P. 1
Irigasi Dan Bangunan Air

Irigasi Dan Bangunan Air

|Views: 837|Likes:
Dipublikasikan oleh Kandiyas Sakta

See more
See less

05/31/2014

pdf

text

original

PERENCANAAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR

Oleh :
Kandiyas Sakta
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FT-UWKS

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

1
Kandiyas Sakta
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i
DAFTAR ISI ...................................................................................................................... iii
A. Elevasi crest bendung dan elevasi ambang intake ........................................................ 1
B. Merencanakan bendung mercu OGEE I dan stabilitasnya ......................................... 3
C. Peredam energi ............................................................................................................ 9
D. Perencanaan intake ....................................................................................................... 11
a. Perencanaan kantong lumpur ............................................................................... 15
b. Perencanaan saluran pengendap ............................................................................. 16
E. Perencanaan saluran primer 1 dan 2 ............................................................................. 21
c. Perencanaan saluran primer 1 ................................................................................ 21
d. Perencanaan saluran primer 2 ................................................................................ 24
F. Perencanaan gorong-gorong di saluran primer 2 ......................................................... 27
GAMBAR DETAIL PERENCANAAN IRIGASI DAN BANGUNAN AIR ............... 30

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

2
Kandiyas Sakta
A. Menghitung Elevasi Crest Bendung dan Elevasi Ambang Intake

BB 1 BB 2
SP 1 SP 2
SS 1 SS 2
+ 96.7 + 95.9
+ 96.4
Gorong-gorong

 Kebutuhan elevasi air di Bangunan Bagi 2 (BB
2
)
 BB
2
= 96,4 m
 SS
2
= 95,9 m
BB
2
= ambil elv. tertinggi antara BB
2
dan SS
2
+ kehilangan tinggi energi di
Bangunan Bagi
= 96,4 m + 0,15 m
= 96,55 m

 Kebutuhan elevasi di Saluran Primer 2 (SP
2
)
SP
2
= Elv BB
2
+ kehilangan tinggi energi pada Gorong
2
+ (kemiringan akibat
beda tinggi x jarak dari BB
1
ke BB
2
)
= 96,55 m + 0,1 m + (0,0004 x 400 m)
= 96,81 m

 Kebutuhan elevasi air di Bangunan Bagi 1 (BB
1
)
 SP
2
= 96,81 m
 SS
1
= 96,70 m
BB
1
= (diambil elv. Tertinggi antara SP
2
dan SS
1
) + kehilangan tinggi energi di
Bangunan Bagi
= 96,81 m + 0,15 m
= 96,96 m

 Kebutuhan elevasi di Saluran Primer 1 (SP
1
)
SP
1
= elv. BB
1
+ (kemiringan akibat beda tinggi x jarak dari B.Utama ke BB
1
)
= 96,96 m + (0,0002 x 300 m)
= 97,02 m

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

3
Kandiyas Sakta
 Kebutuhan elevasi Ambang Dasar Intake
= Elevasi SP
1
+ kehilangan tinggi energi di B.Utama
= 97,02 m + 0,2 m
= 97,22 m

 Kebutuhan elevasi Crest Bendung
= Kebutuhan elv.ambang intake + (0,1 m → agar air dapat langsung
masuk ke dalam jaringan irigasi)
= 97,22 m + 0,1 m
= 97,32 m

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

4
Kandiyas Sakta
B. Merencanakan Bendung Mercu OGEE I dan Stabilitasnya

Diketahui : Lebar dasar sungai (b) : 29 m
Kemiringan talud (m) : 0,7
Kemiringan dasar sungai (I) : 0,0004
Koefisien Strickler (Ks) : 35 m/det
Debit Banjir (Q) : 105 m
3
/det
Debit Normal : 65 m
3
/det
Debit pengambilan : 4,0 m
3
/det

Penyelesaian :
 Perumusan debit
Q = A x V
Q = (A) x (Ks x R
2/3
x √ )
Q = (A) x (1/n x (A/P)
2/3
x √ )

