P. 1
Biolistrik

Biolistrik

|Views: 314|Likes:
Dipublikasikan oleh Abrianto Nugraha
akbid
akbid

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Abrianto Nugraha on Dec 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2013

pdf

text

original

Dr. Ir. H.

Bambang Guruh Irianto, AIM,MM

SEL

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

BEBERAPA JENIS SEL

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Isi di dalam sel


  

Water Lipid Protein Carbohidrat electrolyte

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Metabolisme energi

enzim

Makanan

lipid protein karbohidrat

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Karbohidrat

glucose

Lipid

asam lemak

Protein

asam amino

Enzim

Adenocine triposfat + 02 ( ATP)

ADP+ P +Energy
Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

CARA INTERAKSI ANTARA SEL BAG. LUAR DAN DALAM

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

NMDA RECEPTOR

GABA RECEPTOR

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

SALURAN ION NAtrium dan ion kalium

PENGARUH KONSENTRASI BAHAN TERHADAP KECEPATAN DIFUSI

MEKANISME DIFUSI YANG DIPERMUDAH

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

A. EFEK PERBEDAAN KONSENTRASI, B. PERBEDAAN POTENSIAL, C. PERBEDAAN TEKANAN.

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

POSTULAT MEKANISME POMPA ION NATIUM DAN KALIUM

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

POSTULAT MEKANISME KO- TRANSPORT NATRIUM GLUKOSA

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

MEKANISME DASAR TRANSPORT AKTIF MELALUI LAPISAN SEL

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Cairan Ekstraseluler Na+ ………. K+ ……….. Ca++ ……... Mg++ …….. Cl - ……….. HCO3 …….. Fostat ……... SO4 -- …….. Glukosa …… Asam Amino 142 mEq/L 4 mEq/L 2,4 mEq/l 1,2 mEq/L 103 mEq/L 28 mEq/L 4 mEq/L 1 mEq/L 90 mg/L 30 mg/L ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………

Cairan Intraseluler 10 mEq/L 140 mEq/L 0,0001 mEq/L 58 mEq/L 4 mEq/L 10 mEq/L 75 mEq/L 2 mEq/L 0-20 mg/dl 200 mg/dl

Fosfolipid Lemak netral PO2 ……… PCO2 ……… pH …………. Protein ……...

0,5 gm/dl 35 mmHg 46 mmHg 7,4 2 gm/dl (5 mEq/L)

……… ……… ……… ……… ………

2-95 gm/dl 20 mmHg 50 mmHg 7,0 16 gm/dl (40 mEq/L)

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Extra Sel : Na : 10, K = 1

Intra Sel : Na = 1, K = 30

Membran sel

SUSUNAN KONSENTRASI ION SODIUM DAN POTASIUM

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

RUMUS NERNST TENTANG POTENSIAL LISTRIK DIDALAM DAN DILUAR SEL

Ep = 61,6 Log

MOBILISASI ION DIDALAM SEL ----------------------------------------------MOBILISASI ION DI LUAR SEL

CONTOH :

EK

30 = 61,6 Log ----1

= 91 mV

E Na

1 = 61,6 Log ----- = - 62 mV 10

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

RANGKAIAN ANALOG LISTRIK PADA MEMBRAN SEL

EK + EC __________ RK

+

- E Na + EC _____________ R Na

=

0

Keterangan : E K = perbedaan potensial listrik ion K karena adanya perbedaan konsentrasi kimia . ENa = Perbedaan potensial listrik ion Na karena adanya perbedaan konsentrasi kimia. EC = Perbedaan potensial listrik ion K dan Na.

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

POTENSIAL AKSI SEL

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

SEKELOMPOK SEL YANG MENDAPAT RANGSANGAN SERENTAK

Sel 1

Rangsangan Sel 2

Sel 3 Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

SEKELOMPOK SEL YANG MENDAPAT RANGSANGAN BERANTAI

Sel 1

Rangsangan Sel 2

Sel 3 Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

System persyarafan

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

JANTUNG

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

VENTRICULAR SEPTAL DEFECT

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

ELECTRO CARDIOGRAPHY(E C G )

ECG ADALAH ILMU YANG MEMPELAJARI AKTIFITAS POTENSIAL LISTRIK DI JANTUNG. DASAR ILMU INI DIKEMBANGKAN OLEH EINTHOVEN DAN BURGER. BIDANG PENGUKURAN: 1. FRONTAL : Bipolar, Unipolar Lead. 2. TRANVERSAL : Unipolar Chest. 3. SAGITAL.

