Anda di halaman 1dari 27

BAB 3 PERAWATAN MESIN DAN PERALATANNYA

A. PERAWATAN GERGAJI 1. Menajamkan gergaji (mengasah) Agar gergaji dapat memberi hasil yang baik, bukan hanya bentuk giginya yang harus diperhatikan, melainkan juga cara penajaman (pengasahan). Penajaman tidak boleh menunggu sampai puncak gigi berbentuk bundar. Daya kerja daun gergaji sesudah 2 jam digunakan bisa menurun sampai 1 1/2 kali daripada yang baru diasah. Sesudah digunakan 4 jam penurunan kekuatan itu bisa mencapai 2 atau 3 kali. Sesuai dengan jenis kayu yang kita kerjakan, lebih baik setiap 1 1/2 sampai 2 jam daun gergaji diasah lagi (kecuali kalau daun gergaji mempunyai gigi baja vidia). Pengulangan pengasahan dapat dilakukan dengan kikir gergaji yang baik tanpa melepas daun gerga ji dari mesin. Yang harus ditajamkan hanya gigi yang tumpul. Pengasahan pada mesin tidak boleh lebih dari tiga kali. Lebih dari itu, bentuk gigi akan mengalami perubahan. Kalau daun gergaji sudah dipakai empat sampai lima jam, semua gigi harus ditajamkan dan rumpang gigi dikikir kembali sampai kedalaman yang diinginkan.

a. Mengasah dengan mesin Dalam perusahaan menengah besar, biasanya penajaman dilakukan dengan mesin. Tidak semua bentuk gigi bisa kita tajamkan dengan mesin asah otomatis. Hendaknya dipilih batu gerinda yang relatif lunak, dan jangan sekaligus memasukkan terlalu banyak. Dengan demikian kita tidak membakar baja gigi gergaji atau mengurangi kekerasannya karena terlalu panas. Gigi-gigi yang pada waktu penajaman menjadi terlalu panas, berkurang ketahanannya terhadap keausan dan kualitas mengirisnya. Pada daun gergaji yang bergaris tengah lebih dari 500 mm kita pilih bentuk gigi bersudut runcing yang ukuran antara puncak gigi besar (menurut gam-bar 175), kalau daun gergaji ditajamkan dengan mesin. Bentuk gigi ini merupakan pengganti bentuk gigi serigala, pendek dan baik untuk jenis kayu yang keras. Kekuatan gigi dapat kita tingkatkan, kalau gigi tidak dikuakkan tetapi tegak sehingga puncak gigi menumbuk.

145

b. Mengasah dengan tangan Tidak semua perusahaan dapat membeli mesin asah otomatis. Maka seorang operator mesin harus tahu cara menajamkan daun gergaji dengan kikir. Untuk pekerjaan itu kita butuhkan alat penjepit yang , dapat dipasang setinggi dada. Tempat harus mempunyai penerangan yang baik. Alat penjepit dapat dibuat dari kayu menurut gambar 177.

Gambar 175 Bentuk gigi bersudut runcing dengan jarak antara puncak gigi yang besar, diasah secara masinal. Sudut kawul 50 (sudut iris 75)

Gambar 176 Penggunaan kikir yang sesuai untuk bentuk gigi yang hendak diasah. Dengan sebuah kikir segitiga hanya dapat mengasah bentuk gigi bersudut runcing dengan sudut mengiris kira-kira 80 (sudut tatal 10). Pada gambar (A). Untuk sudut mengiris yang 70 (sudut tatal 20) kita gunakan kikir pedang

Gambar 177 Alat penjepit dari kayu, untuk mengasah daun gergaji belah Untuk menghasilkan bentuk gigi yang tepat dengan sudut iris yang baik, harus tersedia kikir yang cocok. Pada gambar 176 dapat kita lihat bentuk kikir segitiga (A). Pada bentuk gigi bersudut 146

runcing dapat dicapai sudut iris maksimal 80. Untuk mendapatkan sudut iris sebesar 70, harus digunakan kikir pisau atau kikir pedang yang mempunyai sisi bundar (W). Untuk mengikir gigi serigala (C), harus digunakan kikir berbentuk datar yang mempunyai sisi bundar. Untuk memperdalam dasar gigi pada gigi kakak tua kita perlukan kikir bundar (D). Dasar gigi pada semua bentuk gigi harus bundar. Kalau dasar gigi berbentuk runcing, bahaya terjadinya retak-retak pada daun gergaji sangat besar. Kikir segitiga, kikir pisau dan kikir pedang harus mempunyai sisi (sudut) bundar. Gigi tidak hanya ditajamkan pada dada gigi saja, tetapi juga harus pada dasar gigi dan punggung gigi. Kalau tidak, bentuk gigi bisa berubah. Pada gambar 178 diperlihatkan cara mengikir gigi kakak tua yang betul dan yang salah. Agar bentuk tetap baik dan tidak terjadi perubahan, kita harus mengikir dasar gigi dan punggung gigi yang bengkok lebih dahulu, baru dada gigi (A). Kalau hanya dada gigi (B) yang dikikir, bentuk gigi berubah dan gigi menjadi kecil, tidak ekonomis dalam penggunaan. c. Mengasah kombinasi Kualitas pengirisan yang terbaik dicapai kalau kita menajamkan dalam kombi nasi: punggung gigi dengan kikir tangan dan dada gigi dengan batu gerinda. Metode ini menghasilkan puncak gigi yang sangat tajam, dengan ketahanan mengiris yang lama, yang tidak terbakar dan tidak mempunyai bentuk janggut pada sisi gigi. d. Pemiringan gigi gergaji Pada daun gergaji lingkar untuk membelah, gigi tidak boleh dimiringkan pada dada gigi dan punggung gigi. Gigi siku memotong serat kayu lebih baik daripada gigi yang sudutnya tidak siku. Gigi gergaji dari baja yang keras sekali tidak mungkin dikikir dengan tangan. Maka kita harus mengikir pada punggung gigi miring ke arah kuakan gigi. Kemiringan tidak boleh lebih dari 5. Pada gergaji untuk menggergaji melintang, gigi dimiringkan seperti sebuah pisau ke arah kuakan gigi (gambar 179). Mengikir gigi hanya ke arah puncak gigi. Dasar gigi harus tetap siku. Waktu me ngikir dengan tangan, semua gigi harus kita kikir siku lebih dahulu. Sesudah itu gigi diperuncing berseling-seling. Sebelum kita mulai menajamkan daun gergaji, gigi harus dibersihkan dahulu dari serbuk dan getah. Kalau tidak, pori-pori batu gerinda atau gores-gores pada kikir akan tertutup dan keduanya tidak berfungsi lagi seperti semestinya. Untuk membersihkan itu dapat digunakan sabun atau obat khusus. Sisa-sisa getah pada antar gigi-gigi dapat kita bersihkan dengan sekrap. Waktu mengikir, hanya gigi yang tumpul yang harus dikikir. Bila semua gigi dikikir, pasti tidak akan didapatkan lingkaran puncak gigi yang betul-betul bundar. Sering kali ditemukan daun gergaji lingkar yang hanya mempunyai 3 - 4 gigi yang bekerja. Puncak gigi lain sudah dikikir 4 sampai 5 mm lebih kecil, di bawah lingkaran gaya.

147

Gambar 178 Pengasahan gigi kakak tua, dengan cara yang benar dan salah. A = benar; B = salah

Gambar 179 Pemiringan gigi pada daun gergaji lingkar belah untuk memotong melintang. Dasar gigi tetap siku

it Gambar 180 Penguakan gigi dengan tang penguak khusus (A dan B) atau dengan giwaran (C), dengan menggunakan alas pengontrol (D)

Gambar 181 Penguakan gigi. A = menegakkan profit. B = menegakkan puncak gigi

Gambar 182 148

Mengikir pita miring pada tempat las (dari mesin gergaji pita) 2. Menguak dan menegakkan gigi pada daun gergaji lingkar Dengan perkecualian pada daun gergaji ketam, yang bagian tengahnya lebih tipis, semua daun gergaji harus dikuak atau ditumbuk. Hal ini dimaksudkan untuk memperlebar irisan, guna memberi jalan bagi daun (dan juga agar daun gergaji tidak menjadi terlalu panas). Dengan cara ini daun gergaji tidak menjadi terlalu panas. Ukuran untuk memperlebar irisan tidak boleh lebih dari 1
1

/ 2 sampai 2 kali tebal daun gergaji. Penguakan gigi Pada waktu menguak gigi, kita tidak boleh membengkokkan seluruh gigi, tetapi hanya puncak

a.

gigi saja (gambar 180 A). Dengan tang penguak khusus (B), kita hanya dapat menguak gigi yang pendek. Gigi yang lebih dari 15 mm panjangnya dikuak dengan giwaran. Gigi sering sedikit melenting kembali, sehingga menyebabkan perbedaan kuakan. Kalau kita kuak dengan tang penguak, sebaiknya dikontrol kemiringan gigi juga dengan alat pengontrol. b. Penegakan gigi Tidak semua jenis gergaji cocok untuk ditegakkan giginya. Baja daun gergaji yang akan ditegakkan giginya harus lebih lemah dibandingkan dengan baja daun gergaji yang giginya dimiringkan. Daun gergaji yang bentuk giginya kecil (harus) tidak cocok untuk ditegakkan (dengan alat tangan). Daun gergaji yang jarak antara puncak gigi-giginya agak jauh, seperti pada bentuk gigi bersudut runcing atau gigi kakaktua (gambar 175), giginya lebih balk dibuat tegak daripada dimiringkan. Gigi bekerja dengan dua sisi kanan dan kiri bersama dan tidak menerima tekanan dari sate sisi saja. Pada pembuatan tegak berprofil, dada gigi dilebarkan sampai 8 - 10 mm. Sedang pada penegakan gigi, hanya bagian atas gigi yang dilebarkan. Pada penegakan profit, kita baru harus menegakkan kembali sesudah dilakukan pengasahan beberapa kali. 3. Memperbaiki kerusakan pada daun gergaji lingkar Pembetulan tekanan pada daun gergaji lingkar umumnya dikerjakan oleh orang yang banyak pengalaman. Pekerjaan ini menuntut banyak latihan dan pengalaman. Tidak banyak yang dap at menekan daun gergaji lingkar yang sudah bengkok. Kalau tidak ada ahlinya, kita harus mengirimkan daun gergaji itu ke pabrik gergaji untuk diperbaiki. Bagian yang terbakar dapat diperbaiki sendiri dengan mudah. Kita hanya memerlukan sebuah kelos dari kayu keras dengan kepala kayu ke atas. Daun gergaji diletakkan di atas kelos itu, dipukul pada tempat yan terbakar (yang karena panas lalu membengkok) sampai rata kembali. Pada waktu bekerja, keadaan besi harus dikontrol selalu dengan sebuah mistar atau siku. Dengan sebuah batu alam daun gergaji dapat diratakan dan dihaluskan sesudah dipukul kembali. 4. Merawat daun gergaji pita Umumnya, syarat-syarat perawatan daun gergaji pita sama dengan yang sudah diterangkan untuk daun gergaji lingkaran. Irisan paling baik dapat dicapai dengan daun gergaji pita yang ditajamkan dengan tangan. Akan tetapi perusahaan-perusahaan zaman sekarang tidak mempunyai waktu untuk menjalankan pekerjaan ini dengan tangan. Kalau daun gergaji pita kita asah secara masinal dengan batu gerinda atau sebuah kikir, 149

harus diperhatikan bahwa batu atau kikir jangan makan terlalu banyak. Seluruh gerigi kita asah dua atau tiga kali sedikit-sedikit saja. Gunakan batu atau kikir yang bertepi bulat. Dasar gigi harus berbentuk bulat, tidak boleh runcing. Sering kali pita putus karena dasar gigi terkena terlalu dalam. Kalau gergaji dikuak giginya sampai dasar gigi, retak-retak kecil akan terjadi pada dasar gigi itu. Retak-retak gigi akan menjadi besar kalau pita terus-menerus dipakai. Lebih-lebih jika dibebani pengerjaan yang berat. Akhirnya daun gergaji pita itu putus. Kalau kita ingin mengetahui, apakah sebuah daun gergaji sudah mempunyai retak-retak kecil, kita dapat mengambil selembar lap yang dibasahi dengan minyak tanah. Dann ger gaji kita basahi, lalu kita taburi serbuk kapur putih. Retak-retak kecil akan terisi minyak yang membasahi dan juga serbuk kapur. Setelah daun gergaji kita bersihkan, retak-retak kecil yang semula tidak kelihatan sekarang tampak, karena retak-retak menjadi putih. 5. Memateri daun gergaji pita Dalam perusahaan yang besar, daun gergaji pita diperbaiki di bengkelnya sendiri dan tidak dilakukan oleh operator. Perusahaan yang tidak begitu besar menyerahkan pematerian daun gergaji kepada bengkel besi. Kecuali alat pateri lama yang bekerja dengan bensin atau kayu api, sekarang digunakan alat pateri listrik dengan hasil yang memuaskan. Tidak diperlukan pengalaman pendahuluan seperti pada cara lama. Untuk mendapatkan hasil yang baik, kita harus mengikir daun gergaji pita sebelah menyebal pada tempat yang putus selebar 1 - 2 gigi miring. Untuk itu kita menjepit dua sisi pita dan melipatnya pada kelos kayu (gambar 182). Dengan kikir besi yang halus kita mengikir tajam pita itu. Pita yang sudah dikikir tidak boleh kita pegang lagi dengan tangan yang mungkin masih berminyak atau berlemak. Untuk memateri dengan alat bensin kita menggunakan timah keras. Untuk membersihkan tempat yang akan dipateri dan sebagai pencair digunakan borax. Timah keras dicampur borax dapat kita beli di toko-toko, misalnya yang dijual dengan nama Lotfix. Sebelum memateri dengan alat pateri bensin, dua sisi daun gergaji ditempatkan sedemikian rupa sehingga gigi kedua bagian itu berimpit. Tem pat yang akan dipateri dibalut dengan kawat halus tiga kali, sehingga kedua sisi pita tidak dapat berubah lagi. Timah dicampur dengan borax, diletakkan pada sambungan bagian atas. Tungku tahan api lalu ditarik maju. Brander bensin harus menjadi panas dan menyemburkan api dengan kuat dan besar untuk mencairkan timah. Sesudah semua timah cair, sambungan pita dipres dengan alat pres. Pada alat pateri listrik digunakan sebuah pita timah perak. Sepotong dari pita itu kita pasang pada sambungan pita gergaji. Pita timah itu harus berada 1 - 2 mm pada kedua sisi sambungan, dan tidak perlu diikat dengan kawat tipis. Alat pateri listrik biasanya mempunyai tiga tingkat panas. Kalau ukuran lebar pita 10 - 15 mm, kita gunakan tingkat 1. Tingkat 2 cukup untuk lebar pita sampai 25 mm. Kalau lebar pita lebih dari 25 mm, kita gunakan tingkat 3. Sesudah tempat sambungan menjadi merah, kita sapu sambungan itu dengan sepotong timah (batang elektrobrasit). Kalau timah mulai mencair sesudah tempat yang disambung menjadi merah tua, batang timah itu kita ratakan ke semua bagian sambungan. Skakelar alat dikembalikan pada 0. Tang penjepit kita tekankan 2 - 3 detik dan kemudian kita lepaskan lagi. Skakelar kita naikkan lagi ke 1 sampai warna sambungan menjadi merah tua. Pemanasan ulang ini sangat penting agar sambungan pita tidak mudah patah. Pita 150

