Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Menurut Prof.Drs. R. Bintarto kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik. Didalam suatu wilayah, terdapat dua komponen yang saling berkaitan yaitu komponen fisik dan non fisik. Komponen fisik suatu wilayah meliputi segala fasilitas penunjang yang ada di wilayah. Fasilitas itu sendiri dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu fasilitas umum yang meliputi prasarana dasar seperti jalan, listrik, jaringan telepon, air, sanitasi sedangkan fasilitas sosial meliputi pendidikan, kesehatan, peribadatan, perumahan. Komponen non fisik suatu wilayah yaitu penduduk itu sendiri. Adanya interaksi antara kedua komponen itulah yang membuat timbulnya suatu aktivitas dalam suatu wilayah. Semakin lama aktivitas dalam suatu wilayah semakin berkembang terkait adanya pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, secara otomotis pemenuhan fasilitasnya akan ikut meningkat pula. Untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat suatu wilayah dapat dilihat dari segi kesehatan masyarakatnya. Suatu wilayah yang baik harus mampu menyediakan sarana penunjang kesehatan bagi masyarakatnya, karena setiap masyarakat berhak untuk memperoleh hak dasar yaitu hak memperoleh pelayanan kesehatan yang diatur dalam UUD 1945 pasal 34 ayat 3 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992. UndangUndang No. 32 Tahun 2004 telah menetapkan bidang kesehatan merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh suatu Kabupaten/ kota. Salah satu fasilitas kesehatan yang perlu mendapat perhatian adalah rumah sakit bersalin. Rumah sakit bersalin merupakan fasilitas penunjang kesehatan bagi masyarakat khususnya untuk ibu dan anak. Alokasi rumah sakit bersalin didalam suatu kabupaten/ kota perlu memperhatikan beberapa aspek, salah satunya adalah standar jumlah fasilitas rumah bersalin yang disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada didalamnya. Diharapkan jumlah fasilitas rumah bersalin mampu memenuhi kebutuhan penduduk karena untuk menjawab peraturan Undang-Undang bahwa setiap penduduk berhak untuk memperoleh hak dasar akan pelayanan kesehatan. Khususnya hak dasar kesehatan untuk ibu dan anak yang tersedia dalam rumah sakit bersalin.

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

DI KABUPATEN PATI

1.2 Rumusan Masalah Kabupaten Pati merupakan wilayah yang terletak di pantai utara pulau jawa dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional dan regional, sehingga pembangunan yang ada di Kabupaten Pati merupakan penerapan dan pelengkap dari pelaksanaan pembangunan nasional. Tersedianya sarana dan prasarana kesehatan seperti rumah sakit bersalin merupakan salah satu faktor penentu tolak ukur kesejahteraan masyarakat suatu wilayah khususnya di Kabupaten Pati. Permasalahan yang dihadapi adalah Kabupaten Pati merupakan salah satu kabupaten yang cukup luas namun untuk persebaran rumah sakit bersalin yang ada saat ini belum tersebar merata dan mampu menjangkau kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Pati. Adanya kendala tersebut maka diperlukan analisis sebaran rumah sakit bersalin untuk menentukan seberapa jauh jangkauan pelayanan rumah sakit bersalin dan mengalokasikan rumah sakit bersalin yang baru untuk memenuhi daerah yang belum terlayani. 1.3 Tujuan dan Sasaran 1.3.1 Tujuan Berdasarkan latar belakang dan permasalahan diatas, maka tujuan utama dalam penulisan laporan ini adalah mampu menganalisis sebaran rumah sakit bersalin dan mengalokasikan rumah sakit bersalin yang baru untuk memenuhi kebutuhan daerah yang belum terlayani. 1.3.2 Sasaran Untuk mencapai tujuan diatas, maka sasaran yang hendak dicapai adalah: 1. Mengidentifikasi jumlah penduduk di Kabupaten Pati . 2. Mengidentifikasi kepadatan penduduk di Kabupaten Pati. 3. Mengidentifikasi jumlah rumah sakit bersalin di Kabupaten Pati. 4. Mengidentifikasi sebaran rumah sakit bersalin di Kabupaten Pati. 5. Mengidentifikasi alokasi lokasi rumah sakit bersalin yang baru untuk pemenuhan daerah yang belum terlayani.

1.4 Ruang Lingkup 1.4.1 Ruang Lingkup Substansial

Dengan maksud memperjelas dan memfokuskan permasalahan, maka dilakukan pembatasan ruang lingkup substansial sebagai berikut:
ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

DI KABUPATEN PATI

1. Membahas fisik wilayah Kabupaten Pati yang meliputi jaringan jalan, tata guna lahan, jenis tanah, kondisi kemiringan wilayah, dan klimatologi. 2. Membahas persebaran penduduk/ kepadatan penduduk di Kabupaten Pati 3. Membahas karakteristik persebaran rumah sakit bersalin di Kabupaten Pati 4. Menganalisis alokasi lokasi fasilitas rumah sakit bersalin yang baru untuk pemenuhan daerah yang belum terlayani dengan menggunakan metode analisis SIG melalui analisa buffer dan overlay.

1.4.2

Ruang Lingkup Spatial Obyek wilayah yang diambil adalah Kabupaten Pati yang merupakan bagian dari

provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Pati merupakan wilayah yang strategis karena dilalui oleh jalur pantura (pantai utara) yang merupakan jalur utama bagi pembagunan nasional maupun regional. Secara geografis Kabupaten Pati terletak diantara 1100, 50 - 1110, 15 bujur timur dan 60, 25 - 70,00 lintang selatan. Secara administratif Kabupaten Pati dibagi kedalam 21 kecamatan yaitu Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Winong, Puncakwangi, Jaken, Batangan, Juwana, Jakenan, Pati, Gabus, Margorejo, Gembong, Tlogowungu, Wedarijaksa, Trangkil, Margoyoso, Gunungwungkal, Cluwak, Tayu, dan Dukuhseti. Kecamatan-kecamatan tersebut tersebar pada lahan seluas 150.368 hektar. Kabupaten Pati sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Jepara dan Laut Jawa, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora, sedangkan sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Rembang dan Laut Jawa. Untuk gambaran yang lebih jelas dapat dilihat dalam peta administrasi Kabupaten Pati sebagai berikut :

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

DI KABUPATEN PATI

1.5 Metode Penulisan 1.5.1 Metode Pengumpulan Data Metodologi berisi tahapan atau langkah-langkah yang digunakan dalam pelaksanaan kerja dimulai dari tahap persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, tahapan analisis sampai dengan penyusunan laporan itu sendiri. Metode ini digunakan dengan maksud agar program kerja tersusun secara sistematis dan mempermudah didalam pelaksanaanya nanti. 1. Tahap persiapan Tahapan persiapan yang dilakukan secara garis besar adalah mencari literatur yang terkait dengan penyusunan laporan ini kemudian mengidentifikasi permasalahan, dan menentukan tujuan dalam pembuatan laporan ini. 2. Tahapan pengumpulan data Data yang digunakan dalam penyususnan laporan ini diambil dari data sekunder. Data-data sekunder tersebut diambil dari buku literatur, data dari internet, Badan Pusat Statistik, dan Badan Perencanaan Daerah.

1.5.2

Kerangka Analisa Analisa data menunjukkan pada kegiatan mengorganisasikan beragam data ke

dalam suatu susunan tertentu untuk mempermudah didalam pengolahan data-data tersebut sehingga data-data tersebut dapat diintepretasikan sehingga tersajilah suatu informasi. Biasanya untuk membuat informasi menjadi lebih menarik khususnya yang berkaitan dengan spatial maka data-data yang diolah dapat disajikan menggunakan peta agar lebih informatif. Untuk mempermudah pembuatan informasi yang menarik tersebut maka disusunlah kerangka analisis untuk mempermudah mensinkronkan antara data dan peta untuk menjawab masing-masing masalah yang ada dalam laporan ini. Oleh karena itu disusunlah kerangka analisis dalam laporan ini yaitu sebaran alokasi lokasi fasilitas rumah sakit bersalin, bila dilihat dari aspek metodologi dapat dilihat pada peta sebagai berikut:

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

DI KABUPATEN PATI

INPUT

PROSES

OUTPUT

Kondisi Geografis di Kabupaten Pati (jenis tanah, klimaologi, kelerengan)

Overlay Kondisi Geografis di Kabupaten Pati

Peta Kelayakan Lahan di Kabupaten Pati

Sebaran penduduk di Kabupaten Pati

Analisis Sebaran Penduduk di Kabupaten Pati

Peta Kepadatan Penduduk di Kabupaten Pati

Sebaran Lokasi Rumah Sakit Bersalin di Kabupaten Pati

Buffer Sebaran Lokasi Rumah Sakit Bersalin di Kabupaten Pati

Peta Jangkauan Lokasi Rumah Sakit Bersalin di Kabupaten Pati

1. Peta Skor Kepadatan Penduduk 2. Peta Skor Jangkauan Lokasi Rumah Sakit Bersalin Analisis Overlay Peta

Analisis Alokasi Lokasi Fasilitas Rumah Sakit Bersalin di Kabupaten Pati

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

DI KABUPATEN PATI

1.5.3

Kebutuhan Data Dilihat dari sumbernya, maka data yang dibutuhkan dalam penyususnan laporan

ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari hasil penelusuran kepustakaan dan data yang terdapat di instansi pemerintahan (Diktat kuliah Teknik Survey Perencanaan, 2011). Data sekunder dalam laporan ini diperoleh dari penelusuran internet, Badan Pusat Satatistik Kabupaten Pati, dan Bappeda Kabupaten Pati. Data-data tersebut antara lain DDA (Data Dalam Angka) Kabupaten Pati tahun 2011, peta tentang Kabupaten Pati. Kebutuhan data untuk pengolahan laporan tersebut dapat dijelaskan pada tabel sebagai berikut: TABEL KEBUTUHAN DATA No. 1. Analisis Kondisi geografis Kabupaten Pati Variabel Batas administrasi jenis tanah, kelerengan, klimatologi Tujuan Untuk menentukan kelayakan lahan di Kabupaten Pati Sasaran Mengidentifikasi lahan yang layak untuk Jenis Data Sekunder: Bappeda Kabupaten Tahun Data 2010

mengalokasikan Pati, lokasi rumah sakit bersalin yang baru Kabupaten Pati Dalam Angka

2.

Sebaran penduduk di Kabupaten Pati

Jumlah penduduk, luas wilayah, kepadatan penduduk

Untuk mengetahui persebaran penduduk dan kepadatan wilayah

Mengidentifikasi jumlah penduduk dan luas wilayah untuk mencari kepadatan penduduk Mengidentifikasi kondisi existing dan perhitungan standar fasilitas

Sekunder: BPS, Kabupaten Pati Dalam Angka

2010

3.

Analisis

Jumlah RS

Menentukan penambahan alokasi lokasi RS Bersalin di Kabupaten Pati

Sekunder: BPS dan SK Menteri Pekerjaan Umum

2010 dan 1986

alokasi lokasi Bersalin rumah sakit bersalin di Kabupaten Pati eksisting, standar pemenuhan fasilitas

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

DI KABUPATEN PATI

1.5.4 Teknik Analisis Analisis adalah analisa/ penyelidikan sesuatu peristiwa untuk mengetahui apa sebab-sebabnya, bagaimana duduk perkaranya dan sebagainya. Tujuan utama analisis adalah supaya data yang telah dikumpulkan dapat diolah menjadi suatu informasi yang bermanfaat dalam menjawab permasalahan penelitian (Istijanto, 2005). Permasalahan dalam tema penyusunan laporan ini adalah persebaran rumah sakit bersalin yang ada saat ini di Kabupaten Pati belum tersebar secara merata. Oleh karena itu laporan ini untuk menganalisis persebaran lokasi rumah sakit bersalin dan mengalokasikan rumah sakit bersalin yang baru untuk memenuhi daerah yang belum terlayani. GIS (Geographic Information System) adalah suatu teknologi baru yang pada saat ini menjadi alat bantu (tools) yang sangat esensial dalam menyimpan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan kembali kondisi-kondisi alam dengan bantuan data atribut dan data spasial (Prahasta, 2005:4). Dengan bantuan dari aplikasi GIS tersebut sangat membantu didalam pengolahan atau pemetaan suatu lokasi khususnya rumah sakit bersalin yang ada di Kabupaten Pati. 1.5.4.1 Analisa Deskriptif Dalam analisa ini akan digali tentang jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Pati kemudian dikaitkan dengan kondisi geografisnya. Kemudian melihat gambaran tentang sarana kesehatan yang ada di Kabupaten Pati, khususnya untuk kondisi sebaran Rumah Sakin Bersalinnya. 1.5.4.2 Analisa Buffer Analisis buffer digunakan menentukan radius jangkauan pelayanan suatu fasilitas. Untuk aplikasi analisa buffer pada laporan ini adalah untuk menentukan jangkauan pelayanan dari rumah sakit bersalin yang ada di Kabupaten Pati. Dari jarring-jaring buffer yang muncul nanti bisa diketahui daerah-daerah mana saja yang sudah terlayani oleh oleh rumah sakit bersalin tersebut maupun daerah yang belum terlayani. Selanjutnya bisa dilakukan analisis lebih lanjut untuk penambahan alokasi lokasi rumah sakit bersalin. 1.5.4.3 Analisa Overlay Analisa overlay (tumpang susun) merupakan analisa yang menggabungkan dua atau lebih data grafis untuk memperoleh data yang baru. Dalam aplikasinya pada laporan ini, analisis overlay digunakan untuk menganalisis kondisi geografis Kabupaten Pati untuk mendapatkan kelayakan lahan kemudian digabungkan dengan sebaran lokasi rumah sakit bersalin selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan alokasi lokasi rumah sakit bersalin yang baru.
ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

DI KABUPATEN PATI

1.6 Sistematika Pembahasan BAB I PENDAHULUAN Berisi Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan dan Sasaran, Ruang Lingkup, Metode Penulisan, dan Sistematika Pembahasan. BAB II KAJIAN LITERATUR Bab ini berisi landasan teori beserta literatur yang digunakan dalam menganalisis alokasi lokasi fasilitas dan juga standar-standar yang nantinya akan diketahui variabel-variabel dan digunakan sebagai proses analisis. BAB III GAMBARAN UMUM KABUPATEN PATI Menjelaskan gambaran umum yaitu berupa karakteristik fisik dan non fisik di Kabupaten Pati. Dari karakteristik tersebut nantinya akan digunakan untuk melakukan proses analisis. BAB IV ANALISIS ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN DI KABUPATEN PATI Bab ini menjelaskan kondisi existing rumah sakit bersalin baik dari segi jumlah dan persebaran, kemudian dilakukan analisis sesuai standar untuk penentuan alokasi rumah sakit bersalin yang baru untuk melayani daerah yang belum mendapat jangkauan pelayanan. BAB V KESIMPULAN Dari keseluruhan data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis sampai menghasilkan suatu kesimpulan dan rekomendasi (arahan) dalam

menentukan lokasi rumah sakit bersalin yang baru guna pemerataan jangkauan pelayanan rumah sakit bersalin di Kabupaten Pati

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

DI KABUPATEN PATI

BAB II KAJIAN LITERATUR

2.1

Kependudukan Penduduk merupakan salah satu komponen non fisik suatu wilayah. Sedikit

definisi tentang kependudukan/ demografi adalah studi ilmiah tentang ukuran (size), komposisi (composition), dan distribusi spatial (spatial distribution) dari penduduk, (Poston, D.L.Jr,2005). Jadi dalam bidang perencanaan suatu wilayah dan kota didalam menentukan perencanaan pasti melibatkan komponen penduduk sebagai dasar dalam menganalisis. Bagaimana seorang perencana nantinya membuat rencana dengan menyeimbangkan sebaran penduduk dengan sebaran spatial atau kondisi geografis wilayahnya. 2.2 Analisis Lokasi dan Pola Ruang Ruang mengandung pengertian sebagai wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan dan ruang udara sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan hidupnya (Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 Tentang Penataan Ruang). Sedangkan lokasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu lokasi absolut (posisi geografis) dan lokasi relatif (berkaitan dengan kondisi lingkungan sekitar/karakteristik wilayah), (Diktat Analisis Lokasi dan Pola Ruang, 2011). Seperti yang kita ketahui bahwa ruang itu jumlahnya terbatas atau tidak bisa bertambah dan jumlahnya juga relatif tetap. Sedangkan fenomena saat ini aktivitas manusia terus berkembang seiring perkembangan jumlah penduduk. Hal inilah yang membuat kebutuhan ruang saat ini sangatlah tinggi.

2.3

Analisis Alokasi Lokasi Fasilitas Dalam penentuan kegiatan suatu fasilitas dalam suatu wilayah pasti akan

menemukan beragam fenomena seperti persebaran lokasi fasilitas yang tidak merata. Ada wilayah yang mendapat pelayanan dan ada juga yang tidak mendapatkan jangkauan pelayanan. Hal inilah yang membuat timbulnya konflik-konflik tertentu. Oleh karena itu dalam penentuan suatu fasilitas hendaknya mengetahui standar-standar pelayanan. Bagaiamana suatu fasilitas memberikan jangkauan pelayanan baik jarak pelayanan maupun jumlah penduduk yang akan dilayani. Berikut adalah standar dalam pemenuhan fasilitas menurut Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/KPTS/1986:

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

DI KABUPATEN PATI

Standar Pemenuhan Fasilitas Macam Standar Fasilitas Penduduk TK 1000 SD 1600 SLTP 4800 SLTA 6000 RSU 120000 Puskesmas 30000 BKIA/ RS 120000 Bersalin Apotek 10000 Praktek 6000 Dokter Taman 250 Lingkungan Taman 2500 Kota Lapangan 30000 Olahraga GOR 120000 Skala Pelayanan (m) Kota Kecamatan Kelurahan 500 1000 5000 2500 10000 5000 10000 3000 10000 5000 10000 2500 1500 1500 250 -

No. 1

Jenis Fasilitas Pendidikan

Kesehatan

Taman

Sumber : SK Menteri Pekerjaan Umum No. 20/KPTS/1986

Perhitungan standar jumlah fasilitas dalam suatu wilayah: Jumlah Penduduk Jumlah Penduduk Standar Fasilitas

2.4

GIS (Geographic Information System) GIS (Geographic Information System) atau SIG (Sistem Informasi Geografis)

adalah suatu teknologi baru yang pada saat ini menjadi alat bantu (tools) yang sangat esensial dalam menyimpan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan kembali kondisi-kondisi alam dengan bantuan data atribut dan spasial (Prahasta, 2005:4). Secara lebih rinci menurut Rohmat bahwa kunci dalam definisi (GIS) adalah data yang memiliki referensi spasial atau ruang. Dari definisi-definisi tentang (GIS) tersebut dapat disimpulkan bahwa semua data yang memiliki referensi ruang dapat dimasukkan dan diolah dengan menggunakan (GIS) sehingga dapat disajikan lebih informatif kedalam peta. Pada perkembangan selanjutnya (GIS) berfungsi sebagai sistem pendukung

pengambilan keputusan yang didalamnya mengintegrasikan data keruangan untuk memecahkan masalah-masalah lingkungan (Cowen,1988). Berikut adalah contoh aplikasi GIS yang nantinya digunakan untuk menganalisa alokasi lokasi rumah sakit bersalin di kabupaten Pati.
ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

10

DI KABUPATEN PATI

2.4.1

Buffer Buffer merupakan salah satu aplikasi dalam GIS digunakan untuk menetukan

jangkauan (range) pelayanan suatu fasilitas. Sebagai contohnya untuk menentukan jangkauan pelayanan dari rumah sakit bersalin di Kabupaten Pati. Menurut standar menteri pekerjaan umum bahwa 1 unit fasilitas rumah sakit bersalin syrarat minimal jumlah penduduk sebanyak 120.000 penduduk dengan jangkauan pelayanan sejauh 10.000 meter pada skala kota. Dari data tersebut mengandung unsur ruang sehingga dapat diaplikasikan dalam GIS untuk membuat jarring-jaring buffer. Berikut skor dalam menentukan jangkauan pelayanan fasilitas rumah sakit bersalin menggunakan buffer:

Jangakauan Pelayanan Fasilitas Keterangan Daerah yang berada pada jangkauan pelayanan rumah sakit bersalin Daerah yang tidak berada pada jangkauan pelayanan rumah sakit bersalin
Sumber: Hasil analisis penulis, 2011

Skor 10 20

2.4.2

Overlay Overlay atau tumpang susun suatu data grafis adalah menggabungkan antara dua

atau lebih data grafis untuk dapat diperoleh data grafis baru yang memiliki satuan pemetaan (unit pemetaan) gabungan dari beberapa data grafis tersebut. Jadi dalam tumpang susun akan diperoleh satuan pemetaan baru ( Diktat Analisis Lokasi dan Pola Ruang, 2011). Dalam laporan ini akan dua kali proses overlay untuk menentukan alokasi lokasi rumah sakit bersalin di Kabupaten Pati. Peta-peta yang digunakan antara lain: 2.4.2.1 Overlay Kelayakan Lahan Untuk menentukan kelayakan lahan maka diperlukan 3 peta yang menjadi dasar dalam pengolahan untuk menghasilkan suatu nilai kelayakan lahan. Peta tersebut yaitu jenis tanah, kelerengan, dan klimatologi (curah hujan). Dari ketiga peta tersebut nantinya akan diberikan skoring untuk menghasilkan nilai kelayakan lahan. Metode scoring ini mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan No.837/KPTS/UM/1980 dan

No.638/KPTS/UM/1981. Berikut data akan disajikan dalam bentuk tabel beserta klasifikasi serta nilai scoring:

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

11

DI KABUPATEN PATI

Kelas Kelerengan
No. 1. 2. 3. 4. 5. Kelas I II III IV V Lereng (%) 08 8 15 15 25 25 45 > 45 Deskripsi Datar Landai Agak Curam Curam Sangat Curam Skor 20 40 60 80 100

Sumber : SK Menteri Kehutanan No.837/KPTS/UM/1980 dan No.638/KPTS/UM/VII/1

Intensitas Hujan Harian Rata-rata


No. 1. 2. 3. 4. 5. Kelas I II III IV V Interval (mm/hr) 0 13,6 13,6 20,7 20,7 27,7 27,7 34,8 > 34,8 Deskripsi Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Skor 10 20 30 40 50

Sumber : SK Menteri Kehutanan No.837/KPTS/UM/1980 dan No.638/KPTS/UM/VII/1981

Kelas Tanah Menurut Kepekaan Erosi


No. 1. 2. 3. Kelas I II III Jenis Tanah Aluvial, Tanah Gley, Planosol, Deskripsi Tidak Peka Skor 15 30 45

Hidromoef Kelabu, Laterit Tanah Latosol Brown Foret, Non Caltic, Brown Mediterania Andesol, Laterie, Grumosol, Podsol, Podsoltic Rebosol, Litosol, Organosol, renzine Sangat Peka Peka Kurang Peka Peka

4. 5.

IV V

60 75

Sumber : SK Menteri Kehutanan No.837/KPTS/UM/1980 dan No.638/KPTS/UM/VIII/1981

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

12

DI KABUPATEN PATI

Kriteria dan Tata Cara Penerapan Kawasan Lindung dan Budidaya


NO. Fungsi Kawasan 1 2 3 4 5 Kawasan lindung Penyangga Kawasan budidaya tanaman tahunan Kawasan budidaya tanaman semusim Kawasan permukiman >175 125-174 <125 <125 <125 Skor

Sumber : SK MenTan No.837/KPTS/Um/11/1980 dan No.688/KPTS/UM/8/1982

2.4.2.1.1

Overlay Alokasi Lokasi Data yang diperoleh dari hasil mengoverlay jenis tanah, kelerengan, dan curah

hujan yaitu kelayakan lahan. Kemudian dari hasil kelayakan lahan akan dilakukan overlay dengan data skoring dari jangkauan pelayanan fasilitas, dan kemudian di overlaykan lagi dengan peta kepadatan penduduk untuk menyesuaikan dengan persebaran penduduk. Berikut adalah tabel skoring untuk kepadatan penduduk di kabupaten Pati: Tabel Skoring Kepadatan Penduduk Di Kabupaten Pati No. 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat Kepadatan Per Km2 335 - 532 533 658 659 804 805 1140 1141 -2415 Skor 50 40 30 20 10

Sumber: Hasil analisis peneliti, 2011

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

13

DI KABUPATEN PATI

BAB III GAMBARAN UMUM KABUPATEN PATI 3.1 Kondisi Wilayah Kabupaten Pati Kabupaten Pati adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Tengah tepatnya sebelah utara bagian provinsi Jawa Tengah. Secara administrasi Kabupaten Pati dibagi kedalam 21 Kecamatan dan memiliki 401 desa dan 5 kelurahan. Kabupaten Pati merupakan wilayah yang strategis karena dilalui oleh jalur Pantura (pantai utara) yang merupakan akses utama pembangunan nasional maupun regional. Ada 3 kecamatan yang dilalui oleh jalur Pantura yaitu Kecamatan Margorejo, Kecamatan Pati, dan Kecamatan Juwana. Secara umum pusat kegiatan Kabupaten Pati berada di Kecamatan Pati yaitu kota Pati. Kabupaten Pati memiliki luas lahan 150.368 Ha, dilihat dari segi penggunaan lahan di Kabupaten Pati, sebagian besar lahan yang ada di Kabupaten Pati digunakan sebagai lahan sawah karena mayoritas pendapatan masyarakat di Kabupaten Pati adalah sebagai petani. Berikut adalah luas dan presentase wilayah Kabupaten Pati: No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan sukolilo kayen tambakromo winong pucakwangi jaken batangan juwana jakenan pati gabus margorejo gembong tlogowungu wedarijaksa trangkil margoyoso gunungwungkal cluwak tayu dukuhseti Jumlah Lahan Sawah (Ha) 7253 4937 2947 4221 5023 3595 2112 1536 3963 2558 4075 2755 823 1829 2178 1044 1265 1627 1344 2184 2063 59332 Lahan Bukan Sawah (Ha) 8621 4666 4300 5773 7260 3257 2954 4057 1341 1691 1476 3426 5907 7617 1907 3240 4732 4553 5587 2575 6096 91036 Jumlah 15874 9603 7247 9994 12283 6852 5066 5593 5304 4249 5551 6181 6730 9446 4085 4284 5997 6180 6931 4759 8159 150.368 Persentase (%) 10.56 6.39 4.82 6.65 8.17 4.56 3.37 3.72 3.53 2.83 3.69 4.11 4.48 6.28 2.72 2.85 3.99 4.11 4.61 3.16 5.43 100 14

