Reaktor Heterogen

Dr.Ir. Mahfud,DEA Jurusan Teknik Kimia
Teknik Kimia ITS 1

Reaktor Heterogen (Reaktor Multiphasa. Reaktor Polyphasa) Fluide – Solid Reactor Reaktor Gas – Padat (G/S) Reaktor Cair – Padat (L/S) Fluide – Solid Catalytic Reactor Reaktor Gas – Padat katalitik Reaktor Cair – Padat katalitik Fluide – Fluide Reactor Reaktor Gas – Cair (G/L) Reaktor Cair – Cair (L/L) Fluide – Fluide – Solide Reactor Reaktor Gas – Cair – Padat (G/L/S) Teknik Kimia ITS 2 .

Persamaan laju reaksi terdiri dari kinetika kimia dan perpindahan massa. Teknik Kimia ITS 3 . maka gerakan reaktan dari suatu fasa ke fasa yang lain harus diperhitungkan.Kinetika reaksi heterogen : Karena lebih dari satu fasa. Perpindahan massa ini berbeda macam dan jumlahnya pada setiap sistim heterogen yang berbeda.

Contoh-1 : Pembakaran partikel karbon di udara C Skema fisik O2 + O2 Model CO2 Profil konsentrasi O2 Air CAg Solid C CO 2 CO 2 Burning Carbon Particle CAs Badan fasa gas film gas Gas film 2 tahap kinetika : 1 reaksi + 1 mass transfer Teknik Kimia ITS 4 .

Contoh-2 : Fermentasi aerobic Microbial cell Organic + Skema fisik G O2 ⎯→ C2H5OH atau CO2 Profil konsentrasi CAg L L CAi G CAL Model badan fasa gas Film gas badan fasa liquid film liquid CAs Cell Microbial 5 .7 tahap kinetika : 1 reaksi + 4 .6 mass transfer Teknik Kimia ITS 5 .

Laju Reaksi dalam sistim Heterogen Reaksi heterogen terjadi pada interface diantara 2 fase. misalnya : Teknik Kimia ITS 6 .

Oleh karena itu laju dinyatakan dalam mol persatuan waktu. Misalnya. persatuan luas permukaan reaksi. jika luas permukaan luar karbon adalah S. maka laju reaksi adalah jumlah mol yang berekasi pada interval yang singkat dibagi interval waktu dan S Teknik Kimia ITS 7 . maka untuk sistim Batch : − rCO2 dCCO2 1 dN CO2 =− ≠− S dt dt Apabila reaktor kontinyu.Laju Reaksi dalam sistim Heterogen Karena reaksi terjadi hanya pada interface (dan tidak diseluruh volume reaktor seperti reaksi homogen). maka tidak mempunyai arti jika kecepatan dinyatakan dalam satuan volume.

waktu ⎦ '' A (-rA)V = (-r’A)W =(-r”A)S Jika tahapan seri : roverall = r1 = r2 = r3 Jika tahapan paralelroverall = r1 + r2 Teknik Kimia ITS 8 .Persamaan laju reaksi Untuk mendapatkan persaman laju reaksi global. misalnya persatuan luas.waktu ⎥ ⎦ 1 dN A ⎡ mol A yang bereaksi ⎤ =⎢ ⎥ W dt ⎣ massa solid . volume atau berat : − rA = − ' − rA = − 1 dN A ⎡ mol A yang bereaksi ⎤ =⎢ V dt ⎣ volume fluida. maka masingmasing tahap dinyatakan dalam satuan yang sama.waktu ⎦ 1 dN A ⎡ mol A yang bereaksi ⎤ −r = − =⎢ ⎥ S dt ⎣ luas permukaan.

A(l) + B(s) ⎯→ R(l) Teknik Kimia ITS 9 .Contoh-3 : Laju overall untuk reaksi orde-1 Suatu reaktan A dalam fasa cair berdiffusi melalui film liquid menuju permukaan padat reaktan B yang menghasilkan produk R yang berdiffusi kembali ke badan fasa cair. Buatlah persamaan kecepatan overall untuk sistim reaksi L/S.

Penyelesaian : fluks diffusi A ke permukaan : Reaksi orde-1 terhadap A : Teknik Kimia ITS 10 .

Contoh-3 : Laju overall untuk reaksi orde-2 Buatlah persamaan kecepatan overall untuk sistim reaksi L/S. seperti contoh diatas : A(l) + B(s) ⎯→ R(l) tetapi reaksi orde-2 : Penyelesaian : Teknik Kimia ITS 11 .

Pola Kontak Sistim Heterogen A B A A B Plug A/plug B Countercurrent Plug A/plug B Cocurrent Plug A/plug B Crosscurrent B Micro or macro Micro-micro or macro-micro B Reaction in either A or B phase A A Reaction in either A or B phase Plug A/mixed B (two cases) Mixed A/mixed B (two cases) Teknik Kimia ITS 12 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful