Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH TEKNIK ALAT BERAT

prinsip kerja sistem hidrolik pada forklift

DIBUAT OLEH

Suyitno 53044/2010

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


2012

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang. Forklift alat bantu kendaraan yg sering digunakan tuk berbagai keperluan khususny tuk mereka yg berkecimpung dalam dunia logistic, dimana fungsi utamanya sebagai alat transportasi dan pengangkat barang-barang khusunya tuk barang-barang berat. Tuk menjaga keawetan sebuah forklift dibutuhkan perawatan tersendiri, pergantian spare part forklift pada bagian-bagian yg rusak menjadi keharusan guna memperpanjang masa guna forklift dan juga agar tidak berimbas pada bagain-bagaian yg lain. Perawatan forklift tidak hanya sebatas pada pergantian spare part forklift yg telah rusak numun termsuk cara pakai itu sendiri, tuk lebih mengenal pemakaian sebuah forklift berikut ini beberapa bagian dari forklift yg harus adan ketahui Fork, merupakan bagian utama dari kendaraan forklift yg berfungsi sebagai penopang tuk membawa dan mengangkat barang. Fork berbentuk dua buah besi lurus dgn panjang rata-rata 2.5 m. Posisi peletakan barang di atas pallet masuk ke dalam fork juga menentukan beban maksimal yg dapat diangkat oleh sebuah forklift Carriage, Carriage merupakan bagian dari spere part forklift yg berfungsi sebagai penghubung antara mast dan fork. Ditempat inilah fork melekat. Carriage juga berfungsi sebagai sandaran dan pengaman bagi barang-barang dalam pallet tuk transportasi atau pengangkatan. Mast, Mast merupakan bagian utama terkait dgn fungsi kerja sebuah fork dalam forklift. Mast adalah satu bagian yg berupa dua buah besi tebal yg terkait dgn hydrolic system dari sebuah forklift. Mast ini berfungsi tuk lifting dan tilting.

Overhead Guard, Overhead guard adalah pelindung bagi seorang forklift driver. Fungsi pelindungan ini terkait dgn safety user dari kemungkinan terjadinya barang yg jatuh saat diangkat atau diturunkan, juga sebagai pelindung dari panas dan hujan. terweight, Counterweight merupakan bagian penyeimbang beban dari sebuah forklift. Letaknya berlawanan dgn posisi fork. B. Tujuan. Forklift memiliki fungsi tujuan utama dengan dibuat sebuah alat seperti forklift yaitu untuk membantu tenaga manusia mengangkat, barang atau memindahkan barang yang tidak mungkin dilakukan oleh tenaga manusia.

BAB II KAJIAN TEORI Prinsip-prinsip dasar hidrolik Apabila seseorang yang mengoperasikan, memperbaiki, atau merencanakan sistem tenaga fluida (salah satu contohnya sistem hidrolik) seharusnya memahami secara keseluruhan tentang fisika fluida, sifat-sifat dan perilaku fluida. Pada bab 2 telah disinggung tentang karakteristik fluida. Mekanika fluida mengkaji perilaku dari zat-zat cair dan gas dalam keadaan diam ataupun bergerak. Fluida didefinisikan sebagai zat yang berdeformasi terus menerus selama dipengaruhi tegangan geser. Pada bab ini, kita akan mengkaji prinsip-prinsip dasar hidrolik, dimana fluida baik yang diam maupun yang sedang bergerak memiliki perilaku sedemikian rupa hingga tidak terdapat gerak relatif antara partikel-partikel yang bersebelahan. Dalam kedua kondisi tersebut tidak terdapat tegangan geser pada fluida, dan satu-satunya gaya yang timbul pada permukaan-permukaan partikel disebabkan oleh tekanan. Sebelum kita mempelajari alat berat secara mendalam kita harus mempelajari terlebih dulu prinsip-prinsip dasar hidrolik. Kata hidrolik (hidraulik, hydraulic) berasal dan kata Yunani hydor yang berarti air. atau zat cair atau fluida cair, bermakna semua benda atau zat yang berhubungan dengan air. Dahulu didefinisikan

sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan air. Sekarang kita mendefinisikan hidrolik sebagai pemindahan, pengaturan, gaya-gaya dan gerakan-gerakan zat cair. Dalam hal ini cairan digunakan sebagai sarana perpindahan energi. Minyak mineral adalah cairan yang sering digunakan, tetapi dapat digunakan pula cairan sintetis, seperti air atau emulsi minyak air. Hidromekanika (mekanika zat alir/mekanika fluida) dapat dibagi menjadi 2 : Hidrostatika : mekanika fluida /zat cair diam (teori kesetimbangan dalam cairan)

Hidrodinamika : Mekanika fluida yang bergerak (ilmu aliran) Salah satu contoh dari hidrostatika adalah perpindahan gaya dalam hidrolik. Salah satu contoh dari hidrodinamika murni adalah perpindahan energi aliran di turbin-turbin pembangkit listrik tenaga air. Selain dengan sistem hidrolik, tentu ada cara lain untuk memindahkan energi seperti : roda gigi, poros mekanisme engkol dan sebagainya (mekanik), amplifier, elemen pengubah elektronik (elektronik), pemindahan seperti hidrolik dengan udara sebagai elemen transfer (pneumatik). Masing-masing mempunyai bidang penerapannya sendiri, namun dalam beberapa kasus, kita bisa memilih dari berbagai kemungkinan. Banyak alasan yang dapat dikemukakan mengapa orang memilih pengontrolan penggerak hidrolik. Beberapa sifat khusus sistem hidrolik: 1. Gaya yang tinggi (berupa momen putar) dengan ukuran yang kompak, yaitu berupa kepadatan tenaga yang tinggi 2. Penyesuaian gaya otomatik 3. Dapat bergerak dari keadaan diam meskipun pada beban penuh 4. Pengubahan (kontrol atau pengaturan) tanpa tingkatan dan kecepatan, momen putar (torsi), gaya langkah dan sebagainya yang dapat dilakukan dengan mudah 5. Perlindungan terhadap beban berlebih yang sederhana 6. Cocok untuk mengendalikan proses gerakan yang cepat dan untuk gerakan sangat lambat yang akurat. 7. Penumpukan energi yang relatif sederhana dengan menggunakan gas. 8. Dapat dikombinasikan dengan tranformasi yang tidak terpusat dari energi hidrolik kembali ke energi mekanik, dapat diperoleh sistem penggerak sentral yang sederhana dari

sehingga dapat ekonomis. Fluida di dipakai untuk memindahkan energi. Pengertian energi hidrolik

(hydraulic power) akan dipakai secara bergantian dengan energi fluida bertekanan (fluid power), meskipun secara makna tidak berbeda. Oli mineral secara umum banyak digunakan pada sistem ini selain minyak- minyak sintetis, air atau emulsi air dan oli. Meskipun beberapa yang disebut terakhir memiliki keterbatasan-keterbatasan yang sangat berarti. Barangkali satu kelebihan yang tak dipunyai energi lain, bahwa energi hidrolik adalah salah satu sistem yang paling serbaguna dalam mengubah dan tenaga. Terbukti dari sifat kekaku-annya, kefleksibilitasannya. melakukan kerja memindahkan namun sekaligus mempunyai sifat dari sistem. Setiap bagian

Dalam bentuk apapun cairan minyak hidrolik akan mengikuti bagian sesuai dengan ukuran yang ditempatinya, dan dapat disatukan

bentuk yang ditempatinya pada beberapa

kembali menjadi satu kesatuan. Pada halaman berikut ini disampaikan perbandingan antara energi hidrolik dengan berbagai sistem energi lain : pneumatik, elektrik, dan mekanik untuk memperjelas posisi berbagai sistem itu. Hidrolik dapat bergerak dengan cepat pada satu bagian dan dapat dengan lambat bergerak pada bagian yang lain. Tak satupun medium energi yang dapat mengkombinasikan kesamaan derajat dari kepastian, ketelitian, fleksibilitas, yang menjaga kemampuan untuk memindahkan tenaga dalam bagian yang besar dengan ukuran maksimum yang minimum. Komponen hidrolik

dikenal kompak (compact), ukuran yang kecil/ringan tetapi mampu memberi tenaga yang besar. Alat berat merupakan aplikasi dari hidrolik. Hidrolik merupakan aplikasi

dari mekanika fluida. Mekanika fluida merupakan aplikasi ilmu fisika. Hukum-hukum fisika yang mengatur fluida cair sesederhana ilmu mekanika benda padat dan lebih sederhana dibanding dengan dengan hukum-hukum yang mengatur ilmu-ilmu udara, panas, uap, gas, elektron, sinar, gelombang, magnit dan sebagainya. Dalam beberapa hal hidrolik serupa dengan pneumatik (pneumatics-

ilmu yang mempelajari pemanfaatan udara bertekanan untuk perpindahan energi), terutama pada prinsip kerja dan komponen-komponennya. Oli bertekanan adalah media pemindah energi yang sehabis dipakai oleh elemen kerja (silinder atau motor hidrolik) harus dikembalikan ke penampung (reservoir atau tangki), tidak langsung dibuang ke atmosfer seperti udara bekas pada sistem pneumatik. Dalam sistem hidrolik, fluida cair berfungsi sebagai penerus gaya. Minyak mineral umum dipergunakan sebagai media. Dengan prinsip mekanika fluida yakni hidrostatik (mekanika fluida yang diam/statis, teori kesetimbangan dalam cairan), hidrolik diterapkan. Prinsip dasar dari hidrolik adalah karena sifatnya yang sangat sederhana. Zat cair tidak mempunyai bentuk yang tetap, zat cair hanya dapat membuat bentuk menyesuaikan dengan yang ditempatinya. Zat cair pada praktiknya memiliki sifat tak dapat dikompresi (incompressible), berbeda dengan fluida gas yang mudah dikompresi (compressible). Karena fluida yang digunakan harus bertekanan, akan diteruskan ke segala arah secara merata dengan memberikan arah gerakan yang halus. Ini didukung dengan sifatnya yang selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya dan tidak dapat dikompresi. Kemampuan disajikan pada bab-bab selanjutnya. Jadi, sistem hidrolik adalah suatu sistem pemindah tenaga dengan mempergunakan zat cair/fluida sebagai media/perantara. Karena sifat cairan yang selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya, akan mengalir ke segala arah dan dapat melewati berbagai ukuran dan bentuk. 3.1 menunjukkan, apabila gaya itu di tekan ke arah silinder yang tertutup rapat maka pada silinder itupun akan terjadi tekanan di permukaan dalam. Tempat-tempat terjadinya tekanan itu tentu akan merata ke seluruh kulit dalam silinder, disebabkan sifat zat cair yang meneruskan gaya ke segala arah. Untuk menjamin bahwa komponen hidrolik harus aman dalam operasinya, dapat dipenuhi oleh sifat zat cair yang tidak dapat dikompresi. Gambar yang diuraikan di atas akan menghasilkan Uraian yang lebih jelas akan peningkatan kelipatan yang besar pada gaya kerjanya.

Gambar 3.1 Tekanan diteruskan ke segala arah Gambar 3.2 memperlihatkan dua buah silinder yang berukuran sama yang terhubung dengan pipa, kemudian silinder diisi dengan minyak oli hingga mencapai batas permukaan yang sama. Dua piston diletakkan di atas permukaan minyak oli. Kemudian salah satu piston ditekan dengan gaya W kg, tekanan ini akan diteruskan ke seluruh sistem hingga piston yang lain naik setinggi langkah ke bawah piston yang ditekan.

Gambar 3.2 Zat cair meneruskan tekanan ke segala arah Prinsip inilah yang dipergunakan pada alat pengangkat hidrolik. Dengan

membuat perbandingan diameter yang berbeda akan mempe- ngaruhi gaya penekan dan

gaya angkat yang didapatnya. Perhatikan Gambar 3.3 pada halaman berikut, bila diameter piston penekan dibuat lebih kecil dari piston penerima beban/pengangkat beban akan

memberikan gaya tekan yang ringan tetapi gaya tekan itu akan diteruskan menjadi gaya dorong ke atas yang besar. Rumus lebih rinci dijelaskan pada bahasan pada bab-bab selanjutnya.

Gambar 3.3 Perbandingan gaya pada pengungkit hidrolik Hidrolik dapat dinyatakan sebagai alat yang memindahkan tenaga dengan

mendorong sejumlah cairan tertentu. Komponen pembangkit fluida bertekanan disebut pompa, dan komponen pengubah tekanan fluida (atau juga sering disebut energi hidrolik, dalam hal ini misal : oli bertekanan) menjadi gerak mekanik disebut dengan elemen kerja. Prinsipnya elemen kerja akan menghasilkan gerak mekanis. Gerakan mekanis lurus (linear) dihasilkan dari elemen kerja berupa silinder hidrolik, dan gerakan mekanis putar (rotary) dihasilkan oleh elemen kerja berupa motor hidrolik. elemen itu akan dibahas secara rinci pada bab-bab selanjutnya. Sebagai penggerak pompa hidrolik dapat digunakan motor listrik atau motor penggerak mula. Setelah oli hidrolik dipompa pada tekanan tertentu, kemudian disalurkan Uraian masing-masing

