Anda di halaman 1dari 59

LAPORAN PRAKTEK KEBIDANAN KOMUNITAS DALAM RANGKA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DIBIDANG KESEHATAN IBU DAN ANAK KELURAHAN

BUNULREJO KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG TANGGAL 03 SEPTEMBER 29 SEPTEMBER 2012

Disusun Oleh :

1. Desi Irawati 2. Dewi Kurniawati 3. Erin Kusumawati 4. Fegie Nurainny 5. Firstiana 6. Hearty Efifania Ose 7. Iin Farida .

8. Lailatul Fajriah 9. Septiarini Dewi K.R 10. Tri Retno 11. Tutik Prasetyowati 12. Umi Ardillah 13. Vivi Agusti Villa A

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKES WIDYAGAMA HUSADA 2012 1

NAMA KELOMPOK 1. Desi Irawati 2. Dewi Kurniawati 3. Erin Kusumawati 4. Fegie Nurainny 5. Firstiana 6. Hearty Efifania Ose 7. Iin Farida 8. Lailatul Fajriah 9. Septiarini Dewi K.R 10. Tri Retno 11. Tutik Prasetyowati 12. Umi Ardillah 13. Vivi Agusti Villa A (1009.15401.342) (1009.15401.345) (1009.15401.355) (1009.15401.366) (1009.15401.369) (1009.15401.374) (1009.15401.377) (1009.15401.386) (1009.15401.427) (1009.15401.465) (1009.15401.442) (1009.15401.444) (1009.15401.451) Kalimantan timur Bali Lampung Karangkates Kertosono Kalimantan Barat Malang Bawean gresik Probolinggo Wajak Probolinggo Pakisaji Lumajang

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Askeb Keluarga ini telah mendapat persetujuan dan pengesahan oleh pembimbing kami selama melaksanakan Praktek Kebidanan Komunitas di Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang yang dimulai pada tanggal 03 september-29 september 2012. Dengan Judul : Laporan Praktek Kebidanan Komunitas Dalam Rangka Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dibidang Kesehatan Ibu Dan Anak di Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang. Laporan Askeb Keluarga ini disusun oleh : Kelompok :

Disahkan dan disetujui pada : Hari Tanggal : :

Mengetahui

Kelurahan Bunulrejo

Suswanto S, Sos.

Pembimbing 1

Pembimbing II

(Nicky Danur Jayanti S,SiT)

(Titik Hariati, Amd. Keb.)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kebidanan Komunitas di Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kodyah Malang. Dalam menyusun laporan ini kami banyak mendapatkan bimbingan, pengalaman dan bantuan berbagai pihak untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam bidang kesehatan dan pengajaran yang baik dan benar. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1. Dra.Laily Amie.MMRS selaku Direktur STIKES Widyagama Husada Malang 2. Jiarti Kusbandiyah S.SiT selaku Kaprodi DIII Kebidanan STIKES Widyagama Husada Malang dan Pembimbing Institusi STIKES Widyagama Husada Malang 3. Nicky Danur Jayanti S. SiT. selaku Pembimbing Institusi STIKES Widyagama Husada Malang 4. Dr. Indah S.E. selaku Kepala Puskesmas Bunulrejo 5. Titik Hariati, Amd. Keb. selaku Bidan Kelurahan Bunulrejo 6. Suswanto S.Sos selaku Kepala Kelurahan Bunulrejo 7. Seluruh perangkat kelurahan Bunulrejo 8. Kedua orang tua kami yang selama ini mendukung dan mendoakan kami 9. Serta semua pihak yang telah membantu terselesaikannya Asuhan Kebidanan Keluarga.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan asuhan kebidanan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kami harapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya dalam menambah pengetahuan kepustakaan dan kemajuan dibidang kebidanan. Malang, September 2012

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..................................................................................................................i LEMBAR PENGESAHAN.......................................................................................................ii KATA PENGANTAR..............................................................................................................iii DAFTAR ISI.............................................................................................................................iv BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................1 1.1 Latar Belakang....................................................................................................1 1.2 Tujuan.................................................................................................................2 1.3 Sasaran................................................................................................................2 1.4 Manfaat...............................................................................................................2 1.5 Waktu dan Tempat...3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA...4 2.1 Konsep Masyarakat..4 2.1.1 Pengertian Masyarakat...4 2.1.2 Ciri-Ciri Masyarakat......4 2.1.3 Pengertian Kesehatan Masyarakat.4 2.1.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Masyarakat..5 2.2 Konsep Keluarga..........5 2.2.1 Pengertian...........5 2.2.2 Macam-macam Struktur Keluarga......6 2.2.3 Ciri-Ciri Struktur Keluarga Anderson Cartes.....6 2.2.4 Tipe/bentuk Keluarga..........6 2.2.5 Pemegang Kekuasaan Dalam Keluarga......7 2.2.6 Peranaan Keluarga...........7 2.2.7 Fungsi Keluarga..............8 2.2.8 Tahap-Tahap Kehidupan Keluarga...10 2.2.9 Tugas-Tugas Keluarga......12 2.2.10 Ciri-Ciri Keluarga.....12 2.3 Konsep Kesehatan Lingkungan.........13 2.3.1 Pengertian....13 2.3.2 Perumahan...13 2.4 Konsep Keluarga Berencana......14 2.4.1 Pengertian....14 5

2.4.2 Jenis-Jenis KB.....15 2.5 Konsep ASI Eksklusif........19 2.5.1 Pengertian................19 2.5.2 Peran ASI Dalam Pertumbuhan Bayi......................19 2.5.3 Keuntungan Pemberian ASI pada Bayi.......19 2.6 Konsep Dasar Imunisasi........20 2.6.1 Pengertian....20 2.6.2 Tujuan Imunisasi.....21 2.6.3 Macam-Macam Imunisasi.......21 2.6.4 Penyakit-Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Muda..21 2.6.5 Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas dan Kwantitas Vaksin.22 2.6.6 Jadwal Pemberian Imunisasi....22 BAB III HASIL PELAKSANAAN PRAKTEK KEBIDANAN KOMUNITAS..23 3.1 Data umum...23 3.2 Data khusus...26 3.3 Intervensi..30 3.4 Perumusan masalah......31 3.5 Perencanaan..34 3.6 Pelaksanaan..36 3.7 Evaluasi........38 BAB IV PEMBAHASAN.....40 4.1 Pengkajian Data....40 4.2 Perumusan Masalah......40 4.3 Perencanaan..40 4.4 Pelaksanaan..41 4.5. Evaluasi.......41 BAB V PENUTUP...........42 5.1 Kesimpulan...42 5.2 Saran.....43 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN No. Daftar Lampiran Hal

1. SAP Menopause 2. SAP Imunisasi dan MP ASI 3. SAP Imunisasi 4. SAP MP ASI 5. SAP KB 6. SAP ASI Eksklusif 7. SAP Imunisasi 8. SAP KB 9. Leaflet 10. Daftar Hadir

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Berdasarkan SKDI tahun 2011 Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia 5 6 kali lebih tinggi dari pada Negara-negara ASEAN (307/100.000 kelahiran hidup). Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia 4-5 kali lebih tinggi dari Negara-negara ASEAN (45/1000 kelahiran hidup). Dalam rangka mensukseskan program pemerintah tentang visi pembangunan kesehatan yaitu Indonesia Sehat 2015 yang diantaranya menurunkan tingkat AKI dan AKB serta berperan aktif dalam gerakan meningkatkan kesehatan masyarakat, tidak terlepas dari peran optimal dan maksimal dari tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan yang paling berperan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak (KIA) salah satunya adalah bidan dan Mahasiswa Akademi Kebidanan. Karena itu Program Studi D III Kebidanan STIKES Widyagama Husada-Malang memasukkan mata kuliah Kebidanan Komunitas ke dalam kurikulum yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa untuk dapat memberikan Asuhan Kebidanan pada keluarga dan komunitas masyarakat. Asuhan Kebidanan pada keluarga dan komunitas masyarakat tidak hanya dilakukan di ruang lingkup kelas tetapi juga di praktekkan langsung di kelurahan binaan. Asuhan Kebidanan yang diberikan ini diharapkan dapat memecahkan masalah yang ada di komunitas sehingga tercapai keluarga yang sehat dan masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan terutama kesehatan ibu dan bayi. Pelaksanaan Program KIA oleh petugas kesehatan umumnya mengalami kendala yaitu faktor ekonomi dan kesadaran masyarakat. Faktor ekonomi yaitu krisis ekonomi yang dialami masyarakat Indonesia sehingga tidak terpenuhinya kebutuhan kesehatan masyarakat utamanya kesehatan ibu dan anak. Selain faktor ekonomi, faktor kesadaran masyarakat juga menjadi kendala, yaitu ketidaksadaran masyarakat atau kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan baik kesehatan individu maupun lingkungan, khususnya kesehatan ibu dan anak. Untuk mengatasi hal tersebut maka peran bidan dan mahasiswa harus memiliki program terpadu, yaitu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil, bayi dan balita tanpa memandang status sosial. 8

Kami mahasiswa STIKES Widyagama Husada-Malang, memiliki salah satu program yang dapat menunjang terselesaikannya permasalahan permasalahan yang ada di desa yaitu dengan praktek kebidanan komunitas mulai tanggal 3 September 2012 sampai 29 September 2012. Kami ditempatkan di Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Belimbing Kodya Malang dengan alasan bahwa rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), yang merupakan faktor utama yang diperlukan dalam pembangunan nasional, khususnya bidang kesehatan. Praktek tersebut secara spesifik membantu peran pelayanan kesehatan, terutama kesehatan di Kelurahan Bunulrejo dalam usaha meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta membantu masyarakat dalam merumuskan masalah kesehatan di masyarakat diharapkan mampu memecahkan masalah kesehatan secara mandiri.

