TIM PENYUSUN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009

Pelindung/Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Hildegardis F. Bhoko, SKM} Pengarah : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Martinus Beno Doven, A.Md.KL, S.Sos} Tim Pengumpul Data : o Drg. Emerentiana Reny W, Mhith&IntDev o Mursina Wahyuningsih Daeng, SKM o Sitti Maryanti,SKM o Veronika Suka, SKM o Finsensius Susanto, SKM o Maria Yulita Bupu Tay, SKM o Benediktus Joni,A.Md.KL o Emerentiana Y.O Mbere,A.Md Tim Penyusun : o I.G. Agung K. Artanaya, SKM o Mursina Wahyuningsih Daeng, SKM o Yulius Widiyantoro, SKM Tim Penyunting : o Hildegardis F. Bhoko, SKM o Martinus Beno Doven, A.Md.KL, S.Sos o I.G. Agung K. Artanaya, SKM

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat, rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan dokumen Profil Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009 ini. Sebagaimana diketahui bahwa Profil Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan, termasuk kinerja yang telah diperoleh dalam penyelenggaraan pelayanan minimal bidang kesehatan. Selain itu, Profil Kesehatan Kabupaten Ngada juga merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten, berisi data dan informasi yang menggrafikkan derajat kesehatan, sumber daya kesehatan, upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan sehingga Profil Kesehatan ini dapat dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun. Dokumen Profil Kesehatan ini tersusun berkat dukungan dan kerja sama dari para pengelola program baik di Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Rumah Sakit yang senantiasa saling memberikan informasi-informasi penting khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan juga berkat dukungan lintas sektor dalam penyediaan data dan informasi di Kabupaten Ngada. Kami menyadari sepenuhnya bahwa, dokumen Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang telah disusun ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dalam penyusunan dokumen Profil Kesehatan ini, kami sampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasih, semoga Dokumen Profil Kesehatan ini dapat memberikan informasi guna menentukan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada di masa yang akan datang. Sekian dan Terima kasih.

Bajawa, Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK I NIP : 19570914198403200

i

DAFTAR ISI
Hal.
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR PETA DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ………………………………………………………………………. 1.2. Maksud dan Tujuan …………………………………………………………………. 1.3. Sistematika Penyajian ……………………………………………………………… BAB II GRAFIKAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.1. Kondisi Geografis …………………………………………………………………… 2.2. Keadaan Penduduk ……….............................................................................. 2.3. Keadaan Sosial Ekonomi.................................................................................. 2.4. Tingkat Pendidikan............................................................................................ BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3.1. Mortalitas …………………………………………………………………………….. 3.2. Morbiditas ……………………………………………………………………………. 3.3. Status Gizi ……………………………………………………………………………. 3.4. Umur Harapan Hidup ………………………………………………………………… BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 4.1. Pelayanan Kesehatan Dasar ……………………………………………………….. 4.2. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan ………………………............................. 4.3. Perilaku Hidup Masyarakat …………………………………………………………. 4.4. Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar …………………….......... BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 5.1. Sarana Kesehatan …………………………………………………………………… 5.2. Tenaga Kesehatan …………………………………………………………………… 5.3. Pembiayaan Kesehatan……………………………………………………………… BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan……………………………………………………………………………. 6.2. Saran…………………………………………………………………………………… LAMPIRAN 61 62 49 54 59 29 42 44 46 11 15 24 27 4 6 8 10 1 2 2 i ii iii iv vi

ii

DAFTAR TABEL
Hal Tabel 2.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 3.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007-2009 Tabel 5.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 5.2 Realisasi Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 23 55 15 6

iii

DAFTAR GRAFIK
Hal Grafik 2.1 Grafik 2.2 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Grafik 2.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.1 Trend Angka Kematian Bayi Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 Grafik 3.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 (per 100.000 Kelahiran Hidup) Grafik 3.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik 3.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Grafik 3.6 Perbandingan TB Paru Klinis, TB Paru BTA Positif, Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.8 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.9 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.10 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.11 Perkembangan Presentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada tahun 2004-2009 Grafik 3.12 Proporsi Status Gizi Baik, Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.1 Presentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 30 26 25 23 23 23 22 21 19 18 16 14 12 10 9 8 5 7

iv

Grafik 4.2

Presentase Cakupan pemberian Tablet Besi (Fe3) Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009

31

Grafik 4.3

Trend Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009

32

Grafik 4.4

Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009

33

Grafik 4.5

Cakupan

Ibu

Hamil,

Ibu

Hamil

Risti/Komplikasi

dan

Ibu

Hamil

34

Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.6 Presentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.7 Grafik 4.8 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah, Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Keseatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.12 Cakupan Imunisasi BCG, DPT, Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.14 Grafik 4.15 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.16 Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngad Tahun 2009 Grafik 4.17 Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 48 46 45 43 40 42 40 39 39 38 37 35 36 35

v

DAFTAR PETA / VISUALISASI
Hal Peta 2.1 Peta 3.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 3.2 Peta 5.1 Peta Kecamatan Rawan Gizi Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta Penyebaran Puskesmas, Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada tahun 2009 Peta 5.2 Peta 5.3 Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas, Pustu dan Polindes Peta 5.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.6 Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi, Sanitarian, dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 59 58 58 50 50 27 49 4 17

vi

DATA DASAR PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA                   Dinas Kesehatan  TAHUN 2009 .

Kabupaten Ngada 2010 .

Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita. DBD dan Diare pada Balita Ditangani Persentase Penderita Malaria Diobati Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Cakupan Kunjungan Neonatus. Bayi dan Bayi BBLR yang Ditangani Status Gizi Balita dan Jumlah Kecamatan Rawan Gizi Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1. dan Pneumonia Balita Ditangani HIV/AIDS. Rasio Beban Tanggungan.DAFTAR TABEL LAMPIRAN PROFIL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Luas Wilayah. Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1. Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/SMP/SMU Jumlah PUS. Peserta KB Baru. Infeksi Menular Seksual. Jumlah Desa/Kelurahan. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin. Peserta KB. Kelompok Umur.K4). Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Berusia 10 Tahun Keatas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan dan menurut Kecamatan Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Melek Huruf Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Kecamatan Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Kecamatan Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan AFP Rate. Jumlah Penduduk. dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Pelayanan KB Baru Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kecamatan Cakupan Bayi. Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Wanita USia Subur Dengan Status Imunisasi TT Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Akses Ketersediaan Darah unutk Bumil dan Neonatus tang Dirujuk Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi DItangani Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayahnan Gawat Darurat (Gadar) Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani <24 Jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Penderita dan Kematian Serta Jumlah Kecamatan dan Desa yang Terserang KLB Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Persentase Desa/Keluarahan Dengan Garam Beryodium yang Baik Menurut Kecamatan . % TB Paru Sembuh.

Rawat Inap. Pelayanan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kemampuan Labkes dan Memilki 4 Spesialis Dasar Ketersediaan Obat Sesuai dengan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Dasar Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata dan Kecamatan Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kecamatan Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kecamatan Persentase Institusi DIbina Kesehatan Lingkungannya Persentase Rumah/Bangun yang Diperiksa dan Bebas Jentik Nyamuk Menurut Kecamatan dan Puskesmas PersebaranTenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Jumlah Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan JUmlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Kefarmasiahn dan Gizi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Sarana Kesehatan Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Indikator Pelayanan Rumah Sakit .Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42` Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Formal Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Cakupan Wanita USia Subur Mendapat Kapsul Yodium Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Jumlah Kunjungan Rawat Jalan.

1 Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan. memberdayakan masyarakat dan atau kelompok masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan kesehatan. SIK Kabupaten/Kota diharapkan antara lain dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana Pembangunan Daerah tersebut serta sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan. Dan pencapaiannya didukung oleh 3 misi yaitu : Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. pengarus-utamaan gender. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Meningkatkan kemitraan. Kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas dari Sistem-sistem Informasi Kesehatan (SIK) Propinsi dan untuk memperoleh Sistem Kesehatan propinsi yang akurat maka diperlukan pemantapan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota hal ini disebabkan karena penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sesuatu yang sangat penting. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara menyeluruh. pencegahan penyakit (preventif). Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah mengandung konsekuensi bahwa masing-masing daerah harus memiliki Sistem Kesehatan tersendiri. dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menetapkan visi :” Masyarakat Ngada yang Mandiri untuk Hidup Sehat” yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Ngada menyadari. mau dan mampu untuk mengenali. Setiap individu berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif). Memasuki millennium ketiga. Salah satu produk dari SIK Kabupaten/Kota adalah ”Profil Kesehatan Kabupaten Ngada”. termasuk dukungan dalam menyusun Sistem Informasinya.BAB I PENDAHULUAN 1. keluarga dan masyarakat. mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat meminimalkan gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat. Untuk mewujudkan visi dan misi . Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 1 . terpadu dan berkesinambungan.

pelayanan kefarmasian dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 2 . Bab-2 : Gambaran Umum Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Ngada. pelayanan kesehatan dasar rujukan dan penunjang. 1. Untuk mengetahui hasil pencapaian program-program kesehatan serta permasalahanpermasalahan dalam pelaksanaan program di Kabupaten Ngada pada tahun 2009.3 Sistimatika Penyajian Bab-1 : Pendahuluan Bab ini berisikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil Kesehatan dan sistematika dari penyajiannya. Untuk menyediakan data-data kesehatan yang berguna dalam pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi. pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar. 3. pemberantasan penyakit menular. Bab-3 : Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian. pemantauan dan mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 dan tahun 2010 yang mengacu kepada Visi Kabupaten Ngada serta pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas – Puskesmas binaan dalam pencapaian Visi Kabupaten Ngada Sehat. 2. pendidikan. Untuk mengetahui gambaran secara umum situasi atau keadaan kesehatan di Kabupaten Ngada. Data dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. administratif dan informasi umum lainnya. pencapaian programprogram kesehatan dan keluarga berencana. dan status gizi masyarakat. Selain uraian tentang letak geografis. 1. sosial budaya dan lingkungan. Bab-4 : Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar. ekonomi. Selain hal tersebut diatas tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 ini adalah dalam rangka menyediakan informasi kesehatan sebagai salah satu sarana untuk perencanaan. angka kesakitan. bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya seperti kependudukan. perbaikan gizi masyarakat. fasilitas kesehatan. Dalam setiap terbitannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 yaitu : 1.Profil Kesehatan Kabupaten Ngada adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Ngada yang diterbitkan setahun sekali.

tenaga kesehatan. Upaya pelayanan kesehatan diuraikan dalam bab ini juga memuat indicator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota. Selain keberhasilankeberhasilan. pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. Bab-6 : Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan.alat kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 3 . Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan.

Dan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Jerebuu yaitu 82.BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN NGADA 2. Peta 2.94 km2 atau 20. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan.1. propinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya pada koordinat 8o LS – 9o LS dan 120. Bagian utara berbatasan dengan Laut Flores. Dimana kecamatan terluas adalah Riung 327. bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur.26 km2 atau 5.5 o BT. Jarak antara Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yang terletak di Bajawa yang terjauh adalah Maronggela (Kecamatan Riung Barat) 74 km kemudian Riung (Kecamatan Riung) 71 km dan yang terdekat adalah Surisina Kecamatan Bajawa yaitu 2 km.07% dari keseluruhan luas wilayah.620.45o BT – 121. 78 Desa dan 16 kelurahan. bagian selatan berbatasan dengan Laut Sawu.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Wilayah administratif Kabupaten Ngada telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan kependudukan.23% dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Ngada. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 4 . Kondisi Geografis Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores bagian barat. dengan luas wilayah 1.92 km2.

begitupun Puskesmas yang terletak di kecamatan tersebut dikategorikan sebagai Puskesmas sangat terpencil.2009.Secara topografis Kabupaten Ngada terdiri dari daerah pantai. Dengan adanya sejumlah gunung tersebut. yang ditandai oleh sebagian besar terdapat di wilayah pantai selatan seperti di Kecamatan Aimere dan sekitarnya. Oleh karena wilayah terdiri dari dataran tinggi atau perbukitan menyebabkan akses terhadap fasilitas kesehatan cukup sulit. Gunung Inerie dengan ketinggian 2. daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki ketinggian dari 0 meter sampai dengan lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut. yang ditandai dengan adanya gununggunung seperti. (Ngada dalam Angka.245 m.1 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Sumber : Ngada Dalam Angka. 2009). Dari data yang ada menunjukkan wilayah Kabupaten Ngada merupakan daerah perbukitan dengan rata-rata tingkat kemiringan tanah terbesar 15-25%. Grafik 2. Sehingga Kecamatan Bajawa letak Ibukota Kabupaten Ngada serta kecamatan lainnya termasuk daerah sangat terpencil. maka Kabupaten Ngada banyak memiliki daerah yang cukup curam serta daerah yang dapat dikategorikan sangat terpencil. serta adanya pegunungan lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada. Dataran rendah. bagian tengah dengan dataran Kecamatan So’a. Medan dan jalan menuju beberapa desa masih sangat sulit dijangkau. lembah. Gunung Lobo Butu dengan ketinggian 1800 m. Berdasarkan ketinggian terhadap permukaan laut wilayah Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi : Dataran Tinggi. Bajawa merupakan ibukota Kabupaten Ngada terletak di daerah dataran tinggi sehingga akses transportasi dari dan ke ibukota propinsi cukup jauh dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. Gunung Inelika dengan ketinggian 1600 m. Hal ini dapat dilihat dari frekuaensi penerbangan transportasi udara maupun laut tidak terlaksana secara rutin harian. Kecamatan Bajawa Utara dan bagian utara yang terbentang dari Kecamatan Riung Barat sampai dengan Kecamatan Riung.2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 5 . Profil Kesehatan Puskesmas. Kecamatan Wolomeze.

Tabel 2.1 Luas Wilayah.015 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 71.930 8.50 250. Jumlah Rumah Tangga 29.352 Ratarata Jiwa/ RT 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 Kepadatan Penduduk/ km2 97 139 97 247 50 131 44 25 48 85 : Puskesmas Aimere : Puskesmas Koeloda : Puskesmas Watumanu : Puskesmas Kota dan Puskesmas Surisina : Puskesmas Waepana : Puskesmas Watukapu : Puskesmas Riung : Puskesmas Maronggela : Puskesmas Natarandang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Aimere Golewa Jerebuu Bajawa Bajawa Utara Soa Riung Riung Barat Wolomeze KABUPATEN Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 6 .26 133. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Luas Wilayah (km2) 152.864 34. Kecamatan Golewa 3. jumlah penduduk 2008 sebanyak 138. maka terjadi penambahan penduduk pada tahun 2008 sebanyak 3885 jiwa (2.94 312.30 167.397 3.388 7. Kecamatan Jerebuu 4.92 Jml Desa/kel 12 21 8 17 7 7 12 6 4 94 Jml Penduduk 14.757 6.72 82. Jumlah Penduduk. Kecamatan Riung Barat 9. Jika dibandingkan laju pertumbuhan penduduk selama 3 tahun terakhir menurut data BPS Kabupaten Ngada yaitu jumlah penduduk tahun 2007 sebanyak 134. Kecamatan Riung 8.050 Jumlah Rumah Tangga 3. Kecamatan Wolomeze 2.352 KK dan rata-rata jiwa per rumah tangga 5 jiwa per rumah tangga.012 jiwa.620.026 29.795 4.14 327.894 1.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Ngada jumlah penduduk Tahun 2009 sebanyak 138.998 138. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 67. Kecamatan Soa 6.050 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngada. Kecamatan Bajawa Utara 7.656 2.992 32.49 103.947 14. sedangkan laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1%.265 7. Kecamatan Bajawa 5.38 91.318 1.035 jiwa dengan tingkat kepadatan 85 jiwa per km2.645 1.19 1.827 7.Dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ngada masing-masing Kecamatan telah mempunyai Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan dengan nama-nama Puskesmas sebagai berikut : 1.394 1.309 11. Kecamatan Aimere 2.9%).127 jiwa (sudah dipisahkan dengan penduduk wilayah Nagekeo).

dengan ratio penduduk menurut jenis kelamin sebesar 94. meningkat dibandingkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Ngada tahun 2008 yaitu 90.3) dan Kecamatan Bajawa Utara (97.3. 20-24 tahun dan 1-4 tahun. Komposisi penduduk usia kerja yaitu yang beumur 15 – 64 tahun. 15-19 tahun. Komposisi penduduk Kabupaten Ngada dirinci menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan proporsi terbesar (penduduk laki-laki dan perempuan) berada pada kelompok umur 10-14 tahun.902 orang atau 77. Dan dikelompokkan menjadi “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”.2009. Menurut hasil Susenas 2007 secara keseluruhan penduduk Kabupaten Ngada berumur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja berjumlah 124.1. mengingat komposisi penduduk Ngada paling banyak pada usia produktif. Ratio penduduk menurut jenis kelamin yang tertinggi di Kecamatan Wolomeze (98. Lebih banyaknya komposisi penduduk perempuan dibandingkan laki-laki memberikan ruang bagi sektor kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan terutama ibu. Profil Puskesmas 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 7 .1) sedangkan ratio jenis kelamin kecamatan lainnya rata-rata sama yaitu diatas 90%.3 berikut ini. Dan juga perhatian lebih pada WUS (Wanita Usia Subur) dan PUS (Pasangan USia Subur). karena mereka sangat berperan penting dalam keluarga. Grafik 2.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Sumber : Ngada dalam Angka.0% dari seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas. Gambaran komposisi penduduk secara labih rinci dapat dilihat pada gambar 2.Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan dengan penduduk perempuan.

98% dari seluruh pengeluaran (Ngada Dalam Angka.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup dalam Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.1. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan sebesar 138.2.826 jiwa atau sebesar 47.000 atau lebih hanya berkisar 0.259 rupiah (66.33%).000 – diatas 1.000 rupiah dimana presentasi penduduk terbesar pada pengeluaran 100.131 rupiah (33.007 rupiah perkapita (2.000. Dapat dikatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada masih berada pada tingkat ekonomi rendah.41%) sedangkan untuk sector kesehatan sebesar 4. Laporan Subdin Yankes. 2009).113 rupiah perkapita atau hanya sekitar 1. • Penduduk Miskin Jumlah penduduk miskin yang terdata di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 65. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 8 . Sedangkan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk non makanan sebesar 69. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian penduduk Kabupaten Ngada pada kesehatan masih rendah. semua sudah memilki kartu jamkesmas baik Jamkesmas Pusat maupun Jamkesmas daerah.826 jiwa penduduk miskin yang terdata. Dari 65.03%. sedangkan penduduk dengan pengeluaran Rp.000 rupiah perkapita perbulan yaitu sebesar 28.11% (Susenas 2007). sehingga penyediaan dana oleh pemerintah terhadap sector kesehatan perlu ditingkatkan.000. Rata-rata pengeluaran untuk sektor pendidikan sebesar 5.3 Keadaan Sosial Ekonomi Tingkat ekonomi penduduk Kabupaten Ngada bisa dilihat dari pengeluaran penduduk menurut golongan pengeluaran <100.67%).000 rupiah perkapita sampai 1.68% dari total penduduk. Penduduk miskin merupakan tanggungan Negara (Pasal 34 UUD 1945) sehingga pemerintah menyediakan Jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang terdata dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang memiliki kartu amkesmas atau menjadi peserta Jamkesmas. Grafik 2.000.000 – 149.

Rincian lebih lengkap mengenai data penduduk miskin dapat dilihat pada lampiran tabel 36 dan 37. Dengan semakin meningkatnya persentase cakupan jaminan kesehatan penduduk miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk miskin. disusul oleh Kecamatan Bajawa Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 61% (5.4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.818 penduduk miskin dari 7.446 orang (48. Jerebuu dan Bajawa Utara persentase penduduk miskin dibawah 50%.998 penduduk terdata).9 dari keseluruhan penduduk) (Profil Kesehatan 2008) maka jumlah penduduk miskin Kabupaten Ngada mengalami penurunan sebanyak 1620 orang atau penduduk miskin berkurang sebesar 1.Dari gambar tersebut.795 penduduk). Grafik 2. kemudian kecamatan Wolomeze dengan persentase penduduk miskin 58% (2. Pelayanan Jamkesmas tahun 2009 pada masyarakat miskin dapat dilihat pada gambar berikut. diketahui bahwa persentase masyarakat miskin terbanyak berada di wilayah Kecamatan Maronggela . Dan jumlah masyarakat miskin yang tercakup Askeskin pada tahun 2007 sebanyak 42%. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2008 sebanyak 67. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 9 . yaitu 62% penduduk terdata sebagai penduduk miskin (4. pada tahun 2008-2009 Program Askeskin digantikan oleh Jamkesmas dengan tujuan yang sama yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang terdata. Laporan Jamkesmas 2009 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase pelayanan penduduk miskin tertinggi terdapat di Puskesmas Watumanu (116%) dan Puskesmas Riung (116%).22%. Sedangkan kecamatan Golewa.079 penduduk miskin dari 8. Kedua Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan akses sarana transportasi seperti kondisi jalanan dan kendaraan yang cukup sulit untuk mencapai Ibukota kabupaten dalam hal ini RSUD Bajawa sebagai pelayanan rujukan strata 1.914 penduduk miskin dari 4.309 penduduk terdata).

Penduduk 10 tahun keatas yang melek huruf di Kabupaten Ngada sebanyak 50. Profil Kesehatan 2009.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber . Data lebih terperinci mengenai tingkat pendidikan dan angka melek huruf Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4 dan 5.6%) dan terendah di Kecamatan Jerebuu (11.0%). Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 10 . 2009. yaitu persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin.9% . Sedangkan pesentase penduduk menurut tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 2.4 Tingkat Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk dicerminkan dengan angka melek huruf.8% sedangkan perempuan lebih tinggi yaitu sebesar 51. Ngada Dalam Angka.0%). Persentase penduduk melek huruf tertinggi di Kecamatan Aimere (89. dengan persentase penduduk laki-laki 10 tahun keatas yang melek huruf sebesar 48.2.04%. Dari gambar menunjukkan bahwa persentase tertinggi penduduk usia 10 tahun keatas berdasarkan tingkat pendidikan paling tinggi pada tingkat pendidikan SD/MI (40%) sedangkan yang tidak tamat SD/tidak mempunyai ijazah sebanyak 35% kemudian disusul dengan tingkat pendidikan SLTP (9.

Beberapa indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI). atau 1. walaupun masih dijumpai beberapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. balita dan ibu maternal yang dilaporkan oleh petugas kesehatan. 3. Jumlah bayi lahir mati di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 55 kasus kematian. AKB. Angka Kematian Bayi (AKB).74% dari 3170 kelahiran. karena sebagian besar kematian terjadi di rumah. dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi. Salah satu penyebab masih tingginya kasus lahir mati karena Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 11 . Secara sederhana keadaan sakit itu dinyatakan sebagai : Penyimpangan dari keadaan normal. baik struktur maupun fungsinya atau Keadaan dimana tubuh atau organisme atau bagian dari organisme/populasi yang diteliti tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari keadaan patologisnya. perilaku. Kelahiran hidup sebanyak 3115 kelahiran. Faktor-faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan adalah : lingkungan. pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik. sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. belum menggambarkan Angka Kematian sebenarnya di masyarakat. AKABA dan Peningkatan Status Gizi Masyarakat serta status Angka Kesakitan dan Kondisi Penyakit Menular.1 Mortalitas Data kematian yang terdapat pada masyarakat dapat diperoleh melalui survey. rohani ( mental ) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit. Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. Sehingga jumlah kematian bayi. 23 tahun 1992. Program pembangunan kesehatan di kabupaten Ngada ini dilaksanakan dikatakan cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. cacat. Keempat faktor utama ini diintervensi melalui beberapa kegiatan pokok yang mempunyai dampak ungkit besar terhadap upayaupaya percepatan penurunan AKI. Menurut UU Kesehatan RI No. Jumlah bayi lahir mati yaitu kematian bayi sejak lahir sampai dengan 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Lingkungan.BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Pengertian tentang keadaan sehat dan sakit sangat penting mengingat kita harus dapat menentukan ada/tidaknya permasalahan/penyakit diantara masyarakat dan seberapa besarnya masalah tersebut. Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi. Pelayanan Kesehatan dan Faktor Genetika. yang dimaksud dengan keadaan sehat adalah keadaan meliputi kesehatan badan. Indikator-indikator tersebut ditentukan oleh 4 faktor utama yaitu Perilaku Masyarakat.

Trend Angka Kematian Bayi dper 1000 Kelahiran Hidup Di kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Jika dibandingkan dengan Angka kematian bayi (AKB) Kabupaten Ngada tahun 2008 sebesar 16. Hal ini merupakan masalah serius yang harus segera diatasi sejalan dengan kebijakan Revolusi KIA Provinsi NTT yang menyatakan bahwa semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. dimana 7. dengan absolut kematian sebanyak 55 kasus. namun jumlah absolut kasus menurun. dan Kecelakaan. a. Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 17. dan persentase persalinan ditolong oleh dukun mengalami peningkatan. Yang sama artinya setiap 1000 kelahiran hidup terjadi 18 kematian bayi. maka AKB Kabupaten Ngada mengalami peningkatan.7 atau 18 per 1000 Kelahiran Hidup.5/1000 Kelahiran hidup dengan absolut kematian sebanyak 57 kematian. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 12 .94% persalinan ditolong oleh Dukun atau sebanyak 250 persalinan. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003 AKB Indonesia sebesar 35 per 1. Trend AKB di Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 3. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lahir mati tahun 2008 sebanyak 59 kasus maka pada tahun 2009 mengalami penurunan.1. Penyebab kematian bayi terbanyak adalah Asfiksia. penyebab lainnya adalah Aspirasi. AKB Propinsi NTT yang dilaporkan tahun 2007 sebesar 11/1000 KLH (1159 kematian). Malaria. Diare. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kelahiran maka persentase lahir mati mengalami peningkatan.masih banyak persalinan yang dilakukan tidak di sarana kesehatan dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan berkompetensi bidan. Kejang. Ikterus. Cacat Bawaan.000 KLH. penyebab kedua adalah Pneumonia. Infeksi. hal ini menunjukkan bahwa AKB Kabupaten Ngada lebih tinggi dari AKB Propinsi NTT.

maka terjadi peningkatan AKI. jantung dan Pre-eklamsia berat. maka tidak terjadi peningkatan atau penurunan. Jumlah kelahiran dan kematian bayi dan balita secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6. Obs. Jika dibandingkan dengan AKABA tahun 2008 yaitu 3. Dari 7 kasus Kematian Ibu 3 kasus terjadi di Kecamatan Golewa dengan penyebab Perdarahan karena Kehamilan di Luar Kandungan (KET) dan perdarahan setelah melahirkan (post-Partum).1 per 1000 Kelahiran Hidup. walaupun terjadi penurunan pada tahun 2007. 1 kasus kematian terjadi di Kecamatan Riung dengan penyebab Perdarahan Post-Partum. keadaan kesehatan kurang baik menjelang kehamilan. dan terjadi peningkatan AKB yang cukup tinggi pada tahun 2008 dan 2009.000 KLH atau 5 kematian dari 3464 KLH. atau peningkatan jumlah kematian. persalinan dan masa nifas.7 atau 225 per 100. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 2.000 Kelahiran Hidup dengan absolut 7 kasus kematian ibu dari 3115 KLH. Jika debandingkan dengan AKI Kabupaten Ngada Tahun 2008 yang dilaporkan sebesar 144/100. b. Febris dan Gizi Buruk. sedangkan penyebab kematian lainnya adalah Kejang. Pustu dan Polindes. Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi. Mengatasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan dana untuk pelacakan kasus kematian bayi antara lain melalui kerjasama dengn AIP-MNH (Australia-Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt) dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi kebidanan serta pertemuan-pertemuan lintas sektor dan lintas program dengan petugas kesehatan di Puskesmas. 2 kasus terjadi di Kecamatan Aimere dengan penyebab Hepatitis. c. Namun secara absolut atau dilihat dari jumlah kasus kematian balita terjadi penurunan dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 9 kasus pada tahun 2009. kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran. Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan. Angka tersebut masih dibawah target IS 2010 yaitu sebesar 102/100. Penyebab kematian Balita terbanyak adalah Pneumonia. Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 224.000 KLH pada tahun 2015 (MDG’s). 1 kasus terjadi di Kecamatan Riung Barat dengan penyebab Emboli Air Ketuban (Suspect Emboli Air Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 13 .AKB Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.9 atau 3 per 1000 Kelahiran Hidup.

Jejaring Donor Darah mendata semua golongan darah dari warga setempat. tabel 7. Selain tersebut diatas upaya yang dilakukan adalah penggerakan dan pengembangan Desa Siaga dengan membangun 5 jejaring yaitu Notifikasi.Ketuban). serta letak geografis yang masih sulit untuk mengakses sarana kesehatan dan belum diterapkannya P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) secara optimal.000 Kelahiran Hidup) Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa AKI Kabupaten Ngada dari tahun 20052008 cenderung mengalami penurunan. Jejaring Notifikasi bertugas untuk mendata semua sasaran kesehatan terutama ibu hamil. Pendanaan. Jejaring Pandanaan bertugas untuk mengumpulkan iuran atau dana solidaritas warga untuk kesehatan. balita dan kelompok rentan. transportasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi dan KB. namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan AKI. jejaring Transportasi untuk memudahkan merujuk warga terutama ibu hamil Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 14 . kondisi sosial ekonomi masih rendah untuk membiayai. masih ada pertolongan persalinan oleh dukun. Donor Darah. Upaya untuk menekan angka kematian ibu dilakukan denganmeningkatkan kemitraan bidan dan dukun untuk mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan dengan harapan agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR). sehingga pada saat ibu hamil atau warga yang membutuhkan darah. Data kasus kematian ibu secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran. kurangnya sarana dan prasarana dalam pelayanan Emergensi Obstetrik dan Neonatal baik itu di Polindes. Adanya kasus kematian ibu maternal di Kabupaten Ngada disebabkan oleh kurangnya kuantitas maupun kualitas tenaga bidan terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil. bayi.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 (per 100. di Pustu dan Puskesmas. Grafik 3. kunjungan rumah ( sweeping ) post persalinan oleh petugas belum optimal.

38 2. Jejaring Kespro dan KB bertujuan untuk konseling KB pada PUS dan pendataan akseptor aktif.68 27. yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. Terobosan lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah dengan mencanangkan REVOLUSI KIA yaitu Semua Persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai.07 Bag Atas Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium (Termasuk Malaria 4. 2. A. Sedangkan Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium mengalami peningkatan yaitu urutan ke-5 tahun 2007.46 7.95 Penyakit Kecacingan 1. 2009 Dari data penyakit diatas menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas merupakan penyakit pada urutan pertama selama 3 tahun terakhir ini.33 colera atau disentri Penyakit lain pada saluran pernapasan 9.2 Morbiditas Angka kesakitan penduduk diperoleh dari pengumpulan data di masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui kunjungan rumah dan laporan bulanan.05 5.16 No 1 2 Trend ↑ ↑ 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ↑ ↓ ↑ ↓ ↑ Sumber : Laporan Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Khusus dan Rujukan.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007 -2009 Tahun Tahun Tahun Jenis Penyakit 2007 2008 2009 % % % Infeksi Akut pada Saluran Pernapasan 21.99 Ginggivitis atau Penyakit Periodental 1.61 2. Pola 10 Penyakit Terbanyak Dari laporan LB1 (Laporan Bulanan) puskesmas menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyakit yang selalu menduduki urutan teratas tiap tahunnya.64 37.ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai. triwulan.00 22.50 3.71 40.60 2.81 7. 3.02 6. semester dan tahunan dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) Puskesmas dan sarana pelayanan swasta. radang sendi 6.60 bag atas di luar ISPA Diare 2. ke-3 tahun 2008 dan urutan ke-2 tahun 2009. hal ini disebabkan karena telah tersedianya sarana dan prasarana laboratorium di Puskesmas untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 15 .66 Scabies 1.14 & rematik) Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan Lab) 17.35 Tropika) Penyakit pada sistem otot.41 14.53 Penyakit lainnya 26.02 1.23 Infeksi Penyakit Usus lain di luar diare.52 4. jaringan pengikat (Pyk tulang blkg.

Polindes maupun ditemukan pada saat pusling diberikan pengobatan malaria. yang tidak tersedia laboratorium dasar. dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. Grafik 3. Pustu. 2009. dan hal ini menyebabkan Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan laboratoris) mundur ke urutan ke-4. terlihat dari jumlah penderita tahun 2009 (yang berobat ke Puskesmas) sebanyak 10. Penyakit Menular Bersumber Binatang 1.721 kasus.pemeriksaan parasit malaria. B. Semua penderita Malaria dengan gejala klinis maupun positif yang berkunjung ke Puskesmas. Jumlah kasus malaria klinis (demam tinggi disertai dengan menggigil) di Kabupaten Ngada masih tinggi. Laporan Bidang Kesmas. data malaria klinis ini sebagian besar merupakan pasien yang berobat ke Pustu maupun Polindes. Sedangkan kasus malaria positif pemeriksaan darah di laboratorium sebanyak 7912 kasus atau sebanyak 42.balita dan lansia.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Kesehatan 2009. Penderita malaria klinis di Kecamatan Bajawa Utara wilayah kerja Puskesmas Watukapu dan Kecamatan riung Barat wilayah kerja Puskesmas Maronggela serta kecamatan Wolomeze wilayah kerja Puskesmas Natarandang tidak dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium karena di Puskesmas bersangkutan belum tersedia Laboratorium kesehatan. Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah kasus malaria klinis terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa/ke Puskesmas Kota sebanyak 2. Malaria Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terutama di Kabupaten Ngada yang merupakan daerah endemik malaria.46% dari seluruh kasus penderita malaria klinis.736 kasus. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar 57 per 1000 penduduk. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 16 . dengan AMI (Annual Malaria Incidence) 78 per 1000 penduduk.

Aimere.1 : Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Dari peta diatas diketahui bahwa daerah dengan potensi endemis berat atau tinggi adalah Kecamatan Soa. memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air. pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent). Trend kasus malaria selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini: Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 17 . dengan AMI paling tinggi yaitu 172 per 1000 penduduk. pemasangan kasat kasa di rumah.Jika dibandingkan dengan jumlah kasus Malaria Klinis 20. (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu. pemakaian baju tebal dan (3) menghilangkan atau membersihkan sarang nyamuk menghilangkan genangan air. Sedangkan daerah dengan endemis malaria Sedang adalah Kecamatan Golewa. Lebih terperinci mengenai Malaria dapat dilihat pada lampiran Profil tabel 11. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit malaria dalam bentuk peran serta masyarakat melalui : (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas.776 kasus pada tahun 2008 maka kasus malaria klinis mengalami penurunan. Bajawa. Daerah Endemis Malaria Ringan atau Rendah adalah Kecamatan Riung dan Wolomeze. Bajawa Utara dan Riung Barat. Penyebaran wilayah endemis malaria dapat dilihat pada peta berikut : Peta 3.

Sedangkan kasus malaria positif mengalami cenderung menagalami peningkatan dari tahun 2005-2008. belum memasyarakatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah masalah yang perlu diperhatikan di Kabupaten Ngada. kurang efektifnya Fogging Fokus dengan Fogging sebelum penularan.000 penduduk dengan absolut sebanyak 9 kasus.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik diatas menggambarkan jumlah kasus malaria klinis selama 5 tahun terakhir (2005-2009) cenderung menurun dan mengalami penurunan pada tahun 2009. dan menurun pada tahun 2009. Demam Berdarah Dengue (DBD) Kondisi yang menyebabkan DBD adalah Tingginya mobilitas penduduk. Pada tahun 2009 Angka Kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sebesar 7 per 100. Dari data menunjukkan bahwa DBD merupakan kasus atau penyakit yang bersifat periodik atau mempunyai siklus waktu tertentu Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 dengan Angka Kesakitan 30 per 100. 2.Grafik 3.000 penduduk maka tahun 2009 terjadi penurunan kasus DBD. Menurunnya kasus malaria menunjukkan derajat kesehatan masyarakat semakin baik yang juga didukung oleh bantuan Global Fun ATM yaitu Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam pemberantasan penyakit Malaria sejak tahun 2006 terutama bantuan kelambu berinsektisida. namun kasus-kasus ini sebagai akibat mobilitas penduduk. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 18 .

Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. sampai dengan tahun 2003 kasus kronis Filariasis telah menyebar ke 30 provinsi pada lebih dari 231 kabupaten dengan jumlah kasus kronis 6. Anopheles dan Culex. Brugia Malayi dan Brugia Timori. Di Indonesia. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 19 . Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 6 per 100.000 penduduk pada tahun 2008 dan menurun menjadi 7 per 100. dari beberapa jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor Filariasis yaitu Mansonia.000 penduduk pada tahun 2006. Meningkat dari 2 per 100. 3. kemudian menurun menjadi 3 per 100. Filariasis Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”. yaitu Wucherecia bancrofti. Di kabupaten Ngada pada tahun 2008 terdapat 26 kasus filariasis yang terdapat di kecamatan Bajawa Utara dan Riung Barat.000 penduduk di tahun 2009. Angka Kesakitan DBD dilihat dari gambar diatas mengalami peningkatan setiap 2 tahun.000 penduduk pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan menjadi 30 per 100.Grafik 3.635 orang.namun penderita tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1970an dan sudah diberi tatalaksana/pengobatan. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Sumber : Profil Puskesmas 2008.

dan 12. TB Paru WHO memperkirakan pada saat ini. hal ini dikarenakan adanya penjaringan penderita dengan gejala klinis TB paru dan adanya pemeriksaan kontak serumah. Sedangkan pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus filariasis. dan eliminasi terhadap HPR belum secara total dilakukan. serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini. namun 44 kasus Filariasis pada tahun 2007 terjadi di kecamatan Boawae yang pada tahun 2008 sudah masuk wilayah Kabupaten Nagekeo. namun tidak bertambah besar. dan desa tersebut dikatakan rawan terhadap kasus Rabies.9% dari 583. Penyakit Menular Langsung 1.5% (41 kasus gigitan) tidak diberi VAR. 26. maka pada tahun 2009 mengalami peningkatan. Angka tersebut diyakini sangat memungkinkan.walaupun bengkak pada kakinya tetap ada. maka penderita kasus gigitan HPR langsung diberikan VAR atau Vaksin Anti Rabies. C. Bila dibandingkan dengan kasus Filariasis tahun 2007 sebanyak 44 kasus. dimana pernah terjadi kasus rabies. Rabies Di Kabupaten Ngada Pada tahun 2009 dilaporkan adanya kasus gigitan HPR (hewan Penular Rabies) sebanyak 329 kasus.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC. 4.55. dengan Attack rate 1. maka mengalami penurunan.000 penderita baru TB) dan 140. sosial ekonomi masyarakat. dari laporan Puskesmas oleh pengelola P2TB (pencegahan dan Penanggulangan Tuberculosis) suspek TB Paru atau suspek dengan gejala-gejala klinis menderita TB paru sebanyak 426 orang. dan tidak ditemukan penderita baru. oleh karena Kabupaten Ngada merupakan daerah Endemik Rabies. Penderita yang dobati adalah yang BTA positif sejumlah 47 penderita atau 100%. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar ke-3 di dunia. Lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 13. Dan angka kesembuhan penderita TB BTA + sebesar 62% atau 29 penderita sembuh. apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan. dimana suspek TB Paru sebanyak 240 orang. Akibat gigitan HPR ini terdapat 1 korban meninggal dari Kecamatan Soa.4% (202 kasus) diberikan VAR lengkap. Dari 329 kasus gigitan diantaranya 61. Dari 426 penderita yang dinyatakan positif TB dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak/sputum yang positif BTA (Basil Tahan Asam) sebanyak 47 orang atau 11%. Jika dibandingkan dengan kasus TB Paru pada tahun 2008. Di Kabupaten Ngada. Sedangkan kasus TB Paru dengan BTA+ mengalami Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 20 . yang setiap tahunnya diperkirakan ada penderita baru TB menular sebanyak 262. Dan CFS atau Case Fatality Rate atau persentase korban meniggal karena kasus Rabies adalah 4.17% atau 1 korban meninggal dari 24 kasus gigitan yang berasal dari Kecamatan Soa.1% (86 kasus) tidak VAR lengkap.000 orang (44.

4 per 1000 penduduk. Diare Pada tahun 2009 Peyakit Diare menduduki urutan ke-7 dalam Pola Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Watukapu dan waepana.penurunan yaitu 66 orang pada tahun 2008 menjadi 47 orang pada tahun 2009.76% diantaranya merupakan penderita balita (1437 kasus). maka terjadi penurunan Angka Kesakitan Diare. Diare pada balita ditangani 100% atau semua penderita diare balita ditangani dengan pemberian oralit maupun infus (Rnger Laktat/RL). Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan Di kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Dari Grafik dapat dilihat bahwa penderita TB Paru klinis paling banyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Waepana kemudian disusul Wilayah Kerja Puskesmas Koeloda. Angka Kesakitan Diare tahun 2009 sebesar 18 per 1000 penduduk.488 kasus dan 57. Pustu. Suspek TB Paru pada Puskesmas Maronggela. pemeriksaan sputum terhadap BTA dilakukan di Laboratorium Puskesmas Waepana. Polindes dan Pusling (tidak termasuk RSU) di Kabupaten Ngada. TB Paru BTA Positif.6 Perbandingan TB Paru Klinis. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 9. Angka kesembuhan pengobatan TB paru tidak mengalami peningkatan yaitu 62 % pada tahun 2008 dan 2009. 2. sehingga pengobatan TB sebagian besar diawasi oleh petugas kesehatan. Jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa diare sebanyak 2. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 21 . Grafik 3. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. jika dibandingkan dengan Angka Kesakitan Diare tahun 2008 19. hal ini disebabkan belum optimalnya Pengawasan Minum Obat (PMO) di tingkat keluarga.

Dan beberapa suspek atau orang yang dicurigai menderita HIV/AIDS menolak untuk mengikuti pemeriksaan darah. 8 kasus ditemukan tahun 2009. Dari 29 kasus tersebut. 3 diantaranya meninggal. Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) melalui suntikan memberikan kontribusi yang besar terhadap meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS. Dan dari 29 kasus tersebut. Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah membentuk KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) pada tahun 2008 sesuai Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 22 . penderita HIV/AIDS yang hidup dan terdata sebanyak 9 orang. terjadi fluktuasi penemuan penderita HIV/AIDS dan trend kasusnya cenderung meningkat. dimana yang nampak hanya sebagian kecil saja. 6 kasus ditemukan pada tahun 2008 dan 4 diantaranya sudah meninggal.3. Jumlah penderita HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 sampai 2009 sebanyak 29 penderita. sehingga banyak sekali kasus yang tidak terjaring. Semakin tingginya mobilitas penduduki antar wilayah. penyebaran pembangunan ekonomi. tahun 2004 2 kasus dan tahun 2003 1 kasus. Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada merupakan fenomena gunung es. Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa itu adalah penyakit yang memalukan. meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangannya. dan 6 diantaranya meninggal. tahun 2007 ditemukan sebanyak 5 kasus HIV/AIDS. tahun 2006 ditemukan sebanyak 3 kasus dan telah meninggal semuanya.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi Di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Dari gambar kasus diatas. HIV/AIDS Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus di Kabupaten Ngada menunjukkan peningkatan. meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman seiring dengan zaman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika. tahun 2005 ditemukan 4 kasus. Gambar 3. dilihat dari penambahan jumlah kasus. perkembangan teknologi yang semakin pesat. 3 diantaranya meninggal.

jenis pekerjaan dan jenis kelamin.dengan Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2007 dan telah membentuk jasringan ODHA dan OHIDHA.8. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada tahun 2003-2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 23 .10. Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran penderita HIV/AIDS menurut kelompok umur. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3. Grafik 3. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.9.

Pada tahun 2009 dari deteksi dini IMS yang dilakukan terdapat 63 kasus IMS. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain. Sedangkan menurut jenis pekerjaan terbanyak pada IRT (Ibu Rumah Tangga) dan swasta. dan terbanyak pada kelompok umur 21-25 tahun dan 26-30 tahun. Pada tahun 2009 terjadi KLB Rabies di Kecamatan Soa yaitu terdapat 1 korban meninggal karena Rabies dari 24 kasus gigitan di Kecamatan Soa. Attack Rate 1. status gizi balita. Kurang Energi Kronik (KEK). Status gizi janin dan bayi sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil atau ibu menyusui. IMS Deteksi dini kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dilakukan di Puskesmas dengan menerapkan managemen PMS pada ibu hamil yang datang ke sarana kesehatan.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. karena disamping merupakan faktor predisposisi seperti penyakit infeksi yang dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual. yang wilayah kerjanya terdapat kasus HIV/AIDS. Menurut jenis kelamin kasus HIV sebagian besar ditemukan pada laki-laki yaitu 19 kasus. banyak BBLR dengan IUGR Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 24 . BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang.Dari gambar diatas diketahui bahwa terdapat kasus HIV/AIDS pada penduduk kelompok umur 0-5 tahun (balita) 1 kasus. Kejadian Luar Biasa Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan wabah. Pekerjaan sebagai Sopir merupakan kasus terbanyak ketiga. dan Case Fatality Rate atau Rasio korban meninggal karena rabies dibanding korban gigitan HPR sebesar 4. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). hal ini disebabkan karena mobilisasi para sopir antar daerah. D. 3. Di negara berkembang.17 %. A. yang sudah menjalankan kegiatan deteksi dini IMS ini adalah Puskesmas Aimere dan Kota.551 penduduk.55% dengan jumlah penduduk sekitar yang terancam 1. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2. status gizi wanita usia subur. 4.3 Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum. Namun kegiatan deteksi dini IMS atau PMS di Kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal. bayi dengan Berat Badan lahir Rendah (BBLR). dan langsung diberi tatalaksana atau penanganan pengobatan kasus tersebut.

78% dengan absolut 54 bayi. Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. untuk menanggulangi masalah gizi atau untuk memperoleh gambaran konsumsi gizi di tingkat rumah tangga dan status gizi masyarakat dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Pemantauan Status Gizi (PSG) atau Pemantauan Wilayah Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 25 . Meskipun semua bayi BBLR pada tahun 2009 ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan namun tindakan atau upaya-upaya preventif harus tetap dilaksanakan untuk menekan angka kejadian BBLR. gizi kurang (z-score<-2 SD sampai 3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD). dan menurun lagi pada tahun 2009 (54 kasus). Kategori yang digunakan adalah : gizi lebih (zscore>+2 SD). Lebih rinci mengenai Bayi BBLR dapat dilihat pada lampiran tabel 15. malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil. Di Kabupaten Ngada. gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD). dan semua bayi BBLR telah ditangani oleh tenaga kesehatan.11 Perkembangan Persentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada Tahun 2004-2009 Sumber : Profil Puskesmas.karena ibu berstatus gizi buruk. dimana cenderung terjadi penurunan dari tahun 2004 (183 kasus) sampai tahun 2006(96 kasus). B. Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). Bayi BBLR di kabupaten Ngada yang dilaporkan Puskesmas dari 3115 kelahiran hidup 93% diantaranya yang ditimbang (2893 LH) dan yang BBLR sebanyak 1. Salah satunya adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini ke sarana pelayanan kesehetan dan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. anemia. namun pada tahun 2007 terjadi peningkatan kasus yang signifikan (154 kasus) dan mengalami penurunan pada tahun 2008 (70 kasus). Perkembangan kasus BBLR di Kabupaten Ngada sejak tahun 2004 sampai 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 3. 2009 Perkembangan persentase kasus BBLR di Kabupaten Ngada selama 6 tahun terakhir mengalami fluktuasi.

42% dengan absolut 484 balita.59% meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2008 yaitu 88%. peran keluarga yaitu orang tua balita dan pemenuhan kebutuhan gizi dari saat ibu hamil sampai saat anak lahir dan bertumbuh kembang. 254 diantaranya adalah bayi BGM. Disadari bahwa untuk mengatasi masalah ini sektor kesehatan saja tidak akan mampu mengintervensi masalah gizi buruk sampai ke akar.52% berat badan naik dengan absolut 7388 balita.Setempat (PWS) di seluruh kecamatan.321 balita yang terdata. Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebanyak 4. Dari 484 balita BGM. ini menunjukkan hasil yang baik dari pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Keluarga.12 Proporsi Status Gizi Baik. Kematian balita yang disebabkan oleh gizi buruk sebanyak 2 balita.19% atau 21 balita. Grafik 3. sedangkan 4 orang balita gizi buruk dengan penyakit penyerta telah dirawat di sarana kesehatan. 2008 Dari gambar diketahui bahwa status gizi baik Kabupaten Ngada sebanyak 91. gizi kurang 828 kasus atau 8. dan telah mengalami peningkatan berat badan. Upaya yang dilakukan terhadap 20 orang balita gizi buruk adalah dengan pemberian PMT Pemulihan. Hasil PSG/PWS yang dilaksanakan 2009 di posyandu atau sekitar 76. Namun masih terdapatnya kematian balita akibat gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan.42% dari seluruh balita pada tahun dari 14. sedangkan balita gizi buruk sebesar 0. dan yang telah diberikan MP ASI (makanan Pendamping ASI) untuk menambah asupan gizinya sebanyak 105 bayi. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Seksi Gizi. sektor ekonomi dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 26 . bila dibandingkan tahun 2008 maka jumlah kasus gizi buruk mengalami penurunan. perlu kerjasama yang baik dengan sektor terkait seperti ketahanan pangan.2%. terdapat 10.21%.944 balita yang datang dan ditimbang Bila dibandingkan dengan cakupan balita ditimbang tahun 2008 yaitu 85% mengalami penurunan. Hasil pemantauan status gizi balita yang datang ke Posyandu 67. dan pertanian. sedangkan gizi buruk 21 kasus atau 0.

sektor pemberdayaan dan penggerakan masyarakat desa. Soa dan Riung. Peta 3. bisa dikatakan kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan Jerebuu. dimana prevalensi gizi buruk dan kurangnya berkisar antara 6%-10%.4 Umur Harapan Hidup Penurunan angka kematian bayi sangat berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH). Angka kematian bayi merupakan indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan kecamatan yang berpotensi berat rawan gizi yaitu Kecamatan Golewa. Data selengkapnya tentang status gizi dapat dilihat pada lampiran tabel 16 dan 24. sehingga tidak menjadi kecamatan rawan gizi. Kecamatan dengan potensi sedang rawan gizi yaitu kecamatan Wolomeze dan Bajawa. Bajawa Utara. sehingga perubahan derajat kesehatan terutama pada Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 27 . untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan upaya preventif untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. Aimere.2 Dari gambar diatas diketahui bahwa Kecamatan Riung Barat merupakan Kecamatan Rawan Gizi yaitu kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada balita lebih dari 15%. namun tetap mendapat penanganan yang lebih untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. 3. Kecamatan dengan prevalensi gizi buruk dan kurang potensi ringan.

