MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 63 TAHUN 2010

ORGANISASI DAN TAT A KERJA KANTOR OTORITAS PELABUHAN

bahwa untuk melaksanakan ketentuan mengenai susunan organisasi dan tata kerja Otoritas Pelabuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 50 Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Otoritas Pelabuhan; 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4849);

2.

Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5070); Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian (Lembaran Negara Republik Indl"nesia Tahun 2010 Nomor 8, Tambahan Lembaran Ntlgara Republik Indonesia Nomor 5093); Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5108);

3.

4.

5.

Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5109); Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Depertemen Perhubungan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2008; Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/18.1M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian;

6.

7.

8.

9.

Memperhatikan:

Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat nomor B/2237/M.PANRB/10/2010 tanggal 7 Oktober 2010; MEMUTUSKAN: PERATURAN ORGANISASI PELABUHAN. MENTERI DAN TAT A PERHUBUNGAN KERJA KANTOR TENTANG OTORITAS

(1)

Kantor Otoritas Pelabuhan adalah Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

pengendalian. penyusunan rencana induk pelabuhan. pelaksanaan pengaturan. penahan gelombang. g. Kantor Otoritas Pelabuhan menyelenggarakan fungsi: a. fasilitas dan pengoperasian pelabuhan. sarana dan prasarana jasa kepelabuhanan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. analisa dan evaluasi penyediaan lahan daratan dan perairan pelabuhan serta penyediaan dan pemeliharaan fasilitas pelabuhan. e. pelaksanaan peran sebagai wakil Pemerintah dalam pemberian konsesi atau bentuk lainnya kepada Badan Usaha Pelabuhan untuk melakukan kegiatan pengusahaan di pelabuhan. dan pemeliharaan kelestarian b. pelaksanaan pengaturan dan pengawasan penggunaan lahan daratan dan perairan. penyusunan rencana kerja. fasilitas pelabuhan serta jasa kepelabuhanan yang disediakan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan pada pelabuhan yang diusahakan secara komersial. Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan. d. c.Kantor Otoritas Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan pengaturan. dan pengawasan kegiatan lalu lintas dan angkutan laut serta penjaminan kelancaran arus barang di pelabuhan. reklamasi serta jaringan jalan dan sarana bantu navigasi pelayaran. pengendalian. Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan serta keamanan dan ketertiban di pelabuhan. pelaksanaan penjaminan lingkungan di pelabuhan. pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran. f. penyusunan dan pengusulan tarif untuk ditetapkan oleh Menteri atas penggunaan perairan dan/atau daratan. program dan desain. .

i. penyiapan bahanbahan penyelesaian permasalahan hukum dan hubungan masyarakat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. dan Usaha kepelabuhanan. Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. Operasi. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. . pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. keuangan. pelaksanaan urusan kepegawaian. hukum dan hubungan masyarakat serta pelaporan di lingkungan Kantor Otoritas Pelabuhan. dan pelaksanaan urusan bantuan hukum.h. surat menyurat. c. b. hukum dan hUbungan masyarakat. kepegawaian dan umum. dan pengelolaan urusan tata usaha. penyetoran dan pembukuan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). kearsipan. Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut. kerumah tanggaan dan urusan umum. pengelolaan urusan keuangan. kepegawaian. pelaksanaan pembinaan usaha dan penyediaan dan/atau pelayanan jasa kepelabuhanan yang belum disediakan oleh Badan Usaha Pelabuhan. pelaporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) serta penerimaan.

penyusunan dan sosialisasi peraturan kepelabuhanan. Sarana Bantu Navigasi Pelayaran. penerimaan dan penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. sarana dan prasarana jasa kepelabuhanan serta penyusunan rencana induk pelabuhan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Subbagian Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melakukan bantuan hukum.a. kearsipan. surat menyurat. Subbagian Keuangan. penatausahaan Barang Milik Negara (BMN) dan pelaporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI). analisa dan evaluasi penyediaan lahan daratan dan perairan pelabuhan. penyediaan dan pemeliharaan penahan gelombang. jaringan jalan. fasilitas pelabuhan serta jasa kepelabuhanan yang disediakan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran. penyiapan bahanbahan penyelesaian permasalahan hukum serta melakukan publikasi dan promosi serta hubungan masyarakat. (2) (3) Bidang Perencanaan dan Pembangunan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana kerja. dan Subbagian Hukum dan Hubungan Masyarakat. dan administrasi pembukuan. Bidang Perencanaan dan Pembangunan menyelenggarakan fungsi: . kerumah tanggaan dan urusan umum. b. Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian. Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan. Pasal8 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. reklamasi. c. pembinaan dan pengembangan jabatan fungsional. penyusunan dan pengusulan tarif untuk ditetapkan oleh Menteri atas penggunaan perairan dan/atau daratan. program dan desain.