1.2 Tujuan Tujuan dari praktek klinik kebidanan komunitas ini adalah agar mahasiswa : 1. Mampu mengenal masalah yang terdiri dari : a. Pengumpulan data b. Tabulasi data c. Analisa data 2. Mampu menyajikan data dan masalah. 3. Mampu menggali alternatif pemecahan masalah (intervensi) 4. Mampu mengimplementasikan intervensi yang telah disepakati bersama masyarakat. 5. Mampu mengevaluasi pelaksanaan dari alternatif yang telah disusun.

1.3 Sasaran Sasaran kebidanan Komunitas ini adalah masyarakat kelurahan binaaan yang telah ditentukan. Dikhususkan pada masyarakat yang mempunyai kesehatan ibu dan anak, antara lain masalah pada wanita usia reproduksi (pranikah, hamil, nifas, akseptor KB,lansia) serta bayi dan balita.

1.4 Manfaat 1.4.1 Bagi Institusi Puskesmas Diharapkan dapat memberikan masukan berupa informasi tentang kondisi kesehatan masyarakat yang termasuk dalam wilayah kerja puskesmas dan guna membantu program kesehatan pada masyarakat. 9

1.4.2 Bagi Lahan Praktek Setelah dilakukan praktek asuhan kebidanan komunitas, warga Kelurahan Bunulrejo dapat menentukan dan mengatasi masalah kesehatannya sendiri sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan. 1.4.3 Bagi Mahasiswa Menimba pengalaman belajar mahasiswa untuk peka dalam mengenali masalah kesehatan di masyarakat serta menentukan langkah penyelesaiannya dengan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan pada masyarakat khususnya tentang kesehatan.

10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Konsep Masyarakat

2.1.1 Pengertian Masyarakat Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang bergaul atau dengan istilah lain saling berinteraksi. Kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut satu sistem, adat istiadat tertentu yang bersifat kontinue dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama ( Koenjaraningrat, 2005) Masyarakat atau komunitas adalah menunjukkan pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dalam batas tertentu, dimana yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar dari anggotanya dibandingkan dengan penduduk di luar batas wilayahnya ( Soerjono Soekanto, 2005) 2.1.2 Ciri Ciri Masyarakat Dari berbagai pengertian dapat disimpulkan bahwa masyarakat memiliki ciri-ciri : a. Interaksi diantara sesama anggota masyarakat b. Menempati wilayah dengan batas-batas tertentu c. Saling tergantung satu dengan yang lain d. Memiliki adat istiadat tertentu atau kebudayaan e. Memiliki identitas bersama f. Memiliki norma-norma hukum dan aturan khas yang mengatur seluruh pola tingkah laku

2.1.3 Pengertian Kesehatan Masyarakat Kesehatan masyarakat adalah suatu ilmu dan seni yang bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan melalui usahausaha kesehatan masyarakat yang terorganisasi untuk : a. Perbaikan sanitasi lingkungan b. Pemberantasan penyakit-penyakit menular pada masyarakat c. Mendidik masyarakat dalam prinsip-prinsip kesehatan perorangan (personal hygiene)

11

d. Mengorganisasikan pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan e. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin, memelihara kesehatannya setiap orang terpenuhi kebutuhan hidupnya yang layak bagi manusia

2.1.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kesehatan Masyarakat a. Lingkungan sangat berfariasi, umumnya digolongkan dalam 3 katagori : 1) Berhubungan dengan aspek fisik, misalnya : sampah, air, udara, tanah 2) Sedangkan lingkungan sosial merupakan hasil interaksi antara manusia dengan manusia

2.2

Konsep Keluarga

2.2.1 Pengertian Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu tap dalam keadaan saling ketergantungan. ( DepKes RI, 2005 ) Keluarga adalah 2 atau lebih dari 2 individu yang tergantung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dalam peranannya. ( DepKes RI, 2005) Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa keluarga adalah: 1. Unit terkecil masyarakat 2. Terdiri atas dua orang atau lebih 3. Adanya ikatan perkawinan dan pertalian darah 4. Hidup dalam satu rumah tangga 5. Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga 6. Setiap anggota keluarganya mempunyai peran masing masing 7. Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan

12

2.2.2 Struktur Keluarga Macam macam struktur keluarga a) Patrilineal Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan melalui jalur garis ayah. b) Matrilineal Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan melalui jalur garis ibu. c) Matrilokal Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah ayah. d) Partrilokal Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri. e) Keluarga Kawinan Adalah hubungan suami istri sebagai dasar pembinaan warga dan beberapa sanak saudara yang menjadi keluarga karena adanya hubungan dengan suami ataupun istri.

2.2.3 Ciri ciri Sruktur Keluarga Anderson Cartes a. Terorganisasi Saling berhubungan, saling ketergantungan antara anggota keluarga. b. Ada keterbatasan Setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing masing. c. Ada perbedaan dan kekhususan Setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing masing.

2.2.4 Tipe / Bentuk Keluarga a. Keluarga Inti ( Nuclear Family ) Adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak anak. 13

b. Keluarga Besar ( Extended Family ) Adalah keluarga inti ditanbah sanak saudara, misalnya: nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi, dan sebagainya. c. Keluarga Berantai ( Serial Family ) Adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga d. Keluarga Duda / Janda ( Single Family ) Adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian. e. Keluarga Berkomposisi ( Composite ) Adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama. f. Keluarga Kabitas ( Cahabitation ) Adalah 2 orang atau menjadi satu tanpa perkawinan tetapi membentuk suatu keluarga. Keluarga Indonesia umumnya menganut tipe keluarga besar ( Extended Family ) karena masyarakat Indonesia yang terdiri dari beberapa suku hidup dalam suatu komuniti dengan adaptasi istiadat yang sangat kuat.

2.2.5 Pemegang Kekuasaan dalam Keluarga a. Patrikal Yang dominant dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ayah. b. Matrikal Yang dominant dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ibu. c. Equalitarian Yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ayah dan ibu.

2.2.6 Peranan Keluarga Peranan Keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan 14

invidu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok, dan masyarakat.Berbagai peranan yang terdapat didalam keluarga adalah sebagai berikut: a. Peranan Ayah Ayah sebagai suami dan istri dari anak anak berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta anggota masyarakat dari lingkungannya. b. Peranan Ibu Sebagai istri dan ibu dari anak anaknya. Ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak anaknya, pelindung dan sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. c. Peranan Anak Anak anak melaksanakan peranan psikososial sesuai dengan tingkat

perkembangannya baik fisik,sosial, mental dan spiritual.

2.2.7 Fungsi Keluarga Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga sebagai berikut: 1. Fungsi Biologis a. Untuk meneruskan keturunan b. Memelihara dan membesarkan anak c. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga d. Memelihara dan merawat anggota keluarga 2. Fungsi Psikologis a. Memberikan kasih sayang dan rasa aman b. Memberikan perhatian diantara anggota keluarga c. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga d. Memberikan identitas keluarga 3. Fungsi Sosialisasi a. Membina sosialisasi pada anak 15

b. Membentuk norma norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak c. Meneruskan nilai nilai budaya keluarga 4. Fungsi Ekonomi a. Mencari sumber sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga b. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga c. Menabung untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan keluarga dimasa yang akan dating misalny pendidikan anak anak, jaminan hari tua dan sebagainya 5. Fungsi Pendidikan a. Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dan membentuk perilaku anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya b. Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan dating dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa c. Mendidik anak sesuai denagn tingkat tingkat perkembangannya Ahli membagi fungsi keluarga sebagai berikut: 1. Fungsi Pendidikan Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa nanti. 2. Fungsi Sosialisasi anak Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik. 3. Fungsi Perlindungan Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak anak dari tindakan tindakan yang tidak baik, sehingga anggota keluarga merasa terlindungi dan merasa aman. 4. Fungsi Perasaan Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara institusif, merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesame anggota keluarga sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

16

5. Fungsi Religius Tugas keluarga dalam hal ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan yang mengatur ini dan kehidupan lain setelah didunia ini. 6. Fungsi Ekonomis Tugas kepala kelurga dalam hal ini adalah mencari sumber sumber kehidupan dan memenuhi fungsi fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan tersebut sedemikian rupa sehingga memenuhi kebutuhan kebutuhan keluarga. 7. Fungsi Rekreatif Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ketempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat mencapai keseimbangan masing masing anggotanya. Rekreasi dapat dilakukan dirumah dengan cara menonton TV bersama bercerita tentang pengalaman masing masing dan sebagainya. 8. Fungsi Biologis Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus. Dari berbagai fungsi diatas ada 3 fungsi pokok keluarga terhadap keluarga lainnya: 1. Asih Adalah memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman, kehangatan kepada anggota keluarga sehingga memungkinkan mereka tumbuh dan berkembang sesuai usia dan kebutuhannya. 2. Asuh Adalah menuju kebutuhan pemeliharaan dan perawatan anak agar kesehatannya selalu terpelihara sehingga diharapkan menjadikan mereka anak anak yang sehat baik fisik, mental, social, maupun spiritual. 3. Asah Adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak, sehingga siap menjadi manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa depannya. 17

2.2.8 Tahap tahap Kehidupan Keluarga Tahap tahap Kehidupan Keluarga menurut Duvall adalah sebagai berikut: 1. Tahap Pembentukan Keluarga Tahap ini dimulai dari pernikahan, yang dilanjutkan dalam membentuk rumah tangga. 2. Tahap Menjelang Kelahiran Anak Tugas untama keluarga untuk mendapatkan keturunan sebagai generasi penerus melahirkan anak merupakan kebanggaan bagi keluarga yang merupakan saat saat yang dinantikan. 3. Tahap Menghadapi Bayi Dalam hal ini keluarga mengasuh, mendidik, dan memberikan kasih sayang pada anak, karena pada tahap ini bayi kehidupannya sangat bergantung kepada orang tuanya, dan kondisinya sangat lemah. 4. Tahap Menghadapi Anak Prasekolah Pada tahap ini anak sudah mulai mengenal kehidupan sosialnya, sudah mulai bergaul dengan teman sebayanya tetapi sangat rawan dalam masalah kesehatan, karena tida mengetahui mana yang kotor dan mana yang bersih. Dalam fase ini anak sangat sensitive terhadap pengaruh lingkungan dan tugas keluarga adalah mulai menanamkan norma norma kehidupan, agama, social, budaya dan sebagainya. 5. Tahap Menghadapi Anak Sekolah Dalam tahap ini tugas keluarga adalh sebagai mendidik anak, mengakaji anak untuk memepersiapkan masa depannya, membiasakan anak belajar teratur, mengontrol tugas tugas disekolah anak dan meningkatkan pengetahuan anak. 6. Tahap Menghadapi Anak Remaja Tahap ini adalah tahap yang paling rawan karena dalam tahap ini anak mencari identitas diri dalam membentuk kepribadiannya, oleh karena itu suri tauladan dari kedua orang tua sangat diperlukan. Komunikasi dan saling mngerti antara kedua orang tua dengan anak perlu dipelihara dan dikembangkan. 7. Tahap Melepaskan Anak Ke Masyarakat Setelah melalui tahap remaja anak telah dapat menyelesaikan pendidikannya, maka tahap selanjutnya adalah melepaskan 18 anak kemasyarakat dalam memulai

kehidupannya yang sesungguhnya, dalam tahap ini anak akan memulai kehidupan berumah tangga. 8. Tahap Berdua Kembali Setelah anak besar dan menempuh kehidupan keluarga sendiri sendiri, tinggallah suami istri berdua saja. Dalam hal ini keluarga akan merasa sepi dan bila tidak menerima kenyataan akan dapat menimbulkan depresi dan stress. 9. Tahap Masa Tua Tahap ini masuk kedalam tahap lanjut usia, dan kedua orang tua memepersiapkan diri untuk meninggalkan dunia yang fana ini. 2.2.9 Tugas Tugas Kelurga Pada dasarnya tugas kelurga ada 8 pokok tugas keluarga sebagai berikut: 1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya 2. Pemeliharaan sumber sumber daya yang ada dalam keluarga 3. Pembagian tugas dalm masing masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing masing 4. Sosialisasi antara anggota keluarga 5. Pengaturan jumlah anggota keluarga 6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga 7. Penempatan anggota anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas 8. Membangkitkan doronhan dan semangat para anggotanya 2.2.10 Ciri Ciri Keluarga 1. Diikat dalam suatu tali perkawinan 2. Ada hubungan darah 3. Ada ikatan batin 4. Ada tanggung jawab masing masing anggotanya 5. Ada pengambilan keputusan 6. Kerjasama diantara anggota keluarga 7. Komunikasi interaksi antara anggota keluarga 8. Tinggal dalam satu rumah

19

2.3

Konsep Kesehatan Lingkungan

2.3.1 Pengertian Kesehatan lingkungan adalah pengawasan lingkungan fisik, biologis, sosial dan ekonomi yang mempengaruhi kesehatan manusia, dimana lingkungan yang berguna ditingkatkan dan diperbanyak sedangkan yang merugikan diperbaiki atau dihilangkan (Entjang indah, 2005) Menurut penyelidikan WHO bahwa di negara-negara yang sedang berkembang terdapat banyak penyakit kronis endemis, sering terjadi epidemi, masa hidup yang pendek, angka kematian bayi dan anak-anak yang tinggi hal ini disebabkan oleh : a. Pengotoran persediaan air rumah tangga b. Infeksi karena kontak langsung maupun tidak langsung dan feses manusia c. Infeksi yang disebabkan oleh arthropoda, rodenta, molusca dan vektor-vektor penyakit lain d. Pengotoran susu dan makanan lainnya e. Perubahan yang terlalu sempit f. Penyakit-penyakit hewan yang berhubungan dengan manusia Usaha dalam kesehatan lingkungan di Indonesia terutama meliputi : (Effendi : 2007) a. Menyediakan air rumah tangga yang baik, cukup kualitas maupun kwalitasnya b. Mengatur pembuangan kotoran sampah dan air limbah c. Mendirikan rumah-rumah sehat, menambah jumlah rumah agar rumah-rumah tersebut menjadi pusat kesenangan rumah tangga yang sehat d. Membasmi binatang-binatang penyebab penyakit seperti : lalat, nyamuk, kutukutu serta binatang reservoir penyakitnya

2.3.2 Perumahan Keadaan perumahan adalah salah satu faktor yang menentukan kesehatan lingkungan, seperti yang dikemukakan WHO bahwa perumahan yang tidak cukup dan terlalu sempit mengakibatkan pula tingginya kejadian penyakit dalam masyarakat. Rumah sehat yang diajukan oleh Winslow : 1. Harus memenuhi kebutuhan fisiologis 2. Harus memenuhi kebutuhan psikologis 3. Harus dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan 20

4. Harus dapat menghindarkan terjadinya penyakit Keterangan : 1. Harus memenuhi kebutuhan fisiologis a. Suhu ruangan harus dijaga agar jangan banyak berubah sebaiknya tetap berkisar antara 18 20 0C b. Harus cukup mendapatkan penerangan yang ideal adalah penerangan listrik. c. Harus cukup mendapatkan hawa (ventilasi) d. Harus cukup mempunyai isolasi udara 2. Memenuhi kebutuhan psikologis a. Keadaan rumah yang pengaturannya harus memenuhi rasa keindahan. b. Adanya jaminan kebebasan yang cukup c. Untuk tiap anggota keluarga mempunyai ruangan sendiri-sendiri sehingga privasinya tidak terganggu 3. Menghindari terjadinya kecelakaan a. Konstruksi rumah dan bahan-bahan bangunan harus kuat sehingga tidak mudah roboh b. Diusahakan agar tidak mudah terbakar c. Adanya alat pemadam kebakaran terutama yang mempergunakan gas 4. Menghindari terjadinya penyakit a. Adanya sumber air yang sehat, cukup kualitas dan kuantitasnya b. Harus ada tempat pembuangan kotoran, sampah dan air limbah yang baik

2.4

Konsep Keluarga Berencana

2.4.1 Pengertian 1. Menurut WHO expert committe 1970 Adalah tindakan yang membantu individu/ pasangan suami istri untuk: a. Mendapatkan obyektif-obyektif tertentu b. Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan c. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan d. Mengatur interval diantara kehamilan e. Mengontrol waktu saat-saat kelahiran dalam hubungan umur suami istri f. Menentukan jumlah anak dalam keluarga

21

2. KB secara umum Adalah suatu usaha yang mengatur banyaknya jumlah kelahiran sedemikian rupa sehingga bagi ibu maupun bayinya dan bagi ayah dan keluarganya atau masyarakat yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kelahiran tersebut. 3. KB secara khusus Adalah pencegahan atau mencegah pertemuan antara sel mani dari laki-laki dan sel telur dari wanita pada waktu bersetubuh. Pelayanan kependudukan keluarga berencana secara garis besar mencakup : a. Komunikasi, informasi dan edukasi b. Konseling c. Pelayanan kontrasepsi d. Pelayanan infertilitas e. Pendidikan sex f. Konsultasi pra perkawinan dan konsultasi perkawinan

