Anda di halaman 1dari 2

Peran Dokter Keluarga Dalam Sistem JPKM dr. Sunarto, M.

Kes

Peran Dokter Keluarga Dalam JPKM: 1. Sebagai penanggungjawab pelayanan kesehatan tingkat I (health provider). 2. Sebagi pengatur/ koordinator pelayanan rujukan (gate keeper). 3. Sebagai penasehat setiap masalah kesehatan ( health consular). 4. Sebagai pengatur pemakaian sumber kesehatan ( resources allocator).

Pengendalian Rujukan

Dalam rangka mencapai efisiensi dan efektifitas system rujukan harus berjalan sesuai proses yang baik. Kunci pengendalian rujukan akan berjalan sempurna jika pelayanan kesehatan yang paripurna dilakukan melalui langkah langkah : 1. Pembinaan ( promotif ) 2. Pencegahan ( prevenstif) 3. Deteksi dini dan tindakan segera 4. Pencegahan cacat lebih lanjut 5. Pemulihan dan konsultasi secara rujukan.

Hasil penelitian di Amerika tahun ( Newhouse cit Gufron, 2001) berkesimpulan bahwa dengan system pengendalian rujukan yang dilakukan oleh lembaga asuransi kesehatan ( HMO (Health Maintence Organitation ), menekan peserta/ pasien 40% lebih rendah masuk dan dirawat di rumah sakit dibanding yang memanfaatkan sistem fee for service.

Dokter Keluarga sebagai Penyelenggara Pelayanan Kesehatan Tingkat I.

Bahwa peran pemberi pelayanan tingkat primer adalah sangat strategis. Sementara itu berbagai masalah pada pelayanan kesehatan tingkat primer juga harus dapat diatasi. Sistem pelayanan kesehatan tingkat primer di sekitar kita menunjukkan hal-hal sebagai berikut :

pengguna

jasa

pelayanan tingkat

primer

lebih

banyak

kelompok

rentan,

- pergeseran epidemiologis penyakit lebih ke arah katastrofis dan kronis, upaya-upaya promotif dan preventif belum berjalan baik,

- rendahnya kualitas, inefisiensi dan inefektifitas pelayanan kesehatan tingkat primer, - fragmentasi sistem pelayanan kesehatan. - tidak berjalannya sistem rujukan dengan baik

Sementara itu, tuntutan masyarakat akan pelayanan tingkat primer yang berkualitas, serta tantangan menyongsong globalisasi dimana pelayanan kesehatan harus memenuhi standar internasional (can be audited, accountable, reliable) mendorong pada kesadaran perlunya peningkatan pelayanan kesehatan tingkat primer yang bermutu akan tetapi efektif dan efisien.

Dokter keluarga juga bertugas di lini terdepan sebagai pelaksana pelayanan primer yang handal, berpikir dan berancangan holistik, bertindak sebagai koordinator dan kolaborator untuk kepentingan pasien, sebagai katalis masyarakat, memungkinkan audit,

meningkatkan akuntabilitas pelayanan dan antisipasif terhadap globalisasi. Kebijakan pemerintah tentang akselerasi pengembangan dokter keluarga seharusnya merupakan bagian dari penataan pelayanan kesehatan yang memberi penguatan pada pemberi pelayanan kesehatan tingkat primer

Pengalaman bertahun-tahun dalam pengembangan dokter keluarga (sejak Muktamar ke17 IDI-1980) telah mengantarkan pada suatu kesimpulan bahwa pengembangan dokter keluarga haruslah dilakukan sejalan dan bersama-sama dengan penataan sistem pembiayaan. Hal ini dilakukan agar prinsip-prinsip sustainabilitas pembiayaan pelayanan dokter keluarga dapat dicapai di samping tercapainya pula efektifitas dan efisiensi pelayanan kesehatan tingkat primer lebih bermutu.