. penyiapan bahan penetapan standar kinerja operasional pelayanan jasa kepelabuhanan. f. dan penyiapan bahan penyusunan dan pengusulan tarif untuk ditetapkan oleh Menteri atas penggunaan daratan dan/atau perairan. jaringan jalan dan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran. jaringan jalan. reklamasi. penyiapan bahan penyusunan program penyediaan dan pemeliharaan penahan gelombang. penyiapan bahan penyusunan rencana desain konstruksi fasilitas pokok pelabuhan dan fasilitas penunjang kepelabuhanan. pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran. c. penyiapan bahan penyusunan program pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan jasa kepelabuhanan yang diperlukan oleh pengguna jasa yang belum disediakan oleh Badan Usaha Pelabuhan. reklamasi. Sarana Bantu Navigasi Pelayaran serta sarana dan prasarana pelayanan jasa kepelabuhanan yang diperlukan oleh pengguna jasa yang belum disediakan oleh Badan Usaha Pelabuhan. jaringan jalan serta sarana bantu navigasi pelayaran. h.a. i. d. penyediaan dan pemeliharaan penahan gelombang. pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran. penyiapan bahan penyusunan rencana pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan jasa kepelabuhanan yang diperlukan oleh pengguna jasa yang belum disediakan oleh Badan Usaha Pelabuhan. penyiapan bahan penyusunan rencana induk pelabuhan serta Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan. penyiapan bahan analisa dan evaluasi pembangunan penahan gelombang. b. e. penyiapan bahan penyusunan rencana kerja penyediaan lahan daratan dan perairan pelabuhan. g. fasilitas pelabuhan serta jasa kepelabuhanan yang disediakan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. reklamasi. pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran.

jaringan jalan. Sarana Bantu Navigasi Pelayaran. reklamasi. jaringan jalan. Evaluasi dan Tarif. Seksi Analisa. Sarana Bantu Navigasi Pelayaran. Sarana Bantu Navigasi Pelayaran dan sarana dan prasarana pelayanan jasa kepelabuhanan yang diperlukan oleh pengguna jasa yang belum disediakan oleh .b. c. Evaluasi dan Tarif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisa dan evaluasi pembangunan penahan gelombang. jaringan jalan. pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran. rencana induk pelabuhan serta Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan. reklamasi. pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran. reklamasi. penetapan standar kinerja operasional pelayanan jasa kepelabuhanan. penyediaan dan pemeliharaan penahan gelombang.Badan Usaha Pelabuhan serta penyusunan dan pengusulan tarif untuk ditetapkan oleh Menteri atas penggunaan daratan dan/atau perairan. (1) Seksi Penyusunan Rencana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kerja penyediaan lahan daratan dan perairan pelabuhan. Seksi Penyusunan Program dan Desain. dan Seksi Analisa. rencana pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan jasa kepelabuhanan yang diperlukan oleh pengguna jasa yang belum disediakan oleh Badan Usaha Pelabuhan. rencana desain konstruksi fasilitas pokok pelabuhan dan fasilitas penunjang kepelabuhanan serta program pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana jasa kepelabuhanan yang diperlukan oleh pengguna jasa yang belum disediakan oleh Badan Usaha Pelabuhan. fasilitas pelabuhan serta jasa kepelabuhanan yang disediakan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Seksi Penyusunan Program dan Desain mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan program penyediaan dan pemeliharaan penahan gelombang. pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran. (2) (3) .

e. penyiapan bahan penjaminan kelancaran arus barang serta keamanan dan ketertiban di pelabuhan.Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut. pengendalian. pengendalian. pengelolaan terminal untuk kepentingan sendiri serta peningkatan kemampuan terminal dan operasional pelabuhan 24 (dua puluh empat) jam. fasilitas dan pengoperasian pelabuhan dan Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan. keamanan dan ketertiban di pelabuhan. Bidang Lalu dan Lintas Angkutan Laut. c. penyiapan bahan pemberian rekomendasi persetujuan lokasi pelabuhan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13. usaha jasa terkait dengan kepelabuhanan dan angkutan di perairan. pembinaan usaha. dan pengawasan kegiatan lalu lintas dan angkutan laut. penyiapan bahan pelaksanaan pemeliharaan lingkungan di pelabuhan. dan Usaha Kepelabuhanan mempunyai tugas melaksanakan pengaturan. dan Usaha Kepelabuhanan menyelenggarakan fungsi: a. . Operasi. serta penggunaan lahan daratan dan perairan di dalam Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan. penjaminan dan pemeliharaan kelestarian Iingkungan. penyiapan bahan pengawasan dan evaluasi penerapan standar penggunaan peralatan kegiatan bongkar muat. dan penyediaan dan latau pelayanan jasa kepelabuhanan yang belum disediakan oleh Badan Usaha Pelabuhan. penyiapan bahan pengaturan dan penyelenggaraan lalu lintas kapal keluar/masuk pelabuhan melalui pemanduan kapal. tenaga kerja bongkar muat serta pengawasan kegiatan keagenan dan perwakilan kapal asing serta pemberian dispensasi syarat bendera. dan pengawasan kegiatan lalu Iintas dan angkutan laut. pemberian konsesi atau bentuk lainnya kepada Badan Usaha Pelabuhan. penyiapan bahan pengaturan. g. pengawasan fasilitas dan operasional pelabuhan. Operasi. kelestarian b. pengendalian. penyiapan bahan pengaturan. d. f. pengaturan dan pengawasan penggunaan lahan daratan dan perairan.

dan Seksi Bina Usaha dan Jasa Kepelabuhanan. b. i. serta kegiatan pihak lain. serta penggunaan lahan daratan dan perairan di dalam Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) pelabuhan. Operasi. keamanan dan ketertiban di pelabuhan. tenaga kerja bongkar muat. dan Usaha Kepelabuhanan. usaha jasa terkait dengan kepelabuhanan dan pemanduan kapal. Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut. terdiri atas: a. dan penyiapan bahan penyusunan dan evaluasi standar kinerja operasional pelayanan jasa kepelabuhanan. kelancaran dan ketertiban pelayanan kapal dan barang. usaha jasa terkait dengan angkutan di perairan. pengawasan fasilitas dan operasional pelabuhan. pengaturan dan penyelenggaraan lalu lintas kapal keluarl masuk pelabuhan. pengelolaan terminal untuk kepentingan sendiri serta peningkatan kemampuan terminal dan operasional pelabuhan 24 (dua puluh empat) jam. pengendalian. serta pemeliharaan kelestarian Iingkungan di pelabuhan. (2) . Seksi Fasilitas dan Pengawasan Operasional Pelabuhan. j. c. pengawasan kegiatan keagenan dan perwakilan kapal asing serta pemberian dispensasi syarat bendera. Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut.h. bongkar muat barang. Seksi Fasilitas dan Pengawasan Operasional Pelabuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengaturan. (1) Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengaturan. penyiapan bahan pemberian konsesi atau bentuk lainnya kepada Badan Usaha Pelabuhan serta penyediaan dan/atau pelayanan jasa kepelabuhanan yang belum disediakan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP). pengawasan dan evaluasi penerapan standar penggunaan peralatan kegiatan bongkar muat pemberian rekomendasi persetujuan lokasi pelabuhan. penyiapan bahan penyusunan sistem dan prosedur pelayanan jasa kepelabuhanan serta penyediaan dan pengelolaan sistem informasi angkutan di perairan dan sistem informasi pelabuhan. pengendalian dan pengawasan kegiatan lalu Iintas kapal.

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang tugas keahliannya berdasarkan peraturan perundang-undangan. promosi peluang investasi. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.(3) Seksi Sina Usaha dan Jasa Kepelabuhanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian konsesi atau bentuk lainnya kepada Sadan Usaha Pelabuhan. penyusunan sistem dan prosedur pelayanan jasa kepelabuhanan serta penyediaan dan pengelolaan sistem informasi angkutan di perairan dan sistem informasi pelabuhan. (2) (3) (4) . Susunan Organisasi Kantor Otoritas Pelabuhan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan ini. penyusunan dan evaluasi standar kinerja operasional pelayanan jasa kepelabuhanan. serta penyediaan danl atau pelayanan jasa kepelabuhanan yang belum disediakan oleh Sadan Usaha Pelabuhan (SUP). Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan.

integrasi dan sinkronisasi. Kelompok Jabatan Fungsional serta para petugas wajib menerapkan prinsip koordinasi. Wilayah Kerja Kantor Otoritas Pelabuhan dipimpin oleh seorang Koordinator. Kepala Bidang. (2) (3) (4) Dalam melaksanakan tugasnya. Para Kepala Seksi dan Para Kepala Sub Bagian. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kantor Otoritas Pelabuhan bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-Iangkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Wilayah Kerja adalah satuan tugas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan yang membawahinya.(1) Pada Kantor Otoritas Pelabuhan dapat dibentuk wilayah kerja sesuai kebutuhan berdasarkan analisis organisasi dan beban kerja. Kepala Tata Usaha. Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan. . Wilayah Kerja Kantor Otoritas Pelabuhan melaksanakan tugas berdasarkan penugasan yang diberikan oleh Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan yang membawahinya. baik dalam Iingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Kantor Otoritas Pelabuhan sesuai dengan tugas masing-masing.

b. setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat secara berkala. (2) (3) (4) . Koordinator Wilayah Kerja Kantor Otoritas Pelabuhan adalah jabatan fungsional. tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.b. Kepala Subbagian dan Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV. Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Kepala Bagian dan Kepala Bidang pada Kantor Otoritas Pelabuhan adalah Jabatan Eselon IIl. Dalam melaksanakan tugasnya.b.Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan secara berkala tepat pada waktunya. Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahan. (1) Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan adalah Jabatan Eselon Il.

c. membawahi wilayah kerja sebanyak 20 (dua puluh) lokasi. membawahi wilayah kerja sebanyak 21 (dua puluh satu) lokasi. . Kantor Otoritas Pelabuhan I di Belawan Provinsi Sumatra Utara. (2) Lokasi.Kantor Otoritas Pelabuhan dibentuk pada 4 (empat) lokasi. d. Kantor Otoritas Pelabuhan III di Tanjung Perak Provinsi Jawa timur. membawahi wilayah kerja sebanyak 27 (dua puluh tujuh) lokasi. dan Kantor Otoritas Pelabuhan IV di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. b. dan Kantor Otoritas Pelabuhan IV di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. c. d. b. membawahi wilayah kerja sebanyak 31 (tiga puluh satu) lokasi. Kantor Otoritas Pelabuhan I di Belawan Provinsi Sumatera Utara. Kantor Otoritas Pelabuhan III di Tanjung Perak Provinsi Jawa Timur. Kantor Otoritas Pelabuhan II di Tanjung Priok Provinsi OKI Jakarta. Kantor Otoritas Pelabuhan II di Tanjung Priok Provinsi OKI Jakarta. dengan wilayah kerja terdiri atas: a. nama pelabuhan dan wilayah kerja Kantor Otoritas Pelabuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Menteri ini. (1) Sejak berlakunya Peraturan Menteri ini jumlah Kantor Otoritas Pelabuhan sebanyak 4 (empat) lokasi. yang terdiri atas: a.

Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini maka Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 62 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Administrator Pelabuhan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 9 Tahun 2008. Perubahan dan penyempurnaan Organisasi dan Tata Kerja menurut Peraturan Menteri ini ditetapkan oleh Menteri Perhubungan setelah lebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. satuan hasil kerja jabatan. Dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Peraturan Menteri ini mulai berlaku Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan harus telah menyampaikan usulan rumusan jabatan fungsional umum. uraian jenis-jenis kegiatan organisasi. waktu capaian hasil kerja jabatan dan peta jabatan Kantor Otoritas Pelabuhan kepada Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Laut untuk ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Perhubungan.BABIX KETENTUAN PENUTUP Pada Saat mulai berlakunya peraturan Menteri ini biaya dan pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Otoritas Pelabuhan dibebankan pada Kantor Administrator Pelabuhan sampai dengan Kantor Otoritas Pelabuhan memiliki anggararan sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan. .

Agar setiap orang mengetahuinya. Salinan sesuai den KEPALA BI HU UMAR IS SH MM MH Pembina Utama Muda (IV/c) NIP. Inspektur Jenderal. 9. Sekretaris Jenderal. Para Kepala Biro dan para Kepala Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal. Para Gubernur Provinsi. para Direktur Jenderal dan para Kepala Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan. 6. 3. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Kementerian Keuangan. 8. 4. ttd. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. 7. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. 196302201989031 001 . Kepala Badan Kepegawaian Negara. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 November 2010 MENTERIPERHUBUNGAN. 5. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Menteri Keuangan. Direktur Jenderal Anggaran. 10. Kementerian Perhubungan. 2. Salinan Peraturan ini disampaikan kepada: 1.

