Anda di halaman 1dari 1

IBNU SINA (AVICENNA) Ibnu Sina lahir di Afshana atau Afshinan dekat Bukhara pada tahun 370 H/980

M. Nama lengkapnya Abu Ali al Husain bin Abdallah bin Sina. Di dunia Barat ia terkenal dengan nama Avicenna. Ia belajar sendiri ilmu kedokteran dan termayhur sejak usia delapan belas tahun. Namanya melejit setelah berhasil menyembuhkan penyakit raja Bukhara, Nooh ibnu Mansur yang gagal diobati oleh dokter-dokter yang lain. Sebagai penghargaan, sang raja meminta Ibnu Sina menetap di istana. Namun ia menolak. Ia hanya meminta izin untuk menggunakan perpustakaan kerajaan untuk mencari berbagai referensi dasar agar ilmunya lebih luas dan berkembang. Ibnu Sina sangat cepat menyerap berbagai cabang ilmu pengetahuan dan mampu menguasai berbagai macam materi intelektual dari perpustakaan kerajaan pada usia 21 tahun. Kemasyhurannya melampaui wilayah dan negara Islam. Bukunya al-Qanun fi al-Tibb menjadi dasar bagi perkembangan ilmu kedokteran, merupakan ensiklopedia tentang segala hal dari penanganan penyakit. Oleh pihak Barat, al-Qanun fi al-Tibb diterjemahkan menjadi the Cannons. Al-Qanun fi al-Tibb diterbitkan di Roma pada tahun 1593 sebelum dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Precepts of Medicine. Tidak sampai 100 tahun, buku itu dicetak ke dalam 15 bahasa. Pada abad ke-17, buku itu menjadi rujukan di universitasuniversitas Itali dan Perancis dan sampai abad ke-19 buku itu masih dicetak ulang dan digunakan oleh para pelajar kedokteran. Kepakarannya dalam bidang kedokteran membuat dia diberi gelar al-Syeikh al-Rais, Mahaguru Pertama. Ensiklopedia al-Qanun fi al-Tibb terdiri atas lima buku yang berisi prinsip-prinsip dasar pengobatan, obat-obat sederhana, kekacauan organ internal dan eksternal tubuh, penyakit yang mempengaruhi tubuh secara umum, dan komposisi obat-obatan. Selain itu, Ibnu Sina juga menghasilkan sebuah buku berjudul Remedies for The Heart yang mengandung sajak-sajak pengobatan. Dalam buku itu, ia menguraikan 760 jenis penyakit dan cara mengobatinya. Ibnu Sina hidup sampai tahun 1037 M. Hasil karyanya mencakup 170 buku mengenai filsafat, medikal, matematika, anatomi, puisi dan karya keagamaan, metafisik, musik, astronomi, dan filologi (ilmu bahasa). Ia juga seorang filsuf terkenal. Ia menulis sebuah buku al-Najah yang membicarakan persoalan filsafat yang banyak dipengaruhi oleh aliran al-Farabi.