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

PERBEDAAN ANTARA EINTHOVEN DAN BURGER

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

PEMBAGIAN BIDANG ECG

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

AKTIVITAS POTENSIAL LISTRIK ECG

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Gel P : Dep. Dari SA node ke Atrium, selama 0,08 sampai 0,1 dt. Gel. P-R = Atrium Repolarisasi, selama 0,12 sampai 0,20 dt. Jika P-R > 0,2 dt (Fisrt degree heart block = Condition defect). Gel QRS Complex ventricular depolarisasi, selama 0,06 sampai 0,1 dt, Jika >0,1 dt, ( Occur with bundle branch blocks or ventricular foci (abnormal pacemaker site). ST + Ventricular ischemia or Hypoxia

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

TITIK PENGUKURAN BIDANG FRONTAL

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

TITIK PENGUKURAN BID. SAGITAL DAN TRANVERSAL

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

3 DIDANG TITIK PENGUKURAN

HUBUNGAN DETAK JANTUNG, GAMBAR ECG DAN TEKANAN DARAH

TITIK PENGUKURAN ECG

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Jenis-Jenis Pesawat ECG

Berdasarkan Tampilan 1. ECG Recorder - Stylus - Printer 2. ECG Monitor

Jenis-Jenis ECG

Berdasarkan Jumlah Perekaman 1. ECG 1 Chanel 2. ECG 2 Chanel 3. ECG Multi Chanel

Pesawat ECG

Elektroda 1. Lempengan 2. Suction Cup 3. Disposible Kabel ECG - 3 Buah Kabel - 5 Buah Kabel - 10 Buah Kabel

Warna Pada Kabel ECG RA = merah

LA
RL LL V1

= Kuning
= Hitam = Hijau = merah = kuning = Hijau = coklat

V2 V3 V4

V5
V6

= ungu
= putih

Kertas ECG

1 x 1 mm
1 kotak kecil = 1 KC

5 x 5 mm
1 kotak besar = 1 KB

Fungsi Tombol Pada Pesawat ECG

Tombol Kalibrasi MARK : memberi tanda

Lead Selektor : untuk Memilih Lead yang akan direkam Pengatur Posisi Stylus Pemilihan Sensitifitas (0.5, 1,2) Inst Start/Stop

Fungsi Tombol Pesawat ECG

MUS Filter : untuk mengurangi noise tubuh HUM Filter untuk mengurangi noise AC

Pemilihan Kecepatan kertas 25mm/s dan 50 mm/s

Prosedur Perekaman
1.

2.
3.

4. 5.

Power On Switch Operation On Pilih lead I dan pastikan tidak ada noise dari AC dan Tubuh Tekan Start utk perekaman Ulangi untuk lead berikutnya

Kalibrasi Pulsa 1 mV
Sensitifity 0.5 1 3 1 KB 2 KB 4 KB

Prosedur kalibrasi 1 mV 1. 2. 3. 4. Pilih lead selektor pada posisi C Pilih sensitifitas 1 Tekan start Tekan tombol kalibrasi

Menghitung BPM ( Beat per menit)
BPM adalah Jumlah Denyut Jantung dalam waktu 1 menit
1 Denyut = 1 R Berarti : Menghitung BPM = Menghitung Jumlah Pulsa R dalam Waktu 1 menit

Berapa panjang kertas yang digunakan untuk merekam selama 1 menit dg kecepatan 25 mm/s atau 50 mm/s ?

Kecepatan Motor

Kecepatan 25 mm/s Berarti dalam 1 detik ditempuh 25 mm/25 KC/5 KB dg demikian 1 KC ditempuh dalam waktu = 1/25=0.04 s 1 KB ditempuh dalam waktu = 1/5 = 0.2 s

Kecepatan 50 mm/s Berarti dalam 1 detik ditempuh 50 mm/50 KC/10 KB dg demikian
1 KC ditempuh dalam waktu = 1/50=0.24 s 1 KB ditempuh dalam waktu = 1/10 = 0.1s
Panjang kertas selama 1 menit dg kecepatan A. 25 mm/s adalah 60x25 mm = 1500 mm = 1.5 M B. 50 mm/s adalah 60 x 50 mm = 3000 mm = 3 M