Umur Harapan Hidup di Kabupaten Ngada untuk laki-laki mencapai usia 64. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 28 . Menurut Estimasi Ngada dalam Angka.6 tahun.3 tahun. Angka ini bila ditinjau tingkat Propinsi NTT. Ngada menduduki urutan kedua.6 tahun dan perempuan 68. meningkatnya Umur Harapan Hidup secara tidak langsung juga member gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.penurunan AKB dan kenaikan UHH. Dan urutan ketiga setelah Kabupaten Ngada adalah Kabupaten Ende dengan UHH laki-laki 64 tahun dan perempuan 68. dimana urutan pertama adalah Kota Kupang yaitu laki-laki 70 tahun dan perempuan 73.8 tahun. 2009 (Badan Pusat Statistik).

dokter umum. cakupan ini menurun dibandingkan cakupan tahun 2008 yaitu 93. Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat. Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapat pelayanan antenataldi fasilitas kesehatan sesuai standar paling sedikit 4 (empat) kali.BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 1. satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : A. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak.8%. sebesar 83. telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat.2%. dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama. Pemeriksaan kehamilannya. Cakupan pelayanan kunjungan baru ibu hamil ( K1 ) di Kabupaten Ngada tahun 2009 berdasarkan data dari Puskesmas. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan yang selanjutnya berpengaruh hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi. Cakupan K1 merupakan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khusunya untuk tahun 2009. 4. perlu adanya sosialisasi terutama bagi ibu hamil untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 29 . bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. Untuk meningkatkan cakupan K1. Angka capaian ini belum merupakan K1 murni melainkan jumlah kunjungan pertama ibu hamil ( kontak pertama ).1 Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. Pelelayanan ANC standar yaitu Penimbangan Berat Badan. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan. yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang diutamakan pada kegiatan promotif dan preventif. Pemberian Imunisasi TT. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. pemeriksaan tensi dan Konsultasi. Pemberian Tablet Besi.

53%). sehingga sweeping ibu hamil sangat penting untuk dilakukan. Namun kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan dana dan prasarana untuk pendataan ibu hamil dan kekurangan tenaga sehingga banyak bidan yang mempunyai tugas rangkap. Sedangkan cakupan K4 sebesar 58.memeriksakan diri ke Puskesmas. Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 56. karena masih adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yaitu kehamilan harus disembunyikan dari hal-hal gaib dan semacamnya. maka pencapaian secara kabupaten belum memenuhi target. Permasalahan tidak tercapainya K4 adalah tidak tercapainya K1 murni yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali pada triwulan 1/sebelum lewat dari 3 bulan kehamilan. Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) selama masa kehamilan dimaksudkan untuk mengatasi kasus anemia ibu hamil serta meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe selama masa kehamilan hingga persalinan. Bila dibandingkan dengan target SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan tahun 2010 yaitu K4 ibu hamil 95%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 30 . 2009 Gambar diatas menunjukkan bahwa baik secara kecamatan maupun kabupaten cakupan pelayanan ibu hamil K4 masih jauh dari target SPM yaitu 95%.1 Persentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wialayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Kecamatan dengan pencapaian paling rendah yaitu kecamatan Soa Puskesmas Waepana (30. Grafik 4.27% yaitu 2630 ibu hamil dari 4674 proyeksi ibu hamil/ ibu hamil yang diperkirakan.90%. Masalah adalah dukungan dari keluarga ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara dini di fasilitas kesehatan masih sangat kurang. Data selengkapnya mengenai pelayanan ANC ibu hamil dapat dilihat pada lampiran tabel 17. Selain itu juga banyak kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan pada usia dini atau usia lanjut yang menyebabkan ibu hamil malu untuk memeriksakan kehamilannya.

misalnya kelalaian petugas kesehatan. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 25.5% sedangkan cakupan Fe3 terendah adalah kecamatan Bajawa Utara (Puskesmas Watukapu) yaitu 28. dan dikonsentrasikan pada pertolongan persalinan. Berbagai upaya telah dilakukan. Tahun 2009 dan 2010 Pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Kesehatan dibantu dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Program AIP-MNH NTT (Australia – Indonesia Partmership for Maternal and Neonatal Health in NTT). keterlambatan merujuk dan pertolongan persalinan masih dilakukan oleh dukun bersalin. karena permasalah kematian ibu yang utama terjadi di Kabupaten Ngada adalah perdarahan pada persalinan. Seharusnya cakupan Fe3 sama dengan cakupan K4 karena setiap memeriksakan kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan setiap triwulan ibu hamil harus diberikan tablet Fe.2 Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe3) pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 2. Adanya selisih antara kedua cakupan tersebut perlu ditelusuri lagi sebab-sebab yang mungkin terjadi. pada tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 31 . dimana satu kali pemberian Fe sebanyak 90 tablet. Kecamatan dengan cakupan Fe3 paling tinggi adalah kecamatan Wolomeze (Puskesmas Natarandang) yaitu 83. 2009 Pemberian tablet Fe3 dimaksudkan bagi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya. kesalahan pencatatan dan pelaporan atau masalah teknis lainnya. Tujuan utama program ini adalah mengupayakan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi NTT. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan.5%. hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (professional). kecuali ibu hamil dengan malaria positif. dengan cara pemecahan masalah Kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan tim kabupaten yang dikenal dengan DTPS (District Team Problem Solving).Grafik 4.

9% dari ibu bersalin.2009 persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan sebanyak 250 persalinan atau 7. Cakupan pertolongan persalinan per wilayah kerja Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 32 . kemudian mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan menurun pada tahun 2009. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2008 dan 2009 bila dibandingkan dengan target SPM Indonesia Sehat 2010 yaitu 90%. obat-obatan yang cukup. Grafik 4. tenaga dokter. sistim pelayanan yang lebih komlplex dibandingkan dengan pustu dan polindes dan akses ke rumah sakit lebih dekat apabila harus dilakukan rujukan. maka untuk Kabupaten Ngada telah mencapai target. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami fluktuasi yaitu cenderung meningkat dari tahun 2005 ke tahun 2006. Yang dimaksudkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Ngada adalah Puskesmas dimana telah tersedia peralatan pertolongan persalinan.3 Trend Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2005-2009. bidan dan perawat yang mempunyai kompetensi. Namun dengan adanya Keputusan Gubernur NTT nomor 42 tahun 2009 tentang Revolusi KIA yaitu Semua Persalinan Dilakukan di Faslitas Kesehatan yang Memadai maka diharapkan pencapaian pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk Kabupaten Ngada 95 sampai 100%.

Puskesmas Kota Kecamatan Bajawa dan Puskesmas Waepana Kecamatan Soa. Deteksi resiko. Puskesmas Watumanu Kecamatan Jerebuu. Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas. beberapa ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan harus dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan kemampuannya maupun prasarana penanganan risti di desa dan Puskesmas. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 17. persalinan premature.40% dari keseluruhan proyeksi ibu hamil.4 Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi Masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian besar pada ibu. Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi yaitu keadaan penyimpangan dari normal. eklampsia. tekanan darah tinggi. karena banyak sekali risiko-risiko yang bisa dialami pada masa kehamilan. ketuban pecah dini. Sedangkan 4 Kecamatan lainnya belum mencapai target SPM. Penanganan yang dimaksudkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 33 . 3.31% ibu hamil risti tersebut ditangani di Puskesmas sedangkan sisanya ditangani dengan merujuk ke RSUD sebagai Sarana rujukan strata 1 di Kabupaten Ngada. letak lintang pada usia kehamilan >32 minggu. oedema nyata. dan 92. 2009 Dari gambar diatas terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan di 5 Puskesmas telah mencapai bahkan melebihi target SPM yaitu Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere. letak sungsang pada primigravida. Puskesmas Koeloda Kecamatan Golewa.Grafik 4. infeksi berat/sepsis. Yang dimaksudkan dengan Risti/Komplikasi pada ibu hamil yaitu apabila HB < 8g%. dan cakupan terendah adalah Kecamatan Riung Barat atau wilayah kerja Puskesmas Maronggela. perdarahan pervaginam. Di Kabupaten Ngada persentase ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdata oleh Puskesmas sebesar 6. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi.

Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita 1. Bila dilihat menurut kecamatan.5 Cakupan Ibu Hamil. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 yaitu 80%. Gambaran presentase Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 34 . petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. Riung. Cakupan Kunjungan Neontaus kedua kali tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Maronggela sedangkan terendah di wilayah kerja Puskesmas Kota.59%. dan tingginya mobilitas penduduk di Ibukota Kabupaten menyebabkan kesulitan untuk melakukan KN2. KN2 Puskesmas kota terendah karena banyak persalinan dilakukan di bidan praktek swasta sehingga persalinannya tercatat namun kunjungan neonatus tidak tercatat. Kunjungan Neonatus Bayi umur 0 – 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. Maronggela dan Natarandang. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Persentase ibu hamil risti dan ibu hamil risti ditangani dapat dilihat pada gambar berikut ini dan data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 28. Koleoda.41%. cakupan kunjungan neonatus di beberapa puskesmas mencapai diatas target SPM yaitu Puskesmas Aimere. Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali. satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari. maka belum mencapai target. 2009 B. Cakupan kunjungan neonatus (KN2) Kabupaten Ngada pada tahun 2009 sebesar 72. dengan kesenjangan 7. Grafik 4.disini yaitu penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang terlatih di Puskesmas Perawatan dan RS pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif).

2009 2. Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan pelayanan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. 2 kali (neonatus). Grafik 4. bidan. perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan. 2009 Hasil pengumpulan data/indikator kinerja SPM dari Puskesmas di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2009 sebesar 76. hal ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan cakupan tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 35 . paling sedikit 4 kali (bayi). Grafik 4.cakupan kunjungan neonatus menurut kecamatan pada tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini sedangkan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 15.6 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.7 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.22%.

tidak dibawa lagi ke Posyandu untuk deteksi tumbuh kembang. masih belum memenuhi target SPM yaitu 100%. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Kesehatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. belum dioptimalkan oleh semua Puskesmas karena keterbatasan tenaga dan dana. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 36 . Pencapaian tersebut belum memenuhi target SPM yaitu 90%. Jika dikaji per wilayah kerja Puskesmas . Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 15.07%. cakupan kunjungan bayi belum memenuhi target. Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan remaja yaitu siswa SMP/SMU. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah. dan pencapaian terendah adalah Puskesmas Watukapu 54. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 (90%). Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) merupakan cakupan anak umur 0 – 5 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh kembangnya sesuai dengan standar paling sedikit 2 kali pertahun. serta pelayanan kesehatan pada remaja. usia sekolah dan remaja dapat dilihat pada lampiran tabel 18.42. Hal ini dikarenakan banyak balita yang sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Cakupan pelayanan Kesehatan Apras.6%. Usia Sekolah dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah (balita). 3. Sedangkan cakupan pelayanan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/kader kesehatan sekolah) melalui penjaringan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 64.88%. Usia Sekolah dan Remaja di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 76.55%. maka cakupan Kunjungan Bayi kurang lebih 4 kali di Puskesmas Waepana telah melebihi target SPM yaitu 93. Data selengkapnya mengenai pelayanan pra sekolah.9%.8 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah. Data dari beberapa puskesmas menunjukkan pencapaian tahun 2009 sebesar 23.2008 yaitu 86. pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat. Grafik 4.

15 %. Dan proporsi PUS yang merupakan peserta KB aktif sebesar 71. MOP/MOW (Metode operatif pria/metode operatif wanita) dan implant. masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 80% bayi yang ada mendapat ASI Eksklusif.965 PUS. ASI Eksklusif ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.70%. ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 ( enam ) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 ( dua ) tahun. Program KB dikhususkan pada pasangan usia subur (PUS). Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 19.4. Metode KB atau kontrasepsi yang tersedia adalah MKJP dan Non MKJP. Data selengkapnya mengenai ASI Ekslusif dapat dilihat pada lampiran tabel 32. Namun demikian pemantauan atau pengawasan pemberian ASI Eksklusif dirasa belum maksimal sehingga cakupan pemberiannya masih sangat rendah.05% sedangkan peserta KB Baru atau pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi sebesar 13. Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pelatihan tenaga konselor ASI Eksklusif bagi para bidan dan kader posyandu. karena itu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. Grafik 4. MKJP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD. untuk tahun 2009 cakupan ASI Eksklusif baru mencapai 46. Upaya yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan berupa penyampaian informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif dan pentingnya ASI Ekslusif serta manfaat bagi ibu bila menyusui. Pada tahun 2009 PUS yang tercatat berjumlah 20. sedangkan non MKJP adalah metode Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 37 .9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas Di Kabupaten Ngada Tahun 2009 C. Pelayanan KB Program KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.

Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 38 . DPT dan campak diatas 80%.20%.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Persentase tertinggi alat/cara KB aktif yang digunkan oleh PUS peserta KB adalah pemakaian KB suntik yaitu 44. persentase desa yang telah mencapai UCI dilaporkan sebesar 81. pil.11 dibawah ini. Dengan rincian pelayanan kesehatan pra usila sebesar 31.19% dan pelayanan kesehatan usila sebesar 51. E. seperti pada grafik 4. Pada tahun 2009. Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (usila) yaitu yang berumur 45-59 tahun dan pelayanan usila yaitu yang berumur 60 tahun keatas tahun 2009 adalah sebesar 37. Gambaran presentase alat/cara KB yang diapakai peserta KB aktif dapat dilihat pada grafik berikut ini.34% kemudian alat KB Pil sebesar 19.48%. ibu hamil. kondom dan obat vagina. berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan tingkat perlindungan masyarakat (herd imunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i). sedangkan rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran tabel 22. Polio.919% atau 77 desa dari 94 desa. Grafik 4.55%. Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi.kontrasepsi jangka pendek yang meliputi suntik. sedang rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 20. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu. WUS dan anak sekolah dikatakan mencapai UCI apabila cakupan imunisasi BCG. Pelayanan kesehatan prausila dan usila paling tinggi pada kecamatan Riung dan Kecamatan Riung Barat. lebih rinci mengenai cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila dapat dilihat pada lampiran tabel 39. 2009 D.

12 Cakupan Imunisasi BCG. Pustu dan Polindes serta sarana kesehatan lainnya. cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik 4. Pelayanan imunisasi bayi di Kabuputen Ngada dilakukan di Posyandu. Difteri. DPT.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Untuk menurunkan angka kesakitan. Puskesmas. karena imunisasi campak merupakan imunisasi terakhir yang diberikan pada bayi. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Polio 4 kali.Grafik 4. Untuk menilai kelengkapan imunisasi dasar bagi bayi. Tetanus. DPT 3 kali. Polio dan campak. dilihat dari indikator cakupan imunisasi campak. Pertusis. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 39 . kematian dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC. Sedangkan untuk menilai angka drop out cakupan imunisasi dasar dapat dilihat dari selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan cakupan imunisasi campak. HB 3 kali dan campak 1 kali. Hepatitis B.

77%. Gambar 4. Cakupan imunisasi secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 23. Garam Yodium Yodium sangat diperlukan bagi tubuh dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tubuh yaitu kebodohan.Dari grafik diketahui bahwa kelengkapan imunisasi dasar lengkap bagi balita adalah 73. angka drop out imunisasi yaitu 6.14. Upaya Penyuluhan Kesehatan 1. 2009 F. hal ini terlihat dari cakupan imunisasi campak.83%. pertumbuhan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 40 . Pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 kali setahun yaitu bulan Februari dan Agustus pada tahun 2009 sebesar 70. Cakupan Imunisasi TT pada IBu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Grafik 4.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada tahun 2009 Imunisasi TT kepada Wanita Usia Subur diberikan selama 5 kali yaitu Imunisasi TT1 sampai TT5. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 26.17%.

untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 33. sehingga survey pemakaian garam yodium di rumah tangga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko GAKY. Adapun pelayanan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk murid SD pada tahun 2009 sebesar 63. dengan meminta siswa untuk membawa garam dari rumah masing-masing. 2. terutama pada WUS di daerah endemic. juga ada pembagian kapsul yodium bagi WUS di desa. yang dilakukan baik di sekolah atau di Puskesmas.56%. Untuk melihat kualitas yodium dalam garam. masih jauh dari target SPM 2010 yaitu desa dengan garam yodium baik 80%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 41 . dimana daerah tersebut ada kasus GAKY. Sebagai cerminan desa/kelurahan dengan garam beryodium baik pada tahun 2009 menunjukkan dari 94 desa/kelurahan sebanyak 22 desa/kelurahan (23.terlambat dan gondok apabila kekurangan zat yodium yang sering disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium).22. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas di wilayah Kabupaten Ngada tahun 2009 dilakukan melalui pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 135. kegiatan yang dilakukan yaitu pencabutan gigi sulung. Pelayanan dasar gigi ini disarankan minimal 2 kali setahun.597 murid yang diperiksa. Pelayanan Dasar Gigi Pemeriksaan gigi dan mulut merupakan bentuk upaya promotif. hal ini sangat mudah dilakukan tanpa harus memiliki ketrampilan khusus. preventif dan kuratif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. pengobatan dan penambalan sementara.967 murid yang ada.40%) termasuk pada kategori desa/kelurahan dengan garam beryodium yang baik. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada ada beberapa Puskesmas yang tidak membagikan kapsul yodium oleh karena keterbatasan dana untuk pengadaan kapsul yodium. maka dilakukan pemantauan dengan menggunakan Yodina test. pencabutan gigi tetap sebanyak 604 dengan rasio tambal cabut sebesar 0. 14. Hal ini menunjukan bahwa semua garam konsumsi yang beredar belum memenuhi syarat kandungan yodium. dengan pemeriksaan sampel garam yodium tidak lebih dari 2 sampel garam yang kandungan yodiumnya dibawah standar. dari 22. Kabupaten Ngada merupakan salah satur daerah endemis GAKY. Jumlah murid yang mendapatkan perawatan gigi yakni sebanyak 3151 orang. maka beberapa puskesmas mengatasinya dengan melakukan iodine test di sekolah. Kabupaten Ngada melakukan pemantauan kandungan yodium dalam garam dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas. Karena terbatasnya dana untuk penyelenggaraan survey desa bergaram yodium baik. Untuk mengatasi GAKY.

hal ini disebabkan karena peningkatan strata RSUD Bajawa dari UPTD menjadi RSUD Tipe C. Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan sedang hingga berat. Semua puskesmas di wilayah kabupaten Ngada dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan. Waepana dan Aimere sudah melayani rawat inap. Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di sarana kesehatan dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 4. Begitupun di Puskesmas Kota dengan persentase rawat jalan dibanding jumlah penduduk di wilayah kerjanya adalah 109% dan Puskesmas Watumanu Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 42 . dan 3 puskesmas yaitu Riung. Pasien harus berobat ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa. dengan kata lain . hal ini berarti ada penduduk yang berkunjung ke Puskesmas Aimere lebih dari satu kali dalam setahun.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 1. sehingga merupakan pelayanan rujukan strata 1.4. Kunjungan rawat jalan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Sedangkan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas disamping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani kunjungan rawat jalan. maka persentase tertinggi adalah kunjungan penduduk di Puskesmas Aimere sebesar 149%. 2009 Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dan jaringannya lebih tinggi daripada kunjungan rawat jalan Rumah Sakit. 2009.15 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Puskesmas. mengingat Kabupaten Nagekeo belum mempunyai Rumah Sakit. Laporan Kunjungan RS. Sedangkan pelayanan Rawat Inap menjadi lebih tinggi karena jumlah Bed bertambah menjadi 100 buah dan pelayanan pasien rawat inap dari Nagekeo masih dilayani Kabupaten Ngada di RSUD Bajawa.

Persentase kunjungan rawat jalan dapat dilihat pada grafik berikut ini. Laboratorium Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan harus memiliki laboratorium kesehatan agar mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar.16. tersedianya reagen dan bahan-bahan penunjang pemeriksaan. Grafik 4. Sedangkan pelayanan 4 spesialis dasar yaitu pelayanan kandungan dan kebidanan. Berfungsi dengan baik maksudnya adalah adannya tenaga analis terlatih untuk melakukan pemeriksaan. pemeriksaan sputum dan pemeriksaan lainnya.persentase kunjungan rawat jalan 106%. Persentase kunjungan rawat jalan di 5 Puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Maronggela. dan persentase terendah adalah kunjungan ke Puskesmas Natarandang. Puskesmas Surisina. Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. penyakit dalam dan anak tersedia di rumah sakit umum bajawa. 6 puskesmas dan 1 Balai Pengobatan Swasta. Di Kabupaten Ngada pada tahun 2009 terdapat 8 sarana kesehatan yang dilengkapi dengan laboratorium kesehatan dan telah berfungsi dengan baik yaitu rumah sakit umum. dengan sarana laboratorium yang memenuhi syarat. Puskesmas Watukapu dan Puskesmas Natarandang dibawah 100%. Puskesmas Waepana. Laporan RSUD 2009 2. dan data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 42. Puskesmas Riung serta jaringannya persentase kunjungan rawat jalan 105%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 43 . persentase kunjungan rawat jalan ke sarana pelayanan kesehatan dasar sama banyak dengan jumlah penduduk tercatat yaitu 100%. bedah. Sedangkan Puskesmas Koeloda dengan wilayah kerja terluas. Namun pelayanan spesialis ini tidak menetap melainkan kerjasama dengan dokter ahli yang melakukan kunjungan tiap 3 bulan sekali. misalnya pemeriksaan darah malaria.

3. Pada tahun 2009 ketersediaan obat esensial di Kabupaten Ngada sebesar 67. hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga karena Rumah Tangga sebagai dasar terhadap perubahan perilaku masyarakat secara umum. dll. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Dalam konsep PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat beberapa tatanan. yang penyediaannya dilakukan dengan pengadaan obat dari berbagai sumber dana APBN. Ketersediaan Obat Esensial/Generik Adanya penerapan dalam penggunaan obat essensial dan generik. tiga tatanan yang menjadi sasaran utama PHBS adalah tatanan rumah tangga.26% dimana dari 168 obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas terdapat 113 jenis yang telah terpenuhi 100%. mengepel lantai. menyapu halaman. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 44 . Dalam profil ini. 4. keterjangkauan. diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat terlambat /kurangnya kesadaran dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan. APBD I dan APBD II. Dengan menerapkan perilaku yang sehat. revitalisasi pemasyarakatan konsepsi obat esensial dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitas pelayanan pemerintah maupun swasta. dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan. 10) Makan buah dan sayur setiap hari. Dalam PHBS terdapat 10 indikator yaitu : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi 0-6 bulan diberi ASI Eksklusif 3) Seluruh anggota keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4) Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih 5) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat 6) Keluarga mempunyai rumah dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni (9m2/orang) 7) Keluarga mempunyai rumah yang lantainya bukan dari tanah 8) Seluruh anggota keluarga tidak merokok dalam rumah 9) Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit seperti mencuci pakaian.3 Perilaku Hidup Masyarakat Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. angka ini belum mencapai target SPM nasional 90% sedangkan ketersediaan obat generik sebesar 100% atau sesuai dengan kebutuhan rata-rata tiap puskesmas yaitu 127 jenis obat. menurut HL Blum adalah faktor perilaku. tatanan institusi dan tatanan TTU (Tempat-tempat Umum). PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. dan pemerataan obat dalam pelayanan kesehatan.

jika dibandingkan dengan jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Jerebuu yaitu 1.757 KK maka sampel ini belum representatif atau belum bisa mewakili penerapan PHBS di Rumah tangga. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 maka mengalami peningkatan.17.59%. Pencapaian ini belum memenuhi dari target SPM untuk rumah tangga sehat 65% pada tahun 2010.Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2009 pendataan PHBS dilakukan pada tiap kecamatan diambil sampel 3495 KK yang dijadikan sampel. dimana pada tahun 2008 cakupan rumah tangga ber PHBS sebesar 16%. Data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 45. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 45 . kurangnya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya ber-PHBS. namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk melakukan pendataan Rumah Tangga ber-PHBS. Didapatkan hasil keluarga ber PHBS sebesar 51. capaian pemberian ASI Eksklusif dan masih banyak anggota keluarga yang merokok dalam rumah. cakupan PHBS tertinggi pada puskesmas Watumanu kecamatan Jerebuu yaitu dari 200 KK yang dijadikan sampel semuanya menerapkan 7 indikator dari 10 indikator PHBS. Grafik 4. Untuk itu perlu adanya upaya pemecahan masalah antara lain dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang PHBS bagi masyarakat serta meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor. Dari 10 Puskesmas. Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Rendahnya cakupan Rumah tangga yang ber-PHBS antara lain disebabkan oleh capaian kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga di setiap rumah tangga masih rendah. Agar mendapatkan data yang lebih akurat mengenai PHBS maka sampel yang diambil harus lebih banyak dan representatif.

yang memilki jamban yang sehat.008 rumah) diantaranya termasuk kategori rumah sehat. air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air.50% (15.405 rumah dan hasil pemeriksaan 61. serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat.5% di wilayah kerja Puskesmas Waepana.752 rumah yang ada jumlah yang diperiksa sebanyak 87.5% di wilayah kerja puskesmas Natarandang sedangkan cakupan tertinggi 70. Untuk meningkatkan jumlah rumah sehat perlu upaya sektor terkait untuk meningkatkan motivasi masyarakat.4. 2. tempat pembuangan sampah. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 4. dengan hasil sebagai berikut sebagai berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 46 .575 KK yang diperiksa. sarana air bersih. sarana pembuangan air limbah. 2009 Dari data tersebut terlihat bahwa cakupan rumah sehat terendah adalah 12. Bila dibandingkan dengan target Indikator Indonesia Sehat (IS) Rumah tangga sehat 80% maka pencapaian rumah sehat kabupaten Ngada belum memenuhi target.94% atau 24. Jamban. Sarana Sanitasi Dasar Pembuangan kotoran baik sampah. ventilasi rumah yang baik. tempat sampah. kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Berdasarkan data dari puskesmas tahun 2009 dari 27.4 Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 1. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 47. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan. pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana sanitasi lingkungan pemukiman (PLP). Kondisi sarana penyehatan lingkungan pemukiman di Kabupaten Ngada Tahun 2009 dari 29.352 KK yang ada sebanyak 25.

63% dengan rincian sumber air dari ledeng 79. sumur dalam. Data selengkapnya mengenai sarana Sanitasi Dasar dapat dilihat pada lampiran Tabel 48 dan 49.15% diantaranya memenuhi criteria pengolaan air limbah sehat.89% Jumlah KK yang telah memiliki tempat sampah : 26. pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah pada tempatnya.35% dan jamban yang memenuhi criteria jamban sehat sebesar 68. Upaya sanitasi meliputi pembangunan. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar.32% dan dari KK yang memilki pengolahan air limbah tersebut 56.Jumlah KK yang telah memiliki sarana air bersih : 81. memperlihatkan bahwa jumlah TUPM Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 47 . pemanfaatan dan pemeliharaan. yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban). perbaikan.8% diantaranya memenuhi criteria tempat sampah sehat. Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi oleh banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit.22%. Jumlah KK yang telah memiliki jamban untuk tempat Buang Air Besar (BAB) : 83. Permasalahan terbanyak yang dihadapi Kabupaten Ngada yang berkaitan dengan air adalah terbatasnya dana untuk pembuatan sarana air bersih di daerahdaerah yang sulit air sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada masih belum memenuhi target SPM. TUPM meliputi hotel. sumur gali dan air permukaan. tempat pembuangan sampah. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. penampungan air hujan 1.9%.55% dan sumber lainnya 1. Jumlah KK yang telah memiliki pengolahan air limbah : 6. 3.31%. Untuk pengelolaannya pada daerah pemukiman di perkotaan dikelola PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten. Data dari Profil Puskesmas 2009 dan laporan dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009.1%.76% dan dari seluruh KK yang memilki jamban tersebut 71. Sistem yang digunakan melalui perpipaan dan non perpipaan. sumur gali 5. sarana pembuangan air limbah. dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai. Sedangkan TUPM sehat adalah tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makana/minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih. ventilasi yang baik. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk di wilayah Ngada maka kebutuhan air bersih semakin bertambah. pasar dan lain-lain. restoran. Upaya peningkatan kualitas air bersih akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi. Adapun sumber air di Kabupaten Ngada pada umumnya berasal dari mata air. luas lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung. sumur pompa tangan 0.

19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 50. 2009 Selain pegawasan tempat-tempat umum diatas. sarana pendidikan 96. jadi tidak dilakukan pembinaan kesehatan lingkungan.yang ada sebanyak 276 buah. Laporan Seksi Penyehatan Lingkungan. sarana ibadah 80.08%) diantaranya termasuk kategori TUPM sehat.39%). Berdasarkan laporan puskesmas dan seksi penyehatan lingkungan pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya meliputi sarana kesehatan 97. karena ada beberapa 3 sarana sarana pustu/polindes yang tidak terpakai. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 48 . Dari TUPM yang diperiksa.91%.0%. Grafik 4. sebanyak 143 (56. juga dilakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi yang ada di Kabupaten Ngada. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 51.46%. yang diperiksa 255 buah (92. Cakupan TUPM sehat menurut jenis TUPM dapat dilihat pada grafik berikut.85% dan perkantoran 79.

1 Sarana Kesehatan A. Peta 5. Puskesmas dan Jaringannya Puskesmas dan puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar yaitu kecamatan dan desa. Dengan demikian rasio puskesmas per 100. karena jumlah penduduknya terhitung paling banyak.24.000 penduduk dilayani oleh 5 puskesmas.BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 4. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100.000 penduduk dilayani oleh 7 puskesmas.1 Peta Penyebaran Puskesmas. Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di kabupaten Ngada sebanyak 10 unit yang tersebar di 9 kecamatan. Dari tahun ke tahun jumlah puskesmas di Kabupaten Ngada terus meningkat untuk pemerataan pelayanan di tingkat dasar. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 49 .000 penduduk tahun 2007 adalah 5. dimana pada kecamatan Bajawa terdapat 2 Puskesmas. Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio puskesmas per 100.000 penduduk pada tahun 2009 adalah 7.4 yang berarti setiap 100.

2 puskesmas perawatan tersebut yaitu Riung dan Aimere dipersiapkan untuk menjadi puskesmas PONED (Perawatan Obstetrik Neonatal Emenrgensi Dasar).000 penduduk adalah 23.2. Peta 5. dijalur-jalur jalan raya di lokasi yang rawan kecelakaan. Hingga tahun 2009 jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Ngada sebanyak 3 buah yaitu Puskesmas Aimere. dan pada tahun 2009 juga mempersiapkan satu puskesmas (Koeloda) untuk menjadi puskesmas perawatan. Dari hasil pemetaan sarana kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berikut lokasi sarana kesehatan dasar dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Kecamatan. Upaya untuk peningkatan fungsi puskesmas terus dilakukan terutama dalam peningkatan puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit. yang tersebar di beberapa desa di wilayah kabupaten Ngada. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas. Oleh karena jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu sebanyak itu maka rasio pustu terhadap puskesmas adalah 3 : 1 artinya setiap puskesmas rata-rata didukung oleh 3 sampai 4 puskesmas pembantu. Riung dan Waepana. Dengan rasio puskesmas pembantu per 100.3. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada jumlah Pustu sebanyak 32 unit.000 penduduk dilayani oleh 23 puskesmas pembantu.2 yang berarti setiap 100.Jumlah puskesmas pembantu juga cenderung meningkat seiring dengan pemekaran desa/kelurahan yang ada. Pustu dan Polindes Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 50 . Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta 5. Sehubungan dengan Revolusi KIA penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB).

Di kabupaten Ngada terdapat satu buah rumah sakit yang melayani penduduk di 2 kabupaten yaitu Ngada dan Nagekeo. Pada tahun 2009 jumlah hari perawatan RSUD Bajawa sebanyak 19. Bed Turn Over (BTO) Bed Turn Over diukur dengan indikator jumlah penderita rawat inap yang keluar (hidup dan mati) dalam 1 tahun dibandingkan dengan jumlah tempat tidur dengan kata lain BTO menggambarkan frekuensi pemanfaatan tempat tidur dalam setahun. Jika dibandingkan dengan standar LOS 6-9 hari maka lama hari perawatan di RSUD Bajawa tidak melewati batas standar. dan warna biru gelap waktu tempuh antara 45 – 60 menit. Untuk menggambarkan cakupan pelayanan digunakan indikator pemanfaatan tempat tidur dan Indikator pelayanan rumah sakit lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bed Ocupancy Rate (BOR) Bed Occupancy Rate adalah persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit selama satu tahun. karena RSU di Nagekeo masih dalam tahap pembangunan.6% atau 55%. Avarage Length of Stay (LOS) Avarage Length of Stay adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit. dan jika dibandingkan dengan hari perawatan maka LOS RSUD Bajawa adalah 4 hari. Pada tahun 2009 BTO RSUD Bajawa adalah 49. Atau rata-rata 1 orang pasien dirawat adalah 4 hari.1 dengan kata lain satu buah tempat tidur dimanfaatkan sebanyak 49 kali dalam tahun 2009. Warna hijau muda dengan jarak tempuh kurang dari 15 menit.946 hari rawat. BOR ideal sesuai standar nasional adalah 60-85% sehingga dapat dikatakan BOR RSUD Bajawa tahun 2009 belum memenuhi standar nasional. Standar BTO ideal adalah 40- Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 51 . Walaupun jumlah rumah sakit hanya satu namun fasilitas yang tersedia terus bertambah dan mengalami peningkatan baik sarana dan prasarana maupun tipe rumah sakit. sehingga BOR sebesar 54. namun sebagian besar wilayah Kabupaten Ngada dapat menjangkau sarana kesehatan dasar dengan waktu kurang dari 1 jam. warna ungu daerah dengan waktu tempuh 15-30 menit. sehingga kasus rujukan dilakukan ke RSUD Tipe C Bajawa. Pada tahun 2009 jumlah pasien yang keluar (hidup dan Mati) sebanyak 4906 pasien.Dari peta diatas diketahui bahwa terdapat beberapa daerah dengan waktu jangkau ke sarana kesehatan dasar lebih dari 1 jam/60 menit (daerah dengan warna pudar). Jumlah tempat tidur untuk rawat inap yang tersedia sebanyak 100 tempat tidur. warna merah waktu tempuh mencapai 45 menit. Rumah Sakit Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk. B.

St.50 kali dalam setahun. Rwt.Trikora. sehingga NDR RSUD Bajawa tahun 2009 sudah melewati standar toleransi. keterjangkauan. sehingga GDR 45. Santa Maria Bp. dan BP St. Kec. Sarana Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Upaya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara paripurna.Golewa Kecamatan Golewa BP swasta Palang Suci.Soa Ds. Tahun 2009 TOI RSUD Bajawa adalah 3. Golewa Ds. Walburga Mataloko Kel. dan juga menempatkan tenaga kesehatan di sarana pelayanan swasta tersebut. Gross Death Rate (GDR) Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. St. Turn Over Interval (TOI) Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. C.4. Masumeli. sehingga dapat dikatakan BTO RSUD Bajawa masih sesuai standar.Bajawa Kel. Nilai GDR diharapkan tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar sehingga GDR RSUD Bajawa dalam batas toleransi. Selain rumah sakit dan puskesmas juga terdapat sarana pelayanan kesehatan milik swasta yang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diawasi oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan. Palang Suci Bp. Gabriel Bp. Mangulewa. Dengan kata lain setiap 1000 pasien keluar terdapat 45 pasien meninggal. Di kabupaten Ngada tahun 2009 terdapat 5 buah BP (balai Pengobatan) Swasta yaitusebagai berikut : Nama-Nama BP Swasta dan Lokasi Kabupaten Ngada Tahun 2009 1 2 3 4 5 Bp. NDR RSUD Bajawa Tahun 2009 adalah 27 per 1000 pasien keluar. Inap St. atau selang waktu pemakaian tempat tidur. BP St. Fatima dilengkapi dengan fasilitas bersalin/BKIA. Atau rata-rata hari tempat tidur tidak terisi adalah 3 sampai 4 hari.Mataloko. Kec. Gabriel dan BP St. Fatima juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. (2) mempromosikan penggunaan obat Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 52 . Net Death Rate (NDR) Net Death Rate adalah angka kematian pasien Rumah Sakit 48 jam setelah dirawat di RS untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar.Fatima Bp.3 per 1000 pasien keluar. Tahun 209 jumlah pasien mati seluruhnya 222 pasien. Upaya tersebut dimaksudkan untuk (1) menjamin ketersediaan. Kec. pemerataan obat generik dan obat esensial yang bermutu bagi masyarakat. Kec.

Polindes (Pondok Bersalin Desa). D. Untuk mengetahui kualitas posyandu maka dilakukan telaah kemandirian posyandu yaitu suatu cara penilaian strata posyandu menjadi 4 tingkat perkembangan (Stratifikasi posyandu) yaitu kategori Pratama. serta (4) melindungi masyarakat dari penggunaan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. Sedangkan posyandu merupakan kegiatan yang tumbuh dari. mutu dan keamanan. Sarana distribusi farmasi di kabupaten Ngada berupa Gudang Farmasi Kabupaten untuk mendistribusikan obat dan perbekalan kesehatan ke semua Puskesmas. Purnama dan Mandiri. karena banyak faktor yang menyebabkan mutu posyandu rendah antara lain . Madya. sarana dan prasarana belum memadai. oleh dan untuk masyarakat. (3) meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian difarmasi komunitas dan farmasi klinik serta pelayanan kesehatan dasar. Toga (Tanaman Obat Keluarag). sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masih sangat rendah. Jumlah Posyandu yang ada di Kab. Namun demikian tanggapan positif masyarakat ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya mutu pelayanan. banyak kader posyandu yang droup out. namun dengan adanya anggaran DAK Kesehatan. Ngada tahun 2009 sebanyak 274 posyandu dan berdasarkan keempat strata tersebut di kabupaten Ngada baru mencapai 3 strata sebagai berikut: • • • Pratama sebanyak 42 buah (15. sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat disekitarnya. POD (Pos Obat Desa). Polindes awalnya dibangun secara darurat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Tahun 2009 di Kabupaten Ngada terdapat 48 Polindes yang tersebar ke 48 desa di 9 kecamatan.3%) Madya sebanyak 169 buah (61. Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya. menyerupai Pustu namun dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran bangunan Pustu.7%) Purnama sebanyak 63 buah (23. dan Puskesmas mendistribusikannya ke Pustu dan Polindes. adanya LSM Swasta dan anggaran-anggaran lain untuk kesehatan memungkinkan sarana Polindes dibangun berupa bangunan yang layak pakai. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat.0%) Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 53 . Dalam perkembangannya posyandu mendapat tanggapan positif dari pemerintah dan masyarakat.yang rasional dan obat yang generik.

Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui perekrutan CPNS daerah dan PTT dari Pusat sedangkan untuk pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat.) dengan perkataan lain Posyandu aktif adalah posyandu dengan tingkat kemandirian Purnama dan Mandiri. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sector pemerintah maupun swasta perlu diketahui. cakupan program utama (KIA. Gizi. yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Ngada saat ini adalah meningkatkan strata posyandu bukan menambah jumlah posyandu. Namun sampai saat ini. 4. Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah. rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih. Imunisasi lebih dari 50 %. data tenaga kesehatan di setiap sarana pelayanan belum valid karena ada beberapa pegawai yang mengalami mutasi dan mengikuti pendidikan lanjutan di sector pemerintah dan terutama sector swasta. Pencapaian Posyandu Aktif Kabupaten Ngada 23% jika dibandingkan dengan target cakupan SPM tahun 80% maka belum memenuhi target.KB. yang merupakan tenaga kesehatan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 54 . dan sudah ada 1 atau lebih program tambahan.Grafik 5. kurang proaktifnya petugas dalam mendata ketenagaan. yang mengutamakan upaya peningkatan. Mengatasi hal tersebut. Lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 46.2 Tenaga Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional untuk melaksanakan upaya kesehatan sesuai paradigma sehat. tetapi juga diselenggarakan oleh swasta. serta cakupan dana sehat < 50 %.1 Persentase Posyandu Menurut Strata di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Posyandu Aktif adalah Posyandu yang melaksanakan kegiatan hari buka dengan frekuensi lebih dari 8 kali per tahun. Data yang tersedia merupakan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada.

86% tenaga bidan. RSUD Bajawa dan Puskesmas serta BP Swasta yang ada Di Kabupaten Ngada dengan rincian tenaga yang bekerja di Dinas Kesehatan sebanyak 61 orang.74% tenaga sanitasi dan 1. 2009 Bila dilihat dari rasio masing-masing tenaga kesehatan di kabupaten Ngada dibandingkan dengan rasio tenaga kesehatan standar nasional maka tenaga Perawat dengan rasio 114 per 100.35% teknisi medis yaitu analis kesehatan. kemudian tenaga teknisi medis (Analis Lab.000 : 100. Penjelasan mengenai kualifikasi tenaga kesehatan dan penyebarannya seperti dibawah ini : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 55 .000 : 100.34% tenaga Kesehatan Masyarakat.000 : 100.000 : 100.000 : 100.67% tenaga gizi. Persentase tenaga kesehatan menurut jenisnya di Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.000 : 100.000 : 100.22% adalah tenaga medis yaitu dokter.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100. Tenaga kesehatan tersebut tersebar di Dinas Kesehatan.000 Standar Nasional 40 6 11 117 30 100 40 40 10 40 30 4 15 : 100.000 : 100.000 : 100. Tabel 5.000 : 100.000 Penduduk di Kabupaten Ngada tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Perawat Perawat Gigi Bidan Ahli Gizi Sanitarian Apoteker Sarjana Kesehatan Masyarakat Asisten Apoteker Keterapian Fisik Keteknisian Medis 14 3 3 114 18 72 9 14 4 15 12 2 12 Ngada : 100.000 : 100. Bila dilihat perbandingan rasio pada tabel diatas maka tenaga kesehatan di kabupaten Ngada masih sangat kurang atau belum mencukupi untuk melayani seluruh penduduk di Kabupaten Ngada. Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut sebanyak 7. di RSUD 138 orang dan di Puskesmas serta jaringannya 256 orang. 20. 6. sedangkan banyak tenaga kesehatan yang berstatus sukarela tidak didata.000 : 100.000 : 100. Penata Rontgent. dokter gigi dan dokter spesialis.3% 97% 60% 72% 22.000 : 100. dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 374 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 81 orang.000 : 100.000 Persentase 35% 50% 27.000 : 100. ATEM.000 penduduk.000 : 100. Tenaga yang bekerja pada instansi kesehatan pada tahun 2009 sejumlah 455 orang.pemda/pegawai negeri.000 : 100. Teknik elektromedik dan Anestesi) yaitu 12 per 100.5% 40% 50% 80% Sumber : Subag Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada. 3. 4.000 : 100.5% 35% 40% 37.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100. 41.98% perawat.000 penduduk merupakan paling tinggi cakupannya (97%). 2. 5.42% Perawat gigi. Anestesi dan fisioterapi.55% tenaga farmasi.

sehingga pelayanan dokter umum yang masih aktif di RSUD Bajawa sebanyak 3 orang. Dengan rasio tenaga perawat 114 per 100. perawat dengan pendidikan S1 keperawatan sebanyak 7 orang. Dan untuk mengatasi dokter umum di pelayanan gawat darurat dilakukan kerjasama dengan dokter PTT Puskesmas secara bergilir mendapat tugas jaga di Unit Gawat Darurat Bajawa. Tenaga dokter gigi tahun 2009 sebanyak 4 orang dokter gigi yaitu 2 orang dokter gigi PTT bertugas di Puskesmas dan 2 orang dokter gigi PNS di RSUD Bajawa. Spesialis Bedah. Dokter Gigi. Tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas dan Jaringannya sebanyak 93 orang jika dibandingkan dengan jumlah sarana kesehatan dasar yaitu 10 Puskesmas. Pustu dan Polindes. Menurut kualifikasi pendidikan. dengan rincian 12 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas dan 7 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa. Dengan demikian rasio tenaga bidan 72 per 100.000 penduduk. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 56 . Dengan rasio dokter gigi 3 per 100. Jika dilihat kualifikasi pendidikan maka sebagian besar bidan belum memenuhi standar kompetensi kebidanan yaitu Diploma 3. bidan dengan pendidikan DIII sejumlah 18 orang dan Bidan DI sejumlah 82 orang. yang diikuti oleh 45 orang Bidan. Dengan rincian 78 bidan bertugas di Puskesmas dan 22 bidan bertugas di RSUD Bajawa. masih jauh dibawah standar nasional. 32 Pustu dan 48 Polindes (90 sarana) maka tenaga perawat masih belum memenuhi kebutuhan pada sarana kesehatan yang ada. Jumlah tenaga Bidan tahun 2009 sebanyak 100 orang. D3 Keperawatan 166 orang dan SPK 34 orang. 4 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa sedang melanjutkan pendidikan. sehingga 3 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas diperbantukan ke RSUD Bajawa.000 penduduk.000 penduduk belum menggambarkan rasio sebenarnya jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya.Tenaga Medis terdiri dari Dokter Umum.000 penduduk. Dr/Drg Spesialis. Tenaga Perawat di Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebanyak 157 orang.000 Penduduk. Namun 4 tenaga dokter spesialis ini merupakan tenaga kontrak atau tidak tetap. Pada tahun 2009 jumlah tenaga Dokter Spesialis sebanyak 4 tenaga Dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam. 60 bertugas di RSUD Bajawa dan 4 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Sehingga rasio tenaga dokter spesialis 3 per 100. dengan rincian 93 bertugas di Puskesmas. Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak.000 penduduk masih jauh dari standar nasional 40 per 100. Menurut kualifikasi pendidikannya. Rasio dokter umum dalah 14 per 100. Hal ini diatasi dengan penyelenggaraan Progsus D3 Kebidanan kerja sama dengan Poltekkes Kesehatan Kupang di Bajawa. yang bergantian selama 3 bulan sekali bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar. belum menggambarkan rasio dokter spesialis sebenarnya. Jumlah tenaga dokter umum tahun 2009 sebanyak 19 orang.

Rasio sanitarian 14 per 100. Sanitarian atau tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Ngada sebanyak 19 orang dengan rincian 13 sanitarian bertugas di Puskesmas.000 penduduk. Tenaga ATEM sangat kekurangan mengingat peralatan kesehatan yang begitu banyak memerlukan tenaga teknisi khusus dalam maintenance dan perbaikan. 4 orang di RSUD dan 1 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Terdapat 7 Puskesmas yang belum memiliki tenaga analis. 1 orang bertugas di RSUD dan 5 orang bertugas di Dinas Kesehatan. Apoteker di Kabupaten Ngada sejumlah 6 orang. 2 Apoteker bertugas di RSUD dan 1 Apoteker bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten.000 penduduk. sehingga labkes belum berfungsi maksimal. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 57 .000 penduduk. Rasio asisten apoteker 12 per 100. Secara kualifikasi pendidikan tenaga gizi D4 sebanyak 1 orang bertugas di RSUD.Perawat gigi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 25 orang dengan rincian 20 orang bertugas di Puskesmas. Rasio tenaga gizi 9 per 100. 3 Apoteker bertugas di Puskesmas. 2 Puskesmas belum mempunyai tenaga gizi yaitu Pusksesmas Watukapu dan Natarandang.000 penduduk. D3 farmasi 7 orang dan SMF 8 orang. Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat 15 per 100. Dengan rasio Apoteker 4 per 100. Secara kualifikasi pendidikan sanitarian dengan pendidikan D3 Sanitasi 13 orang dan pendidikan SPPH 6 orang. Tenaga Analis Laboratorium tahun 2009 sebanyak 9 orang yaitu 3 orang di Puskesmas dan 6 orang di RSUD. Tenaga farmasi dan asisten apoteker berjumlah 17 orang. Tenaga ATEM dan Photorontgent sejumlah 7 orang dan bertugas di RSUD (ATEM 2 orang dan Rontgent 5 orang).000 penduduk. tenaga D3 gizi 10 orang dan D1 gizi 1 orang. 2 orang bertugas di RSUD dan 2 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. yaitu Sarjana Farmasi 2 orang.000 penduduk. 3 orang bertugas di RSUD dan 16 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Tenaga Gizi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang bertugas di Puskesmas. Dengan rasio perawat gigi 18 per 100. Puskesmas Watukapu dan Natarandang belum mempunyai tenaga farmasi. Sarjana Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 21 orang. dengan rincian 2 orang bertugas di Puskesmas.

