Anda di halaman 1dari 38

MEMAHAMI KONSEP UMUM TENTANG ILMUALAMIAH DASAR, ILMU SOSIAL DASAR, DAN ILMU BUDAYA DASAR MAKALAH Diajukan

Sebagai Tugas Mata Kuliah IAD, ISD, IBD Disusun Oleh : NANDA UGIK WULANDARI D31208027 MOCHAMMAD KHOERUL D31208028 RANGGA SAADILLAH S.A.P. D31208029 NAILA ROHMAH D31208030

Dosen Pembimbing FAUTI SUBHAN, M.Pd.I INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA FAKULTASTARBIYAHSURABAYA JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) 2008 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dalam rangka penyelenggraan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan Negara, maka diselenggarakan program-program pendidikan umum. Dengan tidak mengurangi makna penting tugas (Dharma) yang kesatu dan kedua yaitu pendidikan dan pengajaran serta penelitian, yang langsung berhubungan dengan masyarakat adalah dharma yang ketiga, pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan banhwa perguruan tinggi (mahasisiwa)harus mempunyai hubungan yang erat dengan masyarakat. Hubungan ini meliputi semua manifestasinya. Oleh karena itu, perlu mempersiapkan mahasiswanya sedini mungkin guna menghadapi realitas tersebut dan agar terciptanya sosok mahasiswa yang cerdik lagi kritis ditengah-tengah masyarakat. Memang disadari Ilmu Alam Dasar, Ilmu Budaya Dasar, dan Ilmu Sosial Dasar dianggap sangat perlu sekali dipelajari oleh Mahasiswa. Karena dengan penguasaan dari ilmu-ilmu tersebut diharapkan Mahasiswa mempunyai sikap kritis terhadap gejala-gejala essensial alam, dan mempunyai sifat yang kritis terhadap dinamika-dinamika social dan budaya. Dalam kesempatan makalah kami ingin mengupas tentang pengertian IAD, IBD, ISD; tujuan IAD, IBD, ISD; ruang lingkup materi IAD, IBD, ISD; serta urgnesi IAD, IBD, dan ISD bagi mahasiswa. B. Rumusan Pertanyaan 1. Apakah pengertian IAD, IBD, ISD ? 2. Apakah tujuan IAD, IBD, ISD ? 3. Bagaimanakah ruang lingkup materi IAD, IBD, ISD ? 4. Bagaimanakah urgensi IAD, IBD, dan ISD bagi mahasiswa ? BAB II PEMBAHASAN A Pengertian IAD, IBD, dan ISD 1. Pengertian IAD (Ilmu Alamiah Dasar) Ilmu Alamiah atau sering disebut Ilmu Pengetahuan Alam dan akhir-akhir ini ada juga yang menyebut Ilmu Kealaman, yang dalam Bahasa Inggris disebut Natural Science atau disingkatScience dan dalam bahasa Indonesia sudah lazim digunakan istilah Sains. Ilmu Pengetahuan Alam Dasar adalah Ilmu Pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam Alam semesta, termasuk dimuka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja. 2. Pengertian IBD (Ilmu Budaya Dasar)

Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban mengandung pengertian yang luas, meliputi pemahaman perasaan sauatu bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hokum, adat istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat. Budaya menurut Kroeber dan Klukhan (1950) adalah kebudayaan terdiri atas berbagai tingkahlaku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara terdiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi; pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi cita-cita atau paham dan terutama keterkaitan terhadap nilai-nilai. Pendek kata kebudayaan dalam kaitannya dengan ilmu budaya dasar adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai-nilai insani ; tercakup didalamnya usaha memanusiakan diri didalam alam lingkungan, baik fisik maupun social. 3. Pengertian ISD (Ilmu Sosial Dasar) Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah social, khususnya masalahmasalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang ilmu pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social (seperti geografi social, sosiologi, antropologi social, ilmu politik, ekonomi, psikologi social, dan sejarah). B. Tujuan IAD, IBD, ISD 1. Tujuan IAD (Ilmu Alamiah Dasar) a. Tujuan Instruksional Umum Dengan mempelajari tentang pengetahuan ini, maka diharapkan akan dapat memahami perkembangan penalaran manusia terhadap gejala-gejala Alam sampai terwujudnya metode ilmiah yang merupakan ciri khusus dari ilmu pengetahuan Alam. b. Tujuan Instruksional Khusus 1). Dapat menjelaskan perkembangan naluri kehidupan manusia. 2). Dapat menjelaskan perkembangan alam piker manusia dalam memenuhi kebutuhan terhadap Rahasia ingin tahunya. 3). Dapat memberi alasan yang diterima mitos dalam kehidupan masyarakat. 2. Tujuan IBD (Ilmu Budaya Dasar)

a. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama unyuk kepentingan profesi mereka. b. Memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalanpersoalan yang menyangkut kedua hal tersebut. c. Mengusahakan agar para mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruanglingkup pendidikan kita amat dan condong membuat spesialis yang berpandangan kurang luas. Mata kuliah ini berusaha menambah kemampuan mahasiswa untuk menanggapi maslah dan nilai-nilai umumnya. d. Menjebatani para akademisi kita agar mereka mampu berkomunikasi satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam hal berkomunikasi. Kalau carea berkomunikasi ini baik, komunikasi selanjutnya akan lebih memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang keahlian. Meskipun spesialisasi sangat penting, spesialisasi yang terlalu sempit akan membuat dunia seorang sarjana menjadi terlalu sempit. 3. Tujuan ISD (Ilmu Sosial Dasar) a. Tujuan umum diselenggarakannya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ialah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan social dapat dipertajam. b. Tujuan khusus: 1). Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan social dan masalah-maslah social yang ada dalam masyarakat. 2). Peka terhadap masalah-maslah social dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya. 3). Menyadari bahwa setiap masalah social yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya). 4). Memahami jalan pikiran para ahli dalalm bidang ilmu pengetahuan lalin dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalalm rangka penanggulangan maslah social yang timbul dalam masyarakat. C. Ruanglingkup Materi IAD, IBD, ISD 1. Ruanglingkup Materi IAD (Ilmu Alamiah Dasar)

a. Kelahiran alam semesta 1). Mengenal alam semesta 2). Teori terbentuknya alam semesta a). Teori ledakan Teori ledakan ini bertolak dan adanya suatu massadan berat jenis yang sangat besar, meledak dengan hebat karena adanya reaksi ini. Massa itu kemudian berserakan mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan. b). Teori ekspansi dan kontraksi teori Teori ini berlandaskan pikiran bahwa ada suatu siklus dan alam semesta, yaitu masa ekspansidan masa kontraksi diduga bahwa siklus ini berlangsung dalam waktu 30.000 juta tahun. b. Tata surya Surya adalah kata lain dari matahari. Tata surya berarti adanya suatu organisasi yang teratur pada matahari. Terbentuknya tata surya: 1). Hipotesis Nebular 2). Hipotersis Planettesimal 3). Teori Tidal c. Bumi Teori tentang kejadian bumi: 1). Teori Kant Laplace Dialam raya sudah ada alam yang telah berputar makin lama makin mendingin. Perputaran ini mengakibatkan pendataran dibagian kutub-kutubnya dan menimbun materi dibagian khatulistiwanya yang merupakan daerah paling tidak stabil sewaktu perputaran semakin cepat, bagian tersebut akan terlepas materi dan massa asal. Kemudian mengambil kondensasi akhirnya, menjadi padat berputar mengelilingi massa asal. Maka asal tersebut menjadi matahari dan bagian terlepas setelah padat manjadi planet. 2). Teori Chamberlain dan Maulton Mereka mengemukakan suatu teori tentang matahari dan bumi, teorinya terkenal dengan teori plenetesimal.

3). Teori Jean dan Jefreys Bintang besar yang jauh lebih besar dari matahari memiliki gaya tarik yang sangat kuat terhadap matahari, akibatnya akan terjadi gelombang pasang pada permukaan matahari yang menyerupai gunung yang sanat tinggi dan menyerupai lidah raksasa yang berupa gas sangat panas selanjutnya mengalami pemadatan kemudian pecah menjadi benda-benda tersendiri yang disebut planet. d. Asal mula kehidupan dibumi 1). Generation Spontaniea 2). Cozmozoa 3). Omne Vivum ex Vivo 4). Omne Ovo ex Vivo 2. Ruanglingkup Materi IBD (Ilmu Budaya Dasar) Ilmu Budaya Dasar (IBD) identik dengan basic humanities.Humanities berasal dari kata latin humanus yang artinya manusiawi, berbudaya, dan halus (refined). Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar ini diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya, dan lebih halus. Adapun ruanglingkup Ilmu Budaya Dasar adalah: a. Berbagai aspek kehidupan yang mengungkapkan masalah-masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities),baik dari segi keahlian. (disiplin) didalam pengertian budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya. b. Hakikat manusia yang satu atau universal, tetapi beragam perwujudannya dalam kebudayaan setiap zaman dan tempat. Dalam menghadapi lingkungan alam, social, dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, tetapi juga ketidak seragaman, sebagaimana ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran, perasaan, dan tingkah laku. 3. Ruanglingkup Materi ISD (Ilmu Sosial Dasar) Adapun ruang lingkup materi Ilmu Sosial Dasar adalah: a. Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan maslah social tertentu. Kenyataan-kenyataan social tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu social. Karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya b. Konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukakn untuk mempelajari masalah-masalah social.

Sebagai contoh dari konsep dasar semacam ini misalnya konsep keanekaragaman, dan konsep kesatuan social. Bertolak dari kedia konsep tersebut diatas, maka dapat kita pahami dan sadari di dalam masyarakat selalu terdapat: 1). Persamaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku baik secara individual maupu kelompok. 2). Persamaan dan perbedaan kepentingan. Persamaan dan perbedaan itulah yang seringkali menyebabkan timbulnya konflik, kerjasama, kesetiakawanan antar individu dan golongan. c. Masalah-masalah social yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan social yang antara satu dengan yang lainnya salaing berkaitan. D. Urgensi IAD, IBD, ISD Bagi Mahasiswa 1. Urgensi IAD (Ilmu Alam Dasar) Bagi Mahasiswa Ilmu Alam Dasar merupakan Ilmu yang mengkaji tenang gejala-gejala alam disekitar. Dengan mengetahui gejala-gejala alam yang ada disekitar maka pertanyaan mengapa hal itu dapat terjadi? akan terjawab dengan adanya pengkajian dari ilmu ini. Disamping itu, rasa kuriositas dari manusia yang tidak pernah mengalami kepuasan akan terpenuhi meskipun hanya sementara saja atau walaupun hanya sebuah hipotesa. Bagi Mahasiswa sendiri Ilmu Alam Dasar ini sangat urgen sekali mahasiswa yang dituntut untuk memiliki sifat yang kritis diharap mampu menjawab pertanyaan mengapa hal itu dapar terjadi?. Ilmu ini juga sangat penting bagi mahasiswa guna mengejar dinamika perkembangan Ilmu Alam agar Mahasiswa tidak menjadi miss tomorrow. Mahasiswa juga dituntut untuk berfikir rasional dengan mempelajari ilmu ini diharap mereka mengatahui gejala-gejala alam berserta tanda-tandanya. Ilmu ini menjadi sangat urgen karena memberikan bekal kepada Mahasiswa untuk mengejar ilmu alam dan teknologi yang semakin berkembang pesat dalam kencah internasional 2. Urgensi IBD (Ilmu Budaya Dasar) Bagi Mahasiswa Seperti yang kita ketahui manusia merupakan makhluk yang berbudaya. Sebenarnya kebudayaan didefinisikan sebagai hasil pengungkapan diri manusia kedalam materi sejauh diterima dan dimiliki oleh suatu masyarakat dan menjadi warisannya. Manusia harus menciptakan suatu kebudayaan, sebab tanpa kebudayaan ia makhluk yang tidak berdaya, yang menjadi korban dari keadaanya yang tidak lengkap dan naluri-nalurinya yang tidak terpadu. Ilmu Budaya Dasar memiliki urgenitas bagi Mahasiswa karena orientasi Mahsiswa adalah lingkungan yang berbudaya dari lingkungan yang berbudaya tersebut mereka harus lebih mudah untuk integrasi dalam lingkungan tersebut terutama dengan lingkungan yang baru, hal ini untuk profesi mereka.

Urgenitas yang sangat vital bagi Mahasiswa dalam mempelajari Ilmu ini adalah karena ilmu ini memberi pandangan yang luas terhadap masalah-masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka tehadap persoalan-persoalan yang menyangakut kedua hal tersebut. Juga mengusahakan agar para Mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan pengotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruanglingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. Mata kuliah ini berusaha menambah kemampuan Mahasiswa untuk menanggapi masalah dan nilai-nilai dalam lingkungan masyarakat mereka. 3. Urgensi ISD (Ilmu Sosial Dasar) Bagi Mahasiswa Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah suatu program pelajaran baru yang dikembangkan di Perguruan Tinggi. Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial Dasar ini sejalan dengan realisasi pengembangan ide dan pembaharuan system pendidikan yang bersifat dinamis dan inovatif. Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu-ilmu social yang dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah social yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Urgenitas ilmu ini sendiri bagi Mahasiswa adalah memberikan dasar-dasar ata pengetahuan social kepada para Mahasiswa, yang diharapkan akan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan memberikan alternative pemecahan masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan pengetahuan yang didapat melalaui ISD, diharapkan para Mahasiswa akan mapu mengorientasikan diri berkat pengahayatannya terhadap arah perkembangan masyarakat. Setelah mengorientasikan diri secara mapan paling tidak ia harus mampu mengetahui kearah mana pemecahan itu harus ditempuh. Masalah-masalah social yang berkembang sedemikian kompleks, baik yang bersifat local, regional, nasional maupun internasional seperti pengangguran, urbanisasi, penyelundupan, dan kriminalitas. Kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika. Pertentangan ras dan pergolakan politik, merupakan masalah-masalah social yang harus dilihat serta ditanggulangi dengan segala aspek pengetahuan yang terjalin satu sama lain.

BAB III PENUTUP Kesimpulan A. Pengertian IAD, IBD, ISD Adalah 1. Pengertian Ilmu Alamiah Dasar adalah Ilmu Pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam Alam semesta, termasuk dimuka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

2. Pengertian Ilmu Budaya Dasar adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai-nilai insani ; tercakup didalamnya usaha memanusiakan diri didalam alam lingkungan, baik fisik maupun social. 3. Pengertian Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah social, khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan pengertianpengertian yang berasal dari berbagai bidang ilmu pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social B. Tujuan IAD, IBD, ISD Adalah 1. Tujuan Ilmu Alamiah Dasar adalah Dengan mempelajari tentang pengetahuan ini, maka diharapkan akan dapat memahami perkembangan penalaran manusia terhadap gejala-gejala Alam sampai terwujudnya metode ilmiah yang merupakan ciri khusus dari ilmu pengetahuan Alam. 2. Tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama unyuk kepentingan profesi mereka. 3. Tujuan Ilmu Sosial Dasar adalah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan social dapat dipertajam. C. Ruanglingkup Materi IAD, IBD, ISD Adalah 1. Ruanglingkup materi Ilmu Alamiah Dasar adalah Kelahiran alam semesta, terbentuknya tata surya, teori terbentuknya bumi, asal mula kehidupan dibumi. 2. Ruanglingkup Ilmu Budaya Dasar adalah Berbagai aspek kehidupan yang mengungkapkan masalahmasalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi keahlian. (disiplin) didalam pengertian budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya. 3. Ruanglingkup Ilmu Sosial Dasar adalah Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan maslah social tertentu. Kenyataan-kenyataan social tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu social. Karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya D. Urgensi IAD, IBD, ISD Bagi Mahasiswa Adalah 1. Urgensi Ilmu Alamiah Dasar bagi Mahasiswa adalah diharap mampu menjawab pertanyaan mengapa hal itu dapar terjadi?. Ilmu ini juga sangat penting bagi mahasiswa guna mengejar dinamika perkembangan Ilmu Alam agar Mahasiswa tidak menjadi miss tomorrow. Mahasiswa juga dituntut untuk berfikir rasional dengan mempelajari ilmu ini diharap mereka mengatahui gejala-gejala alam berserta

tanda-tandanya. Ilmu ini menjadi sangat urgen karena memberikan bekal kepada Mahasiswa untuk mengejar ilmu alam dan teknologi yang semakin berkembang pesat dalam kencah internasional 2. Urgensi Ilmu Budaya Dasar bagi Mahasiswa adalah karena ilmu ini memberi pandangan yang luas terhadap masalah-masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka tehadap persoalan-persoalan yang menyangakut kedua hal tersebut. Juga mengusahakan agar para Mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan pengotakan disiplin yang ketat. 3. Urgensi Ilmu Sosial Dasar bagi Mahasiswa adalah memberikan dasar-dasar ata pengetahuan social kepada para Mahasiswa, yang diharapkan akan cepat tanggap serta mampu menghadapi dan memberikan alternative pemecahan masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA Hidayati, Marwadi. 2007. Ilmu Alamiah Dasar Ilmu Sosial Dasar Ilmu Budaya Dasar. CV. Pustaka Setia. Bandung. Jasin, Maskoeri. 1987. Ilmu Alamiah Dasar. PT. Raja Grafindo Persada.Jakarta. Noor, Arifin. 2007. Ilmu Sosial Dasar. Pustaka Setia. Bandung. Pandoyo, Sumbawi. 1987. Ilmu Alamiah Dasar. Usaha Nasional. Surabaya. Soelaeman, Munandar. 2007. Ilmu Budaya Dasar.PT. Refika Aditama.Bandung

MAKALAH IAD/ISD/IBD MANUSIA DAN KEADILAN

DISUSUN OLEH :

MOH.ISNAINI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN ) SAMARINDA 2010 JURUSAN DAKWAH

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang MANUSIA DAN KEADILAN yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini memuat tentang permasalahan manusia dengan keadilan yang terjadi di negeri ini. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata kuliah IAD/IBD/ISD Penyusun yaitu Siti syahar inayah. M.Si yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun karya tulis ilmiah. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk kritik dan saran yang bersifat membangun, demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata penulis mengucapkan Terima kasih.

Samarinda 16 oktober 2010

Penyusun i DAFTAR ISI HALAMAN KATA PENGANTAR.. i DAFTAR ISI ii BAB. 1. PENDAHULUAN 1.latar belakang pemilihan judul 1 2.Deskripsi singkat. 1 3. Rumusan masalah . 1 4. Tujuan penulis secara umum 1 5. Tujuan penulis secara khusus ... 2 BAB. 2. PEMBAHASAN 1. 2. 3. Pengertian keadilan 3 Pengertian kejujuran Kecurangan 4 3

4. 5. 6. 7. 8.

Sebab-sebab kecurangan .. Pemulihan nama baik 5 Pembalasan 6 Hak dan kewjiban azazi manusia .

Kewajiban azazi manusia .. 8

BAB. 3. PENUTUP 1. 2. Kesimpulan 11 Daftar pustaka 12

ii BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar belakang pemilihan judul

Dewasa ini banyak terjadi ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat.baik itu keadilan dari pemerintahan , undang undang , peraturan hukum , ataupun keadilan dari lingkungan masyarakat itu sendiri. Di era pemerintahan sekarang ini masyarakat luas tidak begitu memperhatikan adil atau tidaknya suatu hukum yang berlaku. Dan ini menjadi polemik bagi masyarakat.khususnya masyarakat yang tidakbegitu mengenal tentang peraturan-peraturan , undang-undang , hukum-hukum yang berlaku.mereka lebih mengenal bahwa keadilan itu adalah rasa yang timbuk dari diri mereka sendiri ketika mereka merasa dirinya tak diperlakukan semestinya.dan ruang lingkupnya hanya disekitar masyarakat itu saja. Oleh karena itu penulis mengambil judul MANUSIA DAN KEADILAN

2.

Deskripsi singkat

Makalah ini menjelaskan tentang manusia dan hubungannya dengan keadilan sebab-sebab ketidak adilan, faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi ketidak adilan dan dalam makalah ini pula akan dijelaskanberbagai macam keadilan serta penjabarannya dari beberapa tokoh terkamuka.

3.

Rumusan masalah

a. b. c.

Apa penyebab ketidakadilan yang ada dimasyarakat sekarang ini. Fakto- faktor apa yang menyebabkan manusia berbuat tidak adil. Macam macam keadilan .

4.

Tujuan penulisan secara umum

Pembaca dapat memahami dan mengerti tentang berbagai macam keadilan, keadilan sosial, kejujuran, kecurangan dan kenyataan yang ada dalam kehidupan serta kaitannya dengan manusia.

1 5. Tujuan penulisan secara khusus -menjelaskan pengertian keadilan - menjelaskan makna keadilan - dapat menyebutkan macam-macam keadilan - menjelaskan pengertian kejujuran - menjelaskan pengertian kecurangan - menyebutkan sebab-sebab orang melakukan kecurangan - menyebutkan macam-macam perhitungan dan pembalasan - menyebutkan hakekat pemulihan nama baik - menjelaskan pengertian tentang pembalasan - menyebutkan penyebab pembalasan - menuliskan 1 contoh pembalasan

2 BAB 2 PEMBAHASAN 1. Pengertian keadilan

1. Keadilan menurut aristoteles Keadilan menurut aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil. 2. Plato Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. 3. Socrates Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masingmasing telah melaksanakan kewajibannya.

Pada umumnya keadlan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban . Atau dengan kata lain adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya.

2. Pengertian kejujuran kejujuran itu adalah nilai kebaikan sebagai sifat positif yang akan diterima oleh semua orang dimanapun dan kapanpun ia berada. Jadi nilai kejujuran ini adalah nilai kebaikan yang bersifat universal. Pengertian kejujuran itu sendiri yang akar katanya jujur, dalam Kamus Bahasa Indonesia berarti lurus hati; tidak berbohong; tidak curang; tulus; ikhlas. Sehingga kejujuran diartikan sebagai sifat (keadaan) jujur; ketulusan hati atau kelurusan hati (Pusat Bahasa Depdiknas, 2001: 479). jujur jika diartikan secara baku adalah mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat 3 kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya. Secara filosofis, kejujuran merupakan nilai moral-transendental yang selalu mendahului sekaligus menyertai pengalaman. Di sini, ketidakjujuran dimaknai sebagai absennya kejujuran. Saat kejujuran dipasung, saat itu pula ketidakjujuran menggejala. Keduanya ibarat malam dan siang hari yang tak pernah bertemu di satu titik cakrawala. Ketidakjujuran nihil, tak punya hakikat pada dirinya (nonesensial).

3. Kecurangan Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri,

dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan. 4. Sebab-sebab kecurangan Sebab-sebab seseorang berbuat curang, yaitu : 1. 2. 3. Orang yang sering mengalami kegagalan cenderung sering melakukan kecurangan. Orang yang tidak disukai atau tidak menyukai dirinya sendiri cenderung menjadi pendusta. Orang yang hanya menuruti kata hatinya, bingung dan tidak dapat menangguhkan keinginan 4 memuaskan hatinya, cenderung berbuat curang. 4. Orang yang memiliki hati nurani (mempunyai rasa takut, prihatin dan rasa tersiksa) akan lebih mempunyai rasa melawan terhadap godaan untuk berbuat curang. 5. Orang yang cerdas (intelligent) cenderung menjadi lebih jujur dari pada orang yang dungu (ignorant). 6. Orang yang berkedudukan menengah atau tinggi cenderung menjadi lebih jujur.

7. Kesempatan yang mudah untuk berbuat curang atau mencuri, akan mendorong orang melakukannya. 8. Masing-masing individu mempunyai kebutuhan yang berbeda dan karena itu menempati tingkat yang berbeda, sehingga mudah tergerak untuk berbohong, berlaku curang atau menjadi pencuri. 9. Kehendak berbohong, main curang dan mencuri akan meningkat apabila orang mendapat tekanan yang besar untuk mencapai tujuan yang dirasakannya sangat penting. 10. Perjuangan untuk menyelamatkan nyawa mendorong untuk berlaku tidak jujur. 5.Pemulihan nama baik Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang

sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk

5 6.Pembalasan Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Contoh pembalasan. Andi memberikan pertolongan kepada andita, andita seorang korban kecelakaan tabrak lari. Disaat andi mengalami musibah kebakaran ternyata orang yang menolong pertama kali adalah andita, orang yang ditolong andi waktu kecelakaan perbuatan tersebut merupakan tindakan pembalasan.