 Mencari Luasan Bendung
A = (b + m.h)h
= (29 + 0,7.h)h
= 29h + 0,7h
2

 Mencari keliling basah saluran
P = b + 2h √
2

= 29 + 2h

2

= 29 + 2,441h

 Mencari kecepatan aliran
V = 1/n x R
2/3
x √
= 1/0.03 x [

]
2/3
x √

 Mencari tinggi saluran
Q = A x V
= (29h + 0,7h
2
) x 1/0.03 x ( [

-

)

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

5
Kandiyas Sakta
 Dengan trial & error, didapatkan →h = 2,814 m
A = 29h + 0,7h
2

= (29 m x 2,814 m) + (0,7 x 2,814
2
m)
= 87,149 m
2

P = 29 + 2,441h
= 29 m + (2,441 x 2,814 m)
= 35,869 m
2

V = 1/0.03 x [

]
2/3
x √
= 1/0.03 x ( [

-

)
= 1,205 m/det
 Check Kontrol
Q = A x V
= 87,149 m
2
x 1,205 m/det
= 105,014 m
3
/det ≈ 105 m
3
/det ( O K )

 Menentukan lebar bendung
L
Bendung
= 1,2 x b
= 1,2 x 29 m
= 34,8 m ≈ 34 m  dibulatkan ke bawah
 Menentukan lebar pembilas
L
Pembilas
=

x L
Bendung
=

x 34 m
= 3,4 m ≈ 3,5 m  dibulatkan ke atas

Direncanakan pembilas dengan 2 pintu
→ 2 (pintu) x 1,25 m (lebar pintu) + 1,00 m (pilar) = 3,5 m

Di asumsikan lebar tubuh bendung tanpa pembilas & pilar
o Luas Pembilas = 3,5 m
o Jumlah Pilar (n) = 3
o Tebal Pilar = 1,5 m

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

6
Kandiyas Sakta
Bangunan
Pembilas
3.50
30.50
34.00
1.25
1.00
1.25
9.00
9.00
8.00
1.50
1.50
1.50

→ Alasan jumlah pilar (n) = 3
Karena jembatan terbuat dari rangka baja dengan masing–masing rangka baja
9,0 meter, jadi untuk menompang jembatan sepanjang ± 34 m, maka
diperlukan 3 pilar yang punya lebar masing – masing 1,5 meter, maka :
L = Lebar Bendung – [Lebar pembilas + (n x Lebar pilar) ]
= 34 – [ 3,5 m + (3 x 1,5 m) ]
= 26 m

Di asumsikan Koefisien kontraksi
o Kp = 0,01 → Pilar berujung bulat
o Ka = 0,10 → Pangkal tembok bulat

Lebar efektif bendung dengan 3 pilar
L
eff
= (lebar tubuh bendung tanpa pembilas & pilar) – (((2n - 1) Kp) + Ka) x H
1
= 26 – * ( ,( ( ) ) - )

+
= 26  ( (0,05 + 0,10) x H
1
)
= 26 – 0,15 H
1

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

7
Kandiyas Sakta
 Persamaan debit mercu OGEE
Q = Cd x

x ( √

) x L
eff
x H
1
1,5

= Cd x 1,705 x (26 – 0,15 H
1
) x H
1
1,5

= Cd x (44,330 H
1
1,5
– 0,256 H
1
2,5
)

o Perkiraan awal Cd = 1,285
o Dengan trial and error, maka di dapatkan → H
1
= 1,5122 m
o Menentukan tinggi rencana di atas mercu bendung :
Hd = H
1
-

= 1,5122 –
()

()

= 1,438 m
o Nilai C
0
= 1,3 (konstanta)

o Menentukan fungsi P/Hd dan H
1
/Hd (dari grafik) → Nilai C
1

- P = Elv. Crest Bandung – Elv. dasar hulu
= 97,32 m – 96,00 m = 1,32 m
-

=

= 0,9179 m

-

=

= 1,052 m
Dari grafik didapat C
1
= 0,9885  Lihat grafik C
1

1.052
0.9885

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

8
Kandiyas Sakta
o Menentukan C
2
(dari grafik)
- Untuk muka hulu vertikal C
2
= 1

 Check Kontrol
Cd = C
0
x C
1
x C
2

= 1,3 x 0,9885 x 1
= 1,28505
1,285 = 1,285 (OK)

o Maka lebar effisien-nya
Leff = lebar tubuh bendung tanpa pembilas dan pilar – 0,15 H
1