ke katup kontrol arah yang bertugas mengatur kemana cairan hidrolik itu dialirkan. Diagram alir sistem hidrolik dapat dilihat pada gambar 3.4. Urutan aliran dimulai dari pembangkit berupa motor listrik atau motor bakar yang menggerakkan pompa oli, pompa oli meningkatkan tekanan oli yang ditampung pada reservoir. Melalui katup kontrol hidrolik, oli bertekanan dialirkan ke pemakai berupa elemen kerja silinder/motor hidrolik yang akan mengubah energi hidrolik itu menjadi energi gerak/mekanis. Dengan demikian urutan energinya dari motor listrik/bakar ke silinder hidrolik berturut-turut : energi listrik/mekanis energi hidrolik energi hidrolik energi mekanis.

Gambar 3.4 Diagram aliran sistem hidrolik

Demikian pula semakin cepat gerak perpin-dahan beban, debit (volume yang dihasikan per satuan waktu) pompa hidrolik harus semakin besar. Dengan kata lain gaya yang dihasilkan tergantung pada tekanan kerja, dan kecepatan gerak perpindahan tergantung pada debit yang dihasilkan pompa, dengan ketentuan ia bekerja pada luas penampang silinder kerja yang sama. Hasil pemompaan pompa hidrolik 1 (dalam gambar ini jenis pompa roda gigi) didistribusikan ke katup kontrol arah 5 dan sebagian ke katup pengaman 3. Katup pengaman 3 berfungsi sebagai pengatur tekanan maksimum yang diinginkan. Apabila tekanan yang dihasilkan oleh pompa melebihi yang disetel pada katup pengaman tersebut, maka secara otomatis oli hasil pemompaan akan disalurkan kembali ke reservoir. Dengan diinginkan) demikian tekanan penyetelan (sesuai tekanan kerja yang akan selalu tercapai, dan tekanan yang melebihi akan dihindarkan

melalui mekanisme pembocoran pada katup pengaman. Pembahasan lebih detil tentang katup pengaman akan dibahas pada bab tersendiri.

Gambar skema seperti pada gambar 3.5. dan 3.6. untuk sistem hidrolik yang kompleks, misalnya dengan silinder kerja lebih dari dua atau tiga (misal pada bulldozerseperti terlihat pada gambar 3.7 dan 3.8) akan sulit menggambarkannya. Selain terlihat ruwet, tidak praktis, dan juga sulit menyeragamkan gambar-gambar dari berbagai pabrik pembuat komponen hidrolik. Untuk mengatasi hal itu, maka skema gambar dalam sistem hidrolik cukup digambarkan dalam bentuk simbul-simbul yang tentunya sudah distandarkan/dinormalisasikan. Dari skema gambar 3.5. dapat disederhanakan gambarnya menjadi gambar 3.8. di halaman 42. Gambar ini disebut sebagai diagram sirkuit sistem hidrolik. Pembahasan tentang diagram sirkuit sistem hidrolik akan diuraikan pada bab-bab selanjutnya.

Gambar 3.7 Skema sistem hidrolik pada bulldozer

Gambar 3.8 Diagram sirkuit sistem hidrolik (bulldozer) Dari gerakan-gerakan yang dihasilkan oleh elemen linear kerja hidrolik dapat dihasilkan

dimanfaatkan untuk untuk berbagai macam keperluan. Pada prinsipnya elemen kerja hidrolik menghasilkan dua macam gerakan utama. Gerakan dari elemen kerja silinder (lurus) hidrolik (hydraulic linear cylinders) dan gerakan putar

dihasilkan dari elemen kerja motor hidrolik (hydraulic rotary motors). Prinsip Kerja Sistem Hidroulik Pada Forklift Sebagai motor penggerak utama Forklift ini digunakan mesin diesel 115PS, dengan putaran mesin 1500 rpm dan putaran dari mesin inilah yang digunakan untuk menggerakkan pompa oli ( oil pump ) dan oli dari tangki utama di pompakan,