2.4.2 Jenis-Jenis KB a. KB Pil Adalah tablet mencegah kehamilan yang diminum 1 tablet tiap hari dari rangkaian 28 tablet yang terdiri dari campuran hormon progesteron dan estrogen. 1) Macam pil kontrasepsi a) Terdiri dari progesteron (satu jenis hormon) b) Terdiri dari estrogen dan progesteron (kombinasi hormon) c) Pil pasca senggama 2) Keuntungan a) Efektifitas tinggi b) Resiko terhadap kesehatan kecil c) Tidak memerlukan vaginal touche aixal minum d) Tidak mengganggu seksual e) Mudah menggunakan f) Mudah dihentikan setiap saat g) Telah diteliti dengan baik 22

h) Perlindungan terhadap penyakit radang panggul (PRP) 3) Kerugian a) Mahal sesuai dengan kondisi b) Penggunaan setiap hari, bila lupa memungkinkan kegagalan c) Terjadi perubahan siklus haid d) Terjadi peningkatan berat badan e) Pusing f) Nyeri payudara

b. KB suntik progesteron Adalah memasukkan obat suntikan ke dalam jaringan otot (secara IM) yang mengandung hormon progesteron. 1) Macam KB suntik a) Depo provera diberikan dengan dosis 150 mg/ 3cc berisi progesteron tidak mengandung estrogen seperti pil KB b) Cyclofem mengandung medroksi progesteron asetat 50 mg dan komponen estrogen 2) Keuntungan a) Sangat efektif sebagai kontrasepsi karena angka kegagalannya kurang (0,4%) efektif (99,6%) b) Dapat diberikan pada ibu menyusui, karena tidak mempengaruhi produksiASI, kecuali cyclofem c) Diberikan tiap 3 bulan untuk depo provera, depo progestin, depo gestron dan diberikan tiap 4 minggu untuk cyclofem d) Tidak mempengaruhi hubungan suami istri e) Reaksi suntikan sangat cepat < 24 jam f) Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul g) Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri 3) Kerugian a) Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan b) Terjadi kenaikan berat badan c) Dapat mempengaruhi ketidakteraturan siklus haid d) Tidak menjamin terhadap penyakit menular seksual (PMS) 23

e) Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya f) Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntik) c. KB AKDR (IUD) Adalah KB dengan memasukkan suatu alat ke dalam rahim. 1) Macam KB IUD a) AKDR cut 380 A Kecil kerangka plastik yang fleksibel, berbentuk T diselubungi oleh kawat halus yang terbuat dari tembaga (Cu) b) AKDR Nova T 2) Keuntungan a) Sebagai kontrasepsi efektifitasnya tinggi b) Metode jangka panjang 10 tahun (cut 380 A) c) Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil d) Tidak ada efek samping homonal dengan Cu AKDR (cut 380 A) e) Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI f) Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi infeksi)

3) Kerugian a) Terjadi perubahan siklus haid (haid lebih lama dan banyak, perdarahan dan saat haid lebih sakit) b) Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS c) Harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu d) Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri e) Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan f) Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan

d. KB Implan (susuk) Adalah KB dengan cara memasukkan implan di bagian dalam lengan atas ibu sehingga membentuk seperti kipas.

24

1) Macam KB implan a) Norplant : efektif 5 tahun, 6 batang silastik lembut dengan panjang 3-4 cm dengan diameter 2,4 mm, yang berisi dengan 36 mg levonorgestrel. b) Impanon : efektif 3 tahun, terdiri 1 batang dengan panjang kira-kira 40 mm, dan diameter 2 mm, yang berisi 68 mg 3 keto-deosgestrel. c) Jedena dan indoplant : efektif 3 tahun, 2 batang yang berisi 75 mg levonorgesterl. 2) Keuntungan a) Daya guna tinggi b) Perlindungan jangka panjang sampai 5 tahun c) Pengembalian tingkat kesuburan cepat setelah pencabutan d) Tidak memerlukan pemeriksaan dalam e) Tidak mengganggu ASI f) Tidak mengganggu kegiatan senggama g) Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan h) Mengurangi nyeri haid i) Mengurangi jumlah darah haid 3) Kerugian a) Terjadi pola haid (spotting) b) Tidak melindungi IMS c) Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan d) Pening/ pusing kepala e) Peningkatan atau penurunan berat badan

e. Vasektomi Adalah memotong dan menutup saluran mani (vas deverens) yang mengeluarkan sel mani (sperma) keluar dari pusat produksinya sehingga proses fertilitasi (penyatuan antara sel telur dengan sperma) tidak terjadi. f. Tubektomi Adalah salah satu cara kontrasepsi dengan tindakan pembedahan pada pola saluran sel telur untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan secara permanen. 25

2.5

Konsep ASI Eksklusif

2.5.1 Pengertian ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan pada bayi sejak lahir sampai umur 4 atau 6 bulan dengan kriteria yaitu segera setelah dilahirkan, tidak dapat makanan pengganti ASI pada awal penyisihan dan hanya minum ASI sampai bayi berusia 4 atau 6 bulan tanpa makanan tmbahan (susu formula, air the, madu, air putih) atau tanpa bantuan makanan padat seperti pisang nasi yang dilembutkan, biscuit, bubur nasi tim, dan sebagainya. Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari hari pertama (1 5 hari) cairan yang lebih kental, karena tersedia dalam keadaan segar dengan suhu yang sesuai dan berwarna kekuning kuningan, kolostrum ini harus diberikan pada bayi karena mempunyai beberapa keistimewaan diantaranya: a) Mengandung zat antibody (melindungi bayi dari infeksi) b) Mengandung banyak protein yang sebagian berupa globulin, mineral, dan vitamin c) Kandungan lemak dan gulanya rendah sehingga mudah dicerna oleh usus bayi d) Memperlancar keluarnya mekonium bayi yang berwarna hitam lekat.

2.5.2 Peran ASI Dalam Pertumbuhan Bayi a. ASI adalah makanan bayi alamiah dan sangat sesuai dengan tubuh bayi b. ASI adalah makanan tunggal mengandung cukup zat gizi yang di butuhkan bagi pertumbuhan dan kesehatan bayi baru lahir sampai umur 4 atau 6 bulan c. ASI mengandung unsure penting bagi otak bayi karena itu pemberian ASI Eksklusif berperan utama dalam perkembangan tingkat kecerdasan bayi untuk kemudian hari d. ASI sebagai pelindung terhadap penyakit infeksi e. ASI segar, hangat, dan bebas dari bakteri

2.5.3 Keuntungan Pemberian ASI pada Bayi 1) Bagi Bayi a) Nilai gizi ASI bermutu tinggi, sebab mengandung zat zat makanan yang lengkap dan susunannya sesuai dengan kebutuhan bayi

26

b) Kebersihan ASI terjamin sebab langsung diminum bayi dalam keadaan segera dan suhunya sesuai dengan suhu bayi c) ASI mudah dicerna d) ASI bebas dari kuman kuman yang membahayakan kesehatan bayi bahkan mengandung zat zat kekebalan tehadap penyakit saluran pencernaan dari penyakir infeksi e) Bayi memperoleh rasa aman, puas dan bahagia sebab saat menyusui bayi didekap ibunya dan disinilah terjalin rasa kasih sayang antara ibu dan anak f) ASI mengandung zat zat yang ikut dalam prosentasi pembuatan sel saraf otak sehingga dapat mencerdaskan bayi 2) Bagi Ibu a) Membantu mempercepat pengembalian rahim kebentuk semula dan

mengurangi pendarahan setelah persalinan. Ini karena isapan bayi pada payudara yang dilanjutkan melalaui saraf kekelenjar hipofisis diotak yang mengeluarkan hormone oksitosin b) Mudah didapatkan, karena tersedia dalam keadaan segar dan suhu yang sesuai sehingga dapat diberikan langsung pada bayi 3) Bagi Ayah ASI siap diperoleh kapan saja dan tidak memerlukan ongkos apapun. 4) Bagi Keluarga ASI dapat menghemat pengeluaran uang sehingga uang keluarga dapat bermanfaat untuk keperluan penting lainnya.

2.6

KONSEP DASAR IMUNISASI

2.6.1 Pengertian Imunisasi adalah suatu cara meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga jika ia terpajan pada antigen yang sama tidak terjadi penyakit (Idai, 2007) Imunisasi adalah pengimunan, pengebalan terhadap penyakit Imunisasi yaitu upaya memperkuat sistem ketahanan tubuh (Depkes RI, 2000)

27

2.6.2 Tujuan Imunisasi a) Untuk menimbulkan dan meningkatkan kekebalan seseorang terhadap infeksi atau penyakit tertentu. ( Markum, 2005) b) Untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan

menghilangkan penyakit tertentu dari dunia. (Imunisasi Indonesia. 2008) c) Untuk memberikan kekebalan pada bayi, anak maupun ibu hamil dengan maksud untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit yang dapat dicegah imunisasi (Depkes dan Kesejahteraan Sosial RI, 2005)

2.6.3 Macam-Macam Imunisasi Ada 2 macam imunisasi : (a) Imunisasi aktif yaitu tubuh membuat sendiri zat anti yang akan bertahan bertahun-tahun. Contoh : BCG, DPT, Campak, Polio, dan Hepatitis B) (b). Imunisasi Pasif Yaitu tubuh tidak membuat zat anti sendiri, anak tersebut mendapatkannya dari luar tubuh dengan cara penyuntikan bahan atau serum-serum yang telah mengandung zat anti, atau anak tersebut mendapatkan zat anti dari ibunya semasa dalam kandungan melalui darah uri (plasenta). Contohnya : Pemberian ATS ( Anti Tetanus Serum) pada anak yang mendapat luka kecelakaan.

2.6.4 Penyakit-Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Mudah Sesuai program pemerintah (DEPKES) tentangt program pengembangan imunisasi (PPI)., maka anak harus mendapatkan perlindungan dari 7 penyakit utama, yakni:

28

a) Imunisasi BCG b) Imunisasi Polio c) Imunisasi Hepatitis d) DPT e) Campak

=> untuk mencegah penyakit TBC => untuk mencegah penyakit polio => untuk mencegah penyakit hepatitis => untuk mencegah difteri, pertusi, tetanus => untuk mencegah penyakit campak

2.6.5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas dan Kuantitas Vaksin 1. Cara pemberian vaksin 2. Dosis vaksin 3. Frekwensi pemberian 4. Jenis vaksin

2.6.5 Jadwal Pemberian Imunisasi UMUR 0-7 hari 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 9 bulan VAKSIN Hepatitis B0 , Polio 1 BCG DPT I, Polio II DPT II, Polio III DPT III, Polio IV Campak

29

BAB III HASIL PELAKSANAAN PRAKTEK KEBIDANAN KOMUNITAS

3.1

PENGKAJIAN DATA

3.1.1 Gambaran Umum Kelurahan Bunulrejo termasuk daerah dataran tinggi. Di Kelurahan bunulrejo terdapat 7607 KK, dengan jumlah penduduk 27253 jiwa ( Laki-laki 13,553 jiwa dan Perempuan 13,700 jiwa ). Wilayah Kelurahan Bunulrejo terdapat sebanyak 146 RTdan 21 RW. 1. Geografi Desa Kecamatan Kodya Provinsi 2. Kondisi wilayah a. Sifat geografis b. Luas wilayah c. Keadaan Tanah 3. Batas wilayah Sebelah Utara Sebelah Barat Sebelah Selatan Sebelah Timur : Kelurahan Purwantoro : Kelurahan Kesatrian dan Polehan : Kelurahan Rampal Celaket : Kelurahan Sawojajar : Dataran : 20,5 km2 : Subur : Bunulrejo : Blimbing : Malang : Jawa timur

4. Sarana dan prasarana Sarana dan prasarana yang terdapat di Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kodya Malang adalah sebagai berikut :

a. Sarana ibadah Masjid Mushola Gereja b. Sarana Pendidikan Gedung TK Gedung SD :6 :8 30 : 16 : 26 :3

Gedung SMP : 2 Gedung SMK : 6

d.Orbitasi (Jarak Dari Pusat Pemerintahan) a. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan : 4 km b. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kota c. Jrak dari Kota/Ibukota Kabupaten d. Jarak dari Ibukota Provinsi : 2 km : 2 km : 83 km

f.Sarana Kesehatan Puskesmas Poliklinik Posyandu Dukun Bayi : ada :1 : 21 :1

g.Organisasi dan Perkumpulan yang ada Kelompok Tahlil Kelompok istigosah : 33 :2

h. Organisasi Sosial LPMK PKK BKM : 14 orang : 32 orang : 10 orang

Kelurahan Siaga : 8 orang

i. Prasarana Umum 1. Olahraga : 4 buah

2. Balai Pertemuan : 1 buah

j. Keamanan Desa Pos Kamling : 48

31

5. Demografi

Tabel. 1 Distribusi Penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin di Kelurahan Bunulrejo bulan september 2012 KELOMPOK UMUM Usia 0-15 tahun Usia 15-65 tahun Usia 65 ke atas JUMLAH 6,621 jiwa 17,379 jiwa 3,533 jiwa

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa di Kelurahan Bunulrejo jumlah penduduk dengan usia 15- 65 tahun sebanyak 17,379 jiwa.

3.2

Data Khusus

3.2.1 Kesehatan Ibu dan Anak Berikut ini adalah data tentang kesehatan ibu dan anak di kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing akan di bahas : 1. ASI Eksklusif a. Riwayat ASI Eksklusif Dari hasil pendataan dari 140 KK terdapat 57 Bayi. Berikut ini adalah data tentang riwayat Asi Eksklusif yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Tabel 1. Distribusi frekuensi pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Bunulrejo bulan September 2012 dari 57 bayi di 140 KK

No. 1. 2.

Pemberian ASI Eksklusif ASI Eksklusif Tidak ASI Eksklusif Total

Frekuensi (n) 57 10 57

Presentasi (%) 82,5 % 17,5 % 100

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar bayi tidak mendapatkan ASI Eksklusif sebesar 17,5% dan bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif sebesar 82,5%. 32

b. Alasan Tidak ASI Eksklusif Berikut ini adalah data tentang alasan tidak ASI Eksklusif yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2. Distribusi frekuensi alasan tidak ASI Ekslusif di Kelurahan Bunulrejo dari 57 bayi di 140 KK

No 1 2 3

Alasan Pemberian MP-ASI Asi Tidak keluar Putting susu tenggelam/lecet Total

Jumlah 8 1 1 10

Presentasi (%) 80% 10% 10% 100

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar bayi tidak mendapatkan ASI Eksklusif dengan alasan pemberian MP-ASI sebesar 80 % , 10% karena ASI tidak keluar dan 10% karena putting susu tenggelam/lecet. 2. Keluarga Berencana a. Akseptor Keluarga Berencana Dari 140 KK di Kelurahan Bunulrejo didapatkan data penduduk dengan jumlah PUS (Pasangan Usia Subur) 140 orang menurut jenis KB yang digunakan

akseptor KB dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3. Distribusi frekuensi jumlah akseptor berdasarkan jenis KB yang digunakan di Kelurahan Bunulrejo bulan September 2012 dari 140 PUS di 140 KK

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8 MOW MOP IUD PIL SUNTIK

Jenis KB

Jumlah Akseptor 2 0 11 9 54 6 2 0

Presentase (%) 2,4 % 0% 13,1% 10,7 % 64,2 % 7,1 2 ,4% 0 % %

KONDOM IMPLANT KALENDER

33

Total

84

100 %

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa di Kelurahan Bunulrejo, jenis kontrasepsi yang banyak digunakan oleh 84 akseptor KB adalah kontrasepsi suntik sebesar 54 % (54 PUS) dan presentase terendah oleh akseptor MOP dan Kalender sebesar ( 0 % ).

b. Distribusi penduduk berdasarkan PUS yang ikut KB dan tidak ikut KB Dari 140 KK di Kelurahan Bunulrejo didapatkan data distribusi penduduk menurut PUS dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4. Distribusi Frekuensi Akseptor KB berdasarkan PUS di Kelurahan Bunulrejo bulan September 2012

Peserta Ikut Tidak ikut Total D

Jumlah 96 44 140

Presentase (%) 68,6 % 31,4 % 100%

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasangan usia subur di Kelurahan Bunulrejo sudah menjadi akseptor KB sebesar 68,6 % dan yang tidak menjadi akseptor KB sebesar 31,4 %.

c. Alasan PUS tidak menjadi akseptor KB Dari 140 KK di Kelurahan Bunulrejo didapatkan data alasan PUS tidak menjadi akseptor KB adalah :
Tabel 5. Distribusi frekuensi berdasarkan alasan akseptor KB tidak menggunakan KB berdasarkan PUS di Kelurahan Bunulrejo bulan September 2012

No 1. 2. 3.

Alasan Ingin punya anak Takut Prinsip Hidup

Jumlah 10 21 9

Presentase (%) 22,7 % 47,7 % 26,5%

34

4. 5. Total

Medis Lain-lain

0 4 44

0 % 9,1% 100

Dari data di atas, ditemukan (9,1 % ) dari 140 KK memiliki alasan lain-lain (seperti janda, suami bekerja di luar kota, dan baru melahirkan), dan yang lainnya karena ingin punya anak lagi sebesar 22,7% ,alasan takut sebesar 47,7%, dan alasan prinsip hidup sebesar 26,5 % untuk tidak menjadi akseptor KB. 3. Imunisasi a. Riwayat Imunisasi Dari hasil pendataan dari 140 KK terdapat 57 Bayi dan 95 balita. Berikut ini adalah data tentang riwayat imunisasi yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Tabel 6. Distribusi frekuensi Bayi dan Balita yang mendapatkan imunisasi di kelurahan Bunulrejo bulan september tahun 2012 dari 140 KK

Peserta Mendapatkan Imunisasi Dasar Tidak mendapatkan D Imunisasi dasar a Total r

Jumlah 126 jiwa

Presentasi 96,9 %

4 jiwa

3,1 %

130 Jiwa

100%

Darii data di atas, ditemukan 96,9 % dari 57 bayi dan 95 balita sudah mendapat imunisasi lengkap dan yang tidak imunisasi sebesar 3,1 %.

b. Persepsi Keluarga Tentang Imunisasi Berikut Data tentang imunisasi dari 140 KK di kelurahan bunulrejo kecamatan blimbing berdasarkan pengetahuan dan pemahaman tentang imunisasi.

35

Tabel 7. Distribusi frekunsi persepsi keluarga tentang imunisasi di bunulrejo bulan september 2012 dari 140 KK Peserta Memahami imunisasi Tidak memahami Total Jumlah 128 9 128 Peresentasi 93,4 % 6,6 % 100 %

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar keluarga tidak memahami arti dan manfaat imunisasi yaitu sebesar 6,6 % dan keluarga yang memahami arti dan manfaaat imunisasi 93,4%. Intervensi 3.3.1 ASI Eksklusif a. Tujuan jangka panjang Semua bayi usia 0 6 bulan mendapatkan ASI Eksklusif b. Tujuan jangka pendek 1) Mengetahui pengertian ASI Eksklusif 2) Mengetahui manfaat ASI Eksklusif 3) Mengetahui kandungan dalam ASI 4) Mengetahui faktor yang mempengaruhi produksi ASI 5) Mengetahui teknik menyususi c. Kriteria Standart Semua bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI Eksklusif. d. Perencanaan tindakan 1) Memberikan penyuluhan 2) Pembinaan Kader 3) Home Care

3.3.2 Akseptor KB a. Tujuan Jangka Panjang Semua Pasangan Usia Subur (PUS) sudah menggunakan KB. 36

b. Tujuan jangka pendek 1) Memahami pengertian KB 2) Memahami tujuan KB 3) Memahami manfaat KB 4) Mengetahui macam-macam KB 5) Mengetahui cara kerja dari masing-masing alat kontrasepsi 6) Memahami efek samping KB c. Kriteria Standart Semua PUS dapat menjelaskan kembali tentang pengertian, tujuan, dan efek samping dari KB. d. Perencanaan tindakan 1) Memberikan penyuluhan 2) Pembinaan Kader

3.3.3 Imunisasi a. Tujuan jangka panjang Ibu mengerti tentang Imunisasi b. Tujuan jangka pendek 1) Mengetahui pengertian Imunisasi 2) Mengetahui manfaat Imunisasi 3) Mengetahui macam-macam imunisasi beserta manfaatnya 4) Mengetahui jadwal pemberian imunisasi 5) Mengetahui efek samping pemberian imunisasi c. Kriteria Standart Ibu mengerti tentang Imunisasi d. Perencanaan tindakan 1) Memberikan penyuluhan 2) Pembinaan Kader

37

3.4

Perumusan Masalah Berdasarkan data yang telah kami kumpulkan dari warga Kelurahan Bunulrejo untuk merumuskan masalah ini maka kami mengadakan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) yang dilaksanakan pada: Hari/ tanggal : Selasa, 18 September 2012 Waktu Tempat Peserta Acara : 15.00 WIB s/d selesai : Balai Pertemuan Kelurahan Bunulrejo : 28 orang : Musyawarah Masyarakat Kelurahan, acara ini tersusun menjadi beberapa susunan acara yaitu : 1. Pembukaan 2. Sambutan 2.1 Suswanto S.Sos selaku Kepala Kelurahan Bunulrejo 2.2 Vivi Agusti Villa Andari selaku Ketua Panitia 3. Acara inti : 3.1 Penyajiaan data 3.1.1 3.1.2 Diagram data berdasarkan data umum Kelurahan Bunulrejo Diagram data berdasarkan data khusus dari hasil pendataan 140 KK 3.1.3 3.1.4 3.1.5 3.1.6 Diagram data berdasarkan pemberian ASI Eksklusif Diagram data berdasarkan pemberian MP ASI Diagram data berdasarkan akseptor KB Diagram data berdasarkan pemberian Imunisasi dan tingkat pengetahuannya

3.2 Pembahasan Pembahasan dilakukan dengan cara musyawarah masyarakat desa secara langsung dengan masyarakat melalui acara Musyawarah Masyarakat Kelurhan (MMK) pada tanggal 18 September 2012 di Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kodya Malang yang 38

dihadiri oleh Kepala Kelurahan Bunulrejo beserta perangkatnya, Bidan Kelurahan Bunulrejo, kader Kelurahan Bunulrejo, perwakilan masyarakat yang sudah di data dari 140 KK dan Dosen STIKES Widyagama Husada Malang beserta mahasiswi. Pada saat

musyawarah terjadi tanya jawab antara masyarakat dengan penyaji dan Dosen STIKES Widyagama Husada Malang dan kegiatan musyawarah tersebut didapatkan beberapa prioritas masalah yang dirumuskan dengan musyawarah sesuai kesepakatan masyarakat. 3.3 Perumasan Masalah Pada musyawarah masyarakat Kelurahan (MMK ) ini dirumuskan dan di prioritaskan masalah sebagai berikut: 1. Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan 2. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pemberian MP-ASI 3. Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan KB 4. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang Imunisasi 3.4 Pemecahan Masalah Hasil prioritas masalah dan alternatif pemecahan masalah didapat dari Musyawarah Masyarakat Kelurahan secara langsung. Prioritas dan pemecahan masalah Tabel 3.4.1 Prioritas Masalah dan Pemecahan Masalah No 1. Masalah Masalah pemberian ASI Eksklusif Sasaran Seluruh warga terutama ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita 2. Masalah pemberian MP ASI Seluruh warga terutama ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita 3. Masalah kurangnya kesadaran dan Seluruh warga terutama Pasangan Usia Subur 1. Penyuluhan 2. Pembinaan Kader 1. Penyuluhan 2. Pembinaan Kader Penyelesaian 1. Penyuluhan 2. Pembinaan Kader

39

pemahaman masyarakat tentang penggunaan KB

(PUS)

4.

Masalah pemahaman Seluruh warga terutama ibu 1. Penyuluhan masyarakat imunisasi tentang yang mempunyai BALITA 2. Pembinaan Kader

5. Penentuan Jadwal untuk tindak lanjut 6. Penandatanganan hasil Musyawarah Masyarakat Desa (MMK) oleh : 6.1 Suswanto S.Sos. selaku Kepala Kelurahan Bunulrejo 6.2 Titik Hariati, Amd. Keb. Selaku Bidan Kelurahan Bunulrejo 6.3 Nicky Danur Jayanti S. SiT. selaku pembimbing institusi 7. Penyerehan doorprize untuk peserta MMK yang aktif 8. Penutup 7.1 Kesimpulan 7.2 Pembacaan doa Pada MMK ini dirumuskan dan diprioritaskan masalah-masalah sebagai berikut : 1. Masalah Pemberian ASI Eksklusif Dari pengkajian data dari 140 KK yang kami lakukan didapatkan 57 bayi dan sebagian besar bayi tidak mendapatkan ASI Ekslusif sebesar 17,5 %. 2. Masalah kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang

penggunaan KB. Dari pengkajian data dari 140 KK yang kami lakukan didapatkan 140 Pasangan Usia Subur (PUS) dan sebagian besar tidak menjadi akseptor KB sebesar 44%. 3. Masalah pemahaman masyarakat tentang imunisasi Dari pengkajian data dari 140 KK yang kami lakukan didapatkan 57 bayi dan 95 Balita. Semuanya sudah mendapatkan imunisasi dasar, tetapi sebagian besar keluarga tidak memahami arti dan manfaat imunisasi sebesar 6,6 %.