= 26 m – 0,15 (1,5122 m)
= 25, 773 m
 Bentuk Mercu OGEE I dengan kemiringan hulu vertikal
- X
1
= 0,282 x Hd = 0,282 x (1,438 m) = 0,406 m
- X
2
= 0,175 x Hd = 0,175 x (1,438 m) = 0,252 m
- R
1
= 0,200 x Hd = 0,200 x (1,438 m) = 0,288 m
- R
2
= 0,500 x Hd = 0,500 x (1,438 m) = 0,719 m

 Tabel nilai K dan N, untuk kemiringan hulu vertikal
- K = 2,000
- N = 1,850
-

=

.

/

- Y = (1,438) x

x .

/

= 0,367

 Untuk pertemuan dengan garing kemiringan hilir 1:1, maka persamaannya :

-

= 1
-

= 1 = (0,367) x (1,850)

1 = (0,367)

X = 3,253 m

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

9
Kandiyas Sakta
- Maka nilai Y = 0,367

= (0.367) x ( )

= 3,254 m

 Tabel koordinat Mercu OGEE I

X (m) 0,40 0,80 1,20 1,60 2,00 2,40 2,80 3,20 3,253
Y (m) 0,067 0,243 0,514 0,876 1,323 1,854 2,466 3,156 3,254

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

10
Kandiyas Sakta
C. Peredam Energi

 Menghitung tinggi jatuh
Z = Elv. Crest Bendung – Elv. dasar hilir
= 97,32 m – 95,5 m
= 1.82 m

 Menentukan kecepatan awal loncatan
V1 = √(()) ( )
= √(()) (( ) )
= √() ( )
= 7,109 m/det

 Menentukan kedalaman awal loncatan
- q =

=

= 4,074 m
2
/det

- Y
1
=

=

= 0,573 m

 Menghitung Bilangan Froude (Fr)
Fr =

=

√( ) ( )

= 4,653  (Menggunakan USBR III bil Froude ≥ 4,5)

 Menentukan kedalaman air di atas ambang ujung
Y
2
= .

/ x .√ (

) /
= .

( )/ x .√ (

) /
= (0,2865 m) x (12,198 m)
= 3,495 m

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

11
Kandiyas Sakta
 Menentukan kolam olak tipe USBR III
→ Karena nilai dari bilangan Froude (Fr) ≥ 4,5 maka menggunakan USBR III dan
data dari grafik /gambar, di peroleh :

INISIAL RUMUS HASIL (m) INISIAL RUMUS HASIL (m)
1 Panjang lantai kolam 2,7 x (Y
2
) = 2.7 x (3.495) 2,7 x (Y
2
) = 2.7 x (3.495)
= 9.437 = 9.437
2 Jarak antara blok muka ke blok halang 0.82 x (Y
2
) = 0.82 x (3.495) 0.82 x (Y
2
) = 0.82 x (3.495)
= 2.866 = 2.866
3 Tinggi blok
Y
u
Y
u
= Y
1 = 0.573
h
3
Y
1
x ( 4 + fr
1
)
= 0.573 x ( 4 + 4.653)
6 6
h
3
= 0.826
4 Lebar blok Y
u
Y
u
= Y
1
= 0.573 h
3
0.75 x (h
3
) = 0.75 x (0.826)
= 0.620
5 Tebal blok - - - h
3
0.2 x (h
3
) = 0.2 x (0.826)
= 0.165
6 Jarak Tepi blok 0.5 x (Y
1
) = 0.5 x (0.573) 0.375 x (h
3
) = 0.375 x (0.826)
= 0.2865 = 0.310
7 Tinggi ambang ujung n Y
1
x ( 18 + fr
1
) 0.573 x ( 18 + 4.653))
18 18
= 0.721
DEFINISI No
BLOK MUKA BLOK HALANG
=

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

12
Kandiyas Sakta
D. Perencanaan Intake

 Perencanaan Intake
 Perumusan Debit
Q = A x V

 Menentukan luasan
A = (b + mh) h
= 29 h + 0,7 h
2

 Menentukan luasan basah saluran
P = b + 2 h √

= 29 + 2 h √

= 29 + 2,441 h

 Menentukan kecepatan aliran
V = Ks x

x √
= 35 x .

/

x

 Menentukan tinggi bukaan pintu di Intake
→ Debit yang di gunakan adalah normal
Q = A x V
65 = (29 h + 0,7 h
2
) x (35 x .

/

)

 Dengan cara trial and error, maka di dapatkan :
→ h = 1,84866 m P = 33,983 m
2

A = 62,119 m
2
V = 1,047 m/det

 Check control
Q = A x V
= 62,119 m
2
x 1,047 m/det
= 65,039 ≈ 65 m
3
/det

 Mencari H
1

o Dari data Mercu OGEE, di dapatkan
Leff = 26 – 0,15 H
1

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

13
Kandiyas Sakta
o Persamaan Debitnya
Q = Cd x

x Leff x H
1
1,5

Q = Cd x 1,704 x H
1
1,5
(26 – 0,15 H
1
)
Q = Cd x (44,330 H
1
1,5
– 0,256 H
1
2,5
)

o Perkiraan awal Cd = 1,3

o Dengan cara trial and error, maka di dapatkan
→ H
1
= 1,0882 m

o Hd = H
1
-

= 1,0882 -
()

()

= 1,032 m

 Menentukan nilai Co, C
1
& C
2

o Nilai Co = 1,3 (konstanta)
o Nilai C
1

- P = Elv. Crest Bendung – Elv.dasar hulu
= 97,32 m – 96,00 m
= 1,32 m

-

=

= 1,2791 m

-

=

= 1,054 m

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

14
Kandiyas Sakta

→ Dari grafik C
1
di dapatkan = 0,995

 Nilai C
2

→ Kemiringan hulu 1 : 0,67

-

=

= 1,213 m

→ Dari grafik C
2
di dapatkan = 1,005

 Check control
Q = Co x C
1
x C
2

= 1,3 x 0,995 x 1,005
= 1,2999 ≈ 1,3 (ok)
1.047
1.005
0.995
1.213

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

15
Kandiyas Sakta
 Menentukan tinggi bukaan pintu air maksimum
a = Hd + 0,1 m
= 1,032 + 0,1 m
= 1,132 m

 Perumusan debit dari Intake
Q = m . a . b √
Dimana :
- m = Koefisien Debit (0,7)
- a = Tinggi bukaan pintu (meter)
- b = Lebar pintu (meter)
- z = Selisih hulu – hilir (meter)
= Elv. Ambang dasar intake  Elv. SP
1

= (+97,32 m)  (+97,02 m)
= 0,2 m  (dalam keadaan terbuka penuh)

 Menentukan Q rencana
→ Diasumsikan tebal pilar = 1 meter
- Q rencana = 1,2 x Q pengambilan
= 1,2 x (4,0 m
3
/det)
= 4,8 m
3
/det

- Q = m x a x b x √
4,8 = 0,7 x 1,132 x b x √ () ()
4,8 = 0,7973 x b x 1,981
b = 3,040 m ≈ (diambil 3,00 m)

- Sehingga lebar 1 pintu = 1,00 meter  Jadi L
total
Intake
L
total
Intake = Lebar 2 Pintu + L. Pilar
= (1,50 m x 2) + 1 m
= 4,00 meter

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

16
Kandiyas Sakta
 Sket pintu intake

1.50 1.00 1.50

 Perencanaan Kantong Lumpur
Diketahui : Qn = 4,0 m
3
/det
W = 0,004 m/det
T = 1 minggu
Qs = 0,09 ‰ = 0,00009  Volume sedimen
Penyelesaian :
 Menentukan Volume Sedimen = Qs x Qn x T
= (0,00009) x (4,0) x (7 x 24 x 3600)
= 217,728 m
3
 Menentukan Lebar kantong Lumpur
L . B =

