P. 1
Agresi Militer Belanda II

Agresi Militer Belanda II

|Views: 5|Likes:
Dipublikasikan oleh adambitor1713

More info:

Published by: adambitor1713 on Dec 29, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2012

pdf

text

original

Agresi Militer Belanda II

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Kenetralan sebagian atau keseluruhan artikel ini dipertentangkan. Silakan melihat pembicaraan di halaman diskusi artikel ini. Agresi Militer Belanda II Operatie Kraai
Bagian dari Perang Kemerdekaan Indonesia

Tanggal Lokasi Hasil

Casus belli

19 Desember 1948 - 10 Juli 1949 Jawa, Sumatera Penyerangan ibukota Indonesia, Yogyakarta oleh Belanda dan berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia Perbedaan penafsiran Belanda dan Republik Indonesia terhadap isi Perundingan Renville Pihak yang terlibat
Kerajaan Belanda Militer : Simon Hendrik Spoor Politik : Ratu Juliana (Ratu Belanda) Dr. Beel (Wakil Tinggi Mahkota Belanda)

Republik Indonesia

Komandan
Militer : Soedirman Politik : Syafrudin Prawiranegara (Ketua PDRI) Soekarno (Presiden di Pengasingan)

Agresi Militer Belanda II atau Operasi Gagak terjadi pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan serangan terhadap Yogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu,

Dr. dan pukul 3. Penyerbuan terhadap semua wilayah Republik di Jawa dan Sumatera. Pukul 6.45 Mayor Jenderal Engles tiba di bandar udara Andir. Daftar isi     1 Serangan ke Maguwo 2 Pemerintahan Darurat 3 Pengasingan Pimpinan Republik 4 Gerilya Serangan ke Maguwo Tanggal 18 Desember 1948 pukul 23. bahwa Belanda tidak lagi terikat dengan Persetujuan Renville. Mohammad Hatta. Pukul 4.30 pesawat Dakota pertama tinggal landas. Yogyakarta. bahwa besok paginya Wakil Tinggi Mahkota Belanda.25 mereka menerima berita dari para pilot pesawat pemburu. Dalam sidang itu diambil keputusan bahwa pimpinan negara tetap tinggal dalam kota agar dekat dengan Komisi Tiga Negara (KTN) sehingga kontak-kontak diplomatik dapat diadakan. Pada hari pertama Agresi Militer Belanda II. yang kemudian dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II telah . bahwa zona penerjunan telah dapat dipergunakan. Beel. pagi hari tanggal 19 Desember 1948. termasuk serangan terhadap Ibukota RI.serta penangkapan Soekarno.30 dilakukan briefing terakhir.30. Pukul 2. Pukul 6.20 pasukan elit KST di bawah pimpinan Kapten Eekhout naik ke pesawat dan pukul 4.00 pagi 1e para-compgnie (pasukan para I) KST di Andir memperoleh parasut mereka dan memulai memuat keenambelas pesawat transportasi. diikuti oleh Jenderal Spoor 15 menit kemudian. Operasi tersebut dinamakan "Operasi Kraai" . Sementara itu Jenderal Spoor yang telah berbulan-bulan mempersiapkan rencana pemusnahan TNI memberikan instruksi kepada seluruh tentara Belanda di Jawa dan Sumatera untuk memulai penyerangan terhadap kubu Republik. Dia melakukan inspeksi dan mengucapkan pidato singkat. Rute penerbangan ke arah timur menuju Maguwo diambil melalui Lautan Hindia. Seiring dengan penyerangan terhadap bandar udara Maguwo. akan mengucapkan pidato yang penting. Pukul 3. mereka menerjunkan pasukannya di Pangkalan Udara Maguwo dan dari sana menuju ke Ibukota RI di Yogyakarta. Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya. WTM Beel berpidato di radio dan menyatakan. Kabinet mengadakan sidang kilat. Jatuhnya ibu kota negara ini menyebabkan dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara. siaran radio antara dari Jakarta menyebutkan.45 pasukan para mulai diterjunkan di Maguwo.

