Anda di halaman 1dari 5

STRUKTUR KEKUATAN KELUARGA Kekuatan Kemampuan (potensial atau aktual) dari individu untuk mengendalikan atau mempengaruhi untuk

merubah perilaku orang lain ke arah positif.

Kekuasaan Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002).

Menurut MC Donald (1980) dikutip oleh Friedman (1988), kekuasaan didefinisikan dengan kemampuan, baik kemampuan potensial maupun aktual dari seorang individu untuk mengontrol mempengaruhi dan merubah tingkah laku seseorang.

Komponen Kekuasaan Keluarga Pengaruh : tingkat penggunaan tekanan formal maupun informal oleh seorang anggota keluarga terhadap orang lain dan berhasil dalam memaksakan pandangan orang tersebut Pengambilan keputusan : proses pencapaian persetujuan dan komitmen anggota keluarga untuk melakukan serangkaian tindakan/ status quo dengan kata lain sebagai alat untuk menyelesaikan segala sesuatu. Mengukur Kekuasaan Keluarga Terjadi kesepakatan antara suami isteri ? Lebih berpengaruh dalam kehidupan keluarga adalah isteri ? Lebih berpengaruh dalam kehidupan keluarga adalah suami ?

Bidang Pengkajian Umum Cromwell dan Olson (1975) Kekuasaan keluarga dibagi dalam tiga bidang, diantaranya :

Dasar Kekuasaan Hasil Pembuatan Keputusan atau Kekuasaan Proses Kekuasaan

Dasar Kekuasaan 1. Kekuasaan / wewenang yang sah

Kekuasaan yang sah kadang disebut juga wewenang primer dimana satu orang mempunyai hak untuk mengontrol tingkah laku dari satu anggota keluarga lain, contohnya adalah kontrol dominasi orang tua terhadap anak-anak. Hal ini merupakan wewenag yang berdasar atas tradisi disini suami sebagai kepala keluarga mengontrol seluruh anggota keluarga. Jika kekuasaan sah ada, maka baik suami maupun istri sama-sama menerima peran dominant, artimya sama-sanma menunjukkan penerimaan terhadap peran (Friedman, 1988)

2. Kekuasaan yang berdaya atau putus asa Tipe kekuasaan ini merupakan suatu bentuk penting dari kekuasaan sah yang didasarkan pada pihak yang diterima secara umum dari mereka yang tidak berdaya (Week dan Gacson, 1982 dikutip oleh Friedman, 1988) mereka juga menerangkan bahwa korban memperoleh banyak kekuasaan palsu dalam keluarga. Kekuasaan yang tidak berdaya mungkin sangat efektif dalam keluarga dimana salah satu anggotanya kronis, cacat, lansia. Seorang suami / istri / anggota keluarga yang cacat dapat mengontrol anggota keluarga atas dasar ketidakberdayaan (Friedman, 1988).

3. Kekuasaan referen Kekuasaan referen mempunyai arti senacam kekuasaan yang dimulai oleh orang-orang tertentu terhadap orang lain karena identitas positif terhadap seperti identifikasi positif dari seorang anak terhadap orang tua, serta biasanya orang tua merupakan orang yang menjadi model peran (Friedman, 1988) 4. Kekuasaan ahli dan sumber Kekuasaan sumber adalah tipe dasar kekuasaan yang datangnya dari sumber-sumber berharga dalam jumlah yang lebih banyak dalam suatu hubungan. Jika kekuasaan didefinisikan sebagai kemampuan untuk menekan atau mempengaruhi sumber sumber atau atribut atribut tertentu, suasana, pemilikan dipandang sebagai determinan utama kemampuan ini (Osmond, 1978) dikutip oleh Friedman, 1988. Misalnya suami dominan karena ia mengontrol uang belanja / istri dominan karena istri lebih praktis dan lebih terarah pada tujuan suami.

5. Kekuasaan penghargaan Kekuasaan penghargaan berasal dari adanya harapan bahwa orang yang berpengaruh dan dominan akan melakukan sesuatu yang positif terhadap ketaatan seseorang (Friedman, 1988).

6. Kekuasaan dominasi atau paksaan Penggunaan yang efektif dari sumber-sumber ker\kuasaan ini berdasarkan persepsi dan kepercayaan bahwa orang yang memiliki kekuasaan mungkin akan menghukum dengan ancaman, paksaan atau kekerasan yang bersifat memaksa digunakan dengan pengambilan keputusan paksa pula (Friedman, 1988).

7. Kekuasaan informasional Dasar kekuasaan ini berasal dari pesan persuasif. Seorang anak individu diyakinkan oleh kebenaran dari pesan karena penjelasannya tentang pentingnya perubahan yang dilakukan secara gemilang dan hati-

hati (Roven, et, al, 1975 dikutip oleh Friedman, 1988). Tipe kekuasaan ini sama dengan kekuasaan ahli tapi ruang lingkupnya sempit.

