Anda di halaman 1dari 1

Analisis Jurnal

Setiap prosedur pembedahan harus menjalani anestesi dan melalui tahap pasca bedah, maka setiap pasien yang selesai menjalani operasi dengan anestesi umum ataupun anestesi regional terlebih dahului dirawat di ruang pemulihan sebelum pindah ke ruang perawatan atau langsung dirawat di ruang intensif. Fase pasca operatif bisa terjadi kegawatan, sehingga perlu pengamatan serius dan harus mendapat bantuan fisik dan psikologis sampai pengaruh anestesi berkurang dan kondisi umum stabil. Perawat bertanggung jawab memberikan perawatan pada pasien pascaoperatif. Peranan perawat di ruang pemulihan sangat diperlukan dalam memberikan bantuan keperawatan dan mengontrol komplikasi dan kembalinya fungsi-fungsi tubuh yang optimal. Fase pascaoperatif merupakan tahap lanjutan dari perawatan pra dan intraoperatif. Tahap ini dimulai dengan masuknya pasien ke ruang pemulihan dan berakhir dengan serah terima pasien dengan perawat ruangan. Pada tahap ini aktivitas keperawatan mencakup mengkaji efek anestesi, memantau tanda-tanda vital serta mencegah komplikasi akibat pembedahan dan berfokus pada peningkatan penyembuhan pasien. Ruang pemulihan (Recovery Room) atau disebut juga Post Anesteshesia Care Unit (PACU) adalah ruangan yang berdekatan dengan kamar operasi untuk merawat pasien pascaoperatif yang masih dibawah pengaruh anestesi. Di ruang ini dokter bedah, anestesi dan perawat memantau keadaan pasien setelah menjalani operasi. Penatalaksanaan pasien pascaoperatif di ruang pemulihan terdiri atas delapan tindakan yaitu, serah terima antara petugas kamar operasi dengan petugas ruang pemulihan, pengelolaan jalan napas, pengelolaan keamanan, pengelolaan cairan, pengelolaan hipotermia, penilaian dengan aldrete score, dokumentasi dan serah terima dengan petugas ruang perawatan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan pasien pascaoperatif telah bejalan dengan baik dan memenuhi standarisasi yang telah ditentukan.