=

= 1000 m
2

 Asumsi lebar dan panjang
ketentuan : L/B > 8

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

17
Kandiyas Sakta
B syarat = √

= √

= 11,18 m
(B) > ( B syarat = 11,18 m)
L syarat =

=

= 89,45 m
(L) > (L syarat = 89,445 m)

 di ambil L = 89,69 m > L syarat = 89,445 m
B = 11,15 m ˂ B syarat = 11,18 m

L/B =

= 8,044 > 8 ( OK )
 Perencanaan Saluran pengendap
Vn = 0,4 (untuk mencegah tumbuhnya vegetasi)
Ks = 55 (Pasangan batu kali)
Jenis Pasangan Koefisien Strickler
Pasangan Bata 60
Pasangan Beton 70
Pasangan Batu Kali 55
Pasangan Tanah 35 - 45
Pasangan Besi 85

 Menentukan luasan saluran pengendap
An =

=

= 10,0 m
2

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

18
Kandiyas Sakta
 Mencari lebar saluran (kemiringan talud 2 : 3) , (m) coba-coba = 0,67
- hn =

=

= 0,897 m

 Di ubah ke dalam saluran trapeium
- A = ( b + mh )h
10,0 = ( b + ( 2 x ( √

) x 0,897 m) x 0,897 m
10,0 = 0,897 b + 1,93
8,07 = 0,897 b
b = 9,00 m

 Sket saluran pengendap
11.15
0.897
9.00
0.4
2
3

 Menentukan keliling basah saluran
Pn = b + 2h √

= 9 m + 2 (0,897 m) x √ ()

= 11,153 m

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

19
Kandiyas Sakta
 Menentukan keliling hidrolis (Rn)
Rn =

=

` = 0,897 m
 Menentukan kemiringan saluran ( I )
In = .

/

= .

()

/

= 0,0000611 = 6,11 x 10
-5
 Perencanaan Saluran pembilas lumpur
Diket : Qs = 1,2 x Qn
= 1,2 x 4,0 m
3
/det
= 4,8 m
3
/det
Vs = 1,5 m/det → (tanah pasir kasar)
Penyelesaian :
 Menentukan luasan saluran pembilas
As =

=

= 3,2 m
2

 Menentukan ketinggian saluran
hs =

=

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

20
Kandiyas Sakta
= 0,356 m
 Menentukan jari-jari saluran
Rs =

=

( )

=

( )

= 0,329 m
 Menentukan Kemiringan Saluran
Is = .

/

= .

()

/

= 0,003275 = 3,275 x 10
-3
 Bilangan Froude < 1

=

=

= 0,470 < 1  Aliran Sub kritis (OK)

 Menentukan Dimensi Kantung Lumpur
Vs = Vol. Persegi + Vol. Segitiga
217,728 = (L x b x hs) + ((0,5 x (Is – In)) x (b x L.B))
217,728 = (L x 9 x 0,356) + ((0,5 x (3,725 x 10
-3
– 6,11 x 10
-5
) x (L x L x 9)
217,728 = (3,204 L) + (0,0145 L
2
)

 Dengan cara trial and error di dapatkan L = 54,415 m

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

21
Kandiyas Sakta
 Sket Kantung Lumpur
0.356
0.178
0.897
In
In
Is
54.415

Menentukan tinggi kemiringan saluran
= Is x L
= 0,003275 x 54,415 m
= 0,178 m

+ 96.00
+ 97.22
+ 97.02
Pintu Intake
+ 97.12
+ 97.1 + 97.094
+ 96.738
+ 97.09
+ 96.556
Saluran Pengantar Kantong Lumpur SP 1
54.415 m

+ 97.094
+ 97.094
+ 97.09
+ 96.556

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

22
Kandiyas Sakta
E. Perencanaan Saluran Primer 1 & 2

a) Saluran Primer 1
Diketahui : Q = 4,0 m3/det
Ks = 55 → (pasangan batu kali)
L = 300 m
Tabel Q dan Perbandingan b/h Tabel V dan Kemiringan Talud (m)