5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 58 .4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Gigi dan Dokter Umum di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.Peta 5.

. Sedangkan anggaran kesehatan pemerintah per Kapita adalah Rp.779. Alokasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan kabupaten Ngada dapat dilihat pada tabel berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 59 .755.Peta 5. Pada tahun 2009 total pembiayaan kesehatan kabupaten Ngada adalah sejumlah Rp.sudah termasuk dengan gaji pegawai.382. 25.321.3 Pembiayaan Kesehatan Pembiayanan kesehatan di kabupaten Ngada berasal dari berbagai sumber yaitu APBN.6.416.741.398. Sanitarian dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 4. Total APBD kabupaten Ngada tahun 2009 adalah sejumlah Rp. 31..660. 186. APBD. Alokasi anggaran tersebut merupakan anggraan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. bantuan luar negeri dan sumber-sumber pemerintah lainnya.bila dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan yang dialokasikan melalui APBD maka anggaran kesehatan kabupaten Ngada adalah 6. Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi.383.72% dari total APBD yaitu Rp.060..652.angka ini sudah termasuk anggaran pemerintah maupun bantuan luar negeri.

138.09 25.416.652.33 0.43 26.08 5 6 6 Bansos (Bantuan Sosial) ADB (DHS II) Jamkesmas Pemda TOTAL Anggaran kesehatan ini merupakan anggaran kesehatan pada istansi kesehatan saja belum termasuk anggaran kesehatan dari sektor-sektor terkait lainnya.000.800.133.000.935.125. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 60 .250.660.080.57 4.000.00 Pinjaman/Hibah luar negeri AIP-MNH (AussAid) Proyek Gafi/GV 587.487.500.Tabel 5.% 83.242.000.1.62 1.000.935.1.685.060.0 3.4.321.411.31.344.333.416.1.0.89 1.2 Realisasi Anggran Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Alokasi Anggaran Kesehatan No 1 Sumber Biaya Rp APBD Kab/Kota (Termasuk Gaji dan Dana DAK) 2 3 APBD Propinsi APBN 4 JAMKESMAS DEKON 1.779.660.668.

namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi di jajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditunggu. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan. melalui dari Dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Kesehatan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hingga tahun ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan.1 Kesimpulan Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan. pengumpulan data dan informasi dari Puskesmas menjadi relatif lebih sulit. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 61 . diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. upaya pelayanan kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini belum mendapat apresiasi yang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan harapan. Informasi informasi data dan informasi Salah adalah ini diperoleh luaran Kesehatan. Di bidang Sistem sistem kesehatan. profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting. karena sangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan. Gambaran yang demikian merupakan fakta diketahui oleh seluruh pejabat publik dan masyarakat. sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal. Walaupun demikian. Oleh karena itu. dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kabupaten Ngada. sejalan dengan perbaikan kondisi umum. lintas sektor maupun masyarakat. kesehatan satu Profil utama perkembangannya. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada senantiasa mencari terobosan-terobosan dalam hal mekanisme pengumpulan data dan informasi secara cepat untuk melengkapi data dan informasi kesehatan khususnya yang bersumber dari puskesmas. perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Ngada. apalagi dalam era desentralisasi. Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. maka penyediaan data/informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan. sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat.BAB VI PENUTUP 6. Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kabupaten Ngada selama tahun 2009 tergambar dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. Namun disadari.

penanggulanngan AKI diutamakan dimulai dari tingkat keluarga dan desa dengan mengoptimalkan Program Desa Siaga. Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam lampiran Profil Kesehatan ini salah satunya disebabkan ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya. 2. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang. Penyusunan buku Profil kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. 5. Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2009 ini dapat bermanfaat. Adanya peningkatan AKI perlu mendapat perhatian serius. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional. Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan. 3. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 62 . Optimalisasi kinerja TIM SIKDA Kabupaten Ngada untuk pengumpulan data profil kesehatan. 6. 4. Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas. dapat diketahui bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum optimal. Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan keseriusan dari tingkat bawah yaitu pustu dan puskesmas dalam pencatatan dan pelaporan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan. Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan keakuratan data. baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. Dari gambaran pencapaian pelaksanaan program kesehatan di atas.6. sejalan dengan kebijakan Provinsi NTT dalam Revolusi KIA.2 Saran 1.

9  7  Ibu  224.3  Status Gizi  39  Kunjungan Neonatus (KN2)  40  Kunjungan Bayi  41  Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)  42  BBLR ditangani  1.66  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 11  Tabel 12  Tabel 12  Tabel 13  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  72.73  %  100  %  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  .015  Jiwa  71.  DERAJAT KESEHATAN  B.050  Jiwa  2  85.00  %  100  %  6.7  9  Balita  2.22  %  1.42  %  48.621  Km  94  Desa/Kel  138.17  Jiwa/Km  67.1  Angka Kematian  12  Jumlah Lahir Hidup  13  Jumlah Bayi Mati  14  Angka Kematian Bayi (dilaporkan)  15  Jumlah Balita Mati  16  Angka Kematian Balita (dilaporkan)  17  Jumlah Kematian Ibu Maternal  18  Angka Kematian Ibu (dilaporkan)  B. Lampiran  A.83  %  51.02  100  %  77.2  Angka Kesakitan  19  AFP Rate < 15 th  20  TB Paru Sembuh  21  Pneumonia Balita Ditangani  22  HIV/AIDS ditangani  23  Infeksi Menular Seksual ditangani  24  Angka Kesakitan DBD  25  DBD ditangani  26  Angka Kesakitan Diare  27  Diare pada Balita ditangani  28  Angka Kesakitan Malaria  29  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)  30  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)  31  Kasus Penyakit Filariasis ditangani  32  Jumlah Kasus Difteri  33  Jumlah Kasus Pertusis  34  Jumlah Kasus Tetanus  35  Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum  36  Jumlah Kasus Campak  37  Jumlah Kasus Polio  38  Jumlah Kasus Hepatitis B  B.34  50.00  %  18.7  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 7  Tabel 7  ­  61.035  Jiwa  65.70  %  100  %  100.91  %  2  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 5  Tabel 5  Tabel 5  3115  Bayi  55  Bayi  17.52  100.41  %  76.42  94.RESUME PROFIL KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  INDIKATOR  ANGKA/NILAI No.  GAMBARAN UMUM  1  Luas Wilayah  2  Jumlah Desa/Kelurahan  3  Jumlah Penduduk  2  4  Kepadatan Penduduk /Km  5  Jumlah Penduduk Laki­laki  6  Jumlah Penduduk Perempuan  7  Rasio Beban Tanggungan  8  Rasio Jenis Kelamin  9  Pddk 10 th keatas Melek Huruf  10  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki­laki)  11  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)  B.

28  %  79.20  %  6. Lampiran  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  83.99  %  Tabel 45  Tabel 46  87.23  %  100.17  %  41.2  Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan  85  Sarkes yang memiliki Labkes  C. Terkena KLB ditangani < 24 jam  74  Bayi yang diberi ASI Eksklusif  75  Desa/Kel.07  %  23.79  %  23. Gadar  73  Desa/Kel.A 2x  62  Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan  63  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1  64  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3  65  WUS dg imunisasi TT5  66  Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk  67  Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk  68  Bumil Risti/Komplikasi  69  Bumil Risti/Komplikasi ditangani  70  Neonatal Risti dirujuk  71  Neonatal Risti dirujuk dan ditangani  72  Sarkes dg Kemampuan Yan.18  %  56.  UPAYA KESEHATAN  C. Dg Garam Beryodium yg baik  76  Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap  77  Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)  78  Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)  79  Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar  80  Penduduk Miskin dicakup Jamkesmas  81  Penduduk Miskin Mendapat Yankes  82  Bayi Gakin BGM Mendapat MP­ASI  83  Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila  84  WUS yang diberi Kapsul Yodium  C.42  %  67.42  %  0.77  %  6.40  %  0.59  %  22.40  %  92.70  %  71.90  %  100.05  %  100  %  100  %  81.76  %  58.42  %  64.NO  INDIKATOR  43  Balita ditimbang  44  Balita BB Naik  45  BGM  46  Balita Gizi Buruk  C.56  %  66.00  %  59.34  %  70.72  %  52.31  %  0.90  %  92.19  %  No.3  Perilaku Hidup Masyarakat  86  Rumah Tangga ber­PHBS  87  Posyandu Aktif  C.00  %  50.00  %  100.88  %  13.27  %  8.35  %  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 19  Tabel 19  Tabel 20  Tabel 21  Tabel 22  Tabel 23  Tabel 23  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 25  Tabel 25  Tabel 26  Tabel 27  Tabel 27  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 29  Tabel 30  Tabel 32  Tabel 33  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 36  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 39  Tabel 40  52.83  %  100.06  %  76.00  %  45.1  Pelayanan Kesehatan  47  Kunjungan Ibu Hamil (K1)  48  Kunjungan Ibu Hamil (K4)  49  Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan  50  Deteksi Dini Tumbang Anak Balita  51  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI  52  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU  53  Peserta KB Baru  54  Peserta KB Aktif  55  Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)  56  Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)  57  Desa/Kelurahan UCI  58  Cakupan Imunisasi Campak Bayi  59  Drop­Out Imunisasi DPT1­Campak  60  MP­ASI Bayi BGM  61  Anak Balita Mendapat Vit.55  %  37.91  %  73.37  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  6.4  Keadaan Lingkungan  88  Rumah yang diperiksa kesehatannya  ANGKA/NILAI  76.00  %  71.22  %  63.94  %  Tabel 43  51.94  %  Tabel 47 .51  %  4.

90  %  No.060.NO  INDIKATOR  89  Rumah Sehat  90  Keluarga yang diperiksa air bersihnya  91  Keluarga yang memiliki akses air bersih  92  KK memiliki Jamban  93  KK memiliki Jamban Sehat  94  KK memiliki Tempat Sampah  95  KK memiliki Tempat Sampah Sehat  96  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah  97  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat  98  TUPM Sehat  99  Institusi dibina Keslingnya  100  Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes  101  Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes  D.99  %  Tabel 60  Tabel 60  Tabel 60  41  Desa  45  Polindes  274  Psyd  Tabel 62  Tabel 62  Tabel 62 .76  %  71.13  %  88.3  Sarana Kesehatan  116  Jumlah Desa Siaga  117  Jumlah Polindes  118  Jumlah Posyandu  ANGKA/NILAI  61.08  %  88.77  %  83.  2.42  %  14.32  %  56.1  Tenaga Kesehatan  102  Jumlah Tenaga Medis  103  Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan  104  Jumlah Tenaga Farmasi  105  Jumlah Tenaga Gizi  106  Jumlah Tenaga Tehnisi Medis  107  Jumlah Tenaga Sanitasi  108  Jumlah Tenaga Kesmas  109  Jumlah Tenaga Kesehatan  110  Jumlah Tenaga Dokter Spesialis  111  Jumlah Tenaga Dokter Umum  112  Jumlah Tenaga Dokter Gigi  D. Lampiran  Tabel 47  Tabel 48  Tabel 48  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 50  Tabel 51  Tabel 52  Tabel 52  27  Orang  104  Orang  23  Orang  12  Orang  20  Orang  19  Orang  21  Orang  390  Orang  4  Orang  19  Orang  4  Orang  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 55  Tabel 55  Tabel 55  31.84  %  6.89  %  26.  SUMBERDAYA KESEHATAN  D.660  Rp.18  %  45.35  %  64.50  %  87.416.2  Pembiayaan Kesehatan  113  Total Anggaran Kesehatan  114  APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota  115  Anggaran Kesehatan Perkapita  D.30  %  224.15  %  56.

894  4.7  139  1.795  4.827  7.265  4.352  4.309  11.930  8.30  167.0  50  2.  JUMLAH DESA/KELURAHAN.318  4.2009)  . JUMLAH RUMAH TANGGA.38  91.394  4.92  78  16  94  138.TABEL 1  LUAS WILAYAH.3  44  1.19  2  JUMLAH  DESA  4  9  18  8  9  7  7  10  6  4  KELURAHAN  5  3  3  0  8  0  0  2  0  0  DESA+KEL.0  131  3.026  4. 6  12  21  8  17  7  7  12  6  4  NO  KECAMATAN  JUMLAH  PENDUDUK  7  14.656  5.998  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  RATA­RATA  KEPADATAN  RUMAH  JIWA/RUMAH  PENDUDUK  2  TANGGA  TANGGA  /km  8  9  10  3.  DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  LUAS  WILAYAH  (km  )  3  152.757  4.50  250.Ngada (Ngada Dalam Angka.050  29.72  82. JUMLAH PENDUDUK.947  14.9  48  JUMLAH (KAB/KOTA)  1.645  4.5  97  6.864  34.94  312.620.14  327.7  25  1.7  85  Sumber: BPS Kab.49  103.26  133.397  5.388  7.8  247  1.992  32.6  97  7.

530  14.764  3.645  502  3.747  2.645  15.220  3.641  380  1.002  473  3.1  72.726  10.141  16.3  76.215  973  1.542  6.947  14.517  845  1.193  2.723  17.241  3.268  3.998  JUMLAH PENDUDUK  <1  4  149  385  74  392  144  162  94  76  66  1­4  5  785  1.760  583  632  1.957  7.9  94.553  30.354  31.3  93.571  7.4  92.067  2.386  2.399  2.050  1.957  3.547  67.558  590  948  1.353  1. KELOMPOK UMUR.9  90. Profil Kesehatan Puskesmas  Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3  LAMPIRAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 .4  94.487  8.384  838  641  1.930  8.329  432  736  695  257  275  LAKI­LAKI (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  6  7  8  1.  RASIO BEBAN TANGGUNGAN.884  3.6  79.3  91.531  977  2.889  918  2.216  6.795  4.616  71.701  6.810  7.093  5.309  11.947  3.3  Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota.8  96.661  1.8  92. DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDU  K  3  14.246  7.6  75.978  471  679  766  346  286  PEREMPUAN (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  13  14  15  1.011  997  2.388  7.5  49.015  1.193  16.248  280  501  217  226  198  290  113  JML  17  7.5  72.7  98.626  10.478  <1  11  178  495  89  461  153  148  78  121  87  1­4  12  818  1.431  4.035  65.642  742  1.799  16.TABEL 2  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN.992  32.048  2.6  64.907  4.013  1.827  7.929  372  1.1  97.837  2.436  8.751  4.179  4.292  941  1.168  212  >=65  9  457  972  225  758  192  278  209  340  116  JML  10  7.6  70.217  3.920  3. RASIO JENIS KELAMIN.186  216  >=65  16  543  1.864  34.520  RASIO  RASIO  BEBAN  JENIS  TANG  KELAMIN  GUNGAN  18  19  76.3  NO  1  KECAMATAN  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  138.322  804  1.742  3.397  615  852  1.

342  311  138.945  6.352  12.236  2.213  4.949  3.384  10.277  682  188  67.429  15.904  4.510  2.141  8.109  3.495  2.162  7.645  6.533  13.391  5.155  2.175  13.964  7.TABEL 3  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK  LAKI­LAKI  3  1.208  1.530  6.578  16.LAMP PROF NGD 09 PRINT .311  5.073  4.521  2.611  3.227  660  123  71.720  6.542  5.467  2.465  7.015  PEREMPUAN  4  1.409  2.504  1.589  7.810  6.176  4.989  8.932  6.259  1.050  NO  KELOMPOK UMUR (TAHUN)  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  2  < 1  1 ­ 4  5 ­ 9  10 ­ 14  15 ­ 19  20 ­ 24  25 ­ 29  30 ­ 34  35 ­ 39  40 ­ 44  45 ­ 49  50 ­ 54  55 ­ 59  60 ­ 64  65 ­ 69  70 ­ 74  75+  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Profil Puskesmas/Kecamatan  06.965  3.031  4.035  LAKI­LAKI+PEREMPUAN  5  3.601  6.681  6.626  12.

TABEL 4  PERSENTASE PENDUDUK LAKI­LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT  TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  LAKI­LAKI  NO  KECAMATAN  TIDAK/  TIDAK/  BELUM  BELUM  PERNAH  TAMAT  SEKOLAH  SD  3  4  SLTP/  MTs  6  TIDAK/  TIDAK/  SLTA/  AK/ DIPLO  UNIVE  BELUM  BELUM  JUMLAH  PERNAH  TAMAT  MA  MA  RSITAS  SEKOLAH  SD  7  8  9  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.370  ­  ­  1.367  ­  ­  2.647  ­  ­  ­  11  12  PEREMPUAN  SLTP/  SLTA/  MTs  MA  14  15  AK/  UNIVER  DIPLO  JUMLAH  SITAS  MA  16  17  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.553  ­  ­  ­  SD/MI  5  SD/MI  13  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KAB NGADA  KABUPATEN NGADA  27  182  1401  372  196  134  55  36  214  1382  238  274  192  34  16776  38  18351  39  4923  868  4617  539  819  712  1161  18243  25  21942  12  4581  687  4275  446  702  498  810  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Ngada Dalam Angka 2009  51.196  46.591  .668  50.210  54.

9  105.264  3.9  11.726  615  13.4  11.052  5.889  3.130  1.276  8.784  24.0  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  4  4.8  54.146  51.TABEL 5  PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS  PEREMPUAN  %  5  85.5  55.951  5.5  70.0  15.141  11.225  28.800  48.987  4.750  28.633  15.7  6.474  LAKI­LAKI  MELEK HURUF  LAKI­LAKI + PEREMPUAN  JUMLAH  9  10.4  Sumber ; Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2008  .665  14.085  13.357  7.786  9.4  59.1  12.494  619  312  7  5.540  2.0  12.897  3.8  34.690  2.209  1.0  31.715  760  204  10  9.763  2.1  38.512  2.5  58.2  %  11  89.435  12.460  3.0  18.940  8.504  8.0  55.293  MELEK HURUF  %  8  93.422  1.946  50.615  4.1  56.188  3.7  55.7  54.059  4.3  52.927  1.150  5.799  4.552  3.6  54.130  2.043  4.530  392  6.6  JUMLAH  6  5.8  17.6  55.132  2.1  49.009  52.379  516  JUMLAH (KAB/KOTA)  50.5  19.819  MELEK HURUF  NO  1  KECAMATAN JUMLAH  2  3  5.576  23.134  1.196  223  7.

63  1.62  4.881  1.321  9  2.39  1.570  852  1.64  2.246  905  1.03  1.74  55  17.9  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi  .7  14.19  0.68  JUMLAH BAYI  MATI  8  5  10  5  6  5  6  4  7  5  2  JUMLAH  BALITA 9  1.TABEL 6  JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  LAHIR HIDUP  LAHIR MATI  4  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  5  6  10  1  8  5  4  6  7  5  3  LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI  LAHIR MATI  6  296  840  141  575  307  244  270  267  118  112  7  2.115  55  3.603  3.71  1.461  827  561  JUMLAH  BALITA MATI  10  2  1  1  0  0  1  0  1  2  1  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)  3.170  1.24  2.22  2.415  1.

115  3  4  ­  7  224. Bidang Yankesda Dinas Kesehatan Kab.TABEL 7  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL  JUMLAH LAHIR  KEMATIAN  KEMATIAN  KEMATIAN  JUMLAH  HIDUP IBU HAMIL  IBU BERSALIN  IBU NIFAS  4  5  6  7  8  290  1  1  ­  2  830  2  1  ­  3  140  ­  ­  ­  ­  567  ­  ­  ­  ­  302  ­  ­  ­  ­  240  ­  ­  ­  ­  264  ­  ­  ­  ­  260  ­  1  ­  1  113  ­  1  ­  1  109  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3.72  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)  Sumber: Laporan Seksi KIA. Ngada  Keterangan:  ­ Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin  + jumlah  kematian ibu nifas  .

­ Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi .

49  #DIV/0!  NO  KECAMATAN  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  20  40  37  1  ­  ­  5  34  ­  19  27  92  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO PER 100.53  2.81  ­  100.00  44.26  100.69  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  4.000 PENDUDUK  129  2  57  275  334  241.00  55.00  1.TABEL 8  JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS  DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK  DIRINCI MENURUT KECAMATAN  TAHUN 2009  JUMLAH  KEJADIAN  KECELAKAAN  3  20  11  1  JUMLAH KORBAN  MATI  4  1  ­  ­  LUKA  BERAT  5  17  ­  1  LUKA  RINGAN  6  126  11  ­  JML  7  144  11  1  ­  ­  25  61  92  ­  % THD  TOTAL  43  3  0  ­  ­  7  18  28  ­  MATI  8  0.00  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  76.20  1.00  #DIV/0!  #DIV/0!  1.59  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  .25  1.60  17.94  100  0.07  82.74  ­  #DIV/0!  LUKA  RINGAN  10  87.00  #DIV/0!  JML  11  100  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  100  #DIV/0!  RASIO KORBAN  PER KEJADIAN  KECELAKAAN  12  7.34  100  2.50  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  20.00  ­  ­  #DIV/0!  % KORBAN  LUKA  BERAT  9  11.

00  10  18  11  22  66  2  17  29  4  20  5  11  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  12  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  ­  ­  426  47  47  29  61. di wilayah kerja Watukapu.50  66.55  50.64  ­  100.00  63.00  100. Natarandang dan Maronggela melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Waepana  .  % TB PARU SEMBUH.67  54. DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TB PARU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  AFP    <  15 TH  4  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  KLINIS  5  46  100  63  20  12  4  124  19  36  2  (+)  6  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  DIOBATI  SEMBUH  7  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  8  3  5  2  6  1  1  7  ­  3  1  PNEUMONIA  %  JML  JML PEND  BALITA  % BALITA  DITANGANI  DITANGANI  SEMBUH  PENDERITA  BALITA  9  100.00  50.70  194  169  169  100  Sumber: Laporan Program TB Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  LB1 Puskesmas Tahun 2009  Keterangan:  Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Pasien TB (+).00  62.TABEL 9  AFP RATE.

76  100.488  18.26  44. DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  HIV/AIDS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JML  KASUS  %  DITANGANI  IMS  JML  KASUS  %  DITANGANI  DBD  JML  KASUS  %  DITANGANI  DIARE  JML  KASUS  JML  DIARE  PADA  BALITA  DIARE  PADA  BALITA  DITANGANI  %Diare  Balita  %  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  0  0  0  0  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  5  2  0  3  0  1  3  0  0  1  5  6  5  100.0  100.00  42.0  0  #DIV/0!  0  #DIV/0!  1  100.0  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  15  15  100  63  63.0  100.0  100.31  58.0  100.0  2  100.0  0  0.52  9  100  2.437  57.0  7  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  8  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  9  100  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  100  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  10  ­  2  0  4  2  1  0  ­  ­  ­  11  2  0  4  2  1  0  12  0  100  0  100  100  0  #DIV/0!  0  0  0  13  166  404  157  504  133  130  258  302  265  169  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  15  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  48.0  100.TABEL  10  HIV/AIDS.0  3  100.0  100.0  0  #DIV/0!  1  100.97  16  100.437  1.33  63.0  Sumber:Laporan Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Bidang Kesmas Dinas Kesehatan  Ket:  ­ Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Kasus HIV/AIDS adalah Kasus HIV yang masih hidup dari tahun 2003 dan yang ditemukan baru tahun 2009  .80  45.0  100.14  100.80  44.0  100.16  62.02  1.00  100  9  6.0  100.0  3  100.22  59. INFEKSI MENULAR SEKSUAL.

21  34.00  100.66  7.736  347  732  2.19  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KLINIS  4  1.00  100.07  ­  38.188  579  732  3.291  199  1  ­  DIOBATI  7  5.58  36.742  142  2.633  100.00  100.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK  10.055  345  539  229  POSITIF  5  3.00  100.31  42.00  Sumber: Laporan Bulanan Penemuan & Pengobatan Malaria Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Ket :  API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)  AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)  .096  369  1.58  0.854  1.126  2.00  100.46  18.00  100.838  511  4.346  544  540  229  % DIOBATI  8  100.62  72.272  1.00  100.912  57.67  40.00  100.83  38.721  77.TABEL 11  PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  MALARIA  % POSTIF  6  63.452  232  ­  1.00  100.

TABEL  12  PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  KUSTA  % RFT PB  PEND MB  6  7  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  PEND PB  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT PB  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT MB  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % RFT MB  9  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  Sumber: Laporan  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan : Penderita PB tahun X ­ 1. Penderita MB tahun X ­ 2  X = tahun 2009  .

TABEL 13  KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PENDERITA PENY.  FILARIASIS  JUMLAH  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  DITANGANI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % DITANGANI  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB1 Puskesmas Tahun 2009  ­  ­  #DIV/0!  .

TABEL 14  JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KASUS  PD3I  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  DIFTERI  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PERTUSIS  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  NEONATORUM  CAMPAK  8  POLIO  9  HEPATITIS B  10  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009. Laporan Tahunan Bidang Kesmas Tahun 2009  .

88  93.55  71.54  84.87  54  1.31  77.32  0.893  92.84  85.92  6.074  2.41  3.68  80.83  1.57  1.96  78.673  76.09  56.37  JML BAYI  7  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  KUNJ  8  254  710  126  379  244  163  290  251  134  122  %  9  77.73  54  100  Sumber: Laporan Bidang Yankes 2009.00  80.30  66.226  72. Profil Puskesmas Tahun 2009  .65  90.81  53.19  1.TABEL   15  CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS.20  64.89  1.83  BBLR  % BBLR  DITANGANI  DITANGANI  15  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  16  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.507  2.58  79.91  79.115  2.74  BAYI  BAYI LAHIR  JML LAHIR  %  DITIMBANG  HIDUP  DITIMBANG  10  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  11  282  800  128  564  251  218  264  214  80  92  12  97  96  91  99  83  91  100  82  71  84  BBLR  13  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  % BBLR  14  3.95  74.08  3. BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NEONATUS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  287  823  135  562  298  237  261  254  110  107  KN2  5  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  6  82.10  1.68  77.31  54.22  3.06  1.

89  90.51  4.68  6.388  484  898  21  76.56  17.43  77.87  5.321  10.99  3.97  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH (KAB/KOTA)  14.42  8.138  748  519  6  804  2.53  0.28  6.288  2.97  2.060  919  640  1.35  18.63  3.415  1.33  89.93  6.65  4.944  7.570  852  1.47  0.19  68.19  13  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  5.35  73.07  5.05  74.02  9.47  67.11  0.55  56.27  0.17  KEC  Prev  BEBAS  Gizi  Gizi  Gizi  RAWAN  Buruk  Kurang/K  Buruk/  urus  Kurus Skli  GIZI  +Kurang  4.037  1.35  5.77  12  0.15  74.49  3.42  67.78  74.72  73.21  0.60  4.68  1.45  92.42  72.97  2.09  0.87  9.52  0.12  4.23  7.84  55.35  79.10  0.061  565  786  684  494  710  772  414  98  Gizi  Gizi  Kurang/K  Buruk/  DITIMBANG  BB NAIK  urus  Kurus Skli  8  78  356  20  105  19  24  62  52  144  38  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  9  80.603  3.16  ­  0.51  10  62.41  6.246  905  1.29  77.832  763  1.TABEL 16  STATUS GIZI  BALITA DAN JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BALITA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  BALITA  YANG  DITIMBANG  BB NAIK  ADA  4  1.38  3.881  1.19  1  .58  1.09  17.461  827  561  5  1.71  3.78  2.52  2.76  70.48  4.88  % BALITA BGM  7  45  105  30  66  65  37  31  41  32  32  BGM  11  3.

49  81.79  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.TABEL 17  CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1.674  3.06  3.34  76.97  54.1  81.76  89.46  62.0  54. K4).14  52.14  50.146  255  779  385  457  452  313  263  158  K1  5  434  1.0  100.NIFAS  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  292  820  140  570  307  244  268  265  116  112  81.13  85.2  K4  7  243  863  93  428  170  123  138  126  48  74  %  8  55.9  63.34  100.39  91.99  85.33  76.226  71.26  33.95  81.306  58.147  2.007  163  702  314  245  452  313  144  141  %  6  93.25  96.897  92.134  2.53  40.915  83.1  87.16  80.45  68.8  2.06  60.21  55.38  82.20  30.24  72.6  53.33  52.03  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .70  57.14  JUMLAH  IBU NIFAS  MENDAPA  T  YAN.43  98.8  89.48  JUMLAH  9  293  830  140  570  307  244  268  266  117  112  IBU BERSALIN  DITOLONG  NAKES  10  282  800  128  564  251  218  268  214  80  92  %  11  96.6  100.90  3.9  90. PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  IBU HAMIL NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  466  1.00  80.

193  1.20  ­  74.246  905  1.321  10.35  73.45  92.794  1.85  78.150  631  740  ­  1.42  22.36  95.00  SISWA SD/MI  SISWA SMP/SMU  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  14.00  17.944  76.102  1.967  14.27  100.18  100.30  ­  10.060  919  640  1.96  35.461  827  561  5  1.351  745  %  9  87.260  361  174  997  894  539  174  11  1.88  .288  1.141  5.150  3.07  9.06  54.56  20.415  1.138  748  519  %  6  80.715  64.89  90.603  3.288  2.881  1.395  951  8  2.34  JUMLAH  DIPERIKSA  10  1.72  73.832  763  1.33  89.35  79.570  852  1.53  91.993  2.TABEL 18  CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA.096  ­  25  ­  ­  ­  195  182  513  174  %  12  98.200  1.23  96.51  JUMLAH  DIPERIKSA  7  2.55  56.185  23.037  1.423  1.87  ­  ­  19.513  2. PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  ANAK BALITA (PRA SEKOLAH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIDETEKSI  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.407  230  1.115  3.476  1.151  2.29  77.446  5.76  70.

224  1.81  81.877  1.348  2.96  73.66  79. PESERTA KB.44  16.70  14.118  1.002  4.652  1.212  4.92  20.018  3.58  8.98  83.69  65.024  646  %  8  63.66  11.08  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH PUS  4  2.070  2.395  787  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  20.59  21.41  82.736  1.703  71.835  13.886  1.99  65.TABEL  19  JUMLAH PUS.60  PESERTA KB AKTIF  JUMLAH  7  1.87  8. PESERTA KB BARU. DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PESERTA KB BARU  JUMLAH  5  372  436  253  391  292  240  454  227  170  %  6  18.94  67.216  912  1.05  .02  21.275  3.695  2.27  21.

Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota .

90  30.864  497  ­  ­  14.65  45.34  19.21  2.06  9.32  6.09  1.652  1.52  64.05  ­  13  1.12  6.16  41.32  14  30.183  967  1.65  17.216  912  1.37  41.51  1.76  61.85  6.58  11.77  27.52  31.480  382  1.672  6.77  41.01  2.15  ­  15  41.08  20.72  2.51  16.07  2.47  13.224  1.44  1.22  6.91  37.52  10.82  4.80  6.520  2.37  44.TABEL 20  JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB AKTIF  NON MKJP  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  KONDOM  % PESERTA KB AKTIF  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  MKJP  IUD  MOP/  MOW  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  NON MKJP  KONDOM  NO  KECAMATAN IUD  MKJP  MOP/  MOW  OBAT  VAGINA  OBAT  VAGINA  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  90  307  111  1.36  16.90  38.66  16.024  646  12  7.30  2.018  3.77  17.63  6.016  660  680  725  630  416  7  174  573  282  251  131  277  724  255  197  8  68  117  62  62  24  53  49  44  18  9  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  11  1.08  4.275  3.60  1.70  7.71  24.736  1.226  59  220  108  62  ­  4  23  210  18  570  19  76  25  11  15  5  389  537  163  91  19  346  105  22  ­  6  531  1.79  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  2.50  17  5.703  14.40  16  13.33  3.83  2.05  2.59  72.94  6.63  3.38  ­  ­  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .93  2.80  14.48  3.

59  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  LAIN  NYA  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  MKJP +  NON  MKJP  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  422  47  347  1.47  ­  17  13.47  OBAT  KONDOM  VAGINA  IUD  12  16.17  5.45  20.0988  0  0  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .12  62.236  440  343  ­  ­  2.835  14.57  6.50  22.28  20.55  8.29  68.75  4.02  12.885  1.88  7.97  5.70  0.61  19.19  17.42  10.17  15.46  ­  10.598  15.70  36.13  22.44  44.92  46.94  14.37  18.16  31.52  12.27  ­  ­  ­  ­  9.83  36.42  15.94  PIL  16  4.50  9.09  4.29  ­  ­  IMP  LANT  14  26.43  20.91  20.33  26.15  30.24  43.11  23.83  43.41  ­  ­  % PESERTA KB BARU  NON MKJP  SUN  TIK  15  38.92  4.27  22.6578  12.TABEL 21  PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB BARU  NO  KECAMATAN  IUD  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  63  63  51  123  ­  25  46  51  ­  MKJP  MOP/  MOW  4  1  ­  ­  ­  ­  22  24  ­  ­  NON MKJP  IMP  LANT  5  99  85  58  16  12  57  20  ­  ­  SUN  TIK  6  143  193  58  181  199  74  199  82  107  PIL  7  17  28  38  48  60  20  120  47  62  MKJP +  LAIN  NON  OBAT  KONDOM  MKJP VAGINA  NYA  8  9  10  11  49  ­  ­  372  67  ­  ­  436  48  ­  ­  253  23  ­  ­  391  21  ­  ­  292  42  ­  ­  240  45  ­  ­  454  47  227  1  170  MKJP  MOP/  MOW  13  0.

67  95.43  58.00  100.00  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  77  81.24  100.86  71.00  42.33  100.TABEL 22  PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  DESA/KEL UCI 5  8  20  8  10  7  3  5  7  6  3  % DESA/KEL UCI  6  66.00  100.00  75.91  .

Sumber:Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Dinas Kesehatan .

78  191  58.57  129  79.TABEL  23  PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH  BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  IMUNISASI  DPT1+HB1  DPT3+HB3  POLIO 4  CAMPAK  HB Neonatus  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  256  78.96  192  64.89  (17.29)  72.61  232  65.05  151  92.52  228  73.469  70.06  147  41.76  39  11.90  69.43  238  72.54  513  90.01  187  62.77  2.14  88.88  243  84.587  73.31  15.54  87.845  81.70  31  18.92  197  68.55  191  61.05  16  10.40  6.07  489  55.01  83  54.97  197  68.46  885  DO  (%)  17  7.95  655  74.87  (1.32  65.76  235  66.41  771  87.25  88  57.08  113  65.17  Sumber : Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Tahun 2009  Ket : Watukapu melayani imunisasi bayi dari waepana maupun natarandang di daerah perbatasan desa  .61  2.43  687  78.90  200  64.70  113  65.57  2.05)  (18.61  271  87.14  157  96.88  202  68.58  81.370  67.76  76.41  19.15  2.33  433  76.97  JUMLAH (KAB/KOTA)  % BAYI DIIMUNISASI LENGKAP  3.460  70.70  67.70  113  65.06  220  76.34  85.32  137  84.87  263  80.12  2.16  249  87.37  418  73.507  2.43  82.757  78.72  468  82.03  10.61  554  62.29  271  82.42  226  72.48)  2.48  137  24.64  113  69.88  82  27.65  163  54.91  141  40.58  2.77  73.52  98  64.97  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  RSUD BAJAWA  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  BCG  JUMLAH  5  306  714  144  485  251  227  257  244  113  104  %  6  93.02  129  75.00  101  66.

246  905  1.89  43.94  50.17  28.74  55.39  100.118  1.33  23.415  1.603  3.415  1.00  83.00  66.01  85.964  731  1.570  852  1.83  21  21  100  .00  70.225  702  244  11  2  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  254  105  41.34  14.13  ANAK BALITA (1­4TAHUN)  JUMLAH  7  1.461  827  561  MENDAPAT  VIT A 2X  BALITA GIZI BURUK  JUMLAH  10  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  MENDAPAT  PERAWATA  N  %  9  69.TABEL  24  CAKUPAN BAYI.33  33. BALITA  YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  BAYI BGM  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  4  35  36  30  30  33  15  10  9  24  32  MP ASI  5  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  %  6  25.67  29.881  1.71  75.293  996  456  1.321  10.80  68.74  79.85  84.0  23.49  %  12  100  #DIV/0!  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  8  1.144  70.33  100.

TABEL 25  JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN  TABLET Fe1.45  44.51  66.674  2.69  73.32  76.54  132  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  4.70  53.18  2.630  56.55  33.18  59.27  .48  45.51  69.25  89.766  59. Fe3  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  IBU HAMIL  4  466  1.49  47.24  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  Fe3  JUMLAH  7  254  762  120  392  295  130  202  230  113  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  %  8  54.10  73.90  61.18  54.48  42.97  83.62  28.146  255  779  385  457  452  313  263  158  Fe1  JUMLAH  5  254  801  156  461  210  154  240  230  119  141  %  6  54.06  50.

80  5.674  2.86  4.59  36.35  TT 4  %  10  17.81  9.TABEL 26  JUMLAH WANITA USIA SUBUR DENGAN STATUS IMUNISASI TT  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TT 1  JML  5  280  602  212  298  182  187  328  202  134  111  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  BUMIL  4  466  1.09  52.45  4.16  32.61  6.99  14.79  19.92  72.58  0.82  18.37  Sumber: Laporan Program Imunisasi Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .44  18.66  4.25  TT 3 %  8  11.25  47.19  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.91  2.536  54.36  12.57  64.81  3.34  ­  15.11  8.54  50.26  1.32  474  10.49  66.14  38.16  18.04  16.27  40.95  70.55  27.30  7.14  391  8.31  4.64  36.38  8.54  19.24  15.08  25.60  21.253  26.42  TT 5  %  12  JML  13  83  42  12  32  32  21  96  48  ­  25  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JML  7  54  413  41  199  107  91  12  133  174  29  JML  9  81  99  94  34  50  66  85  30  ­  37  JML  11  86  52  50  53  21  19  146  23  ­  24  %  14  17.53  83.00  23.35  ­  15.71  4.81  576  12.146  255  779  385  457  452  313  263  158  TT 2  %  6  60.65  42.45  4.

TABEL 27  PERSENTASE  AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK  NO 1  1  RUMAH SAKIT  2  PUSKESMAS  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  NATARANDANG  MARONGGELA  RIUNG  SARANA PELAYANAN KESEHATAN  2  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  %  8  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  3  4  6  7  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )  .

19  10  2.16  50  8.83  0.90  102  5.26  41  3.04  7  5.674  299  6.03  0.65  10  8.146  255  779  385  457  452  313  263  158  JUMLAH  NEONATAL  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  5  66  102  13  41  13  10  12  26  8  8  %  JUMLAH  6  7  14.38  13  2.06  8  %  8  75.31  22  3.15  0.96  1.115  28  0.88  1.00  100  100  100  100  83.83  JUMLAH  12  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.10  13  5.62  87.38  1.TABEL 28  JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  BUMIL RISTI/  KOMPLIKASI  BUMIL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  IBU HAMIL 4  466  1.50  100  9  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  JUMLAH  10  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  11  1.90  28  100  Sumber:Laporan Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Yankes Tahun 2009  .66  0.76  100.33  84.31  3.40  276  92.43  0.71  0.

00  .00  5  SARANA YANKES.TABEL 29  PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH SARANA  3  MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN.LAINNYA  5  2  40.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  3  RUMAH SAKIT KHUSUS  ­  ­  #DIV/0!  4  PUSKESMAS  10  5  50.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2009  16  8  50. GADAR  JUMLAH  4  %  5  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  100.

00  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  1  1  100.00  Sumber: Laporan Seksi Penanggulangan Wabah Bidang Kesmas Tahun 2009  .TABEL 30  JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  DESA/KEL TERKENA KLB  DITANGANI  JUMLAH  %  <24 JAM  5  6  7  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  1  1  100.

551  YANG TERSERANG  JUMLAH  PENDERITA  6  24  JUMLAH  KEMATIAN  7  1  ATTACK  RATE  (%)  8  1.55  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  NO  JENIS KEJADIAN LUAR BIASA 1  2  1  Kematian Rabies  CFR (%)  9  4.TABEL 31  JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN  SERTA JUMLAH KECAMATAN DAN DESA YANG TERSERANG KLB  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDUK  JUMLAH KEC  JUMLAH DESA  TERANCAM  3  4  5  1  1  1.17  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Laporan Tahunan Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2009  Jumlah penderita adalah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR)  .

79  .91  193  67.58  157  50.75  NO  KECAMATAN 2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  3.44  266  46.TABEL 32  JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BAYI YANG DIBERI  ASI EKSKLUSIF  JUMLAH  %  5  6  173  52.45  92  56.65  104  29.507  1.91  444  50.77  70  45.606  45.55  34  19.48  73  24.

40  .TABEL 33  PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH DESA/KEL  DG GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  % DESA/KEL DG  GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH DESA/KEL  DISURVEI 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  2  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  5  ­  8  2  3  2  ­  7  ­  ­  ­  6  ­  38.00  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009.00  28.10  25.57  ­  100.00  30. Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  94  22  23.

17  ­  0.04  100.73  91.993  1.00  54.29  ­  0.79  48.33  38.TABEL 34  PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN DASAR GIGI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  TUMPATAN  PENCABUTA  GIGI  N GIGI  TETAP  TETAP  JUMLAH RASIO  TAMBAL/  CABUT  JUMLAH  MURID SD  UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF)  MURID SD/MI DIPERIKSA  JUMLAH  %  MURID SD/MI  JUMLAH  %  PERLU  MENDAPAT  MENDAPAT  PERAWATAN  PERAWATAN  PERAWATAN  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  13  54  ­  27  4  ­  28  4  ­  ­  5  156  185  23  66  24  4  84  45  17  ­  6  169  239  23  93  28  4  112  49  17  ­  7  0.76  35  70.794  1.33  0.102  1.41  0.56  4.150  3.63  ­  100.23  64.395  951  9  2.19  73.00  25.597  63.967  14.723  3.366  5.423  1.22  22.513  2.00  ­  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/ KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  130  604  734  0.09  ­  #DIV/0!  8  2.150  890  812  ­  1.08  0.87  ­  11  294  926  335  890  399  ­  569  950  360  ­  12  224  683  118  630  193  ­  353  950  ­  ­  13  76.72  .446  5.27  100.200  1.151  66.37  #DIV/0!  62.193  905  ­  10  96.288  1.993  2.

494  ­  ­  2.383  111  2. Profil Puskesmas Tahun 2009  2.383  111  2.TABEL 35  JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PENYULUHAN KESEHATAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH SELURUH  KEGIATAN  PENYULUHAN  KELOMPOK  JUMLAH  KEGIATAN  PENYULUHAN  MASSA  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  367  23  228  415  266  64  206  430  288  96  5  22  6  1  ­  30  4  10  7  19  12  6  389  29  229  415  296  68  216  437  307  108  SUB JUMLAH I  1  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  2  Rumah Sakit  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.494  .

66  64.465  8  184  231  235  1.93  ­  ­  56.404  11.23  Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut kecamatan  .300  5.86  57.986  41.23  38.826  8.307  2.28  50.142  13.393  JAMSOSTEK  JAMKESM  JAMKES  JAMKES  AS  DA  DINSOS  (PUSAT)  JUMLAH  9  8.521  4.800  3.23  52.TABEL  36  CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  PENDUDUK*  4  14.050  6.526  8.389  6.60  54.14  57.208  3.23  34.998  ASKES  5  485  3.864  34.885  1.811  17.093  925  557  930  1.000  5.415  4.154  5.406  6.791  6.14  66.992  21.571  2.495  3.309  11.820  5.511  449  300  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  PERSENTASE  Sumber: Laporan Jamkesmas Tahun 2009  138.386  %  10  59.222  5.28  8.812  4.75  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  792  310  478  492  390  472  7  8.81  67.098  52.795  4.827  7.80  72.388  7.947  14.055  7.

286  65.00  46.00  100.508  5.326  14.91  117.00  46.93  116.67  47.03  79.102  3.085  %  8  75.00  100.00  100.00  100.00  70.53  0  0  PELAYANAN BAYI MASY.79  65.730  4.286  100. Profil Puskesmas Tahun 2009  .00  100.00  100.MISKIN  JUMLAH BAYI  BGM MENDAPAT MP­  ASI  MASY.TABEL  37  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  MASYARAKAT  MISKIN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  DICAKUP  JAMKESMAS (Pusat &  JUMLAH YANG  Daerah) ADA  JUMLAH  %  4  8.305  7.00  100.326  14.00  100.73  53.603  3.074  8.055  7.MISKIN  BGM  JUMLAH  12  %  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  11  10  27  10  15  23  15  10  6  7  9  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  13  90.45  132  105  79.33  71.534  71.582  3.611  3.01  0  0  0  0  0  0  0.MISKIN  BAYI MASY.00  100.83  100.406  5.55  Rawat  Inap  9  251  ­  ­  ­  ­  ­  ­  41  ­  ­  %  3.00  MENDAPAT YANKES  Rawat  Jalan  7  6.00  100.184  2.079  6.303  5.818  2.55  Sumber: Laporan Seksi Jaminan Kesehatan Tahun 2009.00  100.914  5  8.00  70.998  2.730  4.102  3.406  5.055  7.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  65.348  7.25  48.348  7.789  3.00  100.079  6.914  6  100.818  2.508  5.40  45.28  292  0.76  68.00  100.

00  .00  #DIV/0!  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  2  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  130  130  311  451  311  451  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 892  892  100.00  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  100.TABEL 38  PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN KESEHATAN KERJA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH PEKERJA  FORMAL  4  JUMLAH YANG  DILAYANI  5  ­  %  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.

58  ­  ­  35.20  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.06  36.489  309  ­  ­  235  140  1.772  617  108  JUMLAH (KAB/KOTA)  15.308  37.291  1.970  1.972  864  356  1.31  67.150  795  ­  ­  506  235  2.34  JUMLAH  10  2.35  5  1.55  22.734  4.60  %  12  75.852  5.33  62.32  ­  ­  31.15  97.11  31.059  765  294  1.238  1.20  39.552  1.321  766  282  134  DILAYANI  KES  PRA USILA DAN USILA  %  9  67.10  25.022  408  66  8  661  486  ­  ­  271  95  887  750  209  42  11  2.57  95.15  64.285  4.42  79.059  780  2.857  780  426  DILAYANI  KES  %  6  80.94  14.598  3.52  98.93  22.84  93.11  ­  ­  27.831  5.629  650  3.91  74.TABEL 39  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PRA USILA (45­59 TH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.40  6.907  31.19  6.401  51.031  1.332  8.125  1.091  498  292  DILAYANI  KES  USILA (60TH+)  JUMLAH  7  979  493  505  1.42  32. Profil Puskesmas Tahun 2009  .68  81.

 ENDEMIS SEDANG & BERAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  ENDEMIS 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  JUMLAH WUS  5  3.268  2.121  6.33  ­  ­  ­  ­  16.86  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  1.193  2.558  1.353  8.419  2.889  3.693  1.921  200  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Profil Puskesmas Tahun 2009  94  33.760  1.186  JUMLAH YANG  DIBERI KAPSUL  YODIUM  % YANG DIBERI  KAPSUL YODIUM  7  ­  ­  ­  ­  71.002  6.35  .TABEL 40  CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  WUS DI DESA/KEL.517  2.

.TABEL 41  PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV­AIDS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  DONOR DARAH  NO  1  UNIT TRANSFUSI DARAH  2  JUMLAH  PENDONOR  3  JML SAMPEL  DARAH DIPERIKSA  4  JML POSTIF  HIV/AIDS  5  % POSITIF HIV­  AIDS  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH  Sumber: ……………. (sebutkan)  ­  ­  ­  .

TABEL  42  JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN .050  113.925  15.22  Sumber:LB4 Puskesmas Tahun 2009  Ket : kunjungan ke sarana yankes lainnya (BP Swasta).576  10.600  18.218  138.098  5.149  138.438  21.822  138.577  9.937  8.843  34.438  21.971  4.098  5. RAWAT INAP.296  7. sudah termasuk dengan kunjungan puskesmas di wilayah BP Swasta  kecuali Puskesmas Waepana tidak termasuk kunjungan ke BP  .120  34.400  23.937  8.577  9.492  2.11  5.549  18.571  ­  23.576  10.971  KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA  JUMLAH  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  %  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  NO  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  SARANA PELAYANAN  KESEHATAN  2  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II  1  Sarana Yankes lainnya  JUMLAH (KAB/KOTA)  JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA  JUMLAH PELAYANAN  CAKUPAN KUNJUNGAN (%)  156.600  RAWAT INAP  4  723  ­  ­  ­  ­  ­  ­  128  ­  ­  851  4.971  JUMLAH  5  22.925  15.218  137.571  ­  ­  161.050  4.492  2. PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KUNJUNGAN  RAWAT JALAN  3  22.168  7.

94  Sumber : Laporan Tahunan Dinas Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009  Ket : Kemampuan Labkes : Mampu menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan sesuai standar  4 spesialis dasa : pelayanan kandungan dan kebidanan.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  17  9  1  52. penyakit dalam dan anak  .00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  3  Lab Swasta/BP Swasta  6  1  16.TABEL 43  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH YANG MEMILIKI  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH  3  LABKES  4  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  5  % YANG MEMILIKI  LABKES  6  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  7  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  1  100.00  100.67  4  PUSKESMAS  10  7  70. bedah.

TABEL 44  KETERSEDIAAN OBAT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  1  1  2  3  4  5  6  JENIS OBAT*  2  KEBUTUHAN  3  KETERSEDIAAN JUMLAH  4  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten  Ket :  * Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar  .

00  74.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.495  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.36  40.00  54.61  72.92  100. Laporan Tahunan Bidang PSDK Tahun 2009  1.TABEL 45  PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH TANGGA  NO  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  KECAMATAN  2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DIPANTAU  4  550  650  200  250  350  200  545  250  300  200  BER PHBS *  5  35  266  200  185  274  98  363  180  162  40  %  6  6.00  20.59  .29  49.803  51.00  66.00  78.

TABEL 46  JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH POSYANDU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PRATAMA  MADYA  4  1  17  4  ­  ­  4  5  5  4  2  5  13  46  12  23  14  9  9  31  10  2  PURNAM  MANDI  JUMLAH  PRATAMA  A  RI  6  14  1  3  3  9  ­  4  8  10  11  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  8  28  64  19  26  23  13  18  44  24  15  9  3.33  61.22  18.78  11.67  13.33  JUMLAH (KAB/KOTA)  42  169  63  ­  274  15.43  71.00  1.33  PURNAMA  MANDIRI  JUMLAH  11  50.54  34.99  ­  100  22.54  34.18  41.00  70.88  63.77  27.62  ­  22.67  13.05  ­  ­  30.36  16.18  41.57  26.67  73.22  18.56  15.33  12  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  13  100  100  100  100  88  100  100  100  100  100  %  POSYANDU  AKTIF  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  14  50.46  53.79  11.56  21.56  15.67  73.23  50.79  11.62  ­  22.68  22.85  69.00  1.16  88.33  PERSENTASE POSYANDU  MADYA  10  46.45  41.99  Sumber: Laporan Bidang PSDK Dinas Kesehatan Tahun 2009  .

TABEL 47  PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  JUMLAH  %  DIPERIKSA  6  98.308  3.304  1.039  2.008  61.861  2.49  47.435  4.357  959  200  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  27.92  95.469  1.592  6.405  87.752  24.312  1.94  15.587  1.573  3.50  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  : Profil Puskesmas Tahun 2009  .24  85.17  84.50  SELURUHNYA  DIPERIKSA  4  5  2.86  JUMLAH  SEHAT  7  1.627  1.399  676  2.748  4.768  1.418  2.651  2.96  12.75  81.172  773  25  %  SEHAT  8  61.69  47.17  86.77  69.45  81.47  56.651  1.25  65.849  2.11  68.79  70.40  39.627  1.304  657  1.51  20.55  100.830  6.00  95.994  1.

50  0.00  0.923  92.884  1.265  7.69  0.00  100.12  79.43  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.394  1.31  0.44  99.357  1.00  0.766373  20.13  88.95  0.237  0  0  0  0.86  80.00  7  3.00  0.63  3.07  0.645  1.026  5  3.318  1.702  81.27  0.626  94.694  4.25  0.00  73.00  0.00  82.00  0.136  1.00  41.05  0.00  0.5  98.120  ­  25  ­  8  10  ­  183  ­  ­  150  11  ­  ­  ­  6  11  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  12  ­  252  ­  ­  ­  ­  ­  23  ­  1  13  3.00  1.95  2.057  7.00  20.00  99.98  17  0  2.08  Sumber: 1.00  0.00  0.026  6  100.136  500  141  1.378  1.49  100.694  4.27  100.78  96.191  97.136  650  152  1.757  4.47  0.527  975  800  8  9  2  40  ­  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1.694  4.00  0.397  3.77  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.00  44.205  2.01  4.00  0.29  50.68  1.323  1.00  100.318  1.265  7.37  0.656  2.499  0  0  23.00  16  1.005  100  100  76.00  0.763  100  57.00  0.00  52.000  815  14  98.00  100.41  100.00  0.736  PAH  SGL  18  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  19  0. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .758  1.670  1.63  0.446  750  1.136  2.00  93.00  0.352  25.43  45.08  7.00  0.197  350  ­  276  22.575  87.015  6.TABEL 48  PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  LEDENG  LEDENG  JUMLAH  PAH  SGL  SPT  SPT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  JUMLAH  %  KELUARGA  KELUARGA  KELUARGA  YANG ADA  DIPERIKSA  DIPERIKSA % AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  JUMLAH  20  88.205  1. Ngada Dalam Angka 2009  2.877  2  1.16  15  0.205  3.

00  36.446  750  1.17  0.83  85.76  71.00  #DIV/0!  0.33  16.442  73.318  1.78  4.409  5.318  13.18  83.378  1.97  45.033  73.15  % KK  MEMILIKI  6.143  75.645  1.32  13.91  0.758  1.575  21.136  2.02  61.04  53.00  0.335  179.026  5  3.397  3.35  64.026  11  990  ­  ­  152  650  ­  2.248  650  1.34  10  3.68  51.108  2.62  87.51  92.446  750  1.318  1.33  0.73  43.28  30.265  7.75  5.843  4.575  6.575  1.00  15  3.92  773  100.378  1.026  16  6  67  6  30  241  41  4  1. Ngada Dalam Angka 2009  2.446  750  1.67  0.33  1.205  3.318  1.694  4.83  72.0  55.265  7.357  1.94  71.656  2.256  3.357  1.14  1.447  1.44  74.833  83.357  1.916  26.17  2.394  1.136  1.33  50.00  5.757  4.357  748  7  8  1.525  2.83  676  74.917  78.90  9  59.136  1.318  1.00  0.265  7.00  #DIV/0!  3.506  2.47  0.0  839  203.222  ­  ­  18  19  0.694  4.82  59.00  #DIV/0!  174.35  0.617  Sumber: 1.519  1.161  384  ­  13  14  30.84  25. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .205  3.00  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.74  0.0  0.89  25.96  3.32  JUMLAH  SEHAT  17  5  13  2  888  ­  ­  908  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.86  74.02  100.67  0.00  25  72.53  650  45.07  56.694  4.378  1.TABEL 49  KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JAMBAN JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  % SEHAT  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH KK  TEMPAT SAMPAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  PENGELOLAAN AIR LIMBAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  56.476  414  53  12  136  79  650  1.159  2.026  6  2.352  25.265  7.205  3.136  1.00  #DIV/0!  0.00  0.

69231  0  55  #DIV/0!  0  59.00  75.00  7.00  ­  #DIV/0!  53.00  ­  #DIV/0!  16  ­  ­  ­  85  ­  ­  56  ­  2  ­  17  ­  ­  ­  85  ­  ­  39  ­  2  ­  18  ­  ­  ­  44  ­  ­  22  ­  ­  ­  20  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  51.97  #DIV/0!  #DIV/0!  100.08  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  2  2  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  5  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  6  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  7  100.TABEL 50  PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  HOTEL  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  RESTORAN/R­MAKAN  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  PASAR  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  TUPM LAINNYA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  JUMLAH TUPM  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  24  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  12  2  2  1  2  ­  1  1  4  2  ­  13  2  ­  1  2  ­  1  1  4  2  ­  14  2  ­  ­  ­  15  100.00  100.74  15  13  4  30.77  143  126  66  52.00  #DIV/0!  100.76  #DIV/0!  #DIV/0!  56.00  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  50.00  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.38  276  255  Sumber: Laporan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  JUMLAH  SEHAT  23  12  1  ­  88  ­  ­  26  16  ­  ­  143  .0909  80  0  #DIV/0!  56.00  96  95  52  54.41  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  21  12  17  1  160  ­  1  61  20  4  ­  22  12  13  1  160  ­  1  44  20  4  ­  4  6  ­  ­  ­  2  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  22  21  21  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  8  8  13  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  9  8  12  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  10  8  ­  ­  34  11  100.

46  100  100  0  100  100  100  100  100  13  43  91  10  49  11  11  15  15  9  4  14  43  43  10  49  6  11  15  15  9  4  15  100  47.911  141  114  80.0  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  19  106  220  40  97  40  48  51  80  51  27  20  106  148  40  97  24  48  51  80  51  27  21  100  67  100  100  60  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009  : Profil Puskesmas Tahun 2009  100  97  97.55  100  100  100  100  100  16  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  17  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  18  100.33  100  100  100  7  32  64  12  31  20  17  23  30  18  12  8  32  64  12  31  12  17  23  30  18  12  9  100  100  100  100  60  100  6  100  100  100  10  15  39  9  10  3  11  6  24  18  6  11  15  15  9  10  ­  11  6  24  18  6  12  100  38.42  .851  258  205  79.25  100  100  54.457  5  5  100  760  672  88.00  259  251  96.TABEL 51  PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  SARANA KESEHATAN  SARANA PENDIDIKAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  SARANA IBADAH  PERKANTORAN  SARANA LAIN  JUMLAH  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  14  28  9  7  6  9  6  10  6  5  5  14  26  9  7  6  9  5  10  6  5  6  100  92.86  100  100  100  100  83.

00  #DIV/0!  42.806  45.768  4.304  1.18  1.TABEL  52  PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  RUMAH/BANGUN  AN YANG ADA RUMAH/BANGUNAN  DIPERIKSA  JUMLAH  5  2.651  2.592  1.039  1.935  14.38  ­  81.17  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RUMAH/BANGUNAN  BEBAS JENTIK  JUMLAH  7  1.90  .573  2.500  1.435  %  6  87.200  606  %  8  48.418  3.752  3.587  959  JUMLAH ( KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  Ket : Tidak Dilaporkan  27.23  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  4  2.861  6.

0  7  164  4.3  100.0  5  19  26. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan DI.67  100.0  Sumber: Laporan Tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada Tahun 2009  Keterangan:  Medis  : Dokter.15  64  39.1  GIZI  JML  9  8  %  10  67  TEKNISI MEDIS  JML  11  4  %  12  20  SANITASI JML  13  13  %  14  68  KESMAS  JML  15  2  %  16  9.TABEL 53  PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  NO  UNIT KERJA  2  PUSKESMAS  (termasuk PUSTU dan  MEDIS  JML  3  14  %  4  52  BIDAN  JML  5  78  %  6  75  PERAWAT  JML  %  FARMASI  JML  7  9  %  8  39.5  JUMLAH  17  221  %  18  56.15  22  21. dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.00  4  104  3. DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV  Teknisi Medis  Sanitasi  Kesmas  : Analis. Penata Anestesi.0  8  34. TEM dan Penata Rontgen.09  100.32  100.29  129  33.0  2  12  16.7  1  1  POLINDES/POSKESDES)  93  56.0  40  390  10. MPH. Fisioterapi  : Lulusan SPPH.00  1  5.0  16  21  76. APK. Dr/Drg Spesialis  Perawat & bidan  : termasuk lulusan DIII dan S1  Farmasi  : Apoteker.08  3  INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  SARANA KESEHATAN LAIN  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  5  DINKES KAB/KOTA  JUMLAH  ­  27  ­  100. Dokter Gigi.0  6  23  26.0  ­  20  ­  100.26  3  14. dll  .78  2  16.26  100.7  2  RUMAH SAKIT  13  48.85  100.67  16  80.19  100.

 dan Fisioterapi  Sanitasi  Kesmas  : Lulusan SPPH. Profil RSUD Bajawa 09  Keterangan:  Medis  : Dokter. Dokter Gigi. MPH. Dr/Drg Spesialis  Perawat  : termasuk lulusan DIII dan S1 & SPK  Farmasi  : Apoteker. APK dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)  Teknisi Medis : Analis.TABEL  54  JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  PERAWAT  PERAWAT  FARMASI  GIZI  GIGI  4  5  6  11  4  1  1  19  4  1  1  13  2  1  1  8  2  1  1  10  1  1  1  7  ­  ­  ­  7  2  2  1  8  3  1  1  6  2  1  1  4  ­  ­  ­  NO  UNIT KERJA MEDIS  3  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  BIDAN  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  TEKNISI  SANITASI  MEDIS  7  8  2  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  1  2  1  2  ­  1  ­  2  KESMAS  9  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  10  33  50  23  21  26  14  23  24  15  12  ­  ­  241  133  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  133  374  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  14  13  78  22  93  64  20  4  9  8  8  2  4  16  13  1  2  3  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  4 tubel  13  64  4  8  2  16  1  3  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. TEM & Penata Rontgen. Penata Anestesi. dll  .

TABEL 55  JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH TENAGA MEDIS  NO  UNIT KERJA  DR SPESIALIS  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  DOKTER UMUM  4  2  1  1  1  1  1  1  2  1  1  12  7  DOKTER GIGI  5  ­  1  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  2  JUMLAH  6  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  14  13  ­  ­  ­  13  ­  ­  ­  4  2.76  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.000 PDDK  4  ­  ­  ­  4  2. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.90  ­  ­  ­  7  ­  ­  ­  2  19  13. Profil RSUD Bajawa 09  .90  27  DOKTER  KELUARGA  7  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.

69  2  1  2  1  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.000 PDDK  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. Profil RSUD Bajawa 09  .TABEL 56  JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KEFARMASIAN  APOTEKER  S1 FARMASI  D­III FARMASI  ASS APOTEKER  JUMLAH  D­IV/S1 GIZI  3  4  5  6  7  8  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  2  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  3  3  9  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  1  6  4.35  1  2  2  7  2  8  6  23  ­  1  0. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.72  2  10  7.24  ­  1  TENAGA GIZI  D­III GIZI  9  ­  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  7  1  D­I GIZI  10  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  JUMLAH  11  1  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  8  2  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  12  8.

44  ­  8  1  17  1  25  18.11  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009.73  ­  18  ­  82  ­  100  72. Profil RSUD Bajawa 09  .TABEL  57  JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KEPERAWATAN  NO  UNIT KERJA  SARJANA  KEPW  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  6  PERAWAT  DIII  LULUSAN  PERAWAT  SPK  4  5  9  2  6  13  9  4  5  3  5  5  5  2  6  ­  7  1  6  ­  3  1  61  31  51  3  BIDAN  JUMLAH  6  11  19  13  8  10  7  7  8  6  4  93  60  ­  ­  ­  60  DIII BIDAN  7  2  2  ­  ­  1  1  ­  2  2  2  12  6  BIDAN  8  9  20  3  7  9  4  6  4  1  3  66  16  JUMLAH  DIII  9  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  78  22  ­  ­  ­  22  PERAWAT GIGI SPRG  1  ­  1  1  ­  ­  ­  1  1  ­  5  3  ­  2  2  1  ­  15  1  3  4  1  1  1  ­  2  3  2  ­  20  4  JUMLAH  4  4  2  2  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  ­  6  51  3  6  16  3  1  4  4  7  116  ­  34  4  157  113.

000 PDDK  3  ­  3  1  ­  1  16  21  ­  ­  16  21  15.76  Sumber : Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan: [a]  Termasuk S2 dan S3  .TABEL  58  JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KESMAS  D­III KESMAS  SARJANA KESMAS  3  4  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  ­  3  ­  [a]  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  JUMLAH  5  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  2  3  TENAGA SANITASI  DIII SANITASI  DI SANITASI  6  7  ­  1  1  ­  1  ­  1  ­  ­  1  1  ­  2  ­  1  1  1  ­  1  1  9  4  1  ­  JUMLAH  8  1  1  1  1  1  1  2  2  1  2  13  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.21  3  13  2  6  5  19  13.

  TEM & P.ANESTESI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  FISIOTERAPIS  6  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  2  JUMLAH  7  2  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  4  16  ­  ­  ­  16  ­  ­  ­  3  2.000 PDDK  ­  ­  ­  6  ­  ­  ­  9  6.RONTG  3  4  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  6  7  P.72  2  Sumber: Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Tahun 2009  .49  NO  UNIT KERJA  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.TABEL  59  JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TENAGA TEKNISI MEDIS  ANALIS LAB.17  20  14.52  7  ­  ­  ­  7  5.07  1  ­  ­  ­  1  0.

660  383.755.89  1.000  1.33  0.561  21.62  1.935  133.86  0  0  0  0  0  0  11.779.398  100  % APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA  6.09  8.125.153  78.08  100  2.398  4.57  4.14  0  0  1.714  383.685.474.844.00  0.138.555.000.755.72  2.411.250  587.321  26.99  81.000  1.319.500  487.242.416.43  1.249.668.694.99  Sumber: Laporan Sub Bagian Keuangan Dinkes Ngada tahun 2009  : LKPJ Dinas Kesehatan tahun 2009  ; Laporan RSUD Bajawa tahun 2009  ; Laporan Jamkesmas Tahun 2009  Ket : Anggaran Kesehatan APBD Kabupaten (Dinas Kesehatan) sudah termasuk dengan gaji pegawai  .000  83.652.060.382.980.654  31.344.TABEL 60  ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  DINKES  3  %  4  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  RSUD  4  %  NO  SUMBER BIAYA  1  2  ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER:  1  APBD KAB/KOTA  2  APBD PROVINSI  3  APBN :  ­ Dana Alokasi Khusus (DAK)  ­ JAMKESMAS  ­ DEKONSENTRASI  4  Bantuan Luar Negeri (AIP­MNH)  BLN Proyek Gafi/GV  5  ­ BANSOS (Bantuan Sosial)  6  ADB (DHS­II)  7  Jamkesmas Kuota PEMDA  TOTAL ANGGARAN KESEHATAN  TOTAL APBD KAB/KOTA  25.30  ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA  224.000  333.00  3.800.080.382.

TABEL 61  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PEMILIKAN/PENGELOLA  NO  1  FASILITAS KESEHATAN  2  PEM.PROV  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.PUSAT  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.KAB/KOTA  5  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  ­  ­  ­  ­  ­  1  45  9  ­  ­  ­  1  ­  ­  TNI/POLRI  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  BUMN  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  SWASTA  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  2  ­  11  1  1  ­  ­  274  5  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  9  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  2  2  ­  11  1  2  45  9  274  5  ­  1  ­  ­  1  RUMAH SAKIT UMUM  2  RUMAH SAKIT JIWA  3  RUMAH SAKIT BERSALIN  4  RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA  5  PUSKESMAS PERAWATAN  6  PUSKESMAS NON PERAWATAN  7  PUSKESMAS KELILING  8  PUSKESMAS PEMBANTU  9  RUMAH BERSALIN  10  BALAI PENGOBATAN/KLINIK  11  PRAKTIK DOKTER BERSAMA  12  PRAKTIK DOKTER PERORANGAN  13  PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL  14  LABORATORIUM KLINIK  15  POLINDES  16  POSKESDES  17  POSYANDU  18  APOTEK  19  TOKO OBAT  20  GFK  21  INDUSTRI OBAT TRADISIONAL  22  INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL  Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  .

TABEL 62  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  DESA/ KELURAHAN  3  12  21  8  17  7  7  12  6  4  DESA SIAGA  4  5  ­  9  3  5  5  3  6  ­  3  ­  2  POSKESDES 5  4  1  1  1  1  POLINDES  6  8  11  5  6  2  3  5  3  2  POSYANDU  7  28  64  19  49  13  18  44  24  15  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  1  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  41  9  45  274  Sumber: Laporan UKBM Bidang PSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  ; Profil Puskesmas tahun 2009  .

 St.4  6.4  0.6  8.3  29.2  #DIV/0!  GDR  12  45. Fatima Soa  0.6  14.9  TOI  11  3.1  1.0  #DIV/0!  NDR  13  26.946  799  317  ­  BOR  9  54.7  LOS  10  4.5  20.0  0.7  19.0  #DIV/0!  1  RSUD Bajawa  2  Puskesmas RRI Aimere  3  Puskesmas RRI Riung  4  BP.906  723  165  ­  6  222  21  ­  ­  JUMLAH  HARI  MATI >= 48  PERAWATAN  JAM  7  8  131  14  ­  ­  19.0  #DIV/0!  Sumber: Laporan Tahunan RSUD Bajawa 2009. Profil Puskesmas Tahun 2009  Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta  .1  1.TABEL 63  INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT & PUSKESMAS RAWAT INAP  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NAMA RUMAH  SAKIT/PUSKESMAS RRI  2  UMUM  Umum  Umum  Umum  JENIS PELAYANAN  UMUM/KHUSUS  3  JUMLAH  TEMPAT  TIDUR  4  100  15  10  20  JUMLAH PASIEN  KELUAR  MATI  (HIDUP + MATI)  SELURUHNYA  NO  1  5  4.

967 20.90 Penyebut merupakan ibu hamil riil 92.91 70.00 78.695 100.31 92.134 28 3. BHOKO.585 4.83 38.306 276 2. 26 Juni 2010 Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.Penemuan Penderita Diare 14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 95 80 90 95 80 90 2.673 77 10. 195709141984032008 .AFP Rate per 100.SKM PEMBINA TK.00 18.Penderita DBD Ditangani .741/MENKES/PER/VIII/2008) KABUPATEN NGADA TARGET SPM 2009 NO 1 CAKUPAN SPM (%) PEMBILANG 6 JENIS PELAYANAN 2 INDIKATOR 3 NASIONAL (%) 4 KABUPATEN NGADA (%) 5 PENYEBUT 7 (%) 8 (6/7*100%) KETERANGAN 9 A Pelayanan Kesehatan Dasar 1 Cakupan Kunjungan Ibu hamil k4 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi 7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 8 Cakupan Pelayanan anak balita 9 Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan Peserta KB Aktif 13 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit .000 penduduk <15 tahun .42 Desa Siaga yang dibentuk dan aktif Bajawa.01 64.318 8 169 285 9 13.321 276 71.147 58.62 Pasien masyarakat miskin yg dirujuk ke RS 50.704 21 22.03 100.07 71. I NIP.49 100.801 56.04 100 100 70 100 100 70 21 14.686 56.715 14.54 7.05 2 100 100 100 100 100 100 100 2 100 100 100 100 100 100 100 169 47 9 2.00 64.00 Sarkes yang memiliki kemampuan UGD 100.897 3.Penemuan penderita pneumonia balita .686 16 0 100 balita riil yang ditangani di sarkes 16.Penemuan pasien baru TB BTA + .06 90 90 90 100 90 100 90 90 90 100 90 100 2.CAKUPAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2009 (PERMENKES RI NO.226 28 2.00 B Pelayanan Kesehatan Rujukan 1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 2 Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan di Sarana Kesehatan C Penyelidikan Epidemiologi dan Penangggulangan KLB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 1 Cakupan Desa Siaga Aktif 100 100 25 25 D 80 80 7 38 18.46 81.486 36.144 105 3.915 299 3.407 94 14.

BHOKO. 19570914 198403 2 008 . 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PUSKESMAS 2 WATUKAPU AIMERE WAEPANA RIUNG MARONGGELA WATUMANU NATARANDANG KOTA SURISINA KOELODA POLINDES 3 2 8 3 5 3 5 2 2 4 11 1 0 1 0 0 1 1 0 1 4 POSKESDES POSKESTREN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PRATAMA 5 7 1 5 5 5 6 8 0 0 2 POSYANDU MADYA 6 9 13 10 28 11 12 6 23 13 60 PURNAMA 7 0 14 3 9 8 2 3 0 13 2 MANDIRI 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS OBAT DESA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS UKK 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH UKBM 11 19 36 22 47 27 26 20 25 31 79 JUMLAH 45 9 0 39 185 54 0 0 0 332 Bajawa.LAPORAN UKBM KABUPATEN PROPINSI TAHUN : NGADA : NTT : 2009 JUMLAH NO. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. HILDEGARDIS F. SKM PEMBINA NIP.

..1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1...

.. ..1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1.

1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini JUMLAH KAB/KOTA NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KETERJANGKIT (3) (4) % (5) TERJANGKIT (6) % (7) KASUS (8) MATI (9) JUMLAH KECAMATAN JUMLAH AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) - Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : . FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1...1.1 ..FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.

1 .1.KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Bencana bulan ini No Jenis Bencana Tgl Kejadian Lokasi Kejadian Kabupaten Jumlah Kecamatan (4) (5) Terkena Bencana (6) Jumlah Penduduk Mengungsi Dirawat (7) (8) Meninggal (9) (1) (2) (3) - Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN --- FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.

KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 Bencana bulan ini NO JENIS BENCANA TGL KEJADIAN (3) LOKASI KEJADIAN KABUPATEN JUMLAH KECAMATAN (4) (5) TERKENA BENCANA (6) JUMLAH PENDUDUK MENGUNGSI DIRAWAT (7) (8) MENINGGAL (9) (1) (2) 1 Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Bajawa. SKM PEMBINA TK. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.1 .2. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. BHOKO. I NIP 195709141984032008 PENYAKIT.

. Adanya balita g izi buruk. 2.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No (1) Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 5 384 5 1 - 0 - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.1 .Penyuluhan PHBS. Tinggi dan meningkatnya kasus penyakit DBD dan malaria disebabkan kurangnya kebersihan lingkungan. Tingginya penderita TB Paru 3.Perawatan balita gizi buruk 1 orang. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. Tindakan : .Pengobatan penderita malaria dan TB Paru .2.Pemantauan gizi balita dan pencegahan meningkatnya kasus. . kesehatan lingkungan dan penyuluhan gizi PENYAKIT.

1 .Penyuluhan.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jenis Penyakit / Masalah Gizi No (1) (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 25 1. disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat. Tingginya penyakit malaria dan meningkatnya kasus demam berdarah. penyakit penyerta Tindakan : .Fogging di wilayah yang berkasus penyakit DBD .Pengobatan penderita DBD .Pengobatan dan pemeriksaan darah pasien penderita malaria . Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk PENYAKIT. Meningkatnya kasus gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.716 3 5 - 1 - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.Penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan .2. juga oleh migrasi penduduk dari daerah lain 2.

Penyuluhan dan pengobatan penderita TB.Penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi . Meningkatnya balita gizi buruk menjadi 6 kasus oleh karena kurangnya asupan makanan Tindakan : .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jenis Penyakit / Masalah Gizi No (1) (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 26 845 7 6 - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk .Foging sarang nyamuk .1 . . Adanya kasus TB bar sebanyak 7 orang. 4. Masih Tingginya kasus malaria oleh karena darah endemik 2.Pengobatan penderita malaria dan DBD . Meningkatnya penderita DBD oleh karena terjadi penularan melalui vektor 3.Penyuluhan gizi masyarakat oleh petugas PENYAKIT.2.

*) 2 0 - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kasus malaria oleh karena daerah endemik 3. Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC. balita.Pengambilan darah untuk pemeriksaan parasit malaria . Tingginya kasus DBD oleh karena terjadinya penularan melalui vektor dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat.Peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi.Pengobatan penderita DBD dan Malaria . 2.Penyuluhan kesehatan lingkungan dan Gerakan 3 M Plus bagi masyarakat potensi kasus DBD . Adanya kasus AFP Tindakan : . PENYAKIT.2.1 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No (1) Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) Jumlah Kasus Baru (3) Jumlah Kematian (4) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR 17 681 .

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR Jumlah Kasus Baru (3) 8 590 . Masih adanya kasus DBD sebanyak 8 kasus disebabkan penularan oleh vektor dan mobilisasi penduduk.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. pola asuh anak dan makanan gizi seimbang Perawatan balita gizi buruk oleh petugas Ket. Masih adanya Balita Gizi buruk disebabkan asupan makanan kurang. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. masyarakat tidak memanfaatkan kelambu serta kondisi lingkungan yang buruk 3. SKM PEMBINA TK.*) 1 - Jumlah Kematian (4) - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.2.2 . pola asuh dan pola makan anak yang salah Tindakan : Pengobatan penderita Penyuluhan pemanfaatan kelambu dan kesehatan lingkungan Penyuluhan gizi masyarakat. Tingginya penderita malaria oleh karena daerah endemik. Bajawa. BHOKO. 2. I NIP 195709141984032008 KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.

Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tindakan : .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. 2. .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Tingginya kematian bayi 3 orang.2 .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.2.

3. pneumonia dan aspirasi.Penanganan kematian ibu dan bayi .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Tindakan : .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . 2.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 3 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian ibu sebanyak 3 orang disebabkan oleh perdarahan. KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.2 . penyakit kronis dan suspek emboli air ketuban.2. . Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus D-III Kebidanan.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . Tingginya kematian bayi disebabkan oleh asfiksia.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

Tingginya kematian bayi 4 disebabkan oleh asfiksia. 3. .2 .Penanganan kematian ibu dan bayi . Kematian ibu 1 orang.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Infeksi. pneumonia. Tindakan : . KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. 2.2.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 4 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.

2. . Tindakan : .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. Tingginya kematian bayi 3 orang. 2.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 0 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.2 . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Penanganan kematian bayi .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .

3 .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. pneumonia. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. Bajawa. 3.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Masih adanya kematian ibu 1 kasus 2. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. I NIP 195709141984032008 UPAYA KESEHATAN Formulir RC.Penanganan kematian ibu dan bayi . Tindakan : . Infeksi.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . BHOKO.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. SKM PEMBINA TK. Tingginya kematian bayi 3 disebabkan oleh asfiksia. .Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .

89% 69.58% 86.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .42% 81. Imunisasi DPT 3 masih rendah Tindakan : . UPAYA KESEHATAN Formulir RC. B 1. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.23% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. 3. 2. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 121 241 193 217 169 3 41. 2.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya.89% 61.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.3 . C 1.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .

C 1.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 8 150 167 134 145 186 8 51.07% 48. B 1. 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3. 2. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.39% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.3 . 3.72% 67.Pendataan sasaran yang belum optimal.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . Kunjungan Neonatus 1 masih rendah Tindakan : .20% 54.55% 60. Kunjungan K4 masih rendah 2.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.

16% 72. UPAYA KESEHATAN Formulir RC. B 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 5 127 259 201 227 258 5 43.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .48% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. 2.Pendataan sasaran.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .64% 93. 2.30% 85.66% 93. C 1. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : . 3.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun (3) Jumlah Sasaran / Bulan (4) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (5) (6) (1) (2) A 1.3 . Kunjungan K4 masih rendah 2.

Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . 2.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak .45% 64.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten .3 . 3.70% 75. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 *) PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 133 232 179 190 209 2 45.39% 71. C 1.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. 2.Pendataan sasaran. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel UPAYA KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.67% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.70% 83. B 1. Kunjungan K4 masih rendah 2.72% 66. Ket. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .

BHOKO.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . Kunjungan K4 masih rendah 2. SKM PEMBINA TK.35% 100% Bajawa.57% 65. K4 3491 291 2.1 .4. Imunisasi DPT3*) 3313 276 C PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1. Ket. Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 3175 265 2.49% 79. Penderita TB selesai pengobatan 2 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No (1) Jenis Pelayanan (2) Jumlah Sasaran /Tahun Jumlah Sasaran /Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) A KESEHATAN IBU 1.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . Persalinan di fasilitas kesehatan 3334 278 B KESEHATAN ANAK 1. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.39% 89.Pendataan sasaran. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel 135 249 181 208 219 2 43. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : .Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . Persalinan oleh nakes (Pn) 3334 278 3. I NIP 195709141984032008 PENGELOLAAN DANA Formulir RC.12% 78.

puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .Khusus untuk pengadaan sarana kesehatan sedang dalam penyiapan dokumen admnistrasi. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. PENGELOLAAN DANA Formulir RC. pembangunan .000.1 .- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.4.867. peningkatan. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .200.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.

perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.867. pembangunan .Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .200.4.000.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. peningkatan. PENGELOLAAN DANA Formulir RC. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.1 .

Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan . puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi. PENGELOLAAN DANA Formulir RC.4.867.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.200.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. pembangunan .1 .000. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas. peningkatan.

4.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. pembangunan .200.000. puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : .1 .Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .867.Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi PENGELOLAAN DANA Formulir RC. peningkatan. perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.

perbaikan sarana dan prasarana puskesmas.867.- - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. BHOKO. pembangunan . puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : . SKM PEMBINA TK.000. I NIP 195709141984032008 JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Unit Pengelola alokasi (juta Rp) Dana Dekonsentrasi Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (4) Dana TP Alokasi % (juta Rp) (5) (6) Dana DAK Alokasi % (Rp) (8) (9) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (7) Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp) (10) % (1) (2) (3) (11) 1 2 Dinkes Kabupaten RS Kabupaten - - - - - - 4.2 .Sedang dalam Pelaksanaan Kontrak untuk pengadaan mobil Pusling dan kendaraan roda-2 Bajawa.4. peningkatan. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan .200.

- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tindakan : .000 No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 2.913 74 88 - 243 11 31 - 2.686 : 8.2 .4. 2. JAMINAN KESEHATAN Formulir RC.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.000.960. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.

2.4. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.686 jiwa : 8.000.091.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten. JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 42.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten. Tindakan : .2 .- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.

4.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.250.2 . Tindakan yang diambil : .000. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.000. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.686 jiwa : 8.985.303 380 - 485 51 - 6.

4. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.686 jiwa : 8.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4390 235 - 339 108 - 9.000.525. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit. Tindakan yang diambil : .1.120.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.2 .Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten Propinsi : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR Formulir RC.000.

Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah. Tindakan yang diambil : .Bulan Tahun : MEI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.- - Analisi Masalah : 1.680.275. Bajawa.1.Memberikan penjelasan dan motivasi kepada rumah sakit agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.000. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.000. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 3. SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008 .686 jiwa : 8. BHOKO.

LAPORAN KOMUNIKASI DATA RUTIN DAN CEPAT (KOMDAT) JANUARI S/D MEI TH. 2009 CAKUPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TH. 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN JUNI 2010 . 2010 DATA DASAR PUSKESMAS TH.

.

.

PROFIL KESEHATAN TAHUN 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN .

SKM . SKM} Pengarah : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Martinus Beno Doven. SKM o Benediktus Joni.Sos} Tim Pengumpul Data : o Drg. Agung K. A.KL o Emerentiana Y. SKM o Sitti Maryanti.O Mbere.KL.G. SKM o Finsensius Susanto.Md. A. SKM o Maria Yulita Bupu Tay.A. SKM Tim Penyunting : o Hildegardis F. S.SKM o Veronika Suka. SKM o Mursina Wahyuningsih Daeng.G. Bhoko.A.TIM PENYUSUN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 Pelindung/Penasehat : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada {Hildegardis F. S.Md Tim Penyusun : o I. Bhoko. Mhith&IntDev o Mursina Wahyuningsih Daeng. Agung K. SKM o Yulius Widiyantoro.Md. SKM o Martinus Beno Doven.Sos o I. Emerentiana Reny W. Artanaya.Md.KL. Artanaya.

Sebagaimana diketahui bahwa Profil Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil-hasil pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan. berisi data dan informasi yang menggrafikkan derajat kesehatan. Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dalam penyusunan dokumen Profil Kesehatan ini. Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. SKM PEMBINA TK I NIP : 19570914198403200 i . semoga Dokumen Profil Kesehatan ini dapat memberikan informasi guna menentukan kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada di masa yang akan datang. Puskesmas dan Rumah Sakit yang senantiasa saling memberikan informasi-informasi penting khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan juga berkat dukungan lintas sektor dalam penyediaan data dan informasi di Kabupaten Ngada. Kami menyadari sepenuhnya bahwa. rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan dokumen Profil Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009 ini. upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan sehingga Profil Kesehatan ini dapat dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun. Bajawa. termasuk kinerja yang telah diperoleh dalam penyelenggaraan pelayanan minimal bidang kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada juga merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten. oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Selain itu. Dokumen Profil Kesehatan ini tersusun berkat dukungan dan kerja sama dari para pengelola program baik di Dinas Kesehatan. Sekian dan Terima kasih.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat. sumber daya kesehatan. BHOKO. kami sampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terimakasih. dokumen Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang telah disusun ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan.

.2....... 3...3.... Tingkat Pendidikan...... Sistematika Penyajian ……………………………………………………………… BAB II GRAFIKAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.... Maksud dan Tujuan ………………………………………………………………….3. Sarana Kesehatan …………………………………………………………………… 5..... Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar ……………………...... 6.......... 1... Perilaku Hidup Masyarakat …………………………………………………………............. 3.... 2.3...... BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 3.....2....2........... Kesimpulan……………………………………………………………………………... Morbiditas ……………………………………………………………………………....1..4.........1...... Kondisi Geografis …………………………………………………………………… 2....................... Latar Belakang ………………………………………………………………………............1...........4...... BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 5.................2. Keadaan Penduduk ………. 3. 2... Pembiayaan Kesehatan……………………………………………………………… BAB VI PENUTUP 6... 1. Status Gizi ……………………………………………………………………………..2........... Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan ………………………..... 4. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR PETA DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1.....................DAFTAR ISI Hal..... 4........4.. Umur Harapan Hidup ………………………………………………………………… BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 4..... Mortalitas ……………………………………………………………………………...3...............2.. Keadaan Sosial Ekonomi....................1.....1..1.... Saran…………………………………………………………………………………… LAMPIRAN 61 62 49 54 59 29 42 44 46 11 15 24 27 4 6 8 10 1 2 2 i ii iii iv vi ii . Tenaga Kesehatan …………………………………………………………………… 5.................. 4......... Pelayanan Kesehatan Dasar ………………………………………………………..3....

2 Realisasi Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 23 55 15 6 iii .DAFTAR TABEL Hal Tabel 2.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100. Jumlah Penduduk.000 Penduduk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 5. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Tabel 3.1 Luas Wilayah.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007-2009 Tabel 5.

4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 (per 100.000 Kelahiran Hidup) Grafik 3.3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.9 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.1 Grafik 2.8 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.6 Perbandingan TB Paru Klinis.1 Trend Angka Kematian Bayi Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 20052009 Grafik 3. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik 3. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 3.2 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Grafik 2.DAFTAR GRAFIK Hal Grafik 2.12 Proporsi Status Gizi Baik.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 2. TB Paru BTA Positif.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.11 Perkembangan Presentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada tahun 2004-2009 Grafik 3.10 Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.1 Presentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 30 26 25 23 23 23 22 21 19 18 16 14 12 10 9 8 5 7 iv .5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Grafik 3.

18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.14 Grafik 4.19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 48 46 45 43 40 42 40 39 39 38 37 35 36 35 v . Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil 34 Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.Grafik 4.17 Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.12 Cakupan Imunisasi BCG.8 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada tahun 2009 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah.2 Presentase Cakupan pemberian Tablet Besi (Fe3) Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 31 Grafik 4. DPT.4 Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 33 Grafik 4.3 Trend Presentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 32 Grafik 4.15 Cakupan Imunisasi TT pada Ibu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.6 Presentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Grafik 4.7 Grafik 4.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.5 Cakupan Ibu Hamil. Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4. Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Keseatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Grafik 4.16 Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngad Tahun 2009 Grafik 4.

1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 3. Pustu dan Polindes Peta 5.DAFTAR PETA / VISUALISASI Hal Peta 2.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5. dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 59 58 58 50 50 27 49 4 17 vi . Sanitarian.6 Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi.3 Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas.2 Peta 5.2 Peta 5.1 Peta 3. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada tahun 2009 Peta 5.4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.1 Peta Kecamatan Rawan Gizi Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta Penyebaran Puskesmas.

DATA DASAR PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA                   Dinas Kesehatan  TAHUN 2009 .

Kabupaten Ngada 2010 .

Jumlah Desa/Kelurahan. Infeksi Menular Seksual. Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Wanita USia Subur Dengan Status Imunisasi TT Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Akses Ketersediaan Darah unutk Bumil dan Neonatus tang Dirujuk Jumlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi DItangani Menurut Kecamatan dan Puskesmas Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayahnan Gawat Darurat (Gadar) Jumlah dan Persentase Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani <24 Jam Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Penderita dan Kematian Serta Jumlah Kecamatan dan Desa yang Terserang KLB Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Persentase Desa/Keluarahan Dengan Garam Beryodium yang Baik Menurut Kecamatan . dan Pneumonia Balita Ditangani HIV/AIDS. Rasio Jenis Kelamin dan Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Persentase Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Berusia 10 Tahun Keatas Dirinci Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang ditamatkan dan menurut Kecamatan Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun Ke Atas yang Melek Huruf Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Kecamatan Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Kecamatan Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Kecamatan AFP Rate. Bayi dan Bayi BBLR yang Ditangani Status Gizi Balita dan Jumlah Kecamatan Rawan Gizi Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1. dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Pelayanan KB Baru Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Kecamatan Cakupan Bayi. Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1.DAFTAR TABEL LAMPIRAN PROFIL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Tabel 30 Tabel 31 Tabel 32 Tabel 33 Luas Wilayah. Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/SMP/SMU Jumlah PUS. Jumlah Penduduk. % TB Paru Sembuh. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan dan Ibu Nifas Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita. Rasio Beban Tanggungan. DBD dan Diare pada Balita Ditangani Persentase Penderita Malaria Diobati Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kasus Penyakit Filariasis Ditangani Jumlah Kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Cakupan Kunjungan Neonatus. Kelompok Umur.K4). Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin. Peserta KB Baru. Peserta KB.

Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Tabel 37 Tabel 38 Tabel 39 Tabel 40 Tabel 41 Tabel 42` Tabel 43 Tabel 44 Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Tabel 48 Tabel 49 Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Tabel 53 Tabel 54 Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Tabel 59 Tabel 60 Tabel 61 Tabel 62 Tabel 63 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Formal Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Cakupan Wanita USia Subur Mendapat Kapsul Yodium Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Jumlah Kunjungan Rawat Jalan. Rawat Inap. Pelayanan Gangguan Jiwa Di Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kemampuan Labkes dan Memilki 4 Spesialis Dasar Ketersediaan Obat Sesuai dengan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Dasar Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata dan Kecamatan Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kecamatan Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kecamatan Persentase Institusi DIbina Kesehatan Lingkungannya Persentase Rumah/Bangun yang Diperiksa dan Bebas Jentik Nyamuk Menurut Kecamatan dan Puskesmas PersebaranTenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Jumlah Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan JUmlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Kefarmasiahn dan Gizi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Sarana Kesehatan Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Indikator Pelayanan Rumah Sakit .

penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) yang dilaksanakan secara menyeluruh. Dan pencapaiannya didukung oleh 3 misi yaitu : Meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. mau dan mampu untuk mengenali. Kualitas Sistem Informasi Kesehatan Nasional sangat ditentukan oleh kualitas dari Sistem-sistem Informasi Kesehatan (SIK) Propinsi dan untuk memperoleh Sistem Kesehatan propinsi yang akurat maka diperlukan pemantapan Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota hal ini disebabkan karena penataan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan sesuatu yang sangat penting. terpadu dan berkesinambungan. keluarga dan masyarakat. Untuk mewujudkan visi dan misi . Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya kesehatan. diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif). pengarus-utamaan gender. Meningkatkan kemitraan. SIK Kabupaten/Kota diharapkan antara lain dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana Pembangunan Daerah tersebut serta sebagai landasan pengembangan sumber daya kesehatan. Salah satu produk dari SIK Kabupaten/Kota adalah ”Profil Kesehatan Kabupaten Ngada”. Memasuki millennium ketiga. termasuk dukungan dalam menyusun Sistem Informasinya. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah mengandung konsekuensi bahwa masing-masing daerah harus memiliki Sistem Kesehatan tersendiri.BAB I PENDAHULUAN 1. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 1 . dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menetapkan visi :” Masyarakat Ngada yang Mandiri untuk Hidup Sehat” yaitu suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Ngada menyadari. mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat meminimalkan gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat. memberdayakan masyarakat dan atau kelompok masyarakat sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan kesehatan.1 Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran. pencegahan penyakit (preventif). Setiap individu berkewajiban ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan.

Untuk menyediakan data-data kesehatan yang berguna dalam pengambilan keputusan di tingkat yang lebih tinggi. Bab-2 : Gambaran Umum Bab ini menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Ngada. perbaikan gizi masyarakat. pemberantasan penyakit menular. pemantauan dan mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 dan tahun 2010 yang mengacu kepada Visi Kabupaten Ngada serta pembinaan dan pengawasan terhadap Puskesmas – Puskesmas binaan dalam pencapaian Visi Kabupaten Ngada Sehat.Profil Kesehatan Kabupaten Ngada adalah gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Ngada yang diterbitkan setahun sekali. sosial budaya dan lingkungan. Dalam setiap terbitannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan seperti data kependudukan. pencapaian programprogram kesehatan dan keluarga berencana. pendidikan.3 Sistimatika Penyajian Bab-1 : Pendahuluan Bab ini berisikan penjelasan tentang maksud dan tujuan Profil Kesehatan dan sistematika dari penyajiannya. Selain uraian tentang letak geografis. 3. angka kesakitan. 1. pelayanan kesehatan dasar rujukan dan penunjang. 1. fasilitas kesehatan. pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar. Data dianalisis dengan analisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. administratif dan informasi umum lainnya. ekonomi. 2. dan status gizi masyarakat. Untuk mengetahui gambaran secara umum situasi atau keadaan kesehatan di Kabupaten Ngada. Untuk mengetahui hasil pencapaian program-program kesehatan serta permasalahanpermasalahan dalam pelaksanaan program di Kabupaten Ngada pada tahun 2009. bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya seperti kependudukan. Selain hal tersebut diatas tujuan diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 ini adalah dalam rangka menyediakan informasi kesehatan sebagai salah satu sarana untuk perencanaan.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 yaitu : 1. Bab-3 : Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian. Bab-4 : Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar. pelayanan kefarmasian dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 2 .

bab ini juga mengemukakan hal-hal yang dianggap masih kurang dalam rangka penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Upaya pelayanan kesehatan diuraikan dalam bab ini juga memuat indicator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota.alat kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 3 . pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Bab-5 : Situasi Sumber Daya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan. Bab-6 : Kesimpulan Bab ini diisi dengan sajian tentang hal-hal penting yang perlu disimak dan ditelaah lebih lanjut dari Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. tenaga kesehatan. Selain keberhasilankeberhasilan. pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya.

26 km2 atau 5. Dan yang luasnya paling kecil adalah Kecamatan Jerebuu yaitu 82.92 km2. bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai Timur. Kondisi Geografis Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores bagian barat. bagian selatan berbatasan dengan Laut Sawu.5 o BT. Peta 2.45o BT – 121. Bagian utara berbatasan dengan Laut Flores. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 4 .1.94 km2 atau 20. dengan luas wilayah 1. 78 Desa dan 16 kelurahan. propinsi Nusa Tenggara Timur tepatnya pada koordinat 8o LS – 9o LS dan 120.07% dari keseluruhan luas wilayah. Jarak antara Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yang terletak di Bajawa yang terjauh adalah Maronggela (Kecamatan Riung Barat) 74 km kemudian Riung (Kecamatan Riung) 71 km dan yang terdekat adalah Surisina Kecamatan Bajawa yaitu 2 km. Dimana kecamatan terluas adalah Riung 327.BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN NGADA 2.620.1 Peta Wilayah Kabupaten Ngada Wilayah administratif Kabupaten Ngada telah berkembang dari tahun ke tahun sesuai dengan perkembangan kependudukan.23% dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Ngada.

Gunung Inelika dengan ketinggian 1600 m. maka Kabupaten Ngada banyak memiliki daerah yang cukup curam serta daerah yang dapat dikategorikan sangat terpencil. yang ditandai dengan adanya gununggunung seperti. Oleh karena wilayah terdiri dari dataran tinggi atau perbukitan menyebabkan akses terhadap fasilitas kesehatan cukup sulit. begitupun Puskesmas yang terletak di kecamatan tersebut dikategorikan sebagai Puskesmas sangat terpencil. Bajawa merupakan ibukota Kabupaten Ngada terletak di daerah dataran tinggi sehingga akses transportasi dari dan ke ibukota propinsi cukup jauh dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. daerah perbukitan dan pegunungan dan memiliki ketinggian dari 0 meter sampai dengan lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut. Kecamatan Bajawa Utara dan bagian utara yang terbentang dari Kecamatan Riung Barat sampai dengan Kecamatan Riung.Secara topografis Kabupaten Ngada terdiri dari daerah pantai. Kecamatan Wolomeze. yang ditandai oleh sebagian besar terdapat di wilayah pantai selatan seperti di Kecamatan Aimere dan sekitarnya. Medan dan jalan menuju beberapa desa masih sangat sulit dijangkau. (Ngada dalam Angka. Dataran rendah. lembah. Dari data yang ada menunjukkan wilayah Kabupaten Ngada merupakan daerah perbukitan dengan rata-rata tingkat kemiringan tanah terbesar 15-25%. bagian tengah dengan dataran Kecamatan So’a. Gunung Inerie dengan ketinggian 2. 2009).245 m. Profil Kesehatan Puskesmas.2009.2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 5 . Sehingga Kecamatan Bajawa letak Ibukota Kabupaten Ngada serta kecamatan lainnya termasuk daerah sangat terpencil. Berdasarkan ketinggian terhadap permukaan laut wilayah Kabupaten Ngada dapat diklasifikasikan menjadi : Dataran Tinggi. serta adanya pegunungan lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngada. Grafik 2. Gunung Lobo Butu dengan ketinggian 1800 m. Dengan adanya sejumlah gunung tersebut.1 Proporsi Luas Kecamatan di Kabupaten Ngada Sumber : Ngada Dalam Angka. Hal ini dapat dilihat dari frekuaensi penerbangan transportasi udara maupun laut tidak terlaksana secara rutin harian.

Kecamatan Bajawa 5.352 Ratarata Jiwa/ RT 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 Kepadatan Penduduk/ km2 97 139 97 247 50 131 44 25 48 85 : Puskesmas Aimere : Puskesmas Koeloda : Puskesmas Watumanu : Puskesmas Kota dan Puskesmas Surisina : Puskesmas Waepana : Puskesmas Watukapu : Puskesmas Riung : Puskesmas Maronggela : Puskesmas Natarandang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Aimere Golewa Jerebuu Bajawa Bajawa Utara Soa Riung Riung Barat Wolomeze KABUPATEN Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 6 .49 103.012 jiwa. Kecamatan Golewa 3.050 jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ngada. Kecamatan Aimere 2. Jumlah Rumah Tangga 29.26 133.30 167. Kecamatan Riung 8.394 1.14 327.992 32.035 jiwa dengan tingkat kepadatan 85 jiwa per km2.998 138. Jika dibandingkan laju pertumbuhan penduduk selama 3 tahun terakhir menurut data BPS Kabupaten Ngada yaitu jumlah penduduk tahun 2007 sebanyak 134.795 4.397 3.026 29.894 1. sedangkan laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 ke tahun 2009 sebesar 1%.94 312.1 Luas Wilayah.127 jiwa (sudah dipisahkan dengan penduduk wilayah Nagekeo).050 Jumlah Rumah Tangga 3.92 Jml Desa/kel 12 21 8 17 7 7 12 6 4 94 Jml Penduduk 14. dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 67.620.2 Keadaan Penduduk Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Ngada jumlah penduduk Tahun 2009 sebanyak 138.656 2.947 14.864 34. jumlah penduduk 2008 sebanyak 138. Kecamatan Bajawa Utara 7. Kecamatan Riung Barat 9.645 1.318 1.72 82. Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Luas Wilayah (km2) 152.352 KK dan rata-rata jiwa per rumah tangga 5 jiwa per rumah tangga.388 7.309 11.015 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 71. Kecamatan Soa 6.50 250.757 6. Jumlah Penduduk.19 1. Tabel 2.930 8.827 7.Dari 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ngada masing-masing Kecamatan telah mempunyai Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat Kecamatan dengan nama-nama Puskesmas sebagai berikut : 1.265 7.38 91. Kecamatan Wolomeze 2. Kecamatan Jerebuu 4. maka terjadi penambahan penduduk pada tahun 2008 sebanyak 3885 jiwa (2.9%).

902 orang atau 77.1.2 Komposisi Penduduk Kabupaten Ngada Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2009 Sumber : Ngada dalam Angka. Dan juga perhatian lebih pada WUS (Wanita Usia Subur) dan PUS (Pasangan USia Subur).3 berikut ini. Lebih banyaknya komposisi penduduk perempuan dibandingkan laki-laki memberikan ruang bagi sektor kesehatan untuk lebih memperhatikan kesehatan perempuan terutama ibu. meningkat dibandingkan rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Ngada tahun 2008 yaitu 90. Ratio penduduk menurut jenis kelamin yang tertinggi di Kecamatan Wolomeze (98.3) dan Kecamatan Bajawa Utara (97.3. 15-19 tahun. 20-24 tahun dan 1-4 tahun. Grafik 2. Gambaran komposisi penduduk secara labih rinci dapat dilihat pada gambar 2. Profil Puskesmas 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 7 . Komposisi penduduk Kabupaten Ngada dirinci menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan proporsi terbesar (penduduk laki-laki dan perempuan) berada pada kelompok umur 10-14 tahun. Komposisi penduduk usia kerja yaitu yang beumur 15 – 64 tahun. karena mereka sangat berperan penting dalam keluarga. Dan dikelompokkan menjadi “Angkatan Kerja” dan “Bukan Angkatan Kerja”.2009. mengingat komposisi penduduk Ngada paling banyak pada usia produktif.Jumlah penduduk laki-laki relatif seimbang dibandingkan dengan penduduk perempuan.1) sedangkan ratio jenis kelamin kecamatan lainnya rata-rata sama yaitu diatas 90%. dengan ratio penduduk menurut jenis kelamin sebesar 94. Menurut hasil Susenas 2007 secara keseluruhan penduduk Kabupaten Ngada berumur 15 tahun ke atas yang termasuk angkatan kerja berjumlah 124.0% dari seluruh penduduk berumur 15 tahun ke atas.

000 – 149.98% dari seluruh pengeluaran (Ngada Dalam Angka.11% (Susenas 2007). Dari 65. semua sudah memilki kartu jamkesmas baik Jamkesmas Pusat maupun Jamkesmas daerah.259 rupiah (66. Dapat dikatakan sebagian besar penduduk Kabupaten Ngada masih berada pada tingkat ekonomi rendah. Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk makanan sebesar 138.826 jiwa penduduk miskin yang terdata. sedangkan penduduk dengan pengeluaran Rp.000. Sedangkan rata-rata pengeluaran perkapita sebulan untuk non makanan sebesar 69. Penduduk miskin merupakan tanggungan Negara (Pasal 34 UUD 1945) sehingga pemerintah menyediakan Jaminan kesehatan bagi penduduk miskin yang terdata dengan memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang memiliki kartu amkesmas atau menjadi peserta Jamkesmas.000 rupiah dimana presentasi penduduk terbesar pada pengeluaran 100.2.007 rupiah perkapita (2.000.33%). • Penduduk Miskin Jumlah penduduk miskin yang terdata di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 65.000 rupiah perkapita perbulan yaitu sebesar 28. Rata-rata pengeluaran untuk sektor pendidikan sebesar 5.000 – diatas 1. Laporan Subdin Yankes. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian penduduk Kabupaten Ngada pada kesehatan masih rendah. Grafik 2.000 rupiah perkapita sampai 1.3 Persentase Penduduk Miskin Terdata dan Persentase Penduduk Miskin Dicakup dalam Jamkesmas Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. sehingga penyediaan dana oleh pemerintah terhadap sector kesehatan perlu ditingkatkan.41%) sedangkan untuk sector kesehatan sebesar 4.68% dari total penduduk.1.826 jiwa atau sebesar 47.03%. 2009). 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 8 .131 rupiah (33.000 atau lebih hanya berkisar 0.3 Keadaan Sosial Ekonomi Tingkat ekonomi penduduk Kabupaten Ngada bisa dilihat dari pengeluaran penduduk menurut golongan pengeluaran <100.113 rupiah perkapita atau hanya sekitar 1.67%).000.

446 orang (48. Sedangkan kecamatan Golewa. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin tahun 2008 sebanyak 67.795 penduduk). Laporan Jamkesmas 2009 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa presentase pelayanan penduduk miskin tertinggi terdapat di Puskesmas Watumanu (116%) dan Puskesmas Riung (116%). pada tahun 2008-2009 Program Askeskin digantikan oleh Jamkesmas dengan tujuan yang sama yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin yang terdata. yaitu 62% penduduk terdata sebagai penduduk miskin (4. Rincian lebih lengkap mengenai data penduduk miskin dapat dilihat pada lampiran tabel 36 dan 37. kemudian kecamatan Wolomeze dengan persentase penduduk miskin 58% (2.998 penduduk terdata).Dari gambar tersebut. disusul oleh Kecamatan Bajawa Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 61% (5.818 penduduk miskin dari 7. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 9 .4 Presentase Penduduk Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Pelayanan Jamkesmas tahun 2009 pada masyarakat miskin dapat dilihat pada gambar berikut.309 penduduk terdata).9 dari keseluruhan penduduk) (Profil Kesehatan 2008) maka jumlah penduduk miskin Kabupaten Ngada mengalami penurunan sebanyak 1620 orang atau penduduk miskin berkurang sebesar 1.22%. Dengan semakin meningkatnya persentase cakupan jaminan kesehatan penduduk miskin diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan penduduk miskin. diketahui bahwa persentase masyarakat miskin terbanyak berada di wilayah Kecamatan Maronggela .914 penduduk miskin dari 4. Grafik 2. Jerebuu dan Bajawa Utara persentase penduduk miskin dibawah 50%. Kedua Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan akses sarana transportasi seperti kondisi jalanan dan kendaraan yang cukup sulit untuk mencapai Ibukota kabupaten dalam hal ini RSUD Bajawa sebagai pelayanan rujukan strata 1. Dan jumlah masyarakat miskin yang tercakup Askeskin pada tahun 2007 sebanyak 42%.079 penduduk miskin dari 8.

0%).2. dengan persentase penduduk laki-laki 10 tahun keatas yang melek huruf sebesar 48.04%. Penduduk 10 tahun keatas yang melek huruf di Kabupaten Ngada sebanyak 50. Data lebih terperinci mengenai tingkat pendidikan dan angka melek huruf Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada Lampiran Tabel 4 dan 5. Dari gambar menunjukkan bahwa persentase tertinggi penduduk usia 10 tahun keatas berdasarkan tingkat pendidikan paling tinggi pada tingkat pendidikan SD/MI (40%) sedangkan yang tidak tamat SD/tidak mempunyai ijazah sebanyak 35% kemudian disusul dengan tingkat pendidikan SLTP (9.8% sedangkan perempuan lebih tinggi yaitu sebesar 51. 2009.4 Tingkat Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk dicerminkan dengan angka melek huruf. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 10 . Ngada Dalam Angka. Persentase penduduk melek huruf tertinggi di Kecamatan Aimere (89.9% .5 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber . Profil Kesehatan 2009.0%).6%) dan terendah di Kecamatan Jerebuu (11. Sedangkan pesentase penduduk menurut tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 2. yaitu persentase penduduk umur 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin.

Derajat kesehatan yang optimal dapat dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya yaitu morbiditas dan status gizi masyarakat. Umur Harapan Hidup (UHH) dan Status Gizi. perilaku. yang dimaksud dengan keadaan sehat adalah keadaan meliputi kesehatan badan. atau 1. Program pembangunan kesehatan di kabupaten Ngada ini dilaksanakan dikatakan cukup berhasil dibuktikan dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Lingkungan. AKABA dan Peningkatan Status Gizi Masyarakat serta status Angka Kesakitan dan Kondisi Penyakit Menular.BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Pengertian tentang keadaan sehat dan sakit sangat penting mengingat kita harus dapat menentukan ada/tidaknya permasalahan/penyakit diantara masyarakat dan seberapa besarnya masalah tersebut. cacat. 23 tahun 1992. Angka Kematian Bayi (AKB). Secara sederhana keadaan sakit itu dinyatakan sebagai : Penyimpangan dari keadaan normal. karena sebagian besar kematian terjadi di rumah. Indikator-indikator tersebut ditentukan oleh 4 faktor utama yaitu Perilaku Masyarakat. Pelayanan Kesehatan dan Faktor Genetika. balita dan ibu maternal yang dilaporkan oleh petugas kesehatan. baik struktur maupun fungsinya atau Keadaan dimana tubuh atau organisme atau bagian dari organisme/populasi yang diteliti tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dilihat dari keadaan patologisnya. sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Beberapa indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI). rohani ( mental ) dan social dan bukan hanya keadaan yang bebas penyakit. walaupun masih dijumpai beberapa masalah dan hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Faktor-faktor yang dapat menentukan derajat kesehatan adalah : lingkungan. Jumlah bayi lahir mati di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 55 kasus kematian. Sehingga jumlah kematian bayi. Keempat faktor utama ini diintervensi melalui beberapa kegiatan pokok yang mempunyai dampak ungkit besar terhadap upayaupaya percepatan penurunan AKI. Menurut UU Kesehatan RI No. 3. Salah satu penyebab masih tingginya kasus lahir mati karena Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 11 . belum menggambarkan Angka Kematian sebenarnya di masyarakat. Jumlah bayi lahir mati yaitu kematian bayi sejak lahir sampai dengan 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.74% dari 3170 kelahiran.1 Mortalitas Data kematian yang terdapat pada masyarakat dapat diperoleh melalui survey. dan kelemahan sehingga dapat hidup produktif secara sosial ekonomi. Kelahiran hidup sebanyak 3115 kelahiran. pelayanan kesehatan dan keturunan/genetik. AKB.

Penyebab kematian bayi terbanyak adalah Asfiksia. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus lahir mati tahun 2008 sebanyak 59 kasus maka pada tahun 2009 mengalami penurunan. dan Kecelakaan. Namun jika dibandingkan dengan jumlah kelahiran maka persentase lahir mati mengalami peningkatan. dimana 7. penyebab kedua adalah Pneumonia.7 atau 18 per 1000 Kelahiran Hidup. a. dengan absolut kematian sebanyak 55 kasus.5/1000 Kelahiran hidup dengan absolut kematian sebanyak 57 kematian. Diare. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 12 . Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 17. Cacat Bawaan. Malaria.94% persalinan ditolong oleh Dukun atau sebanyak 250 persalinan. namun jumlah absolut kasus menurun. penyebab lainnya adalah Aspirasi. Infeksi. Trend AKB di Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir (2005-2009) dapat dilihat pada gambar berikut : Grafik 3. dan persentase persalinan ditolong oleh dukun mengalami peningkatan. Trend Angka Kematian Bayi dper 1000 Kelahiran Hidup Di kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Jika dibandingkan dengan Angka kematian bayi (AKB) Kabupaten Ngada tahun 2008 sebesar 16.masih banyak persalinan yang dilakukan tidak di sarana kesehatan dan tidak ditolong oleh tenaga kesehatan berkompetensi bidan. Ikterus. Yang sama artinya setiap 1000 kelahiran hidup terjadi 18 kematian bayi. Kejang. AKB Propinsi NTT yang dilaporkan tahun 2007 sebesar 11/1000 KLH (1159 kematian). maka AKB Kabupaten Ngada mengalami peningkatan.000 KLH. Hal ini merupakan masalah serius yang harus segera diatasi sejalan dengan kebijakan Revolusi KIA Provinsi NTT yang menyatakan bahwa semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. hal ini menunjukkan bahwa AKB Kabupaten Ngada lebih tinggi dari AKB Propinsi NTT.1. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2002/2003 AKB Indonesia sebesar 35 per 1.

Namun secara absolut atau dilihat dari jumlah kasus kematian balita terjadi penurunan dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 9 kasus pada tahun 2009. keadaan kesehatan kurang baik menjelang kehamilan. Febris dan Gizi Buruk.000 KLH pada tahun 2015 (MDG’s).000 KLH atau 5 kematian dari 3464 KLH. maka terjadi peningkatan AKI.1 per 1000 Kelahiran Hidup. maka tidak terjadi peningkatan atau penurunan. Jumlah kelahiran dan kematian bayi dan balita secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran Tabel 6. Dari 7 kasus Kematian Ibu 3 kasus terjadi di Kecamatan Golewa dengan penyebab Perdarahan karena Kehamilan di Luar Kandungan (KET) dan perdarahan setelah melahirkan (post-Partum).9 atau 3 per 1000 Kelahiran Hidup.000 Kelahiran Hidup dengan absolut 7 kasus kematian ibu dari 3115 KLH. kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran.AKB Kabupaten Ngada selama 5 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Penyebab kematian Balita terbanyak adalah Pneumonia. c. 2 kasus terjadi di Kecamatan Aimere dengan penyebab Hepatitis. Angka tersebut masih dibawah target IS 2010 yaitu sebesar 102/100. atau peningkatan jumlah kematian. dan terjadi peningkatan AKB yang cukup tinggi pada tahun 2008 dan 2009. sedangkan penyebab kematian lainnya adalah Kejang. 1 kasus kematian terjadi di Kecamatan Riung dengan penyebab Perdarahan Post-Partum. 1 kasus terjadi di Kecamatan Riung Barat dengan penyebab Emboli Air Ketuban (Suspect Emboli Air Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 13 . persalinan dan masa nifas. walaupun terjadi penurunan pada tahun 2007. Kematian ibu adalah kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan. Jika dibandingkan dengan AKABA tahun 2008 yaitu 3. Angka Kematian Ibu Angka Kematian Ibu atau AKI mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi. serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.7 atau 225 per 100. Angka Kematian Ibu (AKI) kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 224. Obs. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) Kabupaten Ngada tahun 2009 yang dilaporkan sebesar 2. Jika debandingkan dengan AKI Kabupaten Ngada Tahun 2008 yang dilaporkan sebesar 144/100. b. Mengatasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah menyediakan dana untuk pelacakan kasus kematian bayi antara lain melalui kerjasama dengn AIP-MNH (Australia-Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Healt) dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi kebidanan serta pertemuan-pertemuan lintas sektor dan lintas program dengan petugas kesehatan di Puskesmas. jantung dan Pre-eklamsia berat. Pustu dan Polindes.

Selain tersebut diatas upaya yang dilakukan adalah penggerakan dan pengembangan Desa Siaga dengan membangun 5 jejaring yaitu Notifikasi. kurangnya sarana dan prasarana dalam pelayanan Emergensi Obstetrik dan Neonatal baik itu di Polindes. tabel 7.Ketuban). balita dan kelompok rentan. Pendanaan.000 Kelahiran Hidup) Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa AKI Kabupaten Ngada dari tahun 20052008 cenderung mengalami penurunan. Donor Darah. di Pustu dan Puskesmas. namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan AKI. Jejaring Pandanaan bertugas untuk mengumpulkan iuran atau dana solidaritas warga untuk kesehatan. Upaya untuk menekan angka kematian ibu dilakukan denganmeningkatkan kemitraan bidan dan dukun untuk mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan dengan harapan agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR). Jejaring Donor Darah mendata semua golongan darah dari warga setempat. bayi. kunjungan rumah ( sweeping ) post persalinan oleh petugas belum optimal. masih ada pertolongan persalinan oleh dukun. Jejaring Notifikasi bertugas untuk mendata semua sasaran kesehatan terutama ibu hamil. Adanya kasus kematian ibu maternal di Kabupaten Ngada disebabkan oleh kurangnya kuantitas maupun kualitas tenaga bidan terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil.2 Trend Angka Kematian Ibu Dilaporkan di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 (per 100. jejaring Transportasi untuk memudahkan merujuk warga terutama ibu hamil Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 14 . serta letak geografis yang masih sulit untuk mengakses sarana kesehatan dan belum diterapkannya P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Penanganan Komplikasi) secara optimal. sehingga pada saat ibu hamil atau warga yang membutuhkan darah. Data kasus kematian ibu secara terperinci dapat dilihat pada Lampiran. transportasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi dan KB. kondisi sosial ekonomi masih rendah untuk membiayai. Grafik 3.

Pola 10 Penyakit Terbanyak Dari laporan LB1 (Laporan Bulanan) puskesmas menunjukkan bahwa terdapat beberapa penyakit yang selalu menduduki urutan teratas tiap tahunnya. 3. Jejaring Kespro dan KB bertujuan untuk konseling KB pada PUS dan pendataan akseptor aktif. jaringan pengikat (Pyk tulang blkg.61 2. A. triwulan.53 Penyakit lainnya 26.46 7. 2.71 40.66 Scabies 1. radang sendi 6.ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.35 Tropika) Penyakit pada sistem otot.05 5. Sedangkan Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium mengalami peningkatan yaitu urutan ke-5 tahun 2007.2 Morbiditas Angka kesakitan penduduk diperoleh dari pengumpulan data di masyarakat (community based data) yang diperoleh melalui kunjungan rumah dan laporan bulanan.99 Ginggivitis atau Penyakit Periodental 1. yang dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. Terobosan lain yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB adalah dengan mencanangkan REVOLUSI KIA yaitu Semua Persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai. 2009 Dari data penyakit diatas menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas merupakan penyakit pada urutan pertama selama 3 tahun terakhir ini. semester dan tahunan dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) Puskesmas dan sarana pelayanan swasta.07 Bag Atas Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium (Termasuk Malaria 4.81 7.38 2.41 14.52 4.33 colera atau disentri Penyakit lain pada saluran pernapasan 9. hal ini disebabkan karena telah tersedianya sarana dan prasarana laboratorium di Puskesmas untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 15 .00 22.60 2.64 37.23 Infeksi Penyakit Usus lain di luar diare.68 27.60 bag atas di luar ISPA Diare 2.95 Penyakit Kecacingan 1.02 6.02 1.16 No 1 2 Trend ↑ ↑ 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ↑ ↓ ↑ ↓ ↑ Sumber : Laporan Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Khusus dan Rujukan.14 & rematik) Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan Lab) 17.50 3. ke-3 tahun 2008 dan urutan ke-2 tahun 2009.1 Pola 10 Penyakit Terbanyak dan Trend Penyakit di Kabupaten Ngada Tahun 2007 -2009 Tahun Tahun Tahun Jenis Penyakit 2007 2008 2009 % % % Infeksi Akut pada Saluran Pernapasan 21.

3 Jumlah Kasus Malaria Klinis dan Malaria Positif Per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Kesehatan 2009. terlihat dari jumlah penderita tahun 2009 (yang berobat ke Puskesmas) sebanyak 10. Penderita malaria klinis di Kecamatan Bajawa Utara wilayah kerja Puskesmas Watukapu dan Kecamatan riung Barat wilayah kerja Puskesmas Maronggela serta kecamatan Wolomeze wilayah kerja Puskesmas Natarandang tidak dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium karena di Puskesmas bersangkutan belum tersedia Laboratorium kesehatan. dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian bagi ibu hamil. Malaria Penyakit Malaria merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terutama di Kabupaten Ngada yang merupakan daerah endemik malaria. 2009. Pustu. Dari grafik diatas dapat dilihat jumlah kasus malaria klinis terbanyak terjadi di Kecamatan Bajawa/ke Puskesmas Kota sebanyak 2. Laporan Bidang Kesmas. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 16 . Sedangkan kasus malaria positif pemeriksaan darah di laboratorium sebanyak 7912 kasus atau sebanyak 42. Grafik 3. dengan AMI (Annual Malaria Incidence) 78 per 1000 penduduk.736 kasus.46% dari seluruh kasus penderita malaria klinis. data malaria klinis ini sebagian besar merupakan pasien yang berobat ke Pustu maupun Polindes. dan hal ini menyebabkan Malaria Klinis (tanpa pemeriksaan laboratoris) mundur ke urutan ke-4.721 kasus.balita dan lansia. B. Semua penderita Malaria dengan gejala klinis maupun positif yang berkunjung ke Puskesmas. Penyakit Menular Bersumber Binatang 1.pemeriksaan parasit malaria. Polindes maupun ditemukan pada saat pusling diberikan pengobatan malaria. Jumlah kasus malaria klinis (demam tinggi disertai dengan menggigil) di Kabupaten Ngada masih tinggi. yang tidak tersedia laboratorium dasar. API (Annual Parasite Incidence) Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebesar 57 per 1000 penduduk.

Penyebaran wilayah endemis malaria dapat dilihat pada peta berikut : Peta 3. Daerah Endemis Malaria Ringan atau Rendah adalah Kecamatan Riung dan Wolomeze. Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit malaria dalam bentuk peran serta masyarakat melalui : (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas.776 kasus pada tahun 2008 maka kasus malaria klinis mengalami penurunan. Bajawa Utara dan Riung Barat. pemasangan kasat kasa di rumah. memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampung air.1 : Penyebaran Malaria Klinis per Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Dari peta diatas diketahui bahwa daerah dengan potensi endemis berat atau tinggi adalah Kecamatan Soa. dengan AMI paling tinggi yaitu 172 per 1000 penduduk. Bajawa. Lebih terperinci mengenai Malaria dapat dilihat pada lampiran Profil tabel 11. Aimere. Sedangkan daerah dengan endemis malaria Sedang adalah Kecamatan Golewa.Jika dibandingkan dengan jumlah kasus Malaria Klinis 20. pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent). pemakaian baju tebal dan (3) menghilangkan atau membersihkan sarang nyamuk menghilangkan genangan air. Trend kasus malaria selama 4 tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini: Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 17 . (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu.

belum memasyarakatnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah masalah yang perlu diperhatikan di Kabupaten Ngada. Jika dibandingkan dengan tahun 2008 dengan Angka Kesakitan 30 per 100. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 18 .000 penduduk dengan absolut sebanyak 9 kasus.000 penduduk maka tahun 2009 terjadi penurunan kasus DBD. Demam Berdarah Dengue (DBD) Kondisi yang menyebabkan DBD adalah Tingginya mobilitas penduduk.Grafik 3. Menurunnya kasus malaria menunjukkan derajat kesehatan masyarakat semakin baik yang juga didukung oleh bantuan Global Fun ATM yaitu Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Swiss dalam pemberantasan penyakit Malaria sejak tahun 2006 terutama bantuan kelambu berinsektisida. kurang efektifnya Fogging Fokus dengan Fogging sebelum penularan. 2.4 Kecenderungan Angka Malaria Positif dan Angka Malaria Klinis (API & AMI) di Kabupaten Ngada tahun 2005-2009 Grafik diatas menggambarkan jumlah kasus malaria klinis selama 5 tahun terakhir (2005-2009) cenderung menurun dan mengalami penurunan pada tahun 2009. dan menurun pada tahun 2009. Pada tahun 2009 Angka Kesakitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Ngada sebesar 7 per 100. Sedangkan kasus malaria positif mengalami cenderung menagalami peningkatan dari tahun 2005-2008. namun kasus-kasus ini sebagai akibat mobilitas penduduk. Dari data menunjukkan bahwa DBD merupakan kasus atau penyakit yang bersifat periodik atau mempunyai siklus waktu tertentu Lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10.

635 orang. Filariasis Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”.namun penderita tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1970an dan sudah diberi tatalaksana/pengobatan.000 penduduk di tahun 2009. Anopheles dan Culex. 3. Dampak dari serangan penyakit ini adalah menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena menurunnya daya kerja dan produktivitas serta timbulnya cacat anggota tubuh yang menetap. dari beberapa jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor Filariasis yaitu Mansonia. Di kabupaten Ngada pada tahun 2008 terdapat 26 kasus filariasis yang terdapat di kecamatan Bajawa Utara dan Riung Barat. Angka Kesakitan DBD dilihat dari gambar diatas mengalami peningkatan setiap 2 tahun.000 penduduk pada tahun 2005 menjadi 6 per 100.000 penduduk pada tahun 2006. sampai dengan tahun 2003 kasus kronis Filariasis telah menyebar ke 30 provinsi pada lebih dari 231 kabupaten dengan jumlah kasus kronis 6. yaitu Wucherecia bancrofti.5 Trend Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Sumber : Profil Puskesmas 2008. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 19 .000 penduduk pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan menjadi 30 per 100. Di Indonesia.000 penduduk pada tahun 2008 dan menurun menjadi 7 per 100. Meningkat dari 2 per 100. Sampai saat ini di Indonesia telah ditemukan 3 species cacing filaria. kemudian menurun menjadi 3 per 100.Grafik 3. Brugia Malayi dan Brugia Timori.

4. 26. Bila dibandingkan dengan kasus Filariasis tahun 2007 sebanyak 44 kasus. dimana suspek TB Paru sebanyak 240 orang. apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan. dan eliminasi terhadap HPR belum secara total dilakukan. dari laporan Puskesmas oleh pengelola P2TB (pencegahan dan Penanggulangan Tuberculosis) suspek TB Paru atau suspek dengan gejala-gejala klinis menderita TB paru sebanyak 426 orang. Akibat gigitan HPR ini terdapat 1 korban meninggal dari Kecamatan Soa.000 penderita baru TB) dan 140. maka penderita kasus gigitan HPR langsung diberikan VAR atau Vaksin Anti Rabies. serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini. Penderita yang dobati adalah yang BTA positif sejumlah 47 penderita atau 100%.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC. Sedangkan kasus TB Paru dengan BTA+ mengalami Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 20 .55. dan 12. yang setiap tahunnya diperkirakan ada penderita baru TB menular sebanyak 262. Angka tersebut diyakini sangat memungkinkan. dengan Attack rate 1. TB Paru WHO memperkirakan pada saat ini. dan desa tersebut dikatakan rawan terhadap kasus Rabies.1% (86 kasus) tidak VAR lengkap. Dan angka kesembuhan penderita TB BTA + sebesar 62% atau 29 penderita sembuh. dan tidak ditemukan penderita baru. dimana pernah terjadi kasus rabies.5% (41 kasus gigitan) tidak diberi VAR.9% dari 583. Dan CFS atau Case Fatality Rate atau persentase korban meniggal karena kasus Rabies adalah 4. Di Kabupaten Ngada. Dari 329 kasus gigitan diantaranya 61. maka pada tahun 2009 mengalami peningkatan. Lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 13.17% atau 1 korban meninggal dari 24 kasus gigitan yang berasal dari Kecamatan Soa. namun 44 kasus Filariasis pada tahun 2007 terjadi di kecamatan Boawae yang pada tahun 2008 sudah masuk wilayah Kabupaten Nagekeo. namun tidak bertambah besar. hal ini dikarenakan adanya penjaringan penderita dengan gejala klinis TB paru dan adanya pemeriksaan kontak serumah. Sedangkan pada tahun 2009 tidak ditemukan kasus filariasis. Dari 426 penderita yang dinyatakan positif TB dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak/sputum yang positif BTA (Basil Tahan Asam) sebanyak 47 orang atau 11%. sosial ekonomi masyarakat. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar ke-3 di dunia.walaupun bengkak pada kakinya tetap ada. oleh karena Kabupaten Ngada merupakan daerah Endemik Rabies. Jika dibandingkan dengan kasus TB Paru pada tahun 2008.4% (202 kasus) diberikan VAR lengkap. C. Rabies Di Kabupaten Ngada Pada tahun 2009 dilaporkan adanya kasus gigitan HPR (hewan Penular Rabies) sebanyak 329 kasus.000 orang (44. maka mengalami penurunan. Penyakit Menular Langsung 1.

Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 9. Grafik 3. sehingga pengobatan TB sebagian besar diawasi oleh petugas kesehatan. Pustu. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Diare Pada tahun 2009 Peyakit Diare menduduki urutan ke-7 dalam Pola Sepuluh Penyakit Terbanyak dari Pasien yang berkunjung ke Puskesmas. hal ini disebabkan belum optimalnya Pengawasan Minum Obat (PMO) di tingkat keluarga.penurunan yaitu 66 orang pada tahun 2008 menjadi 47 orang pada tahun 2009. Jumlah kunjungan pasien dengan diagnosa diare sebanyak 2. Penderita yang Diobati dan yang Sembuh Per Kecamatan Di kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Dari Grafik dapat dilihat bahwa penderita TB Paru klinis paling banyak terdapat di wilayah kerja Puskesmas Waepana kemudian disusul Wilayah Kerja Puskesmas Koeloda. jika dibandingkan dengan Angka Kesakitan Diare tahun 2008 19. Angka Kesakitan Diare tahun 2009 sebesar 18 per 1000 penduduk. Diare pada balita ditangani 100% atau semua penderita diare balita ditangani dengan pemberian oralit maupun infus (Rnger Laktat/RL). pemeriksaan sputum terhadap BTA dilakukan di Laboratorium Puskesmas Waepana. Angka kesembuhan pengobatan TB paru tidak mengalami peningkatan yaitu 62 % pada tahun 2008 dan 2009. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 21 .76% diantaranya merupakan penderita balita (1437 kasus). Suspek TB Paru pada Puskesmas Maronggela.6 Perbandingan TB Paru Klinis. Watukapu dan waepana.488 kasus dan 57. maka terjadi penurunan Angka Kesakitan Diare.4 per 1000 penduduk. Polindes dan Pusling (tidak termasuk RSU) di Kabupaten Ngada. 2. TB Paru BTA Positif.

dilihat dari penambahan jumlah kasus. Psikotropika dan Zat Aditif lainnya) melalui suntikan memberikan kontribusi yang besar terhadap meningkatnya penderita penyakit HIV/AIDS. tahun 2005 ditemukan 4 kasus. dimana yang nampak hanya sebagian kecil saja. tahun 2004 2 kasus dan tahun 2003 1 kasus. penderita HIV/AIDS yang hidup dan terdata sebanyak 9 orang. Semakin tingginya mobilitas penduduki antar wilayah. dan 6 diantaranya meninggal. Penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ngada merupakan fenomena gunung es.3. tahun 2007 ditemukan sebanyak 5 kasus HIV/AIDS. 3 diantaranya meninggal. Untuk menanggulangi kasus HIV/AIDS Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Kesehatan telah membentuk KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) pada tahun 2008 sesuai Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 22 . meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangannya. terjadi fluktuasi penemuan penderita HIV/AIDS dan trend kasusnya cenderung meningkat. meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman seiring dengan zaman dan meningkatnya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika.7 Trend Insiden Kasus HIV/AIDS yang Terdeteksi Di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Dari gambar kasus diatas. 3 diantaranya meninggal. 8 kasus ditemukan tahun 2009. perkembangan teknologi yang semakin pesat. penyebaran pembangunan ekonomi. Dan beberapa suspek atau orang yang dicurigai menderita HIV/AIDS menolak untuk mengikuti pemeriksaan darah. 6 kasus ditemukan pada tahun 2008 dan 4 diantaranya sudah meninggal. HIV/AIDS Perkembangan penyakit HIV/AIDS terus di Kabupaten Ngada menunjukkan peningkatan. tahun 2006 ditemukan sebanyak 3 kasus dan telah meninggal semuanya. Gambar 3. Jumlah penderita HIV/AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 sampai 2009 sebanyak 29 penderita. sehingga banyak sekali kasus yang tidak terjaring. Persepsi masyarakat yang menganggap bahwa itu adalah penyakit yang memalukan. Dari 29 kasus tersebut. Dan dari 29 kasus tersebut.

10.dengan Peraturan Mendagri Nomor 20 tahun 2007 dan telah membentuk jasringan ODHA dan OHIDHA. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Ngada tahun 2003-2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 23 . Grafik dibawah ini menunjukkan gambaran penderita HIV/AIDS menurut kelompok umur. jenis pekerjaan dan jenis kelamin.8. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Kelompok Umur di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.9. Grafik 3. Proporsi Kasus HIV/AIDS Menurut Jenis Pekerjaan di Kabupaten Ngada Tahun 2003-2009 Grafik 3.

55% dengan jumlah penduduk sekitar yang terancam 1. Kurang Energi Kronik (KEK). 4. Pada tahun 2009 dari deteksi dini IMS yang dilakukan terdapat 63 kasus IMS. Attack Rate 1. yaitu bayi yang lahir cukup bulan tetapi berat badannya kurang.500 gram) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. Namun kegiatan deteksi dini IMS atau PMS di Kabupaten Ngada belum dilakukan secara maksimal. yang wilayah kerjanya terdapat kasus HIV/AIDS. IMS Deteksi dini kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dilakukan di Puskesmas dengan menerapkan managemen PMS pada ibu hamil yang datang ke sarana kesehatan. Sedangkan menurut jenis pekerjaan terbanyak pada IRT (Ibu Rumah Tangga) dan swasta. status gizi balita. D. Pekerjaan sebagai Sopir merupakan kasus terbanyak ketiga. karena disamping merupakan faktor predisposisi seperti penyakit infeksi yang dapat secara langsung menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan individual. Di negara berkembang. banyak BBLR dengan IUGR Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 24 . Menurut jenis kelamin kasus HIV sebagian besar ditemukan pada laki-laki yaitu 19 kasus. hal ini disebabkan karena mobilisasi para sopir antar daerah. Pada tahun 2009 terjadi KLB Rabies di Kecamatan Soa yaitu terdapat 1 korban meninggal karena Rabies dari 24 kasus gigitan di Kecamatan Soa. Status gizi janin dan bayi sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil atau ibu menyusui.17 %. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 10. status gizi wanita usia subur. Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator antara lain. A. BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau BBLR karena Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). bayi dengan Berat Badan lahir Rendah (BBLR).Dari gambar diatas diketahui bahwa terdapat kasus HIV/AIDS pada penduduk kelompok umur 0-5 tahun (balita) 1 kasus. yang sudah menjalankan kegiatan deteksi dini IMS ini adalah Puskesmas Aimere dan Kota.3 Status Gizi Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan secara umum. dan Case Fatality Rate atau Rasio korban meninggal karena rabies dibanding korban gigitan HPR sebesar 4. dan langsung diberi tatalaksana atau penanganan pengobatan kasus tersebut.551 penduduk. 3. dan terbanyak pada kelompok umur 21-25 tahun dan 26-30 tahun. Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2. Kejadian Luar Biasa Beberapa penyakit menular berpotensi menimbulkan wabah.

Di Kabupaten Ngada. gizi kurang (z-score<-2 SD sampai 3 SD) dan gizi buruk (z-score<-3 SD). Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan anthropometri yang diukur melalui indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) atau berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB). gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD). Salah satunya adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini ke sarana pelayanan kesehetan dan pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. Status Gizi Balita Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Bayi BBLR di kabupaten Ngada yang dilaporkan Puskesmas dari 3115 kelahiran hidup 93% diantaranya yang ditimbang (2893 LH) dan yang BBLR sebanyak 1. Kategori yang digunakan adalah : gizi lebih (zscore>+2 SD).11 Perkembangan Persentase Kasus Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Ngada Tahun 2004-2009 Sumber : Profil Puskesmas. namun pada tahun 2007 terjadi peningkatan kasus yang signifikan (154 kasus) dan mengalami penurunan pada tahun 2008 (70 kasus).78% dengan absolut 54 bayi. Perkembangan kasus BBLR di Kabupaten Ngada sejak tahun 2004 sampai 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 3. Lebih rinci mengenai Bayi BBLR dapat dilihat pada lampiran tabel 15. untuk menanggulangi masalah gizi atau untuk memperoleh gambaran konsumsi gizi di tingkat rumah tangga dan status gizi masyarakat dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Pemantauan Status Gizi (PSG) atau Pemantauan Wilayah Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 25 . Meskipun semua bayi BBLR pada tahun 2009 ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan namun tindakan atau upaya-upaya preventif harus tetap dilaksanakan untuk menekan angka kejadian BBLR.karena ibu berstatus gizi buruk. B. dan semua bayi BBLR telah ditangani oleh tenaga kesehatan. anemia. dimana cenderung terjadi penurunan dari tahun 2004 (183 kasus) sampai tahun 2006(96 kasus). dan menurun lagi pada tahun 2009 (54 kasus). 2009 Perkembangan persentase kasus BBLR di Kabupaten Ngada selama 6 tahun terakhir mengalami fluktuasi. malaria dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil.

dan telah mengalami peningkatan berat badan. terdapat 10.2%. sedangkan gizi buruk 21 kasus atau 0. Namun masih terdapatnya kematian balita akibat gizi buruk merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang serius dari pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan. bila dibandingkan tahun 2008 maka jumlah kasus gizi buruk mengalami penurunan.59% meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2008 yaitu 88%. gizi kurang 828 kasus atau 8.21%. Disadari bahwa untuk mengatasi masalah ini sektor kesehatan saja tidak akan mampu mengintervensi masalah gizi buruk sampai ke akar.42% dari seluruh balita pada tahun dari 14.52% berat badan naik dengan absolut 7388 balita. Kurang dan Buruk di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Seksi Gizi. dan yang telah diberikan MP ASI (makanan Pendamping ASI) untuk menambah asupan gizinya sebanyak 105 bayi. sedangkan 4 orang balita gizi buruk dengan penyakit penyerta telah dirawat di sarana kesehatan.Setempat (PWS) di seluruh kecamatan. Grafik 3.321 balita yang terdata. Balita BGM (Bawah Garis Merah) sebanyak 4.12 Proporsi Status Gizi Baik. Hasil PSG/PWS yang dilaksanakan 2009 di posyandu atau sekitar 76.19% atau 21 balita. Hasil pemantauan status gizi balita yang datang ke Posyandu 67. Kematian balita yang disebabkan oleh gizi buruk sebanyak 2 balita. peran keluarga yaitu orang tua balita dan pemenuhan kebutuhan gizi dari saat ibu hamil sampai saat anak lahir dan bertumbuh kembang. perlu kerjasama yang baik dengan sektor terkait seperti ketahanan pangan. dan pertanian. 254 diantaranya adalah bayi BGM.944 balita yang datang dan ditimbang Bila dibandingkan dengan cakupan balita ditimbang tahun 2008 yaitu 85% mengalami penurunan. Upaya yang dilakukan terhadap 20 orang balita gizi buruk adalah dengan pemberian PMT Pemulihan. 2008 Dari gambar diketahui bahwa status gizi baik Kabupaten Ngada sebanyak 91. sedangkan balita gizi buruk sebesar 0.42% dengan absolut 484 balita. Dari 484 balita BGM. sektor ekonomi dan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 26 . ini menunjukkan hasil yang baik dari pelaksanaan Program Perbaikan Gizi Keluarga.

Bajawa Utara. Kecamatan dengan prevalensi gizi buruk dan kurang potensi ringan. Angka kematian bayi merupakan indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Soa dan Riung. namun tetap mendapat penanganan yang lebih untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang. Peta 3. sehingga perubahan derajat kesehatan terutama pada Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 27 .2 Dari gambar diatas diketahui bahwa Kecamatan Riung Barat merupakan Kecamatan Rawan Gizi yaitu kecamatan dengan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk pada balita lebih dari 15%. Aimere. Kecamatan dengan potensi sedang rawan gizi yaitu kecamatan Wolomeze dan Bajawa.sektor pemberdayaan dan penggerakan masyarakat desa. Sedangkan kecamatan yang berpotensi berat rawan gizi yaitu Kecamatan Golewa. bisa dikatakan kecamatan bebas rawan gizi adalah kecamatan Jerebuu. Data selengkapnya tentang status gizi dapat dilihat pada lampiran tabel 16 dan 24.4 Umur Harapan Hidup Penurunan angka kematian bayi sangat berpengaruh pada kenaikan Umur Harapan Hidup (UHH). dimana prevalensi gizi buruk dan kurangnya berkisar antara 6%-10%. sehingga tidak menjadi kecamatan rawan gizi. 3. untuk itu perlu mendapatkan perhatian dan upaya preventif untuk menekan prevalensi gizi buruk dan kurang.

3 tahun.penurunan AKB dan kenaikan UHH. Menurut Estimasi Ngada dalam Angka. Dan urutan ketiga setelah Kabupaten Ngada adalah Kabupaten Ende dengan UHH laki-laki 64 tahun dan perempuan 68.6 tahun dan perempuan 68.6 tahun. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 28 . Umur Harapan Hidup di Kabupaten Ngada untuk laki-laki mencapai usia 64. Ngada menduduki urutan kedua. dimana urutan pertama adalah Kota Kupang yaitu laki-laki 70 tahun dan perempuan 73. Angka ini bila ditinjau tingkat Propinsi NTT.8 tahun. 2009 (Badan Pusat Statistik). meningkatnya Umur Harapan Hidup secara tidak langsung juga member gambaran tentang adanya peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.

dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama. bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya. pemeriksaan tensi dan Konsultasi. Pemberian Tablet Besi. diharapkan sebagian besar masalah kesehatan masyarakat sudah dapat diatasi. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan.8%. Berikut ini diuraikan gambaran situasi upaya kesehatan khusunya untuk tahun 2009. telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat. 1. Angka capaian ini belum merupakan K1 murni melainkan jumlah kunjungan pertama ibu hamil ( kontak pertama ). perlu adanya sosialisasi terutama bagi ibu hamil untuk Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 29 . Dengan pemberian pelayanan kesehatan dasar secara tepat dan cepat. sebesar 83. Cakupan K1 merupakan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan pelayanan K1 dan K4. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. Pemeriksaan kehamilannya. dokter umum. Berbagai pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut : A. Cakupan pelayanan kunjungan baru ibu hamil ( K1 ) di Kabupaten Ngada tahun 2009 berdasarkan data dari Puskesmas. 4. Gangguan kesehatan yang dialami seorang ibu bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan yang selanjutnya berpengaruh hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi.1 Pelayanan Kesehatan Dasar Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah-langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pemberian Imunisasi TT. Sedangkan cakupan K4 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapat pelayanan antenataldi fasilitas kesehatan sesuai standar paling sedikit 4 (empat) kali. Untuk meningkatkan cakupan K1. yang mengikuti pedoman pelayanan antenatal yang diutamakan pada kegiatan promotif dan preventif.2%. Pelelayanan ANC standar yaitu Penimbangan Berat Badan. cakupan ini menurun dibandingkan cakupan tahun 2008 yaitu 93. satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya.

sehingga sweeping ibu hamil sangat penting untuk dilakukan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 30 . Sedangkan cakupan K4 sebesar 58. maka pencapaian secara kabupaten belum memenuhi target. Selain itu juga banyak kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan pada usia dini atau usia lanjut yang menyebabkan ibu hamil malu untuk memeriksakan kehamilannya. Permasalahan tidak tercapainya K4 adalah tidak tercapainya K1 murni yaitu pemeriksaan kehamilan pertama kali pada triwulan 1/sebelum lewat dari 3 bulan kehamilan. Masalah adalah dukungan dari keluarga ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara dini di fasilitas kesehatan masih sangat kurang. Namun kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan dana dan prasarana untuk pendataan ibu hamil dan kekurangan tenaga sehingga banyak bidan yang mempunyai tugas rangkap. 2009 Gambar diatas menunjukkan bahwa baik secara kecamatan maupun kabupaten cakupan pelayanan ibu hamil K4 masih jauh dari target SPM yaitu 95%.53%). Pelayanan pemberian tablet besi (Fe) selama masa kehamilan dimaksudkan untuk mengatasi kasus anemia ibu hamil serta meminimalisasi dampak buruk akibat kekurangan Fe selama masa kehamilan hingga persalinan.27% yaitu 2630 ibu hamil dari 4674 proyeksi ibu hamil/ ibu hamil yang diperkirakan. karena masih adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat yaitu kehamilan harus disembunyikan dari hal-hal gaib dan semacamnya. Data selengkapnya mengenai pelayanan ANC ibu hamil dapat dilihat pada lampiran tabel 17. Cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 56.90%.1 Persentase Cakupan Pelayanan K4 Ibu Hamil Menurut Wialayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Kecamatan dengan pencapaian paling rendah yaitu kecamatan Soa Puskesmas Waepana (30. Grafik 4. Bila dibandingkan dengan target SPM (Standar Pelayanan Minimal) Bidang Kesehatan tahun 2010 yaitu K4 ibu hamil 95%.memeriksakan diri ke Puskesmas.

Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 25.5% sedangkan cakupan Fe3 terendah adalah kecamatan Bajawa Utara (Puskesmas Watukapu) yaitu 28. 2009 Pemberian tablet Fe3 dimaksudkan bagi ibu hamil mendapat 90 tablet Fe (suplemen zat besi) selama periode kehamilannya. Adanya selisih antara kedua cakupan tersebut perlu ditelusuri lagi sebab-sebab yang mungkin terjadi. kesalahan pencatatan dan pelaporan atau masalah teknis lainnya. dengan cara pemecahan masalah Kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan tim kabupaten yang dikenal dengan DTPS (District Team Problem Solving). kecuali ibu hamil dengan malaria positif. Berbagai upaya telah dilakukan. hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (professional). Tahun 2009 dan 2010 Pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Dinas Kesehatan dibantu dengan adanya kerjasama dengan Pemerintah Australia melalui Program AIP-MNH NTT (Australia – Indonesia Partmership for Maternal and Neonatal Health in NTT). keterlambatan merujuk dan pertolongan persalinan masih dilakukan oleh dukun bersalin. dan dikonsentrasikan pada pertolongan persalinan. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa sekitar persalinan. karena permasalah kematian ibu yang utama terjadi di Kabupaten Ngada adalah perdarahan pada persalinan. dimana satu kali pemberian Fe sebanyak 90 tablet. Seharusnya cakupan Fe3 sama dengan cakupan K4 karena setiap memeriksakan kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan setiap triwulan ibu hamil harus diberikan tablet Fe. misalnya kelalaian petugas kesehatan.2 Persentase Cakupan Pemberian Tablet Besi (Fe3) pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 2.Grafik 4. Kecamatan dengan cakupan Fe3 paling tinggi adalah kecamatan Wolomeze (Puskesmas Natarandang) yaitu 83.5%. pada tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 31 . Tujuan utama program ini adalah mengupayakan percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi NTT.

Namun dengan adanya Keputusan Gubernur NTT nomor 42 tahun 2009 tentang Revolusi KIA yaitu Semua Persalinan Dilakukan di Faslitas Kesehatan yang Memadai maka diharapkan pencapaian pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk Kabupaten Ngada 95 sampai 100%. Grafik 4. kemudian mengalami penurunan yang cukup besar pada tahun 2007 dan mengalami peningkatan pada tahun 2008 dan menurun pada tahun 2009.9% dari ibu bersalin. Cakupan pertolongan persalinan per wilayah kerja Puskesmas dapat dilihat pada grafik berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 32 . cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan mengalami fluktuasi yaitu cenderung meningkat dari tahun 2005 ke tahun 2006. sistim pelayanan yang lebih komlplex dibandingkan dengan pustu dan polindes dan akses ke rumah sakit lebih dekat apabila harus dilakukan rujukan. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2008 dan 2009 bila dibandingkan dengan target SPM Indonesia Sehat 2010 yaitu 90%. bidan dan perawat yang mempunyai kompetensi. Yang dimaksudkan dengan fasilitas kesehatan yang memadai di Kabupaten Ngada adalah Puskesmas dimana telah tersedia peralatan pertolongan persalinan.2009 persalinan yang tidak ditolong tenaga kesehatan sebanyak 250 persalinan atau 7. maka untuk Kabupaten Ngada telah mencapai target. obat-obatan yang cukup.3 Trend Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan Kabupaten Ngada Tahun 2005-2009 Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2005-2009. tenaga dokter.

Puskesmas Kota Kecamatan Bajawa dan Puskesmas Waepana Kecamatan Soa. letak lintang pada usia kehamilan >32 minggu. ketuban pecah dini. 2009 Dari gambar diatas terlihat bahwa cakupan pertolongan persalinan di 5 Puskesmas telah mencapai bahkan melebihi target SPM yaitu Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere.Grafik 4. 3. Sedangkan 4 Kecamatan lainnya belum mencapai target SPM. eklampsia. Puskesmas Watumanu Kecamatan Jerebuu. Deteksi resiko. beberapa ibu hamil yang memiliki risiko tinggi (Risti) dan memerlukan pelayanan harus dirujuk ke unit pelayanan kesehatan yang memadai karena keterbatasan kemampuannya maupun prasarana penanganan risti di desa dan Puskesmas. yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi.4 Persentase Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Menurut Wilayah Kerja Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Di Kabupaten Ngada persentase ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdata oleh Puskesmas sebesar 6. Rujukan Kasus Risti dan Penanganan Komplikasi Masa kehamilan merupakan masa yang memerlukan perhatian besar pada ibu. letak sungsang pada primigravida. infeksi berat/sepsis. oedema nyata.40% dari keseluruhan proyeksi ibu hamil. persalinan premature. Puskesmas Koeloda Kecamatan Golewa. dan cakupan terendah adalah Kecamatan Riung Barat atau wilayah kerja Puskesmas Maronggela.31% ibu hamil risti tersebut ditangani di Puskesmas sedangkan sisanya ditangani dengan merujuk ke RSUD sebagai Sarana rujukan strata 1 di Kabupaten Ngada. perdarahan pervaginam. Ibu hamil resiko tinggi atau komplikasi yaitu keadaan penyimpangan dari normal. Dalam memberikan pelayanan khususnya oleh tenaga bidan di desa dan Puskesmas. Yang dimaksudkan dengan Risti/Komplikasi pada ibu hamil yaitu apabila HB < 8g%. karena banyak sekali risiko-risiko yang bisa dialami pada masa kehamilan. dan 92. tekanan darah tinggi. Penanganan yang dimaksudkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 33 . Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 17.

Kunjungan Neonatus Bayi umur 0 – 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi. Koleoda. petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu.5 Cakupan Ibu Hamil. satu kali pada umur 0-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari. Ibu Hamil Risti/Komplikasi dan Ibu Hamil Risti/Komplikasi Ditangani di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. KN2 Puskesmas kota terendah karena banyak persalinan dilakukan di bidan praktek swasta sehingga persalinannya tercatat namun kunjungan neonatus tidak tercatat. maka belum mencapai target. Cakupan kunjungan neonatus (KN2) Kabupaten Ngada pada tahun 2009 sebesar 72. 2009 B. Dalam melaksanakan pelayanan neonatus.59%. Bila dilihat menurut kecamatan. Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita 1.disini yaitu penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan yang terlatih di Puskesmas Perawatan dan RS pemerintah/swasta dengan fasilitas PONED dan PONEK (Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif). Upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut antara lain dengan melakukan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan melakukan pelayanan kesehatan pada neonatus (0-28 hari) minimal dua kali.41%. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 yaitu 80%. Persentase ibu hamil risti dan ibu hamil risti ditangani dapat dilihat pada gambar berikut ini dan data lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 28. cakupan kunjungan neonatus di beberapa puskesmas mencapai diatas target SPM yaitu Puskesmas Aimere. Riung. dengan kesenjangan 7. Grafik 4. Cakupan Kunjungan Neontaus kedua kali tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Maronggela sedangkan terendah di wilayah kerja Puskesmas Kota. dan tingginya mobilitas penduduk di Ibukota Kabupaten menyebabkan kesulitan untuk melakukan KN2. Gambaran presentase Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 34 . Maronggela dan Natarandang.

6 Persentase Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. 2 kali (neonatus). Kunjungan Bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan pelayanan bayi (umur 1-12 bulan) termasuk neonatus (umur 1-28 hari) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. paling sedikit 4 kali (bayi). bidan. Grafik 4. Grafik 4.7 Cakupan Kunjungan Bayi ke Puskesmas di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. hal ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan cakupan tahun Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 35 . perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan.22%. 2009 Hasil pengumpulan data/indikator kinerja SPM dari Puskesmas di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa persentase cakupan kunjungan bayi pada tahun 2009 sebesar 76. 2009 2.cakupan kunjungan neonatus menurut kecamatan pada tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini sedangkan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 15.

Data dari beberapa puskesmas menunjukkan pencapaian tahun 2009 sebesar 23.07%. masih belum memenuhi target SPM yaitu 100%. dan pencapaian terendah adalah Puskesmas Watukapu 54. serta pelayanan kesehatan pada remaja. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita (pra sekolah) merupakan cakupan anak umur 0 – 5 tahun yang dideteksi kesehatan dan tumbuh kembangnya sesuai dengan standar paling sedikit 2 kali pertahun.55%. usia sekolah dan remaja dapat dilihat pada lampiran tabel 18. Usia Sekolah dan Remaja Pelayanan kesehatan pada kelompok ini dilakukan dengan pelaksanaan pemantauan dini terhadap tumbuh kembang dan pemantauan kesehatan anak pra sekolah (balita). Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat dan Pelayanan Kesehatan Siswa SMP/SMU Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas.9%. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 15. Bila dibandingkan dengan target SPM 2010 (90%).2008 yaitu 86. Data selengkapnya mengenai pelayanan pra sekolah.8 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita/Prasekolah. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah. Jika dikaji per wilayah kerja Puskesmas . Sedangkan cakupan pelayanan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/kader kesehatan sekolah) melalui penjaringan kesehatan di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 64. Hal ini dikarenakan banyak balita yang sudah memperoleh imunisasi dasar lengkap.6%. pemeriksaan anak sekolah dasar/sederajat. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 36 . Cakupan pelayanan Kesehatan Apras. cakupan kunjungan bayi belum memenuhi target. Usia Sekolah dan Remaja di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebesar 76. maka cakupan Kunjungan Bayi kurang lebih 4 kali di Puskesmas Waepana telah melebihi target SPM yaitu 93. belum dioptimalkan oleh semua Puskesmas karena keterbatasan tenaga dan dana. Sedangkan cakupan pelayanan kesehatan remaja yaitu siswa SMP/SMU. tidak dibawa lagi ke Posyandu untuk deteksi tumbuh kembang. 3.88%. Grafik 4.42. Pencapaian tersebut belum memenuhi target SPM yaitu 90%.

Dan proporsi PUS yang merupakan peserta KB aktif sebesar 71. Upaya yang sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan berupa penyampaian informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif dan pentingnya ASI Ekslusif serta manfaat bagi ibu bila menyusui. Grafik 4. Pelayanan KB Program KB (Keluarga Berencana) di Kabupaten telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. untuk tahun 2009 cakupan ASI Eksklusif baru mencapai 46. sedangkan non MKJP adalah metode Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 37 .9 Cakupan ASI Eksklusif menurut Wilayah Kerja Puskesmas Di Kabupaten Ngada Tahun 2009 C. Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pelatihan tenaga konselor ASI Eksklusif bagi para bidan dan kader posyandu.15 %. ASI Eksklusif ASI ( Air Susu Ibu ) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi paling sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun demikian pemantauan atau pengawasan pemberian ASI Eksklusif dirasa belum maksimal sehingga cakupan pemberiannya masih sangat rendah. Data selengkapnya mengenai ASI Ekslusif dapat dilihat pada lampiran tabel 32. MKJP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang meliputi IUD.70%. karena itu untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal.4. ASI perlu diberikan secara eksklusif sampai umur 6 ( enam ) bulan dan dapat dilanjutkan sampai anak berumur 2 ( dua ) tahun. Data selengkapnya dapat dilhat pada lampiran tabel 19. masih sangat rendah bila dibandingkan dengan target yang diharapkan yaitu 80% bayi yang ada mendapat ASI Eksklusif.965 PUS. Program KB dikhususkan pada pasangan usia subur (PUS).05% sedangkan peserta KB Baru atau pasangan usia subur yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara/alat kontrasepsi sebesar 13. Pada tahun 2009 PUS yang tercatat berjumlah 20. Metode KB atau kontrasepsi yang tersedia adalah MKJP dan Non MKJP. MOP/MOW (Metode operatif pria/metode operatif wanita) dan implant.

Polio. persentase desa yang telah mencapai UCI dilaporkan sebesar 81.34% kemudian alat KB Pil sebesar 19.kontrasepsi jangka pendek yang meliputi suntik. Dengan rincian pelayanan kesehatan pra usila sebesar 31. Pelayanan Kesehatan Usila dan Pra Usila Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut (usila) yaitu yang berumur 45-59 tahun dan pelayanan usila yaitu yang berumur 60 tahun keatas tahun 2009 adalah sebesar 37. Persentase tertinggi alat/cara KB aktif yang digunkan oleh PUS peserta KB adalah pemakaian KB suntik yaitu 44.48%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 38 .11 dibawah ini. E. 2009 D. Grafik 4. Pelayanan kesehatan prausila dan usila paling tinggi pada kecamatan Riung dan Kecamatan Riung Barat. sedangkan rincian lengkap dapat dilihat pada lampiran tabel 22.55%. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu. Pelayanan Imunisasi Pencapaian Universal Child Imunization (UCI) pada dasarnya merupakan proporsi cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi. DPT dan campak diatas 80%. lebih rinci mengenai cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan usila dapat dilihat pada lampiran tabel 39.919% atau 77 desa dari 94 desa. sedang rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 20.10 Persentase KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. ibu hamil. berarti dalam wilayah tersebut juga tergambarkan tingkat perlindungan masyarakat (herd imunity) terhadap penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i).19% dan pelayanan kesehatan usila sebesar 51. kondom dan obat vagina. Pada tahun 2009. WUS dan anak sekolah dikatakan mencapai UCI apabila cakupan imunisasi BCG. Gambaran presentase alat/cara KB yang diapakai peserta KB aktif dapat dilihat pada grafik berikut ini. pil.20%. seperti pada grafik 4.

Polio dan Campak di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Puskesmas. karena imunisasi campak merupakan imunisasi terakhir yang diberikan pada bayi. Pelayanan imunisasi bayi di Kabuputen Ngada dilakukan di Posyandu. DPT 3 kali. kematian dan kecacatan bayi serta anak balita perlu dilaksanakan program imunisasi untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti penyakit TBC. Tetanus. Untuk menilai kelengkapan imunisasi dasar bagi bayi. Polio 4 kali. Pertusis.11 Cakupan Pencapaian Desa UCI Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Untuk menurunkan angka kesakitan. Polio dan campak. dilihat dari indikator cakupan imunisasi campak. Pustu dan Polindes serta sarana kesehatan lainnya.Grafik 4. Difteri. Hepatitis B. Sedangkan untuk menilai angka drop out cakupan imunisasi dasar dapat dilihat dari selisih cakupan imunisasi DPT1 dengan cakupan imunisasi campak. cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Grafik 4.12 Cakupan Imunisasi BCG. 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 39 . HB 3 kali dan campak 1 kali. Idealnya bayi harus mendapat imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG 1 kali. DPT.

hal ini terlihat dari cakupan imunisasi campak. Pemberian vitamin A pada balita sebanyak 2 kali setahun yaitu bulan Februari dan Agustus pada tahun 2009 sebesar 70. angka drop out imunisasi yaitu 6.77%. Cakupan imunisasi secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 23. 2009 F. pertumbuhan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 40 .14. Cakupan Imunisasi TT pada IBu Hamil di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Upaya Penyuluhan Kesehatan 1. Grafik 4.83%. Garam Yodium Yodium sangat diperlukan bagi tubuh dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tubuh yaitu kebodohan. Gambar 4.Dari grafik diketahui bahwa kelengkapan imunisasi dasar lengkap bagi balita adalah 73.17%. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 26.13 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Ngada tahun 2009 Imunisasi TT kepada Wanita Usia Subur diberikan selama 5 kali yaitu Imunisasi TT1 sampai TT5.

Adapun pelayanan UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) untuk murid SD pada tahun 2009 sebesar 63. Untuk mengatasi GAKY. Jumlah murid yang mendapatkan perawatan gigi yakni sebanyak 3151 orang. dengan pemeriksaan sampel garam yodium tidak lebih dari 2 sampel garam yang kandungan yodiumnya dibawah standar.terlambat dan gondok apabila kekurangan zat yodium yang sering disebut GAKY (Gangguan Akibat Kekuarangan Yodium).56%. 14. maka dilakukan pemantauan dengan menggunakan Yodina test. Karena terbatasnya dana untuk penyelenggaraan survey desa bergaram yodium baik. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 41 . sehingga survey pemakaian garam yodium di rumah tangga perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko GAKY. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 33. masih jauh dari target SPM 2010 yaitu desa dengan garam yodium baik 80%. pengobatan dan penambalan sementara. kegiatan yang dilakukan yaitu pencabutan gigi sulung. juga ada pembagian kapsul yodium bagi WUS di desa.967 murid yang ada. preventif dan kuratif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. dimana daerah tersebut ada kasus GAKY. Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada ada beberapa Puskesmas yang tidak membagikan kapsul yodium oleh karena keterbatasan dana untuk pengadaan kapsul yodium. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas di wilayah Kabupaten Ngada tahun 2009 dilakukan melalui pelayanan tumpatan gigi tetap sebanyak 135. Pelayanan dasar gigi ini disarankan minimal 2 kali setahun. dari 22. Kabupaten Ngada melakukan pemantauan kandungan yodium dalam garam dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan yang ada di Puskesmas. hal ini sangat mudah dilakukan tanpa harus memiliki ketrampilan khusus. untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. pencabutan gigi tetap sebanyak 604 dengan rasio tambal cabut sebesar 0.22. dengan meminta siswa untuk membawa garam dari rumah masing-masing. yang dilakukan baik di sekolah atau di Puskesmas. Pelayanan Dasar Gigi Pemeriksaan gigi dan mulut merupakan bentuk upaya promotif. Hal ini menunjukan bahwa semua garam konsumsi yang beredar belum memenuhi syarat kandungan yodium. Untuk melihat kualitas yodium dalam garam. maka beberapa puskesmas mengatasinya dengan melakukan iodine test di sekolah. terutama pada WUS di daerah endemic. 2. Sebagai cerminan desa/kelurahan dengan garam beryodium baik pada tahun 2009 menunjukkan dari 94 desa/kelurahan sebanyak 22 desa/kelurahan (23.597 murid yang diperiksa.40%) termasuk pada kategori desa/kelurahan dengan garam beryodium yang baik. Kabupaten Ngada merupakan salah satur daerah endemis GAKY.

hal ini disebabkan karena peningkatan strata RSUD Bajawa dari UPTD menjadi RSUD Tipe C. Sedangkan rumah sakit telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas disamping memberikan pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap juga melayani kunjungan rawat jalan. Laporan Kunjungan RS. Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap Upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan secara rawat jalan bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan ringan dan pelayanan rawat inap baik secara langsung maupun melalui rujukan pasien bagi masyarakat yang mendapat gangguan kesehatan sedang hingga berat. mengingat Kabupaten Nagekeo belum mempunyai Rumah Sakit. Semua puskesmas di wilayah kabupaten Ngada dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat jalan.4. Kunjungan rawat jalan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. dengan kata lain . Pasien harus berobat ke Puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD Bajawa.15 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Bajawa di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Laporan Puskesmas. 2009. 2009 Berdasarkan gambar diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan rawat jalan di Puskesmas dan jaringannya lebih tinggi daripada kunjungan rawat jalan Rumah Sakit. hal ini berarti ada penduduk yang berkunjung ke Puskesmas Aimere lebih dari satu kali dalam setahun. Waepana dan Aimere sudah melayani rawat inap. Sedangkan pelayanan Rawat Inap menjadi lebih tinggi karena jumlah Bed bertambah menjadi 100 buah dan pelayanan pasien rawat inap dari Nagekeo masih dilayani Kabupaten Ngada di RSUD Bajawa.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 1. maka persentase tertinggi adalah kunjungan penduduk di Puskesmas Aimere sebesar 149%. dan 3 puskesmas yaitu Riung. sehingga merupakan pelayanan rujukan strata 1. Gambaran pencapaian pelayanan kunjungan rawat jalan dan rawat inap di sarana kesehatan dapat dilihat pada grafik berikut ini : Grafik 4. Begitupun di Puskesmas Kota dengan persentase rawat jalan dibanding jumlah penduduk di wilayah kerjanya adalah 109% dan Puskesmas Watumanu Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 42 .

6 puskesmas dan 1 Balai Pengobatan Swasta. Berfungsi dengan baik maksudnya adalah adannya tenaga analis terlatih untuk melakukan pemeriksaan.16. Laboratorium Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan harus memiliki laboratorium kesehatan agar mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar. misalnya pemeriksaan darah malaria. Grafik 4. dan data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 42. tersedianya reagen dan bahan-bahan penunjang pemeriksaan. dan persentase terendah adalah kunjungan ke Puskesmas Natarandang. pemeriksaan sputum dan pemeriksaan lainnya. Persentase Kunjungan Rawat Jalan ke Puskesmas dan Jaringannya Dibandingkan dengan Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. Puskesmas Waepana. Puskesmas Surisina. Namun pelayanan spesialis ini tidak menetap melainkan kerjasama dengan dokter ahli yang melakukan kunjungan tiap 3 bulan sekali. Persentase kunjungan rawat jalan di 5 Puskesmas lainnya yaitu Puskesmas Maronggela. Puskesmas Watukapu dan Puskesmas Natarandang dibawah 100%.persentase kunjungan rawat jalan 106%. bedah. persentase kunjungan rawat jalan ke sarana pelayanan kesehatan dasar sama banyak dengan jumlah penduduk tercatat yaitu 100%. dengan sarana laboratorium yang memenuhi syarat. Laporan RSUD 2009 2. Sedangkan pelayanan 4 spesialis dasar yaitu pelayanan kandungan dan kebidanan. Persentase kunjungan rawat jalan dapat dilihat pada grafik berikut ini. Puskesmas Riung serta jaringannya persentase kunjungan rawat jalan 105%. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 43 . Di Kabupaten Ngada pada tahun 2009 terdapat 8 sarana kesehatan yang dilengkapi dengan laboratorium kesehatan dan telah berfungsi dengan baik yaitu rumah sakit umum. penyakit dalam dan anak tersedia di rumah sakit umum bajawa. Sedangkan Puskesmas Koeloda dengan wilayah kerja terluas.

diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu dan anak akibat terlambat /kurangnya kesadaran dalam mengunjungi sarana pelayanan kesehatan. Dalam konsep PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) terdapat beberapa tatanan. mengepel lantai. hanya ditampilkan PHBS tatanan rumah tangga karena Rumah Tangga sebagai dasar terhadap perubahan perilaku masyarakat secara umum. 10) Makan buah dan sayur setiap hari. Dengan menerapkan perilaku yang sehat. angka ini belum mencapai target SPM nasional 90% sedangkan ketersediaan obat generik sebesar 100% atau sesuai dengan kebutuhan rata-rata tiap puskesmas yaitu 127 jenis obat. dll. revitalisasi pemasyarakatan konsepsi obat esensial dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitas pelayanan pemerintah maupun swasta. mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. menurut HL Blum adalah faktor perilaku.3. tatanan institusi dan tatanan TTU (Tempat-tempat Umum). menyapu halaman. tiga tatanan yang menjadi sasaran utama PHBS adalah tatanan rumah tangga.26% dimana dari 168 obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas terdapat 113 jenis yang telah terpenuhi 100%. dan pemerataan obat dalam pelayanan kesehatan. 4. Dalam PHBS terdapat 10 indikator yaitu : 1) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 2) Bayi 0-6 bulan diberi ASI Eksklusif 3) Seluruh anggota keluarga mempunyai Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 4) Keluarga memiliki kemudahan menggunakan air bersih 5) Keluarga memiliki atau menggunakan jamban sehat 6) Keluarga mempunyai rumah dengan kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni (9m2/orang) 7) Keluarga mempunyai rumah yang lantainya bukan dari tanah 8) Seluruh anggota keluarga tidak merokok dalam rumah 9) Setiap anggota keluarga melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit seperti mencuci pakaian. Dalam profil ini. Ketersediaan Obat Esensial/Generik Adanya penerapan dalam penggunaan obat essensial dan generik. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. yang penyediaannya dilakukan dengan pengadaan obat dari berbagai sumber dana APBN. APBD I dan APBD II. Pada tahun 2009 ketersediaan obat esensial di Kabupaten Ngada sebesar 67. keterjangkauan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 44 . dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan.3 Perilaku Hidup Masyarakat Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.

cakupan PHBS tertinggi pada puskesmas Watumanu kecamatan Jerebuu yaitu dari 200 KK yang dijadikan sampel semuanya menerapkan 7 indikator dari 10 indikator PHBS. Perbandingan Rumah Tangga yang Ada dengan Rumah Tangga yang Dipantau serta Rumah Tangga menerapkan PHBS di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009.Berdasarkan laporan Puskesmas pada tahun 2009 pendataan PHBS dilakukan pada tiap kecamatan diambil sampel 3495 KK yang dijadikan sampel. Grafik 4.757 KK maka sampel ini belum representatif atau belum bisa mewakili penerapan PHBS di Rumah tangga. Dari 10 Puskesmas. Untuk itu perlu adanya upaya pemecahan masalah antara lain dengan meningkatkan frekuensi penyuluhan tentang PHBS bagi masyarakat serta meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor. kurangnya penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya ber-PHBS. Data lebih terperinci dapat dilihat pada lampiran tabel 45. namun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk melakukan pendataan Rumah Tangga ber-PHBS. Agar mendapatkan data yang lebih akurat mengenai PHBS maka sampel yang diambil harus lebih banyak dan representatif. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 45 .59%. Didapatkan hasil keluarga ber PHBS sebesar 51.17. Pencapaian ini belum memenuhi dari target SPM untuk rumah tangga sehat 65% pada tahun 2010. jika dibandingkan dengan jumlah Kepala Keluarga di Kecamatan Jerebuu yaitu 1. dimana pada tahun 2008 cakupan rumah tangga ber PHBS sebesar 16%. Rendahnya cakupan Rumah tangga yang ber-PHBS antara lain disebabkan oleh capaian kepemilikan dan penggunaan jamban keluarga di setiap rumah tangga masih rendah. Bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 maka mengalami peningkatan. capaian pemberian ASI Eksklusif dan masih banyak anggota keluarga yang merokok dalam rumah.

94% atau 24.405 rumah dan hasil pemeriksaan 61.5% di wilayah kerja Puskesmas Waepana.352 KK yang ada sebanyak 25. yang memilki jamban yang sehat. air limbah dan tinja yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan rendahnya kualitas air.4 Keadaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 1.008 rumah) diantaranya termasuk kategori rumah sehat.50% (15. Rincian selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 47. Lebih jelas dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik 4. Untuk meningkatkan jumlah rumah sehat perlu upaya sektor terkait untuk meningkatkan motivasi masyarakat.575 KK yang diperiksa. 2009 Dari data tersebut terlihat bahwa cakupan rumah sehat terendah adalah 12. Rumah Sehat Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan.18 Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas. Sarana Sanitasi Dasar Pembuangan kotoran baik sampah. Jamban. sarana air bersih. tempat pembuangan sampah. Kondisi sarana penyehatan lingkungan pemukiman di Kabupaten Ngada Tahun 2009 dari 29.5% di wilayah kerja puskesmas Natarandang sedangkan cakupan tertinggi 70. Berdasarkan data dari puskesmas tahun 2009 dari 27. ventilasi rumah yang baik.4. Bila dibandingkan dengan target Indikator Indonesia Sehat (IS) Rumah tangga sehat 80% maka pencapaian rumah sehat kabupaten Ngada belum memenuhi target. 2. tempat sampah. dengan hasil sebagai berikut sebagai berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 46 . kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah. sarana pembuangan air limbah. serta dapat menimbulkan penyakit menular di masyarakat.752 rumah yang ada jumlah yang diperiksa sebanyak 87. pengelolaan limbah dan persediaan air bersih merupakan sarana sanitasi lingkungan pemukiman (PLP).

Sistem yang digunakan melalui perpipaan dan non perpipaan. penampungan air hujan 1. sumur dalam. tempat pembuangan sampah. 3. Adapun sumber air di Kabupaten Ngada pada umumnya berasal dari mata air. Sanitasi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. pembuangan air limbah (SPAL) dan pembuangan sampah pada tempatnya. dan memiliki pencahayaan ruang yang sesuai. TUPM meliputi hotel.Jumlah KK yang telah memiliki sarana air bersih : 81.63% dengan rincian sumber air dari ledeng 79.15% diantaranya memenuhi criteria pengolaan air limbah sehat.89% Jumlah KK yang telah memiliki tempat sampah : 26. luas lantai (luas ruang) yang sesuai dengan banyaknya pengunjung. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk di wilayah Ngada maka kebutuhan air bersih semakin bertambah. Jumlah KK yang telah memiliki jamban untuk tempat Buang Air Besar (BAB) : 83. memperlihatkan bahwa jumlah TUPM Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 47 . Untuk pengelolaannya pada daerah pemukiman di perkotaan dikelola PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten. yaitu: pembuangan kotoran manusia (jamban). Sedangkan TUPM sehat adalah tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makana/minuman yang memenuhi syarat kesehatan yaitu yang memiliki sarana air bersih. ventilasi yang baik. Data dari Profil Puskesmas 2009 dan laporan dari Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009. sarana pembuangan air limbah. Banyaknya penyakit ditularkan karena tidak dilakukan cara-cara penanganan sanitasi yang benar. pasar dan lain-lain.31%. sumur pompa tangan 0.35% dan jamban yang memenuhi criteria jamban sehat sebesar 68. pemanfaatan dan pemeliharaan. Upaya peningkatan kualitas air bersih akan berdampak positif apabila diikuti upaya perbaikan sanitasi. Jumlah KK yang telah memiliki pengolahan air limbah : 6.9%. Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Tempat-tempat umum dan tempat pengelolaan makanan (TUPM) merupakan suatu sarana yang dikunjungi oleh banyak orang dan dikhawatirkan dapat menjadi tempat penyebaran penyakit. Permasalahan terbanyak yang dihadapi Kabupaten Ngada yang berkaitan dengan air adalah terbatasnya dana untuk pembuatan sarana air bersih di daerahdaerah yang sulit air sehingga cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Ngada masih belum memenuhi target SPM. perbaikan. Data selengkapnya mengenai sarana Sanitasi Dasar dapat dilihat pada lampiran Tabel 48 dan 49.1%.55% dan sumber lainnya 1. sumur gali 5.76% dan dari seluruh KK yang memilki jamban tersebut 71. restoran.22%. Upaya sanitasi meliputi pembangunan.32% dan dari KK yang memilki pengolahan air limbah tersebut 56. sumur gali dan air permukaan.8% diantaranya memenuhi criteria tempat sampah sehat.

Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 51. yang diperiksa 255 buah (92. sedangkan data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran tabel 50. juga dilakukan pembinaan kesehatan terhadap institusi yang ada di Kabupaten Ngada. Berdasarkan laporan puskesmas dan seksi penyehatan lingkungan pada tahun 2009 memperlihatkan bahwa institusi yang dibina kesehatan lingkungannya meliputi sarana kesehatan 97.08%) diantaranya termasuk kategori TUPM sehat.91%.0%. Dari TUPM yang diperiksa. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 48 . sarana pendidikan 96.39%).19 Persentase TUPM Sehat Menurut Jenis TUPM di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009. karena ada beberapa 3 sarana sarana pustu/polindes yang tidak terpakai. sarana ibadah 80. jadi tidak dilakukan pembinaan kesehatan lingkungan.yang ada sebanyak 276 buah. Cakupan TUPM sehat menurut jenis TUPM dapat dilihat pada grafik berikut.46%. Grafik 4. 2009 Selain pegawasan tempat-tempat umum diatas. Laporan Seksi Penyehatan Lingkungan. sebanyak 143 (56.85% dan perkantoran 79.

4 yang berarti setiap 100. Pustu dan Polindes di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 49 . karena jumlah penduduknya terhitung paling banyak.1 Peta Penyebaran Puskesmas.000 penduduk dilayani oleh 7 puskesmas. Peta 5.1 Sarana Kesehatan A. Ini berarti bahwa pada tahun 2009 setiap 100. Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan rasio puskesmas per 100.000 penduduk dilayani oleh 5 puskesmas. Dengan demikian rasio puskesmas per 100.000 penduduk pada tahun 2009 adalah 7. dimana pada kecamatan Bajawa terdapat 2 Puskesmas.BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN 4. Puskesmas dan Jaringannya Puskesmas dan puskesmas pembantu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar yaitu kecamatan dan desa. Dari tahun ke tahun jumlah puskesmas di Kabupaten Ngada terus meningkat untuk pemerataan pelayanan di tingkat dasar.24. Pada tahun 2009 jumlah puskesmas di kabupaten Ngada sebanyak 10 unit yang tersebar di 9 kecamatan.000 penduduk tahun 2007 adalah 5.

Jumlah puskesmas pembantu juga cenderung meningkat seiring dengan pemekaran desa/kelurahan yang ada. Pustu dan Polindes Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 50 . Pada tahun 2009 di Kabupaten Ngada jumlah Pustu sebanyak 32 unit. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas. Oleh karena jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu sebanyak itu maka rasio pustu terhadap puskesmas adalah 3 : 1 artinya setiap puskesmas rata-rata didukung oleh 3 sampai 4 puskesmas pembantu. 2 puskesmas perawatan tersebut yaitu Riung dan Aimere dipersiapkan untuk menjadi puskesmas PONED (Perawatan Obstetrik Neonatal Emenrgensi Dasar).000 penduduk dilayani oleh 23 puskesmas pembantu.2. Dengan rasio puskesmas pembantu per 100. dan pada tahun 2009 juga mempersiapkan satu puskesmas (Koeloda) untuk menjadi puskesmas perawatan.000 penduduk adalah 23. Upaya untuk peningkatan fungsi puskesmas terus dilakukan terutama dalam peningkatan puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit. Sehubungan dengan Revolusi KIA penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB). yang tersebar di beberapa desa di wilayah kabupaten Ngada.2 yang berarti setiap 100. Riung dan Waepana. Dari hasil pemetaan sarana kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan berikut lokasi sarana kesehatan dasar dengan memperhitungkan waktu tempuh ke Kecamatan. dijalur-jalur jalan raya di lokasi yang rawan kecelakaan. Peta Travel Time/Waktu Jangkau dari Rumah Penduduk ke Puskesmas Peta 5. Hingga tahun 2009 jumlah puskesmas perawatan di Kabupaten Ngada sebanyak 3 buah yaitu Puskesmas Aimere.3. Peta 5.

karena RSU di Nagekeo masih dalam tahap pembangunan. Pada tahun 2009 BTO RSUD Bajawa adalah 49. Standar BTO ideal adalah 40- Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 51 . Untuk menggambarkan cakupan pelayanan digunakan indikator pemanfaatan tempat tidur dan Indikator pelayanan rumah sakit lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Bed Ocupancy Rate (BOR) Bed Occupancy Rate adalah persentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit selama satu tahun. Pada tahun 2009 jumlah pasien yang keluar (hidup dan Mati) sebanyak 4906 pasien. dan warna biru gelap waktu tempuh antara 45 – 60 menit. Jika dibandingkan dengan standar LOS 6-9 hari maka lama hari perawatan di RSUD Bajawa tidak melewati batas standar. sehingga kasus rujukan dilakukan ke RSUD Tipe C Bajawa.946 hari rawat. dan jika dibandingkan dengan hari perawatan maka LOS RSUD Bajawa adalah 4 hari.6% atau 55%. Avarage Length of Stay (LOS) Avarage Length of Stay adalah rata-rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit. Walaupun jumlah rumah sakit hanya satu namun fasilitas yang tersedia terus bertambah dan mengalami peningkatan baik sarana dan prasarana maupun tipe rumah sakit.1 dengan kata lain satu buah tempat tidur dimanfaatkan sebanyak 49 kali dalam tahun 2009. BOR ideal sesuai standar nasional adalah 60-85% sehingga dapat dikatakan BOR RSUD Bajawa tahun 2009 belum memenuhi standar nasional. warna merah waktu tempuh mencapai 45 menit. Bed Turn Over (BTO) Bed Turn Over diukur dengan indikator jumlah penderita rawat inap yang keluar (hidup dan mati) dalam 1 tahun dibandingkan dengan jumlah tempat tidur dengan kata lain BTO menggambarkan frekuensi pemanfaatan tempat tidur dalam setahun. warna ungu daerah dengan waktu tempuh 15-30 menit. B.Dari peta diatas diketahui bahwa terdapat beberapa daerah dengan waktu jangkau ke sarana kesehatan dasar lebih dari 1 jam/60 menit (daerah dengan warna pudar). namun sebagian besar wilayah Kabupaten Ngada dapat menjangkau sarana kesehatan dasar dengan waktu kurang dari 1 jam. Warna hijau muda dengan jarak tempuh kurang dari 15 menit. Jumlah tempat tidur untuk rawat inap yang tersedia sebanyak 100 tempat tidur. sehingga BOR sebesar 54. Atau rata-rata 1 orang pasien dirawat adalah 4 hari. Rumah Sakit Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk. Pada tahun 2009 jumlah hari perawatan RSUD Bajawa sebanyak 19. Di kabupaten Ngada terdapat satu buah rumah sakit yang melayani penduduk di 2 kabupaten yaitu Ngada dan Nagekeo.

atau selang waktu pemakaian tempat tidur. pemerataan obat generik dan obat esensial yang bermutu bagi masyarakat.4. St.Trikora. Kec. Sarana Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Upaya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan secara paripurna. Gross Death Rate (GDR) Gross Death Rate adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Di kabupaten Ngada tahun 2009 terdapat 5 buah BP (balai Pengobatan) Swasta yaitusebagai berikut : Nama-Nama BP Swasta dan Lokasi Kabupaten Ngada Tahun 2009 1 2 3 4 5 Bp. sehingga dapat dikatakan BTO RSUD Bajawa masih sesuai standar. Inap St. sehingga NDR RSUD Bajawa tahun 2009 sudah melewati standar toleransi.Bajawa Kel. sehingga GDR 45. Tahun 209 jumlah pasien mati seluruhnya 222 pasien. Kec. Turn Over Interval (TOI) Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Palang Suci Bp. dan BP St. Walburga Mataloko Kel.50 kali dalam setahun. Selain rumah sakit dan puskesmas juga terdapat sarana pelayanan kesehatan milik swasta yang dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat diawasi oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan.Golewa Kecamatan Golewa BP swasta Palang Suci. dan juga menempatkan tenaga kesehatan di sarana pelayanan swasta tersebut. BP St. Kec.Mataloko.Soa Ds. Santa Maria Bp. St. Gabriel Bp.3 per 1000 pasien keluar. NDR RSUD Bajawa Tahun 2009 adalah 27 per 1000 pasien keluar. Upaya tersebut dimaksudkan untuk (1) menjamin ketersediaan. keterjangkauan. Nilai GDR diharapkan tidak lebih dari 45 per 1000 pasien keluar sehingga GDR RSUD Bajawa dalam batas toleransi. Net Death Rate (NDR) Net Death Rate adalah angka kematian pasien Rumah Sakit 48 jam setelah dirawat di RS untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar.Fatima Bp. Tahun 2009 TOI RSUD Bajawa adalah 3. Dengan kata lain setiap 1000 pasien keluar terdapat 45 pasien meninggal. Fatima juga dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Gabriel dan BP St. (2) mempromosikan penggunaan obat Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 52 . Mangulewa. Masumeli. Fatima dilengkapi dengan fasilitas bersalin/BKIA. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. Atau rata-rata hari tempat tidur tidak terisi adalah 3 sampai 4 hari. C. Golewa Ds. Rwt. Kec.

Namun demikian tanggapan positif masyarakat ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya mutu pelayanan. menyerupai Pustu namun dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran bangunan Pustu. karena banyak faktor yang menyebabkan mutu posyandu rendah antara lain . Sarana distribusi farmasi di kabupaten Ngada berupa Gudang Farmasi Kabupaten untuk mendistribusikan obat dan perbekalan kesehatan ke semua Puskesmas. Jumlah Posyandu yang ada di Kab. Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) dan sebagainya. adanya LSM Swasta dan anggaran-anggaran lain untuk kesehatan memungkinkan sarana Polindes dibangun berupa bangunan yang layak pakai. sarana dan prasarana belum memadai. dan Puskesmas mendistribusikannya ke Pustu dan Polindes. Upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). namun dengan adanya anggaran DAK Kesehatan. Ngada tahun 2009 sebanyak 274 posyandu dan berdasarkan keempat strata tersebut di kabupaten Ngada baru mencapai 3 strata sebagai berikut: • • • Pratama sebanyak 42 buah (15. POD (Pos Obat Desa). serta (4) melindungi masyarakat dari penggunaan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. Polindes (Pondok Bersalin Desa). Sedangkan posyandu merupakan kegiatan yang tumbuh dari. Polindes awalnya dibangun secara darurat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada di masyarakat.7%) Purnama sebanyak 63 buah (23. banyak kader posyandu yang droup out. Madya.0%) Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 53 . Tahun 2009 di Kabupaten Ngada terdapat 48 Polindes yang tersebar ke 48 desa di 9 kecamatan. mutu dan keamanan. oleh dan untuk masyarakat.3%) Madya sebanyak 169 buah (61. sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki masih sangat rendah. sehingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana posyandu menjadi tanggung jawab bersama terutama masyarakat disekitarnya.yang rasional dan obat yang generik. Purnama dan Mandiri. D. Dalam perkembangannya posyandu mendapat tanggapan positif dari pemerintah dan masyarakat. (3) meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian difarmasi komunitas dan farmasi klinik serta pelayanan kesehatan dasar. Untuk mengetahui kualitas posyandu maka dilakukan telaah kemandirian posyandu yaitu suatu cara penilaian strata posyandu menjadi 4 tingkat perkembangan (Stratifikasi posyandu) yaitu kategori Pratama. Toga (Tanaman Obat Keluarag).

Imunisasi lebih dari 50 %. tetapi juga diselenggarakan oleh swasta.2 Tenaga Kesehatan Dalam pembangunan kesehatan diperlukan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan profesional untuk melaksanakan upaya kesehatan sesuai paradigma sehat.1 Persentase Posyandu Menurut Strata di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Sumber : Profil Puskesmas 2009 Posyandu Aktif adalah Posyandu yang melaksanakan kegiatan hari buka dengan frekuensi lebih dari 8 kali per tahun. yang mengutamakan upaya peningkatan. Namun sampai saat ini. yang merupakan tenaga kesehatan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 54 . yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat Ngada saat ini adalah meningkatkan strata posyandu bukan menambah jumlah posyandu. Mengatasi hal tersebut. Gizi.) dengan perkataan lain Posyandu aktif adalah posyandu dengan tingkat kemandirian Purnama dan Mandiri. rata-rata jumlah kader yang bertugas 5 orang atau lebih. Lebih rinci dapat dilihat pada lampiran tabel 46. dan sudah ada 1 atau lebih program tambahan.KB. Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui perekrutan CPNS daerah dan PTT dari Pusat sedangkan untuk pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat. pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Oleh karena itu gambaran situasi ketersediaan tenaga kesehatan baik yang bekerja di sector pemerintah maupun swasta perlu diketahui. 4.Grafik 5. Sebagaimana diketahui bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan tidak hanya dilakukan pemerintah. Data yang tersedia merupakan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. Pencapaian Posyandu Aktif Kabupaten Ngada 23% jika dibandingkan dengan target cakupan SPM tahun 80% maka belum memenuhi target. serta cakupan dana sehat < 50 %. data tenaga kesehatan di setiap sarana pelayanan belum valid karena ada beberapa pegawai yang mengalami mutasi dan mengikuti pendidikan lanjutan di sector pemerintah dan terutama sector swasta. cakupan program utama (KIA. kurang proaktifnya petugas dalam mendata ketenagaan.

000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 Standar Nasional 40 6 11 117 30 100 40 40 10 40 30 4 15 : 100. Tenaga kesehatan tersebut tersebar di Dinas Kesehatan. kemudian tenaga teknisi medis (Analis Lab. Teknik elektromedik dan Anestesi) yaitu 12 per 100. di RSUD 138 orang dan di Puskesmas serta jaringannya 256 orang.000 : 100.000 : 100. Anestesi dan fisioterapi.000 penduduk merupakan paling tinggi cakupannya (97%). Tabel 5. 4. Penata Rontgent.000 : 100.55% tenaga farmasi. Dari jumlah tenaga kesehatan tersebut sebanyak 7.5% 40% 50% 80% Sumber : Subag Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada.000 : 100.1 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jenisnya per 100.000 : 100. 6.22% adalah tenaga medis yaitu dokter.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100. dokter gigi dan dokter spesialis.35% teknisi medis yaitu analis kesehatan.000 Persentase 35% 50% 27.000 : 100.000 : 100.74% tenaga sanitasi dan 1.34% tenaga Kesehatan Masyarakat. 20. 3.000 : 100.42% Perawat gigi. RSUD Bajawa dan Puskesmas serta BP Swasta yang ada Di Kabupaten Ngada dengan rincian tenaga yang bekerja di Dinas Kesehatan sebanyak 61 orang. 5.86% tenaga bidan.000 Penduduk di Kabupaten Ngada tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi Perawat Perawat Gigi Bidan Ahli Gizi Sanitarian Apoteker Sarjana Kesehatan Masyarakat Asisten Apoteker Keterapian Fisik Keteknisian Medis 14 3 3 114 18 72 9 14 4 15 12 2 12 Ngada : 100. Tenaga yang bekerja pada instansi kesehatan pada tahun 2009 sejumlah 455 orang.000 : 100.000 : 100. 2009 Bila dilihat dari rasio masing-masing tenaga kesehatan di kabupaten Ngada dibandingkan dengan rasio tenaga kesehatan standar nasional maka tenaga Perawat dengan rasio 114 per 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100.000 : 100. Bila dilihat perbandingan rasio pada tabel diatas maka tenaga kesehatan di kabupaten Ngada masih sangat kurang atau belum mencukupi untuk melayani seluruh penduduk di Kabupaten Ngada. 2.000 : 100. sedangkan banyak tenaga kesehatan yang berstatus sukarela tidak didata.000 : 100.000 penduduk.98% perawat.5% 35% 40% 37.67% tenaga gizi. ATEM.pemda/pegawai negeri. 41. Penjelasan mengenai kualifikasi tenaga kesehatan dan penyebarannya seperti dibawah ini : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 55 . Persentase tenaga kesehatan menurut jenisnya di Kabupaten Ngada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. dengan rincian tenaga kesehatan sebanyak 374 orang dan tenaga non kesehatan sebanyak 81 orang.3% 97% 60% 72% 22.

Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 56 . Spesialis Kandungan dan Spesialis Anak. Menurut kualifikasi pendidikannya. Dengan rincian 78 bidan bertugas di Puskesmas dan 22 bidan bertugas di RSUD Bajawa. Jumlah tenaga Bidan tahun 2009 sebanyak 100 orang.000 penduduk belum menggambarkan rasio sebenarnya jika dilihat dari kualifikasi pendidikannya. yang diikuti oleh 45 orang Bidan. bidan dengan pendidikan DIII sejumlah 18 orang dan Bidan DI sejumlah 82 orang. Pada tahun 2009 jumlah tenaga Dokter Spesialis sebanyak 4 tenaga Dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam. 4 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa sedang melanjutkan pendidikan. Rasio dokter umum dalah 14 per 100. Dan untuk mengatasi dokter umum di pelayanan gawat darurat dilakukan kerjasama dengan dokter PTT Puskesmas secara bergilir mendapat tugas jaga di Unit Gawat Darurat Bajawa. Dengan demikian rasio tenaga bidan 72 per 100. Namun 4 tenaga dokter spesialis ini merupakan tenaga kontrak atau tidak tetap. Dr/Drg Spesialis. D3 Keperawatan 166 orang dan SPK 34 orang. belum menggambarkan rasio dokter spesialis sebenarnya. Jumlah tenaga dokter umum tahun 2009 sebanyak 19 orang. masih jauh dibawah standar nasional. perawat dengan pendidikan S1 keperawatan sebanyak 7 orang.Tenaga Medis terdiri dari Dokter Umum.000 Penduduk. Dengan rasio dokter gigi 3 per 100. dengan rincian 93 bertugas di Puskesmas. Hal ini diatasi dengan penyelenggaraan Progsus D3 Kebidanan kerja sama dengan Poltekkes Kesehatan Kupang di Bajawa. sehingga pelayanan dokter umum yang masih aktif di RSUD Bajawa sebanyak 3 orang.000 penduduk. sehingga 3 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas diperbantukan ke RSUD Bajawa. dengan rincian 12 orang tenaga dokter PTT di Puskesmas dan 7 orang tenaga dokter di RSUD Bajawa.000 penduduk masih jauh dari standar nasional 40 per 100. yang bergantian selama 3 bulan sekali bekerja sama dengan RSUP Sanglah Denpasar. Sehingga rasio tenaga dokter spesialis 3 per 100. 32 Pustu dan 48 Polindes (90 sarana) maka tenaga perawat masih belum memenuhi kebutuhan pada sarana kesehatan yang ada. Tenaga dokter gigi tahun 2009 sebanyak 4 orang dokter gigi yaitu 2 orang dokter gigi PTT bertugas di Puskesmas dan 2 orang dokter gigi PNS di RSUD Bajawa. Dengan rasio tenaga perawat 114 per 100. Pustu dan Polindes. 60 bertugas di RSUD Bajawa dan 4 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. Jika dilihat kualifikasi pendidikan maka sebagian besar bidan belum memenuhi standar kompetensi kebidanan yaitu Diploma 3. Spesialis Bedah.000 penduduk. Tenaga perawat yang bertugas di Puskesmas dan Jaringannya sebanyak 93 orang jika dibandingkan dengan jumlah sarana kesehatan dasar yaitu 10 Puskesmas. Dokter Gigi. Tenaga Perawat di Kabupaten Ngada Tahun 2009 sebanyak 157 orang.000 penduduk. Menurut kualifikasi pendidikan.

000 penduduk. tenaga D3 gizi 10 orang dan D1 gizi 1 orang. 1 orang bertugas di RSUD dan 5 orang bertugas di Dinas Kesehatan. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 57 . Dengan rasio Apoteker 4 per 100. 3 Apoteker bertugas di Puskesmas. sehingga labkes belum berfungsi maksimal.000 penduduk. Rasio sanitarian 14 per 100. 4 orang di RSUD dan 1 orang di Dinas Kesehatan kabupaten. 3 orang bertugas di RSUD dan 16 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. Tenaga farmasi dan asisten apoteker berjumlah 17 orang. 2 Apoteker bertugas di RSUD dan 1 Apoteker bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. 2 orang bertugas di RSUD dan 2 orang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten. 2 Puskesmas belum mempunyai tenaga gizi yaitu Pusksesmas Watukapu dan Natarandang. Dengan rasio perawat gigi 18 per 100. Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat 15 per 100. Tenaga Gizi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 12 orang dengan rincian 8 orang bertugas di Puskesmas. Secara kualifikasi pendidikan tenaga gizi D4 sebanyak 1 orang bertugas di RSUD. Apoteker di Kabupaten Ngada sejumlah 6 orang. D3 farmasi 7 orang dan SMF 8 orang. yaitu Sarjana Farmasi 2 orang. Secara kualifikasi pendidikan sanitarian dengan pendidikan D3 Sanitasi 13 orang dan pendidikan SPPH 6 orang. dengan rincian 2 orang bertugas di Puskesmas. Tenaga Analis Laboratorium tahun 2009 sebanyak 9 orang yaitu 3 orang di Puskesmas dan 6 orang di RSUD.000 penduduk. Terdapat 7 Puskesmas yang belum memiliki tenaga analis. Rasio asisten apoteker 12 per 100. Tenaga ATEM dan Photorontgent sejumlah 7 orang dan bertugas di RSUD (ATEM 2 orang dan Rontgent 5 orang).000 penduduk.Perawat gigi di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 25 orang dengan rincian 20 orang bertugas di Puskesmas. Puskesmas Watukapu dan Natarandang belum mempunyai tenaga farmasi. Sarjana Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Ngada tahun 2009 sebanyak 21 orang.000 penduduk.000 penduduk. Rasio tenaga gizi 9 per 100. Tenaga ATEM sangat kekurangan mengingat peralatan kesehatan yang begitu banyak memerlukan tenaga teknisi khusus dalam maintenance dan perbaikan. Sanitarian atau tenaga kesehatan lingkungan di Kabupaten Ngada sebanyak 19 orang dengan rincian 13 sanitarian bertugas di Puskesmas.

4 Peta Penyebaran Tenaga Dokter Gigi dan Dokter Umum di Puskesmas Menurut Kecamatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Peta 5.Peta 5.5 Peta Penyebaran Tenaga Bidan dan Perawat di Puskesmas menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 58 .

416. Total APBD kabupaten Ngada tahun 2009 adalah sejumlah Rp. Peta Penyebaran Tenaga Ahli Gizi.321.383.398.060.bila dibandingkan dengan alokasi anggaran kesehatan yang dialokasikan melalui APBD maka anggaran kesehatan kabupaten Ngada adalah 6.3 Pembiayaan Kesehatan Pembiayanan kesehatan di kabupaten Ngada berasal dari berbagai sumber yaitu APBN. Sedangkan anggaran kesehatan pemerintah per Kapita adalah Rp. Pada tahun 2009 total pembiayaan kesehatan kabupaten Ngada adalah sejumlah Rp.Peta 5.779.sudah termasuk dengan gaji pegawai. Alokasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan kabupaten Ngada dapat dilihat pada tabel berikut : Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 59 . 31. Alokasi anggaran tersebut merupakan anggraan yang terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. bantuan luar negeri dan sumber-sumber pemerintah lainnya.741. Sanitarian dan Farmasi di Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 4.755. 186.72% dari total APBD yaitu Rp.652.660. 25..382.angka ini sudah termasuk anggaran pemerintah maupun bantuan luar negeri.6.. APBD..

1.43 26.000.333.09 25.660.00 Pinjaman/Hibah luar negeri AIP-MNH (AussAid) Proyek Gafi/GV 587.31.080.62 1.344.416.08 5 6 6 Bansos (Bantuan Sosial) ADB (DHS II) Jamkesmas Pemda TOTAL Anggaran kesehatan ini merupakan anggaran kesehatan pada istansi kesehatan saja belum termasuk anggaran kesehatan dari sektor-sektor terkait lainnya.411.000.125.000.935.89 1.138.800.668.0 3.060.133.0.242.57 4.660.1.250. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 60 .2 Realisasi Anggran Kesehatan di Kabupaten Ngada Tahun 2009 Alokasi Anggaran Kesehatan No 1 Sumber Biaya Rp APBD Kab/Kota (Termasuk Gaji dan Dana DAK) 2 3 APBD Propinsi APBN 4 JAMKESMAS DEKON 1.Tabel 5.000.935.4.33 0.652.% 83.321.500.000.685.416.487.1.779.

Hasil-hasil kegiatan pembangunan kesehatan yang menyeluruh di Kabupaten Ngada selama tahun 2009 tergambar dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009. profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hingga tahun ini berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan kesehatan. Informasi informasi data dan informasi Salah adalah ini diperoleh luaran Kesehatan. apalagi dalam era desentralisasi. dalam rangka meningkatkan kualitas Profil Kabupaten Ngada.BAB VI PENUTUP 6. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini belum mendapat apresiasi yang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai dengan harapan. sejalan dengan perbaikan kondisi umum. Oleh karena data dan informasi merupakan sumber daya yang strategis bagi pimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen. Hal ini berimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil Kesehatan Kabupaten Ngada yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan. Walaupun demikian. melalui dari Dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Kesehatan. Gambaran yang demikian merupakan fakta diketahui oleh seluruh pejabat publik dan masyarakat. Di bidang Sistem sistem kesehatan. upaya pelayanan kesehatan. perbaikan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat Ngada. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada senantiasa mencari terobosan-terobosan dalam hal mekanisme pengumpulan data dan informasi secara cepat untuk melengkapi data dan informasi kesehatan khususnya yang bersumber dari puskesmas. Oleh karena itu. kesehatan satu Profil utama perkembangannya. sarana kesehatan dan sumber daya kesehatan. diharapkan Profil Kesehatan Kabupaten Ngada ini tetap dapat memberikan gambaran secara garis besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaan kesehatan masyarakat yang telah dicapai. sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 61 . namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi di jajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditunggu. lintas sektor maupun masyarakat. karena sangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan. antara lain upaya peningkatan dan perbaikkan terhadap derajat kesehatan masyarakat. maka penyediaan data/informasi yang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan.1 Kesimpulan Berbagai upaya telah dilaksanakan dalam pembangunan kesehatan. Namun disadari. pengumpulan data dan informasi dari Puskesmas menjadi relatif lebih sulit.

Namun disadari pula dalam penyusunan buku Profil kesehatan ini masih ditemui banyak hambatan. 4. Semoga Buku Profil Kesehatan Tahun 2009 ini dapat bermanfaat. 2. Ketidaklengkapan tabel-tabel dalam lampiran Profil Kesehatan ini salah satunya disebabkan ada beberapa item data yang tidak jelas definisi operasionalnya. Perlu peningkatan kemampuan/ketrampilan pengelola data dan pemegang program dalam mencermati data guna peningkatan validitas data dan keakuratan data. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perhatian dan penanganan yang lebih serius karena pembangunan kesehatan tetap merupakan kebutuhan masyarakat yang perlu ditingkatkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan pembangunan nasional. penanggulanngan AKI diutamakan dimulai dari tingkat keluarga dan desa dengan mengoptimalkan Program Desa Siaga. 6. dapat diketahui bahwa masih ada pelaksanaan program yang belum optimal. Adanya peningkatan AKI perlu mendapat perhatian serius. sejalan dengan kebijakan Provinsi NTT dalam Revolusi KIA. 3. Penyusunan buku Profil kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009 telah diupayakan untuk lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dari gambaran pencapaian pelaksanaan program kesehatan di atas. Optimalisasi kinerja TIM SIKDA Kabupaten Ngada untuk pengumpulan data profil kesehatan. Oleh karena itu untuk penyusunan Profil Kesehatan di tahun-tahun mendatang diharapkan keseriusan dari tingkat bawah yaitu pustu dan puskesmas dalam pencatatan dan pelaporan data dan informasi guna evaluasi dan perencanaan tahunan kegiatan pembangunan kesehatan. 5.6. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan Buku Profil Kesehatan pada tahun-tahun mendatang. baik dari segi kualitas data maupum analisisnya. Profil Kesehatan Kabupaten Ngada 2009 62 . Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang setiap data yang dibutuhkan perlu disertai dengan definisi operasional yang jelas.2 Saran 1.

9  7  Ibu  224.2  Angka Kesakitan  19  AFP Rate < 15 th  20  TB Paru Sembuh  21  Pneumonia Balita Ditangani  22  HIV/AIDS ditangani  23  Infeksi Menular Seksual ditangani  24  Angka Kesakitan DBD  25  DBD ditangani  26  Angka Kesakitan Diare  27  Diare pada Balita ditangani  28  Angka Kesakitan Malaria  29  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (PB)  30  Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (MB)  31  Kasus Penyakit Filariasis ditangani  32  Jumlah Kasus Difteri  33  Jumlah Kasus Pertusis  34  Jumlah Kasus Tetanus  35  Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum  36  Jumlah Kasus Campak  37  Jumlah Kasus Polio  38  Jumlah Kasus Hepatitis B  B.050  Jiwa  2  85.22  %  1.66  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  0  Kasus  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 9  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 10  Tabel 11  Tabel 12  Tabel 12  Tabel 13  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  Tabel 14  72.3  Status Gizi  39  Kunjungan Neonatus (KN2)  40  Kunjungan Bayi  41  Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)  42  BBLR ditangani  1.  DERAJAT KESEHATAN  B.  GAMBARAN UMUM  1  Luas Wilayah  2  Jumlah Desa/Kelurahan  3  Jumlah Penduduk  2  4  Kepadatan Penduduk /Km  5  Jumlah Penduduk Laki­laki  6  Jumlah Penduduk Perempuan  7  Rasio Beban Tanggungan  8  Rasio Jenis Kelamin  9  Pddk 10 th keatas Melek Huruf  10  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Laki­laki)  11  Pddk 10 th keatas Melek Huruf (Perempuan)  B.00  %  100  %  6.91  %  2  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 1  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 2  Tabel 5  Tabel 5  Tabel 5  3115  Bayi  55  Bayi  17. Lampiran  A.02  100  %  77.83  %  51.17  Jiwa/Km  67.00  %  18.015  Jiwa  71.41  %  76.42  94.7  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 6  Tabel 7  Tabel 7  ­  61.34  50.7  9  Balita  2.52  100.035  Jiwa  65.42  %  48.RESUME PROFIL KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  INDIKATOR  ANGKA/NILAI No.621  Km  94  Desa/Kel  138.70  %  100  %  100.1  Angka Kematian  12  Jumlah Lahir Hidup  13  Jumlah Bayi Mati  14  Angka Kematian Bayi (dilaporkan)  15  Jumlah Balita Mati  16  Angka Kematian Balita (dilaporkan)  17  Jumlah Kematian Ibu Maternal  18  Angka Kematian Ibu (dilaporkan)  B.73  %  100  %  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  Tabel 15  .

55  %  37.77  %  6.72  %  52.00  %  100.00  %  59. Gadar  73  Desa/Kel.19  %  No.40  %  92.31  %  0.94  %  Tabel 43  51.90  %  100.00  %  71.37  %  #DIV/0!  %  #DIV/0!  %  6.90  %  92.99  %  Tabel 45  Tabel 46  87.79  %  23.70  %  71.  UPAYA KESEHATAN  C.17  %  41.00  %  45.22  %  63. Terkena KLB ditangani < 24 jam  74  Bayi yang diberi ASI Eksklusif  75  Desa/Kel.20  %  6.51  %  4.23  %  100.88  %  13.4  Keadaan Lingkungan  88  Rumah yang diperiksa kesehatannya  ANGKA/NILAI  76.A 2x  62  Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan  63  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe1  64  Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe3  65  WUS dg imunisasi TT5  66  Ketersediaan darah Bumil yg dirujuk  67  Ketersediaan darah Neonatus yg dirujuk  68  Bumil Risti/Komplikasi  69  Bumil Risti/Komplikasi ditangani  70  Neonatal Risti dirujuk  71  Neonatal Risti dirujuk dan ditangani  72  Sarkes dg Kemampuan Yan.42  %  0.1  Pelayanan Kesehatan  47  Kunjungan Ibu Hamil (K1)  48  Kunjungan Ibu Hamil (K4)  49  Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan  50  Deteksi Dini Tumbang Anak Balita  51  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SD/MI  52  Pemeriksaan Kesehatan Siswa SMP/SMU  53  Peserta KB Baru  54  Peserta KB Aktif  55  Peserta KB Aktif (MKJP + Non MKJP)  56  Peserta KB Baru (MKJP + Non MKJP)  57  Desa/Kelurahan UCI  58  Cakupan Imunisasi Campak Bayi  59  Drop­Out Imunisasi DPT1­Campak  60  MP­ASI Bayi BGM  61  Anak Balita Mendapat Vit.06  %  76.34  %  70.28  %  79.76  %  58. Dg Garam Beryodium yg baik  76  Rasio Tambal/Cabut Gigi Tetap  77  Murid SD/MI Diperiksa (UKGS)  78  Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS)  79  Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar  80  Penduduk Miskin dicakup Jamkesmas  81  Penduduk Miskin Mendapat Yankes  82  Bayi Gakin BGM Mendapat MP­ASI  83  Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila  84  WUS yang diberi Kapsul Yodium  C.2  Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan  85  Sarkes yang memiliki Labkes  C.05  %  100  %  100  %  81.42  %  67.91  %  73.42  %  64.56  %  66.NO  INDIKATOR  43  Balita ditimbang  44  Balita BB Naik  45  BGM  46  Balita Gizi Buruk  C.18  %  56.3  Perilaku Hidup Masyarakat  86  Rumah Tangga ber­PHBS  87  Posyandu Aktif  C.07  %  23.94  %  Tabel 47 .00  %  50.83  %  100. Lampiran  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  Tabel 16  83.59  %  22.40  %  0.27  %  8.35  %  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 17  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 18  Tabel 19  Tabel 19  Tabel 20  Tabel 21  Tabel 22  Tabel 23  Tabel 23  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 24  Tabel 25  Tabel 25  Tabel 26  Tabel 27  Tabel 27  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 28  Tabel 29  Tabel 30  Tabel 32  Tabel 33  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 34  Tabel 36  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 37  Tabel 39  Tabel 40  52.

416.060.18  %  45.  2.77  %  83.2  Pembiayaan Kesehatan  113  Total Anggaran Kesehatan  114  APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota  115  Anggaran Kesehatan Perkapita  D. Lampiran  Tabel 47  Tabel 48  Tabel 48  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 49  Tabel 50  Tabel 51  Tabel 52  Tabel 52  27  Orang  104  Orang  23  Orang  12  Orang  20  Orang  19  Orang  21  Orang  390  Orang  4  Orang  19  Orang  4  Orang  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 53  Tabel 55  Tabel 55  Tabel 55  31.84  %  6.660  Rp.42  %  14.35  %  64.32  %  56.15  %  56.1  Tenaga Kesehatan  102  Jumlah Tenaga Medis  103  Jumlah Tenaga Perawat dan Bidan  104  Jumlah Tenaga Farmasi  105  Jumlah Tenaga Gizi  106  Jumlah Tenaga Tehnisi Medis  107  Jumlah Tenaga Sanitasi  108  Jumlah Tenaga Kesmas  109  Jumlah Tenaga Kesehatan  110  Jumlah Tenaga Dokter Spesialis  111  Jumlah Tenaga Dokter Umum  112  Jumlah Tenaga Dokter Gigi  D.NO  INDIKATOR  89  Rumah Sehat  90  Keluarga yang diperiksa air bersihnya  91  Keluarga yang memiliki akses air bersih  92  KK memiliki Jamban  93  KK memiliki Jamban Sehat  94  KK memiliki Tempat Sampah  95  KK memiliki Tempat Sampah Sehat  96  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah  97  KK memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat  98  TUPM Sehat  99  Institusi dibina Keslingnya  100  Rmh/Bangn diperiksa Jentik Nyamuk Aedes  101  Rmh/Bangn bebas Jentik Nyamuk Aedes  D.13  %  88.08  %  88.30  %  224.99  %  Tabel 60  Tabel 60  Tabel 60  41  Desa  45  Polindes  274  Psyd  Tabel 62  Tabel 62  Tabel 62 .76  %  71.  SUMBERDAYA KESEHATAN  D.50  %  87.90  %  No.89  %  26.3  Sarana Kesehatan  116  Jumlah Desa Siaga  117  Jumlah Polindes  118  Jumlah Posyandu  ANGKA/NILAI  61.

318  4.5  97  6.026  4.30  167.998  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  RATA­RATA  KEPADATAN  RUMAH  JIWA/RUMAH  PENDUDUK  2  TANGGA  TANGGA  /km  8  9  10  3.14  327.94  312.49  103.7  85  Sumber: BPS Kab.7  139  1.9  48  JUMLAH (KAB/KOTA)  1.92  78  16  94  138.TABEL 1  LUAS WILAYAH.6  97  7.  DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  LUAS  WILAYAH  (km  )  3  152.309  11.352  4.992  32.19  2  JUMLAH  DESA  4  9  18  8  9  7  7  10  6  4  KELURAHAN  5  3  3  0  8  0  0  2  0  0  DESA+KEL.8  247  1.645  4.827  7.394  4.620.3  44  1.894  4.397  5. 6  12  21  8  17  7  7  12  6  4  NO  KECAMATAN  JUMLAH  PENDUDUK  7  14.Ngada (Ngada Dalam Angka. JUMLAH PENDUDUK.38  91.0  131  3.757  4.7  25  1.265  4.930  8.  JUMLAH DESA/KELURAHAN. JUMLAH RUMAH TANGGA.0  50  2.72  82.50  250.388  7.2009)  .26  133.795  4.864  34.656  5.947  14.050  29.

220  3.795  4.093  5.048  2.8  96.520  RASIO  RASIO  BEBAN  JENIS  TANG  KELAMIN  GUNGAN  18  19  76.268  3.3  93.884  3.TABEL 2  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN.723  17.889  918  2.292  941  1.929  372  1.216  6.726  10.6  79.8  92.384  838  641  1.553  30.329  432  736  695  257  275  LAKI­LAKI (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  6  7  8  1.241  3.193  16.9  90.760  583  632  1.645  15.645  502  3.4  94.399  2.920  3.050  1.547  67.035  65.1  72.067  2.397  615  852  1.5  49.6  75.947  3.616  71.015  1.751  4.6  64.248  280  501  217  226  198  290  113  JML  17  7.626  10.5  72.837  2.3  91.3  76.799  16.531  977  2.542  6.168  212  >=65  9  457  972  225  758  192  278  209  340  116  JML  10  7. Profil Kesehatan Puskesmas  Catatan : Jumlah kolom 10 + kolom 17 = kolom 3  LAMPIRAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN NGADA TAHUN 2009 .386  2.641  380  1.9  94.3  Sumber: Kantor Statistik Kabupaten/kota.1  97.998  JUMLAH PENDUDUK  <1  4  149  385  74  392  144  162  94  76  66  1­4  5  785  1.571  7.747  2.215  973  1.388  7.013  1.957  3.002  473  3.930  8.957  7.354  31.810  7.322  804  1.478  <1  11  178  495  89  461  153  148  78  121  87  1­4  12  818  1.217  3.179  4.701  6.011  997  2.  RASIO BEBAN TANGGUNGAN.661  1.827  7.764  3.530  14.907  4.864  34.186  216  >=65  16  543  1.141  16.6  70.7  98.742  3.353  1. DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDU  K  3  14.3  NO  1  KECAMATAN  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  138.309  11.978  471  679  766  346  286  PEREMPUAN (TAHUN)  5­14  15­44  45­64  13  14  15  1.487  8.558  590  948  1.642  742  1.246  7.947  14. KELOMPOK UMUR.517  845  1.431  4.436  8.992  32.193  2. RASIO JENIS KELAMIN.4  92.

015  PEREMPUAN  4  1.510  2.589  7.645  6.932  6.626  12.311  5.342  311  138.904  4.681  6.601  6.236  2.208  1.578  16.530  6.141  8.409  2.504  1.162  7.050  NO  KELOMPOK UMUR (TAHUN)  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  2  < 1  1 ­ 4  5 ­ 9  10 ­ 14  15 ­ 19  20 ­ 24  25 ­ 29  30 ­ 34  35 ­ 39  40 ­ 44  45 ­ 49  50 ­ 54  55 ­ 59  60 ­ 64  65 ­ 69  70 ­ 74  75+  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Profil Puskesmas/Kecamatan  06.964  7.391  5.352  12.465  7.495  2.521  2.259  1.031  4.LAMP PROF NGD 09 PRINT .989  8.429  15.810  6.213  4.542  5.175  13.611  3.227  660  123  71.945  6.176  4.155  2.035  LAKI­LAKI+PEREMPUAN  5  3.TABEL 3  JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK  LAKI­LAKI  3  1.384  10.073  4.533  13.949  3.277  682  188  67.720  6.965  3.109  3.467  2.

TABEL 4  PERSENTASE PENDUDUK LAKI­LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS DIRINCI MENURUT  TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  LAKI­LAKI  NO  KECAMATAN  TIDAK/  TIDAK/  BELUM  BELUM  PERNAH  TAMAT  SEKOLAH  SD  3  4  SLTP/  MTs  6  TIDAK/  TIDAK/  SLTA/  AK/ DIPLO  UNIVE  BELUM  BELUM  JUMLAH  PERNAH  TAMAT  MA  MA  RSITAS  SEKOLAH  SD  7  8  9  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.647  ­  ­  ­  11  12  PEREMPUAN  SLTP/  SLTA/  MTs  MA  14  15  AK/  UNIVER  DIPLO  JUMLAH  SITAS  MA  16  17  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2.591  .553  ­  ­  ­  SD/MI  5  SD/MI  13  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KAB NGADA  KABUPATEN NGADA  27  182  1401  372  196  134  55  36  214  1382  238  274  192  34  16776  38  18351  39  4923  868  4617  539  819  712  1161  18243  25  21942  12  4581  687  4275  446  702  498  810  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber : Ngada Dalam Angka 2009  51.210  54.370  ­  ­  1.367  ­  ­  2.196  46.668  50.

800  48.146  51.2  %  11  89.276  8.052  5.889  3.435  12.715  760  204  10  9.8  54.576  23.0  18.196  223  7.6  54.946  50.786  9.4  59.3  52.726  615  13.897  3.1  38.540  2.0  15.1  12.379  516  JUMLAH (KAB/KOTA)  50.512  2.504  8.130  2.7  55.819  MELEK HURUF  NO  1  KECAMATAN JUMLAH  2  3  5.750  28.5  19.460  3.TABEL 5  PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS  PEREMPUAN  %  5  85.059  4.130  1.927  1.9  105.552  3.1  49.132  2.6  JUMLAH  6  5.188  3.7  6.043  4.4  11.264  3.225  28.141  11.494  619  312  7  5.1  56.5  70.357  7.615  4.665  14.474  LAKI­LAKI  MELEK HURUF  LAKI­LAKI + PEREMPUAN  JUMLAH  9  10.422  1.009  52.293  MELEK HURUF  %  8  93.7  54.0  31.951  5.9  11.987  4.763  2.530  392  6.940  8.8  17.5  58.209  1.8  34.134  1.5  55.085  13.0  55.4  Sumber ; Profil Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2008  .784  24.690  2.0  12.150  5.6  55.633  15.0  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  4  4.799  4.

68  JUMLAH BAYI  MATI  8  5  10  5  6  5  6  4  7  5  2  JUMLAH  BALITA 9  1.74  55  17.03  1.63  1.62  4.246  905  1.881  1.22  2.115  55  3.71  1.24  2.TABEL 6  JUMLAH KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  LAHIR HIDUP  LAHIR MATI  4  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  5  6  10  1  8  5  4  6  7  5  3  LAHIR HIDUP+ % LAHIR MATI  LAHIR MATI  6  296  840  141  575  307  244  270  267  118  112  7  2.321  9  2.170  1.603  3.39  1.64  2.461  827  561  JUMLAH  BALITA MATI  10  2  1  1  0  0  1  0  1  2  1  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)  3.570  852  1.415  1.9  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  Keterangan : Angka Kematian (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi  .7  14.19  0.

 Ngada  Keterangan:  ­ Jumlah kematian ibu maternal = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin  + jumlah  kematian ibu nifas  .TABEL 7  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL  JUMLAH LAHIR  KEMATIAN  KEMATIAN  KEMATIAN  JUMLAH  HIDUP IBU HAMIL  IBU BERSALIN  IBU NIFAS  4  5  6  7  8  290  1  1  ­  2  830  2  1  ­  3  140  ­  ­  ­  ­  567  ­  ­  ­  ­  302  ­  ­  ­  ­  240  ­  ­  ­  ­  264  ­  ­  ­  ­  260  ­  1  ­  1  113  ­  1  ­  1  109  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3.115  3  4  ­  7  224. Bidang Yankesda Dinas Kesehatan Kab.72  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (DILAPORKAN)  Sumber: Laporan Seksi KIA.

­ Angka Kematian Ibu Maternal (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi .

00  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  76.00  1.34  100  2.69  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  4.25  1.00  55.59  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  .00  #DIV/0!  #DIV/0!  20.53  2.81  ­  100.TABEL 8  JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS  DAN RASIO KORBAN LUKA DAN MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUK  DIRINCI MENURUT KECAMATAN  TAHUN 2009  JUMLAH  KEJADIAN  KECELAKAAN  3  20  11  1  JUMLAH KORBAN  MATI  4  1  ­  ­  LUKA  BERAT  5  17  ­  1  LUKA  RINGAN  6  126  11  ­  JML  7  144  11  1  ­  ­  25  61  92  ­  % THD  TOTAL  43  3  0  ­  ­  7  18  28  ­  MATI  8  0.20  1.07  82.00  #DIV/0!  JML  11  100  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  100  #DIV/0!  RASIO KORBAN  PER KEJADIAN  KECELAKAAN  12  7.60  17.00  #DIV/0!  #DIV/0!  1.50  100.49  #DIV/0!  NO  KECAMATAN  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  20  40  37  1  ­  ­  5  34  ­  19  27  92  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO PER 100.00  44.94  100  0.00  ­  ­  #DIV/0!  % KORBAN  LUKA  BERAT  9  11.74  ­  #DIV/0!  LUKA  RINGAN  10  87.000 PENDUDUK  129  2  57  275  334  241.26  100.

  % TB PARU SEMBUH.TABEL 9  AFP RATE.70  194  169  169  100  Sumber: Laporan Program TB Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  LB1 Puskesmas Tahun 2009  Keterangan:  Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Pasien TB (+).64  ­  100.00  100.67  54.00  62. DAN PNEUMONIA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TB PARU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  AFP    <  15 TH  4  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  KLINIS  5  46  100  63  20  12  4  124  19  36  2  (+)  6  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  DIOBATI  SEMBUH  7  3  8  3  11  2  1  11  3  3  2  8  3  5  2  6  1  1  7  ­  3  1  PNEUMONIA  %  JML  JML PEND  BALITA  % BALITA  DITANGANI  DITANGANI  SEMBUH  PENDERITA  BALITA  9  100.55  50. di wilayah kerja Watukapu.00  10  18  11  22  66  2  17  29  4  20  5  11  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  12  18  11  22  54  2  12  29  4  12  5  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  ­  ­  426  47  47  29  61.00  50.50  66. Natarandang dan Maronggela melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Waepana  .00  63.

0  100.0  100.97  16  100.16  62.0  100.0  3  100.0  100.31  58.437  1.0  100.00  42.0  100.488  18.0  7  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  8  19  0  0  44  0  0  0  0  0  0  9  100  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  100  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  10  ­  2  0  4  2  1  0  ­  ­  ­  11  2  0  4  2  1  0  12  0  100  0  100  100  0  #DIV/0!  0  0  0  13  166  404  157  504  133  130  258  302  265  169  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  15  81  181  71  299  84  81  150  302  112  76  48.437  57.02  1.0  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN  15  15  100  63  63.26  44.0  3  100.0  100.80  45.0  Sumber:Laporan Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Bidang Kesmas Dinas Kesehatan  Ket:  ­ Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS  ­ Kasus HIV/AIDS adalah Kasus HIV yang masih hidup dari tahun 2003 dan yang ditemukan baru tahun 2009  .52  9  100  2.22  59.33  63.80  44.0  0  #DIV/0!  0  #DIV/0!  1  100.0  0  #DIV/0!  1  100. DBD DAN DIARE PADA BALITA DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  HIV/AIDS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JML  KASUS  %  DITANGANI  IMS  JML  KASUS  %  DITANGANI  DBD  JML  KASUS  %  DITANGANI  DIARE  JML  KASUS  JML  DIARE  PADA  BALITA  DIARE  PADA  BALITA  DITANGANI  %Diare  Balita  %  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  DITANGANI  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  0  0  0  0  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  5  2  0  3  0  1  3  0  0  1  5  6  5  100.0  100.14  100.00  100  9  6.76  100.TABEL  10  HIV/AIDS. INFEKSI MENULAR SEKSUAL.0  100.0  0  0.0  2  100.

19  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  KLINIS  4  1.21  34.721  77.00  100.83  38.00  100.07  ­  38.346  544  540  229  % DIOBATI  8  100.62  72.633  100.00  100.742  142  2.TABEL 11  PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  MALARIA  % POSTIF  6  63.66  7.58  36.58  0.46  18.00  100.31  42.00  Sumber: Laporan Bulanan Penemuan & Pengobatan Malaria Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Ket :  API untuk wilayah Jawa dan Bali (Malaria positif per 1000 penduduk)  AMI untuk wilayah luar Jawa dan Bali (Malaria klinis per 1000 penduduk)  .736  347  732  2.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  ANGKA KESAKITAN (API/AMI) PER 1000 PDDK  10.67  40.096  369  1.838  511  4.126  2.452  232  ­  1.00  100.00  100.00  100.188  579  732  3.854  1.00  100.055  345  539  229  POSITIF  5  3.272  1.912  57.00  100.291  199  1  ­  DIOBATI  7  5.

TABEL  12  PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  KUSTA  % RFT PB  PEND MB  6  7  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  ­  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  PEND PB  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT PB  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RFT MB  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % RFT MB  9  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  Sumber: Laporan  Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan : Penderita PB tahun X ­ 1. Penderita MB tahun X ­ 2  X = tahun 2009  .

TABEL 13  KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PENDERITA PENY.  FILARIASIS  JUMLAH  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  DITANGANI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  % DITANGANI  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  0  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB1 Puskesmas Tahun 2009  ­  ­  #DIV/0!  .

TABEL 14  JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KASUS  PD3I  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  DIFTERI  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PERTUSIS  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  TETANUS  NEONATORUM  CAMPAK  8  POLIO  9  HEPATITIS B  10  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009. Laporan Tahunan Bidang Kesmas Tahun 2009  .

673  76.19  1.73  54  100  Sumber: Laporan Bidang Yankes 2009.81  53.96  78.57  1.31  54.58  79.91  79.55  71.893  92.84  85.00  80.226  72.09  56.115  2.41  3.31  77.83  BBLR  % BBLR  DITANGANI  DITANGANI  15  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  16  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.06  1.TABEL   15  CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS.68  77.83  1.074  2.507  2.22  3.54  84.32  0.88  93.20  64.68  80.92  6.08  3.87  54  1.95  74.65  90.30  66. Profil Puskesmas Tahun 2009  .37  JML BAYI  7  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  KUNJ  8  254  710  126  379  244  163  290  251  134  122  %  9  77.74  BAYI  BAYI LAHIR  JML LAHIR  %  DITIMBANG  HIDUP  DITIMBANG  10  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  11  282  800  128  564  251  218  264  214  80  92  12  97  96  91  99  83  91  100  82  71  84  BBLR  13  9  9  5  6  4  2  5  5  7  2  % BBLR  14  3.10  1.89  1. BAYI DAN BAYI BBLR YANG DITANGANI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NEONATUS  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  287  823  135  562  298  237  261  254  110  107  KN2  5  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  6  82.

19  13  0  0  0  0  0  0  0  0  1  0  5.570  852  1.388  484  898  21  76.037  1.16  ­  0.88  % BALITA BGM  7  45  105  30  66  65  37  31  41  32  32  BGM  11  3.97  2.93  6.77  12  0.33  89.42  67.944  7.28  6.461  827  561  5  1.11  0.23  7.061  565  786  684  494  710  772  414  98  Gizi  Gizi  Kurang/K  Buruk/  DITIMBANG  BB NAIK  urus  Kurus Skli  8  78  356  20  105  19  24  62  52  144  38  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  9  80.38  3.68  1.05  74.72  73.41  6.27  0.09  0.603  3.17  KEC  Prev  BEBAS  Gizi  Gizi  Gizi  RAWAN  Buruk  Kurang/K  Buruk/  urus  Kurus Skli  GIZI  +Kurang  4.15  74.68  6.84  55.56  17.47  0.19  68.58  1.10  0.881  1.35  79.87  5.60  4.51  10  62.19  1  .09  17.71  3.78  74.45  92.35  18.55  56.53  0.42  8.832  763  1.78  2.21  0.87  9.35  5.02  9.76  70.65  4.TABEL 16  STATUS GIZI  BALITA DAN JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BALITA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  BALITA  YANG  DITIMBANG  BB NAIK  ADA  4  1.321  10.07  5.060  919  640  1.29  77.246  905  1.138  748  519  6  804  2.48  4.99  3.97  1  2  2  AIMERE  3  GOLEWA  4  JEREBUU  5  BAJAWA  6  BAJAWA UTARA  7  SOA  8  RIUNG  9  RIUNG BARAT  10  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH (KAB/KOTA)  14.51  4.47  67.42  72.52  0.288  2.12  4.43  77.35  73.52  2.97  2.49  3.89  90.415  1.63  3.

90  3.NIFAS  237  658  101  299  191  135  205  215  99  86  %  292  820  140  570  307  244  268  265  116  112  81. PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN IBU NIFAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  IBU HAMIL NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  466  1.49  81.134  2.97  54.1  87.79  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.33  52.34  100.13  85.897  92.06  3.20  30.76  89.14  JUMLAH  IBU NIFAS  MENDAPA  T  YAN.146  255  779  385  457  452  313  263  158  K1  5  434  1.007  163  702  314  245  452  313  144  141  %  6  93.26  33.95  81.TABEL 17  CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K1.915  83.99  85.25  96.38  82.24  72.9  63.53  40.306  58. K4).14  50.03  Sumber: Laporan Seksi KIA Bidang Yankesdas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .33  76.21  55.45  68.00  80.06  60.70  57.39  91.34  76.9  90.8  2.2  K4  7  243  863  93  428  170  123  138  126  48  74  %  8  55.226  71.16  80.6  100.147  2.48  JUMLAH  9  293  830  140  570  307  244  268  266  117  112  IBU BERSALIN  DITOLONG  NAKES  10  282  800  128  564  251  218  268  214  80  92  %  11  96.8  89.1  81.674  3.14  52.0  100.43  98.6  53.0  54.46  62.

56  20.88  .423  1.85  78.45  92.96  35.794  1.35  79.060  919  640  1.476  1.288  1.096  ­  25  ­  ­  ­  195  182  513  174  %  12  98.53  91.141  5.36  95.151  2.832  763  1.06  54.321  10.27  100.260  361  174  997  894  539  174  11  1.76  70.246  905  1.150  631  740  ­  1.407  230  1.715  64.200  1.415  1.115  3.993  2.29  77.00  SISWA SD/MI  SISWA SMP/SMU  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  14.446  5.35  73.34  JUMLAH  DIPERIKSA  10  1.138  748  519  %  6  80.42  22.18  100.87  ­  ­  19.55  56.570  852  1.288  2.944  76.881  1.33  89.603  3.51  JUMLAH  DIPERIKSA  7  2.72  73.351  745  %  9  87.TABEL 18  CAKUPAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA.30  ­  10.23  96.967  14.193  1.037  1.00  17.89  90.102  1.20  ­  74.513  2.150  3.461  827  561  5  1.185  23.07  9. PEMERIKSAAN KESEHATAN SISWA SD/SMP/SMU  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  ANAK BALITA (PRA SEKOLAH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIDETEKSI  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.395  951  8  2.

 PESERTA KB BARU.024  646  %  8  63.05  .216  912  1.695  2.018  3.27  21.41  82.58  8.96  73.835  13. PESERTA KB.02  21.224  1.66  79.98  83.87  8.070  2.TABEL  19  JUMLAH PUS.08  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH PUS  4  2.703  71.99  65.002  4.94  67.66  11.70  14.81  81.60  PESERTA KB AKTIF  JUMLAH  7  1.118  1.395  787  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  20. DAN KB AKTIF MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PESERTA KB BARU  JUMLAH  5  372  436  253  391  292  240  454  227  170  %  6  18.275  3.92  20.886  1.69  65.348  2.59  21.44  16.736  1.212  4.652  1.877  1.

Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota .

226  59  220  108  62  ­  4  23  210  18  570  19  76  25  11  15  5  389  537  163  91  19  346  105  22  ­  6  531  1.48  3.80  14.52  10.47  13.72  2.90  30.38  ­  ­  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .05  2.63  6.93  2.30  2.59  72.22  6.024  646  12  7.34  19.50  17  5.09  1.703  14.58  11.05  ­  13  1.40  16  13.33  3.06  9.32  14  30.15  ­  15  41.07  2.83  2.70  7.51  1.44  1.652  1.520  2.37  41.224  1.80  6.216  912  1.85  6.65  45.63  3.672  6.66  16.82  4.60  1.08  4.08  20.52  31.52  64.01  2.864  497  ­  ­  14.275  3.736  1.21  2.12  6.94  6.32  6.016  660  680  725  630  416  7  174  573  282  251  131  277  724  255  197  8  68  117  62  62  24  53  49  44  18  9  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  10  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  11  1.90  38.51  16.TABEL 20  JUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB AKTIF  NON MKJP  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  KONDOM  % PESERTA KB AKTIF  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  MKJP  IUD  MOP/  MOW  IMP  LANT  SUNTIK  PIL  NON MKJP  KONDOM  NO  KECAMATAN IUD  MKJP  MOP/  MOW  OBAT  VAGINA  OBAT  VAGINA  LAIN  NYA  MKJP +  NON  MKJP  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  90  307  111  1.480  382  1.71  24.36  16.79  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  2.018  3.37  44.183  967  1.77  17.76  61.77  27.16  41.77  41.65  17.91  37.

50  9.43  20.47  ­  17  13.70  36.92  46.15  30.42  15.52  12.94  14.0988  0  0  100  Sumber: Dinas KCS­KB dan Seksi KIA Dinkes Ngada  Ket :  Data KB Puskesmas Surisina sudah tergabung dengan data KB di Puskesmas Kota  .45  20.17  15.598  15.28  20.83  36.02  12.09  4.55  8.75  4.17  5.92  4.885  1.46  ­  10.236  440  343  ­  ­  2.11  23.19  17.59  18  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  LAIN  NYA  19  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  MKJP +  NON  MKJP  20  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  422  47  347  1.47  OBAT  KONDOM  VAGINA  IUD  12  16.41  ­  ­  % PESERTA KB BARU  NON MKJP  SUN  TIK  15  38.94  PIL  16  4.835  14.57  6.97  5.88  7.83  43.6578  12.27  ­  ­  ­  ­  9.37  18.44  44.42  10.27  22.33  26.70  0.29  ­  ­  IMP  LANT  14  26.12  62.13  22.16  31.61  19.24  43.TABEL 21  PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA KB BARU  NO  KECAMATAN  IUD  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  63  63  51  123  ­  25  46  51  ­  MKJP  MOP/  MOW  4  1  ­  ­  ­  ­  22  24  ­  ­  NON MKJP  IMP  LANT  5  99  85  58  16  12  57  20  ­  ­  SUN  TIK  6  143  193  58  181  199  74  199  82  107  PIL  7  17  28  38  48  60  20  120  47  62  MKJP +  LAIN  NON  OBAT  KONDOM  MKJP VAGINA  NYA  8  9  10  11  49  ­  ­  372  67  ­  ­  436  48  ­  ­  253  23  ­  ­  391  21  ­  ­  292  42  ­  ­  240  45  ­  ­  454  47  227  1  170  MKJP  MOP/  MOW  13  0.50  22.29  68.91  20.

00  100.67  95.00  75.00  100.43  58.91  .00  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  94  77  81.24  100.33  100.86  71.00  42.TABEL 22  PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  DESA/KEL UCI 5  8  20  8  10  7  3  5  7  6  3  % DESA/KEL UCI  6  66.

Sumber:Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Dinas Kesehatan .

70  113  65.32  65.469  70.17  Sumber : Laporan Imunisasi Bidang Kesmas Tahun 2009  Ket : Watukapu melayani imunisasi bayi dari waepana maupun natarandang di daerah perbatasan desa  .42  226  72.88  243  84.370  67.58  2.43  238  72.03  10.05)  (18.61  271  87.90  200  64.76  76.845  81.88  82  27.01  187  62.46  885  DO  (%)  17  7.97  JUMLAH (KAB/KOTA)  % BAYI DIIMUNISASI LENGKAP  3.31  15.77  2.587  73.14  157  96.05  151  92.41  19.48  137  24.460  70.61  554  62.43  687  78.58  81.57  2.76  39  11.70  67.40  6.70  31  18.77  73.97  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  RSUD BAJAWA  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  BCG  JUMLAH  5  306  714  144  485  251  227  257  244  113  104  %  6  93.87  263  80.90  69.92  197  68.12  2.14  88.25  88  57.507  2.29)  72.16  249  87.52  98  64.95  655  74.61  2.02  129  75.08  113  65.757  78.54  513  90.05  16  10.01  83  54.06  147  41.29  271  82.87  (1.70  113  65.55  191  61.61  232  65.41  771  87.78  191  58.34  85.43  82.48)  2.57  129  79.06  220  76.54  87.91  141  40.72  468  82.89  (17.64  113  69.88  202  68.15  2.TABEL  23  PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYI MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH  BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153  IMUNISASI  DPT1+HB1  DPT3+HB3  POLIO 4  CAMPAK  HB Neonatus  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  JUMLAH  %  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  256  78.96  192  64.97  197  68.76  235  66.32  137  84.65  163  54.00  101  66.37  418  73.07  489  55.52  228  73.33  433  76.

415  1.964  731  1.71  75.603  3.74  79.570  852  1.246  905  1.01  85.293  996  456  1.00  83.89  43.17  28.118  1.00  66.144  70.49  %  12  100  #DIV/0!  100  100  100  100  100  100  100  100  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  8  1.321  10.461  827  561  MENDAPAT  VIT A 2X  BALITA GIZI BURUK  JUMLAH  10  2  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  ­  4  1  1  3  1  6  2  1  MENDAPAT  PERAWATA  N  %  9  69.33  33.85  84.74  55.34  14.67  29.33  23.0  23.80  68.39  100.83  21  21  100  .94  50.881  1.33  100.00  70.225  702  244  11  2  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009  254  105  41.TABEL  24  CAKUPAN BAYI. BALITA  YANG MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  BAYI BGM  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  4  35  36  30  30  33  15  10  9  24  32  MP ASI  5  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  %  6  25.13  ANAK BALITA (1­4TAHUN)  JUMLAH  7  1.415  1.

69  73.70  53.146  255  779  385  457  452  313  263  158  Fe1  JUMLAH  5  254  801  156  461  210  154  240  230  119  141  %  6  54.62  28.10  73.54  132  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Laporan Bidang Yankes Tahun 2009  4.32  76.766  59.674  2.45  44.49  47.18  59.51  69.90  61.51  66.18  2.06  50.TABEL 25  JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN  TABLET Fe1.48  45.630  56.25  89.55  33.48  42.97  83.27  . Fe3  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  IBU HAMIL  4  466  1.18  54.24  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  Fe3  JUMLAH  7  254  762  120  392  295  130  202  230  113  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  %  8  54.

54  50.30  7.146  255  779  385  457  452  313  263  158  TT 2  %  6  60.64  36.66  4.79  19.44  18.59  36.32  474  10.14  38.58  0.36  12.16  18.31  4.34  ­  15.25  TT 3 %  8  11.45  4.09  52.82  18.27  40.37  Sumber: Laporan Program Imunisasi Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  .92  72.04  16.61  6.08  25.55  27.674  2.71  4.14  391  8.86  4.TABEL 26  JUMLAH WANITA USIA SUBUR DENGAN STATUS IMUNISASI TT  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TT 1  JML  5  280  602  212  298  182  187  328  202  134  111  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  BUMIL  4  466  1.95  70.53  83.536  54.99  14.11  8.57  64.24  15.42  TT 5  %  12  JML  13  83  42  12  32  32  21  96  48  ­  25  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JML  7  54  413  41  199  107  91  12  133  174  29  JML  9  81  99  94  34  50  66  85  30  ­  37  JML  11  86  52  50  53  21  19  146  23  ­  24  %  14  17.54  19.26  1.65  42.25  47.253  26.45  4.81  3.38  8.81  9.49  66.19  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.16  32.00  23.91  2.60  21.35  TT 4  %  10  17.35  ­  15.80  5.81  576  12.

TABEL 27  PERSENTASE  AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL DAN NEONATUS YG DIRUJUK  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH IBU HAMIL YANG DIRUJUK  NO 1  1  RUMAH SAKIT  2  PUSKESMAS  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  NATARANDANG  MARONGGELA  RIUNG  SARANA PELAYANAN KESEHATAN  2  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  JUMLAH NEONATUS YANG DIRUJUK  MEMERLUKAN  DARAH  MENDAPAT  DARAH  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  %  8  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  3  4  6  7  JUMLAH (KAB/KOTA)  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  SUMBER DATA DARI = AUDIT MATERNAL PERINATAL ( AMP )  .

83  JUMLAH  12  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  13  100  100  100  100  100  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  4.00  100  100  100  100  83.65  10  8.15  0.96  1.76  100.83  0.90  28  100  Sumber:Laporan Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Yankes Tahun 2009  .674  299  6.38  1.06  8  %  8  75.TABEL 28  JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  BUMIL RISTI/  KOMPLIKASI  BUMIL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  NEONATAL  RISTI/KOMPLIKASI  DITANGANI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  IBU HAMIL 4  466  1.03  0.50  100  9  290  830  140  567  302  240  264  260  113  109  JUMLAH  10  3  8  2  4  2  2  1  3  1  2  %  11  1.71  0.19  10  2.38  13  2.33  84.26  41  3.115  28  0.40  276  92.146  255  779  385  457  452  313  263  158  JUMLAH  NEONATAL  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH  5  66  102  13  41  13  10  12  26  8  8  %  JUMLAH  6  7  14.43  0.16  50  8.31  3.10  13  5.90  102  5.31  22  3.66  0.62  87.88  1.04  7  5.

00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  3  RUMAH SAKIT KHUSUS  ­  ­  #DIV/0!  4  PUSKESMAS  10  5  50. GADAR  JUMLAH  4  %  5  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  100.00  .LAINNYA  5  2  40.TABEL 29  PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH SARANA  3  MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2009  16  8  50.00  5  SARANA YANKES.

TABEL 30  JUMLAH DAN PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  DESA/KEL TERKENA KLB  DITANGANI  JUMLAH  %  <24 JAM  5  6  7  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  1  1  100.00  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0! 

NO 

KECAMATAN

PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

JUMLAH DESA/KEL  4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA) 

94 

100.00 

Sumber: Laporan Seksi Penanggulangan Wabah Bidang Kesmas Tahun 2009 

TABEL 31  JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN  SERTA JUMLAH KECAMATAN DAN DESA YANG TERSERANG KLB  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  PENDUDUK  JUMLAH KEC  JUMLAH DESA  TERANCAM  3  4  5  1  1  1,551  YANG TERSERANG  JUMLAH  PENDERITA  6  24  JUMLAH  KEMATIAN  7  1  ATTACK  RATE  (%)  8  1.55  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0! 

NO  JENIS KEJADIAN LUAR BIASA 1  2  1  Kematian Rabies 

CFR (%)  9  4.17  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0! 

Sumber: Laporan Tahunan Bidang Kesehatan Masyarakat Tahun 2009  Jumlah penderita adalah kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) 

TABEL 32  JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH BAYI YANG DIBERI  ASI EKSKLUSIF  JUMLAH  %  5  6  173  52.91  444  50.45  92  56.44  266  46.91  193  67.48  73  24.58  157  50.65  104  29.55  34  19.77  70  45.75 

NO 

KECAMATAN 2 

PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

JUMLAH BAYI  4  327  880  163  567  286  297  310  352  172  153 

1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA 

5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009 

3,507 

1,606 

45.79 

TABEL 33  PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009 
JUMLAH DESA/KEL  DG GARAM  BERYODIUM YG  BAIK  % DESA/KEL DG  GARAM  BERYODIUM YG  BAIK 

NO 

KECAMATAN 

PUSKESMAS 

JUMLAH DESA/KEL  DISURVEI 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4 

1  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA 

5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

5  ­  8  2  3  2  ­  7  ­  ­  ­ 

6  ­  38.10  25.00  30.00  28.57  ­  100.00  ­  ­  ­ 

JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009, Laporan Seksi Gizi Bidang Yankes Tahun 2009 

94 

22 

23.40 

TABEL 34  PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN DASAR GIGI  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 
TUMPATAN  PENCABUTA  GIGI  N GIGI  TETAP  TETAP  JUMLAH RASIO  TAMBAL/  CABUT  JUMLAH  MURID SD 

UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF) 
MURID SD/MI DIPERIKSA  JUMLAH  %  MURID SD/MI  JUMLAH  %  PERLU  MENDAPAT  MENDAPAT  PERAWATAN  PERAWATAN  PERAWATAN 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

4  13  54  ­  27  4  ­  28  4  ­  ­ 

5  156  185  23  66  24  4  84  45  17  ­ 

6  169  239  23  93  28  4  112  49  17  ­ 

7  0.08  0.29  ­  0.41  0.17  ­  0.33  0.09  ­  #DIV/0! 

8  2,446  5,794  1,150  3,513  2,102  1,423  1,993  2,200  1,395  951 

9  2,366  5,288  1,150  890  812  ­  1,993  1,193  905  ­ 

10  96.73  91.27  100.00  25.33  38.63  ­  100.00  54.23  64.87  ­ 

11  294  926  335  890  399  ­  569  950  360  ­ 

12  224  683  118  630  193  ­  353  950  ­  ­ 

13  76.19  73.76  35  70.79  48.37  #DIV/0!  62.04  100.00  ­  #DIV/0! 

JUMLAH (KAB/ KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 

130 

604 

734 

0.22 

22,967 

14,597 

63.56 

4,723 

3,151 

66.72 

TABEL 35  JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009 

PENYULUHAN KESEHATAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 
JUMLAH SELURUH  KEGIATAN  PENYULUHAN  KELOMPOK  JUMLAH  KEGIATAN  PENYULUHAN  MASSA 

JUMLAH 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG 

4  367  23  228  415  266  64  206  430  288  96 

5  22  6  1  ­  30  4  10  7  19  12 

6  389  29  229  415  296  68  216  437  307  108 

SUB JUMLAH I  1  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  2  Rumah Sakit  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009, Profil Puskesmas Tahun 2009 

2,383 

111 

2,383 

111 

2,494  ­  ­  2,494 

TABEL  36  CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  PENDUDUK*  4  14,864  34,827  7,992  21,404  11,526  8,309  11,947  14,388  7,795  4,998  ASKES  5  485  3,393 
JAMSOSTEK  JAMKESM  JAMKES  JAMKES  AS  DA  DINSOS  (PUSAT) 

JUMLAH  9  8,811  17,495  3,055  7,406  6,300  5,389  6,826  8,222  5,208  3,386 

%  10  59.28  50.23  38.23  34.60  54.66  64.86  57.14  57.14  66.81  67.75 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­ 

792  310  478  492  390  472 

7  8,142  13,571  2,820  5,521  4,415  4,154  5,791  6,800  3,307  2,465 

8  184  231  235  1,885  1,093  925  557  930  1,511  449 

300  ­  ­  ­ 

­ 

JUMLAH (KAB/KOTA)  PERSENTASE  Sumber: Laporan Jamkesmas Tahun 2009 

138,050 

6,812  4.93 

­  ­ 

56,986  41.28 

8,000  5.80 

72,098  52.23 

52.23 

Catatan : * = Jumlah penduduk menurut puskesmas harus sama dengan jumlah penduduk menurut kecamatan 

914  6  100.MISKIN  BAYI MASY.79  65.55  Rawat  Inap  9  251  ­  ­  ­  ­  ­  ­  41  ­  ­  %  3.00  100. Profil Puskesmas Tahun 2009  .00  MENDAPAT YANKES  Rawat  Jalan  7  6.055  7.73  53.91  117.01  0  0  0  0  0  0  0.53  0  0  PELAYANAN BAYI MASY.303  5.079  6.03  79.055  7.76  68.33  71.TABEL  37  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  MASYARAKAT  MISKIN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  DICAKUP  JAMKESMAS (Pusat &  JUMLAH YANG  Daerah) ADA  JUMLAH  %  4  8.611  3.00  100.00  46.914  5  8.25  48.603  3.998  2.00  100.00  100.326  14.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  65.00  100.184  2.00  100.55  Sumber: Laporan Seksi Jaminan Kesehatan Tahun 2009.00  70.730  4.789  3.00  100.079  6.00  46.67  47.508  5.28  292  0.00  100.00  100.406  5.00  70.00  100.730  4.102  3.00  100.40  45.00  100.45  132  105  79.074  8.83  100.085  %  8  75.818  2.508  5.326  14.102  3.286  100.534  71.818  2.93  116.582  3.406  5.00  100.348  7.MISKIN  BGM  JUMLAH  12  %  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  11  10  27  10  15  23  15  10  6  7  9  9  27  7  7  11  15  7  6  7  9  13  90.286  65.305  7.348  7.MISKIN  JUMLAH BAYI  BGM MENDAPAT MP­  ASI  MASY.

00  #DIV/0!  #DIV/0!  100.TABEL 38  PERSENTASE PELAYANAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA FORMAL  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PELAYANAN KESEHATAN KERJA  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH PEKERJA  FORMAL  4  JUMLAH YANG  DILAYANI  5  ­  %  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  100.00  .00  #DIV/0!  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  2  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  130  130  311  451  311  451  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009 892  892  100.

57  95.308  37.94  14.52  98.11  ­  ­  27.06  36.15  64.15  97.059  765  294  1.291  1.598  3.031  1.091  498  292  DILAYANI  KES  USILA (60TH+)  JUMLAH  7  979  493  505  1.285  4.TABEL 39  CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PRA USILA DAN USILA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  PRA USILA (45­59 TH) NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  1.238  1.20  Sumber: LB4 Puskesmas Tahun 2009.34  JUMLAH  10  2.125  1.10  25.734  4.970  1.35  5  1.68  81.489  309  ­  ­  235  140  1.401  51.552  1.42  32.33  62.321  766  282  134  DILAYANI  KES  PRA USILA DAN USILA  %  9  67.91  74.972  864  356  1.32  ­  ­  31.40  6.772  617  108  JUMLAH (KAB/KOTA)  15.84  93.852  5.58  ­  ­  35.93  22.150  795  ­  ­  506  235  2.42  79.022  408  66  8  661  486  ­  ­  271  95  887  750  209  42  11  2.55  22.907  31. Profil Puskesmas Tahun 2009  .629  650  3.31  67.60  %  12  75.059  780  2.11  31.20  39.332  8.831  5.19  6.857  780  426  DILAYANI  KES  %  6  80.

121  6.760  1.33  ­  ­  ­  ­  16.193  2.889  3.002  6.35  .921  200  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber:Profil Puskesmas Tahun 2009  94  33.186  JUMLAH YANG  DIBERI KAPSUL  YODIUM  % YANG DIBERI  KAPSUL YODIUM  7  ­  ­  ­  ­  71. ENDEMIS SEDANG & BERAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DESA/KEL  ENDEMIS 4  12  21  8  10  7  7  7  12  6  4  JUMLAH WUS  5  3.268  2.353  8.517  2.TABEL 40  CAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUM  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  WUS DI DESA/KEL.558  1.86  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  6  ­  1.693  1.419  2.

TABEL 41  PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV­AIDS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  DONOR DARAH  NO  1  UNIT TRANSFUSI DARAH  2  JUMLAH  PENDONOR  3  JML SAMPEL  DARAH DIPERIKSA  4  JML POSTIF  HIV/AIDS  5  % POSITIF HIV­  AIDS  6  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  JUMLAH  Sumber: …………….. (sebutkan)  ­  ­  ­  .

971  JUMLAH  5  22.925  15.TABEL  42  JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN .149  138.11  5.577  9.050  113.22  Sumber:LB4 Puskesmas Tahun 2009  Ket : kunjungan ke sarana yankes lainnya (BP Swasta).937  8.438  21.971  4.576  10.098  5.971  KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA  JUMLAH  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  ­  %  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  NO  1  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  SARANA PELAYANAN  KESEHATAN  2  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I  1  RSUD BAJAWA  SUB JUMLAH II  1  Sarana Yankes lainnya  JUMLAH (KAB/KOTA)  JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA  JUMLAH PELAYANAN  CAKUPAN KUNJUNGAN (%)  156.576  10.600  RAWAT INAP  4  723  ­  ­  ­  ­  ­  ­  128  ­  ­  851  4.492  2.925  15.571  ­  23.600  18. RAWAT INAP.168  7.843  34. PELAYANAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH KUNJUNGAN  RAWAT JALAN  3  22.218  137.937  8.549  18. sudah termasuk dengan kunjungan puskesmas di wilayah BP Swasta  kecuali Puskesmas Waepana tidak termasuk kunjungan ke BP  .098  5.438  21.400  23.492  2.577  9.571  ­  ­  161.218  138.120  34.050  4.296  7.822  138.

00  100.00  JUMLAH (KAB/KOTA)  17  9  1  52. penyakit dalam dan anak  .TABEL 43  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH YANG MEMILIKI  NO  1  SARANA KESEHATAN  2  JUMLAH  3  LABKES  4  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  5  % YANG MEMILIKI  LABKES  6  4 (EMPAT)  SPESIALIS DASAR  7  1  RUMAH SAKIT UMUM  1  1  1  100.67  4  PUSKESMAS  10  7  70. bedah.94  Sumber : Laporan Tahunan Dinas Kesehatan kabupaten Ngada tahun 2009  Ket : Kemampuan Labkes : Mampu menyelenggarakan pelayanan laboratorium kesehatan sesuai standar  4 spesialis dasa : pelayanan kandungan dan kebidanan.00  2  RUMAH SAKIT JIWA  ­  ­  #DIV/0!  #DIV/0!  3  Lab Swasta/BP Swasta  6  1  16.

TABEL 44  KETERSEDIAAN OBAT SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  1  1  2  3  4  5  6  JENIS OBAT*  2  KEBUTUHAN  3  KETERSEDIAAN JUMLAH  4  %  5  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten  Ket :  * Jenis obat : jenis obat yang harus tersedia untuk pelayanan kesehatan dasar  .

00  JUMLAH (KAB/KOTA)  3.61  72.36  40.803  51.00  20.00  74.00  66.495  Sumber : Profil Puskesmas Tahun 2009.92  100. Laporan Tahunan Bidang PSDK Tahun 2009  1.59  .00  78.00  54.TABEL 45  PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH TANGGA  NO  1  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  KECAMATAN  2  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH DIPANTAU  4  550  650  200  250  350  200  545  250  300  200  BER PHBS *  5  35  266  200  185  274  98  363  180  162  40  %  6  6.29  49.

54  34.22  18.67  13.TABEL 46  JUMLAH DAN PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA DAN KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH POSYANDU  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS 3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  PRATAMA  MADYA  4  1  17  4  ­  ­  4  5  5  4  2  5  13  46  12  23  14  9  9  31  10  2  PURNAM  MANDI  JUMLAH  PRATAMA  A  RI  6  14  1  3  3  9  ­  4  8  10  11  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  8  28  64  19  26  23  13  18  44  24  15  9  3.46  53.79  11.78  11.18  41.22  18.57  26.16  88.54  34.88  63.67  73.56  21.79  11.85  69.99  Sumber: Laporan Bidang PSDK Dinas Kesehatan Tahun 2009  .33  61.33  JUMLAH (KAB/KOTA)  42  169  63  ­  274  15.18  41.36  16.43  71.68  22.62  ­  22.45  41.00  1.05  ­  ­  30.33  PERSENTASE POSYANDU  MADYA  10  46.56  15.77  27.56  15.62  ­  22.23  50.33  12  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  13  100  100  100  100  88  100  100  100  100  100  %  POSYANDU  AKTIF  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  14  50.67  73.00  70.67  13.99  ­  100  22.00  1.33  PURNAMA  MANDIRI  JUMLAH  11  50.

469  1.17  84.50  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009 Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada  : Profil Puskesmas Tahun 2009  .748  4.304  1.008  61.308  3.55  100.768  1.651  1.00  95.75  81.51  20.172  773  25  %  SEHAT  8  61.830  6.627  1.50  SELURUHNYA  DIPERIKSA  4  5  2.11  68.418  2.25  65.79  70.312  1.587  1.TABEL 47  PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  RUMAH  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  JUMLAH  %  DIPERIKSA  6  98.651  2.994  1.573  3.592  6.039  2.86  JUMLAH  SEHAT  7  1.861  2.752  24.94  15.77  69.49  47.45  81.357  959  200  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  JUMLAH (KAB/KOTA)  27.399  676  2.627  1.69  47.96  12.849  2.24  85.47  56.435  4.40  39.405  87.92  95.17  86.304  657  1.

63  0.136  500  141  1.000  815  14  98.323  1.77  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.763  100  57.07  0.TABEL 48  PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIH  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  LEDENG  LEDENG  JUMLAH  PAH  SGL  SPT  SPT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  JUMLAH  %  KELUARGA  KELUARGA  KELUARGA  YANG ADA  DIPERIKSA  DIPERIKSA % AKSES AIR BERSIH  KEMASAN  LAINNYA  JUMLAH  20  88.026  5  3.205  2.69  0.00  73.265  7.00  0.43  45.265  7.00  0.00  0.00  0.00  0.98  17  0  2.00  93.446  750  1.575  87.670  1.766373  20.645  1.00  100.499  0  0  23.08  Sumber: 1.318  1.136  2.16  15  0.5  98.757  4.95  2.00  20.626  94.05  0.00  0.27  0.08  7.00  0.378  1.318  1.43  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.25  0.191  97.00  82.702  81.00  0.205  1.63  3.00  44.00  0.736  PAH  SGL  18  0  0  0  0  0  0  0  0  0  0  19  0.884  1.197  350  ­  276  22.877  2  1.00  0.86  80.00  16  1.00  0.00  0.49  100.01  4. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .527  975  800  8  9  2  40  ­  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1.397  3.656  2.237  0  0  0  0.37  0.057  7.68  1.31  0.00  100.694  4.29  50.27  100. Ngada Dalam Angka 2009  2.00  41.44  99.136  1.026  6  100.50  0.00  0.00  0.00  0.357  1.758  1.78  96.136  650  152  1.352  25.205  3.95  0.13  88.47  0.00  7  3.394  1.694  4.12  79.00  99.41  100.00  1.694  4.120  ­  25  ­  8  10  ­  183  ­  ­  150  11  ­  ­  ­  6  11  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  12  ­  252  ­  ­  ­  ­  ­  23  ­  1  13  3.00  100.005  100  100  76.00  52.015  6.923  92.

205  3.265  7.07  56.136  2.68  51.757  4.33  50. Ngada Dalam Angka 2009  2.318  1.00  0.00  0.136  1.318  1.265  7.159  2.00  36.83  72.76  71.47  0.357  748  7  8  1.506  2.205  3.318  13.205  3.00  15  3.575  6.33  16.026  11  990  ­  ­  152  650  ­  2.222  ­  ­  18  19  0.18  83.15  % KK  MEMILIKI  6.446  750  1.256  3.02  100.89  25.136  1.96  3.916  26.14  1.378  1.694  4.843  4.645  1.519  1.83  85.17  0.44  74.409  5.476  414  53  12  136  79  650  1.0  55.694  4.026  16  6  67  6  30  241  41  4  1.617  Sumber: 1.026  6  2.TABEL 49  KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JAMBAN JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  % SEHAT  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH KK  TEMPAT SAMPAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  % KK  MEMILIKI  JUMLAH  SEHAT  PENGELOLAAN AIR LIMBAH  JUMLAH  KK  DIPERIKS  A  JUMLAH  KK  MEMILIKI  % SEHAT  56.67  0.357  1.00  #DIV/0!  174.00  5.447  1.74  0.00  #DIV/0!  0.02  61.75  5.91  0.318  1.575  1.82  59.62  87.357  1.318  1.84  25.67  0.758  1.397  3. Laporan Program PKL Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada tahun 2009  .73  43.00  25  72.32  JUMLAH  SEHAT  17  5  13  2  888  ­  ­  908  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  3.0  839  203.265  7.335  179.35  64.378  1.35  0.694  4.656  2.394  1.53  650  45.575  21.026  5  3.161  384  ­  13  14  30.33  0.86  74.352  25.357  1.32  13.378  1.833  83.90  9  59.136  1.00  0.17  2.94  71.92  773  100.442  73.0  0.00  #DIV/0!  JUMLAH (KAB/KOTA)  29.28  30.446  750  1.00  #DIV/0!  3.78  4.033  73.04  53.143  75.83  676  74.446  750  1.917  78.248  650  1.525  2.33  1.108  2.00  #DIV/0!  0.51  92.265  7.34  10  3.97  45.

74  15  13  4  30.77  143  126  66  52.41  #DIV/0!  ­  #DIV/0!  21  12  17  1  160  ­  1  61  20  4  ­  22  12  13  1  160  ­  1  44  20  4  ­  4  6  ­  ­  ­  2  ­  JUMLAH (KAB/KOTA)  22  21  21  100.00  96  95  52  54.00  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  ­  #DIV/0!  16  ­  ­  ­  85  ­  ­  56  ­  2  ­  17  ­  ­  ­  85  ­  ­  39  ­  2  ­  18  ­  ­  ­  44  ­  ­  22  ­  ­  ­  20  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  51.00  75.08  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  2  2  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  5  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  6  2  1  ­  10  ­  ­  ­  8  ­  ­  7  100.0909  80  0  #DIV/0!  56.97  #DIV/0!  #DIV/0!  100.00  #DIV/0!  #DIV/0!  12  2  2  1  2  ­  1  1  4  2  ­  13  2  ­  1  2  ­  1  1  4  2  ­  14  2  ­  ­  ­  15  100.76  #DIV/0!  #DIV/0!  56.00  7.00  ­  #DIV/0!  53.69231  0  55  #DIV/0!  0  59.TABEL 50  PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  HOTEL  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  NO  KECAMATAN PUSKESMAS  RESTORAN/R­MAKAN  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  PASAR  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  TUPM LAINNYA  JUMLAH YG  ADA  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  JUMLAH  SEHAT  JUMLAH TUPM  JUMLAH  DIPERIKSA  % SEHAT  24  100.00  #DIV/0!  100.38  276  255  Sumber: Laporan Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  JUMLAH  SEHAT  23  12  1  ­  88  ­  ­  26  16  ­  ­  143  .00  100.00  #DIV/0!  ­  ­  #DIV/0!  ­  ­  50.00  #DIV/0!  #DIV/0!  8  8  13  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  9  8  12  ­  63  ­  ­  4  8  ­  ­  10  8  ­  ­  34  11  100.

00  259  251  96.55  100  100  100  100  100  16  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  17  2  ­  ­  ­  ­  ­  2  1  ­  ­  18  100.457  5  5  100  760  672  88.TABEL 51  PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  SARANA KESEHATAN  SARANA PENDIDIKAN  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  JUMLAH  DIBINA  %  SARANA IBADAH  PERKANTORAN  SARANA LAIN  JUMLAH  1  2  1 AIMERE  2 GOLEWA  3 JEREBUU  4 BAJAWA  5 BAJAWA UTARA  6 SOA  7 RIUNG  8 RIUNG BARAT  9 WOLOMEZE  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  4  14  28  9  7  6  9  6  10  6  5  5  14  26  9  7  6  9  5  10  6  5  6  100  92.46  100  100  0  100  100  100  100  100  13  43  91  10  49  11  11  15  15  9  4  14  43  43  10  49  6  11  15  15  9  4  15  100  47.86  100  100  100  100  83.851  258  205  79.911  141  114  80.33  100  100  100  7  32  64  12  31  20  17  23  30  18  12  8  32  64  12  31  12  17  23  30  18  12  9  100  100  100  100  60  100  6  100  100  100  10  15  39  9  10  3  11  6  24  18  6  11  15  15  9  10  ­  11  6  24  18  6  12  100  38.25  100  100  54.42  .0  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  100  100  #DIV/0!  #DIV/0!  19  106  220  40  97  40  48  51  80  51  27  20  106  148  40  97  24  48  51  80  51  27  21  100  67  100  100  60  100  100  100  100  100  JUMLAH (KAB/KOTA)  Sumber: Laporan Program PKL Tahun 2009  : Profil Puskesmas Tahun 2009  100  97  97.

17  ­  ­  ­  ­  ­  ­  RUMAH/BANGUNAN  BEBAS JENTIK  JUMLAH  7  1.592  1.768  4.573  2.039  1.651  2.500  1.TABEL  52  PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA DAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES  MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  NO  KECAMATAN  PUSKESMAS  3  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  JUMLAH  RUMAH/BANGUN  AN YANG ADA RUMAH/BANGUNAN  DIPERIKSA  JUMLAH  5  2.18  1.435  %  6  87.752  3.418  3.23  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  #DIV/0!  1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE  4  2.38  ­  81.200  606  %  8  48.806  45.304  1.861  6.00  #DIV/0!  42.587  959  JUMLAH ( KAB/KOTA)  Sumber: Profil Puskesmas Tahun 2009  Ket : Tidak Dilaporkan  27.935  14.90  .

0  5  19  26.00  1  5. MPH.0  ­  20  ­  100. Fisioterapi  : Lulusan SPPH.00  4  104  3. Penata Anestesi.0  6  23  26.26  100. DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV  Teknisi Medis  Sanitasi  Kesmas  : Analis.0  40  390  10.0  Sumber: Laporan Tahunan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Ngada Tahun 2009  Keterangan:  Medis  : Dokter.7  2  RUMAH SAKIT  13  48.0  2  12  16.0  8  34.19  100. dll  .7  1  1  POLINDES/POSKESDES)  93  56.26  3  14.32  100.0  16  21  76. dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM.08  3  INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  SARANA KESEHATAN LAIN  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  5  DINKES KAB/KOTA  JUMLAH  ­  27  ­  100.0  7  164  4.3  100.TABEL 53  PERSEBARAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNIT KERJA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  NO  UNIT KERJA  2  PUSKESMAS  (termasuk PUSTU dan  MEDIS  JML  3  14  %  4  52  BIDAN  JML  5  78  %  6  75  PERAWAT  JML  %  FARMASI  JML  7  9  %  8  39.85  100.15  64  39. Dokter Gigi.67  100. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan DI. Dr/Drg Spesialis  Perawat & bidan  : termasuk lulusan DIII dan S1  Farmasi  : Apoteker.09  100.15  22  21.1  GIZI  JML  9  8  %  10  67  TEKNISI MEDIS  JML  11  4  %  12  20  SANITASI JML  13  13  %  14  68  KESMAS  JML  15  2  %  16  9.5  JUMLAH  17  221  %  18  56.29  129  33.78  2  16. TEM dan Penata Rontgen. APK.67  16  80.

 dll  . TEM & Penata Rontgen. Penata Anestesi. Dokter Gigi. Profil RSUD Bajawa 09  Keterangan:  Medis  : Dokter. APK dan DIII Kesehatan Lingkungan  : SKM. Asisten Apoteker  Gizi  : Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)  Teknisi Medis : Analis. dan Fisioterapi  Sanitasi  Kesmas  : Lulusan SPPH.TABEL  54  JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KESEHATAN  PERAWAT  PERAWAT  FARMASI  GIZI  GIGI  4  5  6  11  4  1  1  19  4  1  1  13  2  1  1  8  2  1  1  10  1  1  1  7  ­  ­  ­  7  2  2  1  8  3  1  1  6  2  1  1  4  ­  ­  ­  NO  UNIT KERJA MEDIS  3  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  BIDAN  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  TEKNISI  SANITASI  MEDIS  7  8  2  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  ­  1  1  2  1  2  ­  1  ­  2  KESMAS  9  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  10  33  50  23  21  26  14  23  24  15  12  ­  ­  241  133  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  133  374  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  14  13  78  22  93  64  20  4  9  8  8  2  4  16  13  1  2  3  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  4 tubel  13  64  4  8  2  16  1  3  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. MPH. Dr/Drg Spesialis  Perawat  : termasuk lulusan DIII dan S1 & SPK  Farmasi  : Apoteker.

76  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. Profil RSUD Bajawa 09  . (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.90  ­  ­  ­  7  ­  ­  ­  2  19  13.000 PDDK  4  ­  ­  ­  4  2.TABEL 55  JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  JUMLAH TENAGA MEDIS  NO  UNIT KERJA  DR SPESIALIS  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  4  DOKTER UMUM  4  2  1  1  1  1  1  1  2  1  1  12  7  DOKTER GIGI  5  ­  1  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  2  JUMLAH  6  2  2  1  1  1  1  2  2  1  1  14  13  ­  ­  ­  13  ­  ­  ­  4  2.90  27  DOKTER  KELUARGA  7  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.

000 PDDK  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. (mencakup RS Pemerintah  dan swasta dan termasuk  pula Rumah Bersalin)  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.69  2  1  2  1  AIMERE  KOELODA  WATUMANU  KOTA  SURISINA  WATUKAPU  WAEPANA  RIUNG  MARONGGELA  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RS …………  dst.24  ­  1  TENAGA GIZI  D­III GIZI  9  ­  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  7  1  D­I GIZI  10  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  JUMLAH  11  1  1  1  1  1  ­  1  1  1  ­  8  2  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  2  12  8.72  2  10  7.35  1  2  2  7  2  8  6  23  ­  1  0. Profil RSUD Bajawa 09  .TABEL 56  JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KEFARMASIAN  APOTEKER  S1 FARMASI  D­III FARMASI  ASS APOTEKER  JUMLAH  D­IV/S1 GIZI  3  4  5  6  7  8  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  2  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  3  3  9  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  ­  2  1  2  3  8  1  ­  ­  1  6  4.

000 PDDK  ­  6  51  3  6  16  3  1  4  4  7  116  ­  34  4  157  113.TABEL  57  JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  TENAGA KEPERAWATAN  NO  UNIT KERJA  SARJANA  KEPW  1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  6  PERAWAT  DIII  LULUSAN  PERAWAT  SPK  4  5  9  2  6  13  9  4  5  3  5  5  5  2  6  ­  7  1  6  ­  3  1  61  31  51  3  BIDAN  JUMLAH  6  11  19  13  8  10  7  7  8  6  4  93  60  ­  ­  ­  60  DIII BIDAN  7  2  2  ­  ­  1  1  ­  2  2  2  12  6  BIDAN  8  9  20  3  7  9  4  6  4  1  3  66  16  JUMLAH  DIII  9  11  22  3  7  10  5  6  6  3  5  78  22  ­  ­  ­  22  PERAWAT GIGI SPRG  1  ­  1  1  ­  ­  ­  1  1  ­  5  3  ­  2  2  1  ­  15  1  3  4  1  1  1  ­  2  3  2  ­  20  4  JUMLAH  4  4  2  2  1  SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.44  ­  8  1  17  1  25  18.11  Sumber: Laporan Subag UP Dinkes Tahun 2009. Profil RSUD Bajawa 09  .73  ­  18  ­  82  ­  100  72.

TABEL  58  JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NO  UNIT KERJA  TENAGA KESMAS  D­III KESMAS  SARJANA KESMAS  3  4  ­  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  ­  3  ­ 
[a] 

1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA 

JUMLAH  5  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  2  3 

TENAGA SANITASI  DIII SANITASI  DI SANITASI  6  7  ­  1  1  ­  1  ­  1  ­  ­  1  1  ­  2  ­  1  1  1  ­  1  1  9  4  1  ­ 

JUMLAH  8  1  1  1  1  1  1  2  2  1  2  13  1 

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK 

­ 

­ 

16  21 

­  ­ 

16  21  15.21 

3  13 

2  6 

5  19  13.76 

Sumber : Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  Keterangan: [a]  Termasuk S2 dan S3 

TABEL  59  JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  TENAGA TEKNISI MEDIS  ANALIS LAB.  TEM & P.RONTG  3  4  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  ­  1  ­  ­  ­  ­  ­  3  ­  6  7  P.ANESTESI  5  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  FISIOTERAPIS  6  1  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  1  2  JUMLAH  7  2  ­  ­  ­  ­  ­  1  1  ­  ­  4  16  ­  ­  ­  16  ­  ­  ­  3  2.17  20  14.49 

NO 

UNIT KERJA 

1  2  1  AIMERE  2  KOELODA  3  WATUMANU  4  KOTA  5  SURISINA  6  WATUKAPU  7  WAEPANA  8  RIUNG  9  MARONGGELA  10  NATARANDANG  SUB JUMLAH I (PUSKESMAS)  1  RSUD BAJAWA 

SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)  INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT  SARANA KESEHATAN LAIN  DINAS KESEHATAN KAB/KOTA  JUMLAH (KAB/KOTA)  RASIO TERHADAP 100.000 PDDK  ­  ­  ­ 

6  ­  ­  ­  9  6.52 

7  ­  ­  ­  7  5.07 

1  ­  ­  ­  1  0.72 

Sumber: Laporan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinkes Tahun 2009 

TABEL 60  ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  DINKES  3  %  4  Alokasi Anggaran Kesehatan  Rupiah  RSUD  4  % 

NO 

SUMBER BIAYA 

2  ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER: 

1  APBD KAB/KOTA  2  APBD PROVINSI  3  APBN :  ­ Dana Alokasi Khusus (DAK)  ­ JAMKESMAS  ­ DEKONSENTRASI  4  Bantuan Luar Negeri (AIP­MNH)  BLN Proyek Gafi/GV  5  ­ BANSOS (Bantuan Sosial)  6  ADB (DHS­II)  7  Jamkesmas Kuota PEMDA  TOTAL ANGGARAN KESEHATAN  TOTAL APBD KAB/KOTA 

25,779,652,321  26,685,000 

83.00  0.09 

8,844,694,153 

78.14  0 

0  1,344,668,935  133,411,250  587,138,500  487,080,000  1,242,800,000  1,125,000,000  333,980,654  31,060,416,660  383,755,382,398  4.33  0.43  1.89  1.57  4.00  3.62  1.08  100 

2,474,555,561 

21.86  0  0  0  0  0 

0  11,319,249,714  383,755,382,398  100 

% APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA 

6.72 

2.30 

ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 

224.99 

81.99 

Sumber: Laporan Sub Bagian Keuangan Dinkes Ngada tahun 2009  : LKPJ Dinas Kesehatan tahun 2009  ; Laporan RSUD Bajawa tahun 2009  ; Laporan Jamkesmas Tahun 2009  Ket : Anggaran Kesehatan APBD Kabupaten (Dinas Kesehatan) sudah termasuk dengan gaji pegawai 

TABEL 61  JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  PEMILIKAN/PENGELOLA  NO  1  FASILITAS KESEHATAN  2  PEM.PUSAT  3  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.PROV  4  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  PEM.KAB/KOTA  5  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  ­  ­  ­  ­  ­  1  45  9  ­  ­  ­  1  ­  ­  TNI/POLRI  6  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  BUMN  7  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  SWASTA  8  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  ­  2  2  ­  11  1  1  ­  ­  274  5  ­  ­  ­  ­  JUMLAH  9  1  ­  ­  ­  3  7  10  32  2  2  ­  11  1  2  45  9  274  5  ­  1  ­  ­ 

1  RUMAH SAKIT UMUM  2  RUMAH SAKIT JIWA  3  RUMAH SAKIT BERSALIN  4  RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA  5  PUSKESMAS PERAWATAN  6  PUSKESMAS NON PERAWATAN  7  PUSKESMAS KELILING  8  PUSKESMAS PEMBANTU  9  RUMAH BERSALIN  10  BALAI PENGOBATAN/KLINIK  11  PRAKTIK DOKTER BERSAMA  12  PRAKTIK DOKTER PERORANGAN  13  PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL  14  LABORATORIUM KLINIK  15  POLINDES  16  POSKESDES  17  POSYANDU  18  APOTEK  19  TOKO OBAT  20  GFK  21  INDUSTRI OBAT TRADISIONAL  22  INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL 

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009 

TABEL 62  UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM)  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN  2009  JUMLAH  NO  KECAMATAN  DESA/ KELURAHAN  3  12  21  8  17  7  7  12  6  4  DESA SIAGA  4  5  ­  9  3  5  5  3  6  ­  3  ­  2  POSKESDES 5  4  1  1  1  1  POLINDES  6  8  11  5  6  2  3  5  3  2  POSYANDU  7  28  64  19  49  13  18  44  24  15 

1  2  1  AIMERE  2  GOLEWA  3  JEREBUU  4  BAJAWA  5  BAJAWA UTARA  6  SOA  7  RIUNG  8  RIUNG BARAT  9  WOLOMEZE 

JUMLAH (KAB/KOTA) 

94 

41 

45 

274 

Sumber: Laporan UKBM Bidang PSDK Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Tahun 2009  ; Profil Puskesmas tahun 2009 

TABEL 63 
INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKIT & PUSKESMAS RAWAT INAP  KABUPATEN/KOTA  NGADA  TAHUN 2009  NAMA RUMAH  SAKIT/PUSKESMAS RRI  2  UMUM  Umum  Umum  Umum  JENIS PELAYANAN  UMUM/KHUSUS  3  JUMLAH  TEMPAT  TIDUR  4  100  15  10  20  JUMLAH PASIEN 
KELUAR  MATI  (HIDUP + MATI)  SELURUHNYA 

NO  1 

5  4,906  723  165  ­ 

6  222  21  ­  ­ 

JUMLAH  HARI  MATI >= 48  PERAWATAN  JAM  7  8  131  14  ­  ­  19,946  799  317  ­ 

BOR  9  54.6  14.6  8.7 

LOS  10  4.1  1.1  1.9 

TOI  11  3.4  6.5  20.2  #DIV/0! 

GDR  12  45.3  29.0  0.0  #DIV/0! 

NDR  13  26.7  19.4  0.0  #DIV/0! 

1  RSUD Bajawa  2  Puskesmas RRI Aimere  3  Puskesmas RRI Riung  4  BP. St. Fatima Soa 

0.0  #DIV/0! 

Sumber: Laporan Tahunan RSUD Bajawa 2009, Profil Puskesmas Tahun 2009  Keterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta 

CAKUPAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TAHUN 2009 (PERMENKES RI NO.741/MENKES/PER/VIII/2008)

KABUPATEN NGADA
TARGET SPM 2009 NO
1

CAKUPAN SPM (%) PEMBILANG
6

JENIS PELAYANAN
2

INDIKATOR
3

NASIONAL (%)
4

KABUPATEN NGADA (%)
5

PENYEBUT
7

(%)
8 (6/7*100%)

KETERANGAN
9

A

Pelayanan Kesehatan Dasar

1 Cakupan Kunjungan Ibu hamil k4 2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas 5 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi 7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 8 Cakupan Pelayanan anak balita 9 Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 12 Cakupan Peserta KB Aktif 13 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit - AFP Rate per 100.000 penduduk <15 tahun - Penemuan penderita pneumonia balita - Penemuan pasien baru TB BTA + - Penderita DBD Ditangani - Penemuan Penderita Diare 14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

95 80 90

95 80 90

2,306 276 2,897

3,915 299 3,147

58.90 Penyebut merupakan ibu hamil riil

92.31 92.06

90 90 90 100 90 100

90 90 90 100 90 100

2,226 28 2,673 77 10,144 105

3,134 28 3,407 94 14,321 276

71.03 100.00 78.46 81.91 70.83 38.04

100 100 70

100 100 70

21 14,715 14,704

21 22,967 20,695

100.00 64.07 71.05

2 100 100 100 100 100 100 100

2 100 100 100 100 100 100 100

169 47 9 2,486 36,585 4,318 8

169 285 9 13,801 56,686 56,686 16

0 100 balita riil yang ditangani di sarkes 16.49 100.00 18.01 64.54 7.62 Pasien masyarakat miskin yg dirujuk ke RS 50.00 Sarkes yang memiliki kemampuan UGD 100.00

B

Pelayanan Kesehatan Rujukan

1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 2 Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus diberikan di Sarana Kesehatan

C

Penyelidikan Epidemiologi dan Penangggulangan KLB Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 1 Cakupan Desa Siaga Aktif

100

100

25

25

D

80

80

7

38

18.42 Desa Siaga yang dibentuk dan aktif

Bajawa, 26 Juni 2010 Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO,SKM
PEMBINA TK. I NIP. 195709141984032008

HILDEGARDIS F. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NAMA PUSKESMAS 2 WATUKAPU AIMERE WAEPANA RIUNG MARONGGELA WATUMANU NATARANDANG KOTA SURISINA KOELODA POLINDES 3 2 8 3 5 3 5 2 2 4 11 1 0 1 0 0 1 1 0 1 4 POSKESDES POSKESTREN 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PRATAMA 5 7 1 5 5 5 6 8 0 0 2 POSYANDU MADYA 6 9 13 10 28 11 12 6 23 13 60 PURNAMA 7 0 14 3 9 8 2 3 0 13 2 MANDIRI 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS OBAT DESA 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 POS UKK 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 JUMLAH UKBM 11 19 36 22 47 27 26 20 25 31 79 JUMLAH 45 9 0 39 185 54 0 0 0 332 Bajawa. 19570914 198403 2 008 .LAPORAN UKBM KABUPATEN PROPINSI TAHUN : NGADA : NTT : 2009 JUMLAH NO. BHOKO. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. SKM PEMBINA NIP.

.1.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ... .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.

1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KE(3) JUMLAH KABUPATEN TERJANGKIT (4) % (5) JUMLAH KECAMATAN TERJANGKIT (6) % (7) (8) JUMLAH KASUS MATI (9) AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : ...1.FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC. ..

.1.. FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Kejadian Luar Biasa Bulan ini JUMLAH KAB/KOTA NO (1) JENIS KLB (2) MINGGU KETERJANGKIT (3) (4) % (5) TERJANGKIT (6) % (7) KASUS (8) MATI (9) JUMLAH KECAMATAN JUMLAH AR (Attack Rate) (10) CFR (Case Fatality Rate) (11) - Tidak Ada - - - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : .FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.1 .1..

1 .1.KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Bencana bulan ini No Jenis Bencana Tgl Kejadian Lokasi Kejadian Kabupaten Jumlah Kecamatan (4) (5) Terkena Bencana (6) Jumlah Penduduk Mengungsi Dirawat (7) (8) Meninggal (9) (1) (2) (3) - Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN --- FORMULIR DATA CEPAT DAN RUTIN UNTUK PIMPINAN Formulir RC.

KLB DAN BENCANA Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 Bencana bulan ini NO JENIS BENCANA TGL KEJADIAN (3) LOKASI KEJADIAN KABUPATEN JUMLAH KECAMATAN (4) (5) TERKENA BENCANA (6) JUMLAH PENDUDUK MENGUNGSI DIRAWAT (7) (8) MENINGGAL (9) (1) (2) 1 Tidak Ada - - - - - - - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Bajawa.1 . BHOKO. SKM PEMBINA TK. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. I NIP 195709141984032008 PENYAKIT.2. GIZI DAN KEMATIAN Formulir RC.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No
(1)

Jenis Penyakit / Masalah Gizi
(2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

5 384 5 1 -

0 -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tinggi dan meningkatnya kasus penyakit DBD dan malaria disebabkan kurangnya kebersihan lingkungan, 2. Tingginya penderita TB Paru 3. Adanya balita g izi buruk. Tindakan : - Pengobatan penderita malaria dan TB Paru - Pemantauan gizi balita dan pencegahan meningkatnya kasus, - Perawatan balita gizi buruk 1 orang. - Penyuluhan PHBS, kesehatan lingkungan dan penyuluhan gizi

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN
Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

Jenis Penyakit / Masalah Gizi No
(1) (2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

25 1.716 3 5 -

1 -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya penyakit malaria dan meningkatnya kasus demam berdarah, disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, juga oleh migrasi penduduk dari daerah lain 2. Meningkatnya kasus gizi buruk pada balita disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, penyakit penyerta Tindakan : - Pengobatan dan pemeriksaan darah pasien penderita malaria - Pengobatan penderita DBD - Penyuluhan sanitasi dan kesehatan lingkungan - Fogging di wilayah yang berkasus penyakit DBD - Penyuluhan, Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010

Jenis Penyakit / Masalah Gizi No
(1) (2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

26 845 7 6 -

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Masih Tingginya kasus malaria oleh karena darah endemik 2. Meningkatnya penderita DBD oleh karena terjadi penularan melalui vektor 3. Adanya kasus TB bar sebanyak 7 orang. 4. Meningkatnya balita gizi buruk menjadi 6 kasus oleh karena kurangnya asupan makanan Tindakan : - Pengobatan penderita malaria dan DBD - Penyuluhan dan pengobatan penderita TB. - Penyuluhan kebersihan lingkungan dan sanitasi - Foging sarang nyamuk - Pemantauan dan perawatan balita gizi buruk - Penyuluhan gizi masyarakat oleh petugas

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No
(1)

Jenis Penyakit / Masalah Gizi
(2)

Jumlah Kasus Baru
(3)

Jumlah Kematian
(4)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

17 681 - *) 2 0 -

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kasus DBD oleh karena terjadinya penularan melalui vektor dan kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat. 2. Tingginya kasus malaria oleh karena daerah endemik 3. Adanya kasus AFP Tindakan : - Pengobatan penderita DBD dan Malaria - Pengambilan darah untuk pemeriksaan parasit malaria - Penyuluhan kesehatan lingkungan dan Gerakan 3 M Plus bagi masyarakat potensi kasus DBD - Peningkatan cakupan imunisasi bagi bayi, balita. Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan.

PENYAKIT, GIZI DAN KEMATIAN

Formulir RC.2.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Jenis Penyakit / Masalah Gizi (2) DBD Malaria (+) AIDS TB PARU BTA (+) Campak AFP (Confirm) Tetanus Neonatorum (TN) Suspect H5N1 Suspect H1N1 Balita Gizi Buruk BBLR

Jumlah Kasus Baru (3) 8 590 - *) 1 -

Jumlah Kematian (4) -

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah :

1. Masih adanya kasus DBD sebanyak 8 kasus disebabkan penularan oleh vektor dan mobilisasi penduduk. 2. Tingginya penderita malaria oleh karena daerah endemik, masyarakat tidak memanfaatkan kelambu serta kondisi lingkungan yang buruk 3. Masih adanya Balita Gizi buruk disebabkan asupan makanan kurang, pola asuh dan pola makan anak yang salah Tindakan : Pengobatan penderita Penyuluhan pemanfaatan kelambu dan kesehatan lingkungan Penyuluhan gizi masyarakat, pola asuh anak dan makanan gizi seimbang Perawatan balita gizi buruk oleh petugas Ket.: *) data kasus TB Paru dari Puskesmas belum dilaporkan. Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No

Kelompok

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan
(3)

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan
(4)

Jumlah Kematian

(1)

(2)

(5)

1 2

Ibu Bayi

3491 3175

291 265

3

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian bayi 3 orang. 2. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. Tindakan : - Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan - Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus - Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. - Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

No

Kelompok

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan
(3)

Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan
(4)

Jumlah Kematian

(1)

(2)

(5)

1 2

Ibu Bayi

3491 3175

291 265

3 3

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian ibu sebanyak 3 orang disebabkan oleh perdarahan, penyakit kronis dan suspek emboli air ketuban. 2. Tingginya kematian bayi disebabkan oleh asfiksia, pneumonia dan aspirasi. 3. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus D-III Kebidanan. Tindakan : - Penanganan kematian ibu dan bayi - Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan - Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus - Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. - Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.

KEMATIAN IBU DAN BAYI

Formulir RC.2.2

KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC.Penanganan kematian ibu dan bayi .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita.2 .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa. Faktor lain yang berpengaruh meningkatnya kematian ibu dan bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan. 2. Tingginya kematian bayi 4 disebabkan oleh asfiksia. Tindakan : . 3. . Kematian ibu 1 orang. pneumonia.2.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Infeksi.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 4 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.

2 .Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus .Penanganan kematian bayi . 2.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan .Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita KEMATIAN IBU DAN BAYI Formulir RC. . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 0 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.2. Tindakan : . Tingginya kematian bayi 3 orang.

SKM PEMBINA TK. Bajawa. I NIP 195709141984032008 UPAYA KESEHATAN Formulir RC. Tindakan : . pneumonia. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F.Peningkatan kerjasama antar petugas kesehatan untuk melaksanakan pelayanan Ibu dan Anak di wilayah yang tidak ada bidan . Faktor lain yang berpengaruh terhadap kematian bayi adalah kurangnya tenaga kompeten (Bidan didesa) oleh karena petugas tersebut masih menjalankan pendidikan di Progsus Kebidanan.Peningkatan kemitraan bidan dan dukun melalui pertemuan-pertemuan di desa.Penyuluhan kesehatan Ibu dan Anak oleh petugas serta penyakit pada bayi dan balita. BHOKO. . Masih adanya kematian ibu 1 kasus 2.Pertemuan Audit Maternal Perinatal bagi petugas di wilayah kerja puskesmas yang ada kasus . 3. Infeksi.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010 No Kelompok Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) Tahunan (3) Jumlah Perkiraan Sasaran (Proyeksi) dalam Bulan (4) Jumlah Kematian (1) (2) (5) 1 2 Ibu Bayi 3491 3175 291 265 1 3 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Tingginya kematian bayi 3 disebabkan oleh asfiksia.3 .Penanganan kematian ibu dan bayi .

Kunjungan K4 masih rendah 2.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . 3. C 1.42% 81. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.89% 61.89% 69. 2.23% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. B 1. 2. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 3 121 241 193 217 169 3 41.3 .Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .58% 86. Imunisasi DPT 3 masih rendah Tindakan : . Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3.

Kunjungan K4 masih rendah 2.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . 3.Pendataan sasaran yang belum optimal. UPAYA KESEHATAN Formulir RC.20% 54.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . C 1.Peningkatan cakupan imunisasi bayi di posyandu dan sweeping imunisasi bayi balita untuk lokasi rumah penduduk yang sulit transportasinya .72% 67.39% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun Jumlah Sasaran / Bulan (3) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (4) (5) (1) (2) A 1. B 1.55% 60. Kunjungan Neonatus 1 masih rendah Tindakan : . 2.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas . Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah 3. 2.07% 48. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 8 150 167 134 145 186 8 51.3 .

2. B 1.3 . C 1. KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan 3491 3334 3334 3175 3313 - 291 278 278 265 276 5 127 259 201 227 258 5 43.48% 100% ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1.Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 No Jenis Pelayanan Jumlah Sasaran / Tahun (3) Jumlah Sasaran / Bulan (4) Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah % (5) (6) (1) (2) A 1.30% 85.Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas .Pendataan sasaran.Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten . UPAYA KESEHATAN Formulir RC.64% 93.16% 72. 3.66% 93. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : . Kunjungan K4 masih rendah 2.Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak . 2.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No

Jenis Pelayanan

Jumlah Sasaran / Tahun

Jumlah Sasaran / Bulan
(3)

Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah %
(4) (5)

(1)

(2)

A 1. 2. 3. B 1. 2. C 1.

KESEHATAN IBU K4 Persalinan oleh nakes (Pn) Persalinan di fasilitas kesehatan KESEHATAN ANAK Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Imunisasi DPT3 *) PELAYANAN KESEHATAN LAIN Penderita TB selesai pengobatan

3491 3334 3334 3175 3313 -

291 278 278 265 276 3

133 232 179 190 209 2

45,70% 83,45% 64,39% 71,70% 75,72% 66,67%

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : - Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak - Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas - Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten - Pendataan sasaran. Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel

UPAYA KESEHATAN
Kabupaten : NGADA

Formulir RC.3

Propinsi Bulan Tahun

: NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No
(1)

Jenis Pelayanan
(2)

Jumlah Sasaran /Tahun

Jumlah Sasaran /Bulan
(3)

Pencapaian Kumulatif Bulan ini Jumlah %
(4) (5)

A KESEHATAN IBU 1. K4 3491 291 2. Persalinan oleh nakes (Pn) 3334 278 3. Persalinan di fasilitas kesehatan 3334 278 B KESEHATAN ANAK 1. Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 3175 265 2. Imunisasi DPT3*) 3313 276 C PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1. Penderita TB selesai pengobatan 2 ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN : Analisis Masalah : 1. Kunjungan K4 masih rendah 2. Persalinan di Fasilitas Kesehatan masih rendah Tindakan : - Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak - Peningkatan penyuluhan kunjungan bumil di sarana kesehatan dan kunjungan rumah oleh petugas - Penyuluhan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten - Pendataan sasaran. Ket. : *) Sasaran Imunisasi : Data riel

135 249 181 208 219 2

43,39% 89,57% 65,12% 78,49% 79,35% 100%

Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Khusus untuk pengadaan sarana kesehatan sedang dalam penyiapan dokumen admnistrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi.

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam penyiapan dokumen administrasi

PENGELOLAAN DANA

Formulir RC.4.1

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun

: NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : MEI : 2010

No

Unit Pengelola
alokasi (juta Rp)

Dana Dekonsentrasi
Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(4)

Dana TP
Alokasi % (juta Rp)
(5) (6)

Dana DAK
Alokasi % (Rp)
(8) (9)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(7)

Realisasi kumulatif bulan ini (juta Rp)
(10)

%

(1)

(2)

(3)

(11)

1 2

Dinkes Kabupaten RS Kabupaten

-

-

-

-

-

-

4.867.200.000.-

-

-

ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Kegiatan yang bersumber bersumber dana DAK digunakan untuk pengadaan , pembangunan , peningkatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, puskesmas pembantu dan jaringannya pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan belum dilaksanakan pada saat ini sedang dalam proses/penyiapan administrasi kegiatan Tindakan : - Sedang dalam Pelaksanaan Kontrak untuk pengadaan mobil Pusling dan kendaraan roda-2 Bajawa, 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada

HILDEGARDIS F. BHOKO, SKM PEMBINA TK. I NIP 195709141984032008

JAMINAN KESEHATAN
Kabupaten : NGADA

Formulir RC.4.2

Tindakan : . Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten.2 .Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : JANUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.913 74 88 - 243 11 31 - 2. 2.000.000 No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 2. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.686 : 8.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1.960. JAMINAN KESEHATAN Formulir RC.4.

Kabupaten Propinsi Bulan Tahun : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR : PEBRUARI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48.000.2 .Memberi penjelasan dan motivasi kepada puskesmas agar laporan kegiatan dan keuangan segera dikirim untuk kelengkapan pertanggungjawaban dan tindak lanjut di Kabupaten.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 42. Rendahnya realisasi keuangan oleh karena belum semua laporan puskesmas dikirim ke Kabupaten.091. Tindakan : . JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.4.686 jiwa : 8.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisis Masalah : 1. Rendahnya jumlah pemanfaatan pelayanan oleh karena ketermbatan pelaporan yang dikirim ke kabupaten. 2.

250.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten : NGADA Formulir RC.4.985.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.000.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : MARET : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.2 .- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.303 380 - 485 51 - 6. Tindakan yang diambil : .000.686 jiwa : 8. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.

Tindakan yang diambil : .120.4.Propinsi Bulan Tahun : NUSA TENGGARA TIMUR : APRIL : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2. Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.Memberi penjelasan dan motivasi agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu JAMINAN KESEHATAN Kabupaten Propinsi : NGADA : NUSA TENGGARA TIMUR Formulir RC.1.686 jiwa : 8.- - ANALISIS MASALAH DAN TINDAKAN Analisi Masalah : 1.000.525.000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan 4390 235 - 339 108 - 9.2 . Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.000.

Untuk pemanfaatan dana Jamkesda masih mengajukan klaim ke Daerah.Memberikan penjelasan dan motivasi kepada rumah sakit agar laporan dikirim ke Dinas Kesehatan tepat waktu.- - Analisi Masalah : 1. I NIP 195709141984032008 .000 jiwa No (1) JENIS PELAYANAN (2) Jumlah Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JAMKESMAS (3) Jumlah pemanfaatan dana bulan ini ( Rupiah) JAMKESMAS (5) JAMKESDA (4) JAMKESDA (6) 1 2 3 4 Rawat Jalan Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Inap Tingkat Pertama di Puskesmas (PPK I) Rawat Jalan Tingkat Lanjut (PPK II) Rawat Inap Tingkat Lanjut (PPK III) di PPK lanjutan - - 3. Bajawa.686 jiwa : 8.000.1. Khusus untuk Pelayanan di Rumah Sakit.Bulan Tahun : MEI : 2010 Jumlah Peserta Jamkesmas (kuota) Jumlah Peserta Jamkesda (non kuota) : 48. 26 Juni 2010 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada HILDEGARDIS F. laporan kegiatan dan klaim dana belum dikirim ke Dinas Kesehatan 2.275.680. SKM PEMBINA TK. BHOKO.000. Tindakan yang diambil : .

LAPORAN KOMUNIKASI DATA RUTIN DAN CEPAT (KOMDAT) JANUARI S/D MEI TH. 2009 CAKUPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL TH. 2010 DATA DASAR PUSKESMAS TH. 2009 PEMERINTAH KABUPATEN NGADA DINAS KESEHATAN JUNI 2010 .

.

.

Revolusi KIA ­ NTT :  “Semua Ibu Hamil Melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang Memadai” Design by : Dinas Kesehatan Kabupaten  Ngada  Sub Bag Perencanaan. Juni 2010  . Evaluasi dan Pelapo­  ran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful