tahun 2003 dan yang ditemukan baru tahun 2009  .97  16  100.22  59.26  44.437  1.00  100  9  6.14  100.16  62.33  63. DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  HIV/AIDS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JML  KASUS  %  DITANGANI  IMS  JML  KASUS  %  DITANGANI  DBD  JML  KASUS  %  DITANGANI  DIARE  JML  KASUS  JML  DIARE  PADA  BALITA  DIARE  PADA  BALITA  DITANGANI  %Diare  Balita  %  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  0  0  0  0  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  5  2  0  3  0  1  3  0  0  1  5  6  5  100.0  2  100.0  100.0  100.0  100.02  1.0  100.0  0  #DIV/0!  1  100.0  100.0  100.76  100.0  100.80  45.0  0  0.52  9  100  2.437  57.80  44.488  18.TABEL  10  HIV/AIDS.31  58.0  3  100. INFEKSI MENULAR SEKSUAL.00  42.0  0  #DIV/0!  0  #DIV/0!  1  100.0  100.0  7  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  8  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  9  100  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  100  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  10  ­  2  0  4  2  1  0  ­  ­  ­  11  2  0  4  2  1  0  12  0  100  0  100  100  0  #DIV/0!  0  0  0  13  166  404  157  504  133  130  258  302  265  169  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  15  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  48.0  100.0  3  100.

46  18.854  1.742  142  2.291  199  1  ­  DIOBATI  7  5.452  232  ­  1.188  579  732  3.055  345  539  229  POSITIF  5  3.21  34.00  100.07  ­  38.272  1.TABEL 11  PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  MALARIA  % POSTIF  6  63.633  100.58  36.096  369  1.00  100.00  100.00  100.00  100.00  Sumber: Laporan Bulanan Penemuan & Pengobatan Malaria Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Ket :  API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)  AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)  .346  544  540  229  % DIOBATI  8  100.66  7.912  57.00  100.67  40.58  0.00  100.19  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KLINIS  4  1.62  72.838  511  4.00  100.00  100.83  38.31  42.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK  10.721  77.736  347  732  2.126  2.

TABEL  12  PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  KUSTA  % RFT PB  PEND MB  6  7  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  PEND PB  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT PB  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT MB  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % RFT MB  9  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  Sumber: Laporan  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan : Penderita PB tahun X ­ 1. Penderita MB tahun X ­ 2  X = tahun 2009  .

TABEL 13  KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PENDERITA PENY.  FILARIASIS  JUMLAH  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  DITANGANI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % DITANGANI  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB1 Puskesmas Tahun 2009  ­  ­  #DIV/0!  .

TABEL 14  JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KASUS  PD3I  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  DIFTERI  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PERTUSIS  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  NEONATORUM  CAMPAK  8  POLIO  9  HEPATITIS B  10  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009. Laporan Tahunan Bidang Kesmas Tahun 2009  .

92  6.32  0.31  54.893  92.68  80.89  1.54  84.55  71.10  1.91  79.88  93.115  2.58  79.31  77.074  2.74  BAYI  BAYI LAHIR  JML LAHIR  %  DITIMBANG  HIDUP  DITIMBANG  10  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  11  282  800  128  564  251  218  264  214  80  92  12  97  96  91  99  83  91  100  82  71  84  BBLR  13  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  % BBLR  14  3.41  3.30  66. BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NEONATUS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  287  823  135  562  298  237  261  254  110  107  KN2  5  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  6  82.19  1.22  3.09  56.00  80.87  54  1.83  BBLR  % BBLR  DITANGANI  DITANGANI  15  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  16  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.226  72.06  1.81  53.83  1.507  2.65  90.57  1.673  76.TABEL   15  CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS.73  54  100  Sumber: Laporan Bidang Yankes 2009.08  3.68  77.95  74.20  64.37  JML BAYI  7  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  KUNJ  8  254  710  126  379  244  163  290  251  134  122  %  9  77.96  78. Profil Puskesmas Tahun 2009  .84  85.

89  90.47  0.16  ­  0.49  3.23  7.27  0.061  565  786  684  494  710  772  414  98  Gizi  Gizi  Kurang/K  Buruk/  DITIMBANG  BB NAIK  urus  Kurus Skli  8  78  356  20  105  19  24  62  52  144  38  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  9  80.11  0.99  3.52  0.603  3.51  4.47  67.43  77.138  748  519  6  804  2.55  56.288  2.77  12  0.TABEL 16  STATUS GIZI  BALITA DAN JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BALITA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  BALITA  YANG  DITIMBANG  BB NAIK  ADA  4  1.97  2.21  0.060  919  640  1.07  5.832  763  1.33  89.19  13  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  5.41  6.60  4.19  1  .68  1.037  1.68  6.19  68.42  8.65  4.570  852  1.78  74.35  18.87  5.35  73.12  4.97  2.09  17.76  70.51  10  62.88  % BALITA BGM  7  45  105  30  66  65  37  31  41  32  32  BGM  11  3.58  1.246  905  1.84  55.944  7.881  1.48  4.388  484  898  21  76.35  79.93  6.42  67.35  5.02  9.29  77.63  3.05  74.52  2.78  2.71  3.56  17.321  10.28  6.53  0.97  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH (KAB/KOTA)  14.45  92.17  KEC  Prev  BEBAS  Gizi  Gizi  Gizi  RAWAN  Buruk  Kurang/K  Buruk/  urus  Kurus Skli  GIZI  +Kurang  4.42  72.10  0.09  0.461  827  561  5  1.15  74.87  9.38  3.72  73.415  1.

33  76.14  50.1  87.2  K4  7  243  863  93  428  170  123  138  126  48  74  %  8  55.134  2.06  60.14  JUMLAH  IBU NIFAS  MENDAPA  T  YAN.0  100.9  90.25  96.14  52.34  76.26  33.6  100.147  2.007  163  702  314  245  452  313  144  141  %  6  93.16  80.43  98.674  3.306  58.49  81. PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  IBU HAMIL NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  466  1.1  81.146  255  779  385  457  452  313  263  158  K1  5  434  1.90  3.915  83.20  30.897  92. K4).33  52.8  2.00  80.95  81.226  71.0  54.13  85.46  62.TABEL 17  CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1.48  JUMLAH  9  293  830  140  570  307  244  268  266  117  112  IBU BERSALIN  DITOLONG  NAKES  10  282  800  128  564  251  218  268  214  80  92  %  11  96.79  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.45  68.8  89.24  72.97  54.21  55.9  63.38  82.99  85.53  40.39  91.34  100.NIFAS  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  292  820  140  570  307  244  268  265  116  112  81.70  57.76  89.06  3.6  53.03  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .

881  1.037  1.476  1.36  95.00  17.96  35.150  631  740  ­  1.060  919  640  1.423  1.89  90.832  763  1.30  ­  10.87  ­  ­  19.33  89.321  10.06  54.138  748  519  %  6  80.55  56.76  70.42  22.200  1.395  951  8  2.45  92.72  73.34  JUMLAH  DIPERIKSA  10  1.18  100.570  852  1.513  2.00  SISWA SD/MI  SISWA SMP/SMU  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  14.260  361  174  997  894  539  174  11  1.102  1.096  ­  25  ­  ­  ­  195  182  513  174  %  12  98.TABEL 18  CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA.351  745  %  9  87.603  3.715  64.07  9.56  20.246  905  1.415  1.115  3.794  1.51  JUMLAH  DIPERIKSA  7  2.944  76.288  1.993  2.461  827  561  5  1.446  5.151  2.150  3.88  .35  79.185  23.288  2.35  73.85  78.967  14.407  230  1.20  ­  74.141  5.23  96.193  1.27  100. PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  ANAK BALITA (PRA SEKOLAH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIDETEKSI  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.53  91.29  77.

 DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PESERTA KB BARU  JUMLAH  5  372  436  253  391  292  240  454  227  170  %  6  18.94  67.66  11.60  PESERTA KB AKTIF  JUMLAH  7  1.81  81.27  21.216  912  1.118  1.44  16.66  79.070  2.348  2.877  1.TABEL  19  JUMLAH PUS. PESERTA KB BARU.99  65.212  4.70  14.886  1.695  2.69  65.59  21.96  73.92  20.08  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH PUS  4  2.275  3.41  82.395  787  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  20.05  .58  8.224  1.652  1.024  646  %  8  63.703  71.835  13.018  3. PESERTA KB.98  83.87  8.002  4.736  1.02  21.

Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota .

48  3.21  2.07  2.51  1.60  1.94  6.65  17.275  3.216  912  1.018  3.37  41.58  11.38  ­  ­  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .72  2.32  6.77  41.736  1.12  6.36  16.52  64.93  2.50  17  5.77  27.80  14.864  497  ­  ­  14.71  24.08  4.672  6.30  2.40  16  13.51  16.44  1.05  ­  13  1.80  6.08  20.09  1.016  660  680  725  630  416  7  174  573  282  251  131  277  724  255  197  8  68  117  62  62  24  53  49  44  18  9  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  11  1.59  72.90  38.01  2.480  382  1.66  16.63  3.85  6.15  ­  15  41.05  2.520  2.183  967  1.79  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  2.52  10.33  3.91  37.024  646  12  7.52  31.63  6.82  4.226  59  220  108  62  ­  4  23  210  18  570  19  76  25  11  15  5  389  537  163  91  19  346  105  22  ­  6  531  1.83  2.16  41.65  45.77  17.34  19.TABEL 20  JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB AKTIF  NON MKJP  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  KONDOM  % PESERTA KB AKTIF  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  MKJP  IUD  MOP/  MOW  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  NON MKJP  KONDOM  NO  KECAMATAN IUD  MKJP  MOP/  MOW  OBAT  VAGINA  OBAT  VAGINA  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  90  307  111  1.37  44.22  6.224  1.06  9.703  14.76  61.90  30.47  13.652  1.32  14  30.70  7.

29  68.12  62.52  12.17  15.55  8.47  OBAT  KONDOM  VAGINA  IUD  12  16.91  20.70  0.57  6.0988  0  0  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .92  46.50  9.43  20.83  36.50  22.02  12.835  14.45  20.13  22.598  15.42  15.27  ­  ­  ­  ­  9.92  4.27  22.33  26.09  4.6578  12.236  440  343  ­  ­  2.46  ­  10.37  18.28  20.17  5.75  4.61  19.24  43.44  44.42  10.47  ­  17  13.41  ­  ­  % PESERTA KB BARU  NON MKJP  SUN  TIK  15  38.TABEL 21  PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB BARU  NO  KECAMATAN  IUD  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  63  63  51  123  ­  25  46  51  ­  MKJP  MOP/  MOW  4  1  ­  ­  ­  ­  22  24  ­  ­  NON MKJP  IMP  LANT  5  99  85  58  16  12  57  20  ­  ­  SUN  TIK  6  143  193  58  181  199  74  199  82  107  PIL  7  17  28  38  48  60  20  120  47  62  MKJP +  LAIN  NON  OBAT  KONDOM  MKJP VAGINA  NYA  8  9  10  11  49  ­  ­  372  67  ­  ­  436  48  ­  ­  253  23  ­  ­  391  21  ­  ­  292  42  ­  ­  240  45  ­  ­  454  47  227  1  170  MKJP  MOP/  MOW  13  0.83  43.97  5.88  7.16  31.15  30.29  ­  ­  IMP  LANT  14  26.94  PIL  16  4.70  36.19  17.94  14.59  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  LAIN  NYA  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  MKJP +  NON  MKJP  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  422  47  347  1.885  1.11  23.

86  71.43  58.67  95.00  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  77  81.00  75.33  100.00  100.91  .24  100.00  42.TABEL 22  PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  DESA/KEL UCI 5  8  20  8  10  7  3  5  7  6  3  % DESA/KEL UCI  6  66.00  100.

Sumber:Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Dinas Kesehatan .

97  JUMLAH (KAB/KOTA)  % BAYI DIIMUNISASI LENGKAP  3.41  771  87.87  (1.37  418  73.96  192  64.61  554  62.64  113  69.507  2.61  271  87.14  157  96.05  16  10.05  151  92.88  82  27.16  249  87.70  113  65.61  232  65.70  31  18.57  2.32  65.25  88  57.97  197  68.32  137  84.92  197  68.58  81.97  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  RSUD BAJAWA  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  BCG  JUMLAH  5  306  714  144  485  251  227  257  244  113  104  %  6  93.48  137  24.70  113  65.72  468  82.41  19.40  6.55  191  61.48)  2.78  191  58.00  101  66.29)  72.34  85.52  98  64.29  271  82.757  78.54  513  90.17  Sumber : Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Tahun 2009  Ket : Watukapu melayani imunisasi bayi dari waepana maupun natarandang di daerah perbatasan desa  .05)  (18.TABEL  23  PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH  BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  IMUNISASI  DPT1+HB1  DPT3+HB3  POLIO 4  CAMPAK  HB Neonatus  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  256  78.587  73.370  67.01  83  54.88  243  84.90  200  64.08  113  65.12  2.77  2.76  76.06  220  76.31  15.88  202  68.91  141  40.54  87.43  238  72.70  67.43  687  78.89  (17.460  70.07  489  55.76  39  11.43  82.02  129  75.58  2.65  163  54.06  147  41.01  187  62.845  81.33  433  76.95  655  74.15  2.42  226  72.469  70.87  263  80.90  69.52  228  73.46  885  DO  (%)  17  7.14  88.61  2.77  73.03  10.57  129  79.76  235  66.

00  66.33  23.461  827  561  MENDAPAT  VIT A 2X  BALITA GIZI BURUK  JUMLAH  10  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  MENDAPAT  PERAWATA  N  %  9  69.246  905  1.964  731  1.74  55.881  1.415  1.17  28.570  852  1.321  10.144  70.71  75.39  100.01  85.80  68.49  %  12  100  #DIV/0!  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  8  1.225  702  244  11  2  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  254  105  41.293  996  456  1.118  1.0  23.13  ANAK BALITA (1­4TAHUN)  JUMLAH  7  1.00  70.603  3.TABEL  24  CAKUPAN BAYI.74  79.00  83.83  21  21  100  .85  84.34  14.89  43.33  100.415  1.33  33.67  29.94  50. BALITA  YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  BAYI BGM  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  4  35  36  30  30  33  15  10  9  24  32  MP ASI  5  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  %  6  25.

54  132  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  4.674  2.18  59.TABEL 25  JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN  TABLET Fe1.62  28.146  255  779  385  457  452  313  263  158  Fe1  JUMLAH  5  254  801  156  461  210  154  240  230  119  141  %  6  54.06  50.51  69.48  45.90  61.25  89.69  73.766  59.630  56.51  66.27  .45  44.49  47.70  53.48  42.18  2.55  33.24  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  Fe3  JUMLAH  7  254  762  120  392  295  130  202  230  113  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  %  8  54.10  73.97  83. Fe3  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  IBU HAMIL  4  466  1.18  54.32  76.

34  ­  15.49  66.35  ­  15.36  12.55  27.08  25.81  576  12.82  18.37  Sumber: Laporan Program Imunisasi Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .59  36.57  64.16  18.25  TT 3 %  8  11.536  54.86  4.64  36.61  6.25  47.146  255  779  385  457  452  313  263  158  TT 2  %  6  60.04  16.31  4.58  0.24  15.99  14.14  38.81  3.27  40.09  52.91  2.80  5.54  19.65  42.44  18.32  474  10.60  21.11  8.253  26.92  72.95  70.00  23.45  4.19  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.42  TT 5  %  12  JML  13  83  42  12  32  32  21  96  48  ­  25  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JML  7  54  413  41  199  107  91  12  133  174  29  JML  9  81  99  94  34  50  66  85  30  ­  37  JML  11  86  52  50  53  21  19  146  23  ­  24  %  14  17.30  7.81  9.66  4.14  391  8.35  TT 4  %  10  17.674  2.26  1.38  8.45  4.71  4.79  19.53  83.16  32.54  50.TABEL 26  JUMLAH WANITA USIA SUBUR DENGAN STATUS IMUNISASI TT  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TT 1  JML  5  280  602  212  298  182  187  328  202  134  111  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  BUMIL  4  466  1.

TABEL 27  PERSENTASE  AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK  NO 1  1  RUMAH SAKIT  2  PUSKESMAS  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  NATARANDANG  MARONGGELA  RIUNG  SARANA PELAYANAN KESEHATAN  2  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  %  8  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  3  4  6  7  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )  .

38  1.16  50  8.06  8  %  8  75.66  0.40  276  92.674  299  6.71  0.76  100.04  7  5.19  10  2.38  13  2.00  100  100  100  100  83.83  0.88  1.31  3.146  255  779  385  457  452  313  263  158  JUMLAH  NEONATAL  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  5  66  102  13  41  13  10  12  26  8  8  %  JUMLAH  6  7  14.26  41  3.31  22  3.62  87.03  0.96  1.65  10  8.83  JUMLAH  12  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.33  84.TABEL 28  JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  BUMIL RISTI/  KOMPLIKASI  BUMIL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  IBU HAMIL 4  466  1.15  0.115  28  0.90  28  100  Sumber:Laporan Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Yankes Tahun 2009  .90  102  5.43  0.50  100  9  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  JUMLAH  10  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  11  1.10  13  5.

 GADAR  JUMLAH  4  %  5  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  100.LAINNYA  5  2  40.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  3  RUMAH SAKIT KHUSUS  ­  ­  #DIV/0!  4  PUSKESMAS  10  5  50.00  5  SARANA YANKES.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2009  16  8  50.00  .TABEL 29  PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH SARANA  3  MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN.

TABEL 30  JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  DESA/KEL TERKENA KLB  DITANGANI  JUMLAH  %  <24 JAM  5  6  7  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  1  1  100.00  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0! 

NO 

KECAMATAN

PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA) 

94 

100.00 

Sumber: Laporan Seksi Penanggulangan Wabah Bidang Kesmas Tahun 2009 

TABEL 31  JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN  SERTA JUMLAH KECAMATAN DAN DESA YANG TERSERANG KLB  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDUK  JUMLAH KEC  JUMLAH DESA  TERANCAM  3  4  5  1  1  1,551  YANG TERSERANG  JUMLAH  PENDERITA  6  24  JUMLAH  KEMATIAN  7  1  ATTACK  RATE  (%)  8  1.55  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0! 

NO  JENIS KEJADIAN LUAR BIASA 1  2  1  Kematian Rabies 

CFR (%)  9  4.17  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0! 

Sumber: Laporan Tahunan Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2009  Jumlah penderita adalah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) 

TABEL 32  JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BAYI YANG DIBERI  ASI EKSKLUSIF  JUMLAH  %  5  6  173  52.91  444  50.45  92  56.44  266  46.91  193  67.48  73  24.58  157  50.65  104  29.55  34  19.77  70  45.75 

NO 

KECAMATAN 2 

PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

JUMLAH BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153 

1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA 

5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009 

3,507 

1,606 

45.79 

TABEL 33  PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009 
JUMLAH DESA/KEL  DG GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  % DESA/KEL DG  GARAM  BERYODIUM YG  BAIK 

NO 

KECAMATAN 

PUSKESMAS 

JUMLAH DESA/KEL  DISURVEI 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4 

1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA 

5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

5  ­  8  2  3  2  ­  7  ­  ­  ­ 

6  ­  38.10  25.00  30.00  28.57  ­  100.00  ­  ­  ­ 

JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009, Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009 

94 

22 

23.40 

TABEL 34  PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN DASAR GIGI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 
TUMPATAN  PENCABUTA  GIGI  N GIGI  TETAP  TETAP  JUMLAH RASIO  TAMBAL/  CABUT  JUMLAH  MURID SD 

UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF) 
MURID SD/MI DIPERIKSA  JUMLAH  %  MURID SD/MI  JUMLAH  %  PERLU  MENDAPAT  MENDAPAT  PERAWATAN  PERAWATAN  PERAWATAN 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

4  13  54  ­  27  4  ­  28  4  ­  ­ 

5  156  185  23  66  24  4  84  45  17  ­ 

6  169  239  23  93  28  4  112  49  17  ­ 

7  0.08  0.29  ­  0.41  0.17  ­  0.33  0.09  ­  #DIV/0! 

8  2,446  5,794  1,150  3,513  2,102  1,423  1,993  2,200  1,395  951 

9  2,366  5,288  1,150  890  812  ­  1,993  1,193  905  ­ 

10  96.73  91.27  100.00  25.33  38.63  ­  100.00  54.23  64.87  ­ 

11  294  926  335  890  399  ­  569  950  360  ­ 

12  224  683  118  630  193  ­  353  950  ­  ­ 

13  76.19  73.76  35  70.79  48.37  #DIV/0!  62.04  100.00  ­  #DIV/0! 

JUMLAH (KAB/ KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 

130 

604 

734 

0.22 

22,967 

14,597 

63.56 

4,723 

3,151 

66.72 

TABEL 35  JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009 

PENYULUHAN KESEHATAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 
JUMLAH SELURUH  KEGIATAN  PENYULUHAN  KELOMPOK  JUMLAH  KEGIATAN  PENYULUHAN  MASSA 

JUMLAH 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

4  367  23  228  415  266  64  206  430  288  96 

5  22  6  1  ­  30  4  10  7  19  12 

6  389  29  229  415  296  68  216  437  307  108 

SUB JUMLAH I  1  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  2  Rumah Sakit  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009, Profil Puskesmas Tahun 2009 

2,383 

111 

2,383 

111 

2,494  ­  ­  2,494 

TABEL  36  CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  PENDUDUK*  4  14,864  34,827  7,992  21,404  11,526  8,309  11,947  14,388  7,795  4,998  ASKES  5  485  3,393 
JAMSOSTEK  JAMKESM  JAMKES  JAMKES  AS  DA  DINSOS  (PUSAT) 

JUMLAH  9  8,811  17,495  3,055  7,406  6,300  5,389  6,826  8,222  5,208  3,386 

%  10  59.28  50.23  38.23  34.60  54.66  64.86  57.14  57.14  66.81  67.75 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­ 

792  310  478  492  390  472 

7  8,142  13,571  2,820  5,521  4,415  4,154  5,791  6,800  3,307  2,465 

8  184  231  235  1,885  1,093  925  557  930  1,511  449 

300  ­  ­  ­ 

­ 

JUMLAH (KAB/KOTA)  PERSENTASE  Sumber: Laporan Jamkesmas Tahun 2009 

138,050 

6,812  4.93 

­  ­ 

56,986  41.28 

8,000  5.80 

72,098  52.23 

52.23 

Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut kecamatan 

00  70.102  3.73  53.582  3.789  3.76  68.508  5.303  5.53  0  0  PELAYANAN BAYI MASY.91  117.818  2.45  132  105  79.348  7.03  79.33  71.085  %  8  75.055  7.MISKIN  BAYI MASY.00  100.348  7.00  100.730  4.00  100.00  46.406  5.326  14.67  47.TABEL  37  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  MASYARAKAT  MISKIN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  DICAKUP  JAMKESMAS (Pusat &  JUMLAH YANG  Daerah) ADA  JUMLAH  %  4  8.305  7.818  2.914  6  100.00  100.00  100.01  0  0  0  0  0  0  0.00  100.286  100.28  292  0.508  5.055  7.074  8.79  65.00  100.83  100.93  116.079  6.730  4.55  Rawat  Inap  9  251  ­  ­  ­  ­  ­  ­  41  ­  ­  %  3.00  46.184  2.25  48.MISKIN  JUMLAH BAYI  BGM MENDAPAT MP­  ASI  MASY.603  3.326  14.00  100.286  65.00  100.611  3.102  3.00  100.00  100.00  100.MISKIN  BGM  JUMLAH  12  %  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  11  10  27  10  15  23  15  10  6  7  9  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  13  90.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  65.00  70.998  2.914  5  8.534  71.406  5.00  MENDAPAT YANKES  Rawat  Jalan  7  6. Profil Puskesmas Tahun 2009  .40  45.00  100.079  6.55  Sumber: Laporan Seksi Jaminan Kesehatan Tahun 2009.

00  .00  #DIV/0!  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  2  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  130  130  311  451  311  451  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 892  892  100.TABEL 38  PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN KESEHATAN KERJA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH PEKERJA  FORMAL  4  JUMLAH YANG  DILAYANI  5  ­  %  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  100.

308  37.552  1.598  3.32  ­  ­  31.20  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.857  780  426  DILAYANI  KES  %  6  80.91  74.35  5  1.907  31.772  617  108  JUMLAH (KAB/KOTA)  15.125  1.970  1.972  864  356  1.58  ­  ­  35.84  93.33  62.022  408  66  8  661  486  ­  ­  271  95  887  750  209  42  11  2.11  ­  ­  27.321  766  282  134  DILAYANI  KES  PRA USILA DAN USILA  %  9  67.20  39.57  95.42  79.291  1.11  31. Profil Puskesmas Tahun 2009  .10  25.852  5.734  4.60  %  12  75.489  309  ­  ­  235  140  1.31  67.831  5.059  765  294  1.285  4.091  498  292  DILAYANI  KES  USILA (60TH+)  JUMLAH  7  979  493  505  1.40  6.52  98.150  795  ­  ­  506  235  2.238  1.93  22.55  22.42  32.34  JUMLAH  10  2.629  650  3.401  51.68  81.15  64.332  8.031  1.15  97.059  780  2.TABEL 39  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PRA USILA (45­59 TH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.19  6.06  36.94  14.

193  2.760  1.558  1. ENDEMIS SEDANG & BERAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  ENDEMIS 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  JUMLAH WUS  5  3.186  JUMLAH YANG  DIBERI KAPSUL  YODIUM  % YANG DIBERI  KAPSUL YODIUM  7  ­  ­  ­  ­  71.TABEL 40  CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  WUS DI DESA/KEL.35  .921  200  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Profil Puskesmas Tahun 2009  94  33.889  3.693  1.121  6.268  2.33  ­  ­  ­  ­  16.353  8.517  2.002  6.419  2.86  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  1.

.TABEL 41  PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV­AIDS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  DONOR DARAH  NO  1  UNIT TRANSFUSI DARAH  2  JUMLAH  PENDONOR  3  JML SAMPEL  DARAH DIPERIKSA  4  JML POSTIF  HIV/AIDS  5  % POSITIF HIV­  AIDS  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH  Sumber: ……………. (sebutkan)  ­  ­  ­  .

492  2.11  5.971  JUMLAH  5  22. sudah termasuk dengan kunjungan puskesmas di wilayah BP Swasta  kecuali Puskesmas Waepana tidak termasuk kunjungan ke BP  .050  113.218  138.577  9.22  Sumber:LB4 Puskesmas Tahun 2009  Ket : kunjungan ke sarana yankes lainnya (BP Swasta).600  18.576  10.577  9.050  4.571  ­  ­  161.600  RAWAT INAP  4  723  ­  ­  ­  ­  ­  ­  128  ­  ­  851  4.925  15.098  5.400  23.438  21.971  4.937  8.492  2. PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KUNJUNGAN  RAWAT JALAN  3  22.937  8.218  137.149  138.TABEL  42  JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN .438  21.296  7.571  ­  23.549  18.843  34.168  7.971  KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA  JUMLAH  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  %  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  NO  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  SARANA PELAYANAN  KESEHATAN  2  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II  1  Sarana Yankes lainnya  JUMLAH (KAB/KOTA)  JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA  JUMLAH PELAYANAN  CAKUPAN KUNJUNGAN (%)  156.098  5.120  34. RAWAT INAP.822  138.576  10.925  15.

00  100.67  4  PUSKESMAS  10  7  70.TABEL 43  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH YANG MEMILIKI  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH  3  LABKES  4  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  5  % YANG MEMILIKI  LABKES  6  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  7  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  1  100.94  Sumber : Laporan Tahunan Dinas Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009  Ket : Kemampuan Labkes : Mampu menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan sesuai standar  4 spesialis dasa : pelayanan kandungan dan kebidanan.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  3  Lab Swasta/BP Swasta  6  1  16. bedah. penyakit dalam dan anak  .00  JUMLAH (KAB/KOTA)  17  9  1  52.

TABEL 44  KETERSEDIAAN OBAT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  1  1  2  3  4  5  6  JENIS OBAT*  2  KEBUTUHAN  3  KETERSEDIAAN JUMLAH  4  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten  Ket :  * Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar  .

00  54. Laporan Tahunan Bidang PSDK Tahun 2009  1.00  20.29  49.61  72.TABEL 45  PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH TANGGA  NO  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  KECAMATAN  2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DIPANTAU  4  550  650  200  250  350  200  545  250  300  200  BER PHBS *  5  35  266  200  185  274  98  363  180  162  40  %  6  6.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.00  74.36  40.00  78.92  100.495  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.00  66.59  .803  51.

56  15.43  71.18  41.18  41.79  11.67  13.67  73.00  70.85  69.68  22.77  27.33  61.00  1.67  13.79  11.78  11.33  PURNAMA  MANDIRI  JUMLAH  11  50.00  1.54  34.56  21.33  12  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  13  100  100  100  100  88  100  100  100  100  100  %  POSYANDU  AKTIF  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  14  50.99  Sumber: Laporan Bidang PSDK Dinas Kesehatan Tahun 2009  .23  50.67  73.36  16.22  18.16  88.46  53.62  ­  22.33  JUMLAH (KAB/KOTA)  42  169  63  ­  274  15.99  ­  100  22.22  18.88  63.05  ­  ­  30.56  15.54  34.33  PERSENTASE POSYANDU  MADYA  10  46.62  ­  22.45  41.TABEL 46  JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH POSYANDU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PRATAMA  MADYA  4  1  17  4  ­  ­  4  5  5  4  2  5  13  46  12  23  14  9  9  31  10  2  PURNAM  MANDI  JUMLAH  PRATAMA  A  RI  6  14  1  3  3  9  ­  4  8  10  11  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  8  28  64  19  26  23  13  18  44  24  15  9  3.57  26.

357  959  200  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  27.47  56.50  SELURUHNYA  DIPERIKSA  4  5  2.40  39.312  1.752  24.994  1.17  86.96  12.008  61.469  1.039  2.92  95.94  15.308  3.172  773  25  %  SEHAT  8  61.55  100.651  1.627  1.435  4.11  68.573  3.50  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  : Profil Puskesmas Tahun 2009  .304  1.45  81.651  2.627  1.75  81.399  676  2.405  87.830  6.69  47.24  85.17  84.748  4.861  2.TABEL 47  PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  JUMLAH  %  DIPERIKSA  6  98.49  47.86  JUMLAH  SEHAT  7  1.587  1.304  657  1.77  69.418  2.849  2.25  65.79  70.51  20.768  1.00  95.592  6.

318  1.394  1.01  4.656  2.27  100.026  5  3.49  100.645  1.95  2.923  92.78  96.00  100.29  50.00  0. Ngada Dalam Angka 2009  2.205  2.25  0.77  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.446  750  1.626  94.00  52.16  15  0.736  PAH  SGL  18  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  19  0.27  0.884  1.00  0.378  1.13  88.237  0  0  0  0.08  7.98  17  0  2.694  4.00  41.205  1.00  0.07  0.00  0.357  1.00  0.37  0.31  0.120  ­  25  ­  8  10  ­  183  ­  ­  150  11  ­  ­  ­  6  11  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  12  ­  252  ­  ­  ­  ­  ­  23  ­  1  13  3.50  0. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .00  0.763  100  57.63  3.057  7.197  350  ­  276  22.00  0.205  3.005  100  100  76.758  1.43  45.00  82.015  6.323  1.757  4.00  0.527  975  800  8  9  2  40  ­  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1.694  4.47  0.318  1.43  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.352  25.000  815  14  98.00  7  3.00  100.191  97.44  99.00  1.00  16  1.00  100.694  4.68  1.702  81.265  7.08  Sumber: 1.136  2.00  0.575  87.TABEL 48  PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  LEDENG  LEDENG  JUMLAH  PAH  SGL  SPT  SPT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  JUMLAH  %  KELUARGA  KELUARGA  KELUARGA  YANG ADA  DIPERIKSA  DIPERIKSA % AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  JUMLAH  20  88.00  73.00  0.05  0.00  0.265  7.397  3.499  0  0  23.00  93.136  650  152  1.5  98.00  44.00  0.00  0.95  0.86  80.00  20.670  1.00  99.41  100.00  0.877  2  1.69  0.136  500  141  1.00  0.63  0.026  6  100.12  79.766373  20.136  1.

74  0.161  384  ­  13  14  30.318  13.446  750  1.00  0.446  750  1.442  73.248  650  1.00  #DIV/0!  3.265  7.83  85.34  10  3.378  1.026  5  3.026  16  6  67  6  30  241  41  4  1.83  676  74.378  1.62  87.00  #DIV/0!  0.33  0.265  7.35  64.07  56.44  74.94  71.447  1.32  JUMLAH  SEHAT  17  5  13  2  888  ­  ­  908  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.136  1.352  25.33  16.76  71.28  30.335  179.0  55.00  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.TABEL 49  KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JAMBAN JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  % SEHAT  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH KK  TEMPAT SAMPAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  PENGELOLAAN AIR LIMBAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  56.843  4.136  1.026  11  990  ­  ­  152  650  ­  2.694  4.83  72.446  750  1.0  839  203.00  15  3.84  25.75  5.357  1.318  1.00  25  72.617  Sumber: 1.00  0.97  45.68  51.575  21.656  2.02  100.159  2.53  650  45.757  4.02  61.51  92.32  13.026  6  2.318  1.143  75.265  7.916  26.47  0.758  1.86  74.73  43.00  0.833  83.575  1.409  5.67  0.205  3.265  7.90  9  59.378  1.108  2.357  748  7  8  1.17  0.694  4.694  4. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  . Ngada Dalam Angka 2009  2.0  0.33  50.92  773  100.519  1.256  3.033  73.00  #DIV/0!  174.82  59.00  5.78  4.357  1.89  25.318  1.917  78.96  3.205  3.397  3.136  1.525  2.575  6.04  53.506  2.17  2.318  1.00  36.645  1.136  2.00  #DIV/0!  0.18  83.357  1.91  0.33  1.476  414  53  12  136  79  650  1.35  0.15  % KK  MEMILIKI  6.14  1.205  3.67  0.394  1.222  ­  ­  18  19  0.

00  #DIV/0!  #DIV/0!  12  2  2  1  2  ­  1  1  4  2  ­  13  2  ­  1  2  ­  1  1  4  2  ­  14  2  ­  ­  ­  15  100.74  15  13  4  30.00  #DIV/0!  100.38  276  255  Sumber: Laporan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  JUMLAH  SEHAT  23  12  1  ­  88  ­  ­  26  16  ­  ­  143  .41  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  21  12  17  1  160  ­  1  61  20  4  ­  22  12  13  1  160  ­  1  44  20  4  ­  4  6  ­  ­  ­  2  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  22  21  21  100.97  #DIV/0!  #DIV/0!  100.77  143  126  66  52.00  96  95  52  54.00  ­  #DIV/0!  53.00  7.08  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  2  2  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  5  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  6  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  7  100.69231  0  55  #DIV/0!  0  59.TABEL 50  PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  HOTEL  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  RESTORAN/R­MAKAN  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  PASAR  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  TUPM LAINNYA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  JUMLAH TUPM  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  24  100.0909  80  0  #DIV/0!  56.76  #DIV/0!  #DIV/0!  56.00  75.00  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  100.00  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  50.00  ­  #DIV/0!  16  ­  ­  ­  85  ­  ­  56  ­  2  ­  17  ­  ­  ­  85  ­  ­  39  ­  2  ­  18  ­  ­  ­  44  ­  ­  22  ­  ­  ­  20  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  51.00  #DIV/0!  #DIV/0!  8  8  13  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  9  8  12  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  10  8  ­  ­  34  11  100.

0  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  19  106  220  40  97  40  48  51  80  51  27  20  106  148  40  97  24  48  51  80  51  27  21  100  67  100  100  60  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009  : Profil Puskesmas Tahun 2009  100  97  97.00  259  251  96.86  100  100  100  100  83.911  141  114  80.851  258  205  79.457  5  5  100  760  672  88.25  100  100  54.33  100  100  100  7  32  64  12  31  20  17  23  30  18  12  8  32  64  12  31  12  17  23  30  18  12  9  100  100  100  100  60  100  6  100  100  100  10  15  39  9  10  3  11  6  24  18  6  11  15  15  9  10  ­  11  6  24  18  6  12  100  38.46  100  100  0  100  100  100  100  100  13  43  91  10  49  11  11  15  15  9  4  14  43  43  10  49  6  11  15  15  9  4  15  100  47.TABEL 51  PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  SARANA KESEHATAN  SARANA PENDIDIKAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  SARANA IBADAH  PERKANTORAN  SARANA LAIN  JUMLAH  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  14  28  9  7  6  9  6  10  6  5  5  14  26  9  7  6  9  5  10  6  5  6  100  92.42  .55  100  100  100  100  100  16  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  17  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  18  100.

500  1.18  1.861  6.TABEL  52  PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  RUMAH/BANGUN  AN YANG ADA RUMAH/BANGUNAN  DIPERIKSA  JUMLAH  5  2.17  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RUMAH/BANGUNAN  BEBAS JENTIK  JUMLAH  7  1.768  4.418  3.651  2.38  ­  81.935  14.435  %  6  87.039  1.592  1.90  .00  #DIV/0!  42.587  959  JUMLAH ( KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  Ket : Tidak Dilaporkan  27.304  1.200  606  %  8  48.23  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  4  2.573  2.806  45.752  3.

0  ­  20  ­  100. dll  .09  100.00  4  104  3.15  22  21.26  3  14. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan DI. Dokter Gigi. Dr/Drg Spesialis  Perawat & bidan  : termasuk lulusan DIII dan S1  Farmasi  : Apoteker.7  2  RUMAH SAKIT  13  48.0  5  19  26.19  100.0  16  21  76. Penata Anestesi. APK.5  JUMLAH  17  221  %  18  56.15  64  39.0  7  164  4. TEM dan Penata Rontgen.0  Sumber: Laporan Tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada Tahun 2009  Keterangan:  Medis  : Dokter.7  1  1  POLINDES/POSKESDES)  93  56.0  40  390  10.67  16  80.0  6  23  26.0  2  12  16.32  100.78  2  16.26  100.TABEL 53  PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  NO  UNIT KERJA  2  PUSKESMAS  (termasuk PUSTU dan  MEDIS  JML  3  14  %  4  52  BIDAN  JML  5  78  %  6  75  PERAWAT  JML  %  FARMASI  JML  7  9  %  8  39. DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV  Teknisi Medis  Sanitasi  Kesmas  : Analis.3  100.85  100.0  8  34.1  GIZI  JML  9  8  %  10  67  TEKNISI MEDIS  JML  11  4  %  12  20  SANITASI JML  13  13  %  14  68  KESMAS  JML  15  2  %  16  9.67  100.08  3  INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  SARANA KESEHATAN LAIN  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  5  DINKES KAB/KOTA  JUMLAH  ­  27  ­  100. Fisioterapi  : Lulusan SPPH.29  129  33. MPH.00  1  5. dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.

 Penata Anestesi. Dokter Gigi. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)  Teknisi Medis : Analis. dan Fisioterapi  Sanitasi  Kesmas  : Lulusan SPPH. TEM & Penata Rontgen. dll  . Profil RSUD Bajawa 09  Keterangan:  Medis  : Dokter. Dr/Drg Spesialis  Perawat  : termasuk lulusan DIII dan S1 & SPK  Farmasi  : Apoteker. APK dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM. MPH.TABEL  54  JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  PERAWAT  PERAWAT  FARMASI  GIZI  GIGI  4  5  6  11  4  1  1  19  4  1  1  13  2  1  1  8  2  1  1  10  1  1  1  7  ­  ­  ­  7  2  2  1  8  3  1  1  6  2  1  1  4  ­  ­  ­  NO  UNIT KERJA MEDIS  3  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  BIDAN  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  TEKNISI  SANITASI  MEDIS  7  8  2  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  1  2  1  2  ­  1  ­  2  KESMAS  9  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  10  33  50  23  21  26  14  23  24  15  12  ­  ­  241  133  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  133  374  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  14  13  78  22  93  64  20  4  9  8  8  2  4  16  13  1  2  3  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  4 tubel  13  64  4  8  2  16  1  3  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.

90  ­  ­  ­  7  ­  ­  ­  2  19  13.000 PDDK  4  ­  ­  ­  4  2.TABEL 55  JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH TENAGA MEDIS  NO  UNIT KERJA  DR SPESIALIS  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  DOKTER UMUM  4  2  1  1  1  1  1  1  2  1  1  12  7  DOKTER GIGI  5  ­  1  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  2  JUMLAH  6  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  14  13  ­  ­  ­  13  ­  ­  ­  4  2. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100. Profil RSUD Bajawa 09  .90  27  DOKTER  KELUARGA  7  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.76  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.

35  1  2  2  7  2  8  6  23  ­  1  0.72  2  10  7. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100. Profil RSUD Bajawa 09  .69  2  1  2  1  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.000 PDDK  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.24  ­  1  TENAGA GIZI  D­III GIZI  9  ­  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  7  1  D­I GIZI  10  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  JUMLAH  11  1  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  8  2  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  12  8.TABEL 56  JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KEFARMASIAN  APOTEKER  S1 FARMASI  D­III FARMASI  ASS APOTEKER  JUMLAH  D­IV/S1 GIZI  3  4  5  6  7  8  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  2  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  3  3  9  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  1  6  4.

11  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.TABEL  57  JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KEPERAWATAN  NO  UNIT KERJA  SARJANA  KEPW  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  6  PERAWAT  DIII  LULUSAN  PERAWAT  SPK  4  5  9  2  6  13  9  4  5  3  5  5  5  2  6  ­  7  1  6  ­  3  1  61  31  51  3  BIDAN  JUMLAH  6  11  19  13  8  10  7  7  8  6  4  93  60  ­  ­  ­  60  DIII BIDAN  7  2  2  ­  ­  1  1  ­  2  2  2  12  6  BIDAN  8  9  20  3  7  9  4  6  4  1  3  66  16  JUMLAH  DIII  9  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  78  22  ­  ­  ­  22  PERAWAT GIGI SPRG  1  ­  1  1  ­  ­  ­  1  1  ­  5  3  ­  2  2  1  ­  15  1  3  4  1  1  1  ­  2  3  2  ­  20  4  JUMLAH  4  4  2  2  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.73  ­  18  ­  82  ­  100  72.44  ­  8  1  17  1  25  18.000 PDDK  ­  6  51  3  6  16  3  1  4  4  7  116  ­  34  4  157  113. Profil RSUD Bajawa 09  .

TABEL  58  JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KESMAS  D­III KESMAS  SARJANA KESMAS  3  4  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  ­  3  ­ 
[a] 

1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA 

JUMLAH  5  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  2  3 

TENAGA SANITASI  DIII SANITASI  DI SANITASI  6  7  ­  1  1  ­  1  ­  1  ­  ­  1  1  ­  2  ­  1  1  1  ­  1  1  9  4  1  ­ 

JUMLAH  8  1  1  1  1  1  1  2  2  1  2  13  1 

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK 

­ 

­ 

16  21 

­  ­ 

16  21  15.21 

3  13 

2  6 

5  19  13.76 

Sumber : Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan: [a]  Termasuk S2 dan S3 

TABEL  59  JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TENAGA TEKNISI MEDIS  ANALIS LAB.  TEM & P.RONTG  3  4  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  6  7  P.ANESTESI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  FISIOTERAPIS  6  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  2  JUMLAH  7  2  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  4  16  ­  ­  ­  16  ­  ­  ­  3  2.17  20  14.49 

NO 

UNIT KERJA 

1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA 

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  ­  ­  ­ 

6  ­  ­  ­  9  6.52 

7  ­  ­  ­  7  5.07 

1  ­  ­  ­  1  0.72 

Sumber: Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Tahun 2009 

TABEL 60  ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  DINKES  3  %  4  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  RSUD  4  % 

NO 

SUMBER BIAYA 

2  ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER: 

1  APBD KAB/KOTA  2  APBD PROVINSI  3  APBN :  ­ Dana Alokasi Khusus (DAK)  ­ JAMKESMAS  ­ DEKONSENTRASI  4  Bantuan Luar Negeri (AIP­MNH)  BLN Proyek Gafi/GV  5  ­ BANSOS (Bantuan Sosial)  6  ADB (DHS­II)  7  Jamkesmas Kuota PEMDA  TOTAL ANGGARAN KESEHATAN  TOTAL APBD KAB/KOTA 

25,779,652,321  26,685,000 

83.00  0.09 

8,844,694,153 

78.14  0 

0  1,344,668,935  133,411,250  587,138,500  487,080,000  1,242,800,000  1,125,000,000  333,980,654  31,060,416,660  383,755,382,398  4.33  0.43  1.89  1.57  4.00  3.62  1.08  100 

2,474,555,561 

21.86  0  0  0  0  0 

0  11,319,249,714  383,755,382,398  100 

% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 

6.72 

2.30 

ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 

224.99 

81.99 

Sumber: Laporan Sub Bagian Keuangan Dinkes Ngada tahun 2009  : LKPJ Dinas Kesehatan tahun 2009  ; Laporan RSUD Bajawa tahun 2009  ; Laporan Jamkesmas Tahun 2009  Ket : Anggaran Kesehatan APBD Kabupaten (Dinas Kesehatan) sudah termasuk dengan gaji pegawai 

TABEL 61  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PEMILIKAN/PENGELOLA  NO  1  FASILITAS KESEHATAN  2  PEM.PUSAT  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.PROV  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.KAB/KOTA  5  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  ­  ­  ­  ­  ­  1  45  9  ­  ­  ­  1  ­  ­  TNI/POLRI  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  BUMN  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  SWASTA  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  2  ­  11  1  1  ­  ­  274  5  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  9  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  2  2  ­  11  1  2  45  9  274  5  ­  1  ­  ­ 

1  RUMAH SAKIT UMUM  2  RUMAH SAKIT JIWA  3  RUMAH SAKIT BERSALIN  4  RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA  5  PUSKESMAS PERAWATAN  6  PUSKESMAS NON PERAWATAN  7  PUSKESMAS KELILING  8  PUSKESMAS PEMBANTU  9  RUMAH BERSALIN  10  BALAI PENGOBATAN/KLINIK  11  PRAKTIK DOKTER BERSAMA  12  PRAKTIK DOKTER PERORANGAN  13  PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL  14  LABORATORIUM KLINIK  15  POLINDES  16  POSKESDES  17  POSYANDU  18  APOTEK  19  TOKO OBAT  20  GFK  21  INDUSTRI OBAT TRADISIONAL  22  INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL 

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 

TABEL 62  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  DESA/ KELURAHAN  3  12  21  8  17  7  7  12  6  4  DESA SIAGA  4  5  ­  9  3  5  5  3  6  ­  3  ­  2  POSKESDES 5  4  1  1  1  1  POLINDES  6  8  11  5  6  2  3  5  3  2  POSYANDU  7  28  64  19  49  13  18  44  24  15 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA) 

94 

41 

45 

274 

Sumber: Laporan UKBM Bidang PSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  ; Profil Puskesmas tahun 2009 

TABEL 63 
INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT & PUSKESMAS RAWAT INAP  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NAMA RUMAH  SAKIT/PUSKESMAS RRI  2  UMUM  Umum  Umum  Umum  JENIS PELAYANAN  UMUM/KHUSUS  3  JUMLAH  TEMPAT  TIDUR  4  100  15  10  20  JUMLAH PASIEN 
KELUAR  MATI  (HIDUP + MATI)  SELURUHNYA 

NO  1 

5  4,906  723  165  ­ 

6  222  21  ­  ­ 

JUMLAH  HARI  MATI >= 48  PERAWATAN  JAM  7  8  131  14  ­  ­  19,946  799  317  ­ 

BOR  9  54.6  14.6  8.7 

LOS  10  4.1  1.1  1.9 

TOI  11  3.4  6.5  20.2  #DIV/0! 

GDR  12  45.3  29.0  0.0  #DIV/0! 

NDR  13  26.7  19.4  0.0  #DIV/0! 

1  RSUD Bajawa  2  Puskesmas RRI Aimere  3  Puskesmas RRI Riung  4  BP. St. Fatima Soa 

0.0  #DIV/0! 

Sumber: Laporan Tahunan RSUD Bajawa 2009, Profil Puskesmas Tahun 2009  Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta 

CAKUPAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2009 (PERMENKES RI NO.741/MENKES/PER/VIII/2008)

KABUPATEN NGADA
TARGET SPM 2009 NO
1

CAKUPAN SPM (%) PEMBILANG
6

JENIS PELAYANAN
2

INDIKATOR
3

NASIONAL (%)
4

KABUPATEN NGADA (%)
5

PENYEBUT
7

(%)
8 (6/7*100%)

KETERANGAN
9

A

Pelayanan Kesehatan Dasar

1 Cakupan Kunjungan Ibu hamil k4 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi 7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 8 Cakupan Pelayanan anak balita 9 Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan Peserta KB Aktif 13 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - AFP Rate per 100.000 penduduk <15 tahun - Penemuan penderita pneumonia balita - Penemuan pasien baru TB BTA + - Penderita DBD Ditangani - Penemuan Penderita Diare 14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

95 80 90

95 80 90

2,306 276 2,897

3,915 299 3,147

58.90 Penyebut merupakan ibu hamil riil

92.31 92.06

90 90 90 100 90 100

90 90 90 100 90 100

2,226 28 2,673 77 10,144 105

3,134 28 3,407 94 14,321 276

71.03 100.00 78.46 81.91 70.83 38.04

100 100 70

100 100 70

21 14,715 14,704

21 22,967 20,695

100.00 64.07 71.05

2 100 100 100 100 100 100 100

2 100 100 100 100 100 100 100

169 47 9 2,486 36,585 4,318 8

169 285 9 13,801 56,686 56,686 16

0 100 balita riil yang ditangani di sarkes 16.49 100.00 18.01 64.54 7.62 Pasien masyarakat miskin yg dirujuk ke RS 50.00 Sarkes yang memiliki kemampuan UGD 100.00

B

Pelayanan Kesehatan Rujukan

1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 2 Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan di Sarana Kesehatan

C

Penyelidikan Epidemiologi dan Penangggulangan KLB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 1 Cakupan Desa Siaga Aktif

100

100

25

25

D

80

80

7

38

18.42 Desa Siaga yang dibentuk dan aktif

Bajawa, 26 Juni 2010 Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO,SKM
PEMBINA TK. I NIP. 195709141984032008

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PUSKESMAS 2 WATUKAPU AIMERE WAEPANA RIUNG MARONGGELA WATUMANU NATARANDANG KOTA SURISINA KOELODA POLINDES 3 2 8 3 5 3 5 2 2 4 11 1 0 1 0 0 1 1 0 1 4 POSKESDES POSKESTREN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PRATAMA 5 7 1 5 5 5 6 8 0 0 2 POSYANDU MADYA 6 9 13 10 28 11 12 6 23 13 60 PURNAMA 7 0 14 3 9 8 2 3 0 13 2 MANDIRI 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS OBAT DESA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS UKK 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH UKBM 11 19 36 22 47 27 26 20 25 31 79 JUMLAH 45 9 0 39 185 54 0 0 0 332 Bajawa. BHOKO. 19570914 198403 2 008 . HILDEGARDIS F. SKM PEMBINA NIP.LAPORAN UKBM KABUPATEN PROPINSI TAHUN : NGADA : NTT : 2009 JUMLAH NO. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada.

1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .. .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1...

FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC. ..1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ...1.

1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini JUMLAH KAB/KOTA NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KETERJANGKIT (3) (4) % (5) TERJANGKIT (6) % (7) KASUS (8) MATI (9) JUMLAH KECAMATAN JUMLAH AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) - Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : . FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1..FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 ..1..

KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Bencana bulan ini No Jenis Bencana Tgl Kejadian Lokasi Kejadian Kabupaten Jumlah Kecamatan (4) (5) Terkena Bencana (6) Jumlah Penduduk Mengungsi Dirawat (7) (8) Meninggal (9) (1) (2) (3) - Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN --- FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 .1.

GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. SKM PEMBINA TK.KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 Bencana bulan ini NO JENIS BENCANA TGL KEJADIAN (3) LOKASI KEJADIAN KABUPATEN JUMLAH KECAMATAN (4) (5) TERKENA BENCANA (6) JUMLAH PENDUDUK MENGUNGSI DIRAWAT (7) (8) MENINGGAL (9) (1) (2) 1 Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Bajawa.2.1 . 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. I NIP 195709141984032008 PENYAKIT. BHOKO.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No
(1)

Jenis Penyakit / Masalah Gizi
(2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

5 384 5 1 -

0 -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tinggi dan meningkatnya kasus penyakit DBD dan malaria disebabkan kurangnya kebersihan lingkungan, 2. Tingginya penderita TB Paru 3. Adanya balita g izi buruk. Tindakan : - Pengobatan penderita malaria dan TB Paru - Pemantauan gizi balita dan pencegahan meningkatnya kasus, - Perawatan balita gizi buruk 1 orang. - Penyuluhan PHBS, kesehatan lingkungan dan penyuluhan gizi

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN
Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

Jenis Penyakit / Masalah Gizi No
(1) (2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