40

3.5

Perencanaan Rencana tindakan perumusan masalah yang ada antara lain :

3.5.1 Masalah Pemberian MP ASI,Imunisasi, Menopause Tujuan : Ibu-ibu memahami dan mengerti pentingnya pemberian MP ASI, Imunisasi dan Menopause
a. Sasaran :

Seluruh warga terutama ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita dan lansia yang berada di Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing. b. Kegiatan : Memberikan penyuluhan tentang pentingnya pemberian MP ASI, Imunisasi dan menopause. c. Sarana dan prasarana :
1. Peserta 2. Material 3. Metode 4. Tempat 5. Waktu 6. Pukul

: Bidan Kelurahan Bunulrejo, Kader, masyarakat setempat : Leaflet, alat tulis, speaker : Ceramah dan tanya jawab : Jamaah Tahlil : Kamis, 20 September 2012 : 16.00 WIB selesai

3.5.2 Masalah kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pemberian MP ASI dan Imunisasi Tujuan : Ibu-ibu memahami dan mengerti pentingnya pemberian MP ASI dan Imunisasi a. Sasaran : Seluruh warga terutama ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita dan lansia yang berada di Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing. b. Kegiatan : Memberikan penyuluhan tentang pentingnya pemberian MP ASI dan Imunisasi

41

c. Sarana dan prasarana : 1. Peserta 2. Material 3. Metode 4. Tempat 5. Waktu 6. Pukul : Bidan kelurahan bunulrejo, Kader, masyarkat setempat : Leaflet, alat tulis, speaker : Ceramah dan tanya jawab : Jamaah Tahlil RT 01 RW 08 : Kamis, 20 September 2012 : 16.00 WIB- selesai

3.5.3 Masalah kurangnya pemahaman tentang ASI Eksklusif dan KB Tujuan : Ibu-ibu memahami tentang ASI Eksklusif dan KB a. Sasaran : Seluruh warga di kelurahan Bunulrejo yang mempunyai bayi dan ibu-ibu usia reproduktif.

b. Kegiatan : Memberikan penyuluhan tentang ASI Eksklusif dan KB

c. Sarana dan prasarana : 1. Peserta 2. Material 3. Metode 4. Tempat 5. Waktu 6. Pukul : Kader, masyarkat setempat : Leaflet, alat tulis, speaker : Ceramah dan tanya jawab : Mushola Al- Iklas RT 02 RW 14 : Minggu, 23 September 2012 : 16.00 WIB selesai

3.5.4 Masalah kurangnya pemahaman tentang KB dan Imunisasi Tujuan : Ibu-ibu memahami tentang KB dan Imunisasi

42

a. Sasaran : Warga RT 08 RW 08 terutama yang termasuk Pasangan Usia Subur dan yang mempunyai bayi dan balita. b. Kegiatan : Memberikan penyuluhan tentang KB dan Imunisasi c. Sarana dan prasarana : 1. Peserta : Kader, masyarkat setempat

2. Material : Leaflet, alat tulis, speaker 3. Metode : Ceramah dan tanya jawab 4. Tempat : /Jamaah Tahlil RT 08 RW 08 5. Waktu 6. Pukul : Selasa, 25 September 2012 : 18.30 WIB selesai

3.6

Pelaksanaan Pemecahan masalah yang telah disepakati dilakukan dalam bentuk penyuluhanpenyuluhan yang dilaksanakan pada :

No

Waktu/ Tempat

Materi Penyuluhan

Sasaran

Tujuan

Penanggung Jawab

Kamis,

20 1. Pentingnya

Ibu yang

1. Ibu mengerti pentingnya pemberian MP ASI 2. Ibu mengerti, tentang imunisasi 3. Ibu mengerti

1. Umi Ardillah 2. Dewi Kurniawati 3. Tutik P.

September 2012 16.00selesai Jamaah tahlil RT 04 RW 14 / /

pemberian MP mempunyai ASI 2. Pentingnya pengetahuan tentang Imunisasi 3. Pentingnya pengetahuan tentang bayi dan BALITA dan lansia

43

menopause

dan memahami tentang menopause

Kamis,

20 1. Pentingnya

Ibu yang

1. Ibu mengerti pentingnya pemberian MP ASI 2. Ibu mengerti dan memahami tentang imunisasi.

1. Lailatul F 2. Erin Kusuma 3. Tri Retno

September 2012 16.00selesai Jamaah tahlil RT 01 RW 08 /

pemberian cara mempunyai pemberian MP bayi dan ASI / 2. Pentingnya pengetahuan tentang Imunisasi. BALITA.

Minggu, 23 1. Pentingnya September 2012/ 16.00 selesai /

Ibu yang

1. Ibu mengerti 1. Septiarini pentingnya pemberian ASI Eksklusif pada usia bulan. 2. Ibu mengerti dan memahami tentang KB. bayi 0-6 2. Hearty 3. Iin Farida

pemberian ASI mempunyai Eksklusif pada bayi dan bayi usia 0-6 bulan. Ibu-ibu usia reproduktif

Mushola Al-

Iklas RT 02 2. Pentingnya RW 14 pengetahuan tentang KB.

Selasa,

25 Selasa, September 18.30-

25 Warga RT 08 1. Ibu mengerti 1. Vivi 2012/ RW 08 dan memahami Villa A.

Agusti

September 2012/

selesai/ terutama yang tentang

2. Fegie Nurainy

44

18.30selesai/ Jamaah Tahlil RT

Jamaah Tahlil RT termasuk 08 RW 08 Pasangan Usia dan

pentingnya penggunaan

3. Desi Irawati

Subur KB yang 2. Ibu mengerti dan tentang imunisasi mahami

08 RW 08

mempunyai bayi balita. dan

3.7 No

Evaluasi Waktu/ Tempat Materi Penyuluhan Sasaran Metode Penanggung Jawab

Kamis,

20

1.Pentingnya

Ibu yang

1. Leaflet 2. Ceramah

1. Umi Ardillah 2.Dewi Kurniawati 3. Tutik P.

September 2012 16.00selesai Jamaah tahlil RT 04 RW 14 / /

pemberian MP mempunyai ASI 2.Pentingnya pengetahuan tentang Imunisasi 3.Pentingnya pengetahuan tentang menopause bayi dan BALITA dan lansia

Kamis,

20

1.Pentingnya

Ibu yang

1. Leaflet 2. Ceramah .

1. Lailatul F 2. Erin Kusuma 3. Tri Retno

September 2012 16.00selesai Jamaah tahlil RT 01 RW 08 / /

pemberian cara mempunyai pemberian MP bayi dan ASI 2.Pentingnya pengetahuan tentang Imunisasi. BALITA.

45

Minggu, 23 September 2012/ 16.00 selesai /

1.Pentingnya

Ibu yang

1. Leaflet 2. Ceramah

1.Septiarini 2. Hearty 3. Iin Farida

pemberian ASI mempunyai Eksklusif pada bayi dan bayi usia 0-6 bulan. 2.Pentingnya pengetahuan tentang KB. Ibu-ibu usia reproduktif

Mushola AlIklas RT 02 RW 14

Selasa,

25 1.Pentingnya

Warga RT 08 08

1. Leaflet 2. Ceramah

1.

Vivi Villa A.

Agusti

September 2012/ 18.30selesai/ Jamaah Tahlil RT

Penggunaan KB RW pada

Pasangan terutama yang

2. Fegie Nurainy 3. Desi Irawati

Usia Subur dan termasuk Imunisasi 2.Pentingnya pengetahuan tentang Imunisasi Pasangan Usia dan Subur yang

08 RW 08

mempunyai bayi balita. dan

Evaluasi dilakukan secara langsung setelah diberikan penyuluhan. menggunakan metode tanya jawab seputar materi, untuk mengetahui :

Penyuluhan

a. Tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI Ekslusif. b. Tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemberian MP ASI c. Tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penggunaan KB pada Wanita Usia Subur (WUS). 46

d. Tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang imunisasi.

Evaluasi tidak dilaksanakan sampai perubahan perilaku, yang dilakukan hanya sebatas peningkatan pengetahuan warga, karena terbatasnya waktu untuk kebidanan komunitas. Secara umum hasil evaluasi sebagai berikut : a. Saat diberikan penyuluhan, warga cukup antusias dan memberikan respon yang baik. b. Dari hasil tanya jawab juga dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat hampir semuanya sudah mengerti dan memahami tentang isi penyuluhan yang diberikan. c. Dari materi yang disampaikan, warga cukup aktif bertanya bila ada informasi atau keterangan yang kurang jelas. d. Warga lebih sering mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan dirinya sendiri ataupun berdasarkan pengalaman yang dialaminya. e. Warga lebih tertarik dengan informasi yang diberikan bila disertai dengan alat peraga misal : leaflet, tensi gratis, serta doorprize.

47

BAB IV PEMBAHASAN

Pada pembahasan ini akan diuraikan tentang hasil kegiatan dari Praktek Kebidanan Komunitas di Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, RW 08 dan RW 14.

4.1 Pengkajian Data Secara umum masyarakat Kelurahan Bunulrejo menerima terhadap kehadiran mahasiswi STIKES Widyagama Husada Malang yang melaksanakan Praktek Kebidanan Komunitas, sehingga dalam kegiatan pendataan yang dilaksanakan pada tanggal 3 september sampai dengan 29 september, kami dapat memperoleh data dari 140 kepala keluarga tentang kesehatan ibu dan anak pada khususnya dan kesehatan masyarakat pada umumnya. Dari data yang kami peroleh ternyata masyarakat Kelurahan Bunulrejo khususnya RW 08 dan RW 14 sebagian besar dapat berpatisipasi dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.

4.2 Perumusan Masalah Dari pengkajian dan analisa data maka dirumuskan 3 masalah yang sudah disepakati dan diprioritaskan bersama-sama masyarakat melalui Musyawarah Masyarakat Kelurahan ( pada tanggal 18 september 2012 ) yaitu : a. Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya ASI Ekslusif pada bayi usia 0-6 bulan b. Kurangnya pemahaman tentang pemberian MP-ASI c. Kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan KB d. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang Imunisasi

48

4.3 Perencanaan Secara umum rencana untuk implementasi dari permasalahan yang telah ditemukan adalah berupa penyuluhan- penyuluhan pada kegiatan posyandu dan jamaah tahlil. Untuk sasaran penyuluhan ditujukan pada kader-kader kelurahan Bunulrejo, ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita, dan Pasangan Usia Subur (PUS).

4.4 Pelaksanaan Setelah dilakukan perencanaan kemudian dilakukan pelaksanaan tidak jauh dari apa yang sudah direncanakan dan juga tidak banyak hambatan. Untuk materi, waktu dan tempat penyuluhan serta daftar hadir terlampir. Dalam hal ini antara perencanaan dan pelaksanaan tidak terjadi kesenjangan.

4.5 Evaluasi Setelah dilaksanakan kegiatan penyuluhan maka dilakukan evaluasi, dimana dari proses pelaksanaannya tidak terlalu jauh menyimpang dari rencana baik mengenai tujuan dan sasaran dari penyuluhan tersebut, sehingga secara kuantitatif ada peningkatan pengertian atau pemahaman dari materi penyuluhan antara lain: 1. Bertambahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pemtingnya pemberian ASI Ekslusif pada bayi usia 0-6 bulan 2. Bertambahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya KB pada Pasangan Usia Subur (PUS) 3. Bertambahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang Imunisasi 4. Bertambahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pemberian MP-ASI Selain tanya jawab secara langsung evaluasi juga dialakukan dengan cara pengisian lembar kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan pengetahuan masyarakat, selain itu bisa juga dilakukan dengan cara pengamatan pada 49

setiap individu untuk mengetahui penerapan dan perubahan perilaku setelah dilakuakn penyuluhan. Dalam melakukan kegiatan Praktek Kebidanan Komunitas di Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, kami tidak menemukan begitu banyak hambatan yang berarti, baik sebelum, saat, dan setelah MMK saat penyuluhan-penyuluhan, maupun evaluasi berjalan dengan baik sesuai harapan.

50

BAB V PENUTUP

5.1 KESIMPULAN Dari semua hasil kegiatan yang telah kami laksanakan di Kelurahan Bunulrejo dalam Praktek Kebidanan Komunitas ini, kami mendapat gambaran yang nyata tentang situasi dan kondisi masyarakat khususnya di bidang kesehatan. Selama pendataan yang telah dilakukan oleh Mahasiswi Kebidanan STIKES Widyagama Husada Malang, masyarakat menerima kami dengan baik dan berjalan dengan lancar. Setelah mendapat data, dilakukan analisa data, dan telah dilakukan MMK ( Musyawarah Masyarakat Kelurahan) pada tanggal 18 September 2012 yang menghasilkan 4 prioritas masalah kesehatan. Pada MMK ini dirumuskan dan diprioritaskan masalah-masalah sebagai berikut : 1. Masalah Pemberian ASI Eksklusif Dari pengkajian data dari 140 KK yang kami lakukan didapatkan 14 bayi dan sebagian besar bayi tidak mendapatkan ASI Ekslusif sebesar 57 %. 2. Masalah kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan KB Dari pengkajian data dari 140 KK yang kami lakukan didapatkan 64 Pasangan Usia Subur (PUS) dan sebagian besar tidak menjadi akseptor KB sebesar 56,2 %.

3. Masalah pemahaman masyarakat tentang imunisasi Dari pengkajian data dari 140 KK yang kami lakukan didapatkan 14 bayi dan 27 BALITA. Semuanya sudah mendapatkan imunisasi dasar, tetapi sebagian besar keluarga tidak memahami arti dan manfaat imunisasi sebesar 56,1 %.

4. Masalah kurangnya pemahaman tentang pemberian MP-ASI Dari pengkajian data dari 140 KK yang kami lakukan didapatkan 51

Dari masalah tersebut diatas, kami merencanakan pemecahan masalah yaitu dengan penyuluhan yang kami lakukan pada kegiatan posyandu dan pada jamaah tahlil RT 01/RW 08. Penyuluhan- penyuluhan tersebut antara lain tentang ASI ekslusif, MP ASI, KB, dan imunisasi.

5.2 SARAN Setelah melakukan Praktek Kebidanan Komunitas di kelurahan Bunulrejo, masyarakat telah mengerti tentang pentingnya menjaga kesehatan terutama kesehatan ibu, anak dan lingkungannya. Masyarakat pun telah ikut serta berpartsipasi dengan baik. Hal ini perlu dibina dan ditingkatkan, oleh karena itu penulis ingin memberikan masukan : 1.Bagi bidan dan para petugas Puskesmas yang ada di kelurahan Bunulrejo untuk bisa menindaklanjuti kegiatan-kegiatan yang telah kami lakukan selama kebidanan komunitas ini sehingga derajat kesehatan masyarakat kelurahan Bunulrejo dapat meningkat dan dapat menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. 2.Bagi mahasiswa dengan adanya praktek kebidanan komunitas ini dapat menjadikan suatu pengalaman dan pelajaran yang berharga dalam kehidupan bermasyarakat sehingga dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik dalam kehidupan dimasyarakat dalam kehidupan yang akan datang. Diharapkan setelah dilakukan MMK program yang telah dilaksanakan mahasiswa dapat dilanjutkan dan ditingkatkan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan, antara lain : a. Program ASI Dengan dilakukan penyuluhan diharapkan masyarakat merubah perilaku dalam pemberian ASI, sehingga cakupan program ini dapat meningkat. b. Program MP ASI Dengan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang MP ASI diharapkan partisipasi masyarakat lebih mengetahui program MP ASI bisa terpenuhi.

52

c. Program KB Dengan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang KB diharapkan partisipasi masyarakat meningkat sehingga cakupan program KB terpenuhi. d. Program Imunisasi Dengan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang Imunisasi diharapkan partisipasi masyarakat meningkat sehingga cakupan program Imunisasi terpenuhi.

53

DAFTAR PUSTAKA

Arisman. 2003. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta : Media Aesculapius Depkes RI. 2006. Buku kader posyandu dalam usaha perbaikan gizi keluarga. Jakarta : Depkes RI Ceilis .2002. Keluarga dan Komponen.Jakarta : Pustaka Ilmu Depkes RI.2004. Keluarga Dalam Masyarakat. Jakarta : Depkes RI Effendi, Nasrul.2006. Perawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC Effendi. 2004. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC Manuaba, Ida Bagus. 2005. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta: EGC Mochtar, Rustam. 2003. Sinopsis Obstetri Jilid 1 Edisi 2.Jakarta : EGC Ngastiyah. 2004. Perawatan Anak Sakit. Jakarta: EGC Pusat promosi kesehatan Departemen kesehatan RI. 2006. Lakukan Gaya Hidup Sehat Mulai Sekarang. Jakarta: Depkes RI Sediaoetomo,A Dzaeni. Ilmu Gizi Jilid 1. Jakarta :EGC Supriasa, I Dewa Nyoman. 2003. Penilaian Status Gizi. Jakarta :Dian rakyat

54

DIAGRAM HASIL PENGKAJIAN

Jumlah Penduduk bedasarkan Umur


18000 16000 14000 12000 10000 8000 6000 4000 2000 0 0 - 15 tahun 15-65 tahun >65 tahun 6621 3533 Jumlah Penduduk bedasarkan Umur 17379

55

Pemberian ASI Eksklusif


82,5% 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 Asi Eksklusif Tidak ASI Eksklusif 17,5% Pemberian ASI Eksklusif

80%
8 6 4 2 0

Alasan tidak ASI Eksklusif

10% 10%
Alasan tidak ASI Eksklusif Alasan tidak ASI Eksklusif

56

Jumlah Akseptor Keluarga Berencana


6% 0% 2% 2% 0% 11%

9% MOW MOP IUD

54%

PIL SUNTIK KONDOM IMPLANT KALENDER

57

Alasan Akseptor KB
25 20 15 10 5 0 Ingin punya anak Takut Prinsip Hidup Alasan Akseptor KB Medis Lain-lain Alasan Akseptor KB

140 120 100 80 60 40 20 0 Yang mendapatkan imunisasi dasar Tidak mendapatkan imunisasi Series 2 Imunisasi Dasar

58

Berdasarkan Pemahaman tentang Imunisasi


6,6%

Memahami Imunisasi Tidak Memahami Imunisasi 93,4%

59