7. Hak dan kewjiban azazi manusia Sebenarnya hak azazi manusia sudah sangat difahami oleh semua orang yang hidup didunia. Untuk membuat hal ini lebih dimengerti, kitapun sudah dari dulu selalu berupaya agar istilah Hak Azazi Manusia ini dapat benar benar dimengerti maupun dapat diamalkan setiap orang kepada orang lain. Sebegitu banyaknya orang berbicara masalah H A M ini, dan sebegitu banyaknya orang berbicara bagaimana caranya agar H A M ini dilaksanakan dengan benar dan bertanggung jawab, tetapi sebegitu banyak juga orang yang berusaha untuk tidak mengikuti apa yang dia sangat sadari sebagaiHAM.Mengapa? Pertama : Hak Azazi Manusia hanyalah sebuah istilah yang merupakan singkatan dari apa dan bagaimana seseorang dapat hidup dengan baik dan layak. Kedua : Hak Azazi Manusia bukan merupakan suatu kewajiban didalam menyelenggarakan suatu kehidupan orang lain dan bukan pula sesuatu yang akan berdampak kepada tidak hidupnya seseorang karena orang lain tidak terlalu memperhatikan apa yang menjadi hak azazinya

Ketiga : Apabila seseorang merasa tahu tentang apa itu Hak Azazi Manusia, maka dia akan bicara sangat panjang lebar dan sangat hati hati, tetapi sebenarnya tidak menyentuh suati arti dan nilai yang sangat mendasar, bahkan cenderung hanya untuk menampilan dirinya sebagai sosok yang sangat peduli pada manusia lain ataupun sangat peduli kepada nasib orang lain yang kelihatannya hak azazinya dilanggar Keempat : Didalam menjalankan suatu proses kehidupan, manusia memang dituntut untuk selalu menghormati Hak Azazi orang lain, terutama bagi orang yang kegiatan sehari seharinya selalu berhubungan dengan Hak Pribadi Orang. Sayangnya apa yang dituntut ini tidak selalu adil bagi setiap orang ataupun kelompok masyarakat, karena ternyata yang sering dibicarakan adalah seolah olah Hak Azazi Manusia itu hanya berisi suatu kepribadian yang tidak menyakitkan orang lain ataupun merugikan kehidupan orang lain. Sebenarnya apa yang terkandung didalam kata kata HAK AZAZI MANUSIA itu ? Untuk menguraikan hal ini sebaiknya kita melompat dulu jauh kebelakang, dimana suatu fenomena pernah terjadi, dimana seorang manusia begitu menderita dikala hak dia sebagai manusia dicabik cabik oleh sebuah kekuasaan yang saat itu sedang gemilang gemilangnya berkuasa. Pada saat itu muncul suatu aliran yang dinamakan aliran Humanis atau sebuah aliran yang sangat peduli kepada harga diri seorang manusia dan sangat peduli kepada apa yang disebut sekarang ini Hak Azazi Manusia. Istilah Hak Azazi Manusia belum seperti sekarang dan juga belum terlalu merasuk pada setiap kehidupan masyarakat, karena kata kata ini sangat tabu untuk disebutkan dan juga sangat beresiko tinggi terhadap kehidupan orang yang berani menyebutnya. Segala kehidupanpun tetap berlangsung seperti air mengalir tanpa ada suatu gejolak yang membuat Hak Azazi Manusia ini mencuat kepermukaan. Namun suatu saat dimana terjadi sebuah revolusi yang cukup menjungkir balikkan kaum penguasa, kata Hak Azazi Manusia ini mulai berdengung dimasyarakat sehingga setiap orang sepertinya menuntut untuk segala hal yang sifatnya Hak Azazi mereka dipenuhi oleh orang lain, terutama oleh para penguasa. Ketika hal ini mencapai puncaknya, terjadilah suatu perang antara kaum penuntut Hak Azazi Manusia dan kaum yang tidak ingin masalah ini sampai muncul kepermukaan karena hal ini berarti akan berakhirnya dominasi mereka terhadap manusia yang lain yang mereka anggap sangat lebih lemah dari mereka. Saat inilah terjadi suatu fenomena dimana masyarakat yang merasa Hak Azazinya diinjak injak penguasa, mereka membuat suatu slogan yang berbunyi selamatkan jiwa kami karena hal ini merupakan Hak Azazi kami yang paling utama selain hak hidup kami yang selama ini selalu dianggap tidak bermakna dan tidak bernilai sebagai manusia. 7

Lalu apa yang terjadi setelah hal ini begitu menggema dan tidak dipedulikan oleh para penguasa waktu itu, seluruh penguasa mendapat ancaman hukuman yang dijatuhkan oleh mereka yang merasa dirinya diinjak injak dan mereka menuntut para penguasa berganti posisi, dimana mereka berada pada posisi dimana hak hidup mereka benar benar ada ditangan orang lain dan mereka baru menyadari bahwa sesungguhnya setiap orang siapapun dia, akan selalu menuntut apa yang mereka tidak dapatkan dan

apa yang mereka inginkan dan apabila hal ini tidak tercapai maka mereka akan merasa hak azazi mereka tidak terpenuhi. Lalu apa sebenarnya arti dan makna dari hak azazi manusia ini? Menurut seorang ahli filsafat kuno, hak azazi manusia sudah terdapat didalam hati nurani setiap insan manusia, dan manusia itu sendiri yang terus mengembangkan apa itu yang dinamakan hak azazi manusia, tetapi apapun yang didefinisikan ternyata yang paling penting adalah bahwa manusia sebagai seorang mahluk hidup didunia menginginkan suatu kehidupan yang damai, tentram dan bahagia, tetapi yang kemudian terjadi adalah hak azazi manusia dijadikan suatu slogan untuk menutupi keinginan pribadi yang sebenarnya sangat bertentangan dengan apa yang ingin dicapai oleh orang lain dan pada akhirnya terjadi salah pengertian mengenai arti dan makna dari hak azazi manusia itu sendiri. Kembali kepada soal yang menyangkut kebutuhan hidup manusia yang sering dipolitisir oleh para politikus, maka terjadilah suatu fenomena dimana sekelompok manusia akan dijadikan alat untuk mendengungkan apa yang disebut Hak azazi manusia ini untuk membuat suatu kesan dimasyarakat bahwa kita sangat peduli kepada hak azazi manusia dan kita sangat prihatin dengan kondisi hak azazi manusia ini, namun pada kenyataannya kita hanya menunjuk pada orang lain yang harus bertanggung jawab terhadap sebuah hak azazi yang dianggap telah diperkosa dan telah dibunuh oleh suatu rencana pribadi ataupun oleh suatu ambisi yang tidak tertahan, sehingga timbul polemik yang mengarah kepada perbedaan pendapat yang dipertajam dengan silang pendapat dari para pembicara politik kita, dan pada akhirnya kita melihat bahwa seluruh kegiatan yang katanya sangat mempedulikan hak azazi manusia tidak mencerminkan lagi kepentingan orang yang dianggap hak azazinya diinjak tetapi lebih kepada pemanfaatan situasi untuk kepentingan diri sendiri dan sekelompok orang yang sangat haus akan kekuasaan dan popularitas. Jadi apapun yang didengungkan orang atau apapun yang selalu dibicarakan orang mengenai hak azazi ini, maka hanya sebagian kecil saja yang benar benar didasarkan pada keinginan yang tulus untuk tetap mempertahankan akan arti dan makna dari hak azazi manusia ini dan yang kemudian terjadi justru lebih banyak mengarah kepada pengkultusan dari tokoh yang seolah olah sangat peduli 8 kepada hak azazi manusia ini sehingga seringkali terjadi kesalah fahaman diantara orang yang mengerti betul apa arti hak azazi manusia ini dengan orang yang hanya mengikuti apa yang diucapkan oleh tokoh yang mereka anggap sebagai tokoh hak azazi manusia. 8. Kewajiban azazi manusia

