P. 1
Iterasi Gauss Seidel

Iterasi Gauss Seidel

|Views: 25|Likes:
Dipublikasikan oleh Nofan Richard

More info:

Published by: Nofan Richard on Dec 29, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

METODE ITERASI GAUSS-SEIDEL DALAM SISTEM PERSAMAAN LINEAR

Penulis: Dr. Eng. Supriyanto, M.Sc, email: supri@fisika.ui.ac.id Staf Lab. Komputer, Departemen Fisika, Universitas Indonesia Pengenalan metode iterasi Metode Iterasi Gauss-Seidel merupakan modifikasi dari metode Iterasi Jacobi. Modifikasi tersebut terletak pada rumus berikut:
(k) xi

=

i−1 j=1

aij xj

(k)

n j=i+1

aij xj

(k−1)

+ bi

aii

(1)

dimana i=1,2,3,...,n. Untuk lebih jelasnya, marilah kita perhatikan contoh berikut, diketahui sistem persamaan linear Ax = b yaitu 10x1 − x2 + 2x3 = 6 −x1 + 11x2 − x3 + 3x4 = 25 2x1 − x2 + 10x3 − x4 = −11 3x2 − x3 + 8x4 = 15 Lalu, sistem persamaan tersebut diubah susunannya menjadi seperti ini x1 x2 x3 x4
(k) (k) (k) (k)

1 (k−1) 2 (k−1) 6 x2 − x3 + 10 10 10 1 (k) 1 (k−1) 3 (k−1) 25 x + x3 = − x4 + 11 1 11 11 11 2 (k) 1 (k) 1 (k−1) 11 = − x1 + x2 + x4 − 10 10 10 10 3 (k) 1 (k) 15 = − x2 + x3 + 8 8 8 =
(0) (0) (0)

Misalnya kita tentukan nilai-nilai awal x (0) sebagai berikut x1 = 0, x2 = 0, x3 = 0 dan x4 = 0. Atau dinyatakan seperti ini x(0) = (0; 0; 0; 0)t. Maka pada k = 1 kita akan
(0)

1

6000 = 2.memperoleh nilai-nilai x(1) sebagai berikut x1 x2 x3 x4 (1) (1) (1) (1) = 0.0003 0. 1)t Marilah kita amati hasil seluruh iterasi.0003 -1. problem sistem persamaan linear yang sama. memang secara umum demikian. Ya..9844 3 1. hitunglah xi = − i−1 j=1 aij xj − n j=i+1 aij XOj + bi aii 2 . 2.0000 1.0009 2.037 -1.3272 0.0036 0. 9873 = 0..0000 0.014 0. bisa kita simpulkan bahwa iterasi Gauss-Seidel bekerja lebih efektif dibandingkan iterasi Jacobi.0000 -0.0065 2. Kita bisa saksikan bahwa dibandingkan dengan iterasi Jacobi.0001 2..6000 2.030 2. akan tetapi ternyata ditemukan kondisi yang sebaliknya pada kasus-kasus yang lain. Algoritma Iterasi Jacobi • Langkah 1: Tentukan k=1 • Langkah 2: Ketika (k ≤ N) lakukan Langkah 3-6 – Langkah 3: Untuk i=1. Begitu seterusnya proses ini diulangulang lagi untuk nilai-nilai k berikutnya sampai x (k) mendekati solusi yang sesungguhnya. Tabel di bawah ini menampilkan hasil perhitungan hingga iterasi yang ke-5. 3272 = −0.0000 0. k (k) x1 (k) x2 (k) x3 (k) x4 0 0... −1.0000 1 0.9999 5 1.n.9983 4 1.9873 -1.8789 2 1. bisa diselesaikan oleh metode iterasi GaussSeidel dalam 5 kali iterasi. 8789 Lalu proses perhitungan diulangi lagi dengan k = 2.0000 0.. yaitu x = (1.0000 Dari kasus ini.0025 -1.

*) 52 CONTINUE WRITE (*.*) EPS WRITE (*..I.10).A)’) ’NILAI EPSILON ATAU TOLERANSI ? ’ READ (*.I2.XO.A)’) ’B(’.’(1X.X(10).N 3 .S1.NORM..*) B(I) WRITE (*.A)’) ’A(’. xn ) lalu STOP – Langkah 5: Tentukan k=k+1 – Langkah 6: Untuk i=1..J.N DO 62 J = 1.n.’(1X.S2 INTEGER N.A.*) ’MASUKAN ELEMEN-ELEMEN MATRIK A DAN VEKTOR B’ DO 52 I = 1.*) WRITE(*.*) ITMAX WRITE (*.N WRITE (*.. tentukan XO i = xi • Langkah 7: OUTPUT (’Iterasi maksimum telah terlampaui’) lalu STOP Program dalam Fortran IMPLICIT NONE DIMENSION A(10.*) A(I.’(1X.ITMAX WRITE(*.*) ’==> ITERASI GAUSS-SEIDEL UNTUK SISTEM LINEAR <==’ WRITE(*.I2.’.A)’) ’JUMLAH PERSAMAAN ? ’ READ (*.’) ? ’ READ (*.’(1X..*) N WRITE (*.J) CONTINUE WRITE (*.K. maka keluarkan OUTPUT (x1 .’(1X.’) = ’ 62 READ (*.*) WRITE (*.X.A..*) ’MASUKAN NILAI AWAL UNTUK XO’ DO 72 I = 1.I2.’.B(10).J.I.A)’) ’JUMLAH ITERASI MAKSIMUM ? ’ READ (*.I.B.A. .XO(10) REAL A.– Langkah 4: Jika x − XO < .EPS.

’(1X.A.J)*X(J) 23 10 C CONTINUE X(I) = (S2+S1+B(I))/A(I.*) XO(I) 72 C CONTINUE WRITE (*.’(1X.ITMAX) GOTO 200 LANGKAH 3 DO 10 I = 1.J)*XO(J) CONTINUE S2 = 0.6) B(I) CONTINUE WRITE (*.*) MENAMPILKAN VEKTOR B WRITE (*.I.*) MENAMPILKAN MATRIK A WRITE (*.0 DO 23 J=1.A)’) ’MATRIK A:’ DO 110 I = 1.J=1.GT.0 DO 20 J=I+1.’(1X.WRITE (*.I) CONTINUE SAYA PILIH NORM-2.0 4 .A)’) ’XO(’.A)’) ’VEKTOR B:’ DO 111 I = 1.J).I2.N 111 C C 100 C WRITE (*.N) CONTINUE WRITE (*. ANDA BOLEH PAKAI NORM YANG LAIN! NORM = 0.I-1 S2 = S2-A(I.N S1 = 0.N 110 C WRITE (*.*) LANGKAH 1 K = 1 LANGKAH 2 IF(K.N 20 S1 = S1-A(I.6) (A(I.’) ? ’ READ (*.

NORM WRITE(*.’MELEBIHI BATAS MAKSIMUM ITERASI’) END Demikianlah catatan singkat dari saya tentang metode Iterasi Gauss-Seidel. *’ .A.8) FORMAT(1X.I3. NORM= ’.F14.N XO(I) = X(I) 30 C 200 400 5 6 7 9 CONTINUE GOTO 100 LANGKAH 7 CONTINUE WRITE(*.*) C LANGKAH 4 IF(NORM.(6(1X. Kalau ada yang mau didiskusikan.7) K.LE. 5 .8)’) ’NORM-2 = ’.I3.’.I.F14.’KONVERGEN PADA ITERASI YANG KE.EPS) THEN WRITE(*.8))) FORMAT(1X. K WRITE(*.’(1X.A.F14.I=1.9) STOP FORMAT(1X.I3) FORMAT(1X.8)’) (’X(’.DO 40 I=1.I3)’) ’ITERASI KE-’.F14. silakan hubungi saya melalui email: supri92@gmail.NORM GOTO 400 END IF C C LANGKAH 5 K = K+1 LANGKAH 6 DO 30 I=1.A.’(1X. X(I). Saya cukupkan sementara sampai disini.com.A.’) = ’. Insya Allah akan saya sambung lagi dilain waktu.’(1X.N) WRITE(*.N 40 NORM = NORM + (X(I)-XO(I))*(X(I)-XO(I)) CONTINUE NORM = SQRT(NORM) WRITE(*.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->