Sumber: Kabupaten Pati Dalam Angka, 2010


ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

DI KABUPATEN PATI

Dilihat dari segi iklim atau curah hujan yang ada di Kabupaten Pati, rata-rata curah hujan yang ada di Kabupaten Pati pada tahun 2010 sebanyak 2734 mm dengan 132 hari hujan selama setahun. Dengan kata lain, rata-rata curah hujan di Kabupaten Pati sebanyak 20,7 mm perhari. Dari data tersebut bisa digolongkan bahwa Kabupaten Pati termasuk daerah yang tingkat curah hujannya sedang. Dari jenis tanah yang ada di Kabupaten Pati, bagian utara Kabupaten Pati terdiri dari tanah Red Yellow, Latosol, Aluvial, hidromer, dan Grumosol. Berikut rincian jenis tanah menurut kecamatan yang ada di Kabupaten Pati: No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan Batangan Sukolilo Gabus Jakenan Jaken Cluwak Gunungwungkal Gembong Juwana Margoyoso Dukuhseti Pati Margorejo Kayen Tambakromo Pucakwangi Winong Wedarijaksa Trangkil Tayu Tlogowungu Jenis Tanah alluvial alluvial alluvial alluvial alluvial latosol latosol latosol aluvial dan red yellow aluvial dan red yellow aluvial dan red yellow latosol, aluvial, red yellow, hidromer latosol, aluvial, red yellow, hidromer aluvial dan hidromer aluvial dan hidromer gromosol dan hidromer gromosol dan hidromer red yellow, latosol, regosol red yellow, latosol, regosol aluvial, red yellow, regosol latosol dan red yellow

Sumber: Kabupaten Pati Dalam Angka, 2010

Dilihat dari ketinggian wilayah di Kabupaten Pati memiliki ketinggian yang beragam, mulai dari yang rendah sampai paling tinggi. Ketinggian terendah mencapai 1 meter dan yang paling tinggi adalah 624 meter. Daerah terendah yaitu kemiringan lereng kurang dari 5 % adalah daerah yang paling dekat dengan daerah pesisir pantai seperti Kecamatan Gabus, Margorejo, Pati, Jakenan, Jaken, Batangan, Juwana, Wedarijaksa, Trangkil, Margoyoso, Tayu dan Dukuhseti. Sedangkan daerah yang memiliki kelerengan lebih dari 15 % adalah daerah yang dekat dengan gunung muria pada bagian barat dan
ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

15

DI KABUPATEN PATI

pegunungan kendeng pada bagian selatan Kabupaten Pati. Kecamatan tersebut yaitu Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Winong, Puncakwangi, Gembong, Tlogowungu,

Gunungwungkal, dan Cluwak. Daerah-daerah tersebut berada pada wilayah dengan kelerengan yang agak curam sampai sangat curam. 3.2 Kondisi Penduduk di Kabupaten Pati Jumlah penduduk di Kabupaten Pati pada tahun 2010 sebanyak 1.190.993 jiwa. Terdiri dari 578.127 jiwa penduduk laki-laki dan 612.866 jiwa penduduk perempuan. Ratarata pertumbuhan penduduk di Kabupaten Pati mencapai 0,37 % dari tahun sebelumnya. Berikut adalah tabel jumlah penduduk dan kepadatan penduduk di Kabupaten Pati: No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan Sukolilo Kayen Tambakromo Winong Pucakwangi jaken batangan juwana jakenan pati gabus margorejo gembong tlogowungu wedarijaksa trangkil margoyoso gunungwungkal cluwak tayu dukuhseti Jumlah Luas Area (km2) 158.74 96.03 72.47 99.94 122.83 68.52 50.66 55.93 53.04 42.49 55.51 61.81 67.3 94.46 40.85 42.84 59.97 61.8 69.31 47.59 81.59 1504 Jumlah Penduduk Total (jiwa) 84356 69842 47774 49208 41180 42063 40732 89866 40153 102873 51744 55580 42084 49023 57451 59160 70147 34936 42314 64339 56168 1190993 Kepadatan (jiwa/Km2) 531.4 727.3 659.2 492.4 335.3 613.9 804 1606.8 757 2421.1 932.2 899.2 625.3 519 1406.4 1381 1169.7 565.3 610.5 1351.9 688.4 791.9

Sumber : Kabupaten Pati Dalam Angka, 2010

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa persebaran penduduk hampir merata kecuali penduduk yang ada di kecamatan Pati terlihat paling tinggi diantara kecamatan yang lainnya sehingga kepadatannyapun paling tinggi ada di Kecamatan Pati.
ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