Apabila kita memperhatikan seluruh dunia sering sekali berbicara mengenai sebuah hak azazi yang diinjak injak, sebuah hak azazi yang diperkosa atau banyak lagi berita yang mengandung terjemahan dari hak azazi yang sangat mengarah kepada bagaimana seharusnya manusia dihargai hak hidupnya olehoranglain. Tapi bagaimana dengan kewajiban manusia yang juga sebenarnya harus dipikirkan dan diingat karena selain manusia mempunyai hak, manusia juga mempunyai kewajiban yang sifatnya sangat mendasar dan hal ini sangat sering dilupakan oleh kita, karena seperti halnya manusia yang bijak dan sangat dipengaruhi oleh kebutuhan hidup manusia sering melupakan apa yang menjadi kewajiban manusia itu

sendiri terhadap orang lain maupun lingkungannya. Bagaimanapun majunya suatu peradaban manusia, bagaimanapun majunya suatu negara, masalah kewajiban manusia sering hanya dikaitkan dengan apa yang tertulis didalam peraturan ataupun apa yang tersirat didalam suatu undang undang yang sering kali tidak dimengerti ataupun diketahui oleh masyarakat luas, sehingga didalam praktek kehidupannya banyak terjadi mereka hanya mengerti apa yang disebut hak azazi manusia dari pada kewajiban azazi manusia dan akibat dari ketidak mengertian ini mereka berbuat semaunya karena hak azazi mereka untuk hidup sangat mendominasi pikiranmereka. Lalu bagaimana sebenarnya kewajiban manusia itu bisa dilaksanakan oleh seluruh umat manusia diduniaini? Untuk mengenal lebih jauh apa itu kewajiban azazi, maka kitapun harus mengenal dulu suatu peradaban kuno yang sangat mengerti kepada kewajiban azazi ini. Dijaman batu dulu, mungkin manusia tidak diperkenalkan kepada apa yang disebut kehidupan modern karena memang saat itu mereka hanya berfikir tentang kehidupan yang mendasar yaitu mereka membutuhkan makanan dan perlindungan sehingga didalam hati mereka yang tersirat hanyalah mencari makan dan membuat perlindungan. Ketika ada orang yang berusaha meningkatkan kebutuhan utama ini dengan menambahkan faktor kenyamanan maka timbullah berbagai reaksi yang sangat tidak diduga karena ternyata setelah adanya keinginan untuk mendapatkan kenyamanan timbul berbagai tindakan yang mengarah kepada saling memburu apa yang menurut mereka dapat memenuhi kebutuhan akan faktor kenyamanan tadi, 9 sehingga dari sini mulailah terjadi egoisme dan saling menjatuhkan kebutuhan orang lain demi untuk kenyamanan diri sendiri. Sebenarnya apa arti dari uraian diatas tadi? Jika kita menyimak dengan teliti, bahwa apa yang tersirat dari uraian diatas adalah menggambarkan bagaimana sebuah tuntutan kenyamanan dapat begitu berpengaruh didalam kehidupan manusia dan dapat menjungkirbalikan makna dasar dari suatu kehidupan dan akhirnya manusia lupa pada yang hakiki dari suatu nilai kehidupan yaitu kebersamaan yang didasari oleh rasa saling menghargai kehidupan orang lain dan rasa kebersamaan yang didasari oleh rasa cinta kasih akan suatu kenyamanan hidup bersama tanpa harus mengorbankan hak hidup seseorang sehingga didalam pelaksanaan kehidupannya akan timbul rasa saling tolong menolong dan saling menghargai hak hidup orang lain tanpa menuntut suatu penghargaan.

10 BAB 3 PENUTUP

Keadilan yang dilambangkan dengan gambar timbangan.Yang berarti tidak harus sama tetapi seimbang.Hal ini juga harus diberlakukan sama dengan masyarakat .Saling tenggang rasa , menghormati , saling membantu , tak pandang materi , kedudukan,derajat , ataupun yang lain.Rasa keadilan dapat tertera dalam kehidupan keseharian kita apabila kita saling menghargai satu sam lain , dan dibarengi dengan pengetehuan hukum. Undang-undang dan semua peraturan yang berlaku.

11 DAFTAR PUSTAKA

Adi subrata, Winarna surya. 2002. Masyarakat madani (Muara Gerakan Reformasi di Indonesia). Yogyakarta: AMP YKPN. Dirdjosisworo Soedjono.2002. Pengadilan Hak Asasi Manusia di Indonesia. Bandung : Citra aditya Bhakti. http://id.answer.yahoo.com/question/index?qid=20100126015949AAJoFhp http://id.wikipedia.org/wiki/manusia http//kanal3.wordpress.com/2010/05/19ilmu-budaya-dasarmanusia-dan.keadilan.ikipedia.org/wiki/ keadilan03/24/manusia-dan-keadilan. http://mirabiela.wordpress.com/2008/10/12/hak-kewajiban-azazi-manusia/ http:sekitarkita.com http:puskur.or.id Hoover , Kenneth.R, Unsur-unsur pemikiran ilmiahdalam ilmu-ilmu social, (Terjemahan Hartono. H), Yogyakarta, 1990, PT.Tiara Wacana Yogya. Sugihen, Bahrein, T.Sosiologi Pedesaan-Suatu pengantar, Jakarta,1996, Rajawali press.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Manusia adalah makhluk Tuhan yang sempurna, berakal dan berbudi (Kamus Bahasa Indonesia). Di antara semua makhluk yang Allah ciptakan, hanyalah manusia yang diciptakan dengan bentuk yang sempurna, sesuai dengan Firman Allah SWT )4 : ( Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Al-Tiin : 4) Dilihat dari asal penciptaannya, manusia tersusun dari unsur bumi dan unsur langit. Unsur bumikarena manusia diciptakan dari sari pati tanah. Unsur langit karena setelah proses penciptaan fisiknya sempurna, Allah meniupkan ruh kepadanya. Dari kedua unsur tersebut, manusia disimbolkan dengan tiga unsur utama, yaitu hati, akal, dan jasad. B. PERUMUSAN MASALAH Kehidupan manusia sangat kompleks, sehingga banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan manusia berupa kebutuhan, fungsi dan tugas manusia. Maka dalam makalah ini akan dibahas mengenai: 1. Keutuhan manusia 2. Kebutuhan manusia 3. Hakikat manusia 4. Alam kehidupan manusia

BAB I KEUTUHAN MANUSIA Sebagaiman telah dijelaskan di atas bahwa manusia memiliki tiga unsur utama, yaitu jasad, hati dan akal. 1. Hati Rasulullah mengatakan bahwa di dalam jasad ada segumpal daging. Bila daging itu baik, maka baiklah seluruh jasad. Namun, bila daging itu rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Meskipun hati secara fisiksangat menentukan kesehatan tubuh, namun dilihat dari konteks pembahasan ayat-ayat maupun hadits nabawi yang berbicara tentang qalbu (hati) yang dimaksud bukan hati fisis. Ia abstrak, termasuk unsur

rohani, yang merasakan haru, bahagia, suka, duka, sedih, gembira, dan emosi yang lainnya. Hati yang berbolak-balik di antara berbagai perasaan itu. Karena tidak berada pada satu keadaan itulah kemudian dinamakan qalb. Berdasarkan termologi bahasa, qalb berasal dari qalaba yang berarti berbolak-balik. Dalam konteks kekhalifahan, di dalam hatilah tersimpan potensi besar untuk berniat dan bertekad. 2. Akal Imam Ghazali memasukkan akal sebagai bagian dari hati, sehingga beliau memasukkan tafakkur(kerja akal) ke dalam bab dzikr (yang merupakan kerja hati). Allah mengatakan bahwa pemahaman merupakan pekerjaan hati. )979 : ...... ....... ( Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) (Al-Araf: 179) Akal juga bukan otak, karena otak bahasa arabnya dimagh, yang ini bersifat fisik. Dengan demikian, akal pn abstrak. Akal termasuk karunia Allah yang terbesar bagi manusia karena dengan akal inilah manusia menjadi makhluk yang paling istimewa. Dengan akal itu manusia dapat memahami berbagai hal yang Allah ajarkan kepadanya. Dalam konteks kekhalifahan, akal memberi manfaat yang besar kepada manusia dalam bidang ilmu pengetahuan hingga dapat melakukan pengembangan dan inovasi. Terlepas dari perbedaan tentang hakikat hati dan akal, yang jelas kita dapat merasakan keberadaannya. Lebih penting lagi adalah bagaimana memanfaatkan keduanya secara baik. Dengan hati, manusia bercita-cita, berobsesi, dan bertekad. Dengan akal ia memperoleh ilmu yang ia gunakan untuk merencanakan strategi demi mencapai tujuan. 3. Jasad Jasad sangat mudah dikenali, karena ia dapat kita lihat dan kita raba. Karena itu tidak ada perbedaan tentang hakikat jasad ini. Yang terpenting bagi manusia adalah menggunakannya sebagai pelaksana bagi apa yang telah ditekadkan oleh hati dan direncanakan oleh akal. Tanpa jasad, tekad dan pengetahuan hanya akan menjadi impian dan teori yang kosong. Hati, akal, dan jasad adalah anugerah Allah yang harus digunakan untuk menjalankan amanah yang langit, bumi, dan gunung tak sanggup mengembannya. Amanah itu tidak lain adalah ibadah dan khilafah. Yang menjadi perhatian kita adalah bagaimana manusia menunaikan amanah itu. Keutuhan manusia secara lahir dengan jasad dan secara bathin dengan hati dan akal, semuanya tertuju untuk menjalankan beriman dan bertaqwa untuk menjalankan amanah yang dibebankannya.