MH Pembina Utama Muda (IV/c) NIP... MM.- SDCIIAlfAUSA. DAlfUSAHADPILAIIIJIWW'I SDClllP!1'fYUSUNAN lWfC\NA ---- SDCllLAWUNrAS DAlf ANCICU1'ANLAUT SDClllF ASIUI' ASDAlf PENCAWASAlf OPIItAIiONALJl'!LAIIOIMN SDClllIIINA USAHA DAlf JASAICIJIILAIIVBAIW ~ SDCIIP!1'fYUSUNAN PBOCItAIIDAlfDESAItf L. I I DLOMPOIC .b) KANTOR OTORITAJ.I-- WlLAYAHDlUAKAMOil orOItITASPILABtJIfAN I MENTERIPERHUBUNGAN. Salinan sesuai denga KEPALA BIRO KU UMAR IS. 19630220 198903 1 001 .. 0IlIllASI.. . IVALVA" DANTAIUF I I I I I . PELABUHAN MCWf TATAUSAHA SUJllACIAN DUANGAN I I SUJllACIAN DJlECAWAlANDAlf 1JIIUII I SUJllACIAN BUlCUllDAlfBUMAS I I-- mDANCPllWlCANAAN DAlfJlDllW(CUJWf """" mDANCLAWUNrAS DAlf ANCICU1'ANLAUl.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM 63 TAHUN 2010 TANGGAL : 5 November 2010 STRUKTUR KANTOR OTORITAS PELABUHAN (ESELON lI. . ttd. SH.~ JIt:£..

Kerja Kerja Kerja Kerja Kerja Bengkalis .Satuan RIAU Dumai Lubuk Gaung Pelintung Bagan Siapi-api Pulau Halang Dumai 2. Kisaran Sibolga Nias PROVINSI Wilayah . Sa bang PROVINSI SUMATERA Wilayah Wilayah .Satuan . 5. B. Utara Barat Timur Utara 5. 4. 1. C.Satuan Wilayah . NAMA PELABUHAN 2 PROVINSI NANGROE ACEH DARUSSALAM Wilayah Wilayah Wilayah Wilayah . 3.Satuan Wilayah Nibung .Satuan .Satuan Wilayah Kerja Kerja Kerja Kerja Kerja Kerja Kerja Lhokseumawe Meulaboh Kuala Langsa Malahayati Uleelheue Sigli Sabang UTARA Aceh Aceh Aceh Aceh LOKASI 3 1.LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM 63 TAHUN 2010 TANGGAL : 5 November 2010 DAFTAR NAMA DAN LOKASI WILA YAH KERJA KANTOR OTORITAS PELABUHAN NO.Satuan Wilayah Wilayah Wilayah Kerja Belawan Kerja Pangkalan Susu Kerja Pangkalan Brandan Kerja Tanjung Balai AsahanfTeluk Kerja Kerja Kerja Kerja Bagan Asahan Kuala Tanjung Sibolga Gunung Sitoli Belawan Pangkalan Brandan Asahan 4. 6. 2. 1. 2. 1 A. 3.

Satuan Kerja STS Perairan Karimun Wilayah Kerja Kijang . 2.Satuan Kerja Pangkil .Satuan Kerja Kawai .Satuan Kerja Bandul .Satuan Kerja Siak Sri Indrapura Wilavah Keria Kuala Enok Wilayah Kerja T embilahan Wilayah Kerja Rengat .Satuan Kerja Buatan .Satuan Kerja Melibur/Belitung .Satuan Kerja Tambelan PROVINSI SUMATERA BARAT Kepulauan Riau Kepulauan Riau Kepulauan Riau E.Satuan Kerja Kurau/Selat Lalang .Satuan Kerja Mapur .Satuan Kerja Numbing . Wilayah Kerja Teluk Bayur .Satuan Kerja Kuala Cinaku Wilayah Kerja Sungai Pakning .Satuan Kerja Muara Padang PROVINSI JAMBI Wilayah Kerja Kuala Tungkal Wilavah Keria Talang Dukuh/Jambi Padang F. Kuala Tungkal Jambi . 6. 1.Satuan Kerja Samak .Satuan Kerja T anjung Buton . 1.Satuan Kerja Pulau Buru .NO. NAMA PELABUHAN 2 Wilayah Kerja Pekan Baru . 2. 5. D.Satuan Kerja Bukit Batu . Indragiri Hilir Indragiri Hilir Indragiri Hulu 8.Satuan Kerja Kedabu PROVINSI KEPULAUAN RIAU LOKASI 3 Pekan Baru 4. 3.Satuan Kerja Pasir Panjang . 1 3.Satuan Kerja Bantan T engah Wilayah Kerja Selat Panjang . 1.Satuan Kerja Teluk Pambang .Satuan Kerja Lubuk Muda Wilayah Kerja Bengkalis .Satuan Kerja Sungai Apit .Satuan Kerja Teluk Bakau . Bengkalis 9.Satuan Kerja Air Bangis . Wilayah Kerja Tanjung Pinang Wilayah Kerja Tanjung Balai Karimun . 7.

B. 1.Satuan Kerja Sei Selan Wilayah Kerja Tanjung Pandan Wilayah Kerja Muntok PROVINSI LAMPUNG Pangkal Pinang Tanjung Pandan Muntok Wilayah Kerja Panjang Wilayah Kerja Bakauheuni PROVINSI OKI JAKARTA Bandar Lampung Wilayah Kerja Tanjung Priok Wilayah Kerja Sunda Kelapa . 1 A. Jakarta Utara Jakarta Utara . 2. 1.Satuan Kerja Cakung Drain Wilayah Kerja Kepulauan Seribu . 1. 2. O. 1 3.Satuan Kerja SPM Cengkareng . 1. 6. Wilayah Kerja Pangkal Balam . 4. NAMA PELABUHAN LOKASI 3 Muara Sabak 2 Wilayah Keria Muara Sabak NO.Satuan Kerja Off Shore Maxus . PROVINSI NAMA PELABUHAN 2 BENGKULU LO KAS I 3 Wilayah Kerja Pulau Baai PROVINSI SUMATERA SELATAN Bengkulu Wilayah Kerja Palembang .Satuan Kerja Off Shore Areo . 2.NO.Satuan Kerja Pantai Mutiara Wilayah Kerja Marunda . Jakarta Utara Jakarta Utara 5. E. 1. 3.Satuan Kerja Sungai Lais PROVINSI BANGKA BELITUNG Palembang c.Satuan Kerja Gugusan Kepulauan Seribu Wilayah Kerja Kalibaru Wilayah Kerja Muara Karang/Muara Angke .Satuan Kerja Muara Kamal Jakarta Utara Jakarta Utara 3.

3. PELABUHAN WILAYAH III T ANJUNG PERAK NAMA PELABUHAN 2 PROVINSI JAWA TENGAH Wilayah Kerja Semarang Wilayah Kerja Cilacap Wilayah Kerja T egal PROVINSI JAWA TIMUR Wilayah Kerja Surabaya Wilayah Kerja Gresik Wilayah Kerja Probolinggo Wilayah Kerja MenenglTanjung . . 3. 1.Satuan Kerja Cigading . 1. NAMA PELABUHAN 2 Wilayah Kerja Muara Baru PROVINSI JAWA BARAT Wilayah Kerja Cirebon . 6. 3. Wilayah Kerja Banten . 2. 1 7.Satuan Kerja Kejawenan PROVINSI BANTEN Cilegon Merak Merak BARAT Cirebon LOKASI 3 Jakarta Utara F. 4.Satuan Kerja Singkawang .NO. 1. KANTOR OTORITAS SURABAYA NO. B. 2. 1. 2. 1 A.Satuan Kerja Banyuwangi Wilayah Kerja Pasuruan Wilayah Kerja Panarukan LOKASI 3 Semarang Cilacap Tegal Wangi Surabaya Gresik Probolinggo Banyuwangi Pasuruan Situbondo 5. Wilayah Kerja Pontianak Wilayah Kerja Telok Air Wilayah Kerja Sintete . G.Satuan Kerja Pemangkat Wilayah Kerja Ketapang Pontianak Sambas Sintete Ketapang III.Satuan Kerja Ciwandan PROVINSI KALIMANTAN H. 1. 4.Satuan Kerja Sambas .

3. 1.Satuan Kerja Nataikuini Wilayah Kerja Kumai Wilayah Kerja Pegatan Mendawai PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Kotawaringin Timur Seruyan Kotawaringin Timur Pulang Pisau Kotawaringin Sukamara Kotawaringin Katingan Barat Barat 2. E. 3. Wilayah Kerja Kupangrrenau Wilayah Kerja Waingapu .NO.Satuan Kerja Kuala Kapuas .Satuan Kerja Aimere .Satuan Kerja Maumbawa . 2. 5. 8.Satuan Kerja Wuring . 6.Satuan Kerja Mborong Wilayah Kerja Maumere . 1. 2. 4. 1.Satuan Kerja Boking Wilayah Kerja Ende . 3. Wilayah Kerja Benoa Wilayah Kerja Padangbai Wilayah Kerja Celukan Bawang PROVINSI NTB Badung Karangasam/Amlapura Buleleng D. NAMA PELABUHAN LOKASI 3 Sumenep 2 Wilayah Kerja Kalianget PROVINSI BALI C. Wilayah Kerja Banjarmasin Wilayah Kerja Kotabaru . 1.Satuan Kerja Gunung Batu Besar Banjarmasin Kotabaru . 3. 1. 4. G.Satuan Kerja Bahaur Wilayah Kerja Pangkalan Bun Wilayah Kerja Sukamara . 2. 7. Wilayah Kerja Sam pit Wilayah Kerja Kuala Pembuang Wilayah Kerja Samuda Wilayah Kerja Pulang Pisau .Satuan Kerja Pamana Wilayah Kerja Kalabahi PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Kupang Waingapu Ende Sika Alor F. 5. 1 7. Wilayah Kerja Lembar Wilayah Kerja Bima Wilayah Kerja Badas PROVINSI NTT Lombok Barat Bima Sumbawa 2.

B. Gorontalo D.Satuan Kerja Tanawangko PROVINSI GORONTALO Wilayah Kerja Gorontalo PROVINSI SULAWESI TENGAH Bitung Manado C. PROVINSI Wilayah Wilayah Wilayah Wilayah NAMA PELABUHAN 2 KALIMANTAN TIMUR LOKASI 3 Kerja Kerja Kerja Kerja Balikpapan/Semayang Samarinda Tarakan Nunukan UTARA Balikpapan Samarinda Tarakan Nunukan PROVINSI SULAWESI 2. 1. 1 NAMA PELABUHAN LOKASI 2 .Satuan Kerja Paotere Wilayah Kerja Pare-pare .Satuan Kerja Satui 3 NO. 1 A. Wilayah Kerja Pantoloan . 4.Satuan Kerja Donggala Wilayah Kerja Toli-toli PROVINSI SULAWESI SELATAN Palu Toli-Toli Wilayah Kerja Makassar . 1. 3. 2.Satuan Kerja Wori . 1.Satuan Kerja Kema .Satuan Kerja Capa Ujung PROVINSI SULAWESI Wilayah Kerja Kendari TENGGARA Makassar Pare-Pare F.Satuan Kerja Pagatan Kotabaru . 2. E. 1.Satuan Kerja Batulicin . 2. 1. Kendari .Satuan Kerja Air Tembaga Wilayah Kerja Manado . Wilayah Kerja Bitung .NO. 1.

1.Satuan Kerja Makbon . 3.Satuan Kerja Kampe PROVINSI PAPUA BARAT J. PROVINSI MALUKU UTARA Ternate Wilayah Kerja T ern ate I.Satuan Kerja Weti Sorong Manokwari Fak-fak MENTERI PERHUBUNGAN. FREDDY NUMBERI S SH MM MH Pembina tama Muda (IV/c) NIP. PROVINSI PAPUA Jayapura Teluk Cendrawasih Merauke Wilayah Kerja Jayapura Wilayah Kerja Biak Wilayah Kerja Merauke . 1.NO. 2. 19630220 198903 1 001 . 3. 1. 1 NAMA PELABUHAN 2 PROVINSI MALUKU Wilayah Kerja Ambon Wilayah Kerja Bandaneire Ambon Banda LOKASI 3 G. Wilayah Kerja Sorong . H. 2.Satuan Kerja Kalobo . 1. 2.Satuan Kerja Mega Wilayah Kerja Manokwari Wilayah Kerja Fak-fak . ttd.