Tabel Q dan Tinggi Jagaan () tabel De Vos

Q ( m3 / det) b/h
0.00 – 0.15 1
0.15 – 0.30 1
0.30 – 0.40 1.5
0.40 – 0.50 1.5
0.50- 0.75 2
0.75 – 1.50 2
1.50 – 3.00 2.5
3.00 – 4.50 3
4.50 – 6.00 3.5
6.00 – 7.50 4
7.50 – 9.00 4.5
9.00 – 11.00 5
11.00 – 15.00 6
15.00 – 25.00 8
25.00 – 40.00 10
40.00 – 60.00 12
V m
0.25 – 0.30 1 : 1
0.30 – 0.35 1 : 1
0.35 – 0.40 1 : 1
0.40 – 0.45 1 : 1
0.45 – 0.50 1 : 1
0.50 – 0.55 1 : 1
0.55 – 0.60 1 : 1,5
0.60 – 0.65 1: 1,5
0.65 – 0.70 1 : 1,5
0.70 1 : 1,5
0.70 1 : 1,5
0.70 1 : 1,5
0.70 1 : 2
0.75 1 : 2
0.80 1 : 2
Q (m3/det) 
0.00 – 0.30 0.3
0.30 – 0.50 0.4
0.50 – 1.00 0.5
1.00 – 1.50 0.6
1.50 – 2.50 0.75
> 2.50 1.0
SP
2

SP
1

SP
2

SP
1

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

23
Kandiyas Sakta
 Dari table De Vos , didapatkan :
- V = 0,65
-

= 3 → b = 3 h
- m = 1 : 1,5
- ω = 1

 Untuk saluran bentuk trapesium

 A = (b + m h) h
= (3 h + 1,5 h) h
= 3 h
2
+ 1,5 h
2

= 4,5 h
2
meter

 P = b + 2 h √

= 3 h + 2 h √

= 3 h + 3,61 h
= 6,61 h meter

 Perumusan Debit
Q = A x V
4 = (4,5 h
2
) x (0,65)
4 = 2,925 h
2

h = 1,169 m

 Maka dapat diperoleh nilai – nilai :
 b = 3 h = 3 (1,169)
= 3,507 m
 P = 6,61 h = 6,61 (1,169)
= 7,727 m
2

 A = 4,5 h
2
= 4,5 (1,169
2
)
= 6,150 m
2

 R =

=

= 0,796 m

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

24
Kandiyas Sakta
 Mencari kemiringan
 V = Ks x R
2/3
x √
I = .

/

= .

()

/

= 1,893 x 10
-4
atau 0,0001893

 Δh = I x L
= (0,0001893) x (300)
= 0,0568 m ≈ 0,057 m

 Elevasi Awal Sp1 = Elv. Intake – Δh bangunan utama
= 97,22 – 0,2
= 97,02 m

 Elevasi Akhir Sp1 = Elv. awal Sp1 – Δh
= 97,02 – 0,057
= 96,963 m

1.169
9.985
1.169
1.00
0.30
1
1.5
0.30
0.50 3.507 0.50
0.30
3.00 1.00
+ 99.189
+ 99.189
+ 97.02
+ 98.189
0.60

Gambar penampang awal Saluran primer 1

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

25
Kandiyas Sakta
1.169
9.985
1.169
1.00
0.30
1
1.5
0.30
0.50 3.507 0.50
0.30
3.00 1.00
+ 99.132
+ 99.132
+ 96.963
+ 98.132

Gambar penampang akhir saluran Primer 1

b) Saluran Primer 2
Diketahui : Q = 3,0 m
3
/det
Ks = 55 → (pasangan batu kali)
L = 400 meter

 Dari table De Vos , didapatkan:
- V = 0,60 m/det
-

= 2,5 → b = 2,5 h
- m = 1,5
- ω = 1

 Untuk saluran bentuk trapesium
 A = (b + m h) h
= (2,5 h + 1,5 h) h
= 2,5 h
2
+ 1,5 h
2

= 6 h
2
meter
 P = b + 2 h √

= 2,5 h + 2 h √

= 2,5 h + 3,61 h
= 6,11 h meter

 Perumusan Debit
Q = A x V

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

26
Kandiyas Sakta
3,0 = (6 h
2
) x (0,60)
3,0 = 3,6 h
2

h = 0,913 m

 Maka dapat diperoleh nilai – nilai :
 b = 2,5 h = 2,5 (0,913)
= 2,283 m
 P = 6,11 h = 6,11 (0,913)
= 5,578 m
2

 A = 6 h
2
= 6 (0,913
2
)
= 5,001 m
2

 R =

=

= 0,897 m
 Mencari kemiringan
 V = Ks x R
2/3
x √
I = .

/

= .

()

/

= 1,370 x 10
-4
atau 0,000137

 Δh = I x L
= (0,000137) x (400)
= 0,0548 m

 Elevasi Awal Sp2 = Elv. Awal Sp1 – Δh BB1
= 96,963 – 0,15
= 96,813 m
 Elevasi Akhir Sp2 = Elv. Akhir Sp2 – Δh gorong-gorong - Δh
= 96,813 – 0,1 – 0,0548
= 96,66 m

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

27
Kandiyas Sakta
0.913
1.00
0.30
1
1.5
7.996 3.00 1.00
0.30
0.50 2.283 0.50
0.913
1.00
0.60
+ 98.726
+ 97.726
+ 96.813
+ 98.726

Gambar penampang awal Saluran primer 2

0.913
1.00
0.30
1
1.5
7.996 3.00 1.00
0.30
0.50 2.283 0.50
0.913
1.00
0.60
+ 98.573
+ 97.573
+ 96.66
+ 98.573

Gambar penampang akhir Saluran primer 2

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

28
Kandiyas Sakta
F. Perencanaan Gorong-gorong di Saluran Primer 2
Diketahui :
- Q gorong-gorong = 3 m
3
/det
- h sp2 = h gorong-gorong = 0,913 m
- V sp2 = V gorong-gorong = 0,60 m/det
- Ks = 70 (gorong-gorong dari beton)
Direncanakan :
- V rencana = 1,5 m/det
- Direncanakan L gorong-gorong = 10 meter
Penyelesaian :
 Persamaan Debit :
 Menentukan Luasan gorong – gorong (A)
A =

A =

A = 2 m
2

 Menentukan lebar gorong – gorong
A = b x h
b =

b = 2,19 m
 Menentukan Keliling basah gorong – gorong
P = b + 2.h
P = 2,19 + (2 x 0,913)
P = 4,016 m
 Menentukan jari – jari hidrolis gorong – gorong
R =

R =

R = 0,498 m

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

29
Kandiyas Sakta
 Menentukan kemiringan Gorong – gorong
Apabila Ks = 70 (terbuat dari beton)
V = Ks x R⅔ x √
I = (

I = (

()

I = 0,00116

 Cek Bilangan Froude (Fr) :
Fr = √

= √

= 0,409 < 1 aliran sub kritis (ok)

 Kehilangan energi akibat gesekan (ΔH
f
)
ΔH
f
= I x L
= 0.00116 x 10
= 0,0116 m

 Menentukan Kehilangan Energi saat masuk gorong – gorong (ΔH
m
)
ΔH
m
= α
1
[
(

)

]
= 0,2 [
( – )

()
]
= 0,00826 m

 Menentukan Kehilangan Energi saat keluar gorong – gorong (ΔH
k
)
ΔH
k
= α
3
[
(

)

]
= 0,4 [
( – )

()
]
= 0,0165 m

 Total Kehilangan Energi
Z = ΔH
f
+ ΔH
m
+ ΔH
k

= 0,0116 m + 0,00826 m + 0,0165 m
= 0,0364 m < 0,05 (asumsi awal)

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

30
Kandiyas Sakta
 Menentukan Elevasi awal gorong – gorong
elev awal = (elev awal SP2) – (I sp
2
x L
Sp2-Sp1
)
= 96,813 – (0,000137 x 100)
= 96,813  0,0137
= 96,799 m

 Menentukan Elevasi akhir gorong – gorong
elev akhir = (elev awal gorong – gorong) – (Z)
= 96,799 – 0,0364
= 96,763 m

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

31
Kandiyas Sakta

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

32
Kandiyas Sakta

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

33
Kandiyas Sakta

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

34
Kandiyas Sakta

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

35
Kandiyas Sakta

Perencanaan Irigasi & Bangunan Air

36
Kandiyas Sakta

scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->