Menghitung BPM dari R-R
∆t1 ∆t2 ∆tn

Asumsikan bahwa Δt1= Δt2= Δtn Misal jarak R1 ke R2 = 5 KB dengan Kec. 25 mm/s . Berapa BPM nya

Δt = 5 KB x 0.2 s = 1 detik Berarti bahwa setiap 1 detik akan muncul Pulsa R sebanyak 1 kali. 1 R = 1 Detik 1R = Δt 60 R = 60 Detik (1 menit) BPM. R = 60
Sehingga didapat BPM = 60/Δt

Noise
Noise AC

Noise Tubuh/Muscle

Noise
Noise krn elektroda kotor

Noise krn Pemasangan elektroda

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

FETAL ELECTRO CARDIOGRAPHY (F E C) FETAL ELECTRO CARDIOGRAPHY ADALAH ILMU YANG MEMPELAJARI POTENSIAL LISTRIK PADA JANTUNGNYA JANIN. CARA PEMASANGAN ELEKTRODANYA BERADA DISEKITAR PERUT IBUNYA.
Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

TITIK PENGUKURAN TEC

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

GAMBAR FET

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

What is EMG…??/
Electromyopgraphy adalah ilmu yang mempelajari aktifitas potensial listrik pada otot.

ELEKTROMYOGRAFI
Pemeriksaan EMG adalah pemeriksaan untuk mengevaluasi kondisi dari syaraf tepi (motoris maupun sensoris) dari otak, melalui pemeriksaan ini dapat terdeteksi tingkat kelainan otak maupun saraf yang diperiksa sehingga sangat membantu penegakkan diagnosa. Namun demikian diagnosa yang benar baru bisa ditegakkan melalui pembacaan dari interpretasi perekaman EMG yang akurat

Sinyal EMG
Mempunyai range frekuensi 20Hz-500Hz sehingga di perlukan filter berupa rangkaian band pass filter

Fungsi EMG
Untuk mengurangi rasa kesemutan, Membantu menegakkan diagnosis Membedakan lesi syaraf atau otot
Untuk mengetahui suatu gangguan bersifat nourogenik atau tidak karena trjadi spasme otot

Macam-macam electroda
Surface electroda Needle electroda Micro elektroda

Surface elektromyograpy
Sinyal sEMG : disfungsi otot, keletihan, ergonomi. Sinyal sEMG mempunyai sifat random sehingga kulit di interpretasikan. Interpretasi sinyal sEMG yang tepat akan membantu dalam menentukan langkah selanjutnya.

Lanjutan………………..

Merubah domain waktu ke frekuensi dengan metode FFT (fast fourier transform) Perancangan spectrum analyzer sinyal surface electromyography berbasis personal computer

Needle electroda

Penggunaan EMG
Pengunaan EMG bisa kita lihat dalam penggunaan evaluasi jarum EMG.Jarum tersebut digunakan mendiagnosa atau mengevaluasi tidak berfungsinya otot

Berfungsi untuk mengukur sel

Cara penggunaan

Electroda needle atau jarum yang sedang digunakan pada otot-otot jantung

Penggunaan electroda jarum pada epidermis

Akibat pemakaian electroda jarum

Surface electroda

MODIFIKASI ALAT EMG
Domain Waktu Domain Frekuensi

Interface Komputer FFT Output Analisis Frekuensi: Mean, Median, Modus.

Bioamplifier

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Micro electrode

Cara2 menggunakan micro electroda pada hewan kalajengking

TEKNIK PENGUKURAN SINYAL ELECTROMYOGRAPH

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Haoumm….

Blok diagram EMG

Pengantar tentang sEMG

Design Bioamplifier

Algoritma FFT

X(k) =

 x ( n )e
n 0

N 1

 jkn 2 N

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

MODIFIKASI ALAT EMG
Domain Waktu Domain Frekuensi

Interface Komputer FFT Output Analisis Frekuensi: Mean, Median, Modus.

Bioamplifier

Dr.Ir.H.Bambang Guruh I

Mata manusia

HISTOLOGI RETINA

Saluran syaraf penglihatan didalam sistem saraf pusat

Optika geometris
C = 3 x 108 m/dt c n = ---------v v2 n 1,2 = -------v1
h.c

E

= h ΰ

=

----------

λ

Blok Diagam sistem persyarafan mata

ELECTRO RETINOGRAPHY (ERG)

ELECTRO RETINOGRAPHY ADALAH ILMU YANG MEMPELAJARI AKTIFITAS POTENSIAL LISTRIK DI MATA. CARA PEMASANGAN ELEKRODA AKTIF ALAT INI DIPASANG PADA MATA DAN ELEKTRODA PASIFNYA DI PASANG PADA DAHI

PEMBAGIAN OTAK

DI DLM OTAK TERDAPAT 100 – 200 MILYAR SEL OTAK. SETIAP SEL NEURON SIAP UTK DIKEMBANGKAN/MEMPROSES TRILIYUNAN INFORMASI. KONSTITUSI INTELIGENSI MEMUNGKINKAN THD LINGKUNGAN. SALURAN PENGALAMAN YANG TAK DISADARI :PERMULAAN PERKEMBANGAN= REAKSI REFLEKS

RESPON TERKONTROL (CEREBRAL CORTEX), DAN ORGANISASI MENTAL LUAS. OTAK TERDAPAT 2 BELAHAN (HEMISFER) OTAK, KANAN DAN KIRI. DUA BELAHAN OTAK INI DIHUBUNGKAN DENGAN KORPUS KALOSUM, YAITU SEKUMPULAN SERABUT SYARAF YANG MENYAMPAIKAN INFORMASI TIMBAL BALIK ANTARA KEDUA HEMISFER. SEL2 KORTEKS MOTORIK DI LOBUS FRONTALIS MENGONTROL GERAKAN2 VOLUNTER DARI OTOT TUBUH SECARA MENYILANG.

SEL2 KORTEKS SOMATOSENSORIK DILOBUS PARIETALIS MENERIMA DAN MEMPROSES SINYAL SENSORIK (PERASA) DARI TUBUH KONTRALATERAL. SEL2 KORTEKS AUDITORIK DI LOBUS TEMPORALIS MENERIMA DAN MEMPROSES SINYAL PENDENGARAN DARI TELINGA. SEL2 KORTEKS VISUAL LOBUS OKSIPITALIS MENERIMA DAN MEMPROSES SINYAL2 PENGLIHATAN DARI RETINA MATA.

THALAMUS ADALAH BAG. OTAK YG MERUPAKAN STASIUN RELAY UTK HAMPIR SEMUA INFORMASI YANG MASUK KE OTAK. HIPOTHALAMUS MENGATUR HORMON SEKSUAL, TEKANAN DARAH DAN SUHU BADAN. KELENJAR HIPOFISIS (PITUITARI) ADALAH INDUK KELENJAR HORMON, MENGHASILKAN HORMON2 YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI HORMON2 DI SELURUH KELENJAR HORMON TUBUH. AMIGDALA MENGATUR DENYUT JANTUNG DAN FUNGSI ORGAN DALAM (VISERA) SERTA BERPERAN DALAM PROSES EMOSI. HIPOKAMPUS IKUT BERPERAN DALAM HAL MEMORI JANGKA PANJANG.

GANGLIA BASALIS BERPERAN SEBAGAI SISTIM KONTROL GERAKAN.. SEREBELUM UNTUK MELAKUKAN KOORDINASI DAN KESEIMBANGAN BADAN. BATANG OTAK YANG MENGHUBUNGKAN OTAK DAN SUMSUM TULANG BELAKANG, MENGONTROL PERNAFASAN, SIRKULASI DARAH DAN DENYUT JANTUNG

CIRI ORGANISASI PEMBAGIAN SEL
SEJAK LAHIR SEMPURNA

PERTUMBUHAN OTAK

PROSES SARAF

SIMULASI LINGKUNGAN

SYNAPTIC ACTIVITY

ORGNISASI BIOLOGIK DLM UJUD STRUKTURAN GENETIK

SETIAP ORGANISME HIDUP

CARA BERFUNGSINYA DITENTUKAN INTERAKSI DNG LINGKUNGAN

HASIL INTERAKSI
BLUE PRINT POLA GENETIKA
PENGARUH LINGKUNGAN

MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN

BELAHAN OTAK (CORPUS COLASUM
KIRI : TUGAS FUNGSI CIRI RESPON

KANAN BERBEDA THD BERBAGAI JENIS PENGALAMAN BELAJAR

BELAHAN OTAK (CORPUS COLASUM
KANAN: KESELURUHAN HOLISTIK IMAGINATIF KREATIF HUMAN

KIRI BERFIKIR RASIONAL LINIER KETERATURAN PERSEPSI KOGNITIF

pengertian

Electroencephalogram ( EEG) adalah suatu test untuk mendeteksi kelainan aktivitas elektrik otak atau merupakan prosedur pencatatan aktifitas listrik otak dengan alat pencatatan yang peka. Jadi Aktivitas otak berupa gelombang listrik, yang dapat direkam melalui kulit kepala disebut Elektro-Ensefalografi (EEG).

tujuan


     

Mendiagnosa dan mengklasifikasikan Epilepsi Mendiagnosa dan lokalisasi tumor otak, Infeksi otak, perdarahan otak, parkinson Mendiagnosa Lesi desak ruang lain Mendiagnosa Cedera kepala Periode keadaan pingsan atau dementia. Narcolepsy. Memonitor aktivitas otak saat seseorang sedang menerima anesthesia umum selama perawatan. Mengetahui kelainan metabolik dan elektrolit

Gelombang EEG disebabkan :

Sel-sel saraf di kortek Struktur-struktur subkortikal @ Talamus @ formatio retikularis

Titik pusat gelombang EEG

Motor speech area Reading comprehension area Sensory speech area

Ruang lingkup EEG


   

Pada penyakit konvulsif Tumor intracranial Lesi desak ruang lain Ruda paksa kepala Infeksi otak Kelainan metabolik dan elektrolit

Langkah-langkah EEG

Bernafas dengan cepat (hyperventilasi). Pada umumnya lama pernapasan kurang lebih 20 x per menit. Melihat cahaya terang untuk rangsangan stroboscopic atau photic. Tidur, Jika pasien tidak mampu untuk tertidur maka akan diberi suatu obat penenang, dengan tujuan untuk mengevaluasi masalahpada saat tidur.

Hasil EEG

Normal Orang dewasa yang terjaga, EEG menunjukkan gelombang alfa lebih banyak dibanding dengan gelombang beta. Hasil dua sisi otak menunjukkan pola serupa dari aktivitas elektrik. Tidak ada gambaran gelombang abnormal dari aktivitas elektrik dan tidak ada gelombang yang lambat. Jika pasien dirangsang dengan cahaya (photic) selama test maka hasil gelombang tetap normal.

next

Abnormal otak menunjukkan pola serupa dari aktivitas elektrik. Tidak ada gambaran gelombang abnormal dari aktivitas elektrik dan tidak ada gelombang yang lambat. Jika pasien dirangsang dengan cahaya (photic) selama test maka hasil gelombang tetap normal.

Gambaran EEG

normal

abnormal

Resiko EEG

Electroencephalogram ( EEG) adalah alat perekam yang menghasilkan gelombang elektris yang diproduksi oleh otak yang direkam, dan tidak dapat memasuki badan pasien. EEG tidak sama dengan electroshock (electroconvulsive therapy). Jika terjadi kejang pada pasien epilepsi maka hal ini karena dicetuskan oleh penyinaran [cahaya] atau hyperventilasi bukan karena alat EEG, maka tim medis yang terlatih akan memberi pertolongan/perawatan selama perekaman berlangsung.

Signyal EEG yang dikelompokkan berdasarkan frekuensi


Gelombang Delta (0,5 – 3 Hz) pada keadaan tidur nyenyak. Gelombang Teta (4 – 7 Hz) pada keadaan tidur ringan. Gelombang Alfa ( 8-13 Hz) muncul dalam keadaan sadar, mata tertutup, dan kondisi rileks Ada 3 macam gel M(minimalis) Gel P( Persisten),Gel R(Responsive). Yang berada pada daerah Parietal dan oksipital Gelombang Beta (14 -30 Hz) muncul dalam keadaan berfikir I.Berada pada daerah Frontal dan Parietal. Gelombang Gamma (30 – 100 Hz) muncul dalam keadaan berfikir II.

LOkASI PEMASANGAN EEG

Elektroda yang digunakan adalah elektroda permukaan kulit atau elektroda jarum dan elektroda reference dipasang pada kedua daun telinga. Lokasi pemasangan elektroda menurut standar Internasional sebanyak 10-20 saluran yang disebut “ electrode placement system“. Secara routin hanya 8-16 saluran elektroda yang dipergunakan dan pencatatan dilakukan secara serentak, jarak tiap-tiap elektroda dengan interval 10 % dan 20 %.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->