Pemerintahan Darurat .00.00. Pertahanan pangkalan hanya diperkuat dengan satu kompi TNI bersenjata lengkap. Sekitar pukul 9. Di daerah-daerah lain di Jawa antara lain di Jawa Timur. Pertahanan TNI di Maguwo hanya terdiri dari 150 orang pasukan pertahanan pangkalan udara dengan persenjataan yang sangat minim. Belanda konsisten dengan menamakan agresi militer ini sebagai "Aksi Polisional". di pagi hari.45 lapangan terbang Maguwo dihujani bom dan tembakan mitraliur oleh 5 pesawat Mustang dan 9 pesawat Kittyhawk. dilaporkan bahwa penyerangan bahkan telah dilakukan sejak tanggal 18 Desember malam hari. Di pihak Republik tercatat 128 tentara tewas. diawali dengan pemboman atas lapangan terbang Maguwo. Penyerangan terhadap Ibukota Republik.900 orang. dan pukul 11.10 bandara Maguwo telah jatuh ke tangan pasukan Kapten Eekhout. tak satu pun jatuh korban.beserta persenjataan beratnya di bawah pimpinan Kolonel D.45. yaitu beberapa senapan dan satu senapan anti pesawat 12.00. Pukul 7. dari Brigade T. seluruh kekuatan Grup Tempur M sebanyak 2. sedangkan di pihak penyerang. 15 pesawat Dakota menerjunkan pasukan KST Belanda di atas Maguwo. seluruh 432 anggota pasukan KST telah mendarat di Maguwo.600 orang – termasuk dua batalyon. 1.R. van Langen telah terkumpul di Maguwo dan mulai bergerak ke Yogyakarta.dimulai. Pertempuran merebut Maguwo hanya berlangsung sekitar 25 menit. Panglima Besar Soedirman mengeluarkan perintah kilat yang dibacakan di radio tanggal 19 Desember 1948 pukul 08. Pukul 06. Pukul 05. Segera setelah mendengar berita bahwa tentara Belanda telah memulai serangannya. Senjata berat sedang dalam keadaan rusak.A.7. Serangan terhadap kota Yogyakarta juga dimulai dengan pemboman serta menerjunkan pasukan payung di kota.

Simatupang mengatakan sebaiknya Presiden dan Wakil Presiden ikut bergerilya. Sudarsono. Kabinet mengadakan sidang dari pagi sampai siang hari. Setelah mempertimbangkan segala kemungkinan yang dapat terjadi. Mereka belum mengetahui mengenai Sidang Kabinet pada 19 Desember 1948. hampir seluruh Menteri yang hadir mengatakan.Mr. A. Pemerintahan Syafruddin ini kemudian dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. India. Menteri Persediaan Makanan. Kasimo. Karena merasa tidak diundang. Mr. Sukiman. Jadi Presiden dan Wakil Presiden terpaksa tinggal dalam kota agar selalu dapat berhubungan dengan KTN sebagai wakil PBB. Maramis yang sedang berada di New Delhi. Pengasingan Pimpinan Republik . yaitu basis pemerintahan sipil akan dibentuk di Sumatera. Syafrudin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintah Darurat di Bukittinggi. Palar dan Menteri Keuangan Mr. Presiden berusaha membujuk supaya tinggal dalam kota. Selain itu. dokter pribadinya. serta staf Kedutaan RI. I. Mengenai hal-hal yang dibahas serta keputusan yang diambil adalam sidang kabinet tanggal 19 Desember 1948. Menteri Perhubungan.Soedirman dalam keadaan sakit melaporkan diri kepada Presiden. Empat Menteri yang ada di Jawa namun sedang berada di luar Yogyakarta sehingga tidak ikut tertangkap adalah Menteri Dalam Negeri. Berhubung Soedirman masih sakit. L. Pada 21 Desember 1948. bahwa Pemerintah Pusat diserahkan kepada 3 orang Menteri yaitu Menteri Dalam Negeri. N. yang memutuskan pemberian mandat kepada Mr. dr. dr. bahwa ia diangkat sementara membentuk satu kabinet dan mengambil alih Pemerintah Pusat. untuk menjaga kemungkinan bahwa Syafruddin tidak berhasil membentuk pemerintahan di Sumatera. Maramis dan L. II dan III. agar dr. Menteri Kehakiman. Sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan oleh Dewan Siasat. keempat Menteri tersebut mengadakan rapat dan hasilnya disampaikan kepada seluruh Gubernur Militer I. Komodor Suriadarma serta dr. akhirnya Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak meninggalkan Ibukota. maka Presiden dan Wakil Presiden membuat surat kuasa yang ditujukan kepada Mr. Susanto.N. tetapi Sudirman menolak. seluruh Gubernur sipil dan Residen di Jawa. Presiden dan Wakil Presiden mengirim kawat kepada Syafruddin Prawiranegara di Bukittinggi. Palar membentuk Exile Government of Republic Indonesia di New Delhi. Menteri Laoh mengatakan bahwa sekarang ternyata pasukan yang akan mengawal tidak ada. Menteri Kemakmuran yang sedang berada di Bukittinggi.J. dan Menteri Kehakiman. Syafruddin Prawiranegara. juga dibuat surat untuk Duta Besar RI untuk India. Sudarsono. Setelah dipungut suara. Menteri Pembangunan dan Pemuda. Jenderal Soedirman dan para perwira TNI lainnya menunggu di luar ruang sidang. Supeno. Suwondo. Soedirman didampingi oleh Kolonel Simatupang. dan apabila ini tidak dapat dilaksanakan. Mr. Presiden dan Wakil Presiden tetap dalam kota.A.

Selama di perjalanan dengan menggunakan pesawat pembom B-25 milik angkatan udara Belanda. dan pada akhirnya sejarah mencatat dengan ketidakjelasan mengenai hal ini. Corps Speciale Troepen.Pada pukul 07. Pringgodigdo (Sekretaris Negara) diturunkan di pelabuhan udara Kampung Dul Pangkalpinang dan terus dibawa ke Bukit Menumbing Mentok dengan dikawal truk bermuatan tentara Belanda dan berada dalam pengawalan pasukan khusus Belanda. Tidak jarang Soedirman harus ditandu atau digendong karena dalam keadaan sakit keras. [1] Gerilya Setelah itu Soedirman meninggalkan Yogyakarta untuk memimpin gerilya dari luar kota.A. Perjalanan yang jauh. akan tetapi rombongan Presiden Soekarno. Nasution. Hatta (Wakil Presiden). akan tetapi tidak disampaikan kepada para pemimpin republik.00 WIB tanggal 22 Desember 1948 Kolonel D. pilot mengetahui arah setelah membuka surat perintah di dalam pesawat. untuk kemudian diasingkan ke Brastagi dan Parapat. menyeberangi sungai. Moh. Setelah mendarat di Pelabuhan Udara Kampung Dul Pangkalpinang (sekarang Bandara Depati Amir) para pemimpin republik baru mengetahui. Soerjadarma (Kepala Staf Angkatan Udara).R. Setelah berpindahpindah dari beberapa desa rombongan Soedirman kembali ke Yogyakarta pada tanggal 10 Juli 1949. van Langen memerintahkan para pemimpin republik untuk berangkat ke Pelabuhan Udara Yogyakarta untuk diterbangkan tanpa tujuan yang jelas. . sementara Drs. selaku Panglima Tentara dan Teritorium Jawa menyusun rencana pertahanan rakyat Totaliter yang kemudian dikenal sebagai Perintah Siasat No 1 Salah satu pokok isinya ialah : Tugas pasukan-pasukan yang berasal dari daerah-daerah federal adalah ber wingate (menyusup ke belakang garis musuh) dan membentuk kantong-kantong gerilya sehingga seluruh Pulau Jawa akan menjadi medan gerilya yang luas. mendaki gunung. Assaat (Ketua KNIP) dan MR. Perjalanan bergerilya selama delapan bulan ditempuh kurang lebih 1000 km di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perjalanan ini dikenal dengan nama Long March Siliwangi. Sutan Sjahrir. tidak satupun yang tahu arah tujuan pesawat. bahwa mereka diasingkan ke Pulau Bangka. menuruni lembah.H. Sumatera Utara. dan Menteri Luar Negeri Haji Agus Salim terus diterbangkan lagi menuju Medan. Pada tanggal 19 Desember 1948 bergeraklah pasukan Siliwangi dari Jawa Tengah menuju daerah-daerah kantong yang telah ditetapkan di Jawa Barat. MR. Kolonel A. melawan rasa lapar dan letih dibayangi bahaya serangan musuh. RS. Salah satu pasukan yang harus melakukan wingate adalah pasukan Siliwangi. AG. Sesampainya di Jawa Barat mereka bergabung dengan DI/TII karena NII telah memproklamirkan kemerdekaannya pada wilayahwilayah yang diduduki Belanda saat itu.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->