BAB II

KEBUTUHAN MANUSIA A. KEBUTUHAN INDIVIDU Zakiyah Darajat sebagaimana yang dikutip oleh Prof. Dr. H. Ramayulis mengungkapkan bahwa kebutuhan manusia terbagi atas 2 kebutuhan, yaitu kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Kebutuhan primer yaitu kebutuhan jasmaniyah: makan, minum, seks dan sebagainya (kebutuhan ini didapat manusia secara fitrah tanpa dipelajari). Beberapa kebutuhan primer di antaranya: a. Sandang. Manusia membutuhkan makanan untuk mendapatkan kekuatan dalam menjalankan segala aktifitasnya. Sandang yang baik adalah yang memenuhi kriteria empat sehat lima sempurna. Tapi bukan hanya itu saja, dalam pandangan Islam sandang yang baik adalah sandang yang sesuai dengan apa yang ditunjukkan dalam syariat Islam yaitu halalan (harus halal). Sebagaiman firman Allah SWT: )( Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. b. Pangan. Untuk menjaga kehormatan manusia, untuk menghias pribadi, manusia memerlukan pakaian. Bukan hanya sebagai hal itu saja, tetapi pakaian juga disyariatkan oleh agama Islam sebagai alat untuk menutup aurat. Bahkan disebutkan dalam Al-Qur'an bahwa Allah SWT memerintahkan untuk memakai pakaian yang bagus ketika hendak beribadah kepada Allah SWT. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid, Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (AlAraf : 31) c. Papan. Manusia memiliki kebutuhan untuk beristirahat setelah melakukan kegiatan sehari-hari. Rumah untuk tempat tinggal dan menjalani kehidupan keluarga. d. Kebutuhan seks. Manusia, terutama pada masa remaja kebutuhan ini demikian menonjolnya sehingga mendatangkan pengaruh-pengaruh negative, tidak terpenuhinya kebutuhan seks ini akan mendatangkan gangguan-gangguan kejiwaan dalam tindakan abnormal. e. Melarikan diri. Kebutuhan manusia akan perlindungan dan keselamatan jasmani dan rohani. Usaha menghindarkan diri dari bahaya atau sesuatu yang dianggap berbahaya merupakan reaksi yang wajar sebagai usaha proteksi. f. Pencegahan. Kebutuhan manusia untuk mencegah terjadinya reaksi melarikan dirib. Kebutuhan ini menyalurkan manusia ke arah penerimaan tantangan dari luar kemudian menekan, menantang, atau menyalurkannya.

g. Ingin tahu. Kebutuhan rohani manusia untuk ingin selalu mengetahui latar belakang kehidupannya. Kebutuhan ini mendorong manusia untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan kodrat kehidupannya. Penyaluran kebutuhan akan rasa ingin tahu inilah yang telah banyak berperan dalam meningkatkan kebudayaan manusia baik kebudayaan material dan spiritual. h. Humor. Kebutuhan manusia untuk mengendorkan beban kejiwaan yang dialaminya dalam bentuk verbal dan perbuatan. Sigmund Freud membagi humor atas a. Aggressive Wit, yaitu humor yang menyinggung orang b. Harmsless Wit, yaitu humor yang tidak menyinggung orang lain Kebutuhan sekunder atau kebutuhan rohaniah: jiwa dan sosial. Kebutuhan ini hanya terdapat pada manusia dan sudah dirasakan sejak manusia masih kecil. Di antaranya: 1. Kebutuhan akan rasa kasih sayang 2. Kebutuhan akan rasa aman 3. Kebuthan akan rasa harga diri 4. kebutuhan akan rasa bebas 5. kebutuhan akan rasa sukses 6. kebutuhan akan rasa ingin tahu B. KEBUTUHAN SOSIAL Kebutuhan sosial manusia tidak disebabkan pengaruh yang datang dari luar sebagai stimulus seperti layaknya pada binatang. Kebutuhan sosial pada manusia berbentuk nilai. Jadi kebutuhan itu bukan semata-mata kebutuhan biologis melainkan juga kebutuhan rohaniah. Bentuk kebutuhan ini menurut Guilford terdiri dari: a. Pujian dan hinaan b.Kekuasaan dan mengalah c. Pergaulan d.Imitasi dan simpati e. Perhatian C. KEBUTUHAN TERHADAP AGAMA Selain berbagi macam kebutuhan yang disebutkan di atas, masih ada lagi satu kebutuhan manusia yang sangat perlu diperhatikan, yaitu kebutuhan beragama, sehingga manusia disebut sebagai makhluk yang

beragama (homo religius). Ahmad Yamanu mengemukakan bahwa tatkala Allah membekali insan itu dengan nikmat berpikir dan daya penelitian, diberinya pula rasa bingung dan bimbang untuk memahami dan belajar mengenali alam sekitarnya disamping rasa ketakutan terhadap rasa keberangan dan kebengisan alam itu. Hal inilah yang mendorong insan tadi untuk mencari-cari suatu kekuatan yang dapat melindungi dan membimbingnya disaat-saat yang gawat. Manusia dimanapun dia berada dan kemanapun mereka hidup secara kelompok atau sendiri-sendiri telah terdorong ke arah perbuatan dengan memperagakan diri dalam bentuk pengabdian kepada zat yang Maha Tinggi. Salah satu cirri fitrah ini ialah, bahwa manusia menerima Allah sebagai Tuhan, dengan kata lain manusia itu adalah dari asal mempunyai kecenderungan beragama, sebab agama itu sebahagiaan dari fitrahnya. Fitrah berarti potensi untuk ber-Islam. Pemaknaan semacam ini dikemukakan oleh Abu Hurairah bahwa fitrah berarti beragama Islam. Sabda Nabi SAW: Bukanlah aku telah menceritakan kepadamu tentang sesuatu yang Allah telah menceritakan kepadaku dalam kitab-Nya bahwa Allah menciptakan Adam dan anak cucunya untuk berpotensi menjadi orangorang Islam yang suci. (HR. Iyadh ibn Khumair) BAB IV HAKIKAT MANUSIA A. MAKHLUK INDIVIDUAL Individu (bahasa Perancis) artinya orang seorang. Kata ini selalu mengacu pada manusia dan tidak pada yang bukan manusia; dalam hal ini adalah satu orang manusia. Kata sifatnya adalah individuet(bahasa Perancis) menunjuk pada satu orang yang sekaligus untuk membedakannya dengan masyarakat (individu and society), dan juga dimaksudkan ciri-ciri khas yang melekat pada satu orang tersebut. Ciriciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya identitas yang khusus, disebut sebagai keperibadian. Dengan pengalaman yang ada individu akan mencoba membandingkan satu fenomena dengan fenomena yang lain yang pernah ia persepsikan, dan akan sampai pada penyusunan suatu penggambaran baru yang abstrak yang benar-benar berbeda dengan semua fenomena itu. Kemampuan individu dalam tahap ini dikenal sebagai konsep. Untuk menjadikan konsep itu lebih hidup, individu akan berusaha menggabungkannya dengan penggambaran yang sering kita jumpai dalam kenyataan masyarakat ini, ini disebut dengan fantasi. Untuk keperibadian selanjutnya adalah perasaan. Perasaan selalu bersifat subjektif, dan tidak pernah objektif. Oleh karena itu sangatlah sulit mencari referensinya. Misalnya perasaan bersalah yang ada pada seseorang akan melahirkan suatu kehendak untuk menebus atau minimal untuk memperkecil kesalahan itu.