8. Kekuasaan manajemen ketegangan Tipe dasar kekuasaan ini diturunkan dari control dimana dicapai oleh pasangan dengan mengoreksi ketegangan dan konflik yang ada dalam keluarga dengan menggunakan perdebatan penuh air mata, mencabit dan ketidak pastian dalam memasukkan, contoh kekuasaan manajemen ketegangan (Friedman, 1988).

Hasil Kekuasaan Kekuasaan ditentukan oleh hasil, hasil menentukan kekuasaan. Siapa yang membuat keputusan akhir atau yang memiliki kendali utama sesuai dengan kata siapa yang menang atau yang menyatakan terakhir (Cromwell dan Olson (1975), Szinovacz 1987).

Proses Pengambilan Keputusan Hasil dari kekuatan tersebut yang akan mendasari suatu proses dalam pengambilan keputusan dalam keluarga seperti : Konsensus Tindakan tertentu secara bersama disetujui oleh semua yang terlibat. Terdapat tanggung jawab seimbang pada keputusan serta kepuasan, oleh anggota keluarga atau rekanan.

Akomodasi

Suatu perjanjian untuk setuju menggunakan keputusan umum dalam menghadapi perbedaan yang tidak dapat disatukan. Akomodasi : tawar menawar (bargaining), kompromi, paksaan.

De-facto

Hasil perdebatan dimana tidak terdapat resolusi bila isu tidak dibawa dan didiskusikan. Keputusan ini, kemudian dibuat dengan tak ada aktivitas daripada dengan perencanaan.

Variabel yang Mempengaruhi Struktur Kekuasaan Keluarga 1. Hirarki kekuasaan keluarga 2. 3. 4. Tipe bentuk keluarga (orang tua tunggal, keluarga campuran, keluarga inti dua orang tua tradisional) Pembentukan koalisi Jaringan komunikasi keluarga

5. 6. 7.

Kelas social Tahap perkembangan keluarga Latar belakang budaya dan religius

Klasifikasi Kekuasaan dalam Subsistem Perkawinan (Herbert 1945) Pola kekuasaan otokrasi/ otoriter Apabila keluarga didominasi oleh satu orang anggota keluarga saja Pola kekuasaan sinkratis Apabila keputusan termasuk perkawinan dan keluarga, dilakukan oleh kedua pasangan menikah.

Pola kekuasaan otonom

Apabila kedua pasangan berfungsi secara mandiri satu sama lain, baik dalam pengambilan keputusan maupun aktivitas mereka.

Tipe Keluarga Khusus Keluarga merupakan salah satu bagian dari bidang garap dunia keperawatan, oleh karena itu agar perawat bisa memberikan asuhan keperawatan dengan tepat, perawat harus memahami tipe keluarga yang ada. Beberapa diantaranya : Patriakal, yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak Ayah. Dan Keluarga Tradisional. Keluarga Modern, Egalitarian (semua orang sederajat/ mengakui adanya persamaan), Demokratis.

Kecendrungan Kontemporer dalam Kekuatan Keluarga

Telah terjadi perubahan yang berlangsung secara perlahan-lahan dari keluarga tradisional, patriakal menuju struktur keluarga demokratis, egalitarian. Temuan peneliti mengatakan bahwa keterlibatan wanita dalam bidang ketenagakerjaan dan prestasi dalam pendidikan tinggi telah memberikan kekuasaan dalam keluarga.

Struktur kekuatan Kekuatan merupakan kemampuan (potensial atau aktual) dari individu untuk mengendalikan atau mempengaruhi untuk merubah perilaku orang lain kearah positif. Tipe struktur kekuatan 1. Legitimate power/authority Hak untuk mengatur seperti orang tua kepada anak. 2. Referent power Seseorang yang ditiru 3. Reword Power Pendapat ahli 4. Coercive power

Dipaksakan sesuai keinginan 5. Informational power Pengaruh melalui persuasif 6. Affectif power Pengaruh melalui manipulasi cinta kasih. Nilai-nilai dalam keluarga Nilai merupakan suatu sistem, sikap dan kepercayaan yang secara sadar atau tidak, mempersatukan anggota keluarga dalam satu budaya. Nilai keluarga juga merupakan suatu pedoman perilaku dan pedoman bagi perkembangan norma dan peraturan. Norma adalah pola perilaku yang baik, menurut masyarakat berdasarkan sistem nilai dalam keluarga. Budaya adalah kumpulan dari pola perilaku yang dapat dipelajari, dubagi dan ditularkan dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah.