Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Syukur

alhamdulillah

penulis

panjatkan

kepada

Allah.SWT.

Yang

telah

menganugrahkan rahmat, ridha, dan ilmu ilmunya yang tak terbatas sehingga penulis mampu menyelesaikan salah satu bentuk tugas berupa paper ini.

Paper ini di susun berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan di laboratorium pertenunan di Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, dan juga di sertai dengan adanya studi pustaka guna melengkapi pengamatan yang telah di lakukan sebelumnya.

Dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki, penulis telah berusaha membuat paper dengan sebaik baiknya. Namun penulis menyadari bahwa karya tulis ini tetap tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan. Oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun penulis.

Akhir kata, semoga paper ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.

Bandung, 28 Desember 2010 Penyusun

Okky Achmad Fauzi 07.T40104

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Pembatasan Masalah 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Metode Penelitian

1 2 3 3 3 3 3

BAB II. PEMBAHASAN 2.1. Pembahasan secara umum mesin tenun rapier 2.2. Tujuan dalam pembuatan mesin tenun rapier 2.3. Perkembangan mesin tenun rapier 2.4. Mesin tenun rapier dapat diklasifikasikan ke dalam 4 kriteria 2.5. Berikut adalah bagian bagian yang pada umumnya terdapat pada mesin tenun rapier 2.6. Rapier penyuap dan rapier penerima 2.6.1. Rapier penyuap 2.6.2. Rapier penerima 2.7. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam mesin tenun rapier 2.8. Keuntungan mesin tenun rapier 2.9. Skeme alur benang pakan pada mesin rapier dan penempang bagian pada rapier yang berfungsi membawa dan menarik benang 2.10.Berikut merupakan gambar bagian pemotongan benang pakan pada mesin tenun rapier

4 4 4 4 6

8 8 8 8 9 9

10

10

BAB III. PENUTUP


3.1. Diskusi 3.2. Kesimpulan 11 11

DAFTAR PUSTAKA

12

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Perkembangan teknologi bidang pertekstilan khususnya mengenai mesin-mesin

pertenunan semakin pesat. Penggunaan mesin tenun dengan peluncuran teropong sedikit demi sedikit makin berkurang, dengan diciptakannya mesin-mesin tenun baru yang tidak lagi menggunakan media teropong atau dikenal dengan istilah shuttleless loom. Shuttleless loom yang dewasa ini berkembang dan digunakan dipabrik-pabrik pertenunan adalah : 1. Gripper weaving machine 2. Rapier weaving machine 3. Jet weaving machine yang terdiri dari air jet weaving machine dan water jet machine weaving. Mesin-mesin diatas merupakan upaya perbaikan dari mesin tenun teropong, dari segi ukuran cakra boom, ukuran diameter gulungan kain, lebar sisir mesin tenun, dan yang lainnya yang kesemuanya itu bertujuan demi tercapainya produktivitas dan kualitas produk yang tinggi. Mengingat penggunaan mesin-mesin shuttleless yang sudah tersebar, maka perlu kiranya kita sedikit banyak mengetahuinya.

1.2.

Pembatasan Masalah Pokok masalah yang akan di bahas kali ini ialah berfokus pada mesin tenun rapier

(Rapier Loom). 1.3. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari dari di buatnya paper ini adalah untuk mempelajari lebih dalam salah satu mesin tenun tanpa teropong (shuttleless loom) dari beberapa yang ada. Dalam hal ini yang akan di bahas ialah mesin tenun rapier (Rapier Loom). 1.4. Metode Penelitian Metode yang di gunakan dalam mempelajari hal ini ialah dengan mengadakan observasi langsung ke laboratorium dan di tambah dengan adanya studi pustaka yang berguna menunjang materi yang telah di dapat sebelumnya pada observasi di laboratorium.

BAB II PEMBAHASAN

2.1.

Pembahasan secara umum mesin tenun rapier Mesin tenun rapier (rapier loom) merupakan salah satu diantara mesin tenun tanpa

teropong (shuttleless loom), yaitu jenis mesin yang tidak menggunakan teropong dan palet dalam mengantarkan benang pakannya. Mesin tenun rapier termasuk pengantar benang pakan yang menggunakan alat berupa tangan tangan dan kepala kepala rapier. Kepala rapier disini ialah berupa bilah atau batang. Mesin ini dalam hal mengantarkan benang masih menggunakan cara mekanis bukan jet. Pakan yang dihantarkan ditarik dari suatu gulungan yang tetap dan ditempatkan pada rak diluar mesin.

2.2.

Tujuan dalam pembuatan mesin tenun rapier ialah:

Untuk mempertinggi atau meningkatkan produktivitas. Unutk memperbaiki cara kerja mesin tenun konvensional. 2.3. Perkembangan mesin tenun rapier: Mesin tenun rapier terdahulu bertujuan untuk memproduksi kain kain kasar saja atau kain kain berat saja. Mula mula dibuatlah mesin tenun rapier dengan single rapier, yaitu satu mesin tenun dengan pengantar benang yang hanya satu jenisnya yang berfungsi hanya untuk membawa benang (carrier rapier).

Rapier dahulu (sederhana)

Pada single rapier terdapat double pakan dalam satu mulut lusi, sehingga tangan
1m

diperoleh kain yang kasar. Tangan rapier tidak bisa di buat sangat panjang sehingga lebar kain dan inesinnya tertentu, karena:
Jika tangan diperpanjang maka lebar mesin harus 2x lipatnya Makin panjang tanga rapier akan mempengaruhi kerja rapier dan gaya gaya pada rapier sehingga membuat mesin

bergetar

Rapier yang lebih baik Pada mesin tenun rapier ini terdapat rapier pembawa/penyuap (carrier rapier) dan rapier penerima/penarik (receiver rapier). Berikut fase fase memberi dan menerima benang pakan pakan pada mesin tenun rapier:

rapier:
1. Rapier pembawa (carrier rapier) siap siap membawa benang pakan

Rapier Pembawa 2. Rapier sudah membawa benang pakan

Rapier Penerima

Rapier Pembawa

Rapier Penerima

3. Rapier sudah hampir mencapai pertengahan lebar mesin, hampir bertemu antara rapier pembawa (carrier rapier) dengan rapieer penerima (receiver rapier).

Rapier Pembawa

Rapier Penerima

4. Rapier pembawa (carrier rapier) memberikan benang pakan pada rapieer penerima (receiver rapier).

Rapier
Pembawa

Rapier Penerima

5. Benang pakan siap diketek

Rapier Pembawa

Rapier Penerima

6. Terjadi pengetekan dan kembali ke posisi semula.

Rapier Pembawa

Rapier Penerima

catatan: Rapier pembawa (carrier rapier) dan rapier penerima (receiver rapier) bekerja secara harmonis atau dengan beriringan.

2.4.

Mesin tenun rapier dapat diklasifikasikan ke dalam 4 kriteria:

1. Berdasarkan bentuk rapier. 2. Berdasarkan jumlah rapier. 3. Berdasarkan metode pengantaran benang pakan. 4. Berdasarkan posisi saat penyisipan benang pakan.

penjelasan. 1. Berdasarkan bentuk rapier mesin tenun rapier di bagimenjadi 2, yaitu: a) Rapier batang kaku (rigid rapier) Rapier ini berupa pipa pipih atau batang berongga dengan diameter 10 15 mm. Salah satu kekurangan dari mesin tenun rapier ini adalah ruangan yang dipelukan, dimana mesin tenun ini paling sedikit memerlukan ruangan sebesar 2x lebar kain, hal ini terjadi karena batang rapier yang kaku tadi harus dikeluarkan semua dari mulut lusi sewaktu pengetekan dilakukan. b) Rapier batang lentur (flexible rapier) Rapier ini berbenruk semacam pita atau bilah tipis (band) yang terbuat dari baja atau plastik. Untuk memperlancar gerakan rapier dipasang rusuk rusuk penutup (ribbed guide) disepanjang lade. Ruangan yang diperlukan tidak terlalu lebar karena bilah rapier dapat disimpan pada kanal setengah diameter disisi mesin atau di gulung pada suatu roda gigi. 2. Bedasarkan jumlah rapier mesin tenun rapier dibagi menjadi 2, yaitu: a) Mesin tenun rapier tunggal Mesin rapier ini hanya memiliki sebuah rapier sehingga proses peluncuran pakan dilakukan dengan cara mendorong benang hingga mencapai ujung kain di bagian seberang. b) Mesin tenun rapier ganda Mesin inipun di bagi lagi ke dalam 2 jenis berdasarkan proses pengantaran benang pakan: Mesin tenun rapier ganda dengan pengantaran pakan 1 sisi Pada mesin ini satu batang rapier di gunakan untuk menyuapkan pakan dan satu batang rapier lagi di pakai untuk mengambil benang pakan Mesin tenun rapier ganda dengan pengantaran 2 sisi Pada mesin ini tiap batang rapier bekerja bergantian sebagai penyuap dan penerima/pengambil pakan. 3. Berdasarkan metode pengantaran benang pakan mesin tenun rapier di bagi menjadi 2, yaitu: a) Pengantaran atau penyuapan benang pakan berbentuk lurus ( tip insertion system). Pada sistem ini ujung benang pakan di jepit oleh semacam gripper yang terdapat di dalam kepala rapier, dan kemudian disisipkan ke dalam mulut lusi. b) Pengantaran atau penyuapan benang pakan berbentuk gelung atau loop (loop insertion system). Pada sistem ini benang pakan tidak terjepit oleh kepala rapier sehingga benang pakan berbentuk loop.

4. Berdasarkan posisi saat penyisipan benang mesin tenun rapier di bagi menjadi 2, yaitu: a) Mekanisme penyisipan bergoyang. Pada mesin ini meknisme penyisipan menyatu dengan lade dan proses penyisipan benang pakannya dilakukan bersamaan dengan gerakan lade. b) Mekanisme penyisipan pakan diam. Pada mesin ini mekanisme penyisipan tidak meyatu dengan lade tetapi di pasang terpisah pada kerangka mesin.

2.5.

Berikut adalah bagian bagian yang pada umumnya terdapat pada mesin tenun rapier: Per dan mulut (bibir atas dan bibir bawah) yang berfungsi unutk menjepit benang. Kepala rapier yang mempunyai kait dan presser knip untuk menjepit benang pada saat memberi (rapier penyuap) dan menerima (rapier penerima) guna dibawa kebagian lainnya.

Di bagian pinggir mesin terdapat alat untuk membuka penjepit dan per.

2.6.

Rapier penyuap dan rapier penerima 2.6.1. Rapier penyuap Rapier penyuap atau disebut juga rapier penyisip pada mesin picanol disebelah kiri. Fungsi dari masing-masing bagian pada rapier penyuap adalah : Rapier penyuap head berfungsi untuk menyuapkan benang pakan ke carrier head rapier. Yarn catcher berpungsi untuk memegang benang pakan. Yarn catch base berfungsi untuk menahan benang kapan. Yarn cath spring berpungsi untuk membuka dan menutup gripper. Head chip berfungsi untuk melindungi kepala rapier agar tidak bergesekan dengan guide bar . Rapier head berpungsi sebagai media kepala rapier ddalam mengantarkan benang pakan. terletak

2.6.2. Rapier penerima Fungsi dari masing masing bagianpada rapier penerima adalah : Carrier head berfungsi untuk memegang benang pakan yang disuapkan oleh rapier penyuap. Yarn catch berfungsi untuk mengatur besar carrier. Carrier spiring berfungsi untuk menentukan kekerasan yarn catcher terhadap benang pakan. Opener catcher berfungsi sebagai pembuka yarn catcher untuk melepaskan benang pakan. kecilnya pembukaan mulut

2.7. 2.8.

Hal hal yang perlu diperhatikan dalam mesin tenun rapier: Gerakan tangan rapier di usahakan seharmonis mungkin Bisa meletakan tangan rapier pada segmen tertentu sihingga tidak membutuhkan tempat yang luas. Tebal dari tangan rapier di buat stipis tipisnya. Keuntungan mesin tenun rapier Dapat dipakai dari bermacam macam bahan dan macam maca ukuran. Pakan dari bentuk cones. Pembentukan mulut lusi cukup kecil sehingga mesin bisa bekerja lebih cepat. Tegangan benang bisa diatur Untuk tenunan bercorak dapat dilakukan dengan penggantian feeder.

2.9.

Skeme alur benang pakan pada mesin rapier dan penempang bagian pada rapier yang berfungsi membawa dan menarik benang

g d a b c e f

Skema Alur Benang Pakan Keterangan : a) Rapier penerima (receiver rapier) b) Rapier pembawa (carrier rapier) c) Lubang pengatur benang d) Tensioner benang e) Benang pakan f) Cones benang pakan g) Dudkan cones Penampang bagian rapier pembawa dan penerima:

Rapier pembawa

Rapier penerima

x,y,z, bisa dirubah menyesuaikan dengan besar benang pakan 2.10. Berikut merupakan gambar bagian pemotongan benang pakan pada mesin tenun rapier Keterangan : a) Pisau bawah b) Pisau atas c) Daerah pemotongan benang pakan

c a

10

BAB III PENUTUP

3.1.

Diskusi

Kondisi mulut lusi Kondisi mulut lusi yang terbentuk harus benanr-benar bersih, sebab kondisi yang tidak bersih ( dalam hal ini lusi ada yang kendor ) lusi akan terkait oleh kait rapier ketika rapier ini kembali keposisinya, akibatnya lusi tersebut putus dan bisa memutuskan lusi yang lainnya karena terkait lusi tersebut.

Kondisi kepala rapier Kondisi kepala rapier yang harus diperhatikan adalah kekuatan penjepit (clamp) dan jenis penjepit yang berkaitan dengan kepala rapier. Kekuatan dan jenis penjepit disesuaikan dengan benang pakan yang digunakannya baik dari segi bahan dan nomor benang. Untuk benang-benang filament jepitan harus lebih kuat.

Timing pembukaan jepitan Timing pembukaan jepitan harus pas, jika tidak maka bisa menimbulkan kekosongan benang pakan 1 2 cm dari pinggir kain.

3.2.

Kesimpulan Dari pembahasan tentang mesin tenun rapier dapat di tarik kesimpulan bahwa

penggunaan mesin tenun rapier ialah bertujuan agar: Untuk mempertinggi atau meningkatkan produktivitas. Unutk memperbaiki cara kerja mesin tenun konvensional.

Juga dalam penggunaanya sangat menguntungkan terutama: Dapat dipakai dari bermacam macam bahan dan macam maca ukuran. Pakan dari bentuk cones. Pembentukan mulut lusi cukup kecil sehingga mesin bisa bekerja lebih cepat. Tegangan benang bisa diatur Untuk tenunan bercorak dapat dilakukan dengan penggantian feeder.

11

DAFTAR PUSTAKA

Warih, Pengamatan Pengaruh Keausan Bantalan Carrier Rapier Terhadap Proses Peluncuran Benang Pakan Pada Proses Pertenunan di Mesin Shin Kwang SRS-450

12