25 1.716 3 5 -

1 -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya penyakit malaria dan meningkatnya kasus demam berdarah, disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, juga oleh migrasi penduduk dari daerah lain 2. Meningkatnya kasus gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, penyakit penyerta Tindakan : - Pengobatan dan pemeriksaan darah pasien penderita malaria - Pengobatan penderita DBD - Penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan - Fogging di wilayah yang berkasus penyakit DBD - Penyuluhan, Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010

Jenis Penyakit / Masalah Gizi No
(1) (2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

26 845 7 6 -

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Masih Tingginya kasus malaria oleh karena darah endemik 2. Meningkatnya penderita DBD oleh karena terjadi penularan melalui vektor 3. Adanya kasus TB bar sebanyak 7 orang. 4. Meningkatnya balita gizi buruk menjadi 6 kasus oleh karena kurangnya asupan makanan Tindakan : - Pengobatan penderita malaria dan DBD - Penyuluhan dan pengobatan penderita TB. - Penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi - Foging sarang nyamuk - Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk - Penyuluhan gizi masyarakat oleh petugas

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No
(1)

Jenis Penyakit / Masalah Gizi
(2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

17 681 - *) 2 0 -

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kasus DBD oleh karena terjadinya penularan melalui vektor dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat. 2. Tingginya kasus malaria oleh karena daerah endemik 3. Adanya kasus AFP Tindakan : - Pengobatan penderita DBD dan Malaria - Pengambilan darah untuk pemeriksaan parasit malaria - Penyuluhan kesehatan lingkungan dan Gerakan 3 M Plus bagi masyarakat potensi kasus DBD - Peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi, balita. Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan.

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

Jumlah Kasus Baru (3) 8 590 - *) 1 -

Jumlah Kematian (4) -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah :

1. Masih adanya kasus DBD sebanyak 8 kasus disebabkan penularan oleh vektor dan mobilisasi penduduk. 2. Tingginya penderita malaria oleh karena daerah endemik, masyarakat tidak memanfaatkan kelambu serta kondisi lingkungan yang buruk 3. Masih adanya Balita Gizi buruk disebabkan asupan makanan kurang, pola asuh dan pola makan anak yang salah Tindakan : Pengobatan penderita Penyuluhan pemanfaatan kelambu dan kesehatan lingkungan Penyuluhan gizi masyarakat, pola asuh anak dan makanan gizi seimbang Perawatan balita gizi buruk oleh petugas Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No

Kelompok

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan
(3)

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan
(4)

Jumlah Kematian

(1)

(2)

(5)

1 2

Ibu Bayi

3491 3175

291 265

3

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian bayi 3 orang. 2. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tindakan : - Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan - Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus - Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. - Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

No

Kelompok

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan
(3)

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan
(4)

Jumlah Kematian

(1)

(2)

(5)

1 2

Ibu Bayi

3491 3175

291 265

3 3

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian ibu sebanyak 3 orang disebabkan oleh perdarahan, penyakit kronis dan suspek emboli air ketuban. 2. Tingginya kematian bayi disebabkan oleh asfiksia, pneumonia dan aspirasi. 3. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus D-III Kebidanan. Tindakan : - Penanganan kematian ibu dan bayi - Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan - Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus - Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. - Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Penanganan kematian ibu dan bayi . Infeksi. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Kematian ibu 1 orang. 2. pneumonia. .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 4 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.2.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.2 . Tingginya kematian bayi 4 disebabkan oleh asfiksia. 3. Tindakan : .

Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tingginya kematian bayi 3 orang.2.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .2 .Penanganan kematian bayi .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 0 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Tindakan : . 2.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .

BHOKO. .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. I NIP 195709141984032008 UPAYA KESEHATAN Formulir RC. Tindakan : .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. pneumonia. 3.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Tingginya kematian bayi 3 disebabkan oleh asfiksia. Bajawa.3 . SKM PEMBINA TK.Penanganan kematian ibu dan bayi . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Infeksi. Masih adanya kematian ibu 1 kasus 2.

C 1. UPAYA KESEHATAN Formulir RC. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3. 2.89% 61. B 1.3 .Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. Imunisasi DPT 3 masih rendah Tindakan : . 2.42% 81.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .58% 86.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .23% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.89% 69. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 121 241 193 217 169 3 41. 3. Kunjungan K4 masih rendah 2.

Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . 2.07% 48. 2. UPAYA KESEHATAN Formulir RC. Kunjungan K4 masih rendah 2. 3.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .3 .20% 54. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 8 150 167 134 145 186 8 51.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya .72% 67. B 1.Pendataan sasaran yang belum optimal.39% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . Kunjungan Neonatus 1 masih rendah Tindakan : . C 1.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.55% 60.

2. Kunjungan K4 masih rendah 2.16% 72.48% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. B 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 5 127 259 201 227 258 5 43.66% 93.Pendataan sasaran.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun (3) Jumlah Sasaran / Bulan (4) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (5) (6) (1) (2) A 1.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .64% 93.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .30% 85.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . C 1. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.3 . 3.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No

Jenis Pelayanan

Jumlah Sasaran / Tahun

Jumlah Sasaran / Bulan
(3)

Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah %
(4) (5)

(1)

(2)

A 1. 2. 3. B 1. 2. C 1.

KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 *) PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan

3491 3334 3334 3175 3313 -

291 278 278 265 276 3

133 232 179 190 209 2

45,70% 83,45% 64,39% 71,70% 75,72% 66,67%

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : - Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak - Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas - Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten - Pendataan sasaran. Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel

UPAYA KESEHATAN
Kabupaten : NGADA

Formulir RC.3

Propinsi Bulan Tahun

: NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No
(1)

Jenis Pelayanan
(2)

Jumlah Sasaran /Tahun

Jumlah Sasaran /Bulan
(3)

Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah %
(4) (5)

A KESEHATAN IBU 1. K4 3491 291 2. Persalinan oleh nakes (Pn) 3334 278 3. Persalinan di fasilitas kesehatan 3334 278 B KESEHATAN ANAK 1. Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 3175 265 2. Imunisasi DPT3*) 3313 276 C PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1. Penderita TB selesai pengobatan 2 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : - Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak - Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas - Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten - Pendataan sasaran. Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel

135 249 181 208 219 2

43,39% 89,57% 65,12% 78,49% 79,35% 100%

Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Khusus untuk pengadaan sarana kesehatan sedang dalam penyiapan dokumen admnistrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam Pelaksanaan Kontrak untuk pengadaan mobil Pusling dan kendaraan roda-2 Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

JAMINAN KESEHATAN
Kabupaten : NGADA

Formulir RC.4.2

686 : 8. 2.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.4.000. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.913 74 88 - 243 11 31 - 2. Tindakan : . Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.000 No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 2.2 .960. JAMINAN KESEHATAN Formulir RC.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.

091.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.4.2 . JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.000. 2. Tindakan : .686 jiwa : 8.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 42.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.

laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.686 jiwa : 8.000.4.000.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.985.303 380 - 485 51 - 6.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.250. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.2 . Tindakan yang diambil : . Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.

- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.000.4. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.2 . Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten Propinsi : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR Formulir RC.686 jiwa : 8. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.120.000.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.525.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4390 235 - 339 108 - 9. Tindakan yang diambil : .1.

275.000. BHOKO. Bajawa.680. SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008 . 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.- - Analisi Masalah : 1. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.Memberikan penjelasan dan motivasi kepada rumah sakit agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu.1. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah. Tindakan yang diambil : .686 jiwa : 8.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 3.Bulan Tahun : MEI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.000.

LAPORAN KOMUNIKASI DATA RUTIN DAN CEPAT (KOMDAT) JANUARI S/D MEI TH. 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN JUNI 2010 . 2009 CAKUPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TH. 2010 DATA DASAR PUSKESMAS TH.

.

.

 Juni 2010  . Evaluasi dan Pelapo­  ran.Revolusi KIA ­ NTT :  “Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai” Design by : Dinas Kesehatan Kabupaten  Ngada  Sub Bag Perencanaan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->