16

DI KABUPATEN PATI

3.3

Jumlah Sarana Rumah Sakit Bersalin di Kabupaten Pati Rumah Sakit Bersalin merupakan salah satu fasilitas yang sangat penting untuk

pelayanan kesehatan. Sarana rumah sakit bersalin ini diharapkan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya untuk ibu dan anak. Berikut adalah data jumlah rumah sakit bersalin yang ada di Kabupaten Pati: Rumah Sakit Bersalin di Kabupaten Pati No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Rumah Sakit Bersalin RB. Harapan Baru RB. Harapan Kita RB. Bhayangkara RB. Pertiwi RB. Al Ahmad RB. Sumber Waras RB. Asrina Alamat Jl. Tondonegoro no.5 Jl. Pati Rnting No.67 Jl. P. Diponegoro No.8 Jl. Hangtuah No. 163 Ds. Boloagung Ds. Sukolilo Ds. Wedarijaksa Pati Pati Pati Juwana Kayen Sukolilo Margorejo Kecamatan

Sumber: Kabupaten Pati Dalam Angka, 2010

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

17

DI KABUPATEN PATI

BAB IV ANALISIS ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN DI KABUPATEN PATI

4.1

Analisa Sebaran Penduduk Dapat dilihat bahwa persebaran penduduk di Kabupaten Pati tergolong tidak

merata. Persebaran penduduk yang paling banyak ada di Kecamtan Pati yaitu sebanyak 102.873 jiwa, Kecamatan Juwana sebanyak 89.866 jiwa, dan Kecamatan Sukolilo sebanyak 84.356 jiwa. Namun jika dilihat dari kepadatan penduduk per wilayah maka Kecamatan Pati yang memiliki kepadatan paling tinggi dimana jumlah populasinya tinggi namun luas wilayahnya tidak terlalu luas. Rata-rata wilayah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi berada pada wilayah yang dilalui akses jalan Pantura. Dengan adanya jalur pantura membuat perkembangan wilayah yang dilewatinya begitu tinggi pula karena merupakan peluang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi. Hal inilah yang memacu pertambahan penduduk di kecamatan yang berada pada jalur pantura begitu tinggi.

4.2

Analisa Sebaran dan Jangkauan Rumah Sakit Bersalin Didalam kegiatan pelayanan dalam suatu wilayah pasti akan ditemukan masalah

didalam prakteknya. Contohnya seperti tidak meratanya persebaran suatu fasiltas. Kadang-kadang dalam praktiknya di lapangan adanya ketidaksesuaian antara jumlah penduduk yang ada dengan jumlah fasilitas yang ada. Pada dasarnya setiap orang berhak untuk memperoleh pelayanan dari fasilitas yang ada, namun mungkin karena ada beberapa faktor yang menjadi penghalang. Oleh karena itu, bagi seorang perencana hendaknya paham betul bagaimana cara menyediakan sarana fasilitas agar disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk kasus yang dialami adalah persebaran rumah sakit bersalin di Kabupaten Pati. Kabupaten Pati memiliki 7 unit rumah sakit yang tersebar 3 diantaranya berada di Kecamatan Pati, 1 unit di Kecamatan Sukolilo, 1 unit di Kecamatan Kayen, 1 unit di Kecamatan Margorejo dan 1 unit di Kecamatan Juwana. Jika dilihat menurut persebaran maka belum sepenuhnya rumah sakit bersalin yang ada di Kabupaten Pati dapat menjangkau kecamatan-kecamatan yang ada. Apabila 1 unit rumah sakit bersalin jika sesuai standar mampu melayani sampai jaran 10.000 meter, kecamatan yang mendapat pelayanan rumah sakit bersalin sebagian besar pada Kabupaten Pati bagian tengah dan ke selatan. Kecamatan-kecamatan tersebut antara lain Gembong, Tlogowungu, Trangkil, Wedarijaksa, Pati, Juwana, Batangan, Jaken, Gabus,

Tambakromo, Sukolilo, dan Kayen. Sedangkan kecamatan-kecamatan yang ada pada


ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

18

DI KABUPATEN PATI

bagian Utara Kabupaten Pati belum mendapat jangkauan pelayanan. Kecamatankecamatan tersebut antara lain Gunungwungkal, Cluwak, Dukuhseti, Tayu, dan Margoyoso. Jika dilihat dari pola lokasi persebaran rumah sakit bersalin yang ada di Kabupaten Pati, maka persebarannya mengikuti pola jalan. Dari ketujuh fasilitas rumah sakit, lima diantaranya berada pada jalur Pantura. Hal ini dimaksudkan agar rumah sakit bersalin tersebut mudah dalam aksesbilitasnya. Faktor kemudahan dalam jarak tempuh membuat banyak lokasi rumah sakit bersalin berkembang di kawasan sekitar jalan Pantura. Untuk menentukan langkah selanjutnya dalam mengalokasikan persebaran rumah sakit bersalin, sebelumnya dilakukan perhitungan kelayakan fasilitas dengan rumus:

Jumlah Penduduk Total dalam Suatu Wilayah Jumlah Penduduk Standar Fasilitas

Jika diketahui jumlah penduduk di Kabupaten Pati sebanyak 1.190.993 jiwa sedangkan jumlah penduduk standar fasilitas rumah sakit bersalin sebanyak 120.000 jiwa, maka jumlah fasilitas yang layak berjumlah

1.190.993 120.000

didapatkan hasil 9,92 dibulatkan 9

Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa jumlah rumah sakit bersalin yang ada di Kabupaten Pati jika sesuai standar penduduk harus berjumlah 9 unit sedangkan jumlah existing rumah sakit bersalin yang ada di Kabupaten Pati berjumlah 7 unit. Berikut agar lebih jelas akan disajikan peta yang berisikan lokasi persebaran rumah sakit bersalin yang ada di Kabupaten Pati beserta jangkauan pelayananan masing-masing rumah sakit bersalin tersebut.

