Anda di halaman 1dari 3

Nama No Rombel

: Ahmad Amirudin Sitto Perdana : 4411411020 : Biologi Murni Rombel 1 2011

PLASTIDA

Plastida merupakan organel utama yang hanya ditemukan pada tumbuhan dan alga. Plastida berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis, sintesis asam lemak dan terpen yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Plastida juga merupakan organel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan. Plastida dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Plastida merupakan derivat dari proplastid yang dibentuk pada bagian meristematik tumbuhan. Secara evolusi plastida dianggap sebagai prokariota yang bersimbiosis ke dalam sel eukariota dan kemudian kehilangan sifat otonomi penuhnya. Teori endosimbiosis ini mirip dengan yang terjadi terhadap mitokondria namun introduksi plastida dianggap terjadi lebih kemudian. Kebanyakan tumbuhan mewarisi plastida hanya dari induknya. Angiosperma umumnya mewarisi plastida dari induk betina, sedangkan beberapa gimnospermae mewarisi plastida dari induk jantan. Alga juga mewarisi plastida dari salah satu induknya (Robert RW, J.Kenneth H. 2007). Semua tipe plastida adalah turunan dari badan yang sangat kecil, yang disebut proplastida, yang terdapat di dalam sel meristem. Proplastida dan plastida dalam sel muda memperbanyak diri dengan pembelahan. Plastida dan mitokondria mengandung DNA dan ribosom. Setiap plastid berisi berbagai kopi plastid gen pada lingkar 75-250 kb. Gen plastid berisi kurang lebih 100 gen yang mengkode rRNAs dan tRNAs. Terdapat 3 macam plastida, yaitu : 1. Kromoplas, adalah plastida yang menghasilkan warna non fotosintesis atau warna selain hijau. Beberapa jenis kromoplas, yaitu : Fikosianin menimbulkan warna biru misalnya pada Cyanophyta.

Fikoeritrin menimbulkan warna merah misalnya pada Rhodophyta. Karoten menimbulkan warna keemasan misalnya pada wortel dan Chrysophyta.

Xantofil menimbulkan warna kuning misalnya pada daun yang tua. Fukosatin menimbulkan warna pirang misalnya pada Phaeophyta.

2. Leukoplas, adalah plastida yang tidak berwarna. Terdapat 3 jenis leukoplas yang dibedakan berdasarkan fungsinya. a. Amiloplas ; bentuk semi-aktif yang mengandung butir-butir tepung, ditemukan pada bagian tumbuhan yang menyimpan cadangan energi dalam bentuk tepung, seperti akar, rimpang, dan batang (umbi) serta biji. b. Elaioplas ; bentuk semi-aktif yang mengandung tetes-tetes minyak/lemak pada beberapa jaringan penyimpan minyak, seperti endospermium (pada biji) c. Proteoplas ; bentuk semi-aktif yang merupakan bentuk adaptasi kloroplas terhadap lingkungan kurang cahaya; etioplas dapat segera aktif dengan membentuk klorofil hanya dalam beberapa jam, begitu mendapat cukup pencahayaan. 3. Kloroplas, adalah plastida yang menghasilkan warna hijau daun, disebut klorofil. Kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil, karotenoid dan pigmen fotosintesis lain. Plastid ini berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Selain itu kloroplas juga menyerap tenaga matahari untuk mengubah karbondioksida menjadi gula, yakni sumber energi kimia dan makanan bagi tumbuhan. Kloroplas memperbanyak diri dengan memisahkan diri secara bebas dari pembelahan inti sel. Macam-macam klorofil adalah sebagai berikut : - klorofil a: menghasilkan warna hijau biru - klorofil b: menghasilkan warna hijau kekuningan - klorofil c: menghasilkan warna hijau coklat - klorofil d: menghasilkan warna hijau merah

Kloroplas dan plastid lainnya memiliki membran rangkap. Membran dalam melingkupi matriks yang dinamakan stomata. Membran ini terlipat berpasangan yang disebut lamella. Lamela yang membesar akan membentuk gelembung pipih terbungkus membran dinamakan tilakoid. Struktur ini berbentuk mirip koin. Tumpukan tilakoid dinamakan granum. Pada tilakoid terdapat unit fotosintesis yang berisi molekul pigmen, seperti klorofil a, klorofil b, karoten dan xantofil.
(Kinsman EA and Pyke KA 1998).