Keperibadian atau keunikan individu ini akan dapat dipahami dengan mempelajari unsur-unsur yang menyebabkan keunikan tersebut. Menurut Koentjaraningrat, unsur-unsur keperibadian meliputi pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. Manusia sebagai individu harus bisa menjaga dirinya sendiri dan harus bisa mengembangkan potensi yang ada dengan memanfaatkan keperibadian dan keunikan yang dimilikinya. B. MAKHLUK SOSIAL Manusia sebagai makhluk sosial bergaul dengan individu lain sehingga membentuk suatu kelompok yang kemudian memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, dan adat istiadat yang disebut sebagai masyarakat. Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri kehidupan yang khas. Dalam lingkungan itu, antara orang tua dan anak, antara ibu dan ayah, antara kakek dan cucu. Antara kaum laki-laki dan kaum wanita, larut dalam kehidupan yang teratur dan terpadu dalam suatu kelompok manusia, yang disebut masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan kenyataan bahwa manusia sebagai makhluk sosial ada kecenderungan untuk melakukan kesalahan sesama manusia. Kecenderungan yang bersifat sosial ini selalu timbul pada diri setiap manusia ada sesuatu saling membutuhkan. Manusia dalam kehidupannya tidak bisa sendiri-sendiri, pasti membutuhkan pertolongan orang lain. Manusia dengan berinteraksi dengan yang lain akan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada, baik dengan cara bergotong royong atau dengan melakukan musyawarah bersama anggota masyarakat yang lain. C. MAKHLUK CIPTAAN ALLAH Manusia adalah salah satu makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT. dengan bentuk yang sangat sempurna, berbeda dengan makhluk lain. Dalam kaitannya manusia sebagai makhluk Allah, maka manusia memiliki kewajiban untuk mengabdi pada Dzat yang telah menciptakannya. Sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. dalam Al-Quran: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (AlDzariyat : 56) Bentuk peribadahannya sangatlah banyak, baik dilihat dari segi fiqih, tauhid, tashawuf, dan lain-lain. Manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi.

BAB V

ALAM KEHIDUPAN MANUSIA Ayat-ayat mengenai kejadian manusia semuanya dalam bentuk pengajaran dan nasehat yang mengajak manusia memperhatikan periode-periode janin manusia yang dapat dilihatnya dengan mudah. Dalam ayat-ayat ini dengan sengaja dinyatakan untuk menunjukkan kekuasaan Tuhan untuk membangkitkan manusia sesudah mati. Di antara ayat-ayat itu adalah : )8-5 : () () () () ( Maka hendaklah manusia memperhatikan dari Apakah Dia diciptakan?Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar Kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati). (Al-Thariq : 5-8) Kalau kita perhatikan, ayat di atas menunjukkan jalur kehidupan manusia. Dimulai manusia diciptakan dari sari pati tanah (air mani) yang kemudian di simpan dalam rahim (alam bathni) sehingga menjadi sosok manusia yang sempurna dan kemudian lahir ke dunia (alam fana) dan menjalani kehidupannya. Dalam kehidupannya, sesuai dengan ayat di atas, manusia harus sadar bahwa ia diciptakan dari setetes air mani yang sangat hina, maka tidak sepantasnya ia berbuat dhalim di muka bumi ini. Dan ia pun harus sadar, bahwa ia akan mengalami kematian dan akan ditanya oleh malaikat munkar dan nakir di dalam kubur (alam kubur). Dan suatu saat nanti manusia akan dibangkitkan dari alam kubur untuk menerima balasan atas perbuatan baik dan buruk selama hidup di dunia, yakni di alam akhirat (alam baqa).

DAFTAR PUSTAKA Al-Quran in Word softwere Yasin, Sulkan dan Sunarto Hapsoyo. 1990. Kamus Bahasa Indonesia. Surabaya : Mekar Jasiman. Lc. 2005. Syarah Rasmul Bayan Tarbiyah. Solo : Aulia Press Langgulung, Hasan Prof. Dr. 2003. Asas-asas Pendidikan Islam. Jakarta : PT. Pustaka Al-Husna Baru Noor, M. Arifin Drs. H. 1999. Ilmu Sosial Dasar. Bandung: CV. Pustaka Setia

menjadi sempurna dengan mengalami mutasi yang tiba-tiba dan tak disangka-sangka. Vallasmengklaim bahwa terwujudnya manusia harus dicari dalam bentuk tertentu dari sebuah evolusi. Iameyakini bahwa manusia dapat membebaskan dirinya dari cengkeraman alam materi dengan bantuankecerdasan dan kemampuannya untuk menyediakan pakaian, membuat senjata dan seluruh saranakehidupan, serta dengan kekuatan yang ia miliki untuk mengubah lingkungan hidup dan susunaninternal tubuhnya. Seluruh kemampuan dan kekuatan ini juga mampu mencegah dunia luar untuk memaksa manusia seperti layaknya seluruh binatang yang lain berdamai dengan lingkungan hidupnya.Atas dasar ini, dengan bersandar pada keistimewaan dan karasteristik yang dimiliki oleh manusia,Vallas mengingkari bahwa teori pemilihan natural dapat dikomparasikan dengan teori Evolusi manusia.Ia berkeyakinan bahwa roh manusia bukan hasil sebuah proses alam. Dengan melontarkan perbedaanantara roh dan badan, serta keserupaan dan perbedaan embriologis dan psikologis yang dimiliki olehmanusia dan binatang, Wismen juga mendeklarasikan penentangannya terhadap teori Darwin.[5] BAB IIIPENUTUP3.1 Kesimpulan Bahwa sesungunya makhluk hidup muncul selama masa yang beraneka ragam dalam tataran geologi.Lantaran revolusi-revolusi besar dan tiba-tiba yang pernah terjadi di permukaan bumi, seluruh makhluk hidup itu musnah. Setelah itu, Allah menciptakan kelompok binatang dan kehidupan baru dalam bentuk yang lebih sempurna. Periode-periode makhluk selanjutnya juga muncul dengan cara yang serupa.a. LamarckismeBerkeyakinan bahwa motor utama penggerak sebuah kesempurnaan adalah sebuah power yang menjadifaktor keterwujudan spesiesspesies yang lebih sempurna melalui kaidah pemanfaatan dan non- pemanfaatan anggota tubuh dan faktor, makhluk hidup itu mengalami evolusi menjadi spesies yanglebih sempurna. Faktor-faktor tersebut adalah lingkungan hidup, pemanfaatan dan non-pemanfaatananggota tubuh, kehendak, dan perpindahan seluruh karakteristik yang bersifat akuisitif (iktisb). b. Neo LamarckismeMenurut teori Neo Lamarckisme, makhluk hidup dan tumbuh-tumbuhan mengalami evolusi lantaran pengaruh langsung lingkungan hidup. Generasi-generasi selanjutnya akan mewarisi seluruh perubahanyang bersifat akuisitas ini.c. Darwinisme

Menurut keyakinannya, seluruh makhluk hidup berubah menjadi bentuk makhluk hidup yang lainlantaran sebuah proses evolusi dan penyempurnaan, dan tidak ada satu makhluk hidup pun yangdiciptakan tanpa adanya sebuah mukadimah dan secara mendadak dan tiba-tiba.[6] MAKALAH HAKIKAT PENCIPTAANKEHIDUPAN (TEORI PARA REVOLUSI)

Makalah ini dibuat untuk memenuhiTugas Bahasa IndonesiaDisusun Oleh:Afnan AnshoryM. Iwan JanuaryABD. Malik Program S1 IAIN Sunan Ampel Surabaya 2007