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

19

DI KABUPATEN PATI

4.3

Analisa Alokasi Lokasi Rumah Sakit Bersalin di Kabupaten Pati Setelah dilakukan perhitungan antara kondisi existing dan standar ditemukan

kondisi bahwa fasilitas rumah sakit bersalin yang ada saat ini jika disesuaikan dengan standar penduduk maka perlu dialokasikan sebanyak 2 unit rumah sakit. Namun disini nantinya hanya akan ditambah 1 unit rumah sakit bersalin dengan pertimbangan: 1. Melihat dari kondisi geografisnya, tidak semua wilayah di Kabupaten Pati berbentuk datar. Sebagian wilayahnya ada yang berupa dataran tinggi. Fokus penempatan lokasi rumah sakit bersalin yang baru adalah di Kabupaten Pati bagian utara untuk melayani kecamatan Cluwak, Gunungwungkal, Dukuhseti, Tayu dan Margoyoso yang belum mendapat jangkauan pelayanan fasilitas. Jika dilihat dari kondisi geografis yang memungkinkan/ tidak berada pada daerah dataran tinggi maka kecamatan yang memungkinkan adalah Dukuhseti, Tayu, dan Margoyoso. 2. Jika dilihat dari standar penduduk suatu fasilitas. Rumah sakit bersalin minimal mampu melayani sebanyak minimal 120.000 jiwa. Namun dilihat dari jumlah penduduk di bagian utara Kabupaten Pati yang ada di Kecamatan Cluwak, Gunungwungkal, Dukuhseti, Tayu dan Margoyoso tidak ada yang memenuhi standar. Oleh karena itu penempatan rumah sakit bersalin nantinya menggunakan standar jarak pelayanan yaitu sejauh 10.000 meter. 3. Jika dilihat dari persebaran penduduk, dari maka kecamatan yang memiliki persebaran penduduk cukup tinggi ada di Kecamatan Dukuhseti, Tayu dan Margoyoso. Oleh karena itu untuk alokasi rumah sakit bersalin yang baru akan ditempatkan pada salah satu dari ketiga kecamatan tersebut. 4. Jika dilihat dari kemudahan aksesbilitasnya, maka lokasi rumah sakit yang baru sebaiknya ditempat di Kecamatan Tayu. Lokasi Kecamatan Tayu sendiri diantara 4 kecamatan yang lainnya yaitu Gunungwungkal, Cluwak, Dukuhseti, dan Margoyoso termasuk yang paling strategis untuk melayani keempat kecamatan tersebut. Kecamatan Tayu juga dilalui jalur arteri yang menjadi kemudahan dalam aksesbilitas terutama transportasi.

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

20

DI KABUPATEN PATI

BAB V KESIMPULAN

Di Kabupaten Pati terdapat 7 rumah sakit bersalin yaitu Harapan Baru, Harapan Kita, Bhayangkara, Pertiwi, Al Ahmad, Sumber waras dan Asrina. Jangkaun masingmasing rumah sakit bersalin tersebut sudah lumayan bagus, namun untuk wilayah Kabupaten Pati bagian utara belum mendapat jangkauan pelayanan rumah sakit bersalin yaitu Kecamatan Cluwak, Gunungwungkal, Dukuhseti, Tayu dan Margoyoso. Hal ini dikarenakan belum adanya rumah sakit bersalin yang terletak di kecamatan tersebut. Setidaknya dari hasil buffer jangkauan pelayanan bisa diketahui kecamatankecamatan mana saja yang belum mendapat jangkauan pelayanan. Oleh karena itu akan dibangun 1 unit rumah sakit baru yang terletak di Kecamatan Tayu. Beberapa pertimbangan pemilihan Kecamatan Tayu untuk didirikan 1 unit rumah sakit bersalin yang baru antara lain kondisi geografisnya yang relative datar, persebaran penduduk cukup tinggi, kemudahan aksesbiltas dalam jangkauannya terutama bagi Kecamatan

Gunungwungkal, Dukuhseti, Cluwak dan Margoyoso. Berikut jarak dari masing-masing kecamatan menuju Kecamatan Tayu: Gunungwungkal Tayu sejauh 6 km Dukuhseti Cluwak Margoyoso Tayu sejauh 8 km Tayu sejauh 12 km Tayu sejauh 9 km

Diharapkan adanya fasilitas rumah sakit bersalin baru yang akan dilokasikan di Kecamatan Tayu mampu untuk memenuhi kebutuhan penduduk terutama bagi kecamatan-kecamatan sekitarnya yang belum mendapat jangkauan pelayanan dari rumah sakit bersalin yang sudah ada saat ini di Kabupaten Pati.

ANALISIS LOKASI DAN POLA RUANG |ALOKASI LOKASI RUMAH SAKIT BERSALIN

21

DI KABUPATEN PATI