sehingga mengalir menuju Control valve. Didalam control valve ini terdapat dua katup utama yaitu Lift valve dan Tilt valve. Lift valve berfungsi untuk mengontrol keluar masuknya batang torak pada lift silinder sehingga dapat menaikkan dan menurunkan beban. Tilt valve berfungsi untuk mengontrol keluar masuknya batang torak pada tilt silinder sehingga dapat memiringkan tiang pengangkat. Untuk menggerakkan batang torak pada lift silinder luar, dialirkan oli pada bagian bawah dari lift silinder. Hal ini dapat dilakukan dengan mengontrol lift valve sehingga posisinya kesebelah kanan. Dengan demikian oli dapat mengalir kebagian bawah lift silinder ini, maka batang torak akan terangkat keatas sedangkan oli yang terdapat di bagian atas lift silinder langsung keluar menuju tangki utama. Untuk menghentikan gerakan torak ini, dapat dilakukan dengan mengembalikan pada posisi lift valve ketengah. Sedangkan untuk menurunkan dan memasukkan kembali batang torak ini dapat dilakukan dengan mengontrol lift valve pada sebelah kiri. Karena adanya berat garpu dan beban, maka torak akan mendorong oli yang ada di bagian lift silinder ini keluar dari lift silinder. Kecepatan keluar oli ini oleh adanya down control valve dan safety valve.

Pengontrolan terhadap lift valve dan tilt valve tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadinya bahaya terhadap kerja dari forklift secara keseluruhan. Prinsip Kerja Alat Angkat Forklift Pada Forklift terdapat suatu alat yang disebut dengan Fork. Fungsi fork ini adalah sebagai pemegang landasan beban yang mana fork ini terpasang pada kerangka ( backrest ) sebagai pembawa garpu dan tiang penyokong mast. Fork assembly diikatkan ke salah satu ujung rantai dan yang lainnya terikat pada beam tiang penyokong. Rantai ini bergerak sepanjang puli ( wheel ) yang melekat pada ujung atas dari batang torak pada lift silinder. Berputarnya puli ini akibat dari tekanan fluida di dalam lift silinder yang mengakibatkan tertariknya salah satu ujung yang terikat pada beam tiang penyokong ( outer mast ). Karena rantai terikat, maka pulilah yang berputar sekaligus naik turun oleh gaya tarik yang timbul pada rantai, sedangkan ujung rantai yang lainnya akan bergerak mengangkat backrest dan forknya sampai ketinggian maksimum yaitu 3000 ( mm ) seperti terlihat pada gambar 2.1

Bagian Bagian Utama Alat Angkat Forklift.

Gambar 2.2. Skema Forklift Pada gambar 2.2. dapat diketahui bagian bagian utama alat angkat Forklift juga dapat diketahui tinggi angkat maksimum forklift yaitu 3000 ( mm ), jarak sumbu roda, 0 lebar garpu, tinggi garpu dan sudut kemiringan garpu yaitu 10 .

Fork Assembly ( Garpu ) dan Backrest ( Pelindung )

Garpu ini berfungsi sebagai landasan dimana barang atau beban yang akan diangkat atau dipindahkan. Garpu ini dapat digeser geser sepanjang Finger Board yaitu dengan mengangkat knob yang terdapat pada pengarah atas garpu. Garpu ini ada dua buah dan diletakkan simetris sebelah kiri dan sebelah kanan lift silinder sepanjang Finger Board.

Backrest berfungsi sebagai pelindung mast, supaya beban pada garpu tidak jatuh ke mast pada posisi miring kebelakang. Dengan adanya Backrest ini maka barang atau beban dapat ditahan sehingga tidak menyentuh mast. Outer Mast Outer mast merupakan tiang penyokong utama dari alat angkat ini. Outer Mast juga berfungsi sebagai alur pergerakan dari Inner Mast dan sebagai dudukan dari ujung batang torak tilt silinder. Inner Mast Inner Mast merupakan tiang penyokong pada tinggi angkat tingkat kedua. Inner Mast juga berfungsi sebagai alur pergerakan dari Fork Assembly pada tinggi angkat tingkat pertama dan kedua. Lift Silinder Lift silinder berfungsi sebagai pengatur pengangkatan dan penurunan garpu dan beban. Pergerakan dari batang torak diatur oleh oli yang masuk dan yang keluar dari Lift silinder. Tilt Silinder Tilt silinder berfungsi sebagai pengatur kemiringan komponen alat angkat ini.

Adapun bagian bagian utam dari Forklift ini dapat dilihat pada gambar 2.3.

Gambar 2.3. Komponen Alat angkat Pada Forklift Keterangan gambar : 1. Fork Assembly dan Backrest ( Garpu dan Pelindungnya ) 2. Outer Mast ( Tiang Luar ) 3. Inner Mast ( Tiang Dalam ) 4. Lift Cylinder ( Pengatur Pengangkatan ) 5. Tilt Cylinder ( Pengatur Kemiringan )

Ukuran dan Bentuk Beban yang Diangkat Bentuk dan ukuran sangat menentukan bahan yang akan diangkat, dan hal ini sangat menentukan pengunaan dari Forklift. Karena untuk pengangkatan bahan dan berat tertentu maka digunakan forklift tertentu pula. Misalnya untuk mengangkat beban yang massanya 2500 ( kg ) maka digunakan Forklift dengan

kapasitas diatas 2500 ( kg ). Dari gambar 2.4. dapat diketahui ukuran dari Backrest.

Gambar 2.4. Backrest

Komponen komponen Forklift yang akan dibahas. 1. Garpu Pada kompenen ini terdapat beberapa rumus yang digunakan untuk

menghitung kekuatan, berat dari bahan yang digunakan. a. Titik berat garpu A1 .x1 A2 .x 2 A3 .x3

X=

A1 A2 A3

atau A1 .y1 A2 . y 2 A3 . y 3

Y =

A1 A2 A3

b. Berat garpu Wg = ( V1 + V2 + V3 ) .

c. Momen tahanan lentur yang terjadi 2 W bt = 1/6 . b . h ( lit. 4, hal 104 )

d. Tegangan lentur yang terjadi

M b = Wbt b ( lit. 1, hal 112 )

e. Tegangan geser yang terjadi

F g = A

f.

Momen inersia penampang garpu

1 Ix =

.b.h

12

2. Backrest Pada kompenen ini terdapat beberapa rumus yang digunakan untuk

menghitung berat dari bahan yang digunakan. Berat Backrest W = Q . L1 + Q . L2

3. Pengarah Atas

Pada

kompenen

ini

terdapat

beberapa

rumus

yang

digunakan

untuk

menghitung kekuatan dari bahan yang digunakan a. Tegangan tarik ijin t maks t = V

b. Tegangan tarik yang terjadi

Fn n = A

4. Knob Assembly Pada kompenen ini terdapat beberapa rumus yang digunakan untuk

menghitung kekuatan dari bahan yang digunakan

Gambar 2.5. Knob Assembly

a. Tekanan permukaan

d = diameter efektif h = tinggi kaitan qo = .d 2 .h.z z = jumlah ulir

5. Inner Mast ( Tiang Utama ) Pada kompenen ini terdapat beberapa rumus yang digunakan untuk

menghitung kekuatan dari bahan yang digunakan

Beban ekivalen dinamis Pr = x . v . Fr + y . Fa

6. Pompa Pompa yang digunakan pada Forklift ini adalah pompa roda gigi. Pada komponen roda gigi ini digunakan beberapa rumus untuk menghitung kekuatan pompa tersebut, kapasitas pompa dan daya pompa. a. Luas penampang piston pada lift cylinder

A= 4

.d

b. Kecepatan angkat lift cylinder 1 .d .n . 60

v= 2

c. Kapasitas pompa untuk lift cylinder Q=A.v d. Daya pompa roda gigi

Qrg . N rg = 2700.1

e. Kapasitas pompa untuk tilt cylinder

2700.1 .N rg Q=

7. Bantalan Pada kompenen ini terdapat beberapa rumus yang digunakan untuk

menghitung kekuatan dari bahan yang digunakan a. Beban ekivalen dinamis Pr = x . v . Fr + y . Fa

b. Umur bantalan

10 Lh = 6 60. n. (c / )

c. Kapasitas bantalan

c= 6 60.n.Lh

1/

10

d. Tegangan geser

F g = A

8. Sproket dan Rantai Pada kompenen ini terdapat beberapa rumus yang digunakan untuk

menghitung kekuatan dari bahan yang digunakan a. Kekuatan tarik rata rata rantai

Ftr Fs = Sf

b. Diameter Pitch sproket

P dp = Sin(180 / Z )

c. Jumlah gigi

Z=

180 arcsin(P / dp)