Anda di halaman 1dari 4

DEFINISI Tinju adalah olahraga dan seni bela diri yang menampilkan dua orang partisipan dengan berat

yang serupa bertanding satu sama lain dengan menggunakan tinju mereka dalam rangkaian pertandingan berinterval satu atau tiga menit yang disebut "ronde". Baik dalam Olimpiade ataupun olahraga profesional, kedua petarung (disebut petinju) menghindari pukulan lawan mereka sambil berupaya mendaratkan pukulan mereka sendiri ke lawannya. Nilai diberikan untuk pukulan yang bersih dan mantap ke bagian depan pinggang ke atas yang sah dari lawan, dengan pukulan ke kepala dan dada mendapat nilai lebih. Petinju dengan nilai yang lebih tinggi setelah sejumlah ronde yang direncanakan akan dinyatakan sebagai pemenang. Kemenangan juga dapat dicapai jika lawan dipukul jatuh dan tidak dapat bangkit sampai hitungan kesepuluh dari wasit (suatu Knockout atau KO) atau jika lawan dinyatakan tidak mampu melanjutkan pertandingan (suatu Technical Knockout atau TKO). Untuk keperluan rekor pertandingan, TKO dihitung sebagai KO. JENIS-JENIS GERAKAN, PUKULAN DAN ISTILAH TINJU. Jab adalah pukulan pembuka dalam olahraga tinju. Pukulan jab berupa pukulan lurus ke depan, bisa mengarah ke muka atau badan lawan. Biasanya, pukulan jab dilontarkan dengan tangan kiri (jika petinju tersebut bergaya ortodoks atau dengan tangan kanan jika petinju tersebut bergaya kidal. Tapi itu bukan sesuatu yang pasti, ada kalanya petinju ortodoks melontarkan jab dengan tangan kanan, dan sebaliknya, tergantung posisi saat melontarkan pukulan. Pukulan jab, biasanya berfungsi mengganggu konsentrasi lawan atau sekedar pukulan pembuka dalam suatu serangan, namun tidak jarang pukulan jab bisa terlontar dengan keras dan memukul lawan dan membuatnya KO. Straight adalah pukulan lurus dalam olahraga tinju. Lazimnya, pukulan straight dilontarkan setelah pukulan Jab, tapi tidak selalu begitu, karena bisa dikombinasikan dengan pukulan lain, sesuai strategi dan kondisi di ring (tinju).

Target utama pukulan ini adalah bagian kepala lawan, tapi bisa juga perut, tergantung situasi dan posisi sang petinju. Untuk petinju ortodoks (tinju), pukulan straight dilontarkan dengan pukulan kanan(karena tangan kanan lebih keras dari tangan kiri), dan sebaliknya untuk petinju kidal (southpaw). Hook : adalah pukulan jarak dekat dari arah samaping dengan posisi tangan membentuk siku (hook), pukulan ini biasanya terbagi 2 bagian hook pendek dan hook panjang (long hook). Uppercut : adalah pukulan jarak dekat yang berawal dari arah bawah,dengan posisi tangan siku dan di bantu dengan berat badan pada saat memukul. Istilah dalam bertinju : Knockdown adalah istilah dalam olahraga tinju yang mendefinisikan seorang petinju terjatuh akibat pukulan, namun berhasil bangkit dan meneruskan pertandingan, sebelum wasit menyelesaikan hitungan sampai 10. Istilah dalam bahasa Inggris ini belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Petinju yang memukul jatuh lawannya hingga knockdown harus segera menghentikan pukulannya saat lawan terjatuh, dan wajib segera berdiri di sudut putih (sudut netral) yang ditentukan wasit. Jika kedua hal tersebut tidak dipatuhi, wasit berhak memberikan hukuman, dari berupa peringatan sampai dengan diskualifikasi.

Otot-otot yang dominan dalam olahraga tinju : Otot bahu secara anatomi terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu : Deltoid : otot bahu samping yang membulat Trapezius : Otot bahu tengah yang memanjang ke bawah mulai dari leher belakang

sampai ke punggung tengah. Latihan untuk otot bahu pada prinsipnya dibagi menjadi 2 jenis latihan, yaitu latihan dengan gerakan raises dan presses. Bicep brachii : Fleksi, suspinasi lengan bawah Pectoralis mayor : Fleksi dan adduksi lengan atas Tricep brachii : Ekstensi lengan bawah Affer body : Biceps latihannya dengan menggunakan Biceps Curl. Triceps latihan dengan menggunakan Triceps Curl. Extensor Carfi latihan dengan menggunakan Reverse Wrist Curl. Deltoid latihan dengan menggunakan Lateral Dumbbell Raises. Abdominal latihan dengan menggunakan Sit-up. Pectoralis Major latihan dengan menggunakan Bench Presess. Lower Body : Quadriceps dan Gluteus latihan dengan menggunakan Squats atau Leg Extention. Hamstrings latihan dengan menggunakan Leg Curl. Quadriceps latihan dengan menggunakan Lunges

Persendian yang dominan digunakan pada adalah: Sendi luncur: persendian yang memungkinkan gerak rotasi pada satu bidang datar. Contoh: hubungan tulang pergerlangan kaki.

Sendi pelana: persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah. Contoh: hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan. Sendi engsel: persendian yang memungkinkan gerakan satu arah. Contoh: sendi siku antara tulang lengan atas dan tulang hasta Sendi peluru: persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah. Contoh: hubungan tulang lengan atas dengan tulang belikat.