MEMAHAMI KOSEP UMUM TENTANG ILMU BUDAYA DASAR MEMAHAMI KOSEP UMUM TENTANG ILMU BUDAYA DASAR MAKALAH OLEH : M. SANIP HERI SINAGA NPM : 0802 1111 139 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DARMA AGUNG MEDAN 2009 KATA PENGANTAR Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunianya sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan sebaik-baiknya. Makalah ini bertujuan untuk memperkenalkan betapa pentingnya suatu budaya pada saat sekarang, karena pada saat sekarang banyak pembajakan budaya-budaya seperti tarian-tarian tradisional. Dan akibat kita mempelajari budaya tersebut kita akan sadar bahwa sebagai sarjana tidak boleh kuper kepada masyarakat semua element. Dan itu menjadi tugas mahasiswa yang berat untuk menjaga kebudayaan kita sendiri. Penulis juga menyadari bahwa tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dalam pembuatan suatu makalah atau karya ilmiah. Untuk itu penulis mengharapkan kritik, saran dan solusinya agar penulis dapat menyempurnakan tugas makalah ini di masa yang akan datang. Dengan demikian, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga paper ini bermanfaat bagi semuanya dan dapat dijadikan pengetahuan dan sumber refrensi. Medan, April 2009 Hormat Kami, Penulis DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar Isi ii BAB I. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Rumusan Masalah 2 BAB II. Pembahasan

2.1. Pengertian IBD 3 2.2. Tujuan IBD 3 2.3. Ruang Lingkup IBD 4 2.4. Urgensi IBD 5 BAB III. Penutup 3.1. Kesimpulan 6 3.2. Saran 7 Daftar Pustaka 8 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam rangka penyelenggraan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan Negara, maka diselenggarakan program-program pendidikan umum. Dengan tidak mengurangi makna penting tugas (Dharma)yang kesatu dan kedua yaitu pendidikan dan pengajaran serta penelitian, yang langsung berhubungan dengan masyarakat adalah dharma yang ketiga, pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan banhwa perguruan tinggi (mahasisiwa)harus mempunyai hubungan yang erat dengan masyarakat. Hubungan ini meliputi semua manifestasinya. Oleh karena itu, perlu mempersiapkan mahasiswanya sedini mungkin guna menghadapi realitas tersebut dan agar terciptanya sosok mahasiswa yang cerdik lagi kritis ditengah-tengah masyarakat. Memang disadari Ilmu Alam Dasar, Ilmu Budaya Dasar, dan Ilmu Sosial Dasar dianggap sangat perlu sekali dipelajari oleh Mahasiswa. Karena dengan penguasaandari ilmu-ilmu tersebut diharapkan Mahasiswa mempunyai sikap kritis terhadap gejala-gejala essensial alam, dan mempunyai sifat yang kritis terhadap dinamika-dinamika sosial dan budaya. Dalam kesempatan makalah ini penulis ingin mengupas tentang pengertian IBD, tujuan IBD, ruang lingkup materi IBD, serta urgnesi IBD, dan bagi mahasiswa. 1.2. Rumusan Pertanyaan 1. Apakah pengertian IAD, IBD, ISD ? 2. Apakah tujuan IAD, IBD, ISD ? 3. Bagaimanakah ruang lingkup materi IAD, IBD, ISD ? 4. Bagaimanakah urgensi IAD, IBD, dan ISD bagi mahasiswa ? BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Ilmu Budaya Dasar Menurut Koentjaraningrat (1980), kata Kebudayaan berasal dari kata sanskerta Budhayah, yaitu bentuk jamak dari dari Budhi yang berarti Budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan hal hal yang bersangkutan dengan akal. Sedangkan kata budaya merupakan perkembangan majemuk dari budi daya yang berarti daya dari budi sehingga dibedakan antara budaya yang berarti daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa, dengan kebudayaan yang

berarti hasil dari cipta, karsa dan rasa. Dalam disiplin ilmu antropologi budaya, kebudayaan dan budaya itu artinya sama saja. Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban mengandung pengertian yang luas, meliputi pemahaman perasaan sauatu bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat. Pendek kata kebudayaan dalam kaitannya dengan ilmu budaya dasar adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai-nilai insani ; tercakup didalamnya usaha memanusiakan diri didalam alam lingkungan, baik fisik maupun sosial. 2.2. Tujuan Ilmu Budaya Dasar a). Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama unyuk kepentingan profesi mereka. b). Memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalanpersoalan yang menyangkut kedua hal tersebut. c). Mengusahakan agar para mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruanglingkup pendidikan kita amat dan condong membuat spesialis yang berpandangan kurang luas. Mata kuliah ini berusaha menambah kemampuan mahasiswa untuk menanggapi maslah dan nilai-nilai umumnya. d). Menjebatani para akademisi kita agar mereka mampu berkomunikasi satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam hal berkomunikasi. Kalau carea berkomunikasi ini baik, komunikasi selanjutnya akan lebih memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang keahlian. Meskipun spesialisasi sangat penting, spesialisasi yang terlalu sempit akan membuat dunia seorang sarjana menjadi terlalu sempit. 2.3. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar Ilmu Budaya Dasar (IBD) identik dengan basic humanities. Humanities berasal dari kata latin humanus yang artinya manusiawi, berbudaya, dan halus (refined). Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar ini diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya, dan lebih halus. Adapun ruanglingkup Ilmu Budaya Dasar adalah: a). Berbagai aspek kehidupan yang mengungkapkan masalah-masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi keahlian. (disiplin) didalam pengertian budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya. b). Hakikat manusia yang satu atau universal, tetapi beragam perwujudannya dalam kebudayaan setiap zaman dan tempat. Dalam menghadapi lingkungan alam, social, dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, tetapi juga ketidak seragaman, sebagaimana ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran, perasaan, dan tingkah laku. 2.4. Urgensi Ilmu Budaya Dasar Seperti yang kita ketahui manusia merupakan makhluk yang berbudaya. Sebenarnya kebudayaan didefinisikan sebagai hasil pengungkapan diri manusia kedalam materi sejauh diterima dan dimiliki oleh

suatu masyarakat dan menjadi warisannya. Manusia harus menciptakan suatu kebudayaan, sebab tanpa kebudayaan ia makhlukyang tidak berdaya, yang menjadi korban dari keadaanya yang tidak lengkap dan naluri-nalurinya yang tidak terpadu. Ilmu Budaya Dasar memiliki urgenitas bagi Mahasiswa karena orientasi Mahsiswa adalah lingkungan yang berbudaya dari lingkungan yang berbudaya tersebut mereka harus lebih mudah untuk integrasi dalam lingkungan tersebut terutama dengan lingkungan yang baru, hal ini untuk profesi mereka. Urgenitas yang sangat vital bagi Mahasiswa dalam mempelajari Ilmu ini adalah karena ilmu ini memberi pandangan yang luas terhadap masalah-masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka tehadap persoalan-persoalan yang menyangakut kedua hal tersebut. Juga mengusahakan agar para Mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan pengotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruanglingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. Mata kuliah ini berusaha menambah kemampuan Mahasiswa untuk menanggapi masalah dan nilai-nilai dalam lingkungan masyarakat mereka. BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan ? Pengertian Ilmu Budaya Dasar adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai-nilai insani ; tercakup didalamnya usaha memanusiakan diri didalam alam lingkungan, baik fisik maupun social. ? Tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama unyuk kepentingan profesi mereka. ? Ruanglingkup Ilmu Budaya Dasar adalah Berbagai aspek kehidupan yang mengungkapkan masalahmasalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi keahlian. (disiplin) didalam pengertian budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya. ? Urgensi Ilmu Budaya Dasar bagi Mahasiswa adalah karena ilmu ini memberi pandangan yang luas terhadap masalah-masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka tehadap persoalan-persoalan yang menyangakut kedua hal tersebut. Juga mengusahakan agar para Mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan pengotakan disiplin yang ketat. 3.2. Saran ? Agar Mahasiswa/i dapat membantu perkembangan kepribadiannya sebagai anggota masyarakat dan bangsa derta agama ? Agar Mahasiswa/i dapat menumbuhkan kepekaannya terhadap masalah masalah dan kenyataan kenyataan sosial yang timbul di dalam masyarakat.

? Agar Mahasiswa/i dapat memberikan pengetahuan dasar kepada masyaratakat masyarakat awam yang belum mengenali tentang kebudayaan yang ada di Indonesia DAFTAR PUSTAKA Hidayati, Marwadi. 2007. Ilmu Budaya Dasar. CV. Pustaka Setia. Bandung. Soelaeman, Munandar. 2007. Ilmu Budaya Dasar.PT. Refika Aditama. Bandung.