Anda di halaman 1dari 7

EXPENSES (BEBAN) 1.

DEFINISI EXPENSES Kita pahami bahwa expenses (beban) akan sejalan dengan penurunan nilai dalam perusahaan. Expenses (beban) akan meningkat untuk aktivitas umum seperti, expenses (beban) dari penjualan, gaji dan penyusutan. Aktivitas ini biasanya merupakan bentuk arus keluar atau pengurangan dari asset seperti kas dan setara kas, persediaan, property dan peralatan (rerangka, paragraph 78). Dalam rerangka paragraph 70 expenses (beban) didefenisikan sebagai : Beban (expenses (beban) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. Paragraf 85 yang menyatakan bahwa entitas harus tidak menampilkan setiap item dari pendapatan dan expenses (beban) sebagai pos-pos luar biasa, hal ini mencakup semua defenisi yang tercakup sebagai beban dalam rerangka. Perbedaan FASB antara expenses (beban) dan kerugian sepertinya tidak akan sangat berguna. Hal ini, memerlukan penilaian tentang apakah transaksi adalah bagian dari operasi besar yang sedang berlangsung. Tidak harus membedakan antara expenses (beban) dan kerugian yang memiliki kelebihan yang berbeda ... manajemen tidak akan lagi dapat memutuskan bahwa arus keluar aset adalah suatu kerugian dan menghilangkannya dari penentuan laba usaha. Perubahan dalam asset dan liabilitas Pendapatan dan beban secara langsung berhubungan dengan aspek nilai aset dan kewajiban. Secara alami, pendapatan dan beban moneter; hal ini karena kejadian (yaitu, peningkatan nilai kewajiban atau penurunan nilai aset) yang hasil dari konsumsi barang dan jasa (kegiatan fisik) dalam operasi bisnis. Pada kenyataannya, peristiwa moneter peningkatan kewajiban dan penurunan aset sulit untuk diamati. Definisi biaya operasional adalah konsep arus fisik yang akan dilakukan oleh entitas, sehingga definisi Rerangka mengacu pada arus keluar atau penggunaan aset atau terjadinya kewajiban.

Expenses (beban) dan cost Rerangka menyiratkan bahwa penggunaan dari aset memerlukan cost terhadap entitas. Hal ini sesuai dengan argumen sebelumnya bahwa expenses (beban) merupakan perubahan nilai (value change). Perubahan nilai mengacu pada pengorbanan yang harus dibuat perusahaan untuk memperoleh layanan. Dalam sistem akuntansi biaya historis, manfaat ekonomi masa depan yang mesin akan dicatat sebagai aset (kredit yang sesuai untuk sumbangan akan ke rekening pendapatan) dan penyusutan akan dicatat sebagai beban. Kadang-kadang beban disebut sebagai ' expired cost'. Sebagai contoh, sebuah komite khusus dari (American Accounting Association) AAA pada tahun 1957 menyajikan definisi berikut: Expense adalah expired cost baik secara langsung atau tidak langsung pada suatu periode fiskal tertentu dari arus barang atau jasa ke pasar dan operasi terkait. 2. PENGAKUAN EXPENSES (BEBAN) Setelah mengetahui bahwa expenses (beban) adalah arus keluar dari perusahaan, maka langkah selanjutnya adalah memutuskan kapan seharusnya diakui. Rerangka menjelaskan dua kriteria pengakuan pada paragraph 83 diantaranya: (A) Besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke atau dari entitas; dan (B) item tersebut memiliki biaya atau nilai yang dapat diukur dengan keandalan. 3. PENGUKURAN EXPENSES Alokasi Beban Salah satu pendekatan untuk mengukur expense adalah dengan mengalokasikannya keperiode yang berkaitan. Konsep penandingan membentuk dasar akuntansi akrual. Rerangka mengakui konsep penandingan dalam paragraf 95 yang menyatakan Beban 'diakui dalam laporan laba rugi pada basis hubungan langsung antara cost yang di buat dengan penghasilan dari item-item specific dari income.

Dalam praktek ada tiga dasar penandingan yang umum digunakan untuk mencari hubungan antara biaya pendapatan dalam satu periode tertentu. Dasar penandingan tersebut adalah : hubungan sebab akibat (association of causes and effects), alokasi sistematik dan rasional (systematic and rational allocation) dan pembebanan segera (immediate recognition). Hubungan Sebab Akibat (Association Of Causes And Effects) Dasar yang paling ideal untuk membandingkan biaya dengan pendapatan adalah hubungan sebab akibat. Meskipun dasar ini sulit untuk dibuktikan, namun atas dasar pengamatan yang dilakukan para akuntan menunjukkan bahwa barang/jasa tertentu yang digunakan dalam proses produksi pada akhirnya akan membantu dalam proses menghasilkan pendapatan selama periode tertentu. Komite American Accounting Association juga menyarankan penggunaan hubungan sebab akibat sebagai dasar penandingan. Mereka mengatakan : Cost harus dihubungkan dengan pendapatan yang direalisasi selama periode tertentu atas dasar korelasi positif yang dapat dilihat hubungannya antara cost tersebut dengan pendapatan yang diakui. Alokasi sistematik dan rasional (systematic and rational allocation) Alokasi biaya adalah suatu konsep penandingan yang mengakibatkan prosedur yang bervariasi. Contohnya, depresiasi berdasarkan garis lurus, berdasarkan unit produksi, metode angka tahun dan metode lain. Tujuannya adalah untuk menemukan metode yang cocok dengan pola jasa dan manfaat yang di sediakan oleh asset pada waktu perode mendatang.. hal ini bukan merupakan tugas yang mudah, karena kerumitan dalam menerapkan metodemetode ini. Salah satu kelemahan dari alokasi biaya adalah meyakini taksiran dan asumsi, yang kadang salah. Pembebanan segera (immediate recognition) Prinsip terakhir untuk mengakui dan mengukur expense dapat dipandang sebagai salah satu yang bertanggung jawab atas segala kemungkinan lain yang tidak tercakup oleh dua prinsip pertama. Sebagai contoh penggunaan pengakuan/pembebanan langsung adalah

pencatatan beban iklan. Pengaruh iklan dapat memiliki manfaat jangka panjang, namun mereka sering sulit untuk ditentukan. Kritik terhadap alokasi Masalah Alokasi, Thomas berpendapat bahwa banyak dari laporan akuntan adalah 'sampah (rubbish)', karena Informasi akuntansi ini didasarkan terutama pada alokasi Thomas berpendapat bahwa alokasi secara teoritis tidak dibenarkan. Untuk dapat dibenarkan, tiga kriteria yang disarankan: a) Dapat ditambahkan (Additivity). keseluruhan harus sama dengan bagian. Jika alokasi dibuat dari sesuatu yang total maka penempatannya harus mewakili secar keseluruhan, tidak lebih dan tidak kurang. Ketika jumlah alokasi ditambahkan bersamaan, maka jumlah total harus sama dengan jumlah sebelum alokasi. b) Tidak rancu (unambiguity). Metode alokasi harus menghasilkan alokasi yang unik pilihan yang jelas dari metode harus dibuat. c) Dapat dipertahankan (defensibility) Setelah metode alokasi. dipilih. orang yang membuat seleksi harus mampu memberikan argumen yang meyakinkan untuk metode yang dipilihnya, dan mempertahankannya terhadap metode alternatif lain. Mempertahankan alokasi Efektivitas penandingan tergantung pada adanya hubungan sebab dan akibat yang unik dan dapat diidentifikasi antara biaya dan pendapatan. Tapi ini tidak dapat dibuktikansebagaimana pendapat Thomas. Tujuan dari alokasi, bagaimanapun, dapat diubah. Sebagai contoh, bisa saja berubah menjadi: Laba untuk periode tersebut adalah hasil dari selisih antara pendapatan yang diakui dan biaya yang dialokasikan untuk periode berdasarkan suatu amortisasi garis lurus selama n tahun. Hal ini mengubah proses laba dari hubungan sebab akibat menjadi hubungan garis lurus saja.

4. TANTANGAN BAGI STANDARD SETTERS Matching Konsep rerangka teoritis untuk statement keuangan berarti baik neraca (pernyataan posisi keuangan) dan laporan laba rugi menyajikan informasi dengan karakteristik yang relevan dan representational faithfulness (IASB, 2008) Standar IASB telah menulis dan merevisi selama periode lebih dari 30 tahun. Rerangka bertujuan untuk menyediakan defenisi umum dan kriteria pengakuan, untuk memperbaiki konsistensi diantara standar. Konservatisme Konsep penandingan membutuhkan banyak pertimbangan dalam menentukan apakah jumlah biaya tertentu dapat berlaku untuk masa depan atau untuk periode berjalan. Perlu dicatat bahwa permintaan akuntan akan bukti objektif untuk pengakuan pendapatan, tetapi telah ada diskusi terbatas terhadap bukti objektif untuk mengakui beban. Sebaliknya permohonan (the plea) adalah untuk kewajaran atau kesesuaian, bukan untuk bukti objektif. Untuk menjadi wajar adalah suatu kebenaran, tetapi standar kewajaran apa dalam menerapkan konsep penandingan? Ini adalah prosedur penerimaan umum. Apapun yang dianggap sebagai praktek yang diterima dianggap wajar dan sesuai. Isu-isu bagi auditor Auditor menghadapi isu seputar membedakan beban dan asset, periode dimana beban diakui dan pengukuran yang tepat untuk beban. Dalam rerangka paragraph 70 expenses (beban) didefenisikan sebagai Beban (expenses (beban)) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aset memfokuskan perhatian pada pilihan antara mendebit beban atau asset ketika mencatat arus keluar dari asset. Perlakuan beban sebagai asset adalah relative mudah untuk meng-overstatekan laba dalam suatu periode, dan auditor biasanya memerlukan bukti yang kuat untuk mendukung kapitalisasi pengeluaran. Namun demikian, usaha manajer dalam mengoverstate-kan beban (dan meng-understate-kan asset) dapat juga menimbulkan mesalah bagi auditor.

TUGAS RMK TEORI AKUNTANSI

EXPENSES (BEBAN)

YUNI MULYASARI IDRUS A31109109

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR

2012