gergaji tidak terganggu oleh perubahan menjadi panas dan dingin. Sesudah pematerian selesai, sambungan kita kikir sampai sama tebalnya. Gigi yang ada pada sambungan tidak boleh kita kuakkan. 6. Meratakan daun gergaji pita Meratakan daun gergaji pita lebar yang umumnya dipakai di dalam bengkel perusahaan kayu tidaklah begitu penting. Lain halnya dengan daun gergaji pita untuk mesin gergaji balok. Pita itu sesudah dipakai agak lama harus diratakan kembali dengan alat perata. Pada pita baru, tekanan pada pita harus sedikit lebih lama daripada garis puncak gigi. Punggung pita menjadi bengkok karenanya. Untuk satu meter panjang ger gaji pembengkokan tidak boleh lebih dari 2 - 3 per sepuluh milimeter. Pelengkungan daun gergaji perlu. Waktu digunakan daerah puncak gigi atau garis puncak gigi menjadi panas dan memanjang. Kalau punggung pita lurus atau lengkung terbalik, maka pita tidak akan berjalan lurus dan baik. Pita yang berukuran lebar lebih dari 25 mm sewaktu-waktu harus kita kontrol punggungnya. Pita yang pada garis puncak giginya menjadi panas dan panjang, ti dak akan kembali ke keadaan semula pada waktu pita telah dingin kembali. Cara mengontrol punggung pita dapat dikerjakan dengan sebuah mistar yang minimum panjangnya 1 m. Kalau punggung pita lurus atau lengkung ke arah yang salah, maka pita harus dipanjangkan pada punggungnya. Pekerjaan ini paling baik dikerjakan di atas sebuah meja landasan dengan palu besi yang bidang pukulnya sedikit bulat (gambar 183). Gambar 183 Penekanan punggung pita mesin gergaji pita dengan sebuah palu. Tempat letak pita ialah sebuah besi landasan. Permukaan palu harus sePukulan pada daerah punggung pita tidak boleh terlalu keras, kira-kira 1/4 lebar pita. Pita kita dikit bundar tarik dengan tangan kiri, setiap kali selebar kepala palu. Sebelum dikontrol, bagian yang sudah dipalu diberi tanda dengan kapur putih. Kita ulangi pu kulan sampai punggung pita mencapai lengkungan 0,2 sampai 0,3 mm/m. 7. Merekatkan ban pada roda mesin gergaji pita Salah satu sebab mengapa pita gergaji sering kali putus, ialah rusaknya atau tidak ratanya ban roda mesin. Ban yang rusak harus diganti. Roda ban harus dibersihkan dengan baik. Sisa-sisa ban yang lama atau sisa perekat harus dibersihkan. Sesudah itu bagian roda pita yang terkena ban baru harus dibersihkan dengan bensin. Untuk menghindarkan kebakaran, pembersihan itu harus dilakukan di luar bengkel atau dalam suatu ruang yang cukup ventilasinya. Ban dari gabus linoleum hendaknya dipotong tepat menurut panjang yang dibutuhkan. Agar jalannya ban halus tanpa sentakan, sambungan dibuat miring. Ban dari kulit atau karet tidak berujung sehingga harus dipasang tegang. Roda gergaji kita panasi dahulu sedikit. Sesudah diberi perekat, ban dipasang dengan dibalut tali pada roda gergaji. Tali itu harus dibalutkan selebar ban. Sesudah itu tali diberi air, agar menjadi tegang, dan menjepit ban pada roda gergaji. Setelah dibiarkan kering selama 24 jam, dapatlah tali dilepaskan dari ban itu. Kemudian dilakukan pembersih an bekas-bekas lem. Perekat untuk ban gabus linoleum ialah perekat glutin di campur dengan sedikit gliserin. Bisa juga digunakan perekat putih sintetis. Untuk ban dari kulit atau karet 151

digunakan perekat spesial. Penyambungan ban dari karet sebaiknya dengan cara vulkanisir dan dilakukan di pabrik pembuatan mesin. B. PERAW ATAN ALAI MESI N GI RI K DAN MESI N KET AM 1. Mengasah alat mesin girik dan mesin ketam Pengasahan memerlukan keahlian dan pengalaman. Dalam perusahaan yang besar, tukang asahlah yang melakukan pekerjaan itu. Sedang pada perusahaan kecil, operator sendiri yang melakukannya. a. Pisan untuk alat girik Pisau untuk alat girik hanya dapat dikikir dengan tangan kalau kerasnya baja pada mata alat tidak melebihi kerasnya baja kikir. Batas kemungkinan untuk dikikir ialah pada kepadatan 140 kg/mm2 . Baja yang lebih keras dari batas itu tidak termakan lagi oleh kikir. Kalau profil pisau terlalu kompleks dan mempunyai sudut runcing, maka pisau ini harus ditajamkan dengan kikir. Untuk pengikiran yang baik, harus digunakan kikir yang halus yaitu no. 5 atau no.6. Pisau dari baja yang kepadatannya lebih dari 140 kg/mm 2 harus diasah dengan batu gerinda terlebih dahulu. Sebuah pisau profil tidak boleh diasah pada tangan bebas, tetapi harus diletakkan di atas meja kecil yang dapat disetel menurut sudut yang diinginkan (gambar 184). Pengasahan dengan dipegang tangan tidak menghasilkan mata irisan yang mulus dan tajam. Jangan gunakan batu gerinda yang terlalu keras agar mata pisau tidak terlalu cepat menjadi sangat panas. Yang terbaik ialah yang porisitasnya 60 dan kekerasan M. Waktu pengasahan, jangan tekan pisau terlalu keras pada gerinda. Makin kecil tekanan, makin kecil janggut pada mats pisau. Pengasahan ke arah iris pisau (tanda panah pada gambar 184) lebih menguntungkan daripada ke arah yang sebaliknya. b. Ala t frais Alat frais tidak dapat diasah dengan kikir. Untuk pengasahan alat frais, digunakan batu gerinda yang lunak, berbentuk khusus dan berukuran kasar 36/46. Alat frais dengan punggung bengkok hanya boleh diasah pada dada pisaunya. Pada alat frais dengan garis iris miring harus diperhatikan bahwa kemiringan sudut dada pisau tidak boleh diubah, agar profit pada bends kerja juga tidak berubah.

Gambar 184 Pengasahan pisau girik dengan batu gerinda. Pisau diletakkan di atas alas pengasahan.

152

Gigi-gigi tidak hanya diasah pada matanya melainkan sampai ke lekuk gigi, agar sudut irisnya tidak berubah. Bidang penahan gigi frais tidak boleh diasah sedikitpun. Pada pengasahan bebas tangan, dipergunakan bentuk gerinda seperti gambar 185A. Bentuk batu gerinda 185B dan C digunakan kalau ada bantuan alat penghantar. Pengasahan bebas tangan hanya dilakukan kalau memang tidak ada jalan lain lagi. Perusahaan besar yang mempunyai banyak alat frais, perlu membeli alat pengasah frais khusus. Ada pula perusahaan yang mengkhususkan diri dalam pengasahan alat mesin industri. Maka baiklah kalau alat-alat itu kita asahkan kepada perusahaan semacam itu. Alat-alat frais dari baja vidia, misalnya harus diasah dengan mesin khusus yang mahal. Cocok untuk perusahaan menengah dan besar. c. Pisan ketam Menurut jenisnya, pisau ketam diasah kering atau basah. Pengasahan basah le bih balk daripada pengasahan kering. Dalam pengasahan kering harus diusahakan agar ketam tidak terbakar. Pengasahan yang terlalu cepat akan menghasilkan janggut yang kasar. Akibatnya, banyak makan waktu untuk meratakannya dengan batu alam. Pengasahan pisau ketam dengan bagian bawah atau bagian sisi batu gerinda akan berbeda pula hasilnya. Punggung pisau akan menjadi miring, lurus atau ce kung. Punggung pisau yang lurus membuat mata pisau kuat. Punggung cekung harus diasah ulang. Maka harus diperhatikan, bahwa satu set pisau (dua atau empat) harus diasah sama. Yang satu tidak boleh lebih daripada yang lain. Pada mesin ketam yang mempunyai kecepatan putaran tinggi, maka berat pisau harus ditimbang satu persatu sesudah diasah beberapa kali, guna menghindarkan mesin bergetar dan oleng.

153

Gambar 186 Penentuan profil pisau menurut profil yang diinginkan. Kalau poros alat pisau berdiri vertikal d. Menghilangkan janggut pisau Pada pengasahan dengan batu gerinda, tentu terjadi janggut sepanjang ma ta pisau. Janggut itu harus dihilangkan dengan batu asah alam. Memang janggut juga akan hilang, kalau kita sudah mulai menggunakan pisau untuk mengetam. Tetapi pengasahan ulang itu bukan hanya untuk menghilangkan janggut, melainkan juga untuk mempertajam mata pisau. Pertama-tama, janggut kita hilangkan dengan batu asah harus dengan minyak. Alat frais hanya boleh diasah pada dada giginya.

Gambar 187 Penentuan profil pisau menurut profil yang diinginkan, kalau poros alat pisau miring 20 2. Membuat pisau untuk mesin girik Tidak banyak perusahaan yang sekarang membuat pisau untuk mesin girik sendiri. Banyak perusahaan tidak memiliki alat pemanas baja pisau. Bila kita memperhitungkan alat dan waktu yang dibutuhkan untuk membuat pisau sendiri, maka akan lebih menghemat kalau kita memesan pisau 154

pada pabrik atau bengkel yang membuat pisau-pisau itu. Kualitas iris pada pisau yang kita beli juga sering lebih balk, sebab bengkel khusus itu mempunyai alat, tabel dan data yang diperlukan untuk mendapatkan baja yang diinginkan. Jangan mencoba membuat sendiri pisau girik untuk alat girik ber pisau empat. Kerasnya baja pada tempat pisau itu dijepit, berbeda dengan kerasnya baja pada mata pisau. Untuk mengetahui kerasnya baja pada tempat jepitan dan mata pisau, diperlukan alat ukuran khusus. Bila seorang operator terpaksa harus membuat pisau girik sendiri, karena tidak ada waktu lagi untuk memesannya, dapat digunakan pisau girik yang telah dikeras kan, tetapi belum mempunyai profil. Pisau bisa dipesan pada pabrik pisau. Juga dapat dibuat pisau girik dari baja khusus untuk pisau girik, yang tidak perlu dikeraskan lagi. Baja semacam ini sangat sesuai untuk membuat pisau girik yang pada sisi irisnya agak ditekan punggungnya sehingga bentuk-bentuknya agak melengkung ke depan. Terutama digunakan dalam pembuatan pisau poros yang hanya mempunyai satu lubang. Pisau semacam ini tak dapat digunakan dalam pengerjaan sisi, karena mata pisau tak dapat bertahan lama/kurang kuat jika dibandingkan dengan pisau yang memiliki kekerasan iris 180 sampai 200 kg. Bila seorang operator harus membuat pisau dengan kekerasan tinggi yang melebihi kerasnya kikir (140 kg) (misalnya untuk pekerjaan dengan kayu keras, kayu jati, kayu meranti dll.), baja yang paling balk ialah baja kompoun (kompoundstaal). Pada baja ini pisau tidak akan patah atau retak karena pemanasan yang salah. Bila batu gerinda tak dapat digunakan untuk membuat profil, baja harus dipanaskan dulu untuk menghilangkan kerasnya. Untuk itu pisau dipanaskan dalam api kayu sampai menjadi merah tua. Kemudian baja harus menjadi dingin dengan sendirinya. Proses ini tidak boleh dipercepat, misalnya dengan menyiram pisau dengan air dingin. Se belum kita mulai membuat profil, batas baja harus ditentukan terlebih dahulu dengan sebuah kikir. Biasanya seluruh tebal pisau.
1/3

dari

Gambar 188 Penentuan pisau profil untuk sebuah alat ketam yang ketamnya dipasang miring

Menentukan profit pisau sesuai dengan profit yang kita inginkan dengan cara menggambar.

155

Sebelum kita memperbaiki profil pada pisau, kita harus mencari dulu garis profilnya yang tepat. Sebob profil pisau pada bends kerja tidak selalu sesuai dengan profil yang kita inginkan. Gambar 186 menunjukkan suatu bentuk profil sebuah pisau universal, poros pisau pada posisi vertikal. Gambar 187 menunjukkan konstruksi poros penjepit pisau pada posisi miring. Pada contoh terakhir ini, sudut miring poros pisau harus digambar dan diberi keterangan tertulis. Dengan demikian seorang operator dapat langsung membaca dan mengatur mesin itu. Gambar 187 dan 188 menunjukkan adanya kesamaan pada cara pembentukan profil. Mulamula pada sebuah kertas gambar yang tebal, kita gambar pandangan atas alat penjepit pisau. Pada pandangan atas itu, sudut pusat horisontal d (yang melalui pusat lingkaran alat penjepit pisau) kita perpanjang ke kiri. Garis ini kita sebut garis potong. Pada garis ini profil terpotong. Dada pisau e juga harus digambar horisontal (tebal pisau boleh diabaikan). Untuk mencari profil pisau, kita letakkan sehelai kertas transparan di atas gam -bar kita. Di atas kertas itu kita gambar profil benda kerja yang diinginkan. Dari garis profil ini kita turunkan beberapa garis sampai pada garis potong d. Dari titik potong garis tegak lurus dengan sudut horisontal d (sudut pusat pisau) dibuat lingkaran sampai garis horisontal e, yang merupakan garis dada pisau (dan mata pisau juga). Dari titik-titik potong yang terjadi, ditarik garis tegak lurus ke pandangan muka sehingga memotong garis horisontal yang dibuat dari titik-titik profil. Titik-titik potong ini dihubungkan untuk mendapatkan profil pisau. Cara khusus untuk mencari profil pisau diterapkan pada alat girik ketam yang pisaunya tidak dipasang vertikal melainkan miring terhadap poros pisau. Cara untuk mendapatkan profil bisa dilihat pada gambar 188 (untuk dapat mengetam benda kerja datar harus dibuat mata pisau yang melingkar). Untuk mencari profil pisau, kita harus selalu menggambar seluruh pisau dalam keadaan terpasang pada penjepit pisau. Pada alat ketam dengan poros satu lubang yang pisaunya dipasang vertikal, tidak terjadi perubahan profil, karena garis potong sejajar dengan garis poros pisau. 6. Mengeraskan pisau girik Bila profil suatu pisau girik sudah kita selesaikan dan pisau sudah dipasang pada penjepitnya, maka pisau harus dikeraskan. Cara mengeraskan baja kompoun yang campurannya bukan dari jenis mutu yang tinggi, tidaklah begitu sukar. Pisau girik yang sudah diasah dengan balk harus dimasukkan ke dalam bars api. Tunggu sampai pisau perlahan-lahan berwarna merah tua. Setelah itu cepat masukkan ke dalam cairan pengeras dengan digerak-gerakkan. Bila pekerjaan ini kita lakukan pada suatu perapian, pemanasan tidak boleh langsung dengan batu arang. Pisau harus dilindungi dengan suatu lapisan dari arang kayu. Untuk cairan pengeras digunakan air hujan yang diendapkan dan ditambah dengan sedikit garam dapur. Bila kita menggunakan air biasa, harus diadakan pengulangan pengerasan, juga secara perlahan-lahan. Tanga pemanasan ulang pisau akan menjadi terlalu keras dan mudah rumpang. Pengasahannya sebagai berikut: dengan kain pengasah, mata pisau diasah sampai gilap. Pisau kemudian mulai dipanasi dari belakang ke arah mata pisau, hingga mata pisau yang gilap itu tampak coklat tua kemerah-merahan. Dalam istilah' teknik disebut warna mula memanas. Setelah itu dengan cepat pisau didinginkan lagi dengan cara seperti di atas. Untuk memanaskan, pisau girik 156

dapat juga diletakkan di atas sepotong besi yang sudah membara. Pemanasan harus dilakukan dari belakang atau dari tempat pisau dijepit. Bila pisau dikeraskan dalam minyak dan dipanaskan hanya sampai berwarna merah tua saja, pemanasan ulang tidaklah perlu. Beberapa jenis baja memerlukan warna memanas dan pemanasan ulang yang berbeda. Aturan ini biasanya disertakan pada waktu kita membeli pisau girik. Pembuatan pisau girik dari baja campuran tinggi hendaknya kita serahkan pada pabrik pisau. Janganlah kita mencoba membuatnya sendiri, karena pekerjaan itu memerlukan alat pengukur khusus. Hal-hal yang harus diperhatikan waktu memesan pisau girik ialah: Selain kekerasan mata pisau, perlu juga diket&ui bahwa kekerasan pada sisi potong atau mata pisau tidak boleh lebih dari 200 kg dan pada tempat jepitan tidak boleh lebih dari 120 kg. Dari segi keamanan, pisau girik yang bengkok tidak begitu berbahaya pada waktu digunakan untuk bekerja daripada sebuah pisau yang terlalu keras, yang dapat putus pada waktu dioperasikan. Hendaknya kita meminta jaminan atas tahan putusnya pisau, bukan atas kerasnya. Keamanan diri kita harus diutamakan daripada tahan ausnya sebuah pisau girik. 4. Mengamankan pisau girik agar tidak lepas dari alat penjepitnya Dalam pemasangannya, semua pisau girik harus diberi pengaman agar tidak dapat lepas dari alat penjepitnya. Sekarang mesin girik sangat tinggi kecepatan putarnya. Jika tidak diberi pengaman bahaya pisau melesat terbang sangat besar. Pada pisau girik dengan sistem penjepit atas (pisau dengan poros berlubang tunggal dan pisau dengan poros berlubang ganda atau pisau dengan penjepit), pengamanan dilakukan dengan alur pada sisi atas pisau girik (gambar 189 sampai 191). Pada gambar 189 terlihat pengamanan pada pisau dengan poros berlubang tunggal. Bila pisau girik hanya berputar searah, alur pengaman cukup pada satu sisi pisau saja. Pisan girik yang akan dipakai pada dua arah putaran, harus mempunyai alur pengaman pada sisi atas dan bawah. Dalamnya alur pengaman hanya 2,5 mm. Pelat penjepit tambahan harus rata dengan dasar alur pengaman pisau. Hidung pengaman pada pelat penjepit tambahan harus 0,05 sampai 0,5 mm lebih panjang daripada alur pengaman dan alur pada pisau girik.

157

Pisau dengan poros berlubang tunggal atau berlubang ganda harus juga diberi alur untuk masuknya hidung pengaman ke dasar alur besar masuk pisau girik dan pelat penjepit tambahan (Lihat gambar 189). Alur dan hidung pelat penjepit tambahan harus betul-betul sama ukurannya. Tidak boleh ada speling (luang) ke samping, harus tepat. Dengan begitu penjepit sungguh-sungguh sentris. Sisi bawah penjepit pisau harus mempunyai ukuran yang sama. Pelat penjepit tambahan harus dari baja yang mempunyai kekuatan 60 sampai 70 kg/mm 2, dikeraskan serta diulangpanaskan sampai berwarna biru. Pelat penjepit tambahan dengan ukuran tepat ti dak dapat dibuat sendiri. Pengamanan pisau girik ke dalam alat dengan poros berlubang ganda dengan sebuah sekrup untuk setiap pisau dilakukan dengan cara yang sama seperti di atas. Dalam alat dengan poros berlubang ganda dan bersekrup dua, cara pengamanannya terlihat pada gambar 190. Pisau girik ini hanya mempunyai satu alur pengaman pada sekrup terdepan. Untuk pisau girik yang berputar ke dua arah, alur pisau harus dibuat pada kedua sisi pisau. Pada alat penjepit, pengamanan diganti dengan pen pengaman (gambar 191). Pen pengaman harus bergaris tengah minimum 5 mm, dan tersembul dari alur pisau pada penjepit sejauh minimum 2,5 mm. Pen pengaman yang dapat lepas (misalnya semacam sekrup) tidak boleh 158

digunakan. Bahayanya terlalu besar.

Untuk efisiensi pemakaian pisau girik, pen pengaman ditempatkan kira -kira 8 mm dari pusat alur (gambar 191 S). Di pasaran diperdagangkan macam-macam sistem penjepit, antara lain yang tempatnya dapat diubah sedikit. Pada alat penjepit pisau girik universal, pengamanan juga dilakukan dengan pen pengaman tetap (gambar 192 S). Pen pengaman harus bergaris tengah minimum 5 mm dan menyembul 2 mm, dan hendaknya ditempatkan pada bagian penjepit yang dapat disetel (jangan yang mati). Hal itu memudahkan memasukkan pisau berukuran tebal. Pisau girik harus beralur, atau lebih balk berlubang, dan garis tengahnya 10 sampai 15 mm. Untuk membuat pisau girik, perusahaan-perusahaan sering memakai pisau ketam dengan ketebalan 4 mm yang sudah tidak digunakan lagi. Pembuatan lubang atau alur dalam baja yang sangat keras sering menimbulkan kesulitan. Maka sering digunakan perangkap pisau model "Burckhard" (gambar 192 A). Perangkap pisau itu dapat dibeli dalam lima ukuran. Dengan sistem ini pisau girik tidak usah dibor. Alur kecil dalam pisau girik dapat dibuat dengan batu gerinda yang tipis, sampai sesuai dengan pen perangkap pisau. Perangkap pisau, mempunyai satu lubang yang cukup besar untuk memasukkan pen pengaman alat penjepit pisau. Dengan begitu banyak kemungkinan peraturannya. Pisau girik untuk alat penjepit bujur sangkar harus mempunyai alur pengaman yang tertutup. 5. Membuat pisau girik yang seimbang Kalau kita membuat pisau girik baru untuk alat berporos dengan lubang tunggal, maka pisau harus diperpanjang ke belakang (gambar 189) untuk menghindarkan perubahan titik berat. Kalau yang digunakan pisau satu sisi, maka keseimbangan pisau dapat tercapai dengan dua pelat eksentrik, yang disekrup di bawah sekrup penjepit pisau (gambar 193). Dengan mencoba menjalankannya beberapa kali dan mengubah-ubah pelat eksentrik, maka titik berat dapat ditentukan dengan cepat. Dengan demikian, jalan pisau dapat tenang. Untuk alat dengan poros berlubang ganda, pada penjepit atau alat penjepit bujur sangkar, umumnya digunakan dua buah pisau yang mempunyai bentuk profit sama. Kalau hanya ada sebuah pisau saja yang berprofil sama, maka digunakan sebuah pisau yang sedapat mungkin sama beratnya sebagai imbangan, dipasang di,sisi yang berlawanan. Untuk mesin girik harus disediakan timbangan pisau. Pada mesin girik atas, keseimbangan pisau merupak an syarat penting agar mesin berjalan dengan tenang. Karena itu alat perlengkapan me -sin girik atas harus mempunyai alat pengukur keseimbangan.

159

C.

PENGASAHAN BOR RANTAI Gigi-gigi bor rantai yang tidak amat tumpul dapat diasah dengan batu asah dan minyak.

Pengasahan hanya dilakukan pada dada gigi. Kalau digunakan untuk bekerja sepanjang hari, baiklah alat ini diasah sehari sekali. Bekerja dengan bor rantai , yang tumpul sangat berbahaya, karena bor rantai akan putus. Kalau bor rantai ini terlalu tumpul, harus diasah dengan batu gerinda yang berbentuk miring. Alat diasah pada dada gigi, melintang ke bagian dalam; bagian punggung gigi atau bagian sisi gigi tidak boleh diasah. Bor rantai tidak boleh diasah pada tangan bebas dengan perasaan saja. kalau tidak ada alat untuk mengasah, dapat dibuat alat penghantar (gambar 194). Sebagai landasan digunakan roda bor rantai yang berukuran sama. Poros penghantar harus sesuai dan tepat dengan lubang roda pada poros penghantar. Batu gerinda dipasang pada tempat roda rantai di atas mata poros. D. PERAWATAN MESIN Dalam suatu perusahaan kayu, mesin-mesin merupakan bagian terbesar modal perusahaan. 160

Karena itu wajarlah, bila perawatan menuntut perhatian penuh. Ada mesin yang sudah hancur dalam 3 sampai 5 tahun. Ada pula yang setelah 15 tahun masih berjalan lancar dan balk. Semua itu tergantung dari perawatannya. Gambar 193 Menyeimbangkan pisau girik pada alat dengan poros

berlubang pisau tunggal dengan dua pelat eksentrik yang disekrup di bawah sekrup penjepit

Gambar 194 Pengasahan alat bor rantai dengan batu gerinda berbentuk miring. Sebagai landasan digunakan roda bor rantai itu sendiri

161

1. M e m b e r s i h k a n Semua mesin harus dibersihkan setiap minggu sekali. Bukan hanya bagian luar yang dapat terlihat dari jauh saja. Justru pada bagian dalam mesin terdapat banyak tempat (roda gigi, poros mesin) yang sering mengakibatkan macetnya mesin bila tidak dibersihkan dengan teliti. Bagian mesin yang gilap tidak boleh selalu dibersihkan dengan minyak tanah saja. Pembersihan dengan minyak tanah, ulir atau drat dapat berakibat permukaan menjadi kasar, dan lapisan kasar itu sukar sekali dihilangkan. Sebagai bahan pembersih, minyak tanah harus dicampur dengan minyak mesin sedikit. Motor mesin elektro sekali seminggu harus dibersihkan dengan kipas mesin (tangan atau elektro) pada kumparannya untuk menghilangkan debu yang melekat. Satu kali setahun mesin harus dibersihkan menyeluruh. Beberapa kali bagian mesin harus dilepas. Bagian-bagian yang berputar harus dicuci dahulu dan kemudian diberi lemak. Pada motor yang banyak terkena debu (mesin amplas misalnya), baiklah kalau tutup-tutup motor bagian luar dilepas, agar kumparan-kumparan dapat dibersihkan dengan baik. Pembersihan dilakukan dengan kain yang dibasahi bensin. 2. Memberi minyak pelumas Untuk melumas bantalan peluru digunakan lemak yang tidak mengandung asam, tetapi jangan terlalu penuh. Sering bantalan peluru menjadi panas, bukan karena kurang lemak, melainkan justru karena kebalikannya, terlalu banyak lemak. Cukup tiap dua sampai tiga minggu sekali ditambahkan lemak sedikit (satu sampai dua kali putaran pada pres lemak). Bantalan yang menjadi panas sekali harus dibuka penutupnya untuk diteliti, apakah terdapat lemak berlebihan di dalamnya. Kalau memang begitu, maka semua lemak harus dikeluarkan dan bantalan dibersihkan dengan minyak tanah, baru diisi lemak lagi. Sering seorang operator yang men dapatkan sebuah bantalan peluru panas, segera menambahkan lemak. Akhirnya bantalan itu hancur karena terlalu panas. Bagian-bagian lain yang tidak berbantalan peluru, misalnya poros penghantar mesin ketam, setiap hari harus diberi minyak, kalau tempat itu bernipel untuk pe lumas. Pelumasan lemak pada mesin yang tidak terus-menerus digunakan, cukup dilakukan dua hari sekali. Revisi umum dilakukan setengah tahun atau setahun sekali (tergantung dari pemakaian mesinmesin itu). Bantalan-bantalan harus dikosongkan dari lemak, dicuci dengan minyak tanah, baru diisi lemak lagi. Bantalan dengan sisa pelumasan cincin memerlukan lebih banyak pengawasan. Keadaan minyak pelumas harus sering dikontrol. Perlu diperhatikan pula, bahwa cincin pelumas tetap bergerak. Pada perusahaan menengah dan perusahaan besar sebaiknya operator sendiri yang melakukan pelumasan. Pekerjaan itu jangan diserahkan kepada pembantu saja. Operator kepalalah yang harus rnelakukannya. Atau setidak-tidaknya is mengawasi pekerjaan itu dengan ketat dan teliti.

Bagian mesin yang berputar, misalnya meja sorong mesin, kereta mesin dan sebagainya jangan dilumas dengan minyak mesin. Lebih baik digunakan vaselin. Minyak mesin sering mengeras menjadi semacam damar. Bagian mesin dengan sedikit gerakan lebih baik diolesi dengan lemak konsisten. Lemak ini lebih baik days letaknya daripada minyak, dan tidak mendamar. Yang paling banyak mengalami keausan, ialah bagian bantalan pada poros mesin ketam 162

dan poros mesin girik, bila pada mesin itu sering digunakan pisau yang berbeda beratnya. Alat-alat mesin girik sebaiknya selalu dipasang dekat pada bantalan. Cincin penutup daun meja mesin girik dapat menunjukkan cara kerja seorang operator. Operator yang ceroboh akan memasukkan atau mengeluarkan cincin dengan palu besi atau obeng. E. TATA TERTIB DALAM RUANG MESIN Sisa-sisa kayu, potongan tatal, hendaknya setiap kali dikeluarkan dari ruang mesin. Jangan dibiarkan menggunung sehingga dapat mengganggu pekerjaan. Pada mesin, tempat banyak tertimbun kayu sisa yang pendek, misalnya pada gergaji pita biasa atau mesin gergaji lingkar untuk memotong, sebaiknya ditempatkan peti yang cukup besar, agar kita dapat langsung memasukkan sisa-sisa kayu ke dalamnya tanpa harus mengumpulkannya. Seminggu sekali peti dapat dikosongkan. 1. Kereta untuk benda kerja Banyak perusahaan kecil dan perusahaan menengah tidak mempunyai slat untuk mendorong benda kerja di dalam ruang mesin. Benda kerja diletakkan saja di samping mesin dan si pekerja harus mengambilnya satu per satu untuk dikerjakan. Sering kali dalam ruang mesin hanya ada dua atau tiga bangku kerja yang sudah rusak, sehingga benda kerja terpaksa diangkut dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dalam perusahaan besar, umumnya digunakan kereta rendah dan bok untuk menyusun benda kerja yang berukuran besar, seperti pintu almari, rangka kaki dan jendela. Dalam perusahaan yang terutama mengerjakan serf, perlu diperhatikan ukuran kereta pengangkut benda kerja itu. Bok, yang hanya 25 - 30 cm tingginya tidak begitu praktis. Si pekerja selalu harus membungkuk untuk mengambil benda kerja. Hal itu banyak menghabiskan waktu dan tenaga. Bagi perusahaan kecil dan menengah ukuran bok sebaiknya setinggi sekitar 55 - 60 cm. Pada gambar 195 dapat dilihat contoh kereta pengangkut benda kerja itu. Meja yang cukup kuat dan berlis penahan yang dapat diturunnaikkan. Sering perusahaan kecil tidak mampu untuk membeli roda besi yang cukup mahal. Roda pada contoh gambar 195 dapat dibuat dari 5 lapisan tripleks, yang direkatkan sampai tercapai tebal yang cukup. Garis tengahnya minimum 15 cm. Kalau roda kereta dipasang pada sepertiga panjang kereta, maka kereta dapat didorong, meskipun sudah bermuatan benda kerja. Ukuran kaki sebaiknya 6 cm x 6 cm, agar dapat diberi slur tempat lis penahan. Lis penahan yang berukuran 6 cm x 2 cm mempunyai slur-slur tempat per atau peluru penahan lis (untuk penyetelan ke atas atau ke bawah). Pada gambar 195 terlihat bahwa lis penahan dapat disetel menurut kebutuhan, sehingga tidak merintangi pada pengambilan benda kerja. Lis penahan juga dapat dimasukkan seluruhnya untuk memudahkan peletakan benda kerja yang berukuran lebar.

163

2. Kereta (boks) alat untuk mesin girik Penyimpanan alat-alat yang diperlukan untuk pemasangan mesin girik (kunci mesin, obeng, palu, tang dan sebagainya( dan juga tempat alat-alat yang diperlukan untuk pengamanan pada mesin yang mudah dijangkau dari mesin, sering menimbulkan kesulitan terutama jika mesin tidak berada dekat dinding. Alat-alat dan perkakas pembantu hendaknya tidak ditempatkan di dalam suatu almari dinding, melainkan di dalam suatu kotak alat-alat.

164

Boks alat-alat didorong ke mesin, tempat kita akan memasang alat atau meng ganti alat mesin girik. Dengan begitu operator tidak perlu banyak berjalan. Pada gambar 196 dan 198 dapat kita lihat boks alat-alat, yang banyak kita lihat dalam perusahaan industri kayu. Semua alat untuk menyetel, untuk pengamanan dan alat-alat pertolongan lainnya, dapat dimasukkan dalam boks alat itu. Alat masing-masing mempunyai tempat khusus. Seorang operator hendaknya membiasakan diri meng atur alat-alat dengan balk. Tidak perlu lagi terlalu banyak membuang waktu-mencari alat ini atau itu bila 165

kita membutuhkan sesuatu. Seperti terlihat pada gambar 197, kunci-kunci ditempatkan pada dinding samping, sedang alat pengaman pada sisi muka. Dua dinding tambahan dipasang miring di dalamnya. Dinding miring dengan sudut 15 menghindarkan alat jatuh dari tempatnya waktu kotak didorong. Ke dalam laci kotak alat pengaman dimasukkan alatalat seperti kelos pendorong, alat penghantar dan sebagainya. Dalam laci di atas alat pengaman dapat dimasukkan perkakas seperti mistar, siku-siku dan batu asah (lihat pada gambar 198). Pada bagian belakang kotak alat itu ada almari yang berpintu satu dan berkunci. Di dalam almari itu dimasukkan alat-alat bantu seperti kelos pendorong, alat penghantar, alat penjepit dan lain-lain. Di samping untuk tujuan utamanya, kotak alat ini juga dapat digunakan untuk memperpanjang meja mesin bila kita harus mengerjakan bends yang panjang. Daun (K) pada gambar 196 dipasang setinggi daun meja mesin dan ditahan dengan lis penahan (S), dijepit sekrup penjepit. Pada sisi atas sebaiknya dipasang selembar seng agar bends kerja dapat berjalan lancar di atasnya. Supaya bends kerja tidak mendorong boks dari tempatnya maka boks alat hanya diberi dua roda.

Gambar 197 Kereta (boks) alat untuk mesin girik dalam keadaan sebenarnya. Berbeda dengan gambar detail, ke reta ini mempunyai 4 roda sebagai alat penggerak

166

Ketertiban dalam ruang mesin tidak hanya tergantung dari kemauan seorang operator. Perusahaan harus mengusahakan adanya ketertiban itu. Kalau alat mesin, misalnya, disimpan dalam almari yang ditempatkan jauh dari mesin, janganlah heran kalau operator menempatkan alat-alat di atas mesin atau di jendela saja. Alat girik yang sering digunakan, harus ditempatkan di dekat mesin. Bagian selanjutnya menerangkan beberapa alat-alat dan cara penyimpanannya.

167

3. Menyimpan daun gergaji lingkar Pada gambar 199 dan gambar 200 terlihat almari khusus untuk daun gergaji lingkar. Almari itu dapat dibuat sendiri dengan mudah. Besarnya tergantung dari ukuran garis tengah daun gergaji,Ukuran pada gambar ialah untuk daun gergaji bergaris tengah 45 cm. Lebar harus disesuaikan dengan jumlah daun gergaji (kira-kira 55 cm sampai 60 cm untuk 10 buah daun gergaji). Kalau keadaan tidak mengijinkan almari itu tetap pada suatu tempat saja, sebagai pengganti lis kaki dapat dipasang roda. Lis penahan daun gergaji (S) dipasang pada sebatang pips besi yang bergaris tengah 15 sampai 20 mm, dan ditahan oleh kelos (K). Kelos-kelos antar (Z) direkatkan dengan lis penahan (S). Dengan demikian terdapat kekuatan penahan samping yang lebih balk. Di tengah-tengah lis penahan dipasang papan tripleks (B), yang boleh berbentuk bujur sangkar dengan kelos (H) untuk menggantungkan daun gergaji. Pada sisi belakang papan tripleks (B) dapat dipasang pisau belah yang mempunyai ukuran yang sesuai dengan daun gergaji. Detail-detail lain dapat dibuat langsung pada gambar.

168

4. Almari untuk perlengkapan mesin girik Perlengkapan mesin girik harus diletakkan dekat dengan mesin. Pada gambar 201 dan 202 terlihat almari beroda yang dapat berisi 30 sampai 35 buah alat frais dan lebih dari 200 pisau girik. Pisau,girik kita masukkan dengan teratur dalam laci yang tidak begitu tebal. Di bagian bawah almari terdapat dua buah pintu siku dengan papan untuk meletakkan alatalat penjepit pisau. Alat penjepit atau alat frais dikeluarkan bersama-sama dengan papan letak khusus untuk alat-alat, dan diletakkan di atas daun meja. Pada papan letak yang berbentuk lingkaran, terdapat lis penahan pada sisi luarnya untuk menjaga agar alat-alat tidak jatuh.
1

/4

169

5. Menyimpan daun gergaji pita Banyak perusahaan melakukan penyimpanan daun gergaji pita yang kurang baik. Pada dinding dimasukkan sepotong kayu bundar untuk menggantungkan semua daun gergaji pita. Untuk mengganti sebuah daun gergaji pita, kita harus menurunkan semua daun gergaji, dan dengan susah payah baru dapat mendapatkan gergaji yang diperlukan. Kecuali tidak efisien, tindakan itu mengakibatkan ketajaman daun gergaji berkurang. Lebih baik daun gergaji disimpan dalam kotak kecil yang terbuka, yang dapat dikeluarkan seperti terlihat pada gambar 203. Ukuran kedalaman kotak untuk pita yang kecil cukup 3 sampai 4 cm, untuk pita yang lebih lebar 5 sampai 6 cm. 170

Ukurarr luar tergantung dari panjangnya daun gergaji pita itu. Kotak itu berputar pada kayu bundar, yang ditempatkan kira-kira 5 cm dari pertengahan kotak. Dengan demikian kotak tidak akan jatuh keluar lagi sesudah dimasukkan kembali. Tiga buah contoh di atas menunjukkan, bahwa dengan sedikit bahan kita dapat menciptakan keadaan yang teratur di dalam ruang mesin. Tempat alat dapat dibuat oleh seorang siswa tukang kayu. Bagi -dia, hal itu merupakan juga latihan yang baik, misalnya dalam membuat sambungan. Dalam ruang mesin yang modern yang mempunyai jendela-jendela besar, tidak ada kemungkinan untuk menempatkan almari alat pada dinding. Untuk ini kotak alat yang portable (yang dapat dibawabawa)cocok sekali.

171